You are on page 1of 28

BOLA VOLI

Sistem Pertandingan

Sistem pertandingan menggunakan sistem setengah kompetisi yang terdiri dari 8 tim dan akan
disitribusikan ke dalam 2 (dua) group, masing-masing group terdiri dari 4 (empat) tim.
Setiap tim terdiri dari 10 pemain meliputi 6 pemain inti yang bermain di lapangan dan 4
pemain cadangan.
Pergantian pemain inti dan cadangan pada saat pertandingan berlangsung tidak dibatasi.
Pertandingan tidak akan ditunda apabila salah satu atau lebih dari satu anggota tim sedang
bermain untuk cabang olahraga yang lain.
Jumlah pemain minimum yang boleh bermain di lapangan adalah 4 orang.
Apabila di lapangan terdapat kurang dari 4 orang, maka tim yang bersangkutan akan dianggap
kalah.
Setiap pertandingan berlangsung 3 babak (best of three), kecuali pada 2 babak sudah di
pastikan pemenangnya maka babak ke tiga tidak perlu dilaksanakan.
Sistem hitungan yang digunakan adalah 25 rally point. Bila poin peserta seri (24-24) maka
pertandingan akan ditambah 2 poin. Peserta yg pertama kali unggul dengan selisih 2 poin akan
memenangi pertandingan.
Kemenangan dalam pertandingan penyisihan mendapat nilai 1. Apabila ada dua tim atau lebih
mendapat nilai sama, maka penentuan juara group dan runner-up akan dilihat dari kualitas angka
pada tiap-tiap set yang dimainkan.
Kesalahan meliputi:Setiap team diwajibkan bertukar sisi lapangan pada saat setiap babak
berakhir. Dan apabila dilakukan babak penetuan (set ke 3) maka tim yang memiliki nilai terendah
boleh meminta bertukar lapangan sesaat setelah tim lawan mencapai angka 13.
o Pemain menyentuh net atau melewati garis batas tengah lapangan lawan.
o Tidak boleh melempar ataupun menangkap bola. Bola voli harus di pantulkan tanpa
mengenai dasar lapangan.
o Bola yang dipantulkan keluar dari lapangan belum dihitung sebagai out sebelum
menyentuh permukaan lapangan.
o Pada saat servis bola yang melewati lapangan dihitung sebagai poin bagi lawan,
begitu juga sebaliknya penerima servis lawan yang membuat bola keluar dihitung sebagai poin
bagi lawan.
o Seluruh pemain harus berada di dalam lapangan pada saat serve dilakukan.
o Pemain melakukan spike di atas lapangan lawan.
o Seluruh bagian tubuh legal untuk memantulkan bola kecuali dengan cara menendang.
o Para pemain dan lawan mengenai net 2 kali pada saat memainkan bola dihitung
sebagai double faults.
Time out dilakukan hanya 1 kali dalam setiap babak dan berlangsung hanya 1 menit.
Diluar dari aturan yang tertera disini, peraturan permainan mengikuti peraturan internasional.

Teknik Blocking Voli


BULU TANGKIS

Teknik Grip/Memegang Bola

AMERICAN GRIP?

Teknik Permainan Bulutangkis

Teknik Gambar Ciri-ciri


1 Forehand - Pukulan yang dilakukan dengan
cara mengayunkan badan dari
belakang ke arah depan raket
- Telapak tangan
menghadap shuttlecock.
- Dilakukan dalam posisi dominan
- Dapat diarahkan ke depan atau
kebelakang lapangan

2 Backhand - Arah jatuhnya kock sedekat


mungkin dengan garis serang lawan
dan setipis dengan net (tetapi tetap
berbeda dengan netting)
- Bertujuan agar lawan tidak dapat
menyerang
- Dilakukan dari posisi tidak dominan
- Ayunan raket relatif pendek
3 Smash - Pukulan overhead ke area lawan
- Menukik
- Kekuatan penuh
- Dapat isertai dengan lompatan
(jump smash) agar mendapatkan
posisi pukulan yang sempurna.
- Timing harus tepat
- Bertujuan untuk mematikan
pergerakan lawan

4 Dropshot - Bola diarahkan ke area lapangan


lawan dekat dengan net.
- Gerakannya melambat seperti
menipu
- Ancang-ancang seperti smash, tapi
pukulan tidak begitu keras
melainkan dorongan lebih halus
- Pengembalian shuttlecock dengan
sentuhan halus dan dilakukan secara
tiba-tiba

5 Netting - Dipukul dengan sentuhan halus


namun akurat.
- Menjatuhkan shuttlecock ke daerah
lawan sedekat mungkin dekat net.
- Biasanya dilakukan saat lawan
berada pada posisi belakang.
- Hal yang perlu diperhatikan adalah
mengontrol pukulan, perkiraan
jarak, dan arah bola.
- Harus memiliki sense yang tinggi
dan teknik penempatan bola yang
baik.

6 Drive - Menghindari lawan menyerang atau


memaksa lawan mengangkat
shuttlecock
- Jalannya bola mendatar cepat
sehingga lawan akan kesulitan
mengembalikan bola.
- Biasanya diarahkan ke arah samping
kanan atau samping kiri lawan
- Lebih banyak digunakan
pada permainan ganda.
- Dapat dilakukan dengan
forehand ataupun backhand.

7 Lob - Menerbangkan shuttlecock setinggi


mungkin mengarah jauh ke
belakang garis lapangan lawan

- Macam Lob :
Deep Lob /Clear: memukul tinggi
shuttlecock hingga jatuh ke
lapangan bagian belakang (Backout)

Attacking Lob/Clear atau lob


Serang: Memukul dengan
ketinggian sedang tapi laju menuju
lapangan bagian belakang (Backout)

Latihan kekuatan otot lengan untuk bulutangkis


KEBUGARAN

Kebugaran jasmani (physical fitness) merupakan kemampuan seseorang untuk melakukan


aktivitas sehari-hari dengan efisien tanpa mengalami kelelahan yang berarti dan masih mempunyai
cadangan tenaga untuk melakukan aktivitas selanjutnya.

Kebugaran jasmani juga dapat diartikan, kemampuan tubuh seseorang untuk melakukan penyamaan
atau penyesuaian pada pemberian beban fisik yang diberikan untuknya tanpa mengalami kelelahan
atau kecapekan berlebih.

Kemampuan fisik seseorang dalam melaksanakan tugas sehari-hari ditentukan oleh .(Derajat
kebugaran jasmani)

Tujuan Kebugaran Jasmani :

Manfaat latihan kebugaran jasmani

- Mempertahankan / meningkatkan kebugaran jasmani tubuh


- Meningkatkan produktivitas kerja
- Mencegah cidera selama melakukan kegiatan fisik yang berat
- Meningkatkan kekebalan tubuh

Jenis Kebugaran dan bentuk- bentuk latihannya

N Jenis Kebugaran Pengertian Bentuk Latihan


o
1 Daya Tahan (Endurance) Kemampuan seseorang dalam a. Fartlek
menggunakan organ Lari dengan berbagai variasi
tubuhnya seperti jantung, yaitu ombinasi antara lari
paru-paru, dan sebagainya pelan dan lari cepat yang
secara efektif dan efisien bervariasi tanpa melakukan
untuk melakukan aktivitas. istirahat.
b. Cross Country
Lari jarak jauh melintasi
alam terbuka dengan
kecepatan sedang.
c. Sircuit Trainning
Suatu rangkian gerak dengan
beberapa macam jenis
gerakan yang dilakukan
berpindah tempat secara
cepat.
d. Interval Training
Lari pada jarak tertentu dan
dengan waktu tertentu,
dengan masa pemulihan di
antara pengulangan-
pengulangan jarak

2 Kecepatan (Speed) Kemampuan untuk Lari jarak pendek, lari 50-200 meter
menempuh suatu jarak atau yang utama, lari dengan mengubah-
melakukan gerakan ubah kecepatan, lari naik bukit, lari
berkesinambungan dalam menuruni bukit, lari menaiki tangga.
waktu yang sesingkat-
singkatnya.

3 Kelincahan (Agility) Kemampuan seseorang dalam Lari zig-zag dan naik-turun anak
menyesuaikan diri dengan tangga.
posisi-posisi tubuh seperti
dari depan ke belakang, atau
dari kiri ke kanan.

Kemampuan tubuh untuk


merubah-ubah posisi tubuh
dan mengatasi rintangan
dengan dalam waktu yang
singkat
4 Kelenturan (Flexibility) Senam, yoga, dan renang.
Merujuk pada efektivitas
tubuh manusia dalam
menyesuaikan diri dengan
gerakan atau aktivitas yang
mengandalkan kelenturan
tubuh.

Kemampuan persendian+otot
dalam melakukan gerakan
secara maksimal tanpa
menimbulkan gangguan pada
bagian-bagian tersebut
5 Kekuatan (Strength) Kemampuan otot untuk Push-up, Sit-up, Squat-jump,
melakukan kontraksi guna Backup, berjalan dengan tangan,
membangkitkan ketegangan angkat beban
terhadap suatu tahanan,

Kondisi tubuh yang mampu


mempergunakan otot ketika
dibebankan untuk
menjalankan suatu aktivitas.
6 Daya Otot (Muscular Kemampuan seseorang dalam Vertical jump, untuk melatih daya
Power) memanfaatkan kekuatan ledak otot tungkai, Front
maksimum dalam waktu jump, untuk melatih kemampuan
yang sesingkat-singkatnya. otot betis dan tungkai, Side
jump, melatih daya ledak otot
Kemampuan otot untuk tungkai dan paha.
melakukan gerakan secara
mendadak dan eksplosif

Kombinasi komponen
kekuatan dan kecepatan

7 Koordinasi Koordinasi merupakan


(Coordination) kemampuan seseorang untuk
menggabungkan beberapa
gerakan menjadi satu gerakan
secara tepat, cermat dan
efisien.

8 Keseimbangan (balance) Kemampuan untuk


mempertahankan posisi atau
sikap tubuh secara tepat pada
saat melakukan gerakan
ATLETIK

NOMOR LARI
Cara start lari :
- Start berdiri (standing start)
- Start jongkok (crouching start)
- Start melayang (flying start) dilakukan hanya untuk pelari ke II, III dan IV dalam lari estafet

1
Lari Sprint Kelangsungan gerak pada sprint secara teknik
sama, kalau ada perbedaan hanyalah terletak pada
50m, 100 m, 200 m, 400m. penghematan penggunaan tenaga karena
perbedaan jarak yang harus ditempuh.

2 Tujuan seperti untuk memaksimalkan kecepatan


Lari Jarak Penek horizontal.
Kunci atlet berlari terletak di langkah dan
a. putra: 100 m, 200 m, dan 400 m frekuensi langkah sendiri.
b. putri; 100 m, 200 m, dan 400 m Tahapan jangka pendek. yaitu fase reaksi dan
drive, percepatan tahap, fase transisi. tahap
50-400 m kecepatan maksimum. pemeliharaan kecepatan
fase dan selesai.

3
Lari Jarak Menengah Peserta akan menempelkan telapak tangannya ke
tanah. mata memandang ke depan. mengayunkan
a. putra: 800 m, 1500 m, dan 3000 m lengan seperlunya. menyondongkan badan ke
(special chosse) depan secara vertikal. Poin penting pada lari jarak
b. putri: 800 m, 1500 m, dan 3000 m menengah ini adalah berlari seadannya. jangan
terlalu memaksakan. Saat mendekati finish,
pastikan kecepatan lari dipercepat.

4
Lari Jarak Jauh (Marathon) Perlombaan lari ini dilakukan di luar, biasannya
menggunakan jalan umum.
3000 meter, 5.000 meter, 10.000
meter, dan 42.195 meter (marathon).
5
Lari estafet Lari yang dilakukan secara bersambung oleh satu
team. Setiap team terdiri dari 4 orang dan
a. putra 4 x 100 m, dan 4 x 400 m dilakukan dengan cara memberikan tongkat
b. putri 4 x 100 m, dan 4 x 400 m estafet. Jarak sudah ditentukan sehingga tidak asal-
asalan. Dibutuhkan kekompakan tim

Penjelasan lebih lanjur Lari Estafet

Perpindahan tongkat harus berada di dalam daerah yang disebut zona panjang 20 m.
perpindahan tongkat diluar zona tersebut regu dinyatakan gagal atau diskualifikasi.

Cara Pengoperan tongkat dilakukan dengan dua cara yaitu:

- Tanpa melihat (nonvisual): Cara ini penerima tongkat estafet tanpa menoleh kepada si
pemberi tongkat. Cara ini digunakan untuk lari sambung 4 x 100m.

Tekniknya : Pemberi melakukan gerakan ayunan dari arah bawah ke atas. Yang
menerima menjulurkan tangannya ke bawah belakang badan dengan sikap ibu jari dan
jari lainya membentuk huruf V terbalik dengan Ibu jari yang berada pada bagian luar
dari badan, sedangkan keempat jari lainya di bagian dalam. Para pelari harus
menerima dan memberikan dengan berselang-seling. Misalnya pelari pertama
memegang tongkat dengan tangan kanan, pelari kedua harus menerima dengan tangan
kiri, pelari ketiga menerima dengan tangan kanan, pelari terakhir menerima dengan
tangan kiri. Perpindahan tongkat yang terbaik bila pemindahan tongkat berlangsung
dalam keadaan pelari sudah mencapai kecepatan tertinggi. Ini terjadi kira-kira 15
18m setelah garis permulaan dalam daerah pergantian.

- Dengan melihat (visual): Cara ini si penerima tongkat estafet menoleh ke belakang,
melihat kepada pemberi tongkat. Cara ini digunakan pada lari sambung jaraknya lebih
dari 100m, terutama pada 4 x 400m.

Peratuan Lari Bersambung/ Estafet


- Semua jalur dibatasi garis-garis tiang tebalnya 5 cm sebagai tanda/ batas pelari.
- Nomor 4 x 100m, 4 x 200m selain pelari pertama dibolehkan memulai larinya di luar
zona tidak lebih dari 10m
- Nomor 4 x 200m, 4 x 400m dilarikan dalam lintasan masing-masing kecuali:
- Untuk lari 4 x 200m pelari ketiga hanya di tikungan petama saja selebihnya sesudah
menggunakan lintasan dalam
- Demikian juga 4 x 400m hanya pelari pertama saja yang lari dijalurnya setelah
melewati tanda tikungan petama yang berbendera
- Pegantian tongkat harus dilakukan pada zone yang telah ditentukan dengan batas-
batas garis yang jelas.
- Cek mark atau tanda, peserta boleh memasang perekat yang berukuran 5 x 40 cm
dengan warna yang menyolok dengan tidak membingungkan pelari.
- Tongkat estafet, tongkat harus dibawa selama perlombaan berlangsung, jika jatuh
harus diambil oleh yang menjatuhkan. Dia boleh meninggalkan lintasanya untuk
mengambil tongkat dengan tidak mengganggu pelari lain. Tongkat harus diberikan
dari tangan ke tangan dalam zona penggantian tongkat yang dimaksud dengan zona
penggantian tongkat adalah pada saat posisi tongkat bukan ditentukan oleh posisi
badan.

NOMOR LOMPAT
Teknik dasar lompat :
- Teknik awalan yaitu: berlari pada lintasan awalan dari pergerakan lari lambat, lari dipercepat,
hingga papan tumpuan.
- Teknik tumpuan/tolakan yaitu: tumpuan dilakukan dengan kaki yang terkuat, aktif dan cepat di
papan tumpuan. Pinggang bergerak lurus ke depan, kedua tangan diayun ke depan.
- Teknik melayang di udara yaitu: kedua kaki diluruskan dan cepat dibengkokan, badan
condong ke depan, kedua tangan membantu ayunan tubuh.
- Mendarat
Saat mendarat hindari gerakan tubuh berat ke belakang, karena akan mengurangi daya
dorong ke depan.

N Jenis Lompat Keterangan Macam-macamnya


o

1 Lompat Bertujuan memperoleh 1. Gaya Gunting


Tinggi lompatan setinggi-
tingginya dengan Kaki kiri sebagai tumpuan lalu memakai kaki
melewati mistar kanan sebagai ayunan, maka ia mendarat (jatuh)
ketinggian tertentu. dengan kaki kanan juga. (Sweney, Belanda)

Tinggi tiang mistar min


2,5 m, panjang minimal
3,15 m

Lompat tinggi dilakukan


di arena lapangan atletik.
2. Gaya guling sisi
Lompat tinggi dilakukan
tanpa bantun alat. Saat melewati mistar posisi kepala cenderung
lebih rendah dari pinggul, hal ini tidak
syah/dis. (G.Horin, Amerika)

3. Gaya guling perut (straddle)


Gaya badan melewati mistar dengan cepat
diputar dan dibalikkan, sehingga sikap badan di
atas mistar telungkup.

4. Fosbury Flop

Saat melewati mistar posisi badan dalam


keadaan terlentang dan mendarat dengan bagian
punggung terlebih dahulu dalam posisi
terlentang. (Forbury,Amerika)

2 Lompat Jauh Gerakan melompat ke


depan atas dalam upaya
membawa titik berat
badan selama mungkin di
udara (melayang di
udara) yang dilakukan
dengan cepat dan dengan
jalan melakukan tolakan
pada satu kaki untuk
mencapai jarak yang
sejauh-jauhnya.

Bertujuan mencapai jarak


lompatan sejauh mungkin
ke sebuah titik
pendaratan atau bak
lompat.
3. Lompat Lompat tinggi yang
Galah dibantu dengan
mengunakan galah untuk
melewati mistar.

Bertujuan untuk
melompat yang setinggi-
tingginya.

4. Lompat Mirip dengan lompat


jangkit jauh, tahapannya :
(Triple awalan, jingkat,
Jump/Hop melangkah, dan diakhiri
dengan melompat seperti
Step Jump)
pada lompat jauh

NOMOR LEMPAR
Lempar Cakram Lempar cakram (Bahasa
Inggrisnya Discus Throw).
Cakram yang dilempar
berukuran garis tengah 220
mm dan berat 2 kg untuk
laki-laki, 1 kg untuk
perempuan.

Tolak Peluru Gerakan menolak atau Persiapan


mendorong suatu alat Berdiri sambil bawa peluru didalem
bundar(peluru) dengan berat lingkaran, membelakangi balok penahan,
tertentu yang terbuat dari badan dibungkukan, seimbang dalam
logam, yang dilakukan dari topang,
bahu dengan satu tangan Gelincir
untuk mencapai jarak sejauh Delivery menghantarkan
jauhnya. Recovery

Grip : Letakan di jari-jari /pangkal jari jari.


Jari-jari paralel terpisah. Siku bengkok 45*
Lempar Dilakukan dengan
Lembing melemparkan lembing dalam
jarak tertentu. Untuk
mencapai jarak maksimum,
atlet harus menyeimbangkan
tiga hal, yaitu kecepatan,
teknik dan kekuatan.

EMPAT GAYA RENANG

Macam Macam Gaya Renang Beserta Gambar dan Tekniknya :

Renang gaya dada (google image)

1. Gaya Renang Dada


Gaya Renang dada adalah sebuah teknik renang yang mirip dengan katak saat berenang,
sehingga gaya ini juga disebut dengan gaya katak. Untuk kecepatan gaya dada lebih rendah
dibandingkan dengan gaya bebas, namun gaya ini cocok untuk orang yang ingin berenang
secara santai. Teknik gaya dada ini berada dikekuatan tangan dan kaki untuk mendorong badan
ke depan, pada gaya ini juga diperlukan kemampuan tangan untuk mendorong kebawah saat
kepala ke atas untuk melakukan pernapasan. Silahkan lihat gambar untuk teknik lebih jelasnya.

Teknik Renang Gaya Bebas (img:prezi)

2. Gaya Renang Bebas


Renang Gaya Bebas adalah teknik berenang yang menggunakan kebebasan tangan dan kaki
untuk melakukan gerakan agar badan kita dapat meluncur dengan cepat. Meskipun disebut
dengan gaya bebas, teknik renang gaya bebas ini juga mempunyai aturan. Pada saat
melakukan gaya ini posisi badan berada di atas permukaan, tangan mengayuh kedepan
sedangkan kaki menendang atau melakukan gerakan seperti menggunting.

Untuk teknik pengambilan nafas adalah saat tangan diangkat keatas untuk mengayuh kemudian
kepala digelengkan kesamping kanan atau kiri setelah itu lakukan penarikan nafas bisa dengan
mulut atau hidung.

Renang Gaya Kupu kupu (ensikolpedia)


3. Gaya Renang Kupu Kupu
Renang Gaya Kupu Kupu adalah teknik renang yang didapat dari pengembangan gaya dada,
pada teknik dasar renang gaya kupu kupu yang harus dimiliki adalah kekuatan lengan. Karena
gaya kupu kupu mempunyai pusat kekuatan pada lengan, untuk gerakannya dapat seperti lumba
lumba yang masuk kedalam air kemudian keluar saat tangan didorong kebawah. Sedangkan
kaki lurus rapat ikut bergerak sesuai alur gerakan badan.

Gaya renang kupu kupu ini juga disebut dengan gaya lumba lumba, untuk kecepatannya
memang lebih cepat daripada gaya bebas. Namun untuk melakukannya harus dengan tenaga
yang lebih ekstra besar. Untuk melihat lebih jelas bagaimana cara melakukan gaya renang kupu
kupu, berikut ini ada gambar tutorialnya.

Teknik Renang Gaya Punggung (img:forumarabia)

4. Gaya Renang Punggung


Gaya Renang Punggung adalah teknik renang dengan posisi badan terlentang melihat keatas,
sedangkan punggung berada dipermukaan air. Untuk gerakan kaki dan tangan sama seperti
gaya bebas, namun arahnya berlawanan. Untuk teknik pengambilan nafas gaya punggung dapat
dilakukan kapan saja, karena wajah berada diatas air dan menghadap ke atas.
BUDAYA HIDUP SEHAT
Tahapan Gejala Sifilis

Sifilis Primer
Penderita sifilis mengalami gejala yang dimulai dengan lesi atau luka pada alat kelamin atau
di dalam dan di sekitar mulut. Luka yang terjadi berbentuk seperti gigitan serangga tapi tidak
menimbulkan rasa sakit. Pada tahap ini, jika orang yang terinfeksi berhubungan seksual
dengan orang lain, penularan sangat mudah terjadi. Luka ini bertahan selama 1-2 bulan.
Pada akhirnya, lesi ini akan sembuh tanpa meninggalkan bekas.
Sifilis Sekunder
Penderita sifilis sekunder akan mengalami ruam merah serukuran koin kecil dan biasanya
ruam ini muncul pada telapak tangan dan telapak kaki. Gejala lain yang mungkin muncul
adalah demam, nafsu makan menurun, radang tenggorokan dan kutil kelamin. Fase ini bisa
bertahan selama satu hingga tiga bulan.

Sifilis Laten
Setelah fase sifilis sekunder, sifilis seakan-akan menghilang dan tidak menimbulkan gejala
sama sekali. Masa laten ini bisa bertahan sekitar dua tahun sebelum kemudian lanjut ke
masa yang paling berbahaya dalam infeksi sifilis yaitu sifilis tersier.

Sifilis Tersier
Jika infeksi tidak terobati, sifilis akan berkembang ke tahapan akhir, yaitu sifilis tersier. Pada
tahap ini, infeksi bisa memberi efek yang serius pada tubuh. Beberapa akibat dari infeksi
pada tahapan ini adalah kelumpuhan, kebutaan, demensia, masalah pendengaran,
impotensi, dan bahkan kematian jika tidak ditangani.

Sifilis paling mudah menular pada fase sifilis primer dan sekunder. Jika Anda merasa
terinfeksi sifilis, segera periksakan diri ke dokter atau klinik spesialis penyakit
kelamin untuk memastikan diagnosis terhadap sifilis. Makin cepat sifilis diobati,
makin kecil kemungkinan sifilis berkembang menjadi penyakit yang serius.

Pengobatan yang Dilakukan Terhadap Sifilis


Pengobatan sifilis sangat mudah dilakukan. Pengobatan umumnya adalah dengan
menggunakan antibiotik berupa suntikan penisilin. Jika tidak diobati, sifilis bisa menjadi
penyakit yang berbahaya dan bisa berujung kepada kematian.

Penderita sifilis yang sedang dalam masa pengobatan harus menghindari hubungan
seksual hingga infeksi dipastikan sudah sembuh total.

C. Tujuan
1. Menjelaskan pengertian HIV/ AIDS
2. Menjelaskan bahwa virus HIV bisa menimbulkan kerusakan pada system kekebalan manusia
3. Menjelaskan cara penularan HIV
4. Menjelaskan bahwa HIV dapat mengakibatkan penyakit AIDS
5. Menjelaskan upaya-upaya melindungi diri dari infeksi HIV dan penyakit AIDS

BAB II
PEMBAHASAN

1. Pengertian HIV/ AIDS


AIDS merupakan penyakit yang paling ditakuti pada saat ini. HIV merupakan virus yang
menyebabkan penyakit ini, merusak sistem pertahanan tubuh (sistem imun), sehingga orang-orang
yang menderita penyakit ini kemampuan untuk mempertahankan dirinya dari serangan penyakit
menjadi berkurang. Seseorang yang positif mengidap HIV, belum tentu mengidap AIDS. Banyak
kasus di mana seseorang positif mengidap HIV, tetapi tidak menjadi sakit dalam jangka waktu yang
lama. Namun, HIV yang ada pada tubuh seseorang akan terus merusak sistem imun. Akibatnya, virus,
jamur dan bakteri yang biasanya tidak berbahaya menjadi sangat berbahaya karena rusaknya sistem
imun tubuh.
AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome) adalah kumpulan gejala penurunan kekebalan tubuh,
sehingga tubuh rentan terhadap penyakit lain yang mematikan. AIDS disebabkan oleh Virus (Jasad
Sub Renik) yang disebut dengan HIV. sedangkan HIV (Human Immunodeficiency Virus) itu sendiri
adalah Virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia yang menyebabkan timbulnya AIDS.
Istilah AIDS dipergunakan untuk tahap- tahap infeksi HIV yang paling lanjut. Sebagian besar orang
yang terkena HIV, bila tidak mendapat pengobatan, akan menunjukkan tanda-tanda AIDS dalam
waktu 8-10 tahun. AIDS diidentifikasi berdasarkan beberapa infeksi tertentu, yang dikelompokkan
oleh Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization) sebagai berikut:
Tahap I penyakit HIV tidak menunjukkan gejala apapun dan tidak dikategorikan sebagai
AIDS.
Tahap II (meliputi manifestasi mucocutaneous minor dan infeksi-infeksi saluran pernafasan
bagian atas yang tidak sembuh- sembuh)
Tahap III (meliputi diare kronis yang tidak jelas penyebabnya yang berlangsung lebih dari
satu bulan, infeksi bakteri yang parah, dan TBC paru-paru), atau
Tahap IV (meliputi Toksoplasmosis pada otak, Kandidiasis pada saluran tenggorokan
(oesophagus), saluran pernafasan (trachea), batang saluran paru-paru (bronchi) atau paru-paru dan
Sarkoma Kaposi). Penyakit HIV digunakan sebagai indikator AIDS.

2. HIV Melemahkan Sistem Kekebalan Manusia


Sasaran penyerangan HIV adalah Sistem Kekebalan Tubuh, terutama adalah sel-sel Limfosit T4.
Selama terinfeksi, limfosit menjadi wahana pengembangbiakan virus. Bila sel-sel Limfosit T4 -nya
mati, virus akan dengan bebas menyerang sel-sel Limfosit T4 lainnya yang masih sehat. Akibatnya,
daya tahan tubuh menurun.
Akhirnya sistem kekebalan tak mampu melindungi tubuh, sehingga kuman penyakit infeksi lain
(kadang disebut Infeksi Oportunistik / Infeksi Mumpung) akan masuk dan menyerang tubuh orang
tersebut. Bahkan kuman-kuman lain yang jinak tiba-tiba menjadi ganas. Kumannya bisa Virus lain,
Bakteri, Mikroba, Jamur, maupun Mikroorganisme patogen lainnya. Penderita bisa meninggal karena
TBC, Diare, Kanker kulit, Infeksi Jamur, dll.
Bila seseorang telah seropositif terhadap HIV, maka dalam tubuhnya telah mengandung HIV. Dalam
jumlah besar HIV terdapat dalam darah, cairan vagina, air mani serta produk darah lainnya. Apabila
sedikit darah atau cairan tubuh lain dari pengidap HIV berpindah secara langsung ke tubuh orang lain
yang sehat, maka ada kemungkinan orang lain tersebut tertular AIDS. Cara penularan yang paling
umum ialah: senggama, transfusi darah, jarum suntik dan kehamilan. Penularan lewat produk darah
lain, seperti ludah, kotoran, keringat, dll. secara teoritis mungkin bisa terjadi, namun resikonya sangat
kecil.

3. Penularan HIV
Bila seseorang telah seropositif terhadap HIV, maka dalam tubuhnya telah mengandung HIV. Dalam
jumlah besar HIV terdapat dalam darah, cairan vagina, air mani serta produk darah lainnya. Apabila
sedikit darah atau cairan tubuh lain dari pengidap HIV berpindah secara langsung ke tubuh orang lain
yang sehat, maka ada kemungkinan orang lain tersebut tertular AIDS. Cara penularan yang paling
umum ialah: senggama, transfusi darah, jarum suntik dan kehamilan. Penularan lewat produk darah
lain, seperti ludah, kotoran, keringat, dll. secara teoritis mungkin bisa terjadi, namun resikonya sangat
kecil.
a. Penularan lewat senggama :
Pemindahan yang paling umum dan paling sering terjadi ialah melalui senggama, dimana HIV
dipindahkan melalui cairan sperma atau cairan vagina. Adanya luka pada pihak penerima akan
memperbesar kemungkinan penularan. Itulah sebabnya pelaku senggama yang tidak wajar (lewat
dubur terutama), yang cenderung lebih mudah menimbulkan luka, memiliki kemungkinan lebih besar
untuk tertular HIV.
b. Penularan lewat transfusi darah :
Jika darah yang ditranfusikan telah terinfeksi oleh HIV , maka virus HIV akan ditularkan kepada
orang yang menerima darah, sehingga orang itupun akan terinfeksi virus HIV. Risiko penularan
melalui transfusi darah ini hampir 100 %.
c. Penularan lewat jarum suntik :
Model penularan lain secara teoritis dapat terjadi antara lain melalui :
1) Penggunaan akupunktur (tusuk jarum), tatoo, tindikan.
2) Penggunaan alat suntik atau injeksi yang tidak steril, sering dipakai oleh para pengguna
narkoba suntikan, juga suntikan oleh petugas kesehatan liar.
d. Penularan lewat kehamilan :
Jika ibu hamil yang dalam tubuhnya terinfeksi HIV , maka HIV dapat menular ke janin yang
dikandungnya melalui darah dengan melewati plasenta. Risiko penularan Ibu hamil ke janin yang
dikandungnya berkisar 20% 40%. Risiko ini mungkin lebih besar kalau ibu telah menderita
kesakitan AIDS (full blown).
HIV tidak akan menular melalui bersalaman, berpelukan, berciuman, batuk, bersin, memakai
peralatan rumah tangga seperti alat makan, telepon, kamar mandi, kamar tidur, gigtan nyamuk,
bekerja, bersekolah, berkendaraan bersama, dan memakai fasilitas umum misalnya kolam renang,
toilet umum, sauna.
HIV tidak dapat menular melalui udara. Virus ini juga cepat mati jika berada di luar tubuh. Virus ini
dapat dibunuh jika cairan tubuh yang mengandungnya dibersihkan dengan cairan pemutih (bleach)
seperti Bayclin atau Chlorox, atau dengan sabun dan air. HIV tidak dapat diserap oleh kulit yang tidak
luka.

4. HIV mengakibatkan AIDS


Infeksi HIV menyebabkan penurunan dan melemahnya sistem kekebalan tubuh. Hal ini menyebabkan
tubuh rentan terhadap infeksi penyakit dan dapat menyebabkan berkembangnya AIDS. Virus HIV
membutuhkan waktu untuk menyebabkan sindrom AIDS yang mematikan dan sangat berbahaya.
Penyakit AIDS disebabkan oleh melemah atau menghilangnya sistem kekebalan tubuh yang tadinya
dimiliki karena sel CD4 pada sel darah putih banyak dirusak oleh Virus HIV.
Ketika manusia terkena Virus HIV belum tentu terkena AIDS. Untuk menjadi AIDS dibutuhkan waktu
yang lama, yaitu beberapa tahun untuk dapat menjadi AIDS yang mematikan. Dengan gaya hidup
sehat, jarak waktu antara infeksi HIV dan menjadi sakit karena AIDS dapat berkisar antara 10-15
tahun, kadang-kadang bahkan lebih lama. Terapi antiretroviral dapat memperlambat perkembangan
AIDS dengan menurunkan jumlah virus (viral load) dalam tubuh yang terinfeksi.
Ada beberapa tahapan ketika seseorang dikatakan terinfeksi HIV hingga terkena AIDS. Tahapan-
tahapan itu antara lain:
1. Tahap 1: Periode Jendela
a) HIV masuk ke dalam tubuh, sampai terbentuknya antibody terhadap HIV dalam darah
b) Tidak ada tanda2 khusus, penderita HIV tampak sehat dan merasa sehat
c) Test HIV belum bisa mendeteksi keberadaan virus ini
d) Tahap ini disebut periode jendela, umumnya berkisar 2 minggu 6 bulan
2. Tahap 2: HIV Positif (tanpa gejala) rata-rata selama 5-10 tahun:
a) HIV berkembang biak dalam tubuh
b) Tidak ada tanda-tanda khusus, penderita HIV tampak sehat dan merasa sehat
c) Test HIV sudah dapat mendeteksi status HIV seseorang, karena telah terbentuk antibody
terhadap HIV
d) Umumnya tetap tampak sehat selama 5-10 tahun, tergantung daya tahan tubuhnya (rata-rata 8
tahun (di negara berkembang lebih pendek)
3. Tahap 3: HIV Positif (muncul gejala)
a) Sistem kekebalan tubuh semakin turun
b) Mulai muncul gejala infeksi oportunistik, misalnya: pembengkakan kelenjar limfa di seluruh
tubuh, diare terus menerus, flu, dll
c) Umumnya berlangsung selama lebih dari 1 bulan, tergantung daya tahan tubuhnya
4. Tahap 4: AIDS
a) Kondisi sistem kekebalan tubuh sangat lemah
b) Berbagai penyakit lain (infeksi oportunistik) semakin parah

5. Cara Melindungi Diri dari Penularan HIV/AIDS


Sampai saat ini belum ada jenis obat khusus untuk menyembuhkan orang yamg terkena infeksi HIV/
AIDS. Hanya saja perkembangan virus ini dapat diperlambat. Kombinasi yang tepat antara berbagai
obat-obatan antiretroviral dapat memperlambat kerusakan yang diakibatkan oleh HIV pada sistem
kekebalan tubuh dan menunda awal terjadinya AIDS.
perlindungan yang sangat penting ialah:
a) Hindari transfusi, dengan selalu berhati-hati. Bila terpaksa ditransfusi, yakinkan bahwa darah
yang ditransfusi adalah darah yang telah diperiksa oleh Unit Kesehatan Transfusi Darah (UKTD) PMI
sebagai darah bebas HIV (juga bebas hepatitis, malaria dan sifilis).
b) Hindari suntik-menyuntik. Sebagian besar obat sama atau lebih efektif diminum daripada
disuntikkan. Bila terpaksa disuntik, yakinkah jarum dan tabung suntiknya baru dan belum dipakai
untuk orang lain.
c) Berhati-hatilah dalam menolong orang luka dan berdarah. Gunakan prosedur P3K yang baku
dan aman.
d) Hindari seks bebas.pastikan untuk tidak berhubungan seks dengan penderita HIV.
e) Pencegahan penularan kehamilan. Ibu yang terkena HIV untuk tidak hamil.

BAB III
PENUTUP
1. Kesimpulan
a. HIV merupakan sebuah virus berbahaya yang dapat merusak sistem kekebalan tubuh
manusia. Selain itu, virus inilah yang menyebabkan AIDS.
b. AIDS (Aqcuired Immune Deficiency Syndrome) adalah kumpulan gejala penurunan
kekebalan tubuh sehingga tubuh rentan terhadap penyakit lain yang mematikan.
c. Cara penularan HIV yang paling umum ialah melalui senggama, transfusi darah, jarum suntik
dan kehamilan. Penularan lewat produk darah lain, seperti ludah, kotoran, keringat, dll. secara teoritis
mungkin bisa terjadi, namun resikonya sangat kecil.

2. Saran
Sebagai insan yang yang berpendidikan sudah menjadi sebuah kewajiban untuk berpartisipasi dalam
memerangi HIV/ AIDS. Untuk memerangi hal itu dapat dimulai dari kesadaran diri sendiri untuk
selalu menjaga diri agar terhindar dari HIV/ AIDS.

SENAM LANTAI

Teknik dan Bentuk Senam Lantai


Senam dapat diartikan sebagi setiap bentuk pembelajaran fisik yang disusun secara sistematis
dengan melibatkan gerakan-gerakan yang terpilih dan terencana untuk mencapai tujuan
tertentu. Dari arti itu, kita dapat melihat bahwa olahraga senam mempunyai sistematika
tersendiri, serta mempunyai tujuan yang hendak dicapai seperti daya tahan, kekuatan,
kelenturan, koordinasi, atau bisa juga diperluas untuk membentuk prestasi, membentuk tubuh
yang ideal dan memelihara kesehatan. Menurut FIG (Federation Internationale Gymnatiqua)
senam dapat dikelompokkan menjadi: Senam Artistik (artistic gymnastics), Senam ritmik
(sportive rhymic gymnastics), dan Senam umum (general gymnastics).

Senam lantai adalah satu dari rumpun senam. Sesuai dengan istilah lantai, maka gerakan-
gerakan/bentuk pembelajarannya dilakukan di lantai. Jadi lantai/ matraslah yang merupakan
alat yang dipergunakan. Senam lantai disebut juga dengan istilah pembelajaran bebas. Tujuan
melakukan senam lantai selain untuk meningkatkan kemampuan melakukan bentuk-bentuk
gerakan senam lantai sendiri juga sebagai pembelajaran pembentukan kemampuan untuk
melakukan gerakan senam dengan alat.

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam mempelajari senam lantai adalah sebagai berikut.

1. Hendaknya selalu menggunakan matras atau tempat yang aman.


2. Matras harus diletakkan di atas tanah atau lantai yang rata dan aman dari bahaya yang
mencelakakan anak.
3. Letakkan matras jauh dari dinding atau benda-benda lain yang akan menyebabkan
benturan.
4. Periksa matras dan keamanan disekitarnya yang mungkin dapat mengganggu peserta
didik.
5. Pembelajaran dilakukan dari gerakan yang mudah dahulu atau tahap demi tahap.
6. Sebelum melakukan pembelajaran senam lantai hendaknya melakukan senam
pemanasan yang cukup.
7. Peserta didik dilarang melakukan pembelajaran sendiri di luar pengawasan guru, kecuali
ada peserta didik yang dianggap dapat membantu dan menguasai gerakan senam lantai dengan
benar.
8. Agar matras tidak cepat rusak, hendaknya matras dijaga sebaik mungkin dan jaga
kesebersihannya serta disimpan di tempat yang aman.
Manfaat Latihan Kebugaran Jasmani
1. Manfaat Fisik. Senam adalah kegiatan utama yang paling bermanfaat untuk
mengembangkan komponen fisik dan kemampuan gerak. Melalui berbagai kegiatannya, peserta
didik akan berkembang daya tahan otot, kekuatan, power, kelentukan, koordinasi, kelincahan,
dan keseimbangannya.
2. Manfaat Mental dan Sosial. Ketika mengikuti senam, peserta didik dituntut untuk
berpikir sendiri tentang pengembangan keterampilannya. Untuk itu, peserta didik harus mampu
menggunakan kemampuan berpikirnya secara kreatif melalui pemecahan masalah-masalah
gerak. Dengan demikian, peserta didik akan berkembang kemampuan mentalnya.
Rol depan
Gerakan guling depan (forward roll) adalah gerakan mengguling atau. menggelinding ke depan
membulat. Jadi dalam gerakan guling depan gerakan tubuh harus dibulatkan. Pembelajaran
guling depan dapat terbagi atas dua bagian yaitu : guling depan dengan sikap awal jongkok dan
guling depan dengan sikap awal berdiri. Cara melakukan guling depan sikap jongkok sebagai
berikut:

1. Sikap permulaan jongkok,kedua tangan menumpu pada matras selebar bahu.


2. Kedua kaki diluruskan, siku tangan ditekuk, kepala dilipat sampai dagu menyentuh dada.
3. Mengguling ke depan dengan mendaratkan tengkuk terlebih dahulu dan kedua kaki di
lipat rapat pada dada.
4. Kedua tangan melemaskan tumpuan dari matras, pegang mata kaki dan berusaha
bangun.
5. Kembali berusaha bangun.
Sedangkan cara melakukan uling depan sikap berdiri adalah sebagai berikut :
1. Sikap awal berdiri dengan kedua kaki rapat, lalu letakkan kedua telapak tangan di atas
matras selebar bahu, di depan ujung kaki sejauh 50 cm.
2. Bengkokkan kedua tangan, lalu letakkan pundak di atas matras dan kepala dilipat sampai
dagu menempel bagian dada.
3. Selanjutnya dengan, berguling ke depan, yaitu saat panggul menyentuh matras lipat
kedua kaki dan pegang tulang kering dengan kedua tangan menuju ke posisi jongkok.
Kesalahan-kesalahan yang sering dilakukan saat melakukan gerakan guling depan adalah sebagai
berikut. Kedua tangan yang bertumpu tidak tepat (dibuka terlalu lebar atau terlalu sempit,
terlalu jauh atau terlalu dekat) dengan ujung kaki. Tumpuan salah satu atau kedua tangan
kurang kuat sehingga keseimbangan badan kurang sempurna dan akibatnya badan jatuh ke
samping. Bahu tidak diletakkan di atas matras saat tangan dibengkokkan. Saat gerakan berguling
ke depan, kedua tangan tidak ikut menolak.
Rol Belakang

Guling ke belakang (back roll) adalah menggelundung ke belakang, posisi badan tetap harus
membulat yaitu kaki dilipat, lutut tetap melekat di dada, kepala ditundukkan sampai dagu
melekat di dada. Gerakan guling ke belakang dapat dilakukan dengan cara guling ke belakang
dengan sikap jongkok. Cara melakukan guling ke belakang sikap jongkok adalah sebagai berikut:

1. Sikap awal jongkok, kedua kaki rapat, letakkan lutut ke dada.


2. Kedua tangan menumpu di depan ujung kaki kira-kira 40 cm.
3. Kemudian, bengkokkan kedua tangan, letakkan pundak pada matras dengan
menundukkan kepala dan dagu sampai ke dada.
4. Setelah itu, lakukan gerakan berguling ke depan.
5. Ketika panggul menyentuh matras, peganglah tulang kering dengan kedua tangan
menuju posisi jongkok.
Cara melakukan Aktivitas guling depan dari sikap berdiri adalah sebagai berikut.
1. Sikap awal berdiri dengan kedua kaki rapat, lalu letakkan kedua telapak tangan di atas
matras selebar bahu, di depan ujung kaki sejauh 50 cm.
2. Bengkokkan kedua tangan, lalu letakkan pundak di atas matras dan kepala dilipat sampai
dagu menempel bagian dada.
3. Selanjutnya dengan, berguling ke depan, yaitu saat panggul menyentuh matras lipat
kedua kaki dan pegang tulang kering dengan kedua tangan menuju ke posisi jongkok.
Kesalahan-kesalahan yang sering dilakukan saat melakukan gerakan guling depan adalah sebagai
berikut. Kedua tangan yang bertumpu tidak tepat (dibuka terlalu lebar atau terlalu sempit,
terlalu jauh atau terlalu dekat) dengan ujung kaki. Tumpuan salah satu atau kedua tangan
kurang kuat sehingga keseimbangan badan kurang sempurna dan akibatnya badan jatuh ke
samping. Bahu tidak diletakkan di atas matras saat tangan dibengkokkan. Saat gerakan berguling
ke depan, kedua tangan tidak ikut menolak.

Guling Lenting
Guling lenting adalah suatu gerakan melentingkan badan ke depan atas dengan lemparan kedua
kaki dan tolakan kedua tangan. Tolakan tersebut dimulai dari sikap setengah guling ke
belakang/setengah guling ke depan dengan kedua kaki rapat dan lutut lurus. Guling lenting atau
Neckspring adalah gerakan melentingkan badan ke atas depan dengan cara melemparkan atau
melecutkan kedua kaki dan tolakan dua tangan. Berikut ini Cara Melakukan Gerakan Guling
Lenting Dalam Senam Lantai, adalah sebagai berikut :

1. Sikap permulaan tidur terlentang, kedua kaki lurus dan rapat, kedua tangan dan sisi
badan.
2. Guling kebelakang, kedua tungkai lurus, sehingga kaki dekat kepala, siku dibengkokkan,
telapak tangan bertumpu / menopang pada matras / lantai disisi telinga.
3. Guling kedepan, bersamaan dengan itu tolakan / lecutkan tungkai keatas depan dan
tolakkan kedua tangan, sehingga badan melayang seperti membuat busur.
4. Gerakan mendarat dengan kedua kaki rapat dan gerakan pinggul didorong ke depan,
kemudian diikuti dengan gerakan badan mengikuti arah rotasi gerakan.
Kesalahan-kesalahan yang sering terjadi saat melakukan guling lenting
1. Pada saat kedua kaki dilemparkan, kedua lutut bengkok
2. Kedua kaki terbuka / tidak rapat.
3. Badan kurang melenting atau terlalu melenting (membusur)
4. Kurang tolakan tangan
Lompat Harimau
Loncat harimau adalah suatu gerakan yang menyerupai gerak guling depan, hanya saja
gerakannya dilakukan dengan awalan suatu loncatan jauh ke depan dan mendarat dengan kedua
lengan dan berguling seperti pada guling depan. Latihan loncat harimau dapat dilakukan dengan
tahapan gerak seperti berikut.

Sikap awal:

1. Berdiri tegak kemudian mengambil sikap siap berlari dengan kecepatan tertentu.
2. Jarak pengambilan awalan bisa bervariasi beberapa langkah atau banyak langkah
tergantung ketinggian penanda yang ada.
b) Rangkaian loncat harimau dan berguling ke depan:
1. Mengambil posisi berdiri tegak kemudian berlari cepat.
2. Setelah mendekati penanda segera melakukan tolakan dengan menumpu pada kedua
kaki.
3. Badan terangkat keatas atau meloncat melewati penanda yang ada, setelah melewati
penanda tangan bersiap-siap untuk menumpu pada matras diikuti tengkuk kemudian punggung
yang menyentuh matras dilanjutkan dengan gerakan guling ke depan.
c) Sikap akhir
1. Melakukan guling depan sampai 2 atau 3 kali,kemudian kembali ke posisi jongkok,
2. Kedua kaki menapak sempurna, tangan lurus kedepan badan tidak terjatuh ke samping
kanan atau ke samping kiri, kemudian berdiri tegak,kembali ke sikap.
Berdiri dengan Kepala (Headstand)
Headstand adalah posisi keseimbangan yang memanfaatkan kekuatan kedua lengan dan kepala
(otot leher) sebagai titik tumpunya. Posisi ini diawali dari posisi jongkok dan menempatkan
ujung kepala dan kedua telapak tangan di lantai. Ketika titik tumpu (kepala dan kedua lengan)
sudah siap, pelan-pelan titik berat badan dipindahkan ke titik tumpu dan secara perlahan
mengangkat kedua kaki yang dibengkokkan ke atas, sehingga panggul dan kedua kaki berada di
atas kepala. Kemudian, secara perlahan pula, luruskan kedua kaki hingga terbentuk posisi badan
dan kaki lurus membentuk satu garis Berdiri dengan kepala adalah sikap tegak dengan bertumpu
pada kepala dan ditopang oleh kedua tangan.

1. Sikap permulaan membungkuk bertumpu pada dahi dan tangan. Dahi dan tangan
membentuk segitiga sama sisi.
2. Angkat tungkai ke atas satu per satu bersamaan. Untuk menjaga agar badan tidak
mengguling ke depan, panggul ke depan, dan punggung membusur.
3. Berakhir pada sikap badan tegak, dan tungkai rapat lurus ke atas.
Kesalahan-kesalahan yang sering dilakukan : saat melakukan headstand yaitu: :
1. Penempatan kedua tangan dan kepala tidak membentuk titik-titik segitiga sama sisi.
2. Kekakuan pada leher, sendi bahu, perut, pinggang, dan paha.
3. Otot-otot leher, sendi bahu, perut, pinggang, dan paha kurang kuat.
4. Akibat dari poin b dan c diatas menyebabkan kurangnya koordinasi dan keseimbangan e.
Alas dasar/lantai tempat kepala bertumpu terlalu keras sehingga menimbulkan rasa sakit.
5. Terlalu cepat/kuat pada saat menolak
6. Sikap tangan yang salah, yaitu jari tangan tidak menghadap kedepan
Berdiri Atas Tangan (Handstand)
Hands stand adalah sikap tegak dengan bertumpu pada kedua tangan ,kedua kaki rapat dan
lurus ke atas .suatu hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan hands stand adalah harus di
lakukan di atas landasan atau alas yang keras (misal lantai).karena akan memudahkan dalam
bertumpu,jika dibandingkan melakukannya di atas alas yang lunak (misal kasur). Cara
melakukan gerakan handstand yaitu:

1. Berdiri tegak kaki diceraikan ke muka dan belakang.


2. Bungkukkan badan, tangan menumpu selebar bahu, lengan lurus, pandangan agak ke
depan, pantat diangkat setinggi-tinginya, tungkai ke depan bengkok, sedang tungkai belakang
lurus.
3. Ayunkan tungkai belakang ke atas diikuti tungkai yang lain.
4. Kedua tungkai rapat clan lurus, membentuk satu garis dengan badan dan lengan.
5. Pertahankan keseimbangan.
6. Turunkan kembali kedua kaki ke lantai, satu per satu dan kembali ke posisi awal.
Berikut ini beberapa kesalahan dalam melakukan gerakan handstand, yaitu : Pinggang terlalu
melenting; Kepala kurang menengadah; Siku bengkok; Penempatan tangan di lantai kurang atau
terlalu lebar; Arah jari tangan tidak ke depan dan jari tangan terlalu rapat; Ayunan kaki ke atas
kurang baik; Pada saat mengayun kaki ke atas bahu mundur ke belakang; Otot leher, bahu,
pinggang tegang sehingga menghambat gerakan; Kurang usaha mempertahankan sikap
hanstand; dan Waktu roboh melepaskan tumpuan tangan atau tidak melakukan guling depan.

Meroda
Meroda merupakan gerakan tubuh ke samping, baik ke arah kanan maupun ke kiri dengan
menggunakan tumpuan kedua tangan dan kedua kaki secara bergantian, dengan merentangkan
kedua tangan dan kedua kaki. Pada saat melakukan gerakan meroda, tubuh kita berputar seperti
roda yang digelindingkan, dengan kedua tangan dan kedua kaki berperan sebagai ruji-rujinya.

Sikap permulaan magi yang baru belajar, berdiri menyampingi arah gerakan, kedua kaki dibuka
lebar, kedua lengan lurus ke atas di samping kepala serong ke samping dan telapak tangan
menghadap ke atas Cara Melakukan Gerakan Meroda

1. Berdiri dengan sikap menyamping arah gerakan, kedua tangan di buka membentuk huruf
"V" dan kedua kaki di buka selebar bahu. Leher rileks dan pandangan ke arah depan.
2. Gerakan badan ke samping kiri , letakan telapak tangan kiri ke samping kiri, dilanjutkna
dengan mengangkat atau melempar kaki kanan ke atas dengan arah ke samping kiri disusul oleh
kaki kiri,
3. Gerakan selanjutnya meletakan tangan kanan di samping tangan kiri dengan jarak dua
kali lebar bahu. sehingga posisi badan terbalik berdiri menggunakan kedua tangan.
4. Gerakan lanjtuan turunkan kaki kanan disusul kaki kiri sehingga kembali ke posisi
semula.
Ketika terjadi kesalahan saat melakukan gerakan meroda dan terjadi cedera maka harus segera
diberikan pertolongan. Berikut ini Cara Memberikan Pertolongan saat terjadi kesalahan dalam
melakukan gerakan meroda.
1. Satu orang teman memberikan bantuan dengan cara berdiri di belakang orang yang
melakukan gerakan meroda (tidak terlalu jauh dari yang melakukan meroda).
2. Pada saat badan dan kedua kaki yang melakukan meroda terangkat ke atas, maka si
teman segera memegang kedua sisi pinggulnya.
3. Pada waktu gerakan meroda ke samping, teman tetap memegang kedua sisi pinggulnya
sampai kedua kaki menumpu di lantai.
Round Off
Round off adalah suatu satuan gerakan yang terdiri dari melakukan hand stand dengan berputar
pada sumbu tegak. Menolak dengan ke 2 tangan tumpuan pada saat ke 2 kaki akan mendarat di
lantai.

Cara melakukan gerakan round off

1. Melakukan hand stand (bagi anak yang belum bisa melakukan hand stand dilakukan
dengan bantuan). Sikap awal badan tegap dan pandangan ke depan kemudian angkat kedua
tangan ke atas Mengangkat kaki kiri dan meletakkannya ke matras.
2. Kemudian tangan kiri yang diangkat ditempatkan ke matras , kemudian disusul tangan
yang kanan disisi tangan kiri (posisi telapak tangan kanan tegak lurus terhadap telapak tangan
kiri), badan berputar pada sumbu tegak..
3. Kemudian melakukan hand stand dengan meletakkan ke 2 tangan menghadap arah
datang, jadi pada saat ke 2 tangan menolak ke matras kedua kaki lurus keatas menyerupai huruf
V
4. Pada saat ke 2 kaki rapat akan turun dengan tolakan ke 2 tangan meninggalkan lantai.
5. Jatuhkan kedua kaki secara bersamaan ke matras dengan kedua tangan rileks di samping
badan.
Loncat Kangkang
Loncat kangkang adalah gerakan melompati suatu alat dengan cara bertumpu pada alat tersebut.
Dalam latihan gerakan ini dapat dapat dilakukan pada peti lompat atau pada teman yang
membungkuk. Cara melakukan loncat kangkang:

1. Awalan lari cepat badan condong ke depan.


2. Kedua kaki menolak pada papan tolak sekuat-kuatnya disertai ayunan dari belakang
bawah ke depan. Badan lurus, tungkai dipisahkan.
3. Saat tangan menyentuh pada bagian pangkal kuda-kuda segera menolak sekuat-kuatnya.
4. Badan melayang di atas kuda-kuda sikap lurus, lengan direntangkan, tungkai lurus
dipisahkan (dibuka lebar) pandangan ke depan.
5. Mendarat dengan ujung kaki mengeper lengan direntangkan ke atas.
Berikut ini beberapa kesalahan yang sering terjadi ketika melakukan lompat kangkang.
1. Setelah menolakkan kaki pada papan tolak, tungkai kurang terangkat/ tinggi badan
kurang lurus.
2. Saat tangan bertumpu, kepala terlalu ke depan sehingga lengan tidak lurus dengan
badan.
3. Panggul kurang diangkat (tinggi) sehingga tidak berhasil membuat sikap kangkang di
atas peti.
4. Lutut bengkok.
5. Kepala dan dada tidak terangkat pada saat tangan menyentuh peti lompat.
6. Lengan tidak lurus.
Lompat Jongkok
Teknik gerakannya sama dengan lompat kangkang menggunakan kuda-kuda, tetapi karena peti
lompat lebih panjang maka memerlukan awalan yang lebih panjang dan tolakan yang lebih kuat
lagi.

Cara melakukan lompat jongkok:

1. Awalan lari cepat badan condong ke depan.


2. Kedua kaki menolak pada papan tolak sekuat-kuatnya, badan condong ke depan dan
kedua tangan diayun ke depan dengan sasaran tumpuan tangan pada ujung akhir bagian peti
lompat.
3. Saat melayang badan lurus kaki rapat, kemudian dengan tangan lurus menumpu pada
peti lompat.
4. Kedua tangan menolak kuat pada peti lompat dan dibuka selebar bahu, kemudian kedua
kaki ditekuk di dekatkan pada dada dan masuk di antara kedua lengan.
5. Luruskan badan dan kedua kaki rapat,sesaat sebelum mendarat, pandangan tetap ke
depan.
6. Mendarat lunak, pertahankan keseimbangan.
Kayang
Kayang adalah posisi kaki bertumpu dengan empat titik dalam keadaan terbalik dengan
meregang dan mengangkat perut dan panggul. Nilai dari pada gerakan kayang yaitu dengan
menempatkan kaki lebih tinggi memberikan tekanan pada bahu dan sedikit pada pinggang.
Manfaat dari gerakan kayang adalah untuk meningkatkan kelentukan bahu,bukan kelentukan
pinggang. Cara melakuka ngerakan kayang dengan sikap awal berdiri adalah sebagai berikut.

1. Sikap permulaan berdiri, keduan tangan menumpu pada pinggul.


2. Kedua kaki ditekuk, siku tangan ditekuk, kepala di lipat ke belakang.
3. Kedua tangan diputar ke belakang sampai menyentuh matras sebagai tumpuan.
4. Posisi badan melengkung bagai busur.
Kayang dari sikap tidur dapat dilkukan dengan cara cebagai berikut :
1. Sikap awal : tidur telentang kedua lutut ditekuk, kedua tumit rapat pada pinggul, kedua
siku ditekuk dan telapak tangan melekat pada matras/lantai, ibu jari disamping telinga
2. Gerakan ; Badan diangkat keatas, kedua tangan dan kaki lurus. Masukkan kepala
diantara 2 tangan.
3. Tahan dan usahakan kedua telapak tangan menyentuh dan menapak pada matras/lantai.
Kesalahan-kesalahan yang sering dilakukan saat melakukan kayang yaitu :
1. Jarak kedua tangan dan kaki terlalu jauh
2. Siku-siku bengkok disebabkan kekakuan persendian siku dan bahu
3. Badan kurang melengkung (membusur), disebabkan kurang lemas/lentuknya bagian
punggung dan kekakuan pada otot perut
4. Sikap kepala yang terlalu menengadah
5. Kurang keseimbangan.
Sikap Lilin
Sikap lilin adalah sikap yang dibuat dari sikap semula tidur telentang kemudian mengangkat
kedua kaki (rapat) lurus ke atas dengan kedua tangan menopang pinggang

1. Sikap awal :Tidur telentang dengan lengan di samping badan dan pandangan ke atas,
kedua tangan memegang pinggang merapat lantai atau matras.
2. Gerakan: Kedua kaki rapat diangkat lurus ke atas, punggung, tungkai, serta jari-jarinya
menuju ke atas, sedang yang menjadi landasan adalah seluruh pundak dan dibantu oleh kedua
lengan yang mendorong pinggul bagian belakang. Siku menempel pada lantai atau matras.
Kesalahan-kesalahan yang sering dilakukan saat melakukan sikap lilin yaitu :
1. Pinggang hanya ditopang dengan ibu jari
2. Kedua kaki condong kebelakang, sehingga berat untuk ditopang dan tidak dapat
bertahan dalam waktu yang lama
3. Kedua kaki condong kedepan
4. Penempatan siku-siku tangan terlalu keluar dari garis lebar badan
5. Tidak/kurang bertumpu pada pundak