You are on page 1of 25

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Oksigen merupakan unsur yang paling dibutuhkan bagi kehidupan manusia. Tidak
makan atau tidak minum mungkin masih akan memberikan toleransi yang cukup panjang
hingga sampai pada keadaan fatal, tetapi sebentar saja manusia tidak mendapatkan oksigen
maka akan langsung fatal akibatnya. Tidak hanya untuk bernafas dan mempertahankan
kehidupan, oksigen juga sangat dibutuhkan untuk metabolisme tubuh. Oksigen juga bias
dijadikan sarana untuk mengatasi berbagai macam penyakit.
Oksigen ialah salah satu komponen gas yang unsur vital dalam proses metabolisme
tubuh, untuk mempertahankan kelangsungan hidup seluruh sel tubuh. Secara normal elemen
ini diperoleh dengan cara menghirup udara ruangan dalam setiap kali bernafas. Penyampaian
O2 ke jaringan tubuh ditentukan oleh interaksi sistem respirasi, kardiovaskuler, dan keadaan
hematologis.

B. Ruang Lingkup Masalah
1 Definisi Kebutuhan Oksigenasi
2 Sistem Tubuh Yang Berperan Dalam Kebutuhan Oksigenisasi
3 Proses Oksigenisasi
4 Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kebutuhan Oksigenisasi
5 Jenis Pernafasan
6 Pengukuran Fungsi Paru
7 Memposisikan pasien fowler dan semi fowler

8 Mengumpulkan sputum untuk pemeriksaan

USER 1

C. Tujuan
1 Untuk mengetahui definisi kebutuhan oksigenasi
2 Untuk mengetahui sistem tubuh yang berperan dalam kebutuhan oksigenisasi
3 Untuk mengetahui proses oksigenisasi
4 Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kebutuhan oksigenisasi
5 Untuk mengetahui jenis pernafasan
6 Untuk mengetahui pengukuran fungsi paru
7 Untuk mengetahui cara memposisikan pasien fowler dan semi fowler

8 Untuk Mengumpulkan sputum untuk pemeriksaan

USER 2

orofaring (di belakang mulut). 2 Saluran Pernafasan Bagian Bawah USER 3 . 2008). merupakan katup tulang rawan yang bertugas menutup laring saat proses menelan. mempertahankan hidupnya. B Sistem Tubuh Yang Berperan Dalam Kebutuhan Oksigenisasi 1 Saluran Pernafasan Bagian Atas a Hidung. merupakan saluran pernafasan setelah faring. Berdasarkan letaknya. c Laring. merupakan pipa berotot yang terletak dari dasar tengkorak sampai dengan esofagus. b Faring. Pemenuhan kebutuhan oksigenasi ditujukan untuk kelangsungan metabolisme sel tubuh. BAB II PEMBAHASAN A Definisi Kebutuhan Oksigenasi Kebutuhan oksigenasi merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia. dan laringofaring (di belakang laring). kemudian udara tersebut akan dihangatkan dan dilembabkan (Uliyah dan Alimul Hidayat. terdiri atas nares anterior (saluran dalam lubang hidung) yang mengandung kelenjar sebaseus dan ditutupi oleh rambut yang kasar. Laring terdiri atas bagian dari tulang rawan yang diikat bersama ligamen dan membran dengan dua lamina yang bersambung di garis tengah. faring dibagi menjadi tiga yaitu nasofaring (di belakang hidung). d Epiglotis. Udara yang masuk melalui hidung akan disaring oleh rambut yang ada di dalam vestibulum. dan melakukan aktivitas berbagai organ atau sel. Bagian ini bermuara ke rongga hidung yang dilapisi oleh selaput lendir dan mengandung pembuluh darah.

yaitu lobus atas. lobus tengah dan lobus bawah. yaitu paru-paru kanan dan kiri. Kebersihan jalan napas. Trakhea memiliki panjang kurang lebih 9 cm dan tersusun atas 16-20 lingkaran tak lengkap yang berupa cincin. b Volume Paru USER 4 . Paru-paru terletak di dalam rongga toraks setinggi tulang selangka sampai dengan diafragma. Keutuhan sistem saraf pusat dan pusat pernapasan. Paru-paru sebagai alat pernafasan utama terdiri atas dua bagian. dkk. Paru-paru terdiri atas beberapa lobus yang diselaputi oleh pleura parietalis dan pleura viseralis. . b Bronkus. Keadekuatan komplias dan rekoil paru. berpori. Pada bagian tengah organ ini terdapat organ jantung beserta pembuluh darah yang berbentuk kerucut. Bronkus kanan memiliki tiga lobus. 2010). Bronkus bagian kanan lebih pendek danlebar daripada bagian kiri. dengan bagian puncak disebut apeks. serta dilindungi oleh cairan pleura yang berisi cairan surfaktan. Keadekuatan ventilasi tergantung pada beberapa factor: . Trakhea dilapisi oleh selaput lendir dan terdapat epitelium bersilia yang bisa mengeluarkan debu atau benda asing. Paru-paru memiliki jaringan yang bersifat elastis. a Trakhea (batang tenggorokan). 3 Paru-paru Paru-paru merupakan organ utama dalam sistem pernafasan. . yaitu lobus atas dan bawah. c Bronkiolus. a Ventilasi Paru Ventilasi paru dicapai melalui kerja pernapasan: inspirasi (inhalasi) saat udara mengalir ke paru dan ekspirasi (ekshalasi) saat udara mengalir keluar dari paru (Barbara Kozier. serta berfungsi sebagai tempat pertukaran gas oksigen dan karbondioksida. merupakan kelanjutan dari trakhea yang bercabang menjadi bronkus kanan dan kiri. merupakan saluran percabangan setelah bronkus. . Keutuhan kemampuan rongga toraks untuk mengembang dan berkontraksi. Sedangkan bronkus kiri lebih panjang dari bagian kanan dengan dua lobus. merupakan kelanjutan dari laring sampai kira-kira ketinggian vertebrae torakalis kelima.

dapat dipengaruhi oleh ventilasi. Complience merupakan kemampuan paru untuk mengembang. Pengaruh proses ventilasi selanjutnya adalah complienci dan recoil. Volume paru normal diukur melalui pemeriksaan fungsi pulmonar. Proses ventilasi di pengaruhi oleh beberapa hal. 1999). yaitu adanya perbedaan tekanan antara atmosfer dengan paru. Proses ventilasi ini dipengaruhi oleh beberapa faktor: a Adanya konsentrasi oksigen di atmosfer b Adanya kondisi jalan napas yang baik c Adanya kemampuan toraks dan alveoli pada paru-paru dalam melaksanakan ekspansi atau kembang kempis. Sedangkan recoil adalah kemampuan CO2 atau kontraksi menyempitnya paru. semakin tinggi tempat maka tekanan udara semakin rendah. c Alveoli Alveoli mentransfer oksigen dan karbondioksida ke dan dari darah melalui membran alveolar. obesitas. 1999). Variasi seperti kehamilan. Spirometri mengukur volume udara yang memasuki atau yang meninggalkan paru-paru. Kantung udara yang kecil ini mengembang selama inspirasi. tingkat kompliansi. dan kekuatan otot pernapasan mempengaruhi tekanan dan volume di dalam paru-paru (Patricia A. semakin rendah tempat tekanan udara semakin tinggi. Potter dan Anne Griffin Perry. secara besar meningkatkan area permukaan di atas sehingga terjadi pertukaran gas (Patricia A. atau kondisi paru yang obstruktif dan restriktif. C Proses Oksigenisasi 1 Ventilasi Merupakan proses keluar masuknya oksigen dari atmosfer ke dalam alveoli atau dari alveoli ke atmosfer. tebal membran respirasi atau permeabilitas yang terdiri atas epitel alveoli dan interstisial (keduanya dapat mempengaruhi proses difusi apabila USER 5 . Pusat pernapasan. latihan fisik. Proses pertukaran ini dipengaruhi oleh beberapa paktor. Potter dan Anne Griffin Perry. Jumlah surfaktan. 2 Difusi Gas Difusi gas merupakan pertukaran antara oksigen dialveoli dengan kapiler paru dan co2 di kapiler dengan alveoli. demikian sebaliknya. yaitu luasnya permukaan paru. yaitu medulla oblongata dan pons.

Ini menindikasikan kandungan oksigen dalam paru-paru sedikit. pada tempat yang tinggi kandungan oksigennya berkurang. masuk dalam darah secara difusi). Dengan demikian. perbandingan sel darah dengan darah secara keseluruhan (hematokrit). terjadi proses penebalan). emosi. latihan. Transfortasi gas dapat dipengaruhi oleh beberapa factor. Respon demikian menyebabkan curah jantung meningkat dan kebutuhan oksigen pun meningkat. pembuluh darah mengalami konstriksi dan penurunan tekanan darah sehingga menurunkan kerja jantung dan kebutuhan oksigen. Pada tempat tinggi tekanan barometer akan turun. serta eritrosit dan kadar Hb. Hal tersebut mengakibatkan panas banyak dikeluarkan melalui kulit. Pengaruh lingkungan terhadap oksigen juga ditentukan oleh ketinggian tempat. Perbedaan tekanan dan konsentrasi O2 (hal ini sebagai mana O2 dari alveoli masuk kedalam darah oleh karena tekanan O2 dalam rongga alveoli lebih tinggi dari tekanan O2 dalam darah vena pulmonalis. D Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kebutuhan Oksigenisasi Kebutuhan tubuh terhadap oksigen tidak tetap. kondisi pembuluh darah. sehingga darah banyak mengalir ke kulit. misalnya pada ketinggian 3000 meter diatas permukaan laut. sewaktu-waktu tubuh memerlukan oksigen yang banyak. gaya hidup dan status kesehatan. 1 Lingkungan Pada lingkungan yang panas tubuh berespon dengan terjadinya vasodilatasi pembuluh darah perifer. maka tekanan oksigen alveoli berkurang. Implikasinya. yaitu curah jantung (kardiak output). diantaranya lingkungan. apabila seseorang berada pada tempat yang tinggi. sehingga tekana oksigen juga turun. latihan (exercise). Sebaliknya pada lingkungan yang dingin. Semakin tinggi suatu tempat maka USER 6 . oleh karena suatu sebab. 3 Transfortasi Gas Transfortasi gas merupakan proses pendistribusian O2 kapiler ke jaringan tubuh dan Co2 jaringan tubuh ke kapiler. Kebutuhan oksigen dalam tubuh dipengaruhi oleh beberapa faktor.

konsentrasi oksigennya rendah. sakit kepala. Akibatnya. cemas. Hal ini dapat terlihat ketika terjadi rangsangan baik oleh simpatis maupun parasimpatis. Udara yang dihirup pada lingkungan yang mengalami polusi udara. Nikotin yang terkandung dalam rokok dapat menyebabkan vasokontriksi pembuluh darah perifer dan pembuluh darah darah koroner. Selain itu. Respon tubuh terhadap lingkungan polusi udara diantaranya mata perih. 3 Emosi Takut. 5 Status Kesehatan Pada orang sehat. 6 Saraf Otonom Rangsangan simpatis dan parasimpatis dari saraf otonom dapat mempengaruhi kemampuan untuk dilatasi dan konstriksi. pusing. makin sedikit kandungan oksigennya. dan marah akan mempercepat denyut jantung sehingga kebutuhan oksigen meningkat. Hal tersebut menyebabkan kebutuhan oksigen dalam tubuh tidak terpenuhi secara optimal. sistem kardiovaskuler dan sistem respirasi berfungsi dengan baik sehingga dapat memenuhi kebutuhan oksigen tubuh secara adekuat. sehingga seseorang yang berada pada tempat yang tinggi akan mengalami kekurangan oksigen. suplai darah ke jaringan menurun. 2 Latihan Latihan fisik atau peningkatan aktivitas dapat meningkatkan denyut jantung dan respirasi rate sehingga kebutuhan terhadap oksigen semakin tinggi. 4 Gaya Hidup darah arteri. batuk dan merasa tercekik. sedangkan parasimpatis mengeluarkan asetilkolin yang berpengaruh USER 7 . Sebaliknya. Ujung saraf dapat mengeluarkan neurotransmiter (simpatis mengeluarkan noradrenalin yang berpengaruh pada bronkhodilatasi. orang yang mempunyai penyakit jantung ataupun penyakit pernapasan dapat mengalami kesulitan dalam pemenuhan kebutuhan oksigen tubuh. kadar oksigen di udara juga dipengaruhi oleh polusi udara.

aktivitas yang dapat meningkatkan kebutuhan oksigenasi. merokok. makanan. dan lain-lain. Kondisi tersebut memengaruhi kemampuan adaptasi. 10 Faktor Lingkungan Kondisi lingkungan dapat memengaruhi kebutuhan oksigenasi. pada bronkhokonstriksi) karena terdapat reseptor adrenergik dan reseptor kolinergik pada saluran pernafasan (Uliyah dan Alimul Hidayat. dan lain-lain. seperti obat yang tergolong penyakat beta nonselektif. dapat mempersempit saluran nafas (bronkhokontriksi). 7 Hormonal dan Obat Semua hormon termasuk derivat katekolamin yang dapat melebarkan saluran pernafasan. ketinggian tanah. seperti sulfas atropin dan ekstrak belladona. bronkhokontriksi terjadi pada asma bronkhiale. 9 Faktor Perkembangan Tahap perkembangan anak dapat mempengaruhi jumlah kebutuhan oksigenasi karena usia organ dalam tubuh berkembang seiring dengan usia perkembangan anak. batuk apabila rangsangannya di saluran nafas bagian atas. Hal-hal tersebut dapat menyebabkan bersin apabila ada rangsangan di daerah nasal. Perilaku dalam mengonsumsi makanan berpengaruh dalam pemenuhan kebutuhan oksigenasi. dapat melebarkan saluran nafas. Hal ini dapat terlihat pada bayi usia prematur. serbuk benang sari bunga. 8 Alergi pada Saluran Nafas Banyak faktor yang menimbulkan keadaan alergi antara lain debu. dan suhu. yaitu adanya kecenderungan kekurangan pembentukan surfaktan. seperti obesitasnya seseorang yang memengaruhi proses USER 8 . Obat yang tergolong parasimpatis. kemampuan kematangan organ juga berkembang seiring bertambahnya usia. Setelah anak tumbuh dewasa. kapuk. 2008). 11 Faktor Perilaku Perilaku yang dimaksud diantaranya adalah perilaku dalam mengonsumsi makanan (status nutrisi). bulu binatang. dan rhinitis jika rangsangannya terletak di saluran nafas bagian bawah. Sedangkan obat yang menghambat adrenergik tipe beta (khususnya beta-2). seperti faktor alergi.

Aspirasi isi lambung ke dalam paru sering kali menyebabkan bronkospasme dengan menimbulkan respon inflamasi. Pekerjaan tertentu menyebabkan individu terkena penyakit paru. Misalnya. Perubahan-perubahan tersebut adalah: a Dinding nada dan jalan napas menjadi lebih kaku dan kurang elastis. f Apabila terjadi osteoporosis. pengembangan paru-paru. 2010). b Jumlah pertukaran udara menurun. 13 Gaya Hidup Olahraga fisik atau aktivitas fisik meningkatkan frekuensi dan kedalaman pernapasan dan oleh karena itu juga meningkatkan suplai oksigen di dalam tubuh. Sedangkan merokok dapat menyebabkan proses penyempitan pada pembuluh darah. anestesi. c Refleks batuk dan kerja silia berkurang. 12 Usia Faktor perkembangan merupakan pengaruh yang sangat penting dalam fungsi pernapasan. perubahan yang sangat jelas terjadi dalam sistem pernapasan. d Membran mukosa menjadi lebih kering dan lebih rapuh. Air yang terdapat dalam paru akan keluar. Perubahan yang terjadi karena penuaan yang memengaruhi sistem pernapasan lansia menjadi sangat penting jika sistem mengalami gangguan akibat perubahan seperti infeksi. keadekuatan ekspansi paru dapat menurun. g Terjadi penurunan efesiensi sistem imun. orang yang banyak duduk. e Terjadi penurunan kekuatan otot dan daya tahan. mencapai inflasi penuh pada usia 2 minggu. atau prosedur lain (Barbara Kozier. Paru secara bertahap akan berkembang pada setiap pernapasan berikutnya. kurang memiliki ekspansi alveolar dan pola napas dalam seperti yang dimiliki oleh orang yang melakukan akvitas secara teratur dan mereka tidak mampu berespons secara efektif terhadap stresor pernapasan. h Penyakit refluks gastroesofagus lebih sering terjadi pada lansia dan meningkatkan risiko aspirasi. stres fisik atau emosional. pembedahan. PCO2 meningkat. Saat lahir. dkk. Sebaliknya. dan neonatus mengambil napas pertama. silikosis lebih sering diderita oleh pemecah batu pasir dan pengrajin tembikar dibandingkan populasi USER 9 .

sel darah merah dipompa oleh arteri ke seluruh tubuh untuk kemudian meninggalkan paru dengan tekanan oksigen 100 mmHg. Secara fisiologis. Melalui USER 10 . Apabila ini terjadi. jari kaki. Akibatnya. alat digunakan adalah spirometri atau peak flow meter. sering disebut sebagai pernapasan biasa. F Pengukuran Fungsi Paru Pengukuran fungsi paru pada asma sama pentingnya seperti pengukuran tekanan darah pada penyakit darah tinggi. PO2 arteri meningkat dan PCO2 menurun. apabila stres berlanjut maka respon ini dapat merusak. sistem saraf simpatik distimulasi dan epinefrin dilepaskan. absestosis dijumpai pada pekerja asbestos. lain. 2 Pernapasan Internal Pernapasan internal merupakan proses terjadinya pertukaran gas antar sel jaringan dengan cairan sekitarnya yang sering melibatkan proses Semua hormon termasuk derivate catecholamine dapat melebarkan saluran pernapasan. Epinefrin menyebabkan bronkeolus berdilatasi. baik respon psikologis maupun fisiologis dapat memengaruhi oksigenasi. yang meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular. Walaupun respon ini bersifat adaptif dalam jangka pendek. orang dapat mengalami berkunang-kunang dan bebas serta kesemutan pada jari tangan. 14 Stres Apabila stres dan stresor dihadapi. dan di sekitar mulut. Setelah itu. meningkatkan aliran darah dan penghantaran oksigen ke otot aktif. Proses pernapasan ini dimulai dari masuknya oksigen melalui hidung dan mulut pada waktu bernapas. antrakosis dijumpai pada penambang batu bara. kemudian oksigen masuk melalui trakea dan pipa bronchial ke alveoli. E Jenis Pernafasan 1 Pernapasan Eksternal Pernapasan eksternal merupakan proses masuknya O2 dan keluarnya CO2 dari tubuh. dan penyakit debu organik dijumpai pada pada petani dan pekerja pertanian yang bekerja dengan jerami yang berjamur. lalu oksigen akan menembus membrane yang akan diikat oleh Hb sel darah merah dan dibawa ke jantung. Beberapa orang dapat mengalami hipervintilasi sebagai respon terhadap stres.

4 Mengetahui secara dini serangan asma. APE perlu diukur secara rutin setiap hari pada asma tingkat sedang dan berat atau asma yang memerlukan obat setiap hari. Dengan mengetahui besarnya perubahan APE ini. sedangkan pada asma ringan mungkin cukup dilakukan sewaktu-waktu. (6) rencana peningkatan latihan pernafasan/olahraga. Alat pengukur puncak ekspirasi (APE) atau dikenal sebagai peak flow meter merupakan alat sederhana yang dapat digunakan di rumah. Pengukuran APE bermanfaat untuk : 1 Untuk mengetahui bronkus yang bersifat peka.alat ini dapat diukur besar volume udara yang keluar masuk paru-paru hingga dapat diketahui keadaan penyempitan saluran pernafasan penderita asma pada setiap waktu. kita dapat memperkirakan besarnya penyempitan yang terjadi dan beratnya serangan asma suatu waktu. Penyempitan bronkus akan menghambat kelancaran arus udara pernafasan dan mempengaruhi jumlah volume udara. Beratnya sesak nafas pada asma berhubungan langsung dengan beratnya penyempitan bronkus yang menimbulkan penurunan APE. USER 11 . Pengukuran APE ini dapat digunakan untuk menilai perkembangan asma. dalam hal mana variasi ini menjadi petunjuk stabilitas dan tingkat berat asma serta patokan untuk pengaturan jenis dan dosis obat yang dipakai. (5) untuk penetapan rencana penambahan atau pengurangan jenis atau dosis obat. yaitu bila dijumpai penurunan drastis dari APE (>15%). ukuran saluran nafas (bronkus) cepat berubah dan mengalami penyempitan oleh adanya sesuatu perangsangan. 3 Mengetahui variasi nilai APE sehari-hari. Penderita asma memerlukan pemeriksaan APE. asma. Spirometri bermanfaat untuk: 1 Menentukan tingkat hambatan pernafasan dan tingkat sumbatan saluran nafas. 2 Kepekaan saluran nafas terhadap bahan perangsang (inciter). 2 Mengetahui fungsi paru sebelum pengobatan dan sesudah hasil pengobatan. digunakan untuk mengukur arus volume udara terbesar yang melalui bronkus pada saat seseorang mengeluarkan nafasnya. karena dengan cara ini dapat dimonitor keadaan asma pada sembarang waktu hingga dapat dilakukan penyesuaian terapi semestinya. Perubahan besarnya arus puncak ekspirasi (APE) inilah yang akan diukur dan diketahui dengan peak flow meter.

nafas pendek. ketidak seimbangan elektrolit. nyeri dada (chsetch set pain). 2 Hipoventilasi Hipoventilasi terjadi ketika ventilasi alveolar tidak adekuat untuk memenuhi penggunaan O2 tubuh atau untuk mengeluarkan CO2 dengan cukup. Tanda-tanda dan gejala pada keadaan hipoventilasi adl nyeri kepala. menurunnya konsentrasi. b Infeksi/sepsis c Keracunan obat-obatan d Ketidak seimbagan asam basa seperti asidosisasi metabolic Tanda-tanda gejala hiperventilasi adalah takikardia. G Masalah Kebutuhan Oksigenisasi 1 Hiperventilasi Merupakan upaya tubuh dalam meningkatkan jumlah O2 dalam paru-paru agar pernafasan lebih cepat dan dalam Hiperventilasi dapat disebabkan karena: a Kecemasan. disorientasi. 3 Tindak lanjut pengobatan asma. kardiakdisritmia. tinnitus. disorientasi. kejang dan kardiak arrest 3 Hipoksia Tidak adekuatnya pemenuhan O2 seluler akibat dari defisiensi O2 yang diinspirasi atau meningkatnya penggunaan O2 pada tingkat seluler hipoksia dapat disebabkan oleh : a Menurunnya hemoglobin b Berkurangnya konsentrasi O2 jika berada dipuncak gunung c Ketidak mampuan jaringan mengikat O2 spt pada keracunan sianida d Menurunnya difusi O2 dari alveoli ke dalm darah seperti pada pnemonia e Menurunnya perfusi jaringan sepertt pada syok USER 12 . penurunan kesadaran.

60 x/mnt .25 x/mnt .20 x/mnt . pekerjaan. faktor-faktor alergen dll. dan tingkat pendidikan dapat berpengaruh terhadap pengetahuan klien tentang masalahnya/penyakitnya. Keluhan utama adalah keluhan yang paling dirasakan mengganggu oleh klien pada saat perawat mengkaji. Neonatus : 30 . jenis kelamin dan pekerjaan perlu dikaji untuk mengetahui hubungan dan pengaruhnya terhadap terjadinya masalah/penyakit. pendidikan). Quality. f Kerusakan gangguan ventilasi Tanda-tanda hipoksia adalah kelelahan. . menurunnya kemampuan konsentrasi. Umur pasien bisa menunjukkan tahap perkembangan pasien baik secara fisik maupun psikologis. Dewasa tua : volume residu meningkat. Anak : 20 . kapasitas vital menurun d Riwayat kesehatan keluarga Dalam hal ini perlu dikaji apakah ada anggota keluarga yang mengalami masalah / penyakit yang sama. sex. nadi meningkat. Bayi : 44 x/mnt . rekreasi. keadaan lingkungan. dan Time). kecemasan. Regio. pernafasan cepat dan dalam. c Riwayat perkembangan. b Keluhan utama dan riwayat keluhan utama (PQRST). pekerjaan. H Proses Keperawatan Pada Masalah Kebutuhan 1 Pengkajian Keperawatan Secara umum pengkajian dimulai dengan mengumpulkan data tentang : a Biodata pasien (umur. Dewasa : 15 . dan pengkajian tentang riwayat keluhan utama seharusnya mengandung unsur PQRST (Paliatif/Provokatif. misalnya : merokok. sesak nafas dan clubbing. sianosis. e Riwayat sosial Perlu dikaji kebiasaan-kebiasaan klien dan keluarganya. USER 13 . Skala.

kesimetrisan hidung. . g Riwayat spiritual h Pemeriksaan fisik . Kemungkinan faktor penyebab : . Tanda- tandanya: . simetris. Trakhea Palpasi : dengan cara berdiri disamping kanan pasien. Pengaruh sakit terhadap cara hidup. . . ke bawah dan ke samping sehingga kedudukan trakhea dapat diketahui. perforasi. deviasi septum. Perasaan klien terhadap sakit dan therapy. . Kecelakaan atau trauma (trakheostomi). Hidung dan sinus Inspeksi : cuping hidung. Batuk produktif atau non produktif. Dispnea. . Perilaku / tanggapan keluarga terhadap masalah/penyakit dan therapy. Perilaku / tanggapan klien terhadap masalahnya/penyakitnya. mukosa (warna. Sekresi yang kental atau benda asing yang menyebabkan obstruksi. sinus maksilaris. letakkan jari tengah pada bagian bawah trakhea dan raba trakhea ke atas. eksudat. . . f Riwayat psikologis Disini perawat perlu mengetahui tentang : . Thoraks 2 Diagnosa Keperawatan a Bersihan jalan napas tidak efektif Yaitu tertumpuknya sekresi atau adanya obstruksi pada saluran napas. USER 14 . eksudat ulserasi. bengkak. Palpasi : sinus frontalis. Bunyi napas yang abnormal. Cianosis. darah). bengkak . Faring Inspeksi : warna. Perubahan kecepatan dan kedalaman pernapasan. . . .

trauma kepala. Vomitus. Hilangnya kesadaran akibat anasthesi. Gangguan neuromuskuler seperti : tetraplegia. . Gangguan muskuloskeletal seperti : fraktur dada. . . . Pernapasan melalui mulut. obesitas. . Penambahan diameter antero-posterior. obstruksi bronchial. . . . keracunan obat anasthesi. Hipoventilasi akibat kecemasan yang tinggi. trauma yang menyebabkan kolaps paru. . Nyeri abdomen atau nyeri dada yang mengurangi pergerakan dada. . . . Penimbunan CO2 akibat penyakit paru. USER 15 . pembentukan sekresi yang kental dan sulit untuk di expektoran. . Retraksi dada. distensi alveoli. Cianosis. . flail chest. . Hidrasi yang tidak adekuat. Immobilisasi. Tanda-tandanya : . CPPO seperti : empisema. Dispnea. Obstruksi jalan napas seperti : infeksi akut atau alergi yang menyebabkan spasme bronchial atau oedema. Tidak adekuatnya pengembangan paru akibat immobilisasi. . . nyeri. ortopnea. Pembesaran jari (clubbing finger). . Obat-obat yang menekan refleks batuk dan pusat pernapasan. Penyakit paru menahun yang memudahkan penumpukan sekresi b Pola napas tidak efektif Yaitu respon pasien terhadap respirasi dengan jumlah suplay O2 kejaringan tidak adekuat. . . . Napas dangkal atau lambat. Peningkatan kecepatan pernapasan. Ekspansi paru tidak simetris Kemungkinan faktor penyebab : .

Output urine berkurang. Orotrakheal : mulut dan trachea. . Rute pemasangan : . . . dispnea. penyakit jantung. Nasotrakheal : hidung dan trachea. Tanda-tandanya : . 3 Rencana Keperawatan a Mempertahankan terbukanya jalan napas 1 Pemasangan jalan napas buatan Jalan napas buatan (artificial airway) adalah suatu alat pipa (tube) yang dimasukkan ke dalam mulut atau hidung sampai pada tingkat ke-2 dan ke-3 dari lingkaran trakhea untuk memfasilitasi ventilasi dan atau pembuangan sekresi. Tekanan darah bervariasi. USER 16 . Ketidakseimbangan elektrolit seperti kelebihan potassiom dalam darah. . . Kardiak aritmia. rales dan batuk) Kemungkinan penyebab : . dehidrasi. Disfungsi kardiak output akibat penyakit arteri koroner. Masalah pernapasan (ortopnea. c Gangguan pertukaran gas Yaitu perubahan asam basa darah sehingga terjadi asidosis respiratori dan alkalosis respiratori. Cianosis atau pucat. Takikhardia atau bradikhardia. napas pendek. Cardiak arrest akibat gangguan elektrolit. . Distensi vena jugularis. Kelemahan. . . . . d Penurunan kardiak output. Berkurangnya volume darah akibat perdarahan. vatigue. reaksi alergi dan reaksi kegagalan jantung. . Oedema. .

. . . . Tarik napas perlahan melalui hidung sampai dada mengembang. . Perawat meletakkan telapak tangan atau bantal pada daerah bekas operasi dan menekannya secara perlahan ketika pasien batuk. Ulangi langkah ke-3 sampai ke-5 sebanyak 2-3 kali. USER 17 . Posisi semi fowler atau high fowler memungkinkan pengembangan paru maksimal karena isi abdomen tidak menekan diafragma. Pada pasien pot op. 5 Pemberian obat bronchodilator Adalah obat untuk melebarkan jalan napas dengan melawan oedema mukosa bronkhus dan spasme otot dan mengurangi obstruksi dan meningkatkan pertukaran udara. trakheal. 3 Posisi yang baik . 2 Latihan napas dalam dan batuk efektif Biasanya dilakukan pada pasien yang bedrest atau post operasi. nasopharingeal. Intubasi endotrakheal. ambulasi dan latihan 4 Pengisapan lendir (suctioning) Adalah suatu metode untuk melepaskan sekresi yang berlebihan pada jalan napas. . Letakkan tangan di atas dada. . Cara kerja : . Trakheostomi : tube dimasukkan ke dalam trakhea melalui suatu insisi yang diciptakan pada lingkaran kartilago ke-2 atau ke-3. . . suction dapat dilakukan pada oral. Normalnya ventilasi yang adekuat dapat dipertahankan melalui perubahan posisi. Ulangi sesuai kemampuan pasien. endotrakheal atau trakheostomi tube. Tarik napas dalam melalui hidung kemudian tahan untuk beberapa detik lalu keluarkan secara cepat disertai batuk yang bersuara. Tahan napas untuk beberapa detik. . . untuk menghindari terbukanya luka insisi dan mengurangi nyeri. Keluarkan napas secara perlahan melalui mulut dampai dada berkontraksi. Pasien dalam posisi duduk atau baring.

. lakukan : Nebulisasi untuk mengalirkan secret.2. sub kutan. Sebelum postural drainage. Pursed lips breathing . Pernapasan iga dan lower back USER 18 . tetapi dalam batas kemampuan/cadangan jantung. 3 Postural drainage 4 Adalah posisi khuus yang digunakan agar kekuatan gravitasi dapat membantu di dalam pelepasan sekresi bronkhial dari bronkhiolus yang bersarang di dalam bronkhus dan trakhea. b Mobilisasi sekresi paru 1 Hidrasi Cairan diberikan 2±secara oral dengan cara menganjurkan pasien mengkonsumsi cairan yang banyak . Jenis latihan napas : . Tekniknya : . intra vena. Pernapasan sisi iga bawah .5 kali dalam satu periode. Biasanya dilakukan 2 . Perkusi sekitar 1 . Lakukan postural drainage. 2 Humidifikasi Pengisapan uap panas untuk membantu mengencerkan atau melarutkan lendir. tergantung letak sekret dalam paru.2 menit.5 liter perhari. Pernapasan diafragma . c Mempertahankan dan meningkatkan pengembangan paru 1 Latihan napas Adalah teknik yang digunakan untuk menggantikan defisit pernapasan melalui peningkatan efisiensi pernapasan yang bertujuan penghematan energi melalui pengontrolan pernapasan.4 kali sebelum makan dan sebelum tidur / istirahat. rektal dan nebulisasi atau menghisap atau menyemprotkan obat ke dalam saluran napas. Vibrasi 4 . Obat ini dapat diberikan peroral. dengan maksud supaya dapat membatukkan atau dihisap sekresinya.

Bronkhopharingeal khateter . Indikasinya pada trauma paru seperti : hemothoraks. flail chest. open pneumothoraks. Pernapasan segmental 2 Pemasangan ventilasi mekanik Adalah alat yang berfungsi sebagai pengganti tindakan pengaliran / penghembusan udara ke ruang thoraks dan diafragma. Untuk melepaskan larutan. satu atau lebih chest kateter dibuat di rongga pleura melalui pembedahan dinding dada dan dihubungkan ke sistem drainage. benda padat. The three bottle water d Mengurangi / mengoreksi hipoksia dan kompensasi tubuh akibat hipoksia Dengan pemberian O2 dapat melalui : . The single bottle water seal system . 3 Pemasangan chest tube dan chest drainage 4 Chest tube drainage / intra pleural drainage digunakan setelah prosedur thorakik. Untuk mengembalikan ekspansi paru dan menata kembali fungsi normal kardiorespirasi pada pasien pasca operasi. Simple mask . Tujuannya : . Ada dua tipe yaitu ventilasi tekanan negatif dan ventilasi tekanan positif. pneumothoraks. Aerosol mask / trakheostomy collars . Tipenya : . trauma dan kondisi medis dengan membuat tekanan negatif dalam rongga pleura. Nasal canule . The two bottle water . . Alat ini dapat mempertahankan ventilasi secara otomatis dalam periode yang lama. ETT (endo trakheal tube) e Meningkatkan transportasi gas dan Cardiak Output USER 19 . udara dari rongga pleura atau rongga thoraks dan rongga mediastinum .

Hindari rokok . terapi yang sesuai. Mempertahankan jalan napas dengan upaya mengencerkan secret. . Mengatur istirahat dan aktifitas dengan memberikan HE yang bermanfaat. . . . Hindari inhaler. spray (yang dapat menekan nervus 1) . Ventilasi yang memadai .Dengan resusitasi jantung paru (RJP). Teknik batuk dan postural drainage. fasilitasi lingkungan. posisi fowler/semi fowler. . . Mempertahankan eliminasi dengan memberikan makanan berserat dan ajarkan latihan. pakaian tipis dan hangat. tetes hidung. Terapi O2. yaitu : C : compression adalah tahap menekan dada A :airways adalah membuka jalur pernapasan B :breathing adalah memberi bantuan napas. Terapi ventilasi. yang mencakup tindakan CAB. tingkatkan rasa nyaman. . atur posisi. Mengurangi usaha bernapas dengan ventilasi yang memeadai. ROM. . Mempertahankan nutrisi dan hidrasi juga dengan oral hygiene dan makanan yang mudah dikunyah dan dicerna. Jadi secara umum intervensi keperawatan mencakup di dalamnya : 1 Health promotion . Pelindung / masker saat bekerja . significant other. Suctioning. Drainage dada USER 20 . . Mencegah dan mengawasi potensial infeksi dengan menekankan prinsip medikal asepsis. . hindari makan berlebih dan banyak mengandung gas. Menghilangkan rasa takut dengan penjelasan. Pakaian yang nyaman 2 Health restoration and maintenance . .

Sandaran atau punggung ( regestin ) k/p c. Meminta pasien untuk bekerja sama selama tindakan berlangsung  Tahap kerja 1. I Mengatur Posisi Fowler dan Semi Fowler a Pengertian :Memberikan posisi setengah duduk dan duduk pada pasien b Tujuan :Memberikan kenyamanan pada pasien. Perawat memakai masker dan memakai sarung tangan 3. Menjelaskan tujuan dan prosedur yang akan dilakukan 4. 4 Implementasi Keperawatan Dan Evaluasi Implementasi keperawatan sesuai dengan intervensi dan evaluasi dilakukan sesuai tujuan dan kriteria termasuk di dalamnya evaluasi proses. Memberikan salam kepada pasien 2. Mengatur posisi pasien senyaman mungkin 5. Mempersiapkan peralatan : a. Masker d. Bantsl 2-5 buah b. Perawat mencuci tangan 2. Embantu pasien untuk duduk ditempat tidur USER 21 . Memberikan ekspansi paru c Indikasi :Pada pasien yang mengalami sesak nafas d Prosedur  Tahap prainterakasi 1. Seluruh peralatan diletakan ditroli atau tempat yang bersih dan diatur rapi 5. Sarung tangan 4. Menjelaskan tindakan yang akan dilakukan 3. Memastikan kembali identitas pasien 2. Menjaga perivacy pasien dan keluarga  Tahap orientasi 1. Mengkaji keluhan dan tanda sesak nafas 3. Mendekatkan peralatan kepasien 4.

Evaluasi d. Respon e. Perawat berdiri disamping kanan menghadap kepasien 7. Tulis tindakan yang sudah dilakukan b. Perawat menyampaikan informasi mengenai perawatan selanjutnya 3. Nama perawat jaga J Mengumpulkan Sputum untuk Pemeriksaan USER 22 . Menganjurkan pasien untuk menekuk kedua lutut 8. Perawat mencuci tangan  Tahap terminasi 1. Menganjurkan pasien untuk menopang badan dengan kedua lengan 9. Waktu c. Mengakhiri kegiatan dan memberikan salam e Dokumentasi a. Melepas sarung tangan dan masker 12. Merapikan kembali peralatan dan pasien 13. bila membutuhkan posisi yang lebih tegak diposisikan dengan sudut 60° 6. Mengevaluasi respon pasien 2. 5. Perawat menyangga pasien dengan cara tangan kanan perawat masuk ke ketiak pasien dan tangan kiri perawat menyangga punggung pasien 10. Menganjurkan pasien untuk mendprong badanya kebelakang 11. Menyusun bantal dengan sudut ketinggian 3-40°. Paraf f.

Nama pasien b. Mengisi formulir permintaan pemeriksaan laboratorium sesuai dengan jenis pemeriksaan untuk laborat luar jika hari libur atau Cito 24 jam(dilakukan oleh perawat ruangan atau dokter). Tanggal lahir c. Kebijakan 1. Prosedur Persipan Peralatan : 1. Ruang rawat 4. 2. 3. Water for injeksi 2. USER 23 . Suction 3. Perawat atau asisten perawat mengantar spesimen ke laborat. Tanggal pengambilan d. Mencatat nama pasien dan macam pemeriksaan di buku pemeriksaan laboratorium 2. Petugas laboratorium Menyediakan tempat penampungan bahan pemeriksaan dan masing-masing tempat diberi etiket yang lengkap dan jenis meliputi : a. Sarung tangan steril 4. Menyediakan spesimen dahak untuk pemeriksaan kultur dahak atau cek BTA. Adanya perawat yang diberi tanggung jawab untuk kegiatan laboratorium pada jam kerja laboratorium.Pengertian Pengambilan dan pendistribusian specimen dahak / sputum dalam keadaan steril dan aman sebagai bahan pemeriksaan laboratorium Tujuan Sebagai acuan dalam menentukan diagnose dan pengobatan yang tepat bagi pasien. Botol mucus ekstraktor 5. Sarung tangan bersih Penatalaksanaan : 1.

yang disebut oksigenasi. Apabila seseorang individu tidak bisa bernafas seperti layaknya kita sebagai kita orang normal bisa dibantu dengan lat bantu pernafasan. Petugas laborat menulis hasil laborat di lembar hasil pemeriksaan laboratorium. Agar tidak terjadi kesalahan dalam melakukantindakan kepada pasien sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. 7. Instalasi Gawat Darurat BAB III PENUTUP A Kesimpulan Oksigen adalah hal terpenting bagi nseluruh makhluk hidup dalam segala kondisi apapun. B Saran Kami sebagai calon perawat tentu harus memahami bagaimana cara melakukan oksigenasi. DAFTAR PUSTAKA USER 24 . karena kebutuhan oksigenasi merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia. Rawat Inap. 5. Petugas rawat inap mengumpulkan dengan lembar status pasien Unit terkait Laboratorium. Pemeriksaan cito dapat dilakukan sesuai kebutuhan dan kapan saja pengambilan bahannya oleh petugas ruangan untuk dikirim kelaborat luar 6.

(1998). A. Jakarta. Memahami Proses Keperawatan Dengan Pendekatan Latihan.blogspot. Teknik Prosedural Keperawatan: Konsep dan Aplikasi Kebutuhan Dasar Klien. Jakarta : Salemba Medika Allen. Jakarta : EGC http://makalahcentre.blogspot. A. Jakarta: Salemba Medika Hidayat.Fundamental Keperawatan..html Askep45. Greven. 2006.blogspot. Pengantar Kebutuhan Dasar Manusia : Aplikasi Konsep dan Proses Keperawatan. E G C Jakarta.com/2008/03/asuhan-keperawatan-kebutuhan-oksigenasi. Aziz Alimul. Salemba Medika. (1999)..: KRITERIA UNJUK KERJA ( KUK ) MENGATUR POSISI FOWLER DAN SEMI FOWLERaskep45kesehatan.blogspot. (2006) Pengantar Kebutuhan Dasar Manusia. Fundamental Of Nursing: Human Health and Functi o n .Health.com/2010/11/makalah-oksigenasi-kebutuhan-dasar.co.Asmadi.html http://athearobiansyah. Ruth. CarolVestal.co.id USER 25 . Potter & Perry (2006).com/65/fungsi-organ-paru-paru. Jakarta.Aziz Alimul H.EGC..html http://obatherbalradangparuparu. 2008.id KUMPULAN SOP (STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR): SOP/PROSEDURE PENGAMBILAN SPESIMEN DAHAK/SPUTUM KULTUR & BTAkumpulansopkeperawatan.