ASUHAN KEPERAWATAN

DI RUANG KUMALA (RUANG BEDAH)
RSUD DR. H. MOCH. ANSARI SALEH BANJARMASIN

Nama Mahasiswa : Myka Selvia
NPM : 1614901110144
Tanggal Pengkajian : Senin / 1-05-2017
Ruangan : Ruang Kumala

I. PENGKAJIAN
A. IDENTITAS
IDENTITAS KLIEN
- Nama : Tn. H
- Usia / tanggal lahir : 51 Tahun
- Jenis kelamin : Laki-laki
- Alamat : Jl. D.I Penjaitan Pasar lama banjar
Banjarmasin
- Suku / bangsa : Banjar / Indonesia
- Status pernikahan : Menikah
- Agama / keyakinan : Islam
- Pekerjaan / sumber penghasilan: PNS
- Diagnosa medik : Abses Punggung + DM
- No. medical record : 34-43-xx
- Tanggal masuk : 28 Apri 2017
- Tanggal Pengkajian : 1 Mei 2017

IDENTITAS PENANGGUNG JAWAB
- Nama : Ny.I
- Usia : 43 Tahun
- Jenis kelamin : Perempuan
- Pekerjaan / sumber penghasilan : Swasta
- Hubungan dengan klien : Istri

B. RIWAYAT KESEHATAN
1. Keluhan Utama
Pada tanggal 1 April 2017 saat pengkajian terdapat luka bisul yang
mengeluarkan nanah pada punggung nya, pasien mengatakan merasakan
nyeri seperti ada yang berjalan – jalan di daerah bisul di punggung
belakang nya, nyerinya terasa ketika pasien sedang beristirahat maupun
beraktifitas, dengan durasi nyeri 5-15 detik dengan skala nyeri 5 (Nyeri
Sedang) dengan skala nyeri 1-10

2. Riwayat Kesehatan Sekarang
Sejak tumbuh bisul ± 15 hari yang lalu semakin hari semakin membesar
dan terasa nyeri yang sangat, klien mengatakan sulit beraktivitas , setelah
merasa penyakitnya tidak kunjung sembuh, klien memutuskan datang
berobat ke Rumah Sakit Anshari Saleh pada tanggal 27 April 2017 dan
sesudah pemeriksaan dokter, klien di diagnosa Abses Punggung + DM .

1

Klien menjalani perawatan diruang Kumala, sekarang. Saat dilakukan
pengkajian didapatkan, klien direncanakan akan menjalani operasi pada
tanggal 3 Mei 2017.

3. Riwayat kesehatan lalu
Klien mengatakan sebelumnya sudah pernah mengalami tumnuh bisul
sebelum nya di bagian kaki dan tidak di bawa kerumah sakit tetapi
sembuh dengan sendiri nya. Klien mengatakan sebelumnya tidak tahu
mengalami penyakit, hipertensi, dan Diabetes Militus, klien juga tidak
pernah memeriksa penyakitnya ke Rumah Sakit.

4. Riwayat kesehatan keluarga
a. Klien tidak mempunyai penyakit keturunan seperti HT, DM.
b. Tidak ada keluarga klien yang terkena penyakit hernia .
c. Genogram

Keterangan:

= laki-laki = pasien

= perempuan = meninggal

C. PEMERIKSAAN FISIK
1. Keadaan Umum Klien
Klien terlihat lemah cuma berbaring di tempat tidur, Kesadaran
Composmentis GCS 4,5,6 (4 (respon mata) : membuka mata spontan, 5
(respon verbal) : orientasi baik, 6 (respon motorik) : mengikuti
perintah).

Tanda-tanda vital
- Suhu :36,2C
- Nadi :82 kali / menit
- Pernafasan :20 kali / menit
- Tekanan darah : 130/90 mm/Hg
- BB : 58 kg
- TB : 160 cm

2

keadaan umum telinga terlihat simetris.2. Penciuman dan Hidung Penciuman pasien baik. keadaan umum kepala baik tidak ada bekas memar atau lebam-lebam. -kulit teraba hangat di bagian sekitar bisul 3.Hidung klien terlihat bersih .dan kelainan lain. tugor kulit baik <2 detik kembali.Tidak ada pernapasan cuping hidung . Inspeksi : .tampak terlihat bengkak di bagian bisul punggung belakang ± 20cm -tampak terlihat kemerahan dibagian sekitar bisul ± 30 cm Palpasi : -terdapat nyeri tekan di bagian sekitar bisul. tidak ada keterbatasan gerak. Kepala dan Leher Rambut klien terlihat bersih. hidung tidak terdapat polip atau spculum. tidak ada abses cornea serta fungsi sistem penglihatan juga normal klien. hidung terlihat simetris.Klien tidak menggunakan alat bantu pendengaran .Tidak ada nyeri tekan di bagian hidung . 5. leher terlihat simetris.Tidak ada polip dan radang .Tidak teraba masa/cairan di hidung 6. Tidak terdapat peradangan pada kelenjar getah bening. tidak ada gangguan saat mendengar. Penglihatan dan Mata Dari hasil pengkajian daerah mata adalah klien tidak mengalami kelainan pada mata tidak ada katarak atau konjungtivitis. keadaan mata secara umum mata tidak mengalami peradangan.Pendengaran baik Palpasi : . tidak adanya kelainan pada kepala secara umum. tidak adanya kelainan bentuk dan tidak ada gangguan lainnya. tidak ada pembesaran kelenjar limfe.terdapat karbunkel yang mengeluarkan push ± 10 cc . 4.Tidak ada nyeri tekan 3 . Pendengaran dan Telinga Dari data hasil pengkajian daerah telinga dan fungsi sistem pendengaran. -kulit terasa keras di bgian sekitar bisul. Inspeksi : . tidak terjadinya pembesaran kelenjar tiroid.Posisi telinga simetris antara kiri dan kanan .Posisi hidung simetris kiri dan kanan Palpasi : . tidak menggunakan alat bantu pendengaran. Kulit Kulit klien terlihat lembab. Inspeksi : .

Bunyi timpani pada abdomen Auskultasi .Tidak ada benjolan.tidak ada pernapasan cuping hidung. Abdomen Inspeksi : . tidak ada lesi / luka .Tidak terdengar suara ronchi basah Warna ujung-ujung jari normal tidak ada tanda-tanda clubbing finger.Tidak ada pembesaran hepar Perkusi : . Palpasi (meraba) . Mulut dan Gigi Dari hasil pengkajian didapatkan pada mulut dan fungsi pencernaan bagian atas terlihat bersih . sudah menikah & memiliki anak. b. 8. c. tidak adanya kelainan bentuk dan gangguan lainnya. 9. Inspeksi (melihat) .Tidak terdapat nyeri tekan di bagian dada dan teraba massa atau pembengkakan pada bagian thorax posterior.Bentuk dada klien normal. Pernafasan dan sirkulasi Pemeriksaan a.Bunyi paru pada auskultasi vesikuler . Auskultasi (mendengarkan) . CRT<2 detik. 7.Tidak ada nyeri tekan .Posisi hidung simetris kiri dan kanan. d. 11. . Dada. tidak ada peradangan pada mulut (mukosa mulut terlihat lembab. Bising usus12 x/menit 10.Pergerakan perut mengikuti pergerakan napas .. gusi berwarna sedikit pucat). Perkusi (mengetuk) . Ekstrimitas atas bawah Fungsi Motorik 4 . .Warna kulit sama dengan sekitarnya Palpasi : . pasien tidak mengeluh nyeri saat menelan.Klien terlihat bernafas dengan normal .Bunyi suara ketuk sonor di paru-paru kiri dan kanan. Genitalia dan Reproduksi Klien berjenis kelamin laki-laki.

tidak ada keluhan saat BAB dan BAK. 6. Seksualitas Saat menderita penyakit klien menjadi terganggu sehingga mempengaruhi kebutuhan seksualnya. 3. Di Rumah Sakit : Klien mendapat makanan 3x /hari dengan porsi sedang. SOSIAL DAN SPIRITUAL 1. Di Rumah Sakit : Namun saat di RS klien mengatakan jarang mandi karena terpasang infus dan menjaga bisul yang di punggung tidak basah. klien merasa lebih nyaman untuk beristirahat 2. PSIKOLOGI. 5. klien hanya membersihkan diri dengan menyeka yang dibantu oleh istri nya. KEBUTUHAN FISIK. BB : 58 kg TB : 160 cm 4. Nutrisi Di Rumah : Sebelum dirawat di RS klien makan 3x /hari. Psikososial 5 . Pasien hanya dapat menghabiskan makanan sedikit hanya beberapa suapan. Personal Hygiene Di Rumah : Klien mengatakan mandi 2x sehari. sebelumnya klien tidak ada makanan pantangan. tetapi saat bisul yang di punggung nya muncul setiap beraktivitas klien merasa terganggu . Eliminasi Di rumah : pasien BAB 1 kali/ hari dan BAK 2-3 kali sehari dengan waktu tidak tentu. Di Rumah Sakit : Klien di RS berbaring dengan posisi miring kanan atau pun kiri. Skala kekuatan otot klien 555 5555 5555 5555 D. Di rumah sakit : klien mengatakan BAB 1 kali/ hari . Aktivitas dan istirahat tidur Di Rumah : Klien biasanya mampu beraktivitas.

d agen cedera biologis DS : Klien mengatakan merasakan nyeri seperti ada yang berjalan di bagian punggung. klien dan keluarga beranggapan kondisi yang dialami sekarang akan sembuh dengan mengikuti saran dan anjuran oleh dokter. DATA FOKUS Pre Operasi Diagnosa 1 : Nyeri akut b. -kulit teraba hangat di bagian sekitar bisul F. Perkusi : -kulit terasa keras di bgian sekitar bisul. .tampak terlihat bengkak di bagian bisul punggung belakang -tampak terlihat kemerahan dibagian sekitar bisul. dengan durasi nyeri 5-15 detik dengan skala nyeri 5 (Nyeri Sedang). saat berada dirumah sakit pasien tidak dapat sholat karena terpasang infus dan merasa lemas. Hubungan pasien dengan keluarga. PEMERIKSAAN PENUNJANG 1.d Gangguan Sirkulasi DS : – Klien mengatakan susah begerak karena bisul di punggung belakang. Hasil pemeriksaan Laboratorium: 1 Mei 2017 6 . 7. pasien dan keluarga hanya dapat berdo’a agar dapat sembuh dari penyakit yang diderita sekarang. dan klien tamapak meringis kesakitan karena nyeri. .terdapat bisul yang mengeluarkan push. tetapi saat berada di RS merasa terbatas dalam melakukan aktifitas karena terpasangnya infus berbeda dengan lingkungan tempat klien tinggal. – Klien mengatakan gatal – gatal di bagian bisul – Klien juga mengatakan banyak mengeluarkan nanah DO : Palpasi : . E. nyerinya terasa ketika klien beraktifitas dan tidak beraktifitas. dengan skala nyeri 1-10 DO : Tampak ada bisul yang mengeluarkan push di bagian punggung. Terdapat nyeri tekan. Diagnosa 2 : Kerusakan Integritas Jaringan b. tetangga dan masyarakat terjalin baik. Spiritual Pasien beragama ISLAM.

0 uL HGB 9. dan juga analgesik parasetamol mempunyai anti radang yang 7 .2 uL 4. cephalosporin meningitis. infeksi kulit. seperti antibiotik pneumonia. dan infeksi pada pasien dengan sel darah putih yang rendah 2. gonore atau kencing nanah.0-10. Paracetamol Untuk mengurangi rasa Paracetamol 3x1 fls nyeri ringan sampai adalah dengan rasa nyeri golongan obat sedang. sepsis. TERAPI FARMAKOLOGI (OBAT-OBATAN) No Nama Obat Indikasi Golongan Dosis & Rute 1.0 PLT 594 uL 150-450 Darah Rutin Hasil Nilai Normal GDP 158 76-110mg/dl 2 Jam PP 111 125 mg/dl 2 Mei 2017 Darah Rutin Hasil Nilai Normal GDP 81 76-110mg/dl 2 Jam PP 113 125mg/dl 3 Mei 2017 Darah Rutin Hasil Nilai Normal GDP 213 76-110mg/dl 2 Jam PP 112 125mg/dl G. Lavemir Digunakan untuk pasien Levemir adalah 3 x 10ui Diabetes golongan obat insulin 3. Ceftriaxone Digunakan untuk Ceftriaxone 3x1 (1mg) mengobati beberapa adalah Intra vena kondisi akibat infeksi golongan bakteri. Novoravid Digunakan untuk pasien Novoravid 12 ui Diabetes adalah golongan obat insulin 4. Darah Rutin Hasil Nilai Normal WBC 21.0-16.6uL 13.

ANALISA DATA (Pre Operasi) Senin 1 Mei 2017 No Data Subyektif & Obyektif Etiologi Problem 1. nyerinya terasa ketika klien beraktifitas dan tidak beraktifitas. – Klien mengatakan gatal – gatal di bagian bisul – Klien juga mengatakan banyak mengeluarkan push DO : Inspeksi : . dan klien tamapak meringis kesakitan karena nyeri. Tanda-tanda vital Suhu :36. DS : Agen cedera Nyeri akut Klien mengatakan merasakan nyeri seperti Biologis ada yang berjalan di bagian punggung. 8 . dengan skala nyeri 1-10 DO : Inspeksi : Tampak ada bisul yang mengeluarkan nanah di bagian punggung. Palpasi : -terdapat nyeri tekan di bagian sekitar bisul. DS : Gangguan Kerusakan – Klien mengatakan susah Sirkulasi Integritas begerak karena bisul di punggung Jaringan belakang.tampak terlihat bengkak di bagian bisul punggung belakang -tampak terlihat kemerahan dibagian sekitar bisul.2C Nadi :82 kali / menit Pernafasan :20 kali / menit TD :130/90 mm/Hg 2. . Palpasi : -kulit terasa keras di bgian sekitar bisul.terdapat bisul yang mengeluarkan push. melemah H. dengan durasi nyeri 5-15 detik dengan skala nyeri 5 (Nyeri Sedang).

Lakukan 1. PERENCANAAN KEPERAWATAN No Diagnosa Diagnosa No NOC NIC Rasional Keperawatan Keperawatan 1 00132 Nyeri akut Setelah di 1. gangguan bahwa nyeri pencahayaan selama berkurang dengan dan terjadinya menggunakan kebisingan nyeri manajemen nyeri. nonfarmako cara Mengatakan rasa 5.Meminimalkan nyeri. Ajarkan 4.Melihat reaksi mampu 3. verbal ) 2. Nyeri akut b. 4.Pememberian 9 .d Gangguan Sirkulasi J.2C Nadi :82 kali / menit Pernafasan :20 kali / menit TD :130/90 mm/Hg Tanggal 1 mei 2017 GDP : 158 2 jam PP: 111 I. melaporkan suhu.d agen cedera biologis 2. -kulit teraba hangat di bagian sekitar bisul Tanda-tanda vital Suhu :36.Agar klien Mampu teknik menerapkan mengenali nyeri.Agar lakukan tindakan pengkajian mengetahui keperawatan nyeri secara tingkatan selama 1 x 6 jam komperhensif nyeri yang di harapkan klien 2. Observasi dirasakan mampu reaksi (non klien mengontrol nyeri. PRIORITAS DIAGNOSA KEPERAWATAN Prioritas Masalah : 1. Berikan mengurangi nyaman setelah analgetik nyeri nyeri berkurang untuk 5. Kontrol yang menggunakan lingkungan ditimbulkan teknik yang dapat selama nyeri nonfarmakologi mempengaruh berlangsung untuk mengurangi i nyeri seperti 3. Kerusakan Integritas jaringan b.

cairan jaringan kulit.sirkulasi darah 3. seberapa besar selama 1 x 24 jam kedalaman. Pertahankan sirkulasi istirahat di 3. laporkan kedokter jika ada peningkatan K. Skala nyeri 1 mrngurangi obat secara nyeri langsung 6. mengetahui jaringan keperawatan ukuran.untuk membaik. dan meningkatkan luka membaik. 4. membersihka mengurangi pertumbuhan n luka. kaji 1. Evaluasi efekti dalam keefektifan penguranagn kontrol nyeri nyerit 7. edema dan jaringan baru. integrites jaringan setiap 2.perawatan tempat tidur kurang resiko dengan infeksi dan peninggian kerusakan ekstrimitas jaringan dan semakin imobilisasi meluas. 5. IMPLEMENTASI KEPERAWATAN Senin 1 Mei 2017 10 . kerusakan Diharapkan warna.Memantau dengan dokter kondisi pasien jika ada terhadap nyeri keluhan dan 7. Kolaborasi 6. Pantau suhu setiap 4 jam.Memberikan tindakan nyeri perencanaan tidak berhasil selanjutnya apabila keluhan masih ada 2 00047 Keruasakan Setelah dilakukan 1. Gunakan kompres dan balutan.mengetahui aseptic. Pertahankan lancar teknik 5. tanda-tanda infeksi 4. 2.untuk Integritas tindakan kerusakan.

05 3. Klien terlihat 10. Mengkolaborasi dengan dari gangguan dokter jika ada keluhan dan kebisingan. nyeri seperti suhu. tindakan nyeri tidak pencahayaan berhasil dan suhu. Klien bisa dialihkan nyeri nya dengan distraksi 5. memberikan Inf paracetamol 1 fls 11 . Lingkungan kontrol nyeri klien aman 7. Memberikan analgetik menringis untuk mengurangi nyeri kesakitan 10. Klien mengatakan nyerinya masih ada . Jam Evaluasi No Tindakan Paraf Tindakan Tindakan 1.45 6. 09.30 1. Klien mengatakan nyerinya sedikit berkurang 6.25 nonfarmako 2. Klien nyeri secara komperhensif mengatakan 2. Mengajarkan teknik nyeri 5) 10. Melakukan pengkajian 1. Mengevaluasi keefektifan 3. 4.15 kebisingan detik (Skala 4. durasi nyeri pencahayaan dan sekitar 10-15 10.30 5. Mengobservasi reaksi (non nyeri di 09. Klien tampak tidak kesakitan jika di lakukan pengalihan perhatian ( distraksi) 7.40 verbal ) bagian bisul 10. Mengontrol lingkungan punggung yang dapat mempengaruhi belakang.

an pushputih 11.00 dengan peninggian kemerahan dibagian ekstrimitas dan bisul ± 30 imobilisasi cm. bisul 11. mempertahankan punggung ± istirahat di tempat tidur 20 cm. 11. mengunakan kompres kental 2. 5.20 4. karbunkel ± 10.6oC XIII. cairan setiap 10cm. Luka di bersihkan dengan tekhnik steril 4. Setelah di bersihkan luka di kompres dengan menggunak an metro dan bagian yang bengkak di beri obat salep gentamicin. Klien dan balutan. bengkak di bagian 2. kedalaman. memantau suhu setiap 4 berbaring jam. Suhu tubuh klien T:36. Mengkaji kerusakan. EVALUASI KEPERAWATAN (CATATANPERKEMBANGAN 12 . ukuran ukuran. 2. 1. 10.50 1. mempertahankan teknik mengeluark aseptic. laporkan kedokter dengan jika ada peningkatan posisi miring kadang- kadang kanan dan kiri 3.54 warna. tampak 5. membersihkan luka.12 3.

13.3.2. tidak meringis kesakitan 2.5.05 00132 Klien Klien Nyeri Intervensi mengatakan terlihat teratasi dilanjutkan nyeri mulai berbaring di pada nomor berkurang tempat tidur intervensi 1.5 pungggung belakang masih kemerahan.7 dan klien nomor tampak 3. dan kulit masih teraba hangat dan keras di bagian sekitar bisul. 13.6. 2 Mei 2017 Nomor Respon Respon Analisis Perencanaan Jam No Diagnosa Subjektive Objektive Masalah selanjutnya Paraf Evaluasi Nanda (S) (O) (A) (P) 1. SOAP) Senin.4. 1 Mei 2017 Nomor Respon Respon Analisis Perencanaan Jam No Diagnosa Subjektive Objektive Masalah selanjutnya Paraf Evaluasi Nanda (S) (O) (A) (P) 1. Bisul masih Kerusaka Intervensi di mengeluark n lanjutkan an push integritas nomor 1 sekitar 10 jaringan 13 . tidak meringis kesakitan 2 13.4.05 00132 Klien Klien Nyeri Intervensi mengatakan terlihat teratasi dilanjutkan nyeri mulai berbaring di pada nomor berkurang tempat tidur intervensi 1.6. jaringan warna kulit teratasi di sekitar pada bisul di nomor bagian 2. Bisul masih Kerusaka Intervensi di mengeluark n lanjutkan an push integritas nomor 1 sekitar 5 cc.7 dan klien nomor tampak 3.20 00047 . Selasa.5.10 00047 .2. 13.4.

cc. Luka post operasi tertutup kasa kurang lebih 10 cm Diagnosa 2 : Kerusakan Integritas Jaringan b. -kulit teraba hangat di bagian sekitar luka Diagnosa 3 : Kurang pengetahuan b. DO : Palpasi : .3. nyeri terasa saat klien melakukan aktifitas dan istirahat. Tanggal 2 mei 2017 GDP: 81 2 jam PP : 113 Post Operasi (3 Mei 2017) Diagnosa 1 : Nyeri akut b.tampak terlihat bengkak di bagian luka punggung belakang 15 cm -tampak terlihat kemerahan dibagian sekitar luka Perkusi : -kulit terasa keras di bgian sekitar luka. warna teratasi kulit di pada sekitar bisul nomor di bagian 2.d kurang informasi DS : 14 .4.terdapat luka insisi yang terdapat terbalut perban 20cm -tampak luka dengan kedalaman ± 5 cm yang mengeluarkan push 20 cc .d Gangguan Sirkulasi DS : – Klien mengatakan ada luka di bagian punggung di belakang setelah di operasi.5 pungggung belakang masih kemerahan. Klien tampak sesekali meringis kesakitan .d agen cedera fisik DS : . dengan durasi nyeri 1-10 detik dengan skala nyeri 3 ( nyeri ringan) dengan skala nyeri 1-10 DO: .Luka insisi post operasi. klien mengatakan nyeri di bagian insisi di punggung. dan kulit masih teraba hangat dan keras di bagian sekitar bisul.

Tampak istri klien memperhatikan bagaimana cara membersihkan luka klien . DS : -Luka insisi post operasi.2C Nadi :82 kali / menit Pernafasan :20 kali / menit TD :130/90 mm/Hg 2.tampak luka dengan kedalaman ± 5 cm yang mengeluarkan push 20 cc .terdapat luka insisi yang terdapat terbalut perban 20cm . DS : Gangguan Kerusakan – Klien mengatakan ada luka Sirkulasi Integritas di bagian punggung di belakang Jaringan setelah di operasi. Tanda-tanda vital Suhu :36. DO : Palpasi : . 15 . dengan durasi nyeri 1-10 detik dengan skala nyeri 3 ( nyeri ringan) dengan skala nyeri 1-10 DO : Inspeksi : Tampak Luka Insisi ± 10 cm Palpasi : -terdapat nyeri tekan di bagian sekitar luka. dan klien tamapak meringis kesakitan karena nyeri.tampak terlihat bengkak di bagian luka punggung belakang 15 cm -tampak terlihat kemerahan dibagian sekitar luka Perkusi : -kulit terasa keras di bgian sekitar luka. nyeri terasa saat klien melakukan aktifitas dan istirahat. Klien dan istri klien mengatakan tidak tahu bagaimana nanti cara merawat luka setelah klien pulang kerumah. . Sesekali istri klien bertanya bagaimana cara membersihkan luka klien Analisa Data (Post Operasi) No Data Subyektif & Obyektif Etiologi Problem 1. DO : . klien Agen cedera Nyeri akut mengatakan nyeri di bagian insisi di Fisik punggung.

Kerusakan Integritas Jaringan b. Observasi dirasakan mampu reaksi (non klien mengontrol nyeri. gangguan bahwa nyeri pencahayaan selama berkurang dengan dan terjadinya 16 . Kurang pengetahuan b. PRIORITAS DIAGNOSA KEPERAWATAN Prioritas Masalah : 1. -kulit teraba hangat di bagian sekitar luka Tanda-tanda vital Suhu :36. melaporkan suhu. Lakukan 1.d kurang informasi Perencanaan keperawatan No Diagnosa Diagnosa No NOC NIC Rasional Keperawatan Keperawatan 1 00132 Nyeri akut Setelah di 1. Tampak istri klien memperhatikan bagaimana cara membersihkan luka klien . Kontrol yang menggunakan lingkungan ditimbulkan teknik yang dapat selama nyeri nonfarmakologi mempengaruh berlangsung untuk mengurangi i nyeri seperti 3.Melihat reaksi mampu 3.Agar lakukan tindakan pengkajian mengetahui keperawatan nyeri secara tingkatan selama 1 x 6 jam komperhensif nyeri yang di harapkan klien 2. Nyeri akut b.Meminimalkan nyeri. DO : . verbal ) 2. DS : Kurang Kurang .2C Nadi :82 kali / menit Pernafasan :20 kali / menit TD :130/90 mm/Hg 3.d agen cedera fisik 2. Sesekali istri klien bertanya bagaimana cara membersihkan luka klien Tanda-tanda vital Suhu :36.2C Nadi :82 kali / menit Pernafasan :20 kali / menit TD :130/90 mm/Hg L. Klien dan istri klien Informasi pengetahuan mengatakan tidak tahu bagaimana nanti cara merawat luka setelah klien pulang kerumah.d Gangguan Sirkulasi 3.

Pememberian Skala nyeri 1 mrngurangi obat secara nyeri langsung 6. cairan besar integrites jaringan setiap kerusakan membaik. kulit. dan 2. untuk Integritas tindakan kerusakan. jaringan baru.Agar klien Mampu teknik menerapkan mengenali nyeri.Memantau dengan dokter kondisi pasien jika ada terhadap nyeri keluhan dan 7. Gunakan jaringan kompres dan semakin balutan. perawatan imobilisasi kurang resiko 3.mengetahui laporkan tanda-tanda kedokter jika infeksi 17 . Berikan mengurangi nyaman setelah analgetik nyeri nyeri berkurang untuk 5. kaji 1. 2. Ajarkan 4. seberapa Diharapkan warna. .Memberikan tindakan nyeri perencanaan tidak berhasil selanjutnya apabila keluhan masih ada 2 Kerusakan Setelah dilakukan 1. ui selama 1 x 24 jam kedalaman. menggunakan kebisingan nyeri manajemen nyeri. membersihka jaringan pertumbuhan n luka. Pertahankan menguran istirahat di gi edema tempat tidur dan dengan meningkat peninggian kan ekstrimitas sirkulasi dan 3. 4. 5. Evaluasi efekti dalam keefektifan penguranagn kontrol nyeri nyerit 7. nonfarmako cara Mengatakan rasa 5. mengetah Jaringan keperawatan ukuran.untuk luka membaik. Pantau suhu lancar setiap 4 jam. Pertahankan infeksi teknik dan aseptic.sirkulasi darah 5. Kolaborasi 6. 4. meluas. kerusakan 4.

00126 Kurang Setelah di 1. Jelaskan tentang 2. Kaji pengetahuan 1. dengan keparahan perubahan gaya 5. ah intervensi therapi yang di 4. prosedur perawtan dan pengonbatan 18 . mengurangi penyakit nya dan3. Mempermud pengetahuan lakukan tindakan klien dan istri ah dalam keperawatan tentang penyakit memberikan selama 1 x 6 jam nya. Tepat dalam hidup yang akan pengobata di gunakn untuk 6. ada peningkatan 3. Diskusikan 4. Mencegah berikan . Instruksikan kapan untuk pergi kepelayanan. Jelaskan tentang rasa cemas. di harapkan klien2. Meningkatka dan istri klien proses penyakit n dan mengerti proses nya. penjelasab. 6. mereview menceggah komplikasi 5.Tanyakan kembali pengetahuan klien tentang penyakit. Mempermud perawatan serta pengobatn. program progran 3.

Klien mengatakan nyerinya sudah berkurang. Mengajarkan teknik sekitar 10-15 nonfarmako detik (Skala 10. 19 . Klien tampak tidak kesakitan jika di lakukan pengalihan perhatian ( distraksi) 7. Melakukan pengkajian nyeri 1. Mengobservasi reaksi (non nyeri di 09.15 4. pencahayaan dan suhu. dan kebisingan durasi nyeri 10. pencahayaan belakang. Mengevaluasi keefektifan menringis 10. Mengkolaborasi dengan 3. 4. Klien bisa dialihkan nyeri nya dengan distraksi 5.25 5. Klien mengatakan nyerinya sedikit berkurang 6. Klien secara komperhensif mengatakan 2. Mengontrol lingkungan yang insisi di dapat mempengaruhi nyeri punggung seperti suhu. Implementasi Keperawatan 4 Mei 2017 Jam Evaluasi No Tindakan Paraf Tindakan Tindakan 1.30 mengurangi nyeri 2. Memberikan analgetik untuk nyeri 3) 10. 09.40 verbal ) bagian luka 10. Klien terlihat 6.45 kontrol nyeri kesakitan 7.05 3.30 1. Lingkungan dokter jika ada keluhan dan klien aman tindakan nyeri tidak berhasil dari gangguan kebisingan.

ukuran. -tampak jam. mengunakan kompres dan punggung 10. -tampak cairan setiap membersihkan luka dengan 09. mempertahankan teknik bengkak di aseptic. Klien tampak berbaring dengan posisi miring kadang- kadang kanan dan kiri 8. memantau suhu setiap 4 3. mempertahankan istirahat di mengeluark tempat tidur dengan an push 20 peninggian ekstrimitas cc 10.30 1.45 balutan.25 3. kedalaman 10. belakang 15 cm 5. Mengkaji kerusakan.30 4. -kulit terasa keras di bgian sekitar luka.15 dan imobilisasi 2. -kulit teraba hangat di bagian sekitar luka 7.05 ± 5 cm yang 2. kedalaman. Luka di bersihkan dengan tekhnik steril 9. 1.40 luka. laporkan kedokter jika terlihat ada peningkatan kemerahan dibagian sekitar luka 4. bagian luka 10. Setelah di bersihkan luka di 20 .tampak terlihat 10. warna. 6.2 09. . Perkusi : 5.

kompres dengan menggunak an metro dan bagian yang bengkak di beri obat salep gentamicin. memahami 6.25 5. menanyakan kembali program 10. pengobatn.Klien dan istri 4. 6.Klien dan istri memahami apa yang harus di lakukan dalam perawatan serta pengobatan 21 .15 akan di gunakn untuk penyakit nya.30 pergi kepelayanan. mendiskusikan dengan memahami perubahan gaya hidup yang proses 10. tentang 10. menceggah komplikasi 3. menjelaskan tentang progran penyakit nya.Klien dan istri dan pengonbatan mau melakukan perubahan pola hidup untuk kesembuhan klien 5. 10.40 penyakit nya. prosedur perawtan 4. menjelaskan tentang proses memahami 09.Klien dan istri 10. menginstruksikan kapan untuk klien 10. penyakit. mengkaji pengetahuan klien 1.Klien dan istri paham pergi ke poli untuk cek up kembali.6oC 3 09. klien 2.45 pengetahuan klien tentang pengobatan.05 3. Suhu tubuh klien T:36. 2.30 1.Klien dan istri dan istri tentang penyakit nya.

00 00047 . 11.5.00 00132 Klien Klien Nyeri Intervensi mengatakan terlihat teratasi dilanjutkan nyeri mulai berbaring di pada nomor berkurang tempat tidur intervensi 1. 3 11. 11.6.00 00126 Klien Klien Kurang Intervensi di memahami tampak pengetahu hentikan pengobatan terlihat an pada dan tenang intervensi perawatan mendengar teratasi penyakit nya kan penjelasan perawat dan dokter 22 . dan kulit masih teraba hangat dan keras di bagian sekitar luka.4.XIV. luka masih Kerusaka Intervensi di mengeluark n lanjutkan an push integritas nomor 1 sekitar 20 jaringan cc. warna teratasi kulit di pada sekitar luka nomor di bagian 2.3. tidak meringis kesakitan 2.4.5 pungggung belakang masih kemerahan. EVALUASI KEPERAWATAN (CATATANPERKEMBANGAN SOAP) 4 Mei 2017 Nomor Respon Respon Analisis Perencanaan Jam No Diagnosa Subjektive Objektive Masalah selanjutnya Paraf Evaluasi Nanda (S) (O) (A) (P) 1.7 dan klien nomor tampak 3.2.

..) (.............................. Preseptor klinik............. (................) 23 ................................................... 5 Mei 2017 Preseptor akademik.... Banjarmasin.