You are on page 1of 11

GHITA SAFITRI

SEMOGA BISA BERMANFFAT
Jumat, 16 Januari 2015
makalah K3
JENIS-JENIS DAN TINDAKAN UNTUK MENGHINDARI / MENGURANGI
KECELAKAAN KERJA

Untuk mencegah gangguan daya kerja, ada beberapa usaha yang dapat dilakukan agar para
buruh tetap produktif dan mendapatkan jaminan perlindungan keselamatan kerja, yaitu:

1. Pemeriksaan kesehatan sebelum bekerja (calon pekerja) untuk mengetahui apakah calon
pekerja tersebut serasi dengan pekerjaan barunya, baik secara fisik maupun mental.

2. Pemeriksaan kesehatan berkala/ulangan, yaitu untuk mengevaluasi apakah faktor-faktor
penyebab itu telah menimbulkan gangguan pada pekerja.

3. Pendidikan tentang kesehatan dan keselamatan kerja diberikan kepada para buruh
secarakontinu agar mereka tetap waspada dalam menjalankan pekerjaannya.

4. Pemberian informasi tentang peraturan-peraturan yang berlaku di tempat kerja
sebelummereka memulai tugasnya, tujuannya agar mereka mentaatinya.

5. Penggunaan pakaian pelindung.

6. Isolasi terhadap operasi atau proses yang membahayakan, misalnya proses pencampuran
bahan kimia berbahaya, dan pengoperasian mesin yang sangat bising.

7. Pengaturan ventilasi setempat/lokal, agar bahan-bahan/gas sisa dapat dihisap dandialirkan
keluar.

Pengadaan ventilasi umum untuk mengalirkan udara ke dalam ruang kerja sesuai dengankebutuhan. » Kurangnya motivasi. Berikut contoh bentuk-bentuk ketimpangan unsur 5M tersebut. antara lain : » Tidak adanya unsur keharmonisan antar tenaga kerja maupun dengan pimpinan. Medan ( tempat kerja / lingkungan kerja ). Substitusi bahan yang lebih berbahaya dengan bahan yang kurang berbahaya atau tidak berbahaya sama sekali. antara lain : .: Unsur Manusia. Unsur Manajemen.8. Ketimpangan pada salah satu atau lebih unsur tersebut akan menimbulkan kecelakaan / kerugian. 9. maka ditinjau dari sudut keselamatan kerja unsur-unsur penyebab kecelakaan kerja mencakup 5 M yaitu : Manusia. Material ( bahan-bahan ). Mesin ( peralatan ). » Kurangya pengetahuan / keterampilan. 1 MACAM-MACAM KASUS KECELAKAAN KERJA Berdasarkan konsepsi sebab kecelakaan tersebut diatas. » ketidakmampuan fisik / mental. Manajemen ( unsur pengatur ). Semua unsur tersebut saling berhubungan dan membentuk suatu sistem tersendiri.

antara lain : » Penerangan tidak tepat ( silau atau gelap ). Unsur Material. 2 JENIS-JENIS TINDAKAN UNTUK MENGATASI KECELAKAAAN YANG TERJADI Kecelakaan akibat kerja dapat dicegah dengan: . antara lain : » Cacat pada waktu proses pembuatan. » Kesalahan prosedur operasi. » Adanya bahan yang mengandung korosif.» Kurang pengawasan. Unsur Medan. » Kesalahan pembinaan pekerja. antara lain : » Adanya bahan beracun / mudah terbakar. » Ventilasi buruk dan housekeeping yang jelek. » Kesalahan perencanaan. » Struktur organisasi yang tidak jelas dan kurang tepat. Unsur Mesin. » Kerusakan karena pengolahan.

• mempromosikan hak-hak tenaga kerja yang mendasar (contohnya menghapuskan pekerja paksa) dan tindakan anti diskriminasi (contohnya sehubungan dengan isu jender dan korban HIV/AIDS). perawatan. pengujian dancara kerja peralatan. 7. Cakupan topik-topik yang pengawas ketenagakerjaan dapat lihat antara lain adalah: • mempromosikan keselamatan dan kesehatan kerja termasuk pencegahan kecelakaan dan penyakit. • perlindungan tingkat penghasilan termasuk memeriksa catatan upah/gaji. Standarisasi yaitu penetapan standar-standar resmi.sesuai dengan tujuan dan peraturan nasionalnya. Pengawasan yaitu : Pengawasan tentang dipatuhinya ketentuan-ketentuan perundang- undangan yang diwajibkan 4. Pendidikan yang menyangkut pendidikan keselamatan dalam kemajuan teknik. 5. hari libur dan waktu istirahat termasuk cuti sakit dan melahirkan. fasilitas kesejahteraan. 6. perencanaan konstruksi. • memeriksa catatan waktu kerja dan lembur. 2. Usaha keselamatan pada tingkat perusahaan 3 ISU-ISU YANG MEMBUTUHKAN PERHATIAN Cakupan peraturan yang diamati oleh pengawasan ketenagakerjaan secara potensial sangat besar dan bervariasi dari satu negara ke negara lainnya. 3. . setengah resmi atau hak resmimengenai misalnya : konstruksi yang memenuhi syarat-syarat keselamatan jenis-jenis peralatan kerja.1. Peraturan Perundangan yaitu ketentuan-ketentuan yang diwajibkan mengenai kondisikerja pada umunya. Latihan-latihan yaitu : Latihan kerja peningkatan keterampilan atau praktek kerjakhusunya tenaga kerja baru dalam keselamatan kerja. Asuransi yaitu insentif pada setiap orang tenaga kerja untuk meningkatkan pencegahan kecelakaan. pembayaran lembur. pengawasan.

: Tentang Penangguhan Mulai Berlakunya Undang- Undang Nomor 2 Tahun 2004 tentang Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial Peraturan Pemerintah No. 7 Tahun 1973 : Tentang Pengawasan atas Peredaran. 2005. : Tentang Perubahan Keempat Atas Peraturan Pemerintah Nomor 14 Tahun 1993 Tentang Penyelenggaraan Program Jaminan Sosial Tenaga Kerja . beberapa secara ekslusif hanya menangani keselamatan dan kesehatan kerja dan/atau aspek-aspek tertentu dari kondisi-kondisi kerja dan perlindungan 4 PERATURAN-PERATURAN PEMERINTAH TERKAIT DENAGAN K3 Daftar Peraturan Pemerintah tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja Peraturan Pemerintah Tahun 1930 : Tentang Peraturan Uap Peraturan Pemerintah No. • masalah-masalah ketenagakerjaan (dari hubungan kerja ilegal. Contohnya. • hubungan kerja pekerja perempuan. 22 Tahun 2004 : Tentang Pengelolaan Dan Investasi Dana Program Jamsostek Peraturan Pemerintah No. dan kaum muda dan pekerja lainnya dengan kebutuhan khusus (contohnya tantangan fi sik). anak-anak. Banyak pengawasan ketenagakerjaan hanya mencakup beberapa dari kegiatan-kegiatan diatas. dan • dialog sosial dan isu-isu hubungan industrial dan memonitor perjanjian bersama. tanpa menghiraukan status hubungan kerja mereka yang tidak biasa (iregular). 01 Tahun 2005. • kontribusi jaminan sosial. 64 th. 14 Tahun 1993 : Tentang Penyelenggaraan Program Jaminan Sosial Tenaga Kerja Peraturan Pemerintah No.• penyelidikan kecelakaan dan kompensasikecelakaan kerja. Penyimpanan dan Penggunaan Pestisida Peraturan Pemerintah No. Penting untuk digarisbawahi bahwa semua pekerja harus berhak atas perlindungan yang sama sepanjang mereka terlibat dalam kerja. termasuk program pelatihan ketrampilan). 11 Tahun 1979 : Tentang Keselamatan Kerja pada Pemurnian dan Pengolahan Minyak dan Gas Bumi Peraturan Pemerintah No. 19 Tahun 1973 : Tentang Pengaturan dan Pengawasan Keselamatan Kerja di Bidang Pertambangan Peraturan Pemerintah No. izin kerja sampai promosi penciptaan lapangan kerja.

2007. 15 Tahun. ada beberapa usaha yang dapat dilakukan agar para buruh tetap produktif dan mendapatkan jaminan perlindungan keselamatan kerja. Pemeriksaan kesehatan sebelum bekerja (calon pekerja) untuk mengetahui apakah calon pekerja tersebut serasi dengan pekerjaan barunya. 14 Tahun 1993 tentang Penyelenggaraan Program Jaminan Sosial Tenaga Kerja Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. : Tentang Perubahan Kelima Atas Peraturan Pemerintah Nomor 14 Tahun 1993 Tentang Penyelenggaraan Program Jaminan Sosial Tenaga Kerja Peraturan Pemerintah No. yaitu: 1. 14 Tahun 1993 Tentang Penyelenggaraan Program Jaminan Sosial Tenaga Kerja 5 JENIS-JENIS DAN TINDAKAN UNTUK MENGHINDARI / MENGURANGI KECELAKAAN KERJA Untuk mencegah gangguan daya kerja.76 Tahun 2007. : Tentang Tata Cara Memperoleh Informasi Ketenagakerjaan Dan Penyusunan Serta Pelaksanaan Perencanaan Tenaga Kerja Peraturan Pemerintah No. 84 Tahun 2010 tentang Perubahan Ketujuh atas Peraturan Pemerintah No. Peraturan Pemerintah No. 50 Tahun 2012 Tentang Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja Peraturan Pemerintah Republik indonesia No. yaitu untuk mengevaluasi apakah faktor-faktor penyebab itu telah menimbulkan gangguan pada pekerja. baik secara fisik maupun mental. Pemeriksaan kesehatan berkala/ulangan. 3. Pendidikan tentang kesehatan dan keselamatan kerja diberikan kepada para buruh secarakontinu agar mereka tetap waspada dalam menjalankan pekerjaannya. . 2. 53 Tahun 2012 Tentang Perubahan Kedelapan Atas Peraturan Pemerintah No.

misalnya proses pencampuran bahan kimia berbahaya. Berikut contoh bentuk-bentuk ketimpangan unsur 5M tersebut. Pengaturan ventilasi setempat/lokal. tujuannya agar mereka mentaatinya. 1 MACAM-MACAM KASUS KECELAKAAN KERJA Berdasarkan konsepsi sebab kecelakaan tersebut diatas. Medan ( tempat kerja / lingkungan kerja ). Manajemen ( unsur pengatur ).4. 6.: . Isolasi terhadap operasi atau proses yang membahayakan. Semua unsur tersebut saling berhubungan dan membentuk suatu sistem tersendiri. Material ( bahan-bahan ). 9. 5. Substitusi bahan yang lebih berbahaya dengan bahan yang kurang berbahaya atau tidak berbahaya sama sekali. dan pengoperasian mesin yang sangat bising. Pengadaan ventilasi umum untuk mengalirkan udara ke dalam ruang kerja sesuai dengankebutuhan. agar bahan-bahan/gas sisa dapat dihisap dandialirkan keluar. Ketimpangan pada salah satu atau lebih unsur tersebut akan menimbulkan kecelakaan / kerugian. Mesin ( peralatan ). maka ditinjau dari sudut keselamatan kerja unsur-unsur penyebab kecelakaan kerja mencakup 5 M yaitu : Manusia. Penggunaan pakaian pelindung. 7. 8. Pemberian informasi tentang peraturan-peraturan yang berlaku di tempat kerja sebelummereka memulai tugasnya.

antara lain : » Adanya bahan beracun / mudah terbakar. » Kurangya pengetahuan / keterampilan. » Kesalahan prosedur operasi. » Struktur organisasi yang tidak jelas dan kurang tepat. » ketidakmampuan fisik / mental. Unsur Manusia. » Kesalahan perencanaan. Unsur Manajemen. 2 . Unsur Medan. » Kesalahan pembinaan pekerja. Unsur Mesin. » Kerusakan karena pengolahan. » Kurangnya motivasi. antara lain : » Kurang pengawasan. » Adanya bahan yang mengandung korosif. » Ventilasi buruk dan housekeeping yang jelek. antara lain : » Tidak adanya unsur keharmonisan antar tenaga kerja maupun dengan pimpinan. Unsur Material. antara lain : » Cacat pada waktu proses pembuatan. antara lain : » Penerangan tidak tepat ( silau atau gelap ).

Cakupan topik-topik yang pengawas ketenagakerjaan dapat lihat antara lain adalah: . 6. pengujian dancara kerja peralatan. Usaha keselamatan pada tingkat perusahaan 3 ISU-ISU YANG MEMBUTUHKAN PERHATIAN Cakupan peraturan yang diamati oleh pengawasan ketenagakerjaan secara potensial sangat besar dan bervariasi dari satu negara ke negara lainnya.JENIS-JENIS TINDAKAN UNTUK MENGATASI KECELAKAAAN YANG TERJADI Kecelakaan akibat kerja dapat dicegah dengan: 1. pengawasan. Peraturan Perundangan yaitu ketentuan-ketentuan yang diwajibkan mengenai kondisikerja pada umunya. Asuransi yaitu insentif pada setiap orang tenaga kerja untuk meningkatkan pencegahan kecelakaan. perawatan. 5. 2. 7. Latihan-latihan yaitu : Latihan kerja peningkatan keterampilan atau praktek kerjakhusunya tenaga kerja baru dalam keselamatan kerja. setengah resmi atau hak resmimengenai misalnya : konstruksi yang memenuhi syarat-syarat keselamatan jenis-jenis peralatan kerja. Pendidikan yang menyangkut pendidikan keselamatan dalam kemajuan teknik. 3. perencanaan konstruksi.sesuai dengan tujuan dan peraturan nasionalnya. Standarisasi yaitu penetapan standar-standar resmi. Pengawasan yaitu : Pengawasan tentang dipatuhinya ketentuan-ketentuan perundang- undangan yang diwajibkan 4.

• memeriksa catatan waktu kerja dan lembur. Penyimpanan dan Penggunaan Pestisida Peraturan Pemerintah No. 11 Tahun 1979 : Tentang Keselamatan Kerja pada Pemurnian dan Pengolahan Minyak dan Gas Bumi . pembayaran lembur. 7 Tahun 1973 : Tentang Pengawasan atas Peredaran. Banyak pengawasan ketenagakerjaan hanya mencakup beberapa dari kegiatan-kegiatan diatas. tanpa menghiraukan status hubungan kerja mereka yang tidak biasa (iregular). Contohnya. izin kerja sampai promosi penciptaan lapangan kerja. 19 Tahun 1973 : Tentang Pengaturan dan Pengawasan Keselamatan Kerja di Bidang Pertambangan Peraturan Pemerintah No. • masalah-masalah ketenagakerjaan (dari hubungan kerja ilegal. dan • dialog sosial dan isu-isu hubungan industrial dan memonitor perjanjian bersama. • mempromosikan hak-hak tenaga kerja yang mendasar (contohnya menghapuskan pekerja paksa) dan tindakan anti diskriminasi (contohnya sehubungan dengan isu jender dan korban HIV/AIDS). Penting untuk digarisbawahi bahwa semua pekerja harus berhak atas perlindungan yang sama sepanjang mereka terlibat dalam kerja. termasuk program pelatihan ketrampilan). beberapa secara ekslusif hanya menangani keselamatan dan kesehatan kerja dan/atau aspek-aspek tertentu dari kondisi-kondisi kerja dan perlindungan 4 PERATURAN-PERATURAN PEMERINTAH TERKAIT DENAGAN K3 Daftar Peraturan Pemerintah tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja Peraturan Pemerintah Tahun 1930 : Tentang Peraturan Uap Peraturan Pemerintah No. • penyelidikan kecelakaan dan kompensasikecelakaan kerja. anak-anak. • hubungan kerja pekerja perempuan. fasilitas kesejahteraan.• mempromosikan keselamatan dan kesehatan kerja termasuk pencegahan kecelakaan dan penyakit. • perlindungan tingkat penghasilan termasuk memeriksa catatan upah/gaji. dan kaum muda dan pekerja lainnya dengan kebutuhan khusus (contohnya tantangan fi sik). hari libur dan waktu istirahat termasuk cuti sakit dan melahirkan. • kontribusi jaminan sosial.

blogspot. 01 Tahun 2005. 64 th. 22 Tahun 2004 : Tentang Pengelolaan Dan Investasi Dana Program Jamsostek Peraturan Pemerintah No.76 Tahun 2007. : Tentang Perubahan Keempat Atas Peraturan Pemerintah Nomor 14 Tahun 1993 Tentang Penyelenggaraan Program Jaminan Sosial Tenaga Kerja Peraturan Pemerintah No. 14 Tahun 1993 tentang Penyelenggaraan Program Jaminan Sosial Tenaga Kerja Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 53 Tahun 2012 Tentang Perubahan Kedelapan Atas Peraturan Pemerintah No. 50 Tahun 2012 Tentang Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja Peraturan Pemerintah Republik indonesia No.id/2015/01/makalah-k3. 14 Tahun 1993 : Tentang Penyelenggaraan Program Jaminan Sosial Tenaga Kerja Peraturan Pemerintah No. 2005.co. 14 Tahun 1993 Tentang Penyelenggaraan Program Jaminan Sosial Tenaga Kerja http://ghitasafitri2. : Tentang Penangguhan Mulai Berlakunya Undang- Undang Nomor 2 Tahun 2004 tentang Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial Peraturan Pemerintah No. 16 Januari 2015 Ghita Safitri . : Tentang Tata Cara Memperoleh Informasi Ketenagakerjaan Dan Penyusunan Serta Pelaksanaan Perencanaan Tenaga Kerja Peraturan Pemerintah No. 15 Tahun. Peraturan Pemerintah No. : Tentang Perubahan Kelima Atas Peraturan Pemerintah Nomor 14 Tahun 1993 Tentang Penyelenggaraan Program Jaminan Sosial Tenaga Kerja Peraturan Pemerintah No. 84 Tahun 2010 tentang Perubahan Ketujuh atas Peraturan Pemerintah No.html Jumat. 2007.