MAKALAH EKONOMI MONETER

SUKU BUNGA SEBAGAI INSTRUMEN EKONOMI
MONETER

DISUSUN OLEH

KELOMPOK 9

ARI ARYA FITRIZA 150523039
RIDWAN FADLI 150523047
YAVID HIDAYAH 150523073
EKO SISWANTO 150523076
WAHYUDA PRATAMA 150523077

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
PROGRAM STUDI EKONOMI PEMBANGUNAN
MEDAN
OKTOBER 2016

KATA PENGANTAR

Alhamdulillahirabbil’alamin, puji dan syukur kehadirat Allah SWT yang
selalu memberikan rahmat, hidayah dan inayah-Nya, sehingga kami dapat
menyelesaikan makalah yang berjudul Suku Bunga Sebagai Instrumen Ekonomi
Moneter sebagai tugas dari mata kuliah Ekonomi Moneter. Dan tidak lupa juga
shalawat dan salam kehadirat junjungan Nabi besar Rasulallah Muhammad SAW
yang telah membawa kita dari zaman jahiliyah menuju zaman yang terang-
benderang, sehingga kita mengetahui mana yang haq dan mana yang bathil.

Terima kasih kepada orang tua kami yang telah membesarkan dan
mendidik kami hingga dewasa dengan kesabaran, kasih sayang dan keikhlasan,
serta doa dan cucuran keringat yang mengalir demi mewujudkan cita-cita kami.
Dalam kesempatan ini, kami juga mengucapkan terima kasih kepada pihak yang
telah membantu dan berkontribusi dalam penyelesaian makalah ini.

Terlepas dari semua itu, kami menyadari sepenuhnya bahwa makalah ini
masih jauh dari kata sempurna baik dari segi susunan kalimat maupun tata
bahasanya. Oleh karena itu, dengan terbuka kami menerima segala keritik dan
saran dari pembaca mengenai isi pembahasan makalah ini agar ke depannya kami
dapat memperbaikinya.

Akhir kata kami berharap semoga makalah Ekonomi Moneter ini yang
berjudul Suku Bunga Sebagai Instrumen Ekonomi Moneter bermanfaat bagi
pembaca baik dari kalangan umum dan mahasiswa.

Medan, Oktober 2016

Penyusun,

Ari Arya Fitriza
Eko Siswanto
Ridwan Fadli
Wahyuda Pratama
Yavid Hidayah

i

....................................4 Pengertian dan Faktor-faktor yang Mempengaruhi Suku Bunga Bank...2 Faktor-faktor yang Mempengaruhi Suku Bunga Bank...4 2..........................................................4.....2 1.5 2............................................................................8 2.......1..2 Pengertian Suku Bunga Nominal dan Suku Bunga Riil...............10 2..........................................................4 2....................1 Latar Belakang.............................3 Tujuan....................................................1....................4...1 Kesimpulan.................2..6 Jenis-jenis Pembebanan Suku Bunga Kredit......................3......i DAFTAR ISI.......1 Pengertian Suku Bunga Bank............................................................................2....2 Saran.........1 Suku Bunga Nominal.5 Komponen-komponen Dalam Menentukan Bunga Kredit.................. 11 2..3 Menghitung Suku Bunga Nominal dan Suku Bunga Riil..................................................................................................................15 BAB III PENUTUP 3............................4 Manfaat Penulisan..............8 2.............................2 1..10 2.........................................................18 DAFTAR PUSTAKA................................................................................................................................................ 9 2........................................................................................1 Menghitung Suku Bunga Nominal..................................8 2..........2 Rumusan Masalah.......................2 BAB II PEMBAHASAN 2...........1 1.2 Menghitung Suku Bunga Riil............................. 9 2...................3.........1 Pengertian Tingkat Bunga Menurut Klasik....................10 2.....................................................................................................................2 Pengertian Tingkat Bunga Menurut Keynes.................................19 ii ........14 2..............................ii BAB I PENDAHULUAN 1............................................................................................................................................. DAFTAR ISI KATA PENGANTAR........1 Pengertian Suku Bunga............2 Suku Bunga Riil..........................................................18 3.............................................................................................

sementara pada saat yang sama dia juga bertugas sebagai pengendali inflasi. Apabila jumlah produksi berkurang. Seiring dengan itu. Kenaikan suku bunga yang dilakukan oleh bank sentral akan direspon oleh para pelaku pasar dan para penanam modal untuk memanfaatkan momen tersebut guna meningkatkan produksi dan menanamkan investasinya. produksi industri akan berkurang karena produsen akan membatasi kerugian. Kenaikan suku bunga sangatlah dikhawatirkan oleh para kreditur dan tingkat penjualan perumahan yang semakin menurun karena membuat pajak pinjaman modal dan kredit perumahan semakin meningkat. Bank sentral memiliki peran untuk menjaga keseimbangan dan mendorong pertumbuhan.1 Latar Belakang Suku bunga adalah tolok ukur dari kegiatan perekonomian suatu negara yang akan berimbas pada kegiatan perputaran arus keuangan perbankan. Pada gilirannya konsumen tidak mampu membayar kredit. maka akan melemahkan mata uang tersebut. Akibatnya. BAB I PENDAHULUAN 1. investasi dan pergerakan mata uang. inflasi. Demikian pula sebaliknya. Akibatnya ekspor bertambah dan jumlah pengangguran menurun. tanpa didukung dalam kelancaran produksi dan bisnis yang menunjang. akan berimbas pada kredit macet. 1 . Sisi positif dari suku bunga tinggi adalah investor asing akan melirik dan berinvestasi di negara itu. akan berdampak juga pada jumlah produksi yang bertambah dan tenaga kerja yang juga akan semakin bertambah. Akhirnya harga yang lebih tinggi akan mengambil korban sebagai dampak dari inflasi. bila saja suku bunga menurun. sehingga devisa yang masuk ke negara tersebut semakin menguatkan mata uangnya terhadap mata uang lain. Solusinya adalah bank sentral harus menurunkan suku bunga yang akan berimbas pada penurunan tarif dan bunga kredit untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan ekspansi. ada peningkatan permintaan mata uang karena banyak investor yang menanamkan modalnya di negara tersebut. Efek panjang dari kenaikan suku bunga dalam waktu lama akan membuat uang pinjaman lebih mahal.

5. 3. 6. 4. Komponen-komponen dalam menentukan bunga kredit. 2 . Mengetahui dan menghitung suku bunga sebagai salah satu instrumen ekonomi moneter. 1. 1.4 Manfaat Penulisan Dengan makalah ini.3 Tujuan Tujuan dari pembuatan makalah yang berjudul Suku Bunga Sebagai Instrumen Ekonomi moneter adalah sebagai berikut: 1. Sebagai daya tarik bagi para penabung yang mempunyai dana lebih untuk diinvestasikan. 4. 2. Jenis-jenis pembebanan. memberikan efek pada pertumbuhan ekonomi yang semakin bergairah. 5. Dengan demikian.2 Rumusan Masalah Rumusan masalah pada makalah yang kami buat kali ini. Dapat menghitung suku bunga kredit dan besarnya angsuran menurut jenis pembebanan suku bunga kredit. suku bunga riil dan mengkaji komponen yang menentukan suku bunga kredit. Pengertian tingkat bunga menurut Klasik dan Keynes. Pengertian dan faktor-faktor yang mempengaruhi suku bunga bank. 3. 2. akan membahas tentang: 1. kami berharap dapat memberikan manfaat kepada pembaca sebagai berikut: 1. Pengertian suku bunga nominal dan suku bunga riil. Dapat menghitung suku bunga normal. Mengetahui komponen-komponen dalam menentukan bunga kredit dan jenis- jenis pembebanannya 1. negara-negara yang menawarkan keuntungan tertinggi pada investasi melalui suku bunga. Menghitung suku bunga nominal dan suku bunga riil. Memahami faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi suku bunga bank.

2. Suku bunga dapat digunakan sebagai alat moneter dalam rangka mengendalikan penawaran dan permintaan uang yang beredar dalam suatu perekonomian.1 Pengertian Suku Bunga . 3. BAB II PEMBAHASAN 3 2. Pemerintah dapat memanfaatkan suku bunga untuk mengontrol jumlah uang beredar.

yaitu seperti yang dijelaskan di bawah ini: 2. Dengan perkataan lain sektor moneter. kecuali meningkatkan efisiensi dan mendorong terjadinya spesialisasi pekerjaan.1. kami hanya akan mengemukakan teori-teori yang dianggap penting untuk diketahui. tingkat suku bunga adalah harga atas penggunaan uang yang biasanya dinyatakan dalam persen (%) untuk jangka waktu tertentu. dibelikan langsung kepada barang-barang modal. adalah sebagai alat pengukur nilai dalam melakukan transaksi. Asumsi yang digunakan disini adalah bahwa 4 penabung yang rasional tidak akan menempuh jalan yang pertama. Terdapat banyak teori tentang suku bunga. dibelikan obligasi baru dan ketiga. Hubungan antara sektor moneter dan riil. ditambahkan pada saldo tunai yang ditahannya. bahwa seorang dapat melakukan tiga hal terhadap selisih antara pendapatan dan pengeluaran komsumsinya yaitu: pertama. teori tingkat suku bunga merupakan teori permintaan penawaran terhadap tabungan. Oleh karena itu. dalam teori ekonomi klasik terpisah sama sekali dari sektor riil dan tidak ada pengaruh timbal balik antara kedua sektor tersebut. uang tidak dapat mempengaruhi sektor produksi. Jika jumlah uang beredar lebih besar daripada nilai-nilai barang yang tersedia. maka tingkat harga meningkat. jika sebaliknya akan menurun.1 Pengertian Tingkat Bunga Menurut Klasik Menurut Teori Klasik. Dalam keadaan full employment itu seluruh kapasitas produksi sudah dipergunakan penuh dalam proses produksi. Kedua. dalam teori ekonomi klasik hanya dijembatani oleh tingkat harga. bahwa perekonomian senantiasa berada dalam keadaan full employment. Pada prinsipnya. sebagai pengusaha. maupun sebagai alat penyelesaian hubungan hutang-piutang yang menyangkut masa depan. . Teori ini membahas tingkat suku bunga sebagai suatu faktor pengimbang antara permintaan dan penawaran daripada investable fund yang bersumber dari tabungan. Konsep tabungan menurut klasik dikatakan. sebagai alat pertukaran untuk memperlancar transaksi barang dan jasa. Fungsinya yang menonjol dari uang dalam teori ekonomi klasik. akan tetapi pada tulisan ini. Teori ekonomi klasik mengasumsikan. Berdasarkan pada pertimbangan bahwa akumulasi kekayaan dalam bentuk uang tunai adalah tidak menghasilkan.

5 Teori permintaan uang Keynes menekankan kepada berapa besar proporsi kekayaan yang dipegang dalam bentuk uang. Dalam Konsep Keynes. Keynes mengatakan bahwa tingkat bunga semata-mata merupakan fenomena moneter yang mana pembentukannya terjadi di pasar uang. teori Keynes mengasumsikan bahwa perekonomian belum mencapai tingkat full . Artinya pada tingkat suku bunga yang lebih tinggi masyarakat akan terdorong untuk mengorbankan atau mengurangi pengeluaran untuk konsumsi guna menambah tabungannya. maka keinginan masyarakat untuk melakukan investasi menjadi semakin kecil. dan perubahan-perubahan dalam tingkat bunga akan menyebabkan tabungan yang tercipta pada tingkat penggunaan tenaga kerja penuh akan selalu sama dengan investasi yang dilakukan oleh para pengusaha. Makin tinggi tingkat suku bunga makin tinggi pula keinginan masyarakat untuk menabung. Keynes tidak sependapat dengan pandangan ahli-ahli ekonomi klasik yang mengatakan bahwa tingkat tabungan maupun tingkat investasi sepenuhnya ditentukan oleh tingkat bunga. Hal ini karena biaya penggunaan dana (cost of capital) menjadi semakin mahal. Makin besar jumlah pendapatan yang diterima oleh suatu rumah tangga.2 Pengertian Tingkat Bunga Menurut Keynes Teori penentuan tingkat suku bunga Keynes dikenal dengan teori liquidity prefence. Asumsi Teori Keynes adalah dasar pemilikan bentuk penyimpangan kekayaan adalah perilaku masyarakat yang selalu menghindari resiko dan ingin memaksimumkan keuntungan. alternatif penyimpangan kekayaan terdiri dari surat berharga (bonds) dan uang tunai. semakin besar pula jumlah tabungan yang akan diperolehnya. Berbeda dengan teori klasik. 2. Ia terutama tergantung dari besar kecilnya tingkat pendapatan rumah tangga itu. Menurut teori klasik. besarnya tabungan yang dilakukan oleh rumah tangga bukan tergantung dari tinggi rendahnya tingkat bunga. peubahan yang cukup besar dalam tingkat bunga tidak akan menimbulkan pengaruh yang berarti keatas jumlah tabungan yang akan dilakukan oleh rumah tangga dan bukannya tingkat bunga.1. Menurut Keynes. bahwa tabungan masyarakat adalah fungsi dari tingkat suku bunga. Apabila jumlah pendapatan rumah tangga itu tidak mengalami kenaikan atau penurunan. maka keinginan untuk melakukan investasi akan semakin meningkat. Makin tinggi tingkat suku bunga. dan sebaliknya makin rendah tingkat suku bunga. Artinya tingkat suku bunga ditentukan oleh penawaran dan permintaan akan uang. Investasi juga merupakan fungsi dari tingkat suku bunga.

3. Motif transaksi dan motif berjaga-jaga merupakan fungsi positif dari tingkat pendapatan. setidaknya untuk jangka pendek. yaitu: 1. Yaitu motif memegang uang untuk keperluan transaksi sehari-hari. produksi masih dapat ditingkatkan tanpa mengubah tingkat upah maupun tingkat harga-harga. Yaitu motif memegang uang karena adanya ketidakpastian mengenai masa datang. Keperluan Berjaga-jaga. Oleh karena itu. Yaitu motif memegang uang untuk keperluan spekulasi dan mencari keuntungan sebagaimana motif berjaga-jaga. Keperluan Transaksi (Transaction Motive). berperan untuk meningkatkan produksi nasional. Keperluan Spekulasi. Setelah perekonomian berada dalam keadaan full employment. motif permintaan uang untuk spekulasi ini timbul akibat adanya ketidakpastian di masa yang akan datang. 2. kebijaksanaan moneter dalam teori Keynes. Dalam teori Keynes dikenal tiga motif yang mendasari permintaan uang masyarakat. Dengan demikian jelaslah bahwa teori Keynes adalah teori ekonomi jangka pendek sebelum mencapai full employment. Dengan menurunkan tingkat suku bunga. investasi dapat dirangsang untuk meningkatkan produksi nasional.employment. barulah kebijaksanaan moneter tidak dapat lagi berperan untuk meningkatkan produksi nasional. Besarnya uang untuk keperluan ini tergantung kepada besarnya pendapatan. Keynes mengatakan bahwa motif ini berdasarkan kepada keinginan untuk mendapatkan keuntungan dengan mengetahui apa yang akan terjadi di masa yang akan datang. 6 . Dengan demikian.

2 Pengertian Suku Bunga Nominal dan Suku Bunga Riil 7 . Pada gambar (b) permintaan uang untuk spekulasi ditentukan oleh tingkat bunga. Jika tingkat suku bunga meningkat. Sebagaimana sudah dikemukakan pada bagian terdahulu. Sebagai contoh. 2. orang akan cenderung tetap memilih memegang uang kas. Keadaan seperti ini disebut perangkap liquiditas (liquidity trap) sebab semua uang kas terperangkap ditangan untuk menghindari kerugian dan tidak akan beredar sebagai uang aktif. maka surat-surat berharga akan turun demikian pula sebaliknya. Sebaliknya MSp elastis terhadap perubahan tingkat suku bunga dan mempunyai hubungan yang negatif. pada r0 permintaan uang pada spekulasi adalah sebanyak MS1 semakin menurun tingkat bunga semakin banyak permintaan uang untuk spekulasi karena orang lebih suka memegang uang daripada obligasi. yaitu: 1. orang akan cenderung memegang uang kas daripada surat-surat berharga. hubungan antara tingkat suku bunga dan tingkat harga berbanding terbalik. 2. Gambar (a) dan (b) Teori Keynes tentang Tingkat Suku Bunga Gambar (a) menunjukkan uang kas diperlukan untuk setiap tingkat pendapatan. Seandainya jumlah uang beredar bertambah besar. berapapun tingkat suku bunga yang berlaku nilai MT dan MP tidak elastis terhadap perubahan tingkat suku bunga. Apabila tingkat bunga tinggi permintaan rendah karena orang lebih suka memegang surat berharga seperti obligasi daripada memegang uang. Karena itu pada tingkat suku bunga yang sangat rendah.

dengan tingkat suku bunga 5% dan inflasi tahun tersebut ternyata sebesar 4%. maka suku bunga riil yang harus dibayar hanyalah 8%. 2. sehingga biaya atas pinjaman (cost of capital) hanya tinggal 8%. Ini dikarenakan harga barang dan jasa (termasuk pendapatan si peminjam) rata-rata naik sebesar 5%. bank memberlakukan suku bunga 10% pada ekspektasi inflasi selama satu tahun ke depan adalah 0%.000 (yaitu $100.000 selama setahun pada suku bunga nominal 10%. Suku bunga riil sangat penting dipertimbangkan. Bagi orang yang menabung uang di bank. maka pada akhir tahun perusahaan harus mengembalikan pinjaman tersebut sebesar $110. Misalnya perusahaan meminjam uang dari bank sebesar $100. maka suku bunga riil sebenarnya tidak berubah (yaitu 13% .2. Sementara bagi orang yang meminjam uang dari bank. misalnya. 2. Misalnya pada contoh diatas inflasi yang diantisipasi adalah sebesar 3% dan suku bunga nominal naik menjadi 13%. maka bank mungkin akan memberlakukan suku bunga 13% jika ekspektasi inflasinya adalah 3%.3 Menghitung Suku Bunga Nominal dan Suku Bunga Riil 8 . jika suku bunga pinjaman sebesar 12% dan tingkat inflasi sebesar 5%. 2.3%).2 Suku Bunga Riil Suku Bunga Riil adalah suku bunga setelah dikurangi dengan inflasi. Hal ini dikarenakan inflasi yang terjadi selama ia menabung uang telah mengurangi nilai keuntungan (bunga) yang diperoleh.000 x 10%). (atau suku bunga riil = suku bunga nominal – ekspektasi inflasi). misalnya.1 Suku Bunga Nominal Suku bunga nominal adalah suku bunga yang biasa kita lihat bank atau media cetak. Jika.2. Suku bunga nominal cenderung naik seiring dengan angka inflasi. maka suku bunga riil yang ia peroleh hanyalah sebesar 1%.

2.03 = $1060.  Hubungan antara bunga efektif dan bunga nominal adalah effective annual interest rate: Dengan: r = nominal interest rate (6% à0.09%.6%compounded semi-annually. Berapa F setelah 4 tahun? Gunakan nilai bunga nominal dengan periode < 1 tahun.8) = $1000 x 1. bunga efektif adalah 6. Kemudian bunga tersebut dipakai dalam rumus yang diinginkan.06) c = banyak periode bunga per tahun r/c = tarif bunga dengan periode c kali per tahun Agar rumus-rumus bunga yang telah dibicarakan (hubungan antara P. F. dan g) berlaku juga untuk bunga dengan periode pembayaran kurang dari 1 tahun. A.9  Maka. maka : Hitung dulu bunga efektif tahunan dari bunga yang diperjanjikan (periode < 1 tahun).03 x 1. Contoh : F = $1000 x (1+0. Bila periode pembayaran kurang dari 1 tahun :besar bunga efektif (1tahun) > bunga nominalnya. sedangkan bunga nominalnya adalah 6%.3. Dalam 1 tahun menjadi : F = $1000 x 1.03)8 = $1000 x (F/P 3. namun periode pembayaran bunga dilipatkan menjadi n x c.1 Menghitung Suku Bunga Nominal Tarif bunga sesungguhnya (actual) atau tarif bunga efektif sebesar 3%/6 bulan (compound each six month period). Contoh : $1000 dengan bunga 3%/6bulan. maka tahunan atau bunga nominal dinilai sebagai bunga 6%/tahun yang digandakan tiap ½ tahun. Contoh : P = $1000.267 = $ 1267 Untuk membedakan bunga efektif dan bunga nominal. untuk seterusnya digunakan : i = bunga efektif r = bunga nominal 2.3.2 Menghitung Suku Bunga Riil 9 .

dan bunga deposito. Suku bunga riil lebih tepat didefinisikan melalui persamaan fisher. yang dinamakan setelah Irving Fisher. Bunga simpanan merupakan harga yang harus dibayar bank kepada nasabahnya. adalah bunga yang diberikan kepada para peminjam atau harga yang harus dibayar oleh nasabah peminjam kepada bank. pertama-tama mari kita pertimbangkan suatu situasi dimana kita melakukan pinjaman sederhana dengan tingkat bunga 5% (i = 5 %) dan kita mengharapkan tingkat harga meningkat sebesar 3 % pada tahun tersebut ( π e = 3%).3 % = 2 % Sebagaimana ditunjukkan melalui definisi Fisher. Bunga juga dapat diartikan sebagai harga yang harus dibayar kepada nasabah (yang memiliki simpanan) dengan yang harus dibayar oleh nasabah kepada bank (nasabah yang memperoleh pinjaman). Untuk melihat mengapa definisi ini masuk akal. kita dapatkan bahwa suku bunga riil sama dengan suku bunga nominal dikurangi tingkat inflasi yang diharapkan. Persamaan Fisher menyatakan bahwa suku bunga nominal i sama dengan suku bunga riil i ditambah dengan tingkat inflasi yang diharapkan π e: r i = ir + π e + (ir x π e ) Menyusun ulang suku-suku. Akibat melakukan pinjaman.4.1 Pengertian Suku Bunga Bank Bunga bank dapat diartikan sebagai balas jasa yang diberikan oleh bank yang berdasarkan prinsip konvensional kepada nasabah yang membeli atau menjual produknya. yaitu sebagai berikut : 1. Bunga simpanan. 10 . salah seorang ekonom moneter besar abad ke-20. Dalam kegiatan sehari-hari ada dua macam bunga yang diberikan bank kepada para nasabahnya. 2. Bunga pinjaman. Sebagai contoh jasa giro.4 Pengertian dan Faktor-faktor yang Mempengaruhi Suku Bunga Bank 2. Sebagai contoh adalah bunga kredit. pada akhir tahun kita akan mempunyai 2 % dalam arti riil. yaitu bunga yang diberikan sebagai rangsangan atau balas jasa bagi nasabah yang menyimpan uangnya di bank. yaitu dalam arti barang dan jasa riil adalah 2 %: Ir = 5 % . bunga tabungan. 2.

2 Faktor-faktor yang Mempengaruhi Suku Bunga Bank Agar keuntungan yang diperoleh bank dapat maksimal. Namun untuk menghadapi pesaing target laba dapat diturunkan seminimal mungkin. Kedua macam bunga bank ini merupakan komponen utama faktor biaya dan pendapatan bagi bank. Faktor-faktor yang mempengaruhi penentuan suku bunga yaitu: 1. sementara permohonan pinjaman sedikit maka bung simpanan akan turun. 2. sedangkan bunga pinjaman merupakan pendapatan yang diterima dari nasabah. sementara permohonan pinjaman meningkat. Bunga simpanan merupakan biaya dana yang harus dikeluarkan kepada nasabah. Baik bunga simpanan maupun bunga pinjaman masing-masing saling mempengaruhi satu sama lainnya. Sebaliknya apabila dana yang ada dalam simpanan di bank banyak.4. maka yang dilakukan oleh bank agar dan tersebut cepat terpenuhi adalah dengan meningkatakan suku bunga simpanan. 2. 11 . sebagai contoh. begitu pula sebaliknya. maka pihak manajemen bank harus pandai dalam menetukan besar kecilnya komponen suku bunga. maka bunga pinjaman secara otomatis juga tinggi. Hal ini disebabkan target laba merupakan salah satu komponen dalam menentukan besar kecilnya suku bunga pinjaman. Namun peningkatan suku bunga simpanan juga akan meningkatkan suku bunga pinjaman. seberapa besar kebutuhan dana yang diinginkan. Jika laba yang diinginkan besar maka bunga pinjaman juga besar dan demikian sebaliknya. Apabila bank kekurangan dana. Target Laba yang Diinginkan Faktor ini dikhususkan untuk bunga pinjaman. jika bunga simpanan tinggi. Faktor Kebutuhan Dana Faktor kebutuhan dana dikhususkan untuk dana simpanan yaitu. Hal ini disebabkan apabila salah dalam menentukan besar kecilnya komponen suku bunga maka akan dapat merugikan bank itu sendiri.

Semakin likuid jaminan (mudah dicairkan) yang diberikan. Demikian pula sebaliknya jika pinjaman berjangka waktu pendek. Kualitas Jaminan Kualitas jaminan juga diperuntukkan untuk bunga. Bonafiditas suatu perusahaan yang akan memperoleh kredit sangat menentukan tungkata suku bunga yang akan dibebankan nantinya. Reputasi Perusahaan Reputasi perusahaan juga sangat menentukan suku bunga terutama untuk bunga pinjaman. Jangka Waktu Baik untuk bunga simpanan maupun bunga pinjaman. faktor jangka waktu sangat menentukan. maka semakin tinggi bunganya. Kebijaksanaan Pemerintah Dalam menentukan bunga simpanan maupun bunga pinjaman. Semakin panjang jangka waktu pinjaman. 5. Untuk produk yang kompetitif. bank tidak boleh mlebihi batasan yang sudah ditetapkan oleh pemerintah. 7. Kompetitif maksudnya adalah produk yang dibiayai sangat laku di pasaran.3. Akan tetapi untuk bunga simpanan berlaku sebaliknya. 4. 6. semakin panjang jangka waktu maka bunga simpanan semakin rendah dan sebaliknya. maka semakin rendah bunga kredit yang dibebankan dan demikian sebaliknya. Artinya ada batasan maksimal dan ada batasan minimal.untuk suku bunga yang diizinkan. karena biasanya perusahaan yang bonafid kemungkinan resiko kredit macet dimasa mendatang relatif kecil dan demikian sebaliknya perusahaan yang kurang bonafid factor resiko kredit macet cukup besar. Hal ini disebabkan produk . Hal ini disebabkan besarnya kemungkinan resiko macet dimasa mendatang. bunga kredit yang diberikan relatif rendah jika dibandingkan dengan produk yang kurang kompetitif. maka bunganya relatif rendah. Tujuannya adalah agar bank dapat bersing sacara sehat. Produk yang Kompetitif Produk yang kompetitif sangat menentukan besar kecilnya pinjaman.

tabungan maupun deposito. Total biaya dana ini harus dikurangi dengan cadangan wajib atau Reserve Requrement (RR) yang telah ditetapkan oleh pemerintah. maka bank harus bersaing ketat dengan bank lainnya. 2. Dalam prakteknya.5 Komponen-komponen Dalam Menentukan Bunga Kredit Komponen-komponen dalam menentukan bunga kredit menurut Kasmir (2008: 40). Hubungan Baik Biasanya bunga pinjaman dikaitkan dengan factor kepercayaan kepada 12 seseorang atau lembaga. 2. 14 . 8. Persaingan Dalam kondisi tidak stabil dan bank kekurangan dana sementara maka tingkat persaingan dalam memperebutkan dana simpanan cukup ketat. bank menggolongkan nasabahnya antara nasabah uatam (primer) dan nasabah biasa (sekunder). 9. Biaya Operasi Dalam melakukan kegiatan setiap bank membutuhkan berbagai sarana dan prasarana baik berupa manusia maupun alat. yaitu: 1.Total biaya dana tergantung dari seberapa besar bunga yang ditetapkan untuk memperoleh dana yang diinginkan. yang kompetitif tingkat perputaran produknya tinggi sehingga pembayarannya diharapkan lancar. Total Biaya Dana (Cost of Fund) Merupakan total bunga yang dikeluarkan oleh bank untuk memperoleh dana simpanan baik dalam bentuk simpanan giro. Penggunaan sarana dan prasarana ini memerlukan sejumlah biaya yang harus ditanggung bank sebagai biaya operasi.

4. Flat rate Pembebanan bunga setiap bulan tetap dari jumlah pinjamannya. Laba yang diinginkan Setiap kali melakukan transaksi bank selalu ingin memperoleh laba yang maksimal. Penentuan ini ditentukan oleh beberapa pertimbangan penting. Pajak Pajak merupakan kewajiban yang dibebankan pemerintah kepada bank yang memberikaan fasilitas kredit kepada nasabahnya. 3. Jenis sliding rate ini biasanya diberikan kepada sektor produktif. demikian pula pokok pinjaman setiap bulan juga dibayar sama sehingga cicilan setiap bulan sama sampai kredit tersebut lunas. Jenis Flat rate biasanya diberikan kepada kredit yang bersifat konsumtif. Sliding rate Pembebanan bunga setiap bulan dihitung dari sisa pinjamannya sehingga jumlah bunga yang dibayar nasabah setiap bulan menurun seiring dengan turunnya pokok pinjaman. 2. . Adapun metode pembebanan suku bunga adalah sebagai berikut: 1. mengingat penentuan besarnya laba sangat memengaruhi besarnya bunga kredit. 2. Cadangan Risiko Kredit Merupakan cadangan terhadap macetnya kredit yang akan diberikan.6 Jenis-jenis Pembebanan Suku Bunga Kredit Pembebanan besarnya suku bunga kredit dibedakan kepada jenis kreditnya. 5. hal ini disebabkan setiap kredit yang diberikan pasti mengandung suatu risiko tidak terbayar.

Contoh soal: PT. Pertanyaan: Coba saudara hitung dengan menggunakan metode flat rate dansliding ratejumlah angsuran setiap bulan berikut tabel perhitungannya secara lengkap.3. Sungailiat telah memperoleh persetujuan fasilitas kredit dari bank mitras seniali Rp.000.Jangka waktu kredit adalah 1 tahun (12 bulan). Disamping itu PT sungailiat juga dikenakan biaya administrasi sebesar Rp.60. Floating rate 15 Jenis ini membebankan bunga dikaitkan dengan bunga yang ada di pasar uang sehingga bunga yang dibayar setiap bulan sangat tergantung dari bunga pasar uang padaa bulan tersebut.000. Bunga dibebankan sebesar 24% setahun..kredit tersebut dapat langsung ditarik sekaligus dari rekening gironya.350. Menghitung pokok pinjaman perbulan: . Jawab:  Pembebanan bunga dengan flat rate Sesuai dengan pembebanan bunga dengan flat rate maka setiap bunga yang dibayar adalah tetap sampai kredit tersebut lunas.000..

Pokok pinjaman (PJ) = jumlah Pinjaman / Jangka waktu PJ = Rp..200.5.000.200.000.000.selama 12 bulan 16  Pembebanan bunga dengan sliding rate PJ = Rp.1.6.000.- Bunga = (24% X Rp.- .000.000.- Menghitung bunga (BG) perbulan adalah: BG = Bunga X Nominal Pinjaman X 1 12 bulan BG = 24% X Rp.000./ 12 = Rp.000.- 12 bulan Jadi jumlah angsuran setiap bulan adalah Rp.000.000.000.60.60..000.- Bunga = % bunga 1 thn X (sisa pinjaman) 12 bulan – Angsuran 1 PJ = Rp.200.000.60.000./ 12 PJ = Rp5..000.60.1.5.X 1 = Rp.000.-) /12 = Rp..000.

- Dan seterusnya sampai angsuran 12.- Bunga = (24% X Rp. Rp 6.000.-)/12= Rp.100.55.000. .000.- – Angsuran 2 PJ= Rp.100.000.6.000.000.1 Kesimpulan Suku bunga Bank sewaktu-waktu dapat berubah tergantung tingkat inflasi.1.200. 17 BAB III PENUTUP 3.000.5.- Rp. bila inflasi tinggi maka tingkat suku bunga pun akan di naikkan dan apabila tingkat inflasi rendah maka tingkat suku bunga pun rendah.

Selain itu juga dapat menjadi daya tarik untuk menentukan investasi. dan Pasar Keuangan. bank sentral harus menurunkan suku bunga yang akan berimbas pada penurunan tarif dan bunga kredit untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan ekspansi. Bank dan Institusi Keuangan Non Bank di Indonsia. Sebaiknya penetapan suku bunga haruslah sesuai dengan prosedur dan melihat kondisi dan situasi perekonomian pada saat itu. Yogyakarta: UPP STIM YKPN. dkk. Jakarta: Salemba Empat. Perbankan. 2014. Mishkin. Pada gilirannya konsumen tidak mampu membayar kredit. 2011.kajianpustaka. Sehingga kebijakan yang diambil benar-benar efektif dan dapat memajukan perekonomian.com/2012/10/teori-suku-bunga. 3. Akhirnya harga yang lebih tinggi akan mengambil korban sebagai dampak dari inflasi. 18 DAFTAR PUSTAKA Hendro. http://www. Frederic S. Suku bunga dapat digunakan sebagai alat moneter dalam rangka mengendalikan penawaran dan permintaan uang yang beredar dalam suatu perekonomian.html . Efek panjang dari kenaikan suku bunga dalam waktu lama akan membuat uang pinjaman lebih mahal. Ekonomi Uang.2 Saran Solusi dari efek panjang kenaikan suku bunga adalah.

com/2016/05/pengertian-bunga-bank-dan-faktor-faktor- yang-mempengaruhi-suku-bunga.html 19 .https://sekaranindya.com/2012/12/08/bunga-efektif-dan-bunga- nominal-ekonomi-teknik/ http://www.ensikloblogia.wordpress.