You are on page 1of 10

ALAT PEMBAYARAN TUNAI DAN NONTUNAI

Alat pembayaran secara tunai


Alat pembayaran secara tunai merupakan salah satu alat transaksi, yang proses
pembayarannya langsung menggunakan uang kertas maupun logam yang diberikan
kepada pihak pemberi barang atau penjual. Untuk alat pembayaran secara tunai sendiri
memiliki beberapa keuntungan dan kerugian seperti:
Keuntungan
o Tidak mengharuskan masyarakat mencari mesin canggih yang digunakan
untuk membayar transaksi, disebabkan membayar tunai bisa langsung
dengan uang.
o Masyarakat bisa melakukan transaksi dimanapun sesuai yang
diinginkannya.
Kerugian
o Dengan adanya pembayaran tunai ini, membuat masyarakat harus
mengantri apabila hendak membayar transaksi kepada penjual yang
menjual barangnya.
o Pembayaran tunai ini membutuhkan banyak tempat untuk peletakkannya.
Apalagi, jika uang yang dimiliki dalam jumlah besar, maka masyarakat
pun diwajibkan memiliki tempat yang besar pula.
o Mempunyai keamanan yang kurang, sehingga membuat masyarakat selalu
waspada apabila membawa banyak uang tunai.

Alat pembayaran secara non tunai


Alat pembayaran secara non tunai adalah sebuah transaksi pembelanjaan yang
dilakukan oleh masyarakat tanpa menggunakan uang melainkan dengan kartu
pembayaran. Biasanya, kartu pembayaran yang digunakan untuk transaksi ini, bisa
didapatkan langsung dari pihak bank. Tidak jauh berbeda dengan alat pembayaran secara
tunai, alat pembayaran non tunai pun memiliki berbagai keuntungan maupun kerugian:
Keuntungan
o Pembayaran transaksi yang akan dilakukan bisa kapan dan dimana saja.
o Menghemat waktu ketika melakukan transaksi dan tanpa harus mengantri
dengan yang lain.
o Mendapatkan keamanan lebih, dikarenakan pihak bank akan mencatat
sekaligus mengamankan uang yang sudah dikeluarkan maupun disimpan
dalam kartu.
o Bisa membeli barang meski harus membayar di bulan berikutnya.
o Keamanan pengguna kartu sangat aman, disebabkan uang hanya ada di
dalam kartu.
Kerugian
o Jika ditelaah lebih lanjut, menurut penulis sih tidak terdapat kerugian saat
melakukan pembayaran dengan kartu pembayaran. Hanya saja,
menggunakan pembayaran dengan cara ini, masyarakat harus mampu
mengatur uang dengan semestinya dan tidak menumpuk banyak utang.

A. MEMPESIAPKAN DAN MENGOPERASIKAN MESIN PEMBAYARAN TUNAI


MAUPUN NON TUNAI
1. Pengertian Pembayaran Tunai dan Non Tunai
Pembayaran tunai atau yang biasa disebut dengan pembayaran cash, merupakan
pembayaran atas harga barang atau jasa secara tunai, dimana pihak pembeli menyerahkan
uang sebagai bukti pembayaran sebesar harga barang yang dibeli bersamaan dengan surat
pesanan.
Sedangkan yang dimaksud dengan pembayaran non tunai adalah pembayaran yang
dilakukan dengan cara:
bayar dimuka yaitu pembayaran harga sebelum barang diterima atau sebelum barang
ada.
Bayar dibelakang, yaitu pembayaran yang dilakukan dalam jangka waktu tertentu
setelah barang diterima.
COD (cash on delivery), dimana pembayaran dilakukan pada waktu barang diserahkan
pada pembeli, dan ada pula yang pembayaran dilakukan pada waktu dokumen tiba.
2. Jenis uang berdasarkan keberlakuannya
Ada beberapa media yang dapat digunakan sebagai alat pembayaran, yaitu:
a. Uang kartal
Uang kartal adalah mata uang resmi yang dipergunakan sebagai alat pembayaran yang
sah di suatu negara. Uang kartal dibedakan menjasi dua, yaitu:
1) Uang tunai domestik, yaitu mata uang negara tertentu yang berupa uang kertas dan
logam, yang diterima sebagai alat pembayaran yang sah di negara tersebut (diterbitkan
oleh Bank Sentral negara yang bersangkutan).
2) Uang asing (valuta asing = valas), yaitu mata uang asing berupa uang kertas dan logam
yang diterima sebagai alat pembayaran internasional, uang yang disebut sebagai uang
kertas (hard currency), antara lain:
USD ( United Stated Dollar) = Amerika Serikat
GBP (Great Britain Pound Sterling) =United Kingdom
DEM (Deutsche Mark) = Germany
FRF (French Franc) = French
B. Uang giral
Uang giral yaitu alat pembayaran yang bukan berupa uang, biasanya berupa format
perintah mengeluarkan uang. Jenis-jenis uang giral antara lain:
1. Cek
2. Bilyet Giro
3. Bank draft
Jenis uang berdasarkan Nilainya
1. Full bodied Money
Mata uang yang dapat digunakan sebagai alat pembayaran yang sah dengan nilai nominal
uang sama dengan nilai instrinsiknya (Bahannya)
2. Taken Money
Mata uang yang dapat dipakai sebagai alat pembayaran yang sah dengan nilai nominal
lebih tinggi daripada nilai intrinsiknya
CEK
Cek merupakan surat berharga yang banyak digunakan dalam lalu lintas perdagangan.
Cek digunakan sebagai pengganti uang tunai atau sebagai alat pembayaran. Biasanya
Bank yang melakukan pembayaran itu adalah bank yang memberikan buku cek kepada
orang yang menandatangani cek tsb.
Berikut ini adalah hal-hal yang berkaitan dengan cek:
a) Pihak yang terkait
Beberapa pihak yang terkait sehubungan dengan penggunaan cek adalah sbb:
(1) Penerbit (drawer), adalah orang/pihak yang mengeluarkan surat cek.
(2) Tersangkut, yaitu bank yang diberi perintah tanpa syarat untuk membayar sejumlah
uang tertentu.
(3) Pemegang (holder) adalah orang yang diberi hak untuk memperoleh pembayaran,
yang namanya tercantum dalam surat cek.
(4) Pembawa (bearer), merupakan orang yang ditunjuk untuk menerima pembayaran,
tanpa menyebutkan namanya dalam surat cek. Adanya pembawa ini sebagai akibat dari
klausula atas petunjuk yang berlaku bagi surat cek.
(5) Pengganti, yaitu orang yang menggantikan kedudukan pemegang surat cek dengan
jalan endosemen. Dalam hal ini surat cek diterbitkan dengan klausula atas pengganti
dengan mencantumkan nama pengganti dalam surat cek.
b) Jenis-jenis cek
Dalam lalu lintas perdagangan dikenal beberapa jenis cek, anatara lain:
(1) Cek Silang
Cek Silang (crossed cheque) adalah cek yang diberi dua garis sejajar dengan posisi
miring pada sudut sebelah kiri di bagian muka cek. Kedua garis sejajar dengan posisi
miring inilah yang disebut cross.
(2) Cek atas nama
Cek yang mencantumkan nama penerima dana dan bank akan melakukan pembayaran
atas nama yang tertera di cek tersebut
(3) Cek atas unjuk
Cek yang tidak mencantumkan nama penerima dan bank akan melakukan pembayaran
kepada siapa saja yang membawa cek tersebut
Nilai Uang
Nilai Internal uang
Kemampuan suatu mata uang untuk ditukarkan dengan barang atau daya beli suatu uang
terhadap barang-barang.
Nilai Eksternal uang
Kemampuan nilai mata uang dalam negri jika dibandingkan dengan mata uang asing atau
disebut juga kurs.
Biyet Giro
Didalam lalu lintas perdagangan, orang lebih suka menggunakan bilyet giro, karena
ditinjau dari segi keamanannya lebih terjamin. Apabila bilyet giro itu hilang atau dicuri
oleh pihak lain, maka orang tersebut tidak dapat mencairkan atau mengambil uangnya di
bank, mengingat bilyet itu hanya berfungsi untuk pemindahbukuan saja.
Instrumen pembayaran khusus
Instrumen pembayaran khusus atau media pembayaran khusus meliputi:
1) Kartu kredit (credit card)
2) Kartu debit (debit card)
3) Kartu beban (charge card)
4) Voucher pembayaran (payment voucher)
Tugas Bank Indonesia dalam Pengelolaan Uang Rupiah
Perencanaa Pengeluaran Uang Rupiah Baru
Desain dan Spesifikasi Uang
Pencetakan Uang
Penerbitan Ketentuan
Sosialisasi,Penyebaran,dan Edukasi Uang Baru
Pencabutan dan Penarikan
Pemusnahan
Unsur pengamanan uang rupiah
Bahan uang
Dilihat
Warna uang terlihat jelas dan terang
Terdapat uang pengaman
Pada uang tertentu terdapat OVI
Diraba
Cetak intaglio
Hasil cetak berbentuk relief yang terasa kasar bila diraba
Kode Tunanetra
Kode tertentu untuk mengenal jenis pecahan bagi tunanetra
Diterawang
Pada setiap uang terdapat Tanda air yaitu suatu gambar tertentu yang dibuat dengan
cara menipiskan dan menebalkan serat kertas sehingga terlihat bila diterawangkan,
umumnya berpa Gambar Pahlawan.
Pada setiap uang terdapat RECTOVERSO, yaitu hasil cetak yang beradu tepat atau
saling mengisi di muka dan belakang.
Alat Pembayaran Non Tunai
Jenis-Jenis Alat Pembayaran Non Tunai
Paper based
Yakni cek, biyet giro, dan nota debet
Electronic based
Yakni kartu ATM, kartu kredit, dan E-Money
Mobile based
Yakni Mobile Money
Jenis-Jenis Penyelesaian Transaksi Non Tunai
Cara:
Transaksi yang bernilai lebih besar melalui BI-RTGS
Transaksi yang bernilai kecil menggunakan SKNBI
Bank Indonesia Real Times Gross Settlement (BI-RTGS)
Adalah suatu system transfer dana elektronik antar peserta dalam mata uang rupiah yang
penyelesaiannya dilakukan secara seketika per transaksi secara individual.
Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia (SKNBI)
Adalah Pertukaran warkat atau data keuangan elektronik antar peserta kliring baik atas
nama peserta maupun atas nama nasabah perserta yang perhitungannya diselesaikan pada
waktu tertentu.

NAMA ALAT BANTU VERIFIKASI UANG (UNTUK MELIHAT)


SECARA MANUAL YANG DILAKUKAN UNTUK
MELIHAT UANG ASLI ATAU PALSU
Nyalakan lampu
b) Letakan uang dibelakang sinar lampu, siehingga terlihat tanda-tanda seperti yang
lazim terdapat pada uang asli. (terlihat tanda air, terdapat tulisan dan benang
pengaman, tertlihat gambar pahlawan sesuai dengan besarnya pecahan uang
tersebut).
c) Jika tidak terdapat tanda tersebut maka uang y a n g digunakan sebagai a l a t
pembayaran adalah palsu.

Sebagai penjual atau kasir jika menerima uang yang ternyata palsu langkah yang
harus dilakukan adalah :
1) Memberitahukan kepada pembeli bahawa uang yang dibayarkan palsu
2) Mengembalikan uang tersebut dan meminta pembayaran dengan uang asli
3) Menahan uang palsu tersebut
4) Menanyakan asal uang palsu tersebut dan mencatatnya
5) Melaporkan kepada pihak yang berwenang menanganinya

Untuk mengetahui apakah uang yang digunakan sebagai alat pembayaran asli atau tidak
dapat dilakukan secara manual yang sering disebut dengan 3D, yaitu :
1. Dilihat
2. Diraba
3. Diterawang

Verifikasi uang kertas pecahan Rp. 50.000 tahun 1999


1). Dilihat, akan tampak:
a. gambar tersembunyi berupa tulisan BI yang hanya dapat dilihat dari sudut pandang
tertentu, dan
b. tinta tampak gambarornamen daerah Bali yang akan memudar hijau kekuningan
dibawah sinar ultra violet
2). Diraba, akan terasa:
a. kasar cetak dalam intaglio angka nominal tulisan BANK INDONESIA dan
LIMA PULU RIBU RUPIAH gambar pahlawan serta gambar burung garuda, dan
b. kode tuna netra :BLIND CODE kode tertentu berbentuk dua segitiga untuk
mengenali jenis pecahan bagi tunanetra dengan cara diraba.
3). Diterawang, akan terlihat:
a. gambar saling isi logo BI yang akan terlihat secara utuh apabila diterawang kearah
cahaya, dan
b. tanda air berupa gambar Pahlawan Nasional HOS Cokroaminoto dan electrotype
berupa logo BI dan ornament daerah Bali

Verifikasi Uang kertas pecahan Rp. 100.000 tahun 2004


1). Dilihat, akan tampak:
a. tinta OVI logo BI yang akan berubahdari warna kuning kekemasan menjadi hijau
apabila dilihat dari sudut pandang tertentu
b. Jenis pigmen tertentu berbentuk dua garis yang akan berubah warna dari merah
menjadi hijau dan warna biru berubah menjadi kuning keemasan apabila dilihat
dari sudut pandang tertentu
c. Garis melintang dari atas ke bawah memuat tulisan BI 100000 berulang-ulang
terlihat seperti dianyam serta berubah warna emas menjadi hijau apabila dilihat dari
sudut pandang tertentu.
d. Urutan huruf dan angka dengan ukuran makin membesar akan memendar di bawah
sinar ultra violet
e. Gambar kepulauan Indonesia akan memendar di bawah sinar ultra violet dan
f. Tulisan berukuran sangat kecil yang hanya dapat dibaca hanya menggunakan
kaca pembesar.
2). Diraba, akan terasa:
a. Kode tertentu untuk mengenali jenis pecahan bagi tunanetra
b. Kasarnya angka dan tulisan nominal
c. Kasarnya intaglio cetak timbul angka nominal dan BANK INDONESIA dan
d. Kasarnya gambar burung garuda yang dicetak timbul
3). Diterawang, akan terlihat:
a. gambar logo BI yang beradu tepat saling mengisi pada bagian depan dan belakang
akan terlihat utuh apabila diterawang kea rah cahaya
b. garis melintang dari atas ke bawah akan terbaca tulisan BI 100000 yang berulang-
ulang apabila diterawang kea rah cahayadi bagian depan, dan
c. tanda air gambar pahlawan nasional WR Supratman akan terlihat dari kedua belas
bagian uang apabila diterawang kea rah cahaya.
1. tanda air berupa gambar Pahlawan Nasional HOS Cokroaminoto dan electrotype
berupa logo BI dan ornament daerah Bali