You are on page 1of 1

Arboretum Nyaru Menteng adalah kawasan dimana vegetasi khusus dan langka

dibudidayakan untuk tujuan ilmiah dan pendidikan. Arboretum ini juga merupakan kawasan
pelestarian plasma nutfah ekosistem hutan rawa di Kalimantan Tengah dan sekaligus
menjadi bagian dari area bumi perkemahan pramuka.

Kegiatan wisata yang dapat dilakukan di kawasan ini adalah penelitian dan pendidikan,
wisata pendidikan konservasi orangutan, menonton film tentang orangutan, mengenal
ekosistem rawa gambut, pembinaan cinta alam bagi pelajar, kegiatan pramuka, dan aktivitas
lainnya

Orangutan dan hutan merupakan suatu hal yang tidak dapat dipisahkan. Orangutan
sebagai umbrella species, menyelamatkan orangutan berarti juga menyelamatkan hutannya.
Hutan adalah paru-paru dunia, ketika menyelamatkan orangutan berarti spesies lain juga
terselamatkan, dengan adanya orangutan yang ikut serta membantu melestarikan hutan
secara tidak langsung.

Menurut berbagai sumber menyatakan bahwa orangutan di Kalimantan Tengah


berada dalam ambang kepunahan. Kepunahan orangutan juga merupakan kepunahan
terhadap keanekaragaman hayati hutan Kalimantan, yang sedikit banyak akan membawa
dampak negatif. Salah satu dampak negatif akibat kepunahan orangutan adalah hilangnya
hewan asli Kalimantan Tengah, yang sudah cukup dikenal masyarakat dunia sebagai salah
satu hewan langka Kalimantan dan merupakan habitat asli orangutan selain dari pulau
Sumatera.

Penurunan jumlah orangutan yang dapat menyebabkan kepunahan tersebut terjadi


karena hutan yang menjadi habitat asli orangutan yaitu alam liar telah rusak. Ambisi
Pemerintah Daerah untuk meningkatkan penghasilan melalui sektor perkebunan kelapa
sawit, telah menyebabkan pembabatan hutan secara besar-besaran. Bahkan hampir semua
lahan baru di daerah Kalimantan Tengah, telah diperuntukan menjadi lahan pembibitan
kelapa sawit, akibatnya terjadi pengurangan tempat habitat orangutan tinggal yaitu hutan
alami di setiap daerah di Kalimantan Tengah. Hutan banyak dibabat dan dialih fungsikan
sebagai perkebunan kelapa sawit. Orangutan yang terusir dari habitatnya kehilangan rumah,
kemudian masuk ke ladang penduduk dan dianggap hama sehingga dibinasakan. Dan
penyebab lain kepunahan orangutan adalah perdaganan ilegal orangutan sebagai satwa
peliharaan. Orangutan dijual dengan tidak bertanggung jawab keluar negeri tanpa izin dari
pihak terkait. Sebagian orangutan diburu dan diperjual belikan untuk dijadikan satwa
peliharaann. Padahal memelihara orangutan sangat berisiko, sebab orangutan dan manusia
punya kesamaan DNA hingga 97 persen, sehingga mudah saling menularkan penyakit.
Meskipun dapat menularkan penyakit, nilai jual orangutan yang tinggi sering dijadikan
sebagai alasan yang disampaikan untuk tetap menjual orangutan, walaupun memiliki resiko
yang sangat besar, karena orangutan sendiri merupakan salah satu hewan yang paling oleh
pemerintah.