You are on page 1of 23

Nama Ass : Aisyah

Kelompok : 5(Lima)
1
Sesi/Jam : 2/10.30 wib

LAPORAN PRAKTIKUM FISIOLOGI HEWAN AIR

PERHITUNGAN SEL DARAH MERAH (ERITROSIT) DAN
SEL DARAH PUTIH (LEUKOSIT) PADA IKAN LELE (Clarias
batracus)

OLEH

DONI M.P SIANIPAR
1504115797
BUDIDAYA PERAIRAN

LABORATORIUM BIOLOGI PERIKANAN
FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN
UNIVERSITAS RIAU
2017

1

1

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah

melimpahkan rahmat dan karunianya, sehingga penulis dapat menyelesaikan

laporan Biologi Perikanan yang berjudul “Perhitungan Sel Darah Merah dan Sel

Darah Putih Pada Ikan Lele (Clarias sp.)” tepat sebelum waktu yang telah di

tentukan.

Dalam mengerjakan laporan ini, penulis mengucapkan banyak terima

kasih kepada Dosen biologi perikanan dan para asistennya yang telah

membimbing penulis dalam mengerjakan laporan ini, serta ucapan terimakasi

kepada semua pihak yang telah membantu dan memberi motivasi kepada penulis

hingga laporan ini selesai.

Mungkin penulisan laporan masih ada kesalahan-kesalahan yang penulis

tidak ketahui, oleh karena itu kepada asisten mohon kritik dan sarannya, untuk

penulisan laporan yang lebih baik lagi kedepannya.

Pekanbaru, Maret 2017

Penulis

1

.........................16 2 .......1 Kesimpulan........ 2 DAFTAR ISI KATA PENGANTAR..................................................................12 DAFTAR PUSTAKA....................................................................................................................................................................................................... TINJAUAN PUSTAKA......................................................3 III................................................2 II............................................................................................................................................................................11 5...................................................................iv I...........................PENDAHULUAN 1 1....................................................................1 Latar Belakang...................................................................................................................................................................................................................................6 3.................11 5..................................ii DAFTAR GAMBAR......viii DAFTAR LAMPIRAN........................................................................................................................................2 Saran.......................................................................6 3..................... METODOLOGI PRAKTIKUM............................................................................10 V...1 Waktu dan Tempat...............................................................................................................................................................4 Prosedur Praktikum................................................7 3........10 4..............................1 Hasil...................................2 Tujuan dan Manfaat..........................................2 Alat dan bahan.................... KESIMPULAN DAN SARAN..................................................................13 LAMPIRAN..........................................................6 3..........1 1...............................................................3 Metode Praktikum............i DAFTAR ISI.HASIL DAN PEMBAHASAN......10 4..........................................................................................................................7 IV............................2 Pembahasan.............

1…………………………………………………………………. 10 9 3 . 3 DAFTAR GAMBAR Isi Halaman 1. Gambar.

4 DAFTAR LAMPIRAN Lampiran Halaman Alat dan bahan yang digunakan………….. 16 4 ....………………………………….

1 Latar Belakang Dalam proses kehidupannya. Organisme memerlukan makanan dan oksigen untuk melakukan metabolisme di seluruh tubuhnya. Berbagai proses metabolism menghasilkan sisa (sampah) yang harus dikeluarkan oleh tubuh. Darah merupakan salah satu parameter yang dapat digunakan untuk melihat kelainan yang terjadi pada ikan. dkk. Sehingga dengan mengetahui kondisi gambaran darah kita dapat mengetahui kondisi kesehatan suatu organisme (Delmann and Brown. 2011). nutrien. baik berupa bahan-bahan yang diperlukan oleh tubuh seperti oksigen maupun hasil metabolism dan sisa-sisanya dilakukan oleh system peredaran darah..PENDAHULUAN 1. baik yang terjadi karena penyakit ataupun karena keadaan lingkungan. Studi hematologis merupakan kriteria penting untuk diagnosis dan penentuan kesehatan ikan (Lestari. 1 I. jumlah sel darah merah dan jumlah sel darah putih. Darah mengangkut oksigen. Pada ikan yang terserang penyakit terjadi perubahan pada nilai hematokrit. Darah merupakan cairan terpenting dalam tubuh makhluk hidup. organisme senantiasa berusaha mempertahanka kelangsungan hidupnya tak terkecuali pada ikan. Salah satu mekanisme dalam menjaga kelangsungan hidup adalah dengan melakukan proses metabolism yang didapat dari asupan makanan. 2012). hormone. 2001). dan hasil buangan. Pemeriksaan darah (hematologis) dapat digunakan sebagai indikator tingkat keparahan suatu penyakit (Bastiawan. kadar hemoglobin. Peredaran materi. 1 .

penting bagi kita melakukan pengujian terhadap kualitas darah dari suatu jenis ikan atau organisme akuatik lainnya untuk mengetahui dan menyimpulkan kondisi dari organisme tersebut.). Praktikan juga dapat mengetahui dan menyimpulkan kondisi ikan dari hasil perhitungan jumlah sel darah merah dan sel darah putih ini. Pengujian tersebut dapat dilakukan dengan menghitung jumlah sel darah merah dan sel darah putih dari suatu sampel ikan. 2 . 1. Manfaat dari praktikum yang kami lakukan adalah praktikan dapat menghitung dan mengetahui jumlah sel darah merah dan sel darah putih pada ikan lele (Clarias sp).2 Tujuan dan Manfaat Tujuan dari praktikum ini adalah menghitung jumlah sel darah merah dan sel darah putih pada ikan lele (Clarias sp. 2 Oleh karena itu.

2011). Agranulosit tidak memiliki butir sitoplasmik spesifik dan ditandai dengan inti berbentuk lonjong. 2010). serta gas terlarut (Lagler et al.. basofil berwarna basofil (ungu). Jenis leukosit ini memiliki sifat reaksi terhadap zat tertentu yaitu eosinofil yang bersifat asidofil (berwarna merah oleh eosin). Termasuk ke dalam kelompok granulosit yaitu heterofil. 1977). 1977). yang diedarkan ke seluruh tubuh melalui sistem sirkulasi tertutup (Wedemeyer et al. 3 II. (1991) melaporkan bahwa trombosit pada ikan berbentuk 3 . Sel dan plasma darah mempunyai peranan fisiologis yang sangat penting.. buangan hasil metabolisme. Darah ikan tersusun dari sel – sel darah yang tersuspensi dalam plasma yang diedarkan ke seluruh jaringan tubuh (Moyle dan Cech 2010). Plasma darah adalah suatu cairan jernih yang mengandung mineral terlarut. Fungsi darah ikan antara lain mengedarkan sari makanan dan oksigen ke seluruh tubuh (Lagler et al. Agranulosit dibagi menjadi monosit dan limfosit (Lagler et al. TINJAUAN PUSTAKA Darah ikan mengalir dari jantung melalui aorta ventral dan arteri – arteri brankhial menuju ke insang untuk keperluan oksigenasi (Irianto 2015). leukosit (sel darah putih) dan trombosit (keping darah). hasil absorpsi dari pencernaan makanan. eosinofil dan basofil. Chinabut et al. Leukosit dikelompokkan ke dalam granulosit dan agranulosit berdasarkan ada tidaknya butir – butir (granul) di dalam sitoplasma. bulat dengan lekuk yang khas (Dellman dan Brown 1992). Sel-sel darah terdiri dari eritrosit (sel darah merah).. dan heterofil bersifat tidak basofil maupun asidofil (Dellman dan Brown 1989). Darah ikan terdiri dari atas komponen cairan (plasma) dan komponen seluler (sel-sel darah).

4 bulat memanjang atau lonjong dan berperan dalam proses pembekuan darah karena ikut serta dalam mengaktifkan protrombin menjadi trombin.05 . berbentuk lonjong.18 x 10 6 sel/ml (Angka et al. Darah akan mengalami perubahan yang serius khususnya apabila terkena penyakit infeksi (Amlacher 1970).. Jumlah eritrosit ikan lele (Clarias ssp) adalah 3. Wedemeyer et al. dengan diameter inti berkisar antara 4 – 5 μm. (1990) melaporkan bahwa pemeriksaan darah penting untuk membantu peneguhan diagnosa suatu penyakit. 1985).0) x 10 6 sel/mm3 (Irianto 2005). inti berukuran kecil dengan sitoplasma besar. Eritrosit berwarna kekuningan. jumlah eritrosit (sel darah merah) dan jumlah leukosit (sel darah putih) (Lagler et al. Eritrosit pada ikan merupakan jenis sel darah yang paling banyak jumlahnya..3. dengan ukuran berkisar antara 7 - 36 μm (Lagler et al. seperti pada bangsa burung dan reptil. kecil. 1977). Eritrosit pada ikan memiliki inti. Ukuran eritrosit ikan lele (Clarias ssp) berkisar antara (10 x 11 μm) – (12 x 13 μm). Ukuran rata – rata trombosit berkisar antara (4 x 7 μm) – (5 x 13 μm). Ciri khusus trombosit adalah adanya lingkaran sitoplasma tipis di sekeliling inti yang akan berwarna ungu tua saat diwarnai dengan Giemsa. inti sel akan berwarna ungu dan dikelilingi oleh plasma berwarna biru muda (Chinabut et 4 . baik secara kualitatif maupun kuantitatif. konsentrasi hemoglobin. Penyimpangan fisiologis ikan akan menyebabkan terjadinya perubahan pada gambaran darah. Eritrosit yang sudah matang berbentuk oval sampai bundar. Parameter darah yang dapat memperlihatkan adanya gangguan adalah nilai hematokrit. 1977). Jumlah eritrosit pada ikan teleostei berkisar antara (1. Jika diwarnai dengan pewarnaan Giemsa. Bentuk eritrosit pada semua jenis ikan hampir sama.

Leukosit merupakan jenis sel yang aktif di dalam sistem pertahanan tubuh. Rendahnya eritrosit merupakan indikator terjadinya anemia. dan nila. mas. Pada ikan lele.000 butir tiap mm3.000-150. Setelah dihasilkan di organ timus dan ginjal. Leukosit tidak berwarna dan jumlah leukosit total ikan teleostei berkisar antara 20. Leukosit akan ditanspor secara khusus ke daerah yang mengalami peradangan yang serius (Guyton 1997). sedangkan tingginya jumlah eritrosit menandakan ikan dalam keadaan stres (Wedemeyer dan Yasutake 1977). kecuali bila ada reaksi kekebalan dengan perantaraan sel (Nabib dan pasaribu 1989).1991).Leukosit berbentuk lonjong sampai bulat (Moyle dan Chech 1988). leukosit kemudian diangkut dalam darah menuju ke seluruh tubuh (Irianto 2005). 5 . 5 al. leukosit jenis eosinofil dan basofil jarang ditemukan.

1 Waktu dan Tempat Praktikum Fisiologi Hewan Air tentang”Menghitung Sel Darah Merah (Eritrosit) dan Sel Darah Putih (Leukosit) pada Ikan Lele(Clarias sp)” dilaksanakan pada hari Senin tanggal 13 Maret 2017. Talenan Bahan yang digunakan dalam praktikum Perhitungan Sel Darah pada Ikan Lele (Clarias sp. 3. Hand counter 4. Ikan Lele 2. METODOLOGI PRAKTIKUM 3. Haemacytometer. Alkohol 70% 4. terdiri dari: • kamar hitung tipe “improved Neubauer” • Pipet Thomma 2. Cover glass 6.) adalah sebagai berikut : 1.30 WIB bertempat di Laboratorium Biologi Perikanan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Riau Pekanbaru. Mikroskop 3. 6 III. Larutan Hayem’s 3.2 Alat dan bahan Alat – alat yang digunakan dalam praktikum Perhitungan Sel Darah pada Ikan Lele (Clarias sp.) adalah sebagai berikut : 1. Pipet tetes 5. pada jam 10. Pisau bedah 7. Tissue 6 .

1 Cara mengambil darah ikan  Ikan dibius dengan minyak cengkeh secukupnya (sekitar 5 tetes/ liter) sampai pingsan  Jarum suntik dan spuit dibasahi dengan EDTA 10 atau heparin guna mencegah pembekuan darah  Darah ikan diambil melalui vena caudalis. 7 3.4. Bila disimpan dalam termos (+ pecahan es batu).4 Prosedur Praktikum 3. Darah dimasukkan ke dalam tabung eppendorf yang sudah dibasahi EDTA 10% atau heparin.3 Metode Praktikum Metode yang di pakai dalam praktikum ini yaitu metode pengamatan yang di lakukan secara langsung oleh praktikan. 3.  Melepaskan karet penghisap dari pipet dan kedua ujung pipet ditekan dengan ibu jari agar cairan tidak keluar.2 Perhitungan Sel Darah Merah  Menyiapkan mikroskop dengan perbesaran tertentu (40x) .  Menempatkan ikan lele pada wadah lalu melukai bagian pangkal ekornya dengan pisau bedah. dan mengamatinya sampai terlihat kotak-kotak kecil baik untuk tempat pernghitungan sel darah merah (SDM). darah tahan selama ± 3 jam. kemudian menambahkan larutan Hayem’s sampai skala 101. 3. selanjutnya digerakkan dengan arah memutar 7 . lalu meletakkan haemacytometer tipe “Improved Neubauer” di bawah mikroskop.5 dan menghentikan penghisapan dengan menekan ujung lidah ke ujung kare penghisap.4. di mana data dan informasi yang di butuhkan dapat di peroleh dengan mempraktekan langsung sehingga bisa menghitung sel darah merah dan sel darah putih pada ikan lele.  Menghisap darah yang keluar menggunakan pipet Thomma sebatas skala 0.

lalu meletakkan haemacytometer tipe “Improved Neubauer” di bawah mikroskop. kemudian menambahkan larutan Turks sampai skala 11. Faktor pengali 20 x 16 x 10 = 3200 yang harus dikalikan dengan jumlah rata-rata sel darah putih tersebut yang 8 .  Menghisap darah yang keluar menggunakan pipet Thomma sebatas skala 0. 8 selama 3 menit agar merata. kemudian dilakukan penghitungan dengan menggunakan hand counter.  Menempatkan ikan lele pada wadah lalu melukai bagian pangkal ekornya dengan pisau bedah.5 dan menghentikan penghisapan dengan menekan ujung lidah ke ujung karet penghisap.000 yang harus dikalikan dengan jumlah rata-rata sel darah merah tersebut yang merupakan jumlah SDM per ml darah.  Melepaskan karet penghisap dari pipet dan kedua ujung pipet ditekan dengan ibu jari agar cairan tidak keluar.  Menetesi kamar hitung dengan cairan darah tadi melalui parit haemacytometer. Faktor pengali 200 x 10 x 25 = 50. 3.  Untuk menghitung sel darah merah dilakukan dengan menghitung ke lima kotak di bagian sudut dan hitung parsel kotak kemudian dijumlahkan dan dibagi lima untuk rata-ratanya. kemudian dilakukan penghitungan dengan menggunakan hand counter.  Untuk menghitung sel darah putih dilakukan dengan menghitung ke empat kotak di bagian sudut dan hitung parsel kotak kemudian dijumlahkan dan dibagi empat untuk rata-ratanya.4. dan mengamatinya sampai terlihat kotak-kotak kecil baik untuk tempat pernghitungan sel darah merah SDM maupun SDP.  Menetesi kamar hitung dengan cairan darah tadi melalui parit haemacytometer. selanjutnya digerakkan dengan arah memutar selama 3 menit agar merata.3 Perhitungan Sel Darah Putih  Menyiapkan mikroskop dengan perbesaran tertentu (40x) .

9 merupakan jumlah SDP per ml darah. 9 .

1. larutan hayem juga berfungsi sebagai pewarna agar eritrosit dapat terlihat jelas bentuknya.000 sel/ml 4.1 Sel Darah Putih Kotak 1: 56 Kotak 5: 20 Kotak 2: 18 Kotak 6: 13 Kotak 3: 22 Kotak 7: 26 Kotak 4: 17 Kotak 8: 21 Total :193 x 4(1 kotak mewakili) = 772 N/ml = Jumlah total sel terhitung (n) x Gambar 1.5 gram HgCl2. 10 IV. NaCl 5 gram. Sampel darah diencerkan dengan larutan Turks untuk menghancurkan sel darah merah agar jumlah sel darah putih dapat dihitung. Komposisi larutan turks 10 . Sel darah putih 500 = 772 x 500 = 386. 0. Selain itu. dan 200 ml akuades atau larutan hayem’s terdiri dari HgCl 25 gram.5 gram dan Akuades 1000 ml. didapat hasil sebagai berikut 4.HASIL DAN PEMBAHASAN 4. Na2SO4 2.2 Pembahasan Larutan hayem merupakan larutan yang digunakan untuk mencegah penggumpalan darah saat akan dihitung jumlah eritrositnya.Komposisi larutan hayem menurut Anonim (2007) terdiri atas 5 gram Na2SO4. 1 gram NaCl.1 HASIL Berdasarkan hasil pengamatan pada praktikum.

kadar hemoglobin. Hal ini berdasarkan hasil penelitian bahwa darah merupakan salah satu parameter yang dapat digunakan untuk melihat kelainan yang terjadi pada ikan. jumlah kotak hitung dan ketebalan Haemacytometer. • Untuk menghitung jumlah sel darah merah per millimeter kubik yaitu dengan cara mengalikan jumlah rata-rata sel darah merah dari kamar hitung yang digunakan dengan faktor pengali.183 x 10 sel/ mm6.000 sel/ml. • Jumlah sel darah merah dari ikan lele yang kami uji sampel darahnya adalah 386. Faktor pengali terdiri dari faktor pengenceran. 11 menurut Anonim (2007) terdiri atas Acetil Acid Glacial 2 ml. Nilai tersebut berada pada kisaran normal karena berdasarkan litelatur jumlah sel darah merah pada ikan lele adalah 3. diantaranya : • Untuk mengetahui kondisi kesehatan ikan kita dapat mengetahuinya dengan menguji sampel darah. baik yang terjadi karena penyakit ataupun karena keadaan lingkungan. • Ciri-ciri ikan yang terserang penyakit jika dilihat dari hasil uji darahnya adalah adanya perubahan pada nilai hematokrit. Gentian Violet 1 ml. V. KESIMPULAN DAN SARAN 5. dan Akuades 100 ml.1 Kesimpulan Setelah melakukan praktikum ini terdapat beberapa kesimpulan yang dapat diambil. jumlah sel darah merah dan jumlah sel darah putih. 11 .

12 . Hal ini dikarenakan kondisi mikroskop yang kurang baik sehingga pengamatan membuang waktu yang cukup lama. Sebaiknya mikroskop yang akan digunakan untuk praktikum harus dalam kondisi baik.2 Saran Praktikum ini memberi pelajaran bagi kita untuk bisa mengetahui kondisi ikan dengan cara menghitung sel darah merah pada ikan. 12 5. Pengenceran pun harus dilakukan sampai sampel darah merah tercampur secara homogen dengan larutan Hayem’s dan sel darah putih dengan larutan turks. Namun dalam praktikum ini terdapat kesulitan dalam mengamati haemacytometer yaitu untuk menemukan kotak hitungnya. Ketepatan menyedot darah menggunakan pipet thoma harus diperhatikan karena jika tidak tepat pada skala yang diinginkan akan memperlama pekerjaan.

Ed ke-4. 13 . Dellman HD. Jakarta. hlm 96. Jakarta. Jakarta. Perhitungan Sel Darah Merah. 1992. http://www. 2007. UI Press. 1990. EGC.unsjournal. Histology of The Walking Catfish. 2004. Jakarta. Efektivitas Ekstrak Daun Paci – Paci Leucas Lavandulaefolia Untuk Pencegahan dan Pengobatan Infeksi Penyakit Mas Motile Aeromonad Septicaemia Ditunjau Dari Patologi makro Dan Hematologi Ikan Lele Dumbo Clarias Sp. New York. Journal of Fish Biology 4 : 593-604. Hal 146 – 159. Penerbit Rineka Cipta. Tang UM. Hesser EF. Institut Pertanian Bogor. Riau : Uni Press. A Review of Selected Literature. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran Edisi 9. 2008. The Haemothological Assessment of The Health of Fresh Water Fish. IDRC Canada. Boyd CE. Fujaya Y. Guyton AC. 1997. Fisiologi Hewan Air. Chinabut S. 1995. Hal 95-109.com/. Ganong WF. IPB : Bogor.2002. Irawati Setiawan (Penerjemah). 1972. Terjemahan P Adianto. Skripsi Fakultas Perikanan Dan Ilmu Kelautan. Buku Ajar fisiologi Kedokteran (Review of Medical Physiologi). Hartono (Penerjemah). and Kiswatat P. Fisiologi Ikan : Dasar Pengembangan Teknologi Perikanan. Buku Teks Histologi Veteriner. Blaxhall PC. Anonim. Limsuwan C. 13 DAFTAR PUSTAKA Abdullah Yusuf. 1991. Penerbit Buku kedokteran EGC. Brown EM. Dan Ilmu Kelautan. Edisi 3. Elsevier Science Publishing Company Inc. Affandi R. Clarias bathracus. Water Quality Management For Pond Fish Culture.

Irianto Agus. Pengaruh Penyuntikan Isolat Virulen Aeromonas hydrophila Secara Intramuskular Terhadap Gambaran Darah Lele Dumbo (Clarias sp. Passino DRM. hlm 559. K Amri. Prentice Hall. IPB. 2003. 2005. Tangerang. Pusat Antar Universitas Bioteknologi. Nabib R.) Ukuran Fingerling. Murhananto. Puspowardoyo H dan Djarijah AS. Michael. Pembesaran Lele Dumbo di Pekarangan. RR Miller. 14 1960. 1988. Interaksi Antara Logam Berat Kadmium(Cd) dan Infeksi Bakteri Aeromonas Hydrophila Pada Ikan Mas Cyprinus Carpi. 1989. Budidaya Lele Lokal Secara Intensif. IPB Primandaka JT. Khairuman. Yogyakarta. Pembenihan dan Pembesaran Lele Dumbo Hemat Air. 2002. Progressive Fish Culturist. UI Press. Patologi Dan Penyakit Ikan. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Lagler KF.Maryani M. PT Agromedia Pustaka. Ichthyology. 1977. Bardach JE. Pasaribu FH. Fakultas Perikanan. Skripsi Fakultas Perikanan Dan Ilmu Kelautan. Inc. Yogyakarta. Patologi Ikan Teleostei. Metode Ekologi untuk Penyelidikan Ladang dan Laboratorium. Skripsi. Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi. PT Agromedia Pustaka. 2002. IPB. (1994). Tangerang. Hlm 506. Inc. John Willey and Sons. 14 . Methods for Routine Fish Hematology. Kanisius. Gadjah Mada University Press. Fishes An Introduction to Icthyology. 1992. P. Moyle PB. Cech Jr JJ. Jakarta. 2002. new York-London. USA.

Svobodova.fao. T Ungerer. Pertumbuhan dan Kelangsungan Hidup Benih Ikan Lele Dumbo (Clarias sp). Tizard I. London. 15 Sastradipradja D . dan 30 Ekor/Liter Dalam Pendederan Secara Indoor dengan Sistem Resirkulasi. Diagnostic Prevention and Therapy of Fish Diseases and Intoxication. Canada. Cornell Univ. Dukes Physiology of Domestic Animal. Veterinary Immunology. 2007. Academy Press. 1991. 2005. Pada Penebaran 15. 20. 1989. Ed ke-9. H Nasution.. Yasutke. Budidaya Ikan Lele. Clinical Methods for The Assessment on The Effect of 15 . 1972. Reseacrh Intitute of Fish Culture and Hydrobiology Vodnany. Saunders Company. 1982. Skripsi Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. London. PAU Ilmu Hayati. [18 September 2010] Swenson MJ. IPB. Vykusova. Z. Czechoslovakia. Wedemeyer GA. 25. An Introduction.B. R Hamzah. Weatherley AH. Suriawinata. Available at http://www.org. A Maad. Growth and Ecology of Fish Population. Suyanto S Rachmatun. Ed Ke-3. W. 1977. Sumpeno Dedi. Penebar Swadaya : Jakarta. IPB.. Press. Depdikbud. SHS Sikar. B. 293p. Dirjen Pendidikan Tinggi. Penuntun Praktikum Fisiologi Veteriner. 1977. R Widjajakusuma.

16 LAMPIRAN 16 .

17 Alat dan Bahan yang digunakan: Haemocytometer Larutan Hayem Pipet batu merah Darah ikan Ikan lele Mikroskop 17 .

18 18 .