Nutrisi Burung Puyuh

Perlu kita ketahui bahwa burung puyuh memiliki dua fase pemeliharaan, yaitu fase pertumbuhan
dan fase produksi. Fase pertumbuhan terbagi atas fase starter dan grower dimana fase starter
pada umur 0-3 minggu dan fase grower pada umur 3-5 minggu. Sedangkan fase produksi pada
umur diatas 5 minggu.

Selanjutnya perlu kita perhatikan pula jumlah pemberian ransum sehingga diharapkan akan
termanfaatkan dengan optimal, sesuai dengan pernyataan Anggorodi (1995) bahwa ransum yang
diberikan pada ternak harus disesuaikan dengan umur dan kebutuhan ternak sehingga efisiensi
ransum akan terpenuhi.

Tabel 1. Pemberian jumlah ransum berdasarkan umur puyuh.

Umur Puyuh (minggu) Jumlah Pemberian Ransum
(g/ekor/hari)
0-1 2
1-2 4
2-4 8
4-5 13
5-6 15
>6 17-19

Nilai nutrisi tentunya tidak akan terlepas dengan point-point nutrient yang harus dipenuhi seperti,
EM, protein, lemak, SK, kalsium, phospor, natrium dan chlorine. Dibawah ini diberikan
kebutuhan nutrient dalam ransum berdasarkan NRC (National Research Council), Nutrient
Requirement of Poultry, 1984.

Tabel 2. Kebutuhan nutrient burung puyuh berdasarkan fase pemeliharaan.

Nutrient Grower (0-5 minggu) Layer (>6)
Energi Metabolis 2800 2600
(Kcal/kg) 24 20
Protein (%) 2.8 3.96
Lemak (%) 4.1 4.4
SK (%) 0.8 2.5
Kalsium (%) 0.45 0.55
Phospor (%) 0.35 0.35
Natrium (mg/kg) 0.2 0.15
Chlorine (%)

P dan Cl) Dalam Ransum Terhadap Produksi Telur Puyuh Umur 6-18 Minggu. Analisis Usaha Suplementasi Mineral (Na. . Ilmu Makanan Ternak Unggas. National Academy Science. H. 1995.Sumber Rujukan : Anggorodi. UI-Press. 2009.R. Nutrient Requirement of Poultry. Washington DC.T. Siagian. Jakarta. NRC. B. Medan. Skripsi. Fakultas Pertanian USU. Ca. 1984.