You are on page 1of 6

UJI KARAKTERISASI KUALITAS RADIASI SINAR X SEBAGAI

PARAMETER QUALITY CONTROL

Oleh :
Sri Dewi Astuty Ilyas, S.Si., M.Si, Khaerati, Supri H, St. Chadidjah
Jurusan Fisika Fakultas MIPA Universitas Hasanuddin
Email : tuty_ilyas@yahoo.com

Abstract
A study concerning the test of the quality characteristic X-ray radiation as the parameters of Quality Control.
The test was conducted as a test of the suitability of the quality assurance program tools including diagnostic radiology
quality assurance program and quality control (QA / QC). Test the suitability of the effect on image quality and patient
dose is testing X-ray plane functions radiodiagnostic which aims to ensure that every parameter tested the accuracy of
radiation on aircraft performance or function according to specifications and tools in case of deviation should be
within the specified tolerance limit value. The type of tests performed is consistency and linearity test, HVL test and
Focusing test on the production of X-rays.
The results show that the linearity and consistency tests, the level of alignment at various tube current value
does not exceed 10% of the linearity of the output radiation for each tube voltages respectively 3.3% at the setting
50kV, 60kV 3.7% at the setting, 3 , 5% in the setting 70kV, 80kV 2.4% at the setting, and 1.1% at 90kV settings, the Test
HVL, for 70kV tube voltage generated HVL value was 3.2 mmAl, for 80kV tube voltage generated HVL value is 3,
4mmAl, and for a tube voltage of 90kV generated HVL value was 3.8 mmAl; Focusing on the test, use allignment Beam
angle deviation of 10 cm of 4.4 (FFD 50cm), 4.8 (FFD 70cm), 3.6 (FFD 90cm), 3.2 (FFD 110cm), and 2.8
(FFD 130cm), whereas the use of allignment 20cm and 30cm Beam produces a large deviation angle.

Key Words : quality of radiation, quality control, HVL, Linierity, focusing

Abstrak

Telah dilakukan penelitian tentang uji karakteristik kualitas radiasi sinar X sebagai parameter Quality
Control. Pengujian ini dilakukan sebagai uji kesesuaian dalam program jaminan mutu alat-alat radiologi diagnostik
yang meliputi program jaminan kualitas dan kendali kualitas (QA/QC). Uji kesesuaian yang berpengaruh pada kualitas
citra dan dosis pasien yaitu pengujian fungsi pesawat sinar-X radiodiagnostik yang bertujuan untuk menjamin bahwa
setiap parameter penyinaran pada pesawat teruji akurasi kinerjanya atau fungsinya sesuai dengan spesifikasi alat dan
bila terjadi penyimpangan harus berada dalam nilai batas toleransi yang ditentukan. Adapun jenis pengujian yang
dilakukan adalah uji konsistensi dan linieritas, uji HVL dan dan uji konsistensi Titik Fokus terhadap produksi sinar X.
Hasil yang didapat menunjukkan bahwa dalam uji Linieritas dan Konsistensi, tingkat kesejajaran pada
berbagai nilai arus tabung tidak melebihi 10% dengan linearitas output radiasi untuk setiap tegangan tabung berturut-
turut 3,3% pada pengaturan 50kV, 3,7% pada pengaturan 60kV, 3,5% pada pengaturan 70kV, 2,4% pada pengaturan
80kV, dan 1,1% pada pengaturan 90kV, pada Uji HVL, untuk tegangan tabung 70kV dihasilkan nilai HVL adalah
3,2mmAl, untuk tegangan tabung 80kV dihasilkan nilai HVL adalah 3,4mmAl, dan untuk tegangan tabung 90kV
dihasilkan nilai HVL adalah 3,8mmAl; pada Uji Titik Fokus, penggunaan Beam Allignment 10 cm menghasilkan
penyimpangan sudut sebesar 4,4 (FFD 50cm), 4,8 (FFD 70cm), 3,6 (FFD 90cm), 3,2 (FFD 110cm), dan 2,8 (FFD
130cm), sedangkan pada penggunaan Beam Allignment 20cm dan 30cm menghasilkan penyimpangan sudut yang
besar.

I. Pendahuluan
Salah satu bidang kajian dalam ilmu fisika adalah perbaikan yang mungkin sangat diperlukan sebelum
fisika inti dan fisika modern, dimana dalam teori dan terjadi kerusakan yang signifikan terhadap kualitas
prinsipnya diaplikasikan dalam berbagai bidang. Salah citra. Program ini disebut Program Jaminan Kualitas
satu diantaranya adalah bidang kesehatan atau (Quality Assurance) dan Program Control Kualitas
kedokteran. Setelah berkembangnya ilmu fisika dari (Quality Control) yang bertujuan meyakinkan bahwa
fisika klasik menjadi fisika kuantum yang fasilitas Sinar X diagnostik akan menghasilkan gambar
menggunakan prinsip gelombang, ditemukanlah sinar berkualitas tinggi secara konsisten dengan minimal
X yang dimanfaatkan dalam bidang kedokteran yang paparan dari pasien dan segi penyembuhan personel.
dapat menembus obyek untuk menggambarkan organ Beberapa kegiatan uji yang termasuk dalam program
dalam tubuh manusia. Quality Control terdiri dari Reproduksibilitas Keluaran
radiasi Sinar X, Linearitas dan kemampuan untuk
Program keselamatan dan kesehatan kerja dalam memproduksi nilai mA, Reproduktifitas dan akurasi
medan radiasi pengion tersebut dilakukan secara dari timer, Reproduktifitas dan akurasi dari kVp,
berkala pada jangka waktu tertentu, sehingga dapat Akurasi sumber-to-film indikator jarak, Cahaya/Sinar
mendeteksi perkembangan ketidaknormalan fungsi X bidang kongruensi, Nilai HVL (filter Aluminium),
peralatan dan sekaligus dapat diketahui tindakan Konsistensi Titik Fokus dan Entrance Skin Exposure.

1
lingkungan dimana pesawat radiasi pengion
Teknik Kualitas kontrol yang dilakukan dalam dioperasikan.
penelitian ini yaitu pemantauan (atau pengujian) dan
pemeliharaan terhadap komponen sistem Sinar X dan Standar kelayakan pengujian parameter dalam Program
kemampuan produksi radiasi oleh pesawat meliputi Uji Quality Control (QC) Pesawat sinar-X seperti yang
HVL, Uji Linieritas dan konsistensi, serta Uji Titik tercantum dalam tabel 1 berikut :
Fokus (Focal Spot). Sedangkan uji karakteristik dalam
hal ini dilakukan sehubungan dengan produksi sinar X Tabel 1. Parameter Uji dalam Program Quality Control
(kualita output radiasi) dengan energy efektif yang Pesawat Sinar-X
bergantung factor eksposi yang diberikan.
Pengukuran Frekuensi Toleransi
Filtrasi Tahunan 2,1 mmAl
II. TEORI RINGKAS Kolimasi Per 6 bulanan 2% SID
Ukuran Titik Fokus Tahunan 50%
Pesawat sinar-X modern pada dasarnya Kalibrasi kV Puncak Tahunan 10%
membangkitkan sinar-X dengan cara membombardir Ketepatan Waktu
Tahunan 5% > 10ms
target logam dengan elektron yang berenergy tinggi Paparan
dan kecepatan tinggi. Elektron atom yang tertumbuk 20% 10ms
Linearitas Paparan
akan terpental dari orbitnya, meninggalkan hole yang Tahunan 10%
Radiasi
segera diisi oleh elektron dari kulit luar disertai
pelepasan foton (cahaya elektromagnetik) yang disebut Illuminator Film Tahunan 100 lux
sinar-X karakteristik. Pada saat berkas elektron (Sumber : Radiation Safety Act 1975, Diagnostic X-
menabrak target, sebagian besar energi elektron Ray Equipment Compliance Test 2001)
tersebut hilang dalam bentuk panas, sebagian energi
Linearitas output radiasi adalah kemampuan pesawat
lainnya hilang untuk memproduksi sinar-X. Sinar-X radiografi untuk menghasilkan keluaran radiasi yang
yang terbentuk melalui proses ini mempunyai energi proporsional (konstan) terhadap pada penggunaan
sama dengan selisih energi antara kedua tingkat energi berbagai mAs (kombinasi arus dan waktu paparan
elektron tersebut. Adapun mekanisme lain yang sinar-X).
mungkin terjadi adalah emisi foton yang dialami oleh
elektron cepat yang dibelokkan oleh inti atom target Penentuan Output Radiasi menggunakan persamaan
berikut :
atas konsekuensi dari interaksi coulomb antara inti
atom target dengan elektron cepat. Proses pembelokkan
N ilai paparan radiasi
ini melibatkan perlambatan dan karenanya memerlukan Output =
emisi energi berupa foton. Mekanisme ini disebut
Nilai arus tabung( mAs)
bremsstrahlung (bahasa jerman dari radiasi
pengereman). Dan penentuan linieritas output menggunakan
persamaan :

X max X min
Linieritas= 100
Produksi sinar X melalui mekanisme terakhir tersebut X max + X min
yang dimanfaatkan dalam bidang kesehatan khususnya
dalam bidang radiologi. Perkembangan teknologi telah
memberikan banyak sumbangan tidak hanya dalam Nilai HVL adalah nilai ketebalan filter untuk
perluasan wawasan ilmu dan kemampuan diagnostik mengurangi intensitas sinar-X menjadi setengah dari
radiologi, akan tetapi juga dalam proteksi radiasi pada dosis mula-mula. Nilai ini merupakan nilai paparan
pasien-pasien yang mengharuskan pemberian radiasi radiasi sinar X yang keluar (melewati filter) harus
kepada pasien serendah mungkin sesuai dengan mendekati setengah (1/2D0) dari nilai paparan radiasi
kebutuhan klinisnya. Selama radiasi sinar-X menembus tanpa menggunakan filter.
bahan atau materi dan terjadi tumbukan foton dengan
atom-atom bahan yang akan menimbulkan ionisasi di Untuk mengetahui nilai HVL dari filter Aluminium,
dalam bahan tersebut, kejadian inilah yang maka digunakan persamaan sebagai berikut :
memungkinkan timbulnya efek radiasi terhadap tubuh,
baik yang bersifat non stokastik, stokastik maupun efek
genetik. Ketaatan terhadap Prosedur kerja dengan T 1 ln ( D 1 D 0) T 2 ln ( D2 D0 )
radiasi, Standar pelayanan radiografi, Standar Prosedur HVL=
pemeriksaan radiografi semua perangkat dimaksudkan ln (D1 D2)
untuk meminimalkan tingkat paparan radiasi yang
diterima oleh pekerja radiasi, pasien maupun
2
Kesejajaran pusat berkas sinar-X (titik focus) adalah Arus Paparan Radiasi (mGy)
ketepatan diagnose secara presisi dan akurasi dalam (mAs) 50 kV 60 kV 70 kV 80 kV 90 kV
menentukan lokasi atau tempat gangguan dalam tubuh
4 0,117 0,157 0,281 0,411 0,541
manusia. Misalnya : untuk menentukan pengangkatan
tumor pada jaringan tubuh manusia, apabila informasi 10 0,297 0,396 0,712 1,037 1,371
letak tumor ada penyimpangan maka akan 16 0,491 0,672 1,203 1,712 2,205
mengakibatkan kesalahan lokasi pembedahan dan atau
kesalahan diagnostik Secara teori sudut penyimpangan Terlihat bahwa paparan radiasi akan meningkat seiring
maksimal yang direkomendasikan adalah 30. meningkatnya nilai tegangan dan kombinasi arus-
waktu yang diberikan. Dengan menetapkan nilai
Sudut kesejajaran ditentukan dengan menggunakan paparan radiasi maksimum dan minimum yang
persamaan berikut : diperoleh dari perubahan arus untuk setiap tegangan,
maka nilai linieritas dihitung dengan menggunakan
persamaan yang ada. Adapun nilai linieritas yang
=tan 1 [ r ( FFDhx )
FFD( h+ x) ] diperoleh seperti yang tercantum pada tabel 3 berikut :

Tabel 3. Nilai Ouput dan Linieritas

III.Metode Penelitian Tegangan Output (mGy/mAs) Linieritas


Alat dan Bahan : (kV) 4 mAs 10 mAs 16 mAs (%)
1. Uji Linieritas : Perangkat Pesawat X-Ray, Full 50 0,029 0,030 0,031 3,3
Function meter, mistar, waterpass. 60 0,039 0,041 0,042 3,7
2. Uji Nilai HVL : Filter mmAl, Pen-Dosimetry 70 0,070 0,071 0,075 3,5
(Pen-Dose), mistar, waterpass. 80 0,102 0,104 0,107 2,4
3. Uji Ketepatan Titik Fokus : Perangkat Pesawat X- 90 0,135 0,137 0,138 1,5
Ray, Collimator Test Tool, Beam Alligment Test
Tool, Kaset/Film Radiografi, mistar, waterpass. Nilai arus waktu (mAs) merupakan salah satu faktor
yang menentukan banyaknya sinar-X yang dihasilkan
Prosedur Percobaan: oleh suatu tabung pesawat sinar-X. Perubahan mAs
1. Uji Linieritas : Paparan radiasi diukur setelah tidak melebihi nilai penyimpangan (linieritas) 10%
menetapkan factor eksposi tegangan 50kV untuk sehingga meskipun arus dirubah tetap masih dianggap
arus-waktu 4 mAs, 10 mAs dan 16 mAs. linier.
Selanjutnya pengukuran paparan radiasi diulang
untuk tegangan lainnya (60kV, 70kV, 80kV dan 2. Uji Nilai HVL
90kV) dengan jarak fokus ke alat Full Function Berikut merupakan nilai paparan radiasi (D 0, D1, D2)
Meter yaitu 90 cm. Luas lapangan disesuaikan yang diperoleh dari setiap pengukuran dengan variasi
dengan ukuran alat Full Function meter. tegangan seperti yang tercantum pada tabel 4 berikut :
2. Uji Nilai HVL : Paparan radiasi diukur pada tiga
tahapan untuk masing-masing factor tegangan, Tabel 4. Hasil pengukuran Paparan radiasi dan
pertama tanpa menggunakan filter, kemudian HVL dengan variasi tegangan
dengan filter T1 dan filter T2 dengan ketebalan
yang sesuai dengan tegangan yaitu 70 kV Nilai Paparan Radiasi (mGy) HVL
(T1=2,5mm,T2=3mm), 80kV Tegangan
(mmAl)
(T1=3mm,T2=3,5mm) dan 90kV (kV) D1 D2
D0 D0 /2
(T1=3,5mm,T2=4mm), dengan jarak fokus ke
alat Pen Dosimeter yaitu 70 cm. Luas lapangan 70 0,294 0,147 0,151 0,142 3,2
disesuaikan dengan ukuran alat Pen Dosimeter. 80 0,353 0,177 0,183 0,164 3,34
3. Uji Ketepatan Titik Fokus : Mengatur faktor 90 0,404 0,202 0,212 0,188 3,79
eksosi 50kV dan 5mAS jarak tabung dan kaset
setinggi 50cm, 70cm, 90cm, 110cm dan 130cm.
sentrasi dipusatkan pada tengah kaset collimator 3. Uji Kesejajaran Titik Fokus
test tool dan beam alligment test diatas Adapun hasil pengukuran jarak bayangan titik (focal
permukaan kaset dengan variasi ketinggian beam spot) yang dihasilkan diukur dari titik pusat kolimator,
alligment test tool 10 cm, 20 cm dan 30 cm. serta penentuan sudut penyimpangan seperti yang
tercantum pada tabel 5 (pada lampiran).
IV. Hasil dan Bahasan
1. Uji Linieritas Dari data tersebut diperoleh menunjukkan bahwa
Adapun hasil pengukuran nilai paparan radiasi untuk perbedaan yang tidak signifikan pada penggunaan
setiap kV dapat dilihat pada tabel 2 berikut : beam dengan berbagai macam variasi FFD (beam 10
cm, 20 cm dan 30 cm). Semakin tinggi jarak antara
Tabel 2. Hasil Paparan radiasi berbagai mAs dan focus ke film (FFD) maka penyimpangan titik dengan
kV titik yang berada pada pusat collimator test tool
semakin kecil. Ketepatan titik pusat berkas sinar-X
3
merupakan faktor yang penting untuk menentukan 2. Linieritas dari output radiasi pada variasi
Resolusi parsial dalam gambaran radiografi. Resolusi perubahan mAs konsisten dengan tegangan yang
parsial adalah kemampuan suatu alat dalam diberikan, HVL dari filter yang digunakan pada
menampilkan gambaran dua obyek yang kecil yang setiap perubahan factor eksposi memberikan
saling berdekatan. Yang mana dalam penyimpangan keluaran radiasi yang mendekati pada pengukuran
ketepatan titik pusat berkas sinar-X dapat tanpa penggunaan filter, serta ketidak sejajaran
mengakibatkan terjadinya magnifikasi dan distorsi titik focus akan menghasilkan informasi yang
pada gambaran radiografi sehingga tidak dapat menyimpang tentang letak/posisi kelainan dalam
menegakkan diagnose. tubuh pasien.
3. Penggunaan Pesawat dalam jangka waktu lama
Grafik Linieritas Output Radiasi : tanpa upaya perbaikan akan mempengaruhi citra
radiografi yang dihasilkan.

Kurva Output Radiasi DAFTAR PUSTAKA :


0.15
tegangan 50kV tegangan 60kV 1. Atolan, F. 2004. Hubungan antara Aspek
0.13 Manajemen dengan Praktek Protap K3 Radiasi
0.1 Radiografer di Instalasi Radiologi Rumah Sakit
di Kota Semarang. Semarang: Diponegoro
tegangan 70kV 0.08
tegangan 80kV University Press.
Output Radiasi (mGy/mAs)
0.05
2. Akhadi, Mukhlis. Drs. 2000. Dasar-Dasar
0.03
Proteksi Radiasi. Jakarta: PT. Renika Cipta.
tegangan 90kV
0
3. Alamsyah, Reno.2004. Jaminan Mutu untuk
Keselamatan pada Fasilitas Sumber Radiasi.
Jakarta: Requalifikasi PPR Bidang Industri.

4. BAPETEN. 1999. Ketentuan Keselamatan Kerja


terhadap Radiasi, SK. Kepala Bapeten No. 01
Grafik hasil pengukuran sudut penyimpangan titik
focus : Tahun 1999. Jakarta: Bapeten.

5. Beiser A. 1990. Konsep Fisika Modern. Jakarta:


Erlangga.

6. Chember, H. 1987. Introduction to Health


Physics.2th. New York: Pergamon Press.
7. Danial, D. 1989. An Analysis of Radiographic
Quality. Maryland: Aspen Publisher.

8. Handoko. 1995. Manajemen Kesehatan. Edisi II.


Yogyakarta: Universitas Gajah Mada.

V. Kesimpulan 9. Herman, C. 1983. Pengantar Fisika Kesehatan.


1. Toleransi kelayakan setiap pesawat sinar X akan Semarang: IKIP Semarang Press.
mempengaruhi keluaran radiasi sinar X, sehingga 10. IERP, Radiation Safety Act 1975, Diagnostic X-
control kualitas tetap akan terjaga untuk Ray Equipment Compliance Test 2000. Australia:
menghasilkan citra yang berkualitas dan IERP.
keselamatan radiasi terhadap pasien dan pekerja
radiasi tetap dalam batas yang diperbolehkan.

Lampiran Data dan Gambar :

Tabel 5. Data Penyimpangan Kesejajaran Titik Fokus dengan Variasi Ketinggian Beam Alligment

Beam Penyimpangan Bayangan Titik Pusat


Alligment FFD 50cm FFD 70cm FFD 90cm FFD 110cm FFD 130cm
4
X (cm) (0) X (cm) (0) X (cm) (0) X (cm) (0) X (cm) (0)
(cm)
10 1,1 4,4 1,1 4,8 0,8 3,6 0,7 3,2 0,6 2,8
20 2,3 3,6 2,2 4,1 2,2 4,5 1,9 4,1 1,8 4,0
30 4,6 3,2 4,5 4,5 4,4 5,1 4,2 5,5 4,2 5,8

Gambar Skema pengujian Linieritas dan HVL

Gambar Skema pengujian Kesejajaran Titik Fokus

Contoh gambar Citra kesejajaran titik focus :

1,5