KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan yang Maha Kuasa karna atas berkat rahmat nya
saya dapat menyelesaikan makalah Kimia Analitik Instrumen dengan judul “Au,
Ag,Cu,Sn,Pb” dengan lancar. Makalah ini kami buat sebagai pendukung dan media alat
dalam program belajar diperkuliahan . Ucapan terima kasih tak lupa kami haturkan kepada :

*Edi nasra selaku dosen pembimbing saya yang telah membimbing dalam membuat makalah
ini

Akhirnya saya selaku penulis berharap, semoga makalah ini dapat bermanfat bagi kita
khususnya bagi proses belajar dan mengajar. Tak lupa kami juga meminta saran dan kritik
dari semua pihak demi kesempurnaan makalah ini

Padang, 14 februari 2016

Tim Penulis

DAFTAR ISI
JUDUL…………………………………………………………..…….................……i
KATA PENGANTAR…………………………….………………….................……ii
DAFTAR ISI…………………………………………………….……................…..iii
BAB I :
1.Emas………………………………..…….........................……1-2

1.1 Nama mineral emas...........................................................

1.1 Nama mineral emas

Telurida, AuTe2 dan Silvanit, AuAgTe4

1.2 Sifat-sifat unsur emas

 Sifat fisik unsur ini sangat stabil, tidak korosif ataupun lapuk dan jarang bersenyawa
dengan unsur kimia lain.
 Konduktivitas elektrik dan termalnya sangat baik, malleable sehingga dapat dibentuk
dan juga bersifat ductile.
 Emas adalah logam yang paling tinggi densitasnya.

 Kenampakan fisik bijih emas hampir mirip dengan pirit, markasit, dan kalkopirit
dilihat dari warnanya, namun dapat dibedakan dari sifatnya yang lunak, berat jenis
tinggi, dan ceratnya yang keemasan. Emas berasosiasi dengan kuarsa, pirit,
arsenopirit, dan perak.

 Emas murni sangat mudah larut dalam KCN, NaCN, dan Hg (air raksa).

 Emas merupakan unsur siderophile (suka akan besi), dan sedikit chalcophile (suka
akan belerang). Karena sifatnya ini maka emas banyak berikatan dengan mineral-
mineral besi atau stabil pada penyangga besi (magnetit/hematit)

1.3 Manfaat unsur emas dalam kehidupan sehari-hari

1. Perhiasan
Emas dapat dibentuk menjadi berbagai perhiasan untuk wanita. Wanita
memerlukan perhiasan untuk beberapa hal seperti menjadi aksesoris untuk
penampilan dan meningkatkan rasa percaya diri. Perhiasan dari emas bisa dibentuk
menjadi beberapa benda seperti cincin, kalung, gelang, anting, jam tangan, bros dan

piala atau medali murni. Emas digunakan untuk membuat medali baik berupa koin. 4. komputer dan perangkat lain. Pemakaian emas dalam perangkat ini memang sangat kecil. Bahkan sekarang emas juga dapat dipakai sebagai bahan lapisan untuk pelindung kepala untuk astronot. Meskipun emas dipakai dalam kadar yang kecil. 2. Emas memiliki sifat yang sangat baik dan tahan terhadap panas matahari. Jadi emas juga penting untuk mendukung kesehatan gigi. Pada jaman dahulu pemakaian emas sudah banyak digunakan untuk menambal gigi yang berlubang. Produksi Perangkat Elektronik Tahukah Anda bahwa ada beberapa bagian komponen elektronik yang menggunakan emas? Emas dipakai sebagai lapisan untuk perangkat kecil sebagai penghantar listrik pada beberapa alat elektronik seperti radio. Emas menunjukkan dedikasi dan derajat yang paling tinggi sehingga sangat sesuai untuk posisi juara dalam berbagai ajang penghargaan. Emas tidak bisa memberikan reaksi dengan jenis logam dan senyawa lain sehingga emas sangat awet. Bahan Membuat Penghargaan Salah satu pengakuan dalam berbagai ajang kejuaraan adalah medali emas. tapi peran emas sangat besar untuk melindungi awak pesawat ruang angkasa dari panas. 5. penghantar panas yang baik dan mendukung sistem pengiriman data komputer. Perlengkapan Pesawat Ruang Angkasa Pesawat ruang angkasa ternyata juga menggunakan bahan emas sebagai bahan lapisan untuk kendaraan. Kesehatan Gigi Gigi yang berlubang mungkin akan membuat pemiliknya merasa tidak nyaman. Emas untuk Investasi Pada awalnya emas hanya diolah untuk perhiasan wanita yang bisa disimpan dan dijual lagi. Emas juga menjadi salah satu jenis perhiasan yang memiliki harga mahal. Bahkan ada jenis gigi palsu yang dilapisi dengan emas. televisi.berbagai aksesoris lain. 6. Namun karena harga emas yang terus bergerak karena kondisi ekonomi . 3. Emas memiliki sifat yang tahan terhadap korosi.

Setelah emas terlepas dari ikatannya dilanjutkan dengan proses pengayakan.4 Pengolahan emas secara kimiawi Bijih emas yang diperoleh berupa batuan yang sangat besar sehingga perlu dilakukan pengecilan. emas bisa membuat tubuh menjadi lebih sehat dengan cara meningkatkan sistem peredaran darah. 8. Proses pengayakan didasarkan pada perbedaan massa jenis. bijih emas yang diperoleh dimasukan kemudian digiling sampai halus sehingga emas terlepas dari tanah. tanah dan kotoran-kotoran yang lain terus mengalir. Menjaga Kesehatan Memakai emas juga bisa menjadi salah satu logam yang penting untuk kesehatan. . Gambar ballmill Hasil pengayakan ditambah air kemudian dialirkan di atas lembaran tembaga yang bagian atasnya telah diberi Hg. Aliran air menyebabkan butiran emas dan perak atau logam-logam lain melekat pada raksa sedangkan air. Selain itu emas juga bisa membuat tubuh menjadi sehat karena mendukung proses sekresi atau pengeluaran racun dari dalam tubuh. maka sekarang emas menjadi alat investasi yang sangat menarik. Jenis emas yang dibentuk dalam logam mulia menjadi alat investasi yang paling banyak disukai. Dimana emas yang memiliki massa jenis lebih besar dari tanah berada dibagian bawah . Setelah bijih emas dikecilkan dilanjutkan pada tahap penggilingan. sedangkan tanah berada dibagian atas sehingga dapat dibuang. Pada tahap ini biasanya dilakukan dengan sebuah alat yang disebut ballmill. Ballmill merupakan suatu penggiling dengan bola-bola besi dengan ukuran tertentu. dunia. Terapi Kecantikan 1. Emas dalam bentuk perhiasan kurang diminati sebagai sumber investasi karena nilai atau harganya sering terkena potongan. 7.

Proses ini didasarkan pada sifat emas dan perak yang dapat larut dalam garam sianida dengan adanya oksigen. Bahan yang akan diolah dapat berupa bijih emas yang telah digiling atau Hg dari proses amalgamasi.Campuran emas. Residu yang diperoleh dari penyulingan masih mengadung emas yang dapat dimurnikan dengan proses elektrolisis. Proses penyulingan ini bertujuan memisahkan emas. Proses penambahan seng ini disebut proses Merill Crowe. Hg ini masih mengandung emas dan perak yang dapat dimurnikan dengan proses sianidasi. sehingga pengendapan lebih sering digunakan seng. Melalui penyulingan ini raksa dapat diperoleh kembali setelah mengalami pengembunan pada kondensor. namun larutan dari proses sianidasi mengandung air dalam jumlah yang cukup banyak. perak atau logam-logam lain dari raksa. . Larutan yang terbentuk kemudian ditambahkan serbuk seng untuk mengendapkan emas dan perak. Selain aluminium logam alkali dan alkali tahan misalnya natrium dan magnesium dapat pula digunakan untuk mengendapkan emas dan perak. Amalgam yang terbentuk selanjutnya dilakukan proses penyulingan. maka akan terjadi reaksi yang hebat apabila ditambahkan logam alkali maupun logam alkali tanah. PRINSIP-PRINSIP PEMURNIAN Proses sianidasi dilakukan menggunakan larutan NaCN encer. perak maupun logam lain ini disebut amalgam. Berikut adalah reaksi yang terjadi dari setiap proses: Au(s) + 8NaCN(aq) + O2(g) + 2H2O(l) ―→ 4NaAu(CN)2(aq) + 4NaOH(aq) 4Ag(s) + 8NaCN(ag) + O2(g) + 2H2O(l) ―→ 4NaAg(CN)2(aq) + 4NaOH(aq) NaAg(CN)2(aq) + Zn(s) ―→ 2NaCN(aq) + Zn(CN)2(aq) + 2Ag(s) NaAu(CN)2(aq) + Zn(s) ―→ 2NaCN(aq) + Zn(CN)2(aq) + 2Au(s) Sebenarnya selain seng aluminumpun dapat digunakan untuk mengendapkan emas dan perak namun harganya relatif lebih mahal. Raksa yang bersifat volatil dengan titik didih 37 °C sedangkan amalgam memiliki titik didih yang sangat tinggi yakni sekitar 1000 °C. Amalgam yang terbentuk dikumpulkan pada saat-saat tertentu untuk proses selanjutnya sedangkan Hg yang tidak ada amalgam dikembalikan untuk digunakan kembali.

Untuk memperoleh emas murni umumnya dilakukan dengan proses elektrolisis. Pemisahan emas dan perak dapat dilakukan melalui dua tahap. Umumnya perak. emas dan perak masih bersatu sehingga perlu dilakukan elektrolisis berlanjut untuk memisahkan emas dan perak. reaksi yang terjadi pada tahap pelarutan adalah sebagai berikut: Au(s) + 8NaCN(aq) + O2(g) + 2H2O(l) ―→ 4NaAu(CN)2(aq) + 4NaOH(aq) 4Ag(s) + 8NaCN(ag) + O2(g) + 2H2O(l) ―→ 4NaAg(CN)2(aq) + 4NaOH(aq) Pada proses elektrolisis digunakan emas murni sebagai anoda dan emas kotor sebagai katoda. Selama proses elektrolisis berlangsung ion-ion emas akan bergerak menuju anoda kemudian mengendap pada batangan emas murni yang digunakan sebagia anoda.Pengendapan yang terbentuk berkaitan dengan deret volta atau deret atau urutan kereaktifan logam. Deret volta atau deret kereaktifan logam adalah sebagai berikut: Li K Ba Sr Ca Na Mg Al Mn Zn Cr Fe Ni Co Sn Pb H Cu Hg Ag Pt Au Emas yang diperoleh melalui proses amalgasi atau sianidasi belum dalam keadaan murni karena masih bercampur dengan logam lain. Pada tahap ini emas yang diperoleh dilarutkan lagi dalam NaCN kemudian dielektrolisis. dimana logam-logam yang berada disebelah kiri dapat mereduksi (mengantikan) logam-logam yang ada disebelah kanannya dalam senyawaannya. tembaga dan mungkin logam-logam yang lain yang dapat direduksi oleh seng berdasarkan urutan kereaktifan logam. arsen. . Reaksi yang terjadi pada tahap elektrolisis adalah sebagai berikut: Katoda : Au3+ (aq) + 3e ―→ Au(s) + 3e Anoda : 2H2O(l) ―→ O2(g) + 4H+(aq) + 4e Produk yang diperoleh dari proses elektrolisis.

Pada katoda ion Au 3+ direduksi menjadi padatan emas yang akan melekat pada katoda. Berikut reaksi yang terjadi di ruang katoda dan anoda: Katoda : Ag2+ + 2e ―→ Ag Anoda : 2H2O(l) ―→ O2(l) + 4H+(l) + 4e Dari proses elektrolisis di atas emas tidak ikut melarut karena emas menempati urutan paling rendah dalam seri elektrokimia. Perak yang diperoleh dengan cara ini mempunyai kemurnian 99. Emas yang diperoleh dari proses elektrolisi perak di atas belum dalam keadaan murni karena masih mengandung sedikit perak. Emas yang terbentuk diambil secara periodik. Katoda digunakan perak murni sedangkan elektrolitnya digunakan perak nitrat encer yang telah diasamkan dengan asam nitrat. Daerah penambangan .95%. larut dalam elektrolit membentuk ion Au3+ yang bergerak menuju katoda.9%. Untuk memperoleh emas murni maka dilakukan elektrolisis pada tahap kedua. katoda menggunakan emas murni sedangkan yang bertindak sebagai elektrolit adalah larutan aurik klorida (AuCl3) yang telah diasamkan dengan asam klorida. Emas yang diperoleh melalui cara ini mempunyai kemurnian 99. Tahap kedua: pada tahap ini emas yang diperoleh dari proses elektrolisis perak di atas dijadikan sebagai anoda. Pada katoda ion Ag 2+ direduksi menjadi padatan Ag yang akan melekat pada katoda. dicuci kemudian dicetak. Selama proses elektrolisis berlangsung emas dari anoda. Berikut rekasi yang terjadi di ruang katoda dan anoda: Katoda : Au3+ (aq) + 3e ―→ Au(s) + 3e Anoda : 2H2O(l) ―→ O2(g) + 4H+(aq) + 4e Pada proses elektrolisis perak yang masih terkandung dalam emas ikut larut dalam elektrolit tetapi akan segera bereaksi dengan klorida dari elektrolit membentuk padatan AgCl yang dapat digunakan untuk proses selanjutnya. Selama proses elektrolisis berlangsung perak pada anoda akan larut dalam dalam elektrolit dan bergerak menuju katoda. dicuci kemudian dicetak. Padatan perak yang terbentuk dapat diambil secara periodik. Kain kanvas ini bertindak sebagai pembungkus sekaligus sebagai anoda pada proses elektrolisis.Tahap pertama: campuran emas dan perak dimasukan ke dalam kain kanvas.

Penambangan emas dilakukan besar-besaran untuk memenuhi permintaan dunia. Kepulauan Riau. USA. karena konduktif. Brasil. Pulau Sulawesi. Pulau Kalimantan. Pulau Jawa. Udara yang mengandung H2S 4Ag +2H2S + O2 → 2H2O + 2Ag2S 3. pigment. dan pengobatan.1 Nama mineral perak Perak alam (Ag). Indonesia. Bereaksi dengan beberapa asam . Proustite (Ag2 As S3) dan Pyrargyrite (Ag3 Sb S3). emas penting dalam aplikasi elektronik. Meksiko. seperti di Pulau Sumatera. Bereaksi dengan halogen 2Ag + Cl2 → 2AgCl (dalam keadaan panas) 2Ag + Br2 → 2AgBr (dalam keadaan panas) 4. Selain itu. Cerrargyrite (AgCl). Nusa Tenggara. dan negara lainnya. Autralia. 2. Penggunaan utama emas adalah untuk bahan baku perhiasan dan benda-benda seni. diantaranya ditambang di Afsel. Salah satu sifat perak adalah sangat tidak reaktif dan merupakan logam mulia 2. Potensi endapan emas terdapat di hampir setiap daerah di Indonesia. Maluku. Kegunaan lain ada di bidang fotografi. dan Papua. Bereaksi dengan belerang 2Ag + S → Ag2S 5.2 Sifat-sifat perak 1. 2. emas sering ditemukan dalam penambangan bijih perak dan tembaga. Polybasite (Ag16 Sb2 S11). Perak 2. Argentite (Ag2S).

peralatan makan degan bahan perak ini jauh lebih berkualitas daripada peralatan makan yang . sama seperti emas. Biasanya. sumpit dan juga cawan. 3. kalung dan juga anting. Sebagai perhiasan selain emas Manfaat perak paling utama adalah sebagai salah satu perhiasan. dan dapat anda jadikan salah satu investasi logam mulia yang menarik untuk kebutuhan anda kelak.3 Manfaat perak dalam kehidupan sehari-hari 1. 4. Meskipun memiliki nilai yang lebih kecil dibandingkan harga emas. namun demikian harga perak cenderung lebih stabil. seperti garpu. sendok. perak dapat menjadi salah satu alternative dari perhiasan. Sebagai ornament dan hiasan Perak juga sering sekali dimanfaatkan sebagai salah satu bahan pembuatan ornamen-ornamen dan juga hiasan pada rumah. gelang. Perak tidak dapat mengalami korosi. Sebagai peralatan makan Manfaat perak dalam kehidupan manusia juga digunkan sebagai salah satu bahan utama dari pembuatan peralatan makan. 2Ag + H2SO4 (p) → Ag2SO4 + SO2 + 2H2O 3Ag + 4HNO3 (e) → 3AgNO3 + 2H2O + 2NO Ag + 2HNO3 (p) → AgNO3 + H2O + NO2 2Ag + 2HCl → 2AgCl + H2 + 171 Kkal 6. Bereaksi dengan Alkali Sianida 4Ag + 8NaCN + 2H2O + O2 → 4Na [Ag(CN)2] + 4NaOH 2. Sebagai Investasi Perak juga dapat anda gunakan sebagai salah satu bahan investasi. 2. Biasanya ornament dn juga hiasan ini dapat berupa pajangan. namun dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan produk perhiasan dari emas. seperti cincin. Karena itu.

pengganti kawat tembaga Perak memilki konduktivitas listrik yang jauh lebih baik dibandingkan tembaga. yang anntinya akan menyalakan mesin. uang koin sudah jarang dibuat dari perak. yang terbuat dari manfaat perak. Sebagai bahan baku pembuatan medali Anda pasti sudah sering mendengar mengenai hal ini. yang berada di bawah emas. perak dapat dimanfaatkan sebagai pengganti dari kawat listrik yang berbahan dasar tembaga. Namun demikian. Bahan baku pembuatan uang koin Salah satu manfaat dari perak yang saat ini mulai ditinggalkan adalah sebagai salahsa tu bahan pembuatan uang koin. dan mengeluarkan tenaga mesin. perak pernah menjadi salah satu alat tukar berupa uang koin yan gsangat populer. . Salah satu bahan mata busi yang terbaik adalah busi silver. agar dapat terbakar pada ruang pembakaran mesin.terbuat dari stainless steel biasa. Hal ini memang menunjukkan kualitas perak. ya. Sebagai penghantar listrik. Sebagai Mata busi Busi merupakan salah satu komponen kecil yang sangat penting dalam kendaraan bermotor. 5. yang menyajikan unsur kemewahan. karena faktor biaya produksi. Anda dapat menemukan peralatan makan dari bahan perak ini pada restoran fine dinning dan juga berbagai hotel bintang 5. Perak merupakan salah satu bahan utama pembuatan medali perak. maka bunga api yang dihasilkan akan menjadi lebih besar dan juga lebih baik untuk proses pembakaran di dalam mesin. Biasanya medali perak diberikan untuk merka yang berada pada juara 2. 6. yang dicampur beberapa unsur lain untuk menekan harga produksi dari medali tersebut. Saat ini. 7. seperti sepeda motor. alat berat dan juga genset. atau di bawah emas. Maka dari itu. Hambatan yag lebih kecil membuat perak dapat membantu mengalirkan arus listrik menjadi lebih lancar dan juga lebih baik lagi. 8. medali emas. yang bersanding dengan uang koin yang berbahan dasar emas untuk prosese transaksi jual beli. Busi berfungsi untuk mengalirkan listrik atau bunga api. Dengan hambatan yang kecil. medali perak dan juga medali perunggu. mobil.

diikuti oleh kalkosit (Cu2S). Tetapi asam klorida pekat dan mendidih menyerang logam tembaga dan membebaskan gas hidrogen. Tembaga 3. akan terbentuk tembaga(I) oksida (Cu2O) yang berwarna merah. Sedangkan pada suhu yang lebih tinggi. bornit (Cu5FeS4). 3. dan azurit (Cu3(OH)2(CO3)2). 3.2 Sifat-sifat tembaga 1. malasit (Cu2(OH)2CO3).1 Nama mineral tembaga Unsur tembaga terdapat pada hampir 250 mineral. Antimikroba dan dapat mencegah infeksi dan iritasi Pengolahan perak secara kimiawi 2. kovelit (CuS). . 2. sekitar 1000 ºC. Pada kondisi yang istimewa yakni pada suhu sekitar 300 °C tembaga dapat bereaksi dengan oksigen membentuk CuO yang berwarna hitam. dan enargit (Cu3AsS4). 9. Pada udara yang lembab permukaan tembaga ditutupi oleh suatu lapisan yang berwarna hijau yang menarik dari tembaga karbonat basa. Tembaga tidak diserang oleh air atau uap air dan asam-asam nooksidator encer seperti HCl encer dan H2SO4 encer. Asam sulfat pekatpun dapat menyerang tembaga. tetapi hanya sedikit saja yang komersial. Pada endapan sulfida primer. kalkopirit (CuFeS2) adalah yang terbesar. Mineral tembaga utama dalam bentuk deposit oksida adalah krisokola (CuSiO3.2HO). Tembaga merupakan unsur yang relatif tidak reaktif sehingga tahan terhadap korosi.4 Daerah penambangan perak Tembagapura di Papua (Irian Jaya) Batu hijau di Nusa Tenggara Barat Tasikmalaya dan Jampang di Jawa Barat Simao di Bengkulu Logos di Riau Meulaboh di Naggroe Aceh Darusalam 3. Hal ini disebabkan oleh terbentuknya ion kompleks CuCl2¯(aq) yang mendorong reaksi kesetimbangan bergeser ke arah produk. Cu(OH)2CO3.

dan kalsium membangun metabolisme. Bereaksi dengan belerang membentuk tembaga(I) sulfida dan tembaga(II) sulfida dan untuk reaksi dengan halogen membentuk tembaga(I) klorida. Dalam senyawa tersebut yang digabung dengan protein. Menjaga sistem imun. 6. Tembaga juga memiliki manfaat untuk mengatur jumlah kolesterol dan glukosa di mana kolestrol dapat menyebabkan tekanan darah tinggi dan glukosa dapat menyebabkan diabetes bila jumlahnya berlebihan. 4. 5. . Di setiap tubuh manusia terdapat imun – imun yang berfungsi untuk menagkap zat baik dan membuat tubuh menjadi kuat dan terbeas dari berbagai penyakit. Tembaga tidak bereaksi dengan alkali. Selain itu senyawa Tembaga juga dapat membangun metabolisme di mana memberi energi untuk tubuh manusia. Menguatkan tulang. Asam nitrat encer dan pekat dapat menyerang tembaga.3 Manfaat tembaga dalam kehidupan sehari-hari Inilah manfaat tembaga bagi kesehatan tubuh manusia: 1. Sel darah tentunya sangat penting bagi manusia untuk terus hidup dan mempengaruhi bagian juga organ tubuh lainnya. tetapi larut dalam amonia oleh adanya udara membentuk larutan yang berwarna biru dari kompleks Cu(NH3)4+. Senyawa tembaga memiliki manfaat untuk menjaga sistem imun agar tetap bekerja dengan baik. 5.4. Senyawa tembaga memiliki manfaat utama yaitu sebagai alat memperlancar proses produksi sel darah. Selain menguatkan tulang. 3. 3. Mengatur jumlah kolesterol dan glukosa. proten-kolagen juga dapat menyehatkan kulit. khusus klor yang menghasilkan tembaga(II) klorida. Sistem saraf harus terus bekerja dengan baik untuk menjalankan organ – organ dan memberi reaksi dalam tubuh kita. zinc. Menjalankan sistem kerja saraf. 6. Tembaga panas dapat bereaksi dengan uap belerang dan halogen. Membangun metabolisme. Manfaat lainnya dari senyawa Tembaga adalah untuk menjalankan sistem kerja saraf. 2. Tembaga memiliki manfaat untuk menguatkan tulang karena senyawa tersebut dapat membentuk protein-kolagen. Melancarkan proses produksi sel darah.

13. Dan Tembaga semacam ini mudah kita temui di toko – toko listrik. Senyawa Tembaga juga dapat mengobati banyak penyakit di antaranya: 1. Penyakit tulang 5. Menobati penyakit. senyawa Tembaga menjadi salah satu tokoh penting di mana senyawa ini dapat menghambat terjadinya oksidasi dalam tubuh. Gangguan saraf 4. Tembaga menjadi salah satu bahan di mana uang logam tersebut terbentuk. Dalam hal menangkal radikal bebas dan mempertahankan sel – sel sehat. pasti pernah menggunakan alat ini untuk menghantarkan panas dengan cara dilelehkan. Sebagai Vitamin untuk pertumbuhan bayi. 12. Bahan pembuat perhiasan dan alat rumah tangga. Penghantar panas. Senyawa Tembaga juga memiliki manfaat untuk menyerap zat besi dibantu dengan enzim dalam tubuh. Pembuat uang logam. Penyakit kulit (Menjaga dan mengatur pigmen) 2. 8. Karena pembentukan sel darah menjadi lancar dan baik. Bila yang pernah belajar elektronika. 9. 10. Uang memang menjadi benda yang selalu kita butuhkan. Uang logam memiliki banyak nilai dan jenis di seluruh dunia.7. Dan ini juga berpengaruh terhadap kerja otak di mana otak membutuh oksigen untuk terus kuat dan bekerja. anak – anak. Mengobati Anemia (Kekurangan darah merah) 3. dan ibu hamil melalui susu 11. Tembaga juga terdapat dalam perhiasan – perhiasan. Menyerap zat besi. Karena dapat juga dicampurkan dengan emas ataupun . Manfaat lainnya ialah mengobati berbagai penyakit. maka sistem oksigen yang diatur melalui darah dengan kerja jantung juga ikut baik. Antioksidan. Memperlancar sistem oksigen. Tembaga yang telah dicampurkan dengan senyawa lain dapat menjadi alat penghantar panas.

4 Pengolahan tembaga secara kimiawi 1. 15. 3. Partikel sulfida ini mengandung 25-35% Cu dan sisanya Fe dan pengotor lainnya . pengolahan senyawa sulfida (CuFeS2.3-0. Menghilankan belerang. Senyawa Tembaga dengan kode CuCI2 berguna untuk memisahkan belerang dalam minyak. 2. Begitupun nilainya. 17. Maka dari itu banyak industri kasin yang mencoba membuat sutera buatan di mana kain tersebut tidak 100% mengandung sutera. Partikel sulfida ini kemudian dikeringkan. Lalu udara ditiup ke dalam campuran ini untuk mengikat partikel sulfida dan menyebabkannya terapung. Obat ini selalu dibutuhkan oleh sebagian orang khususnya para petani untuk melindungi tanaman milik mereka.3-0. perunggu. Pembuatan sutera. Pembunuh serangga dan hama. Bijih tembaga dengan kandungan 0. lalu dicampur dengan air dan zat kimia. Kain sutera memang memiliki harga yang tidak murah. Senyawa ini terdapat dalam air. Peleburan untuk memperoleh Cu matte dengan kadar ~70% Cu . Senya Tembaga CuS04 yang dicampurkan dengan senyawa Ca(OH)2 menghasilkan obat untuk membunuh serangga atau hama. Itu makanya Tembaga penting dalam pembuatan perhiasan – perhiasan maupun alat – alat rumah tangga. Cu2S) yang mengandung 0.7% tembaga digerus. Menjadi pewarna. Minyak yang diambil dari sumbernya masih tercampur dengan senyawa dan zat lain sehingga perlu dilakukan proses pemisahan dengan salah satunya dibantu oleh senyawa Tembaga. Lihat saja banyak di sekeliling kita yang merupakat alat rumah tangga berbentuk keras karena adanya senyawa Tembaga. Nah senyawa Tembaga yang dicampurkan dengan NH4OH dapat membantu membuat larutan sutera buatan tersebut. Senyawa Tembaga dengan kode CuSO4 yang dapat menjadi pewarna warna biru. 16.7% Tembaga untuk memperoleh partikel sulfida dengan kadar 25-35% tembaga. 14. Zat kimia akan menyebabkan partikel sulfida terpisah dari air (menjadi hidrofob).

4%. kecuali Cu. Proses ini menghasilkan tembaga dengan kemurnian ~99. Suhu konverter yang tinggi akan mengakibatkan semua unsur teroksidasi. 2CuFeS2(s) + 4O2(g) → Cu2S(a) + 2FeO(s) + 2SO2(g) Kemudian bijih dilebur / dilelehkan dan diperoleh 2 lapisan terpisah.500-3.001%. 5. Keduanya dicelupkan ke dalam larutan elektrolit CuSO 4. Reaksi ini juga menghasilkan gas SO2 yang akan diproses menajadi H2SO4.Bijih tembaga CuFS2 dan CuS2 dipanggang utuk mengubah besi menjadi FeO. Pemurnian Cu dengan pembakaran untuk menghilangkan sisa S dan O. Ion Cu2+ . Gas alam atau amonia digunakan untuk mereduksi sisa O agar kadarnya menjadi 1.4% Cu Udara ditiupka ke dalam lelehan tembaga lepuh untuk mengoksidasi sisa S agar kadarnya berkurang menjadi ~0. 3. guna memperoleh ~99. dan juga FeO serta pengotor lainnya. Lapisan atas berupa lelehan terak yang mengandung pengotor. batu kapur. dan silika. 2Cu2S + 3O2 → 2Cu2O + 2SO2 2Cu2O + Cu2S → 6Cu + SO2 Sedangkan FeO teroksidasi menjadi terak FeSiO3. FeO + SiO2 → FeSiO3 4. Tembaga ini selanjutnya dicetak menjadi bentuk anode untuk proses pemurnian akhir. Lelehan Cu2S tembaga sulfida teroksidasi membentuk tembaga lepuh.500 ppm. Sedangkan lapisan bawah mengandung ~7% Cu dalam senyawa Cu2S. Konversi Cu matte menjadi Cu lepuh dengan kadar ~99% Cu Lelehan Cu matte dimasukkan ke dalam konverter bersama dengan udara.999% Sel elektrolisis untuk pemurnian Cu terdiri dari katode yang dilapisi Cu murni dan anode Cu kotor (hasil dari tahap 4). Pemurnian Cu dengan metode elektrolisis untuk memperoleh Cu dengan kadar mencapai 99.

H2SO4. Timah(II) cenderung memiliki sifat logam dan mudah diperoleh dari pelarutan Sn dalam HCl pekat panas. basa.  Timah tahan terhadap korosi air distilasi dan air laut.  Timah umumnya memiliki bilangan oksidasi +2 dan +4.1 Nama mineral stanite (Cu2FeSnS4) merupakan mineral kompleks antara tembaga-besi-timah-belerang dan cylindrite (PbSn4FeSb2S14) merupakan mineral kompleks dari timbale-timah-besi-antimon- belerang dua contoh mineral ini biasanya ditemukan bergandengan dengan mineral logam yang lain seperti perak.2 Sifat-sifat timah  Timah merupakan logam lunak. Timah ada dalam dua alotrop yaitu timah alfa dan beta.2 C dengan struktur ikatan kovalen seperti diamond. Sedangkan timah beta berwarna putih dan bersifat logam. Total reaksinya adalah sebagai berikut: Katode : Cu2+ + 2e– → Cu (murni) Anode : Cu(kotor) → Cu2+ + 2e– Sel : Cu(kotor) → Cu (murni) 3. akan tetapi dapat diserang oleh asam kuat. dan warnanya abu-abu metalik. HNO3. dan bersifat sebagai konduktor. fleksibel. 4.timah 4.  Timah bereaksi dengan klorin secara langsung membentuk Sn(IV) klorida. dan garam asam. Timah alfa biasa disebut timah abu-abu dan stabil dibawah suhu 13. . Sementara Cu kotor di anode akan terosidasi menjadi ion Cu2+.  Hidrida timah yang stabil hanya SnH4. Muara Sipeng (Sulawesi) dan Tembagapura (Papua/Irian Jaya) 4. stabil pada suhu tinggi. dalam larutan akan tereduksi dan mengendap sebagai Cu murni di katode. dan beberapa pelarut organic seperti asam asetat asam oksalat dan asam sitrat.  Timah tidak mudah dioksidasi dan tahan terhadap korosi disebabkan terbentuknya lapisan oksida timah yang menghambat proses oksidasi lebih jauh.  Jika timah dipanaskan dengan adanya udara maka akan terbentuk SnO2. Timah juga larut dalam basa kuat seperti NaOH dan KOH.  Timah larut dalam HCl.5 Daerah penambangan tembaga Tembaga terdapat di Tirtomoyo dan wonogiri (Jawa Tengah). Proses oksidasi dipercepat dengan meningkatnya kandungan oksigen dalam larutan.

palong dan meja goyang. dan ekstraksi yaitu peleburan atau smelting dan pemurnian atau refining.4 Pengolahan timah secara kimiawi Secara garis besar. Reaksi yang terjadi selama proses smelting adalah: SnO2 + CO = SnO + CO2 . Setelah melalui operasi pemisahan.4. kadar timah minimum yang harus tercapai supaya dapat dipergunakan sebagai umpan peleburan tahap pertama adalah sebesar 70 persen Sn. Prinsip reduksi adalah melepas ikatan oksigen yang terdapat mineral kasiterit. pengolahan bijih timah menjadi logam timah dapat dilihat pada gambar di bawah. Diagram Alur Proses Pengolahan Bijih Timah Tahap Konsentrasi Tahap konsentrasi bijih timah merupakan operasi peningkatan kadar timah dengan menggunakan peralatan seperti Jig Concentrator. Reduktor yang digunakan sebagai pereduksi adalah gas CO. Pengolahan terdiri dari operasi konsentrasi/mineral dressing.3 Manfaat timah dalam kehidupan sehari-hari 4. Tahap Smelting Proses smelting merupakan proses reduksi dari konsentrat bijih timah pada temparatur tinggi menjadi logam timah. Bijih timah yang diolah memiliki kadar awal sekitar 30 sampai 65 persen Sn.

Cu. Tahap ini juga dikenal dengan sebutan peleburan konsentrat timah karena umpan yang dilebur adalah konsentrat bijih timah. Proses smelting ini terdiri dari dua tahapan. Setelah melewati tahap refining ini. dan Indonesia. eutectic refining. UK. atau mencampur antara PbO dengan PbS kemudian . Timbal ( Pb ) 5.2 Sifat-sifat timbal(Pb) Berbagai macam timbale oksida mudah direduksi menjadi logamnya. Kadar timah dalam terak I ini adalah sekitar 20 persen. Hasil yang tidak sebegitu banyak diperoleh dari Peru. dan Sb. “Cerussite (PbCO3)”. Pemilihan teknologi untuk proses pemurnian adalah berdasarkan tingkat kemurnian logam timah yang diinginkan. Tahap Refining Crude tin dari proses peleburan tahap satu kemudian dibawa ke proses selanjutnya yaitu proses pemurnian. dan Zimbabwe. Terak I kemudian dilebur kembali di peleburan tahap kedua. 5.93 persen. Pb. Myanmar. Hal ini bisa dilakukan dengan menggunakan reduktor glukosa. Pengotor yang paling banyak terdapat di dalam konsentrat timah adalah unsur Fe.1 Nama mineral timbal(Pb) “Galena (PbS)” yang mengandung 86. Afrika Selatan. 4. Fe. Slag akan mengikat pengotor-pengotor yang terdapat di dalam konsentrat. Ag. Hardhead menjadi bahan baku untuk peleburan tahap satu. Kandungan timah dalam crude tin adalah Sn >90 persen dan sisanya adalah pengotor seperti As.6% Pb dengan proses pemanggangan. 5. Peleburan tahap pertama adalah peleburan konsentrat timah yang menghasilkan timah kasar atau crude tin dan terak I (slag). SnO + CO = Sn + CO2 Pada proses smelting akan terbentuk lelehan terak dan timah yang tidak saling larut. kemurnian logam timah dapat mencapai 99. Malaysia. Thailand. dan “Anglesite” (PbSO4). serta electrolytic refining. Peleburan pada tahap dua ini menghasilkan senyawa Fe-Sn yang disebut hardhead dan terak II dengan kadar Sn kurang daripada satu persen.5 Daerah penambangan timah Asia tenggara termasuk china. Pemurnian timah dari pengotornya dapat dilakukan dengan kettle refining.

PbO + PbS → 3 Pb + SO2  Logam Pb tahan terhadap korosi. jika kontak dengan udara maka akan segera terbentuk lapisan oksida yang akan melindungi logam Pb dari proses oksidasi lebih lanjut.+ Cl2 → PbO2 + 2Cl. . melainkan larut dalam asam nitrat dengan membentuk gas NO dan timbale nitrat yang larut. Senyawa timbale dengan dua macam biloks juga ada yaitu Pb3O4 yang dikenal dengan nama minium. Pb(OH)24. dipanaskan.+ 2H2O  PbO2 adalah representasi dari timbale dengan biloks 4 dan merupakan agen pengoksidasi yang kuat.+ H2O → Pb(OH)24-  Klorinasi terhadap larutan diatas menghasilkan timbale dengan biloks 4. Logam Pb tidak larut dalam asam sulfat maupun asam klorida.+ 2NO + 4HO  Bila dipanaskan dengan nitrat dari logam alkali maka logam timbale akan membentuk PbO yang umumnya disebut sebagai litharge. PbO juga larut dalam larutan basa membentuk garam plumbit. PbO adalah representasi dari timbale dengan biloks 2 PbO larut dalam asam nitrat dan asam asetat. 3Pb + 8H+ + 8 NO3. PbO + 2OH. Karena PbO larut dalam asam dan basa maka PbO bersifat amfoter.→ 2 Pb2+ + 6 NO3.

5. Skema singkat proses ekstraksi timbal . yaitu: •Roasting •Smelting •Converting •RefiningRincian proses ekstraksi dirinci sebagai berikut: Bagan 1.3 Manfaat timbal dalam kehidupan sehari-hari 5.4 Pengolahan timbal(Pb) secara kimiawi Ada 4 tahap pirometalurgi untuk mendapatkan logam timbal.

a. Reaksi kimia yang terjadi padaRoasting adalah: 2PbO + PbS→3Pb + SO2 PbS + 3/2 O2→PbO + SO2 PbS + PbSO4→2Pb + 2SO2 .untuk melakukan proses desulfurisasi. Metode Roasting yang dipakai adalah blast roasting atau sintering.

Smelting timbal hasil roastingSmelting timbal hasil roasting biasanya menggunakan blastfurnace yang menggunakan bahan bakar kokas dengan bantuan udarayang dialirkan. Proses timbal dibagi menjadi 2 : i.2 atm.b. . Reaksi yang terjadi pada sistemternary Pb-S-O dengan udarasebagai oksidator dan tekananparsial dari sulfur sulfida sekitar0. sehingga membakar kokas menjadi gas CO Reaksi yang terjadi adalah : PbO + CO→Pb + CO2 CO2 + C→2CO Grafik 1. Proses smelting merupakan proses konsentrasi dimana pengotor yangterdapat dalam timbal dipisahkan di dalam slag.

Fe. Bath terbagi menjadi 3 zone. yang terbentuk dari elemen- elemen seperti Cu. Co dan Ni.Matte dan speiss masih dapat direcovery untuk diambil logam-logam yang berharga i.Metalurgi Ekstraksi – Logam Pb Pada proses smelting ini terjadi pembentukan matte danspeiss.yang bergabung dengan S dan As. Reaksi yang terjadi pada dapur listrik adalah : 2 PbS + 3O2 → 2PbO + 2SO2 PbS + 2PbO → 3Pb + 3O2 .i Smelting timbal yang tidak di roastingPada Smelting Timbal (Pb) yang tidak di Roasting penghilanganS dilakukan dengan menggunakan dapur listrik. kemudian matte dan speiss dan di dasar timbal cair. yaitupaling atas slag.

slag. Dari proses smelting dihasilkan lead bullion (kadar96%-99%). Proses Converting adalah tahap terakhir untuk menghilangkan S. sedangkan Pb mentah tanpa S diambil dan menuju tahap refining d. c. Dross dan matte di recycle kembali ke smeltingfurnace.Kokas ditambahkan untuk mengurangi kadar PbO pada slag yang terbentuk. Slag ini disebut Dross karena masih memiliki kadar logam lain yang cukup tinggi. proses Refining dilakukan untuk meningkatkan kadar Pb 5.Tahap ini juga terjadi pemilahan dross dan matte dari timbal yangtelah tereduksi. dan gas.5 daerah penambangan timbal( Pb ) .