You are on page 1of 4

Makna Keadilan dan Penerapannya dalam Kehidupan Bermasyarakat

Keadilan dapat diartikan sebagai tindakan yang tidak sewenang-wenang dan


berdasarkan kaidah hukum, tidak memihak dan memperlakukan sama setiap orang
serta memberikan apa yang menjadi haknya secara proporsional. Keadilan secara
definitif adalah sebagai berikut:

A. Pengertian Keadilan
1) Keadilan mengandung unsur keadilan komutatif (semua dianggap sama
kedudukannya), keadilan distributif (berdasarkan jasa maupun prestasi),
dan keadilan kodrat alam (apa yang diterima sama dengan yang diberikan).
Hal ini dinyatakan oleh Aristoteles.
2) Keadilan meliputi dua macam, yaitu keadilan moral (seimbang antara hak
dan kewajiban) dan keadilan prosedural (berdasar tata cara yang telah
diterapkan). Hal ini dinyatakan oleh Plato.
3) Keadilan berdasarkan perjanjian yang disepakati (Thomas Hobbes).
4) Keadilan adalah tindakan berdasarkan hukum yang berlaku (Notonegoro).

Dari pengertian keadilan tersebut di atas maka keadilan mengandung unsur atau
prinsip-prinsip sebagai berikut:

Berdasarkan hukum;
Kedudukan tiap warga negara sama;
Tidak memihak;
Mengakui hak orang lain.

Cara berlaku adil dalam negara Indonesia diselesaikan secara kekeluargaan, yaitu
semua dari, oleh, dan untuk ikepentingan kita bersama. Demikianlah apa yang
disebut konsepsi integral (kesatuan). Pelaksanaan jaminan keadilan dalam
kehidupan menyartgkut aspek pembangunan di segala bidang. Adapun yang perlu
dikaji adalah aspek kehidupan sebagai berikut:

B. Penerapan Keadilan dalam Kehidupan Bermasyarakat


1) Bidang Hukum

Menjamin keadilan di bidang hukum adalah upaya memberikan rasa


tanggung jawab, disiplin, tertib dan taat hukum. Adapun untuk menciptakan
rasa keadilan tersebut adalah melalui jalan Penegakkan hukum (peradilan)
secara mudah, murah, dan cepat, Pembangunan masyarakat hukum (sosialisasi
hukum di masyarakat), dan Pemberantasan KKN (Korupsi, Kolusi, dan
Nepotisme) dalam semua aspek kehidupan.

Dari adanya jaminan keadilan bidang hukum ini maka diharapkan timbul
motivasi untuk tanggung jawab, disiplin, dan tertib hukum dalam kehidupan.
Dengan adanya motivasi tersebut, secara otomatis akan tercipta budaya
menjunjung tinggi hukum dan pemerintahan. Setiap produk hukum berupa
peraturan perundang- undangan maupun keputusan serta kebijakan pemerintah
akan dirasakan sebagai tanggung jawab bersama. Dengan demikian, akan
mendorong untuk menjalankan kebijakan tersebut secara suka rela, disiplin,
dan tertib sesuai dengan kebutuhan dalam kehidupan masyarakat.

2) Bidang Ekonomi
Jaminan keadilan dalam bidang ekonomi adalah mengupayakan adanya
kegiatan ekonomi kerakyatan, seperti koperasi, kelompok tani, dan kelompok
pengrajin yang bergerak di bidang usaha kecil dan menengah. Hal ini karena
sering terjadi kesenjangan antara pengusaha besar dengan pengusaha kecil dan
sedang. Adanya kredit lunak bagi mereka memberikan motivasi dalam
berkarya dan bersaing dengan usaha yang lebih besar. Sehingga, pada akhirnya
kekuatan dan kelebihan antara pengusaha kecil dan besar bersatu dalam
hubungan mitra kerja.
Sedangkan, khusus bagi fakir dan miskin perlu adanya jaminan keadilan
berupa pemberian perhatian dan: pendistribusian subsidi bantuan dalam
pengembangan kreativitas dan karya mereka. Adanya penampungan: bagi
mereka belumlah jawaban karena mereka hidup untuk berkarya dan menikmati
karyanya.
3) Bidang Pendidikan
Pendidikan sebagai bagian tujuan dari negara, yaitu mencerdaskan
kehidupan bangsa menjadi hak setiap warga, negara. Untuk itu perlu adanya
subsidi bagi yang kurang mampu dalam bentuk beasiswa. Sedangkan bagi yan
tidak sekolah secara formal dilakukan pendidikan informal seperti kejar paket
A dan B. Adanya kebijakan pemerintah wajib belajar sembilan tahun
(pendidikan dasar) memberikan rasa keadilan bagi mereka untuk bisa,
memahami dunia pendidikan.
Bekal pengetahuan pendidikan tersebut, memberikan semangat mereka
untuk menjalani kehidupan ini secara lebih baik. Semangat tersebut akan
memberikan kontribusi bagi kehidupan bangsa dan negara dalam wujud karya
dan pengabdian sesuai kemampuannya.

4) Bidang Kesehatan
Menjamin keadilan dalam bidang kesehatan adalah memberikan
pelayanan kepada masyarakat luas secara, mudah dan murah. Hal ini karena
kesehatan dirasa begitu mahal bila menyangkut pengobatan dan pelayanan:
rumah sakit. Oleh karena itu, pelayanan kesehatan seperti Puskesmas
selayaknya ditingkatkan kinerjanya sehingga: secara umum memberikan
dampak kesehatan masyarakat secara lebih merata.
Hal ini karena secara umum masyarakat Indonesia adalah masyarakat
agraris yang hidup dari pertanian. Sehingga tingkat budaya kesehatan kurang
diperhatikan.

C. Keadilan Dalam Bidang Kesehatan

Setiap individu harus mendapatkan tindakan yang sama, merupakan prinsip


dari justice (Perry and Potter, 1998 ; 326). Justice adalah keadilan, prinsip justice
ini adalah dasar dari tindakan keperawatan bagi seorang perawat untuk berlaku
adil pada setiap pasien, artinya setiap pasien berhak mendapatkan tindakan yang
sama. Prinsip keadilan dibutuhkan untuk terpai yang sama dan adil terhadap
orang lain yang menjunjung prinsip-prinsip moral, legal dan kemanusiaan. Nilai
ini direfleksikan dalam prkatek profesional ketika perawat bekerja untuk terapi
yang benar sesuai hukum, standar praktek dan keyakinan yang benar untuk
memperoleh kualitas pelayanan kesehatan.

Tindakan yang sama tidak selalu identik, maksudnya setiap pasien diberikan
konstribusi yang relatif sama untuk kebaikan kehidupannya. Prinsip Justice dilihat
dari alokasi sumber-sumber yang tersedia, tidak berarti harus sama dalam jumlah
dan jenis, tetapi dapat diartikan bahwa setiap individu mempunyai kesempatan
yang sama dalam mendapatkannya sesuai dengan kebutuhan pasien. (Sitorus,
2000).

Sebagai contoh dari penerapan tindakan justice ini adalah dalam


keperawatan di ruang penyakit bedah, sebelum operasi pasien harus mendapatkan
penjelasan tentang persiapan pembedahan baik pasien di ruang VIP maupun kelas
III, apabila perawat hanya memberikan kesempatan salah satunya maka
melanggar prinsip justice ini.

DAFTAR PUSTAKA