You are on page 1of 54

TINJAUAN KEBUTUHAN RAK PENYIMPANAN REKAM MEDIS

RAWAT JALAN DI RSUD Dr. H. MOCH. ANSARI SALEH
BANJARMASIN TAHUN 2011

AHMADI
08D30002

PROGRAM STUDI DIII PEREKAM DAN INFORMASI KESEHATAN

STIKES HUSADA BORNEO BANJARBARU
2011

Create PDF files without this message by purchasing novaPDF printer (http://www.novapdf.com)
TINJAUAN KEBUTUHAN RAK PENYIMPANAN REKAM MEDIS
RAWAT JALAN DI RSUD Dr. H. MOCH. ANSARI SALEH
BANJARMASIN TAHUN 2011

Karya Tulis Ilmiah
Diajukan Guna Melengkapi Sebagian Syarat
Dalam Menyelesaikan Pendidikan pada
Program Studi Perekam dan Informasi Kesehatan

AHMADI
08D30002

PROGRAM STUDI D III PEREKAM DAN INFORMASI KESEHATAN

STIKES HUSADA BORNEO BANJARBARU
2011

Create PDF files without this message by purchasing novaPDF printer (http://www.novapdf.com)
LEMBAR PERNYATAAN

Yang bertanda tangan di bawah ini,

Nama : Ahmadi
NIM : 08D30002
Program Studi : Perekam dan Informasi Kesehatan
Judul KTI : “Tinjauan Kebutuhan Rak Penyimpanan Rekam
Medis rawat jalan di RSUD Dr. H. Moch. Ansari
Saleh Banjarmasin Tahun 2011”.

Dengan ini saya menyatakan bahwa hasil penulisan karya ilmiah
yang telah saya buat ini merupakan hasil karya sendiri dan tidak
melakukan pelanggaran sebagai berikut:

 Plagiasi tulisan maupun gagasan
 Rekayasa dan manipulasi data
 Meminta tolong atau membayar orang lain untuk meneliti
 Mengajukan sebagian atau seluruh karya ilmiah untuk publikasi atau
untuk memperoleh gelar atau sertifikat atau pengakuan
akademik atau profesi di tempat lain

Apabila terbukti saya melakukan pelanggaran tersebut diatas, maka saya
bersedia menerima sanksi berupa pencabutan gelar akademik.
Demikian pernyataan ini saya buat dalam keadaan sadar dan tidak
dipaksakan.
Penulis,
Materai Rp.6000

[ Ahmadi ]

Create PDF files without this message by purchasing novaPDF printer (http://www.novapdf.com)
HALAMAN PERSETUJUAN

Nama : Ahmadi
N.I.M : 08D30002

Karya Tulis Ilmiah ini telah diseminarkan dan di setujui

Banjarbaru, Agustus 2011
Pembimbing Utama, Pembimbing Pendamping,

Hj. Hosizah, SKM.MKM Dion Angger Priatama, SKep.
NIDN : 111 205 8401 NIDN : 031 902 7101

Mengetahui,
Kepala Sub Bagian Rekam Medis

Masnayant i, S.Kep.
NIP : 19670721 1990 03 2005

Create PDF files without this message by purchasing novaPDF printer (http://www.novapdf.com)
HALAMAN PENGESAHAN

Nama : Ahmadi
N.I.M : 08D30002
Karya Tulis Ilmiah ini telah dipertahankan didepan dewan penguji dan disetujui
Pada tanggal : Agustus 2011
Penguji 1 (Ketua)

Hj. Hosizah, SKM.MKM
NIDN : 111 205 8401

Penguji 2 (Anggota) Penguji 3 (Anggota)

Dion Angger Priatama, SKep. Bibing Hendro,L.S.Kom.
NIDN : 031 902 7101

Diketahui :

Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Ketua Program Studi Perekam dan
Kesehatan Husada Borneo Informasi Kesehatan

Rusman E fendi, SKM., M.si Deasy Rosmala Dewi, SKM., M.Kes
NIDN : 1218047801 NIDN : 11260275

Tanggal Lulus :

Create PDF files without this message by purchasing novaPDF printer (http://www.novapdf.com)
MOTTO
 HIDUP SEKALI HIDUPLAH YANG BERARTI
 HARGAILAH ORANG LAIN PASTI KAMU AKAN DI HARGAI NYA.
 KITA MEMANG HARUS BELAJAR DARI MASA LALU, TAPI
KALAU KITA MENGULANG APA YANG TERJADI PADA MASA
LALU BIARPUN ITU INDAH ADALAH KESALAHAN YANG SEMU
YANG TIDAK NYATA KARENA KITA PASTI INGIN
MENGEJARNYA.
PERSEMBAHAN

Karya Tulis Ilmiah ini secara khusus saya
persembahkan untuk : Allah SWT yang memberikan
kemudahan dalam penyelesaian Karya Tulis Ilmiah
Ibu, Bapak, dan keluarga tersayang yang tak pernah kering
akan nasehat dan doanya
Orang saya sayangi (dwi) yang slalu
memberikan semangat Buat Bu Hosizah, makasih ya bu’ atas
bimbingan yang ibu berikan kepada saya begitu juga dengan pa
Dion. Buat Bu Hosizah, Pak Dion, dan Pa Bibing makasih ya
atas waktu yang
ibu dan bapak berikan untuk
menguji TA saya

Buat Ana, Agustina, Asma, Ahmed, Enggar, Dimas, Dika, Erwin,
Ida, Indra, Fia, HJ. Rina, Ginting, Rusdi, Unul, Hasbi, Tina, Nita,
Rahmadi, Pokoknya buat temen2ku rekmed 08
Stikes Husada Borneo Trimakasih
Untuk semuanya.
INTISARI
AHMADI 08D3002
TINJAUAN KEBUTUHAN RAK PENYIMPANAN REKAM MEDIS
RAWAT JALAN DI RSUD Dr. H. MOCH. ANSARI SALEH
BANJARMASIN 2011
Karya Tulis Ilmiah. Program Studi Perekam dan Iformasi Kesehatan
2011 (xvi + 38 + Lampiran)
Untuk menunjang kelancaran didalam penyimpanan dan
pengambilan kembali rekam medis rawat jalan, diperlukan kesesuian kapasitas
daya tampung
rekam medis rawat jalan, kesesuainya tersebut dapat dicapai dengan
adanya perencanaan kebutuhan rak penyimpanan rekam medis. rak
penyimpanan yang
memadai dan sesuaia dengan kapasitas yang ada. Sistem penyimpanan
rekam medis rawat jalan di RSUD Dr. H. Moch. Ansari Saleh Banjarmasin
selama ini
berjalan dengan baik akan tetapi masih ada beberapa daya tampung
rak penyimpanan rekam medis belum sesuai dengan jumlah rekam medis yang
ada.
Berdasarkan masalah tersebut penelitian ini bertujuan ingin
mengetahui kebutuhan rak penyimpanan rekam medis rawat jalan di RSUD
Dr. H. Moch.
Ansari Saleh Banjarmasin.
Penulisan ini dengan menggunakan metode deskriptif yaitu
dengan memaparkan hasil penelitian apa adanya dan membandingkan dengan
teori yang
kemudian diambil kesimpulan. Metode yang digunkan dalam pengumpulan
data antara lain dengan observasi dan wawancara. Cara penyajian data
dalam
penelitian ini adalah penyajian dalm bentuk teks, yang mana penyajian data
hasil penelitian dalam bentuk urain kalimat.
Hasil penelitian ini menujukkan bahwa kebutuhan rak penyimpanan
rekam medis rawat jalan di RSUD Dr. H. Moch. Ansari Saleh Banjarmasin
sebanyak 13
rak penyimpanan dengan spesifikasi 7 ke atas dan 3 ke samping dengan luas
penyimpanan seluas 44 m2, adapun untuk 5 tahun ke depan / akan datang
dibutuhkan rak penyimpanan rekam medis rawat jalan sebanyak 35 rak dengan
spesifikasi yang sama dengan luas penyimpanan 69 m2.
Kata kunci : Rak penyimpanan rekam medis rawat
jalan. Daftar pustaka : ( 1991 – 2010 )
KATA PENGANTAR

Tiada yang indah selain puji syukur Alhamdulillah penulis panjatkan
kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkankan Rahmat dan Hidayah-Nya
sehingga penulis bisa menyusun proposal Karya Tulis Ilmiah (KTI) ini dengan
judul “Tinjauan Kebutuhan Rak Penyimpanan Rekam Medis Rawat Jalan di
RSUD Dr. H. Moch. Ansari Saleh Banjarmasin 2011”.

Adapun tujuan dari penyusunan proposal Karya Tulis Ilmiah ini adalah
untuk memenuhi salah satu syarat dalam menyelesaikan pendidikan Diploma III
Perekam & Informasi Kesehatan STIKES Husada Borneo Banjarbaru.

Penyusunan proposal ini dapat berjalan dengan lancar karena bantuan dari
berbagai pihak. Oleh karena itu, penulis ingin mengungkapkan rasa terima kasih
kepada pihak yang telah membantu penulis dalam proses penyelesaian
Karya Tulis Ilmiah ini, antara lain:
1. Rusman Efendi, SKM. Msi, selaku Ketua STIKES Husada Borneo
Banjarbaru.
2. Deasy Rosmala Dewi, M. Kes, selaku ketua Program Studi Perekam dan
Informasi Kesehatan STIKES Husada Borneo Banjarbaru.
3. Kepala Sub Bagian Rekam Medis RSUD Dr. H. Moch. Ansari Saleh
Banjarmasin.
4. Hj,Hosizah SKM.MKM, selaku pembimbing I penulisan KTI.
5. Dion angger priatama SKep, selaku pembimbing II penulisan KTI.
6. Teman-teman dan semua pihak yang telah membantu dalam
penyelesaian proposal Karya Tulis Ilmiah yang tidak dapat penulis sebutkan satu
persatu
7. Ucapan terimakasih yang tulus dan ikhlas kepada Ayah, Ibu, Kakak dan Adik
yang selalu memberikan dorongan moril maupun materi serta do’a yang
tulus ikhlas dan mencurahkan segala kasih sayang dan semangat yang
tiada hentinya.
Penulis sangat menyadari bahwa penelitian ini masih jauh dari
kesempurnaan, karena kemampuan penulis yang terbatas. Oleh karena itu, kritik
dan saran yang bersifat membangun sangat diharapkan demi kesempurnaan
proposal Karya Tulis Ilmiah ini.

Semoga penelitian ini dapat bermanfaat guna mengembangkan
pengetahuan bagi penelitian selanjutnya.

Banjarbaru, Agustus 2011

Penulis
DAFTAR ISI

HALAMAN COVER...................................................................................... i
HALAMAN JUDUL ...................................................................................... ii
HALAMAN PERNYATAAN......................................................................... iii
HALAMAN PERSETUJUAN ........................................................................ iv
HALAMAN PENGESAHAN ......................................................................... v
MOTTO.......................................................................................................... vi
PERSEMBAHAN........................................................................................... vii
ABSTRAK ..................................................................................................... viii
KATA PENGANTAR .................................................................................... ix
DAFTAR ISI .................................................................................................. xi
DAFTAR TABEL .......................................................................................... xiv
DAFTAR GAMBAR ...................................................................................... xv
DAFTAR LAMPIRAN ................................................................................... xvi

BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang....................................................................... 1
1.2 Rumusan Masalah.................................................................. 3
1.3 Tujuan Penelitian ................................................................... 3
1.3.1 Tujuan Umum ............................................................ 3
1.3.2 Tujuan Khusus ........................................................... 3
1.4 Manfaat Penelitian ................................................................. 4
1.4.1 Bagi Rumah Sakit ...................................................... 4
1.4.2 Bagi Akademik .......................................................... 4
1.4.3 Bagi Peneliti Lain....................................................... 4
1.4.4 Bagi Penulis ............................................................... 4
1.5 Keaslian Penelitian ................................................................ 4
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Tinjauan Teori ....................................................................... 5
2.1.1 Rekam Medis ............................................................. 5
2.1.1.1 Pengertian Rekam Medis .............................. 5
2.1.1.2 Tujuan Rekam Medis .................................... 6
2.1.1.3 Nilai Guna Rekam Medis .............................. 8
2.1.1.4 Kegunaan Rekam Medis…………………...... 9
2.1.1.5 Fungsi Rekam Medis .................................... 11
2.1.1.5 Sistem Penomoran Rekam Medis .................. 11
2.1.2 Pelayanan Rawat Jalan ............................................... 13
2.1.2.1 Ruangan Rekam medis.................................... 14
2.1.2.2 Perhitungan Kebutuhan Rak ............................ 15
2.2 Landasan Teori ...................................................................... 16
2.3 Kerangka Konsep Penelitian .................................................. 17

BAB III METODE PENELITIAN
3.1 Rancangan Penelitian............................................................. 18
3.2 Lokasi dan Waktu Penelitian.................................................. 18
3.2.1 Lokasi Penelitian ........................................................ 18
3.2.2 Waktu Penelitian ........................................................ 18
3.3 Subjek Penelitian ................................................................... 18
3.3.1 Populasi Penelitian ..................................................... 18
3.3.2 Sampel Penelitian ....................................................... 18
3.4 Variabel Penelitian dan Definisi Operasional ......................... 19
3.4.1 Variabel Penelitian ..................................................... 19
3.4.2 Definisi Operasional ................................................... 19
3.5 Instrumen Penelitian .............................................................. 20
3.6 Teknik Pengumpulan Data ..................................................... 20
3.6.1 Pengamatan (Observasi) ............................................. 20
3.6.2 Wawancara (Interview) ............................................... 20
3.7 Teknik Analisa Data .............................................................. 21
3.8 Prosedur Penelitian ................................................................ 21
3.8.1 Tahap Persiapan Penelitian ......................................... 21
3.8.2 Tahap Pelaksanaan Penelitian ..................................... 22
3.8.3 Tahap Akhir Penelitian ............................................... 22
3.9 Jadwal Penelitian ................................................................... 22
3.10 keterbatasan dan kelemahan Penelitian................................. 23
3.10.1 Keterbatasan Penelitian............................................... 23
3.10.2 Kelemahan Penelitian ................................................. 23

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.1 Hasil Penelitian...................................................................... 24
4.1.1 Gambaran Umum RSUD Dr. H. Moch Ansari Saleh
Banjarmasin ............................................................... 24
4.1.2 Gambaran Umum Unit Rekam Medis RSUD Dr. H. Moch
Ansari Saleh Banjarmasi............................................. 26
4.1.3 Diskripsi Jumlah Rata-rata Pasien Baru Perhari .......... 28
4.1.4 Ukuran Rekam Medis ................................................. 29
4.1.5 Jumlah Sub Rak Rekam Medis Rawat Jalan................ 30
3.4.2 Luas Ruangan Dan Jumlah Rak Penyimpanan Rekam
medis .......................................................................... 31
4.2 Pembahasan ........................................................................... 32
4.2.1 Ruangan Penyimpanan Rekam Medis………………..... 32
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 kesimpulan.............................................................................. 38
5.2 Saran....................................................................................... 38

DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN
DAFTAR RIWAYAT HIDUP
DAFTAR TABEL
Halaman
Tabel 3.1 Jadwal Kegiatan Pelaksanaan Penelitian ......... ……. 22
Table 4.1 Jumlah Rata – rata Pasien Baru Perhari ................... 27
Table 4.2 Luas Ruangan Penyimpanan Rekam Medis………. 34
DAFTAR GAMBAR

Halaman
Gambar 2.1 Kerangka Konsep Penelitian ................................................... 17
Gambar 4.1 Rekam Medis Rawat Jalan RSUD Dr. H. Moch. Ansari Saleh 29
Gambar 4.2 Jumlah Sub Rekam Medis Rawat Jalan ................................... 30
DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1. Surat Balasan Permohonan Studi Pendahuluan
Lampiran 2. Pedoman Wawancara
Lampiran 3. Hasil Wawancara
Lampiran 4. Pedoman Observasi
Lampiran 5. Laporan Bimbingan Proposal KTI
Lampiran 6. Sturktur Organisasi Rekam Medik RSUD. DR. Moch. Ansari
Saleh Banjarmasin
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar belakang
Pengertian rumah sakit berdasarkan SK Mentri Kesehatan RI No.
983/Menkes/SK/XI/1992 menyebutkan bahwa rumah sakit umum adalah
rumah sakit yang memberikan pelayanan kesehatan yang bersifat
dasar,spesialistik dan subspesialistik.
Rumah sakit adalah sarana kesehatan yang menyelenggarakan
pelayanan kesehatan secara merata, dengan mengutamakan upaya
penyembuhan penyakit dan pemulihan kesehatan, yang dilaksanakan secara
serasi dan terpadu dengan upaya peningkatan kesehatan dan pencegahan
penyakit dalam suatu tatanan rujukan, serta dapat dimanfatkan untuk
pendidikan dan penelitian ( Hartono 2010 ).
Rumah Sakit mempunyai fungsi dan tujuan sarana pelayanan
kesehatan yang menyelenggarakan kegiatan pelayanan berupa pelayanan
rawat jalan, pelayanan rawat inap, pelayanan unit gawat darurat, pelayanan
rujukan yang mencakup pelayanan rekam medis dan penunjang medis serta
dimanfaatkan untuk pendidikan, pelatihan, dan penelitian bagi para tenaga
kesehatan ( Rustiyanto,2009 ).
Penyelengaraan rekam medis merupakan proses kegiatan yang dimulai
pada saat diterimanya pasien dirumah sakit, diteruskan kegiatan pencatatan
data medik pasien selama pasien itu mendapatkan pelayanan medik di rumah
sakit dan dilanjutkan dengan penanganan berkas rekam medis yang meliputi
penyelenggaraan penyimpanan serta pengeluaran berkas dari tempat
penyimpanan untuk melayani permintaan atau peminjaman apabila dari
pasien untuk keperluan darinya ( DepKes RI 1997 ).
Rekam medis merupakan bukti tertulis mengenai proses pelayanan
yang diberikan kepada pasien oleh Dokter dan tenaga kesehatan
lainnya, yang mana dengan adanya bukti tertulis tersebut maka rekam
medis yang
diberikan dapat dipertanggung jawabkan, dengan tujuan upaya
penunjang tertib administrasi dalam upaya peningkatan pelayanan
kesehatan rekam
medis.
Menurut PERMENKES RI No 269/MENKES/PER/III/2008 Tentang
Rekam Medis Pasal 8 yang menyebutkan bahwa rekam medis pasien di
rumah sakit wajib di simpan sekurang kurangnya untuk jangka waktu lima
tahun terhitung dari terakhir pasien berobat atau di pulangkan. Adapun
tujuan penyimpanan rekam medis yaitu untuk :
1. Menjaga kerahasiaan dokumen rekam medis.
2. Mempunyai arti penting sehubungan dengan riwayat
penyakit seseorang guna menjaga kesinambungan.
3. Mempermudah pengambilan kembali dokumen rekam medis.
4. Mempermudah dan mempercepat penemuan kembali
dokumen rekam medis yang disimpan di dalam rak filing.
5. Melindungi dokumen rekam medis dari bahaya
pencurian, kerusakan fisik, kimiawi maupun biologi.
Ruang penyimpanan rekam medis di RSUD H. Moch Ansari Saleh
Banjarmasin terdapat di tempat yang terpisah, yaitu di samping loket rekam
medis pasien rawat jalan dan di dalam ruang loket rekam medis. Kedua
ruang penyimpanan tersebut sama-sama berfungsi untuk menyimpan rekam
medis aktif. Rekam medis inaktif mempunyai ruang penyimpanan secara
khusus sehingga berkas rekam medis inaktif tidak menggangu rekam medis
yang masih aktif.
Berdasarkan pengalaman peneliti selama Praktek Kerja Lapangan
(PKL) di RSUD. Dr. H. Moch. Ansari Saleh Banjarmasin dari tanggal 31
Januari – 12 Februari 2011 serta observasi yang dilakukan pada tanggal 12
April 2011, terhadap kebutuhan rak rekam medis rawat jalan, diketahui
bahwa Tempat penyimpanan rekam medis rawat jalan maupun rawat inap
masih kurang efektif dikarnakan ada sebagian rekam medis yang disimpan
di dalam kardus bukan ditempat penyimpanan dikarnakan rak
penyimpananya masih kurang, dan agar tempat panyimpan rekam medis
lebih efektif, aman
dan nyaman baik dari segi penyimpanan dan pengambilan maupun sarana
dan prasarana maka rumah sakit harus melakukan penambahan rak
penyimpanan rekam medis. Dengan itu maka peneliti tertarik
untuk melakukan penelitian dengan judul “Tinjaun Kebutuhan Rak
Penyimpanan Rekam Medis rawat jalan di RSUD. Dr. H. Moch. Ansari
Saleh Banjarmasin Tahun 2011”.

1.2 Rumusan Masalah
Dari latar belakang permasalahan yang telah uraikan di atas,
maka penulis mengajukan permasalahan“ Berapakah Kebutuhan Rak
Penyimpanan Rekam Medis di Rumah sakit Umum Daerah Dr. H. Moch.
Ansari Saleh Banjarmasin Tahun 2011”

1.3 Tujuan Penelitian
1.3.1 Tujuan Umum
Mengetahui kebutuhan rak penyimpanan rekam medis rawat
jalan di RSUD Dr. H. Moch. Ansari Saleh Banjarmasin Tahun 2011.

1.3.2 Tujuan Khusus
a. Menghitung rata-rata pasien baru perhari rawat jalan.
b. Mengidentifikasi ukuran rekam medis rawat jalan.
c. Menghitung sub rak rekam medis rawat jalan.
d. Menghitung luas ruangan dan jumlah rak penyimpanan rekam
medis rawat jalan.

1.4. Manfaat Penelitian
1.4.1 Bagi Rumah Sakit
Dapat dijadikan sebagai masukan dan bahan pertimbangan dalam
pengambilan keputusan guna peningkatan mutu pelayanan kesehatan.
1.4.2 Bagi Akademik
Menambah referensi perpustakaan STIKES Husada Borneo
Banjarbaru dan sebagai acuan bagi penelitian sejenis berikutnya.
1.4.3 Bagi Peneliti Lain
Hasil penelitian ini juga diharapkan dapat memberikan tambahan
ilmu bagi mahasiswa/i akademi perekam & informasi kesehatan serta
sebagai bahan bagi penelitian lain yang memerlukan dalam penelitian
sejenis berikutnya.
1.4.4 Bagi Penulis
Menambah wawasan, pengalaman tentang tinjaun kebutuhan
penyimpanan rak rekam medis dan sebagai sarana untuk menerapkan
ilmu yang diperoleh selama kuliah dengan yang ada di lapangan,
khususnya dalam letak tempat penyimpanan rekam medis.

1.5 Keaslian Penelitian
Penelitian dengan judul ke Butuhan Rak Penyimpanan Rekam Medis
Rawat Jalan di RUSD Dr. H. Moch. Ansyari Saleh Banjarmasin belum
pernah dilakukan oleh peneliti / orang lain.
BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Tinjauan Teori

2. 1.1 Rekam Medis

2.1.1.1 Pengertian Rekam Medis

Menurut Permenkes No.269/MENKES/PER/III/2008
rekam medis adalah berkas yang berisikan catatan dan
dokumen tentang identitas pasien, pemeriksaan, pengobatan,
tindakan dan pelayanan lain yang telah diberikan kepada
pasien. Rekam medis merupakan keterangan baik yang tertulis
maupun yang terekam tentang identitas, anamnese penentuan
fisik laboratorium, diagnosa segala pelayanan dan tindakan
medik yang diberikan kepada pasien dan pengobatan baik
yang dirawat inap, rawat jalan maupun yang mendapatkan
pelayanan gawat darurat.
Sedangkan menurut (Huffman1999) rekam medis adalah
fakta yang berkaitan dengan keadaan pasien, riwayat penyakit
dan pengobatan masa lalu serta saat ini yang ditulis oleh
profesi kesehatan yang memberikan pelayanan kepada pasien
tersebut.
Rekam medis adalah berkas yang berisikan catatan dan
dokumen tentang identitas pasien, pemeriksaan, pengobatan,
tindakan dan pelayanan lain kepada pasien disarana
pelayanan kesehatan (Huffman 1994)
Dengan melihat ketiga pengertian di atas dapat
dikatakan bahwa suatu berkas rekam medis mempunyai arti
yang lebih luas daripada hanya sekedar catatan biasa, karena
didalam catatan tersebut sudah memuat segala informasi
menyangkut
seorang pasien yang akan dijadikan dasar untuk menentukan
tindakan lebih lanjut kepada pasien.

2.1.1.2 Tujuan Rekam Medis
Menurut Hatta (2009) tujuan rekam medis dibagi dalam
dua kelompok besar, yaitu tujuan primer dan tujuan sekunder.
a. Tujuan Primer
Tujuan primer rekam medis ditujukan kepada hal
yang paling berhubungan langsung dengan pelayanan
pasien. Tujuan primer terbagi dalam lima kepentingan,
yaitu :
1) Untuk kepentingan pasien, rekam medis merupakan
alat bukti utama yang mampu membenarkan adanya
pasien dengan identitas yang jelas dan telah
mendapatkan berbagai pemeriksaan dan pengobatan di
sarana pelayanan kesehatan dengan segala hasil serta
konsekuensi biayanya.
2) Untuk kepentingan pelayanan pasien, rekam medis
mendokumentasikan pelayanan yang diberikan oleh
tenaga kesehatan, penunjang medis dan tenaga lain
yang bekerja dalam berbagai fasilitas pelayanan
kesehatan.
3) Untuk kepentingan manajemen pelayanan, rekam
medis yang lengkap memuat segala aktivitas yang
terjadi dalam manajemen pelayanan sehingga
digunakan dalam menganalisis berbagai penyakit,
menyusun pedoman praktik, serta untuk mengevaluasi
mutu pelayanan yang diberikan.
4) Untuk kepentingan menunjang pelayanan, rekam
medis yang rinci akan mampu menjelaskan aktivitas
yang berkaitan dengan penanganan sumber-sumber
yang ada pada organisasi pelayanan di rumah sakit,
menganalisis kecenderungan yang terjadi dan
mengkomunikasikan informasi di antara klinik yang
berbeda.
5) Untuk kepentingan pembiayaan, rekam medis yang
akurat mencatat segala pemberian pelayanan
kesehatan yang diterima pasien.Informasi ini
menentukan besarnya pembayaran yang harus dibayar.

b. Tujuan Sekunder
Tujuan sekunder rekam medis ditujukan kepada hal
yang berkaitan dengan lingkungan seputar pelayanan
pasien namun tidak berhubungan langsung secara spesifik,
yaitu untuk kepentingan edukasi, riset, peraturan dan
pembuatan kebijakan.
Tata kerja rekam medis bertujuan untuk terlaksananya
pengaturan kegiatan rekam medis dengan cepat dan benar.
Untuk terlaksananya tujuan tersebut perlu diperhatikan
hal- hal sebagai berikut (Depkes RI, 1991):
1. Setiap pasien yang datang berobat baik rawat jalan
maupun rawat nginap, harus mempunyai rekam medis
yang lengkap dan akurat.
2. Pada tiap-tiap unit pelayanan harus tersedia buku register
yang diisi setiap saat kunjungan diterimanya seorang
pasien.
3. Setiap petugas rumah sakit yang melayani/melakukan
tindakan kepada pasien diharuskan mencatat semua
tindakan yang diberikan kepada pasien ke dalam
lembaran-lembaran rekam medis, sesuai dengan
wewenang dan tanggung jawabnya.
4. Setiap rekam medis jika diperlukan harus dapat
ditemukan dengan cepat dan tepat.

Rekam medis pasien adalah milik rumah sakit, dan
merupakan dokumen yang wajib dijaga kerahasiaannya.

2.1.1.3 Nilai Guna Rekam Medis
Beberapa nilai guna rekam medis dibawah ini yaitu
sebagai berikut (Ery Rustiyanto, 2009):
a. Bagi Pasien.
1. Menyediakan bukti asuhan keperawatan/tindakan
medis yang diterima oleh pasien.
2. Menyediakan data bagi pasien jika pasien datang
untuk yang kedua kali dan seterusnya.
3. Menyediakan data yang dapat melindungi
kepentingan hukum pasien dalam kasus-kasus
kompensasi pekerja kecelakaan pribadi atau mal
praktek.
b. Bagi Fasilitas Layanan Kesehatan.
1. Memiliki data yang dipakai untuk pekerja
profesional kesehatan.
2. Sebagai bukti atas biaya pembayaran pelayanan
medis pasien.
3. Mengevaluasi penggunaan sumber daya.
c. Bagi Pemberi Pelayanan
1. Menyediakan informasi untuk membantu seluruh
tenaga profesional dalam merawat pasien.
2. Membantu dokter dalam menyediakan data
perawatan yang bersifat berkesinambungan pada
berbagai tingkatan pelayanan kesehatan.
3. Menyediakan data-data untuk penelitian dan
pendidikan.

2.1.1.4 Kegunaan Rekam Medis
Rekam medis mempunyai kegunaan yang sangat luas,
karena tidak hanya menyangkut antara pasien dengan
pemberi pelayanan saja. Dibawah ini beberapa kegunaan
rekam medis secara umum adalah sebagai berikut (Depkes
RI, 1997):
1. Sebagai alat komunikasi antara dokter dengan tenaga
ahlinya yang ikut ambil bagian didalam memberikan
pelayanan pengobatan, perawatan kepada pasien.
2. Sebagai dasar untuk merencanakan pengobatan atau
perawatan yang harus diberikan kepada seorang pasien.
3. Sebagai bukti tertulis atas segala tindakan pelayanan,
perkembangan penyakit, dan pengobatan selama pasien
berkunjung/dirawat dirumah sakit.
4. Sebagai bahan yang berguna untuk analisa, penelitian,
dan evaluasi terhadap kualitas pelayanan yang diberikan
kepada pasien.
5. Melindungi kepentingan hukum bagi pasien, rumah sakit
maupun dokter dan tenaga kesehatan lainnya.
6. Sumber informasi dari pasien yang berobat ke rumah
sakit untuk keperluan pengobatan dan pemeliharaan
kesehatan pasien.
7. Menyediakan data-data khususnya yang sangat berguna
untuk penelitian dan pendidikan.
8. Sebagai dasar didalam perhitungan biaya pembayaran
pelayanan medis pasien.
9. Menjadi sumber ingatan yang harus didokumentasikan,
serta sebagai bahan pertanggung jawaban dan laporan.
Kegunaan rekam medis dapat dilihat dari beberapa
aspek, antara lain (Depkes RI,1997):
1. Aspek administrasi
Suatu berkas rekam medis mempunyai nilai
administrasi, karena isinya menyangkut tindakan
berdasarkan wewenang dan tanggung jawab sebagai
tenaga medis dan paramedik dalam mencapai tujuan
pelayanan kesehatan.
2. Aspek medis
Suatu berkas rekam medis mempunyai nilai medik,
karena catatan tersebut dipergunakan sebagai dasar
untuk merencanakan pengobatan atau perawatan yang
harus diberikan kepada seorang pasien.
3. Aspek hukum
Suatu berkas rekam medis mempunyai nilai hukum,
karena isinya menyangkut masalah adanya jaminan
kepastian hukum atas dasar keadilan, dalam rangka
usaha menegakkan hukum serta penyediaan bahan tanda
bukti untuk menegakkan keadilan.
4. Aspek keuangan
Suatu berkas rekam medis mempunyai nilai uang,
karena isinya mengandung data atau informasi yang
dapat dipergunakan sebagai aspek keuangan.
5. Aspek penelitian
Suatu berkas rekam medis mempunyai nilai
penelitian, karena isinya menyangkut data atau informasi
yang dapat dipergunakan sebagai aspek penelitian dan
pengembangan ilmu pengetahuan dibidang kesehatan.
6. Aspek pendidikan
Suatu berkas rekam medis mempunyai nilai
pendidikan, karena isinya menyangkut data atau
informasi tentang perkembangan kronologis dan
kegiatan pelayanan medik yang diberikan kepada
pasien. Informasi tersebut dapat digunakan sebagai
bahan atau referensi pengajaran dibidang profesi si
pemakai.
7. Aspek dokumentasi
Suatu berkas rekam medis mempunyai nilai
dokumentasi, karena isinya menyangkut sumber ingatan
yang harus didokumentasikan dan dipakai sebagai bahan
pertanggungjawaban dan laporan rumah sakit.

2.1.1.5 Fungsi Rekam Medis
Fungsi rekam medis adalah untuk menyimpan data dan
informasi pelayanan pasien. Agar fungsi itu tercapai, beragam
metode dikembangkan secara efektif seperti dengan melaksanakan
ataupun mengembangkan sejumlah sistem kebijakan, dan proses
pengumpulan, termasuk dengan penyimpanan secara mudah diakses
disertai dengan keamanan yang baik ( Hatta, 2009).

2.1.1.6 Sistem Penomoran Rekam Medis
Rekam medis pada hampir semua lembaga pelayanan kesehatan
disimpan menurut nomor, yaitu berdasarkan nomor pasien masuk
(admission number).
Menurut Buku Petunjuk Teknis Penyelenggaraan Rekam Medis
Rumah Sakit, (1991) ada 3 (tiga) macam sistem pemberian nomor
pasien masuk (admission numbering system) yang umum dipakai
yaitu :
a) Pemberian nomor cara seri (serial numbering system)
Dengan sistem ini setiap pasien mendapat nomor
baru setiap kujungan ke rumah sakit. Jika pasien berkunjung
lima
kali, mendapat lima nomor yang berbeda. Semua nomor
yang diberikan kepada pasien tersebut harus di catat pada
Kartu Indeks Utama Pasien (KIUP) pasien yang
bersangkutan. Rekam medisnya disimpan diberbagai tempat
sesuai nomor yang telah diperoleh.
b) Pemberian nomor cara unit ( unit numbering system)
Sistem ini memberikan hanya satu unit rekam medis
kepada pasien baik pasien tersebut berobat jalan maupun
rawat inap. Pada saat seorang pasien berkunjung pertama
kali ke rumah sakit apakah sebagai pasien berobat jalan
ataupun untuk dirawat, kepadanya diberikan satu nomor
(admitting number) yang akan dipakai selamanya setiap
kunjungan berikutnya, sehingga pasien tersebut hanya
mempunyai satu rekam medis yang tersimpan dibawah satu
nomor.
c) Pemberian nomor cara seri unit (serial unit
numbering system)
Sistem ini merupakan gabungan antara sistem seri dan
sistem unit. Setiap pasien yang berkunjung ke rumah sakit
diberikan satu nomor baru tetapi rekam medisnya yang
terahulu digabungkan dan disimpan di bawah nomor yang
paling baru sehingga terciptalah satu unit rekam medis. Apa
bila satu rekam medis lama diambil dan dipindahkan
tempatnya ke nomor yang baru, di tempat yang lama diberi
tanda petunjuk yang menunjukkan kemana rekam medis
tersebut dipindahkan. Tanda petunjuk tersebut diletakkan
menggantikan tempat rekam medis yang lama.
Dari ketiga macam sistem penomoran berdasarkan
nomor pasien masuk tersebut, pemberian nomor cara unitlah
yang lebih baik digunakan, karena dengan cara ini seorang
pasien hanya memiliki satu nomor setiap kunjungan ke
rumah sakit, dan rekam medisnya baik rawat jalan maupun
rawat inap terkumpul dalam satu map (folder) sehingga
dengan cepat memberikan gambaran yang lengkap mengenai
riwayat penyakit dan pengobatan seorang pasien kepada
rumah sakit maupun staf medis lainnya.

2.1.2 Pelayanan Rawat Jalan
Menurut surat Keputusan Menteri Kesehatan RI no.
560/MENKES/SK/IV/2003 tentang tarif rumah sakit bahwa
rawat jalan adalah pelayanan pasien untuk observasi, diagnosis,
pengobatan, rehabilitasi medik dan pelayanan kesehatan lainnya
tanpa menginap di rumah sakit (Andriani, 2009).
Pelayanan rawat jalan dapat diartikan pelayanan secara
langsung kepada pasien untuk keperluan konsultasi, diagnosa,
terapi dan rehabilitasi yang tidak memerlukan pasien menginap
di rumah sakit (Depkes RI, 1997).
Pelayanan rawat jalan (ambulatory services) adalah salah
satu bentuk dari pelayanan kedokteran. Secara sederhana yang
dimaksud dengan pelayanan rawat jalan adalah pelayanan
kedokteran yang disediakan untuk pasien tidak dalam bentuk
rawat inap. Ke dalam pengertian pelayanan rawat jalan ini
termasuk tidak hanya yang diselenggarakan oleh sarana
pelayanan kesehatan yang telah lazim dikenal seperti rumah
sakit atau klinik, tetapi juga yang diselenggarakan di rumah
pasien (home care) serta di rumah perawatan (nursing homes).
(Azwar,1996)
Pelayanan kesehatan rawat jalan merupakan pelayanan
yang diberikan kepada pasien yang tidak dirawat sebagai pasien
rawat inap di rumah sakit atau institusi perawatan kesehatan
yang menjadi tempat ‘ecounter’. National Committe on Vita
and Health Statistics telah mengadopsi definisi ini untuk
pelayanan
yang dilakukan diberbagai tempat perawatan jalan (Huffman K,
1999).
“Outpatient is a patient who is receiving health care
servise at a hospital without being hospitalized,
institutionalized, and/or admitted as an inpatient ”. Artinya
rawat jalan adalah pasien yang menerima pelayanan
kesehatan di rumah sakit tanpa dirawat di rumah sakit, atau
terdaftar sebagai pasien rawat inap (Ray dan tim, 1996).

2.1.2.1 Ruang Rekam Medis
Ruang rekam medis adalah ruang tempat
penyimpanan rekam medis pasien yang telah selesai
berobat di rumah sakit. Ruang rekam medis berperan
sangat penting di suatu rumah sakit untuk
menghindari dari kehilangan, pencurian, pembocoran isi
rekam medis atau data rumah sakit yang sangat penting.
Di ruang rekam medis petugas rekam medis
bertanggung jawab penuh terhadap kelengkapan dan
penyediaan berkas yang sewaktu-waktu dapat dibutuhkan
oleh rumah sakit, petugas ini harus betul-betul menjaga
agar berkas tersebut tersimpan dan tertata dengan baik dan
terlindung dari kemungkinan pencurian berkas atau
pembocoran isi rekam medis. (Depkes RI, 1991).
2.1.2.2 Perhitungan Kebutuhan Rak Rekam Medis
Fasilitas atau sarana fisik yang perlu di butuhkan
didalam perhitungan kebutuhan rak rekam medis di
rawat jalan berupa :
a) Ruangan.
Ruangan yang digunakan untuk menyimpan
rekam medis harus ber AC dengan suhu yang ideal
yaitu : 22-24 derajat celcius.
b) Alat Penyimpan.
Alat dalam penyimpan rekam medis mempunyai
2 bentuk, adapun dari kedua tersebut berupa :
a. Rak terbuka ( Open Self File Unit )
1. Keuntungan rak rekam medis terbuka yaitu :
harganya murah, petugas lebih cepat dalam
mengambil dan menyimpan rekam medis.
2. Kekurangan rak rekam medis terbuka yaitu :
keamanan kuramg terkjamin, kurang hemat
ruangan, pemeliharaan rekam medis kurang
terjaga.
b. Roll OPack (Mekanis dan elektronik)
1. Keuntungan Roll OPack yaitu: menghemat
temat, keamanan lebih terjaga, pemeliharaan
lebih terjaga, dan lebih mudah.
2. Kekurangan Roll OPack yaitu : harga yang
mahal.

2.2 Landasan Teori
Lokasi ruangan rekam medis harus dapat memberi pelayanan yang
cepat kepada seluruh pasien, mudah dicapai dari segala penjuru dan
mudah menunjang pelayanan administrasi. Alat penyimpanan yang baik,
penerangan yang baik, pengaturan suhu ruangan, pemeliharaan ruangan,
perhatian terhadap faktor kesehatan petugas, bagi suatu ruangan
penyimpanan rekam medis sangat membantu memelihara dan mendorong
kegairahan dan produktivitas pegawai. Ruangan penyimpanan rekam
medis harus memperhatikan beberapa hal sebagai berikut (Dep.kes,
RI
1991):
1. Ruangan harus tetap terang dan sebaiknya menggunakan penerangan
alam yaitu seperti sinar matahai.
2. Ruangan hendaknya terhindar dari serangan hama untuk menghindari
dapat digunakan sodium arsenite, dengan meletakkannya dicelah-
celah lantai.
3. Ruangan penyimpanan rekam medis sebaiknya terpisah dari ruangan
kantor lain untuk menjaga keamanan rekam medis tersebut.
Mengingat bahwa rekam medis sifatnya rahasia, mengurangi dan
menghindari pegawai lain memasuki ruangan sehingga pencurian
rekam medis dapat dihindari.
4. Alat penyimpanan rekam medis yang umumnya menggunakan rak
terbuka (open self file unit). Agar petugas dapat mengambil dan
menyimpan rekam medis lebih cepat.
5. Jarak antara dua buah rak untuk lalu lalang dianjurkan selebar 90 cm
dan jika diletakkan saling berhadapan, maka harus disediakan ruang
lowong paling tidak 150 cm.
6. Factor-faktor keselamatan harus diutamakan pada bagian
penyimpanan rekam medis
2.3 Kerangka Konsep Penelitian
Adapun kerangka kosep penelitian dari tinjaun kebutuhan rak
penyimpanan rekam medis di RSUD H. Moch Ansari Saleh Banjarmasin
tahun 2011.

Input Proses Output

 Rekam  Menghitung  Jumlah kebutuhan rak
medis pasien kebutuhanrak penyimpanan rekam
baru perhari penyimpanan rekam medis dan luas
 Sub rekam medis dan jumlah penyimpanan rekam
medis rawat luas penyimpanan medis rawat jalan.
jalan rekam medis rawat
 Rekam jalan.
medis yang
masih aktif.
 Panjang,
lebar dan
ketebalan Ket : Hasil penelitian yang ingin dicapai
rekam medis.

Gambar 2.1
Kerangka Konsep Penelitian
BAB III
METODE PENELITIAN

3.1 Rancangan Penelitian
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif, yaitu penulis
mengamati sumber penelitian untuk melihat langsung gambaran atau
deskripsi tentang keadaan masalahnya secara objektif, kemudian
menganalisa masalah tersebut dengan apa adanya ( Notoatmodjo 2005 ).
Dengan mengamati kebutuhan rak penimpanan rekam medis rawat jalan di
RSUD Dr. H. Moch. Ansari Saleh Banjarmasin tahun 2011.

3.2 Lokasi dan Waktu Penelitian
3.2.1 Lokasi Penelitian
Lokasi penelitian yang akan teliti oleh peneliti dilaksanakan
dibagian ruang penyimpan rekam medis rawat jalan di RSUD Dr H.
Moch. Ansyari Saleh Banjarmasin Tahun 2011.
3.2.2 Waktu Penelitian
Waktu penelitian dilaksanakan pada bulan Juni-Juli di
RSUD Dr H. Moch. Ansyari Saleh Banjarmasin Tahun 2011.

3.3 Subjek Penelitian
3.3.1 Populasi Penelitian
Populasi adalah keseluruhan objek penelitian atau objek
yang akan diteliti (Notoatmodjo 2005). Dalam penelitian ini
populasi yang digunakan adalah rak dan rekam medis pasien rawat
jalan di RSUD Dr. H. Moch.Ansyari Saleh Banjarmasin Tahun
2011.

3.3.2 Sampel Penelitian
Sampel adalah sebagian yang diambil dari keseluruhan objek
yang akan diteliti dan dianggap mewakili seluruh
populasi
( Notoatmodjo 2005 ). Dalam penelitian ini sampel yang digunakan
adalah rekam medis rawat jalan di RSUD. Dr. H. Moch. Ansyari
Saleh pada tahun 2011.

3.4 Variabel Penelitian dan Definisi Operasional
3.4.1 Variable Penelitian
Variable adalah sesuatu yang digunakan sebagai ciri, sifat,
atau ukuran yang dimiliki atau didapat oleh satuan penelitian
tentang sesuatu konsep pengertian tertentu ( Notoatmodjo 2005 ).
Adapun variable-variabel yang akan di amati oleh peneliti adalah
sebagai berikut :
a. Rak penyimpanan rekam medis.
b. Ruangan penyimpanan rekam medis.
c. Pasien baru.

3.4.2 Definisi Operasional
a. Rak penyimpanan rekam medis adalah tempat untuk menyimpan
rekam medis pasien agar tetap terjaga kerasianya dan juga untuk
mempermudah bagi petugas untuk menyimpan dan mengambil
rekam medis pasien.
b. Ruangan penyimpanan rekam medis adalah ruangan dimana
semua rekam medis baik rawat jalan maupun rawat inap,
disimpan didalam suatau tempat agar keutuhan dan
kerahasiaannya terjaga.
c. Pasien baru adalah seseorang yang baru pertama kali
mengunjungi sebuah rumah sakit yang bertujuan untuk berobat.

3.5 Instrument Penelitian
Instrument Penelitian adalah alat-alat yang digunakan
untuk pengumpulan data ( Notoatmodojo, 2010 ). Maka instrument yang
akan di
gunakan dalam penelitian di RSUD Dr. H. Moch. Ansari Saleh Banjarmasin
Tahun 2011 adalah :
a. Pedoman Observasi
b. Pedoman Wawancara.

3.6 Teknik Pengumpulan Data
Pengumpulan data yang dibutuhkan untuk penulisan karya tulis
ilmiah ini dilakukan dengan cara sebagai berikut.
3.6.1 Pengamatan (Observasi)
Metode observasi adalah suatu prosedur yang berencana antara
lain meliputi pengamatan dan mencatat jumlah serta taraf aktivitas
tertentu yang ada hubungannya dengan masalah yang
diteliti ( Notoatmodjo, 2005 ). Adapaun secara sistematis terhadap
kegiatan yang berhubungan dengan masalah yang akan
diteliti yaitu kebutuhan rak rekam medis rawat jalan di RSUD
Dr. H. Moch. Ansari Saleh Banjarmasin Tahun 2011.
3.6.2 Wawancara (Interview)
Wawancara yaitu suatu metode yang dipergunakan untuk
mengumpulkan data, dimana peneliti mendapatkan keterangan
secara lisan dari seseorang sasaran penelitian dengan harapan
memperoleh data yang diperlukan (Notoatmodjo, 2005).
Dalam penelitian ini, penelitian melakukan pengumpulan data
secara langsung yaitu wawancara dengan petugas yang terkait
dengan harapan memperoleh data yang lebih rinci mengenai
masalah yang terdapat pada kebutuhan rak rekam medis rawat jalan
di RSUD Dr. H. Moch. Ansari Saleh Banjarmasin.
3.7 Teknik Analisa Data
Data dalam penelitian ini dianalisa secara deskriptif, adalah
memaparkan hasil penelitian apa adanya dan membandingkan dengan teori
yang kemudian diambil kesimpulan. Dalam penelitian ini, teknik
pengolahan data secara analisis univariat yang dilakukan terhadap
tiap
variable dari hasil penelitian, yang bertujuan untuk menjelaskan setiap
variabel penelitian ( Notoatmodjo,2005 ). Adapun cara
penyajian data dalam penelitian ini adalah penyajian dalam bentuk teks,
yang mana penyajian data hasil penelitian dalam bentuk uraian kalimat (
Notoatmodjo
2005 ).

3.8 Prosedur penelitian
3.8.1 Tahap Persiapan Penelitian
Pada tahap persiapan ini, penelitian dimulai dengan peneliti
meminta surat ijin penelitian dari akademik, sebagai persyaratan
dalam penelitian dan mempersiapkan judul serta mengajukan
kepada rumah sakit. Setelah pihak rumah sakit membalas
surat ijin penelitian dan menyetujui judul peneliti, selanjutnya
peneliti melakukan studi pendahuluan pada bulan april 2011 dengan
melakukan pengamatan ( observasi ) di unit kerja rekam medis
( UKRM ) khususnya di tempat penyimpanan rekam medis rawat
jalan dan wawancara langsung dengan petugas rekam medis RSUD
Dr. H. Moch. Ansari Saleh Banjarmasin. Dalam studi pendahuluan
tersebut maka diperoleh beberapa informasi mengenai permasalahan
atau kendala yang biasanya terjadi di tempat penyimapanan rekam
medis rawat jalan.

3.8.2 Tahap Pelaksanaan Penelitian
Pada tahap pelaksanaan ini, peneliti mulai melakukan
penelitian dengan cara pengumpulan data. Adapun kegiatan-
kegiatan yang dilakukan peneliti dalam penelitian tersebut yaitu
berupa studi pendahuluan, wawancara, pengamatan ( observasi ).
3.8.3 Tahap Akhir Penelitian
Pada tahap ini peneliti mengolah beberapa data yang
telah didapat untuk kemudian disusun menjadi sebuah laporan
peneliti.
3.9 Jadwal Penelitian
Penelitian dilakukan dari bula Juni sampai dengan bulan Juli 2011.
Rencana penelitian ini di sajikan dalam tabel yaitu sebagai berikut :

Tabel 3.1
Jadwal kegiatan pelaksanaan penelitian
di RSUD Dr. H. Moch Ansari Saleh Banjarmasin 2011

Bulan
No Kegiatan
April Mei Juni Juli
1. Studi Pendahuluan

2. Identifikasi Masalah
Penyusunan
3.
Proposal KTI
4. Pengumpulan Data
5. Pengolahan Data

6. Analisis Data

7. Penyusunan KTI

3.10 Keterbatasan dan Kelemahan Penelitian
3.10.1 Keterbatasan Penelitian
Dalam penelitian ini, masalah yang akan diteliti hanya
pada “Tempat penyimpanan rekam medis rawat jalan di RSUD Dr.
H. Moch. Ansari Saleh Banjarmasin tahun 2011”.

3.10.2 Kelemahan Penelitian
Dalam penelitian ini, kelemahan dari peneliti yaitu hanya
meneliti di satu tempat yaitu di tempat penyimpan rekam
medis rawat jalan RSUD Dr. H. Moch. Ansari Saleh Banjarmasin
tahun
2011.
BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil Penelitian
4.1.1 Gambaran Umum RSUD H. Moch Ansari Saleh Banjarmasin
Rumah Sakit Umum Daerah Dr. H. Moch. Ansari Saleh
Banjarmasin yang semula adalah Rumah Sakit Jiwa Pusat
Banjarmasin berubah menjadi Rumah Sakit Dr. H. Moch. Ansari
Saleh, sesuai dengan Peraturan Daerah Provinsi Kalimantan Selatan
Nomor 8 Tahun 2001, Tanggal 8 Nopember 2001, Tentang
perubahan nama Rumah Sakit Jiwa Pusat Banjarmasin menjadi
Rumah Sakit Dr. H. Moch. Ansari Saleh, dan Peraturan Daerah
Provinsi Kalimantan Selatan Nomor 18 Tahun 2001, tanggal 8
Nopember 2001, tentang Pembentukan Organisasi dan Tata Kerja
Rumah Sakit Dr. H. Moch. Ansari Saleh Banjarmasin.
Berdasarkan Peraturan Daerah Provinsi Kalimantan Selatan
Nomor 6 Tahun 2008, Tanggal 15 April 2008, Tentang Pembentukan
Organisasi dan Tata Kerja Perangkat Daerah Provinsi Kalimantan
Selatan sebagai satuan kerja perangkat Daerah yang berfungsi
sebagai Unit Pelaksana Teknis ( UPT ).
Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan yang
menyelenggarakan upaya pelayanan kesehatan seperti peningkatan,
pencegahan, pengobatan dan pemulihan dibidang kesehatan umum
dan kesehatan lainnya dan sebagai Rumah Sakit Rujukan Kota
Banjarmasin Kabupaten Batola serta wilayah sekitarnya mengingat
bahwa telah ditetapkan Rumah Sakit Dr. H. Moch. Ansari Saleh
Banjarmasin sebagai Rumah Sakit Umum Daerah Kelas B oleh
Menteri Kesehatan Republik Indonesia melalui Surat Keputusan
Nomor : 372 / Menkes / SK / IV / 2008, pada tanggal 15 April 2008
maka dengan Moto pelayanan kesehatan prima andalan kami Rumah
Sakit Umum Daerah Dr. H. Moch. Ansari Saleh Banjarmasin
menyelenggarakan pelayanan dengan :
a) Menyediakan fasilitas pelayanan kesehatan terdepan yang
terjangkau oleh masyarakat menegah kebawah
pengembangan psilitas yang ditargetkan dapat menampung
pelayanan VIP yang diharapkan ada sedikit menggeser
segmentasi pasar yang tidak hanya berkatat pada masyarakat
menengah kebawah, tetapi juga menengah keatas.
b) Mengutamakan kenyamanan atau keselamatan pasien
melalui keramahan pelayanan, kecepatan atau kelancaran
pelayanan serta kebersihan sarana dan prasarana
dilingkungan Rumah Sakit.

Selain menyelenggarakan pelayanan kesehatan bagi
masyarakat umum, Rumah Sakit juga memberikan pelayanan
kesehatan seperti Program Jaminan Kesehatan Masyarakat
(Jamkesmas), Program Askes PNS (Askes Sosial), Program
Jamsostek maupun Asuransi Sosial lainnya.
Rumah Sakit ini juga dijadikan sebagai lahan praktik bagi
mahasiswa Kedokteran maupun sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan,
Poltekes, Akademi Keperawatan, Akademi Kebidanan Negeri
maupun swasta dari Kalsel dan Kalteng.
Untuk meminimalkan pandangan masyarakat terhadap pasien-
pasien jiwa, maka sejak tahun 2002 dilakukan relokasi pelayanan
jiwa atau dilakukan pemisahan dalam pelayanan kesehatan Secara
umum sarana dan prasaranan pada Rumah Sakit terdiri dari :
Pelayanan kesehatan jiwa dan umum. Pelayanan kesehatan jiwa
dilakukan secara terpisah berada di bagian belakang dan pelayanan
umum di bagian depan, disamping meminimalkan akses pasien jiwa
berhubungan dengan pasien umum. Dari upaya tersebut banyak
memberikan manfaat terhadap perubahan pandangan
masyarakat terhadap pelayanan Rumah Sakit saat ini.
Visi, Misi dan Motto RSUD. H. Moch. Ansari Saleh
Banjarmasin adalah :
a. Visi
Pusat Rujukan Penyakit Neurology, Infeksfi dan Tropical
Diseases..
b. Misi
1) Mengembangkan pusat pelayanan rujukan penyakit
syaraf, infeksi dan penyakit tropik sebagai pelengkap
pelayanan Rumah Sakit di Provinsi Kalimantan Selatan.
2) Mengembangkan aspek pendidikan medik dan kesehatan
bagi tenaga-tenaga medik kesehatan provinsi Kalimantan
Selatan.
3) Membantu meningkatkan indikator kesehatan provinsi
Kalimatan Selatan.
4) Meningkatkan kesejahteraan pegawai.
c. Motto
Pelayanan Kesehatan Prima Andalan Kami.

4.1.2 Gambaran Umum Unit Rekam Medis RSUD H. Moch Ansari
Saleh Banjarmasin
Pelayanan rekam medis adalah pelayanan yang menyediakan
informasi yang dibutuhkan oleh manajemen rumah sakit untuk
memudahkan pengelolaan rumah sakit. Pelayanan rekam medis
terdiri dari sistem diluar maupun di dalam Unit Rekam Medis
(URM). Sistem yang berada di luar unit rekam medis adalah Tempat
Pendaftaran Pasien Rawat Jalan (TPPRJ), sedangkan sistem di
dalam Unit Rekam Medis (URM), merupakan sistem yang
mengumpulkan dan mengolah data sampai tersusunnya laporan,
sistem yang berada
dalam Unit Rekam Medis (URM) terdiri dari urusan
Assembling, Filing, Coding, Indexing, Analising, Reporting.
Struktur orgasnisasi Rekam Medis di RSUD Dr. H. Moch.
Ansari Saleh Banjarmasin di kepalai oleh Kepala Sub Bagian
Rekam Medis. Dalam melaksanakan tugasnya, Kepala Sub Bagian
Rekam Medis dibantu oleh :
1. Koordinator analisa kelengkapan rekam medis beserta klaim
rawat jalan dan rawat inap.
2. Koordinator pelaksana penerimaan / pencatatan data pasien baru.
3. Pelaksana pengambilan dan penyimpanan rekam medis rawat
jalan dan rawat inap.
4. Koordinator pelaksana penerimaan kunjungan pasien rawat jalan
jiwa.
5. Koordinator pelaksana pengambilan dan penyimpanan rekam
medis rawat jalan dan rawat inap.
6. Koordinator pelaksana pelaporan data pasien rawat jalan / rawat
inap.
7. Koordinator pelaksana penerimaan kunjungan pasien rawat jalan
umum lama / baru.
8. Pelaksana penerimaan / pencatatan data pasien baru.
9. Coding INA – DRG.
10. Pelaksana entry data pasien rawat jalan.
11. Pelaksana entry data pasien rawat inap.
12. Pelaksana penerimaan kunjungan pasien rawat jalan umum lama.

4.1.3 Rata – Rata Jumlah Pasien Rawat Jalan.
Jumlah pasien baru pada bulan Maret di RSUD H. Moch Ansari
Saleh di peroleh data dasar untuk kebutuhan rak rekam medis
perbulan yang dapat di deskripsikan dalam table 4.1
Table 4.1
Jumlah Pasien Rawat Jalan
di RSUD Dr. H. Moch Asari Saleh Banjarmasin Tahun 2011
Pasien Rawat jalan Jumlah Persen (%)

Pasien Baru 1.257 29,23 %
Pasien Lama 3.052 70,97 %
Total 4.300 100 %
Sumber menurut data sekunder dari laporan kunjungan rawat
jalan per polik / IGD Triwulan I 2011.

Dari table 4.1 dapat diketahui bahwa Jumlah pasien baru rawat
jalan yang ada di RSUD Dr. H. Moch Asari Saleh Banjarmasin pada
bulan Maret 2011 dengan jumlah sebanyak 1.257 pasein, dan Jumlah
pasien lama rawat jalan pada bulan Maret dengan jumlah
sebanyak
3.052 pasein. Dengan itu kita dapat mengetahui rata-rata pasien baru
perharinya dengan menggunakan rumus sebagai berikut :

Rumus = Jumlah kunjungan baru
Jumlah hari buka klinik

= 1.257
26
= 48 Pasien Baru perhari.
 Jadi rata-rata pasien baru rawat jalan yang ada di RSUD Dr.
H. Moch. Ansari Saleh Banjarmasin perharinya pada bulan
Maret 2011 berjumlah 48 pasien.

4.1.4 Ukuran Rekam Medis.
Ukuran rekam medis rawat jalan yang ada di RSUD H. Moch
Ansari Saleh Banjarmasin berdasarkan gambar 4.1.
Gambar 4.1
Ukuran Rekam medis rawat jalan
RSUD H. Moch Ansari Saleh Banjarmasin

Dari gambar 4.1 dapat diketahui bahwa rekam medis rawat
jalan di Rumah Sakit Umum Daerah Dr. H. Moch Ansari Saleh
dengan panjang 30 cm, lebarnya 25 cm dan tebalnya 0,5 cm.
4.1.5 Jumlah Sub Rak Rekam Medis Rawat Jalan.
Berdasarkan hasil pengamatan ( Observasi ) di Tempat
penyimpanan rekam medis rawat jalan yang ada di RSUD Dr. H.
Moch Ansari Saleh Banjarmasin, mempunyai jumlah sub rak rekam
medis rawat jalan dengan jumlah sebanyak 280 sub rak rekam
medis.

Gambar 4.2
Jumlah Sub Rak Rekam Medis Rawat Jalan
di RSUD H. Moch Ansari Saleh
Banjarmasin.
4.1.6 Luas Ruangan Dan Jumlah Rak Penyimpanan Rekam Medis.
Luas ruangan penyimpanan rekam medis di rawat jalan yang
terdapat di RSUD Dr. H. Moch Ansari Saleh Banjarmasin
mempunyai panjang 6 m dan lebarnya 4 m, jadi luas yang terdapat
ditempat penyimpanan ( Filling ) mempunyai luas 24 m2, dengan
jumlah sebanyak 12 rak rawat jalan, adapun jarak antara dua buah
rak untuk lalu lalang berjarak 60 cm.
Dengan jarak yang sedemikian, maka membuat petugas rekam
medis sulit di dalam melakukan kegiatan berupa pengambilan
maupun penyimpanan rekam medis rawat jalan, di karenakan tempat
lalu lalang yang sempit.
Berdasrakan hasil wawancara dengan petugas di bagian rekam
medis tentang luas maupun jumlah rak penyimpanan rekam medis
rawat jalan.”Apakah luas dan tempat penyimpanan rekam
medis
rawat jalan sudah efektif”

Luas dan tempat penyimpanan disini, yang
sebernarnya sih kurang efektif dikarnakan tempat
penyimpanan rekam medis maupun tempat kerjanya
petugas men jadi satu tempat kan seharusnya tempat
penyimpanannya tersendiri dan tempat kerjanya tersendiri
jua. supaya kerahasian rekam medis pasien itu tejaga lawan
begawi pun para petugasnya enak. Akan tetapi menurut
kami sudah efektif karena tempat yang terbatas.

4.2 Pembahasan.
4.2.1 Ruangan Penyimpanan Rekam Medis
Penelitian ini untuk meninjau kebutuhan rak penyimpanan rekam
medis rawat jalan di RSUD Dr. H. Moch Ansari Saleh Banjarmasin
didalam menghitung jumlah rak maupun luas penyimpanan rekam
medis, sebaiknya terlebih dahulu mengetahui jumlah rata-rata pasein
baru rawat jalan perhari dan jumlah rekam medis yang aktif sehingaga
dapat mengetahui jumlah kebutuhan rak penyimpana rekam medis
rawat jalan dan luasanya.
a. Rerata kunjungan pasien baru rawat jalan per hari.
Dari table 4.1 dapat diketahui bahwa jumlah rata-rata
pasein baru pada bulam Maret tahun 2011 berjumlah 48 orang .

b. Jumlah Rekam Medis Rawat Jalan Yang Aktif.
Tempat penyimpanan rekam medis rawat jalan yang ada
di RSUD Dr. H. Moch Ansari Saleh Banjarmasin terbagi menjadi 3
macam model rak :
1. Tempat penyimpanan rekam medis rawat jalan yang
pertama dengan panjang 5 kesamping dan 5 keatas, adapun
ukurannya 120 cm kesamping dan mempunyai rak rekam
medis rawat jalan sebanyak 5 rak penyimpanan rekam
medis.
Tipe 1 = 5 x 5 = 25 sub
25 sub rak x 240 RM = 6.000 RM
6000 RM x 5 rak = 30.000 RM
2. Tempat penyimpanan rekam medis rawat jalan yang
pertama dengan panjang 4 kesamping dan 5 keatas, adapun
ukurannya 90 cm kesamping dan mempunyai rak rekam
medis rawat jalan sebanyak 4 rak penyimpanan rekam
medis.
Tipe 2 = 4 x 5 = 20sub
20 sub rak x 180 RM = 3.600 RM
6000 RM x 4 rak = 14.400 RM
3. Tempat penyimpanan rekam medis rawat jalan yang
pertama dengan panjang 2 kesamping dan 5 keatas, adapun
ukurannya 120 cm kesamping dan mempunyai rak rekam
medis rawat jalan sebanyak 5 rak penyimpanan rekam
medis.
Tipe 3 = 2 x 5 = 10 sub
10 sub rak x 240 RM = 2.400 RM
2400 RM x 5 rak = 12.000 RM

 Jadi rekam medis rawat jalan yang aktif di RSUD Dr. H.
Moch. Ansari Saleh Banjarmasin berjumlah 56.400
RM.

c. Jumlah Rekam Medis Dalam 5 Tahun Pada Rawat Jalan
Untuk menghitung jumlah rekam medis yang dihasilkan selama
5 tahun adalah sebagai berikut :

Rumus : {(TAHUN x jumlah HARI setahun x pasien RJB) +
∑ Rekam medis yang aktif}
= {(5 x 365 x 48 ) + 56.400}
= {87.600 + 56.400}
= 144.000 RM / 5 tahun

 Jadi jumlah rekam medis rawat jalan yang aktif didalam
5 tahun kedepan berjumlah 144.000 rekam medis.

d. Jumlah Rekam Medis Didalam 1 Rak.
Untuk menghitung rekam medis didalam 1 rak yang
dibutuhkan, maka sebelumnya peneliti harus mengetahui
ukuran dari rak tersebut. Menurut hasil pembahasan maka dapat
di ketahui ukuran rak yang dibutuhkan yaitu terdiri dari 3 sub
kesamping @ 100 cm, dan 7 sub rak keatas – kebawah @ 50 cm.
Dengan ketebalan rata- rata setiap rekam medis rawat jalan
adalah 0,5 cm, maka jumlah
rekam medis dalam 1 rak yang dibutuhkan adalah :

Jumlah RM dalam 1 rak
= ( 7 x ( 100 / 0,5) x 3

= ( 7x 200 ) x 3

= 4.200 RM dalam 1 rak

 Jadi jumlah rekam medis rawat jalan di dalm satu raknya
berjumlah 4.200 RM.
e. Jumlah Rak Rekam Medis Yang Diperlukan
Untuk mengetahui jumlah rak penyimpanan rekam medis
rawat jalan pada saat ini adalah sebagai berikut :

∑ rak yang diperlukan = ∑ RM yang aktif / ∑ RM dalam 1 rak

= 56.400 / 4.200

= 13,42

= 13 rak

f. Sarana dan Prasarana Luas ruang Penyimpanan rekam medis rawat
jalan yang diperlukan di RSUD Dr. H. Moch Ansari Saleh
Banjarmasin :

Table : 4.2
Luas Ruangan Penyimpanan Rekam Medis Rawat Jalan
di RSUD Dr. H. Moch Ansari Saleh Banjarmasin
No Keterangan Jumlah Panjang Lebar Luas
1 Rak penyimpanan rekam 13 3m 0,4 m 16 m2
medis
2 Meja peminjaman 1 1,2 m 0,6 m 0,72 m2
3 Kursi 1 0,5 m 0,5 m 0,25 m2
Total 16,97 m2
Space ruangan (60 % ) 26,98 m2
Total luas ruangan 43,95 m2

Dari table 4.2 dapat disimpulkan bahwa luas ruang
penyimpanan rekam medis rawat jalan yaitu 44 m2 meliputi dengan
panjang 7 m dan lebarnya 6,3 m dan jumlah rak penyimpan rekam
medis rawat jalan sebanyak 13 rak yang berkapasitas 4.200 RM
didalam satu rak, dan juga terdapat meja peminjaman + kursi.

g. Jumlah Rak Rekam Medis Yang Di Perlukan Dalam 5 Tahun.
Metode perhitungan jumlah rak rekam medis menurut
Internasional Federation Of Health Record Organization ( IFHRO )
sebagai berikut :
Rumus :

∑ rak yang diperlukan = ∑ RM dalam 5 tahun / ∑ RM dalam 1 rak

= 144.000 / 4.200
= 34,28
= 34 Rak
 Jadi rak yang diperlukan rekam medis rawat jalan di
dalam 5 tahun kedepan adalah 34 rak

h. Sarana dan prasarana luas ruang penyimpanan rekam medis rawat
jalan yang diperlukan di RSUD Dr. H. Moch Ansari Saleh
Banjarmasin :

Table : 4.3
Luas Ruangan Penyimpanan Rekam Medis Rawat Jalan
di RSUD Dr. H. Moch Ansari Saleh Banjarmasin

No Keterangan Jumlah Panjang Lebar Luas
1 Rak penyimpanan rekam 34 3m 0,4 m 41 m2
medis
2 Meja peminjaman 1 1,2 m 0,6 m 0,72 m2
3 Kursi 1 0,5 m 0,5 m 0,25 m2
Total 41,97 m2
Space ruangan (60 % ) 26,98 m2
Total luas ruangan 68,95 m2
Dari table 4.3 dapat disimpulkan bahwa luas ruang
penyimpanan rekam medis rawat jalan yaitu 69 m2 meliputi dengan
panjang 10 m dan lebarnya 6,9 m dan jumlah rak penyimpan rekam
medis rawat jalan sebanyak 34 rak yang berkapasitas 4.200 RM
didalam satu rak, dan juga terdapat meja peminjaman + kursi.
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 KESIMPULAN
Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh peneliti dari hasil
pengamatan dan pembahasan dapat di ambil kesimpulan bahwa :
1. Jumlah rata – rata pasien baru rawat jalan pada bulan Maret
dengan jumlah sebanyak 48 pasien, sedangkan Jumlah rekam
medis rawat jalan yang aktif di RSUD Dr. H. Moch Ansari Saleh
Banjarmasin dengan jumlah 56.400 RM.
2. Ukuran rekam medis rawat jalan di RSUD Dr. H. Moch Ansari
Saleh Banjarmasin dengan panjang 30 cm, lebar 25 cm, dan
ketebalannya 0,5 cm.
3. luas ruang penyimpanan rekam medis rawat jalan di RSUD Dr. H.
Moch Ansari Saleh Banjarmasin yaitu 44 m2 , dengan jumlah rak
penyimpan rekam medis rawat jalan sebanyak 13 rak. Sedangkan
untuk 5 tahun kedepan membutuhkan rak penyimpanan rekam
medis rawat jalan sebanyak 35 rak dan luas yang di butuhkan 69
m2 .

5.2 SARAN
Dari kesimpulan diatas maka peneliti memberikan saran untuk RSUD Dr.
H. M. Moch Ansari Saleh Banjarmasin adalah sebagai berikut:
1. luas ruangan penyimpanan supaya ditambah agar mempermudah
dalam penambahan rak penyimpanan rekam medis rawat jalan.
2. Untuk menjaga kerahasian rekam medis hendaknya tempat
penyimpanan rekam medis dipisah dengan tepat kerja petugas rekam
medis.
3. Dalam jangka waktu 5 tahun jika dilakukan retensi secara rutin tidak
perlu ada penambahan jumlah rak.
DAFTAR PUSTAKA

. 2008. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia
Nomor.269/MENKES/PER/III/2008 tentang Rekam Medis. Jakarta:
Departemen Kesehatan RI.
, SK Mentri Kesehatan RI No. 983/Menkes/SK/XI/1992 Tentang Rumah
Sakit Umum. Jakarta: Departemen Kesehatan RI.
Departemen kesehatan Republik Indonesia. 1991. Petunjuk Teknik
Penyalenggaraan Rekam Medis Rumah Sakit. Depkes RI. Jakarta.
Departemen kesehatan Republik Indonesia. 1997. Pedoman Pengelolaan Rekam
Medis Rumah Sakit di Indonesia Revisi I. Jakarta: Dirjen Yanmed.
Huffman EK. 1999. Health Information Management. Phisician Record Company
Berwin Lilianis, USA.
Hartono, Bambang, 2010. Promosi Kesehatan di Puskesmas & Rumah Sakit.
Rineka Cipta. Jakarta.
Hatta, Gemala.R 2009. Pedoman Manajemen Informasi Kesehatan di Sarana
Pelayanan Kesehatan. Jakarta : Universitas Indonesia (UI-Press)
Internasional Federation Of Health Record Organization,
Notoatmodjo, S. 2005. Metodologi Penelitian Kesehatan. Rineka Cipta. Jakarta.
Notoatmodjo, S. 2010. Metodologi Penelitian Kesehatan. Rineka Cipta. Jakarta.
Rustiyanto, Ery. 2009. Etika Profesi Perekam Medis & Informasi Kesehatan.
Graha Ilmu. Yogyakarta.