You are on page 1of 8

RINGKASAN MATERI KULIAH

PENGARAHAN/KEPEMIMPINAN 2

Dosen Pembimbing :
Dra. Ni Ketut Sariyathi, M.M.

OLEH :

NAMA :NI PUTU MITA ARDIYANTI

NIM : 1607531007

MATA KULIAH : MANAJEMEN

SEMESTER : GENAP

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS UDAYANA

yang memimpin pelaksanaan aktivitas untuk mencapai tujuan yang diinginkan. 24). Kemudian pemimpin harus dapat mengatur waktu secara efektif. mempunyai kemampuan mempengaruhi pendirian/pendapat orang atau sekelompok orang tanpa menanyakan alasan-alasannya. Pemimpin adalah tanggung jawab dan mempertanggungjawabkan (akontabilitas). 46). salah satu dengan atasannya. John C. 292). c.2 Tugas dan Peran Pemimpin Seorang pemimpin adalah seseorang yang mempunyai keahlian memimpin. Kepemimpinan adalah suatu proses yang memberi arti (penuh arti kepemimpinan) pada kerjasama dan dihasilkan dengan kemauan untuk memimpin dalam mencapai tujuan (Jacobs & Jacques. b. staf. 2015. Kepemimpinan adalah sikap pribadi.dan menyelesaikan masalah secara efektif. (Stoner dalam T. 1. Kepemimpinan adalah suatu proses pengarahan dan pemberian pengaruh pada kegiatan- kegiatan dari sekelompok anggota yang saling berhubungan tugasnya. d. Seorang pemimpin bertanggung jawab untuk bekerja dengan orang lain. mengkoordinasi. Kepemimpinan adalah pengaruh antar pribadi. 1961. untuk mencapai outcome yang terbaik.I. . Menurut James A. Pemimpin bertanggung jawab untuk kesuksesan stafnya tanpa kegagalan. mengadakan evaluasi. Dalam kasus ini. melakukan percobaan dan memimpin pekerjaan untuk mencapai tujuan bersama-sama (Panji Anogara. Pemimpin harus berpikir secara analitis dan konseptual Seorang pemimpin harus menjadi seorang pemikir yang analitis dan konseptual. Kepemimpinan 1.1 Pengertian Kepemimpinan a. Seorang pemimpin adalah seseorang yang aktif membuat rencana-rencana. Seorang pemimpin bertanggungjawab untuk menyusun tugas menjalankan tugas. dalam situasi tertentu dan langsung melalui proses komunikasi untuk mencapai satu atau beberapa tujuan tertentu (Tannebaum. e. 7). Page 23). f. Kepemimpinan adalah kemampuan seni atau tehnik untuk membuat sebuah kelompok atau orang mengikuti dan menaati segala keinginannya. d. c. teman sekerja atau atasan lain dalam organisasi sebaik orang diluar organisasi. 1957. 1990. 1984. Pemimpin bekerja dengan orang lain. b. Pemimpin harus dapat menguraikan seluruh pekerjaan menjadi lebih jelas dan kaitannya dengan pekerjaan lain. Selanjutnya dapat mengidentifikasi masalah dengan akurat. tugas utama seorang pemimpin adalah: a. Kepemimpinan adalah suatu proses yang mempengaruhi aktifitas kelompok yang diatur untuk mencapai tujuan bersama (Rauch & Behling. (Shared Goal. Maxwell mengatakan bahwa inti kepemimpinan adalah mempengaruhi atau mendapatkan pengikut. Hani Handoko. Hemhiel & Coons. Weschler and Nassarik. 281). dengan sengaja mempengaruhi dari satu orang ke orang lain dalam susunan aktivitasnya dan hubungan dalam kelompok atau organisasi. Proses kepemimpinan dibatasi sumber. Pemimpin menyeimbangkan pencapaian tujuan dan prioritas. Banyak definisi kepemimpinan yang menggambarkan asumsi bahwa kepemimpinan dihubungkan dengan proses mempengaruhi orang baik individu maupun masyarakat. Dalam upaya pencapaian tujuan pemimpin harus dapat mendelegasikan tugas-tugasnya kepada staf. jadi pemimpin harus dapat menyusun tugas dengan mendahulukan prioritas.F Stonen.

dan pendapat. yaitu pemimpin yang membiarkan pengikutnya mengetahui apa yang diharapkan dari dirinya. yang mencakup segala sesuatu yang dapat membantu kelompok berjalan lebih lancer-persetujuan dengan kelompok lain. Sebagai seorang diplomat. Menurut Henry Mintzberg. penyebar informasi dan juru bicara. Fungsi Peran informal sebagai monitor. penanganan gangguan.3. c. Peran Pembuat keputusan. g. sumber alokasi. House (1977) mengidentifikasi empat gaya atau perilaku pemimpin dalam menghadapi pengikutnya. Pemimpin membuat keputusan yang sulit Seorang pemimpin harus dapat memecahkan masalah. f.3 Fungsi dan Gaya Kepemimpinan 1. yaitu pemimpin yang selalu mematok tujuan-tujuan yang menantang dan mengharapkan bawahan untuk bekerja pada tingkat yang paling tinggi.2 Gaya Dalam Kepemimpinan a. Oleh karena itu. b. pemimpin harus dapat menjadi seorang mediator (penengah). pelatih.  Pemimpin partisipatif. b.  Pemimpin suportif. mentor konsultasi. dan memberi bimbingan spesifik mengenai bagaimana caranya menyelesaikan tugas. yaitu pemimpin yang selalu berunding dengan bawahannya. Pemimpin yang . Pemimpin adalah politisi dan diplomat Seorang pemimpin harus mampu mengajak dan melakukan kompromi. menjadwal pekerjaan yang harus dilakukan. seorang pemimpin harus dapat mewakili tim atau organisasinya.  Pemimpin yang berorientasi prestasi. Dan fungsi-fungsi pemeliharaan kelompok atau sosial. yaitu pemimpin yang bersahabat dan memberikan perhatian kepada bawahan. dan negosiator 1. pembangun tim. dan sebagainya. Manajer adalah seorang mediator Konflik selalu terjadi pada setiap tim dan organisasi.1 Fungsi Kepemimpinan Dua fungsi utama kepemimpinan adalah fungsi-fungsi yang berhubungan dengan tugas atau pemecahan masalah menyangkut penyelesaian. mendengarkan saran-saran mereka sebelum mengambil keputusan. 1. dalam kasus ini fungsinya sebagai pemimpin yang dicontoh.3. direktur. informasi. penengahan perbedaan pendapat. e. berfungsi sebagai pengusaha. yaitu :  Pemimpin direktif. Kepemimpinan Transaksional Adalah suatu gaya kepemimpinan dimana pemimpin yang membimbing dan memotivasi pengikut-pengikutnya dalam arah dan tujuan yang sudah di tentukan dengan cara menjelaskan persyaratan peran dan persyaratan tugas. Peran hubungan antar perorangan. Peran Pemimpin adalah : a.

atau pandangan pada diri sehingga mampu menghadapi masalah. menggunakan gaya transaksional berorientasi pada penekanan biaya (cost-benefit). dimana pengikut merasakan adanya kepercayaan. manajemen pengecualian. Kepemimpinan transaksional efektif apabila diterapkan pada organisasi yang tidak dihadapkan pada perubahan-perubahan baik dari dalam organisasi (perubahan diri orang-orang yang bekerja dalam organisasi) maupun dari luar organisasi (persaingan bisnis yang semakin ketat). dimana mereka lebih memusatkan pada pemberian imbalan kinerja (reward) terhadap usaha yang dilakukan untuk menjaga agar perilaku tersebut selalu diharapkan. dan mereka termotivasi untuk melakukan sesuatu yang melebihi apa yang diharapkan. yang mana pengikut mengidentifikasi dan ingin melakukan upaya yang melebihi model tersebut. dan daya pikir. c. yaitu pengaruh idealis. manajemen pengecualian pasif.4 Pendekatan Sifat-sifat Kepemimpinan Pendekatan ini memandang bahwa kepemimpinan sebagai suatu kombinasi sifat-sifat (traits) yang tampak pada seseorang. Kepemimpinan transaksional terdiri dari empat dimensi. kepemimpinan transformasional adalah suatu pengaruh pemimpin terhadap pengikut atau bawahan. kebanggaan. yakni contingent reward.  Inisiatif. a. melalui model-model aturan bagi pengikut.  Kepercayaan diri. Kepemimpinan Transformasional (Agen Perubahan) Berdasarkan pendapat Bass (1985). dan laissez-faire. mengembangkan serangkaian kegiatan dan menentukan cara-cara baru atau inovasi . mencakup kebijakan. Kepemimpinan tranformasional efektif diterapkan dalam organisasi yang diperhadapkan pada perubahan yang tinggi. pemikiran kreatif. memberikan inspirasi kepada pengikut melebihi minat pribadinya sendiri bagi satu tujuan bersama yang lebih tinggi. namun disaat yang bersamaan juga sebagai seorang pengendali dari perubahan (a controller of change). rasa hormat kepada atasan atau pemimpin.  Kebutuhan akan prestasi dalam pekerjaan. atau kemampuan untuk membuat keputusan-keputusan dan memecahkan masalah-masalah dengan cakap dan tepat. Teori kesifatan menurut Edwin Ghiselli adalah sebagai berikut :  Kemampuan dalam kedudukannya sebagai pengawas (supervisory ability) atau pelaksana fungsi-fungsi dasar manajemen. mencakup pencarian tanggung jawab dan keinginan sukses.  Kecerdasan.  Ketegasan. Fungsi utama dari pemimpin tranformasional adalah memberikan pelayanan sebagai katalisator dari perubahan. atau kemampuan untuk bertindak tidak tergantung. 1. Adapun dimensi-dimensi kepemimpinan transformasiona. Kepemimpinan transformasional mengembangkan kebutuhan-kebutuhan pengikut.

Komunikasi bertindak untuk mengendalikan prilaku anggota dengan beberapa cara. Komunikasi dan Negosiasi dalam Organisasi 2. Model Westley-Maclean Model tersebut memiliki sejumlah implikasi penting. a.. yaitu: pengendalian. komunikasi adalah kegiatan untuk mana para manajer mencurahkan sebagian besar proporsi waktu mereka. Mengatakan apa…………. tetapi kurang memiliki sejumlah elemen yang diperlukan untuk memahami proses komunikasi. Model tersebut menjelaskan cara-cara dengan individu dan organisasi memutuskan pesan apa yang dikomikasikan dan bagaimana pesan tersebut dimodifikasi atau dihapus dalam proses tersebut. Model SMCR Berlo Model komunikasi yang diajukan oleh David Berlo. dan informasi. Model Pemusatan Komunikasi . Dengan dampak apa…… Model tersebut adalah sederhana.II. pengungkapan emosional. komunikasi memiliki 4 fungsi utama dalam suatu kelompok atau organisasi.2 Proses Komunikasi Model komunikasi adalah penyajian abstrak dari beberapa aspek teori dan sistem klasifikasi yang memungkinkan seseorang untuk mengambil serta mengategorikan bagian-bagian yang potensial menjadi relevan dari suatu proses. penerima informasi dan tujuan. pengirim informasi. d. karena model tersebut membedakan antara sumber informasi. e. Seperti yang dijelaskan oleh Robins.. b. Komunikasi juga membantu perkembangan motivasi dengan menjelaskan kepada karyawan apa yang harus dilakukan. model ini menyarankan arus informasi satu arah dari suatu sumber kepada penerima tanpa umpan balik dari model ini juga tidak memasukan konsep gangguan. pengarahan dan pengawasan dapat dicapai. Kepada siapa ………………. 2. Model Lasswell Salah satu model paling awal dari komunikasi yang dikembangkan oleh Harold Lasswell meliputi Siapa…………. Model Shannon-Weaver Model tersebut dikembangkan untuk menjelaskan komunikasi melalui alat perantara seperti telepon atau korespondensi tertulis. Dengan cara apa…………. c. seberapa baik mereka bekerja dan apa yang dapat dikerjakan untuk memperbaiki kinerja di bawah standar. Model ini merupakan suatu kemajuan dibandingkan dengan model Laswell. pengorganisasian. Kedua.1 Pentignya komunikasi Efektif Dalam Organisasi Komunikasi adalah proses melalui mana fungsi-fungsi manajemen perencanaan. Fungsi terakhir yang dilakukan oleh komunikasi adalah berhubungan dengan perannya dalam mempermudah pengambilan keputusan. motivasi. Komunikasi yang terjadi diantara kelompok tersebut merupakan mekanisme fundamental dengan mana anggota-anggotanya menunjukan kekecewaan dan rasa puas mereka (ungkapan emosional).

Spesialisasi jabatan biasanya akan mempermudah komunikasi dalam kelompok-kelompok yang berbeda.3 Hambatan Komunikasi Efektif Dalam Organisasi Menurut Raymond V. yaitu:1) sumber komunikai . empat faktor yang mempengaruhi efektivitas komunikasi dalam organisasi. Jika penerima menguraikan pesan yang dikodekan oleh sumber dan mengembalikan pesan itu ke dalam system. perbedaan kedudukan dan wewenang akan menentukan pihak-pihak yang berkomunikasi dengan seseorang serta isi dan ketetapan komunikasi. “penguraian” adalah proses penerimaan pesan oleh pihak yang menjadi sasaran dari pesan tersebut. 5)penguraian. Komunikasi bintang dan huruf Y adalah komunikasi yang disentralisasi sehingga lebih efektif untuk menyelesaikan masalah-masalah rutin dan tidak kompleks. Pertama liputan saluran formal semakin melebar sesuai perkembangan dan pertumbuhan organisasi. 2. b. dimana pengalaman mengajarkan seseorang dengan reaksi tertentu. 4)saluran. Penerima akan menangkap dan mengartikan informasi berdasarkan pengalaman. Sumber mengawali suatu pesan dengan “pengodean” suatu pikiran. 6)penerima. 3) pesan. Ada empat jaringan komunikasi. Penerima akan cenderung mengelompokkan dan menyimpan karakteristik-karakteristik pengalaman mereka sehingga dapat dibuat pola secara menyeluruh. Namun. d. saluran komunikasi formal dapat menghambat aliran informasi antar tingkat-tingkat organisasi. 7)umpan balik. yaitu saluran komunikasi formal. Tetapi bila masalahnya lebih kompleks jaringan lingkaran dan rantai yang didesentralisasi akan . yaitu lingkaran. spesialisasi jabatan dan apa yang disebut sebagai pemilikan informasi. Struktur wewenang organisasi juga mempengaruhi efektivitas komunikasi dalam organisasi. struktur organisasi. Lesikar. “pesan” merupakan suatu produk fisik yang sebenarnya dari “ pengodean sumber”. Medium dipilih oleh sumber yang harus menentukan saluran mana yang formal dan mana yang informal. Jaringan komunikasi dalam organisasi yang dirancang terlalu kaku sehingga membatasi komunikasi antar karyawan maupun karyawan dengan atasannya. maka akan diperoleh umpan balik. a. namun individu tersebut cenderung menolak untuk membagikan informasinya kepada yang lain.bagian terakhir dari proses komunikasi adalah lingkaran “umpan balik”. e. Model ini terdiri dari tujuh bagian. f. dan huruf Y. Saluran komunikasi formal mempengaruhi efektivitas komunikasi dalam dua cara.2) pengodean. Hambatan-hambatan komunikasi yang efektif dalam organisasi dapat dijabarkan sebagai berikut. Pemilikan informasi berarti bahwa individu-individu mempunyai informasi khusus dan pengetahuan tentang pekerjaan-pekerjaan mereka. Kedua. bintang. Persepsi Selektif. Individu dengan informasi khusus ini dapat memiliki fungsi yang lebih efektif dalam organisasi. Roger dan kinccaid (1981) telah mengkritik model-model terdahulu karena model- model tersebut mengarah pada tujuh bias dalam komunikasi. rantai. Penerima akan menginterpretasikan berita dengan cara menolak setiap perubahan dalam struktur kepribadian yang kuat. komunikasi antar kelompok ini akan sangat terhambat. c. “saluran” adalah medium lewat mana pesan itu berjalan. karena lebih cepat dan akurat.

II. Klarifikasi dan justifikasi: ketika posisis awal sudah saling dipertukarkan. Menurut Sopiah (2008). Robbins (2008) menjelaskan tahap-tahap negosiasi sebagai berikut: a. para pihak juga akan bertukar proposal atau tuntutan awal mereka. baik pihak pertama maupun kedua akan memaparkan. d. jika ada . situasi. dan kondisi yang dihadapi dalam suatu organisasi. Sedangkan Robbins ( 2008) menyimpulkan negosiasi adalah sebuah proses di mana dua pihak atau lebih melakukan pertukaran barang atau jasa dan berupaya untuk menyepakati nilai tukarnya. Jadi. Penutupan dan implementasi : tahap akhir dalam negosiasi adalah memformalkan kesepakatan yang telah dibuat serta menyusun prosedur yang diperlukan untuk implementasi dan pengawasan pelaksanaan. menguatkan. pola komunikasi mana yang lebih efektif bergantung pada kebutuhan. dan menjustifikasi tuntutan awal. lebih cepat dan akurat dalam menyelesaikan masalah. Siapa yang akan melakukan perundingan? Di mana perundingan akan dilangsungkan? Kendala waktu apa. selanjutnya mulai menentukan aturan-aturan dan prosedur dasar dengan pihak lain untuk negosiasi itu sendiri. Negosiasi Untuk Mengatasi Konflik Negosiasi menurut Ivancevich (2007) sebuah proses di mana dua pihak ( atau lebih ) yang berbeda pendapat berusaha mencapai kesepakatan. negosiasi merupakan suatu proses tawar-menawar antara pihak-pihak yang terlibat dalam konflik. b. mengklarifikasi. Dari beberapa definisi diatas dapat disimpulkan bahwa negosiasi adalah suatu upaya yang dilakukan antara pihak-pihak yang berkonflik dengan maksud untuk mencari jalan keluar untuk menyelesaikan pertentangan yang sesuai kesepakatan bersama. Persiapan dan perencanaan :sebelum bernegosiasi perlu mengetahui apa tujuan dari Anda bernegosiasi dan memprediksi rentangan hasil yang mungkin diperoleh dari “paling baik” hingga “paling minimum bisa diterima”. . yang mungkin akan muncul? Pada persoalan-persoalan apa saja negosiasi dibatasi? Adakah prosedur khusus yang harus diikuti jika menemui jalan buntu? Dalam fase ini. Penentuan aturan dasar: begitu selesai melakukan perencanaan dan menyusun strategi. c. mempertahankan.

html http://documents. T.html http://www. 2015. Manajemen Edisi . REFERENSI : Handoko.co.ac.id/file?file=digital/126918-6642-Hubungan%20antara-Literatur. Hani.ui.blogspot.lontar. BPFE-Yogyakarta http://blognyararatatanana.id/2012/11/konflik-dan-negosiasi.tips/documents/pendekatan-sifat-dalam-kepemimpinan.pdf .