You are on page 1of 28

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Balakang
Diabetes merupakan penyakit yang dapat mengganggu metabolisme
glukosa dimana glukosa yang seharusnya menjadi bermanfaat dan merupakan
sumber energi, berubah menjadi musuh dalam tubuh yang mengganggu
sistem kestabilan organ. Diabetes melitus adalah penyakit yang menonjol
yang disebabkan oleh gagalnya pengaturan gula darah. Meskipun disebut
“gula darah”, selain glukosa, kita juga menemukan jenis-jenis gula lainnya,
seperti fruktosa dan galaktosa. Namun demikian, hanya tingkatan glukosa
yang diatur melalui insulin dan leptin.
Glukosa diperlukan sebagai sumber energi terutama bagi sistem syaraf
dan eritrosit. Glukosa juga dibutuhkan didalam jaringan adiposa sebagai
sumber gliserida-glisero, dan mungkin juga berperan dalam mempertahankan
kadar senyawa antara pada siklus asam sitrat didalam banyak jaringan tubuh.
Insulin adalah hormon yang mengendalikan gula darah. Tubuh menyerap
mayoritas karbohidrat sebagai glukosa (gula darah). Dengan meningkatnya
gula darah setelah makan, pankreas melepaskan insulin yang membantu
membawa gula darah ke dalam sel untuk digunakan sebagai bahan bakar atau
disimpan sebagai lemak apabila kelebihan. Orang-orang yang punya
kelebihan berat badan atau mereka yang tidak berolahraga seringkali
menderita resistensi insulin. Konsekuensinya, tingkat gula darah meningkat di
atas normal.
Pada percobaan kali ini akan diamati kegunaan obat-obat antidiabetik
glibenklamid dan metformin dengan melihat efek penurunan kadar gula darah
dengan menggunakan alat ukur gula darah yaitu glukometer.

B. Tujuan Praktikum

Untuk mengetahui dan menentukan efek obat-obat antidiabetes yaitu
glibenklamid dan metformin.

C. Manfaat Praktikum
Dari praktikum ini dapat menambah pengetahuan dan pemahaman
mahasiswa mengenai daya obat diabetes terhadap hewan uji dan mekanisme
kerja obatnya. Sehingga mahasiswa tidak hanya mengetahui secara teori
tetapi juga mengetahui secara praktik, agar nantinya dapat membantu
mahasiswa jika melakukan penelitian yang menggunakan hewan uji sebagai
objeknya.

BAB II
DASAR TEORI

A. Pengertian Diabetes
Diabetes melitus merupakan suatu penyakit yang terjadi akibat adanya
gangguan pada metabolime glukosa, disebabkan kerusakan proses pengaturan
sekresi insulin dari sel-sel beta. Insulin, yang diahasilkan oleh kelenjar
pankreas sangat penting untuk menjaga keseimbangan kadar glukosa darah.
Kadar glukosa darah normal pada waktu puasa antara 60-120 mg/dl, dan dua
jam sesudah makan dibawah 140 mg/dl. Bila terjadi gangguan pada kerja
insulin, baik secara kualitas maupun kuantitas, keseimbangan tersebut akan
terganggu, dan kadar glukosa darah cenderung naik (hiperglikemia) (Kee dan
Hayes,1996; Tjokroprawiro, 1998).
Diabetes melitus adalah gangguan metabolisme yang ditandai dengan
hiperglikemia dan glukosuria yang berhubungan dengan abnormalitas
metabolisme karbohidrat, lemak dan protein yang diakibatkan kurangnya
insulin yang diproduksi oleh sel β pulau Langerhans kelenjar Pankreas baik
absolut maupun relatif (Herman, 1993; Adam, 2000; Sukandar, 2008).
Kelainan metabolisme yang paling utama ialah kelainan metabolisme
karbohidrat. Oleh karena itu, diagnosis diabetes melitus selalu berdasarkan
kadar glukosa dalam plasma darah (Herman, 1993; Adam, 2000).
Diabetes melitus merupakan salah satu jenis penyakit yang ditandai
dengan meningkatnya kadar glukosa darah (hiperglikemia) sebagai akibat
dari rendahnya sekresi insulin, gangguan efek insulin, atau keduanya.
Diabetes mellitus bukan merupakan patogen melainkan secara etiologi adalah

Agar dapat berfungsi sebagai bahan bakar. polidipsia. Energi pada mesin berasal dari bahan bakar yaitu bensin. diabetes kaki dan diabetes jantung (Reinauer et al. makanan itu harus masuk dulu ke dalam sel supaya dapat diolah. Komplikasi jangka panjang diabetes adalah macroangiopathy. poliuria. dkk. Gejala umum diabetes adalah hiperglikemia. Hiperglikemia kronik menyebabkan kerusakan jangka panjang. disfungsi dan kegagalan metabolisme sel. microangiopathy. badan memerlukan bahan untuk mmbentuk sel baru dan mengganti sel yang rusak. jaringan dan organ. kerusakan atau gangguan metabolisme. kekurangan berat badan. yang hasil akhirnya adalah timbulnya energi. katarak. zat makanan terutama glukosa dibakar melalui proses kimia yang rumit. Di samping itu badan juga memerlukan energi supaya sel badan dapat berfungsi dengan baik. Pada manusia bahan bakar itu berasal dari bahan makanan yang kita makan sehari-hari. yang terdiri dari karbohidrat (gula dan tepung-tepungan). Karbohidrat menjadi glukosa. Patofisiologi Seperti suara mesin. Dalam proses metabolisme itu insulin meme peran yang sangat penting yaitu bertugas memasukkan glukosa ke dalam sel untuk selanjutnya dapat digunakan sebagai bahan bakar. 2002). Proses ini disebut metabolisme. Di dalam sel. neuropathy. dkk. 2002). Di dalam saluran pencernaan itu makanan dipecah menjadi bahan dasar makanan. protein (asam amino) dan lemak (asam lemak) (Waspadji. B. dan kekurangan insulin sampai pada infeksi. pandangan mata kabur. Hiperglikemia akut dapat menyebabkan sindrom hiperosmolar dan kekurangan insulin dan ketoasidosis. Insulin ini adalah suatu zat atau hormon yang dikeluarkan oleh sel beta di pankreas (Waspadji. 2002). Ketiga zat makanan itu akan diserap oleh usus kemudian masuk ke dalam pembuluh darah dan diedarkan ke seluruh tubuh untuk dipergunakan oleh organ-organ di dalam tubuh sebagai bahan bakar. protein menjadi asam amino dan lemak menjadi asam lemak. Pengolahan bahan makanan dimulai di mulut kemudian ke lambung dan selanjutnya ke usus. .

.

Polidipsia (meningkatnya rasa haus. Tjokroprawiro. Polifagia (meningkatnya nafsu makan. mungkin sampai terjadi kegemukan. Dalam fase ini biasanya penderita menunjukkan berat badan yang terus meningkat. Ada pula penderita diabetes melitus yang tidak menunjukkan gejala apa pun sampai pada saat tertentu (Tjoktoprawiro. banyak makan). Gejala yang disebutkan dibawah ini adalah gejala yang umumnya timbul dengan tidak mengurangi kemungkinan adanya variasi gejala lain.1996. gejala yang ditunjukkan meliputi “tiga P” yaitu: a. c. banyak minum).C. . 1998). Gejala Diabetes Gejala penyakit diabetes melitus dari satu penderita ke penderita lainnya tidak selalu sama. 1998). Pada keadaan ini jumlah insulin masih dapat mengimbangi kadar glukosa dalam darah (Kee dan Hayes. b. Poliuria (meningkatnya keluaran urin. bertambah gemuk. 1. banyak kencing). Pada permulaan.

Mudah mengantuk. Dalam praktik. Gejala ini dikenal dengan gejala kronik atau menahun (Katzung. Kesemutan. b. Kadang-kadang penderita diabetes melitus tidak menunjukkan gejala akut (mendadak). rasa tebal pada kulit telapak kaki. d. 2002). Banyak kencing. (Tjokroprawiro. Penggolongan Diabetes . dan j. bahkan impoten. i. 2. yaitu : a. Gejala kronik yang sering timbul pada penderita diabetes adalah seperti yang disebut dibawah ini : a. Bila tidak lekas diobati. Mata kabur. d. Kram. tetapi penderita tersebut baru menunjukkan gejala setelah beberapa bulan atau beberapa tahun mengidap penyakit diabetes melitus. atau melahirkan bayi dengan berat lebih dari 3. e. f. c. 1998). akan timbul rasa mual jika kadar glukosa darah melebihi 500 mg/dl. biasanya 600 mg/dl atau lebih. gejala dan penurunan berat badan inilah yang paling sering menjadi keluhan utama penderita untuk berobat ke dokter (Tjokroprawiro. Gatal di sekitar kemaluan. g. bahkan penderita akan jatuh koma (tidak sadarkan diri) dan disebut koma diabetik. Koma diabetik adalah koma pada penderita diabetes melitus akibat kadar glukosa darah terlalu tinggi. Berat badan menurun dengan cepat (dapat turun 5-10 kg dalam waktu 2-4 minggu). Bila keadaan diatas tidak segera diobati.5 kg. c. Capai. 1998). biasanya sering ganti kacamata. kemudian akan timbul gejala yang disebabkan oleh kurangnya insulin. Mudah lelah. Kulit terasa panas. terutama wanita. Gigi mudah goyah dan mudah lepas. e. sehingga kalau berjalan seperti diatas bantal atau kasur. pegal-pegal. Kemampuan seksual menurun. atau seperti tertusuk-tusuk jarum. D. Para ibu hamil sering mengalami gangguan atau kematian janin dalam kandungan. h. b. Banyak minum.

Kurang gerak badan (olahraga). 2. Sebagian gula disimpan dan sebagian lagi digunakan untuk tenaga. b. . gangguan utama justru terjadi pada volume reseptor (penerima) hormon insulin. Dalam kondisi ini produktivitas hormone insulin bekerja dengan baik. b. Mencegah hati mengeluarkan terlalu banyak gula. Diet tinggi lemak dan rendah karbohidrat. Obesitas. namun tidak terdukung oleh kuantitas volume reseptor yang cukup pada sel darah. d. Penyebab utama Diabetes Mellitus Tipe I adalah terjadinya kekurangan hormon insulin pada proses penyerapan makanan. Jika insulin berkurang. 2004). Meningkatkan jumlah gula yang disipan didalam hati. c. c.1. Faktor keturunan. keadaan ini dikenal dengan resistensi insulin. Diabetes Mellitus Tipe II atau NIDDM (Non Insulin Dependent Diabetes Mellitus) Jika pada Diabetes Mellitus Tipe I penyebab utamanya adalah dari malfungsi kelenjar pankreas. maka pada Diabetes Mellitus Tipe II. kadar gula didalam darah akan meningkat. Dibawah ini terdapat beberapa fakor-faktor yang memiliki peranan penting terjadinya hal tersebut : a. Gula dalam darah berasal dari makanan kita yang diolah secara kimiawi oleh hati. Merangsang sel-sel tubuh agar menyerap gula. Fungsi utama hormon insulin dalam menurunkan kadar glukosa secara alami dengan cara : a. Jika terjadi gangguan sekresi (produksi) hormone insulin ataupun terjadi gangguan pada proses penyerapan hormone insulin pada sel-sel darah maka potensi terjadinya Diabetes Mellitus sangat besar sekali (Soegondo. yakni sel-sel darah. Diabetes Mellitus Tipe I atau IDDM (Insulin Dependent Diabetes Mellitus). Disinilah fungsi hormone insulin sebagai “stabilizer” alami terhadap kadar glukosa dalam darah.

Usia diatas 45 tahun Pada orang-orang yang berumur fungsi organ tubuh semakin menurun. karena justru akan menjerumuskan kedalam komplikasi yang lebih fatal. 2004). Gejala-gejala yang timbul sangat tidak bijaksana untuk dibiarkan. . E. Obesitas atau kegemukan Pada orang gemuk aktivitas jaringan lemak dan otot menurun sehingga dapat memicu munculnya Diabetes Mellitus. Diabetes Mellitus tidak mena kutkan bila diketahui lebih awal. Jika berlangsung menahun kondisi penderita Diabetes Mellitus berpel uang besar menjadi ke toasidosis ataupun hipoglikemia (Soegondo. Penyebab Diabetes Orang yang mempunyai resiko tinggi untuk terjadinya Diabetes Mellitus adalah : 1. hal ini diakibatkan aktivitas sel beta pankreas untuk menghasilkan insulin menjadi berkurang dan sensitifitas sel-sel jaringan menurun sehingga tidak menerima insulin. 2.

5. otot. Obat Antidiabetes Insulin adalah hormon yang disekresi oleh sel β pulau Langerhans dalam pankreas. tetapi stimulus yang paling kuat adalah peningkatan glukosa plasma (hiperglikemia). Granula menyimpan insulin sebagai kristal yang mengandung zink dan insulin. 4. 3. misalnya makanan gorengan yang mengandung nilai gizi yang minim. Glukosa merupakan stimulus paling kuat untuk pelepasan insulin dari sel-sel β pulau Langerhans. Pola makan yang tidak sesuai dengan kebutuhan tubuh dapat menjadi penyebab Diabetes Mellitus. Terdapat sekresi basal yang kontinu dengan lonjakan pada waktu makan. Insulin adalah polipeptida yang mengandung 51 asam amino yang tersusun dalam dua rantai (A dan B) dan dihubungkan oleh ikatan disulfida. Pola makan Pola yang serba instan saat ini memang sangat digemari oleh sebagian masyarakat perkotaan. dihidrolisis dalam granula penyimpan untuk membentuk insulin dan peptida C residual. Kurangnya berolahraga atau beraktivitas Olahraga dapat dilakukan 3-5 kali seminggu. Sel-sel β memiliki kanal K + yang diatur oleh . Suatu prekursor. sedangkan IDDM (Insulin Dependen Diabetes Mellitus) sebanyak 57% berasal dari keluarga Diabetes Mellitus. 2002). kurang berolahraga dapat menurunkan sensitifitas sel terhadap insulin dapat menurun sehingga dapat mengakibatkan penumpukan lemak dalam tubuh yang dapat menyebabkan Diabetes Mellitus (Waspadji. Berbagai stimulus melepaskan insulin dari granula penyimpanan dalam sel β. dan jaringan adipose (Katzung. termasuk peningkatan ambilan glukosa oleh hati. F. yang disebut proinsulin. Riwayat Diabetes Mellitus pada keluarga Sekitar 15-20 % penderita NIDDM (Non Insulin Dependen Diabetes Mellitus) mempunyai riwayat keluarga Diabetes Mellitus. 2002). Insulin terikat pada reseptor spesifik dalam membran sel dan memulai sejumlah aksi.

Internalisasi dari kompleks insulin-reseptor mendasari down-regulation reseptor yang dihasilkan olh kadar insulin tinggi (misalnya pada pasien obes). Agen-agen yang baru digunakan sebagai kontrol diabetes mellitus adalah obat-obat dari golongan sulfonilurea. Sekretagok Insulin Sekretagok insulin mempunyai efek hipoglikemik dengan cara stimulasi sekresi insulin oleh sel β pankreas. dan insulin (diberikan secara injeksi). Perawatan diabetes mellitus diambil dari empat faktor fundamental : pengajaran pasien tentang penyakit. Meskipun obat-obat ini telah digunakan secara intensif karena efek yang baik dalam kontrol hiperglikemia. dimana insulin dihancurkan oleh enzim lisosom. kompleks insulin-reseptor memasuki sel. Golongan ini meliputi: 1. Setelah insulin terikat pada subunit α. Depolarisasi sel Depolarisasi sel β yang diakibatkannya mengawali influks ion Ca 2+ melalui kanal Ca2+ yang sensitif tegangan dan ini memicu pelepasan insulin (Katzung. turunan thiazolidinedione. tidak dapat menekan komplikasi akut maupun kronis (Galacia et. biguanida. 2002).al. Golongan Sulfonilurea . Ikatan insulin pada reseptor mengaktivasi aktivitas tirosin kinase subunit β dan memulai suatu rantai kompleks reaksi-reaksi yang menyebabkan efek insulin (Neal. lebih banyak glukosa memasuki sel β dan metabolismenya menyebabkan peningkatan ATP intraselular yang menutup kanalATP. Saat glukosa darah meningkat. 2002). I. diet dan agen-agen hipoglikemia. 2006). Reseptor insulin adalah glikoprotein pembentuk membran yang terdiri dari dua subunit α dan dua subunit β yang terikat secara kovalen oleh ikatan disulfida. latihan fisik.adenosin trifosfat (ATP) intraselular. agen-agen ini tidak dapat memenuhi kontrol yang baik pada diabetes mellitus.

Meningkatkan penggunaan glukosa darah. 1993. 2005). Meningkatkan glikolisis anaerobik hati. Meningkatkan uptake glukosa di jaringan perifer atau mengurangi glukoneogenesis. Sedangkan nateglinid mempunyai masa tinggal yang lebih singkat dan tidak dapat menurunkan kadar glukosa darah puasa (Soegondo. b. yang kerjanya melalui reseptor sulfonilurea dan mempunyai struktur yang mirip dengan sulfonilurea. Golongan Biguanida Saat ini golongan biguanid yang banyak dipakai adalah metformin. Glipizide. 2006). Mencegah (inhibisi) konversi glikogen hati kembali ke glukosa. Generasi kedua meliputi: Glibenclamide. 1. Soegondo. II. Acetohexamide. 2006) 2. Golongan Glinida Sekretagok insulin baru. Gliquidon. c. Repaglinid mempunyai masa paruh yang singkat dan dapat menurunkan kadar glukosa darah puasa. Gliclazide. Golongan Thiazolidinedione atau Glitazon . yang sel-sel β masih bekerja cukup baik. Menghambat absorpsi glukosa dari usus (Herman. Sensitizer Insulin Golongan obat ini meliputi obat hipoglikemik golongan biguanida dan thiazolidinedione. 2. Tolazamide. b. Repaglinid dan nateglinid kedua-duanya diabsorpsi dengan cepat setelah pemberian secara oral. Mekanisme kerja golongan biguanid (metformin): a. Merangsang fungsi sel-sel β pulau Langerhans pankreas agar dapat menghasilkan insulin. Glibonuride. Chlorpropamide b. yang dapat membantu tubuh untuk memanfaatkan insulin secara lebih efektif (Depkes RI. c. Mekanisme kerja dari golongan sulfonilurea antara lain: a. Sulfonilurea dibagi dalam dua golongan/generasi yaitu: a. Generasi pertama meliputi: Tolbutamide. Obat ini hanya efektif pada penderita diabetes melitus tipe 2 yang tidak begitu berat.

buahnya banyak yang memar dan memiliki getah. Dewasa ini manggis merupakan komoditas ekspor Indonesia dengan volume ekspor mencapai 6 juta ton dan nilai ekspor US$ 3.). dan kerja insulin. Reseptor PPAR gamma terdapat di jaringan target kerja insulin yaitu jaringan adiposa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa buah tersebut kaya dengan zat gizi yang menakjubkan bernama xanton yang banyak terdapat pada kulitnya. Glitazon dapat merangsang ekspresi beberapa protein yang dapat memperbaiki sensitivitas insulin dan memperbaiki glikemia. sedang reseptor pada organ tersebut merupakan regulator homeostasis lipid. diferensiasi adiposit. diantaranya adalah tanaman manggis (Garcinia mangostana L. para peneliti mencari zat-zat yang terdapat dalam buah manggis yang bertujuan agar dapat dimanfaatkan untuk kesehatan. Glitazon merupakan agonist peroxisomeproliferator-activated receptor gamma (PPAR) yang sangat selektif dan poten. GLUT 4. Salah satunya dengan melakukan pengolahan buah manggis tersebut agar dapat meningkatkan nilai tambah sekaligus menjadi bentuk antisipasi terhadap turunnya permintaan buah segar. Kulit Buah Manggis Indonesia kaya dengan aneka ragam hayati. Hal ini membuat petani manggis tidak dapat meningkatkan pendapatanmya karena harga jual buah segar dalam negeri relatif rendah. Untuk itu perlu dicarikan solusi sehingga buah dengan kualitas rendah itu dapat dimanfaatkan untuk keperluan lain. G.995 tahun 2008. seperti GLUT 1. p85alphaPI-3K dan uncoupling protein-2 (UCP) (Soegondo. otot skelet dan hati.611. Namun jumlah itu dinilai tak sampai 10% dari total produksinya karena manggis Indonesia banyak yang tidak memenuhi kriteria mutu. Hasil penelitian Kasma Iswari (2005) dan sejumlah penelitian lainnya menunjukkan bahwa komponen seluruh buah manggis yang paling besar . Sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan. seperti tangkai dan cuping yang tidak utuh. 2006). Golongan obat ini mempunyai efek farmakologis untuk meningkatkan sensitivitas insulin.

sedangkan daging buahnya hanya 10-15% dan bijinya 15-20 %.adalah kulitnya. yakni 107. .76 mg per 100 g kulit buah. Kandungan xanton tertinggi terdapat dalam kulit buah manggis. yakni 70-75%.

Spuit injeksi dan jarum ukuran 1 ml 3. Gambar Alat Sonde / Kanulla Spuit injeksi dan jarum 1 ml Wadah pengamatan Stopwatch Sarung tangan Timbangan . Wadah pengamatan 7. Timbangan 2. Larutan CMC-A 0. Sonde / kanulla 4.5% 2. Alat yang digunakan 1. Metformin 3. Sarung tangan 5. Bahan yang digunakan 1. B dan C C. Glibenklamid 4. Herba A. Stop watch 6. Alat ukur glukosa darah Gluko DR B. BAB III METODOLOGI PERCOBAAN A.

kelomp IV(tikusdber takHbD+Cinula).kelompI.5%na).(tikusdber takHERBAC(mangis). Prosedur Percobaan . D.ij.kelosprIhm(ndgaotl4pwsefcu.4ukbeloimprtcdaCnMsiNg-0m.dbragGlmen ida).KoiampkPelIs(dtbrgoimnja. Alat ukur glukosa darah Gluko DR TKelom 4.

Kontrol positif : 40 g ml 23.94 0.5 ml=0.5 ml=0.30 g × 0.35 D.34 0. Herba Cinula ® : 40 g ml C. (mg/dL) setelah Zat Uji BB (g) Vol (ml) mencit menit ke- 0’ 30’ 60’ Kontrol negatif I 28.94 g ×0.5 ml=0. Herba Manggis : 40 g ml 28. Tabel Pengamatan Kadar Gula Darah No.30 135 150 150 (ekstrak kulit manggis) Cinula® IV 28.0026 = 0. Kontrol negatif : 40 g ml 29.35 112 196 264 (larutan Na.5 ml=0. BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A.35 A. Volume Injeksi 28.29 0.30 0.37 42 66 139 (glibenklamid) Herba D III 23.5%) Control positif II 29. Glibenkamid Dosis Manusia Komersial : 5 mg/tab Dosis Mencit 20 g BB : 5 mg x 0.34 g ×0.29 g × 0.013 mg/20 g BB .35 138 144 139 (ekstrak kayu manis) B. Perhitungan Larutan Stok 1.37 B.30 C.CMC 0.

013mg x = Dosis Mencit 40 g BB : 20 g 40 g 40 g x= × 0.5 ml 0. Metformin Dosis Manusia Komersial : 500 mg/tab Dosis Mencit 20 g BB : 500 mg x 0.026 mg 5 mg = Jumlah larutan stok : 0.0026 mg/20 g BB .15 ml 0.5 ml x 5 mg x= ×0.026 20 g mg Jumlah larutan per injeksi : 0.026 mg 2.0026 = 13 mg/20 g BB 13 mg x 40 g = → x= × 13 mg=26 Dosis Mencit 40 g BB : 20 g 40 g 20 g mg Jumlah larutan per injeksi : 0.5 ml 26 mg 5 mg = Jumlah larutan stok : 0. Cinula & Glucosafe Dosis Manusia Komersial : 1 kapsul Dosis Mencit 20 g BB : 1 kapsul x 0.0026 = 0.615 ml 26 mg 3.5 ml x 5 mg x= ×0.013 mg=0.5 ml=96.5 ml=9. 0.

052mg 1 kapsul = Jumlah larutan stok : 0. 0.15 ml Perhitungan tersebut tidak sesuai pada saat praktikum.0052mg 96.5 ml x 1 kapsul x= × 0.0026 mg=¿ 0.5 ml=¿ 0.052 mg 20 g Jumlah larutan per injeksi : 0. karena terjadi kesalahan perhitungan yaitu sebagai berikut. Larutan Herba D Ekstrak Kulit Manggis .5 ml=¿ 0.026 mg=¿ 0.5 ml 0.0026 mg x = Dosis Mencit 40 g BB : 20 g 40 g 40 g x= × 0.026 mg/20 g BB 0.026 = 0.0052 mg 20 g Jumlah larutan per injeksi : 0.052mg 9.0052mg 1 kapsul = Jumlah larutan stok : 0.5 ml x 1 kapsul x= × 0.026 mg x = Dosis Mencit 40 g BB : 20 g 40 g 40 g x= × 0.5 ml 0.615 ml 4. Dosis Manusia Komersial : 1 kapsul Dosis Mencit 20 g BB : 1 kapsul x 0.

Dosis untuk manusia : 2 x 2 kapsul sehari. Pembahasan Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental yang bertujuan untuk memahami kerja farmakologi dari berbagai kelompok antidiabetes.2 mg=10.5 ml 10. Penyebab diabetes adalah kekurangan hormon insulin yang berfungsi memanfaatkan glukosa sebagai sumber energi. Akibatnya.0769 ml 48 ml D. Diabetes merupakan gangguan kronis yang khususnya menyangkut metabolisme glukosa dalam tubuh. @500 mg/kaps 4 kaps x 500 mg/kaps = 2000 mg Dosis untuk mencit : 2000 mg x 0.0026 = 5.2 mg/20 g BB 5.4 20 g mg Jumlah larutan per injeksi : 0.2 mg x = Dosis untuk mencit 40 g BB : 20 40 g 40 g x= ×5. glukosa menjadi bertumpuk dalam darah (hiperglikemia) dan . Penelitian ini menggunakan 4 ekor mencit yang dipilih secara acak untuk di gunakan sebagai hewan percobaan menggunakan glucose meter dan glucose test strips. sehingga dapat memperoleh gambaran cara evaluasi efek antidiabetes. Glukosa yang diserap di jaringan otot ditimbun sebagai glikogen atau dirombak menjadi asam laktat sedangkan jaringan lemak juga menggunakan glukosa sebagai sumber energi dan substrat sintesis trigliserida.4 mg ¿ 48.5 ml x 1000mg x= × 0.4 mg 2 ×500 mg = Jumlah pelarut : 0.5 ml 10.

CMC 0. mencit yang menjadi kelompok kontrol positif diberikan glibenklamid secara peroral sebanyak 0. maka dibutuhkan obat-obat hipoglikemik yang bekerja meningkatkan sekresi insulin. Setelah itu. Hal ini bertujuan untuk menormalkan kadar glukosa dalam darah mencit dan agar glukosa darah yang nantinya terukur tidak dipengaruhi oleh glukosa yang berasal dari makanan mencit. Hal ini menyebabkan produksi kemih pasien sangat meningkat. Selanjutnya. dan berat badan menurun. kelompok positif (mencit diberi hipoglikemik glibenklamid). Selama tiga puluh menit. Untuk memperingan gangguan-gangguan yang ditimbulkan akibat diabetes.5 ml glukosa secara peroral untuk menambah peningkatan kadar gula dalam darah mencit. hewan yang akan diuji (mencit) dipuasakan dengan cara tidak diberi makan tetapi tetap diberi minum. merasa sangat haus. pada prakteknya mencit tidak dipuasankan karena keterbatasan waktu.akhirnya diekskresi melalui urin tanpa digunakan (glikosuria). Namun. Selanjutnya mencit ditimbang dan diberi tanda pada bagian punggungnya. Jika mencit diberi makan. mencit diinduksi dengan 0.35 ml secara peroral.37 ml. Mencit dikelompokan menjadi 4 kelompok yaitu kelompok kontrol negatif (mencit diberi Na. mencit yang menjadi kelompok uji kombinasi diberikan ekstrak kulit manggis dan Cinula® sebanyak 0. Kemudian semua kelompok mencit di-tes kada gula darahnnya degan menggunakan Gluko DR dan dicatat hasilnya pada waktu 0 menit.5%).5% secara peroral sebanyak 0. seluruh zat dari setiap kelompok mencit diharapkan telah terabsorpsi .35 ml. kadar glukosa dalam darahnya menjadi tidak stabil (berubah-ubah). Sebelum dilakukan percobaan. mencit yang menjadi kelompok uji diberikan ekstrak kulit manggis sebanyak 0. mencit yang menjadi kontrol negatif diberikan NaCMC 0.30 ml secara peroral. Kemudian mencit didiamkan selama tiga puluh menit. Secara prosedural akan dibahas tahapan-tahapan yang dilakukan untuk mengevaluasi penyakit diabetes pada hewan percobaan. kelompok uji (mencit diberi herba manggis) dan kelompok mencit yang diberi Cinula ® (ekstrak kayu manis).

3. . semua mencit diambil darahnya. Pasang strip ke slot 2.sempurna dan mencapai sel-sel reseptornya sehingga akan memberikan efek pada saat pengujian. Berikut adalah prosedur pengukuran kadar glukosa darah menggunakan glucose meter: 1. Cek nomor kalibrasi. Setelah tiga puluh menit. Pemilihan bagian ekor untuk mengambil darah mencit dikarenakan pada bagian ini terdapat banyak pembuluh darah yaitu pembuluh darah vena. Selain itu metode ini adalah metode termudah untuk mengambil darah mencit. Kalibrasi glucose meter bertujuan agar data yang terbaca lebih akurat. Lakukan sampling darah. Sentuhkan sampel darah ke salah satu sisi strip. 4. Pengambilan darah dilakukan dengan memotong bagian ujung ekor mencit dan mengeluarkan sedikit darahnya.

30’. Na. sehingga kadar glukosa dalam darah akan menurun. Data yang terbaca pada glucose meter dicatat sebagai t=30 Hasil dari setiap tes yang dilakukan tidak memberikan hasil yang bervariasi. dan tidak menggunakan glucose test strips yang sudah kadarluarsa. dan tingkat diabetes yang diderita.5. Tes glukosa darah dilakukan beberapa kali tergantung pada umur pasien.CMC sebagai kontrol negatif didapatkan peningkatan kadar glukosa setelah pemberian obat setelah pemberian dengan interval 0’. Setelah pengambilan darah pertama. Hal ini dikarenakan glibenklamid bekerja dengan cara menstimulasi sekresi insulin setiap pemakaian glukosa. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara statistik. Untuk mendapatkan hasil tes yang akurat. hal ini tergantung pada kondisi fisiologis mencit dan waktu dilakukannya tes. perlu diperhatikan beberapa hal seperti menjaga kebersihan glukosa meter. kesehatan pasien. Insulin yang dihasilkan akan mengubah glukosa dalam darah menjadi glikogen yang akan disimpan dalam jaringan otot atau jaringan adiposa. kemudian dilakukan pengambilan darah pada semua mencit pada menit ke-90 setelah pemberian glukosa. Dari data pengamatan dapat dilihat terjadi penurunan kadar glukosa darah pada mencit yang diberikan obat hipoglikemik (glibenkamid). Baca hasil setelah kurang lebih 5 detik. Hasil yang diperoleh dari glukosa meter ini dapat digunakan untuk mengontrol diabetes pasien dan menetapkan tahap penyembuhan selanjutnya bagi pasien. dan 60’ mengalami peningkatan sebesar . Dari data percobaan yang dilakukan. menempatkan sampel darah sesuia batas glucose test strips.

Hal ini sesuai dengan pendapat Gitalisa Andayani (2005) dari Divisi Retina Departemen Mata Fakultas Kedokteran UI dan Jakarta Eye Center. dan 60’ mengalami peningkatan sebesar 133 mg/dL.122 mg/dL. Hal ini dikarenakan selain Na.85 mg/dl sebelum mengonsumsi ekstrak kulit buah manggis berubah menjadi 176. Insulin yang dihasilkan akan mengubah glukosa dalam darah menjadi glikogen yang akan disimpan dalam jaringan otot atau jaringan adiposa. Glibenklamid akan menjadi metabolit kurang aktif di dalam hati karena terjadi first pass efect . Ekstrak kulit manggis yang berkhasiat antidiabetik adalah senyawa xanton yang mampu menurunkan gula darah penderita diabetes melitus.CMC sebagai kontrol negative yang tidak memiliki efek antidiabetik. Gangguan di retina mata yang diakibatkan komplikasi diabetes dapat berujung pada kebutaan permanen. ekstrak xantonitu telah menormalkan kadar kolesterol pasien. Glibenklamid merupakan obat pertama dari antidiabetika oral generasi kedua dengan khasiat hipoglikemis lebih kuat daripada tolbutamida. Dalam hal ini. 30’. Glibenklamid merupakan obat antidiabetik yang efektif dimana didapatkan peningkatan kadar glukosa setelah pemberian obat setelah pemberian dengan interval 0’.86 setelah mengonsumsinya. Selanjutnya. Glibenklamid bekerja dengan cara menstimulasi sekresi insulin setiap pemakaian glukosa. Seorang dokter di Jakarta menunjukkan bahwa kolesterol rata-rata tujuh pasiennya 201. Pada ekstrak kulit manggis setelah pemberian didapatkan peningkatan kadar glukosa setelah pemberian obat setelah pemberian dengan interval 0’. 196 mg/dL dan hingga 264 mg/dL.CMC juga merupakan selulosa yang tergolong polisakarida sehingga dapat semakin meningkatkan kadar gula dalam darah. dan 60’ mengalami peningkatan sebesar 42 mg/dL. Xanton juga dapat mencegah kebutaan akibat diabetes. lalu obat ini dieksresikan melalui kemih dan feses. Na. Pengaruh xanton itu terlihat semakin nyata pada penurunan trigliserida dimana sebelum mengonsumsi ekstrak itu. Rujukannya <200. 66 mg/dL dan hingga 139 mg/dL. 30’. trigliserida rata-rata . 150 mg/dL dan hingga 150 mg/dL.

Hasil ini tidak sesuai dengan yang diharapkan. pengamatan kali ini tidak diketahui evaluasi antidiabetik dari beberapa zat uji. Cinula mengandung ekstrak kayu manis yang secara phitofarmaka telah diuji mampu mengendali kadar gula darah stabil bagi penderita pre diabetes Jadi. 144 mg/dL dan hingga 139 mg/dL. . memiliki kaitan dengan meningkatnya risiko penyakit jantung koroner. karena kenaikan gula dalam darah berlangsung selama 2 jam. Hal ini mengakibatkan data yang didapatkan kurang akurat karena waktu pengamatan tidak dilakukan saat zat obat berefek secara optimal. tapi setelah mengonsumsinya menjadi 112. obat yang lebih efektif dalam menurunkan kadar gula dalam darah adalah Glibenklamid. Kandungan trigliserida yang tinggi disebut hipertrigliseridemia.mereka 245. khususnya pada mereka yang menderita problem kesehatan lain. Ekstrak kulit manggis yang Cinula merupakan suplement herbal untuk mengontrol kadar gula darah bagi penderita pre diabetes agar tetap stabil.29. karena data yang didapatkan kurang akurat. Pada pemberian Cinula® (ekstrak kayu manis) setelah pemberian didapatkan peningkatan kadar glukosa setelah pemberian obat setelah pemberian dengan interval 0’. Kemampuan xanton menurunkan trigliserida menandakan bahwa zat itu mampu mencegah penyakit jantung karena trigliserida merupakan lipid yang berpengaruh terhadap kinerja jantung.2011:24). Suplement herbal ini jauh lebih aman dengan efek samping minim. Rujukannya <150 mg/dl (Kasma Iswari. 30’.43. dan 60’ mengalami peningkatan sebesar 138 mg/dL. Seharusnya. artinya pengamatan dilakukan saat kadar gula darah sedang meningkat.

Kadar glukosa darah normal pada waktu puasa antara 60- 120 mg/dl. B. dan kadar glukosa darah cenderung naik (hiperglikemia). agar hewan uji mudah ditangani dan hasil yang didapatkan sesuai dengan yang diinginkan. baik secara kualitas maupun kuantitas. Bila terjadi gangguan pada kerja insulin. 2. yang diahasilkan oleh kelenjar pankreas sangat penting untuk menjaga keseimbangan kadar glukosa darah. . disebabkan kerusakan proses pengaturan sekresi insulin dari sel-sel beta. Kesimpulan Dari hasil praktikum dan analisis data yang telah dilakukan. keseimbangan tersebut akan terganggu. dapat disimpulkan bahwa : 1. Diabetes melitus merupakan suatu penyakit yang terjadi akibat adanya gangguan pada metabolime glukosa. Hasil evaluasi efek antidiabetik menyimpulkan tidak diketahui karena data yang didapatkan kurang akurat. BAB V PENUTUP A. dan dua jam sesudah makan dibawah 140 mg/dl. Insulin. Saran Dalam memberikan perlakuaan terhadap hewan uji praktikan harus dengan hati-hati dan penuh kasih sayang.

Penerbit Salemba Medika. Jakarta. Edisi Kelima.M. P. 2004. 1993. K.2002. Ramos. F. Buku 2. E. A. Jakarta. Bertram. World Health Organization.1. 2002. Edisi ke-4.. J. G. C. A. Pharos Bulletin No. 2000. 2002. 45: 118-124 Herman F. Petunjuk Praktis Penatalaksanaan Dislipidemia. Aguilar. Gramedia Pustaka Utama. Heuck.F. S. . Neal. A. dan Hayes E. J. A. D. Laboratory Diagnosis and Monitoring of Diabetes Mellitus. Santamaria. H. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. Semiardji. Reinauer. G. Iswari. C. 2006. J. J. Kulit Manggis Berkhasiat Tinggi.L. C. DAFTAR PUSTAKA Adam J. Pharmacol. Saenz. Geneva. Contreras. West. L. Jakarta . Farmakologi : Dasar dan Klinik. Alih Bahasa : Dr. Sudoyo et al. H. Jakarta. H. Soc. Home. Soegondo. Cermin Dunia Kedokteran No. R. R. R. M. Kee.S. M. Penerbit Erlangga. Pengurus Besar Perkumpulan Endokrinologi Indonesia. Soegondo S.. L. 1996. Klasifikasi dan kriteria diagnosis diabetes melitus yang baru. Miranda. Madya Centradifa : Jakarta. A. A. Penggunaan obat hipoglikemik oral pada penderita diabetes melitus. 2006. Kanagasabapathy. Peter Anugrah. Studies on hypoglycemic activity of mexican medicinal plants.. F. Farmakoterapi pada pengendalian glikemia diabetes melitus tipe 2. At a Glance Farmakologi Medis. Jakarta: Pusat Penerbitan Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Adriansyah. Farmakologi: Pendekatan Proses Keperawatan. Proc. L.2011 Katzung G. Vega. 127 Galacia. Jilid ke-3. Editor Aru W. A.

Gramedia Pustaka Utama.Tjokroprawiro. FKUI. 2002. Hidup Sehat dan Bahagia Bersama Diabetes. A. S. Pedoman Diet Diabetes Melitus. Waspadji. . Jakarta. Jakarta . 1998.

.12.098 5.12. Rismayanti 723901S.12. Tresensia Herni 723901S. 1 April 2014 Dosen Pembimbing : Triswanto Sentat.13. Rike Wigati 723901S.12.099 6.096 3.104 11. Apt LABORATORIUM FARMAKOLOGI LABORATORIUM TERPADU II AKADEMI FARMASI SAMARINDA 2014 . M.095 2.12. Rizki Permatasari 723901S.12. Titin Hartini 723901S. Riyan Saparida 723901S.12.113 Hari / Tanggal Praktikum : Selasa. Riska Ayu Wulan Dira 723901S.102 9.12.101 8. Yohanna Manurung 723901S. Lusi Mardika 723901S. Risfi Herista 723901S.103 10. Farm-Klin.100 7.097 4.12.12. Sadatunnisa 723901S. LAPORAN PRAKTIKUM FARMAKOLOGI 2 Diabetes Mellitus Disusun Oleh Kelompok : Nama NIM 1.