You are on page 1of 4

JURNAL SAINS DAN SENI Vol. 1, No.

1, (2012) 1-4 1

Sintesis ZSM-5 Berbahan Dasar Kaolin


Menggunakan Metode Hidrotermal

B. Septiyana dan D. Prasetyoko


Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS)
Perumahan Dosen ITS blok U-200, Sukoliko, Surabaya 60111
E-mail: didikp@chem.its.ac.id

Abstrak ZSM-5 telah berhasil disintesis dengan bahan lemah. Pembelahan dengan mudah difasilitasi oleh tidak
dasar kaolin menggunakan metode hidrotermal. Sintesis adanya lapisan-lapisan yang terikat kuat. Fase kaolin yang
dilakukan dengan tetrapropilamonium bromida sebagai sangat reaktif, metakaolin, dilaporkan telah diperoleh
templat serta LUDOX sebagai sumber tambahan silika. ZSM-5 setelah pemanasan pada 900 C dan digunakan untuk
dengan rasio Si/Al 25 setelah pengadukan dan pemeraman
sintesis zeolit fase murni (Chandrasekhar dan Premada,
selama 12 jam disintesis pada suhu 175 C dengan variasi
waktu kristalisasi dari 0-5 hari. Padatan dikarakterisasi 1999). Kaolin juga pernah digunakan untuk sintesis zeolit
menggunakan teknik difraksi sinar-X (XRD), spektroskopi LTA dengan metode aktivasi alkali hidrotermal
inframerah (FTIR) dan Scanning Electron Microscopy (SEM). konvensional dan fusi alkali sebelum reaksi hidrotermal
Hasil XRD menunjukkan fase kristal dari ZSM-5 telah (Ros, dkk., 2009).
terbentuk dilihat dari puncak yang muncul dan diperkuat dari Kaolin sebagai sumber Si dan Al dalam sintesis
hasil analisa spektroskopi inframerah. Scanning Electron mordenit telah diteliti sebelumnya (Mignoni, dkk., 2008).
Microscopy (SEM) menunjukkan bentuk morfologi sampel Sintesis ZSM-5 juga telah dilakukan menggunakan perlit
yang bermacam-macam seperti kubus, bola, atau batang. dan kaolin sebagai sumber alumina tanpa menggunakan
Ukuran partikelpun teramati bervariasi dari mikro hingga
templat (Wang, dkk., 2007). Hui Feng, dkk (2009) telah
nano.
melakukan penelitian mengenai sintesis in-situ ZSM-5
Kata Kunci ZSM-5, Kaolin, Metode Hidrotermal menggunakan kaolinit mikropartikel yang telah dikalsinasi.
Sintesis ZSM-5 menggunakan kaolin sebagai bahan
dasar menggunakan metode hidrotermal dilakukan pada
I. PENDAHULUAN penelitian ini. Variasi waktu kristalisasi dari 0, 1, 2, 3, 4 dan
5 hari dilakukan untuk lebih mempelajari proses sintesis
Z EOLIT merupakan padatan kristal mikropori yang
tersusun dari tetrahedral AlO4 dan SiO4 membentuk
kerangka struktur. Aksesibilitas senyawa yang berbeda pada
ZSM-5 dari kaolin. Karakterisasi padatan hasil sintesis
dengan teknik difraksi sinar-X (XRD), spektroskopi
struktur dan adsorpsi pada permukaan memungkinkan untuk inframerah dan Scanning Electron Microscope (SEM) perlu
menggunakan zeolit dalam proses seperti peningkatan dilakukan untuk mengetahui terbentuknya ZSM-5 tersebut.
kualitas minyak bumi dan pengurangan pengotor (Chen, Penelitian ini bertujuan untuk melakukan sintesis
dkk., 2009). Secara tradisional, zeolit disintesis dari natrium ZSM-5 menggunakan kaolin sebagai sumber aluminium dan
silikat dan aluminat (Barrer, 1982; Breck, 1974). Bahan- silicon.
bahan kaya aluminosilikat juga digunakan seperti kaolin,
sekam padi dan abu abu layang (Chareonpanich, dkk., 2004;
II. METODOLOGI PENELITIAN
Vempati, dkk., 2006; Wang, dkk., 2007).
ZSM-5 (Zeolite Secony Mobile-5) adalah salah satu A. Preparasi Zeolit
jenis zeolit yang banyak digunakan. ZSM-5 adalah zeolit ZSM-5 disintesis dengan metode hidrotermal dengan
dengan rasio silika dan alumina yang tinggi. ZSM-5 perbandingan mol yang digunakan adalah 10Na2O : 100SiO2
merupakan material yang seluruh strukturnya mempunyai : 2Al2O3 : 1800H2O : 20TPABr. Preparasi dilakukan dengan
struktur pori dua dimensi yang menyilang. ZSM-5 menambahkan kaolin ke dalam larutan NaOH sambil diaduk
mempunyai dua jenis pori, keduanya dibentuk oleh oksigen menggunakan magnetic stirer. Kemudian LUDOX
cincin enam. Jenis pori yang pertama berbentuk lurus dan ditambahkan perlahan dilanjutkan penambahan akuades.
elips. Jenis pori yang kedua porinya lurus pada sudut kanan, Penambahan dilakukan sambil terus dilakukan pengadukan.
polanya zig-zag dan melingkar. ZSM-5 merupakan salah Pengadukan dilakukan hingga homogen pada suhu ruang
satu zeolit dengan kerangka tipe MFI, memiliki diameter selama 2 jam. Kemudian TPABr ditambahkan perlahan ke
pori 0,54 nm dan rasio Si/Al bervariasi dari 10 sampai dalam campuran sambil terus dilakukan pengadukan hingga
ratusan. Zeolit ini biasa disintesis dengan menggunakan homogen selama 6 jam. Pemeraman dilakukan selama 12
kation Na+ sebagai ion penyeimbang kerangka yang jam pada suhu ruang. Campuran dipindahkan ke reaktor
bermuatan negatif. Ion Na+ dapat ditukar dengan kation lain autoclave setelah diperam dan dipanaskan pada suhu 175C
yang dapat memasuki pori dalam modifikasi zeolit selama 5 hari. Setelah kristalisasi hidrotermal, padatan dan
(Petushkov, dkk., 2011). cairan dipisahkan dengan centrifuge dan dicuci dengan
Tanah liat kaolin adalah mineral alumina-silikat
dengan struktur kristal yang terdiri dari lapisan yang terikat
JURNAL SAINS DAN SENI Vol. 1, No. 1, (2012) 1-4 2

akuades sampai pH = 7 (netral). Padatan yang diperoleh Gambar 3.1 c merupakan pola difraksi sinar-X dari
dikeringkan pada suhu 110C selama semalam. sampel dengan waktu kristalisasi 1 hari terlihat adanya
Pada penelitian ini dilakukan variasi waktu hidrotermal puncak-puncak karakteristik pada 2 = 7,9; 23,1; 23,3 yang
untuk mempelajari transformasi kaolin menjadi ZSM-5. menunjukkan pola XRD ZSM-5 dengan tipe struktur MFI
Variasi dilakukan dari 0-5 hari dengan dilakukan (Treacy dan Higgins, 2001). Hal ini mengindikasikan bahwa
pengambilan cuplikan setiap 24 jam. Setelah pemisahan, ZSM-5 sudah terbentuk dengan waktu kristalisasi 1 hari.
pencucian, dan pengeringan, padatan didinginkan kemudian Pola difraksi sinar-X sampel dengan waktu kristalisasi 2, 3,
ditimbang. 4, dan 5 hari ditunjukkan oleh Gambar 3.1 d, e, f dan g,
terlihat bahwa terdapat fase-fase karakteristik ZSM-5 juga
B. Karakterisasi Padatan
namun muncul fase lain. Fase lain muncul pada 2 16
Zeolit hasil sintesis dengan variasi waktu kristalisasi dan 2 26 di mana puncak-puncak tersebut menunjukkan
dikarakterisasi untuk mengetahui sifat-sifatnya. Zeolit yang adanya analsim selain ZSM-5 pada sampel dengan waktu
diperoleh, dikarakterisasi dengan XRD XPert Graphic & kristalisasi 2, 3, 4, dan 5 hari (Treacy dan Higgins, 2001).
Identify, FTIR PerkinElmer Spectrum Version 10.03.06, dan
SEM ZEISS EVO MA 10 dan analisa EDX BRUKER 129 B. Analisis Spektroskopi Inframerah
EV. Spektroskopi inframerah dilakukan menggunakan
PerkinElmer Spectrum Version 10.03.06. Spektra diamati
pada rentang panjang gelombang antara 400-1400 cm-1
III. HASIL DAN DISKUSI seperti yang dapat dilihat pada gambar 3. 2.
A. Analisis XRD
(g)
Pada penelitian ini analisis difraksi sinar-X (XRD)
dilakukan menggunakan alat XPert Graphic & Identify.
Pola difraksi sinar-X dimonitor pada 2 = 5 - 40 seperti
yang tampak pada gambar 3.1. Gambar tersebut merupakan (f)
difraktogram dari bahan dasar kaolin dan padatan yang
disintesis dengan berbagai macam waktu kristalisasi antara 0
5 hari. Gambar 3.1 a adalah pola difraksi sinar-X dari
kaolin. Kahraman (2005) dalam jurnalnya menyebutkan (e)
bahwa puncak pada 2 = 12,3; 24,8; 38,3 menunjukkan
puncak yang dimiliki oleh kaolin. Gambar 3.1 b adalah pola
difraksi sinar-X sampel dengan waktu kristalisasi 0 hari
(d)
terlihat bahwa terdapat puncak pada 2 = 12,3; 24,8; 38,3
yang menunjukkan masih adanya kaolin serta hump pada 2
= 15 - 30 yang mengindikasikan adanya kandungan silika
amorf dalam sampel (Feng, dkk., 2009). (c)

(g) (b)

(f)
(a)

(e)

(d)

(c)

Gambar 3. 2. Spektra FTIR sampel dengan waktu kristalisasi 0 hari (a), 1


hari (b), 2 hari (c), 3 hari (d), 4 hari (e) dan 5 hari (f)
(b)
Gambar 3.2 a merupakan spektra dari kaolin. Pita yang
muncul pada panjang gelombang daerah 916 cm-1 teramati
sebagai vibrasi ulur gugus (Si-O)-H dari kaolinit (Saika,
(a)
dkk., 2003; Alkan, dkk., 2005). Vibrasi ulur Al (O, OH) 6
oktahedra pada kaolinit teramati pada panjang gelombang
540 cm-1 (Lambert, dkk., 1989). Gambar 3.2 b merupakan
spektra IR dari sampel dengan waktu kristalisasi 0 hari.
Gambar 3.1. Gambar pola difraksi sinar-X sampel dengan waktu
kristalisasi 0 hari (a), 1 hari (b), 2 hari (c), 3 hari (d), 4 hari (e) dan 5 hari
Puncak-puncak yang muncul pada spektra kaolin juga
(f) muncul di sini. Selain itu, puncak pada 798 cm-1 juga
muncul sesuai dengan puncak vibrasi tetrahedral AlO4. Pita
JURNAL SAINS DAN SENI Vol. 1, No. 1, (2012) 1-4 3

tersebut mengindikasikan adanya fase kaolinit yang mulai


tidak teratur. Puncak-puncak yang muncul tersebut Secara umum seluruh sampel memiliki tidak hanya satu
mengindikasikan bahwa kristal ZSM-5 masih belum macam bentuk morfologi melainkan terdapat beberapa
terbentuk. variasi bentuk morfologi yang teramati di beberapa bagian.
Jika dilakukan pengamatan terhadap spektra dari sampel Hampir pada seluruh sampel terdapat bentuk morfologi
dengan waktu kristalisasi 1 hari (gambar 3.2.c), berupa butiran yang tidak membentuk agregat. Hasil EDX
terbentuknya ZSM-5 diketahui dari munculnya pita pada menunjukkan bahwa seluruh sampel hasil sintesis memiliki
panjang gelombang ~545 cm-1 yang menunjukkan adanya kandungan yang sama, antara lain Si, Al, Na dan O .
cincin lima dari struktur zeolit pentasil (Kirschhock, dkk., Persebaran kandungan-kandungan tersebut dalam sampel
1999). Bukti tambahan terbentuknya ZSM-5 teramati dari cukup merata, hanya terdapat sedikit perbedaan kadar. Dari
munculnya pita pada panjang gelombang ~1222 cm-1 yang kandungan yang terdapat dalam seluruh sampel tersebut
menunjukkan adanya vibrasi ulur Si-O-T, di mana T adalah menunjukkan bahwa ZSM-5 telah berhasil di sintesis
Si atau Al. Hal ini disebabkan ikatan eksternal (antara gugus dengan ukuran partikel yang terbentuk bervariasi di tiap
TO4 tetrahedral) dan merupakan pita IR yang sensitif dari sampelnya. Ukuran sampel yang berhasil disintesis
zeolit ZSM-5 (Cheng, dkk., 2005). Dua pita yang muncul bervariasi dari mikro hingga nano.
pada panjang gelombang tersebut merupakan ciri khas yang
dimiliki oleh senyawa ZSM-5.
Pada spektra inframerah sampel dengan waktu IV. KESIMPULAN
kristalisasi 2, 3, 4 dan 5 hari dapat teramati puncak-puncak Berdasarkan Berdasarkan hasil yang didapatkan dari
penelitian yang sudah dilakukan dapat disimpulkan bahwa
khas ZSM-5 pada panjang gelombang yang juga muncul
zeolit berjenis ZSM-5 dapat disintesis menggunakan bahan
pada spektra sampel dengan waktu kristalisasi 1 hari. Hal ini
dasar kaolin dengan metode hidrotermal langsung. Zeolit
menunjukkan bahwa zeolit ZSM-5 telah berhasil disintesis
jenis ini mulai terbentuk dan terlihat jelas setelah kristalisasi
dengan waktu kristalisasi 2, 3, 4 dan 5 hari.
selama 1 hari. Kemurnian yang paling baik didapatkan dari
C. Analisa SEM sampel dengan waktu kristalisasi 1 hari. Transformasi
Ukuran dan morfologi kristal dapat dikarakterisasi kaolin dapat diamati dari larutnya silika pada campuran,
dengan analisis SEM ZEISS EVO MA 10 dan untuk diikuti dengan terbentuknya alumina silikat sampai
mengetahui kandungan dalam sampel dikarakterisasi dengan terbentuknya ZSM-5.
analisa EDX BRUKER 129 EV. Gambar 4. 3 merupakan
gambar dari sampel dengan waktu kristalisasi 1, 2, 3, 4 dan UCAPAN TERIMAKASIH
5 hari dengan perbesaran 20.000 kali, menunjukkan bentuk
morfologi partikel dari seluruh sampel tersebut hampir sama Ucapan terima kasih penulis haturkan kepada Bapak Dr.
berupa agregat kubus kecil. Didik Prasetyoko, M.Sc selaku Dosen pembimbing yang
telah memberikan pengarahan dalam penelitian ini, kepada
(a) (b) Ketua Jurusan Kimia yang telah memberikan izin
menggunakan fasilitas di Laboratorium Kimia Material dan
Energi.

DAFTAR PUSTAKA
[1] Alkan, M., Hopa, C., Yilmaz, Z., Guler, H., 2005. The effect of alkali
concentration and solid/liquid ratio on the hydrothermal synthesis of
zeolite NaA from natural kaolinite. Microporous and Mesoporous
Materials, 86, 176184.
(c) (d) [2] Barrer, R.M., 1982. Hydrothermal Chemistry of Zeolites, Academic
Press, London.
[3] Breck, D.W., 1974. Zeolites Molecular Sieves, Structure, Chemistry
and Use, Wiley, New York.
[4] Chen, P., Xu, W., Zhou, X., Panda, D., dan Kalininskiy, A., 2009. A
Single-Nanoparticle Catalysis at Single-Turnover Resolution. Chemical
Physics Letters, 470, 151157.
[5] Cheng, Y., Wang, L.J., Li, J.S., dan Yang, Y.C., 2005. Preparation and
Characterization of Nanosized ZSM-5 Zeolites in The Absence of
Organic Template. Materials Letters, 27, 34273430.
[6] Chandrasekhar, S., dan Premada, P.N., 1999. Investigation on
(e) Synthesis of Zeolite NaX from Kerala Kaolin. Journal of Porous
Materials, 6, 283297.
[7] Chareonpanich, M., Namto, T., Kongkachuichay, P., dan Limtrakul, J.,
2004. Synthesis of ZSM-5 Zeolite from Lignite Fly Ash and Rice Husk
Ash. Fuel Processing Technology, 85, 16231634.
[8] Feng , H., Chunyi Li, dan Honghong Shan, 2009. In-situ Synthesis and
Catalytic Activity of ZSM-5 Zeolite. Applied Clay Science, 42, 439445.
[9] Kahraman, Sibel., Merref nal, Yksel Sarkaya, hsan Bozdoan.,
2005. Characterization of Silica Polymorphs in Kaolins by X-ray
Diffraction Before and After Phosphoric Acid Digestion and Thermal
Treatment. Analytica Chimica Acta, 552, 201206.
Gambar 4. 3. Gambar SEM perbesaran 20.000 kali dari smpel hasil [10] Kirschhock, C.E.A., Ravishankar, R., Verspeurt, F., Grobet, P.J., Jacobs,
sintesis dengan variasi waktu kristalisasi (a) 1 hari, (b) 2 hari, (c) 3 hari, (d) P.A., dan Martens, J.A., 1999. Identification of Precursor Species in
4 hari dan (e) 5 hari
JURNAL SAINS DAN SENI Vol. 1, No. 1, (2012) 1-4 4

The Formation of MFI Zeolite in The TPAOHTEOSH2O System.


Journal of Physics and Chemistry B, 103, 49654971.
[11] Lambert, J.F., Millman, W.S., Fripiat, J.J., 1989. Revisiting Kaolinite
Dehydroxylation: A 29Si and 27Al MAS NMR Study. Journal of the
American Chemical Society, 111, 35173522.
[12] Mignoni , MarceIo L., Diego I. Petkowicz, Ndia R.C. Fernandes
Machado, dan Sibele B.C. Pergher, 2008. Synthesis of Mordenite
Using Kaolin As Si and Al Source. Applied Clay Science, 41, 99104.
[13] Petushkov, A., Yoon, S., dan Larsen,S.C., 2011. Synthesis of
Hierarchicalnanocrystalline ZSM-5 with Controlledparticle Size and
Mesoporosity. Micropor.Mesopor. Mater., 137, 92-103.
[14] Ros, C.A., C.D. Williams, M.A. Fullen., 2009. Nucleation and growth
history of zeolite LTA synthesized from kaolinite by two different
methods. Applied Clay Science, 42, 446454.
[15] Saikia, N.J., Bharali, D.J., Sengupta, P., Bordoloi, D., Goswamee, R.L.,
Saikia, P.C., Bothakur, P.C., 2003. Characterization, beneficiation and
utilization of a kaolinite clay from Assam, India. Applied Clay Science,
24, 93103.
[16] Treacy, M.M.J., dan J.B. Higgins., 2001. Collection of Simulated XRD
Powder Patterns for Zeolites, Amsterdam, Elsevier.
[17] Vempati, R.K., Borade,R., Hegde, R.S., dan Komarneni, S, 2006.
Template Free ZSM-5 From Siliceous Rice Hull Ash with Varying C
Contents. Microporous and Mesoporous Materials, 93, 134-140.
[18] Wang, P., Shen, B., Shen, D., Peng, T., dan Gao, J., 2007. Synthesis of
ZSM-5 Zeolite from Expanded Perlite/Kaolin and Its Catalytic
Performance for FCC Naptha Aromatization. Catalysis
Communications, 8, 14521456.