You are on page 1of 17

BAB I

PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG MASALAH
Tenaga pendidik dalam proses pendidikan memegang peranan strategis terutama dalam
upaya membentuk watak bangsa melalui pengembangan kepribadian dan nilai-nilai yang
diinginkan. Dipandang dari dimensi pembelajaran, peranan pendidik (guru, dosen, pamong
belajar, instruktur, tutor, widyaiswara) dalam masyarakat Indonesia tetap dominan sekalipun
teknologi yang dapat dimanfaatkan dalam proses pembelajaran berkembang amat cepat. Hal ini
disebabkan karena ada dimensi-dimensi proses pendidikan, atau lebih khusus lagi proses
pembelajaran, yang diperankan oleh pendidik yang tidak dapat digantikan oleh teknologi. Fungsi
mereka tidak akan bisa seluruhnya dihilangkan sebagai pendidik dan pengajar bagi peserta
didiknya. Begitu pun dengan tenaga kependidikan (kepala sekolah, pengawas, tenaga
perpustakaan, tenaga administrasi) mereka bertugas melaksanakan administrasi, pengelolaan,
pengembangan, pengawasan, dan pelayanan teknis untuk menunjang proses pendidikan pada
satuan pendidikan.

Sehubungan dengan tuntutan kearah profesionalisme tenaga pendidik dan kependidikan,
maka semakin dirasakannya desakan untuk peningkatan mutu pendidikan pada setiap jenis dan
jenjang pendidikan yang telah menjadi komitmen pendidikan nasional. Isu klasik yang selalu
muncul selama ini ialah : usaha apa yang paling tepat untuk meningkatkan mutu pendidikan
melalui peningkatan mutu pendidik dan tenaga kependidikan? Oleh karenanya penting untuk
memahami terlebih dahulu bagaimana mengelola pendidik dan tenaga kependidikan tersebut.

Manajemen tenaga kependidikan atau manajemen personalia pendidikan bertujuan untuk
mendayagunakan tenaga kependidikan secara efektif dan efisien untuk mencapai hasil yang
optimal, namun tetap dalam kondisi yang menyenangkan. Untuk mewujudkan keseragaman
perlakuan dan kepastian hukum bagi tenaga kependidikan sekolah dasar dalam melaksanakan
tugas dan fungsi, wewenang dan tanggung jawabnya sesuai dengan ketentuan perundang-
undangan yang berlaku.

B. RUMUSAN MASALAH

TUJUAN PENELITIAN Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jawaban atas pertanyaan Bagaimana kinerja tenaga pendidik di PONPES NURUL HAKIM MEDAN melalui para dewan guru. Tanggung jawab yang diemban oleh guru C. Menjadi pengalaman untuk obeservasi selanjutnya BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Dewan guru mengetahui keluh kesah yang dihadapi oleh santri-santri dan juga mengubah hal yang belum sesuai dengan lingkungan sekolah b. Memenuhi tugas (tanggung jawab) dan mendapatkan nilai terhadapat tugas yang telah dibuat ini 2. Menambah wawasan dalam mengerjakan laporan ini 3. dan bantuan dari kepala sekolah?” yang meliputi: 1. melatih. Dewan guru di sekolah dapat melaksanakan kegiatan belajar mengajar yang sesuai dan tepat juga dengan keefektifan di lingkungan sekolah 2. Perencanaan yang dilakukan sebelum pembelajaran dilakukan oleh guru 4. Kegiatan belajar yang dilakukan guru 2. dan bantuan dari kepala sekolah?” D. mengajar. Pengertian guru diperluas menjadi pendidik yang dibutuhkan secara dikotomis tentang pendidikan. Pada bab XI tentang pendidik dan tenaga kependidikan. Dijelaskan pada ayat 2 yakni pendidik merupakan tenaga profesional yang . menilai dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini melalui jalur formal pendidikan dasar dan pendidikan menengah. Guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik. mengarahkan. Sikap atau respons yang diberikan guru 3. membimbing. Untuk Dewan Guru 1. Bedasarkan latar belakang masalah di atas maka dapat dirumuskan masalah penelitian sebagai berikut : “Bagaimana kinerja tenaga pendidik kepala sekolah di PONPES NURUL HAKIM MEDAN melalui para dewan guru. MANFAAT PENELITIAN Manfaat dari penelitian ini adalah : a. Untuk penulis 1. DEFINIS TENTANG TENAGA PENDIDIK/GURU Undang-undang nomor 14 Tahun 2005 tentang guru dan dosen.

mahluk sosial dan mahluk individu yang mandiri. Agar tercapai tingkat kedewasaan mampu berdiri sendiri memenuhi tugasnya sebagai mahluk Tuhan. Moh. Hasil motivasi berprestasi. Drs. Uzer Usman (1996: 15) guru adalah setiap orang yang bertugas dan berwenang dalam dunia pendidikan dan pengajaran pada lembaga pendidikan formal. mata pencahariannya. E. dirasakan manfaatnya bagi masyarakat. melakukan bimbingan dan pelatihan serta melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat terutama bagi pendidik pada perguruan tinggi. Berilmu pengetahuan dan keterampilan dalam menyampaikan serta dapat dipertanggungjawabkan secara didaktis dan metodis. sehat jasmani dan rohani. Husnul Chotimah (2008) Guru dalam pegertian sederhana adalah orang yang memfasilitasi proses peralihan ilmu pengetahuan dari sumber belajar ke peserta didik. Kamus Besar Bahasa Indonesia (1993: 288) guru adalah orang yang pekerjaannya. Dri Atmaka (2004: 17) pendidik adalah orang dewasa yang bertanggung jawab memberikan pertolongan kepada anak didik dalam perkembangan baik jasmani maupun rohaninya. . serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan Pendidikan Nasional. Guru sekolah dasar adalah guru yang mengajar dan mengelola administrasi di sekolah itu. dan profesinya mengajar. Sebagai profesi. Menyediakan kondisi-kondisi yang memungkinkan siswa merasa aman dan berkeyakinan bahwa kecakapan dan prestasi yang dicapai mendapat penghargaan dan perhatian sehingga dapat meningkatkan motivasi berprestasi siswa. 2. yaitu: 1. Ahmadi (1977: 109) pendidik adalah sebagai peran pembimbing dalam melaksanakan proses belajar mengajar. Menurut ketrampilan tertentu yang diperoleh melalui proses pendidikan yang dapat dipertanggungjawabkan. gurumemenuhi ciri atau karakteristik yang melekat pada guru.bertugas merencanakan dan melaksanakan proses pembelajaran. Untuk melaksanakan tugasnya prinsip-prinsip tentang tingkah laku yang diinginkan dan diharapkan dari semua situasi pendidikan adalah berjiwa Pancasila. Memiliki fungsi dan signifikasi sosial bagi masyarakat. Mulyasa (2003: 53) pendidik harus memiliki kualifikasi akademik dan kompetensi sebagai agen pembelajaran.

Perlindungan hukum memang diperlukan terutama secara sosial agar civil effect dari profesi pendidik mendapat pengakuan yang memadai. maka anggota profesi secara perorangan atau kelompok berhak memperoleh imbalan finansial atau material. meningkatnya kualitas pendidik akan mendorong pada peningkatan kualitas pendidikan baik proses maupun hasilnya. 5. Memiliki kompetensi yang didukung oleh suatu disiplin ilmu tertentu (a sytenatic bady of knowledge). 4. hal ini tidak lain karena posisi pendidikan yang sangat penting dalam konteks kehidupan bangsa. Pengembangan profesi Pendidik/Guru Dalam konteks Indonesia dewasa ini. 1. hal ini terlihat dari lahirnya UU No 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. Memiliki kode etik yang dijadikan sebagai satu pedoman perilaku anggota beserta saksi yang jelas dan tegas terhadap pelanggaran kode eti tersebut. namun hal itu tidak serta-merta menjamin . PENGEMBANGAN TENAGA PENDIDIK Tenaga pendidik merupakan profesi yang sangat penting dalam kehidupan suatu bangsa. maka jelas bahwa upaya-upaya untuk terus mengembangkan profesi pendidik (Guru) menjadi suatu syarat mutlak bagi kemajuan suatu bangsa. Pendidik merupakan unsur dominan dalam suatu proses pendidikan.3. Sebagai konsekwensi dari layanan dan prestasi yang diberikan kepada masyarakat. B. sehingga kualitas pendidikan banyak ditentukan oleh kualitas pendidik dalam menjalankan peran dan tugasnya di masyarakat Dengan mengingat hal tersebut. nampak kecenderungan makin menguatnya upaya pemerintah untuk terus mengembangkan profesi pendidik sebagai profesi yang kuat dan dihormati sejajar dengan profesi lainnya yang sudah lama berkembang. Undang-undang ini jelas menggambarkan bagaimana pemerintah mencoba mengembangkan profesi pendidik melalui perlindungan hukum dengan standard tertentu yang diharapkan dapat mendorong pengembangan profesi pendidik.

Oleh karena itu. hal ini disebabkan banyak faktor yang dapat mempengaruhinya. pendidik mesti terus berupaya untuk mengembangkan diri sendiri agar dalam menjalankan peran dan tugasnya dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia bagi kepentingan pembangunan bangsa yang maju dan bermoral sesuai dengan tujuan pendidikan nasional.berkembangnya profesi pendidik secara individu. Dengan demikian. untuk itu pencermatan lingkungan dimana . STRATEGI PENGEMBANGAN TENAGA PENDIDIK/GURU Mengemengembangan profesi tenaga pendidik bukan sesuatu yang mudah. namun pengembangan diri sendiri lebih penting dan strategis dalam upaya pengembangan profesi. namun akan sulit menumbuhkan profesi pendidik dalam pelaksanaan peran dan tugasnya di bidang pendidikan · Pengembangan diri sendiri dapat menjadikan profesi pendidik sadar dan terus memberdayakan diri sendiri dalam meningkatkan kemampuan berkaitan dengan peran dan tugasnya di bidang pendidikan · Pengembangan diri sendiri dapat memberikan kekuasaan keahlian (expert power) pada pendidik. dapatlah difahami bahwa meskipun perlindungan hukum itu penting. sebab dalam konteks individu justru kemampuan untuk mengembangkan diri sendiri menjadi hal yang paling utama yang dapat memperkuat profesi pendidik. namun tidak dapat menjadikan substansi pengembangan profesi pendidik otomatis terjadi · Perlindungan hukum dapat memberikan kekuasan legal (legal power) pada pendidik. C. ini didasarkan beberapa alasan yaitu : · Perlindungan hukum penting dalam menciptakan kondisi dasar bagi penguatan profesi pendidik. sehingga dapat menjadikan pendidik sebagai profesi yang kuat dan penting dalam proses pendidikan bangsa. Oleh karena itu upaya untuk terus memberdayakannya merupakan suatu keharusan agar kemampuan pengembangan diri para pendidik makin meningkat.

pengembangan itu dilakukan menjadi penting. Dalam hubungan ini. maka diperlukan strategi yang tepat dalam upaya menciptakan iklim kondusif bagi pengembangan profesi tenaga pendidik. sementara strategi debirokratisasi dapa dilakukan dengan cara mengurang dan menyederhanakan berbagai prosedur yang dapat menjadi hambatan bagi pengembangan diri tenaga pendidik serta menyulitkan pelayanan bagi masyarakat. situasi kondusif ini jelas amat diperlukan oleh tenaga pendidik untuk dapat mengembangkan diri sendiri kearah profesionilisme pendidik. D. terutama bila faktor tersebut dapat menghalangi upaya pengembangan tenaga pendidik. yaitu : • Strategi perubahan paradigma. khususnya birokrasi pendidikan sering kurang/tidak mendukung bagi terciptanya suasana yang kondusif untuk pengembangan profesi tenaga pendidik. • Strategi debirokratisasi. Bila di pahami tugas Guru tidak hanya harus menguasai satu atau beberapa disiplin keilmuan yang harus dapat diajarkannya. Sebenarnya. FUNGSI TENAGA PENDIDIK/GURU Guru adalah figur seorang pemimpin. faktor birokrasi. Strategi ini dimaksudkan untuk mengurangi tingkatan birokrasi yang dapat menghambat pada pengembangan diri pendidik Strategi tersebut di atas memerlukan metode operasional agar dapat dilaksanakan. bukan dilayani. sehingga peran ideal sebagaimana dituntun oleh peraturan perundang-undangan masih jauh dari terwujud. Strategi ini dimulai dengan mengubah paradigma birokasi agar menjadi mampu mengembangkan diri sendiri sebagai institusi yang berorientasi pelayanan. terdapat beberapa strategi yang bisa dilakukan untuk menciptakan situasi yang kondusif bagi pengembangan profesi pendidik. namun sistem birokrasi kita yang cenderung minta dilayani telah cukup berakar. Dengan mengingat hal tersebut. ia harus juga . Dalam hal ini. birokrasi harus memberikan ruang dan mendukung proses pengembangan profesi tenaga pendidik. jika mengacu pada peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan pendidikan. strategi perubahan paradigma dapat dilakukan melalui pembinaan guna menumbuhkan penyadaran akan peran dan fungsi birokrasi dalam kontek pelayanan masyarakat.

juga membantu mereka untuk dapat menguasai satu dasar kebudayaan yang kuat.undang pendidikan yang merupakan keputusan MPR No. dengan demikian anak harus dilatih dan dibiasakan di sekolah terlebih dahulu. serta mengabdikan diri dalam masyarakat. tidak dapat membentuk anak didik menurut kehendaknya. Ø Pekerjaan guru sebagai suatu profesi. Guru mempunyai kesempatan dan tanggung jawab dalam banyak situasi untuk membimbing anak kearah pemecahan soal. menurut Roestiyah N.cita dan dasar negara kita pancasila Ø Menyiapkan anak menjadi warga negara yang baik sesuai Undang. sehingga suasana pekerjaan penuh dengan rasa kekeluargaan. anak harus berusaha sendiri mendapatkan/ insight timbul perubahan dalam penegtahuan. Ø Guru sebagai perencana kurikulum.K. gurulah yang paling tahu kebutuhan anak. kecakapan dan pengalaman – pengalaman Ø Membentuk kepribadian anak yang harmonis. Ø Guru adalah pembimbing. maka harus menyadari benar. mendapat pendidikan kebudayaan yang mendasar untuk aspek manusiawinya.tugas guru adalah sebagai berikut: Ø Menyerahkan kebudayaan kepada anak didik berupa kepandaian.benar pekerjaannya sebagai suatu profesi.anak setiap hari.. Jadi bagi guru-guru juga perlu diberikan dasar pendidikan umum. Orang yang menjadi guru karena terpaksa tidak dapat bekerja dengan baik. tingkah laku dan sikap. Ø Guru sebagai pemimpin. seorang guru haru dapat mengerjakan urusan tata usaha membuat buku kas. daftar gaji. dan menghadapkan anak. serta dapat mengkoordinasi segala pekerjaan di sekolah secara demokratis. pendidik tidak maha kuasa. Ø Guru adalah pen dihubung antara sekolah dan masyarakat. maka dalam menyusun kurikulum. dan sebagainya. rapor. untuk membawa anak didik kearah kedewasaan. membentuk keputusan. Ø Guru sebagai administrator dan menejer Diamping mendidik. daftar induk. kebutuhan ini tidak boleh di tinggalkan. Anak nantinya kan hidup dan bekerja.anak kepada problem . Didalam proses belajar guru hanya sebagai perantara/ medium.II Tahun 1983 Ø Sebagai perantara dalam belajar. sesuai cita.anak dan masyarakat sekitar. Jadi di samping membiasakan mereka untuk mampu menguasai pengetahuan yang dalam. Guru mengahdapi anak.

nilai hidup. Guru mempunyai kekuasaan untuk membentuk dan membangun kepribadiaan anak didik menjadi seorang yang berguna bagi agama.sedangkan melatih berarti mengembangkan keterampilan – keterampilan pada siswa.nilaiyang berkaitan dengan perbuatan serta akibat. Tugas guru sebagai suatu profesi menuntut kepada guru untuk mengembangkan profesionalitas diri sesuai perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. .Ø Guru sebagai sponsor dalam kegiatan anak. Menurut Wens Tanlain dan kawan.kawan sesungguhnya guru yang bertanggung jawab memiliki beberapa sifat. berani. Mendidik berarti meneruskan dan mengembangkan nilai. Ø Memikul tugas mendidik dengan bebas. dan bangsa dan negara. dan tugas dalam bidang kemasyarakatan.anak.tugas guru sebagai profesi meliputi mendidik. dan mengembangkan serta menerapkannya dalam kehidupan demi masa depan mereka. mengajar. dan perbuatannya dalam rangka membina jiwa dan watak anak didik.akibat yang timbul.misalnya dalm ekstrakurikuler membentuk kelompok belajar dan sebagainya. mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi.hati Ø Takwa terhadap tuhan yang maha esa Tugas seorang guru jika di kelompokkan terbagi menjadi tiga jenis. Guru merupakan profesi / jabatan yang memerlukan keahlian khusus sebagai guru.nilai hidup. nusa. Mengajar berarti meneruskan dan mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi. gembira ( tugas bukan menjadi beban baginya ). yaitu : Ø Menerima dan mematuhi norma. dan melatih anak didik adalah tugas guru sebagai suatu profesi. yakni tugas dalam bidang profesi. dan melatih. Jenis pekerjaan ini tidak dapat dilakukan oleh sembarang orang di luar bidang kependidikan walaupun kenyataannya masih dilakukan orang diluar pendidikan itulah sebabnya jenis profesi ini palin mudah terkena pencemaran. Guru harus bertanggung jawab atas segala sikap dan tingkah laku.nilai kemanusiaan. nilai. Ø Menghargai orang lain termasuk anak didik Ø Bijaksana dan hati. Ø Sadar akan nilai. Guru harus turut aktif dalam segala aktifitas anak. Mendidik. Guru hendaklah dapat membantu anaka didiknya meneruskan dan mengembangkan nilai. Guru adalah sosok arsitektur yang dapat membentuk jiwa dan watak anak didik. mengajar. tugas kemanusiaan.

Menurut WF Connell (1972) membedakan tujuh peran seorang guru yaitu 1. 5. Tugas guru dalam bidang kemanusian disekolah harus dapat menjadikan dirinya sebagai orang tua kedua.ia harus mampu menarik simpati sehingga ia menjadi idola para siswannya. tetapi juga tugas kemasyarakatan maupun tugas kemanusiaan. Setiap guru harus memberikan pengetahuan. . Peran guru sebagai model atau contoh bagi anak. maka tingkah laku pendidik harus selalu diresapi oleh nilai-nilai Pancasila. dan homo sapiens) dapat di mengerti bila mengahadapi guru. Peranan guru sebagai pengajar dan pembimbing dalam pengalaman belajar. Pelajaran apapun yang diberikan. Model. Pengetahuan dan keterampilan yang dikuasai tidak hanya terbatas pada pengetahuan yang berkaitan dengan pengembangan tugas profesional. 4. Setiap anak mengharapkan guru mereka dapat menjadi contoh atau model baginya. Seorang guru dituntut untuk selalu menambah pengetahuan dan keterampilan agar supaya pengetahuan dan keterampilan yang dirnilikinya tidak ketinggalan jaman. homopuber. orang tua atau tokoh-tokoh masyarakat harus sesuai dengan norma-norma yang dianut oleh masyarakat. maka kegagalan pertama ia tidak akan dapat menanamkan benih pengajaranya itu kepada siswanya. bangsa dan negara. 3. hendaknya dapat menjadi motivasi bagi siswanya dalam belajar. Bila seorang guru dalam penampilannya sudah tidak menarik. hasil belajar yang berupa tingkah laku pribadi dan spiritual dan memilih pekerjaan di masyarakat. Peran guru sebagai setiawan dalam lembaga pendidikan. Seorang guru diharapkan dapat membantu kawannya yang memerlukan bantuan dalam mengembangkan kemampuannya. Oleh karena itu tingkah laku pendidik baik guru. Pendidik (nurturer) Peran guru sebagai pendidik (nurturer) merupakan peran-peran yang berkaitan dengan tugas-tugas memberi bantuan dan dorongan (supporter). Peran guru sebagai pelajar (leamer). tugas-tugas pengawasan dan pembinaan (supervisor) serta tugas-tugas yang berkaitan dengan mendisiplinkan anak agar anak itu menjadi patuh terhadap aturan-aturan sekolah dan norma hidup dalam keluarga dan masyarakat 2. Pelajaran tidak dapat diserap sehinnga setiap lapisan masyarakat (homo ludens. Para siswa akan enggan mengahadapi guru yang tidak menarik. keterampilan dan pengalaman lain di luar fungsi sekolah seperti persiapan perkawinan dan kehidupan keluarga. Karena nilai nilai dasar negara dan bangsa Indonesia adalah Pancasila. hasil belajar yang berkaitan dengan tanggurfg jawab sosial tingkah laku sosial anak.

Segala pelaksanaan dalam kaitannya proses belajar mengajar perlu diadministrasikan secara baik. Guru sebagai penegelola kelas Dalam perannya sebagai pengelola kelas. Ia dapat mengembangkan kemampuannya pada bidang-bidang dikuasainya. Sebab administrasi yang dikerjakan seperti membuat rencana mengajar. Guru sebagai evaluator Guru hendaknya mengetahui apakah tujuan yang telah dirumuskan tercapai atau belum. Bantuan dapat secara langsung melalui pertemuan-pertemuan resmi maupun pertemuan insidental. dan apakah materi yang telah diajarkan sudah cukup tepat dan dapat di pahami oleh siswannya. 6. Seorang guru tidak hanya sebagai pendidik dan pengajar. Guru sebagai mediator atau fasilitator Sebagai mediator. Oleh karena itu seorang guru dituntut bekerja secara administrasi teratur. Guru sebagai administrator. Seorang guru diharapkan dapat berperan aktif dalam pembangunan di segala bidang yang sedang dilakukan. d. 7. mencatat hasil belajar dan sebagainya merupakan dokumen yang berharga bahwa ia telah melaksanakan tugasnya dengan baik. diantaranya adalah : a. Peran dan kompetensi guru dalam proses belajar mengajar meliputi banyak hal sebagaimana yang dikemukakan oleh Adam dan Decey dalam Basic Principles Of Student Teaching. guru hendaknya senantiasa menguasai bahan atau materi pelajaran yang akan diajarkan serta senantiasa mengembangkannya dalam arti meningkatkan kemampuan dalam hal ilmu yang dimilikinya karena hal ini akan sangat menentukan hasil belajar yang dicapai oleh siswa b. Peranan guru sebagai komunikator pembangunan masyarakat.[6] Selain memiliki tugas. Guru sebagai demostrator Melalui perannya sebagai demonstrator. guru hendaknya mampu mengelola kelas sebagai lingkungan belajar serta merupakan aspek dari lingkungan sekolah yang perlu diorganisasikan c. guru juga memiliki fungsi yang tidak kalah pentingnya dalam dunia pendidikan. . guru hendaknya memiliki penegtahuan dan pemahaman yang cukup tentang media pendidikan karena pendidikan merupakan alat komunikasi untuk lebih mengefektifkan proses belajar mengajar. tetapi juga sebagai administrator pada bidang pendidikan dan pengajaran.

b. Motivator Sebagai motivator. Mengawasi segala sesuatu. d. memperbaiki. c.betul dipahami dalam kehidupan masyarakat. HAMBATAN DALAM PENGAJARAN . ada beberapa lagi fungsi guru sebagai pendidik atau siapa saja yang telah menerjunkan diri menjadi guru. Korektor Sebagai korektor. Nilai yang berbeda ini harus betul. Merencanakan tujuan belajar 2. guru harus dapat menjadi pencetus ide.ide kemajuan dalam pendidikan dan pengajaran. selain sejumlah bahan pelajaran untuk setiap mata pelajaranyang telah diprogramkan dalam kurikilum. Inisiator Dalam fungsinya sebagai inisiator. mendorong. adalag sebagai pembimbing. Supervisor Sebagai supervior. dan memberikan stimulus pada siswa 4. dan menilai secara kritis terhadap proses pengajaran. guru hendaknya dapat mendorong anak didik agar bergairah dan aktif belajar. Peranan ini harus lebih dipentingkan. antara lain yaitu: 1. Memimpin. Sebagai manager guru mempunyai beberapa fungsi umum yang harus dilakukan guru agar mampu melaksanakan peran sebagai pengelola pembelajaran dengan baik. Sanjaya (2008: 24) menyebutkan fungsi-fungsi guru secara umum. e. guru harus dapat memberikan informasi perkembangan ilmu penegtahuan dan teknologi. apakah sudah berfungsi sebagaimana mestinya atau belum dalam rangka pencapaian tujuan E. guru hendaknya dapat membantu. Disamping fungsi. yaitu : a. Pembimbing Peran guru yang tidak kalah penting dari semua peran yang telah disebutkan diatas.fungsi yang telah diutarakan diatas. Mengorganisasikan berbagai sumber belajar untuk mewujudkan tujuan belajar 3. Informator Sebagai informotory. karena kehadiran guru disekolah adalah untuk membimbing anak didik menjadi manusia dewasa susila yang cakap f. guru harus bisa membedakan mana nilai yang baik dan mana nilai yang buruk. yang meliputi memberikan motivasi.

F. Guru harus selalu mempunyai tenaga untuk siswanya. kepercayaan diri serta kebiasaan belajar dari siswa itu sendiri.1. Guru yang baik akan memberi perhatian pada siswa di setiap obrolan atau diskusi yang dilakukan dan punya kemampuan mendengar dengan seksama.Fakor eksternal Tidak adanya dukungan dari orang terdekat. Ciri guru profesional adalah menetapkan tujuan setiap pelajaran secara jelas dan bekerja guna memenuhi tujuan dalam setiap kelas. 5. Seorang guru harus mempunyai tujuan yang jelas. 6. Faktor tersebut mempengaruhi siswa sehingga guru kesulitan dalam proses belajar mengajar. Guru mempunyai ekspektasi yang tinggi pada muridnya. 2. CIRI GURU PROFESIONAL 1. Seorang guru harus menjaga komunikasi yang baik dengan orang tua dan bisa membuat mereka selalu mengerti tentang informasi yang sedang terjadi. Guru harus mempunyai keterampilan disiplin yang efektif. Mempunyai keterampilan untuk mendidik agar murid disiplin. minat. sehingga guru sulit untuk memahai satu persatu latar belakang siswa yang berbeda dan juga cara belajar yang sesuai. Hal ini agar bisa memberi promosi atas perubahan perilaku positif di dalam kelas. Mempunyai keterampilan manajemen di dalam kelas yang baik. 4. tidak adanya dukungan dari bawahan. perhatian. . terlalu banyak tekanan. Guru profesional memiliki ekspektasi besar pada siswa serta memacu semua siswa untuk terus bekerja dan mengerahkan potensi terbaik yang mereka miliki.Fakor internal Kurangnya motivasi. 3. 2. Guru harus bisa berkomunikasi secara baik dengan orang tua murid. Guru harus mempunyai keterampilan manajemen di dalam kelas yang baik serta bisa memastikan agar perilaku siswa menjadi baik saat siswa belajar dan bekerja sama.

saya mengambil data dari guru mata pelajaran. Bandar Setia No.· Sedangkan menurut Hadari Nawawi bahwa pengertian guru dapat dilihat dari dua sisal. Pada tanggal 26 November 2015. di sekolah. dan oleh karenanya dapat mengundang bermacam-macam interpretasi dan bahkan juga konotasi (arti lain). guru adalah ia yang berkewajiban mewujudkan program kelas.· Pengertian-pengertian diatas menurut Muhibbin Syah masih bersifat umum. kedua adalah kata “mengajar” dapat pula ditafsirkan bermacam-macam misalnya:  Menularkan (menyampaikan) pengetahuan dan kebudayaan kepada orang lain (bersifat kognitif)  Melaih keterampilan jasmani kepada orang lain (psikomotorik) . Dari beliau lah penulis mendapat penjelasan mengenai tenaga pendidik yang layak dilakukan di lingkungan sekolah. BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. POPULASI DAN SAMPEL Dalam penelitian ini. Observasi kesekolah memakan waktu selama 1 hari. DEFINISI OPERASIONAL VARIABEL DAN INDIKATOR Definisi tenaga pendidik Ahmad Tafsir mengemukakan pendapat bahwa guru ialah orang- orang yang bertanggung jawab terhadap perkembangan anak didik dengan mengupayakan perkembangan seluruh potensi anak didik. pendeta di gereja. melainkan juga dia-dia yang lainnya yang berprofesi (berposisi) sebsagai Kyai di pesantren. Dalam hal ini berarti bukan hanya dia yang sehari-harinya mengajar disekolah yang dapat disebut guru.51. Sedangkan secara luas diartikan guru adalah orang yang bekerja dalam bidang pendidikan dan pengajaran yang ikut bertanggung jawab dalam membantu anak-anak dalam mencapai kedewasaan masing-masing. kognitif maupun psikomotorik. Pertama adalah kata “seorang (A Person) bisa mengacu pada siapa saja asal pekerjaan sehari-harinya (profesinya) mengajar. yakni orang yang kerjanya mengajar dan memberikan pelajaran di kelas. Lalu minggu berikutnya kami lakukan untuk menuyusun laporan kami. Sumatera Utara dengan kode pos 20371. Percut Sei Tuan. LOKASI DAN WAKTU PENELITIAN Penelitian ini dilakukan di PONPES NURUL HAKIM. Penulis menggunakan metode wawancara dan angket agar lancarnya observasi yang dilaksanakan. B. Deli Serdang. C. Pertama secara sempit. baik potensi afektif. instruktur di balai pendidikan dan pelatihan. Jl.

serta perencanaan sesuai dengan peraturan dan apakah yang dilakukan itu efektif dilaksanakan di sekolah. BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Adapun instrumen yang digunakan adalah : 1. · Dari beberapa pengertian diatas dapat diambil sebuah konklusi bahwa yang dimaksud guru adalah seorang atau mereka yang pekerjaannya khusus menyampaikan (mengajarkan) materi pelajaran kepada siswa disekolah. HASIL PENELITIAN Penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui kinerja tenaga pendidik dewan guru di dalam sekolah serta mengetahui apakah cara mengajar. sikap. . Lembar-lembar observasi D. Angket 2. Menanamkan nilai dan keyakinan kepada orang lain (afektif) Akan tetapi terlepas dari bermacam interpretasi tadi guru yang dimaksud dalam pembahasan ini ialah tenaga pendidik yang pekerjaannya mengajar seperti yang tersebut dalam UUSPN tahun 1989 Bab VII pasal 27 ayat 3. ANALISIS DATA Pengumpulan data yang penulis tuliskan dalam laporan bersumber dari guru-guru yang berada di sekolah tersebut. Dalam hal ini penulis memberikan hasil dari observasi. Di mana memperoleh data mengenai kegiatan belajar yang dilakukan. INSTRUMEN PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode lapangan melalui wawancara dan pengamatan dan melihat terjadinya konflik serta pemecahan yang dilakuka ole guru BK itu sendiri. C. perencaan dan tanggung jawab tenaga pendidik untuk melaksanakan tugasnya dengan baik yang harus dipenuhi sebagai tenaga pendidik. Perencanaan Langkah-langkah pada tingkat perencanaan ini adalah sebagai berikut :  Membuat rencana pelaksanaan penelitian dengan menguunakan wawancara. Pertanyaan wawancara 3.

a. dikarenakan padatnya aktivitas yang dilakukan oleh siswa-siswi di sana. dengan melakukan pendekatan dengan individu tersebut dan memberikan bimbingan sesuai dengan latar belakang siswa.  Guru kadang-kadang mengelola proses pembelajaran. Membuat angket yang berhubungan dengan indikator penulis mengenai cara tenaga pendidik.  Guru kadang-kadang menggunakan sarana prasana yang berada di sekolah tersebut. Sehingga lebih kurang.  Memberikan angket kepada guru-guru disekolah. sesuai dengan KTSP 2006 (masih menggunakan KTSP 2006). Angket tersebut diisi oleh guru agar penulis mengetahui mengenai tenaga pendidik di sekolah tersebut. DESKRIPSI DATA Isi Pentanyaan Wawancara dan Angket  Apakah setiap mengajar guru mempersiapkan diri dalam penguasaan materi?  Apakah guru mengoptimalkan dan mengelola proses pembelajaran di kelas untuk menghasilkan output yang bermanfaat?  Apakah guru membantu siswa yang kesulitan dalam belajar?  Apakah guru mengoptimalkan penggunaan alat/sarana pembelajaran dalam kegiatan belajar mengajar? Hasil wawancara  Guru sering mempersiapkan diri dalam penguasaan materi pelajaran sebelum pembelajaran dimulai agar siwa-siswa mampu aktif dalam proses belajar mengajar dan dapat mengembangkan potensialnya.  Guru sering membantu siswa yang kesulitan dalam belajar. Hasil Angket Hasil dari angket juga menyangkut tentang kegiatan belajar yang dilakukan oleh dewan guru di sekolah tersebut. B.  Mewawancarai sebagian guru tentang bagaimana tenaga pendidik di sekolah tersebut. Mereka melakukan itu hanya sesekali. OBSERVASI KEPEMIMPINAN DENGAN METODE QUETIONER PONPES NURUL HAKIM MEDAN N Pertanyaan Tidak Kadang Sering Selalu o Perna - Kadang h 1 Setiap mau mengajar saya  . mereka melakukan hal-hal yang sesuai dengan peraturan. dikarenakan banyaknya kelas untuk mata pelajaran yang berada di sekolah tersebut.

mempersiapkan diri dalam penguasaan materi pelajaran 2 Saya menjabarkan tujuan  pembelajaran khusus sendiri sesuai dengan karakter siswa 3 Saya membuat perencanaan  pembelajaran setiap mau mengajar 4 Saya berusaha optimal dalam  mengelola proses pembelajaran di kelas untuk menghasilkan output yang bermanfaat 5 Saya memaksimalkan penggunaan  alat/sarana pembelajaran di dalam kegiatan belajar mengajar 6 Saya mendorong siswa untuk  menggunakan sarana belajar seoptimal mungkin mengembangkan suasana bersahabat? 7 Saya melakukan pretest sebelum  memulai pengajaran 8 Saya berusaha mengembangkan rasa  tanggung jawab siswa dalam belajar 9 Saya membuat grafik perkembangan  kemajuan pendidikan siswa tiap kelas untuk memudahkan melihat maju mundurnya prestasi siswa 10 Saya membantu siswa yang  mengalami kesulitan dalam belajar 11 Dalam membuat soal test/ujian saya  memperhatikan tingkat kesukaran soal 12 Saya melakukan post tes sesudah  melakukan aktivitas pengajaran 13 Saya menilai kegiatan siswa ketika  sedang menjawab soal ulangan .

3. BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Tenaga pendidik melakukan cara-cara umum yang dilakukan untuk tenaga pendidik pada umumnya. Kinerja tenaga pendidik di Ponpes Nurul Hakim di atas rata-rata dan sangat memperhatikan santri-santrinya. Disarankan kepada dewan guru untuk mengoptimalkan sarana dan prasarana di sekolah untuk meningkatkan pendidikan yang berkualitas. 2. SARAN Berdasarkan kesimpulan yang diperoleh di atas maka dapat diberikan beberapa saran sebagai berikut : 1. 2. maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut : 1. . Tenaga pendidik di sekolah tersebut sangat membantu santri dalam pendidikannya. B. KESIMPULAN Berdasarkan hasil yang diperoleh dari penelitian yang dilaksanakan di atas. Disarankan kepala dewan guru agar lebih membuat grafik agar mengetahui siswa yang sedang stabil atau tidak. Menuai prinsip yang sangat berarti untuk mendidik santri-santri di sana.