You are on page 1of 15

BUKU PANDUAN KEGIATAN

PRAKTIKUM TEKNOLOGI HIDROPONIK

NAMA ;..........................................

NIM ;..........................................

GOL ;.........................................

KELOMPOK ;.........................................

PROGRAM STUDI AGROTEKNOLOGI
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS JEMBER
2017

diwajibkan menghubungi asisten sebelum acara praktikum dimulai. Praktikan yang tidak dapat memenuhi standart kelulusan minimal praktikum tidak diikutkan sebagai peserta ujian akhir semester (UAS). Praktikan diwajibkan hadir 10 menit sebelum rangkaian acara praktikum dimulai. 12. 7. pengolahan dan interpretasi data. PENGENALAN SARANA DAN PRASARANA BUDIDAYA TANAMAN SECARA HIDROPONIK . Maret 2017 Pembina Mata Kuliah dan Praktikum ACARA 1. Praktikan diwajibkan mengulang apabila terjadi kesalahan dalam pengambilan. termasuk acara asistensi. 8. Laporan yang telah mendapat persetujuan pengelola praktikum digunakan sebagai materi utama untuk membuat laporan resmi yang dikumpulkan paling lambat 7 (tujuh) hari setelah acara praktikum selesai. Jember. Praktikan diwajibkan memakai baju berkerah (sopan) dan bersepatu selama berlangsungnya kegiatan praktikum. 6. Praktikan dilarang merokok. TATA TERTIB PRAKTIKUM 1. Praktikan yang terlambat hadir sampai batas waktu dimulainya praktikum dianggap tidak mengikuti kegiatan acara praktikum yang sedang berlangsung. pencatatan. Praktikan yang tidak dapat mengikuti praktikum dikarenakan sakit. makan. 11. 9. dan minum. 4. Praktikan diwajibkan mengikuti evaluasi akhir praktikum (responsi) dengan syarat praktikan tidak mempunyai tanggungan kepada laboratorium. Praktikan diwajibkan membuat Tugas Pendahuluan (TP) dan Flowchart serta mengikuti Pre Test sebelum dimulai acara praktikum. 3. 10. 2. 5. Praktikan yang tidak mengikuti lebih dari 2 (dua) acara praktikum dianggap tidak mengikuti seluruh rangkaian acara praktikum. atau melakukan aktivitas lain yang tidak ada kaitannya dengan acara praktikum selama berlangsungnya kegiatan praktikum. Hal – hal yang belum tercantum dalam tata tertib ini akan disampaikan dan diatur kemudian. Praktikan yang tidak membawa alat dan bahan praktikum yang telah ditentukan dinyatakan inhalen praktikum. Praktikan diwajibkan mengikuti seluruh rangkaian kegiatan praktikum dan mencatat hasilnya sebagai laporan sementara.

2. . Kelebihan sistem hidroponik adalah produksi per tanaman lebih besar dan kualitas lebih baik. Mahasiswa mengerti dan memahami berbagai macam sarana dan prasarana yang digunakan dalam sistem budidaya tanaman hidroponik. Secara harfiah. yang diberikan larutan hara yang mengandung semua elemen essensial yang diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangan normal tanaman. Mahasiswa mampu merangkai sarana dan prasarana yang digunakan dalam sistem buididaya tanaman hidroponik. tidak tergantung musim atau waktu tanam. harga lebih tinggi dan relatif konstan.Tujuan Praktikum 1. warna kebersihan) lebih terjamin. Gericke dari University of California pada awal tahun 1930-an. Penelitian tentang unsur-unsur penyusun tanaman ini telah dimulai pada tahun 1600-an. vermikulit. kepadatan tanaman per satuan luas dapat dilipatgandakan sehingga menghemat penggunaan lahan. Selanjutnya hidroponik didefinisikan secara ilmiah sebagai suatu cara budidaya tanaman tanpa menggunakan tanah. diperlukan pengetahuan yang cukup tentang bagaimana menumbuhan tanaman serta acara pemberian unsur hara yang tepat. tanaman menunjukkan reaksi yang luar biasa cepat terhadap kondisi nutrisi yang bagus atau jelek. ukuran. Hidroponik berasal dari bahasa Yunani yang terbagi menjadi dua kata yakni Hydro yang berarti air dan ponos yang berarti daya. Dasar Teori Hidroponik merupakan metode budidaya tanaman tanpa menggunakan tanah sebagai media tumbuh. pasir. sehingga diperlukan pengontrolan yang ketat dan kegiatan operasionalnya sering kali bergantung pada ketersediaan energi listrik. Metode budidaya tanaman secara hidroponik telah berkembang sejak pertama kali dilakukan penelitian-penelitian yang berhubungan dengan penemuan unsur-unsur hara essensial yang diperlukan bagi pertumbuhan tanaman. kehilangan pasca panen lebih minimum. yang melakukan percobaan hara tanaman dalam skala. rasa. pumice atau sawdust. akan tetapi menggunakan media inert seperti gravel.F. dan panen dapat sesuai dengan kebutuhan pasar. peat. Istilah hidroponik pertama kali dikemukakan oleh W. mutu produk (bentuk. jenis penyakit yang biasa ditularkan lewat tanah atau yang disebakan oleh nematoda sangat mudah sekali menyebar di area hidroponik yang kebutuhan cairan nutrisinya disuplai oleh tangki yang sama. Kekurangan dari sistem hidroponik adalah biaya konstruksi dan instalasi yang relative mahal. hidroponik berarti penanaman dalam air yang menggunakan campuran hara.

Cara kerja persemaian . porus. Cara Kerja 1. akar pakis. aman terhadap kesehatan tubuh dan tidak merusak lingkungan. dan virus. media lebih berat. sangat cocok bagi perkembangan perakaran dan lebih ringan. aerasi optimal (porus). baik bagi perkembangan mikroorganisme bermanfaat. harus sesuai dengan segala jenis tanaman. nutrisi. utamanya tanaman sayuran dan buah-buahan. cepat mengatuskan air. tidak mengandung biji gulma maupun spora jamur. bak persemaian dan TDS. Media tanam yang digunakan dalam sistem hidroponik terdiri dari 2 media tanam yaitu media tanam organik dan anorganik. botol aqua 1. Kerugian media tanam anorganik adalah bukan media yang baik bagi perkembangan organism bermanfaat seperti Mikoriza. dan rockwool. sebuk gergaji. kemampuan menyangga pH tinggi. media tidak terlalu lembab. harus benar-benar dipersiapkan. nutrisi yang diberikan sering terbuang dan kurang baik bagi perkembangan system perakaran.5 liter. Oleh karena itu untuk membuat suatu bentuk budidaya tanaman secara hidroponik. vermikulit. aerasi optimal. dapat dipakai dalam jangka waktu yang lama. Sistem hidroponik yang dapat dikembangkan terdiri dari 2 teknik. terlebih lagi dalam aplikasinya dibutuhkan teknologi tertentu. curter steril. Rockwool. bakteri. mempunyai sifat yang memudahkan untuk mengukur kelembaban di daerah perakaran. terlalu cepat mengatuskan air. Adanya dua teknik dalam hidroponik ini. Kelebihan media tanam anorganik adalah permanen. kerikil.Namun untuk mengubah budidaya tanaman dari konvensional menjadi budidaya tanaman dengan teknik hidroponik membutuhkan modal awal yang cukup besar. sterilitasnya lebih terjamin dan jarang digunakan sebagai inang bagi jamur. benih sawi pakcoy. dapat dipergunakan lagi dan ringan. Syarat-syarat dari hidroponik adalah mempunyai kemampuan untuk menyeimbangkan antara kandungan air dan udara. selada hijau. arang sekam. EC. Media tanam organik yaitu sabut kelapa. Arang sekam. karena umumnya berupa batuan. air. sehingga harus bersifat porus dan berdaya ikat air yang tinggi. . Keuntungan media tanam organik adalah kemampuan menyimpan air dan nutrisi tinggi. yaitu hidroponik substrat dan hidroponik non substrat. kain flanel. akan menjadi semakin mudah dan eifisien dalam membudidayakan tanaman. Media tanaman organik yaitu pasir. sehingga memberikan hasil panen yang konsisten. Alat dan Bahan Alat dan bahan yang digunakan adalah Cocopeat.

Campurkan Nutrisi B ke dalam ember. Pastikan kondisi rockwool tetap lembab hingga benih tumbuh menjadi bibit. 2. Tahap 1 1. Campurkan Nutrisi A ke dalam ember. Aduk larutan nutrisi sampai homogen. 2. 5. Tanam benih pada setiap lubang rockwool yang sudah dilubangi. Aduk larutan nurisi hingga homogen. Isi ember dengan 1 Liter air bersih.1. Potong rockwool menjadi 12 bagian atau seperti gambar dibawah ini . Aduk larutan nurisi hingga homogen. Campurkan AB Mix masing masing larutan 5 ml kedalam bak atau ember. 3. 2. Tahap 3 1. 3. Tempatkan rockwool di tempat bak persemaian kemudian siram dengan air secukupnya hingga kondisi rockwool basah atau lembab. 3. . Tahap 2 1. Isi ember dengan 1 Liter air bersih. 2. 3. 4. 6. Siapkan semua bahan dan alat yang digunakan. 2. Isi ember dengan air sebanyak 1 L air bersih. Lubangi rockwool untuk menanam benih sesuai dengan ukuran benih yang digunakan. Cara kerja pembuatan nutrisi .

Larutan nutrisi merupakan sumber pasokan nutrisi bagi tanaman untuk mendapatkan makanan dalam budidaya hidroponik. Nutrisi terdiri dari unsur hara makro dan mikro yang merupakan unsur hara yang mutlak diperlukan untuk pertumbuhan tanaman. faktor lain yang mempengaruhi pertumbuhan tanaman yaitu media tanam. Macam-macam media yang sering digunakan adalah pasir. Fungsi dari media tanam ini sebagai tempat tumbuh dan tempat penyimpanan unsur hara yang diperlukan untuk pertumbuhan tanaman.Sistem sumbu (wick system) merupakan sistem yang paling sederhana dalam budidaya hidroponik. karena tidak ada bagian-bagian yang bergerak. Mahasiswa mengerti dan memahami pemanfaatan media tanam non tanah dalam budidaya secara hidroponik serta mengkaji respon dari media yang ada terhadap pertumbuhan tanaman. Sumbu yang digunakan harus memiliki daya kapilaritas tinggi dan tidak cepat lapuk sehingga dapat berfungsi untuk menyerap larutan nutrisi. Dasar Teori Hidroponik substrat adalah metode hidroponik yang menggunakan media selain tanah yang dapat menahan nutrisi dan air serta menyediakan oksigen untuk mendukung tanaman sebagaimana fungsi tanah. pakis cacah. arang sekam. Media tanam untuk hidroponik harus . 2. Salah satu sistem yang terdapat dalam budidaya hidroponik substrat adalah sistem sumbu (wick system). Kelengkapan unsur hara yang terkandung pada larutan nutrisi serta jumlah yang sesuai ditentukan oleh kepekatan larutan yang dibutuhkan untuk tanaman. Mahasiswa mengerti dan memahami cara pembuatan media tanam non tanah dalam bentuk padat untuk budidaya sistem hidroponik. ACARA 2. Larutan nutrisi yang terlalu pekat atau encer mengakibatkan kematian sel sehingga daun menjadi kecoklatan dan mengering hangus. cocopeat dan kerikil. 3. Setiap sayuran memiliki kepekatan larutan nutrisi yang berbeda-beda untuk pertumbuhan agar mendapatkan hasil yang lebih baik. Selain larutan nutrisi. Sumbu sebagai perantara penyalur larutan makanan tanaman dalam media tanam. Mahasiswa mampu mengaplikasikan media non tanah dalam proses budidaya secara hidroponik substrat. Sistem sumbu bersifat pasif. Pada budidaya hidroponik hal yang perlu diperhatikan adalah larutan nutrisi. BUDIDAYA TANAMAN HIDROPONIK DENGAN SISTEM SUBSTRAT(WICK SYSTEM) Tujuan Praktikum 1.

Perawatan tanaman mudah karena tidak perlu sering-sering menyiram sayuran atau tanaman. spons. 1. Keunggulan dari menggunakan sistem wick adalah sebagai berikut : 1. dan curter steril. kelembaban terjamin serta drainase lancar. Cara Kerja A. 6. Jenis media tanam yang digunakan sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanaman.5 liter. akan susah untuk mengatur kebutuhan air yangdibutuhakan tanaman/sayuran atau kebutuhan air maximal dari tanaman. Media tanam yang digunakan tidak boleh mengandung racun (toksik). 3. Alat dan Bahan Alat dan bahan yang digunakan adalah Cocopeat. 4. 5. 2. Tidak perlu ada sistem regulasi air dengan pompa air yang menggunakan listrik. Potong kain flanel dengan panjang 20 cm lebar 1. . Media tanam yang biasa digunakan dalam budidaya hidroponik subtrat antara lain pasir. pecahan batu bata. B. Cara kerja penyiapan media pot . bibit pakcoy. Kekurangan dari menggunakan sistem wick adalah sebagai berikut : 1. Media yang baik membuat unsur hara tetap tersedia. cukup 4/5 hari memberi atau menambah air dengan nutrisi baru. dan sebagainya. Tempatkan botol atas yang sudah dipotong dengan posisi terbalik. 2. kerikil. Biaya alat yang relatif murah dan mudah dapat didapat. 1.memenuhi persyaratan media tanam yang baik bagi tanaman. Cara kerja pembuatan pot . bibit selada hijau. Masukkan media tersebut ke dalam pot yang sudah dibuat . Siapkan media padat dengan formulasi perbandingan sebagai berikut : Perbandingan Komposisi Media Perlakuan Arang sekam : Arang sekam Cocopeat Cocopeat 1 1 0 0 2 0 1 0 3 0 0 1:1 2. Tanaman atau sayuran mendapatkan suplai air dan nutrisi secara terus menerus. Air dan nutrisi yang diberikan tidak akan dapat kembali lagi sehingga lebih boros air.5 cm. 4. Masukkan kain flanel ke dalam lubang yang sudah dibuat. Siapkan semua bahan dan alat yang digunakan. Potong botol aqua menjadi dua bagian yang sama besar. kain flanel. 3. botol aqua 1.5 cm. 2. nutrisi. Arang sekam. arang sekam. Banyaknya volume air yang digunakan. cocopeat. Lubangi bagian atas tutup botol dengan ukuran 1.

Jumlah daun 3. Masukkan nutrisi yang telah dibuat kedalam pot bagian bawah penampung nutrisi secukupnya. 4. Tanam bibit sesuai dengan jenis yang sudah ditentukan dan membuat ulangan sebanyak 3 kali. Panjang akar . Tinggi tanaman 2. 5. Lakukan pemeliharaan dan perawatan serta menambah nutrisi setiap 5-7 hari. Variabel Pengamatan 1. Berat basah berangkasan 4. 6. 7.3. Siapkan bibit yang baik untuk ditanam sesuai dengan jenis tanaman yang telah ditentukan. Lakukan pengamatan setiap minggunya.

dukungan yang diberikan tanah dan pertumbuhan. maka tanaman tidak akan tumbuh dengan optimal. Dengan mengetahui ini semua. Jika media yang digunakan tidak baik. Elemen dasar yang dibutuhkan tanaman sebenarnya bukaknlah tanah. Walaupun demikian media tanam juga memegang peran dalam budidaya hidroponik. Konsep dasar NFT ini adalah suatu metode budidaya tanaman dengan akar tanaman tumbuh pada lapisan nutrisi yang dangkal dan tersirkuuulasi sehingga tanaman dapat memperoleh cukup air. 2. Media tanam dalam sistem hidroponik hanya berperan sebagai media tumbuh tanaman dan tempat berkembangnya akar tanaman. dalam mengalirkan unsur makanan tersebut harus diperhatikan kepekatan larutan dan derajat keasamannya. yang berarti tanpa tanah pun. Daerah perakaran dalam larutan nutrisi yang dangkal sehingga bagian atas akar tanaman berada di permukaan antara larutan nutrisi dan staerofoam. Mahasiswa mengerti dan memahami pemanfaatan media cair dalam budidaya secara hidroponik serta mengkaji respon dari media yang ada terhadap pertumbuhan tanaman. ACARA 3. Terdapat beberapa sistem hidroponik yang dapat dilakukan. dan oksigen. Nutrisi dipenuhi dari luar media tanam. bukan sebagai sumber nurisi. nutrisi. salah satu nya yang umum adalah sistem hidroponik menggunakan NFT (Nutrient Film Technique). Selain itu. Hidroponik sama artinya dengan menyediakan dan mengalirkan larutan mineral sebagai unsur makanan bagi tanaman. tetapi cadangan makanan dan air yang terkandung dalam tanah yang terserap akar. Tanaman tumbuh dalam lapisan polyethynent dengan akar tanaman terendam dalam air yang bersisi larutan nutrisi yang disirkulasikan secara terus-menerus dengan menggunakan pompa. Adanya . yaitu dengan menambahkan atau mengalirkan nutrisi yang . Mahasiswa mengerti dan memahami cara pembuatan media tanam non tanah dalam bentuk cair untuk budidaya sistem hidroponik. Dasar Teori Hidroponik Non-substrat adalah metode hidroponik yang menggunakan air yang mengandungan larutan nutrisi sebagai media. dimana akar tanaman yang tumbuh diatas tanah menyerap air dan zat- zat vital dari dalam tanah. BUDIDAYA TANAMAN HIDROPONIK DENGAN SISTEMNON SUBSTRAT Tujuan 1. yang akhirnya akan mengganggu pertumbuhan dan hasil tanaman. suatu tanaman dapat tumbuh asalkan diberikan cukup air dan nutrisi.

Memindah bibit yang telah disemai ke dalam netpot. aerator. nutrisi.bagian akar dalam udara ini memungkinkan oksigen masih bisa terpenuhi dan mencukupi untuk pertumbuhan secara normal. B. 3. Tinggi tanaman 2. air.bibit selada. kain flanel. 2. 6. netpot. Rockwool. Berat basah berangkasan 4. Panjang akar . Jumlah daun 3. Masukan urea dan KCl ke dalam bak masing-masing sebanyak 250 gram. Masukan gandasil D ke dalam bak sebanyak 12. 5. Aduk larutan nurisi hingga homogen. 3. Alat dan Bahan Alat dan bahan yang digunakan adalah Bak produksi. Masukan EC Meter ke dalam larutan sampel hingga stabil (sekitar 1000 ppm). Persiapan Media 1. 2. EC. Pembuatan Nutiri 1. Variabel Pengamatan 1. Ambil 18 ml larutan nutrisi dan campurkan air bersih sebanyak 1 L sebagai sampel. Masukan ke dalam bak hidroponik. Isi bak dengan 1 Liter air bersih. Siapkan semua alat dan bahan yang akan digunakan. Cara Kerja A.5 gram 4.

. 2 2 1 3. 1 2 1 2. 4 2 1 5. ) Variabel Pengamatan No Jenis Kelompok Ulangan Tinggi Jumlah Panjang Berat Basah .. Tanaman Tanaman Daun Akar Brangkasan 1 1.. 7 2 1 8. 6 2 1 7. 5 2 1 6.. 8 2 . 3 2 1 4.. TABEL PENGAMATAN PRAKTIKUM HIDROPONIK SISTEM SUBSTRAT (Pengamatan Minggu Ke.

. 5 2 3 1 6... TABEL PENGAMATAN PRAKTIKUM HIDROPONIK SISTEM NON SUBSTRAT (Pengamatan Minggu Ke. 8 2 3 . 2 2 3 1 3. 7 2 3 1 8. 6 2 3 1 7.. 3 2 3 1 4.. ) Variabel Pengamatan No Kelompok Ulangan Tinggi Jumlah Panjang Berat Basah . Tanaman Daun Akar Brangkasan 1 1. 1 2 3 1 2. 4 2 3 1 5.

1 Waktu dan Tempat 3 spasi (Max 3 lembar) 3.1 Sesuai dengan variabel pengamatan 3 spasi 4. HASIL DAN PEMBAHASAN 3 spasi 4. 1992. PENDAHULUAN 1.Literatur jurnal minimal tahun 2012 (Max 2 lembar) .1.  Penulisan dari text book terjemahan Salisbury. TINJAUAN PUSTAKA 3 spasi . S. Contoh:  Penulisan dari text book Tjitrosomo. FORMAT LAPORAN LABORATORIUM HORTIKULTURA BAB 1.  Penulisan dari terbitan berkala (Jurnal) . Lukman dan Ir. Ross.2 Bahan 3.4 Variabel Pengamatan 3. F.Tidak boleh ada literatur dalam literatur . Botani Umum 2. MSc. bukan pendahuluan.1 Kesimpulan 3 spasi (berdasarkan tujuan praktikum dan pembahasan.1 Latar Belakang 3 spasi (Max 3 lembar) 1. dan C.2 Alat dan Bahan 3. S. Sumaryono. Diah R.Minimal 3 jurnal nasional. METODE PRAKTIKUM 3 spasi 3.Kutipan jurnal pada bagian abstrak. Bandung: Angkasa. bukan data mentah) 4. 1990.1.2.W.2 Saran (saran mengenai jalannya praktikum) DAFTAR PUSTAKA 3 spasi (sesuai dengan literatur tinjauan pustaka yang digunakan dan diurutkan secara urutan alfabetis dengan menggunakan 1 spasi untuk penulisan pustaka dan 2 spasi untuk jarak antar pustaka).2 Tujuan 3 spasi BAB 2.5 Analisis Data (Max 5 lembar) BAB 4. KESIMPULAN DAN SARAN (Max 1 lembar) 5.1 Hasil (dalam bentuk tabel atau grafik berisi data yang telah diolah. Terjemahan oleh Dr. bukan menyalin kata-kata pada pembahasan) 3 spasi 5. 3 jurnal internasional dan 1 textbook BAB 3. Fisiologi Tumbuhan Jilid 1. 1995.3 Pelaksanaan Praktikum (tersusun teratur dengan menggunakan kalimat aktif) 3.2 Pembahasan(pembahasan secara general) BAB 5.2 4. hasil dan kesimpulan. .2. Bandung: Penerbit ITB.B.1 Alat 3 spasi 3.

kanan : 4. LAMPIRAN (flowchart. Sritamin.  Laporan dibuat secara kelompok.Putra. Agroekoteknologi Tropik. G.D. Aplikasi Teknik PolymeraseChain Reaction (PCR) terhadap Variasi Gejala Penyakit Citrus Vein Phloem Degeneration (CVPD) pada Beberapa Jenis Daun Tanaman Jeruk.4. bawah. 2013. dan M. 2(2): 82-92. Ttd. Asisten Laboratorium Hortikultura .P. 3. W. daftar pustaka dan flowchart sebagai tiket masuksebelum dimulainya kegiatan praktikum. Adiartayasa. 2. dokumentasi foto) KETERANGAN  Kertas : A4 denganbatas tepi atas.3.. kiri.3 cm  Line spacing before after : 0 pt  Penulisan judul babrata tengah (center) dan penulisan isi bab rata kanan kiri (justify)  Font Times New Roman size 12  Warna font cover sesuai dengan warna stopmap golongan masing-masing dan nama pemilik laporan di Bold  Praktikan di-WAJIB-kan mengumpulkan TP (tugas pendahuluan) yang terdiri dari BAB 1. lembar acc.

Oc Triwi Senja (141510501020) 12 pts 1. Miftahul Imron (131510501091) LABORATORIUM HORTIKULTURA PROGRAM STUDI AGROTEKNOLOGI 12 pts 1.5 spasi 2. 14 pts LAPORAN PRAKTIKUM 3x3 14 pts PENGENALAN SARANA DAN PRASARANA BUDIDAYA TANAMAN SECARA HIDROPONIK 3 spasi Oleh : Golongan A/Kelompok 1 1.5 spasi FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS JEMBER 2017 .