You are on page 1of 14

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Keperawatan merupakan salah satu profesi yang sifatnya dinamis dan
berkembang secara terus menerus dan melibatkan masyarakat yang semakin
berubah pula, sehingga perlu adanya perubahan dalam hal pemenuhan dan
metode keperawatan untuk menyesuaikan perawat dengan adanya perubahan
yang terjadi pada masyarakat. Trend dalam keperawatan yang berkembang
sekarang ini adalah trend keperawatan yang bersifat holistik (menyeluruh)
yang berarti perawat melakukan perawatan kepada pasien secara keseluruhan
dalam berbagai dimensi, baik dimensi sehat maupun sakit serta interaksinya
dengan keluarga dan komunitas. Perkembangan tren praktik keperawatan
meliputi kemandirian yang diberikan oleh pemerintah kepada perawat untuk
membuka praktik keperawatan.
Adanya perkembangan yang pesat dalam dunia Keperawatan di
Indonesia disebabkan oleh beberapa hal diantaranya:
a. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sangat cepat,
sehingga masyarakat dapat dengan cepat mengakses dan mengetahui
informasi serta teknologi terkini. Era globalisasi yang semakin
berkembang sehingga menuntut keperawatan di Indonesia harus dapat
menyesuaikan diri dengan perkembangan keperawatan di negara lain
yang sudah berkembang.
b. Keadaan sosial dan ekonomi masyarakat semakin meningkat sehingga
masyarakat dengan ekonomi tinggi menuntut pelayanan kesehatan yang
berkualitas sedangkan masyarakat dengan ekonomi rendah
mengharapkan pelayanan kesehatan yang murah dan terjangkau untuk
kalangan mereka.
Sampai saat ini masyarakat di Indonesia hanya mengenal bentuk pelayanan
kesehatan dalam system pelayanan kesehatan seperti pelayanan rawat inap dan
pelayanan rawat jalan. Di sisi lain banyak dari masyarakat yang menderita sakit
namun karena adanya pertimbangan tertentu akhirnya mereka lebih memilih
untuk dirawat di rumah. Adapun pertimbangan tersebut diantaranya adalah

1
Home Care Nursing: Legal Ethic Issues in Home Care
orang dengan kasus penyakit terminal, keterbatasan biaya untuk membayar
fasilitas selama dirawat di rumah sakit dan beberapa masyarakat merasa lebih
nyaman jika dirawat di rumah sendiri dibandingkan dirawat di rumah sakit.
Mereka belum mengetahui adanya pelayanan home care. Oleh sebab itu dalam
makalah ini akan dibahas mengenai issue tentang home care beserta aspek
legal etik yang ada dan hal-hal lain yang berkaitan dengan home care.

1.2 Rumusan Masalah


1.2.1 Bagaimanakah pengertian dari etika dan hukum dalam
kaitannya dengan home care?
1.2.2 Bagaimana nilai etik dalam praktik keperawatan khususnya
dalam praktik home care?
1.2.3 Bagaimana landasan etik/moral dalam berperilaku terkait
dengan pelaksanaan home care?
1.2.4 Apa saja dasar-dasar hukum diberlakukannya home care?
1.2.5 Apa saja aspek legal dan etik pelayanan home care?

1.3 Tujuan
1.3.1 Mengetahui pengertian dari etika dan hukum dalam kaitannya
dengan home care.
1.3.2 Mengetahui nilai etik dalam praktik keperawatan khususnya
dalam praktik home care.
1.3.3 Mengetahui landasan etik/moral dalam berperilaku terkait
dengan pelaksanaan home care.
1.3.4 Mengetahui dasar hukum diberlakukannya home care.
1.3.5 Mengetahui aspek legal dan etik pelayanan home care.

1.4 Manfaat Penulisan


1.4.1 Bagi Pembaca
Meningkatkan kesadaran pembaca terhadap pentingnya mempelajari
aspek legal dalam pelayanan home care.
1.4.2 Bagi Penulis
Sebagai pedoman dan panduan mahasiswa dalam memahami arti
penting dari aspek legal dalam pelayanan home care.

2
Home Care Nursing: Legal Ethic Issues in Home Care
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Etika dan Hukum


Etika berasal dari bahasa yunani yaitu Ethos yang menurut Araskar dan
David (1978) berarti kebiasaan, model perilaku, atau standar yang
diharapkan dan kriteria tertentu untuk suatu tindakan. Penggunaan istilah etika
sekarang ini banyak diartikan sebagai motif atau dorongan yang mempengaruhi
perilaku. (Dra.Hj. Mimin Emi Suhaemi.2002. 7).
Etika adalah kode prilaku yang memperlihatkan perbuatan yang baik bagi
kelompok tertentu. Etika juga merupakan peraturan dan prinsip bagi perbuatan
yang benar. Etika bisa diartikan juga sebagai, yang berhubungan dengan
pertimbangan keputusan, benar atau tidaknya suatu perbuatan karena tidak ada
undang-undang atau peraturan yang menegaskan hal yang harus dilakukan.
Etika berbagai profesi digariskan dalam kode etik yang bersumber dari
martabat dan hak manusia (yang memiliki sikap menerima) dan kepercayaan
dari profesi. Banyak pihak yang menggunakan istilah etik untuk
mengambarkan etika suatu profesi dalam hubungannya dengan kode etik
profesional seperti Kode Etik PPNI. Profesi menyusun kode etik berdasarkan
penghormatan atas nilai dan situasi individu yang dilayani. Kode etik disusun
dan disahkan oleh organisasi atau wadah yang membina profesi tertentu baik
secara nasional maupun internasional. Kode etik menerapkan konsep etis
karena profesi bertanggung jawab pada manusia dan menghargai kepercayaan
serta nilai individu.
Sedangkan hukum menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (1997)
adalah peraturan atau adat, yang secara resmi dianggap mengikat dan
dikukuhkan oleh penguasa, pemerintah atau otoritas; serta undang-undang,
peraturan dan sebagainya untuk mengatur kehidupan masyarakat.
Persamaan dan Perbedaan Antara Hukum dan Etika
Persamaan etika dan hukum terdapat dalam tujuan sosialnya. Sama-sama
menghendaki agar manusia melakukan perbuatan yang baik/benar. Oleh karena
itu, dapat dikatakan bahwa pelanggaran hukum merupakan perbuatan yang
tidak etis.

3
Home Care Nursing: Legal Ethic Issues in Home Care
Perbedaannya adalah bahwa etika itu ditujukan pada sikap batin manusia,
dan sanksinya dari kelompok masyarakat profesi itu sendiri. Sedangkan hukum
ditujukan pada sikap lahir manusia, membebani manusia dengan hak dan
kewajiban, bersifat memaksa, sanksinya tegas dan konkret yang dilaksanakan
melalui wewenang penguasa/pemerintah.

2.2 Nilai Etik Praktik Keperawatan


Pada tahun 1985, The American Association Colleges of Nursing
melaksanakan suatu proyek termasuk didalamnya mengidentifikasi nilai-nilai
esensial dalam praktek keperawatan profesional. Perkumpulan ini
mengidentifikasikan 7 nilai-nilai esensial dalam kehidupan profesional, yaitu:
1. Aesthetics (keindahan): Kualitas obyek suatu peristiwa atau kejadian,
seseorang memberikan kepuasan termasuk penghargaan, kreatifitas,
imajinasi, sensitifitas dan kepedulian. Estetika secara sederhana adalah
ilmu yang membahas keindahan, bagaimana ia bisa terbentuk, dan
bagaimana seseorang bisa merasakannya. Keperawatan sebagai salah
satu konsep ilmu pelayanan jasa diharapkan mempunyai standar estetika
dalam pelayanannya. Konsep nilai estetika mungkin berada dalam ranah
aktualisasi diri dalam penerapannya. (Moslow). Jadi dengan kata lain,
untuk menerapkan konsep estetika dalam keperawatan, dibutuhkan
seseorang yang sudah mempunyai pemikiran dan kualitas sebagai orang
yang sudah dalam tahapan aktualisasi diri.
2. Altruism (mengutamakan orang lain): Kesediaan memperhatikan
kesejahteraan orang lain termasuk keperawatan, komitmen, arahan,
kedermawanan atau kemurahan hati serta ketekunan.
3. Equality (kesetaraan): Memiliki hak atau status yang sama termasuk
penerimaan dengan sikap asertif, kejujuran, harga diri dan toleransi.
4. Freedom (Kebebasan): memiliki kapasitas untuk memilih kegiatan
termasuk percaya diri, harapan, disiplin serta kebebasan dalam
pengarahan diri sendiri.
5. Human dignity (Martabat manusia): Berhubungan dengan
penghargaan yang lekat terhadap martabat manusia sebagai individu
termasuk di dalamnya kemanusiaan, kebaikan, pertimbangan dan
penghargaan penuh terhadap kepercayaan.

4
Home Care Nursing: Legal Ethic Issues in Home Care
6. Justice (Keadilan): Menjunjung tinggi moral dan prinsip-prinsip legal
termasuk objektifitas, moralitas, integritas, dorongan dan keadilan serta
kewajaran.
7. Truth (Kebenaran): Menerima kenyataan dan realita, termasuk
akontabilitas, kejujuran, keunikan dan reflektifitas yang rasional.
Pengembangan dan Transmisi Nilai-Nilai
Individu tidak lahir dengan membawa nilai-nilai (values). Nilai-nilai ini
diperoleh dan berkembang melalui informasi, lingkungan keluarga, serta
budaya sepanjang perjalanan hidupnya. Mereka belajar dari keseharian dan
menentukan tentang nilai-nilai mana yang benar dan mana yang salah. Untuk
memahami perbedaan nilai-nilai kehidupan ini sangat tergantung pada situasi
dan kondisi dimana mereka tumbuh dan berkembang. Nilai-nilai tersebut
diambil dengan berbagai cara antara lain:
1. Model atau contoh, dimana individu belajar tentang nilai-nilai yang baik
atau buruk melalui observasi perilaku keluarga, sahabat, teman sejawat
dan masyarakat lingkungannya dimana dia bergaul.
2. Moralitas diperoleh dari keluarga, ajaran agama, sekolah, dan institusi
tempatnya bekerja dan memberikan ruang dan waktu atau kesempatan
kepada individu untuk mempertimbangkan nilai-nilai yang berbeda.
3. Sesuka hati adalah proses dimana adaptasi nilai-nilai ini kurang terarah
dan sangat tergantung kepada nilai-nilai yang ada di dalam diri seseorang
dan memilih serta mengembangkan sistem nilai-nilai tersebut menurut
kemauan mereka sendiri. Hal ini lebih sering disebabkan karena
kurangnya pendekatan, atau tidak adanya bimbingan atau pembinaan
sehingga dapat menimbulkan kebingungan, dan konflik internal bagi
individu tersebut.
4. Penghargaan dan Sanksi; Perlakuan yang biasa diterima seperti:
mendapatkan penghargaan bila menunjukkan perilaku yang baik, dan
sebaliknya akan mendapat sanksi atau hukuman bila menunjukkan
perilaku yang tidak baik.
5. Tanggung jawab untuk memilih; adanya dorongan internal untuk
menggali nilai-nilai tertentu dan mempertimbangkan konsekuensinya
untuk diadaptasi. Disamping itu, adanya dukungan dan bimbingan dari

5
Home Care Nursing: Legal Ethic Issues in Home Care
seseorang yang akan menyempurnakan perkembangan sistem nilai
dirinya sendiri.

2.3 Landasan Etik/moral Perilaku Perawat


Pasal krusial dalam Keputusan Menteri Kesehatan (Kepmenkes) 1239 /
2001 tentang praktik keperawatan antara lain: Melakukan asuhan keperawatan
meliputi pengkajian, penetapan diagnosa keperawatan, perencanaan,
melaksanakan tindakan dan evaluasi. Pelayanan tindakan medik hanya dapat
dilakukan atas permintaan tertulis dokter.
Dalam melaksanakan kewenangan perawat berkewajiban untuk:
1. Menghormati hak pasien
2. Merujuk kasus yang tidak tepat ditangani
3. Menyimpan rahasia sesuai dengan peraturan ; perundangan yang berlaku
4. Memberikan informasi
5. Meminta persetujuan tindakan yang akan dilakukan
6. Melakukan catatan perawatan yang baik
Dalam keadaan darurat yang mengancam jiwa seseorang, perawat berwenang
melakukan pelayanan kesehatan di luar kewenangan yang ditujukan untuk
penyelamatan jiwa. Perawat yang menjalankan praktik perorangan harus
mencantumkan SIPP di ruang praktiknya. perawat yang memiliki SIPP dapat
melakukan asuhan bentuk kunjungan rumah.
Etik Moral Dalam Perawatan Mandiri :
1. Membedakan apa yang baik dengan yang buruk, nilai benar dan salah,
layak dan tidak layak
2. Hak dan kewajiban moral, nilai yang berhubungan dengan akhlak
3. Etik dan moral merupakan sumber dalam merumuskan standar dan
prinsip, prinsip yang menjadi penuntun dalam berperilaku serta membuat
keputusan untuk melindungi hak-hak klien.
Perawat dalam melaksanakan praktik berwenang untuk :
1. Melaksanakan asuhan keperawatan yang meliputi pengkajian, penetapan
diagnosa keperawatan, perencanaan, melaksanakan tindakan keperawatan
dan evaluasi keperawatan.
2. Tindakan keperawatan sebagaimana dimaksud ayat (1) meliputi : terapi
keperawatan, observasi keperawatan, pendidikan keperawatan,
pendidikan dan konseling keperawatan.
3. Tindakan medik sesuai permintaan tertulis dari dokter.
Penatalaksanaan Perilaku Etik Profesional:
1. Pendekatan prinsip:

6
Home Care Nursing: Legal Ethic Issues in Home Care
a. Sebaiknya mengarah langsung untuk bertindak sebagai penghargaan
terhadap kapasitas otonomi setiap orang
b. Menghindari berbuat suatu kesalahan
c. Bersedia dengan murah hati memberikan sesuatu yang bermanfaat
dengan segala konsekuensinya
d. Keadilan : menjelaskan tentang manfaat, resiko yang dihindari
2. Pendekatan Berdasar asuhan :
a. Berpusat pada hubungan dalam asuhan
b. Meningkatkan penghormatan/penghargaan martabat klien sebagai
keluarga
c. Mau mendengarkan dan mengolah saran dari orang lain sebagai
tanggung jawab yang professional
d. Mengingat kembali arti tanggung jawab moral yang meliputi
kebaikan seperti : kebaikan, kepeduliaan, empati, peran kasih sayang
dan menerima kenyataan.
Kode Etik Profesi Perawat Menurut PPNI:
1. Perawat dan Klien
a. Perawat dalam memberikan pelayanan asuhan keperawatan
menghargai hakat dan martabat manusia, keunikan klien, dan tidak
terpengaruh oleh pertimbangan kebangsaan, kesukuan, warna kulit,
umur, jenis kelamin, aliran politik, agama yang dianut serta
kedudukan sosial.
b. Perawat dalam memberikan pelayanan keperawatan senantiasa
memelihara suasana lingkungan yang menghormati nilai-nilai
budaya, adat istiadat dan kelangsungan hidup beragama dari klien.
c. Tanggung jawab utama perawat adalah kepada mereka yang
membutuhkan asuhan keperawatan.
d. Perawat wajib merahasiakan segala sesuatu yang diketahui
sehubungan dengan tugas yang dipercayakan kepadanya kecuali jika
diperlukan oleh berwenang sesuai dengan ketentuan hukum yang
berlaku.
2. Perawat dan Praktik
a. Perawat memelihara dan meningkatkan kompetensi di bidang
keperawatan melalui belajar terus menerus.
b. Perawat senantiasa memelihara mutu pelayanan keperawatan yang
tinggi disertai kejujuran profesional yang menerapkan pengetahuan
serta keterampilan keperawatan sesuai dengan kebutuhan klien.

7
Home Care Nursing: Legal Ethic Issues in Home Care
c. Perawat dalam membuat keputusan didasarkan pada informasi yang
akurat dan mempertimbangkan kemampuan serta kualifikasi
seseorang bila melakukan konsultasi, menerima delegasi dan
memberikan delegasi kepada orang lain.
d. Perawat senantiasa menjunjung tinggi nama baik profesi
keperawatan dengan selalu menunjukkan perilaku profesional.
3. Perawat dan Masyarakat
a. Perawat mengemban tanggung jawab bersama masyarakat untuk
memprakarsai dan mendukung berbagai kegiatan dalam memenuhi
kebutuhan dan kesehatan masyarakat.
4. Perawat dan Teman Sejawat
a. Perawat senantiasa memelihara hubungan baik dengan sesama
perawat maupun dengan tenaga kesehatan lainnya dan di dalam
memelihara keserasian suasana lingkungan kerja maupun dalam
mencapai tujuan pelayanan kesehatan yang menyeluruh.
b. Perawat bertindak melindungi klien dari tenaga kesehatan yang
memberikan pelayanan kesehatan secara tidak kompeten, tidak etis,
dan ilegal.
5. Perawat dan Profesi
a. Perawat mempunyai peran utama dalam menentukan standar
pendidikan dan pelayanan keperawatan serta menerapkannya dalam
kegiatan pelayanan dan pendidikan keperawatan.
b. Perawat berperan aktf dalam kegiatan pengembangan profesi
keperawatan.
c. Perawat berpartisipasi aktif dalam upaya profesi untuk membangun
dan memelihaara kondisi kerja yang kondusif demi terwujudnya
asuhan keperawatan yang bermutu tinggi.

2.4 Dasar Hukum Praktik Home Care


Fungsi Hukum dalam Praktik Perawat :
1. Memberikan kerangka untuk menentukan tindakan keperawatan mana
yang sesuai dengan hukum
2. Membedakan tanggung jawab perawat dengan profesi lain
3. Membantu menentukan batas-batas kewenangan tindakan keperawatan
mandiri
4. Membantu mempertahankan standar praktik keperawatan dengan
meletakkan posisi perawat memiliki akuntabilitas dibawah hukum.

8
Home Care Nursing: Legal Ethic Issues in Home Care
Home Care merupakan salah satu bentuk praktik mandiri keperawatan.
Praktik mandiri keperawatan telah diatur dalam berbagai sumber hukum.
Menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 38 Tahun 2014 Pasal 28
telah dijelaskan bahwa perawat dapat melakukan praktik mandiri baik di
fasilitas kesehatan atau tempat lainnya. Adapun landasan hukum praktek
keperawatan lainnya ialah sebagai berikut :
1. Permenkes 920 tahun 1986 tentang pelayanan medik swasta
2. UU Kes No. 23 tahun 1992 tentang kesehatan
3. PP No. 32 tahun 1996 tentang tenaga kesehatan
4. Kepmenkes No. 1239 tahun 2001 tentang registrasi dan praktik perawat
5. SK Menpan No. 94/KEP/M. PAN/11/2001 tentang jabatan fungsional
perawat.
6. Kep Dirjen YanMed RI. No. HK 00.06.5.1.311 tahun 2002 tentang
penerapan pedoman perawatan kesehatan di rumah
7. UU No. 32 tahun 2004 tentang pemerintahan daerah
8. UU No. 29 tahun 2004 tentang praktik kedokteran
9. UU Kes No. 36 tahun 2009 tentang kesehatan
10. Kepmenkes No. 148 tahun 2010 tentang izin dan penyelenggaraan praktik
perawat
11. UU No. 38 tahun 2014 pasal 28 tentang penyelenggaraan praktik mandiri
perawat

2.5 Legal System dan Etik Home Care


Secara legal perawat dapat melakukan aktivitas keperawatan mandiri
berdasarkan pendidikan dan pengalaman yang dimiliki. Perawat dapat
mengevaluasi klien untuk mendapatkan pelayanan perawatan di rumah tanpa
program medis tetapi perawatan tersebut harus diberikan di bawah petunjuk
rencana tindakan tertulis yang ditandatangani oleh dokter. Perawat yang
memberi pelayanan di rumah membuat rencana perawatan dan kemudian
bekerja sama dengan dokter untuk menentukan rencana tindakan medis.
Menurut Departemen Kesehatan (2012) menyebutkan bahwa home care
adalah pelayanan kesehatan yang berkesinambungan dan komprehensif yang
diberikan kepada individu dan keluarga di tempat tinggal mereka yang
bertujuan untuk meningkatkan, mempertahankan atau memulihkan kesehatan
atau memaksimalkan tingkat kemandirian dan meminimalkan akibat dari
penyakit.

9
Home Care Nursing: Legal Ethic Issues in Home Care
Isu legal yang paling kontroversial dalam praktik perawatan di rumah
antara lain mencakup hal-hal sebagai berikut:
a. Resiko yang berhubungan dengan pelaksanaan prosedur dengan teknik
yang tinggi, seperti pemberian pengobatan dan transfusi darah melalui IV
di rumah.
b. Aspek legal dari pendidikan yang diberikan pada klien seperti
pertanggungjawaban terhadap kesalahan yang dilakukan oleh anggota
keluarga karena kesalahan informasi dari perawat.
c. Pelaksanaan peraturan Medicare atau peraturan pemerintah lainnya
tentang perawatan di rumah.
Karena biaya yang sangat terpisah dan terbatas untuk perawatan di rumah,
maka perawat yang memberi perawatan di rumah harus menentukan apakah
pelayanan akan diberikan jika ada resiko penggantian biaya yang tidak
adekuat. Seringkali, tunjangan dari Medicare telah habis masa berlakunya
sedangkan klien membutuhkan perawatan yang terus-menerus tetapi tidak
ingin atau tidak mampu membayar biayanya. Beberapa perawat akan
menghadapi dilema etis bila mereka harus memilih antara menaati peraturan
atau memenuhi kebutuhan untuk klien lansia, miskin dan klien yang menderita
penyakit kronik. Perawat harus mengetahui kebijakan tentang perawatan di
rumah untuk melengkapi dokumentasi klinis yang akan memberikan
penggantian biaya yang optimal untuk klien.
Pasal Krusial dalam Keputusan Menteri Kesehatan (Kepmenkes)
1239/2001 Tentang Praktik Keperawatan antara lain :
1. Melakukan asuhan keperawatan meliputi Pengkajian, penetapan diagnosa
keperawatan, perencanaan, melaksanakan tindakan dan evaluasi.
2. Pelayanan tindakan medik hanya dapat dilakukan atas permintaan tertulis
dokter
3. Melaksanakan kewajiban-kewajiban perawat seperti yang tercantum
dalam subbab 2.3 (hal. 7)
4. Dalam keadaan darurat yang mengancam jiwa seseorang, perawat
berwenang melakukan pelayanan kesehatan di luar kewenangan yang
ditujukan untuk penyelamatan jiwa
5. Perawat yang menjalankan praktik perorangan harus mencantumkan
SIPP di ruang praktiknya

10
Home Care Nursing: Legal Ethic Issues in Home Care
6. Perawat yang menjalankan praktik perorangan tidak diperbolehkan
memasang papan praktik (sedang dalam proses amandemen)
7. Perawat yang memiliki SIPP dapat melakukan asuhan dalam bentuk
kunjungan rumah
8. Persyaratan praktik perorangan sekurang-kurangnya memenuhi:
a. Tempat praktik memenuhi syarat
b. Memiliki perlengkapan peralatan dan administrasi termasuk formulir
/buku kunjungan, catatan tindakan dan formulir rujukan
9. Perawat dilarang menjalankan praktik selain yang tercantum dalam izin
dan melakukan perbuatan yang bertentangan dengan standar profesi
10. Bagi perawat yang memberikan pertolongan dalam keadaan darurat atau
menjalankan tugas di daerah terpencil yang tidak ada tenaga kesehatan
lain, dikecualikan dari larangan ini
11. Kepala dinas atau organisasi profesi dapat memberikan peringatan lisan
atau tertulis kepada perawat yang melakukan pelanggaran
12. Peringatan tertulis diberikan paling banyak 3 kali, apabila tidak
diindahkan SIK dan SIPP dapat dicabut
13. Sebelum SIK dan SIPP dicabut kepala dinas kesehatan terlebih dahulu
mendengar pertimbangan dari MDTK dan MP2EM.
14. Sanksi atas pelanggaran dapat berupa:
a. Pelanggaran ringan, pencabutan izin selama-lamanya 3 bulan
b. Pelanggaran sedang, pencabutan izin selama-lamanya 6 bulan
c. Pelanggaran berat, pencabutan izin selama-lamanya 1 tahun
d. Penetapan pelanggaran didasarkan pada motif pelanggaran serta
situasi setempat

11
Home Care Nursing: Legal Ethic Issues in Home Care
BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Dalam upaya mendorong profesi keperawatan agar dapat diterima dan
dihargai oleh pasien, masyarakat atau profesi lain, maka mereka harus
memanfaatkan nilai-nilai keperawatan dalam menerapkan etika dan moral,
pengetahuan tentang hukum disertai komitmen yang kuat dalam mengemban
peran profesionalnya. Dengan demikian perawat yang menerima tanggung
jawab, dapat melaksanakan asuhan keperawatan secara etis profesional. Sikap
etis profesional berarti bekerja sesuai dengan standar, melaksanakan advokasi,
keadaan tersebut akan dapat memberi jaminan bagi keselamatan pasien,
penghormatan terhadap hak-hak pasien, akan berdampak terhadap
peningkaatan asuhan keperawatan dan kesehatan klien. Sedangkan hukum
adalah peraturan atau adat, yang secara resmi dianggap mengikat dan
dikukuhkan oleh penguasa, pemerintah atau otoritas.
Dalam praktik keperawatan profesional terdapat 7 nilai esensial yang
patut diterapkan oleh perawat, yakni nilai keindahan, mengutamakan orang
lain, kesetaraan, kebebasan, martabat manusia, keadilan dan kebenaran.
Dalam pelaksanaannya perawat dapat menerapkan perilaku etik
keperawatan berdasarkan pendekatan prinsip dan pendekatan pemberian
asuhan. Berikut adalah etik moral dalam perawatan mandiri: membedakan apa
yang baik dengan yang buruk, nilai benar dan salah, layak dan tidak layak; hak
dan kewajiban moral, nilai yang berhubungan dengan akhlak; serta etik dan
moral merupakan sumber dalam merumuskan standar dan prinsip, prinsip yang
menjadi penuntun dalam berperilaku serta membuat keputusan untuk
melindungi hak-hak klien.
Menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 38 Tahun 2014
Pasal 28 telah dijelaskan bahwa perawat dapat melakukan praktik mandiri baik
di fasilitas kesehatan atau tempat lainnya. Hal ini berarti praktik mandiri
keperawatan dalam Home Care telah diizinkan.
Adapun issu dan aspek legal etik dalam home care antara lain adalah
resiko atas praktik yang dilakukan, pertanggungjawaban atas kesalahan yang

12
Home Care Nursing: Legal Ethic Issues in Home Care
dilakukan perawat kepada pasiennya dan yang terakhir adalah pelaksanaan
peraturan yang telah ditetapkan oleh pemerintah mengenai praktik keperawatan
di rumah.

3.2 Saran
Kesempatan yang telah diberikan pemerintah kepada perawat mengenai
perawat diperbolehkan untuk membuka praktik mandiri seperti home care
sebaiknya dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Perawat juga harus
memperhatikan apa saja larangan dan sanksi jika dalam melakukan praktik
keperawatan mereka melakukan praktik yang dianggap menyimpang dari
profesi keperawatan. Untuk itu sebaiknya perawat harus mengetahui trend
issue dan aspek legal etik keperawatan yang ada dalam home care sebelum
mereka melakukan atau membuka praktik keperawatan mandiri di rumah.
Untuk saran berisi kritik atau saran terhadap peulisan juga bisa untuk
menanggapi terhadap kesimpulan dari bahasan makalah yang telah dijelaskan.
Menyadari bahwa penulis masih jauh dari kata sempurna, ke depannya penulis
akan lebih fokus dan detail dalam menjelaskan tentang makalah di atas dengan
sumber-sumber yang lebih banyak yang tentunya dapat
dipertanggungjawabkan.

13
Home Care Nursing: Legal Ethic Issues in Home Care
DAFTAR PUSTAKA

Nursalam. 2011. Manajemen Keperawatan: Aplikasi Dalam Praktek Keperawatan


Professional Edisi 3 hal 37. Jakarta: Salamba Medika.
Potter & Perry. 2005. Fundamental Keperawatan : Konsep, Proses & Praktik
(Edisi 4) Vol.1. Jakarta : EGC.
Werdati, Sri. 1999. Home Care dan Homeservice Makalah Seminar Implementasi
dan Praktik Keperawatan Mandiri. Yogyakarta: Fakultas Ilmu Keperawatan
Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.
Zang, S.M & Bailey, N.C. Alih Bahasa Komalasari, R. 2004. Manual Perawatan di
rumah (Home care Manual) Edisi Terjemahan Cetakan I. Jakarta: EGC

14
Home Care Nursing: Legal Ethic Issues in Home Care