You are on page 1of 21

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG
Kesehatan Indonesia semakin hari semakin memburuk. Salah satu penyebabnya
adalah kondisi perekonomian Indonesia yang tidak kunjung membaik. Masyarakat
miskin memandang kesehatan adalah kebutuhan yang dapat ditunda demi pemenuhan
kebutuhan lain yang lebih fundamental, makan misalnya.

Saat ini di Indonesia, persentase penduduk miskinnya mencapai 16,58% (Depkes
RI, 2008). Pada masyarakat dengan status ekonomi rendah ditambah dengan pendidikan
yang rendah, pemeliharaan dan peningkatan kesehatan sebagai aspek yang merupakan
penekanan upaya promotif dan preventif dalam pembangunan kesehatan, cenderung
belum menjadi sesuatu yang dirasakan sebagai kebutuhan. Oleh karena itu, sementara
menunggu kondisi perekonomian Indonesia membaik, maka perlu upaya peningkatan
kesadaran memelihara kesehatan (masyarakat) sendiri dalam bentuk swamedikasi (self
medication).

Salah satu penyakit yang sering diabaikan oleh masyarakat atau terkesan
diremehkan adalah sakit kepala. Sakit kepala adalah rasa sakit atau tidak nyaman antara
orbita dengan kepala yang berasal dari struktur sensitif terhadap rasa sakit. Sakit kepala
adalah rasa sakit atau tidak nyaman antara orbita dengan kepala yang berasal dari
struktur sensitif terhadap rasa sakit ( sumber : Neurology and neurosurgery illustrated
Kenneth).

Prevalensi sakit kepala di USA menunjukkan 1 dari 6 orang (16,54%) atau 45 juta
orang menderita sakit kepala kronik dan 20 juta dari 45 juta tersebut merupakan wanita.
75 % dari jumlah di atas adalah tipe tension headache yang berdampak pada
menurunnya konsentrasi belajar dan bekerja sebanyak 62,7 %.

Sakit kepala bisa disebabkan oleh kelainan: (1) vaskular, (2) jaringan saraf, (3) gigi
– geligi, (4) orbita, (5) hidung dan (6) sinus paranasal, (7) jaringan lunak di kepala, kulit,
jaringan subkutan, otot, dan periosteum kepala.

Sakit kepala dapat diklasifikasikan menjadi sakit kepala primer, sakit kepala
sekunder, dan neuralgia kranial, nyeri fasial serta sakit kepala lainnya.

1.2 TUJUAN
1. Mengetahui definisi swamedikasi
2. Mengetahui definisi serta jenis-jenis sakit kepala.
3. Mengetahui pengobatan-pengobatan untuk sakit kepala.
4. Mengetahui contoh kasus serta KIE terhadap pasien.

1.3 MANFAAT
1. Dapat mengetahui dan mempelajari berbagai jenis sakit kepala.
2. Dapat mengetahui dan menerapkan pengobatan untuk sakit kepala
3. Dapat mengetahui alur swamedikasi untuk sakit kepala.
4. Dapat mengetahui contoh kasus dan konselingnya kepada pasien.

BAB II
PEMBAHASAN

2.1 SWAMEDIKASI
Swamedikasi (Self Medication) bagi sebagian masyarakat adalah melakukan
pengobatan mandiri, tanpa melalui dokter, ketika sedang sakit. Biasanya swamedikasi
dilakukan untuk mengatasi gangguan kesehatan ringan mulai dari batuk, pilek, demam,
sakit kepala, maag, gatal-gatal hingga iritasi ringan pada mata. Sedang konsep modern

swamedikasi adalah upaya pencegahan terhadap penyakit. mencegah maupun berhadapan dengan penyakit. Resiko yang mungkin terjadi dalam swamedikasi a. sehingga pengobatan sendiri bias dilakukan terlalu lama. dengan mengkonsumsi vitamin dan food suplement untuk meningkatkan daya tahan tubuh. A. Self-care adalah tindakan individu yang dilakukan untuk diri mereka sendiri dalam rangka menjaga dan memelihara kesehatan. diantaranya : a. misalnya dengan mengkonsumsi food suplement atau obat-obatan bebas. Ada beberapa hal yang melatar belakangi berkembangnya swamedikasi dikalangan masyarakat saat ini. b. ditambah biaya pelayanan kesehatan yang makin mahal. Salah satu keuntungan swamedikasi adalah dapat menghemat banyak waktu dan biaya karena tidak perlu konsultasi dengandokter. b. menyebabkan sebagian masyarakat berinisiatif mengobati dirinya sendiri dengan obat-obatan yang tersedia di pasaran tanpa melalui konsultasi dengan dokter terlebih dahulu. Hal ini dikarenakan sebagian masyarakat mulai sadar dan memposisikan dirinya ke dalam golongan masyarakat yang memiliki paradigma baru dalam dunia pengobatan. terdapat pergeseran pola pengobatan dari kuratif-rehabilitatif ke arah preventive-promotive. Gangguan-gangguan tersebut dapat bertambah serius. Selain itu. Harga obat yang melambung tinggi. RESIKO DAN KELUHAN SWAMEDIKASI Swamedikasi berarti mengobati segala keluhan pada diri sendiri dengan obat- obat yang dibeli bebas di apotek atau toko obat atas inisiatif sendiri tanpa nasehat dokter. Penggunaan yang kurang tepat . sehingga kemudian dokter perlu menggunakan obat-obat yang lebih keras atau bahkan pasien sudah datangterlambat berobat ke dokter. Tidak dikenalinya keseriusan gangguan Pertama-tama keseriusan keluhan-keluhan dapat dinilai secara salah atau mungkin tidak dikenali. dimana self-medication adalah satu unsur dari self-care. 1. Self-medication adalah penggunaan dan pemilihan obat (meliputi pula herbal dan produk tradisional) oleh individu untuk memperlakukan berbagai penyakit atau gejalanya.

nyeri kepala dan tenggorokan. 3. dan cara penggunaan. interaksi obat. Informasi yang diberikan meliputi komposisi zat aktif. Pilih obat dengan jenis kandungan zat aktif sesuai keperluan. Obat bisa digunakan secara salah. Layanan swamedikasi adalah lahan yang cukup potensial jika dikembangkan dengan profesional. efek samping. Penggunaan obat swamedikasi hanya jangka pendek (seminggu). Pada kenyataannya bekal pengetahuan untuk mengarahkan sampai kepada drug of choice mungkin masih kurang sehingga harus senantiasa di-upgrade pengetahuan tentang obat dan penggunaan obat oleh seorang farmasis. kontraindikasi. Keluhan-keluhan yang perlu ditangani dokter Penyakit-penyakit yang lebih serius tidak boleh dicoba untuk diobati sendiri. flu. B. 3. . buang air besar atau kecil dengan darah dan diare atau muntah yang hebat. Sejumlah gejala berbahaya yang tidak boleh diobati sendiri karena menunjukkan suatu penyakit serius. maka pilih obat yang hanya untuk mengatasi batuk saja. antara lain gangguan-gangguan jantung dan pembuluh darah. Persiapan yang matang diperlukan agar farmasis dapat mengembangkannya menjadi keunggulan dari satu pelayanan Apotek. KONSELING SWAMEDIKASI Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam swamedikasi adalah : 1. Baca secara teliti informasi yang tertera pada kemasan atau brosur yang disisipkan di dalam kemasan. jika gejala menetap atau memburuk maka segera konsultasi ke dokter. 2. sekali-sekali nyeri lambung. gangguan jiwa dan kanker. diabetes. misalnya keluhan pada mata. terlalu lama atau dalam takaran yang terlalu besar. penyakit infeksi. tidak perlu obat penurun demam. punggung atau nyeri otot dapat dilakukan usaha pengobatan sendiri (swamedikasi). Keluhan-keluhan yang dapat diobati sendiri Pada umumnya gangguan-gangguan agak ringan seperti selesma. misalnya : jika gejala penyakitnya hanya batuk saja. dosis. 2. indikasi.

Untuk lebih mengarahkan ketepatan pemilihan obat pada saat melakukan pelayanan swamedikasi. Kendala lingkungan pada saat konseling dilakukan. Perhatikan aturan pemakaian: bagaimana cara memakainya. C. cara bicara yang tidak sesuai. dan lain-lain. Kendala yang berasal dari latar belakang Contohnya : pendidikan. takut dan ragu-ragu. budaya dan bahasa 3. KENDALA PEMBERIAN OBAT DAN KONSELING Berbagai kendala dalam memberikan konseling dapat terjadi pada proses pengobatan dan pemberian konseling. 5. Kendala yang berasal dari pasien Antara lain : perasaan marah. Kendala yang berasal dari fisik dan mental Dapat diatasi dengan upaya mengunakan alat bantu yang sesuai atau melibatkan orang yang merawat. konseling pra pelayanan swamedikasi dapat dilakukan kepada pasien dengan 5 arahan pertanyaan penuntun sebagai berikut : W : who (Untuk siapa obat tersebut) W : what symptoms (Gejala apa yang dirasakan) H : how long (Sudah berapa lama gejala tersebut berlangsung) A : action (Tindakan apa yang sudah dilakukan untuk mengatasi gejala tersebut) M : medicine (Obat-obat apa saja yang sedang digunakan oleh pasien). serta bagaimana cara penyimpanan obat (obat disimpan dimana dan dapatkah sisa obat yang disimpan untuk digunakan lagi). malu. menunjukkan sikap yang tidak memberikan perhatian dan tidak mendengarkan apa yang pasien sampaikan. 2. 5. minuman atau obat lain apa yang perlu dihindarkan. serta berapa lama pemakaiannya. berapa jumlahnya. berapa kali sehari. . diantaranya : 1. Selain itu juga perlu diperhatikan masalah kontra indikasi (pada keadaan mana obat tidak boleh digunakan) dan makanan. 4. sedih. 4. Kendala yang berasal dari tenaga farmasi Dapat berupa mendominasi percakapan. dipakai sebelum atau sesudah makan atau menjelang tidur.

kulit. gigi. ANATOMI SAKIT KEPALA Nyeri kepala dipengaruhi oleh nukleus trigeminoservikalis yang merupakan nosiseptif yang penting untuk kepala. jaringan subkutan. 2. Intrakranial yaitu sinus venosus. (5) hidung dan (6) sinus paranasal. Ektrakranial yaitu pembuluh darah dan otot dari kulit kepala. Daerah sensitif terhadap nyeri kepala dapat dibagi menjadi 2 bagian yaitu intrakranial dan ekstrakranial. (3) gigi – geligi. B. telinga tengah dan luar. bagian dari orbita. . duramater bagian anterior. dan periosteum kepala. Nukleus trigeminoservikalis terdiri dari tiga bagian yaitu pars oralis yang berhubungan dengan transmisi sensasi taktil diskriminatif dari regio orofasial. dan melalui nyeri inilah. dan kimia. dan fossa tengah serta fossa posterior. tenggorokan dan leher bagian atas. dan pleksus koroideus. Semua aferen nosiseptif dari saraf trigeminus. dan lain-lain.2 SAKIT KEPALA Sakit kepala adalah rasa sakit atau tidak nyaman antara orbita dengan kepala yang berasal dari struktur sensitif terhadap rasa sakit. Seperti tempat yang terbuka. dan gusi. dan saraf dari C1 – 3 beramifikasi pada grey matter area ini. pars interpolaris yang berhubungan dengan transmisi sensasi taktil diskriminatif seperti sakit gigi. (2) jaringan saraf. Sedangkan daerah yang tidak sensitif terhadap nyeri adalah parenkim otak. (7) jaringan lunak di kepala. vena korteks serebrum. A. fasial. vagus. arteri basal. pars kaudalis yang berhubungan dengan transmisi nosiseptif dan suhu. FISIOLOGI SAKIT KEPALA Nyeri (sakit) merupakan mekanisme protektif yang dapat terjadi setiap saat bila ada jaringan manapun yang mengalami kerusakan. seorang individu akan bereaksi dengan cara menjauhi stimulus nyeri tersebut. Sakit kepala adalah rasa sakit atau tidak nyaman antara orbita dengan kepala yang berasal dari struktur sensitif terhadap rasa sakit ( sumber : Neurology and neurosurgery illustrated Kenneth). Rasa nyeri dimulai dengan adanya perangsangan pada reseptor nyeri oleh stimulus nyeri. otot. Sakit kepala bisa disebabkan oleh kelainan: (1) vaskular. membran mukosa dari rongga nasal dan paranasal. (4) orbita. glosofaringeus. suasana bising. termal. ventrikular ependima. Stimulus nyeri dapat dibagi tiga yaitu mekanik.

Sakit kepala primer dapat dibagi menjadi migraine. pemberian histamin atau nitrogliserin sublingual dan faktor genetik. ion kalium. sakit kepala yang bukan disebabkan kelainan vaskular intrakranial. dinud. Pada suhu 45 C. Sakit kepala sekunder dapat dibagi menjadi sakit kepala yang disebabkan oleh karena trauma pada kepala dan leher. sakit kepala akibat infeksi. PATOFISIOLOGI SAKIT KEPALA Beberapa mekanisme umum yang tampaknya bertanggung jawab memicu nyeri kepala adalah sebagai berikut(Lance. meningkatkan metabolisme di jaringan dan juga perangsangan langsung ke reseptor nyeri sensitif mekanik. jaringan – jaringan dalam tubuh akan mengalami kerusakan yang didapati pada sebagian besar populasi. asam. sakit kepala akibat gangguan homeostasis. Kimia. ada beberapa zat kimia yang dapat merangsang nyeri seperti bradikinin. jenis kelamin. sakit kepala sekunder. iskemia jaringan. Hal ini juga berlaku untuk penyebab nyeri lainnya yang bukan termal seperti infeksi. kondisi penyakit. telinga. hidung. KLASIFIKASI SAKIT KEPALA Sakit kepala dapat diklasifikasikan menjadi sakit kepala primer. FAKTOR RESIKO DAN EPIDEMIOLOGI SAKIT KEPALA Faktor resiko terjadinya sakit kepala adalah gaya hidup. Termal. memar jaringan. mulut atau struktur lain di kepala dan wajah. nyeri fasial serta sakit kepala lainnya. C. intrakranium atau ekstrakranium. serotonin. umur. D. sakit kepala akibat kelainan vaskular kranial dan servikal. histamin. tension type headache. .2000) : (1) peregangan atau pergeseran pembuluh darah. leher. dan enzim proteolitik. spasme otot merupakan penyebab nyeri yang umum karena dapat mengakibatkan terhentinya aliran darah ke jaringan ( iskemia jaringan). rasa nyeri yang ditimbulkan oleh suhu yang tinggi tidak berkorelasi dengan jumlah kerusakan yang telah terjadi melainkan berkorelasi dengan kecepatan kerusakan jaringan yang timbul. dan neuralgia kranial. gigi. cluster headache dengan sefalgia trigeminal / autonomik. asetilkolin. dan sakit kepala primer lainnya. sakit kepala atau nyeri pada wajah akibat kelainan kranium. E. (2) traksi pembuluh darah. Dua zat lainnya yang diidentifikasi adalah prostaglandin dan substansi P yang bekerja dengan meningkatkan sensitivitas dari free nerve endings. Mekanik. sakit kepala akibat adanya zat atau withdrawal. sakit kepala akibat kelainan psikiatri. dll.

triptans.5 mg. Bila perlu dapat diberikan intravena dengan dosis 1 mg dihidroergotaminmetan sulfat atau ergotamin 0. keparahan. (3) kontraksi otot kepala dan leher ( kerja berlebihan otot). Pada pasien yang terlalu sering mengalami serangan dapat diberikan preparat Bellergal (ergot 0. caffeine. Analgesik diberikan dalam bentuk oral dan topical tanpa menggunakan resep. (5) degenerasi spina servikalis atas disertai kompresi pada akar nervus servikalis (misalnya. Aspirin dan ibuprofen adalah obat antiinflamasi nonsteroid (AINS) yang memiliki kesamaan mekanisme kerja dalam tubuh. Preparat Cafergot ( mengandung kafein 100 mg dan 1 mg ergotamin) diberikan 2 tablet pada saat timbul serangan dan diulangi ½ jam berikutnya. Hal ini dikarenakan aktivitasnya. dan durasi sakit kepala. Bagi mereka yang refrakter dapat ditambahkan pemberian ACTH (40 u/hari) atau prednison (1mg/Kg BB/hari) selama 3 – 4 minggu. Agen yang dapat mengobati sakit kepala adalah formula acetaminophen. Salah satu obat dapat lebih cocok daripada yang lain untuk mengobati penyakit terentu ketika digunakan pada indikasi dan situasi khusus. butalbital dan ergotamine. (4) peregangan periosteum (nyeri lokal). profil efek samping dll. F. bahan aktif pada endorfin). Obat-obat ini juga mempunyai aktivitas antipiretik dan digunakan untuk meredakan gejala batuk dan flu. ibuprofen dan parasetamol. Oral analgesic didasarkan pada tiga senyawa yaitu aspirin. Terapi preventif yang bertujuan untuk menurunkan frekuensi.Parasetamol bukan merupakan obat antiinflamasi nonsteroid.5 mg. migraine. Terapi ini . nyeri berkala serta nyeri otot dan reumatik. aspirin. defisiensi enkefalin (peptida otak mirip. atropin 0. Nyeri kepala dapat diobati dengan preparat asetilsalisilat dan jika nyeri kepala sangat berat dapat diberikan preparat ergot (ergotamin atau dihidroergotamin). Terapi ini diresepkan kepada pasien yang menderita 4 hari atau lebih serangan dalam sebulan atau jika pengobatan di atas tidak efektif. sakit gigi. dan fenobarbital 15mg) diberikan 2 – 3 kali sehari selama beberapa minggu.3 mg. Pengobatan berlebihan biasanya digabung dengan frekuensi penggunaan (lebih dari dua kali sehari) selama 3 bulan atau lebih dan terjadi dalam waktu agen berhenti.opiat. TERAPI SAKIT KEPALA Pemakaian berlebihan dari suatu pengobatan sakit kepala merupakan tantangan untuk klinis. arteritis vertebra servikalis). opioids. Semuanya digunakan untuk mengobati sakit dan nyeri termasuk sakit kepala.

menghindari pemicu sakit kepala yang telah diketahui. temporalis. 2 Etiologi dan Faktor Resiko Tension Type Headache (TTH) Etiologi dan Faktor Resiko Tension Type Headache (TTH) adalah stress. Analgesik tanpa resep digunakan dalam mengobati sakit kepala juga sebagai monoterapi atau sebagai tambahan untuk terapi nonfarmakologi atau terapi dengan resep. harus digunakan setiap hari. dan TCA. M. makan makanan sehat dan teratur. dan M.otot kepala dan tengkuk ( M. SSRIs. A. splenius kapitis.3 JENIS – JENIS SAKIT KEPALA DAN PENGOBATANNYA Sakit kepala yang dapat diobati dengan swamedikasi adalah tipe tension (akibat tekanan darah). 3 Epidemiologi Tension Type Headache (TTH) TTH terjadi 78 % sepanjang hidup dimana Tension Type Headache episodik terjadi 63 % dan Tension Type Headache kronik terjadi 3 %. G PENCEGAHAN SAKIT KEPALA Pencegahan sakit kepala adalah dengan mengubah pola hidup yaitu mengatur pola tidur yang sam setiap hari. berkurangnya aliran darah. Terapi preventif tersebut adalah pemberian beta bloker. kelelahan mata. serotonin atau dopamin spesifik. M. berolahraga secara rutin. noerpinefrin. kontraksi otot yang berlebihan. M. 2. M. sternokleidomastoid. Tension Type Headache (TTH) 1. kurangi stress. depresi. Tension Type . dopamine reuptake inhibitors. konflik emosional serta dari rangsangan lain. bekerja dalam posisi yang menetap dalam waktu lama. dan ketidakseimbangan neurotransmitter seperti dopamin. servikalis posterior. serotonin. M. depresi. trapezius. Definisi Tension Type Headache (TTH) Merupakan sensasi nyeri pada daerah kepala akibat kontraksi terus menerus otot. levator skapula). botox. kalsium channel blokers. Sakit kepala tipe tekanan sering terjadi ketika pasien mengalami stress. dan enkephalin. kecemasan. maseter. diagnose migrain dan sakit kepala akibat sinus.

. Biasanya mengenai umur 20 – 40 tahun. (c) transmisi nyeri TTH melalui nukleus trigeminoservikalis pars kaudalis yang akan mensensitasi second order neuron pada nukleus trigeminal dan kornu dorsalis ( aktivasi molekul NO) sehingga meningkatkan input nosiseptif pada jaringan perikranial dan miofasial lalu akan terjadi regulasi mekanisme perifer yang akan meningkatkan aktivitas otot perikranial. Nilai ambang deteksi nyeri ( tekanan. 4 Klasifikasi Tension Type Headache (TTH) Klasifikasi TTH adalah Tension Type Headache episodik dan dan Tension Type Headache kronik. Headache episodik lebih banyak mengenai pasien wanita yaitu sebesar 71% sedangkan pada pria sebanyak 56 %. dan termal) akan menurun di sefalik dan ekstrasefalik. Pada beberapa literatur dan hasil penelitian disebutkan beberapa keadaan yang berhubungan dengan terjadinya TTH sebagai berikut : (a) disfungsi sistem saraf pusat yang lebih berperan daripada sistem saraf perifer dimana disfungsi sistem saraf perifer lebih mengarah pada ETTH sedangkan disfungsi sistem saraf pusat mengarah kepada CTTH. apabila frekuensi serangan tidak mencapai 15 hari setiap bulan. Selain itu. 5 Patofisiologi Tension Type Headache (TTH) Patofisiologi TTH masih belum jelas diketahui. elektrik. (e) kelainan fungsi filter nyeri di batang otak sehingga menyebabkan kesalahan interpretasi info pada otak yang diartikan sebagai nyeri. terdapat juga penurunan supraspinal decending pain inhibit activity. Hal ini akan meningkatkan pelepasan neurotransmitter pada jaringan miofasial. Tension Type Headache kronik (CTTH) apabila frekuensi serangan lebih dari 15 hari setiap bulan dan berlangsung lebih dari 6 bulan. dan korteks serebri yang diikuti hipesensitifitas supraspinal (limbik) terhadap nosiseptif. talamus. (b) disfungsi saraf perifer meliputi kontraksi otot yang involunter dan permanen tanpa disertai iskemia otot. Tension Type Headache episodik. Tension Type Headache episodik (ETTH) dapat berlangsung selama 30 menit – 7 hari. (d) hiperflesibilitas neuron sentral nosiseptif pada nukleus trigeminal.

Stage of exhausted dimana sumber energi yang digunakan berasal dari protein dan aldosteron pun menurun sehingga terjadi deplesi K+. (g) faktor psikogenik ( stres mental) dan keadaan non-physiological motor stress pada TTH sehingga melepaskan zat iritatif yang akan menstimulasi perifer dan aktivasi struktur persepsi nyeri supraspinal lalu modulasi nyeri sentral. Pada kasus dijumpai adanya stress yang memicu sakit kepala. Hal ini akan menyebabkan terjadinya alkalosis yang selanjutnya akan mengakibatkan ion kalsium masuk ke dalam sel dan menimbulkan kontraksi otot yang berlebihan sehingga terjadilah nyeri kepala. Depresi dan ansietas akan meningkatkan frekuensi TTH dengan mempertahankan sensitisasi sentral pada jalur transmisi nyeri. Ada beberapa teori yang menjelaskan hal tersebut yaitu : (a) adanya stress fisik (kelelahan) akan menyebabkan pernafasan hiperventilasi sehingga kadar CO2 dalam darah menurun yang akan mengganggu keseimbangan asam basa dalam darah. Stage of resistance dimana sumber energi yang digunakan berasal dari glikogen yang akan merangsang peningkatan aldosteron. Alarm reaction dimana stress menyebabkan vasokontriksi perifer yang akan mengakibatkan kekurangan asupan oksigen lalu terjadilah metabolisme anaerob. Defisiensi kadar serotonin dan noradrenalin di otak. Deplesi ion ini akan menyebabkan disfungsi saraf. Neuropeptida ini akan merangsang ganglion trigeminus (pons). dan juga abnormal serotonin platelet. (c) stress dapat dibagi menjadi 3 tahap yaitu alarm reaction. . dimana aldosteron akan menjaga simpanan ion kalium. (h) aktifasi NOS ( Nitric Oxide Synthetase) dan NO pada kornu dorsalis.(f) terdapat hubungan jalur serotonergik dan monoaminergik pada batang otak dan hipotalamus dengan terjadinya TTH. Metabolisme anaerob akan mengakibatkan penumpukan asam laktat sehingga merangsang pengeluaran bradikinin dan enzim proteolitik yang selanjutnya akan menstimulasi jaras nyeri. dan stage of exhausted. penurunan beta endorfin di CSF dan penekanan eksteroseptif pada otot temporal dan maseter. (b) stress mengaktifasi saraf simpatis sehingga terjadi dilatasi pembuluh darah otak selanjutnya akan mengaktifasi nosiseptor lalu aktifasi aferen gamma trigeminus yang akan menghasilkan neuropeptida (substansi P). stage of resistance.

Pasien harus dibimbing untuk mengetahui arti dari relaksasi yang mana dapat termasuk bed rest. dan belakang leher. (4) tidak diperburuk aktivitas. sakit kepala pasca trauma kapitis. tidak dijumpai mual muntah. sakit kepala pasca punksi lumbal. dan/ . 7 Pemeriksaan Penunjang Tension Type Headache (TTH) Tidak ada uji spesifik untuk mendiagnosis TTH dan pada saat dilakukan pemeriksaa neurologik tidak ditemukan kelainan apapun. sakit kepala pada arteritis temporalis. gangguan konsentrasi. dan rasa tidak nyaman pada bagian leher. cluster headache. TTH biasanya tidak memerlukan pemeriksaan darah. Selain itu. rontgen. memburuk oleh stress. oksipital. sakit kepala pada penyakit kardiovasikular. 8 Diferensial Diagnosa Tension Type Headache (TTH) Diferensial Diagnosa dari TTH adalah sakit kepala pada spondilo-artrosis deformans. (3) lokasi bilateral. 9 Terapi Tension Type Headache (TTH) Relaksasi selalu dapat menyembuhkan TTH. tumpul seperti ditekan atau diikat.6 Diagnosa Tension Type Headache (TTH) Tension Type Headache harus memenuhi syarat yaitu sekurang – kurangnya dua dari berikut ini : (1) adanya sensasi tertekan/terjepit. kadang vertigo. massage. insomnia. menyeluruh. tidak ada salah satu dari fotofobia dan fonofobia. (2) intensitas ringan – sedang. kelelahan kronis. sakit kepala pada desakan intrakranial. terjadi spontan. iritabilitas. nyeri lebih hebat pada daerah kulit kepala.sedang – berat. dan sakit kepala pada anemia. rahang serta temporomandibular. CT scan kepala maupun MRI. migren komplikata. Gejala klinis dapat berupa nyeri ringan. migren klasik. tidak berdenyut.

1%). 2 Etiologi dan Faktor Resiko Migren Etiologi migren adalah sebagai berikut : (a) perubahan hormon (65.) gagal maka dapat ditambah butalbital dan kafein ( dalam bentuk kombinasi seperti Fiorinal) yang akan menambah efektifitas pengobatan. Nyeri biasanya unilateral. natrium nitrat). zat tambahan pada makanan (MSG). Ibuprofen dan naproxen sodium merupakan obat yang efektif untuk kebanyakan orang. ibuprofen. (b) makanan (26. vasodilator (histamin seperti pada anggur merah. dll yang berlebihan. (c) stress (79. B. migren adalah nyeri kepala dengan serangan nyeri yang berlansung 4 – 72 jam. MIGREN 1 Definisi Migren Menurut International Headache Society (IHS). penurunan konsentrasi esterogen dan progesteron pada fase luteal siklus menstruasi. . intensitas nyerinya sedang samapai berat dan diperhebat oleh aktivitas.Nyeri ini dapat sembuh dengan perawatan ataupun dengan menyelesaikan masalah yang menjadi latar belakangnya jika penyebab TTH berupa pengaruh psikis. fotofobia dan fonofobia. coklat. dan dengan penatalaksanaan yang baik maka > 90 % pasien dapat disembuhkan.7%). Nyeri kepala ini dapat sembuh dengan terapi obat berupa analgesia. kafein). sifatnya berdenyut. TTh biasanya mudah diobati sendiri. Progonis penyakit ini baik. aspirin. asetaminofen. vasokonstriktor (tiramin seperti pada keju. Pengobatan farmakologi adalah simpel analgesia dan/atau mucles relaxants. 10 Prognosis dan Komplikasi Tension Type Headache (TTH) TTH pada kondisi dapat menyebabkan nyeri yang menyakitkan tetapi tidak membahayakan. Komplikasi TTH adalah rebound headache yaitu nyeri kepala yang disebabkan oleh penggunaan obat – obatan analgesia seperti aspirin.9%). Jika pengobatan simpel analgesia(asetaminofen. dan dapat disertai mual muntah. dll. atau latihan biofeedback.

(f) perubahan lingkungan (53.bulan sampai bertahun. adanya gangguan vasospasme menyebabkan pembuluh darah otak berkonstriksi . 5 Patofisiologi Migren Terdapat berbagai teori yang menjelaskan terjadinya migren.1%) dan bau yang menyengat baik menyenangkan maupun tidak menyenangkan.tahun dan berkembang menjadi sindrom nyeri kepala kronik dengan nyeri setiap hari. biasanya bilateral dan terkena pada periorbital. tanpa aura. 3 Epidemiologi Migren Migren terjadi hampir pada 30 juta penduduk Amerika Serikat dan 75 % diantaranya adalah wanita. Teori vaskular. Migren dengan aura adalah migren dengan satu atau lebih aura reversibel yang mengindikasikan disfungsi serebral korteks dan atau tanpa disfungsi batang otak. (g) alkohol (37. dan usia muda. Migren tanpa aura adalah migren tanpa disertai aura klasik. Faktor resiko migren adalah adanya riwayat migren dalam keluarga.7%). wanita. (e) faktor fisik seperti aktifitas fisik yang berlebihan (aktifitas seksual) dan perubahan pola tidur. (h) merokok (35. dan migren kronik (transformed). (d) rangsangan sensorik seperti sinar yang terang menyilaukan(38. aura tidak bertahan lebih dari 60 menit. 4 Klasifikasi Migren Migren dapat diklasifikasikan menjadi migren dengan aura. dan sakit kepala mengikuti aura dalam interval bebas waktu tidak mencapai 60 menit. Migren tanpa aura lebih sering dibandingkan migren yang disertai aura dengan persentasi 9 : 1. Migren dapat terjadi pada semua usia tetapi biasanya muncul pada usia 10 – 40 tahun dan angka kejadiannya menurun setelah usia 50 tahun. paling tidak ada satu aura yang terbentuk berangsur – angsur lebih dari 4 menit. Migren kronik adalah migren episodik yang tampilan klinisnya dapat berubah berbulan.2%).8%).

adanya vasodilatasi akibat aktivitas NOS dan produksi NO akan merangsang ujung saraf trigeminus pada pembuluh darah sehingga melepaskan CGRP (calcitonin gene related). Selain itu. Apabila terjadi penurunan kadar serotonin maka akan menyebabkan dilatasi pembuluh darah intrakranial dan ekstrakranial yang akan menyebabkan nyeri kepala pada migren. CGRP akan berikatan pada reseptornya di sel mast meningens dan akan merangsang pengeluaran mediator inflamasi sehingga menimbulkan inflamasi neuron. . (b) paling tidak ada satu aura yang terbentuk berangsur – angsur lebih dari 4 menit. sistem ini juga mengaktifkan nukleus dorsal rafe sehingga terjadi peningkatan kadar serotonin. Selanjutnya. Kriteria diagnostik IHS untuk migren dengan aura mensyaratkan bahwa harus terdapat paling tidak tiga dari empat karakteristik berikut : (a) migren dengan satu atau lebih aura reversibel yang mengindikasikan disfungsi serebral korteks dan atau tanpa disfungsi batang otak. CGRP akan bekerja pada post junctional site second order neuron yang bertindak sebagai transmisi impuls nyeri. akan terjadi penyebaran depresi yang akan menekan aktivitas neuron ketika melewati korteks serebri. Jika aliran darah berkurang maka dapat terjadi aura. Peningkatan kadar epinefrin dan serotonin akan menyebabkan konstriksi dari pembuluh darah lalu terjadi penurunan aliran darah di otak. Teori Neovaskular (trigeminovascular). Penyebaran frontal berlanjuta dan menyebabkan fase nyeri kepala dimulai. Selain itu. CGRP juga bekerja pada arteri serebral dan otot polos yang akan mengakibatkan peningkatan aliran darah. Teori cortical spread depression. sehingga terjadi hipoperfusi otak yang dimulai pada korteks visual dan menyebar ke depan. aktifasi sistem ini akan mengaktifkan lokus sereleus sehingga terjadi peningkatan kadar epinefrin. dimana pada orang migrain nilai ambang saraf menurun sehingga mudah terjadi eksitasi neuron lalu berlaku short- lasting wave depolarization oleh pottasium-liberating depression (penurunan pelepasan kalium) sehingga menyebabkan terjadinya periode depresi neuron yang memanjang. Penurunan aliran darah di otak akan merangsang serabut saraf trigeminovaskular. 6 Diagnosa Migren Amnesia riwayat penyakit dan ditegakkan apabila terdapat tanda – tanda khas migren. Teori sistem saraf simpatis.

aneurisma serebri. (2) sensasi berdenyut. dan cluster headache. fotofobia dan fonofobia. menghambat aksi media humoral ( misalnya serotonin dan histamin). (3) bisa terjadi mual muntah. (3) intensitas sedang berat. Dosis tidak boleh melewati 1mg/24 jam. secara subkutan atau IM diberikan sebanyak 0. dan mencegah vasokonstriksi arteri intrakranial untuk memperbaiki aliran darah otak. meningioma. Dosis untuk pemberian nasal adalah 0. Terapi tahap akut adalah ergotamin tatrat. mencegah berlanjutnya dilatasi ekstrakranial. sindrom lupus eritematosus. (d) sakit kepala mengikuti aura dalam interval bebas waktu tidak mencapai 60 menit Kriteria diagnostik IHS untuk migren tanpa aura mensyaratkan bahwa harus terdapat paling sedikit lima kali serangan nyeri kepala seumur hidup yang memenuhi kriteria berikut : (a) berlangsung 4 – 72 jam.5 mg (sekali semprot). meningitis. (c) aura tidak bertahan lebih dari 60 menit. (b) paling sedikit memenuhi dua dari : (1) unilateral . 9 Terapi Migren Tujuan terapi migren adalah membantu penyesuaian psikologis dan fisiologis. glioblastoma. (4) diperburuk oleh aktifitas. Secara oral atau sublingual dapat diberikan 2 mg segera setelah nyeri timbul.25 – 0. Dosis tidak boleh melewati 10 mg/minggu. 7 Pemeriksaan Penunjang Migren Pemeriksaan untuk menyingkirkan penyakit lain ( jika ada indikasi) adalah pencitraan ( CT scan dan MRI) dan punksi lumbal. ensefalitis. Kontraindikasi adalah . poliarteritis nodosa. 8 Diferensial diagnosa Migren Diferensial diagnosa migren adalah malformasi arteriovenus. Dosis tidak boleh melewati 2 mg (4 semprotan).5 mg.

Kebanyakan pasien percaya bahwa mereka mengidap sakit kepala sinus. siproheptidin hidroklorida. Tipe seperti ini memiliki periode sakit lebih dari 2-3 bulan setelah toleransi selama 2 tahun. asetaminofen.). dan menghindari stress. alkohol. sepsis. nyeri kepala yang disebabkan oleh penggunaan obat – obatan analgesia seperti aspirin. haid atau sedang menggunakan pil anti hamil berikan pethidin 50 mg IM. dan propanolol. mengurangi makanan (seperti keju. yoga. dll. D. hamil atau sedang menggunakan pil anti hamil. C. 10 Komplikasi Migren Komplikasi Migren adalah rebound headache. coklat.5 mg sehari. wanita haid. CLUSTER Sakit kepala cluster meliputi sejumlah sakit kepala setelah yang lainnya. makan teratur. memperkirakan siklus menstruasi. Sakit yang ditimbulkan oleh sakit kepala cluster ini bisa mengerikan dan sering datang dalam waktu yang sangat cepat hingga membangunkan pasien dari tidur. dan hipnotis. Pada wanita hamil. Setiap masa sakit dapat berlangsung selama ½ sampai 3 jam dan sakitnya biasanya . tidur cukup. manajemen lingkungan. Pada penderita penyakit jantung iskemik gunakan pizotifen 3 sampai 5 kali 0. Mekanisme kerja Patofisiologi selama sakit kepala migraine dapat memproduksi tonjolan penyumbatan sinus. dll yang berlebihan. SINUS Sakit kepala sinus terjadi ketika infeksi atau penyumbatan dari pranasal sinus yang mengakibatkan inflamasi atau penggelembungan dinding sinus yang sensitive. menggunakan kacamata hitam untuk menghindari cahaya matahari. Selain menggunakan obat – obatan. trombofebilitis. mengatasi hipertensi. 11 Pencegahan Migren Pencegahan migren adalah dengan mencegah kelelahan fisik. meditasi. sebenarnya bisa saja berupa sakit kepala migraine. migren dapat diatasi dengan menghindari faktor penyebab. pizotifen. Selain ergotamin juga bisa obat – obat lain (lihat tabel 6). penyakit pembuluh darah. Terapi profilaksis menggunakan metilgliserid malead.

Bagian tersebut akan memerah dan sangat sakit serta terasa tebal jika disentuh. 2. tipenya terjadi lebih dari 6 kali dalam sebulan atau lebih dan ini bisa terjadi tiap hari serta tak berkurang.4 CONTOH KASUS KIE TERHADAP PASIEN . Beberapa pasien yang lebih tua mengalami pengerasan frontal atau sakit kepala sementara yang terus menerus dan diikuti dengan perasaan tidak enak badan. Temporal arteritis atau arteristis sementara biasanya terjadi pada pasien yang lebih tua. sering kaku pada leher. gejala tipe kontraksi otot lemah. pipi. atau pelipis. Arteritis melewati pelipis menjadi inflamasi. Ini terjadi pada anak-anak dan usia yang sangat tua. Sebuah sakit kepala cluster menimbulkan kesakitan. dan gejala migraine yang memungkinkan. Pada beberapa pasien periode sakit kepala kronik dapat berlangsung dalam waktu yang singkat. Namun tanda ini tidah selalu ada. Karakteristik sakit kepala kronis adalah kombinasi latar belakang. Cluster headache umunya membaik dengan pemberian preparat ergot.keluarnya air mata dan kelarnya atau terhambatnya lubang hidung pada tempat yang sama ketika merasakan sakit. pada salah satu bagian kepala. 2. Sakit Kepala Tipe Arteritis. Selain jenis sakit kepala di atas. Untuk varian Cluster headache umumnya membaik dengan indometasin. Adapun jenis-jenis sakit kepala tersebut adalah 1. Pengobatan biasanya meliputi steroid dosis tinggi. Temporal arteritis merupakan penyakit yang berbahaya dan keterlambatan dalam diagnosis serta pengobatan akan menyebabkan kebutaan karena pembuluh darah ke mata dipengaruhi oleh radang atau inflamasi. masih ada beberapa jenis sakit kepala yang tidak bisa diremehkan atau perlu penanganan dari dokter. Tension type headache dapat diterapi dengan analgesik dan/atau terapi biofeedback yang dapat digunakan sebagai pencegahan timbulnya serangan. mata. Sakit Kepala Tipe Kronis Sakit kepala harian kronis dinyatakan sebagai sakit kepala yang diberikan pada hari terbanyak missal 15 hari dalam sebulan. Kemungkinan pemakaian analgesic sederhana dalam keseharian dan kombinasi berisi kodein menyebabkan sakit kepala harian kronis.

Nyeri kepala telah dialaminya selama ± 4 bulan. terutama di daerah atas dan belakang kepala. Rasa seperti tertekan. dll. Dari ulasan kasus tersebut dapat diketahui bahwa wanita tersebut mengalami tension type headache akibat stressful job.) gagal maka dapat ditambah butalbital dan kafein ( dalam bentuk kombinasi seperti Fiorinal) yang akan menambah efektifitas pengobatan. aspirin. sehingga pengobatan yang sesuai adalah pemberian analgesia simpel dengan antidepresan seperti amiltriptilin. Pemeriksaan neurologis dalam batas normal. Dari pemeriksaan klinis dijumpai tekanan darah 120/80 mmHg. Mual (-) muntah (-) Kejang (-) demam (-) Tidur cukup Riwayat trauma kepala (-) Riwayat penyakit sebelumnya (-) diketahui bahwa S bekerja di perusahaan yang penuh dengan tantangan (stressful job). ULASAN Pada kasus didapati bahwa pasien menderita tension type headache kronik yang ditandai dengan adanya > 15 kali serangan dalam sebulan.A.8 C. nadi 80 x/menit. . KASUS Seorang perempuan. Pernafasan 20 x/men it. B. berusia 30 tahun. ibuprofen. datang berobat ke poliklinik saraf RSU Soebandi Jember dengan keluhan nyeri kepala. Lamanya nyeri kepala ± 1 – 2 jam / kali dan muncul 4 – 5 kali dalam serminggu. Jika pengobatan simpel analgesia (asetaminofen. suhu 36.

BAB III KESIMPULAN .

ISH Classification ICHD II ( International Classification of Headache Disorders) available at http://ihs-classification. London: Churchill Livingstone. Headache.2004.Greenberg. dan Michael J.org/_downloads/mixed/ICHD-IIR1final. Bogduk.66-72. available at Elsevier. Roger P. Anatomy and physiology of headache. Paris.69-93.Aminoff. 2011. . Simon.dkk.2009. Jakarta : PT. Headaches and facial pain. United states of Amerika : Lange. Kimia Farma Apotek.N. Materi Praktek Kerja Profesi Apoteker (PKPA).1995.doc Lindsay. Australia : faculty of medicine and health science. University of Newcastle and University Drive. Kenneth W. Neurology and Neurosurgery Illustrated. David A. Clinical Neurology. DAFTAR PUSTAKA Anonim.