You are on page 1of 4

BAB VI

KALORIMETRI (SISTEM TERBUKA)

6.1 Tujuan percobaan
Memahami teori kalorimetri system terbuka beserta pembuktian teorinya.
6.2 Tinjauan pustaka
Kalorimetri adalah ilmu dalam pengukuran panas dan reaksi kimia atau
perubahan fisik. Pada kalorimetri ini dapat melakukan pengukuran perubahan
kalor yang bergantung pada pemahaman tentang kalor jenis dan kapasitas kalor.
Dengan demikian kita dapat mengethui suhu pada suatu ruangan atau benda-
benda lainnya.pengukuran panas ini sangat bermanfaat di berbagai bidang,salah
satunya adalah kesehatan (Syahputra Mei,wikipedia.org).
Kalorimeter adalah alat (dimana di dalamnya terdapat bermacam-macam
komponen) yang digunakan untuk mengukur jumlah kalor yang dipertukarkan
diantara sistem dan sekelilingnya (Petrucci,1985).
Sebagaimana diketahui, kalor adalah energi yang pindah dari benda yang
suhunya tinggi ke benda yang suhunya rendah. Oleh karena itu, pengukuran
kalor menyangkut perpindahan energi. Energi adalah kekal, sehingga benda
yang suhunya tinggi akan melepas energi QL dan benda yang suhunya rendah
akan menerima energi QT dengan besar yang sama. Apabila dinyatakan dalam
bentuk Persamaan, maka Persamaan (2.1) menyatakan Hukum Kekekalan
Energi pada pertukaran kalor dan selanjutnya disebut Asas Black, sebagai
penghargaan atas jasa ilmuan Inggris bernama Joseph
Black (1728-1799). Atau dapat juga Dalam sebuah Persamaan matematis dan
dalam keadaan ideal dimana tidak ada zat lain yang terlibat dalam proses ini,
maka azas Black juga dapat dituliskan
sebagai berikut :
QA = QB
MA . CA . ΔtA = MB . CB .ΔtB
…………………….2.2
MA . CA . (tA – tc ) = MB . CB . (tc – tB)
Pengukuran kalor sering dilakukan untuk menentukan kalor jenis suatu atau
dilepaskan dapat ditentukan dengan mengukur perubahan
suhu zat tersebut. Kemudian dengan menggunakan persamaan Q = mcΔT, kalor
dapat dihitung. Pada waktu menggunakan rumus ini harus
diingat bahwa suhu naik berarti zat menerima kalor dan suhu turun berarti zat
melepaskan kalor. Salah satu cara yang dapat digunakan ialah dua zat yang

sampai suhu kedua zat itu sama.. Kalorimeter bom adalah alat (device) yang digunakan untuk mengukur kalor pembakaran suatu reaksi.suhunya berbeda dicampurkan sehingga terjadi pertukaran kalor diantara kedua zat itu.org).1985).3 Dimana : Q =Jumlah kalor yang diterima/dilepaskan minyak kluwek(kalori) Mzc = Massa zat cair (gr ) Czc = Kapasitas Panas Jenis (kalori/gr 0C) Tsm =Temperatur setimbang minyak (0C) TA = Temperatur Air (0C) (Wijanarko.wikipedia. protein atau lemak (Syahputra Mei. Mantel/jaket tersebut berguna untuk mengurangi hilangnya . Keuntungan menggunakan gelas plastik sebagai kalorimeter adalah murah harganya dan setelah dipakai dapat dibuang.2. Sejumlah sampel ditempatkan pada tabung beroksigen yang tercelup dalam medium penyerap kalor (kalorimeter). Untuk menghitung banyaknya kalor yang diterima atau dilepas. ”Jumlah kalor yang diterima sama dengan jumlah kalor yang dilepaskan”. kalor jenis zat lain dapat dihitung melalui penggunaan hukum kekekalan energi. b. dapat digunakan rumus berikut Qmk = Mzc ∙ Czc (Tsm. Pada dasarnya kalor yang dibebaskan/diserap menyebabkan perubahan suhu per-kuantitas pereaksi kemudian dihitung kalor reaksi dari sistem larutan tersebut. Kalorimeter sederhana adalah kalorimeter yang digunakan untuk mengukur kalor reaksi yang berlangsung dalam fase larutan karena itu disebut juga kalorimeter larutan. Bila kalor jenis salah satu zat diketahui. Kalorimeter makanan adalah alat untuk menentukan nilai kalor zat makanan karbohidrat. Dan kalorimeter yang biasa digunakan di laboratorium fisika berbentuk bejana biasanya silinder dan terbuat dari logam misalnya tembaga atau almunium dengan ukuran 75 mm x 50 mm (garis tengah).2013).Jenis-jenis kalorimeter a. dan sampel akan terbakar oleh api listrik dari kawat logam yang terpasang dalam tabung (Petrucci. Beker Almunium dan gelas plastik jenis polistirin (busa) dapat digunakan sebagai kalorimeter sederhana dengan thermometer sebagai pengaduk. Bejana ini dilengkapi dengan alat pengaduk dan diletakkan didalam bejana yang lebih besar yang disebut mantel/jaket. c.TA)………………………. .

Thermometer 6. Sistem terbuka: terjadi pertukaran energi (panas dan kerja) dan benda dengan lingkungannya.4 Prosedur percobaan . Sebuah pembatas memperbolehkan pertukaran benda disebut permeabel.Aquadest (H2O) . makanan kaleng (Tahir. . Contoh kalorimeter sederhana seperti pada gambar berikut: Gambar: Kalorimeter Sederhana .Peralatan system .2012).Erlenmeyer . susu kaleng. Dalam kehidupan nyata / sehari.hari dapat dikatakan sistem berada dalam suatu tempat yang ditutup rapat.baju. misalnya kita meletakkan kapur barus (naftalena) di antara buku atau baju.Gelas arloji .3 Alat dan bahan A.Batang pengaduk . Di laboratorium semua reaksi kimia yang dilakukan umumnya dilakukan dengan sistem terbuka (Tahir.Penangas air .Pipet volume .2013). Contoh botol.Beakerglass . Rumah hijau adalah contoh dari sistem tertutup di mana terjadi pertukaran panas tetapi tidak terjadi pertukaran kerja dengan lingkungan.botol zat kimia yang masih disegel.2012). kapur barus akan menguap.natrium hidroksida (NaOH) . 6. Samudra merupakan contoh dari sistem terbuka. Dalam bahasa sehari.asam klorida (HCl) . Alat-alat yang digunakan: B.Labu ukur . jadi ada materi yang dipertukarkan yaitu antara uap naftalena dan udara.Karet penghisap . kalor karena konveksi dan induksi (Wijanarko.hari sistem ini banyak sekali dijumpai. tetapi kita masih dapat mengamati perubahan suhu dari dinding sistem. Atau botol yang berisi cuka atau alkohol. Sistem tertutup: terjadi pertukaran energi (panas dan kerja) tetapi tidak terjadi pertukaran benda dengan lingkungan. Bahan-bahn yang digunakan: .

Kalibrasi alat . Mengaduk keduanya hingga tercampur . Memanaskan VS2 mL air dingin dengan suhu normal sampai temperturnya naik 10 0C TS2 .Menyamakan suhu natrium hidroksida dan asam klorida . Mencampurkan air yang telah dipanaskan dengan suhu TS2.Memasukkan 50 mL air dingin kedalam lingkungan .Memasukkan V1 mL air dingin dengan suhu normal ke dalam kalorimeter bagian system dan amati suhunya TSI . Menentukan suhu campuran di dalam system dan suhu di bagian lingkungan . Menentukan suhu campuran di dalam system (TS3) dan suhu dibagian lingkungan (TL3) B.Mencampurkan 25 mL natrium hidroksida dan 25 mL asam klorida ke dalam system . Mengaduk hingga tercampur .A. Penentuan perubahan entalpi penetralan . ke dalam bagian system kalorimetri yang telah berisi air dingin dengan suhu TS2 . Memasukkan VL mL (VL=2 x VSI) air dingin ke bagian lingkungan dan amati suhunya (TL1) .