You are on page 1of 61

BAB 3

ASUHAN KEPERAWATAN KOMUNITAS

Asuhan keperawatan komunitas dilaksanakan oleh mahasiswa jurusan


keperawatan FKUB melalui praktek keperawatan di masyarakat yang dimulai
pada tanggal 27 Maret sampai 13 Mei 2017. Kelompok mendapatkan tempat
praktek RT 01 sampai RT 12 RW 6 Kelurahan Sukoharjo, Kecamatan Klojen,
Malang.
3.1 Tahap Persiapan
Keperawatan komunitas merupakan salah satu departemen dalam
pendidikan profesi keperawatan yang kegiatannya difokuskan pada praktek
lapangan. Namun tidak mengesampingkan tugas jaga mahasiswa di Puskesmas
Bareng.
No Hari/Tanggal Kegiatan Keterangan/Sasaran
1 27 Maret 2017 Pengurusan surat pengantar Puskesmas
Bertemu dengan Ketua RW
2 27 Maret 2017 Ketua RW
terkait perizinan
Melakukan koordinasi dengan
Ketua Kader kesehatan
3 28 Maret 2017 ketua kader kesehatan dan
dan Pak RT
masing-masing ketua RT
Metode pengkajian dilakukan
dengan beberapa metode
Pak RT/RW, Kader
4 3-5 April 2017 yaitu wawancara RT/RW,
kesehatan,
kader kesehatan, dan
windshield survey,
Melakukan sampling dari total Warga RW 06
5 5 April 2017
populasi Sukoharjo
Melakukan pengkajian
keluarga dengan alat
6 3-5 April 2017 Keluarga
kueisioner dari RT 01 sampai
RT 12
Menganalisa masalah yang
7 5-6 Maret 2017 -
didapat di RW 06 Sukoharjo

Sampel dipilih dengan menggunakan teknik purposive sampling dari


jumlah populasi warga di RT 01 sampai RT 12 sejumlah 448 KK, maka jumlah
sampel menggunakan minimal sample size (Nursalam, 2008).
n=N
1 + N (d)2

Keterangan :
n = sampel
N = populasi
d = nilai presisi 10%, karena jumlah populasi > 100.
Jadi,
n = 448
1 + 448(0.1)2
= 82 KK
Jadi didapatkan jumlah sampel minimal 82 KK. Pada hari senin sampai
rabu, tanggal 27 29 Maret 2017, mahasiswa melakukan pengkajian kepada
warga RW 06. Pengkajian didasarkan pada model pengkajian Anderson yang
meliputi pengkajian terhadap core problem dan 8 subsistem.

3.2 Tahap Pengkajian


3.2.1 Gambaran Wilayah Binaan RW 06 Kelurahan Sukoharjo
Wilayah RW 06 terletak di wilayah Kelurahan Sukoharjo Kecamatan
Klojen Kota Malang provinsi Jawa Timur, terletak di bagian tengah kelurahan
yang ada di Kecamatan Klojen dengan luas wilayah Ha. Suhu udara rata-rata
antara 25-28C dengan ketinggian rata-rata dari permukaan air laut antara 440-
525m.
A. Batas Administratif

Gambar 3.1 Peta Wilayah Kelurahan Sukoharjo

Kelurahan Sukoharjo kecamatan Klojen kabupaten malang dengan batas


wilayah:
Sebelah Utara : Kidul Dalem, Kecamatan Klojen.
Sebelah Timur : Kelurahan Jodipan, Kecamatan Blimbing
Sebelah Selatan : Kelurahan Ciptomulyo, Kecamatan Sukun
Sebelah Barat : Kelurahan Kauman, Kecamatan Klojen
Kelurahan Sukoharjo terdiri dari 7 (Tujuh) Rukun Warga (RW) dan 57
(lima puluh tujuh) Rukun Tetangga (RT). RW 6 merupakan wilayah binaan yang
terdiri dari 12 Rukun Warga (RT) dengan batas-batas sebagai berikut:
- Sebelah selatan berbatasan dengan Kelurahan Ciptomulyo, Comboran
- Sebelah utara berbatasan dengan RW 05 Jl. KH. Tamin
- Sebelah barat berbatasan dengan Kelurahan Kasim
- Sebelah timur berbatasan dengan RW 07
Total kepala keluarga di RW 06 Kelurahan Sukoharjo sebagai berikut:
No. RT Jumlah Jumlah Sample Diambil
1 1 57 KK 27 KK
2 2 23 KK 11 KK
3 3 30 KK 14 KK
4 4 16 KK 7 KK
5 5 40 KK 19 KK
6 6 35 KK 16 KK
7 7 28 KK 13 KK
8 8 1 KK 1 KK
9 9 50 KK 23 KK
10 10 47 KK 22 KK
11 11 76 KK 38 KK
12 12 45 KK 21 KK
TOTAL 448KK 82 KK

3.2.2 Pengkajian Kader dan Warga (Wawancara dan Observasi)


Hasil pengolahan data yang berasal dari wawancara kepada kader, pihak
RW/RT serta warga RW 06 Kelurahan Sukoharjo dan Windshield survey
ditampilkan pada tabel berikut:

No. Elemen Deskripsi


1 Core
Demografi Wilayah RW 06 Sukoharjo termasuk ke dalam tipe
daerah perkampungan modern. Dimana rumah setiap
warga padat penghuni. Dengan total jumlah KK adalah
448 KK..

Keyakinan Masyarakat RW 06 Sukoharjo sebagian besar beragama


islam.
Sebagian masyarakat bersuku Jawa. Sehari-hari warga
menggunakan bahasa Jawa, terkadang menggunakan
bahasa Madura dan Indonesia. Terdapat 1 Masjid, 3
musholla dan 1 gereja untuk beribadah.

History
2 Sub sistem
a. Lingkungan Akses jalan di RW 06 Sukoharjo adalah jalan paving dan
bergang-gang. Rumah-rumah warga di RW 6 tidak
memiliki halaman. Bangunan rumah di RW 06 Sukoharjo
adalah permanen bahan rumah tembok batu bata dan
beratap genteng dengan jarak satu rumah dan rumah
lain saling berhimpit. Bentuk rumah beragam ada yang
sederhana hingga mewah dan tidak memiliki garis
bangunan. Pada daerah ini rata-rata rumah tidak memiliki
halaman rumah. Daerah ini dapat dikatakan bersih dan
kondisi jalan cukup baik. Kondisi wilayah cukup bersih.

Fasilitas kesehatan di kelurahan Gading Kasri terdiri dari


b. Pelayanan praktek dokter, puskesmas dan posyandu. Pada RW 06
kesehatan dan Sukoharjo tidak ada fasilitas kesehatan selain posyandu.
sosial Tidak ada Kejadian Luar Biasa (KLB) pada 3 bulan
terakhir. Kader kesehatan berjumlah 11 orang yang tidak
merata pada tiap-tiap RT. Kader-kader kesehatan yang
terbentuk sebagian besar berusia 30 tahun hingga yang
paling tua 64 tahun. Dari hasil wawancara dengan kader
didapatkan informasi bahwa pelatihan kader yang
diadakan oleh puskesmas terakhir dilaksanakan pada 29
Maret 2017. Kader kesehatan bertanggungjawab pada
kegiatan posyandu balita, posbintu sekaligus posyandu
lansia pada hari selasa minggu ke-2 disetiap bulannya.

Tidak terdapat lembaga politik yang bergerak di wilayah


c. Politik dan RW 06 Sukoharjo. RW 06 Sukoharjo memiliki tempat
kebijakan khusus untuk melakukan pertemuan yaitu balai
pertemuan RW. Tidak ada Program kesehatan
pemerintah yang pernah terselengara di RW 06
Sukoharjo. Organisasi muda didaerah RW. 06 Sukoharjo
adalah karang taruna RW. Kagiatan karang taruna RW
dinilai tidak rutin tetapi tetap berjalan jika ada acara
acara besar seperti HUT RI, Pemilihan Ketua RT,
kurban, zakat, dan bakti sosial lainnya

Di wilayah RW 06 Sukoharjo terdapat SD, SMP dan


d. Pendidikan SMA. Terdapat papan pengumuman, namun tidak ada
papan khusus tentang tentang penyuluhan kesehatan,
informasi hanya disebarkan lewat mulut ke mulut
sehingga informasi kesehatan kadang tidak tersebar
secara merata.

Di RW 06 Sukoharjo tidak pernah dilakukan penyuluhan.


e. Komunikasi Warga dapat berkonsultasi kesehatan di posyandu.

Transportasi yang diguanakan warga untuk ke


f. Transportasi dan puskesmas adalah sebagaian warga menggunakan
Keamanan kendaraan pribadi/motor, ada yang menggunakan ojek,
angkot atau becak. Jarak jangkau akses transportasi
masal tidak lebih dari 1 kilometer. Untuk ke posyandu,
warga biasanya jalan kaki. Wilayah RW 06 Sukoharjo
memiliki pos satpam atau siskamling sebagai penjaga
keamanan namun tidak terjadwal dengan sistem
pengamanan.

Diwilayah RW 06 Sukoharjo terdapat night market yang


g. Rekreasi setiap hari buka.

3.2.3 Pengkajian Warga (Kuesioner)


Dari hasil pengumpulan data yang dilakukan di RW 6 Sukoharjo,
didapatkan hasil sebagai berikut:
3.2.3.1 CORE
1. Jenis Kelamin

Gambar 3.2 Karakteristik Warga berdasarkan Jenis Kelamin di RW 06


Berdasarkan gambar diatas, maka didapatkan data bahwa dari 82 KK
(307 orang) yang menjadi responden, jumlah laki-laki sebanyak 53% (164 orang)
dan perempuan sebanyak 47% (143 orang).

2. Usia
Gambar 3.3 Karakteristik Usia Warga Di RW 06
Berdasarkan gambar diatas, maka didapatkan data bahwa dari 82 KK
(307 orang) yang menjadi responden, jumlah penduduk usia > 65 tahun
sebanyak 14 % (42 orang), 46-65 tahun sebanyak 17% (53 orang), sebanyak
31% (97 orang) berusia 26-45 tahun, 21% (64 orang) berusia 12-25 tahun, 8%
(23 orang) berusia 5-11 tahun, dan sisanya 9% (27 orang) berusia 0-5 tahun.

3. Pekerjaan

Gambar 3.4 Karakteristik Jenis Pekerjaan di RW 06


Berdasarkan gambar diatas, maka didapatkan data bahwa dari 228 orang
yang berusia > 18 tahun, sebanyak 9% (20 orang) tidak bekerja, 40% (90 orang)
adalah pedagang/wiraswasta, 20% (46 orang) adalah pegawai swasta, 6% (14
orang) berpenghasilan tidak tetap, 6 % (47 orang) adalah IRT, dan sisanya
sebanyak 9% (11 orang) adalah PNS,TNI, Polri, pensiunan.

4. Pendidikan
Gambar 3.5 Karakteristik Pendidikan di RW 06
Berdasarkan gambar diatas, maka didapatkan data bahwa dari 82 KK
(307 orang) yang menjadi responden, sebanyak 36% (110 orang) memiliki
jenjang pendidikan terakhir SLTA, 22% (66 orang) adalah SD, 15% (47 orang)
tidak sekolah, 13% (39 orang) adalah SMP, 8% (26 orang) tidak/belum tamat SD,
6% (19 orang) adalah tamat perguruan tinggi.
5. Suku

Gambar 3.6 Karakteristik Suku di RW 06


Berdasarkan gambar diatas, menunjukkan bahwa dari 82 KK (307 orang),
sebanyak 92% (281 orang) merupakan suku Jawa, 7% (23 orang) adalah suku
Madura dan sisanya sebanyak 1% (2 orang) adalah suku Sunda.

6. Agama
Gambar 3.7 Karakteristik Agama di RW 06
Berdasarkan gambar diatas, menunjukkan bahwa dari 82 KK (307 orang),
sebanyak 98% (300 orang) beragama islam, 1% (5 orang) beragama Kristen dan
sisanya sebanyak 1% (2 orang) beragama budha.

7. Status Pernikahan

Gambar 3.8 Karakteristik Warga berdasarkan Status Pernikahan di RW 06

Dari gambar di atas, menunujukkan bahwa dari total 234 warga yang
berusia > 18 tahun, sebagian besar warga yaitu sebanyak 69 % (161 warga)
menikah, sebanyak 25 % (59 warga) belum menikah, dan sebanyak 6 % (14
warga) berstatus janda/duda.
8. Anggota Keluarga yang Mengonsumsi Obat Hipertensi
Gambar 3.9 Karakteristik KK berdasarkan Anggota Keluarga yang Mengonsumsi Obat HT di RW
06
Dari gambar di atas, didapatkan data bahwa dari 82 KK (307 orang) yang
menjadi responden, sebagian besar KK yaitu sebanyak 77 % (63 KK) tidak
mengonsumsi obat hipertensi dan sebanyak 23 % (19 KK) mengonsumsi obat
hipertensi.
9. Riwayat Anggota Keluarga yang Memiliki Hipertensi

Gambar 3.10 Karakteristik KK berdasarkan Riwayat Anggota Keluarga yang Memiliki Hipertensi di
RW 06
Dari gambar di atas, menunujukkan bahwa dari total 82 KK (307 orang),
sebagian KK yaitu sebanyak 51% (42 KK) memiliki anggota keluarga yang
mempunyai riwayat hipertensi dan sebanyak 49 % (40 KK) tidak memiliki
anggota keluarga yang mempunyai riwayat hipertensi.

10. Anggota Keluarga yang Mengonsumsi Obat Diabetes Mellitus


Gambar 3.11 Karakteristik KK berdasarkan Anggota Keluarga yang Mengonsumsi Obat Diabetes
Mellitus di RW 06

Dari gambar di atas, menunujukkan bahwa dari total 82 KK (307 orang),


sebagian besar KK yaitu sebanyak 90 % (74 KK) tidak mengonsumsi obat
diabetes mellitus dan sebanyak 10 % (8 KK) mengonsumsi obat diabetes
mellitus.

11. Riwayat Anggota Keluarga yang Memiliki Diabetes Mellitus

Gambar 3.12 Karakteristik KK berdasarkan Riwayat Anggota Keluarga yang Memiliki Diabetes
Mellitus di RW 06

Dari gambar di atas, menunujukkan bahwa dari total 82 KK (307 orang),


sebagian besar KK yaitu sebanyak 68 % (56 KK) tidak memiliki anggota keluarga
yang mempunyai riwayat diabetes mellitus dan sebanyak 32 % (26 KK) memiliki
anggota keluarga yang mempunyai riwayat diabetes mellitus.
12. Kebiasaan Mengonsumsi Makanan Manis

Gambar 3.13 Karakteristik KK berdasarkan Kebiasaan Mengonsumsi Makanan Manis di RW 06


Dari gambar di atas, menunujukkan bahwa dari total 82 KK (307 orang)
yang menjadi responden, sebagian besar KK yaitu sebanyak 63 % (52 KK) tidak
memiliki kebiasaan mengonsumsi makanan manis dan sebanyak 37 % (30 KK)
memiliki kebiasaan mengonsumsi makanan manis.
13. Kebiasaan Keluarga Cek Kesehatan Berkala

Gambar 3.14 Karakteristik KK berdasarkan Kebiasaan Cek Kesehatan secara Berkala di RW 06


Dari gambar di atas, menunujukkan bahwa dari total 82 KK (307 orang)
yang menjadi responden, sebagian besar KK yaitu sebanyak 60 % (49 KK) tidak
memiliki kebiasaan cek kesehatan secara berkala dan sebanyak 40 % (33 KK)
memiliki kebiasaan cek kesehatan secara berkala.
14. Rutin Berolahraga

15.
16.

Gambar 3.15 Karakteristik Masyarakat berdasarkan Rutin Tidaknya Berolahraga di RW 06


Dari gambar diatas, menunjukkan bahwa dari total 82 KK (307 orang)
yang menjadi responden, sebagian besar warga sebanyak 62% (51 KK) tidak
rutin berolahraga minimal 3 kali dalam seminggu dan sebanyak 38% (31 KK)
rutin berolahraga minimal 3 kali dalam seminggu.
15. Kebiasaan Merokok

16.
17.
18.
19.
20.
21.
22.
23.
24.
Gambar 3.16 Karakteristik Masyarakat berdasarkan Kebiasaan Merokok di RW 06
Dari gambar diatas, menunjukkan bahwa dari total 82 KK (307 orang)
yang menjadi responden, sebagian besar warga sebanyak 71% (58 KK) memiliki
kebiasaan merokok dan sebanyak 29% (24 KK) tidak memiliki kebiasaan
merokok.

16. Kebiasaan Meminum Kopi


Gambar 3.17 Karakteristik Masyarakat berdasarkan Kebiasaan Minum Kopi di RW 06
Dari gambar diatas, menunjukkan bahwa dari total 82 KK (307 orang)
yang menjadi responden, sebagian besar warga sebanyak 73% (60 KK) memiliki
kebiasaan meminum kopi setiap hari dan sebanyak 27% (22 KK) tidak memiliki
kebiasaan meminum kopi.
17. Jumlah Gelas Kopi yang Diminum

Gambar 3.18 Karakteristik Masyarakat berdasarkan Jumlah Gelas Kopi Yang Diminum di RW 06
Dari gambar diatas, menunjukkan bahwa dari total 60 KK yang meminum
kopi, sebanyak 67% (40 KK) memiliki kebiasaan meminum kopi sebanyak 1-2
gelas setiap hari, sebanyak 20% (12 KK) minimum 3-4 gelas kopi setiap hari, dan
sebanyak 13% (8KK) meminum lebih dari 4 gelas kopi setiap hari.

18. Kebiasaan Konsumsi Sayur dan Buah


Gambar 3.19 Karakteristik Masyarakat berdasasarkan Konsumsi Sayur dan Buah di RW 06
Dari gambar diatas, menunjukkan bahwa dari total 82 KK (307 orang)
yang menjadi responden, sebagian besar warga sebanyak 61% (50 KK)
memiliki kebiasaan mengkonsumsi sayur dan buah setiap hari dan sebanyak
39% (32 KK) tidak memiliki kebiasaan konsumsi sayur dan buah.
19. Kebiasaan Mengkonsumsi Penyedap Rasa

Gambar 3.20 Karakteristik Masyarakat berdasasarkan Konsumsi Penyedap Rasa di RW 06


Dari gambar diatas, menunjukkan bahwa dari total 82 KK (307 orang),
sebagian besar warga sebanyak 70% (57 KK) memiliki kebiasaan
mengkonsumsi penyedap rasa setiap hari dan sebanyak 30% (25 KK) tidak
memiliki kebiasaan mengkonsumsi penyedap rasa.

20. Kebiasaan Mengkonsumsi Garam Lebih dari 1 Sendok Teh Setiap


Hari
Gambar 3.21 Karakteristik Masyarakat berdasarkan Konsumsi Garam Per Hari di RW 06
Dari gambar diatas, menunjukkan bahwa dari total 82 KK (307 orang),
sebagian besar warga sebanyak 49% (40 KK) memiliki kebiasaan
mengkonsumsi garam lebih dari 1 sendok teh per hari dan sebanyak 51% (42
KK) tidak memiliki kebiasaan mengkonsumsi garam lebih dari 1 sendok teh per
hari.
21. Kebiasaan Mengkonsumsi Gorengan

Gambar 3.22 Karakteristik Masyarakat berdasarkan Konsumsi Gorengan di RW 06


Dari gambar diatas, menunjukkan bahwa dari total 82 KK (307 orang),
sebagian besar warga sebanyak 60% (49 KK) memiliki kebiasaan
mengkonsumsi gorengan setiap hari dan sebanyak 60% (33 KK) tidak memiliki
kebiasaan mengkonsumsi gorengan setiap hari.

22. Anggota Yang Kelebihan Berat Badan


Gambar 3.23 Karakteristik Masyarakat berdasasarkan Berat Badan Lebih di RW 06
Dari gambar diatas, menunjukkan bahwa dari total 82 KK (307 orang)
yang menjadi responden, sebagian besar warga sebanyak 68% (56 KK) memiliki
berat badan berlebih dan sebanyak 32% (26 KK) tidak memiliki berat badan
berlebih.
23. Kebiasaan Mengkonsumsi Alkohol

Gambar 3.24 Kebiasaan Minum Alkohol Warga di RW 06


Berdasarkan gambar diatas, menunjukkan bahwa dari total 82 KK (307
orang) yang menjadi responden, didapatkan sebanyak 75 KK (91%) tidak ada
anggota keluarga yang memiliki kebiasaan minum alkohol dan 7 KK (9%) ada
anggota keluarga yang memiliki kebiasaan minum alkohol.

24. Jumlah Konsumsi Alkohol


Gambar 3.25 Karakteristik Masyarakat berdasasarkan Jumlah Konsumsi
Alkohol di RW 06
Dari gambar diatas, menunjukkan bahwa dari total 7 KK yang
mengkonsumsi alkohol, sebanyak 72% (5 KK) memiliki kebiasaan konsumsi
alkohol sebanyak botol, sebanyak 14% (1 KK) memiliki kebiasaan konsumsi
alkohol 1 botol, dan sebanyak 14% (1 KK) memiliki kebiasaan konsumsi alkohol
sebanyak gelas.

25. Anggota Keluarga Sakit 3 Bulan Terakhir

Gambar 3.26 Anggota Keluarga Sakit 3 Bulan Terakhir di RW 06


Berdasarkan gambar diatas, menunjukkan bahwa dari total 82 KK (307
orang) yang menjadi responden, karakteristik anggota keluarga yang sakit 3
bulan terakhir di RW 06 Kelurahan Sukoharjo antara lain sebanyak 226 anggota
keluarga (74%) sakit dalam 3 bulan terakhir dan 81anggota keluarga (26%) sakit
dalam 3 bulan terakhir.
26. Kebiasaan Cuci Tangan
Gambar 3.27 Karakteristik Masyarakat berdasarkan cuci tangan
Dari gambar diatas, menunjukkan bahwa dari total 285 warga, sebagian
besar warga, yaitu 80% (236 warga) melakukan cuci tangan sebelum makan,
dan sebanyak 20% (49 warga) tidak melakukan cuci tangan sebelum makan.
27. Tersedia Air Bersih

Gambar 3.28 Karakteristik Masyarakat berdasarkan sumber air bersih


Dari gambar diatas, menunjukkan bahwa dari total 82 KK yang ada, 100%
atau seluruh KK menggunakan sumber air yang bersih untuk kebutuhan sehari-
hari.

28. Tersedia Jamban Sehat


Gambar 3.29 Karakteristik Masyarakat berdasarkan Jamban Sehat
Dari gambar diatas, menunjukkan bahwa dari total 82 KK yang ada, 96%
(79 KK) telah menggunakan jamban sehat, dan sebanyak 4% (3 KK) tidak
menggunakan jamban sehat.
29. Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN)

Gambar 3.30 Karakteristik Masyarakat berdasarkan PSN


Dari gambar diatas, menunjukkan bahwa dari total 82 KK yang ada, 85%
(73 KK) telah melakukan pemberantasan sarang nyamuk dengan teratur, dan
sebanyak 15% (9 KK) tidak melakukan pemberantasan sarang nyamuk secara
teratur.

30. Persalinan
Gambar 3.31 Karakteristik Masyarakat berdasarkan Persalinan
Dari gambar diatas, menunjukkan bahwa dari total 87 wanita yang sudah
menikah, sebagian besar wanita sebanyak 91% (78 orang) dibantu oleh tenaga
kesehatan saat melakukan persalinan, dan sebanyak 9% (9 orang) tidak dibantu
oleh tenaga kesehatan saat melakukan persalinan.
31. Pemberian ASI Eksklusif

Gambar 3. 32 Karakteristik Masyarakat berdasarkan pemberian ASI Eksklusif


untuk bayi
Dari gambar diatas, menunjukkan bahwa dari total 7 bayi yang berusia 0-
6 bulan, sebagian besar bayi 57% (4 bayi) diberikan ASI Eksklusif, dan sebanyak
43% (3 bayi) tidak diberikan ASI Eksklusif.

32. Kebiasaan Menimbang


Gambar 3.33 Karakteristik Masyarakat berdasarkan penimbangan berat badan
balita
Dari gambar diatas, menunjukkan bahwa dari total 24 balita yang berusia
6 bulan 5 tahun, sebagian besar balita 92% (22 balita) ditimbang berat
badannya secara teratur, dan sebanyak 8% (2 balita) tidak ditimbang berat
badannya secara teratur.
33. Masalah Kesehatan dalam 3 Bulan Terakhir

Gambar 3.34 Karakteristik Jenis Penyakit Saat Ini di RW 06


Berdasarkan gambar diatas, menunjukkan bahwa dari total 82 KK (307
orang) yang menjadi responden, karakteristik masalah kesehatan 3 bulan
terakhir di RW 06 Kelurahan Sukoharjo antara lain sebanyak 44% (36KK)
menderita Hipertensi, 29% (24 KK) menderita batuk pilek, 17% menderita
Diabetes Melitus, 6% menderita linu-linu, 2% menderita asma, 2% menderita
penyakit stroke, 1% menderita kolesterol tinggi, 1% menderita Gastritis, 1%
menderita Batu Ginjal, dan 1% menderita Diare.
3.2.3.2 SUBSISTEM
a. Subsistem Lingkungan Fisik
1. Jumlah Rumah yang Memiliki Ventilasi

Gambar 3.35 Jumlah Rumah yang Memiliki Ventilasi di RW 06


Berdasarkan gambar diatas, dari total 82 KK (307 orang) yang menjadi
responden, jumlah rumah yang memiliki ventilasi di RW 06 Kelurahan Sukoharjo
antara lain sebanyak 74 KK (90%) dengan rumah yang memiliki ventilasi dan 8
KK (10%) dengan rumah yang tidak memiliki ventilasi.
2. Jumlah Rumah yang Ventilasinya Dibuka Setiap Hari

Gambar 3.36 Jumlah Rumah yang Ventilasinya Dibuka Setiap Hari di RW 06


Berdasarkan gambar diatas, dari total 74 KK yang mempunyai ventilasi,
jumlah rumah yang ventilasinya dibuka setiap hari di RW 06 Kelurahan
Sukoharjo antara lain sebanyak 69KK (93%) dengan rumah yang ventilasinya
dibuka setiap hari dan 5 KK (7%) dengan rumah yang ventilasinya tidak dibuka
setiap hari.

3. Jumlah Rumah yang Bak Mandinya Dikuras Setiap Hari

Gambar 3.37 Jumlah Rumah yang Mandinya Dikuras Setiap Hari di RW 06


Berdasarkan gambar diatas, dari total 82 KK (307 orang) yang menjadi
responden, jumlah rumah yang bak mandinya dikuras setiap hari di RW 06
Kelurahan Sukoharjo antara lain sebanyak 78KK (95%) dengan rumah yang
ventilasinya dibuka setiap hari dan 4 KK (5%) dengan rumah yang bak mandinya
dikuras setiap hari.
4. Jumlah Rumah yang Memiliki Kandang Di Rumah

Gambar 3.38 Jumlah Rumah yang Memiliki Kandang Di Rumah di RW 06


Berdasarkan gambar diatas, dari total 82 KK (307 orang) yang menjadi
responden, jumlah rumah yang memiliki kandang di rumah di RW 06 Kelurahan
Sukoharjo antara lain sebanyak 12 KK (17%) dengan rumah yang memiliki
kandang di rumah dan 70 KK (83%) dengan rumah yang memiliki kandang di
rumah.

b. Subsistem Pelayanan Kesehatan dan Sosial


1. Fasilitas Kesehatan yang Dikunjungi Saat Sakit

Gambar 3.39 Karakteristik Masyarakat berdasarkan Fasilitas Kesehatan yang Biasa Dikunjungi
Saat Sakit di RW 06
Dari gambar diatas, menunjukkan bahwa dari total 82 KK (307 orang),
sebagian besar warga sebanyak 45% (37 KK) pergi berobat ke Puskesmas saat
sakit, sebanyak 34% (28 KK) pergi berobat ke praktik tenaga kesehatan
(Bidan/Perawat/Dokter) saat sakit, sebanyak 15% (12KK) pergi berobat ke
Rumah Sakit, sebanyak 6% (5 KK) tidak berobat, dan tidak ada warga (0%) yang
pergi berobat ke pengobatan alternatif saat sakit.

2. Rutin Mengikuti Kegiatan Posyandu

Gambar 3.40 Karakteristik Masyarakat berdasarkan keikutsertaannya mengikuti kegiatan Posyandu


di RW 06
Dari gambar diatas, menunjukkan bahwa dari total 82 KK (307 orang),
sebagian besar warga sebanyak 55% (45 KK) tidak rutin mengikuti kegiatan
Posyandu (Posyandu Balita, Posyandu Lansia, Posyandu Jiwa), dan sebanyak
45% (37 KK) rutin mengikuti kegiatan Posyandu.

3. Frekuensi Mengikuti Kegiatan Posyandu

Gambar 3.41 Karakteristik Masyarakat berdasarkan Frekuensi mengikuti kegiatan Posyandu


Dari gambar diatas, menunjukkan bahwa dari total 82 KK (307 orang),
sebagian besar warga sebanyak 53% (43 KK) tidak pernah mengikuti kegiatan
Posyandu, sebanyak 35% (29 KK) sering mengikuti kegiatan Posyandu, dan
sebanyak 12% (10 KK) jarang mengikuti kegiatan Posyandu.

4. Jumlah KK yang Memiliki Asuransi Kesehatan

Gambar 3.42 Karakteristik Masyarakat berdasarkan jumlah KK yang memiliki Asuransi Kesehatan
di RW 06
Dari gambar diatas, menunjukkan bahwa dari total 82 KK (307 orang),
sebagian besar warga sebanyak 38% (31 KK) tidak memiliki asuransi kesehatan,
sebanyak 62% (51 KK) memiliki asuransi kesehatan.

c. Diagram Ekonomi
1. Makan Makanan Cepat Saji

Gambar 3.43 Karakteristik Masyarakat berdasarkan Intensitas Konsumsi Makanan Cepat Saji di
RW 06
Dari gambar diatas, menunjukkan bahwa dari total 82 KK (307 orang),
sebagian besar warga sebanyak 68% (56 KK) tidak sering mengkonusmsi
makanan cepat saji, dan sebanyak 32% (26 KK) sering mengkonsumsi makanan
cepat saji.
2. Penghasilan Setiap Bulan

Gambar 3.44 Karakteristik Masyarakat berdasarkan Penghasilan Tiap Bulan di RW 06


Dari gambar diatas, menunjukkan bahwa dari total 82 KK (307 orang),
sebagian besar warga sebanyak 48% (52 KK) memiliki penghasilan 500 ribu
1,5 juta tiap bulan, sebanyak 22% (24KK) memiliki penghasilan sebanyak kurang
dari 500ribu tiap bulan, sebanyak 19% (21KK) memiliki penghasilan 1,6 juta - 3
juta tiap bulan, sebanyak 6% (7KK) memiliki penghasilan 3,1 juta 5 juta tiap
bulan, dan sebanyak 5% (5KK) memiliki penghasilan lebih dari 5 juta tiap bulan.
d. Diagram Keamanan dan Transportasi
1. Alat Transportasi ke Pelayanan Kesehatan

Gambar 3.45 Karakteristik Masyarakat berdasarkan Alat Transportasi ke Pelayanan Kes di RW 06


Dari gambar diatas, menunjukkan bahwa dari total 82 KK (307 orang),
sebagian besar warga sebanyak 70% (57 KK) mengendarai kendaraan pribadi
untuk pergi ke pelayanan kesehatan, sebanyak 28% (23 KK) menggunakan
angkutan umum untuk pergi ke pelayanan kesehatan, dan sebanyak 2% (2 KK)
berjalan kaki untuk pergi ke pelayanan kesehatan.
2. Jarak Tempuh Menuju Pelayanan Kesehatan

Gambar 3.46 Karakteristik Masyarakat berdasarkan Jarak Tempuh Rumah Menuju Pelayanan
Kesehatan
Dari gambar diatas, menunjukkan bahwa dari total 82 KK (307 orang),
sebagian besar warga sebanyak 64% (52 KK)memiliki jarak tempuh menuju
pelayanan kesehatan sejauh 1-5 km, sebanyak 29% (24 KK) memiliki jarak
tempuh sejauh >5 km, dan sebanyak 7% (6 KK) memiliki jarak tempuh sejauh
<1km.
e. Diagram Komunikasi
1. Sumber Informasi Tentang Kesehatan
Gambar 3.47 Sumber Informasi Tentang Kesehatan di RW 06
Dari gambar di atas, menunujukkan bahwa dari total 82 KK (307 orang),
sebagian besar warga yaitu sebanyak 45% (37 KK) tidak mendapat informasi
kesehatan, sebanyak 23% (19 KK) mendapat informasi kesehatan dari tenaga
kesehatan, sebanyak 23% (19 KK) mendapat informasi kesehatan dari antar
warga, sebanyak 6 % (5 KK) mendapat informasi kesehatan dari media
elektronik dan sebanyak 3% (2 KK) mendapat informasi kesehatan dari media
cetak.
2. Alat Komunikasi yang Digunakan

Gambar 3.48 Alat Komunikasi yang Digunakan di RW 06


Dari gambar di atas, menunujukkan bahwa dari total 82 KK (307 orang),
sebagian besar warga yaitu sebanyak 84% (69 KK) menggunakan handphone
sebagai alat komunikasi, sebanyak 6% (5 KK) menggunakan telepon rumah
sebagai alat komunikasi dan sebanyak 10% (8 KK) menggunakan alat
komunikasi lainnya.
f. Rekreasi
1. Tujuan Tempat Rekreasi

Gambar 3.49 Tujuan Tempat Rekreasi Warga di RW 06


Dari gambar di atas, menunujukkan bahwa dari total 82 KK (307 orang),
sebagian besar KK yaitu sebanyak 34 % (28 KK) berkunjung ke tempat olahraga
untuk berekreasi, sebanyak 24% (20 KK) berkunjung ke mall untuk berekreasi,
sebanyak 23% (19 KK) tidak pernah rekreasi, sebanyak 16% (13 KK) berkunjung
ke pantai untuk berekreasi dan sebanyak 3% (2 KK) pergi ke tempat lainnya
untuk berekreasi.
2. Frekuensi Rekreasi

Gambar 3.50 Frekuensi Rekreasi Warga di RW 06


Dari gambar di atas, menunujukkan bahwa dari total 82 KK (307 orang),
sebagian besar KK yaitu sebanyak 42% (34 KK) berekreasi < 1 tahun sekali,
sebanyak 28% (23 KK) berekreasi sebulan sekali, sebanyak 12% (10 KK) tidak
pernah berekreasi, sebanyak 11% (9 KK) berekreasi seminggu sekali, dan
sebanyak 7% (6 KK) berekreasi <3 hari sekali.
3.2.3.3 TINGKAT PENGETAHUAN
1. Tingkat Pengetahuan mengenai Hipertensi

Gambar 3.51 Tingkat Pengetahuan Hipertensi


Berdasarkan gambar diatas, dari 82 KK di RW 06 Kelurahan Sukoharjo
didapatkan sebanyak 45KK (57%) memiliki tingkat pengetahuan Hipertensi yang
baik. Sebanyak 17KK (20%) memiliki tingkat pengetahuan cukup dan sebanyak
20KK (23%) memiliki tingkat pengetahuan kurang.
2. Tingkat Pengetahuan mengenai Diabetes Melitus

Gambar 3.52 Tingkat Pengetahuan Diabetes Mellitus


Berdasarkan gambar diatas, dari 82 KK di RW 06 Kelurahan Sukoharjo
didapatkan sebanyak 67KK (82%) memiliki tingkat pengetahuan tentang
Diabetes Mellitus yang baik. Sebanyak 11KK (14%) memiliki tingkat pengetahuan
cukup dan sebanyak 4KK (4%) memiliki tingkat pengetahuan kurang.

3.3 Analisa Data


3.3.1 Analisa Data Indikator
Hasil Pengkajian Indikator Kesimpulan
1. Bila ditinjau dari 1. Prevalensi tekanan darah 1. Pada RW ini
keluarga yang tinggi 23,4% (Riskesdas, prevalensi penduduk
menderita hipertensi 2015) yang memiliki tekanan
82 KK sebagai darah tinggi masih
responden, diperoleh cukup banyak
sebanyak 44% (36 melebihi prevalensi
KK) memiliki anggota yang ditargetkan
keluarga dengan depkes.
hipertensi. Data dari
catatan posyandu
lansia mengatakan
sebagian besar yang
datang ke posyandu
mengalami hipertensi.

2. Bila ditinjau dari 2. Kebiasaan merokok 2. Sebagian besar


kebiasaan merokok adalah 30,3% (Program memiliki kebiasaan
dari total 82 KK, Indonesia Sehat, 2016) merokok, melebihi
sebanyak 58 KK target kebiasaan
(70,7%) memiliki merokok yang
kebiasaan merokok ditargetkan oleh
Program Indonesia
Sehat.
3. dari total 60 KK yang 3. Sebaiknya orang tidak 3. Sebagian besar warga
meminum kopi, minum kopi lebih dari RW 06 Gading Kasri
sebanyak 67% (40 KK) empat cangkir dalam mengkonsumsi kopi
memiliki kebiasaan sehari karena berisiko dan teh <2 gelas/hari.
meminum kopi membahayakan Namun masih ada
sebanyak 1-2 gelas kesehatan (EFSA, 2014) yang mengkonsumsi
setiap hari, sebanyak kopi dan/atau teh 3-5
20% (12 KK) minimum gelas. Oleh karena itu
3-4 gelas kopi setiap masih ada
hari, dan sebanyak masyarakat yang
13%(8KK) meminum beresiko
lebih dari 4 gelas kopi membahayakan
setiap hari. kesehatan.

4. Pada RW ini masih


4. Sebanyak 50 KK 4. Rekomendasi Pedoman ada warga yang
(61%) mengkonsumsi Gizi Seimbang (UU jarang mengkonsumsi
buah dan sayur setiap Kesehatan No. 36 tahun sayur dan buah.
hari dan 32 KK (39%) 2009) kita dianjurkan
tidak pernah makan 35 porsi sayur
mengkonsumsi buah dan 23 porsi buah per
dan sayur. hari.

5. Pada RW ini sebagian


5. Sebanyak 70%(57KK) 5. Batas pemakaian besar warga masih
menggunakan >1 penyedap rasa untuk menggunakan MSG
sendok MSG, 25 KK manusia adalah sekitar 0- tanpa mengetahui
(30%) menggunakan < 120 mg/kgBB/hari (WHO, penggunaan
1 sendok MSG. 2013) maksimal MSG per
harinya.

6. Pada RW ini masih


banyak yang
6. Dari total 82 KK 6. WHO (World Health mengkonsumsi manis
sebanyak 37% (30 KK) Organization) di tahun melebihi yang
memiliki kebiasaan 2015 merekomendasikan direkomendasikan
mengkonsumsi untuk membatasi asupan WHO
makanan manis. gula hingga 25 gram
(setara dengan 2 sendok
makan) setiap hari, untuk
memberikan manfaat
kesehatan untuk orang
dewasa.
7. Masih banyak warga
yang tidak rutin
7. Warga RW 6 7. Melakukan olahraga melakukan olahraga
Sukoharjo yang tidak secara rutin setiap sesuai anjuran
melakuakan olahraga minggu dengan jumlah American Diabetes
sebanyak 62% (51 waktu 150 menit dalam Association.
KK). Dari data satu minggu atau setara
kuisioner, kegiatan dengan 30 menit setiap
olahraga yang paling hari (American Diabetes
sering dilakukan Association, 2011).
adalah jalan kaki.
8. Sebagian besar warga
RW 06 telah
8. Berdasarkan 8. Menurut peraturan melakukan anjuran
pengkajian menteri kesehatan mentri kesehatan
karakteristik menguras republik indonesia nomor yaitu menguras bak
bak mandi Di RW 06 13 tahun 2015 tentang mandi minimal 1
Kelurahan Sukoharjo penyelenggraan minggu sekali namun
antara lain sebanyak 4 pelayanan kesehatan sebagian warga masih
KK (5%) tidak lingkungan, kewajiban ada juga yang
menguras bak mandi menguras bak mandi menguras bak mandi
seminggu sekali. adalah seminggu sekali. 2 minggu seklai
bahkan 1 bulan sekali

9. Dari sejumlah
responden sebagian
9. Bedasarkan 9. Penyelenggaraan besar mengatakan
pengkajian dapat Posyandu sekurang- tidak berkunjung ke
diketahui bahwa dari kurangnya satu (1) kali Posyandu dengan
82 KK yang menjadi dalam sebulan. Jika alasan warga tidak
responden, didapatkan diperlukan, hari buka tahu waktu posyandu,
sebanyak 55% (45 KK) Posyandu dapat lebih bayar saat
yang tidak berkunjung dari satu (1) kali dalam diposyandu, dan tidak
ke Posyandu dengan sebulan. Hari dan diberi obat.
alasan warga tidak waktunya sesuai dengan
tahu waktu posyandu, hasil kesepakatan
ke posyandu harus masyarakat. Sehingga
bayar, keposyandu minimal kunjungan
tidak diberi obat. masyarakat ke posyandu
minimal 1 kali sebulan
(Depkes, 2012).
10. Sebagian besar warga
telah memiliki
10. Bedasarkan 10. Penerapan Asuransi asuransi kesehatan
pengkajian diketahui Kesehatan untuk namun terdapat
bahwa dari 82 KK yang keluarga diharapkan beberapa warga yang
menjadi responden mencapai 95% (Depkes, tidak memiliki
38% (31KK) tidak 2015) asuransi kesehatan
memiliki asuransi sehingga tidak sesuai
kesehatan. indicator yang
diharapkan

11. Warga RW 06 yang


aktif mengikuti
11. Bedasarkan 11. Keluarga yang dikatakan kegiatan warga
pengkajian total 82 baik dalam perilaku sehat seperti PKK dan
responden dapat jika tingkat pengetahuan pengkajian
diketahui sebagian dan sikap mengenai mengatakan sudah
besar responden kesehatan lebih dari pernah mendapatkan
mengatakan tidak 80% (sering pendidikan kesehatan
pernah mendapatkan mendapatkan pendidikan namun bagi warga
pendidikan kesehatan. kesehatan) (Rosenstock, yang tidak aktif
sebanyak 37 KK (45%) 1977) kegiatan RW/RT
Selain itu, Kader warga mengatakan
kesehatan juga bahwa tidak pernah
menyatakan bahwa mendapatkan
pemberian informasi pendidikan kesehatan
kesehatan tidak
dilakukan secara
langsung kepada
warga namun melalui
acara-acara di warga
seperti PKK atau
pengkajian dimana
tidak semua orang
rutin mengikuti acara-
acara tersebut. Tingkat
pengetahuan kurang 12. Dari sampel sebanyak
mengenai hipertensi 82 KK, masih terdapat
adalah sebesar 23% 12. Manusia diperbolehkan 6 orang yang
sedangkan tingkat mengkonsumsi alcohol mengkonsumsi
pengetahuan kurang dalam batas tertentu. alcohol 5% lebih dari
mengenai DM adalah Manusia diperbolehkan 285 ml.
sebesar 4%. mengkonsumsi alcohol
sebanyak 285 ml setiap
hari dengan kadar
12. Berdasarkan hasil alkohol 5% (Alcohol
kuisioner pada total 82 Health & Research
KK, sebanyak 8,5% (7 World, Vol. 21, No. 1,
KK) mengkonsumsi Tahun 2007, hlm. 28)
alkohol dan sebanyak
91,5% (75 KK) tidak
mengkonsumsi
alcohol. dari 7 KK
tersebut, 7 orang yang
mengkonsumsi
alcohol. dari 7 orang
tersebut, 1 orang
mengkonsumsi
botol, 1 orang 13. Masih terdapat lebih
mengkonsumsi 1 botol, dari setengah jumlah
5 orang sampel yang tidak
mengkonsumsi 13. Obat hipertensi adalah meminum obat
botol. Semuanya jenis obat yang harus hipertensi.
mengkonsumsi dilakukan penyesuaian
minuman dengan dosis, pemberian secara
kadar alcohol 5% teratur dan harus
didesuaikan dengan
keadaan ginjal penerima
13. Dari 36 KK yang (DEPKES RI Dirjen
mempunyai hipertensi, Pelayanan Kesehatan
didapatkan sebanyak dan Kefarmasian, 2006) 14. Masih terdapat
19 KK (53%) yang banyak warga yang
tidak meminum obat menderita DM tapi
hipertensi. 14. Obat antidiabetik maupun tidak mengkonsumsi
insulin adalah jenis obat obat
yang harus dilakukan
penyesuaian dosis,
pemberian secara teratur
dan harus didesuaikan
dengan keadaan ginjal
14. Dari 14 KK yang penerima (DEPKES RI
mempunyai DM, Dirjen Pelayanan
didapatkan sebanyak 8 Kesehatan dan
KK (57%) yang tidak Kefarmasian, 2006)
meminum obat 15. Masih terdapat
diabetes. beberapa warga yang
tidak menerapkan
15. Sebaiknya anjuran
mengkonsumsi gula mengkonsumsi gula
tidak lebih dari 4 sesuai aturan.
sendok makan(50
gram) setiap harinya
(Direktorat Jenderal
Bina Gizi dan
15. Dari 82 KK, sebanyak Kesehatan Ibu dan
30 KK (36%) yang Anak Kemkes RI) 16. Mayoritas warga tidak
menyukai melakukan cek
makanan/minuman kesehatan berkala
manis. 16. Dirjen PP dan PL dengan alasan tidak
menghimbau untuk diberikan obat waktu
menereapkan cek kesehatan dan
perilaku CERDIK. merasa tidak punya
Salah satunya adalah keluhan.
cek kesehatan
sebulan sekali untuk
16. Dari sebanyak 82 KK, PTM. 17. Masih terdapat warga
hanya terdapat 49 KK yang suka
(60%) yang tidak mengkonsumsi garam
melakukan cek 17. Sebaiknya lebih dari anjuran. Hal
kesehatan berkala mengkonsumsi ini disebabkan karena
garam tidak lebih dari kebiasaan makan
1 sendok teh (2000 makanan asin dan
mg) setiap harinya sebagian warga
(Direktorat Jenderal mengatakan tidak
Bina Gizi dan enak makan kalau
17. Dari sebanyak 82 KK, Kesehatan Ibu dan tidak asin.
hanya terdapat 40 KK Anak Kemkes RI,
(48%) yang memiliki 2015) 18. Kebiasaan konsumsi
kebiasaan lemak masih cukup
mengkonsumsi garam tinggi.
lebih dari 1 sendok 18. Konsumsi lemak
setiap hari setiap hari sebaiknya
tidak lebih dari 67
gram (5 sendok
makan). (Direktorat
Jenderal Bina Gizi
dan Kesehatan Ibu
18. Dari sebanyak 82 KK, dan Anak Kemkes RI,
hanya terdapat 49 KK 2015) 19. Bebapa warga yang
(59%) yang memiliki kelebihan berat badan
kebiasaan disebabkan karena
mengkonsumsi 19. Terjadinya hipertensi pola hidup yang salah
gorengan setiap hari disebabkan oleh seperti kurang
beberapa faktor yang olahraga dan makan
saling makanan tinggi
mempengaruhi, lemak.
dimana faktor utama
yang berperan dalam
19. Dari sebanyak 82 KK, patofisiologi adalah
hanya terdapat 26 KK faktor genetik dan
(31%) yang memiliki paling sedikit tiga
berat badan lebih. faktor lingkungan
yaitu asupan garam,
stres, dan obesitas
(Journal Kedokteran
dan Kesehatan Vol.1
No.2, 2005). 20.

20.

20. Dari sebanyak 82 KK,


terdapat 37 KK (45%) 21. program prolanis di
yang tidak pernah PKM masih akan
mendapatkan dijalankan sedangkan
informasi tentang 21. Mulai tahun 2016, program dari kader
kesehatan baik dari telah digalakkan tidak ada dikarenakan
media social, media program pencegahan kurangnya peserta
cetak, elektronik, penyakit hipertensi yang datang
maupun tenaga dan diabetes yaitu
kesehatan. program cerdik dan
patuh yang
21. Tidak adanya program dilakukan oleh
dari PKM dan Kader Posbindu (Direktur
untuk mengontrol Jenderal
hipertensi dan DM Pencegahan &
seperti senam, Pengendalian
penyuluhan dll. Penyakit (P2P)
Kemenkes RI, 2016)
3.3.2 Web Of Caution
3.3.3 Analisa Data Keperawatan
Tabel 3.2 Analisa Data Keperawatan
NO DATA MASALAH
1. Wawancara : Ketidakefektifan
a) Berdasarkan wawancara sebanyak 55% managemen kesehatan
(45%) keluarga alasan mengapa tidak
berkunjung ke Posyandu adalah warga
tidak tahu waktu posyandu, ke posyandu
harus bayar, keposyandu tidak diberi obat.
b) Kader kesehatan juga menyatakan bahwa
pemberian informasi kesehatan tidak
dilakukan secara langsung kepada warga
namun melalui acara-acara di warga seperti
PKK atau pengkajian dimana tidak semua
orang rutin mengikuti acara-acara tersebut

Kueisioner :
a) Dari jumlah keluarga yang hipertensi
sebanyak 47% (17 KK) tidak
mengkonsumsi obat hipertensi.
b) Dari jumlah keluarga yang mempunyai DM
sebanyak 43% (6 KK) tidak mengkonsumsi
obat DM
c) Sebanyak 55% (45 KK) tidak berkunjung ke
posyandu
d) Sebanyak 60% (49 KK) tidak rutin cek
kesehatan secara rutin
e) Sebanyak 38% (31 KK) tidak memiliki
asuransi kesehatan
f) Sebanyak 45% (37 KK) mengatakan tidak
pernah mendapatkan pendidikan kesehatan
(media social, cetak, elektronik maupun
tenaga kesehatan)
g) Sebanyak 31% (26 KK) memiliki keluarga
dengan berat badan lebih
h) Sebanyak 23% (20KK) tingkat pengetahuan
mengenai hipertensi kurang
i) Sebanyak 4% (4KK) tingkat pengetahuan
mengenai DM kurang

Whinshield survey :
Terdapat papan pengumuman pada beberapa
RT, namun tidak terdapat informasi terkait
kesehatan dalam papan pengumuman tersebut.

2. Wawancara : Defisiensi Kesehatan


a) Kader kesehatan berjumlah 11 orang yang Komunitas
tidak merata pada tiap-tiap RT. Kader-kader
kesehatan yang terbentuk terdiri dari 2
kader lansia, 1 kader posbindu,8 kader
balita.
b) Kader mengatakan bahwa warga yang
datang ke posyandu balita dan lansia hanya
sebagian kecil saja 15-20 lansia dan
orang yang datang adalah orang-orang
tertentu saja.
c) Kader mengatakan bahwa dulu ada senam
untuk lansia namun sekarang sudah tidak
pernah diadakan lagi dan tidak ada program
untuk megurangi angka kejadian hipertensi
dan DM di wilayah RW 6 Sukoharjo

Kueisioner :
a) Sebanyak 44% (36 KK) memiliki anggota
keluarga dengan hipertensi.
b) Dari jumlah keluarga yang hipertensi
sebanyak 47% (17 KK) tidak
mengkonsumsi obat hipertensi.
c) Sebanyak 50 % (41 KK) mempunyai riwayat
anggota keluarga hipertensi.
d) Sebanyak 17% (8 KK) memiliki anggota
keluarga yang DM.
e) Sebanyak 32% (26 KK) memiliki keluarga
dengan riwayat DM.

3 Wawancara: Perilaku kesehatan


Dari hasil wawancara dengan warga Sukoharjo cenderung beresiko
RW 06 sebagian besar warga berolahraga
hanya jalan kaki saja

Kuesioner :
a) Sebanyak 70 % (58 KK) memiliki kebiasaan
merokok
b) Sebanyak 73 % (60 KK) minum kopi,
sebanyak 67% (40 KK) memiliki kebiasaan
minum kopi 1-2 gelas per hari, sebanyak
20% (12 KK) memiliki kebiasaan minum
kopi 3-4 gelas per hari, sebanyak 13%
(8KK) memiliki kebiasaan minum kopi >4
gelas per hari
c) Sebanyak 63 % (52 KK) menggunakan
MSG
d) Sebanyak 39 % (32 KK) tidak
mengkonsumsi buah dan sayur setiap hari
e) Sebanyak 48 % (40 KK) menggunakan
garam >1 sendok teh tiap hari pada
masakan
f) Sebanyak 59 % (49 KK) sering
mengkonsumsi gorengan
g) Sebanyak 36 % (30 KK) memiliki kebiasaan
mengkonsumsi makanan manis
h) Sebanyak 71 % (59 KK) tidak melakukan
olahraga min 3 kali seminggu
i) Dari 7 orang yang mengkonsumsi alkohol
5% sebanyak 1 orang minum botol per
hari, 1 orang 1 botol per hari dan 5 orang
minum botol per hari

Windshield survey:
Dari data winshield survey di Sukoharjo RW 06
tidak ditemukan adanya sarana untuk olahraga
dan daerah tersebut termasuk golongan
menengah kebawah

3.3.1 Penetapan Prioritas Masalah


Tabel 3.3 Penetapan Prioritas Masalah
Dx. Pentingnya Motivasi Peningkatan Rangking Jumlah
Keperawatan masalah Masyarakat Kualitas Hidup masalah skor
Untuk Untuk Masyarakat dari 1
Diselesaikan Menyelesai bila masalah sampai 6
1 : rendah kan diselesaikan 1 : paling
2 : sedang Masalah 0 : tidak ada tidak
3 : tinggi 0 : tidak 1 : rendah penting
ada 2 : sedang 6 : yang
1 : rendah 3 : tinggi paling
2 : sedang penting
3 : tinggi

Ketidakefektifa 2 2 3 5 12
n managemen
kesehatan
berhubungan
dengan kurang
pengetahuan
tentang
program
terapeutik
ditandai
dengan
kegagalan
melakukan
tindakan untuk
mengurangi
faktor resiko

Defisiensi 3 3 3 6 15
Kesehatan
Komunitas
berhubungan
dengan
ketidakcukupa
n sumberdaya
(kemampuan
kader) ditandai
dengan resiko
status fisiologi
dan masalah
kesehatan
yang dialami
oleh kelompok
atau populasi

Perilaku 2 1 3 5 11
kesehatan
cenderung
beresiko
berhubungan
dengan kurang
pemahaman
ditandai
dengan
gagalnya
melakukan
tindakan
mencegah
masalah
kesehatan

3.3.2 Prioritas Masalah Keperawatan :


1. Defisiensi Kesehatan Komunitas berhubungan dengan ketidakcukupan
sumberdaya sosial (kemampuan kader) ditandai dengan :
a) Sebanyak 44% (36 KK) memiliki anggota keluarga dengan hipertensi.
b) Dari jumlah keluarga yang hipertensi sebanyak 47% (17 KK) tidak
mengkonsumsi obat hipertensi.
c) Sebanyak 50 % (41 KK) mempunyai riwayat anggota keluarga
hipertensi.
d) Sebanyak 17% (8 KK) memiliki anggota keluarga yang DM.
e) Sebanyak 32% (26 KK) memiliki keluarga dengan riwayat DM.

2. Ketidakefektifan managemen kesehatan berhubungan dengan kurang


pengetahuan tentang program terapeutik ditandai dengan :
a) Dari jumlah keluarga yang hipertensi sebanyak 47% (17 KK) tidak
mengkonsumsi obat hipertensi.
b) Dari jumlah keluarga yang mempunyai DM sebanyak 43% (6 KK)
tidak mengkonsumsi obat DM
c) Sebanyak 55% (45 KK) tidak berkunjung ke posyandu
d) Sebanyak 60% (49 KK) tidak rutin cek kesehatan secara rutin
e) Sebanyak 38% (31 KK) tidak memiliki asuransi kesehatan
f) Sebanyak 45% (37 KK) mengatakan tidak pernah mendapatkan
pendidikan kesehatan (media social, cetak, elektronik maupun tenaga
kesehatan)
g) Sebanyak 31% (26 KK) memiliki keluarga dengan berat badan lebih
3. Perilaku kesehatan cenderung beresiko berhubungan dengan kurang
pemahaman ditandai dengan :
j) Sebanyak 70 % (58 KK) memiliki kebiasaan merokok
k) Sebanyak 73 % (60 KK) minum kopi, sebanyak 67% (40 KK) memiliki
kebiasaan minum kopi 1-2 gelas per hari, sebanyak 20% (12 KK)
memiliki kebiasaan minum kopi 3-4 gelas per hari, sebanyak 13%
(8KK) memiliki kebiasaan minum kopi >4 gelas per hari
l) Sebanyak 63 % (52 KK) menggunakan MSG
m) Sebanyak 39 % (32 KK) tidak mengkonsumsi buah dan sayur setiap
hari
n) Sebanyak 48 % (40 KK) menggunakan garam >1 sendok teh tiap hari
pada masakan
o) Sebanyak 59 % (49 KK) sering mengkonsumsi gorengan
p) Sebanyak 36 % (30 KK) memiliki kebiasaan mengkonsumsi makanan
manis
q) Sebanyak 71 % (59 KK) tidak melakukan olahraga min 3 kali
seminggu
r) Dari 7 orang yang mengkonsumsi alkohol 5% sebanyak 1 orang
minum botol per hari, 1 orang 1 botol per hari dan 5 orang minum
botol per hari
3.3.3 Perencanaan Program
3.3.3.1 Rencana Intervensi
Tabel 3.4 Rencana Intervensi
Diagnosa RencanaKegiatan Evaluasi
No Tujuan
Keperawatan Strategi Intervensi Struktur Proses Hasil
1 Defisiensi
Kesehatan
Komunitas
berhubungan
dengan
ketidakcukupan
sumber daya
(kemampuan
kader) ditandai
dengan tidak
adanya program
untuk mengatasi
masalah
hipertensi dan
DM TUK 1: Pemberdayaan 2.1.1 Penjelasan 2.1.1Kader 2.1.1 Kader Sebanyak100
Meningkatkan Masyarakat tentang HT kesehatan antusias % peserta
pengetahuan dan DM menyetujui dengan hadir, dengan
kader kesehatan pelaksanaan adanya sebanyak 80%
mengenai penyakit interactive acara peserta yang
HT dan DM serta workshop interactive hadir
deteksi dini HT dan workshop mendapatkan
DM (mengukur nilai 80 dalam
TTV, anthoprometri 2.1.2 Penjelasan 2.1.2 Kader 2.1.2 Pada saat menjawab post
dan mini lab deteksi dini kesehatan penyampa test
mencangkup cek HT dan DM mengikuti ian materi, 100% peserta
kolesterol, asam (cara kegiatan seluruh yang hadir
urat, gula darah) mengukur peserta mampu
menjadi 90% TTV, penyuluha mepraktikan
anthoprometri n pemeriksaan
dan mini lab) memperh TTV,
80% atikan anthoprometri
dengan dan mini lab
baik.

2.1.3Peserta 2.1.3 Seluruh


penyuluhan kader
datang tepat mengikuti
waktu sesuai rangkaian
jadwal pendidika
n
kesehatan
dari awal
sampai
akhir.

2.1.4Peserta yang 2.1.4 Ibu-ibu


datang sesuai kader
target bersedia
mencoba
2.1.5Tempat dan mengukur
media yang tensi dan
digunakan mini lab
untuk dengan
workshop benar
sudah siap.
TUK 2 : Pemberdayaan
Meningkatkan Masyarakat
pengetahuan
kader kesehatan
mengenai
penatalaksanaan
dan pencegahan
HT dan DM melalui
kepatuhan terapi
dan modifikasi
gaya hidup

2.1.1 Penjelasan 2.1.1 Kader 2.1.1 Kader Sebanyak100


tentang kesehatan antusias % peserta
penatalaksa menyetujui dengan hadir, dengan
naan dan pelaksanaa adanya sebanyak 80%
pencegaha n acara peserta yang
n HT dan interactive interactiv hadir
DM workshop e mendapatkan
worksho nilai 80 dalam
p menjawab post
test

2.1.2 Penjelasan 2.1.2 Pada saat


tentang 2.1.2 Kader penyampa
pentingnya kesehatan ian materi,
kepatuhan mengikuti seluruh
terapi dan kegiatan peserta
modifikasi penyuluha
gaya hidup n
memperh
atikan
dengan
baik.

2.1.3 Seluruh
2.1.3Peserta kader
penyuluhan mengikuti
datang tepat rangkaian
waktu sesuai pendidika
jadwal n
kesehatan
dari awal
sampai
akhir.

2.1.4Peserta yang
datang sesuai
target

Tempat dan
media yang
digunakan
untuk
workshop
sudah siap.
TUK 3: Pemberdayaan 3.1.1 Penjelasan 3.1.1 Kader 3.1.1 KaderSebanyak 90%
Meningkatkan Masyarakat cara memberi kesehatan kesehatan peserta hadir
kemampuan kader konseling menghadiri antusias dalam
kesehatan untuk mengenai pelatihan mengikuti pelatihan sesi
melakukan penatalaksanaa sesi 2 pelatihan sesi 22,
konseling dengan n dan dengan Sebanyak 80%
media penyuluhan pencegahan HT tepat waktu peserta yang
(lembar balik) dan DM serta hadir
kepatuhan mendapatkan
terapi dan nilai 80 dalam
modifikasi gaya menjawab post
hidup test
Sebanyak 80%
3.1.2 Focus 3.1.2 Media dan 3.1.2 Kader peserta
group materi telah Kesehatan aktif mampu
discussion dipersiapka bertanya memberikan
mengenai n mengenai konseling
penatalaksanaa materi dengan media
n dan penyuluhan
pencegahan HT (lembar balik)
dan DM serta
kepatuhan
terapi dan
modifikasi gaya
hidup

3.1.3 Kader
3.1.3 Roleplay 3.1.3 Kasus kesehatan
pemberian roleplay telah bersemangat
konseling dipersiapkan memberikan
konseling
mengenai
pencegahan
dan
penatalaksaan
HT dan DM
serta kepatuhan
terapi dan
modifikasi gaya
hidup

2. Ketidakefektifan TUM :
Managemen Setelah dilakukan
kesehatan intervensi
berhubungan keperawatan
dengan kurang selama 4 minggu
pengetahuan warga RW 06
tentang program kelurahan
terapeutik Sukoharjo mampu
ditandai dengan meningkatkan
kegagalan managemen
melakukan kesehatan
tindakan untuk sebanyak 80%.
mengurangi
faktor resiko TUK 1 : Health teaching 2.1.1Penyuluhan 2.1.1Sebanyak 2.1.1Seluruh Sebanyak 30
Meningkatkan tentang minimal 30 peserta orang hadir
pengetahuan pentingnya warga dapat mengikuti dalam
masyarakat posyandu dan menghadiri rangkaian pendidikan
tentang pentingnya posbindu acara pendidikan kesehatan,
Posyandu dan kepada penyuluhan kesehatan Sebanyak 90%
Posbindu menjadi masyarakat posyandu dan dari awal peserta yang
80% dan kelurahan minimal sampai hadir
meningkatkan Sukoharjo RW akhir. mendapatkan
pengetahuan 06 tercapai nilai 80 dalam
masyarakat 80% menjawab post
tentang Hipertensi test
2.1.2Penyuluhan 2.1.2Materi dan 2.1.2 Peserta
kesehatan media sudah terlihat
tentang siap antusias
pengertian, mengikuti
tanda gejala, kegiatan
komplikasi pendidikan
faktor resiko kesehatan.
dan
penatalaksan
aan dan diet
hipertensi
kepada
masyarakat
kelurahan
Sukoharjo RW
06
TUK 2 : Health teaching, 2.2.1Penyuluhan 2.2.1Materi dan 2.2.1Peserta Sebanyak 30
Meningkatkan kesehatan media telah antusias orang hadir
pengetahuan tentang disiapkan dan dalam
warga RW 06 pengertian, memberika pendidikan
kelurahan tanda gejala, n timbal kesehatan,
Sukoharjo tentang komplikasi balik saat Sebanyak 90%
Diebetes Mellitus faktor resiko mendiskusi peserta yang
dan kan hadir
penatalaksana kegiatan mendapatkan
an diabetes yang akan nilai 70 dalam
mellitus dilakukan menjawab post
kepada test
masyarakat
kelurahan
Sukoharjo RW
06
TUK 3 : Health teaching, 2.3.1Penyuluhan 2.3.1Persiapan 2.3.1Seluruh Sebanyak 30
Meningkatkan kesehatan Materi dan peserta orang hadir
pengetahuan tentang diet media siap mengikuti dalam
warga RW 06 rendah garam rangkaian pendidikan
tentang Diet kepada pendidikan kesehatan,
rendah garam dan masyarakat kesehatan Sebanyak 90%
rendah gula kelurahan dari awal peserta yang
Sukoharjo RW sampai hadir
06 akhir dan mendapatkan
peserta nilai 80 dalam
terlihat menjawab post
antusias test
mengikuti
kegiatan
pendidikan
kesehatan.
TUK 4 : Health teaching 2.1.1Penyuluhan 2.1.1Sebanyak 2.1.1Seluruh Sebanyak 80%
Meningkatkan tentang minimal 80% peserta orang hadir
pengetahuan pentingnya warga setiap mengikuti dalam
masyarakat setiap posyandu dan RT dapat rangkaian pendidikan
RT tentang posbindu menghadiri pendidikan kesehatan,
pentingnya kepada acara kesehatan Sebanyak 90%
Posyandu dan masyarakat penyuluhan dari awal peserta yang
Posbindu menjadi setiap RT posyandu dan sampai hadir
80% dan kelurahan minimal akhir. mendapatkan
meningkatkan Sukoharjo RW nilai 80 dalam
pengetahuan 06 tercapai menjawab post
masyarakat 80% test
tentang Hipertensi
2.1.2Penyuluhan 2.1.2 Materi dan 2.1.2 Peserta
kesehatan media sudah terlihat
tentang siap antusias
pengertian, mengikuti
tanda gejala, kegiatan
komplikasi faktor pendidikan
resiko dan kesehatan.
penatalaksanaan
dan diet
hipertensi
kepada
masyarakat
setiap RT
kelurahan
Sukoharjo RW 6
TUK 5 : Health teaching, 2.2.1 Penyuluhan 2.2.1Materi dan 2.2.1Peserta Sebanyak 80%
Meningkatkan kesehatan media telah antusias orang hadir
pengetahuan tentang disiapkan dan dalam
warga setiap RT di pengertian, memberika pendidikan
RW 06 kelurahan tanda gejala, n timbal kesehatan,
Sukoharjo tentang komplikasi balik saat Sebanyak 90%
Diebetes Mellitus faktor resiko mendiskusi peserta yang
dan kan hadir
penatalaksanaa kegiatan mendapatkan
n diabetes yang akan nilai 70 dalam
mellitus kepada dilakukan menjawab post
masyarakat test
setiap RT
kelurahan
Sukoharjo RW
06
TUK 6 : Health teaching, 2.3.1Penyuluhan 2.3.1Persiapan 2.3.1Seluruh Sebanyak 80%
Meningkatkan kesehatan Materi dan peserta orang hadir
pengetahuan tentang diet media siap mengikuti dalam
warga setiap RT di rendah garam rangkaian pendidikan
RW 06 tentang kepada pendidikan kesehatan,
Diet rendah garam masyarakat kesehatan Sebanyak 90%
dan rendah gula setiap RT dari awal peserta yang
kelurahan sampai hadir
Sukoharjo RW akhir dan mendapatkan
06 peserta nilai 80 dalam
terlihat menjawab post
antusias test
mengikuti
kegiatan
pendidikan
kesehatan.
1. Perilaku TUM:
3. Kesehatan Setelah dilakukan
Cenderung intervensi
Beresiko keperawatan
berhubungan selama 4 minggu
dengan kurang diharapkan
pemahaman wargaRW 06
Kelurahan
Sukoharjo mampu
menghindari
perilaku yang
beresiko terhadap
kesehatannya

TUK 1 : Pembentukan 3.1.1 Pelaksanaan 3.1.1 Perlengkapan Sebanyak 30


Warga mampu Kelompok senam sehat dan Media orang hadir
meningkatkan bersama untuk senam dalam kegiatan
perilaku kesehatan setiap hari telah 3.1.1 Warga senam sehat
dengan olahraga minggu pagi dipersiapkan. RW 06 bersama
teratur antusias
dalam
pelaksana
an senam
sehat
3.1.2 Peserta bersama
datang setiap hari
dengan tepat minggu
waktu

3.1.3 Peserta
mengikuti
senam
- Sebanyak 12
TUK 2 : 3.2.1Melakukan 3.2.1 persiapan alat peserta hadir
Warga mampu lomba dan bahan dalam
membuat memasak sudah kegiatan
makanan sehat makanan dipersiapkan lomba
sesuai dengan diit sehat sesuai masak
hipertensi dan DM dengan diit 3.2.2 peserta lomba 3.1.2 Warga
hipertensi dan masak RW 06 - 80% Peserta
DM mengikuti antusias lomba sehat
kegiatan dalam mengetahui
lomba masak pelaksana diit
3.2.3peserta an lomba hipertensi.
mengetahui masak
cara memasak
sesuai anjuran
diet hipertensi
dan DM
3.3.3.2 Plan of Action (POA)

No Nama Deskripsi Sasaran Bentuk Tanggal Tempat Media Pj Dana


Kegiatan Kegiatan Pelaksanaan Kegiatan
1 Pelatihan 1. Penyuluhan tentang Seluruh Ceramah, 18 April Posyandu Lembaran Adimas,
Kader HT dan DM serta Kader Tanya Jawab, Balik, alat Amanda Lembar balik
Posyandu deteksi dini HT dan Posyandu Praktik tensimeter, 30.000
DM (mengukur tinggi RW 06 metlin,
badan, berat badan, thermomet
lingkar perut, TTV, er,
dan mini lab timbangan,
mencangkup cek pengukur
kolesterol, asam tinggi
urat, gula darah) badan, alat
cek
2. Penyuluhan tentang kolesterol,
peran kader sebagai asam urat,
edukator dalam gula darah)
pencegahan dan
penatalaksanaan HT
dan DM melalui
kepatuhan terapi dan
modifikasi pola hidup
dengan
menggunakan media
penyuluhan (lembar
balik).

2 Penyuluhan Penyuluhan kesehatan Masyarakat Ceramah, 18 April Posyandu Leaflet, Riya, Ella Print 30
Kesehatan tentang manajemen HT RW 06 Tanya Jawab PPT, Leaflet
Masyarakat: dan DM seperti definisi, Kelurahan Laptop, (15.000)
Hipertensi, tanda gejala, Sukoharjo LCD
DM komplikasi, LCD
penanganan, dan Rp.50.000
pencegahan

3 Penyuluhan Penyuluhan kesehatan Warga RW 06 Ceramah dan (sesuai dengan Rumah Leaflet, Riya, Ella Print 30
Kesehatan tentang manajemen HT Sukoharjo Tanya Jawab jadwal warga PPT, Leaflet
Masyarakat: dan DM seperti definisi, tiap RT. pengajian Laptop, (15.000)
Hipertensi, tanda gejala, setiap RT) LCD
DM komplikasi, LCD
penanganan, dan Rp.25.000
pencegahan.

4. Penyuluhan Penyuluhan kesehatan Masyarakat Ceramah, (sesuai dengan Rumah PPT, Farid Leaflet 30
Masyarakat: mengenai Pelayanan RW 06 Tanya Jawab jadwal tiap RT Laptop, lembar
Pelayanan Primer yang dapat Kelurahan pengajian LCD (15.000)
Primer dimanfaatkan oleh Sukoharjo setiap RT)
masyarakat di RW 06 tiap RT
Kelurahan Sukoharjo

5. Senam Sehat Senam bersama kader 18, 23, 30 April Balai RW Video, Priskila LCD 50.000
dilakukan saat kesehatan, - Praktik 7, 14 Mei Laptop,
berlangsungnya karang taruna - Audio LCD,
Posyandu. Jenis senam ,dan warga Visual Speaker
yang digunakan adalah RW 06 - Tensime
senam untuk Kelurahan ter
menurunkan dan Sukoharjo
menstabilkan tekanan
darah..

6. Terapi Tertawa Terapi tertawa Warga RW 06 Praktik 18, 23, 30 April Balai RW Video, Retno, -
merupakan sebuah Sukoharjo 7, 14 Mei laptop, Rahajeng
terapi dengan cara LCD,
tertawa bersama Speaker
dilakukan pada saat
yang telah disepakati
bersama, bertujuan
untuk meningkatkan
kesehatan umum.
Terapi tertawa terbukti
bisa menurunkan
hormon stres dan
meningkatkan sel imun
dan antibodi.