You are on page 1of 15

PEMERIKSAAN FISIK ANTENATAL CARE (ANC

),
PROSES PERSALINAN, PEMEMERIKSAAN FISIK
POST PARTUM
A. PEMERIKSAAN FISIK ANTENATAL CARE (ANC)
Definisi Asuhan antenatal adalah suatu program yang terencana berupa observasi, edukasi dan
penanganan medik pada ibu hamil, untuk memperoleh suatu proses kehamilan dan persalinan
yang aman dan memuaskan.
(pada beberapa kepustakaan disebut sebagai Prenatal Care)
Ante Natal Care adalah merupakan cara penting untuk memonitoring dan mendukung kesehatan
ibu hamil normal dan mendeteksi ibu dengan kehamilan normal, ibu hamil sebaiknya dianjurkan
mengunjungi bidan atau dokter sedini mungkin semenjak ia merasa dirinya hamil untuk
mendapatkan pelayanan dan asuhan antenatal (Prawirohardjo. S, 2006 :52).
Pelayanan antenatal.
Pelayanan antenatal adalah pelayanan kesehatan oleh tenaga profesional (dokter spesialis
kebidanan, dokter umum, bidan, pembantu bidan dan perawat bidan) untuk ibu selama masa
kehamilannya, sesuai dengan standard minimal pelayanan antenatal yang meliputi 5T yaitu
timbang berat badan, ukur tinggi badan, ukur tekanan darah, pemberian imunisasi TT, ukur tinggi
fundus uteri dan pemberian tablet besi minimal 90 tablet selama masa kehamilan.
Tujuan:
1. menjaga agar ibu sehat selama masa kehamilan, persalinan dan nifas serta mengusahakan
bayi yang dilahirkan sehat.
2. memantau kemungkinan adanya risiko-risiko kehamilan, dan merencanakan
penatalaksanaan yang optimal terhadap kehamilan risiko tinggi.
3. menurunkan morbiditas dan mortalitas ibu dan perinatal.
Status generalis / pemeriksaan umum.
Penilaian keadaan umum, kesadaran, komunikasi/kooperasi. Tanda vital (tekanan darah, nadi,
suhu, pernapasan), tinggi/berat badan. Kemungkinan risiko tinggi pada ibu dengan tinggi < 145
cm, berat badan 75 kg. Batas hipertensi pada kehamilan yaitu 140/90 mmHg (nilai diastolik lebih
bermakna untuk prediksi sirkulasi plasenta). Kepala ada/tidaknya nyeri kepala (anaemic
headache nyeri frontal, hypertensive / tension headache nyeri suboksipital berdenyut). Mata
konjungtiva pucat / tidak, sklera ikterik / tidak.
Mulut / THT ada tanda radang / tidak, lendir, perdarahan gusi, gigi-geligi. Paru / jantung /
abdomen inspeksi palpasi perkusi auskultasi umum. Ekstremitas diperiksa terhadap edema,
pucat, sianosis, varises, simetri (kecurigaan polio, mungkin terdapat kelainan bentuk panggul).
Jika ada luka terbuka atau fokus infeksi lain harus dimasukkan menjadi masalah dan
direncanakan penatalaksanaannya.
Status obstetricus / pemeriksaan khusus obstetric
Abdomen

Page

(12/13/14)) x 155 gram. Pada kehamilan aterm. discharge. perkiraan berat janin dapat menggunakan rumus cara Johnson-Tossec yaitu : tinggi fundus (cm) . ketiga dan kelima. luka / perdarahan. Batas frekuensi denyut jantung janin normal adalah 120-160 denyut per menit. warna). Genitalia eksterna Inspeksi luar : keadaan vulva / uretra.pada kehamilan lebih besar. Spekulum ditutup horisontal. ada tidaknya tanda radang. Pemeriksaan palpasi Leopold dilakukan dengan sistematika : · Leopold I Menentukan tinggi fundus dan meraba bagian janin yang di fundus dengan kedua telapak tangan. Palpasi : tentukan tinggi fundus uteri (pada kehamilan muda dilakukan dengan palpasi bimanual dalam. sementara bradikardi menunjukkan kegagalan kompensasi beban / stress pada janin (fetal distress/gawat janin).Inspeksi : membesar/tidak (pada kehamilan muda pembesaran abdomen mungkin belum nyata). keadaan ostium. Labia dipisahkan dengan dua jari pemeriksa untuk inspeksi lebih jelas. untuk konfirmasi bagian terbawah janin dan menentukan apakah bagian tersebut sudah masuk / melewati pintu atas panggul (biasanya dinyatakan dengan satuan x/5) Jika memungkinkan dalam palpasi diperkirakan juga taksiran berat janin (meskipun kemungkinan kesalahan juga masih cukup besar). atau mungkin bagian keras bulat (kepala) janin. alat spekulum Cusco (cocorbebek) dimasukkan ke vagina dengan bilah vertikal kemudian di dalam liang vagina diputar 90o sehingga horisontal. tanda radang atau kelainan lainnya. ada/tidaknya darah/cairan/ discharge di forniks. mencari sisi bagian besar (biasanya punggung) janin. jari ke arah kaki pasien. kemudian dijumlah dan dikalikan 4 untuk memperoleh frekuensi satu menit. kelainan lainnya. Inspeksi dalam menggunakan spekulum (in speculo) : Labia dipisahkan dengan dua jari pemeriksa. jarak antara fundus uteri dengan tepi atas simfisis os pubis). ada/tidak tumor. Deskripsi keadaan porsio serviks (permukaan. dapat diperkirakan ukuran uterus . Takikardi menunjukkan adanya reaksi kompensasi terhadap beban / stress pada janin (fetal stress). Sebenarnya pemeriksaan auskultasi yang ideal adalah denyut jantung janin dihitung seluruhnya selama satu menit. Auskultasi : dengan stetoskop kayu Laennec atau alat Doppler yang ditempelkan di daerah punggung janin. dilihat keadaan dinding dalam vagina. dihitung frekuensi pada 5 detik pertama. lalu dibuka. diputar vertikal dan dikeluarkan dari vagina. · Leopold IV Kedua tangan menekan bagian bawah uterus dari kiri-kanan. Genitalia interna Page . tinggi fundus dapat diukur dengan pita ukuran sentimeter. jari ke arah kepala pasien. · Leopold III Satu tangan meraba bagian janin apa yang terletak di bawah (di atas simfisis) sementara tangan lainnya menahan fundus untuk fiksasi. · Leopold II Kedua telapak tangan menekan uterus dari kiri-kanan.

kecuali ada indikasi. 2. akan sulit dan sakit untuk eksplorasi.Palpasi : colok vaginal (vaginal touché) dengan dua jari sebelah tangan dan bimanual dengan tangan lain menekan fundus dari luar abdomen. tekanan darah. untuk memperkirakan ukuran. tebal. Jika sejak awal laboratorium rutin dalam batas normal. Pada kunjungan pemeriksaan lanjutan. aktifitas janin. Periksa gula darah pada kunjungan pertama. Lain-lain Page . Alasan lainnya. perdarahan per vaginam pada kehamilan trimester ketiga. Terhadap janin diperiksa perkiraan besar / berat janin. Umumnya pemeriksaan dalam yang sungguh bermakna untuk kepentingan obstetrik (persalinan) adalah pemeriksaan pada usia kehamilan di atas 34-36 minggu. perkiraan volume cairan amnion dan letak plasenta (jika memungkinkan dengan USG). Ditentukan bagian terbawah (JANGAN LUPA. dan tinggi fundus uteri.dapat menjadi predisposisi penjalaran infeksi (korioamnionitis). bila normal. Keluhan ibu. berat badan. presentasi janin. dapat menjadi pencetus perdarahan yang lebih berat (hanya boleh dilakukan di meja operasi. periksa ulang pada kunjungan minggu ke 26-28. denyut jantung janin. penilaian serviks uteri dan keadaan jalan lahir. 2. ketuban pecah dini . Pemeriksaan rektal (rektal touché) : dilakukan atas indikasi. arah dan ada/tidaknya pembukaan serviks. Periksa juga infeksi TORCH (Toxoplasma. untuk deteksi dini diabetes mellitus gestasional. diperiksa : 1. diulang kembali pada kehamilan 32-34 minggu. dilakukan dengan cara perabaan fornices dengan sangat hati- hati). Laboratorium Jika terdapat kelainan. Kontraindikasi relatif colok vaginal adalah : 1. letak. 29-36 minggu setiap 2 minggu sekali dan di atas 36 minggu setiap minggu sekali). Ditentukan konsistensi. pada usia kehamilan kurang dari 36 minggu. elastisitas jaringan lunak sekitar jalan lahir masih minimal. Diperiksa ada/tidak kelainan uterus dan adneksa yang dapat ditemukan. Hepatitis / HIV). Pemeriksaan lanjutan Jadwal kunjungan Idealnya seperti di atas (sampai 28 minggu 1 kali setiap bulan. presentasi dan letak janin. karena kemungkinan adanya plasenta previa. SELALU PALPASI BIMANUAL PADA PEMERIKSAAN VAGINAL !!!!) Pada pemeriksaan di atas 34-36 minggu dilakukan perhitungan pelvimetri klinik untuk memperkirakan ada/tidaknya disproporsi fetopelvik/sefalopelvik. Cytomegalovirus. ditatalaksana dan diperiksa ulang terus sampai mencapai normal. Rubella. Pemeriksaan dalam (vaginal touché) seringkali tidak dilakukan pada kunjungan antenatal pertama. serta pelvimetri klinik untuk penilaian kemungkinan persalinan normal pervaginam.

karena tidak membahayakan kehamilan.0. terutama pada usia kehamilan muda. Istirahat harus cukup. kehamilan kembar. Page .Pelvimetri radiologik (akhir trimester 3). Nasehat untuk perawatan umum / sehari–hari Aktifitas fisik Dapat seperti biasa (tingkat aktifitas ringan sampai sedang). Hindari trauma berlebihan pada daerah serviks / uterus.5 MHz. untuk perhitungan jalan lahir. penyakit menular seksual. sebaiknya coitus jangan dilakukan. Makin tinggi frekuensi. Tekanan udara di dalam kabin kapal penumpang telah diatur sesuai atmosfer biasa. perdarahan pervaginam. dianjurkan untuk dikurangi. pernapasan dan perspirasi yang leluasa. Pemakaian sabun khusus / antiseptik vagina tidak dianjurkan karena justru dapat mengganggu flora normal vagina. Pada beberapa keadaan seperti kontraksi / tanda-tanda persalinan awal. Beberapa kepustakaan menganjurkan agar coitus mulai dihentikan pada 3- 4 minggu terakhir menjelang perkiraan tanggal persalinan. harus dihentikan (abstinentia). Tetap harus digunakan dosis radiasi sekecil-kecilnya. 6. Mandi dan cara berpakaian Mandi cukup seperti biasa. Jika tingkat aktifitas berat. Pekerjaan Hindari pekerjaan yang membahayakan atau terlalu berat atau berhubungan dengan radiasi / bahan kimia. keputihan. perdarahan per vaginam). Jika duduk/berbaring dianjurkan kaki agak ditinggikan. resolusi yang dihasilkan makin baik tetapi penetrasi tidak dapat dalam. Olahraga dapat ringan sampai sedang. di mana diharapkan plasenta sudah terbentuk. Pada trimester 3 akhir. karena itu harus disesuaikan dengan kebutuhan. dengan implantasi dan fungsi yang baik. istirahat minimal 15 menit tiap 2 jam. dipertahankan jangan sampai denyut nadi melebihi 140 kali per menit. sehingga kemungkinan mutasi / karsinogen jauh lebih kecil dibandingkan pada trimester pertama / kedua. Selain itu aplikasi sabun vaginal dengan alat semprot dapat menyebabkan emboli udara atau emboli cairan yang dapat berbahaya.5. Bepergian dengan pesawat udara Tidak perlu kuatir bepergian dengan menumpang pesawat udara biasa. Berpakaian sebaiknya yang memungkinkan pergerakan. kecuali jika terjadi perdarahan atau keluar cairan dari kemaluan. Imunisasi lain sesuai indikasi. Jika ada riwayat abortus sebelumnya. Ultrasonografi (USG) tidak berbahaya karena menggunakan gelombang suara. Imunisasi Terutama tetanus toksoid.5 atau 7. pembentukan dan pematangan organ janin sudah hampir selesai. abortus iminens atau abortus habitualis. keluar cairan pervaginam. ketuban pecah. aktifitas fisik harus dihentikan. Sanggama / coitus Dapat seperti biasa. 5. Jika ada gangguan / keluhan yang mencurigakan dapat membahayakan (misalnya. coitus ditunda sampai usia kehamilan di atas 16 minggu. Frekuensi yang digunakan dari 3. jika diperlukan.

bayi akan semakin terdorong ke bawah sehingga menyebabkan pembukaan jalan lahir. Ada baiknya para calon ibu mengetahui proses atau tahapan persalinan seperti apa. Dianjurkan menghindari kontak. yang berarti pembukaan sempurna dan bayi siap keluar dari rahim. sampai pembukaan 3 cm · Fase aktif: yang terbagi atas 3 subfase yaitu akselerasi. Obat-obat depresan adiktif (narkotik dsb. diberi tambahan vitamin dan tablet Fe. Di sisi lain persalinan juga menjadi mendebarkan khususnya bagi calon ibu baru.Perawatan mammae dan abdomen Jika terjadi papila retraksi. Persalinan terasa akan menyenangkan karena si kecil yang selama sembilan bulan bersembunyi di dalam perut anda akan muncul terlahir ke dunia. Untuk pencegahan anemia defisiensi. sebuah waktu yang menyenangkan namun di sisi lain merupakan hal yang paling mendebarkan. Kala I : Tahap Pembukaan In partu (partus mulai) ditandai dengan lendir bercampur darah. dan sebuah perjuangan yang cukup melelahkan. dibiasakan papillla ditarik manual dengan pelan. Page . Makanan sehari-hari dianjurkan yang memenuhi standar kecukupan gizi untuk ibu hamil (detail cari/baca sendiri ya). berlangsung 12-14 jam untuk kehamilan pertama dan 6- 10 jam untuk kehamilan berikutnya. nifas dan menyusui selesai. Hewan piaraan Hewan piaraan dapat menjadi carrier infeksi (misalnya. sehingga para calon ibu dapat mempersiapkan segala halnya guna menghadapi proses persalinan ini. Pada setiap kontraksi rahim. Striae / hiperpigmentasi dapat terjadi. steady dan deselerasi Kala I adalah tahap terlama. mengeluarkan energi yang begitu banyak. dimana terbayang proses persalinan yang menyakitkan. yaitu : 1. Proses persalinan terbagi ke dalam empat tahap. tidak perlu dikuatirkan berlebihan. bulu kucing / burung. B. karena serviks mulai membuka dan mendatar. Darah berasal dari pecahnya pembuluh darah kapiler sekitar karnalis servikalis karena pergeseran ketika serviks mendatar dan terbuka. dapat mengandung parasit toxoplasma). Kala I persalinan di sebut lengkap ketika pembukaan jalan lahir menjadi 10 cm. PROSES PERSALINAN Persalinan merupakan hal yang paling ditunggu-tunggu oleh para ibu hamil. Merokok / minuman keras / obat-obatan Harus dihentikan sekurang-kurangnya selama kehamilan dan sampai persalinan.) mendepresi sirkulasi janin dan menekan perkembangan susunan saraf pusat pada janin. Pada kala ini terbagi atas dua fase yaitu: · Fase Laten: dimana pembukaan serviks berlangsung lambat. Gizi / nutrisi. Pada tahap ini mulut rahim akan menjadi tipis dan terbuka karena adanya kontraksi rahim secara berkala untuk mendorong bayi ke jalan lahir.

kontraksi semakin sering dan kuat. Masa transisi ini menjadi masa yang paling sangat sulit bagi ibu. LUKA Pada Vagina dan Leher Rahim Pada Proses Persalinan Normal Page . tapi bila dokter/bidan memperkirakan perlu dilakukan pengguntingan di daerah perineum (episiotomi). Tahap Pengawasan Tahap ini digunakan untuk melakukan pengawasan terhadap bahaya perdarahan. Kontraksi yang terjadi akan semakin sering dan semakin kuat. kira-kira 2-3 menit sekali. dan bila pembukaan jalan lahir sudah 10 cm berarti bayi siap dilahirkan dan proses persalinan memasuki kala II. 3. Setelah itu dokter/bidan akan memeriksa apakah plasenta sudah terlepas dari dinding rahim. Kala IV. pembukaan jalan lahir sudah hampir sempurna. Ibu akan merasakan tekanan yang kuat di daerah perineum. cepat dan lebih lama. dengan tanda anus terbuka. dapat dilakukan tindakan secepatnya. Tahap Pengeluaran Plasenta Dimulai setelah bayi lahir. Dalam tahap ini ibu masih mengeluarkan darah dari vagina. tapi tidak banyak. Pengeluaran plasenta disertai dengan pengeluaran darah kira-kira 100-200 cc. Pada waku mengedan. pengeluaran darah setelah proses kelahiran menjadi banyak. Ini disebabkan beberapa faktor seperti lemahnya kontraksi atau tidak berkontraksi otot-otot rahim. 2. Oleh karena itu perlu dilakukan pengawasan sehingga jika perdarahan semakin hebat. Pada beberapa keadaan. Anda akan merasakan datangnya rasa mulas yang sangat hebat dan terasa seperti ada tekanan yang sangat besar ke arah bawah. Daerah perineum bersifa elastis. Menjelang berakhirnya kala I. Menjelang akhir kala pertama. plasenta akan terlepas. dan setelah beberapa hari anda akan mengeluarkan cairan sedikit darah yang disebut lokia yang berasal dari sisa-sisa jaringan. Kepala janin turun masuk ruang panggul sehingga terjadilah tekanan pada otot-otot dasar panggul yang secara reflektoris menimbulkan rasa mengedan. Anda mungkin mengalami rasa sakit yang hebat. Anda merasa seperti mau buang air besar. yang berasal dari pembuluh darah yang ada di dinding rahim tempat terlepasnya plasenta. Kala II : Tahap Pengeluaran Bayi Pada kala pengeluaran janin. vulva (bagian luar vagina) membuka dan perineum (daerah antara anus-vagina) meregang. kebanyakan wanita yang pernah mengalami masa inilah yang merasakan masa yang paling berat. kepala janin mulai kelihatan. rasa mulas terkordinir. akan lahirlah kepala diikuti oleh seluruh badan janin. Dengan mengedan terpimpin. Proses melahirkan plasenta berlangsung antara 5-30 menit. dan plasenta akan keluar dengan sendirinya. Kala III. Setelah itu barulah dokter/bidan membersihkan segalanya termasuk memberikan jahitan bila tindakan episiotomi dilakukan 4. seperti ingin buang air besar. maka tindakan ini akan dilakukan dengan tujuan mencegah perobekan paksa daerah perineum akibat tekanan bayi. Pengawasan ini dilakukan selam kurang lebih dua jam. kuat. Dengan adanya kontraksi rahim.

yaitu adanya luka atau robekan pada vagina dan atau leher rahim. Pendarahan Pasca Lahir Pendarahan terjadi pasca persalinan itu adalah pendarahan yang berat dan serius walaupun ini jarang terjadi namun harus segera dirawat. rahim yang pernah mengembang terlalu besar karena mengandung janin yang terlalu besar atau cairan amnion yang terlalu banyak. vagina atau tempat lain di pinggul atau karena rahim robek atau rahim terbalik. Tandanya adanya pendarahan yang berlebihan walaupun mungkin kejadian ini akan terlihat oleh dokter setelah persalinan. Pendarahan yang tidak normal pasca persalinan yaitu pendarahan yang membasahi pembalut wanita dalam waktu satu jam. gumpalan darah yang besar. Dokter akan mencoba beberapa cara untuk menghentikan pendarahan di antaranya: pemijatan pada rahim untuk membantu rahim agar berkontraksi. leher rahim. Pendarahan yang berlebihan dapat terjadi bila rahim terlalu lemas dan tidak mengkerut akibat proses persalinan yang lama dan melelahkan. Jarang terjadi penyebab pendarahan pada ibu yang sebelumnya tidak terdiagnosa atau disebabkan oleh penggunaan aspirin atau obat lain yang dapat mengganggu pembekuan darah. Dapat pula pendarahan timbul satu atau dua minggu setelah persalinan jika sisa-sisa plasenta masih tertinggal pada rahim. selama beberapa jam atau warna darah yang masih menyala setelah hari keempat pasca kelahiran. adanya fibroid sehingga mengganggu terjadinya kontraksi simetris pada rahim atau kondisi umum ibu yang lemah keika persalinan. Pendarahan pasca lahir lebih sering terjadi pada wanita yang pernah mengalami plasenta previa atau pecahnya plasenta sebelum persalinan. Jika sudah terjadi hal-hal yang tersebut di atas sebagian ataupun keseluruhan maka harus segera dilakukan tindakan medis sesuai penyebab pendarahan. nyeri dan atau pembengkakan di perut bagian bawah setelah lewat hari-hari pertama pasca lahir.Kadang-kadang saja terjadinya. Jika pendarahan tidak dapat dihentikan maka dilakukan cara selanjutnya yaitu menginfus dan bila perlu transfusi darah. yang kecil atau yang besar. mencari dan memperbaiki luka. Umumnya semua luka yang panjangnya lebih dari dua sentimeter atau yang terus mengeluarkan darah banyak akan dijahit. Umumnya tidak ada dampak yang serius jika cepat ditangani. berbau busuk. Infeksi juga dapat menyebabkan pendarahan pasca lahir segera atau berminggu-minggu kemudian. pemberian obat-obatan untuk membantu kontraksi rahim. mengeluarkan sisa plasenta. Bila selama persalinan tidak digunakan anastesi maka akan diberikan anestesi lokal sebelum penjahitan. Page . Pendarahan yang berlebihan dapat timbul segera setelah persalinan karena luka yang tidak diperbaiki pada rahim. Bila usaha yang dilakukan semuanya belum berhasil kemungkinan terburuk rahim akan diangkat. bentuk plasenta yang tidak normal atau yang mengalami pemisahan terlalu dini. Kadang-kadang pembalut dimasukkan ke dalam rahim selama 6-24 jam untuk menghentikan pendarahan atau bila perlu dilakukan pengikatan pada pembuluh darah besar di rahim. terutama jika pendarahan tidak melambat jika anda beristirahat. Bila sebabnya gangguan dalam pembekuan darah maka diberikan obat pembekuan darah dan antibiotik untuk mencegah infeksi. Persalinan yang traumatik.

Obat-obatan misalnya magnesim sulfat dapat diberikan untuk membantu melumaskan rahim sehingga dapat dikembalikan ke tempatnya. dokter tidak dapat merasakan adanya rahim dan pada pembalikan rahim yang lengkap sebagian dari rahim akan dapat terlihat di vagina.Akan tetapi umumnya pendarahan pasca lahir dapat berhasil dengan baik dan ibu akan pulih dengan segera. dan mereka yang mendapatkan magnesium sulfat selama proses awal persalinan. Rahim juga dapat membalik ketika ia terlalu lemas atau bila fundus tidak diam di tempatnya ketika plasenta dikeluarkan pada tahap kelahiran ketiga. gangguan buang air kecil. pengeluaran kental. ada proses persalinan yang kadang-kadang plasenta tidak seluruhnya terkelupas dan ketika muncul. ia menarik fundus atau bagian puncak rahim ikut bersamanya. Maka dari itu setiap perubahan suhu tubuh pasca lahir harus segera dilakukan pemeriksaan. setelah proses persalinan yang terlalu lama atau pecahnya membran yang terlalu dini. vagina atau vulva. tetapi harus segera diberikan sesegera mungkin agar hasilnya efektif. Gejala terbaliknya rahim adalah perdarahan yang berlebihan dan kadang-kadang terdapat tanda-tanda syok pada ibu. Infeksi pasca lahir yang paling sering terjadi adalah endometritis yaitu infeksi pada endometrium atau pelapis rahim yang menjadi peka setelah lepasnya plasenta. ketika menekan perut ke bawah. Juga sering terjadi bila ada plasenta yang tertinggal di dalam rahim. lebih sering terjadi pada proses kelahiran caesar. mungkin pula terjadi infeksi dari luka pada leher rahim. jarang terjadi pada wanita yang mendapatkan perawatan medis yang baik dan telah mengalami persalinan melalui vagina yang tidak berkomplikasi. Dapat pula dilakukan biakkan untuk menentukan jenis bakteri. akibatnya rahim akan membalik seperti kaos kaki yang terbalik. sehingga dapat diberikan antibiotik yang tepat. Untuk mengatasinya biasanya dilakukan pemberian antibiotik. Pada infeksi karena luka biasanya terdapat nyeri dan nyeri tekan pada daerah luka. Wanita yang beresiko tinggi akan terbaliknya rahim (walaupun resiko ini tetap masih sangat kecil) adalah mereka yang sebelumnya telah sering melahirkan atau mengalami proses awal persalinan (labor) yang terlalu lama lebih dari 24 jam. bila terdapat sisa-sisa plasenta yang terdapat dalam rahim mereka dapat dikeluarkan sebelum atau sesudah rahim Page . Tanda dan gejalanya akan berbeda bergantung dari asal infeksi. Pada umumnya rahim dapat dikembalikan ketempatnya dengan tangan walaupun kadang digunakan teknik lain. nyeri yang samar-samar pada perut bagian bawah dan kadang-kadang keluar dari vagina berbau tidak enak yang khas menunjukkan adanya infeksi pada endometrium. nyeri pada perut atau sisi tubuh. Terbaliknya Rahim Setelah kelahiran bayi. sedikit demam. mereka yang plasentanya tertanam melewati bagian puncak rahim (fundus) atau tertanam pada tempat yang tidak normal. Kadang-kadang tidak terdapat tanda yang jelas kecuali suhu tunbuh yang meninggi. Mungkin diperlukan pemberian cairan intravena dan transfusi darah bila terjadi pendarahan yang berat. Infeksi Pasca Lahir Adalah infeksi yang berhubungan dengan kelahiran anak. kadang berbau busuk.

stetoskop 5. senter 3. Pada kasus yang jarang terjadi. kapas 2. buka bagian yangg akan diperiksa (jika bayi telanjang pemeriksaan harus dibawah lampu pemancar) dan segera selimuti kembali dengan cepat Periksa bayi secara sistematis dan menyeluruh PERALATAN DAN PERLENGKAPAN 1. Prinsip pemeriksaan bayi baru lahir Jelaskan prosedur pada orang tua dan minta persetujuan tindakan Cuci dan keringkan tangan . timbangan bayi 8. bengkok 7. pita ukur/metlin Page . PEMERIKSAAN FISIK BAYI BARU LAHIR Kegiatan ini merupakan pengkajian fisik yang dilakukan oleh bidan yang bertujuan untuk memastikan normalitas & mendeteksi adanya penyimpangan dari normal. Dalam pelaksanaannya harus diperhatikan agar bayi tidak kedinginan. dan dapat ditunda apabila suhu tubuh bayi rendah atau bayi tampak tidak sehat. setelah penempatan kembali. Pengkajian ini dapat ditemukan indikasi tentang seberapa baik bayi melakukan penyesuaian terhadap kehidupan di luar uterus dan bantuan apa yang diperlukan. biasanya perut akan terus ditekan agar rahim tetap berada pada tempatnya dan diberikan eksitosin atau obat lain untuk membuatnya kencang dan tidak membalik kembali.dikembalikan ke tempatnya. rahim tidak dapat dikembalikan ke tempatnya dengan tangan dan memerlukan pembedahan pada perut. C. selimut bayi 6. termometer 4. Mungkin juga akan diberikan antibiotik untuk mencegah infeksi. pakai sarung tangan Pastikan pencahayaan baik Periksa apakah bayi dalam keadaan hangat.

dan neonatal 3. Sutura yang berjarak lebar mengindikasikan bayi preterm. fontanel yang besar dapat terjadi Page . Pengukuran panjang badan Letakkan bayi di tempat yang datar. Memakai sarung tangan 6. intranatal.faktor ibu (maternal). sering terlihat tulang kepala tumpang tindih yang disebut moulding/moulase. Ukur panjang badan dari kepala sampai tumit dengan kaki/badan bayi diluruskan. Fontanel anterior harus diraba. Susunalat secara ergonomis 4. Alat ukur harus terbuat dari bahan yang tidak lentur 3. Perhatikan ukuran dan ketegangannya.apakah ukuran dan tampilannya normal. Ukur lingkar dada Ukur lingkar dada dari daerah dada ke punggung kembali ke dada ( pengukuran dilakukan melalui kedua puting susu) Pemeriksaan fisik 1. faktor lingkungan.Keadaan ini normal kembali setelah beberapa hari sehingga ubun-ubun mudah diraba. keringkan dengan handuk bersih 5. Letakkan bayi pada tempat yang rata PENGUKURAN ANTHOPOMETRI 1. Penimbangan berat badan Letakkan kain atau kertas pelindung dan atur skala penimbangan ke titik nol sebelum penimbangan. Cuci tangan menggunakan sabun dibawah air mengalir. pengukur panjang badan PROSEDUR 1. Ukur lingkar kepala Pengukuran dilakukan dari dahi kemudian melingkari kepala kembali lagi ke dahi. Hasil timbangan dikurangi berat alas dan pembungkus bayi 2. Pada kelahiran spontan letak kepala. sosial. Lakukan anamnesa riwayat dari ibu meliputi faktor genetik.faktor perinatal. 9. Kepala Ø Raba sepanjang garis sutura dan fontanel .moulding yang buruk atau hidrosefalus. Jelaskan pada ibu dan keluarga maksud dan tujuan dilakukan pemeriksaan 2. 4.

perdarahan konjungtiva atau retina Ø Periksa adanya sekret pada mata. anensefali. Ketidaksimetrisan bibir menunjukkan adanya palsi wajah. Terkadang ditemukan bentuk seperti lubang kunci (kolobama) yang dapat mengindikasikan adanya defek retina Ø Periksa adanya trauma seperti palpebra.fasialis. caput suksedaneum. Ø Bayi harus bernapas dengan hidung. bibir harus berbentuk dan simetris. Terkadang wajah bayi tampak asimetris hal ini dikarenakan posisi bayi di intrauteri. konjungtivitis oleh kuman gonokokus dapat menjadi panoftalmia dan menyebabkan kebutaan Ø Apabila ditemukan epichantus melebar kemungkinan bayi mengalami sindrom down 4. pada bayi cukup bulan lebarnya harus lebih dari 2. Mulut Ø Perhatikan mulut bayi. sedangkan yang terlalu kecil terjadi pada mikrosefali. Jika fontanel menonjol. Hidung Ø Kaji bentuk dan lebar hidung. sedangkan yang cekung dapat tejadi akibat deidrasi. Pupil harus tampak bulat. perdarahan subaponeurotik/fraktur tulang tengkorak Ø Perhatikan adanya kelainan kongenital seperti . fraktur tulang hidung atau ensefalokel yang menonjol ke nasofaring Ø Periksa adanya sekret yang mukopurulen yang terkadang berdarah . paresi N. hal ini kemungkinan adanya sifilis kongenital Ø Perksa adanya pernapasa cuping hidung. Terkadang teraba fontanel ketiga antara fontanel anterior dan posterior. jika melalui mulut harus diperhatikan kemungkinan ada obstruksi jalan napas akarena atresia koana bilateral. mulanya akan tampak sebagai pembesaran kemudian sebagai kekeruhan pada kornea Ø Katarak kongenital akan mudah terlihat yaitu pupil berwarna putih. Wajah wajah harus tampak simetris. sefal hematoma. jika cuping hidung mengembang menunjukkan adanya gangguan pernapasan 5.5 cm. akibat prematuritas atau hidrosefalus. kraniotabes dan sebagainya 2. posisi atau letak mata Ø Perksa adanya strabismus yaitu koordinasi mata yang belum sempurna Ø Periksa adanya glaukoma kongenital. Mata Goyangkan kepala bayi secara perlahan-lahan supaya mata bayi terbuka. Ø Periksa jumlah. hal ini terjadi karena adanya trisomi 21 Ø Periksa adanya tauma kelahiran misalnya. adanya gigi atau ranula (kista lunak yang berasal dari dasar mulut) Page . 3. hal ini diakibatkan peningkatan tekanan intakranial. Perhatikan juga kelainan wajah akibat trauma lahir seperti laserasi.Perhatikan kelainan wajah yang khas seperti sindrom down atau sindrom piere robin. mikrosefali. Mulut yang kecil menunjukkan mikrognatia Ø Periksa adanya bibir sumbing.

periksa adanya pembesaran kelenjar tyroid dan vena jugularis Ø Adanya lipata kulit yang berlebihan di bagian belakang leher menunjukkan adanya kemungkinan trisomi 21. 8. Apabila tidak simetris kemungkinan bayi mengalami pneumotoraks. terutama pada persambungan antara palatum keras dan lunak Ø Perhatikan adanya bercak putih pada gusi atau palatum yang biasanya terjadi akibatEpistein’s pearl atau gigi Ø Periksa lidah apakah membesar atau sering bergerak. jika gerakan kurang kemungkinan adanya kerusakan neurologis atau fraktur Ø Periksa jumlah jari. Perhatikan adanya polidaktili atau sidaktili Ø Telapak tangan harus dapat terbuka. Ø Periksa keutuhan langit-langit. Klavikula Raba seluruh klavikula untuk memastikan keutuhannya terutama pada bayi yang lahir dengan presentasi bokong atau distosia bahu. bentuk dan posisinya Ø Pada bayi cukup bulan.Tarikan sternum atau interkostal pada saat bernapas perlu diperhatikan Page . garis tangan yang hanya satu buah berkaitan dengan abnormaltas kromosom. paresis diafragma atau hernia diafragmatika. Tangan Ø Kedua lengan harus sama panjang. Jika terdapat keterbatasan pergerakan kemungkinan ada kelainan tulang leher Ø Periksa adanya trauma leher yang dapat menyebabkan kerusakan pad fleksus brakhialis Ø Lakukan perabaan untuk mengidentifikasi adanya pembengkakan. periksa dengan cara meluruskan kedua lengan ke bawah Ø Kedua lengan harus bebas bergerak. Periksa kemungkinan adanya fraktur 9. Daun telinga yang letaknya rendah (low set ears) terdapat pada bayi yangmengalami sindrom tertentu (Pierre-robin) Ø Perhatikan adanya kulit tambahan atau aurikel hal ini dapat berhubungan dengan abnormalitas ginjal 7. seperti trisomi 21 Ø Periksa adanya paronisia pada kuku yang dapat terinfeksi atau tercabut sehingga menimbulkan luka dan perdarahan 10. Dada Ø Periksa kesimetrisan gerakan dada saat bernapas. tulang rawan sudah matang Ø Dauntelinga harus berbentuk sempurna dengan lengkungan yang jelas dibagia atas Ø Perhatikan letak daun telinga. Pernapasan yang normal dinding dada dan abdomen bergerak secara bersamaan. Pergerakannya harus baik. Telinga Ø Periksa dan pastikan jumlah. Bayi dengan edema otak atau tekanan intrakranial meninggi seringkali lidahnya keluar masuk (tanda foote) 6. Leher Ø Leher bayibiasanya pendek dan harus diperiksa kesimetrisannya.

Anus dan rectum Periksa adanya kelainan atresia ani . Kuraknya gerakan berkaitan dengan adanya trauma. Periksa panjang kedua kaki dengan meluruskan keduanya dan bandingkan Ø Kedua tungkai harus dapat bergerak bebas. Ø Periksa adanya polidaktili atau sidaktili pada jari kaki 15. Ø Pada bayi cukup bulan. kaji posisinya. kerusakan neurologis. Kaji adanya pembengkakan Ø Jika perut sangat cekung kemungkinan terdapat hernia diafragmatika Ø Abdomen yang membuncit kemungkinan karena hepato-splenomegali atau tumor lainnya Ø Jika perut kembung kemungkinan adanya enterokolitis vesikalis. lesung atau bercak kecil berambut yang dapat menunjukkan adanya abdormalitas medula spinalis atau kolumna vertebra 16. hal ini disebabkan oleh pengaruh hormon ibu (withdrawl bedding) 13.Periksa posisi lubang uretra. pembengkakan. Prepusium tidak boleh ditarik karena akan menyebabkan fimosis Ø Periksa adanya hipospadia dan epispadia Ø Skrortum harus dipalpasi untuk memastikan jumlah testis ada dua Ø Pada bayi perempuan cukup bulan labia mayora menutupi labia minora Ø Lubang uretra terpisah dengan lubang vagina Ø Terkadang tampak adanya sekret yang berdarah dari vagina. Spinal Periksa spina dengan cara menelungkupkan bayi. Genetalia Ø Pada bayi laki-laki panjang penis 3-4 cm dan lebar 1-1.3 cm. omfalokel atau ductus omfaloentriskus persisten 12. Tungkai Ø Periksa kesimetrisan tungkai dan kaki. Mekonium secara umum keluar pada 24 jam pertama. cari adanya tanda-tanda abnormalitas seperti spina bifida. megakolon atau obstruksi saluran pencernaan 14. Abdomen Ø Abdomen harus tampak bulat dan bergerak secara bersamaan dengan gerakan dada saat bernapas. Kulit Perhatikan kondisi kuli bayi. puting susu sudah terbentuk dengan baik dan tampak simetris Ø Payudara dapat tampak membesar tetapi ini normal 11. misalnya fraktur. jika sampai 48 jam belum keluar kemungkinan adanya mekonium plug syndrom. Ø Periksa adanya ruam dan bercak atau tanda lahir Ø Periksa adanya pembekakan Page .

pendengaran. > 10 hr alba). Breast : Pembesaran. TB. stimulation nepple erexi. kontraksi uterus. Nadi cenderung bradi cardy. 1-3 hr rubra. kekuatan otot DAFTAR PUSTAKA http://rhezvolution. Kepenuhan atau pembengkakan. produksi laktasi/kolostrum. tingkat kesadaran. edema. Mata (conjunctiva). Kepala : Rambut. kemerahan. jumlah yang banyak terdapat pada bayi kurang bulan 17. drainage. nyeri. self esteem. Bereskan alat 20. Perabaan pembesaran kelenjar getah bening diketiak.co. lokasi. echimosis. pigmentasi. 6. bekuan darah atau konsistensi . regangan. BB. Lakukan pendokumentasian tindakan dan hasil pemeriksaan D. tekstur Doughy (kenyal). Wajah. Rapikan bayi 19. striae. Ø Perhatinan adanya vernik kaseosa Ø Perhatikan adanya lanugo. Respirasi 16-24) 3. hidung.wordpress. 7. Tinggi fundus uterus. dan leher. lunak. 2. Anogenital : Lihat struktur. perabaan distensi blas. warna kulit. Tanda Vital normal (RR konsisten. 4. keadaan liang vagina (licin.cc/2010/03/antenatal-care. Muskoloskeletal : Tanda Homan.html Page . nyeri bila dipalpasi. Abdomen : teraba lembut . jelaskan pada ibu atau kelurga tentang hasil pemeriksaan 18. simetris.2-38. Perineum : Keadaan luka episiotomy. tekstur kulit. suhu 36. kendur/lemah) adakah hematom. distensi.medical-journal. bau. Lochia (warna. keadaan areola dan puting susu. eritema. musculus rectus abdominal utuh (intact) atau terdapat diastasis. 4-10 hr serosa. tegang. 5. Fungsi pengecapan. nyeri. nyeri. edema.com/2009/01/05/antenatal-care/ http://www. LLA. boggy). Anus : hemoroid dan trombosis pada anus. konsistensi (keras. udema vagina. jumlah. benjolan. Mulut. Keadaan Umum : Tingkat energi. PEMERIKSAAN FISIK POSTPARTUM 1.

com/2009/11/pemeriksaan-fisik-bayi-baru-lahir.html http://elisdcabi.blogspot.com/f/12808-bayi-baru-lahir-and-bayi-normal/ http://akhtyo.blogspot.com/2008/11/pemeriksaan-fisik-bayi-baru-lahir.indonesiaindonesia.html http://morningcamp.com/2008/05/pemeriksaan-obstetri-dan-asuhan.http://keperawatan-gun.blogspot.com/?p=119 http://www.html Page .