You are on page 1of 6

ADAPTASI BAYI BARU LAHIR

ADAPTASI FUNGSI RESPIRASI

Penyesuaian paling kritis yang harus di alami bayi baru lahir ialah penyesuaian
sistem pernafasan. Paru–paru bayi cukup bulan mengandung sekitar 20 ml
cairan/kg. Pola pernafasan tertentu menjadi karakteristik bayi baru lahir normal yang
cukup bulan. Setalah pernafasan mulai berfungsi, nafas bayi menjadi dangkal dan
tak teratur, bervariasi dari 30 sampai 60 x/menit. Disertai apnea singkat (kurang dari
15 detik). Periode apnea singkat ini paling sering terjadi selama siklus tidur aktif
(Rapid Eye Movement/REM). Durasi dan frekuensi apnea menurun seiring
peningkatan usia. Periode apnea lebih dari 15 detik harus dievaluasi (Bobak, 2005)

Selama dalam uterus, janin mendapatkan oksigen dari pertukaran oksigen melalui
plasenta. Setelah bayi lahir, pertukaran oksigen harus terjadi melalui:

a. Perkembangan paru

Paru berasal dari titik tumbuh yang muncul dari faring yang bercabang dan
kemudian bercabang kembali membentuk struktur percabangan bronkus. Paru-paru
yang tidak matang akan mengurangi kelangsungan hidup BBL sebelum usia 24
minggu. Hal ini disebabkan keterbatasan permukaan alveolus, ketidakmatangan
sistem kapiler paru dan tidak tercukupinya jumlah surfaktan.

b. Awal adanya nafas

Faktor-faktor yang berperan pada rangsangan nafas pertama bayi adalah

 Hipoksia pada akhir persalinan dan rangsangan fisik lingkungan luar rahim
yang merangsang pusat pernafasan otak
 Tekanan terhadap rongga dada yang terjadi karena kompresi paru selama
persalinan yang merangsang masuknya udara ke dalamparu secara mekanis.
Interaksi antara sistem pernafasan, kardiovaskuler dan susunan saraf pusat
menimbulkan pernafsan yang teratur dan berkesinambungan serta denyut
yang diperlukan untuk kehidupan.
 Penimbunan karbondioksida
Setelah bayi lahir, kadar karbondioksida meningkat dalam darah dan akan
merangsang pernafasan. Berkurangnya oksigen akan mengurangi gerakan

Berbagai peningkatan ini menyebabkan stress pada bayi yang sebelumnya sudah terganggu. Pernafasan abnormal dan kegagalan pengembangan paru yang maksimal memperlambat perpindahan cairanparu dn interstisil ke sirkulasi. Dengan beberapa kali tarik nafas yang pertama udara memenuhi ruangan trakea dan bronkus BBL. Surfaktan dan upaya pernafasan Upaya pernafasan pertama seorang bayi berfungsi untuk mengeluarkan cairan dalam paru dan mengembalikan jaringan alveolus paru-paru untuk pertama kali. Retensi cairan mengganggu kemampuan bayi untuk mempertahankan oksigenasu yang adekuat. sistem limfe melanjutkan pengeluaran cairan dari paru. tetapi sebaliknya peningkatan karbondioksida akan menambah frekuensi dan tingkat gerakan pernafasan janin. Peningkatan kebutuhan ini memerlukan penggunaan lebih banyak oksigen dan glukosa. Produksi dimulai pada 20 minggu kehamilan dan jumlahnya meningkat sampai paru matang (sekitar 30-34 minggu kehamilan). Pada sat bayi melewati jalan lahir selama persalinan sekitar sepertiga cairan diperas keluar dari paru-paru. Selama 1 jam pertama kehidupannya. sehingga fungsi respirasi bayi lebih banyak menggunakan kontraksi diagfragma ari pada costae ADAPTASI SISTEM KARDIOVASKULER . Lingkar dada ±30-33 cm saat lahir. Tidak adanya surfaktan menyebakan alveous kolaps setiap saat akhir pernafasan yang menyebabkan sulit bernafas. Seorang bayi yang dilahirkan secara sectio sesaria kehilangan keuntungan dari kompresi rongga dada dan dapat menderita paru-paru basah dalam jangka waktu lebih lama.  Perubahan suhu Keadaan dingin akan merangsang pernafasan c. Bayi cukup bulan mempunyai cairan di parunya. Penurunan tahanan vaskuler memungkinkan aliran cairan paru tersebut. Proses ini juga merupakan akibat perbedaan tekanan alveoli ke jaringan interstisil ke kapiler. Agar alveolus dapat berfungsi harus terdapat surfaktan (lemak lesitin/sfingomielin) yang cukup dan aliran darah ke paru. Sisa cairan di paru-paru dikeluarkan dari paru-paru dan diserap oleh pembuluh limfe dan darah. pernafasan janin. Fungsi surfaktan adalah untuk mengurangi tekanan permukaan paru dan membantu untuk menstabilkan dinding alveolus sehingga tidak kolaps pada akhir pernafasan.

Pada usia satu minggu. Pada usia satu bulan frekuensi138 kali/menit saat tidur dan 167 x/menit saat bangun. frekuensi denyut jantung bayi rata-rata ialah 128 x/menit saat tidur dan saat bangun 163 x/menit. Secara proporsional. Perubahan tekanan ini menyebabkan foramen ovale menutup. Hal ini disebabkan bayi prematur memilki proporsi volume plasma yang lebih besar. 2005) .Sistem kardiovaskuler mengalami perubahan yang mencolok setelah bayi lahir. Akan tetapi. Bayi premature memilki volume darah yang relative lebih besar daripada bayi baru lahir cukup bulan. diuktus arterosus dan duktus venosus menutup. Tekanan darah berbeda dari hari ke hari selama bulan pertama kehamilan. Arteri umbilikalis dan arterihepatika menjadi ligamen. tangisan dapat mengembalikan aliran darah melalui foramen ovale untuk sementara dan mengakibatkan sianosis ringan. Aritmia sinus (denyut jantung yang tidak teratur ) pada usia ini dapat dipersepsikan sebagai suatu fenomena fisiologis dan sebagai indikasi fungsi jantung yang baik. Frekuensi denyut jantung bayi rata-rata 140 x/menit saat lahir dengan variasi berkisar antara 120 sampai 160 x/menit. Frekuensi saat bayi tidur berbeda dari frekuensi saat bayi bangun. bayi baru lahir memilki volume darah sekitar 10 % lebih besar dan memilki jumlah sel darah mertah hamper 20 % lebih banyak daripada orang dewasa. Tekanan darah sistolik bayi baru lahir ialah 78 dan tekanan diastolik rata-rata ialah 42. Tekanan arteri pulmonari menurun. sehingga tekanan atrium kiri meningkat. Napas pertama yang dilakukan bayi baru lahir membuat paru-paru mengalir. Foramen ovale. Selama beberapa hari pertama kehidupan. Aliran darah pulmoner kembali meningkat ke jantung dan masuk ke jantung bagian kiri. Menangis dan bergerak biasanya menyebabkan peningkatan tekanan darah sistolik Volume darah bayi baru lahir bervariasi dari 80 sampai 110 ml/kg selama beberapa hari pertama dan meningkat dua kali lipat pada akhir tahun pertama. darah bayi baru lahir mengandung volume plasma sekitar 20 % lebih kecil bila dibandingkan dengan kilogram berat badan orang dewasa. Rangkaian peristiwa besar ini merupakan mekanisme besar yang menyebabkan tekanan arteri kanan menurun. Tekanan darah sistolik bayi sering menurun (sekitar 15 mmHg ) selama satu jam pertama setelah lahir. bukan jumlah sel darah merah yang lebih banyak (Bobak.

b. Termogenesis tanpa menggigil dapat dicapai akibat adanya lemak coklat pada bayi baru lahir. Suhu tubuh dipertahankan supaya berada pada batas sempit suhu tubuh normal dengan memproduksi panas sebagai respon terhadap pengeluaran panas. Kontrol vasomotor bayi baru lahir belum berkembang dengan baik.upaya yang dilakukan bayi adalah dengan mengkonsumsi oksigen dan energi pada bayi baru lahir yang mengalami stres dingin dialihkan dari fungsi untuk mempertahankan pertumbuhan. Lemak coklat terdapat dalam cadangan permukaan (interskapula. Pengaturan Suhu a. Posisi fleksi bayi diduga berfungsi sebagai system pengamanan untuk mencegah pelepasan panas karena mengurangi pemajanan permukaan tubuh pada suhu lingkungan. Produksi Panas Mekanisme produksi panas bayi baru lahir dengan cara menggigil sangat jarang terjadi. sekitar kolumna vertebralis dan sekitar ginjal). Insulasi suhu bayi baru lahir kurang akibat pembuluh darah yang lebih dekat ke permukaan kulit akibatnya perubahan temperature lingkungan akan mengubah temperature darah sehingga mempengaruhi pusat pengaturan suhu di hypothalamus. Mekanisme kehilangan panas pada bayi baru lahir antara lain . Beberapa hal yang menyangkut system termogenik bayi baru lahir meliputi . yang kemudian dibentuk akibat peningkatan aktivitas metabolisme di otak.ADAPTASI TERMOREGULASI Termogenesis berarti produksi panas (termo = panas. e. c. kemampuan untuk mengonstriksi pembuluh darah subkutan dan kulit sama baik pada bayi prematur dan orang dewasa. 1. jantung dan hati. Konveksi: Aliran panas dari permukaan tubuh ke udara yang lebih dingin. Stres Dingin Stres dingin menimbulkan masalah fisiologis dan metabolisme. a. aksila. 2. fungsi sel otak dan fungsi jantung normal menjadi fungsi termogenesis agar bayi atetap hidup. Rasio permukaan tubuh bayi lebih besar terhadap berat badan. Kelenjar keringat bayi baru lahir hampir tidak berfungsi sampai minggu keempat setelah bayi lahir 3. genesis = asal-usul). Bayi baru lahir memproduksi panas terutama dengan upaya termogenesis tanpa menggigil. . d.

preterm premature rupture of membrane) adalah 34-44%. 1995. jarak dua kehamilan yang terlalu dekat. 37 minggu (PPROM. d. Konduksi: Kehilangan panas dari permukaan tubuh ke permukaan yang lebih dingin melalui kontak langsung satu sama lain. 2005. Evaporasi: Kehilangan panas yang terjadi ketika cairan berubah menjadi gas (menguap). 2006. merokok b. 2001. Jakarta : EGC Doenges. hidramion. sedangkan resiko untuk mengalami PPROM kembali sekitar 16- 32% . hidromion. Jakarta: EGC Hamilton. Resiko persalinan prematur pada ibu dengan riwayat KPD (Ketuban Pecah Dini) saat kehamilan. Faktor janin Cacat bawaan. hipertensi. Buku Ajar Keperawatan Maternitas edisi 4. Dasar-Dasar Keperawatan Maternitas. penyakit jantung/ penyakit kronik lainnya. trauma. malnutrisi. Keadaan sosial ekonomi yang rendah (Prawirohardjo. kebiasaan. b. Persis Marry.775). Jakarta: EGC PREMATURE ETIOLOGI Faktor predisposisi terjadinya kelahiran prematur diantaranya: a. infeksi. Faktor ibu Riwayat kelahiran prematur sebelumnya.ketuban pecah dini c. yaitu pekerjaan yang melelahkan. Marylinn E. perdarahan antepartum. Marylinn E. umur ibu kurang dari 20 tahun atau lebih dari 35 tahun. DAFTAR PUSTAKA Bobak. hlm. Jakarta: EGC Doenges. Rencana Asuhan Keperawatan Edisi 3. kehamilan ganda. 2000. kelainan uterus. Radiasi: Kehilangan panas daripermukaan tubuh ke permukaan padat lain yang lebih dingin tanpa kontak langung. Rencan Perawatan Matenal/Bayi: Pedoman untuk Perencanaan dan Dokumentasi Perawatan Klien. c.

R. Perawatan Bayi Resiko Tinggi. verniks kaseosa tidak ada atau sedikit (Surasmi. Surasmi A. lingkar kepala sama dengan atau kurang dari 33 cm. berat badan sama dengan atau kurang dari 2500 gram. kuku panjangnya belum melewati ujung jari.. tumit mengilap. (2009). tonus otot lemah. S. 33). sehingga bayi kurang aktif dan batuk masih lemah atau tidak efektif.(2003). rambut lanugo masih banyak.. dan tangisnya lemah. tulang rawan daun telinga belum sempurna pertumbuhannya. Untuk bayi perempuan klitoris menonjo l. labia minora belum tertutup oleh labia mayora. jaringan lemak subkutan tipis atau kurang.J. jaringan kelenjer mamae masih kurang akibat pertumbuhan otot dan jaringan lemak masih kurang. Bandung : Refika Aditama. lingkar dada sama dengan atau kurang dari 30 cm. batas dahi dan rambut kepala tidak jelas. 53) MANIFESTASI KLINIS Umur kehamilan sama dengan atau kurang dari 37 minggu. 2009. DAFTAR PUSTAKA Krisnadi.(Krisnadi. A.S. Handayani S. Jakarta: EGC .Handayani & Kusuma.. telapak kaki halus. sehingga seolah-olah tidak teraba tulang rawan daun telinga.2003 hlm. hlm. alat kelamin pada bayi laki-laki pigmentasi dan rugue pada skrotum. Kusuma H. Effendi. panjang badan sama dengan atau kurang dari 46 cn. Prematuritas. & Pribadi.