You are on page 1of 10

Penyehatan Tanah dan Pengelolaan Sampah B

Konsep dan Metoda Sanitary Landfill

Disusun Oleh: Kelompok 6

Dwita Indah Sari (P23133115014)

Hasna Nafiah (P23133115018)

Muhammad Ilham (P23133115024)

Silmy Aulia Marhamah (P23133114040)

Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Jakarta II

Tingkat II Jurusan D-IV Kesehatan Lingkungan

2017

Setelah lokasi sanitary landfill yang terdahulu stabil. dan sebagainya (Kusnoputranto. tempat parkir. Sanitary landfill yang baik harus memenuhi persyatatan yaitu tersedia tempat yang luas. tempat rekreasi. tersedia alat-alat besar. diatas timbunan sampah tersebut ditempatkan sampah lagi kemudian ditimbun kembali sampai beberapa lapisan yang terakhir di tutup tanah setebal 60 cm atau lebih (Suryono dan Budiman. Sampah ditimbun secara berlapis sehingga tidak ada sampah yang tampak di permukaan tanah. Dalam metode ini. Dengan demikian. tersedia tanah untuk menimbunnya. pemusnahan sampah dilakukan dengan cara menimbun sampah dengan cara menimbun sampah dengan tanah yang dilakukan selapis demi selapis. 2010). lokasi tersebut dapat dimanfaatkan sebagai sarana jalur hijau (pertamanan). Sistem tersebut memberikan dampak positif antara lain sampah tidak . lapangan olahraga. dimana sampah yang telah ditimbun di TPA (Tempat Pembuangan Akhir) diikuti dengan penimbunan dengan tanah. Semua jenis sampah diangkut dan dibuang ke suatu tempat yang jauh dari lokasi pemukiman. Sanitary landfill adalah sistem pemusnahan yang paling baik. dipadatkan.A. Pengertian Sanitary Landfill Sanitary Landfill adalah suatu sistem pengolahan sampah dengan mengandalkan areal tanah yang terbuka dan luas dengan membuat lubang bertempat sampah dimasukkan kelubang tersebut kemudian ditimbun. sampah tidak berada di ruang terbuka dan tentunya tidak menimbulkan bau atau menjadi sarang binatang pengerat. 1986) Metode Sanitary Landfill merupakan suatu metode pengolahan sampah. Prinsipnya adalah bahwa penaburan lapisan tanah dilakukan setiap hari dengan tebal lapisan sekitar 15 cm di atas tumpukan sampah.

Penyebaran dan pemadatan sampah berlawanan dengan kemiringan. Metode Area Dapat diterapkan pada site yang relatif datar. serta meninggikan tempat rendah (TPA) sehingga dapat dimanfaatkan untuk kepentingan lain. . Setelah pengurugan akan membentuk slope. Metode ini merupakan metode standar pengolahan sampah secara internasional. tidak menjadi sumber penyakit. Ada proses penyebaran dan pemadatan sampah pada area pangurugan dan penutupan sampah setiap hari. Namun.berserakan. Dalam menggunakan sistem tersebut ada beberapa metode yang dapat diterapkan (Tchobanoglous. maka penutupan sampah dilakukan setiap hari. Penutupan sel sampah dengan tanah penutup juga dilakukan setiap hari. untuk menerapkannya diperlukan penyediaan prasarana dan sarana yang cukup mahal. 1993). Sampah membentuk sel – sel sampah yang saling dibatasi oleh tanah penutup. Skema Sanitary Landfill Sistem sanitary landfill merupakan sarana pengurugan sampah ke lingkungan yang disiapkan dan dioperasikan secara sistematis. Gambar 1. B. Metode Sanitary Landfill Secara umum sistem Sanitary Landfill adalah sistem pemusnahan yang paling baik. yaitu : a. tidak menimbulkan bau. Untuk meminimalkan potensi gangguan timbul.

Metode pit/canyon/quarry Memanfaatkan cekungan tanah yang ada (misalnya bekas tambang). Metode Parit d. operasi berikutnya seperti metode area. Digunakan bila air tanah cukup rendah sehingga zone non – aerasi di bawah landfill cukup tinggi (>1. c. Tanah penutup diambil dari tanah galian. dipadatkan dan ditutup harian. Operasi selanjutnya seperti metode area. sampah ditebarkan dalamgalian. Metode Slope/Ramp Sebagian tanah digali. Digunakan untuk daerah datar atau sedikit bergelombang. Gambar 3.5m). Metode parit (trench) Area yang ada digali. . Metode Area b. Sampah kemudian diurug pada tanah. Pengurugan sampah dimulai dari dasar. Gambar 2. Penyebaran dan pemadatan sampah seperti metode area. Setelah lapisan pertama selesai.

cara tersebut dapat berkembang lebih jauh sesuai dengan kondisi yang ada. Tersedia tempat yang luas 2. 2. 4. Tersedia alat – alat besar. Cover atau Cap System Berguna untuk mengurangi cairan akibat hujan yang masuk kedalam landfill. Leachate Collection System Sistem ini dibuat diatas Lining system dan berguna untuk mengumpulkan leachate dan memompa ke luar sebelum leachate menggenang di Lining System yang akhirnya akan menyerap ke dalam tanah. Gas Ventilation System Berguna untuk mengendalikan aliran dan konsentrasi di dalam dengan demikian mengurangi resiko gas mengalir di dalam tanah tanpa terkendali yang dapat menimbulkan peledakan. Secara umum. mengisi cekungan – cekungan. yaitu : 1. sehingga lahan tersebut menjadi baik kembali. 3. Pada awalnya landfilling sampah dilaksanakanpada lahan yang tidak produktif. minimal ada empat aspek penting yang harus dikaji dalam pembuatannya : . misalnya bekas pertambangan. Monitoring System Bisa dibuat didalam atau diluar landfill sebagai peringatan dini kalau terjadi kebocoran atau bahaya kontaminasi di lingkungan sekitar. Leachate yang dipompa keluar melalui sumur yang disebut Leachate Extraction System. Sanitary Landfill terdiri atas beberapa elemen. Persyaratan Sanitary Landfill Syarat sanitary landfill yang baik adalah sebagai berikut : 1. Tersedia tanah untuk menimbunnya 3. Kenyataan di lapangan. Lining System Berguna untuk mencegah atau mengurangi kebocoran leachate ke dalam tanah yang akhirnya bisa mencemari air tanah. C. 5. Dengan demikian terjadi reklamasi lahan. Dalam pembuatan Sanitary Landfill.

Dampak Sanitary Landfill Keuntungan memilih metode Sanitary Landfill : 1. Sampah tidak berserakan 2. Menyebabkan polusi air. Biaya usaha dan investasi usaha rendah 2. 4. produksi metana dari dekomposisi limbah. Sulit menentukan lokasi oleh karena penolakan penduduk dan harga tanah yang naik. dapat memperkecil hama. Dampak positif dari Sanitary Landfill yaitu : 1. D. seleksi lokasi Lokasi yang ditentukan haruslah mempunyai topografi dan kondisi tanah yang mendukung. Meninggikan tempat rendah (TPA) 5. Jika dirancang dan dioperasikan dengan baik. 3. 1. 3. yaitu 60% gas metana (CH4) dan 35% gas karbondioksida (CO2). Tidak menjadi sumber penyakit 4. 2. Pertama. dll. Kerugian memilih Sanitary Landfill : 1. 4. Gas metan yang dihasilkan dapat digunakan sebagai bahan bakar 5. 2. ada juga gas lain yaitu H2S. Kandungan air sampahnya rendah 6. serta lingkungan setempat yang sesuai dengan kriteria. Dapat digunakan untuk reklamasi meningkatkan submarginal daratan. permasalahan polusi air 4. 5. dapat menimbulkan bahaya kebakaran atau resiko ledakan material. metode sanfil Hal ini berkaitan dengan bentuk lahan. Membawa limbah / sampah ke lokasi yang jauh memerlukan biaya mahal. Tidak menimbulkan bau 3. karbonmonoksida (CO). acsthetic. Keempat. Dapat merosot menjadi tempat sampah terbuka jika tidak dirancang dan diatur dengan baik. Ketiga. Agar efektivitas pemakaian lahannya tinggi. maka rencana operasi harus dibuat dengan terperinci. Kedua. Bau berkurang dan terjauh dari lingkungan masyarakat . Memerlukan lokasi yang sangat luas. Dapat memasuki operasi dalam waktu singkat 3. Dapat menerima berbagai macam sampah 6. polusi udara. amoniak (NH3). aliran gas dan lindi Gas yang dihasilkan tersebut bisa dibiarkan lepas ke udara atau ditampung untuk dimanfaatkan energinya. produksi gas dan lindi Kecuali gas yang dominan. penyakit.

tikus dan lainnya. 5. Sungai dan pipa air minum mungkin teracuni karena bereaksi dengan zat – zat atau polutan sampah. Lahan yang luas akan tertutup oleh sampah dan tidak dapat digunakan untuk tujuan lain. 2. akan mudah meledak. dimana A = volume sampah yang akan dibuang E = tingkat pemadatan (kg/m3) rata-rata 600 kg/rn3 T = Ketinggian timbunan yang direncanakan (m) 15 % rasio tanah penutup Kebutuhan luas lahan adalah H=LxIxJ Keterangan . E.15 T Keterangan : L = luas lahan yang dibutuhkan setiap tahun (m2) V = Volume sarnpah yang telah dipadatkan (m3/hari) V = A x E. 2. 4. Gas yang dihasilkan dalam proses penguraian akan terperangkap didalam tumpukan sampah dapat menimbulkan ledakan jika mencapai kadar dan tekanan tertentu.1994 tentang tata cara pemilihan lokasi TPA) Ditinjau dan daya tampung lokasi yang digunakan untuk TPA sebaiknya dapat menampung pembuangan sampah minimum selama 5 tahun operasi. Menyebabkan kondisi gas masuk kedalam rumah dan mencemari lingkungan sekitar. Perencanaan kebutuhan luas lahan dan kapasitas TPA (SNI 03-3241. Dapat menjadi bibit penyakit seperti lalat. Perhitungan awal kebutuhan lahan TPA per tahun adalah sebagai berikut : L = V x 300 x 0. Merupakan tempat yang menarik bagi berbagai binatang (tikus.70 x 1. 3. Merupakan sumber dan tempat perkembangbiakan organisme penyebar penyakit. Penyumbatan badan air. Masalah – masalah lain yang mungkin dapat timbul akibat landfill yang tidak terkontrol adalah sebagai berikut : 1. 7. 3. Jika Hidrogen Sulfida (H2S) yang berbau busuk tertimbun cukup banyak. Dampak negatif dari Sanitary Landfill yaitu : 1. anjing liar) 6. 4. Cairan yang dihasilkan akibat proses penguraian (leachate) dapat mencemari sumber air. Mencemari lingkungan sekitar apabila sampah tersebut sudah tertimbun.

2 Massa jenis sampah (beberapa penelitian) = 250 m3/kg Tinggi akhir timbunan sampah =5m Tabel 4.750 29. Lahan urug yang direncanakan dengan metode sanitary landfill.750 31.066 2014 68.70 x 1. sarana jalan dan lahan urug.548 713.413 10 662.665 740.455 687. bangunan daur ulang.559 18889.293 17073.560 0.074 2017 75. zona penyangga (buffer zone). Data perhitungan: Faktor pemadatan di TPA (studi literatur berkisar 0.250 28.5 Luas TPA Yang Dibutuhkan Menurut Persamaan DPU Volume Berat Volume Tinggi Akhir Luas Sampah Sampah di Sampah Timbunan Diurug Lahan Yang Sampah Tahun (m3/hari) Urug Dipadatka (m) (m2) (Ha) (kg/hari) n (m3/hari) 2013 65.071 2016 73.596 18399 30.483 760.024 0.750 Kg/hari Volume sampah yang dipadatkan = 600 kg/m3 = 31.2 Contoh Perhitungan Luas Tanah untuk Sanitary Landfill Tempat Pemrosesan Akhir Sampah Kota Chille memiliki luas 7 Ha.069 2015 70. kolam pengolahan lindi.584 0.H = Luas total lahan (m2) L = Luas lahan setahun I = umur lahan (tahun) J = ratio luas lahan total dengan luas lahan efektif 1.188 0.076 Total 3563.483 V x 300 Luas yang dibutuhkan = x 0. bangunan cuci kendaraan. drainase.356 Contoh perhitungan: 18889.314 0.15 x 1 ∙ 10−4 T . sumur uji. timbangan.60-0.915 17728. bangunan pengomposan.67 0.65 ton/m3) = 600 kg/m3 Rasio luas lahan total dengan luas lahan efektif = 1.792 16448 27. Kebutuhan lahan TPA meliputi kantor.

15 x 1 ∙ 10−4 108 = 0. Kebutuhan luas lahan akan bertambah apabila dilihat berdasarkan volume lahan yang ada sesuai dengan topografi setempat.427 Ha Jadi.scribd. 31.483 x 300 = x 0.427 Ha.076 Ha Luas Total TPA yang dibutuhkan = (0. Luas total TPA Kota Chille yang dibutuhkan selama 5 tahun (2013-2017) adalah 0.70 x 1.com/document/261714109/Pengelolaan-Sampah-dengan-metode- Sanitary-Landfill . Daftar Pustaka SNI 03-3241.356) Ha x 1.1994 tentang tata cara peinilihan lokasi TPA https://www.2 = 0.

id/1866/6/2012-2-13201-811408071-bab2-23012013051701.http://repository.ac.usu.ac.id/bitstream/handle/123456789/20777/Chapter %20II.jsessionid=5F6E8812907C6D76ECA63C02A558E022?sequence=4 http://eprints.pdf .pdf.ung.