You are on page 1of 2

PEMERIKSAAN PENUNJANG GIZI BURUK

1. Pemeriksaan Laboratorium

a. Pada pemeriksaan darah meliputi Hb, albumin, globulin,
protein total, elektrolit serum, biakan darah
b. Profil lipid (lipid total, trigliserida, kolesterol, LDL, HDL)

2. Pemeriksaan urine (Pemeriksaan urine meliputi urine lengkap dan
kulture urine)
3. Uji faal hati
4. EKG
5. X foto paru
6. Pemeriksaan radiologis: usia tulang, osteoporosis / osteomalsia
7. Pemeriksaan antropometris: BB, TB, BB/TB, LLA, LK

Pemeriksaan Laboratorium
Pada pemeriksaan laboratorium, anemia selalu ditemukan terutama
jenis normositik normokrom karena adanya gangguan sistem
eritropoesis akibat hipoplasia kronis sum-sum tulang di samping
karena asupan zat besi yang kurang dalam makanan, kerusakan hati
dan gangguan absorbsi. Selain itu dapat ditemukan kadar albumin
serum yang menurun. Pemeriksaan radiologis juga perlu dilakukan
untuk menemukan adanya kelainan pada paru.

Pemeriksaan ini meliputi kaidah pemeriksaan laboratorium
klinis secara umum. Berupa pemeriksaan metabolit abnormal,
perubahan aktivitas enzim, komponen darah atau fungsi fisiologis
yang tergantung dari zat gizi tertentu (Gibson,2005), yaitu:

1. Pemeriksaan status protein yang digunakan untuk penilaian
status nutrisi : kadar albumin serum dengan nilai normal 3,5-5,0
gr/dl

2. Transferin Serum dengan nilai normal > 200 mg/dl

3. Fungsi imunitas ; hitung limfosit total (%limfosit x sel darah
putih)/100 dengan nilai normal diatas 1500 sel/mm2

4. Pemeriksaan lain: Gula darah (BSS), profil lipid
(kolesterol,triglyserid,LDL dan HDL), fungsi ginjal (ureum, kreatinin),
fungsi hati (sgot,sgpt, bilirubin,gama gt dan alkalin fosfatase), fungsi
tulang, otot dan sendi (asam urat, ASTO,CRP dan Rematic Factor)
Pemeriksaan penunjang status gizi lainnya dengan foto rontgen, CT
scan, MRI dan USG.

Jaringan tubuh yang digunakan antara lain: darah.pre-obes. Uji biokimiawi yang penting ialah pemeriksaan kadar hemoglobin.marasmus. Ada dua jenis protein. pemeriksaan apusan darah untuk malaria. . yang layak dijadikan parameter penentu status gizi. pemeriksaan protein. Pemeriksaan tinja cukup hanya pemeriksaan occult blood dan telur cacing saja. chronic energy deficiency Pemeriksaan biokimia adalah pemeriksaan spesimen yang diuji secara laboratoris yang dilakukan pada berbagai macam jaringan tubuh. viseral dan somatik. tinja dan juga beberapa jaringan tubuh seperti hati dan otot.Diagnosa kerja pada kelainan nutrisi yaitu Status Gizi Antropometrik : obesitas. kwarshiorkor. urine.