You are on page 1of 3

ASUHAN KEPERAWATAN

GOUT ARTHRITIS
No.
:
SO Dokumen
No. Revisi :
P Tgl.Terbit
Halaman
:
:1/3
PUSKESMAS drg. Sri Dewi Susanti
KAMPUNG BARU Nip. 19750202 200501 2 009

Pengertian Asuhan keperawatan Gout Arthritis adalah langkah kegiatan untuk
mengatahui penyakit inflamasi yang menyerang persendian yang
disebabkan oleh penimbunan asam urat.
Tujuan Sebagai acuan penerapan langkah-langkah perawat dalam melaksanakan
Asuhan Keperawatan pada kasus Gout Arthritis yang dilaksanakan mulai
dari pengkajian, penentuan diagnosa, tindakan sampai dokumentasi
Kebijakan
Referensi 1. Doengoes, Marilynn, dkk, 2000, Rencana Asuhan Keperawatan
edisi 3, Jakarta EGC
2. Mansjoer Arif, 1999, Kapita Selekta Kedokteran, Edisi 3, FKUI
Jakarta
Prosedur 1. Petugas administrasi mendaftarkan pasien
2. Perawat melakukan pengkajian ( faktor resiko dan etiologi gout
arthritis )
3. Perawat mengobservasi tanda-tanda vital
4. Perawat melakukan pemeriksaan fisik dari kepala sampai kaki
5. Perawat menegakkan diagnosa keperawatan berdasarkan prioritas
sbb :
1. Nyeri b/d proses penyakit
Tujuan/kriteria hasil :1. Klien dapat menyatakan secara verbal
bahwa nyeri berkurang
2.Pasien tampak rileks dan nyeri
terkontrol
Intervensi :
 Kaji keluhan nyeri, catat lokasi dan intensitas nyeri
 Catat faktor-faktor yang mempercepat dan tanda-tanda
rasa sakit yang non verbal
 Berikan posisi yang nyaman, sendi yang nyeri ( kaki )
diistrahatkan dan diberikan bantalan
 Beri kompres hangat atau dingin
 Cegah agar tidak terjadi iritasi pada tofi, misalnya
menghindari penggunaan sepatu yang sempit, terantuk

benda yang keras  Berikan massage lembut  Ajarkan klien untuk sering mengubah posisi tidur  Ajarkan penggunaan tehnik manajemen stres. misalnya relaksasi progresif. dosis. Pasien dapat meningkatkan aktivitas sesuai kemampuan Intervensi :  Kaji tingkat inflamasi atau rasa sakit pada sendi  Ajarkan klien untuk latihan ROM pada sendi yang terkena gout jika memungkinkan  Pertahankan istirahat tirah baring/duduk jika diperlukan  Lakukan ambulasi dengan bantuan misalnya dengan menggunakan tongkat dan berikan lingkungan yang aman misalnya menggunakan pegangan tangga pada bak atau pancuran dan toilet  Kolaborasi dengan ahli terapi fisik 3. Defisit pengetahuan b/d kurangnya pemahaman tentang pengobatan dan perawatan di rumah Tujuan / kriteria hasil : 1. dan pengendalian nafas  Kolaborasi dengan dokter dalam pemberian obat- obatan anti nyeri 2. sentuhan terapeutik. Hambatan mobilitas b/d rasa sakit pada sendi Tujuan / kriteria hasil : 1. tujuan dan efek samping  Bantu pasien dalam merencanakan program latihan dan istrahat yang teratur  Tekankan pentingnya melanjutkan manajemen farmako terapeutik  Berikan informasi mengenai alat-alat bantu yang mungkin dibutuhkan  Jelaskan pada pasien tentang asal mula penyakit Unit Terkait . Pasien dan keluarga dapat memahami penggunaan obat dan perawatan di rumah Intervensi :  Kaji kemampuan pasien dalam mengungkapkan instruksi yang diberikanoleh dokter atau perawat  Berikan jadwal obat yang harus digunakan meliputi nama obat.

Rekaman Historis Perubahan No Isi Perubahan Tgl. Mulai Diberlakukan .