You are on page 1of 29

PENGARUH TEKNIK MASSAGE TERHADAP PENURUNAN

INTENSITAS NYERI PADA PASIEN LBP

Makalah

Disusun Oleh:
KAHTY MANGARE

NIM:

FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN UNIVERSITAS KLABAT

AIRMADIDI - MANADO

MEI, 2016

Daftar Isi
BAB I..................................................................................................................................................4
PENDAHULUAN..............................................................................................................................4
A. Latar Belakang......................................................................................................................4
Tujuan dan Manfaat........................................................................................................................6
BAB II................................................................................................................................................7
Pembahasan........................................................................................................................................7
Definisi...........................................................................................................................................7
Faktor terjadinya LBP:...................................................................................................................8
Klasifikasi LBP..............................................................................................................................9
Patflow..........................................................................................................................................15
BAB III.............................................................................................................................................16
PEMBAHASAN...............................................................................................................................16
A. Definisi stimulus kutaneus slow-stroke back massage........................................................16
Sejarah Perkembangan Massage..................................................................................................17
Perkembangan Masase di Indonesia.............................................................................................19
A. Pengaruh stimulus kutaneus slow-stroke back massage.....................................................22
A. Metode stimulus kutaneus slow-stroke back massage........................................................23
A. Manfaat lain dari stimulus kutaneus slow stroke back massage.........................................26
BAB IV.............................................................................................................................................27
PENUTUP........................................................................................................................................27
Kesimpulan...................................................................................................................................27
A. Saran...............................................................................................................................27
Daftar Pustaka..............................................................................................................................28

penulis tertarik untuk membahas kasus LBP (low back pain) atau yang kita kenal dengan nyeeri punggung bawah dengan intervensi yang diambil adalah “terapi massage untuk mengurangi intesitas nyeri pada pasien LBP. penulis berharap bagi pembaca untuk memberikan kritikan serta saran untuk penulisan makalah selenjutnya. Dalam kebanyakan kasus muskuloskeletal Dx keperawatan yang sering diambil adalah Nyeri. Airmadidi.1 Latar belakang Puji syukur kepada Tuhan YME atas berkat yang ia berikan sehingga penulisan makalah ini bisa selesai itu semua hanya karna hikmat daripada-Nya. Kiranya makalah ini bisa bermanfaat bagi tenagah kesehatan dalam menjalankan profesinya. Sebagai seorang yang berprofesi sebagai tenaga medis kita banyak menggunakan farmakologis untuk mengurangi nyeri pada pasien tetapi ada banyak cara non-farmakologis yang bisa digunakan untuk mengurangi tingkat nyeri pada pasien. Penulis juga berterima kasih kepada semua pihak yang membantu dalam penyelesaian makalah ini dan penulis tahu makalah ini masih sangat jauh dari kesempurnaan. Mei 2017 PENULIS .1. dari sekian masalah muskuloskeletal yang sering terjadi.

Di Indonesia walaupun data epidemiologik mengenai LBP belum ada namun diperkirakan 40%penduduk Jawa Tengah berusia antara 65 tahun pernah menderita nyeri punggung dan prevalensinya pada laki-laki 18.2% dan pada perempuan 13. Prevalensi sepanjang hidup (lifetime) populasi dewasa sekitar 70% dan prevalensi dalam 1 tahun antara 15-45% dengan puncak prevalensi terjadi pada usia 35 dan 55 tahun. Disebutkan ada beberapa faktor risiko LBP yaitu usia di atas 35 tahun. dan riwayat keluarga penderita musculoskeletal disorder (Laxmaiah. LBP merupakan masalah kesehatan yang paling penting di semua negara. 2005). perokok. 2008). angkat beban berat yang berulang-ulang. Latar Belakang Low Back Pain adalah rasa nyeri yang dirasakan di daerah punggung bawah antara sudut bawah kosta (tulang rusuk) sampai lumbosakral (sekitar tulang ekor) yakni daerah L1-L5 dan S1-S5 (Meliala L. kegemukan. Kebanyakan LBP akut bersifat self limiting dan hanya 2-7% yang menjadi kronis(Jalaluddin. 2010). paparan getaran.6% (Meliawan. duduk lama. termasuk tipe benigna. pekerjaan. yang sebagian besar merupakan nyeri pinggang akut maupun kronik. geometri kanal lumbal spinal. Kasus nyeri pinggang di beberapa negara berkembang lebih kurang 15-20% dari total populasi. . masa kerja 5-10 tahun. faktor psikososial. membungkuk. BAB I PENDAHULUAN A. 2009). posisi kerja.

. Adanya nyeri membuat penderitanya seringkali takut untuk bergerak sehingga mengganggu aktifitas sehari-harinya dan dapat menurunkan produktifitasnya. Salah satu terapi komplementer yang dapat dilakukan pada penderita LBP adalah dengan terapi back massage. 1993 dalam Potter & Perry. Saat ini. Salah satu langkah sederhana dalam upaya menurunkan nyeri dengan menggunakan stimulus kutaneus adalah dengan melakukan massage dan sentuhan. melainkan oleh kesalahan posisi tubuh dalam bekerja (Llewellyn. 2006). sudah cukup membuat pasien frustasi dalam menjalani hidupnya sehari-hari sehingga dapat mengganggu kualitas hidup pasien. 2005). Berbagai intervensi dapat dilakukan untuk menangani nyeri ini. terapi utama diarahkan untuk menangani nyeri ini (Potter & Perry. Di samping itu. 2005). 90% kasus nyeri punggung bawah bukan disebabkan oleh kelainan organik. Stimulus kutaneus adalah stimulasi kulit yang dilakukan untuk menghilangkan nyeri. Massage dan sentuhan merupakan tehnik integrasi sensori yang mempengaruhi aktifitas sistem saraf otonom (Meek. baik dengan farmakologi maupun pengobatan non farmakologi atau terapi komplementer. dengan mengalami nyeri. Karenanya.

factor penyebab. dan Etiologi dari LBP 2. Untuk mengetahui Patoflow dari LBP 3. Untuk mengetahui manfaat stimulus kutaneus slow-stroke back massage pada penderita Low Back Pain ( LBP ). Untuk mengetahui definisi. Untuk mengetahui definisi stimulus kutaneus slow-stroke back massage 4. 6. Untuk mengetahui pengaruh stimulus kutaneus slow-stroke back massage.Tujuan dan Manfaat 1. 7. klasifikasi. . Untuk mengetahui Metode stimulus kutaneus slow-stroke back massage. Untuk mengetahui sejarah back massage 5.

dapat merupakan nyeri lokal maupun nyeri radikular atau keduanya (Mahadewa & Maliawan. BAB II Pembahasan Definisi Low Back Pain adalah rasa nyeri yang dirasakan di daerah punggung bawah antara sudut bawah kosta (tulang rusuk) sampai lumbosakral (sekitar tulang ekor) yakni daerah L1-L5 dan S1-S5. Nyeri ini bisa akut.2009). LBP untuk selanjutnya adalah nyeri yang dirasakan di daerah punggungbawah. 2005). subakut dan kronis berdasarkan durasi timbulnya keluhan (Meliala L. Nyeri juga bisa menjalar ke daerah lain seperti punggung bagian atas dan pangkal paha.2007). Nyeri ini terasa diantara sudut iga terbawah dan lipat bokong bawah yaitu di daerah lumbal atau lumbal-sakral dan sering disertai dengan penjalaran nyeri ke arah tungkai dan kaki.( Menurut Sigamani. .

Mengangkat objek yang berat dan bentuk tidak beraturan Klasifikasi LBP Klasifikasi Low back pain menurut waktu terjadinya nyeri berlangsung yaitu : . Hidup dan aktiftas penuh dengan ketegangan. Mengangkat atau menjangkau beban dengan posisi yang tidak rapat ketubuh. Membungkuk ketika mengangkat 9. Mempertahankan postur yang tidak baik 10. Postur yang tidak baik ketika duduk atau berdiri. Kondisi fisik yang tidak baik. Memutar tubuh ketika mengangkat 8. 2. mendorong. Desain kerja yang kurang baik 6. menarik atau memindahkan objek. 3. 4.Faktor terjadinya LBP: Menurut OSHA (2000) faktor yang berhubungan dengan LBP adalah : 1. kehilangan kekuatan dan kesabaran tanpa menggunakan strain 5. Mengangkat berulang dengan posisi canggung 7.

dalam dan langsung maupun tiba-tiba.Nyeri biasanya terjadi dalam beberapa hari tetapi kadang kalah membutuhkan waktu selama satu atau bahkan beberapa minggu Kadang-kadang nyeri berulang akan tetapi untuk kekambuhan bisa ditimbulkan dari aktivitas fisik yang sederhana. Seorang tidak dapat beristirahat dengan tenang dan setiap gerak bagian punggung yang terkena bertambah nyeri yang terjadi selama kurang dari 8 minggu. terlalu banyak duduk dan terlalu kaku karena tidak mengadakan gerakan-gerakan untuk mengendurkan ototnya. Juga di kalangan sosial yang serba cukup atau berlebihan keadaan tubuh tidak optimal karena kegemukan. Nyeri kronis Adalah nyeri yang terus menerus dan cenderung tidak berkurang .  b. 2. Pada daerah punggung bawah. . semua unsur susunan neuromuskoletal dapat terkena oleh trauma. Nyeri akut Adalah nyeri yang tajam. 1. Trauma pada komponen keras. Klasifikasi Low back pain menurut penyebabnya yaitu : 1. LBP ini dibagi 2 menjadi :  Trauma pada unsur miofasial Setiap hari banyak orang mendapat trauma miofasial. Low back pain traumatik Lesi traumatik dapat disamakan dengan lesi mekanik. mengingat banyaknya pekerja kasar yang gizinya kurang baik dengan kondisi kesehatan badan yang kurang optimal.

Low back pain akibat proses degeneratif  Spondilosis Perubahan degeneratif pada vertebra lumbosakralis dapatterjadi pada corpus vertebra berikut arcus dan processus artikularis serta ligamenyang menghubungkan bagian-bagian ruas tulang belakang satu dengan yang lain.  c. Karena trauma yang ringan (misal jatuh terduduk dari kursi pendek). Akibat trauma karena jatuh fraktur kompresi dapat terjadi di vertebrata torakal bawah atau vertebra lumbal atas. Hernia Nukleus Pulposus (HNP) Perubahan degeneratif dapat juga mengenai annulus fibrosus discus intervertebralisyang bila pada suatu saat terobek dapat disusul dengan protusio discus intervertebralis yang akhirnya menimbulkan hernia nukleus pulposus (HNP). Pada proses spondilosis terjadi rarefikasi korteks tulang belakang. Fraktur kompresi dapat terjadi juga pada kondisi tulang belakang yang patalogik. 2. Osteoatritis . HNP paling sering mengenai discus intervertebralis L5-S1 dan L4-L5. kolumna vertebralis yang sudah osteoporotik mudah mendapat fraktur kompresi. penyempitan discus dan osteofit osteofityang dapat menimbulkan penyempitan dari foramina intervetebralis.  b.

tulang. Low back pain akibat penyakit inflamasi  Artritis rematoid Artritis rematoid termasuk penyakit autoimun yang menyerang persendian tulang. Sendi yang terjangkit mengalami peradangan. artikulus sakroiliaka. nyeri dan kemudian sendi mengalami kerusakan. dan ligamen di sendi. Rasa nyeri timbul akibat terbatasnya gerakan pada kolumna vertebralis . Terbatasnya pergerakan sepanjang columna vertebralis pada osteoartritis akan menyebabkan tarikan dan tekanan pada otot atau ligamen pada setiap gerakan sehinga menimbulkan nyeri punggung bawah. sendi. Unsur tulang belakang lain yang sering dilanda proses degenerative ialah kartilago artikularisnya. Akibat sinovitis(radang pada sinovium) yang menahun. yang dikenal sebagai osteoatritis. 4. Spondilitis angkilopoetika Kelainan pada artikus sakroiliaka yang merupakan bagian dari poliartritis rematoid yang juga didapatkan di tempat lain. artikulus kostovertebralis dan penyempitan foramen intervertebralis. 3. tendon. akan terjadi kerusakan pada tulang rawan. Low back painakibat gangguan metabolisme . sehingga terjadi pembengkakan. Pada osteoatritis terjadi degenerasi akibat trauma kecil yang terjadi berulang- ulang selama bertahun-tahun.  b.

Tumor sekunder yaitu tumor metastatik mudah bersarang di tulang . Nyeri yang tajam atau radikular merupakan keluhan. Maka dari itu tumor ini seringkali membangkitkan nyeri hebat pada daerah lumbosakral. Nyeri Punggung Bawah Akibat Neoplasma  Tumor benigna Osteoma osteoid yang bersarang di pedikel atau lamina vertebra dapat mengakibatkan nyeri hebat yang dirasakan terutama pada malam hari. Sakitnya bersifat pegal. Hemangioma merupakan tumor yang berada di dalam kanalis vertebralis dan dapat membangkitkan nyeri punggung bawah. Dalam hal itu terdapat fraktur kompresi yang menjadi komplikasi osteoporosis tulang belakang. Meningioma merupakan suatu tumor intadural namun ekstramedular. seringkali disebabkan oleh osteoporosis. terutama kaum wanita. Tumor primer yang sering dijumpai adalah myeloma multiple.  b. Tumor ini dapat menjadi besar sehingga menekanpada radiks-radiks. 5. Tumor maligna Tumor ganas di vertebra lumbosakralis dapat bersifat primer dan sekunder. oleh karena berkurangnya matriks dan mineral tulang disertai dengan kerusakan mikro arsitektur dari jaringantulang. Osteoporosis merupakan satu penyakit metabolik tulang yang ditandai oleh menurunnya massa tulang.Nyeri punggung bawah pada orang tua dan jompo.

pankreatitis. Walaupun demikian sikap tubuh mempengaruhi bertambah atau meredanya referred pain. 6. LBP yang bersifat referred pain memiliki ciri khas yaitu :  Nyeri hanya dirasakan berlokasi di punggung bawah. Low back pain psikogenik Beban psikis yang dirasakan berat oleh penderita. paru dan glandula tiroidea. namun penyakit penyakit visceral menghasilkan juga nyeri abdominal dengan manifestasi masing-masing organ yang terganggu. penyakit ginjal dan seterusnya. Low back painsebagai Referred Pain Walaupun benar bahwa nyeri punggung bawah dapat dirasakanseorang penderita ulkus peptikum. Tumor primernya bisa berada di mamae. Daerah lumbal setempat tidak memperlihatkan tanda-tanda abnormal. yakni tidak ada nyeri tekan. Nyeri punggung bawah karena problem psikogenikmisalnya disebabkan oleh histeria. tidak ada nyeri isometrik dan modalitas punggung tetap baik. 7. tidak ada nyeri gerak. oleh karena tulang belakang kaya akan pembuluh darah.  b. tumor lambung. dapat pula bermanifestasi sebagai nyeri punggung karena menegangnya otot-otot. prostate. c. Nyeri punggung bawah karena . ginjal. atau kecemasan. depresi. Dalam tahap klinis dan selanjutnya penyakit visceral didapatkan adanya keadaan patologik melalui manifestasi gangguan fungsi dan referred pain di daerah lumbal. belakang.

Infeksi Infeksi dapat dibagi ke dalam akut dan kronik. masalah psikogenikadalah nyeri punggung bawah yang tidak mempunyai dasar organik dan tidak sesuai dengan kerusakan jaringan atau batas-batas anatomis. bila ada kaitan nyeri punggung bawah dengan patologi organik makanyeri yang dirasakan tidak sesuai dengan penemuan gangguan fisiknya. streptokokus). Nyeri punggung bawah yang disebabkan infeksi kronik misalnya spondilitis TB. . Nyeri punggung bawah yang disebabkan infeksi akut misalnya kuman pyogenik (stafilokokus. 8.

Pathway LBP .

.

Masase punggung ini dapat menyebabkan terjadinya mekanisme penutupan terhadap impuls nyeri saat melakukan gosokan penggung pasien dengan lembut. Cara lainnya adalah dengan mengaktifkan transmisi serabut saraf sensori A-beta yang lebih besar dan lebih cepat. Slow-stroke back massage ialah tindakan masase pada punggung dengan usapan yang perlahan selama 3-10 menit (Potter & Perry. Definisi stimulus kutaneus slow-stroke back massage. Apabila masukan yang . Pesan yang dihasilkan akan menstimulasi mekanoreseptor. Salah satu langkah sederhana dalam upaya menurunkan nyeri dengan menggunakan stimulus kutaneus adalah dengan melakukan masase dan sentuhan. Masase dan sentuhan merupakan tehnik integrasi sensori yang mempengaruhi aktifitas sistem saraf otonom (Meek. 2005). bekerja dengan cara mendorong pelepasan endorfin. BAB III PEMBAHASAN A. Stimulus kutaneus adalah stimulasi kulit yang dilakukan untuk menghilangkan nyeri. 2005). 1993 dalam Potter & Perry. sehingga memblok transmisi stimulus nyeri. sehingga menurunkan transmisi nyeri melalui serabut C dan A-delta berdiameter kecil sekaligus menutup gerbang sinap untuk transmisi impuls nyeri (Potter & Perry. Stimulus kutaneus adalah stimulasi kulit yang dilakukan untuk menghilangkan nyeri. 2005).

maka akan membuka sistem pertahanan disepanjang urat saraf dan klien mempersepsikan nyeri. disamping dengan sinar matahari. mandi air panas.000 tahun sebelum masehi. diketahui bahwa massage telah dipergunakan bukan semata-mata untuk pemeliharaan kesehatan saja tetapi juga sebgai salah satu cara pengobatan. Dalam ajaran-ajaran Kung Fhu Tzu. konseling dan pemberian stimulus kutaneus merupakan upaya untuk melepaskan endrofin (Potter & Perry.dominan berasal dari serabut delta-A dan serabut C. Cacatan sejarah menunjukkan bahwa bangsa Cina telah mengenal massage kurang lebih 3. serta latihan-latihan badan untuk menyembuhkan kekuatan pada sendi dan otot- otot yang lemah. telah dikenal sejak zaman pra sejarah oleh berbagai suku bangsa di dunia. Tehnik distraksi. Neuromedulator ini menutup mekanisme pertahanan dengan menghambat substansi P. Alur saraf desenden melepaskan opiat endogen yaitu pembunuh nyeri alami yang berasal dari tubuh. Sejarah Perkembangan Massage Massage sebagai cara pengobatan. Bapak dari ilmu kedokteran yaitu Hippocrates (430-360 SM) menggunakan masase untuk para pasiennya. Demikian pula massase juga dikenal oleh bangsa Yunani purba yang menggunakan massge sebagai bentuk kemewahan setelah melakukan latihan- latihan gymnastik untuk membentuk keindahan tubuh. . 2005). Data-data menunjukkan bahwa usia massage sama tuanya dengan peradaban manusia.

lebih-lebih dalam menggunakan masase”. Pada tahun-tahun berikutnya masase semakin mengalami perkembangan. Pada abad XVI pengetahuan tentang anatomi semakin maju. ia mengajar sampai saat meninggalnya pada tahun 1839. Dalam mempraktekkan masase. dan aesthetic gymnastic. Masase dapat menguatkan sendi-sendi yang lemah dan melemaskan sendi-sendi yang kaku. Hal ini merupakan suatu bukti adanya dasar ilmiah dalam melakukan masase pada jaman itu. . Tahun 1913 Ling mendirikan “Central Instituteof Gymnastic” di Stocholm. Ling dan para pengikutnya telah banyak berjasa dalam memajukan masase tidak hanya di Swedia tetapi juga di beberapa Negara Eropa. Menurut Hipocrates “Bahwa seorang dokter harus memiliki keterampilan dalam banyak hal. sedangkan dari atas yaitu kepala atau leher ke bawah ke arah jantung. seorang dokter berkebangsaan Perancis yaitu Ambroise Para menjelaskan tentang teknik serta efeknya masase friction yang lembut. apalagi setelah Pehr Hendrik Ling (1976-1839) yang berkebangsaan Swedia menciptakan Gymnastic Sistem Swedia yang sekarang lebih dikenal dengan Masase Sistem Swedia. hal tersebut semakin menambah gairah dari pemakaian masase. Ling menyusun Gymnasticnya dalam empat bentuk yaitu : educational gymnastic. medical gymnastic. military gymnastic. Pada tahun 1975. yaitu mulai dari kaki menuju ke atas. sedang dan kaku dan menganjurkan untuk salah sendi (dislokasi). beliau menggunakan istilah “Anaptripsis” yang berarti pemijatan menuju ke arah jantung.

Pada tahun 1894 kaum wanita di Inggris membentuk perhimpunan Masseuse yaitu “The Sociaty of Trained Masseuse” dengan tujuan meningkatkan standar masase dan memperbaiki status wanita yang memilih masase sebagai profesinya. . Sejak saat itu masase menjadi suatu cara perawatan yang terkenal di Eropa dan Amerika.000 orang. antara lain : 1. Perkembangan Masase di Indonesia Di Indonesia. Menjelang akhir abad XIX masase telah benar-benar mempunyai kedudukan yang baik di dalam dunia pengobatan. urut atau lulut dan telah lama dikenal sejak jaman kuno oleh nenek moyang kita dengan sebutan “dukun pijat” atau “dukun urut”. Dr. Mezger dari Amsterdam adalah dokter terkenal yang menyebarluaskan masase bahkan ia sendiri bertindak sebagai masseur. Pada waktu itu di kota Manchester anggotanya telah mencapai 5. Perhimpunan tersebut kemudian bergabung dengan “The Institut of Massage And Remedial Exercice” yang akhirnya membuat peraturan untuk menyelenggarakan pendidikan dan ujian. Dukun pijat sebagai orang yang mempraktekkan pijat sering ditafsirkan bermacam-macam. Masase dan Medical Gimnastycnya terus berkembang dan dipergunakan secara luas sebagai Physical Treatment untuk melengkapi perawatan dengan pengobatan dan pembedahan. masase telah dikenal dengan sebutan bahasa daerah : pijat. Dukun pijat adalah orang yang menyegarkan tubuh (raga) dari rasa lelah atau penat.

Hal . Dukun pijat adalah orang yang menangani patah tulang. karena di setiap daerah sampai ke pelosok-pelosok pun dapat dengan mudah ditemukan. 4. yang umumnya menangani olahragawan. seorang pemijat laki-laki atau wanita. Semakin tua. Di Indonesia. Dukun pijat dapat pula sebagai masseur atau ahli masase. Namun seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan. Pada umumnya hasil pemijatan memberikan rasa nyaman dan memuaskan pasiennya. tetapi ada pula yang merupakan pekerjaan utamanya (profesi). 2. 3. terkilir atau salah urat. tetapi ada pula setelah dipijat justru meninggalkan rasa sakit yang disebabkan karena tekanan-tekanan yang diberikan terlalu kuat atau keras. kemudian lebih dikenal dengan dukun sangkal putung. Mereka melakukan pekerjaan memijat biasanya sebagai pekerjaan sambilan. teknik- teknik pijat sebagai salah satu upaya penyembuhan alternatif juga mengalami kemajuan. Dalam melakukan pemijatan seorang dukun pijat memperoleh keahliannya karena bakat. Bahkan ada anggapan bahwa dengan berpantang dan berpuasa kemampuan seorang dukun pijat akan semakin bertambah. kiranya pijat atau lulut yang sekarang dikenal dengan nama “masase” sudah bukan hal yang asing lagi. Dukun pijat diartikan pula sebagai dukun alusan atau pijat alus karena pemijatnya terdiri dari wanita yang umumnya berparas cantik. keturunan dan pengalaman prateknya. si dukun dianggap ahli oleh masyarakat awam.

Mengenai baik atau tidaknya suatu sistem masase ditentukan oleh berhasilnya pelaksanaan masase tersebut. kelincahan dan kerja tangan secara mekanis diarahkan ke jantung untuk menghasilkan rasa enak dan menyegarkan yang menghasilkan pengurangan rasa sakit dari suatu cedera tertentu. . di Solo pada tahun 1960. Jadi setelah menguasai teori maka tahap berikutnya ialah mempraktekkannya dengan mengarahkan seluruh manipulasi ke arah jantung. Menyadari akan kurangnya pengetahuan tentang masase. pernah diajarkan sistem dan teknik masase Swedia (swedish massage) sebagai suatu pedoman cara memijat yang benar. maka dapat dikatakan bahwa teori dari sistem tersebut adalah baik dan benar. Masase sistem swedia merupakan salah satu dari sistem masase yang paling banyak digunakan di seluruh dunia. apabila orang tersebut dimasase dengan cara yang benar maka seharusnya rasa sakit yang di derita akan semakin berkurang atau hilang sama sekali. Masase atau pijat merupakan keterampilan yang melibatkan unsur-unsur pengetahuan. naluri dan seni merawat tubuh yang diperoleh dari seringnya melakukan praktek masase atau dalam istilah masase telah memiliki “jam terbang yang tinggi”. Sejauh teori dapat mencapai tujuannya. Misalkan seorang yang menderita kelelahan atau cedera ringan karena mengikuti suatu perlombaan atau pertandingan. Selain itu seorang pemijat harus mempunyai kekuatan.tersebut dapat terjadi karena minimnya pengalaman atau pengetahuan tentang teknik masase yang benar.

memiliki efek mengurangi ketegangan (Kusyati E. 2. Banyaknya kegiatan olahraga khususnya olahraga yang memerlukan gerakan- gerakan yang cepat dan kuat (explosive) seperti : sepak bola. Pengaruh stimulus kutaneus slow-stroke back massage. bola basket. jika terjadi patah tulang (fracture) sebaiknya segera dibawa ke rumah sakit. karena hal tersebut merupakan tanggung jawab dokter yang ahli di bidangnya (ortopedi). Pada otot-otot. Terjadinya pelebaran pembuluh darah dan memperbaiki peredaran darah di dalam jaringan tersebut. radang empedu. dan lain-lain dapat menyebabkan terjadinya terkilir atau keseleo yang diikuti dengan pembengkakan. 2006 dalam Shocker. Stevens. radang setempat seperti abses. . bisul-bisul yang besar dan bernanah. 2002. Berikut ini merupakan pengaruh yang ditimbulkan stimulus kutaneus slow- stroke back massage antara lain: 1. 2006. Kenworthy. hal itu merupakan tugas dan tanggung jawab masseur/masseuse untuk memberikan perawatan dengan teknik dan metode yang benar. 2008). A. Jadi akan timbul proses pertukaran zat yang lebih baik. 1999 dalam Shocker. dan juga beberapa radang persendian (Kusyati E. Maka dalam sebuah Tim Olahraga. Dengan cara ini penyaluran zat asam dan bahan makanan ke sel-sel diperbesar dan pembuangan dari zat-zat yang tidak terpakai akan diperbaiki. Sedangkan. 2008). bulu tangkis. Aktifitas sel yang meningkat akan mengurangi rasa sakit dan akan menunjang proses penyembuhan luka.

4. 2. 2006 dalam Shocker. Sebelum melakukan stimulus kutaneues slow –stroke back masage. 3. kecemasan. Penggunaan stimulus kutaneus yang benar dapat mengurangi persepsi nyeri dan membantu mengurangi ketegangan otot yang dapat meningkatkan nyeri (Shocker. Penurunan intensitas nyeri. . Metode stimulus kutaneus slow-stroke back massage. Masase punggung dapat merupakan kontraindikasi pada pasien imobilitas tertentu yang dicurigai mempunyai gangguan penggumpalan darah. 5. sebelum memberikan lotion. A. atau luka terbuka yang menjadi kontraindikasi untuk masase punggung. Perlu diperhatikan kemungkinan adanya alergi atau kulit mudah terangsang. Meningkatkan relaksasi fisik dan psikologis (Kusyati E. 5. Menanyakan kepada klien apakah klien menyukai usapan punggung karena beberapa klien tidak menyukai kontak secara fisik. Identifikasi juga faktor-faktor atau kondisi seperti fraktur tulang rusuk atau vertebra. tekanan darah. 4. 2004). dan denyut jantung secara bermakna (Mook & Chin. 3. sebaiknya harus memperhatikan hal – hal dibawah ini : 1. daerah kemerahan pada kulit. luka bakar. Hindari melakukan masase pada area kemerah-merahan. 2008). kecuali bila kemerahan tersebut hilang sewaktu dimasase. 2008).

Adapun teknik untuk stimulasi kutaneus slow-stroke back massage ini dilakukan dengan beberapa pendekatan. Gerakan dimulai pada bagian tengah punggung bawah kemudian kearah atas area belahan bahu kiri dan kanan (Ester. 2005). . salah satu metode yang dilakukan ialah mengusap kulit klien secara perlahan dan berirama dengan gerakan sirkular dengan kecepatan 60 kali usapan per menit selama 3-10 menit (Potter & Perry. 2005).

Akhiri usapan dengan gerakan memanjang dan beritahu klien bahwa perawat mengakhiri usapan. Lakukan usapan pada punggung dengan menggunakan jari-jari dan telapak tangan sesuai dengan metode di atas selama 3-10 menit. 5. . Jelaskan pada responden bahwa losion akan terasa dingin dan basah. Bersihkan kelebihan dari lubrikan dari punggung klien dengan handuk mandi. Perawat mencuci tangan dalam air hangat. bisa tidur miring. bahu. 4. 6. atau duduk. Jika responden mengeluh tidak nyaman. Klien dipersilahkan untuk memilih posisi yang diinginkan selama intervensi. 2. Tutup sisanya dengan selimut. Prosedur pelaksanaan stimulus kutaneus slow stroke back massage (Shocker. Buka punggung klien. telungkup. Hangatkan losion (minyak kelapa) di telapak tangan atau tempatkan botol losion ke dalam air hangat. Tuang sedikit losion di tangan. 3. adalah: 1. Gunakan losion sesuai kebutuhan. dan lengan atas. 2008). prosedur langsung dihentikan.

Rapikan alat dan cuci tangan. stimulus kutaneus slow stroke back massage juga bermanfaat untuk mengatasi nyeri pada remaja yang mengalami dismenorea. A. 8. 9. . Bantu klien posisi yang nyaman. Oleh sebab itu disarankan stimulasi kutaneus dapat dimanfaatkan untuk menurunkan nyeri haid sehingga rasa nyaman terpenuhi dan tidak mengganggu aktivitas sehari-hari pada remaja.Stroke Back Massage) terhadap penurunan intensitas nyeri haid (dismenorea). Bantu memakai baju/piyama. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan Mukhoirotin dan Zuliani yang berjudul pemanfaatan stimulus kutaneus slow stroke back massage terhadap penurunan intensitas nyeri haid (Dismenorea) didapatkan hasil bahwa ada pengaruh stimulasi kutaneus (Slow. 7. Manfaat lain dari stimulus kutaneus slow stroke back massage Selain untuk mengatasi nyeri pada penderita LBP.

Nyeri dapat diatasi dengan terapi farmakologis dan nonfarmakologi. misalkan tidak mengalami fraktur . untuk terapi nonfarmakologi atau terapi komplementer dapat diberikan stimulus kutaneus slow stroke back massage. BAB IV PENUTUP Kesimpulan Nyeri punggung bawah merupakan kelainan muskuloskeletal yang sering ditemukan. Tetapi tetap memperhatikan kondisi pasien. Dan pada pasien yang tidak memiliki LBP bisa juga diberikan sebagai terapi relaksasi. Nyeri juga bisa menjalar ke daerah lain seperti punggung bagian atas dan pangkal paha. alergi dan kemerah-merahan. Terapi ini yaitu memberikan sentuhan pada punggung klien selama 3-10 menit. . Teknik back massage ini bertujuan untuk mengurangi nyeri pada pasien LBP tapi tidak pada semua tingkatan nyeri dari skala nyeri (0-10) terapi back massage hanya digunakan pada pasien yang memiliki skala nyeri ≤6 dan hanya menurunkan 2- 3 skala nyeri.

S. G. Saran Sebagai seorang perawat sebaiknya kita mengembangkan terapi nonfarmakologi sebagai intervensi dalam pemberian asuhan keperawatan. Sigamani..al). & Maliawan. Komalasari et. Buku ajar fundamental keperawatan: konsep. A.Diagnosis dan tatalaksana kegawat daruratan tulang belakang. Jakarta: Sagung seto. & Perry. V. Untuk para penulis dan peneliti lainnya sebaiknya mengembangkan lagi manfaat dari stimulus kutaneus slow stroke back massage ini. Jakarta: EGC. (2007). Treatment of neck and back pain. New Delhi: Jaype brothers medical publisher Ltd. Daftar Pustaka Mahadewa. terutama stimulus kutaneus slow stroke back massage ini dapat kita berikan pada penderita LBP. A. G. . D. A.. B. (2005). (2009). Potter. (naskah asli dipublikasikan tahun 1997). T. dan praktik (R. proses.