You are on page 1of 10

1

analisis sensitifitas akan diliput dalam bagian berikutnya. Untuk maksud penyediaan interpretasi ekonomi dari masalah dual kita menggunakan definisi (nonmatriks) berikut ini untuk masalah Primal dan dual. 2 . Interpretasi ini akan terbukti berguna dalam 2 aspek: 1. Memberikan pemahaman mendasar akan model LP sebagai sistem masukan keluaran ekonomi . Bagian ini menggunakan masalah Primal-dual untuk menerangkan makna ekonomi yang pasti dari harga dual dan pengurangan biaya .1 Interpretasi Ekonomi dari Masalah Dual Kita menggunakan argumen intuitif untuk mendefinisikan 2 indikator ekonomi: harga dual dan pengurangan biaya . Secara ekonomi. Koefisien cj mewakili laba Marginal dari kegiatan j yang tingkat m kegiatannya sama dengan xj unit. j=1 Kita sekarang menggunakan definisi diatas untuk menerangkan makna indikator ekonomi harga dual dan pengurangan biaya. 2. Memungkinkan implementasi analisis sensitifitas atau analisis pasca optimal secara efisien. Jadi fungsi tujuan z=∑ c j x j mewakili laba j=1 dari semua kegiatan. Secara spesifik kita menyatakan bahwa harga dual memiliki nilai per unit dari sumber daya LP . BAB II PEMBAHASAN 2. kita dapat memandang model Primal Dengan cara demikian . Aspek pertama dibahas dalam bab ini . Sumber daya i memiliki tingkat bi yang dialokasikan dengan tingkat aij unit per unit kegiatan j. Model tersebut memiliki m sumber daya. Sebaliknya pengurangan biaya mewakili kenaikan dalam pengembalian Marginal atau penurunan dalam biaya per unit sumber daya yang diperlukan untuk membuat sebuah kegiatan LP (variable) sekedar menguntungkan . n Sisi kiri ∑ a ij x j mewakili penggunaan sumber daya yg oleh i semua kegiatan.

Telah diterangkan bahwa untuk pemecahan Primal dan dual yang layak dan tidak optimal. yi biasanya disebut sebagai harga dual (kadang-kadang istilah harga bayangan juga dipergunakan).1. pemecahan (Primal dan dual) yang bersangkutan tidak dapat optimal. pertidaksamaan ini menunjukkan bahwa n m ∑ c j x j <∑ bi yi j=1 i =1 atau (Laba) ¿ (nilai sumber daya) Pertidaksamaan ini mengatakan bahwa selama pengembalian total dari semua kegiatan adalah laba kecil dari nilai sumber daya dari model tersebut. Karena Sisi kiri dari persamaan tersebut memiliki nilai uang (pengembalian) Dan Bi mewakili unit (jumlah) sumber i. pastilah mewakili nilai uang per unit sumber daya yg seperti diperlihatkan analisis dimensional berikut ini: m $(pengembalian) = ∑ (unit sumber daya i)/ $(unit sumber daya i) i=1 Jadi variabel dual yi memiliki nilai per unit sumber daya i. berdasarkan persamaan di atas. Maka yi.1 Harga Dual Telah diperlihatkan bahwa di pemecahan optimal dari baik masalah Primal maupun dual kita memiliki z=w atau n m ∑ c j x j =∑ bi y i j=1 i=1 Kita dapat memperoleh interpretasi ekonomi dari variabel dual Yi dengan menggunakan analisis dimensional berikut ini. kita memiliki z< w Berdasarkan interpretasi ekonomi yang diberikan untuk nilai dual diatas. Analisis dimensional di atas mengarahkan kita pada sebuah observasi menarik. Optimalitas (pengembalian maksimum) dicapai hanya Bilamana sumber daya dimanfaatkan 3 .2. Dalam literatur.

Pada kenyataannya. menaikkan sumber dayab2 tidak memberikan manfaat.1 Maksimumkan z=5 x 1+12 x 2+ 4 x 3 dengan batasan x 1+2 x 2+ x 3 ≤5 2 x 1−x 2 +3 x 3=2 x1 . Kita telah melihat bahwa terdapat kisaran yang diijinkan untuk variasi dalam jumlah sumber daya yang di luarnya harga dual yang bersangkutan tidak lagi berlaku. dengan stabilitas terjadi ketika keduanya setara. Sebaliknya.1.3. yaitu. yang menjadi penyebab perilaku yang tidak konvensional ini.2 Pengurangan Biaya 4 . Contoh 5.sepenuhnya. karena nilai per unitnya negatif (=- 2/5). 2. dalam kasus ini. nilai laba z akan meningkat dengan 29/5. Harga dual tersebut jadi menunjukkan bahwa untuk setiap kenaikan satu unit sumber daya 1. secara berturut-turut. Sistem ini tetap tidak stabil (tidak optimal) selama masukkan (nilai sumber daya) melebihi keluaran (pengembalian). Secara spesifik terdapat batasan tentang sampai sejauh mana sebuah sumber daya dapat dinaikkan atau diturunkan sambil mempertahankan nilai per unitnya. Pernyataan di atas yang berkaitan dengan penggunaan harga dual sebagai nilai per unit sumber daya harus dibatasi. Alternatif lain kita dapat memandang model LP ini sebagai sebuah sistem masukan keluaran dengan sumber daya dan pengembalian yang secara berturut-turut mewakili unsur-unsur masukan dan keluaran. menurunkan sumber daya 2 akan menguntungkan. x3 ≥ 0 Dari contoh di atas harga dual y1 = 29/5 dan y2 = -2/5 memberikan nilai per unit sumber daya 1 dan 2 yang berkaitan dengan batasan 1 dan 2. Hal ini Kemungkinan tidak logis karena setiap orang berkeinginan untuk menaikkan sumber daya daripada menurunkannya. x2 . Tetapi. ketika pengembalian total sama dengan nilai total dari sumber daya (z = w). 2 x 1−x 2 +3 x 3=8 batasan bukan merupakan batasan yang berjenis 2¿ konvensional.

Sekarang bergantung m pada apakah biaya z j=∑ a ji y j melebihi pengembalian cj. aij adalah sumber daya I yang dipakai oleh 1 unik kegiatan j. Sebagai hasilnya yi pastilah mewakili biaya bayanan per unit sumber daya I dan kita dapat m memandang ∑ a ji y j sebagai biaya bayangan total dari semua sumber daya i=1 yang dipergunakan untuk memproduksi satu unit kegiatan j. Karena cj dari masalah Primal mewakili pengembalian per unit kegiatan J.cj Alternatif lain dengan menggunakan Y = CBB-1 sebagai harga dual yang berkaitan kita memiliki zj – cj = YPj . Untuk m konsistensi jumlah ∑ a ji y j juga harus memiliki dimensi dolar per unit i=1 m kegiatan j. Persamaan tersebut menghasilkan interpretasi ekonomi yang menarik dari model LP tersebut yang akan diungkapkan dengan analisis dimensional. penjelasan di atas i =1 mengarah pada analisis dimensional berikut ini dari persamaan untuk zj – cj: $(laba atau rugi)/unit = $(biaya)/ unit .$(pengembalian)/unit 5 . Tetapi karena cj dan ∑ a ji y j tampil dengan tanda yang i=1 m berlawanan . Sekarang berdasarkan i=1 definisinya. Kita telah melihat dari perincian metode simpleks yang direvisi bahwa koefisien persamaan tujuan dari variabel xj dalam setiap iterasi diketahui zj – cj = CBB-1Pj . unit dari variabel Ini kemungkinan diwakili dengan dolar per unit kegiatan J. jumlah ∑ a ji y j harus berarti “biaya”.cj m ¿ ∑ a ji y i−c j i=1 Hubungan ini mengatakan bahwa koefisien persamaan tujuan zj – cj dari variabel xj dalam tabel Primal sama dengan selisih antara Sisi kiri dan sisi kanan dari batasan dual ke-j.

Sesuai penjelasan yang diberikan. Menurunkan konsumsi daya yang terbatas oleh kegiatan tersebut 6 . menaikkan tingkat nya dari 0 ke satu nilai positif tertentu). harus dinaikkan melewati tingkat nol. Hasil seperti itu dapat terjadi dalam dua cara: 1. Pada intinya ini berarti bahwa tingkat kegiatan j. jumlah ini mewakili jumlah seberapa banyak posisi ekonomi dari kegiatan tersebut harus diperbaiki untuk membuatnya lebih menarik secara ekonomi (yaitu. nondasar xj = 0) harus dinaikkan melewati tingkat nc hanya jika koefisien tujuannya zj – cj adalah negatif. Kondisi ini dapat dibenarkan secara ekonomi sebagai berikut dari interpretasi zj – cj. Ketika kita menerima sebuah kegiatan j ke dalam pemecahan (membuatnya menjadi variabel dasar) kita menaikkannya sampai ke titik dimana zj – cj menjadi nol. Ini adalah setara dengan memanfaatkan profitabilitas dari kegiatan ini sebanyak mungkin karena kenaikan lebih lanjut akan semata-mata menghasilkan kenaikan dalam biaya bayangan melewati potensi pengembalian dari kegiatan tersebut. Kondisi optimalitas maksimisasi dari metode simpleks (yang direvisi) menyatakan bahwa tingkat kegiatan yang tidak dipergunakan saat ini (yaitu. Menaikkan pengembalian Marjinal dari kegiatan tersebut CJ 2. xj. Fakta bahwa nilai bayangan dari sumber daya yang dipergunakan adalah lebih tinggi dari pengembaliannya membuatnya tidak menarik secara ekonomi. kondisi optimalitas menetapkan bahwa ( Biayayang bayangan dari sumber daya − pengembalian < 0 dipergunakan unit J ) ( per unit j ) atau ( Biayayang bayangan dari sumber daya < pengembalian dipergunakan unit J ) ( per unit j ) Jadi selama pengembalian per unit melebihi biaya bayangan dari sumber daya yang digunakan lebih banyak sumber daya harus sabun dialokasikan untuk kegiatan tersebut Untuk memanfaatkan potensi laba tersebut. Anda dapat melihat sekarang Mengapa dalam model maksimisasi sebuah kegiatan dengan zj – cj ¿ 0 harus tetap berada di tingkat nol. Untuk kegiatan-kegiatan yang berada di tingkat nol di pemecahan optimal (variabel non dasar) jumlah zj – cj disebut dalam literatur sebagai pengurangan biaya per unit kegiatan j.

Pilihan pertama tidak selalu layak karena margin label biasanya ditentukan oleh pasar dan kondisi persaingan.3. dan 420menit per hari dan laba per unit untuk ketiga produk adalah $3.2 Pertimbangan masalah bauran produk dimana masing- masing dari letiga produk diolah ditiga operasi yang berbeda. karena yi mewakili biaya bayangan dari penggunaan 1 unit sumber daya i perunit kegiatan j. Waktu dalam menit per unit di ketiga operasi tersebut diketahui sebagai berikut: Produk 1 Produk 2 Produk 3 Operasi 1 1 2 1 Operasi 2 3 0 2 Operasi 3 1 4 0 Model LP ini ditulis sebagai Maksimumkan z=3 x 1+2 x 2+ 5 x 3 (laba harian) Dengan batasan Operasi 1:1 x 1+2 x 2+1 x 3 ≤ 430 Batasan atas Operasi 2: 3 x 1 +0 x 2+2 x 3 ≤ 460 penggunaanoper Opersai 3 :1 x 1 +4 x 2 +0 x 3 ≤ 42 asi per hari Dengan x4 . Nilai dual yi dapat dipergunakan sebagai indikator di mana pilihan kedua tersebut sebaiknya diterapkan. Batas atas waktu yang tersedia untuk ketiga opersi itu adalah 430. $2. 460. x5 dan x6 sebagai variabel slack dari ketiga batasan ini. dan $5. sumber daya yang memiliki nilai yi yang relatif tinggi harus memperoleh prioritas dalam studi peningkatan efisiensi. x3 . vektor dasar optimal XB dab basis B yang berkaitan diperoleh dengan metode simpleks primal yang direvisi sebagai berikut (periksalah!): x2 . Pada intinya. x6 ¿ T X B=¿ 7 . Pada intinya pilihan kedua berkaitan dengan penyingkiran inefisiensi yang mungkin dalam operasi sistem yang bersangkutan. Pilihan kedua sebenarnya mencerminkan komitmen kesatuan ekonomi tersebut pada perbaikan operasi terutama melalui penurunan sumber daya yang terbatas. Contoh 5.

y 2=2 dan y 3=0 berarti bahwa penurunan penggunaan operasi 3 tidak akan efektif. karena biaya bayangan per unitnya. Dalam kasus ini z 1= y 1+ ( 3−r 2) y 2 + y 3 = 1(1)+(3. Untuk melakukan hal ini anggaplah r2 mewakili penurunan dalam menit per unit produk 1 berpastilah ada dalam operasi 2. yaitu z 1> c1 . 5. Karena z 1=1 y 1 +3 y 2 +1 y 3 dan c 1=$ 3 .ini berarti bahwa produk 1 tidak menguntungkan.2 r 2 Produk ini menjadi sekedar menguntungkan ketika c 1 dapat mewakili z1 . Harga dual y 1=1. y 2 .2. 8 . 0 ) dan harga dual dihitung sebagai Y =( y1 . Anggaplah bahwa kita tertarik untuk menentukan jumlah penurunan dalam penggunaan operasi 2 yang akan membuat produk 1sekedar menguntungkan. jida dengan mempertimbangkan operasi 1 fan 2. y 3 ) =C B B−1=(1. [ ] 1 /2 −1 /4 0 −1 B = 0 1/2 0 −2 1 1 Jadi C B = ( 2. akan lebih menarik untuk memberikan prioritas yang lebih baik tinggi untuk usaha mengurangi penggunaan operasi 2. yaitu c 1> z1 atau 7-2 r 2 <3 yang menghasilkan r 2 >2.sebagai hasilnya. ini berarti bahwa penggunaan operasi 2 harus dikurangi dengan lebih dari 2 menut untuk membuat produk 1 menguntungkan. dan y3 dalam penyajian untuk z1 . kita lihat bahwa y 2 (=2) adalah lebih besar dari pada y 1 (=1).r 2 )(2) + 1(0) = 7. y 2 . yang terjadi karena harga bayangan dari produk 1 adalah lebih besar dari pada laba per unitnya .0) Kita lihat bahwa bauran optimal tidak mencakup produk 1( x 1=0 ¿ . Hasil ini dapat dicapai dengan mengurai penggunaan ketiga waktu operasi oleh produk 1. y 3 adalah nol . Penggunaan ini diketahui berdasarkan koefisien y 1 . kita dapat membuat x1 menguntungkan dengan menurunkan nilai z 1 .

2... ..2 Nilai Slack Komplementer Jika anda meneliti versi matriks dari tabel simpleks anda akan menentukan hasil berikut ini berkenaan dengan pemecahan primal dan dual optimal. batasan primal ke –i ∑ .. Jika di pemecahan opltimum sebuah variabel dual yi memiliki nilai n positif..n m ( ∑ ) y i bi − j=1 aij x j =0 I = 1.. ij ≤ b pastilah dipenuhi dalam bentuk j=0 persamaan karena nilai slack yang berkaitan dengannya pastilah nol. x j=0 2. s i=0 Kita dapat menjabarkan kedua kondisi ini dalam bentuk ringkasan sebagai berikut... maka xj adalah non dasar dan karena itu berada di tingkat nol. Ketika y i >0. Jika dipecahkan optimum sebah variabel primal xj memiliki z j−c j >0 . untuk pemecahan primal dan dual optimal. Marilah kita menerjemahkan informasi ini secara matematis..2.2. 2.. Jika kita mengansumsikan bahwa vj dan s j adalah variabel surplus dan slack untuk batasan dual ke-j dan primal ke-i. 1.m Kita menggunakan pengamatan di atas untuk menyatakan teorema berikut ini: 9 . v j x j = y i si =0 untuk semua i dan j Dengan cara yang setara.. kita memiliki m xj (∑ ) i=1 aij y i−c j =0 j = 1. maka m v i=z j−c j=∑ aij y i−c j i=1 n s i=b i−∑ a ij x j j=1 Hasil tersebut dapat diringkas sebagai berikut: 1. Kita mencatat bahwa z j−c j mewakili selisih antara sisi kiri dan sisi kanan dari batasan dual dan karea itu pastilah mewakili variabel surplus dual. Ketika v i >0.

2.n Dimana s i dan v j adalah variabel slack dan surplus yang berkaitan dengan batasan primal dan dual..2. n) adalah optimal xj ¿ untuk masalah masing-masing jika... Teorema ini juga dipergunakan untuk pengenbangan algoritma out-of-kilter dalam model arus jaringan... … …. kondisi berikit di penuhi: n ( j=1 ) y i bi −∑ aij x j = y i s i=0 i = 1... Penerapan teorema nilai senggang komplementer terutama timbul dalam pengembangan algoritma primal-dual untuk memecahkan masalahn LP yang dimulai nonoptimal dan tidak layak .Teorema Nilai Slack Komplementer: sepanjang pemecahan primal dan dual j=1...2. dan hanya jika .m m xj (∑ i=1 ) aij y i−c j =x j v j =0 j = 1.. 10 .2..… … .. n yang layak ) dan y i=(i=1.