You are on page 1of 14

BAB IV

TINJAUAN KHUSUS

PERHITUNGAN PINTU AIR

4.1. Pengertian Pintu Air

Air merupakan sumber kehidupan. Segala aktivitas, khususnya aktivitas

manusia seperti aktivitas industri, pengairan, keperluan untuk rumah tangga, dan

keperluan lainnya sangat memerlukan air. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya-

upaya untuk mengatur dan meningkatkann daya guna (efisiensi) air yang mengalir

di permukaan tanah. Meningkatkan daya guna air dapat dilakukan dengan membuat

bendungan pengendali banjir atau membuat sistem irigasi yang baik.

Pada bendungan-bendungan ataupun sistem irigasi yang sudah ada,

digunakan pintu air untuk mengatur banyaknya air dalam bedungan itu. Pintu air

merupakan bangunan penunjang pada suatu bendungan irigasi dan bendungan

pengendali banjir. Umumnya pintu air digunakan untuk mengontrol aliran air di

reservoir, sungai dan pada sistem tanggul. Pintu yang dapat diatur yang digunakan

untuk mengatur air di bendungan, sungai, maupun tanggul sungai. Alat ini juga

dapat didesain untuk spillway pada bendungan, mengatur laju aliran pada saluran,

atau dapat juga didisain untuk menghentikan air sebagai bagian dari sistem tanggul.

Untuk pengendalian banjir, bangunan ini juga digunakan untuk menurunkan muka

air banjir pada sungai atau pada saluran air pada saat terjadinya banjir.

Pintu air sebenarnya sudah ada sejak jaman dahulu, namun bentuknya sangat

sederhana. Seiring dengan perkembangan jaman, pintu air pun telah berkembang

dengan cepat. Hal ini terlihat dari banyaknya macam pintu air yang ada untuk

44

panjang 6. Setelah pengecoran tiang pancang selanjutnya mamancang kayu cerucuk dengan diameter 10-20 cm dengan panjang 3 m. . Pekerjaan Pintu Air 4. 4.2. Pintu air dari jaman dahulu sampai jaman modern ini sangatlah bermanfaat dan tidak dapat dibayangkan jika jaman modern ini tidak diikuti dengan perkembangan dari penggunaan pintu air pada bendungan irigasi dan bendungan pengendalian banjir. posisinya tidak boleh menyimpang terhadap posisi yang direncanakan. Selanjutnya. Pekerjaan Pondasi Pekerjaan pondasi pada bangunan pintu air menggunakan tiang panjang pipa baja dengan diameter 300 mm.175.1. Pada jaman modern sekarang ini air yang melimpah yang tidak terkendali sesulit apapun sudah dapat diatasi dengan mudah tanpa harus mempekerjakan banyak orang.03 m dan tebal 8 mm. 45 mengatur aliran air. tiang pancang diisi dengan pembesian spiral dengan tulangan pokok 6Ø10 mm dan tulangan sengkang 8 mm – 150 mm kemudian dicor dengan mutu beton K. Tiang pancang dipancang kedalam tanah dengan mengguinakan bantuan alat berat. Setelah dipancang.2.

2.556m3 kerikil.2. Pekerjaan beton untuk lantai kerja dilakukan penentuan perbandingan adukan 1:3:5 yang berarti menggunakan bahan 0. Selanjutnya dilakukan pengadukan campuran beton secara merata dan menuangkan adukan beton pada lokasi pekerjaan.1.2. Pengecoran Lantai Kerja Sumber: Foto Dokumentasi Kerja Praktek. Gambar 4. 2016 4. Pemancangan Tiang Pancang Pipa Baja dan Cerucuk Sumber: Foto Dokumentasi Kerja Praktek. 46 Gambar 4.333m3 dan 0.111m3 sak semen 0. Pekerjaan Lantai Kerja Pekerjaan lantai kerja terlebih dahulu dibentuk sesuai spesifikassi teknis gambar rencana yang telah disetujui oleh direksi. 2016 .

Pekerjaan Pembesian Pekerjaan pembesian menggunakan baja tulangan polos dirancang sesuai dengan gambar rencana dan arahan dari direksi.3.2. Pembesian pada lantai jembatan menggunakan tulangan melintang dengan Ø12 mm .200 mm. Pada kolom penulangan menggunakan tulangan pokok Ø12 mm .200 mm. Gambar 4.180 mm sedangkan tulangan memanjang dengan Ø10 mm . 2016 . Selanjutnya pada balok menggunakan tulangan dengan pokok Ø12 mm . Pembesian pada dinding bangunan pintu air dimana tulangan vertikal dengan Ø12 mm .180 mm dan tulangan sengkang Ø10 mm .20 mm.3.200 mm sedangkan tulangan horizontal dengan Ø10 mm .150 mm dan tulangan sengkang Ø8 mm .200 mm. Pembesian Dinding Bangunan Pintu Air Sumber: Foto Dokumentasi Kerja Praktek. 47 4.

Gambar 4. Pembesian Lantai Bangunan Pintu Air Sumber: Foto Dokumentasi Kerja Praktek.4. maka dibuat bekisting yang berupa acuan ini untuk membantu proses pengecoran. Cetakan diikat/disambung pada tempat aman sehingga kedudukan cetakan benar dalam keadaan kokoh dan tidak mudah goyang pada pelaksanaan pengecoran beton. 2016 . Bahan cetakan dibuat dari kayu kelas III atau kayu sembarang yang sering digunakan sebagai bahan cetakan beton ataupun dengan menggunakan kayu lapis. Pemasangan Bekisting Bangunan Pintu Air Sumber: Foto Dokumentasi Kerja Praktek. 48 Gambar 4.5.2. Papan cetakan dibuat rata dan rapat agar tidak ada celah.4. 2016 4. Pekerjaan Bekisting Setelah pekerjaan penulangan selesai.

beberapa material seperti semen. Gambar 4. 49 4. tinggi bukaan. Pelaksanaan pekerjaan pengecoran beton menggunakan mutu beton K250 dimana campuran ketiga jenis bahan tersebut diaduk didalam molen beton dengan sejumlah air. 2016 4. pasir. tenaga dan peralatan yang diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan beton.2. .3. Adonan yang telah selesai tersebut dituangkan kedalam area tempat cetakan yang bekistingnya telah disiapkan terlebih dahulu. serta lebar pintu air disesuaikan dengan debit air yang mengalir pada gorong– gorong yang menghubungkan sungai dengan saluran irigasi.6. Pengecoran Bangunan Pintu Air Sumber: Foto Dokumentasi Kerja Praktek. Perancangan Pintu Air Perancangan pintu air meliputi penentuan jumlah pintu air. batu pecah/split dan air.5. Pekerjaan Pengecoran Pekerjaan pengecoran meliputi seluruh material.

2016 Gambar 4. 50 Gambar 4.7.8. 2016  B = Lebar Dasar Saluran (m)  h = Kedalaman Air (m)  hs = Tinggi Saluran (m)  Kemiringan Tebing 1 : m (vertikal : horizontal) m=1  A = Luas Penampang Basah (?2 ) . Dimensi Saluran Sumber: Foto Dokumentasi Kerja Praktek. Saluran Irigasi Sumber: Foto Dokumentasi Kerja Praktek.

013 Bata dilapis mortar 0.030 Saluran dengan dasar batu dan tebing rumput 0. 51 A = h (B + mh)  P = Keliling Basah (m) P = B + 2 (√1 + ?2 )  R = Jari-jari Hidrolis (m) A R= P  I = Kemiringan Dasar Saluran (m)  V = Kecepatan Aliran Air (m/det) 1 2⁄ 1⁄ V=n R 3I 2 Kecepatan Aliran Air Menggunakan Rumus Manning : Tabel 4.014 Kaca 0.015 Pasangan batu disemen 0.040 Saluran pada galian batu padas 0.040 Sumber : Buku Hidrolika II .1.022 Saluran tanah 0. Harga Koefisien Manning Koefisien Manning Bahan n Besi tuang dilapis 0.010 Saluran Beton 0.025 Saluran tanah bersih 0.

52  Q = Debit Aliran Air (?3 /???) Q=AV  hr = Tinggi Muka Air diatas Ambang (m) Q = 1.4.3 (3.90 m  h = 1.208  d = Tinggi Tumit (m) d = h – tr – hr  w = Tinggi Jagaan (m) 4.71 x bp x hr3/2  tr = Tinggi Pintu (m) tr = hr + 0. Perhitungan Pintu Air Adapun perhitungan pintu air adalah sebagai berikut :  Tipe Pintu: Pintu Sorong 1 + Pintu Sorong 2  B = 3.3 + 1 x 1.30 m  A = Luas Penampang (m2 ) A = h (B + mh) A = 1.30 m  Kemiringan Tebing 1 : m (vertikal : horizontal) m=1  hs = 1.3) .

38 m/det  bp = Lebar Pintu (m) bp = 1.98 m  R = Jari-jari Hidrolis (m) A R= P 5.86 ⁄3 ? 0.38 .98 x 0.30 + 2 ? 1.86 m  I = Kemiringan Dasar Saluran (m) I = 0.3 √1 + 12 P = 6.000030 ⁄2 0.013 1 2⁄ 1⁄ V= R 3I 2 n 1 2 1 V= x 0. 53 A = 5.98 R= 6.013 V = 0.98 m2  P = Keliling Basah (m) P = B + 2h √1 + m2 P = 3.98 R = 0.5 m  Q = Debit (m3/det) Q=AV Q = 5.000030 m  V = Kecepatan Aliran Air menggunakan rumus Manning (m/det) n = 0.

60 m  Jumlah Pintu (jp ) : 2 Buah  Tinggi Muka Air diatas ambang (hr) : Q = 1.58 d = .5) hr = 0.0. 54 Q = 2.208 tr = 0.07 m Tinggi saluran diturunkan 0.58 + 0.11 m  w = 0.07 m.208 tr = 0.71 x jp x bp ) ? 2.27 m3/det  ∆p = 0.58 m  Tinggi Pintu (tr) tr = hr + 0.30 – 0.71 x jp x bp x hr3/2 ? Q hr = √( )? (1.79 m  Tinggi Tumit (d) d = h – tr – hr d = 1.71 x 2 x 1.27 hr = √( )? (1.79 – 0. .

9.5 m.5. Gambar 4. 2016 . 55 Gambar 4. Rencana Pintu Air Sumber: Data Olahan 4. Pintu Air Sumber: Foto Dokumentasi Kerja Praktek.6 m dan tebal 8 cm yang terbuat dari lapisan baja. tinggi 1. lebar 1.10. Perhitungan Debit Maksimal Pada Pintu Air Pada pekerjaan pembangunan Daerah Irigasi Rawa Danau Teluk dan Pelayangan Kali Gawe Kiri pintu air yang dipasang dengan type pintu sorong.

Tampak Melintang Pintu Air Sumber: Data Olahan  A = Luas Maksimal Bukaan Pintu A=PxL A = 1.30 R = 0.10 m2  P = B + 2h P = 1.5 A = 2. 56 Gambar 4.30 m  R = A/P 2.11.49 m  V = Kecepatan Aliran Air menggunakan rumus Manning (m/det) .4 P = 4.4 x 1.5 + 2 x 1.10 R= 4.

27 0.82 1.14 0.55 m3/det Jadi.41 0.5 0.55 1. debit maksimal yang mengalir pada bukaan satu dengan ketinggian 2 m adalah 0.45 0.20 0.28 0. Tabel 4.90 1.7 0.000030 ⁄2 0.55 m3/det.18 0.2 0.07 0.2 0.1 0.10 0.31 0.49 ⁄3 ? 0.10 m3/det.3 0. 57 1 2⁄ 1⁄ V= R 3I 2 n 1 2 1 V= x 0.44 0.6 0.04 0.10 1.36 0.22 0.08 0.72 0.36 0.14 0.1 0.8 0.9 0.0 0.62 0.10 x 0.4 0.26 m/det  Q=AV Q = 2.02 Sumber : Data Olahan .3 0.26 Q = 0.54 0.50 1. Bukaan Pintu Air Tinggi Bukaan Debit Yang Mengalir Debit Yang Mengalir (m) Untuk 1 Pintu (m³/det) Untuk 2 Pintu (m³/det) 1. Sehingga jika dibuka kedua pintu debit yang mengalir adalah 1.01 0.013 V = 0.4 0.00 1.2.