You are on page 1of 14

BAB I

PENDAHULUAN

1. 1 Latar Belakang

Memori bisa dikatakan sebagai bagian yang sangat penting dari suatu organisme
terutama manusia. Dalam setiap aktivitas manusia, hampir tak ada yang luput dari
penggunaan memori. Memori pada manusia layaknya memori yang ada pada berbagai
peralatan eletronik, dimana semua memori tersebut memiliki sistem kerjanya masing-masing.
Perbedaan adalah pada kapasitasnya, yaitu memori pada peralatan eletronik dapat di ketahui
berapa kapasitasnya sedangkan pada memori manusia tidak.

Kapasitas memori manusia sangat besar bahkan tak terhingga. Akan tetapi,
masalahnya adalah kita belum bisa memaksimalkan kapasitas memori itu secara efektif
sehingga banyak ruang-ruang dalam memori seseorang yang tidak terisi bahkan tidak diisi,
serta tidak diperlakukan dengan lebih baik karena berbagai faktor.
Karena mengetahui pentingnya peran memori dalam kehidupan sehari-hari itulah
yang mendorong kami untuk mempelajari lebih mendalam mengenai sistem memori ini. Pada
hakikatnya, aktivitas-aktivitas vital dalam kehidupan kita sangat membutuhkan peran sistem
memori seperti belajar, bekerja, bersosialisasi, dan lain sebagainya. Oleh sebab itulah apabila
kita dapat mengetahui kerja sistem memori serta seluk-beluk dari sistem memori kita,
diharapkan kita akan dapat memaksimalkan fungsi dari sistem memori ini dan dapat
memaksimalkan kerja memori kita untuk digunakan pada aktivitas-aktivitas vital tersebut di
waktu yang akan datang.

1. 2 Tujuan
Berdasarkan skenario yang diberikan pada modul 1 blok 1 ini, kami telah
mengidentifikasikan beberapa tujuan pembelajaran kami sebagai berikut.
1. Untuk mengetahui pengertian sistem memori
2. Untuk mengetahui jenis-jenis memori
3. Untuk mengetahui terjadinya proses Retrieval (mengingat) dan Forgetting (lupa)
4. Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi daya ingat
5. Untuk mengetahui bagaimana cara mengoptimalkan daya ingat

1.3 Manfaat
1. Mahasiswa dapat mengetahui mekanisme dari sistem memori
2. Mahasiswa dapat memaksimalkan fungsi kerja memori untuk proses pembelajaran
BAB 2
ISI DAN PEMBAHASAN
Bab ini berisi tentang laporan jalannya diskusi kelompok sesuai dengan The Seven
Jumps. Step enam dari the seven jumps tidak kami laporkan secara terperinci. Namun, kami
telah merangkum step ke enam tersebut dalam sintesis yang merupakan step ke tujuh dari
The Seven Jumps. Skenarionya seagai berikut:

Skenario I
AKAR TUMBUHAN

Akar merupakan bagian tumbuhan yang penting. Akar berada di dalam tanah. Fungsi
atau kegunaan akar adalah sebgai berikut :
- Menancapkan tumbuhan ke dalam tanah
- Menyerap air dan mineral dari dalam tanah
- Sebagai tempat menyimpan makanan, misalnya pada tanaman wortel, lobak, dan ubi kayu.
Akar terdiri dari beberapa bagian yaitu :
1. Rambut akar (bulu akar) berguna untuk menyerap air dan mineral dari dalam tanah.
2. Tudung akar, berguna untuk melindungi akar pada waktu menembus tanah.
Menurut bentuknya, akar dapat dibedakan menjadi dua macam sebagai berikut :
a. Akar serabut, yaitu akar dari tumbuhan yang bijinya berkeping satu, misalnya akar kelapa,
akar pepaya. Akar serabut berbentuk seperti serabut. Semua bagian akar keluar dari
pangkal batang. Ukuran bagian pangkal dan ujung akar serabut hampir sama.
b. Akar tunggang, yaitu akar dari tumbuhan yang bijinya berkeping dua, misalnya akar kopi,
mangga, dan asam. Akar tunggang mempunyai akar pokok. Akar pokok itu bercabang-
cabang sehingga menjadi akar-akar yang lebih kecil. Namun demikian, tumbuhan
berkeping dua yang ditanam dengan cara di cangkok tidak mempunyai akar tunggang.
Tumbuhan berkeping dua yang di cangkok akan mempunyai akar serabut.
Ada beberapa tumbuhan yang mempunyai akar khusus. Akar itu mempunyai sifat dan
kegunaan khusus.
Beberapa akar khusus adalah sebagai berikut :
1. Akar Gantung. Akar gantung tumbuh pada bagian tumbuhan yang berada di atas tanah.
Akar itu kemudian menggantung di udara, misalnya akar gantung pada pohon beringin.
2. Akar Pelekat. Akar pelekat tumbuh pada bagian batang. Akar tersebut berguna untuk
menempelkan tumbuhan itu pada kayu, tembok, atau tumbuhan lain, misalnya akar pada
tumbuhan sirih dan lada.
3. Akar Tunjang. Akar tunjang tumbuh pada bagian bawah batang. Akar itu tumbuh kesegala
arah, gunanya untuk menunjang agar batang tidak rebah, misalnya, akar pada pohon
pandan.
4. Akar Napas. Akar napas merupakan cabang cabang dari akar tumbuhan tersebut. Akar itu
tumbuh keatas sehingga muncul dipermukaan tanah atau air. Akar napas berguna untuk
keluar masuknya udara kedalam tumbuhan, misalnya akar pohon bakau.

Skenario II

RANTAI PERNAPASAN DAN FOSFORILASI OKSIDATIF

NADH dan FADH2 yang terbentuk pada reaksi oksidasi dalam glikolisis, reaksi
oksidasi asam lemak dan reaksi-reaksi oksidasi dalam siklus asam sitrat merupakan molekul
tinggi energi karena masing-masing molekul tersebut mengandung sepasang electron yang
mempunyai potensial transfer tinggi. Bila electron-elektron ini diberikan pada oksigen
molekuler, sejumlah besar energy bebas akan dilepaskan dan dapat digunakan untuk
menghasilkan ATP.

Adanya perbedaan potensial oksidasi reduksi (E0) atau potensial transfer electron
memungkinkan electron mengalir dari unsure yang potensial redoks lebih negative (afinitas
elektronnya lebih rendah) ke unsur yang potensial redoksnya lebih positif (afinitas
elektronnya lebih tinggi). Aliran electron ini akan melalui komplek-komplek protein yang
terdapat pada membrane dalam mitokondria dan menyebabkan proton terpompa keluar dari
matriks mitokondria. Akibatnya terbentuk kekuatan daya gerak proton yang terdiri dari
gradient pH dan potensial listrik transmembran yang kemudian mendorong proton mengalir
kembali ke dalam matriks melalui suatu kompleks enzyme sintesa ATP. Jadi, oksidasi dan
fosforilasi terangkai melalui gradient proton pada membrane dalam mitokondria. Fosfolirasi
oksidatif merupakan proses pembentukan ATP akibat transfer electron dari NADH atau
FADH2 kepada oksigen melalui serangkaian pengembangan electron. Proses ini adalah
sumber utama pembentukan ATP pada organism aerob.

Pembentukan ATP dalam glikolisis sempurna glukosa menjadi CO2 dan H20, dari 30
ATP yang terbentuk 26 ATP berasla dari proses fosforilasi oksidatif. Komplek-komplek
enzyme yang terangkai pada membrane dalam mitokondria untuk pengangkutan electron dari
molekul NADH atau FADH2 ke oksigen molekuler dimana terbentuk sejumlah ATP dan
molekul air dikenal dengan rantai pernapasan. Kompel enzyme tersebut adalah NADH-Q
reduktase, suksinat-Q reduktase, sitokrom reduktase dan sitokrom oksidase. Suksinat-Q
reduktase, berbeda dengan ketiga komplek yang lain, tidak memompa proton. Dalam
fosforilasi oksidatif, daya gerak electron diubah menjadi daya gerak proton dan kemudian
menjadi potensial fosforilasi. Fase pertama adalah peran kompleks enzyme sebagai pompa
proton yaitu NADH-Q reduktase, sitokrom reduktase dan sitokrom oksidase. Komplek-
komplek transmembran ini mengandung banyak pusat oksidasi reduksi seperti flavin, kuinon,
besi-belerang, heme dan ion tembaga. Fase kedua dilaksanakan oleh ATP sintase, suatu
susunan pembentuk ATP yang digerakkan melalui aliran balik proton kedalam matriks
mitokondria.
2.1 Strukturisasi

DEFINISI
INTERNAL
FAKTOR
EKSTERNAL
MEKANISME
MEMORI
SENSORIK

SHORT
JENIS-JENIS TERM
MEMORY
OPTIMALISA
LONG TIME
SI DAYA
MEMORY
INGAT

2.2 Identifikasi Tujuan Belajar

1. Mahasiswa mampu menjelaskan tentang pengertian memori


2. Mahasiswa mampu membedakan jenis-jenis memori
3. Mahasiswa mampu menjelaskan proses mengingat
4. Mahasiswa mampu mengetahui faktor yang mempengaruhi daya ingat
5. Mahasiswa mampu mengetahui cara mengoptimalkan kemampuan daya ingat

2.3 Belajar Mandiri

Pada tahap ini masing-masing anggota diskusi kelompok kecil melakukan belajar
secara mandiri sesuai dengan tujuan belajar yang telah ditentukan sebelumnya untuk
mengetahui lebih dalam terhadap materi yang akan dibahas pada diskusi kelompok kecil 2.
2.4 Sintesis

Setelah melakukan belajar mandiri dan menyimpulkan pengetahuan yang telah


diperoleh dalam diskusi kelompok kecil sesuai dengan tujuan belajar yang telah ditetapkan
bersama, kami dapat merumuskan rangkuman hasil diskusi kami tentang berbagai tujuan
belajar kami sebagai berikut.

Learning Objective I :
Mahasiswa mampu menjelaskan tentang pengertian memori

Memori adalah perangkat peristiwa masa lampau yang terarah yang akan diingat di masa
yang akan datang. (Kamus Besar Bahasa Indonesia)

Kemampuan mental untuk memanggil kembali kesan, ide, dan sensasi (Dorland 2000).

Simpanan pengetahuan yang didapat untuk sewaktu waktu dipaggil kembali. Yang disimpan
dalam memori adalah konsep konsep, bukan informasi kata perkata. (Sherwood, 2001)

Memori adalah proses encoding (proses di ubahnya informasi menjadi sesuatu yang mudah di
ingat), storage (menyimpan informasi di memori), retrieval (mengingat kembali). (Wade,
Carole. 2007. Psikologi edisi kesembilan jilid 2. Jakarta: Erlangga)

Kesimpulannya bahwa memori adalah kemampuan mental untuk menyimpan informasi dan
memanggil kembali informasi tersebut melalui proses encoding,storage dan retrieval.

Learning Objective II :
Mahasiswa mampu menjelaskan jenis-jenis memori

1. Sensory Memory
Merupakan informasi yang diterima oleh panca indera yang sifatnya tidak terbatas
dan tidak lama. Informasi yang disimpan dalam bentuk echoic (auditori), iconic
(visual), dan haptic (sentuhan). Informasi baru yang diterima sensory memory dapat
menghapus informasi lama.
2. Short Term Memory
Merupakan informasi yang masih dibutuhkan berupa audio dan visual. Kapasitas
kerjanya terbatas sekitar kurang lebih 5-9 chunks. Chunk adalah satu unit memori
yang terdiri dari beberapa komponen yang berhubungan erat satu dengan yang
lainnya. Menurut Hebb (2000), durasi penyimpanannya kurang dari 20 detik.
Informasi didalam STM belum diolah secara sempurna sehingga tidak dapat direcall.
STM juga disebut sebagai working memory.
3. Long Term Memory
Merupakan informasi yang sangat penting yang diterima setelah diolah dari STM.
Informasi LTM bersifat tetap atau permanen. LTM dibedakan menjadi 5 bagian, yaitu:
1) Prosedural Memori
Memori tentang cara melakukan sesuatu ingatan akan tindakan, keterampilan
dan operasi yang telah dipelajari. Misalnya seseorang tetap mengetahui cara
mengendarai mobil meskipun telah lama tidak menggunakan mobil.
2) Semantik Memori
Memori tentang pemahaman sebuah konsep, ingatan, yang berisi pengetahuan
umum mengenai makna suatu hal. Misalnya setiap orang mengetahui makna
kata jalan.
3) Episodik Memori
Memori tentang peristiwa dan pengalaman dalam bentuk serial. Misalnya
seseorang mengingat kejadian atau peristiwa yang menarik yang terjadi
dimasa lampaunya.
4) Eksplisit Memori
Memori yang dapat dengan mudah direcall dan dijelaskan. Misalnya seseorang
mencoba mengingat kembali struktur daun ketika dia diberi pertanyaan
tentang hal tersebut.
5) Implisit Memori
Memori yang dimana tanpa disadari melakukan recall. Misalnya seseorang
ketika diberi pertanyaan tentang warna langit makan dia pasti akan menjawab
warna biru tanpa perlu berpikir panjang.
Learning Objective III:
Proses Mengingat

Keterangan :

1. Retrieval : menggali informasi yang telah tersimpan sehingga dapat digunakan kembali

2. Recall : mengingat kembali tapi tanpa petunjuk

3. Recognition : mengingat kembali dengan petunjuk

4. Reintergrated : menghubungkan berbagai informasi sehingga menjadi suatu konsep

5. Decay Theory : ingatan menjadi aus dengan berlalu waktu jika tidak di ulang
6. Interferency Theory : informasi baru mengganggu proses mengingat informasi lama

7. Retrieval Failure Theory : tidak adanya petunjuk yang memadai untuk mengingat memori

8. Motivated Forgetting Theory : hal-hal yang tidak menyenangkan akan menghambat


memorikan sesuatu

9. Faktor- faktor fisiologis : perubahan fisik (engram) bisa menyebabkan amnesia

Learning Objective IV:


Faktor Yang Mempengaruhi Daya Ingat

a. Faktor Internal
1. Usia
Semakin bertambahnya usia, maka sel-sel otak akan semakin kelelahan dalam
menjalankan fungsinya yang menyebabkan tidak bisa bekerja secara optimal, seperti
saat masih muda. (Suprenant et al., 2006).
2. IQ (Intellegent Quation)
Semakin tinggi IQ yang dimiliki seseorang, maka semakin cepat dan mudah
dalam proses mememorikan informasi.
3. Kondisi Fisik
Kesehatan jasmani pun mempengaruhi kemampuan seseorang untuk mengingat.
4. Jenis Kelamin
Bridge et al., (2006) dalam penelitiannya bahwa perempuan memiliki
kemampuan mengkorelasikan suatu informasi lebih baik daripada laki-laki, namun
ketepatan dalam memanggil kembali jawaban itu masih kurang baik dibandingkan
laki-laki.
5. Gangguan Neurologis
Gangguan memori dapat diakibatkan oleh adanya gangguan neurologis, seperti
tumor otak, stroke, maupun karena trauma. Hal tersebut akan mengakibatkan
terganggunya kinerja struktur otak dan salah satunya adalah fungsi kognitif dalam
mengingat. (Foster, 2009).
6. Psikologis
Menurut Miller (2004) dan Corneliu (1993), (dalam Endah, 2009). Kebingungan
akan mempengaruhi kemampuan untuk berkonsentrasi, sehingga dapat
mengakibatkan kekhawatiran atau kecemasan, kemudian perasaan stress, depresi,
atau adanya sesuatu yang hilang, serta perasaan berduka, juga dapat meningkatkan
resiko terkena penyakit demensia.
7. Konsentrasi
Jika kondisi konsentrasi seseorang berada dalam situasi prima, maka ia akan
lebih mudah mengingat informasi yang diterima.
8. Ketertarikan
Semakin seseorang menyukai atau tertarik dengan suatu informasi, maka
semakin mudah ia menangkap dan menyimpan informasi tersebut.

B. Faktor Eksternal
1. Asupan Gizi
Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Bunga (2009), bahwa yang
mengonsumsi vitamin A, vitamin C, Fe (besi), dan Zn (zink), dapat mengurangi
resiko demensia (pikun).
2. Lingkungan (Sosial)
Menurut penelitian Stevens et al., (1999) yang menyatakan bahwa orang yang
lebih banyak bersosialisasi dengan orang-orang disekitarnya cenderung memiliki
memori yang lebih tinggi dibandingkan yang jarang bersosialisasi.
3. Obat-obatan
Pengunaan obat-obatan yang berlebihan atau terlalu sering akan merusak sistem
saraf, sehingga akan merusak sistem memori.

Learning Objective V:
Cara Mengoptimalkan Kemampuan Daya Ingat

1. Pengorganisasian Informasi
A. Simbol
B. Pewarnaan
C. Konsep/Mindmapping
D. Akronim
E. Akrostik
2. Melatih Otak
A. Membaca Cepat
B. TTS, Puzzle
3. Pengulangan Informasi
4. Meaningful Learning
5. Visual Imagery
BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Sistem memori dapat disimpulkan definisinya sebagai kemampuan mental untuk
menyimpan informasi dan memanggil kembali informasi tersebut melalui proses encoding,
storage, retrieval.

Alur bagaimana kita bisa memiliki memori hingga bagaimana memori itu bisa
menghilang diawali dengan berbagai macam informasi yang ada disekitar kita, ditangkap
oleh sensory register yang apabila diberi atensi dan ditambah pula dengan faktor-faktor yang
ada akan kita olah untuk masuk ke dalam short term memory. Ketika sebuah informasi sudah
masuk kepada tahap short term memory dan ditambah dengan tahap yang biasa disebut
dengan konsolidasi maka pada tahap selanjutnya informasi yang kita terima dapat masuk
kepada tahap long term memory. Akan tetapi, dalam perjalanannya saat memasuki tahap short
term memory, informasi yang ada belum tentu berjalan mulus menuju tahap konsolidasi.
Apabila informasi yang diperoleh itu lambat, maka informasi itu akan hilang secara
permanen karena belum masuk kepada tahap long term memory. Apabila informasi sudah
masuk ke dalam tahap long term memory, ada dua kemungkinan, yaitu informasi yang ada
akan lupa sementara, sebab jarang dilakukan repetition. Jika dilakukan repetition pada
informasi yang mulai terlupakan, informasi langsung menuju ke tahap long term memory
tanpa melalui proses konsolidasi sebab secara otomatis memory kita akan terhubung kembali.
Informasi juga bisa hilang (forgetting) yang disebabkan oleh beberapa cara (teori) seperti
decay theory, interferency theory, retrieval failure theory, motivated forgetting theory, dan
lupa karena sebab-sebab fisiologis.

Dalam proses mengingat, tentu saja ada faktor-faktor yang menunjang proses tersebut,
baik faktor internal (IQ, usia, kondisi fisik, dsb) ataupun faktor eksternal (asupan gizi,
lingkungan, dsb). Dan dari yang telah kita ketahui itu, kita dapat mengetahui cara
mengoptimalkan kemampuan daya ingat kita.
3.2 Saran
Dalam perjalanan pembuatan laporan ini, mulai dari awal diskusi kelompok kecil 1
dan diskusi kelompok kecil 2 yang telah dilaksanakan sudah pasti banyak kesalahan yang
banyak sekali kami lakukan. Kami pun harus lebih banyak belajar lagi untuk dapat lebih
memantapkan diri pada diskusi kelompok kecil selanjutnya dan berusaha untuk mendapat
hasil yang lebih baik, tidak hanya hasil yang berupa nilai akan tetapi berupa wawasan yang
lebih luas lagi. Kami juga mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada tutor
DKK kelompok 4 dr. Siti Khotimah, M.Kes yang sudah bersedia hadir dan sangat memabantu
perjalanan diskusi kelompok kecil kami untuk kebaikan kelompok 4 dalam menjalani proses
pembelajaran di Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman.