You are on page 1of 13

PERAN MAHASISWA DALAM PEMBERANTASAN KORUPSI

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Mahasiswa merupakan suatu elemen masyarakat yang unik. Jumlahnya tidak banyak,
namun sejarah menunjukkan bahwa dinamika bangsa ini tidak lepas dari peran mahasiswa.
Walaupun jaman terus bergerak dan berubah, namun tetap ada yang tidak berubah dari
mahasiswa, yaitu semangat dan idealisme. Semangat-semangat yang berkobar terpatri dalam
diri mahasiswa, semangat yang mendasari perbuatan untuk melakukan perubahan-perubahan
atas keadaan yang dianggapnya tidak adil. Mimpi-mimpi besar akan bangsanya. Intuisi dan
hati kecilnya akan selalu menyerukan idealisme. Mahasiswa tahu, ia harus berbuat sesuatu
untuk masyarakat, bangsa dan negaranya.
Sejarah mencatat dengan tinta emas, perjuangan mahasiswa dalam memerangi ketidak
adilan. Sejarah juga mencatat bahwa perjuangan bangsa Indonesia tidak bisa lepas dari
mahasiswa dan dari pergerakan mahasiswa akan muncul tokoh dan pemimpin bangsa.
Apabila kita menengok ke belakang, ke sejarah perjuangan bangsa, kebangkitan bangsa
Indonesia dalam melawan penjajahan Belanda dimotori oleh para mahasiswa kedokteran
STOVIA. Demikian juga dengan Soekarno, sang Proklamator Kemerdekaan RI merupakan
tokoh pergerakan mahasiswa. Ketika pemerintahan bung Karno labil, karena situasi politik
yang memanas pada tahun 1966, mahasiswa tampil ke depan memberikan semangat bagi
pelaksanaan tritura yang akhirnya melahirkan orde baru. Demikian pula, seiring dengan
merebaknya penyimpangan-penyimpangan yang dilakukan oleh orde baru, mahasiswa
memelopori perubahan yang kemudian melahirkan jaman reformasi. Demikianlah perjuangan
mahasiswa dalam memperjuangkan idealismenya, untuk memerangi ketidakadilan. Namun
demikian, perjuangan mahasiswa belumlah berakhir. Di masa sekarang ini, mahasiswa
dihadapkan pada tantangan yang tidak kalah besar dibandingkan dengan kondisi masa
lampau. Kondisi yang membuat Bangsa Indonesia terpuruk, yaitu masalah korupsi yang
merebak di seluruh bangsa ini. Mahasiswa harus berpandangan bahwa korupsi adalah musuh
utama bangsa Indonesia dan harus diperangi.
1.2 Rumusan Masalah
1. Definisi Korupsi?
2. Apa Gerakan Anti Korupsi Mahasiswa?
3. Bagaimana Strategi Pemberantasan Korupsi?
4. Apa saja Peran Mahasiswa dalam Mencegah Tindak Korupsi?

1

Apa saja Hambatan dalam Penerapan Pendidikan Anti Korupsui di Lingkungan Kampus? 1. Strategi Pemberantasan Korupsi dan Peran Mahasiswa dalam Mencegah Tindak Korupsi 3. Keterlibatan Mahasiswa dan Peranan Pendidikan Anti Korupsi Dini di Kalangan Mahasiswa dalam Mencegah Terjadinya Tindak Korupsi 4. Apa Peranan Pendidikan Anti Korupsi Dini di Kalangan Mahasiswa dalam Mencegah Terjadinya Tindak Korupsi? 7.3 Tujuan Penulisan Mahasiswa DIII Keperawatan Tanjung Karang dapat mengetahui: 1. Hambatan dalam Penerapan Pendidikan Anti Korupsui di Lingkungan Kampus BAB II 2 . 5. Definisi Korupsi dan Gerakan Anti Korupsi Mahasiswa 2. Apa dan Bagaimana Keterlibatan Mahasiswa? 6.

dan perilaku menyimpang ini ditujukan dalam rangka memenuhi kepentingan pribadi. PEMBAHASAN 2. Wertheim (dalam Lubis. rusak. dan merugikan kepentingan umum. Jadi korupsi merupakan gejala salah pakai dan salah urus dari kekuasaan.20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi) adalah perbuatan setiap orang baik pemerintahan maupun swasta yang melanggar hukum melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain atau korporasi yang dapat merugikan keuangan negara. menggoyahkan. Maka dapat disimpulkan korupsi merupakan perbuatan curang yang merugikan Negara dan masyarakat luas dengan berbagai macam modus. Kata Korupsi berasal dari bahasa latin. Kartini Kartono. Dalam keadaan yang demikian.1 Definisi Korupsi Banyak sekali definisi mengenai korupsi. Kartono (1983) memberi batasan korupsi sebagi tingkah laku individu yang menggunakan wewenang dan jabatan guna mengeduk keuntungan pribadi. Corruptio-Corrumpere yang artinya busuk. Menurut Dr. korupsi adalah tingkah laku individu yang menggunakan wewenang dan jabatan guna mengeduk keuntungan. jelas bahwa ciri yang paling menonjol di dalam korupsi adalah 3 . memutarbalik atau menyogok. Korupsi menurut Huntington(1968) adalah perilaku pejabat publik yang menyimpang dari norma-norma yang diterima oleh masyarakat. Korupsi terjadi disebabkan adanya penyalahgunaan wewenang dan jabatan yang dimiliki oleh pejabat atau pegawai demi kepentingan pribadi dengan mengatasnamakan pribadi atau keluarga. namun demikian pengertian korupsi menurut hukum positif (UU No 31 Tahun 1999 jo UU No. yang jka dilihat dari struktrur bahasa dan cara penyampaiannya yang berbeda. demi keuntungan pribadi. merugikan kepentingan umum dan negara. Wertheim menambahkan bahwa balas jasa dari pihak ketiga yang diterima atau diminta oleh seorang pejabat untuk diteruskan kepada keluarganya atau partainya/ kelompoknya atau orang-orang yang mempunyai hubungan pribadi dengannya. Banyak para ahli yang mencoba merumuskan korupsi. Selanjutnya. sanak saudara dan teman. salah urus terhadap sumber-sumber kekayaan negara dengan menggunakan wewenang dan kekuatankekuatan formal (misalnya denagan alasan hukum dan kekuatan senjata) untuk memperkaya diri sendiri. juga dapat dianggap sebagai korupsi. tetapi pada hakekatnya mempunyai makna yang sama. 1970) menyatakan bahwa seorang pejabat dikatakan melakukan tindakan korupsi bila ia menerima hadiah dari seseorang yang bertujuan mempengaruhinya agar ia mengambil keputusan yang menguntungkan kepentingan si pemberi hadiah. Kadang-kadang orang yang menawarkan hadiahdalam bentuk balas jasa juga termasuk dalam korupsi.

Beriringan dengan itu. dan 4) menunjukkan daya sosial yang menekankan pada semangat perlawanan terhadap korupsi. Meluasnya korupsi hingga ke tatanan struktural masyarakat yang terendah atau semakin besarnya kuantitas dana yang dikorupsi menjadi peringatan bahwa daya perlawanan terhadap korupsi harus ditingkatkan. Karena.tingkah laku pejabat yang melanggar azas pemisahan antara kepentingan pribadi dengan kepentingan masyarakat. Dari internalisasi kultural yang berpengaruh hingga personal. Gerakan Struktural Gerakan struktural memiliki kecenderungan yang reaktif terhadap isu dan melibatkan massa dalam jumlah besar dalam pelaksanaannya. berarti memberikan satu aksi atau reaksi terhadap isu tertentu yang ditujukan kepada pemerintah sebagai lembaga yang berwenang dalam penyelesaian isu tersebut. diharapkan mampu membentuk generasi anti-korupsi yang bertahan sejak dini hingga ketika menjabat di kepemimpinan bangsa kelak. 1. gerakan anti-korupsi yang bersifat struktural. Tujuan dari gerakan struktural ini adalah: 1) memberikan pernyataan sikap pemuda. perlu dirancang suatu konsep gerakan anti-korupsi bagi mahasiswa Indonesia yang terdiri dari gerakan struktural dan kultural. Dewasa ini. Di sisi lain. Kekuatan hukum untuk mengekang korupsi menjadi bias akibat pertarungan yang justru terjadi di badan inter-pranata dalam penegakkan hukum tersebut. mahasiswa sebagai generasi muda perlu dipersiapkan sebagai penerus kepemimpinan bangsa. Salah satu bentuk dari gerakan struktural ini adalah aksi dan unjuk rasa terkait kasus korupsi tertentu. 2) memberikan tuntutan tertentu terhadap isu terkait. Jadi. Di sinilah dibutuhkan suatu daya sosial yang memberikan aspirasi kolektif sehingga mampu menuntut pemberantasan korupsi secara tegas dan sigap. tindakan korupsi semakin merajalela. Dilatarbelakangi oleh hal di atas. 4 . pemisaham keuangan pribadi dengan masyarakat.2 Gerakan Anti Korupsi Mahasiswa Korupsi merupakan tindak pidana yang menimbulkan kerugian ganda: menguras harta negara demi kepentingan pribadi/kelompok serta mencerabut hak-hak sosial masyarakat secara meluas. toh pejabat yang kini bergelimangan harta hasil korupsi bisa jadi dulunya adalah mahasiswa yang berteriak lantang tentang integritas dan keadilan. kesadaran dan karakter anti- korupsi harus dibangun melalui pemahaman dan pembentukan budaya masyarakat muda yang secara tegas menjauhi segala bentuk korupsi. 3) menampilkan propaganda dan pencerdasan kepada publik. Makna “struktural” diartikan sebagai satu komponen di dalam pemerintahan yang memiliki keterlibatan di dalam isu korupsi tertentu. Untuk itulah. 2. lembaga yang memiliki otoritas untuk memberantas korupsi secara hukum mulai diperlemah.

Untuk itu. segenap elemen bangsa dan masyarakat 5 . dan 3) membentuk karakter generasi anti- korupsi. Gerakan Kultural Gerakan kultural bertujuan untuk: 1) memberikan pemahaman tentang korupsi dan bentuk nyata anti-korupsi di dalam kemahasiswaan. Dari pengalaman Negara- negara lain yang dinilai sukses memerangi korupsi. 2. Selain itu. serta ajang-ajang yang melibatkan mahasiswa dalam skala mikro hingga makro. Upaya ini adalah untuk mencegah bibit-bibit korupsi yang mungkin tumbuh dari kecurangan-kecurangan kecil yang terjadi dalam pelaksanaan aktivitas akademik di kemahasiswaan. propaganda. sehingga gerakan yang dilakukan tidak bergantung terhadap isu yang ada. Dengan pemahaman yang ada tentang jenis korupsi yang mungkin terjadi pada organisasi kemahasiswaan.  Propaganda Anti-Korupsi Mahasiswa Propaganda anti-korupsi mahasiswa diterapkan dengan memberikan aksentuasi pada peran mahasiswa sebagai penerus kepemimpinan. maka mahasiswa harus mampu menjaga kebersihan perilakunya dari tindakan korupsi. Mekanisme pembudayaan yaitu dengan cara pemanfaatan media.3 Strategi Pemberantasan Korupsi Upaya memerangi korupsi bukanlah hal yang mudah. Bahwa sebagai generasi penerus yang mengharapkan kondisi negara yang bersih. Tujuan dari hal ini menyadarkan peran sebagai generasi penerus serta menumbuhkan mental anti-korupsi secara permanen. ditampilkan contoh-contoh bentuk korupsi di dalam organisasi kemahasiswaan sebagai satu upaya pemupukan kesadaran untuk tidak melakukan tindakan korupsi dalam unit kelembagaan yang kecil. mahasiswa diberikan pemahaman tentang definisi korupsi secara luas dan bagaimana cara pencegahannya. diharapkan penyelenggaraan kelembagaan yang bersih dari korupsi mulai dipraktikkan oleh mahasiswa sejak dini. 2) menciptakan budaya anti-korupsi sejak dini. Luaran utama dari gerakan ini adalah timbulnya kesadaran untuk mempertahankan integritas anti-korupsi sejak di bangku kuliah hingga bangku pemerintahan. 2. Berbeda dengan sebelumnya. perlu ditingkatkan propaganda integritas akademik bagi mahasiswa. Beberapa model gerakan yang dapat dilakukan pada klasifikasi kultural diantaranya:  Propaganda Integritas Akademik Salah satu bentuk kecil korupsi adalah kecurangan akademik. sebagai pemupukan budaya anti-korupsi.  Pemahaman Korupsi dalam Pemerintahan Mahasiswa (Student governance) Dalam hal ini. gerakan kultural ini cenderung bersifat aktif.

 Strategi preventif adalah strategi upaya pencegahan korupsi melalui perbaikan system dan prosedur dengan membangun budaya organisasi yang mengedepankan prinsip- prinsip fairness. investigative dan edukatif. pengenalan diri diperlukan untuk menentukan strategi yang efektif yang akan digunakan.harus dilibatkan dalam upaya memerangi korupsi melalui cara-cara yang simultan.  Upaya pencegahan.  Strategi investigatif adalah upaya memerangi korupsi melalui deteksi. antara lain:  Memahami hal-hal yang menjadi penyebab korupsi. dimana mahasiswa diproyeksikan menjadi birokrat. mahasiswa harus menyadari siapa dirinya. kecerdasan emosional. Sebagaimana Hong Kong dengan ICAC-nya. Kepada masyarakat perlu ditanamkan nilai-nilai kejujuran (integrity) serta kebencian terhadap korupsi melalui pesan-pesan moral. egois.  Sedangkan strategi edukatif adalah upaya pemberantasan korupsi dengan mendorong masyarakat untuk berperan serta memerangi korupsi dengan sesuai dengan kapasitas dan kewenangan masing-masing. dan kecerdasan spiritual. investigasi. Dalam hal ini mahasiswa dituntut untuk memiliki kecerdasan intelektual. transparency. serta edukasi dilakukan secara bersamaan. Upaya pemberantasan korupsi meliputi beberapa prinsip. dan kekuatan dan kemampuan apa yang dimilikinya yang dapat digunakan untuk menghadapi peperangan melawan korupsi. pengawasan dan aspek kuratifnya) dan meliputi berbagai elemen. pengusaha. Hal tersebut disebabkan kecerdasan intelektual tidak dapat mencegah orang untuk menjadi serakah. Disatu sisi mahasiswa merupakan peserta didik. dan berbagai profesi lainnya.  Tindakan diarahkan terhadap suatu kegiatan dari hulu sampai hilir (mulai dari perencanaan. Dalam kaitannya dengan hal tersebut. pelaksanaan. Dengan berbekal hal-hal tersebut. Apabila kita menilik ke dalam untuk mengetahui apa hakekat dari mahasiswa. investigasi dan penegakan hukum terhadap para pelaku korupsi. maka strategi yang perlu dikembangkan adalah strategi memerangi korupsi dengan pendekatan tiga pilar yaitu preventif. yang menggantikan peran-peran pendahulunya di masa yang akan datang akan dapat melakukan perbaikan terhadap kondisi yang ada kearah 6 . accountability & responsibility yang mampu mendorong setiap individu untuk melaporkan segala bentuk korupsi yang terjadi. maka kita akan mengetahui bahwa mahasiswa mempunyai banyak sekali sisi. teknokrat. Selain mengenal karakteristik korupsi. dan bersikap negatif lainnya. mahasiswa akan dapat menjadi agen pembaharu yang handal.

Di samping itu. norma.  penggelapan dalam jabatan. Mahasiswa juga dapat berperan dalam mempengaruhi kebijakan publik dari pemerintah. atau sarana.  memperkaya diri sendiri. yang lebih baik. Selain itu. orang lain. Dari sudut pandang hukum. baik antar mahasiswa maupun dengan lembaga-lembaga swadaya masyarakat sehingga apabila dikoordinasikan dengan baik akan menjadi kekuatan yang sangat besar untuk menekan pemerintah. dan nilai-nilai yang ada dalam masyarakat. Di sisi lain.4 Peran Mahasiswa dalam Mencegah Tindak Korupsi Korupsi atau rasuah (bahasa Latin: corruptio dari kata kerja corrumpere yang bermakna busuk. kesempatan. jumpa pers. Selain itu. 2. mahasiswa juga dituntut berperan untuk melakukan kontrol sosial terhadap penyimpangan yang terjadi terhadap sistem. dan  merugikan keuangan negara atau perekonomian negara. atau korporasi. diskusi terbuka dengan pihak-pihak yang berkompeten. mahasiswa mempunyai jaringan yang luas. tindak pidana korupsi secara garis besar memenuhi unsur-unsur sebagai berikut:  perbuatan melawan hukum. namun bukan semuanya. memutarbalik. 7 . Usaha-usaha yang dapat dilakukan oleh mahasiswa untuk mempengaruhi keputusan politik adalah dengan melakukan penyebaran informasi/tanggapan atas kebijakan pemerintah dengan melakukan membangun opini public.  penyalahgunaan kewenangan. dibutuhkan satu gerakan yang didasari oleh semangat anti-korupsi yang tertanam sebagai satu budaya yang utuh. baik politisi maupunpegawai negeri. Dengan memberikan kesadaran penuh kepada mahasiswa sejak dini tentang bahaya laten korupsi merupakan agenda wajib yang perlu dilakukan. menyogok) adalah tindakan pejabat publik.rusak. Kesadaran yang tertanam kokoh dalam diri mahasiswa yang kelak akan memegang estafet kepemimpinan bangsa merupakan satu bentuk penyelamatan investasi bangsa menuju negara yang bersih dari segala macam bentuk korupsi. serta pihak lain yang terlibat dalam tindakan itu yang secara tidak wajar dan tidaklegal menyalahgunakan kepercayaan publik yang dikuasakan kepada mereka untuk mendapatkan keuntungan sepihak[1]. Jenis tindak pidana korupsi di antaranya. adalah  memberi atau menerima hadiah atau janji (penyuapan). Bukan hanya sekadar pemahaman dan demonstrasi yang hampa pemaknaan. menggoyahkan. mahasiswa juga menyampaikan tuntutan dengan melakukan demonstrasi dan pengerahan massa dalam jumlah besar.

semangat dan idealisme yang mereka miliki dan jalankan. lahirnya Orde Baru tahun 1966.  ikut serta dalam pengadaan (bagi pegawai negeri/penyelenggara negara). Dengan kompetensi yang mereka miliki tersebut mahasiswa diharapkan mampu menjadi agen perubahan.  pemerasan dalam jabatan. Dengan kemampuan intelektual yang tinggi. Tidak dapat dipungkiri bahwa dalam peristiwa-peristiwa besar tersebut mahasiswa tampil di depan sebagai motor penggerak dengan berbagai gagasan. dan mampu menjadi watch dog lembaga-lembaga negara dan penegak hukum. Mahasiswa didukung oleh kompetensi dasar yang mereka miliki. Dalam beberapa peristiwa besar perjalanan bangsa ini telah terbukti mahasiswa berperan penting sebagai agen perubahan (agent of change). jiwa muda dan idealisme. yaitu: intelegensia. mereka mampu menyuarakan kepentingan`rakyat. mampu mengkritisi kebijakan-kebijakan yang koruptif. ide-ide kreatif. sejarah telah membuktikan bahwa perjalanan bangsa ini tidak lepas dari peran kaum muda yang menjadi bagian kekuatan perubahan. dan keberanian untuk menyatakan kebenaran. dan idealisme yang murni terlah terbukti bahwa mahasiswa selalu mengambil peran penting dalam sejarah perjalanan bangsa ini. yaitu: intelektualitas. kemampuan berpikir kritis. Pelajaran yang dapat diambil dari lingkungan keluarga ini adalah 8 . Tokoh-tokoh Sumpah Pemuda 1928 telah memberikan semangat nasionalisme bahasa. dan Reformasi tahun 1998. Di Lingkungan Keluarga Internalisasi karakter anti korupsi di dalam diri mahasiswa dapat dimulai dari lingkungan keluarga. Peristiwa Sumpah Pemuda memberikan inspirasi tanpa batas terhadap gerakan-gerakan perjuangan kemerdekaan di Indonesia. bangsa dan tanah air yang satu yaitu Indonesia. dan  menerima gratifikasi (bagi pegawai negeri/penyelenggara negara) Pemuda khususnya mahasiswa adalah aset paling menentukan kondisi zaman tersebut dimasa depan. Peranan tokoh-tokoh pemuda lainnya adalag Proklamasi Kemerdekaan tahun 1945. Belajar dari masa lalu. jiwa muda yang penuh semangat.5 Keterlibatan Mahasiswa 1. Mahasiswa salah satu bagian dari gerakan pemuda. Untuk konteks sekarang dan mungkin masa-masa yang akan dating yang menjadi musuh bersama masyarakat adalah praktek bernama Korupsi. Peran penting mahasiswa tersebut tidak dapat dilepaskan dari karakteristik yang mereka miliki. 2.

yang setiap saat bertemu dan berkumpul. Selain itu. seseorang mahasiswa diharapkan dapat mencegah agar dirinya sendiri tidak akan berperilaku koruptif dan tidak korupsi. mahasiswa harus mendemonstrasikan bahwa diri dan kampusnya harus bersih dan jauh dari perbuatan korupsi. Pada masa ini merupakan masa penerimaan mahasiswa. Untuk itu diperlukan upaya investigatif berupa melakukan kajian kritis terhadap laporan-laporan pertanggungjawaban realisasi penerimaan dan 9 . Dengan kata lain. dan untuk komunitas mahasiswa. perlu penekanan terhadap moralitas mahasiswa dalam berkompetisi untuk memperoleh nilai yang setinggi-tingginya. Upaya preventif yang dapat dilakukan adalah dengan jalan membentengi diri dari rasa malas belajar. Di samping itu. Sedangkan untuk konteks komunitas seorang mahasiswa diharapkan dapat mencegah rekan-rekannya sesame mahasiswa dan organisasi kemahasiswaan kampus untuk tidak berperilaku koruptif dan tidak korupsi. Selanjutnya adalah pada proses perkuliahan. Untuk dapat berperan secara optimal dalam pemberantasan korupsi adalah pembenahan terhadap diri dan kampusnya. Justru karena anggota keluarga adalah orang-orang terdekat. Dalam masa ini. dimana mahasiswa diharapkan mengkritisi kebijakan internal kampus dan sekaligus melakukan pressure kepada pemerintah agar undang-undang yang mengatur pendidikan tidak memberikan peluang terjadinya korupsi. 2. Tahapan proses internalisasi karakter anti korupsi di dalam diri mahasiswa yang diawali dari lingkungan keluarga yang sangat sulit dilakukan. maka pengamatan terhadap adanya perilaku korupsi yang dilakukan di dalam keluarga seringkali menjadi bias. Hal krusial lain dalam masa ini adalah masalah penggunaan dana yang ada dilingkungan kampus. Untuk konteks individu. upaya pemberantasan korupsi dimulai dari awal masuk perkuliahan. mahasiswa juga melakukan upaya edukasi terhadap rekan-rekannya ataupun calon mahasiswa untuk menghindari adanya praktik-praktik yang tidak sehat dalam proses penerimaan mahasiswa. tingkat ketaatan seseorang terhadap aturan/tata tertib yang berlaku. mahasiswa melakukan kontrol terhadap jalannya penerimaan mahasiswa baru dan melaporkan kepada pihak- pihak yang berwenang atas penyelewengan yang ada. tanpa melalui cara-cara yang curang. Di Lingkungan Kampus Keterlibatan mahasiswa dalam gerakan anti korupsi di lingkungan kampus dapat dibagi ke dalam dua wilayah. Untuk mewujudkan hal tersebut. yaitu: untuk individu mahasiswanya sendiri. Substansi dari dilanggarnya aturan/tata tertib adalah dirugikannya orang lain karena haknya terampas.

Pedidikan merupakan salah satu tonggak kehidupan masyarakat demokrasi yang 10 . kerja keras. sistem pendidikan sangat memengaruhi perilaku generasi muda ke depannya. 3. Termasuk juga pendidikan anti korupsi dini. Disini ‘murid’ belajar memahami nilai-nilai yang diterima dan harus ditaati dalam masyarakat tempat dia tinggal dan dalam masyarakat dunia. Pendidikan adalah salah satu penuntun generasi muda untuk ke jalan yang benar. 2. termasuk koruptor sebenarnya merupakan aspek awal yang dapat merubah seseorang menjadi koruptor atau tidak. dialog. drama. berani.6 Peranan Pendidikan Anti Korupsi Dini di Kalangan Mahasiswa dalam Mencegah Terjadinya Tindak Korupsi Pendidikan budi pekerti adalah salah satu pendidikan penting untuk bekal hidup setiap orang. dan masih banyak lagi. Sedangkan upaya edukatif penumbuhan sikap anti korupsi dapat dilakukan melalui media berupa seminar. Selain itu media berupa lomba-lomba karya ilmiah pemberantasan korupsi ataupun melalui bahasa seni baik lukisan. 4. Di Masyarakat Sekitar Hal yang sama dapat dilakukan mahasiswa atau kelompok mahasiswa untuk mengamati lingkungan di lingkungan masyarakat sekitar. Di antara sifat-sifat itu ada jujur. diskusi. Dalam mempelajari nilai-nilai ini akan ditemui manfaat jika kita mematuhi pagar aturan tersebut dan apa akibatnya jika kita melanggarnya. mandiri. pengeluarannya. sebagai awal pencetak pemikir besar. bertanggung jawab. Pendidikan. Di Tingkat Lokal dan Nasional Mahasiswa dengan kompetensi yang dimilikinya dapat menjadi pemimpin (leader) dalam gerakan massa anti korupsi baik yang bersifat lokal maupun nasional. dan lain-lain juga dapat dimanfaatkan juga. Selanjutnya pada tahap akhir perkuliahan. Sebetulnya inti dari pendidikan anti korupsi adalah bagaimana penanaman kembali nilai-nilai universal yang baik yang harus dimiliki oleh setiap orang agar dapat diterima dan bermanfaat bagi dirinya sendiri serta lingkungannya. Jadi. empati. dimana pada masa ini mahasiswa memperoleh gelar kesarjanaan sebagai tanda akhir proses belajar secara formal. Kegiatan- kegiatan anti korupsi yang dirancang dan dilaksanakan secara bersama dan berkesinambungan oleh mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi akan mampu membangunkan kesadaran masyarakat akan buruknya korupsi yang terjadi di suatu Negara. Mahasiswa harus memahami bahwa gelar kesarjanaan yang diemban memiliki konsekuensi berupa tanggung jawab moral sehingga perlu dihindari upaya-upaya melalui jalan pintas. sopan.

sehingga daricontoh-contoh kasus yang terjadi para pelaku korupsi begitu gampang mengelak dari tuduhan yang diajukan oleh jaksa. 7. Karena beberapa perilaku sosial yang terlalu toleran terhadap korupsi. 8. Banyaknya celah/lubang-lubang yang dapat dimasuki tindakan korupsipada sistem politik dan sistem administrasi Indonesia. 3. Pendidikan anti korupsi sesungguhnya sangat penting guna mencegah tindak pidana korupsi. Salah satu yang bisa menjadi gagasan baik dalam kasus korupsi ini adalah penerapan anti korupsi dalam pendidikan karakter bangsa di Indonesia. termasuk perbaikan birokrasiyang cenderung terjebak perbaikan renumerasi tanpa membenahi strukturdan kultur. sudah sepantasnya mempunyai andil dalam hal pencegahan korupsi. Minimnya role-models atau pemimpin yang dapat dijadikan panutan dan kurangnya political-will dari pemerintah untuk mengurangi korupsi. sehingga tidak ada check and balance. 5. 4. khususnya ditujukan bagi mahasiswa. 10.7 Hambatan dalam Penerapan Pendidikan Anti Korupsui di Lingkungan Kampus 1. Peraturan perundang-undangan hanya sekedar menjadi huruf mati yang tidak pernah memiliki roh sama sekali. Jika KPK dan beberapa instansi anti korupsi lainnya menangkapi para koruptor. Kesulitan dalam menempatkan atau merumuskan perkara. 2. Karena pada dasarnya mereka adalah agen perubahan bangsa dalam perjalanan sejarah bangsa. Jika hal tersebut dapat terealisasi dengan lancar maka masyarakat Indonesia bisa optimis di masa depan kasus korupsi bisa diminimalisir. korupsi bukanlah selalu terkait dengan korupsi uang.madani. Kurang optimalnya fungsi komponen-komponen pengawas ataupengontrol. Struktur birokrasi yang berorientasi ke atas. 2. 6. Begitu halnya pendidikan anti korupsi memiliki nilai penting guna mencegah aksi korupsi. Pelajaran akhlak penting guna mencegah terjadinya kriminalitas. maka pendidikan anti korupsi juga penting guna mencegah adanya koruptor. Kurang kokohnya landasan moral untuk mengendalikan diri dalam menjalankan amanah yang diemban. 9. Satu hal yang pasti. Seperti pentingnya pelajaran akhlak dan moral. 11 . Seperti yang dilansir dari program KPK yang akan datang bahwa pendidikan dan pembudayaan antikorupsi akan masuk ke kurikulum pendidikan dasar hingga pendidikan tinggi mulai tahun 2012. Penegakan hukum yang tidak konsisten dan cenderung setengah-setengah. Pemerintah akan memulai proyek percontohan pendidikan antikorupsi di pendidikan tinggi. Taktik-taktik koruptor untuk mengelabui aparat pemeriksa dan masyarakat yang semakin canggih.

Pemikiran kritis. Suara-suara mahasiswa kerap kali merepresentasikan dan mengangkat realita sosial yang terjadi di masyarakat. Sikap idealisme mendorong mahasiswa untuk memperjuangkan sebuah aspirasi pada penguasa. dan konstruktif selalu lahir dari pola pikir para mahasiswa. dengan cara mereka sendiri. BAB III PENUTUP 3. demokratis. baik di Timur maupun di Barat. bahkan sebagai pengambil keputusan.1 Kesimpulan Mahasiswa selalu menjadi bagian dari perjalanan sebuah bangsa. Roda sejarah demokrasi selalu menyertakan mahasiswa sebagai pelopor. Hal tersebut telah terjadi di berbagai negara di dunia. penggerak. Dengan kekuatan yang dimilikinya berupa semangat dalam menyuarakan dan memperjuangkan nilai- 12 .

diakses tanggal 16 Mei 2010. http://gibranhuzaifah.com.2 Saran Berdasar hal tersebut maka saran yang diberikan adalah bahwa seyogyanya mahasiswa membuktikan diri mampu menjadi mitra aparat penegak hukum untuk mencegah dan memberantas korupsi. Deputi Bidang Investigasi BPKP. di satu sisi. M. http://armyalghifari. Al muslimin. Asrul.Kom.bpkp. http://politik.com.Kom. Pembela Kebenaran.nilai kebenaran serta keberanian dalam menentang segala bentuk ketidak adilan. Kekuatan tersebut bagaikan pisau yang bermata dua. 3. Diakses tanggal 10 Mei 2010. mahasiswa menempati posisi yang penting dalam upaya pemberantasan korupsi di Indonesia. Peranan Dan Fungsi Mahasiswa Dalam Era Reformasi. mahasiswa merupakan faktor penekan bagi penegakan hukum bagi pelaku korupsi serta pengawal bagi terciptanya kebijakan publik yang berpihak kepada kepentingan masyarakat banyak. diakses tanggal 16 Mei 2010.go. 2005. www. DAFTAR PUSTAKA Ridarmin.kompasiana.wordpress. Risbiyantoro. hal yang sangat lucu jika mahasiswa itu sendiri melakukan korupsi sementara dalam berbagai kesempatan mahasiswa menuntut pemberantasan korupsi dilakukan tanpa tebang pilih. Ibrahim Nur. 2009. STMIK- AMIK Dumai Online.2007. Sedangkan di sisi yang lain. Diakses tanggal 10 Mei 2010 13 . diakses tanggal 16 Mei 2010. mahasiswa mampu mendorong dan menggerakkan masyarakat untuk bertindak atas ketidakadilan sistem termasuk didalamnya tindakan penyelewengan jabatan dan korupsi.com. S.id/unit/investigasi/peranan_mahasiswa. Selain itu hal penting lainnya adalah mahasiswa (baik secara kelembagaan maupun perorangan) terlebih dahulu harus terbukti bersih dari praktik korupsi.wordpress.2010.