PANDUAN IDENTIFIKASI PASIEN

RUMAH SAKIT IBU DAN ANAK ABDHI FAMILI
JL. DIPONEGORO NO.5 WRINGINREJO
GAMBIRAN - BANYUWANGI

....... Undang-Undang RI Nomor 44 tahun 2009 tentang Rumah Sakit. maupun pekerjaan yang tidak efisien dan lebih jauh akan merugikan pasien itu sendiri jika terjadi kesalahan dalarn pemberian obat atau terapi... Undang-Undang RI Nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan .... Bahwa tujuan dan proses identifikasi pasien adalah untuk melakukan dua kali pengecekan yaitu untuk identifikasi pasien sebagai individu yang akan menerima pelayanan atau pengobatan. Bahwa bila sistem identifikasi ini tidak dijalankan dengan baik maka masalah yang timbul akan menyebabkan kerugian bagi Rumah Sakit karena akan terjadi pemborosan waktu. perlu ditetapkan melalui Surat Keputusan Direktur Rumah Sakit Ibu dan Anak Abdhi Famili Mengingat : 1... dan untuk kesesuaian pelayanan atau pengobatan terhadap individu tersebut 2.. tindakan medis dan lain sebagainya 0. materi.. tenaga....... Bahwa sehubungan dengan poin (1 dan 2). diperlukan panduan yang mengatur tentang bagaimana identifikasi pasien dilakukan di RS agar tidak terjadi kesalahan 4... 2.. PANDUAN IDENTIFIKASI PASIEN RUMAH SAKIT IBU DAN ANAK ABDHI FAMILI Direktur Rumah Sakit Ibu dan Anak Abdhi Famili setelah : Menimbang : 1........ Bahwa agar panduan identifikasi pasien mempunyai kekuatan hukum..... Tentang .. SURAT KEPUTUSAN DIREKTUR Nomor : ..

. Undang-Undang RI Nomor 29 tahun 2004 tentang Praktek Kedokteran. . PerMenKes no 280/MenKes/Per/III/2008 tentang Rekam Medis 6.. tahun 2011 Memperhatikan : Memo Intern Bagian Rekam Medis Nomor :. 3. Permenkes RI No 1691/Menkes/PERNIII/2011 tentang Keselamatan Pasien 7. 4.. 5... perihal Pengajuan Panduan Identifikasi Pasien di RSIA AF. tertanggal .. PerMenKes no 290/MenKes/Per/III/2008 tentang Persetujuan Tindakan Kedokteran. yang diterbitkan oleh Direktorat Jenderal Bina Upaya Kesehatan Kementerian Kesehatan RI dengan Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS).. Buku Standar Akreditasi Rumah Sakit....

monitoring dan evaluasi atas pelaksanaan pedoman ini. M. Ketiga : Keputusan ini berlaku tahun sejak tanggal ditetapkannya. Razief Oesman NIP : . MEMUTUSKAN MENETAPKAN : PANDUAN IDENTIFIKASI PASIEN RUMAH SAKIT IBU DAN ANAK ABDHI FAMILI Pertama : Memerintahkan kepada semua unsur dan bagian terkait di RSIA Abdhi Famili untuk melaksanakan panduan identifikasi pasien sebagaimana terlampir. RSIA Abdhi Famili. maka akan diadakan perbaikan dan perubahan seperlunya. dr. Kedua : Mengamanatkan kepada bagian rekam medik RS untuk melakukan pemantauan. Keempat : Apabila dikemudian hari terdapat kekeliruan dalam Surat Keputusan ini. Tepat tanggal : Direktur. Ditetapkan di : Banyuwangi Tanggal :.

maka tidak ada seorangpun yang dapat memberinya petunjuk. Alhamdulillah telah dibuat suatu panduan identifikasi pasien. niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosa kalian. dan kami memohon ampunan kepadaNya. kami memujiNya. Semoga panduan identifikasi pasien ini menjadi bukti perdulinya RSIA AF dalam memberikan layanan yang mengutamakan Keselamatan Pasien. kami menyadari kesempurnaan hanya milik Allah semata. Sasaran pertama adalah Ketepatan Identifikasi Pasien. peraturan tersebut adalah Peraturan Keselamatan Pasien. yang telah ditetapkan oleh Mentri Kesehatan yang bernomor 1619/MENKES/PER/VIII/2011 Dalam peraturan tersebut terdapat 6 sasaran. dan kami berlindung kepada Allah dari keburukan diri kami. Demikian kata pengantar Panduan Identifikasi Pasien ini. Di dalam pemberian layanan kesehatan telah diterbitkan suatu peraturan yang sangat mendasar dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada pasien. dan barangsiapa yang disesatkan oleh Allah. kami memohon pertolonganNya. dan berkatalah dengan perkataan yang benar. Semoga Allah Memberikan keberkahan bagi kita semua. Januari 2016 . Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh Banyuwangi. barangsiapa yang Allah Memberikan petunjuk kepadanya maka tidak ada seorangpun yang dapat menyesatkannya.KATA PENGANIAR Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh Segala puji bagi Allah Azza Wajalla. Peraturan dibuat adalah untuk membentuk suatu tatanan pelaksanaan suatu kegiatan agar berjalan sebagaimana mestinya. dan barangsiapa yang taat kepada Allah dan Rasulnya shalallahu'alaihi wassalam maka sungguh itu adalah suatu kemenangan yang sangat besar. dan kejelekan perilaku kami. Rumah Sakit Ibu dan Anak Abdhi Famili (RSIA AF) dalam menerapkan peraturan tersebut. Wahai orang-orang yang beriman bertaqwalah kalian semua kepada Allah.

...................... Prosedur Identifikasi Pasien......... 15 L........................................................................... 4 C...... ii KATA PENGANTAR................... Pasien dengan Identitas Nama dan Nama Ibu Kandung sama di RI .............................. Kewajiban dan Tanggungjawab................................................................................................................. 12 H............................................ Pasien yang Meninggal .................................................... i SK PEMBERLAKUAN BUKU PANDUAN ........................ Tujuan............................................... Pasien yang Identitasnya tidak diketahui .......................................................... Algoritma Identifikasi Pasien.. Melepas Gelang Pasien................. 11 F........... Revisi dan Audit.................... Prosedur yang Membutuhkan Identifikasi Pasien dengn Benar............................................................................... Pelaporan Insiden/Kejadian Kesalahan Identifikasi Pasien............................................................. 2 A............................................................................ 7 D.................................................................... 16 .................... Prinsip dan Kebijakan................... 12 I......................................................................................iv DAFTAR ISI....................... 8 E................................................... Lingkup Area................................................................ 1 A.............................. 4 B....................... Bag.............................. 11 G............................................... 2 B......................................................... 1 BAB II RUANG LINGKUP.............................................. 1 B.. Rekam Medis DAFTAR ISI JUDUL......... v BAB I PENDAHULUAN ..................... 13 J.............................. Warna Pada Gelang Pasien ........................... 2 BAB III TATA LAKSANA.. Audit Gelang Pengenal pada Pasien Rawat Inap.............................................................................................. 14 K....................................................... Definisi ...... 4 A.......................

dan sebagainya). tidak sadar. 2. penentu atau penetapan identitas seseorang. Mengidentifikasi pasien sebagai individu yang akan menerima pelayanan atau pengobatan 2. staf . Pelaksana panduan ini adalah para tenaga kesehatan (medis. Bila sistem identifikasi ini tidak dijalankan dengan baik maka masalah yang timbul akan menyebabkan kerugian bagi Rumah Sakit karena akan terjadi pemborosan waktu. materi. Kesalahan karena keliru dalam mengidentifikasi pasien dapat terjadi di hampir semua aspek/tahapan diagnosis dan pengobatan. perawat. Penunjang maupun Rawat Inap yang akan menjalani suatu prosedur. untuk identifikasi pasien sebagai individu yang akan menerima pelayanan atau pengobatan. dan tenaga kesehatan lainnya). staf di ruang rawat. benda. DEFINISI Identifikasi dapat diartikan sebagai tanda kenal diri. LINGKUP AREA 1. bukti diri. adanya kelainan sensori. maupun pekerjaan yang tidak efisien dan lebih jauh akan merugikan pasien itu sendiri jika terjadi kesalahan dalam pemberian obat atau terapi. Mengidentifikasi adalah menentukan atau menetapkan identitas (orang. benda dan sebagainya. tindakan medis dan lain sebagainya. bidan.BAB I PENDAHULUAN A. Melakukan verifikasi kesesuaian pelayanan atau pengobatan yang akan diberikan kepada pasien BAB II RUANG LINGKUP A. mengalami disorientasi. untuk kesesuaian pelayanan atau pengobatan terhadap individu tersebut. Dalam memperoleh data identitas pasien harus diperoleh data selengkap mungkin sehingga dalam proses pelayanan kesehatan selanjutnya akan berjalan dengan baik. atau akibat situasi lain. farmasi. Panduan ini diterapkan kepada semua pasien baik Rawat Jalan. bertukar tempat tidur/kamar/lokasi di rumah sakit. B. TUJUAN Tujuan dari identifikasi pasien ini adalah : 1. IGD. tenaga. Maksud dari proses identifikasi ini adalah untuk melakukan dua kali pengecekan yaitu: pertama. Kesalahan identifikasi pasien bisa terjadi pada pasien yang dalam keadaan terbius/tersedasi. dan kedua.

darah. atau pemberian pengobatan atau tindakan lain. Gelang Pasien harus dilaporkan. KEWAJIBAN DAN TANGGUNG JAWAB 1. Perawat yang bertugas (perawat penanggung jawab pasien) a. Kepala Instalasi / Kepala Bagian a. 4. administratif. b. b. termasuk hilangnya Gelang Pasien. . Seluruh staf Rumah Sakit a. Jika terdapat kesalahan data. Memastikan Gelang Pasien terpasang dengan baik. Menjaga standarisasi dalam penerapan panduan identifikasi pasien. c. pengambilan darah dan spesimen lain untuk pemeriksaan klinis. Kepala Unit / Kepala Ruang a. dan staf pendukung yang bekerja di rumah sakit. Memastikan identifikasi pasien yang benar ketika pemberian obat. Memastikan kebenaran data yang tercatat di Gelang Pasien atau karcis pendaftaran rawat jalan pasien. 3. atau produk darah. Melaporkan kejadian salah identifikasi pasien. Memantau dan memastikan panduan identifikasi pasien dikelola dengan baik oleh Kepala Unit / ruangan. b. dan bebas coretan. B. 2. Memahami dan menerapkan prosedur identifikasi pasien b. Menyelidiki semua insidens salah identifikasi pasien dan memastikan terlaksananya suatu tindakan untuk mencegah terulangnya kembali insidens tersebut. Memastikan seluruh staf di Instalasi memahami prosedur identifikasi pasien dan menerapkannya.

Tanda pengenal ini digunakan pada proses untuk mengidentifikasi pasien ketika pemberian obat. darah. Identifikasi dilakukan Sekurang-kurangnya dengan menggunakan 2 data wajib yaitu nama pasien dan nomor rekam medis. atau pemberian pengobatan atau tindakan lain. Pada pasien dengan fistula arterio-vena (pasien hemodialisis). pengambilan darah dan spesimen lain untuk pemeriksaan klinis. pakaikan di pergelangan kaki. 4. c. pengambilan darah dan spesimen lain untuk pemeriksaan klinis.BAB III TATA LAKSANA A. KK. Jangan melakukan prosedur apapun jika pasien tidak memakai Gelang Pasien. Gelang Pasien dapat diletakkan pada selang infus . Jika tidak dapat dipakaikan di pergelangan tangan. darah atau produk darah. Penunjang maupun Rawat Inap yang akan menjalani suatu prosedur harus diidentifikasi dengan benar mulai dan pendaftaran sampai dengan pasien pulang. PROSEDUR IDENTIFIKASI PASIEN 1. Pakaikan Gelang Pasien di pergelangan tangan pasien. 4. Pada situasi di mana tidak dapat dipasang di pergelangan kaki. Pasien rawat inap menggunakan Gelang Pasien sebagai tanda pengenal dengan 2 data wajib yaitu nama pasien dan nomor rekam medis pasien sebagai data cros check internal. B. Semua pasien harus diidentifikasi dengan benar sebelum pemberian obat. dan Akta Kelahiran) 2. Pasien Baru diidentifikasi sesuai dengan tanda pengenal atau identitas yang berlaku (KTP. pastikan gelang tepasang dengan baik dan nyaman untuk pasien. Semua pasien baik Rawat Jalan. Pasien lama diidentifikasi sesuai dengan kartu berobat pasien atau KIUP (Kartu indeks Utama Pasien) 3. b. 2. 3. Gelang Pasien tidak boleh dipasang di sisi lengan yang terdapat fistula. PRINSIP DAN KEBIJAKAN 1. IGD. Sedangkan identifikasi pasien rawat jalan menggunakan karcis sebagai tanda pengenal. Prosedur pemasangan gelang a. atau produk darah. atau pemberian pengobatan atau tindakan lain. 0.

Nama tidak boleh disingkat. Gelang Pasien harus dipasang ulang jika selang infus pasien diganti dan selama belum dilakukan pemasangan gelang petugas hams selalu menyertai pasien sepanjang waktu d. Gelang Pasien harus dipakai oleh semua pasien selama perawatan di rumah sakit. pasien di area yang jelas terlihat. g. h. Gelang Pasien hanya boleh dilepas saat pasien keluar/pulang dan rumah sakit. Nama ibu dengan ditambah "By Ny" (sesuai dengan sistem penamaan) ii.RM di Gelang Pasien sebelum dipakaikan ke pasien. j. Nama pasien ii. 7. Laporkan Gelang Pasien jika terdapat kesalahan penulisan data.Ditambah dengan Nama Ibu kandung Jika pasien bayi baru lahir maka label gelang pasien mencakup : i. 5. Saat menanyakan identitas pasien. Label pada gelang pasien sekurang-kurangnya memenuhi 2 detail wajib yang dapat mengidentifikasi pasien. Periksa ulang 2 detail data dan No. Detail lainnya adalah wawa Gelang Pasien sesuai jenis kelamin pasien. Nama harus sesuai dengan yang tertulis di rekam medis. Hal ini harus dicatat di rekam medis pasien. segera berikan Gelang Pasien yang Baru. selalu gunakan pertanyaan terbuka. Jelaskan prosedur identifikasi (verifikasi) dan tujuannya kepada pasien. i. e. Jika Gelang Pasien terlepas. yaitu: i. . Tanggal Lahir bayi dan jam lahir f. Jangan pemah mencoret dan menulis ulang di Gelang Pasien. Nomor Rekam medis bayi iii. Nomor rekam medis pasien iii. 6.

jika pasien tidak memakai infus. Gelang Pasien menyebabkan iritasi kulit 0. gelang Pasien tidak dapat dijadikan satu-satunya bentuk identifikasi. gangguan jiwa). 12. . Pengecekan Gelang Pasien dilakukan tiap kali pergantian jaga perawat. verifikasi identitas pasien dilakukan kepada keluarga / pengantarnya karena pada pasien dengan kondisi tersebut. disfasia. Menolak penggunaan Gelang Pasien ii. Tanya ulang nama dan nama ibu kandung pasien. Alasan pasien harus dicatat pada rekam medis. Jika pasien menolak menggunakan Gelang Pasien. misalnya: `Siapa nama Anda?' (jangan menggunakan pertanyaan tertutup seperti `Apalcah nama anda Ibu Lusi?') 8. a. Pasien melepas Gelang Pasien b. 9. Hal ini dapat dikarenakan berbagai macam sebab. Pada kasus pasien yang tidak menggunakan Gelang Pasien. maka gelang pasien dipasang pada selang infus pasien. seperti: i. lakukan identifikasi dengan benar dan pastikan Gelang Pasien terpasang dengan baik. 13. Unit yang menerima transfer pasien harus menanyakan ulang identitas pasien dan membandingkan data yang diperoleh dengan yang tercantum di Gelang Pasien. 10. Pemasangan gelang pasien ini harus dicatat pada rekam medis pasien. c. Pasien harus diinformasikan akan risiko yang dapat terjadi jika Gelang Pasien tidak dipakai. Semua pasien rawat inap dan yang akan menjalani prosedur menggunakan 1 Gelang Pasien. kemudian bandingkan jawaban keluarga/penanggung jawab pasien dengan data yang tertulis di Gelang Pasien. 11. Gelang Pasien terlalu besar/ tidak cukup i. bayi. maka gelang pasien dipasang pada tempat tidur pasien di area yang jelas terlihat.Sebelum pasien ditransfer ke unit lain. Jika pasien tidak mampu memberitahukan namanya (misalnya pada pasien tidak sadar.

Pengambilan dan Pemberian produk / Komponen Darah a. sebelum pemberian transfusi darah. pengiriman. c. b. dan penyerahan komponen darah (transfusi) merupakan tanggungjawab petugas yang . penerimaan. diberikan ident allert berwarna kuning pada gelang pasien. Identifikasi. WARNA PADA GELANG PASIEN 1. Petugas di kamar operasi harus mengkonfirmasi identitas pasien dengan menanyakan nama dan nama ibu kandung pasien kemudian membandingkan dengan data yang terdapat pada Gelang Pasien. diberikan ident allert berwarna merah pada gelang pasien. Untuk pasien dengan nama dan nama ibu kandung yang sama diberikan ident allert berwarna putih D. Jika diperlukan untuk melepas Gelang Pasien selama dilakukan operasi. 5. Pasien Yang Menjalani Tindakan a. harus menggunakan Gelang Pasien sesuai dengan jenis kelaminnya. Jika pasien memiliki alergi. merah muda untuk perempuan. 2. 4. 2. Seluruh pasien yang tidak memiliki alergi terhadap pemakaian gelang pasien. Semua pasien harus ditanyakan mengenai alergi yang dimiliki 3. pengambilan. Untuk pasien dengan risiko jatuh.C. serta sebelum dilakukan tindakan medis. tugaskanlah seorang perawat di kamar operasi untuk bertanggungjawab melepas dan memasang kembali Gelang pasien. sebelum pengambilan sampel untuk pemeriksaan laboratorium dan pemeriksaan radiologi. putih untuk pasien tanpa/jenis kelamin tidak bisa ditentukan. merah untuk kasus kepolisian dan kasus penganiayaan. PROSEDUR YANG MEMBUTUHKAN IDENTIFIKASI PASIEN DENGAN BENAR Proses verifikasi identitas pasien dapat dilakukan pada saat sebelum pemberian obat. Riwayat alergi pasien harus dicatat di rekam medis. Gelang Pasien yang dilepas harus ditempelkan pada dokumen rekarn medis pasien. Prosedur dalam melakukan identifikasi sebelum dilakukannya tindakan tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut: 1. Untuk pasien kondisi terminal yang menolak atau indikasi tidak dilakukan resusitasi diberikan ident allert berwarna ungu 6. biru untuk laki laki.

verifikasi data dengan menanyakan keluarga / pengantar pasien. Gunakan Gelang Pasien berwarna merah muda (pink) untuk bayi perempuan dan biru untuk bayi laki-laki. waktu kadaluarsanya. Kenakan Gelang Pasien di salah satu ekstremitas. jangan lakukan transfusi darah sampai diperoleh kepastian identitas pasien dengan benar. c. 4. Petugas harus meminta pasien untuk menyebutkan nama lengkap dan nama ibu kandung pasien. 5. Kapanpun dimungkinkan. Gelang pasien dipasangkan segera setelah bayi lahir dan dilakukan di depan ibu yang baru melahirkan bayi tersebut atau saksi lain bila ibu dalam keadaan tidak sadar. d. c. golongan darah pada pasien dan yang tertera pada kantong darah. Jika pasien rawat jalan tidak dapat mengidentifikasi dirinya sendiri. jenis darah. dan identitas pasien pada Gelang Pasien. Petugas harus melaporkan ketidaklengkapan data identitas pasien pada bagian rekam medis. 3. Data ini hams dikonfirmasi dengan yang tercantum pada karcis. gunakan Gelang Pasien berwarna putih. mengambil darah. Identifikasi pasien dilakukan oleh petugas yang dapat diandalkan untuk mengidentifikasi pasien. pasien gangguan jiwa harus menggunakan Gelang Pasien. Dua orang petugas yang kompeten harus memastikan kebenaran: data demografik pada kantong darah. Pada kondisi di mana jenis kelamin bayi sulit ditentukan. Sebelum melakukan suatu prosedur/ terapi. Jika pada karcis tidak terdapat data nama ibu kandung pasien maka verifikasi dapat dilakukan dengan No. Rekam Medis dan data alamat pasien. b. b. Untuk bayi baru lahir yang masih belum diberi nama. Tidak perlu menggunakan Gelang Pasien. Jika petugas tidak yakin / ragu akan kebenaran identitas pasien. Identifikasi Pasien Rawat Jalan a. dan lakukan pencatatan di rekam . c. kecuali Pasien IGD dan Pasien poliklinik yang akan menjalani prosedur tindakan invasif harus menggunakan gelang pasien. data di Gelang Pasien berisikan nama ibu dengan ditambah"By Ny" Nomor rekam medis ibu serta tanggal dan jam lahir bayi. Identifikasi Bayi Baru Lahir Atau Neonatus a. e. tenaga medis harus menanyakan identitas pasien berupa nama dan nama ibu kandung. d. b. Prosedur Identifikasi Pasien Gangguan Jiwa a. b.

. PASIEN YANG IDENTITASNYA TIDAK DIKETAHUI 1. 4. Contoh pelabelan : Tn Xf1 untuk pasien tanpa identitas pertama yang didaftar oleh petugas pendaftaran yang berinisial F. dan urutan pasien yang diidentifikasi. E. Apabila kondisi bencana atau ditemukan pasien tanpa identitas lebih dan satu. tanggal lahir. dan seterusnya. F. maka pasien akan diberi label dengan format Tn/Ny X. 3. 2. lembar obat-obatan. Pasien diberi label Mr X atau Ny X sesuai dengan jenis kelamin. atau usia. Untuk prosedur identifikasi pasien dengan identitas sama di ruang perawatan yang sama dapat dilakukan dengan langkah sebagai berikut: 1. Label ini dapat dipakai sampai pasien dapat diidentifikasi dengan benar. Ny Xf2 untuk pasien tanpa identitas kedua. 3. Berikan simbol berupa tanda "Bintang" di lembar pencatatan pada berkas rekam medik. Pasien dengan identitas nama dan nama ibu kandung yang sama diidentifikasi dengan menggunakan data alamat serta tanggal lahir atau usia. Jika terdapat pasien dengan identitas yang sama. harus diinformasikan kepada perawat yang bertugas setiap kali pergantian jaga. Pada kondisi di mana petugas tidak yakin / tidak pasti dengan identitas pasien (misalnya saat pemberian obat). Pelabelan pada pasien yang identitasnya tidak diketahui juga diberlakukan dalam proses identifikasi pasien bencana. PASIEN DENGAN IDENTITAS NAMA DAN NAMA IBU KANDUNG SAMA DI RUANG RAWAT INAP Pasien dengan identitas nama dan nama ibu kandung yang sama dapat diidentifikasi dengan data identitas lain seperti alamat. medis. inisial petugas pendaftaran. 2. dan lembar tindakan. Tn Xnl untuk pasien tanpa identitas pertama yang didaftar oleh petugas pendaftaran yang berinisial N. c. Pasien dengan nama yang sama hams dipasang ident allert berwarna putih pada gelang pasien agar petugas dapat memverifikasi identitas pasien. petugas dapat menanyakan nama dan nama ibu kandung pasien (jika memungkinkan) dan dapat dicek ulang pada rekam medis.

Pasien yang meninggal di ruang rawat rumah sakit harus dilakukan konfirmasi terhadap identitasnya dengan Gelang Pasien dan rekam medis (sebagai bagian dari proses verifikasi kematian). Segera setelah prosedur selesai dilakukan. 2. 2. kemudian melengkapi laporan insidens. Surat keterangan kematian di buat oleh dokter yang memeriksa pasien terakhir dan dicocokkan dengan data pada rekam medis serta keluarga pasien. PELAPORAN INSIDEN / KEJADIAN KESALAHAN IDENTIFIKASI PASIEN 1. H. Gelang Pasien dilepas setelah semua proses selesai dilakukan. 5. 2. misalnya lokasi pemasangan Gelang Pasien mengganggu suatu prosedur. MELEPAS GELANG PASIEN 1. berikan Gelang Pasien Baru dengan identitas yang benar. Saat pasien sudah dapat diidentifikasi. PASIEN YANG MENINGGAL 1. Petugas harus berdiskusi dengan Kepala Instalasi atau Kepala Unit . 3. Setiap petugas yang menemukan adanya kesalahan dalam identifikasi pasien harus segera melapor kepada petugas yang berwenang di ruang rawat / Unit tersebut. Proses ini meliputi: pemberian obat-obatan kepada pasien dan pemberian penjelasan mengenai rencana perawatan selanjutnya kepada pasien dan keluarga. serta proses administrasi rawat inap selesai. 4. G. Terdapat kondisi-kondisi yang memerlukan pelepasan Gelang Pasien sementara (saat masih dirawat di rumah sakit). 4. Gelang Pasien dipasang kembali. Gelang Pasien yang sudah tidak dipakai harus dihilangkan identitas pada labelnya sebelum dibuang ke tempat sampah. Yang bertugas melepas Gelang Pasien adalah perawat yang bertanggungjawab terhadap pasien selama masa perawatan di rumah sakit. I. Gelang Pasien hanya dilepas saat pasien pulang atau keluar dari rumah sakit.

Kegagalan verifikasi identitas pasien i. Salah identifikasi laporan investigasi f. penulisan alamat yang salah v. 3. Kesalahan memasukkan nomor / angka pada rekam medis iv. Kesalahan informasi / data di Gelang Pasien c. dengan atau tanpa menimbulkan bahaya. Tidak adanya Gelang Pasien yang terpasang pada tubuh pasien d. Salah memberikan label ii. Contoh kesalahan yang dapat terjadi adalah: a. Kesalahan juga termasuk insidens yang terjadi akibat adanya kesalahan identifikasi. Registrasi ganda saat masuk rumah sakit h. mengenai pemilihan cara terbaik dan siapa yang memberitahukan kepada pasien / keluarga mengenai kesalahan yang terjadi akibat kesalahan identifikasi. Salah identifikasi pada pasien pendaftaran dengan perjanjian (appointment) g. dan juga insidens yang hampir terjadi di mana kesalahan identifikasi terdeteksi sebelum dilakukan suatu prosedur. Salah memberikan obat kepada pasien i. Tidak adekuatnya / tidak adanya standar prosedur identifikasi . pencatatan yang tidak benar / tidak lengkap / tidak terbaca b. Beberapa penyebab umum terjadinya kesalahan identifikasi adalah: a. Kesalahan pada administrasi / tata usaha i. Kesalahan penulisan alamat di rekam medis b. Kesalahan identifikasi data / pencatatan di rekam medis e. Kesalahan mengisi formulir iii. Salah pelabelan identitas pada sampel darah 4. 5. Pasien menjalani prosedur yang salah j.

Pastikan bahwa tindakan pencegahan ceders telah dilakukan c. kondisi kejiwaan pasien. Setiap pelaporan insidens yang berhubungan dengan identifikasi pasien . Jumlah persentase pasien yang menggunakan Gelang Pasien b. Tidak mematuhi standar prosedur identifikasi untuk verifikasi identitas iii. Jika terjadi insidens akibat kesalahan identifikasi pasien. Akurasi dan reliabilitas informasi yang terdapat di Gelang Pasien c. pasien ii. Kurangnya kultur / budaya organisasi 6. Alasan mengapa pasien tidak menggunakan Gelang Pasien d. Hambatan akibat penyakit pasien. Audit klinis ini meliputi: a. Kegalan untuk pembacaan kembali iii. Kebijakan ini akan dikaji ulang dalam kurun waktu 3 tahun 2. lakukan hal berikut ini: a. Petugas yang menemukan insiden harus melaporkan kejadian tersebut kepada atasan langsung sesuai dengan prosedur pelaporan insiden J. Efikasi cara identifikasi lainnya e. petugas hams memastikan bahwa langkah-langkah yang penting telah diambil untuk melakukan prosedur yang tepat pada pasien yang tepat. Kesulitan komunikasi i. Jika suatu prosedur telah dilakukan pada pasien yang salah atau dilakukan di tempat yang salah. Insidens yang terjadi dan berhubungan dengan kesalahan identifikasi 3. pasien c. Rencana audit akan disusun dengan bantuan kantor audit medik dan akan dilaksanakan dalam waktu 6 bulan setelah implementasi kebijakan. Pastikan keamanan dan keselamatan pasien b. atau keterbatasan bahasa ii. d. REVISI DAN AUDIT 1.

akan dipantau dan ditindaklanjuti saat dilakukan revisi kebijakan. AUDIT GELANG PENGENAL PADA PASIE N RAWAT INAP Pilihan Pertanyaan 1 2 3 4 5 Jawaban Apakan pasien menggunakan gelang pengenal? Ya / Tidak Biru Ya / Tidak Warna Gelang Pengenal Merah Muda Ya / Tidak Lainnya Sebutkan Apakah gelang pengenal ini benar? Ya / Tidak Pergelangan Ya / Tidak Posisi gelang pengenal tangan Lainnya Sebutkan Baik Ya / Tidak Kesesuaian gelang Cukup Ya / Tidak pengenal Buruk Ya / Tidak Tulisan berwarna hitam Ya / Tidak Dapat dibaca Ya / Tidak Nama lengkap Ya / Tidak . L.

.Nomor rekam medic Ya / Tidak Nama ibu kandung Ya / Tidak Informasi tambahan pada gelang pasien yang tidak perlu Sebutkan K.

pasien cairan tubuh lainnya diminta untuk menyebutkan nama lengkap dan nama ibu kandungnya sebelum menjalani . Ganti gelang pengenal jika terdapat kesalahan data . nomor rekam medis. konfirmasi data dengan yang tercantum pada karcis . pasien diminta untuk menyebutkan nama Gelang pengenal dipakaikan ke lengkap dan nama ibu kandungnya pergelangan Lengan pasien. Langan mencoret atau menimpa tulisan sebelumnya . Pengambilan darah/ sampel cairan tubuh lainnya . Pembayaran di kasir . Pemberian obat-obatan prosedur. Pengambilan darah/ sampel Gelang pengenal pasien diperiksa. keluar dari rumah sakit . menanyakan identitas pasien berupa nama dan nama ibu . Pemberian obat-obatan .ALGORITMA IDENTIFIKASI PASIEN Pasien berobat di RSIA Abdhi Famili Baru Baru diidentifikasi sesuai dengan tanda diidentifikasi sesuai dengan kartu pengenal atau identitas yang berobat pasien berlaku (KTP/ KK / Akta Kelahiran) RI/IGD RJ . Gelang pengenal harus diperiksa setiap pergantian Lepas gelang pengenal saat pasien jaga oleh perawat berikutnya untuk memastikan pulang / gelang terpasang dengan baik dan terbaca. seperti: . sebelum menjalani prosedur. Intervensi pembedahan dan prosedur Invasif lainnya . Konsul pasien . . Data di gelang pengenal diperiksa ulang pada pasien Karcis pasien diperiksa. seperti: . Transfusi darah . Transfer pasien . nama lengkap. Lengkapi identitas pasien . Buatlah gelang pengenal berisi kandung.

Wb. SEMUA UNIT PELAYANAN Januari 2017 Perihal : Panduan Identifikasi Pasien Assalamu'alaikum Wr. Mengetahui Direktur RSIA Abdhi Famili dr. bersama dengan memo ini kami mengajukan SK pemberlakuan Panduan Identifikasi Pasien di RSIA Abdhi Famili. Demikian memo ini kami buat jazakumullahukhairan Nashrun Minallah Wafathun Qoriib Wassalamu'alaikum Wr. Wb. sebagaimana terlampir. Razief Oesman NIP. M. tahlil dan sholawat. Tgl Terima : -Jan-2016 No Agenda : ID: Arsip : Usulan Kebijakan MEMO INTERN RUMAH SAKIT IBU DAN ANAK ABDHI FAMILI Nomor : Jumlah : 1 lembar Kepada Yth. .Bag. Rekam Medis Tembusan : Tanggal : 1. Dari : Direktur Dessy Ratna Fauziah RSIA Abdhi Famili Jabatan : Ka. Ba'da tahmid.

M. Ditetapkan di : Banyuwangi Tanggal : Tepat tanggal :. dapat lebih memudahkan semua pihak yang terkait dengan pelayanan pasien dan hubungan antar manusia di RSIA AF. Rumah Sakit Ibu dan Anak Abdhi Famili dr. Semoga Allah senantiasa memberikan kita semua limpahan Taufik dan Hidayah-Nya kepada hamba-hamba yang selalu berlomba dalam kebaikan dan berusaha secara terus menerus memperbaiki amaliyahnya.Razief Oesman NIP. Mudah-mudahan dengan adanya panduan ini. BAB IV PENUTUP Demikian panduan identifikasi pasien Rumah Sakit Ibu dan Anak Abdhi Famili ini dibuat sebagai standar melakukan identifikasi pasien di Rumah Sakit Ibu dan Anak Abdhi Famili . . Amiin. Direktur.