Puspita et al, Kajian Sistem Pencatatan dan Pelaporan Terpadu Puskesmas (SP2TP)…..

Kajian Sistem Pencatatan dan Pelaporan Terpadu Puskesmas
(SP2TP) Wilayah Kerja Puskesmas Umbulsari
Kabupaten Jember Tahun 2013
(Study of Integrated Record and Report System on Public Health Center
(PHC) of Umbulsari Public Health Center,
Jember District 2013)
Siska Jufia Puspita, Eri Witcahyo, Christyana Sandra
Bagian Administrasi Kebiajakan Kesehatan, Fakultas Kesehatan Masyarakat,
Universitas Jember
Jln. Kalimantan 37 Kampus Tegal Boto Jember 68121

e-mail korespondensi : siska.jufia@gmail.com

Abstract
Integrated Record and Report System on Public Health Center (PHC) is the one of the determinant
factors, to the success of health management at the PHC level. Delayed of deliverables report has
reached 100 % at Umbulsari CHC to sent the monthly reports 1 of the period from february to August
on September 16 th, 2013 ,the report is supposed to have been delivered monthly at The latest date of
10 every month. The study was a descriptive desain, the informans was chosen by purposive sampling
technique. Based on the study result of it, the input of the system were lack of knowledge, and
Unskilled computer operator, The process implementation not in accordance with guidelines, and
output of the system so were low and unaccurate of health information, more over there were low of
utilisation of information were made.

Keyword: Record and Report System, Health Information

Abstrak
Sistem Pencatatan dan Pelaporan Terpadu Puskesmas (SP2TP) merupakan salah satu faktor
penentu keberhasilan manajemen kesehatan, dimanfaatkan untuk peningkatan upaya kesehatan
di puskesmas. Keterlambatan dalam pengiriman laporan SP2TP mencapai 100% Puskesmas
Umbulsari mengirimkan laporan bulanan LB1, bulan Februari–Agustus dikirim menjadi satu
sekaligus pada tanggal 16 September 2013, yang seharusnya menjadi laporan rutin paling
terlambat tangal 10 setiap bulannya. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dan
dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Umbulsari Kabupaten Jember. Teknik pengambilan
sampel menggunakan purposive sampling. Hasil dari penelitian ini adalah input SP2TP berupa
pengetahuan petugas tentang SP2TP kurang, serta belum terampil mengunakan komputer,
proses pelaksanaannya belum sesuai dengan pedoman dan output dari pengolahan SP2TP
yang berupa informasi kesehatan kualitasnya kurang baik.

Kata kunci: sistem pencatatan dan pelaporan, informasi kesehatan
[1].
tiap program kesehatan Sistem
Pendahuluan wajib. Keberhasilan Pencatatan dan
manajemen kesehatan Pelaporan Terpadu
Puskesmas adalah unit pelaksana teknis Dinas sangat ditentukan Puskesmas (SP2TP)
Kesehatan Kabupaten/Kota yang bertanggung jawab antara lain oleh merupakan salah satu
menyelenggarakan pembangunan kesehatan disatu atautersedianya data dan
sebagian wilayah kecamatan, Puskesmas memiliki program informasi
faktor penentu
kesehatan,
kesehatan wajib dan program kesehatan pengembangan dimana keberhasilan
sumber
Puskesmas. Pencatatan dan pelaporan merupakan kegiatan utamanya manajemen kesehatan,
adalah
pengembangan dari Sistem Pencatatan dan dimanfaatkan untuk
Pelaporan Terpadu peningkatan upaya
Puskesmas (SP2TP) kesehatan di
Artikel Ilmiah Hasil Penelitian Mahasiswa 2014
Puspita et al, Kajian Sistem Pencatatan dan Pelaporan Terpadu Puskesmas (SP2TP)…..
Dinas Kesehatan
Kabupaten Jember
Puskesmas pemanfaatan data
Puskesmas melalui perencanaan,Umbulsari belum belum dilakukan
penggerakan, pelaksanaan,melengkapi LB1 secara maksimal
pengawasan, pengendalian ,untuk bulan [3].
SP2TP berupa formulir dikirim oleh November– Sistem
Puskesmas ke Dinas KesehatanDesember serta Pencatatan dan
Kabupaten/Kota maksimal setiapbelum melaporkan Pelaporan Terpadu
tanggal 10 bulan berikutnya, berupa laporan profil Puskesmas (SP2TP),
laporan bulanan (LB1, LB2, LB3 Puskesmas, merupakan sumber
dan LB4), Laporan Sintetil (LB1Ssedangkan informasi utama
dan LB2S). LB 1 (data kesakitan), Puskesmas Sistem Informasi
LB2 (data obat-obatan), LB3 (gizi,Ledokombo dan Manajemen
KIA, imunisasi dan pengamatanPuskesmas Mangli Puskesmas
penyakit menular) dan LB4 (datatidak diteliti karena (SIMPUS),
kegiatan puskesmas). Formatmeskipun terlambat sedangkan informasi
ketiga yaitu Laporan Tahunan (LT)tetapi setiap yang lain berperan
yaitu LT-1, LT- 2, LT-3. LT -1 (data bulannya tetap sebagai pelengkap,
dasar puskesmas), LT-2 (datamengumpulkan tujuan umum SP2TP
kepegawaian) dan LT-3 (datalaporan rutin pada adalah mendapatkan
peralatan) dikirimkan selambat-akhir bulan pada semua data hasil
lambatnya tanggal 31 Januari tahunbulan berikutnya [2]. kegiatan Puskesmas
berikutnya [2] (termasuk
Penelitian
Hasil pendahuluan di Dinas Puskesmas dengan
yang pernah
Kesehatan Kabupaten Jember tempat tidur, Puskes-
dilakukan
ditemukan beberapa permasalahan mas pembantu,
antara lain: (1) Keterlambatan dalam
sebelumnya oleh
Puskesmas keliling,
pengiriman LB 1, terdapat 45 Anton (2009)
bidan di desa dan
Puskesmas dari total keseluruhanSP2TP di
posyandu) dan data
Puskesmas yaitu 49 yang setiapKabupaten Karimun, yang berkaitan, serta
bulannya terlambat untuk laporanProvinsi Kepulauan melaporkan data
bulanan LB1 serta, tiga pukesmasRiau. Dapat
tersebut kepada
diantaranya mengalami keterlambatandisimpulkan banyak jenjang administrasi
100%, Puskesmas tersebut adalahfaktor yang menjadi di atasnya sesuai
Puskesmas Mangli, Ledokombo danpenghambat dalam kebutuhan secara
Umbulsari artinya ketiga Puskesmasproses SP2TP benar, berkala dan
tersebut setiap bulannya terlambatdiantaranya teratur, guna
melaporkan LB1 kebijakan yang menunjang
(2) terdapat 30 Puskesmas yang tidakbelum efektif, tidak pengelolaan upaya
melaporkan laporan profil Puskesmasadanya dana kesehatan
(3) tidak tersedianya buku pedomankhusus untuk masyarakat,
SP2TP dibeberapa PuskesmasSP2TP, Sumber sedangkan tujuan
termasuk Puskesmas Umbulsari,Daya Manusia khususnya mencatat
Puskesmas yang dikaji adalah(SDM) yang masih semua data hasil
Puskesmas Umbulsari, hal inikurang, kegiatan Puskesmas
dikarenakan dari ketiga Puskesmaspengumpulan yang dan data yang
yang mengalami ketelambatan, berkaitan, dalam
sering terlambat,
Puskesmas Umbulsari terjadi formulir yang telah
dan
keterlambatan yang paling tinggi, ditentukan se-cara
dibuktikan pada saat studi benar, berkelanjutan
pendahuluan pada tanggal 12 Maret dan teratur,
2014 Puskesmas Umbulsari melaporkan data
melaporkan LB1 bulan Februari– hasil kegiatan
Agustus dikirim menjadi satu Puskesmas ke
sekaligus pada tanggal 16 September jenjang adminis-trasi
2013, Laporan bulanan harusnya yang lebih atas
menjadi laporan rutin setiap bulannya sesuai dengan
dan paling terlambat pada tanggal 10 kebutuhan, dengan
pada bulan berikutnya, pada akhir mempergunakan
tahun saat dilaksanakan evaluasi di formulir yang telah
ditetap-kan, secara benar, berkelanjutanmengetahui proses SP2TP
dan teratur, mengo-lah data hasilpermasalahan kajian dilakukan
kegiatan Puskesmas menjadi informasikesehatan yang ada dengan pendekatan
di Puskesmas dan setiap jenjangdi masyarakat serta sistem, karena
administrasi di ata-snya, sehinggamerumuskan cara dapat dilihat dari
bermanfaat untuk mengetahui permas-penanggulangan beberapa
alahan kesehatan yang ada disecara cepat dan permasalahan yang
masyarakat serta meru-muskan caratepat, pencatatan mencangkup mulai
penanggulangan secara tepat, untukdan pelaporan dari awal proses
memperoleh kesamaan pengertianterpadu Puskesmas (input), saat proses
tentang SP2TP, meliputi definisitelah dilengkapi (pencatatan,
operasional, tata cara pengisian for- degan suatu pelaporan,
mulir, pengolahan data menjadipedoman dalam pengolahan dan
informasi dam mekanismebentuk pedoman pemanfaatan data)
pelaporannya, tertatanya mekanismepengisian formulir dan output.tujuan
pen-catatan di tingkat Puskesmas, dan tata cara penelitian ini adalah
Puskesmas pembantu dan bidan dipelaksanaannya mengkaji SP2TP di
desa tingkat Puskesmas, Dinas Kese-yang telah di wilayah kerja
hatan Dati II,dan Dinas Kesehatan Dati Itetapkan Direktorat Puskesmas
[3]. Jendral Pembinaan Umbulsari
Kesehatan Kabupaten Jember
Kajian terhadap kegiatanMasyarakat Pada Tahun 2013
SP2TP sangatlah penting mengingatDepartemen mulai dari input,
data hasil kegiatan PuskesmasKesehatan RI, proses dan ouput
menjadi informasi di Puskesmas danmelihat dari dari SP2TP.
setiap jenjang administrasi diatasnya,permasalahan
sehingga bermanfaat untuk
Mahasiswa 2014
Artikel Ilmiah Hasil Penelitian
Puspita et al, Kajian Sistem Pencatatan dan Pelaporan Terpadu Puskesmas (SP2TP)…..
dana, sarana
prasarana, sasaran,
teknologi informasi, dilaksanakan oleh
Puskesmas
cara yang, formulir
Metode SP2TP dan rentang
termasuk SP2TP,
Penelitian sedangkan yang
waktu). Proses
terlibat langsung
Penelitian ini menggunakan (perencanaan,
yaitu satu orang
metode deskriptif kualitatif, tempatpengorgan-isasian, koordinator yang
penelitian di wilayah kerja Puskesmaspenggerakan dan
menjabat staf TU
Umbulsari Kabupaten Jember. padapelaksanaan, serta yang menyusun
bulan Juli- Desember 2014, sasaranpengawasan dan
rekapan LB1 dan
penelitian yaitu seluruh petugas yangpengendalian) dan juga sebagai
terlibat secara langsung dan tidakoutput dari proses penanggungjwab
langsung dalam proses SP2TP yaituSP2TP berupa
yang mengirimkan
Kepala Puskesmas Umbulsari,kualitas informasi, laporan ke Dinas
koordinator pelaporan SP2TP dibentuk feed back Kesehatan, satu
Dinas Kesehatan Kabupaten Jember,dan orang kepala TU,
koordinator SP2TP Puskesmaspemanfaatannya yang membuat
Umbulsari, penanggung jawabinformasi. laporan inventaris,
program di wilayah kerja Puskesmas kepegawaian, satu
Umbulsari dan penanggung jawabInput orang administrator
pelaporan SP2TP di Dinas Kesehatan Petugas
dibagian balai
Kabupaten Jember, sumber data yang terlibat dalam
pengobatan yang
berupa data primer dari proses SP2TP ada dua
merekap data
wawancara dan observasi dan data macam yaitu
laporan, lima orang
sekunder diperoleh dari laporanpetugas yang
penanggung jawab
SP2TP Puskesmas Umbulsari di terlibat langsung program sabagai
Dinas Kesehatan Kabupaten Jemberdan petugas yang pelaksana kegiatan
dan data SP2TP di Puskesmasterlibat secara tidak puskesmas, satu
Umbulsari, teknik pengumpulanlangsung dalam orang petugas loket,
penyajian data terdiri dari beberapaSP2TP, secara tidak satu orang
tahap, tahap pertama adalahlangsung satu orang
pengelola obat dan
melakukan studi pendahuluan didokter Kepala laboratorium dan
Dinas Kesehatan Kabupaten JemberPuskesmas
lima orang bidan
dan menemukan permasalahan,Umbulsari, peran dan dua orang
penentuan tempat penelitian, tahapdan tugasnya perawat dari
kedua penetuan metode penelitiansebagai
masing-masing
yaitu penelitian deskriptif, penentuan
penanggung jawab wilayah sebagai
informan serta penyusunan
seluruh kegiatan pelaksana kegiatan
instrument penelitian. Instrument
yang di luar gedung
penelitian yaitud engan pedoman
Puskesmas:
wawancara dan lembar observasi
dibantu dengan alat perekam suara “ tenaga
dan kamera, tahap ketiga berupa sangatlah
pengumpulan data dengan metode kurang dan
wawancara mendalam dan observasii bukan hanya
langsung terkait kelengkapan berkas tugas
laporan SP2TP, ketiga melakukan pencatatan
triangulasi sumber, tahap terakhir saja, sudah
yaitu penyajian data dalam bentuk mengusulkan
cerita detail dalam bentuk uraian untuk
singkat, dengan teks naratif sesuai penambahan
dengan bahasa dan pandangan SDM, apalagi
informan dan penarikan kesimpulan di TU saya
kehabisan
Hasil orang yang
Penelitian mumpuni dan
Hasil penelitian berupa terampil
kajian dari input (tenaga kesehatan, dalam
pengolahan laporan,…….” internet su-dah dalam proses
Hasil penelitian dapatterpenuhi, namun pelaporan, petugas
disimpulkan bahwa Pen-gelolaketersediaan yang bertanggung
SP2TP untuk di wilayah belum komputer dan jawab dalam
mencukupi, begitu juga diprinter belum pencatatan dan
Puskesmas, namun dalam bukumencukupi: pelaporan terpadu
pedo-man SP2TP petugas untuk puskesmas, yaitu
tingkat Puskesmas sudah terpenuhi “sangat pelaksana kegiatan
serta pengetahuan dan pemaham kurang untuk baik di Puskesmas,
petugas tentang tahapan proses komputer Pustu, Polindes dan
SP2TP sebagian besar hanya disini yang Poskesdes, hasil
sekedar tau jika laporan yang mereka memadai penelitian bahwa
buat akan diserahkan ke Dinas hanya semua program
Kesehatan bersifat rutin setiap dibagian TU, sudah ada yang
bulannya. loket dan melaporkan dalam
imunisasi, pencatatan dan
Sumber dana untuk SP2TP standarnya pelaporan terpadu
berasal dari dana Anggaran setiap bagian Puskesmas.
Pendapatan Belanja Daerah (APBD) “untuk
ada satu unit
yang dialokasikan untuk Puskesmas penanggung
komputer”
yang diperoleh dari Dinas Kesehatan.
jawab program
Ketersediaan sarana yaitu berupa Sasaran
fasilitas seperti adanya Alat Tulisdalam kegiatan,
SP2TP
Kantor (ATK), formulir SP2TP,adalah seluruh pencatatan dan
teknologi informasi berupa kom-puter,petugas yang pelaporan sudah
untuk ATK, formulir dan layananbertanggung jawab
ada petugasnya

Mahasiswa 2014
Artikel Ilmiah Hasil Penelitian
Puspita et al, Kajian Sistem Pencatatan dan Pelaporan Terpadu Puskesmas (SP2TP)…..
hanya LB2, LB3 dan
LB4 saja, untuk LB1
program.
memang terlambat.
masing-masing, ya meski,,, perencanaan SDM
satu orang tidak hanya Proses atau petugas dan
bertanggung jawab untuk satu uraian tugasnya di
Perencanaa Dinas Kesehatan
program”
n dalam kegiatan Kabupaten Jember
Metode pelaksanaan SP2TP SP2TP dilakukan dan di Puskesmas
adalah cara yang digunakan untuk dengan upaya Umbulsari telah
ditentukan jumlah
pengelolaan dan tersedianya memanfaatkan
SDM yang terlibat
prosedur pada proses pencatatan, sumber-sumber yang
langsung dalam
metode pelaksanaan SP2TP di tersedia dengan
proses SP2TP
Puskesmas Umbulsari dengan cara memperhatikan
beserta uraian
manual berupa lembaran data yang segala keterbatasan
tugasnya, namun
ditulis tangan maupun diketik melalui guna mencapai
tidak sesuai dengan
komputer dan dilaporkan berupa hard tujuan secara efisien
pedoman dan
file. Material atau kelengkapan dan efektif meliputi
pelaksanaanya juga
digunakan dalam proses pencataan struktur organisasi,
tidak sesuai dengan
dan pelaporan berupa Tersedianya jumlah staf yang
prosedur di buku
data dari berbagai jenis kegiatan diinginkan, uraian
pedoman SP2TP
secara lengkap dan akurat untuk tugas, rangkaian diantaranya,
kemudian direkap dan dientri prosedur dalam perekapan dan
kedalam formulir SP2TP yaitu proses pencatatan, pelaporan tidak
formulir pencatatan sebanyak 58 pelaporan dan dilakukan oleh
terdiri dari kartu dan register, pengolahan SP2TP,
koordinator SP2TP.
sedangkan formulir pelaporan terdiri berdasarkan hasil Rencana kerja
dari formulir LB1, LB2, LB3, LB4. observasi di operasional berupa
LB1S, LB2S, LT1, LT2, LT3 buku Puskesmas tujuan dan prosedur
pedoman pencatatan, pelaporan Umbulsari petugas pelaksanaan dan
terpadu. buku 1 dan buku 2 seri A, koordinator SP2TP sudah ada.
seri B, seri C dan seri D Kesimpulan telah ada distruktur
Pengorgan
dari hasil wawancara adalah data organisasi dan Dinas
isasian di SP2TP
diperoleh dari hasil kegiatan yang Kesehatan tidak terdiri dari
telah dilaksanakan oleh puskesmas, menerapkan satu pembagian
Pustu, Polindes, dan Poskesdes. pintu diterima oleh
pekerjaan,
tidak adanya buku pedoman SP2TP masing-masing
koordinasi, rentang
di Puskesmas Umbulsari.
megelola kendali, rentang
“ laporan LB1 diperoleh dari control,
laporan Pustu, Polindes, pendelegasian
Ponkesdes dan juga data dari wewenang.
balai pengobatan, tidak ada Berdasarkan hasil
panduan, namun untuk SIK obseravasi dan
wawancara dengan
sendiri masih dalam tahap
informan utama
pelatihan pengolah data”
dan informan kunci
Hasil penelitian target waktu Pembagian kerja
pencapaian pengolahan SP2TP dari
sebelum tanggal 10 setiap bulannya, pengorganisasian
jika terlambat ada pemberitahuan SP2TP petugas
melalau email, telepon dan surat mulai dari tugas
panggilan. Hasil rekapitulasi SP2TP mengumpulkan
yang dikirim ke Dinas Kesehatan data, mencatat,
Provinsi Jawa Timur tidak bersifat pelaporkan,
paten dan ada perubahan serta merekap dan
verifikasi data pada akhir tahun, pengumpulkan
sementara Puskesmas data yang atau mengirim data
dilaporkan ke Dinas Kesehatan SP2TP ke jenjang
Kabupaten Jember yang tepat waktu administrasi
diatasnya di Puskesmas Umbulsari SP2TP tergantung
pembagian pekerjaanya sudah “ saya pikir dari jenis laporannya
jelas. tugas merekap terdapat tujuh
seluruh pelaksana kegiatan
“untuk penaggung jawab saya laporan di wilayah, ditambah
serahkan ke koordinator bulanan ada di masing- masing
SP2TP dan kepala bagian bu SE semua, penanggung jawab
TU” , karena di sini teryata tidak, program, dari
kekurangan SDM, maka juga saya juga jenjang pustu,
banyak yang menjadi bertugas polindes, yang akan
penanggung jawab program, merekap LB1 melapor ke
juga menjadi pelaksana dan saya penanggung jawab
kegiatan atau sebagai taunya udah kegiatan di
penanggung jawab pada akhir tahun, Puskesmas dan dari
pustu, polindes dan kurangnya penanggung jawab
poskesdes” koordinasi laporan ke
Koordinasi pada proses
dengan beliau koordinator SP2TP,
SP2TP dilaksanakan setiap bulan
menyebabkan untuk
namun tidak ada pembahasan
laporan LB1 pendelegasian
khusus mengenai pencatatan dan
terbengkalai wewenang atau
pelaporan serta mengalami
untuk pekerjaan hanya
hambatan karna kurangnya
beberapa dilakukan oleh
koordinasi antara penanggung Kepala Puskesmas
bulan”
jawab dan koordinator kepada koordinator
menyebabkan proses perekapan Rentang SP2TP dan kepala
dan pelaporan LB1 ke Dinaskendali dan rentang TU selanjutnya
Kesehatan Kabupaten Jembercontrol dalam
menjadi tidak tepat waktu:
Mahasiswa 2014
Artikel Ilmiah Hasil Penelitian
Puspita et al, Kajian Sistem Pencatatan dan Pelaporan Terpadu Puskesmas (SP2TP)…..
dilaporkan ke Dinas
Kesehatan
Kabupaten, Dinas dilakukan oleh
penangungjawab program kepadaKesehatan Puskesmas
pelaksana kegiatan di wilayah. Kabupaten, bentuk Umbulsari,
Penggerakan pada proses
laporan dibedakan sedangkan Dinas
pelaksanaan SP2TP di Puskesmas
menjadi puskesmas Kesehatan
Umbulsari terdiri dari: Kepe-
rawat inap dan melakukan supervisi
mimpinan, motivasi, komunikasi. Hasil
rawat jalan, setahun sekali yang
penelitian berdasarakan hasil
sedangkan unutk LT
wawancara denagn inforamn utama terintegrasi tidak
1, 2 dan 3, LT1
dan tamabahan di Puskesmas khusus untuk
diganti dengan
Umbulsari kemampuan pemimpin pelaporan saja.
laporan profil
yang dilakukan oleh kepala
Puskesmas yang
Puskesmas tidak terintegritas pada Output
dikirim setiap
pelaporan, pimp-inan Puskesmas
bulannya, Bentuk
lebih menargetkan pencapain pro-
LT2/laporan output dari proses
gram, tidak secara khusus membahas
kepegawaian juga pelaksanaan SP2TP
tentang laporan dan untuk motivasi
dikirim setiap bulan adalah Kualitas
tidak ada penghargaan khusus dan
ke Dinas Kesehatan Informas yang
punishment yang diberikan oleh
dan untuk LT3 yaitu akurat, tepat waktu
Dinas Kese-hatan, komunikasi secara
laporan peralatan dan lengakap.
langsung dan tidak lang-sung melalui
Puskesmas diganti Bentuk feed back
email dan handphone juga dilakukan
dengan laporan dan pemanfaatan
di lingkungan Puskesmas.
inventris Puskesmas informasi SP2TP.
Pelaksanaan SP2TP terdiri
dilaporkan ke Dinas Kualitas informasi
dari: Pencatatan, pelaporan,
Kesehatan SP2TP di
pengolahan, dari hasil penelitian yang
Kabupaten Jember Puskesmas
telah dilaksanakan pencatatan
setiap 6 bulan Umbulsari tidak
meliputi pencatatan kegiatan didalam
sekali. Pengolahan akurat karena
gedung Puskesmas sudah dilakukan,
SP2TP terdiri dari berdasarakan
namun berdasarkan hasil observasi
mengolah dan observasi dan
terdapat beberapa kolom yang tidak
menyajikan data, wawancara
terisi, selanjutnya adalah
pengolahan sudah langsung ditingkat
merekapitulasi data kegiatan di luar
dilakukan namun wilayah dan tingkat
gedung Puskesmas telah dilakukan
tidak lengkap, diolah Puskesmas tidak
meski belum sepenuhnya lengkap,
dengan ada pemeriksaan
pada tahap pelaporan terdiri dari :
menggunakan secara langsung
Menerima laporan dari pelaksana
komputer mengenai data yang
kegiatan dilakukan setiap tanggal 7
menggunakan dilaporkan sehingga
pada bulan berikutnya, rekapitulasi
program Microsoft tidak bisa dipastikan
data sudah dilakukan dan tepat
excel. Pengawasan bahwa data tersebut
waktu, selanjutnya adalah membuat
dan pengendalian bebas dari
laporan dalam 2 rangkap, koordinator
(controling) melaui kesalahan,
SP2TP dan 1 untuk arsip pribadi,
supervisi tidak sedangkan di
penanggung jawab dan koordinator di
tingkat Dinas
Puskesmas sudah membuat laporan
Kesehatan
dalam 2 rangkap, pengumpulan
Kabupaten
laporan tidak sepenuhnya dilakukan
pemeriksaan
oleh koordinator SP2TP, hanya LB1
dilakukan dengan
saja yang dilakukan oleh koordinator,
cara mencocokkan
untuk LB2 dilakukan oleh
dengan masing-
penanggung jawab obat, untuk LB3
masing laporan di
dan LB4 dilakukan oleh pengolah
setiap seksi,
data di balai pengobatan tahap
ketapatan waktunya
berikutnya adalah melaporkan SP2TP
hanya ada sebagian
ke Dinas Kesehatan Kabupaten,
yang tepat waktu
Puskesmas Umbulsari dalam kurun
dalam
waktu 1 tahun ditahun 2013 tidak
pengirimannya ke
melaporkan LB1. laporan bulan
Dinas Kesehatan,
sentinel (LB1S dan LB2S) tidak
sementara untuk LB1 terlambat disampaikan SP2TP di wilayah
sampai akhir tahun karena ada Puskesmas mana kerja Puskesmas
mutasi petugas dan kurangnya saja yang sudah Umbulsari
koordinasi antara petugas yang pencapain berdasarakan hasil
ditunjuk sebagai penggantinya, programanya penelitian diketahui
kelegkapan data yang dikirim ke berhasil, kurang bahwa petugas
tingkat administrasi pelayanan dan buruk. belum pernah
kesehatan diatasnya semuanya Informasi dari mengikuti pelatihan
laporannya lengkap: SP2TP kurang SP2TP dan
dimanfaatkan oleh pelatihan komputer,
“,,,,,,,,jadi untuk LB1 pelaksana kegiatan dan kurangnya
terlambat karena data yang keterampilan
di Puskesmas
dikumpulkan banyak dan petugas dalam
Umbulasari
belum ada SDM yang
menjalankan
menangani”
“ ya harus lengkap lah P komputer,
e sedangkan di
mbak ,, kalo ngak gimana
pedoman SP2TP
merekapnya, nanti kana da m
setiap petugas
yang kosong, nagian b bertugas mengentri
informasi akan a
mengkonfirmasi jika tidak semua kegiatan
lengkap” h yang
. a dilaksanakannya,
Bentuk feed back Dinas s jika pemahaman
Kesehatan Kabupaten telah tentang komputer
a
menyampaikan bentuk umpan dan pengetahuan
n tentang SP2TP
baliknya melalui surat yang dikirim
setiap tiga bulan sekali serta pada Input sendiri kurang maka
saat evalusi Puskesmas akan dalam pelaksanaan akan mengahampat
proses
Artikel Ilmiah Hasil Penelitian Mahasiswa 2014
Puspita et al, Kajian Sistem Pencatatan dan Pelaporan Terpadu Puskesmas (SP2TP)…..
masing koordinator
pelaksana teknis,
bukan lagi dari Kesehatan Dati II ke
pencatatan dan pelaporan [3] hal ini Dinas Kesehatan
masing-masing
tidak sesuai dengan buku pedoman Dati I dan kemudian
pelaksana
SP2TP yang mengahruskan semua diteruskan ke
kegiatan. Smentara
petugas mengentri data ke komputer. Departemen
di Puskesmas
Pelatihan yang bertujuan untuk Kesehatan. Khusus
Umbulsari setiap
memperbaiki efektivitas kerja LPLPO 1 (satu) kopi
masing-masing
karyawan dalam mencapai hasil-hasil dikirimkan ke GFK
petugas
kerja yang telah ditetapkan dan (Gudang Farmasi
merangkap 2
dimaksudkan untuk memperbaiki Kabupaten) [3] tidak
bahkan 3 program
penguasaan keterampilan- ada penghar-gaan
sekaligus,uraian
keterampilan dan teknik-teknik khusus yang
tugasnya belum
pelaksanaan pekerjaan tertentu [4], diberikan oleh Dinas
keseluruhan
Pendanaan berasal dari Kesehatan kepada
penanggung jawab
Anggaran Pendapatan Belanja Puskesmas dalam
program
Negara (APBN) dan Anggaran pencapaian
melakukan
Pendapatan Belanja Daerah (APBD) keberhasilan
pencatatan dan
yang disalurkan melalui Dinas kegiatan pelaporan,
pelaporan [7].
Kesehatan Kabupaten Jember dan begitu juga dengan
Pelaksana
hal ini sudah sesuai dengan punishment,
an SP2TP di
Keputusan Menteri Kesehatan RI Motivasi merupakan
wilayah Puskesmas
128/MENKES/SK/II/2004. dorongan/rangsang
Umbulsari tidak
Metode pelaksanaan masih an yang membuat
sesuia dengan
dengan cara manual hal ini tidak seesorang /
pedoman SP2TP di-
diatur di pedoman SP2TP namun, kelompok mau
antaranya: diketahui
sebaiknya SP2TP menggunakan bekerja dengan
sistem berbasis komputer memilikikoordinasi dan
semangat dan
beberapa kelebihan yaitu dapat komunikasi yang
kemampuan yang
meningkatkan efisiensi khususnyakurang sehingga
dimiliki untuk
jika volume data yang diolah cukup pelaporan LB1 ke mencapai tujuan [5].
besar, pengolahan data lebih mudah.Dinas Kesehatan Secara
dan setiap bulannya untuk LB1terlambat setiap keseluruhan proses
terlambat, hal ini tidak sesuai denganbulannya, yang pelaksanan pen-
pedoman SP2TP yang menargetkan seharusnya men- catatan dan
seluruh laporan harus sudah dikirimjadilaporan rutin pelaporan tidak
ke Dinas Kesehatan Kabupaten tepat setiap sebelum sesuai degan buku
sebelum tanggal 10 bulan berikutnyatanggal 10 pada bu- pedo-man hal ini
dan tidak ada keterlambatan [3]. lan berikutnya disebabkan antara
Proses perencanaanLaporan Bulanan lain adalah
Secara garis besar strukutr(LB) yang meliputi pelaksana kegiatan
organisasi, jumlah staf dan uraianLB1, LB2, LB3, LB4 dan koordinator
tugas di Puskesmas Umbulsaridikirim oleh SP2TP melakukan
tidak sesuia standart Puskesmas Puskesmas ke Di- kegiatan yang
Provinsi Jawa Timur, karenanas Kesehatan Dati bukan menjadi
standart pengorganisasianII paling lambat tugasnya,tugas dari
Puskesmas di Provinsi Jawa Timur tanggal 10 bulan koordinator SP2TP
untuk masing-masing unitberikutnya. Data adalah membuat
pelaksana teknis fungsionaltersebut akan laporan bulanan
Puskesmas ada penanggung jawabditeruskan oleh SP2TP dan
dan koordinatornya, sehingga jelasDinas mengirimkan
untuk tugasnya, proses laporan tersebut ke
pencatatannya masing-masing Dinas Kesehatan
pelaksana kegiatan akan Dati II paling lambat
melaporkan ke penaggung jawab tanggal 10 bulan
program dan penanggung jawab berikutnya[3].
program akan melaporkan ke Puskesmas tidak
koordinator, sehingga koordinator tepat waktu dalam
SP2TP akan mendapatkan data melaporkan LB1 ke
yang sudah selesai direkap masing- Dinas Kesehatan
dan tidak melaporkan LB2 ke seksiPuskesmas arsip SP2TP tidak
pelayanan kesehatan melainkan kedilaporkan ke Dinas disimpan lengkap
seksi far-makmin, puseksmas diKesehatan oleh pelaksana
Kabupaten Jember tidak ada yangKabupaten setiap 6 kegiatan.
melaporkan LB1S dan LB2S danbulan sekali.dengan Pengawas
tidak melaporkan LT1, LT1 dan LT3,demikian, laporan an dan
hal ini berkaitan dengan kebijakanlainnya berupa Pengendalian
Dinas Kesehatan Kabupaten Jem-berlaporan imunisasi, (controling) dengan
yang menetapkan laporan tersebutKB dan gizi yang supervisi terintegrasi
tidak dilaporkan lagi, laporan khususjuga dilaporkan oleh yang dilakukan
untuk Puskesmas per-awatan adalahpenanggung jawab setahun sekali
berupa laporan rawat tinggal, pender-Puskesmas ke namun tidak khusus
ita rawat inap dan penyakit padamasing-mas-ing
untuk pelaporan
fasilitas rawat ting-gal, sedangkanseksi di Dinas
SP2TP. harusnya
untuk data dasar Puskesmas danKesehatan, dengan
bentuk laporan yang
kepegawaian tetap dilaporkan kedemikian prinsip
telah diolah dapat
Dinas Kesehatan dalam bentuk“terpadu” dalam
di-manfaatkan oleh
Penilaian Kinerja Puskesmas (PKP),pengertian SP2TP
LT1 diganti dengan laporan profilbelum ter-laksana pusksemas sebagai
Puskesmas yang dikirim setiapkarena masih ada upaya pengawasan
bulannya, LT2/laporan kepegawaianpencatatan dan dan penilaian
juga dikirim setiap bulan ke Dinaspelaporan lainnya terhadap program
Kesehatan dan un-tuk LT3 yaituyang akan yang te-lah
laporan peralatan Puskesmas digantimemperberat beban dilaksanakan (titik
dengan laporan inventarispuskesmas serta perhatian pada
perencanaan
Mahasiswa 2014
Artikel Ilmiah Hasil Penelitian
Puspita et al, Kajian Sistem Pencatatan dan Pelaporan Terpadu Puskesmas (SP2TP)…..
saat evalusi
Puskesmas akan di
sampaikan kerja Puskesmas
sumber daya input ) sehinggaPuskesmas mana Umbulsari adalah
fungsi pengawasan le-bih banyaksaja yang sudah sudah ada
bersifat pencegahan. koordinator SP2TP,
pencapain
Output yang dihasilkan dari petugas belum
programnya
proses SP2TP adalah kualitas pernah mengikuti
berhasil, hasil
informasi kesehatan yang tidak akurat pelatihan SP2TP
karena Puskesmas Umbulsari dan pengolahan data
dan pelatihan
Dinas Kesehatan tidak melakukan dari proses SP2TP
komputer dan kur-
pemeriksaan kembali data SP2TP,yang berupa
angnya
sistem informasi harus akurat karena informasi kesehatan
keterampulan
sangat berperan penting dalamtidak dimanfaatkan petugas dalam
pengambilan keputusan oleh paraoleh puskesmas.
menjalankan
penggunanya. Informasi yang akuratSP2TP komputer serta
(accuracy) berarti bahwa informasidimanfaatkan dan
pengetahuan dan
tersebut harus bebas dari kesalahan-gunakan untuk
pemaham petugas
kesalahan dan tidak bias ataumengetahui tingkat kurang, pendanaan
menyesatkan. sebaiknya Puskesmaskeberhasilan berasal dari APBD,
melakukan pengroscekan keakuratanpelaksanaan ketersediaan saran
data SP2TP, bukan hanyakegiatan masing- ada namun tidak
menjadikan sebagai suatu kewajibanmasing program lengkap, sasaran
laporan rutin setiap bulannya,pokok, data SP2TP sudah ada petugas
sehingga bisa dimanfaatkan secaradianalisa dan yang melaporkan,
maksimal oleh Puskesmas untukdimanfaatkan metode
perencanaan, penggerakan dansecara rutin oleh pelaksanaannya
pelaksanaan dan pengawasan,staf Puskesmas masih secara
pengendalian serta penilaian.Datauntuk penilaian dan manual, tidak
juga tidak tepat waktu karenapengembangan adanya buku
pelaporannya yang telambat,perencanaan pedoman SP2TP
ketepatan wakti sangatlah penting,program, berupa dan LB1 yang
karena informasi yang telah usangpemanfaaatan data terlambat.
tidak akan mempunyai nilai lagi.untuk P1 Proses
informasi merupakan dasar dalam(perencanaan) perencanaan (
pengambilan keputusan. Jikatingkat puskesmas, planning) untuk
pengambilan keputusan tersebutpenggerakan dan struktur organisasi
terlambat, maka akan berdampakpelaksanaan (P2) Dinas Kesehatan
pada organisasi selaku penggunadan pengawasan, Kabupeten Jember
sistem informasi tersebut [6]. Daripengendalian serta tidak ada koordinator
segi kulitas informasi, data laporanpenilaian (P3) [3, 8]. SP2TP, Puskesmas
SP2TP Puskesmas Umbulsari belum Umbulsari memang
dikatakan baik karena dari hasil Sim secara operasional
penelitian data SP2TP tidak akurat pula telah ada petugas
dan tidak tepat waktu dan koordinator SP2TP
kelengkapannya hanya sebagai
n
yang ditunjuk namun
pengisi kekosongan dari formulir, dan dalam struktur
sehingga data SP2TP tidak bisa Sara tersebut belum jelas
dijadikan acuan untuk melakukan n garis komando dan
pengkajian kegiatan dan program garis koordinasi
kesehatan, sebaiknya Dinas Input dalam
pelaporan SP2TP,
Kesehatan dan Kepala Puskesnas pelaksanaan
Prosedur dalam
lebih berkomitmen untuk memperbaiki SP2TP di
pelaporan.
kulitas informasi dari SP2TP agar wilayah
Pengorganisasian
dapat dimanfaatkan secara maksimal Artikel Ilmiah
(organizing)
baik oleh Puskesmas maupun Dinas Hasil Penelitian
Puskesmas
Kesehatan. Mahasiswa 2014
Umbulasari sudah
Dinas Kesehatan telah ada pemabagian
menyampaikan bentuk umpan kerja, kurangnya
baliknya melalui surat yang dikirim koordinasi di
setiap tiga bulan sekali serta pada Puskesmas
Umbulsari membuat pelaporan LB1 ke Saran yang pada tingkat
Dinas Kesehatan terlambat. Untuk dapat diberikan dari Puskesmas, perlu
rentang kendali Puskesmas Umbulsaripenelitian ini adalah melalukan analisis
berbeda ter-gantung pada jenisDinas kesehatan data yang dihasilkan
laporannya, begitu juga dengan rentangperlu melakukan dari proses SP2TP
komandonya, Pendelegasiansupervisi yang dan dimanfaatkan
wewenang ter-kait pelaporan SP2TPdifokuskan untuk sebaik-sebaiknya
Puskesmas Umbulsari di berikanpelaporan dan untuk informasi
kepada koordinator dan kepala TU. informasi kesehatan kesehatan dan
Pelaksan-aan dari proses SP2TP terdiriserta perlunya benar- benar
dari proses pencatatan, pelaporan, danpendampingan menjadi kebutuhan
pengolahan. Pencatatan sudah tepat teknis pen-golahan Puskesmas dan Di-
dan dilakukan. Secara keseluruhandata secara berkala nas Kesehatan
tahap pelaporan tidak sesuai dengan dan terjadwal, bukan hanya
pedoman SP2TP, Puskesmaspenyedi-aan sekedar melakukan
Umbulasri telah mengolah data SP2TPanggaran khusus pengumpulan data.
namun tidak lengkap, Dinas Kesehatanuntuk dana
Kabupaten Jember melak-sanakansosialisasi, pelatihan D
pengawasan dan pengendaliandan pelaporan af
(controling) dengan supervisi setahunSP2TP dan perlu
sekali yang terintegrasi tidak khususmenata
ta
kembali r
untuk pelaporan saja. prosedur
pengelolaan SP2TP
P
Output dari SP2TP berupa
serta mempertegas u
data yang tidak ak-urat dan tidak st
pelaksanaan
tepat waktu tetapi datanya lengkap
serta kurangnya pemanfaatan dari
prosedur ak
pengelolaan SP2TP a
hasil SP2TP.
Puspita et al, Kajian Sistem Pencatatan dan Pelaporan Terpadu Puskesmas (SP2TP)…..
Kesehatan
Provinsi
Mada Jawa Timur
University 2013.
[1] Indonesia. Departemen Press; 2005. Surabaya:
Kesehatan Republik Indonesia.[5] Mangkunegar Dinas
Keputusan Menteri Kesehatan a A. Kesehatan
RI No 128/Menkes/Sk/II/2004. Evaluasi Jawa Timur;
Departemen Kesehatan kinerjja 2013
Republik Indonesia. Jakarta; SDM. [8] Muninjaya
2004. Bandung: . Manajemen
[2] Indonesia. Departemen Refika Kesehatan.
Kesehatan Republik Indonesia. Aditama; Jakarta:
2004. Sistem Kesehatan 2005.
EGC; 2005
Nasional. [18 [6] Achua,
maret 2014]. Available from: Leadership.
www.depkes.go.id/download/ Singapore:
SKN+pdf Prentice Hall
[3] Indonesia. Direktorat Jenderal [cited 28 April
Pembinaan Kesehatan 2014].
Masyarakat. 1997a. Buku I Available
Pedoman Sistem Informasi from:
Manajemen Puskesmas: 1. www.worldcat.
Konsep Dasar Sistem org
Manajemen Puskesmas 2. [7] Indonesia.
Sistem Pencatatan dan Dinas
Pelaporan Terpadu Puskesmas. Kesehatan
Departemen Kesehatan Republik Jawa Timur.
Indonesia. Jakarta; 1997 Standart
[4] Handoko, Manajemen jilid II : Puskesmas
yogjakarta Gajah Dinas

Artikel Ilmiah
Hasil Penelitian
Mahasiswa
2014