BENTUK SEDIAAN OBAT

PRESENTED BY
MUHAMMAD AFQARY

INTRODUCTION

• Bahan aktif obat agar digunakan
nyaman, aman, efisien dan optimal
dikemas dalam bentuk sediaan obat
(BSO) atau disebut sediaan farmasi.

• Bentuk sediaan obat (BSO) dapat
mengandung satu atau lebih komponen
bahan aktif.

• Formulasi BSO memerlukan bahan
tambahan contohnya antara lain bahan
pelarut atau bahan pelicin (sifat netral).

DEFINISI BSO

“BSO adalah sediaan obat yang
mengandung satu atau lebih
bahan berkhasiat dan biasanya
ditambah vehikulum(bahan
pengisi atau bahan pelarut).”

MANFAAT BENTUK SEDIAAN OBAT
• Melindungi zat aktif dari kerusakan
baik dari luar maupun dalam tubuh
– Jika tanpa bentuk sediaan, obat
dapat hancur oleh udara sehingga
akan susah sampai ke tempat aksi
obat.
– Beberapa obat jika tidak ditambah
bahan tambahan ada yang bersifat
higroskopis serta ada yang mudah
berubah warnanya. Menutupi rasa
tidak enak atau pahit bahan obat

• Obat yang sangat pahit biasanya tidak diberikan dalam bentuk puyer tetapi dalam bentuk kapsul. contoh: – Ferrous Sulfate ditutupi salut gula • Menjaga stabilitas bahan obat • Meningkatkan ketaatan penggunaan obat .

PERTIMBANGAN DALAM MEMILIH BENTUK SEDIAAN OBAT • Bahan obat • Penderita: apakah penderita koma. anak-anak atau orang tua. • Sifat bentuk sediaan • Harga : carilah obat yang murah tapi punya efikasi yang baik .

krim. gel dll • Bentuk khusus : supositoria. pulvis. suspensi. spray. emulsi • Semi padat : unguentum. injeksi. tablet • Cair : solution. inhalasi.PENGGOLONGAN BSO MENURUT BENTUK FISIKNYA • Padat : pulveres. kapsul. pil. dll Note : Pil sangat sulit diabsorbsi sehingga tidak dipakai lagi saat ini. . granul.

PULVIS DAN PULVERES • Campuran kering bahan obat atau zat kimia yang dihaluskan. ditujukan untuk pemakaian oral atau untuk pemakaian luar. • Serbuk lebih mudah terdispersi dan lebih larut daripada bentuk sediaan yang dipadatkan .

PENGGOLONGAN SERBUK • SERBUK TERBAGI – Pulveres (divided powder) dikemas dalam satuan bungkus untuk dosis tunggal • SERBUK TAK TERBAGI – Serbuk oral tidak terbagi – Pulveres adspersorium (serbuk tabur) – Powder for injection (serbuk injeksi) .

Pulveres dan bulk powder a. dirusak/inaktif di lambung. Cocok untuk obat yang tidak stabil dalam bentuk cairan b. Tidak cocok untuk obat yang mempunyai rasa tidak enak.SIFAT SERBUK 1. Untuk obat yang mudah larut dalam air. iritatif dan mempunyai dosis terapi yang rendah (low doses) . absorpsinya lebih cepat dibanding bentuk tablet dan kapsul c.

Sebagai pelumas. Bila menggunakan talk/kaolin harus steril. sediaan harus steril c. Mengandung selain bahan obat. Pulvis adspersorius a. sering juga bahan profilaksis atau pelicin b. .2. Untuk luka terbuka. harus bebas dari organisme patogen d. kuman tetanus dan kuman penyebab gangren. karena bahan2 tsb sering terkontaminasi spora.

• Macam: 1. Bulk granules 2.GRANUL • Sediaan bentuk padat. Divided granules . berupa partikel serbuk dengan diameter 2-4 μm dengan atau tanpa vehikulum.

misalnya Mg trisilikat oral (dosis oral 1-5 gr) – Sediaan dalam bentuk effervescent granules memberikan rasa yang segar – Obat dengan mudah dan cepat melarut dibandingkan dengan sediaan serbuk/pulveres serta tidak mudah menggumpal atau lengket di botol/sachet.• Sifat Granul – Tidak stabil dalam bentuk sediaan cair – Memerlukan dosis terapi yang besar. .

– Bulk granule tidak cocok untuk yang mempunyai dosis terapi kecil (low doses) karena diperlukan sediaan yang betul- betul homogen – Sediaan ini tidak cocok untuk obat yang iritatif di lambung .

TABLET SEDIAAN PADAT YANG MENGANDUNG BAHAN OBAT DENGAN ATAU TANPA BAHAN PENGISI .

MACAM-MACAM TABLET • BERDASARKAN TEKNIK PEMBUATAN – Tablet cetak • Tablet cetak dibuat dengan cara menekan massa serbuk lembab dengan tekanan rendah ke dalam lubang cetakan. – Tablet kempa • Tablet kempa dibuat dengan memberikan tekanan tinggi pada serbuk atau granul menggunakan cetakan baja .

Sistemik .• BERDASARKAN PENGGUNAANNYA: – Bolus – Tablet triturat – Tablet hipodermik – Tablet bukal – Tablet sublingual – Tablet efervesen (tablet buih) – Tablet kunyah (chewable tablet) – Tablet Hisap (Lozenges) Tablet hisap digunakan untuk memberikan efek: 1. Lokal 2.

sustained release. time release. yaitu controlled release. extended action . sustained action. Sugar Coated Tablet) – Tablet Salut Film (Tsf) (Film Coated Tablet. Fct) – Tablet Salut Enterik (Enteric Coated Tablet) – Sediaan Retard Macam-macam sediaan retard. extended release. slow release. prolonged release. prolonged action. delayed release.• BERDASARKAN FORMULASI: – Tablet Salut Gula (Tsg) (Dragee.

Cth. Rifampicin – membuat penampilan lebih baik – mengatur tempat pelepasan obat dlm saluran pencernaan tablet salut enterik (TSE) .• Tujuan penyalutan obat: – melindungi zat aktif dari udara.kelembapan. cahaya – menutupi bau dan rasa yang tidak enak.

karena bahan obat dapat teriritasi atau rusak oleh asam lambung. Obat ini jangan dihaluskan karena bentuk obat menjadi partikel-partikel dengan luas permukaan yang bereaksi dengan asam lambung semakin banyak. . sehingga mengurangi efek obat. amis atau bau yang tidak menyenangkan – karena adanya penyalutan maka proses absorpsi menjadi lambat • Tablet Salut Enterik (cth.• Tablet Salut Gula – Cocok untuk obat yg rasanya pahit. Dulcolax tab) Tujuannya dibuatnya bentuk obat seperti ini agar obat hancur diusus.

Kecuali divide dose (dpt dipotong menjadi beberapa bagian).• Tablet Lepas Lambat (retard. tidak boleh dikunyah. biasanya sudah disediakan garis-garis pemotong pada tablet. – Contoh untuk obat dengan devide dose adalah Quibron TSR®. time span) Cth: Voltaren SR-75 – Merupakan Tablet yang dibuat dengan formulasi sedemikian rupa hingga zat aktif akan tersedia selama jangka waktu tertentu. harus ditelan utuh. . juga tidak boleh digerus.

Akhirnya terjadi toksisitas (keracunan). .• Keuntungan tablet lepas lambat: – Mengurangi jumlah dan frekuensi pemberian – Menghindari pemakaian obat pada malam hari – Efek obat lebih seragam – Mempertahankan efek terapi untuk batas waktu yang lama • Kerugian – Harga mahal – Dose dumping Hal ini dapat terjadi bila proses pabrikasinya jelek. menyebabkan obat rusak dan dosis obat yang besar tersebut lepas seketika dalam sirkulasi sistemik.

. dalam perdagangan disebut KAPLET. Dalam perdagangan disebut TABLET – Silindris seperti kapsul.• BERDASARKAN BENTUK: – Bulat pipih dengan kedua permukaannnya plat/rata atau cembung.

• Bentuk Sediaan kapsul berbentuk silindris dengan ukuran macam-macam dan mempunyai kode yaitu 000. tetapi dapat juga terbuat dari pati atau bahan lain yang sesuai. 1. 5. 4. Cangkang umumnya terbuat dari gelatin. 3.KAPSUL (CAPSULAE) • Definisi Kapsul adalah sediaan padat yang terdiri dari obat dalam cangkang keras atau lunak yang dapat larut. . 0. 00. 2.

– suspensiones (suspensi) dan – emulsa (emulsi). .SEDIAAN CAIR • Terdiri dari 3 bentuk yaitu – solutiones (larutan).

antara lain: – Cocok untuk penderita yang sukar menelan – Absorpsi obat lebih cepat dibandingkan dengan sediaan oral lain. .• Keuntungan dari sediaan cair. Untuk suspensi dan emulsi. terutama bentuk larutan. – Dosis obat lebih seragam dibandingkan sediaan padat. keseragaman dosis tergantung dari kesempurnaan pengocokan sebelum penggunaan.

Hal ini dapat dikurangi dengan memberikan obat dalam bentuk sediaan cair karena faktor pengenceran. – Dosis/takaran dapat disesuaikan dengan keadaan penderita.– Homogenitas lebih terjamin. – Beberapa obat atau senyawa obat dapat mengiritasi mukosa lambung atau dirusak cairan lambung bila diberikan dalam bentuk sediaan padat. .

• Kerugian sediaan cair – Untuk senyawa obat yang tidak stabil dalam air tidak dapat dibuat menjadi sediaan cair. – Sediaan tidak praktis untuk dibawa kemana-mana. – Bagi obat yang rasanya pahit atau baunya tidak enak sukar ditutupi. . kalaupun dapat tidak akan bisa bertahan lama.

– Pemberian obat harus menggunakan alat khusus atau oleh orang khusus (sediaan parenteral). dan harus menggunakan alat khusus.– Takaran penggunaan obat tidak dalam dosis terbagi kecuali sediaan dosis tunggal. – Air merupakan media yang baik untuk pertumbuhan bakteri dan merupakan katalis reaksi. .

SEDIAAN CAIR ORAL • Potiones (obat minum) • Elixir • Sirup • Guttae (drop) .

SEDIAAN CAIR TOPIKAL • Collyrium (kolirium) • Guttae ophthalmicae (tetes mata) • Gargarisma (Gargle) • Mouthwash • Guttae nasales (tetes hidung) • Guttae auricularis (tetes telinga) • Irigationes (Irigasi) • Inhalationes • Lotion • Linimentum (Liniment) .

emollient.SEDIAAN CAIR REKTAL/VAGINAL • Lavament/Clysma/Enema Selain untuk membersihkan. antelmintik. diagnostik. sedatif. • Douche . dan lain-lain. Enema diberikan dalam jumlah bervariasi tergantung pada umur dan keadaan penderita. enema juga berfungsi sebagai karminativa.

emulsi atau suspensi atau serbuk yang harus dilarutkan atau dilarutkan terlebih dahulu sebelum digunakan secara parenteral. disuntikkan dengan cara menembus atau merobek jaringan ke dalam atau melalui kulit atau selaput lendir. .SEDIAAN INJEKSI • Injeksi atau obat suntik adalah sediaan steril berupa larutan. • Syarat utama untuk obat yang diberikan parenteral ialah obat tersebut harus steril dan disimpan dalam wadah yang menjamin sterilitas.

3. Dapat diberikan kepada penderita yang sakit keras atau yang sedang dalam keadaan koma. . KEUNTUNGAN SEDIAAN BENTUK INJEKSI. ANTARA LAIN: 1. Kerusakan obat dalam traktus gastrointestinalis dapat dihindarkan. Efek obat dapat diramalkan dengan pasti. 5. 4. 2. Bioavailabilitas sempurna atau hampir sempurna. Kerja obat (onset) cepat.

• Efek psikologis pada penderita yang takut disuntik. • Obat hanya dapat diberikan oleh tenaga ahli tertentu . terutama bila sering diberikan. • Kekeliruan pemberian obat atau kekeliruan dosis hampir tidak mungkin diperbaiki.KERUGIAN SEDIAAN INJEKSI: • Rasa nyeri pada saat pemberian.

dioleskan pada kulit untuk keperluan terapi atau berfungsi sebagai pelindung kulit. Di samping itu bentuk sediaan setengah padat juga dapat digunakan sebagai bentuk untuk sediaan kosmetika. .SEDIAAN SEMI PADAT • Pada umumnya digunakan sebagai obat luar.

– Lebih mudah digunakan tanpa memerlukan alat bantu. – Lebih sedikit mengandung air sehingga lebih sulit ditumbuhi bakteri.• Keuntungan sediaan setengah padat dibandingkan sediaan cair: – Dapat diatur daya penetrasi dari zat berkhasiat dengan memodifikasi basisnya. . – Kontak sediaan dengan kulit lebih lama.

– Dapat terbentuk kristal atau keluarnya fase padat dari basisnya. maka dalam penyimpanan dapat terjadi ketengikan terutama untuk sediaan sediaan dengan basis lemak tak jenuh.• Cara mengenal kerusakan yang terjadi pada sediaan setengah padat: – Karena sediaan setengah padat mengandung minyak atau lemak sebagai basis. – Terjadinya perubahan warna. ketengikan ini dapat diketahui pada perubahan bau dan konsistensinya. .

Contoh : 1. CREMORES (KRIM) 2. PLESTER 6. PASTAE (PASTA) 4. UNGUENTA (SALEP . JELLY (GEL) 3. SAPO 5.

THANK YOU WASSALAM .