You are on page 1of 15

STEP 1

   Unfamiliar words
1. Rodamin B
- Rodamin b : Rhodamin B adalah salah satu zat pewarna
sintetis yang biasa digunakan pada industri tekstil dan kertas.
Zat ini ditetapkan sebagai zat yang dilarang penggunaannya
pada makanan melalui Menteri Kesehatan (Permenkes)
No.239/Menkes/Per/V/85.
- Rhodamin B adalah pewarna sintetis yang berasal dari
metanlinilat dan dipanel alanin yang berbentuk serbuk kristal
berwarna kehijauan, berwarna merah keunguan dalam bentuk
terlarut pada konsentrasi tinggi dan berwarna merah terang
pada konsentrasi rendah. Rhodamin B sering diselahgunakan
untuk pewarna pangan (kerupuk,makanan ringan,es-es dan
minuman yang sering dijual di sekolahan) serta kosmetik
dengan tujuan menarik perhatian konsumen.
 Keywords
- Makanan (terasi)
- Bahan kimia
- Zat berbahaya
- Pewarna bahaya

STEP 2

1. Klasifikasi zat pewarna makanan !
2. Dampak rodamin b dalam tubuh !
3. Bagaimana ciri-ciri makanan yang mengandung rodamin b ?
4. Definisi Xenobiotik !
5. Proses Metabolisme Xenobiotik
6. Organ apa saja yang berperan dalam metabolism xenobiotic ?

STEP 3

 Klasifikasi pewarna makanan

yang terlarut dalam lipid. cabe merah. 4. Namun sering sekali terjadi penyalahgunaan pemakaian pewarna untuk sembarang bahan pangan. tomat. Mioglobulin dan hemoglobin. daun pandan. . 2. berasal dari hewan maupun tanaman antara lain. dan Rhodamin B. biru violet biasanya terdapat pada bunga.Pewarna alami Pada pewarna alami zat warna yang diperoleh berasal dari hewan dan tumbuh-tumbuhan seperti : caramel. Warna pigmen anthosianin merah. merah orange. Anthosiamin dan anthoxanthim. sehingga sering disebut zat warna hijau daun. coklat. daun suji. 2006). Pada pembuatan zat pewarna organik sebelum mencapai produk akhir. Jenis- jenis makanan jajanan yang ditemukan mengandung bahan-bahan .Pewarna Buatan Di Negara maju.Berdasarkan sumbernya zat pewarna dibagi dalam dua golongan utama yaitu pewarna alami dan pewarna buatan. suatu zat pewarna buatan harus melalui perlakuan pemberian asam sulfat atau asam nitrat yang seringkali terkontaminasi oleh arsen atau logam berat lain yang bersifat racun. buah-buahan dan sayur-sayuran. Klorofil. Bahan tambahan pangan yang ditemukan adalah pewarna yang berbahaya terhadap kesehatan seperti Amaran. yaitu zat warna alami hijau yang umumnya terdapat pada daun. Karotenoid. yaitu zat warna merah pada daging. dan kunyit. Jenis-jenis pewarna alami tersebut antara lain : 1. Methanyl Yellow. Auramin. yaitu kelompok pigmen yang berwarna kuning. atau terbentuk senyawa-senyawa baru yang berbahaya (Cahyadi. wortel. misalnya zat pewarna tekstil dan kulit untuk mewarnai bahan pangan. harus melalui suatu senyawa dulu yang kadang-kadang berbahaya dan seringkali tertinggal dalam hal akhir. orange. 3. .

Bila klorin dihirup pada konsentrasi di atas 30ppm. klorin mulai bereaksi dengan air dan sel-sel yang berubah menjadi asam klorida (HCl) dan asam hipoklorit (HClO). kerupuk. 2005). dapat mengakibatkan gangguan fungsi hati hingga kanker hati (Syah et al. kue basah. es cendol. Senyawa radikal adalah senyawa yang tidak stabil. Dalam struktur Rhodamin kita ketahui mengandung klorin (senyawa halogen). bakpau. saus. Klorin sendiri pada suhu ruang berbentuk sebagai gas. Beberapa sifat berbahaya dari Rhodamin B seperti menyebabkan iritasi bila terkena mata.  Dampak rodamin b dalam tubuh Penggunaan Rhodamine B dalam produk pangan dilarang karena bersifat karsinogenik kuat. Efek toksik klorin berasal dari kekuatan mengoksidasinya. Ketika digunakan pada tingkat tertentu untuk desinfeksi air. sifat halogen adalah mudah bereaksi atau memiliki reaktivitas yang tinggi maka dengan demikian senyawa tersebut karena merupakan senyawa yang radikal akan berusaha mencapai kestabilan dalam tubuh dengan berikatan dengan senyawa- senyawa dalam tubuh kita sehingga pada akhirnya akan memicu kanker pada manusia. Penyebab lain senyawa ini begitu berbahaya jika dikonsumsi adalah senyawa tersebut adalah senyawa yang radikal.2007). tahu. mie dan manisan (Yuliarti. Sifat dasar klorin sendiri adalah gas beracun yang menimbulkan iritasi sistem pernafasan. meskipun reaksi klorin dengan air sendiri tidak mewakili bahaya utama bagi kesehatan . berbahaya ini antara lain sirup. menyebabkan kulit iritasi dan kemerahan bila terkena kulit hampir mirip dengan sifat dari Klorin yang seperti disebutkan di atas berikatan dalam struktur Rhodamin B. pisang goring.

muntah. Jika terkena kulit dapat menimbulkan iritasi pada kulit. sehingga tampak menarik bila produk pangan dalam bentuk larutan/minuman warna merah berpendar. Sedangkan bahaya jangka panjangnya adalah kanker. 4. udem pada kelopak mata. 3. Muncul rasa gatal di tenggorokan setelah mengonsumsinya. 4. 6. sakit perut. Banyak memberikan titik-titik warna karena tidak homogen (misalnya pada kerupuk. Ada sedikit rasa pahit (terutama pada sirop atau limun). Jika tertelan dapat menimbulkan gejala keracunan dan air seni berwarna merah atau merah muda. manusia. mata kemerahan. 5. Warna tidak pudar akibat pemanasan (akibat digoreng atau direbus). 3. Jika terkena mata dapat menimbulkan iritasi pada mata. 2. Harganya Murah . Warna kelihatan cerah (merah menyala). bahan-bahan lain yang hadir dalam air dapat menghasilkan disinfeksi produk sampingan yang dapat merusak kesehatan manusia. Tanda-tanda dan gejala akut bila terpapar Rhodamin B : 1. Baunya tidak alami sesuai makanannya. jika terkena akan mennyebabkan iritasi pada mata dan kulit manusia. 2. es puter). dan tekanan darah rendah. Klorit yang digunakan sebagai bahan disinfektan yang digunakan dalam kolam renang pun berbahaya.  Ciri-ciri makanan yang mengandung rodamin b Adapun cirinya sebagai berikut : 1. Jika terhirup dapat menimbulkan iritasi pada saluran pernafasan. Bahaya jangka pendek diantaranya adalah mual. 7.

zat kimia tambahan pada makanan (pemanis. xeno artinya asing dan biotik artinya hidup xenobiotic merupakan bahan kimia yang terdapat pada mahlukhidup yang secaranormal tidak ada / tidak di produksi Senyawa dengan konsentrasi yang lebih tinggi dari pada biasanya misalnya obat . seperti Deaktifasi/ aktifasi Sekresi Metabolisme xenobiotik merupakan jalur metabolisme yang mengubah struktur kimai xenobiotik yang merupakan senyawa asing . poluton  Metabolisme Xenobiotik Xenobiotik umumnya tidak larut air. pengawet) dan zat karsinogen lainya Xeno Biotik berasal dari bahasa yunani yaitu xeno dan biotik . sehingga bisa diekskresi Organ yang paaling berperan dalam metabolisme xenobiotik adalah hati Ekskresi xenobiotik melalui empedu dan urine Metabolisme Xenobiotik / biotransformasi / Metabolisme obat tubuh membuang xenobiotik melalui metabolisme xenobiotik . insektisida. sehingga kalau masuk tubuh tidak dapat diekskresi Untuk dapat diekskresi xenobiotik harus dimetabolisme menjadi zat yang larut. Definisi Xenobiotik Xenobiotik berasal dari bahasa Yunani: Xenos yang artinya asing Xenobiotik adalah zat asing yang masuk dalam tubuh manusia Contoh: obat obatan. pewarna.

Reaksi utamanya berupa hidroksilasi yang dikatalis oleh sitokrom p450 atau monooksigenase. reduksi. dan hidrolisis). acetat. oleh enzim Mono oksidase atau Sitokrom P450 Enzim Sitokrom P450 terdapat banyak di Retikulum EndoplasmaFungsi enzim ini adalah sebagai katalisator perubahan Hidrogen (H) pada xenobiotik menjadi gugus Hidroksil (OH) Fase konjugasi yaitu fase mereaksikan xenobiotik yang tidak aktif dengan zat kimia tertentu dalam tubuh menjadi zat yang larut. Terdapat 35-60 jenis . dan hidroksilasi. reduksi. sulfat. dan fase 2 (reaksi konjugasi). glutation atau asam amino tertentu. misal obat . sehingga mudah diekskresi baik lewat empedu maupun urine Zat dalam tubuh yang biasa dipergunakan untuk proses konjugasi adalah: asam glukoronat. sehingga mudah diekresi baik lewat empedu maupun urinefase mereaksikan xenobiotik inaktik dengan zat kimia tertentu dalam tubuh menjadi zat yang larut. a. racun berupajalur biotransformasi atau melalui proses detoksifikasi Metabolisme pada xenobiotik di bagi menjadi 2 fase yaitu fase hidroksilasi dan fase konjugasi Fase hidroksilasi yaitu fase mengubah xenobiotik yang tadinya aktif menjadi tidak aktif ( inaktif )fase mengubah xenobiotik aktif menjadi inaktif. untuk biokimiawi normal suatu organisme . Fase 1 Pada fase 1 terdapat 3 reaksi yaitu reaksi oksidasi. Metabolisme xenobiotik terdiri atas 2 fase utama yaitu fase 1 (terdiri atas reaksi oksidasi.

dan mengaktivasi pro drug.  Berfungsi juga pada metabolisme zat-zat endogen. Sifat:  Berfungsi di fase 1. yaitu: . Tujuan utama dari fase ini adalah mengubah obat menjadi lebih polar sehingga lebih mudah berlanjut ke fase 2. . A menunjukkan sub famili sitokrom.  Sebagian besar bermassa sekitar 55 kDa.  Banyak diproduksi di hati. tetapi terdapat juga di beberapa jaringan tubuh lain. dan dealkilasi. mempengaruhi sekitar 50% obat yang masuk ke tubuh.  Kerjanya dapat diinduksi maupun diinhibisi oleh obat.  Hasil oksidasi produknya menjadi lebih larut air. di mana 1 menunjukkan famili sitokrom. Metabolisme fase 1 ini juga sering disebut dengan reaksi fungsionalisasi. Fungsi: Oksidasi C dan O. dan 1 menunjukkan urutan bagi sitokrom yang memiliki famili dan subfamili yang sama secara acak.  Merupakan hemoprotein.  Dapat menjadi katalisator pada 60 tipe reaksi. seperti: otak. paru. Sitokrom p450 (CYP) Penamaan: CYP1A1. dan usus halus (terutama di bagian mitokondria dan retikulum endoplasma). hal ini disebabkan karena fase ini dapat menginaktivasi obat. seperti: steroid.sitokrom p450. Terdapat beberapa enzim yang bekerja pada metabolisme fase 1.

Glukoronidasi Proses mengkonjugasi xenobiotik sengan asam glukoronat. . . dan glisin). Terdapat 5 fase utama. dengan bantuan enzim glukoronil transferase. Konjugasi Gluthation Xenobiotik elektrofilik yang berpotensi toksik dikonjugasikan dengan Gluthation/ GSH nukleofilik (berupa tripeptida. sistein. seperti: glutamat. Sulfasi Proses mengkonjugasi xenobiotik sengan asam sulfat. b. dengan bantuan enzim sulfotransferase. Fase 2 Metabolisme fase 2 mengkonjugasikan zat hasil fase 1 dengan beberapa senyawa kimia tubuh. METABOLISME XENOBIOTIK  Metabolisme xenobiotik dibagi 2 fase  Fase Hidroksilasi dan Fase Konjugasi . Reaksi ini merupakan reaksi yang paling sering terjadi. arilamin. Asetilasi Setiap individu memiliki perbedaan pada kecepatan asetilator (cepat atau lambat). . Reaksi ini biasanya terjadi pada substrat berupa: alkohol. yaitu: . dan bertujuan agar obat lebih polar dan hidrofilik sehingga lebih mudah diekskresikan. kecepatan asetilator mempengaruhi laju pembersihan obat. Metilasi Beberapa xenobiotik mengalami metilasi yang dikatalisator oleh metil-transferase dengan menggunakan s-adenosilmethionin sebagai donor metil. . dan fenol.

banyak terdapat pada membran retikulum endoplasma sel hati  Pada beberapa keadaan produk hidroksilasi bersifat mutagenik atau karsinogenik  Fase konjugasi → fase mereaksikan xenobiotik inaktik dengan zat kimia tertentu dalam tubuh menjadi zat yang larut. sehingga mudah diekresi baik lewat empedu maupun urine  Fase Hidroksilasi → fase mengubah xenobiotik aktif menjadi inaktif. oleh enzim Mono oksidase atau Sitokrom P450  Enzim Sitokrom P450 terdapat banyak di Retikulum Endoplasma  Fungsi enzim ini adalah sebagai katalisator perubahan Hidrogen (H) pada xenobiotik menjadi gugus Hidroksil (OH)  Reaksi Hidroksilasi oleh enzim Sitokrom P450 adalah sbb:  RH + O2 → R-OH + H2O  Sitokrom P450 merupakan hemoprotein seperti Hemoglobin. sehingga mudah diekskresi baik lewat empedu maupun urine . Fase Hidroksilasi → fase mengubah xenobiotik aktif menjadi inaktif  Fase konjugasi → fase mereaksikan xenobiotik inaktik dengan zat kimia tertentu dalam tubuh menjadi zat yang larut.

meprobamat. tetapi istilah ini tidak semuanya benar. menggunakan enzim glutation S-transferase atau epoksid hidrolase  Xenobiotik yang berkonjugasi dengan GSH adalah xenobiotik elektrofilik (karsinogenik)  Metabolisme xenobiotik kadang disebut proses detoksifikasi. sistein. imunologik dan karsinogenik . acetat. glutation atau asam amino tertentu  Glukuronidasi: proses menkonjugasi xenobiotik dengan asam glukorunat. arilamina. anilin. dengan enzim glukuronil transferase  Xenobiotik yang mengalami glukorunidasi adalah: asetilaminofluoren (karsinogenik). dengan enzim sulfotransferase  Xenobiotik yang mengalami sulfasi adalah: alkohol. sebab tidak semua xenobiotik bersifat toksik  Respon metabolisme xenobiotik mencakup efek farmakologik. fenol dan senyawa steroid  Sulfasi: proses konjugasi xenobiotik dengan asam sulfat. asam benzoat. Zat dalam tubuh yang biasa dipergunakan untuk proses konjugasi adalah: asam glukoronat. glisin) dan biasa disingkat GSH. toksik. yang terdiri dari tripeptida (glutamat. sulfat. fenol  Konjugasi dengan Glutation.

sedang paa obat yang belum aktif → metabolisme xenobiotik fase 1 berfungsi mengubah obat inaktif menjadi aktif RESPON METABOLISME XENOBIOTIK  Respon metabolisme xenobiotik dapat menguntungkan karena metabolit yang dihasilkan menjadi zat yang polar sehingga dapat diekskresi keluar tubuh  Respon metabolisme xenobiotik dapat merugikan karena:  Berikatan dengan makromolekul dan menyebabkan cidera sel .METABOLISME XENOBIOTIK OBAT  Pada metabolisme obat. pada obat yang sudah aktif → metabolisme xenobiotik fase 1 berfungsi mengubah obat aktif menjadi inaktif.

Akan tetapi salah satu atau lebih langkah/jalur metabolism dapat menghasilkan senyawa yang lebih aktif/reaktif daripada senyawa asalnya. Proses metabolism xenobiotik yang merupakan proses multilangkah. Metabolit yang terbentuk umumnya tidak aktif/kurang aktif dibandingkan dengan senyawa asalnya serta mudah diekskresikan.  Berikatan dengan makromolekul menjadi hapten → merangsang pembentukan antibodi dan menyebakan reaksi hipersensitivitas yang berakibat cidera sel  Berikatan dengan makromolekul menjadi zat mutan yang menyebakan timbulnya sel kanker MEKANISME TOKSITAS : AKTIVASI DAN DEAKTIVASI METABOLIK Pada umumnya untuk menimbulkan efek toksik xenobiotik memerlukan proses aktivasi metabolic oleh enzim-enzim yang secara normal ada dalam tubuh. Sebaliknya bila jalur metabolic tersebut menyebabkan . Proses aktivasi metabolic ini merupakan bagian dari proses metabolism xenobiotik.pada umumnya merupakan proses perubahan senyawa yang lipofilik menjadi metabolit yang lebih hidrofilik. Apabila jalur ini menghasilkan senyawa yang kurang toksik disebut sebagai jalur detoksikasi atau jalur deaktivasi.

terbntuknya senyawa yang lebih aktif dinamakan jalur aktivasi (bioaktivasi). Respon akhir mungkin merupakan jejas/luka yang dapat balik (reversible) ataupun perubahan yang tak terbalikkan (irreversible) yang mengakibatkan kematian sel. Walaupun seluruh proses yang menyebabkan kematian sel belum jelas benar. Jalur matabolik utama adanya jalur detoksikasi. Oleh karena kapasitas metabolic terbsar ada di dalam hepar. akan tetapi beberapa element kunci telah diketahui dan setidaknya beberapa tahapan dari suatu seri perubahan seluler telah terungkap. Adanya factor toksikokinetik dan toksikodinamik akan mempengaruhi efek toksik yang timbul. selain metabolit aktif tersebut harus mencapai kadar toksik minimum di dalam organ/jaringan target.dengan sendirinya kapasitas aktivasi menuju metabolit toksik adalah bukan jalur utama (jalur minor). Proses aktivasi metabolic dapat terjadi didalam organ target maupun di luar organ target. Apabila aktivasi metabolok terjadi di luar organ target maka metabolic aktif harus ditransport ke organ target untuk dapat menimbulkan toksisitas. Oleh sebab itu. Oleh sebab itu metabolit aktif yang terbentuk secara kuantitatif dipengaruhi oleh adanya langkah-langkah/jalur yang ada. . Senyawa toksik mampu merusak sel pada organ target dalam berbagai cara.

deatabilisasi lisosomal. Tahapan primer adalah proses yang menyebabkan kerusakan awal. sekunder dan tertier.perubahan struktur dan permeabilitas membrane. Reaksi Alkilasi Reaksi ini dapat terjadi karena adanya senyawa-senyawa/spesies yang kekurangan electron. perubahan sitoskeleton. Tahapan primer dapat berupa peroksidasi lipid. inhibisi enzim aatu ischemia.kerusakan DNA.nekrosis atau neoplasia (timbrell. Pada aras molekuler inisiasi sitotoksisitas/kerusakan sel karena senyawa kimia dapat terjadi melalui berbagai cara (Alvares & Pratt. Tahapan-tahapan proses toksisitas dapat dibedakan menjadi tahapan primer. tahapan sekunder adalah perubahan seluler yang mengikutinya dan tahapan tertier adalah perubahan akhir yang teramati. perubahan kadar Ca.stimulasi apoptosis atau kerusakan endoplasmic reticulum. Hal yang sama juga terjadi dengan adanya senyawa-senyawa yang sangat mudah diubah. pembentukan .misalnya.1990) : 1. Tahapan tertier yang teramati dapat berupa steatosis.degenerasi hidropik. Tahapan sekunder dapat berwujud kerusakan dan hambatan fungsi mitokondrial. Sebagai contoh adalah alkilasi DNA oleh senyawa mutagen golongan alkilnitrosamin dan vinil klorid.deplesi(pengurasan)ATP dan kofaktor lain. perubahan status thiol seluler. menjadi bentuk-bentuk yang kekurangan sepasang electron. interaksi kovalen dengan makromolekul sel.1991).

Terbentuknya Radikal Bebas Adanya radikal bebas dapat menyebabkan peroksidasi lipid dan kerusakan membrane sel. Toksisitas karena oksigen Melalui reduksi oksigen menjadi superoksid (suatu radikal) yang mampu menyerang molekul-molekul yang sensitive atau melalui peroksid yang terbentuk dengan perantaraan enzim dismutase superoksid. 3. 2. Sebagai contoh toksisitas karena oksigen adalah timbulnya fibrosis pulmoner oleh herbisida paraquat. Proses reaksi dengan superoksid dan peroksid tsb di atas dapat berlangsung didalam sel-sel somatic yang mengakibatkan kerusakan jaringan atau inisiasi pertumbuhan tumor ataupun bias terjadi di dalam sel-sel germinatif yang menyebabkan mutasi atau kematian gamet.proses ini membutuhkan oksigen dan menimbulkan serangan peroksidatif pada lipid tidak jenuh. Sebagai contoh adalah hepatotoksisitas karena CCl4 dan iproniazid. . Transformasi berbagai xenobiotik juga diperantai melalui peroksida ini.karbokation dari diol epoksid hidrokarbon aromatic dan ion-ion nitrenium dari amina aromatis.