You are on page 1of 4

Catatan di Bulan Juni

“Kring.. kring.. kring..” suara HP-ku menyanyi tanpa henti bagai kicauan burung dihari
nan asri. Tepat pukul 00.00, Aku terbangun dan segera mengambil HP. Hari itu,
sahabatku Maya berulang tahun. Sebagai sahabat yang baik, aku ingin menjadi orang
pertama yang mengucapkan selamat ulang tahun. Kutulis ucapan selamat sepenuh
hati walaupun pikiran masih jauh melayang ke mana-mana. Ketika SMS tersebut siap,
pikiranku pun sudah tidak pada HP yang kupegang, tanpa kusadari, aku telah tertidur
pulas dan lupa mengirimkan SMS.

Fajar pagi mulai menyapa dunia fana. Dengan terpaksa, aku mengakhiri masa lelap
dan segera mengambil HP di bawah bantal. Dengan bangga aku merasa telah
menjadi orang pertama yang mengucapkan selamat pada Maya. Hari itu, tepatnya
tanggal 6 Juni 2010, telah kupikirkan kejutan untuk sahabat pecinta Spongebob
namun kejutan itu gatot alias gagal total. Tak tahu lagi apa yang harus kuberikan
pada Maya. Apakah aku harus mencuri uang Mama tersayang untuk membeli hadiah
ataukah hanya ucapan selamat pada Maya. Aku yang biasa tersenyum seakan galau
dan tanpa arah ingin melakukan apa. Selang beberapa waktu, aku sadar bahwa besok
ada UAS. Segera aku belajar dan mecoba sedikit tidak memikirkan Maya.

Keesokan harinya, aku berangkat sekolah melewati sungai dan jalan hingga ke Jalan
Diponegoro. Tak seperti biasanya yang paling heboh sendiri, aku lebih pendiam hari
itu. Entah apa yang difikirkan, bahkan aku sendiri tak tahu apa yang membuat semua
ini menjadi rumit dan kacau. Bel masuk berbunyi, aku duduk di bangku ujian di
sebelah kakak laki-laki yang namanya sungguh panjang dan antep jare wong Jowo.
Ujian berlangsung dengan sunyi. Aku berusaha untuk mengerjakan soal yang bisa
dibilang sangat mbuleti nyingseti. Saat istirahat, Maya datang ke kelasku. Degh....
“Bagaimana ini? Aura... Aura... tenang, jangan lebay, bertindak wajar, Okay!”, kataku
dalam hati.

Maya semakin mendekat dan jantungku kian berdebar. Dia duduk dan berekspresi
sungguh cantik.
“Ra, tahukan sekarang hari ulang tahunku?”, tanyanya.
“Lucu deh, Dek. Ada angin apa? Senangnya Kamu.”, kataku terbata.
“Pastinya, Mbak. Ingat Kak Keke? Dia mengucapkan selamat ulang tahun pukul
00.02.”, sahutnya semangat.

Okay. aku jadi ingin memberi Maya hadiah boneka Spongebob mengingat Maya adalah Spongebob Lover. **** Hari-hari setelah Maya mengatakan bahwa Kak Keke memberi hadiah. “Maaf ya Mbak. Adegh g’ peduli aku lagi dan segera jalan ma Rosa. ini semua nggak adil. bahwa hatiku kecewa. Apa salahku. Bahkan akhir-akhir ini. melampiaskan tapi kuhanyalah sendiri di sini.!!  Hari Senin tanggal 14 Juni. Setiap harinya. perlahan tapi pasti kuambil HP kesayanganku.. Entah apa yang difikirkan Maya setelah membaca SMS itu. Aku tak bermaksud menyakiti hatimu. ”D’ maaf aku bilang seperti ini.“O. Ku ingin marah. Dengan berat hati. Aku mulai muak. aku mulai bisa belajar dengan tekun dan serius. Adegh sadar g’ sich. nanti saat Rosa datang. kukirim SMS kepada Maya dan mengeluarkan isi hatinya yang sudah terpendam sekian lama. Tetapi kenyataan berbeda. Dua hari berikutnya. D’ sebenarnya. Kuyakinkah . Adegh tuch udach nyakitin aku.”. Adegh jalan bareng Rosa tanpa peduli aku. Selang beberapa waktu. HP-ku berbunyi. desahku pelan. Maya tak pernah lagi mengajakku berjalan-jalan. SMS kukirimkan pada Maya. Aku semakin terpukul dan bingung ingin melakukan apa. Maya selalu bermain dengan Rosa. Ingin kutunjukan pada siapa saja yang ada. Ya sudahlah. nyanyian Bunga Citra Lestari yang lebih dikebal BCL tersebut kunyanyikan dalam hati. Aku tertidur walaupun kusadar banyaknya tugas yang harus aku jalani. Aku terharu.. Memendam rasa yang sungguh tak dimengerti serta air mata yang menetes tanpa sadar mungkin sulit tapi telah kulakukan demi kebahagiaanmu sahabat. Kita SAHABAT FOREVER. aku capek hari itu. Suara burung hantu mulai terdengar. aku ini siapa dimata Adegh. aku pergi untuk membeli boneka Spongebob. Aku pandang dan terlihat sebuah SMS dari Maya. Pagi-pagi adegh ama aku.”. laper banget Si Aura Manis ini. aku kira sudah berhasil mengucapkan “selamat ultah” untuk yang pertama ternyata tak jauh dari kata GAGAL. Adegh sahabatku g’ sich. apa aku pernah membuat dia sedih. Aku g’ tahan lagi d’. Maya menemuiku diruang ujian. GILA. Maya. Detak jantung serasa akan perang. Maya hanya menceritakan hadiah yang diberikan Kak Keke kepadanya. sudah tak bisa kumenahan rasa hati yang semakin menjadi-jadi.. tetes air mata seakan melewati pipi berbedak putih ini.” Aku tersenyum memandangnya. aku menyisihkan separuh uang saku untuk rencana itu padahal aku terkenal cewe’ yang boros. Rasa senang mulai muncul dengan kehadiran Maya. Bingung. Aku sudah g’ bisa lagi menahan ini d’.

Nirwan. Tapi aku yakinkan untuk mengira mereka adalah pencopet. kejanggalan terasa dihatiku tentang Maya. Hati-hati ya. Saat pencopet itu turun dari angkot. Kuning dengan bintik-bintik hijau. Dengan hati kecewa aku pergi bersama Wulan. Tiada yang mengetahui kecuali orang-orang yang berada di penyervisan radiator. sahutku berat.”. Nirwan. “Ra. Tak dikira. datang dua orang pria yang wajahnya tak asing buat Eka. Keesokan harinya. “Hm. Aku simpan hadiah itu di lemari agar orang tuaku tak mengetahui hadiah tersebut. Di perjalanan. nomer Maya tak diketahui keberadaannya. Sampai di rumah. Navra. Aku janji d’ akan menangkap pencopet itu walau itu berbulan – bulan lagi”. kata-kata itu keluar dari lelaki di depanku. aku memilih bungkus bersampul batik untuk hadiah Maya. Keanehan terus berlanjut ketika sang pencopet berpura-pura muntah dan menanyakan waktu padahal dia memakai arloji. Aku yang tak rela HP temanku dicopet masih mencoba menghubungi nomer HP Maya.. **** Maya telah memiliki HP baru. Anehnya. maaf. mataku berkaca- kaca menghadapi kenyataan pahit ini. tenyata HP Maya menjadi korban pencopet. Aku berharap agar hadiah yang kuberikan bisa meredakan kesedihan Maya. aku ditelepon Mama untuk pulang karena ada acara keluarga”. seandainya masih aktif. sebuah toko favorit untuk berbelanja accesories. Kami pun pulang menemui Maya yang emosi karena aku yang lama tak datang. Sudah lama aku menunggu. Kami pulang naik angkot berlogo Q. Apa? Secepat itukah dia mendapatkan apa yang . Sudah tiada lagi harapan menemukan HP Maya. Mereka berkata bahwa pencopet itu dijemput mobil Panther berplat B. Akhirnya. aku segera membungkus hadiahnya dan menulis pesan. seorang teman sebelah kelas yang tengah dekat denganku. dan senyum gila tengah menetap di boneka tersebut. Setelah terjadi pertengkaran kecil.tulisku dalam kado untuk Maya. walaupun Maya tak sedikitpun menangis atau sedih. sepatu hitam. akhirnya Maya mau menunggu. aneh. “d’ ini juga sebagai tanda ‘soory’ karena aku g’ bisa nangkep pencopet itu. Eka memperingatkan teman-teman dan mencoba menakut-nakuti sang pencopet dengan bualan yang berhubungan dengan Dedy. namun Nirwan masih belum datang. dan teman-teman lainya. ya nggak apa-apa. aku berusaha membujuk Maya agar tak ikut berbelanja ke An_Jana. Namun setelah dideteksi. Aku sedih karena tak bisa menangkap pencopet yang telah mencuri HP sahabat yang kukenal sejak SMP itu. Apakah mereka komplotan pencopet yang pernah Eka temui beberapa bulan lalu? Mungkin iya atau mereka hanyalah dua orang yang hampir mirip dengan pencopet itu. Aku tunggu Nirwan dengan sabar... Nir. Segera kami turun dari angkot dan segera menghubungi polisi.hatiku bahwa Maya akan senang menerima boneka itu.

Mungkin ini memang jalan takdir terbaik untukku. Maya sangat senang dengan hadiahku. Ucapan terima kasih telah terdengar dari Maya. Akhirnya aku memantapkan keinginan untuk memberikan hadiah pada Maya pada tanggal 18 Juni. aku takut dia hanya menertawakanku dengan hadiah yang sederhana ini. . Maya. Eka pun membawa tali. “Apa ini. aku yakin bisa menepati janji pada Maya diwaktu yang tepat. Aku bertemu Maya dan memberikan tas di jemari tangan Maya. Kami khususnya aku berdoa bersama agar bertemu pencopet tersebut. namun lucunya tali yang dibawanya adalah tali pramuka. Aku tak menyangka dan semua itu adalah nyata. namun senyumku tetap memancar dari bibir yang manis kata orang. Tapi. Jam pulang tiba. dia sudah punya apa yang dia inginkan.diminta. bahkan aku memegang HP baru Maya yang tak berbeda dengan HP sebelumnya. Aku telah membawa kantung kresek. aku hanya tersenyum memandangi Maya yang mengotak-atik boneka pemberianku. jawabku tersenyum. Eka. Tak kuasa kumenahan rasa haru ini. selotip. ketakutanku tak terbukti. dan kertas untuk mengerjai pencopet itu. Alhamdulillah. aku. apa lagi setelah membuka hadiah itu adalah boneka Spongebob. Kami berharap bertemu dengan pencopet HP Maya. emang mau kemah di siang bolong. Ra?” “Untuk Kamu”. Dia yang seolah kaget mengejarku dan bertanya. Aku yang merasa bersalah atas pencopetan itu kecewa karena belum bisa menepati janji. pupus sudah harapanku untuk menangkap pencopet itu. dan teman-teman lainnya berjalan ke tempat angkot berada. Jalan-jalan terlewati namun hidung pencopet tersebut tak kunjung terlihat. belum bisa menangkap pencopet. Apakah aku harus mengirimkan hadiahku padanya. Aku harus tegar menerima apapun yang dikatakan Maya tentang hadiah ini. Aku semakin kecewa mendapati angkot telah berada di Ploso.