You are on page 1of 14

PROPOSAL PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA

JUDUL PROGRAM

UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL DAUN SIRSAK
(Annona muricata L.) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus
SECARA In Vitro

BIDANG KEGIATAN:
PKM PENELITIAN

Diusulkan oleh:
Ketua : Kadek Desyta Cynthia Dewi (1408505052/Angkatan 2014)

UNIVERSITAS UDAYANA
JIMBARAN
2017

1

................................................................................................................................................................................................................................................................4......................4. Tahapan Penelitian ..............................................1....... DAFTAR ISI HALAMAN SAMPUL ................. 2 1............. 5 2..................................................................................... 7 3.... METODE PENELITIAN. iii RINGKASAN................ 3 2. Tujuan Penelitian..............................................................5........................ 4 2...................................... Infeksi............................................. 2 1................................... 3 2............ ii DAFTAR GAMBAR.......... Metode Pengujian Aktivitas Antibakteri.......................... 4 2........................................................................................5...........................................4...............2......................................6...................................... 1 1..................... PENDAHULUAN................... 7 DAFTAR PUSTAKA..........................................2......... 7 3............3......... 6 BAB 3....................................................................................................................6.................................................................................................................................. Lokasi dan Waktu Penelitian.. Sirsak................................. 7 3........................ Alat Penelitian........................................................................................1............. Luaran yang Diharapkan.... Urgensi Penelitian.............................................. 2 1......... i DAFTAR ISI........ 7 3....................... Antibakteri...... 2 1.............. Latar Belakang......3............. 1 1............. Rancangan Penelitian .......................... Antibiotik Pembanding.................. 2 BAB 2............. Rumusan Masalah.. Bahan Penelitian....... iv BAB 1.. Manfaat Kegiatan........................................................ 7 3.................................................................5.........................2............................. TINJAUAN PUSTAKA.................................. Konsentrasi Hambat Minimum (KHM)..................................... 5 2.........1..........................3.... 9 2 ...........

.............. DAFTAR GAMBAR Gambar 2................1Sirsak......................................3 3 .....

dengan metode ini dapat diketahui daya hambat maksimum pada konsentrasi tertentu ekstrak etanol daun sirsak. Dalam penggolongannya antibakteri dikenal dengan antiseptik dan antibiotik. Daun sirsak banyak dimanfaatkan sebagai obat herbal seperti untuk penyakit kulit. Bakteri Staphylococcus aureus salah satu bakteri Gram positif yang merupakan floral normal yang terdapat pada saluran pernapasan atas dan kulit. Khasiat antibakteri pada daun sirsak diuji secara in vitro dengan metode sumur difusi. antibakteri. Kandungan kimia flavonoid yang terdapat dalam daun sirsak memiliki kemampuan sebagai antibakteri. yaitu Meksiko. meningkatkan produksi ASI pada ibu menyusui. Khasiat lain dari daun sirsak adalah sebagai antispasmodik dan memberi efek menenangkan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui mekanisme daya hambat antibakteri dari ekstrak etanol daun sirsak terhadap bakteri Staphylococcus aureus secara in vitro dengan menggunakan metode sumur difusi. Buah sirsak umumnya digunakan untuk mengobati penyakit yang disebabkan oleh cacing dan parasit. Staphylococcus aureus. Bagian lain pada tanaman sirsak yang terkenal dapat digunakan sebagai obat-obatan adalah daun. Bakteri ini merupakan bakteri yang dapat menyebabkan infeksi kulit. batuk dan flu. mengobati demam. Metode sumur difusi dilakukan dengan media berupa Nutrien Agar (NA) dan biakan bakteri Staphylococcus aureus.. dan hipertensi. Keyword : Annona muricata L. rematik. serta antikanker. Biji yang dihancurkan dapat digunakan sebagai vermifug dan antelmintik terhadap internal dan eksternal parasit dan cacing. 4 . dan untuk diare dan disentri. Antibakteri merupakan suatu zat yang dapat menghambat pertumbuhan. RINGKASAN Sirsak (Annona muricata) merupakan tanaman yang berasal dari negara Amerika Selatan.

Biji yang dihancurkan dapat digunakan sebagai vermifug dan antelmintik terhadap internal dan eksternal parasit dan cacing (Taylor. serta antikanker (Orwa et al. dan biji. dan arthritis (Freeman dan Freeman. meningkatkan produksi ASI pada ibu menyusui. Berdasarkan latar belakang yang dipaparkan maka dilakukan penelitian “Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Daun Sirsak (Annona muricata L. 1 BAB 1 PENDAHULUAN 1. 1986). Sirsak (Annona muricata) merupakan tanaman yang berasal dari negara Amerika Selatan. Bakteri Staphylococcus aureus merupakan sel Gram positif yang merupakan flora normal pada saluran pernapasan atas dan kulit. mengobati demam. Bagian lain pada tanaman sirsak yang terkenal dapat digunakan sebagai obat- obatan adalah daun.) Terhadap Bakteri Staphylococcus aureus Secara In Vitro”. jerawat. termasuk kulit kayu. 2002). pneumonia. Mikroorganisme dapat dibedakan menjadi dua tipe. Infeksi S.2 Rumusan Masalah . 1981. 2006). 1. 1981).aureus diasosiasikan dengan beberapa kondisi patologi. yaitu yang dapat menyebabkan penyakit atau disebut dengan mikroba patogen dan yang tidak dapat menimbulkan penyakit atau disebut dengan mikroba non patogen (Wattimena. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mekanisme daya hambat antibakteri dari ekstrak etanol daun sirsak terhadap bakteri Staphylococcus aureus. 2009). yaitu Meksiko (Sunarjono. Keduanya memiliki respon yang berbeda terhadap antibiotik karena memiliki struktur dan komposisi dinding sel yang berbeda (Wattimena dkk. dan untuk diare dan disentri. Dari kasus yang banyak terjadi. Salah satu tanaman yang dapat berperan sebagai antibakteri adalah daun sirsak. akar. Berdasarkan pewarnaan gram. Buah sirsak umumnya digunakan untuk mengobati penyakit yang disebabkan oleh cacing dan parasit. buah. 2002). 2005). rematik. meningitis. masyarakat lebih mempercayai bahan-bahan kimia dalam penyembuhan beberapa kasus antibakteri. Salah satu contoh bakteri gram positif adalah Staphylococcus aureus. daun. dan hipertensi (Lans. Daun sirsak banyak dimanfaatkan sebagai obat herbal seperti untuk penyakit kulit. 2006). bakteri dibagi menjadi dua yaitu bakteri Gram possitif dan bakteri Gram negatif. batuk dan flu. Seluruh bagian tanaman sirsak dapat digunakan sebagai obat tradisional.. serta mengetahui konsentrasi ekstrak etanol daun sirsak yang menghasilkan daya hambat maksimum terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Pelczar.1 Latar Belakang Infeksi merupakan suatu kondisi dimana terdapat mikroorganisme yang masuk ke dalam tubuh. sedangkan penyembuhan dengan bahan-bahan tradisional yang berasal dari alam atau tumbuhan (fitofarmaka) masih kurang dimanfaatkan. berkembang biak dan dapat menimbulkan penyakit (Hoan dan Raharjo. diantaranya bisul..

1.2 Berapakah konsentrasi ekstrak etanol daun sirsak yang menghasilkan daya hambat maksimum terhadap bakteri Staphylococcus aureus? 1.6.2 Dapat memberikan informasi konsentrasi ekstrak etanol daun sirsak yang menghasilkan daya hambat maksimum terhadap bakteri Staphylococcus aureus. 2 1. 1.6.1 Untuk mengetahui mekanisme daya hambat antibakteri ekstrak etanol daun sirsak terhadap bakteri Staphylococcus aureus.6 Manfaat Kegiatan 1. .6.3 Tujuan Penelitian 1. 1. 1.1 Dapat memberikan informasi mekanisme daya hambat antibakteri ekstrak etanol daun sirsak terhadap bakteri Staphylococcus aureus secara in vitro dengan menggunakan metode sumur difusi.1 Bagaimana mekanisme daya hambat antibakteri ekstrak etanol daun sirsak terhadap bakteri Staphylococcus aureus? 1.2.2 Untuk mengetahui konsentrasi ekstrak etanol daun sirsak yang menghasilkan daya hambat maksimum terhadap bakteri Staphylococcus aureus.6. 1.2.4 Urgensi Penelitian Melalui penelitian ini diharapkan untuk dapat mengetahui mekanisme daya hambat antibakteri dari ekstrak etanol daun sirsak dan konsentrasi ekstrak etanol daun sirsak yang menghasilkan daya hambat maksimum terhadap bakteri Staphylococcus aureus dengan menggunakan metode sumur difusi.5 Luaran Yang Diharapkan Luaran yang diharapkan dari program kreativitas mahasiswa yang bergerak di bidang penelitian ini adalah dapat dijadikan sebagai artikel ilmiah yang dapat diakses serta bermanfaat sebagai acuan untuk mengetahui mekanisme daya hambat ekstrak etanol daun sirsak serta konsentrasi ekstrak etanol daun sirsak yang menghasilkan daya hambat maksimum terhadap bakteri Staphylococcus aureus dengan metode sumur difusi yang nantinya dapat digunakan sebagai antibakteri.

rematik. daun. dan biji. mengobati demam. akar. Menurut Asprey & Thornton (2000). 2009). tanin dan alkaloid ini berpotensi sebagai bahan untuk mencegah infeksi bakteri (antibakteri). 2009). 3 BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2. Sirsak dapat tumbuh pada daerah tropis dan subtropis (Orwa et al. Flavonoid merupakan senyawa bahan alam dari golongan fenolik (Markham. dan hipertensi (Lans. Sirsak dapat tumbuh pada semua jenis tanah dengan derajat keasaman (pH) antara 5-7.. 2005) Kingdom : Plantae Divisio : Spermatophyta Subdivisio : Angiospermae Kelas : Dicotyledonae Ordo : Ranales Famili : Annonaceae Genus : Annona Spesies : A.1 Sirsak (Annona muricata) Klasifikasi Sirsak (Sunarjono. 2005). 2005).1 Sirsak (Sunarjono. Tanaman sirsak memerlukan sinar matahari antara 50-70%. saponin. meningkatkan produksi ASI pada ibu menyusui. yaitu Meksiko (Sunarjono. 1988). buah. termasuk kulit kayu. daun sirsak mengandung flavonoid. dan untuk diare dan disentri.. Buah sirsak umumnya digunakan untuk mengobati penyakit yang disebabkan oleh cacing dan parasit. Tanaman sirsak adalah tanaman berbentuk semak dengan tinggi yang tidak lebih dari 4 meter (Sunarjono. . Tanaman sirsak memiliki umur tanaman tidak lebih dari 20 tahun.Seluruh bagian tanaman sirsak dapat digunakan sebagai obat tradisional. 2006). Biji yang dihancurkan dapat digunakan sebagai vermifug dan antelmintik terhadap internal dan eksternal parasit dan cacing (Taylor. Daun sirsak banyak dimanfaatkan sebagai obat herbal seperti untuk penyakit kulit. Flavonoid merupakan salah satu metabolit sekunder dan keberadaannya pada daun tanaman dipengaruhi oleh proses fotosintesis sehingga daun muda belum terlalu banyak mengandung flavonoid.muricata Linn. serta antikanker (Orwa et al. Gambar 2. batuk dan flu. Bagian lain pada tanaman sirsak yang terkenal dapat digunakan sebagai obat-obatan adalah daun. Khasiat lain dari daun sirsak adalah sebagai antispasmodik dan memberi efek menenangkan. 2005) Sirsak (Annona muricata) merupakan tanaman yang berasal dari negara Amerika Selatan. 2002).

2002). bila menggerombol dalam susunan yang tidak teratur sisinya agak rata karena tertekan. Bakteri Gram negatif mengandung lipid.. Infeksi serius akan terjadi ketika resistensi inang melemah karena adanya perubahan hormon. Keduanya memiliki respon yang berbeda terhadap antibiotik karena memiliki struktur dan komposisi dinding sel yang berbeda (Wattimena dkk. infeksi kulit ringan sampai berat (Pelczar. berbentuk bulat. Bakteri ini tidak bergerak dan tidak berspora (Jawetz. anaerobik fakultatif. dapat ditemukan pada selaput hidung.aureusdiasosiasikan dengan beberapa kondisi patologi. nonmotil. kantung rambut. Berdasarkan pewarnaan gram. Sementara sel bakteri Gram positif memiliki dinding sel yang terdiri atas lapisan peptidoglikan yang tebal dimana didalamnya mengandung senyawa teikoat dan lipoteikoat (Pelczar. Berbeda dengan antibiotik yang tidak merugikan sel-sel jaringan manusia. LPS terletak pada lapisan luar dan merupakan karakteristik bakteri Gram negatif. aerobik. berkembang biak dan dapat menimbulkan penyakit (Hoan dan Raharjo. protein dan lipopolisakarida (LPS). 1986). kebanyakan galur ini adalah koagulase positif. Selain itu Staphylococcus aureus juga dapat menyebabkan keracunan makanan. luka. meningitis. 1981. Dinding sel bakteri Gram negatif lebih tipis dibanding bakteri Gram positif. 1986). daya kerja antiseptik tidak membedakan antara mikroorganisme dan jaringan tubuh. 4 2. Infeksi S. jerawat. Pelczar. Bakteri Staphylococcus aureus merupakan sel Gram positif yang merupakan flora normal pada saluran pernapasan atas dan kulit. . dan arthritis (Freeman dan Freeman.2 Infeksi Infeksi merupakan suatu kondisi dimana terdapat mikroorganisme yang masuk ke daalam tubuh. Mikroorganisme dapat dibedakan menjadi dua tipe. menghasilkan koagulase. 2. diantaranya bisul. struktur luar peptidoglikan ini adalah lapisan ganda yang mengandung fosfolifid. 1981). Struktur bakteri Gram negatif memiliki membran lapisan luar yang menyelimuti lapisan tipis peptidoglikan. adanya penyakit. 1986). lemak atau substansi seperti lemak dalam persentasi lebih tinggi daripada yang dikandung bakteri Gram positif. Adapun bakteri penyebab infeksi yang digunakan pada penelitian ini adalah Staphylococcus aureus. Bakteri gram positif ini tertata seperti anggur.8-1. pneumonia. Namun pada dosis normal praktis tidak bersifat merangsang kulit (Sastroamidjojo. Pada individu sehat. atau perlakuan menggunakan steroid atau obat lain yang mempengaruhi imunitas sehingga terjadi pelemahan inang. kulit. bakteri dibagi menjadi dua yaitu bakteri Gram possitif dan bakteri Gram negatif. S. 2006). yaitu yang dapat menyebabkan penyakit atau disebut dengan mikroba patogen dan yang tidak dapat menimbulkan penyakit atau disebut dengan mikroba non patogen (Wattimena. Dalam penggolongannya antibakteri dikenal dengan antiseptik dan antibiotik. 1996). diameter antara 0.0 mikron.aureusbiasanya hanya berperan sebagai karier.3 Antibakteri Antibakteri merupakan suatu zat yang dapat menghambat pertumbuhan.

Kelarutan larut dalam air. 2. tidak menyebabkan resistensi pada kuman. Beberapa antibakteri merusak permeabilitas membran. 1979). Tetrasiklin hidroklorida adalah garam hidroklorida zat antimikroba. dengan adanya akumulasi komponen lipofilat yang terdapat pada dinding atau membran sel akan menyebabkan perubahan komposisi penyusun dinding sel. 3) Penghambatan sintesa protein. 2003). akibatnya sintesis protein mengalami hambatan (Widjajanti. Jawetz dkk. berupa serbuk hablur. 1981) : a. digunakan medium agar cair dalam tabung reaksi. lama waktu pemberian. sepertisintesa protein dan asam nukleat (Katzung. pH. berwarna kuning. 1988) adalah konsentrasi. Efek senyawa antimikroba dapat menghambat kerja enzimjika senyawa antimikroba mempunyai spesifitas yang sama dengan ikatan kompleks yang menyusun struktur enzim.. bersifat bakterisid. Mekanisme kerja tetrasiklin adalah menghalangi terikatnya RNA pada bagian spesifik dari ribosom. tidak bersifat alergenik atau menimbulkan efek samping bila dipergunakan dalam jangka waktu yang lama. 2002). 2. Mekanisme penghambatan pertumbuhan mikroorganisme oleh senyawa antibakteri dapat berlangsung dalam beberapa cara. Pengamatan dengan melihat kekeruhan yang terjadi akibat . 1989. seperti senyawa fenol yang dapat mengakibatkan lisis sel dan denaturasi protein. 2007). yaitu 1) Mengganggu pembentukan dinding sel. suhu. asam nukleat dan aktivitas enzim. Adapun faktor yang mempengaruhi efektifitas kerja suatu zat antibakteri menurut (Pelczar dan Chan. 5 1967). larut di dalam air serta stabil (Entjang. Efektifitas dari senyawa-senyawa antibakteridapat dipengaruhi oleh beberapa faktor. serta mengahambat ikatanATP-ase pada membran sel. Penghambatan ini dapat mengakibatkan terganggunyametabolisme sel. agak higroskopis rasa pahit dan amfoter. jenis mikrobadan adanya kimia lain yang bersifat melindungi mikroba.. 2) Penghambatan fungsi membran plasma. Metode turbidimetri (metode tabung) Pada cara turbidimetri. terutama infeksi campuran (Hoan dan Raharjo. dalam larutan alkali hidroksida dan dalam larutan karbonat. Antibiotik tetrasiklin ini merupakan obat terpilih untuk banyak infeksi dari bermacam-macam kuman.4 Antibiotik Pembanding Antibiotik yang digunakan sebagai pembanding adalah Terasiklin Hidroklorida. yaitu (Wattimena dkk. akibatnya terjadinya kebocoran materi intraseluler. 1988).5 Metode Pengujian Aktivitas Antibakteri Penentuan aktivitas antibakteri secara invitro dapat dibedakan menjadi dua. sukar larut dalam etanol dan praktis tidak larut dalam kloroform dan dalam eter (Depkes RI. Sifat antibiotik sebaiknya menghambat atau membunuh mikroorganisme patogen tanpa merusak inang. tidak berbau.

. yaitu pradifusi ketebalan medium agar. Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi metode difusi agar. komposisi media agar. Kadar antibakteri ditentukan dengan menggunakan spektrofotometer. b. Metode difusi (metode lempeng) Pada cara difusi agar digunakan media agar padat dan reservoir yang dapat berupa cakram kertas. Cara cair Pada cara ini digunakan media cair yang telah ditambahkan zat yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri atau jamur dengan pengenceran tertentu kemudian diinokulasikan biakan bakteri atau jamur dalam jumlah yang sama. suhu inkubasi. Penetapan KHM dapat dilakukan dengan dua cara yaitu (Wattimena dkk. Cara padat Pada cara ini digunakan media padat yang telah dicampur dengan larutan zat uji dengan berbagai konsentrasi. Respon zat uji ditandai dengan kejernihan atau kekeruhan pada tabung setelah diinkubasi. cara kerja dan ditentukan pula oleh konsentrasi hambat minimum (KHM). Dengan cara ini satu cawan petri dapat digores lebih dari satu jenis mikroba untuk memperoleh nilai KHM. waktu inkubasi yang disesuaikan dengan pertumbuhan bakteeri dan pH. BAB 3 METODE PENELITIAN .6 Konsentrasi Hambat Minimum (KHM) Aktivitas antibakteri ditentukan oleh spektrum kerja. Kelebihan cara ini adalah lebih cepat dari cara difusi agar karena hasil dapat dibaca setelah 3 atau 4 jam setelah inkubasi. 2. 6 pertumbuhan bakteri. 1981) : a. silinder atau cekungan yang dibuat pada media padat. kerapatan inokulum. b. Larutan uji akan berdifusi dari pencadang ke permukaan media agar padat yang telah diinokulasi bakteri. Konsentrasi Hambat minimum (KHM) adalah konsentrasi minimum dari suatu zat yang mempunyai efek daya hambat pertumbuhan mikroorganisme. Bakteri akan terhambat pertumbuhannya dengan pengamatan berupa lingkaran atau zona disekeliling pencadang.

mikropipet.2 Lokasi dan Waktu Penelitian Proses pembuatan ekstrak etanol daun sirsak (Annona muricata) dilakukan di Laboratorium Teknologi Farmasi. cawan petri. tetrasiklin hidroklorida (antibiotik pembanding).4 Alat Penelitian Alat yang digunakan antara lain autoklaf. 7 3. media NA (Nutrient Agar). air panas. Kemudian proses pembuatan media pertumbuhan bakteri. Keseluruhan tahapan penelitian dilakukan selama empat bulan. 3. pipet tetes. HCl 1% . aquadest. batang pengaduk. Variable yang diamati adalah besarnya diameter daya hambat ekstrak daun sirsak (Annona muricata) terhadap bakteri Staphylococcus aureus dengan media berupa nutrien agar (NA). timbangan analitik. kawat Ose.3 Bahan Penelitian Bahan yang digunakan antara lain daun Sirsak.8 g/mL. 3.1 Sterilisasi Alat Alat-alat yang akan digunakan disterilisasi dengan metode panas basah yaitu dengan autoklaf pada suhu 121°C selama 15 menit. pembakar Bunsen. 3. FeCl3 1%.5. pipet volum. serta toples kaca.1 Rancangan Penelitian Penelitian dilakukan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 6 perlakuan yaitu dengan konsentrasi 1g/mL. 0. NaCl fisiologis dan mikroba uji Staphylococcus aureus. alumunium foil. termometer. penangas air. amoniak. inkubator.5. Untuk penapisan fitokimia yaitu pereaksi Dragendroof. kloroform. dimana setiap 1x24jam dilakukan remaserasi. vial dan tutup. corong.6 g/mL. 3. 0. gelas ukur. Fakultas Kedokteran.2 Pembuatan Ekstrak Etanol Daun Sirsak Daun sirsak (Annona muricata) dikeringkan kemudian dihaluskan menjadi serbuk. NaOH. suspensi bakteri. 0.5.4 g/mL.5 Tahapan Penelitian 3. jangka sorong. Jurusan Farmasi FMIPA. etanol 95% (kontrol negatif) dan 1 kontrol positif yaitu tetrasiklin hidroklorida. 0. Setelah itu dilakukan penyaringan dan dilanjutkan pemekatan dengan oven pada suhu 58°C sampai diperoleh ekstrak Daun Sirsak. labu Erlenmeyer. 3. spatel logam. H2SO4 2N. 3. tabung reaksi.2 g/mL. pereaksi Mayer. pinset.3 Penapisan Fitokimia Uji Alkaloid . selanjutnya dimaserasi dengan etanol 96% selama 3 x 24 jam. pembuatan media agar dan uji aktivitas antibakteri dilakukan di Laboratorium Mikrobiologi dan Virologi. larutan etanol 95%. kertas saring. Mg-HCl.

8 Ekstrak kental etanol diambil 0. Uji Flavonoid Ekstrak kental etanol sebanyak 0.4 Pembuatan Media Agar Sebanyak 23 gram serbuk nutrient agar (NA) dilarutkan dalam air suling steril sebanyak 1000 ml. Uji Tanin Ekstrak kental etanol sebanyak 0. Selanjutnya diinkubasi dalam inkubator pada suhu 37°C selama 24 jam. diekstraksi dengan 10 mL kloroform amoniak dikocok selama 1 menit dan hasilnya di bagi dalam dua tabung reaksi. Apabila terbentuk busa. bila terbentuk warna hijau kebiruan maka menunjukkan adanya positif (+) tanin. ketiga dan keempat berturut-turut ditambahkan H 2SO4 2 N.1 gram dilarutkan dengan menggunakan 10 mL air dan ditambahkan 2 tetes FeCl 3 1% di dalam tabung reaksi. jika busa tetap ada maka menunjukkan adanya positif (+) saponin. dan NaOH pekat. Jika terbentuk endapan menunjukkan adanya positif (+) Alkaloid.5. tabung kedua. Dengan perbandingan volume yang sama. Uji Saponin Ekstrak kental etanol sebanyak 0. dibandingkan dengan warna pada tabung reaksi sebagai kontrol. Media NA dituangkan ke dalam cawan petri yang sudah disterilisasi sebelumnya sampai ¾ cawan petri dan dibiarkan membeku.6 Pembuatan Suspensi Bakteri . Tabung reaksi pertama ditambahkan dengan larutan 0. Diamati warna yang terbentuk. 3.1 gram. Kemudian didinginkan sampai suhu kurang lebih 45°-50°C. biakan bakteri Staphylococcus aureus sebanyak satu ose diinokulasikan kedalam medium agar miring NA dengan cara ditarik dengan gerakan zig-zag (metode streak). 3. Kemudian dipanaskan hingga larut dalam labu Erlenmeyer. Jika terjadi perubahan warna menunjukkan adanya positif (+) flavonoid.5 mL asam sulfat pekat (H2SO4) 2 N. serbuk Mg-HCl. mulut Erlenmeyer dilapisi plastik ikan dan ditutup dengan alumunium foil lalu disterilkan dengan autoklaf pada suhu 121°C selama 15 menit. Setelah media NA membeku.5 Pembuatan Media Pertumbuhan Bakteri Nutrien agar (NA) dihomogenkan dengan stirer diatas penangas air hingga mendidih. lapisan asam dibagi menjadi 2 tabung reaksi dan masing-masing tabung dilakukan pengujian dengan menggunakan pereaksi Mayer dan Wagner. ditambahkan HCl 1% dan ditunggu selama 10 menit.1 gram dilarutkan dengan menggunakan 10 mL air panas.Warna yang terbentuk dari masing-masing tabung tersebut. kemudian dikocok selama 1 menit dan diamati. 3.5. Tabung reaksi kedua dilakukan pengujian dengan pereaksi Hager.5. Tabung pertama sebagai kontrol.1 gram dilarutkan dengan menggunakan 10 mL etanol dan hasilnya di bagi 4 tabung reaksi.

dibuat persamaan garis antara logaritma konsentrasi dengan diameter hambat.. Selanjutnya dimasukkan 50 µL masing-masing ekstrak uji dengan konsentrasi 1 g/L. Jakarta: Departemen Kesehatan Republik Indonesia. West Indian Journal. 0. 0. Sebelumnya dilakukan prainkubasi selama 30 menit pada suhu kamar. DAFTAR PUSTAKA Asprey. didinginkan sampai menjadi padat. and P. 0. F. 0. 0.24 g/mL.22 g/mL. 0. dibuat sumur difusi dengan diameter ± 6 mm menggunakan prevorator dsebanyak 6 sumur difusi.25 g/mL. Berbagai konsentrasi antibiotik pembanding dibuat menggunakan pelarut yang sesuai. ditambahkan ke dalam 19 ml media agar yang telah dicairkan dalam cawan petri steril.19 g/mL. Diameter hambat diamati setelah periode inkubasi.5. 3.7 Pengujian Aktivitas Antibakteri Pada pengujian aktivitas antibakteri digunakan metode difusi agar dengan sumur. Depkes RI. Sebanyak 1000 µL ekstrak tanaman uji dengan konsentrasi 0. dihomogenkan dan dibiarkan membeku. Thornton.21 g/mL. Berdasarkan hasil pengukuran diameter hambat antibiotik. .18 g/mL. 0. Sebanyak 200 µL suspensi bakteri ditambahkan kedalam 20 mL media nutrien agar (NA). Sebanyak 1 ose suspensi bakteri kemudian diinokulasikan di atas permukaan agar padat kemudian diinkubasikan pada suhu 37°C selama 48 jam.17 g/mL. Kemudian campuran dihomogenkan dengan cara diputar mengikuti pola angka delapan dan ditunggu hingga membeku. 2002. Inkubasi dilakukan pada suhu 37°C selama 48 jam untuk bakteri.8 g/mL. 0.4 g/mL. Edisi 3. Farmakope Indonesia.2 g/mL dan etanol 96% (kontrol negatif) kedalam sumur dan pada cawan petri lain 200 µL suspensi bakteri ditambahkan kedalam 20 mL media nutrien agar (NA).8 Penentuan Konsentrasi Hambat Minimum (KHM) Penentuan KHM dilakukan dengan metode pengenceran agar.23 g/mL.20 g/mL.6 g/mL. 0. Suspensi bakteri diinkubasi pada suhu 37°C selama 24 jam. Antibiotik yang digunakan yaitu Tetrasiklin Hidroklorida. 0. 3. 0.9 Penentuan Kesetaraan Aktivitas Ekstrak dengan Antibiotik Pembanding Penentuan kesetaraan aktivitas zat uji dengan antibiotik pembanding dilakukan dengan metode difusi agar dengan sumur. Medical Plants of Jamaica Part 1-11. 0. 0.5.16 g/mL. G.5. Persamaan yang diperoleh digunakan untuk melihat kesetaraan antara ekstrak uji dengan antibiotik pembanding. Campuran diputar sampai homogen. 0. dibuatkan 1 sumur difusi yang dimasukkan 50 µL antibiotik tetrasiklin hidroklorida (kontrol positif). 3. Vol (2):1-86.15 g/mL. Setelah membeku. 1979. 9 Bakteri uji pada media agar miring diambil sebanyak satu oe yang kemudian disuspensikan ke dalam 2 mL NaCl fisiologis.

Farmakodinami dan Terapi Antibiotik. S. Mutua. Cara Mengidentifikasi Flavonoida. Jakarta: EGC. Mikrobiologi dan Parasitologi untuk Akademi Keperawatan. Freeman. Edisi 20. R. Pelczar. Jamnadass.. Dasar-Dasar Mikrobiologi. J.0. C. Melnick.. 2007. Jilid 1 dan 2.. T. 2006. Agroforestree Database : A Tree Refrence And Selection Guide Version 4. Sirsak dan Srikaya :Budi Daya untuk Menghasilkan Buah Prima. 2002. 2006. 10 Entjang. Jakarta: EGC. Markham. H. Kindt. Adelberg. 1989. Jawetz. 1988. C. 1988.. Ethnomedicines Used In Trinidad and Tobago For Urinary Problems and Diabetes Mellitus. K. Edisi 23. Raharjo. Jakarta: EGC. Freeman. Taylor. Mikrobiologi Kedokteran. 2005. I. Jawetz. R. Journal of Ethnobiology and Ethnomedicine. Jakarta: UI Press.. Katzung. 2003. Edisi 5. J. Jakarta: Binapura Aksara. Bandung: ITB. G. United States of America: Chelsea House Publisher. Mikrobiologi Kedokteran. C. E. 1981. 2009. Vol (2):45-55. Staphylococcus aureus Infection. Yogyakarta: UGM. B. Jakarta: Gramedia. Sastroamidjojo. Sunarjono. . dan E. 1967. Technical Data Report For Graviola Annona muricata. J. L. R. dan K. R. Dasar-Dasar Mikrobiologi.. A. 2nd edition. Simons. Obat-Obat Penting. S. Jakarta: Dian Rakyat. Pelczar. Chan. Jakarta: UI Press. M. 1986. Bogor: Penebar Swadaya. Austin: Sage Press. A. Farmakologi Dasar dan Klinik. Wattimena. L. M. A. 2002. Hoan. Edisi VI. Orwa. Obat Asli Indonesia. dan K. Lans. 1996. Kenya: World Agroforestry Center.