You are on page 1of 577

http://ebook-keren.blogspot.

com

http://ebook-keren.blogspot.com

Setiap kali disebutkan Nabi Muhammad,
dianjurkan untuk membaca Selawat.

http://ebook-keren.blogspot.com

http://ebook-keren.blogspot.com

LELAKI PENGGENGGAM HUJAN

http://ebook-keren.blogspot.com
MUHAMMAD: Lelaki Penggenggam Hujan
Karya Tasaro GK

Cetakan Pertama, Maret 2010
Cetakan Kedua, Juni 2010
Cetakan Ketiga, Juli 2010
Cetakan Keempat, September 2010

’ Usmani
Penyunting: Fahd Djibran
Perancang sampul: Andreas Kusumahadi
Pemeriksa aksara: Titis, Nurlaily
Penata aksara: ketik_kata

Diterbitkan oleh Penerbit Bentang
(PT Bentang Pustaka)
Anggota IKAPI
Jln. Pandega Padma 19, Yogyakarta 55284
Telp. (0274) 517373 – Faks. (0274) 541441
Email: bentangpustaka@yahoo.com
http://www.mizan.com

Perpustakaan Nasional: Katalog Dalam Terbitan (KDT)

Tasaro GK
Muhammad: Lelaki Penggenggam Hujan/Tasaro GK.; penyunting ahli,
’ Usmani; penyunting, Fahd Djibran.—Yogyakarta:
Bentang, 2010 [cet. 4, 2010].

xxvi + 550 hlm; 23,5 cm.

ISBN 978-979-1227-79-7

1. novel. I. Judul.
’ Usmani III. Fahd Djibran.

813

e-Book ini didistribusikan oleh:

Mizan Digital Publishing

Jln. Cinambo No. 137 Cisaranten Wetan
Ujungberung, Bandung, 40294 - Indonesia
phone: 62-22-7834166
fax.: 62-22-7834316

website: www.mizan.com
e-mail: mizandigitalpublishing@mizan.com
gtalk: mizandigitalpublishing
y!m: mizandigitalpublishing
twitter: @mizandigital

http://ebook-keren.blogspot.com

Kudedikasikan buku ini segenap hati
untuk perempuan berbalung baja:

Umi Dariyah

Engkau pernah begitu khawatir
ketika aku memulai proyek ini.
“Bahaya, Le. Bagaimana kalau kamu
nanti dicerca orang-orang?” tanyamu.
Kujawab begini hari ini,
“Ibu, jika kelak ada orang yang salah paham
dengan terbitnya buku ini,
aku yakin itu terjadi
karena mereka mencintai Kanjeng Rasul.
Dan, percayalah Ibu,
aku menulis buku ini disebabkan alasan yang sama.”

http://ebook-keren.blogspot.com

http://ebook-keren.blogspot.com

MATUR SEMBAH NUWUN

SALMAN FARIDI, dia yang segera terkemuka: ide Muhammad Saw.
dalam kemasan novel seperti bisul di kepalaku. Tertahan bertahun-
tahun dan akhirnya pecah begitu engkau menawarkannya ke hadap-
anku. Kapan lagi aku menemukan pegiat buku segila dirimu?
FAHD DJIBRAN, editorku: setelah belasan kali revisi, aku tahu kau
tak akan pernah puas dengan buku ini. Tapi percayalah, setidaknya
engkau telah mengantarku pada sebuah capaian berarti sampai titik
ini. Aku lebih mencintai Muhammad karenamu.
IMAM R., editorku (juga): butuh kecerdasan selain ketelatenan untuk
mengoreksi naskah ini sementara antrean orang yang memberi ma-
sukan begitu panjang. Semuanya bagus. Dan, Mas Imam memberikan
yang terbaik. Sabarnya dirimu dengan kekeraskepalaanku.
AHMAD ROFI’, guruku memahami Rasulullah: untuk setiap detail
yang tadinya tidak terbaca. Luar biasa, Pak. Sekilas, tetapi jadi peng-
alaman yang mengayakan.
TUTIK HASANAH, sahabat berdiskusiku: ada kesalahan-kesalahan
fatal dalam draf buku ini yang terselamatkan berkat kejelianmu, ke-
luasan pengetahuanmu, Ustazah. Ide tentang hijrah itu luar biasa.
RAMPA MAEGA, saudara kembarku beda ayah dan ibu: seandainya
boleh kucantumkan dua nama, barangkali memang buku ini kita tulis
bersama. Aku bagian bercerita, engkau yang mengkritik setiap para-
grafnya. Lain kali, kita balik posisinya. Kau tahu setiap hujatanmu
membuatku menjauhi naskah ini bermil-mil jaraknya. Lain hari aku
kembali lagi dengan semangat dan ide yang sebelumnya tak terpikir-
kan. Kau memang ikut menulis buku ini.
MURYADI RADIYOWIRONO, bapakku: untuk sepenggal malam
yang kita jejali dengan perbincangan. Bukankah ternyata kita sama-
sama mengagumi Muhammad, Romo? Caranya yang sedikit berbeda,
semangatnya sama saja. Buku ini tidak akan pernah ada tanpamu. Se-
bab aku ada, salah satunya, karena engkau ada.

http://ebook-keren.blogspot.com
VIII MUHAMMAD

Last but not least
Dua yang ingin kusebut bersama-sama:
ALIT TUTI TAUFIQ, kita baru sedikit berbincang tentang Rasulullah,
Dinda. Buku ini menggantikan tahun-tahun yang hilang. Bacalah, aku
sedang membincangimu. Seseorang bukan siapa-siapa sampai dia di-
cintai. Maka engkau telah membangunku menjadi sesuatu, dan aku
ingin menjadikanmu sebagai seseorang: dunia-akhirat.
SENANDIKA HIMADA, kelak setelah engkau dewasa, jangan pernah
mengatakan bapakmu tidak pernah mengenalkanmu dengan Rasu-
lullah. Sebab, buku ini kutulis untuk engkau baca kelak. Bahkan kuna-
mai dirimu dengan namanya. I love u, Son.

http://ebook-keren.blogspot.com

Isi Buku

Pengantar ~ xiii

1. Himada! Himada! ~ 1
2. Surat Bahira ~ 7
3. Perisai Manusia ~ 11
4. Sang Pemindai Surga ~ 23
5. Singa Padang Pasir ~ 31

6. Gerbang Shafa ~ 37
7. Wahsyi ~ 44
8. Solilokui ~ 54
9. Makan Malam Terakhir ~ 60
10. Keluarga Abu Bakar ~ 66

11. Kalung ‘Aisyah ~ 72
12. Desas-Desus ~ 76
13. Pengemis ~ 83

http://ebook-keren.blogspot.com
X MUHAMMAD

14. Perempuan Suci ~ 92
15. Kesaksian Waraqah ~ 100

16. Pelarian ~ 110
17. Jika Aku Tuhan ~ 118
18. Tuan Rumah Keriput ~ 131
19. Sepuluh Tahun Lalu ~ 137
20. Bocah Pemilik Cengkih ~ 144

21. Lelaki Penggenggam Hujan ~ 150
22. Kabar dari Makkah ~ 158
23. Parit ~ 161
24. ‘Umar ~ 171
25. Tiga Cahaya ~ 180

26. Puisi ~ 183
27. Ruzabah ~ 189
28. Parit dan Panah ~ 194
29. Benteng Quraizhah ~ 197
30. Pengkhianat Madinah ~ 201

31. Perak Tak Berguna ~ 204
32. Strategi-Strategi ~ 208
33. Malaikat ~ 215
34. Provokator ~ 227
35. Pecah Belah ~ 232

com ISI BUKU XI 36. Ayunkan Pedangmu! ~ 399 57. Rahasia Yim ~ 301 43. Halusinasi ~ 417 . Kaki-Kaki Angin ~ 239 37. Orang-Orang Perbatasan ~ 325 46. Gemerlap Dinding Gunung ~ 362 52. Meninggalkan Gathas ~ 292 42. Tentang Perempuan ~ 278 41. Anak Panah dan Ceruk Air ~ 311 44. http://ebook-keren. Serbuan ~ 367 53.blogspot. Nama yang Terpuji ~ 246 38. Tongkat dan Pedang ~ 335 48. Baju Zirah Astu ~ 268 40. Mendaki Gunung Salju ~ 409 58. Kami Kasar tapi Bukan Orang Kejam ~ 358 51. Utusan ~ 317 45. Letakkanlah Kehormatanmu ~ 329 47. Anggota Baru ~ 392 56. ‘Utsman ~ 344 49. Air Mata Parkhida ~ 254 39. Pemuda Kristen Pembawa Anggur ~ 351 50. Kemenangan Nyata ~ 384 55. Baiat ~ 376 54.

Perlindungan Abu Sufyan ~ 505 68. Akhir dan Awal ~ 425 60. Ke Mana Pasukanmu Menuju? ~ 494 67. http://ebook-keren. Gunung Suci ~ 477 65. Runtuhnya Berhala ~ 517 Jejaring Muhammad ~ 534 Catatan ~ 543 . Biksu Tashidelek ~ 485 66. Pulang ~ 462 63. Heraklius ~ 451 62.blogspot.com XII MUHAMMAD 59. Surat-Surat ~ 435 61. Janji yang Dilanggar ~ 466 64.

. “Dalam waktu yang lama. http://ebook-keren. rambutnya awut- awutan ke segala arah. “Diamlah atau Ahuramazda akan menyiksamu!” “Semoga engkau berkembang dalam rumah ini. Tepat setelah dia melemparkan panci berisi buah-buahan kedaluwarsa ke depan wajah istrinya. tapi terdengar mengguncangkan. “Semoga kau terbakar terang di dalam rumah ini!” “Diam kau. Pipi menempel di tanah.com Pinggir Kota Isfahan. Persia. Perempuan!” Kaki-kaki mengentak-entak tanah.blogspot. Membiarkan perem- puan itu menggeletak di lantai gudang sedangkan dia kembali kepada kesehariannya. dia hendak buru-buru meninggalkannya begitu saja. S emoga kau terbakar di dalam rumah ini!” Perempuan itu “ menggelimpang. sampai datangnya pemulihan dunia!” “Makanlah dan berhentilah menistakan ayat-ayat Zardusht!” Lelaki itu hanya berteriak-teriak. Matanya redup hampir memejam. Tenggorokan kering. jauh dari air. “Semoga engkau pernah terbakar di dalam rumah ini!” Sedikit meninggi suaranya. bibirnya gemetaran. Kain di sekujur tubuh diseraki lum- pur kering. suami perempuan itu. Pecah. Lambungnya berhari-hari tak berisi.” Suara perempuan itu kian melantang. Su- ara laki-laki kalap. sekalipun oleh gan- dum basi.

berkancing di samping dan celana bertabur hiasan. menumpas iblis. mengikuti kegelisahan pemiliknya. Angin menjelajah. tendangan. Dia akan melahir- kan nabi yang dijanjikan. dengan “pipa” mengerut mendekati mata . Riak bening pada cermin cair. meruntuhkan berhala. Tidak boleh ada makanan apalagi minuman. boleh dia menelan beberapa teguk air dan sedikit makanan. Bagi sang suami. mengunyah tetumbuhan persis di pinggir danau. mendekati- nya pun berdosa. “Sudah kau urus bongkahan pupuk hewan itu?” Perempuan berwajah keras itu melapisi tubuhnya dengan pakaian rangkap. berhenti. Hanya ketika napas perempuan itu merapat kepada kematian. hai.Tibet. ti- dak suci. Sepagi itu. Tapi dia berhenti. kawanan Yak mengikuti naluri mamah biak mereka yang sedang bagus. Jangan coba-coba. membunyikan lonceng-lonceng ke- cil di tenda yang tegak oleh tambang-tambang kencang dengan pa- sak-pasak kukuh menghunjam tanah. Perempuan?” sang suami berusaha menghentikan teriakan istrinya yang semakin meruncing. dan lebih banyak lagi caci maki. angin itu meninggalkan jejak-jejak yang menggelombang. “Nabi itu akan melindungi iman Zarathustra. Astvat-ereta.” Sang lelaki terdiam. Tak bersuara apa-apa lagi. kaki Gunung Anyemaqen. Inginnya menghunjami istrinya dengan tam- paran.blogspot. Darah menstruasi itu kotor. Kakinya. “Seorang wanita akan mandi di Danau Kasava. membersihkan pengikut Zardusht dari kesalah- an mereka. Di permukaan danau. Menghijau padang rumput yang menghadirkan kesegaran hanya de- ngan menatapnya. Astvat-ereta! Siapa Astvat-ereta? e Danau Zhaling. Kumis yang melintangi daerah di antara bibir dan hidungnya berge- rak-gerak. Itu bertentangan dengan ajaran agama. http://ebook-keren.” “Apa kau ingin direbus di neraka. mulutnya. Baju lengan panjang tanpa kerah.com XIV MUHAMMAD Istri sang lelaki sedang tidak suci.

menjuntai sam- pai ke pangkal kaki. belum tentu bu- at ibunya.” Si ibu masuk ke tenda diikuti anak gadisnya. kita bisa kedinginan.” “He eh. penerangan. Ayah tadi bercerita tentang sebuah keluarga yang melintas di sisi utara Gunung. Sewadah susu Yak hasil memerah beberapa jam sebelumnya jauh lebih menarik perhatian perempuan sematang dirinya. http://ebook-keren. bantu aku membuat mentega.blogspot. Sabuk brokat lebar menahan perut. Tadi aku sudah me- merah susu cukup sampai makan malam. Usianya di pertengahan belasan tahun. Asalnya dari kotoran Yak yang digumpalkan: diremas-remas. Ia lalu meletakkan dua tong berisi air di tengah tenda. “Bu. sekaligus untuk bahan bakar tungku. “Keluarga itu bicara tentang orang-orang yang datang dari luar Tibet mencari jejak Buddha Maitreya. Pupuk hewan itu untuk api peng- hangat. akik.” . Dia jauh lebih muda dibanding perempuan pertama. Dia mengenakan jubah bergaris warna-warni. pergelangan tangan. Tugas mem- bereskan bongkahan pupuk hewan menjadi vital. Leher. “Beres. “Kalau begitu. dan perak. Kalau engkau ceroboh meng- olah pupuk hewan itu. dan pinggangnya dipenuhi perhiasan bebatuan: giok.com PENGANTAR XV kaki. ditepuk-tepuk. “Malam nanti awal musim dingin. sebelum dijemur sampai kering berkerak. Dia melangkah sigap dengan dua tong kayu berisi air membebani dua lengannya. Menarik buat gadis selepas puber seperti dirinya. Langkahnya ceria menje- jeri pergerakan kaki-kaki ibunya yang sedikit maskulin. terutama ketika udara semakin dingin. Kain seperti celemek menutupi dadanya.” Si ibu sudah siap dengan bejana kayu dan tangkai pengaduk susu ketika anaknya seperti hendak mengatakan sebuah informasi mena- rik. belakangan. Bu. emas.” jawab si gadis.” Perempuan lain yang lebih muda mengangguk sem- bari mengangkat dua alisnya dengan ekspresi jenaka.” “Percayakan kepadaku. Persis di samping tungku yang ter- susun dari batu karang cekung di atas dua batu lain berukuran lebih kecil.

” “Apa yang akan terjadi jika dia sudah dilahirkan. “Dia akan dilahirkan kembali di tanah P’heling dan muncul sebagai penak- luk.” Tidak terpengaruh oleh reaksi ibunya yang tak antusias karena suntuk dengan persiapan pembuatan mentega. para biksu menyuruh mereka untuk menyiapkan kelahiran Maitreya. Di luar tenda. “Permata kebijaksanaan yang agung. udara bergemeresik menuju beku.” “Ibu tahu tentang Buddha Maitreya?” “Sedikit. Hampir tidak percaya. Hal yang harus dia lakukan sekarang adalah mengaduknya ra- tusan kali agar lemak dan susu tak lagi menjadi satu.blogspot.” Tangan si ibu mulai menuangkan susu ke dalam bejana. ternyata ibunya mengikuti apa yang keluar dari mulutnya.” Dua mata gadis itu berbintang-bintang. sekarang. “Sekarang kau bantulah ibumu. “Ibu. Anak gadisnya melongo. Perempu- an Tibet sepertimu sudah cukup terhormat jika engkau bisa membuat adonan mentega dengan baik.com XVI MUHAMMAD “Kau seharusnya tak memikirkan hal-hal semacam itu. Bu?” Si ibu menggeleng pelan. Konsentrasinya benar-benar tertuju pada adonan calon mentega. http://ebook-keren. Orang-orang itu mengatakan. “Kata orang- orang itu.” suara si ibu.” lanjut si ibu. gadis itu masih saja mengoceh. Bersiap mengganti posisi perempuan itu jika dia kelelahan atau ada sesuatu yang harus dia kerjakan. Maitreya yang mereka cari memiliki tubuh semurni emas: terang benderang dan suci.” “Phan-chhen-rin-po-chhe. “Mungkin dia reinkarnasi dari Dalai Lama atau Panchen Lama. Tapi dia segera menghampiri ibunya.” Anak gadis itu memonyongkan bibir sekali lagi.” Si gadis serbaingin tahu memonyongkan bibirnya. Susu Yak telah memenuhi be- jana. e . “Dia akan menghancurkan kesalahan dan ketidaktahuan yang ada selama berabad-abad.

angin membuat lingkar- an-lingkaran pada permukaan pasir. Siang itu. Yang pertama rupa- nya seperti seekor singa dan mempunyai sayap burung rajawali. Dia terus membaca. Ada empat sayap di punggungnya dan binatang itu juga berkepala empat.blogspot. http://ebook-keren. Dia seorang pendeta muda.com PENGANTAR XVII Tengah gurun. Sebuah nubuat tentang kejadian-kejadian besar yang akan mengisi bumi. Lalu pada tanduk kecil itu tampak ada mata seperti mata manusia dan mulut yang menyombong tentang hal-hal durhaka terhadap Yang Mahatinggi. adalah binatang yang bertanduk sepuluh dan bergigi besi. Bangunan seadanya. Tekun tatap matanya mengais setiap kata pa- da naskah kuno di genggamannya.” Durhaka terhadap Yang Mahatinggi! Kedurhakaan semacam apa? Siapa si tanduk kecil itu? “Tiba-tiba. “Empat binatang besar naik dari dalam laut. Biara itu tersusun oleh balok-balok batu bata sekadarnya.” Udara seperti dipanasi api. “Kemudian. Membubung membawa pasir-pa- sir bertebaran kemudian. Di luar biara. Sekumpulan orang alim pengikut Santo Antonius mengembangkan ajarannya lalu menetap di sana. Tungku kecil dan ceruk penyim- panan makanan diletakkan pada bagian pinggir ruangan. Takhta-Nya dari . Rupanya seperti ma- can tutul. Yang Mahakekal terlihat di tengah kemilau cahaya kemudian duduk. tampak binatang yang ketiga. Mesir. Kemudian tampak tumbuh di antara tanduk-tanduk itu satu tanduk lain yang kecil sehingga tan- duk-tanduk terdahulu itu tercabut. Binatang yang keempat. Sesuatu yang tidak membuat konsentrasi pendeta muda itu terganggu. yang sangat menakutkan dan lebih ganas dari ketiga binatang sebelumnya. rupanya seperti beruang dan tiga tulang rusuk masih ada di dalam gigitannya. Pada dinding-dindingnya tertera tulisan-tulisan Koptik yang mewartakan ajaran Yesus Kristus. Lalu tampak ada seekor binatang yang lain. sebelah barat Laut Merah. yang kedua. Dua ruang meditasi dibuat seukuran badan orang dewasa. di tengah horizon penglihatan itu. satu di antara orang-orang alim biara gurun itu mene- kuni naskah kuno peninggalan Nabi Daniel berabad-abad lalu.

Lalu diberikan kepadanya kekuasaan dan kemuliaan yang kekal serta kekuasaan sebagai raja selamanya. Pusat dari segala kesungguhan para remaja itu adalah kata-kata seorang perempuan beruban yang berdiri di hadapan mereka. Dia dan puluhan ribu lainnya berdiri di hadapan-Nya. Sebuah kelas alam di antara ilalang yang mengering.com XVIII MUHAMMAD cahaya dengan roda-rodanya juga dari cahaya. juga ternak yang bertebaran ditunggui para penggembala. hutan dan ladang- ladang hijau kecokelatan. Sungai berkelok keperakan. Ia mengenakan kain sari merah bergaris emas yang juga sesekali meliuk-liuk.” Bar Nasha! Siapakah dia hingga Tuhan begitu memuliakannya? Sang pendeta muda berpikir dengan hatinya. http://ebook-keren. Dari lembah itu. Kelas feminin.” e Pengujung musim kemarau.blogspot. setiap pandangan mampu merengkuh panorama yang mengagumkan. Pandangannya memberi ketenang- an.” Sang pendeta mengatur napasnya. Suatu sungai cahaya timbul dan mengalir dari hadapan-Nya. Wajah- nya seperti memindahkan bulan. Kain-kain sari mereka berwarna-warni seperti lapisan pelangi. Semoga aku akan beruntung menyambut kedatangannya. India. “Dunia akan dikuasai para penindas hingga bangkitnya Bar Nasha. . Lalu dibukalah Majelis Pengadilan dan dibukalah kitab-kitab. Binatang itu dibunuh dan tubuhnya dibinasakan dalam api. dan jutaan malaikat melayani. Seolah-olah apa yang dia baca membebani paru-parunya. kata-katanya menularkan kedamaian. Sesekali membuat liukan dramatis ketika angin lembah mengangkat ujung-ujung sari mereka ke udara. “Tanduk yang durhaka dibiarkan hidup sampai datang seorang Bar Nasha dengan awan-awan dari langit dan dibawa ke hadapan-Nya. Lembah Narmada. Tujuh perempuan belia yang duduk penuh konsentrasi.

menawarkan hadiah kepadanya atas pengabdi- annya yang tulus dan menghormatinya.” lanjut sang murid. nama- nya.” Perempuan itu sengaja menghentikan sementara kalimatnya. “Aku membungkuk di hadapanmu. “Ini. http://ebook-keren. Tuhan Mahabesar. penghuni Arabia. Apa yang dia sampaikan pagi itu membuat takjub para perempuan yang tengah berada dalam usia kuncup mereka. Kitab yang memuat gambaran peristiwa-peristiwa yang akan ter- jadi di masa mendatang. Raja.” Sang Guru lagi-lagi menggilir murid-muridnya dengan tatapan bi- jak. Sang Guru membuka lagi kitab di tangannya. Sang Guru mengangguk. Tidak ada satu pun dari tujuh muridnya yang tampak bergerak.” murid bersari biru meminta kesempatan untuk menyela.” perempuan matang itu kem- bali berkata-kata. wahai kebanggaan manusia. mempersilakan. akulah hamba-Mu. Tersenyum perempuan itu kemudian.” “Guru. kecuali kaki-kaki angin yang menjejak ila- lang. Me- nutup kitab. setelah memandikan Maha Dev Arab di dalam Pachgavya dan Sungai Gangga. Sang Guru membuka lagi kitabnya dengan perlahan dan penuh ketakziman. Engkau telah kumpulkan kekuatan besar dan membunuh iblis dan engkau sendiri terlindung dari musuh-musuh Malechha. ingin melihat reaksi murid-muridnya terhadap kata-ka- tanya barusan.blogspot.” “Siapakah dia Malechha itu. Berisik sebentar.com PENGANTAR XIX “Pagi indah untuk sajak yang indah. guru spiritual akan datang bersama para sahabat- nya. “Korupsi dan kejahatan memenuhi tujuh Kota Kashi se- . Seolah bernapas pun tidak. “sa- jak ini tidak terdengar seperti kisah Mahabarata?” Sang Guru tersenyum tenang. Kitab Bhavissya Puran. “Seorang Malechha. “ini sajak yang tidak akan kalian peroleh secara sem- barangan. dan anggaplah aku sebagai hamba-Mu yang bersimpuh di hadapan-Mu. “Sajak Maharishi Vyasa.” jawabnya. Sebentar lagi mere- kah. “Ini kitab lain yang ditulis Maharishi Vyasa. “Wahai citra Tuhan Yang Mahaasih. “Memang bukan. Guru?” seorang murid lain mulai pe- nasaran. dan kemudian berkata.” Tidak ada yang menyela.

Sudah ada ribuan tahun sebelum Yesus lahir. Itu tak terjadi lama. Perniagaan yang telah begitu purba. wahai Muni. “dan semua pe- nyimpangan telah berkumpul di tanah bangsa Arya. “Bukankah sajak itu meramalkan akan datang sekumpulan orang asing yang ditakdirkan untuk menguasai India?” “Apakah hal itu pasti mendatangkan ketakutan?” Dagu gadis sari biru terangkat. Namanya masyhur ke penjuru bumi. Dermaga tua. Setelah tahu ini. Orang-orang keluar-ma- suk dengan kepatuhan. Sebagian orang menyebut- nya Lobu Tua.” komentar gadis bersari biru.” Kalimat sang Guru terhenti. dan kaum bodoh lainnya.” sang Guru meneruskan sajaknya. Bau asin. para pengikut Malechha Dharma adalah orang-orang bijak dan pemberani. “Semua sifat baik bisa ditemukan dalam diri para pengikut Malechha Dharma. Bhil. dan matahari sore yang cemerlang. Musim penghujan masih belum waktunya menjelang. Itu hanya kumpulan awan yang tersesat. “Mengapa menakutkan?” sang Guru menatap serius.blogspot. India dihuni oleh Rakshas. Malechha Dhar- ma akan menguasai India dan pulau-pulau di dekatnya. Shabar. menutupi matahari. e Pelabuhan Barus. “Apakah jika mereka telah datang. sang Guru tak segera menjawab pertanyaan muridnya. camar. Tampaknya. dia juga ti- dak akan mampu menjawab pada waktu-waktu setelahnya. Dermaga yang diatur dengan disiplin tinggi. agungkanlah nama Tuhanmu. Suasana menggelap seketika. Ini pelabuhan niaga Samudra Barus. http://ebook-keren. Di Jazirah Malechha. Satu-satunya tempat para pedagang dunia . Datang lebih cepat dari seharusnya.” “Ramalan menakutkan. Sekawan- an awan hitam melintas di langit. Guru?” Untuk kali pertama selama mengajar kelas kecil itu.com XX MUHAMMAD tiap harinya. Kapal-kapal berlabuh bergantian. Nusantara. kita masih bisa belajar di lembah ini. kapal-kapal dari penjuru dunia. Bongkar mu- at barang mengikuti hukum yang berlaku.

Kualitas getah kayu itu tidak ada tandingannya di seluruh dunia. Inggris. dan Tiongkok setiap tahun berlalu- lalang ke Nusantara untuk mendapatkan rempah-rempah. Itu sangat jauh. “Menurutmu. India.blogspot. “Orang India itu?” Kuli pertama mengangguk. “Perjalanannya sungguh gila. Wajahnya menghadap langit. sampai Barus. Seharian tenaga mereka diperas hingga kering. Orang-orang pintar.” . Spanyol. http://ebook-keren. Meninggalkan India. Ku- pikir mereka bisa menolong Brahmana itu. “Aku mengenalkan Brahmana itu kepada sekelompok pedagang Arab. Sa- ma-sama berkulit cokelat mengilat. Barus adalah primadona Nusantara—untaian pulau mengambang di samudra yang telah ribuan tahun mengirim rempah-rempah ke berba- gai penjuru dunia. Kuli pertama adalah laki-laki muda di akhir dua puluhan tahun. Srilanka. Satunya tampak beberapa tahun lebih muda. apakah Brahmana itu sudah menemukan anaknya?” Ombak mendebur di kejauhan.” “Kapal-kapal itu membawa para pedagang dari negeri yang lebih jauh. Venesia.” “Tapi mereka pedagang. Sinar matahari di akhir hari mengemas warna fan- tastis di langit barat. Arab. Dua orang kuli bongkar muat ba- rang sedang meregangkan otot mereka di pinggir dermaga. keringat disapu angin yang terasa asin. Brahmana itu tidak tahu apa-apa tentang pelayaran. cemerlang. “Mereka baru kali ini ke Barus. Dada terbuka. Yaman. Mereka bisa berbicara banyak bahasa dan punya cerita-cerita menakjubkan.” Diam sebentar.com PENGANTAR XXI bisa menemukan kapur barus. “Orang Arab?” “Kau belum bertemu dengan mereka?” Kuli kedua menggeleng.” kata kuli pertama. Keringat mengembun di jidat dan ujung-ujung hidung keduanya. bahan pengawet mumi Fir‘aun Mesir dan para bangsawan dari berbagai kerajaan. Pedagang Yunani. Persia. Emas kemerahan. Meng- geleng. menyusuri Ketaha.

Apa gunanya?” Kuli pertama melirik. Makkah.” bang- kit dan siap pergi. Bukan di sini. “engkau mau anak-istrimu tidak makan?” Sebentar lagi gelap. “Entahlah. mereka senang bercerita kisah-kisah menakjubkan?” Dia lebih memilih menggeser topik pembicaraan.” suaranya membisik. Bukit Tsur. “Ada kapal datang. Dia meli- hat sekilas kawannya dengan sedikit cibiran. “Semacam Maharishi?” Kuli pertama mengedikkan bahunya.com XXII MUHAMMAD “Kau bilang mereka baru kali ini datang ke Barus?” “Iya. Berhenti memuja berhala sama artinya terbelenggu dalam boikot seantero kota. tampaknya dia enggan berdebat. “pembebas manusia dari penderitaan. katamu. Kuli pertama mengangguk.” Kuli kedua mengaitkan dua alisnya. “Mereka berbicara tentang kedatang- an seorang manusia mulia.blogspot. http://ebook-keren. Tapi setidaknya mereka bisa mencari tahu kepada para pen- datang lain. Menikmati irama ombak yang tak pernah habis. Mereka seperti tahu segala hal.” Berbisik lagi. “Tadi.” “Engkau percaya?” “Dia juga pembela kaum miskin seperti kita.” Kuli kedua mengelap wajahnya dengan telapak tangan. “Laki-laki suci itu bahkan mampu membelah bulan. Pergaulan mereka tentu juga jauh lebih luas dibanding kita. Kapal pedagang dari negeri jauh.” Kuli kedua tak menganggap apa yang dilakukan kawannya se- bagai sebuah solusi terbaik. Meninggalkan tuhan-tuhan pagan berarti tak memiliki makanan cu- kup atau sekadar pengganjal perut. Tapi. dijemur di bawah se- . e Malam separuh gulita.” Kuli kedua melepaskan pandangannya ke tengah laut. “Tetap saja dia ada di Arab. Tapi orang-orang Arab itu menceritakan banyak hal ajaib yang ia lakukan. Titik di kejauhan kian mendekat semakin membesar. “Siapa tahu suatu saat dia kemari?” “Untuk apa?” “Membebaskan kita dari nasib buruk.

Tangan kiri di tali kekang unta. Keduanya dalam perjalanan meninggalkan Makkah menuju Bukit Tsur. Ada yang hendak mereka temui di sana. tidak boleh menikah. Dulu demikian indah lalu menjadi nyeri saat diingat lagi. kecuali kebencian. para pengikut lelaki itu hidup dalam susah payah. Perempuan itu mengapungkan pandangan. Makkah menyesakkan hidup mereka. tangan satunya mengelus rahim. Lelaki yang kata-katanya tidak pernah dusta.com PENGANTAR XXIII ngatan matahari Arabia. Dia tidak menikmatinya. Tiga tahun dalam ketidakcukupan. Ada yang bertumbuh di sana. Sang perempuan muda merapatkan kain panjang yang melin- dungi kepala. Lelaki yang membuat semua orang yang mengikutinya dikucilkan oleh pen- duduk Makkah. Saudariku. ketika Makkah masih menjadi tempat bermain yang mengasyikkan.blogspot. bersosialisasi pun tak ditanggapi. Bentang waktu be- lasan tahun lalu. tetapi musik itu telanjur membuatnya nelangsa. Saudara laki-laki perempuan itu. Musik seolah masih saja menjejali pendengarannya. Teman bermain yang tak pernah mengecewakan. Lelaki yang dahulu demikian mereka cintai dan kini mereka ingin dia mati. Lelaki yang mengajak manusia memeluk kebaikan dan meninggalkan keburukan. Lelaki yang kemu- dian dibenci oleh kerabat dan teman-temannya sendiri. semoga engkau baik-baik saja. Seorang lelaki juga mengendalikan unta di sampingnya. http://ebook-keren. Sahabat kecil itu adalah putri Lelaki Mulia yang . Tidak bisa berjualan. tidak bisa membeli apa pun. nyawa pun senantiasa terkepung bahaya. Jual beli tak bisa lagi. Bapak mereka dan se- orang sahabat mulia. Jiwa yang bertumbuh pada saat segala sesuatu tampak tak bertum- buh di Makkah. atau bahkan mati dengan cara yang menya- kitkan. Me- nyeretnya pada kenangan-kenangan yang menyisakan kegetiran. Dia menyapa sahabat ke- cilnya melalui hati. Garis-garis wajah seorang sahabat masa kanak-kanak. Sahabat istimewa itu adalah lelaki yang mereka muliakan. Telinga perempuan itu seolah ditelusupi musik paling menyedih- kan yang pernah ia dengarkan. dicaci maki setiap hari. Makkah me- ngucilkan mereka. Tiga tahun ini.

sang sahabat kecil harus menerima kabar keper- gian ibundanya. Dia ibu kandung sahabat kecilnya.blogspot. Engkau bahkan tak menyaksikan kepergian ibundamu. perjalanan akan begitu sulit. Bentang waktu yang menyakitkan dan me- lumpuhkan. Ketika jasad sang ibunda dikebumikan di Makkah. Perempuan di atas unta itu teringat benar wajah Wanita Suci di ambang akhir usianya dalam sakit yang demikian melemahkan. Saudagar kaya raya yang memberikan semua hartanya untuk orang-orang lemah tak berdaya. terlihat pasti percik di mata perempuan ini.com XXIV MUHAMMAD hendak dia temui.” lelaki yang ber- kendara di samping perempuan itu berkomentar lirih.” “Mereka yang sudah berangkat ke utara begitu gembira. “Jika nanti kita berangkat ke Yatsrib. “Semoga engkau diberi ketabahan. bagaimana tidak demikian menyiksa? Seka- rang. Perempuan alim yang kini berada di Abyssinia me- nyertai suaminya. Meninggalkan Makkah demi menyelamatkan keya- kinan baru yang telanjur menghunjam di hati mereka. wahai Saudari- ku. Ini musim dingin yang sangat berat. Saudariku. Seorang ibu yang sejak muda dijuluki Wanita Suci. Jika saja ada matahari. Aku pun tentu akan sangat bahagia bisa meninggalkan segala keterkungkung- . Meninggalkan tempat lahir dan bertumbuh karena tercampakkan. Angkat kaki dari Makkah untuk pergi ke Abyssinia pun sudah demikian menyakitan. Dia membatin sosok seorang wanita yang dikaguminya.” Pe- rempuan itu bergumam di atas untanya. di perantauan. sahabat kecilnya berada di kota ribuan mil jauhnya. Seolah bisa menjiwai kepedihan sang sahabat kecil ketika mem- bayangkan kematian ibunda tanpa sempat melihat wajahnya. Bukankah rasa pedih itu berkali lipat jadinya? “Semoga Yatsrib benar-benar menjadi tanah penuh cahaya. http://ebook-keren. Wani- ta itu mendampingi sang Lelaki Mulia sejak awal misinya sampai se- luruh penduduk Makkah memusuhinya. Bertahan di Makkah sungguh tidak menyisakan harapan. perem- puan penunggang unta itu merasakan sesak pada dadanya. Melarang bentuk kerja sama apa pun selama tiga tahun.

merapatkan jubah.” Sang perempuan meraba bungkusan yang dia ikat di pelana unta. Lelaki Mulia bahkan melewati kerumunan para pemuda pilihan yang ditugaskan membunuhnya. Seratus unta dijanjikan bagi siapa saja yang bisa menangkap beliau dan mengembalikan ke Makkah. “Tidakkah engkau yakin malaikat turun ta- ngan saat beliau selamat dari kepungan orang-orang itu.com PENGANTAR XXV an ini. http://ebook-keren.” Sang perempuan mengangkat wajah. para wakil suku yang hendak membunuh Lelaki Mulia terkecoh. Mereka berencana menyergap diri- . “Semoga Gua Tsur menjadi perlindungan terbaik sebelum be- liau berangkat ke Yatsrib. Terlalu banyak kenangan indah di sini. “Meninggalkan Makkah sungguh menyedihkan. “Orang-orang Qu- raisy benar-benar sudah kesetanan. kemarin?” Sang lelaki mengangguk. orang yang meringkuk di balik selimut itu adalah beliau. Bekal makanan untuk ayahnya dan Sahabat Mulia.” “Domba-domba sudah digembalakan untuk menyamarkan jejak unta Ayah dan unta beliau. Allah pasti akan mem- beri banyak kemudahan.” Be- liau yang disebut kakak beradik itu adalah Lelaki Mulia yang kini ber- sembunyi di Gua Tsur. Apakah itu sudah masak-masak engkau perhitungkan? Kita masyara- kat pedagang sedangkan Yatsrib adalah tanah pertanian. dia menyu- ruh sepupunya untuk meringkuk di tempat tidur. kupikir tidak akan berhasil jika tidak ada campur tangan Allah. “Sepupu beliau memakai selimut beliau. menghindari kejaran para penunggang kuda yang terpikat janji hadiah 100 unta.” Berdehem. Mereka mengepung rumah Lelaki Mulia dan mengira dia masih tidur di kamarnya.” “Mereka yang datang ke Yatsrib adalah calon pengangguran. “Allah pasti akan melindungi beliau.blogspot. “Taktik yang bagus. Tapi. dan orang-orang haus darah itu mengira. Padahal. Sementara beliau menyelinap ke luar rumah dan menemui Ayah. memakai selimut- nya ketika dia sendiri meninggalkan rumah dengan santainya.” Menggeleng lelaki itu.” Peristiwa itu baru terjadi kemarin. Sudahkah kemungkinan itu siap engkau siasati?” “Kita meninggalkan Makkah karena Allah. Ketika bulan sabit tipis bulan Safar muncul di bukit sebelah timur.” Sang perempuan meng- eratkan ikatan sabuknya.

Mereka memilih jalur se- latan. jalan menuju Yaman. Lelaki Mulia menghentikan untanya.com XXVI MUHAMMAD nya ketika dia terbangun dari tidur dan ke luar rumah pada subuh atau waktu sebelumnya. ayah kakak beradik yang kini mendaki Bukit Tsur dengan unta-unta mereka.” Cahaya bulan sabit di langit Safar mulai memudar.blogspot. Jika kaumku tidak mengusirku darimu maka aku tidak akan meninggalkanmu. Hari baru ber- tandang. Sahabat baik itu kemudian mengawal Lelaki Mulia meninggalkan Makkah dengan hati yang serasa tercacah. sang Wanita Suci terbaring abadi. Tanah kelahiran tertinggal di belakang. “engkaulah tempat yang paling kucintai dan paling dicintai Allah. Dia tahu akan lama meninggalkan tempat kelahirannya. Kota tempat istri tercinta. Sampai di luar kota. “Dari seluruh bumi Allah.” Lelaki Mulia berkata dengan nada yang terdengar penuh perasaan. meng- hadapkan badan ke arah Makkah. . Tidak mungkin mengambil jalur utara karena para pengejar telah menyebar di setiap jengkal arah ke sana. Kota yang meninggalkan demikian banyak ke- nangan tak tergantikan. Lelaki Mulia kemudian mendatangi rumah sahabat baiknya. http://ebook-keren.

se- ketika. mengendus lantai biara. Gulungan-gulungan teks tua terpeluk di dada. malam musim panas. 582 Masehi. R asanya. penglihatannya menjadi liar.blogspot. Tersungkur dia.com 1. Wajah lelaki itu sepucat orang mati. selangkah-selangkah. Suriah. Seolah menyaksikan raja iblis tegak di hadapannya. Seperti hendak menghitung satu per satu batu bata pada dinding-dinding biara. “Himada telah datang!” Dia bergerak lagi. pintu yang dibuat lebih dari yang dibutuhkan. Seperti kayu tua yang melapuk. “Himada!” Lelaki itu melenguh. Gerbang melengkung sempurna dengan jendela-jendela persegi di atasnya. sempoyongan lalu kaki kanan tersaruk jubahnya sendiri. Semua organ di balik dadanya seolah-olah melesak. sesuatu semacam bongkahan batu sebesar di- rinya menggencet daerah di antara perut dan dada. http://ebook-keren. Jumlahnya ribuan. . Berhenti kemudi- an. Buru-buru dia meraup satu per satu lembaran-lembaran manuskrip yang menggelung itu. Himada! Himada! Biara Bashrah. se- olah ingin melarikan diri darinya. Gulungan-gulungan manuskrip berlompatan. Punggungnya menyender pada lengkungan raksasa. Dia merasa kekuatan tercerabut dari otot-otot kakinya. Tidak fokus.

Badannya berguncang-guncang seperti kemasukan jin.” Histeris lagi. “Kepunyaan-Kulah perak dan kepunyaan-Kulah emas.” Dia berusaha mengerem emosinya. kemegahan- nya akan melebihi kemegahannya yang semula... penuh ketakutan. bahkan tak akan terlaksana sela- manya. dan di tempat ini Aku akan memberikan Shalom. Matanya terbuka pelan- pelan...... pemilik tempat paling istimewa di surga. Adapun Rumah-Ku yang baru.com 2 MUHAMMAD Harus cepat.. Sampai selesai kata-kata Tuhan dia gumamkan. Himada . bangsa . melengkung tanpa daun pintu yang sedikit menjorok ke de- pan. demikian fir- man Tuhan Semesta Alam. sehingga . tertahan-tahan.. Sebuah adegan pada siang yang memanggang. Terdengar emosional. Kata-katanya keluar patah-patah.. “Himada akan datang. Dia seperti dilahirkan hanya untuk menangis.. “Semua . Isak lelaki itu menjadi satu-satunya bebunyian. “Apa hubungan anak ini dengan Anda?” Dia bertanya kepada seorang lelaki pedagang.. Sangat menyakitkan jika dirinya tersisih dari daftar manusia- manusia terpilih. Hilang satu detik. Mungkin . sekaligus setengah gila... Hima . Kata-kata Zat yang membuat semua hal menjadi ada. memerindingkan. Laki-laki itu berbisik takzim. Seolah akan tetap begitu sampai mati. Matanya merapat. se- hingga rumah-Ku akan penuh dengan keagungan. http://ebook-keren. ketika biara tuanya kedatangan tamu dari jauh. Dinding itu membentuk sudut ketika bertemu dinding utama. Kejadian siang sebe- lumnya seperti dibentangkan lagi ke depan penglihatannya. mereda pula tangisannya yang misterius.. Ini kata-kata Tuhan Mahasuci me- lalui Nabi Hagai. Sebentar saja.” Hancur sampai di situ.. Sesenggukan. akan Kugemparkan dan . Mereka yang menyadari kedatangan sang raja baru. bisa-bisa kedatangan nama yang dijanjikan Tuhan bisa tertunda. Malam sudah terlalu matang. Mengharukan.blogspot. dua sudut kelopaknya di- rembesi air. Him . penguasa dunia. Susah berhenti. Pung- gungnya seolah lengket pada dinding terowongan pendek penghubung ruangan.. pemimpin kafilah dari Makkah yang ia paksa untuk singgah dalam perjalanan niaga di . bahagia. demikian firman Tuhan Semesta Alam. nabi bagi semua agama.

Dia men- cari tahu. berubah air muka sang tuan rumah. Anak ini harus seorang yatim. Tatapannya menyilet lelaki dari Makkah itu. Sebuah jamuan yang tidak biasa. Sang tuan rumah yang mem- pelajari teks-teks kuno sedari awal memang yakin. “demi Allah. Sang tamu.” protes anak itu.com HIMADA! HIMADA! 3 Suriah. Matanya gelisah penuh hal-hal asing. kerinduan.” Dia meminta anak itu menyebut nama dua dewi sesembahan orang-orang Arab. hari ini bukan hari biasa. Aku tidak mungkin salah. merevisi apa yang ia katakan sebe- lumnya. “Ayah anak ini me- ninggal dunia pada saat ia masih dalam kandungan ibunya.blogspot. Dia menghampiri anak itu dengan langkah gemetaran. Para tamu dari negeri jauh itu juga bukan tamu biasa. Meski dia merasa tidak bersalah saat mengatakan bahwa bocah itu anaknya.” Dari mana dia belajar mengkritik Al-Lata dan Al-‘Uzza jika orang-orang di sekelilingnya memuliakan dan menyembah putri-putri Tuhan itu? Berde- . putus asa tetapi penuh harapan. Jemari kiri mengelus jenggot legamnya. Lelaki belia dengan wajah yang seolah memiliki cahaya sendiri itu seharusnya juga bukan bocah biasa. Anak laki-laki itu menggerus ke- ingintahuan.” Seketika. tidak ada yang lebih kubenci dibanding dua dewi itu. sang tuan rumah telah memergoki ketidakjujurannya. “Dia anak saudaraku. dan ketakjuban yang diperas bersamaan. Ngeri tetapi juga penuh suka cita. “Bersumpahlah demi Al-Lata dan Al-‘Uzza. Ada isyarat yang ti- dak pasti apa terjemahannya. lelaki dengan tatapan mata seorang pelindung terbaik sedunia menjawab tanpa setitik pun ragu. Lelaki Makkah itu seperti tertelanjangi. Dia mengkritik dirinya sendiri sebagai tamu yang tidak sopan. Mencari pembenaran pa- da ketetapan yang dia imani. “Dia anakku!” “Tidak mungkin ayah anak ini masih hidup!” Ada yang melonjak dalam batin penunggu biara itu. seberapa bersungguh-sungguh lelaki itu dengan jawaban- nya.” ujarnya. Mengonfirmasi isyarat yang dia yakini. “Jangan suruh aku bersumpah demi Al-Lata dan Al-‘Uzza. http://ebook-keren. Begitu juga dengan anak itu. ketidakterusterangannya. Ketakutan.

mereka akan berbuat jahat terhadapnya! Sebuah masa depan besar terletak di tangan ke- menakanmu ini.” Dua bola mata sang paman melebar. seolah dia benar-benar telah mati. dia kemudian menanyai anak yang menolak Al-Lata dan Al- ‘Uzza itu tentang kesehariannya. Tangannya menggigil seperti dijangkiti demam tahunan. tidak pernah berkata buruk atau melihat hal yang buruk.” Lelaki Makkah. maka cepat bawalah dia pulang. Dia utusan Tuhan Semesta Alam. Geletar pada jemarinya bekerja lebih cepat dibanding gerakannya sendiri. “Bawa anak itu pulang ke negeri Anda. http://ebook-keren. Sang lelaki penunggu biara kian terpesona terhadap bocah itu. “Anak ini adalah pemimpin dunia. paman anak itu. Matanya membelalak seperti sese- orang yang dicabut nyawanya dalam kondisi buruk. Tidak pernah berbohong. keluarganya. tampak tidak mengerti sama se- kali. Insting pemimpinnya terasah oleh pengalaman. Persis di antara dua bahunya. sedangkan mentalnya seperti didiktekan oleh Tuhan. meminta persetujuan sekali lagi lewat tatapan mata lalu menyingkap jubah yang menutupi daerah di antara dua bahu anak itu. Dia masih tak mengatakan apa-apa sampai sang tuan rumah mendekatinya dengan gerakan kaki menderap. kalau mereka melihatnya dan tahu seperti aku mengenalinya. Alih-alih merasa tertarik de- ngan kalimat terakhir lawan bicaranya.com 4 MUHAMMAD bar-debar. Terulur. Dia bermental kuat dan tidak pernah meratapi nasib. dan hati-hatilah terhadap orang-orang Yahudi. tuan rumah yang mengundangnya singgah itu menggu- nakan bahasa yang telah lama punah. Demi Tuhan. dan angan-angannya.blogspot. Seolah. Sang tuan rumah lalu menutup rapat jubah tamu belianya dengan gerakan sigap. dia mulai merasa reaksi tuan rumah itu kian berlebihan. Dia merindukan Tuhan Yang Esa dan membenci tuhan-tuhan yang disembah bapak- bapaknya. Beberapa detik tanpa reaksi. “Saat . Tergeragap dia kemudian. Bocah itu ternyata seorang penggembala belia yang paling di- percaya di Makkah. membalik- kan badannya kemudian. Gerakannya luar biasa lambat. Dia lalu meminta izin kepada anak itu untuk melihat bagian belakang tubuhnya.

menatap sang tuan rumah. Seolah dia berhadapan dengan fenomena paling ganjil seumur hidupnya. pendeta saleh. Dia merapalkan ayat yang dia hafal dari teks Kitab Kejadian: perkataan Yakub yang penghabisan kepada anak-anaknya. Dini hari dengan sa- bar mengantar waktu ke mulut fajar. Paman anak itu tidak menyiapkan diri untuk mengantisipasi ke- heranannya. kini sudah lebih tenang. Menyusuri lorong biara mem- buat bunyi menggema yang menggaung oleh gesekan alas kakinya ter- hadap lantai biara. http://ebook-keren. ahli waris Biara Bashrah. Bibirnya seperti sedang mengeja senyum. Matanya yang masih seperti cermin menetes membinarkan pengharapan.” Malam sudah membekap ujung waktunya. Pendeta Bahira.blogspot. Dia ingin segera sampai ke ruang kerjanya lebih cepat dari kapan pun. Dia hanya mengangguk perlahan. Bahira buru-buru bangkit. Kedua-duanya tidak sujud selain kepada seorang nabi.” Tanpa tanda-tanda sebelumnya. Dan saya juga mengenali tanda ke- nabian dari nubuat yang ada di pundaknya. ”Tongkat kerajaan tidak akan beranjak dari Yehuda ataupun lambang pemerintahan dari antara kakinya. “Terima kasih.” Sang lelaki Makkah lebih tampak seperti Orang Baduwi yang terpana dibanding manusia bijak yang tahu bagaimana harus bertin- dak. lalu mengajak keponakannya untuk meninggalkan biara yang memberi mereka teduh pada saat matahari memanggang hari itu.com HIMADA! HIMADA! 5 kalian datang. maka kepadanya akan takluk bangsa-bangsa. Semacam itu. Dia bahkan seolah tidak memberikan waktu kepada hatinya untuk mendebat apa yang terpikir oleh otaknya. Saya akan membawa anak ini pulang ke Makkah. peng- hafal banyak teks kuno. . seperti bangun dari mimpi yang ditunggangi setan. Sebuah kerinduan raksasa menyeretnya cepat- cepat agar segera duduk di belakang meja kerjanya. Ketidakmengertian yang hanya setara jika ia melihat Ka‘bah yang menjadi tempat ziarah selama ribuan tahun tiba-tiba lenyap dari pusat Kota Makkah. pohon dan batu menunduk sujud. Bahira. Ia mengucapkannya dengan se- genap perasaan. sang tuan rumah kunjungan kafilah dari Makkah. sampai datang Shiloh. Langkahnya tegas-tegas.

http://ebook-keren. dan sedikit bunyi api memercik di ujung lilin yang mengusik ke- senyapan. Seorang pemuda yang kata-katanya diperhitungkan oleh kaum terpelajar di Makkah. Hal yang terakhir itu yang hendak dia lakukan saat ini. atau surat untuk dikirim ke berbagai koneksi. . Hanya napas. Duduk khu- syuk. menekuri manuskrip-manuskrip kuno. Selebihnya. Seseorang yang akan membaca buncahan hatinya. di ruangan itulah umurnya dihabiskan. Pengaruhnya ber- wibawa meski acap kali dikucilkan oleh kaum pagan yang menjejali Ka‘bah dengan ratusan berhala.blogspot. Tinta di tangan Bahira lebih dahulu menulis sebuah nama sebelum menggoreskan kata apa pun. Bahira menuliskan nama itu dengan kesyahduan: Waraqah bin Naufal. goresan tinta. Seseorang yang akan membantunya menerjemahkan keka- cauan kalbunya.com 6 MUHAMMAD Saban hari. dia meremas waktu men- jadi begitu pendek setiap dia menuliskan pemikirannya dalam lembar- an-lembaran dokumen. ketika kesu- nyian benar-benar sampai pada titik terparah. papirus-papirus yang mengungkap kejadian di masa lalu dan meneropong apa yang terjadi pada waktu yang akan datang. Seorang sahabat baik yang juga mengimani Yesus dengan cinta yang menyeluruh.

Aku tidak akan pernah menemuinya. Menyamakan warna di antara keduanya. wajahnya tampak pasrah ketika jubahnya menyapu tanah. Penghabisan dari setiap kalimat dari bibirnya selalu disusuli ta- wa. tetapi dia me- milih tertawa. Tersenyum dengan cara yang sungguh aneh. Cukup lama sampai memejam kemudian. Kini.” Dua laki-laki menjadi siluet berlatar belakang langit sore yang oranye. Surat Bahira Menjelang petang di Kota Cahaya. Senyum yang tidak gembira.” “Berarti sia-sia apa yang kujalani selama bertahun-tahun ini.blogspot. Lelaki kedua berdiri dengan kepala mendongak. tampaklah tatapan yang memancar- kan keteguhan. peng- . dia telah wafat?” “Belum lama. Mungkin sekali seumur hidupnya. dan kematangan. Putus asa. “ J adi. Lelaki pertama melipat kaki dengan tatapan me- mancang bumi. 632 Masehi. Pandang- annya menuju langit. Seolah-olah. Sebab. Dia sedang tidak bahagia. dia sungguh seorang pemuda yang senantiasa ceria.com 2. Aku bahkan rasanya masih tidak per- caya. Ketika matanya terbuka. ketabahan. Lelaki muda yang tengah tidak bahagia. http://ebook-keren. Orang lain merasa cukup dengan tersenyum. Ujung- ujung rambut sebahunya berkali-kali diayun angin gurun.

bertahun di- kunyah waktu. Aku beruntung menemukannya. “Engkau masih menyimpan surat Pendeta Bahira?” “Akan kujaga dengan nyawaku.” Dua lelaki itu berbincang dalam kedukaan yang tengah menyuram- kan wajah Madinah. kurasa.” “Tapi Waraqah sudah mewujudkan keinginan Bahira. Tidak pernah terkirim. bukan?” . “Aku pernah menceritakan kepadamu tentang Waraqah. “Segala kisah yang melahir- kan sebuah peradaban besar. Kegersangan yang tak tertandingi oleh bagian bumi mana pun. sedikit mendongak. Kertas kasar yang tak bisa menghindar dari kerapuhan. “Beberapa tahun ini.” “Katamu bahkan surat ini tidak sampai selesai. sang Kota Cahaya.com 8 MUHAMMAD alaman hidup menyiapkan dirinya untuk selalu siap menjawab setiap pertanyaan. Sesuatu yang akan terus ditulis hingga ribuan tahun ke depan. Udara seperti api yang meringkus kulit ari. http://ebook-keren. “Tidak pernah selesai. “Engkau berutang seluruh peristiwa itu kepadaku.” lelaki pertama memperlakukan gulungan kertas itu dengan hati-hati. Banyak yang telah terjadi. “surat yang tidak pernah sampai kepada seseorang yang dia tuju.” “Begitu rupa?” “Engkau menghilang delapan tahun lebih.blogspot. Lelaki pertama menoleh. Lelaki kedua serius memperhatikan apa yang dilakukan kawan- nya. Wilayah oase yang dilimpahi ke- segaran sementara sebagian besar tanah Arab masih terpanggang ma- tahari sepanjang tahun. Senyum itu masih ada. Dibentangkan ke atas tanah. Kawan. Dia lalu perlahan mengeluar- kan segulung kertas dari saku jubahnya. mencari wajah ka- wannya. apa saja yang sudah kulewatkan?” Se- nyumnya mengambang.” Le- laki kedua menyebut nama seseorang yang menjadi tujuan surat itu. Sang kawan membalas tatapannya. Air hanya bisa diperoleh melalui cara menyedihkan: terbawa badai gurun disertai hujan yang kemudian terkumpul di oase-oase sepanjang lautan pasir.” lirih lelaki per- tama bersuara. bukan?” Lelaki pertama menggeleng.

memakai air kencingnya untuk mencuci. Kau bisa bertanya ke- padaku. Lelaki kedua menatap batas antara langit dan bumi. menyembelih dan menyantap dagingnya yang keras. Sekian lama mengenalnya. “Tapi utangmu masih sangat ba- nyak.” Senyap beberapa lama.com SURAT BAHIRA 9 Lelaki pertama mengangguk. begitu juga sang Nabi.” “Engkau mengunjungiku sebelum Perang Badar. Menjadikannya tunggangan terbaik.” “Banyak hal yang ingin kutanyakan kepadanya.” Lelaki yang lebih muda menggerakkan kepala. menyamak kulit dan bulunya sebagai bahan pakaian. barulah kini dia . “Kau tidak akan bisa menjawabnya. Jauh dari jangkauan pandangan matanya.blogspot. Tentu belum banyak hal bisa kukatakan kepa- damu. Ketika itu. “Aku ingin memastikan. memeras su- sunya untuk diminum. Lebih teliti dibanding kapan pun.” “Aku cukup lama mendampingi sang Nabi. http://ebook-keren. Orang padang pasir paling tahu bagaimana cara memanfaatkan unta-unta mereka. apakah dia benar-benar seseorang yang kedatangannya telah diketahui secara turun-menurun oleh para pen- deta Biara Bashrah?” “Itu penting bagimu?” “Tentu saja. bahkan mengeringkan kotorannya se- bagai bahan bakar memasak. para kafilah ma- sih berkelana. Tapi sekarang tak mungkin lagi.” Lelaki kedua menatap kawannya dengan saksama. para pendatang dari Makkah baru dua atau tiga tahun mendiami kota ini. “Apa yang ingin kautanyakan jika beliau masih hidup?” Lelaki pertama menatap lagi lembaran yang ia jaga dengan nyawa- nya. Para lelaki gurun itu membawa serta kuda dan unta yang mereka bangga-banggakan.” “Apa hal terakhir yang kuceritakan kepadamu?” “Sedikit sekali. Ruzabah. Mereka mencari tumbuhan untuk makanan ternak atau berniaga ke negeri-negeri yang jauh.

Siapa dirimu sebenarnya . Bibirnya tidak pernah memajang ekspresi lain kecuali senyum yang melintang.. Elyas?” . Dia seperti menyaksikan dirinya pada wajah lelaki muda itu. Selalu ingin tahu.blogspot.com 10 MUHAMMAD menemukan sesuatu yang demikian mencolok pada diri pemuda itu. Sesuatu yang hari itu. http://ebook-keren. Wajahnya seperti selalu gembira. seolah tercerabut darinya. Kecuali kenyataan bahwa dia menge- nal pemuda itu sebagai pribadi yang banyak bicara. Setidaknya dirinya ketika masih muda. Lelaki itu seperti mengenali pemuda itu dengan cara istimewa.. dulu. Lelaki kedua menghela napas perlahan..

Semua nyata. bercakap-cakap dengannya. Surat dari Bashrah di tangan Kashva menjadi semacam per- antara “percakapan” lintas zaman itu. Lelaki muda bernama Elyas. Tetapi. dia mengunjungi Biara Bashrah dan sebuah kebetulan yang aneh mempertemukan dia dengan seorang pemuda Kristen pe- nunggu perpustakaan biara tua itu. Tahu segala hal dan meng- . Kashva mera- sakan kehadiran Bahira. Dia meninggal hampir setengah abad lalu.com 3. Padahal. kepadanya. napas serius.blogspot. http://ebook-keren. Kashva merasa benar-benar berada di Biara Bashrah pada detik beriring- an ketika Bahira didentumi kegaduhan iman. api lilin yang bergemeretak. 625 Masehi. Bagi Kashva. S ehabis hujan. Matanya seolah-olah terbeliak hingga tak satu pun gerakan sang pendeta terlewatkan. Gesekan tinta. Perisai Manusia Kuil Sistan. Persia. Mencuri waktu. Dua tahun lalu. Kashva kembali dari Suriah menyelesaikan tugas politik yang dibe- bankan Khosrou. pemuda itu memiliki otak hasil penjumlah- an dari beberapa manusia genius. Kashva memanggilnya El. Bahira telah lama kehabisan minyak kehidupannya. Dia lelaki cendekia kebanggaan Persia. penguasa Persia. pagi digantungi pelangi ketika Kashva seakan-akan berdiri di pojok Biara Bashrah sementara Bahira menyusun larik-larik suratnya.

sebagaimana seharusnya seorang sastrawan yang ilmuwan berpenampilan. Dia menikmatinya dengan kekritisan seorang cendekia sekaligus ke- pekaan seniman yang jernih rasa. dari yang tidak terlihat . setelah puluhan surat ia terima dari Bashrah. dan menarik membuat Kashva seolah hadir dalam setiap adegan yang ia ceritakan.com 12 MUHAMMAD analisisnya dengan baik. Cemerlang matanya terapit dua alis yang tersusun rapi dan rapat. Sang pemuda Kristen menyalin utuh kalimat-kalimat Bahira kepada seorang cendekia muda Makkah bernama Waraqah dalam surat yang ia kirim kepada Kashva. pemuda itu menjingkatkan pandangannya ke luar jendela kuil. Kashva membaca salinan surat Bahira dengan seluruh jiwanya. melengkung mendekati ujungnya. terbisik ayat-ayat Langit pada bibirnya. Pagi itu. ra- hib saleh yang puluhan tahun lalu menunggui Biara Bashrah. Bibirnya segaris saja. hidup. Semua pengetahuan tentang Bahira. http://ebook-keren. Setelahnya. Rambutnya ikal sebahu. Mereka datang bak senjata dan perisai. sementara tulang rahangnya nyaris mengesankan wajahnya berbentuk persegi. “Takzim kami kepada para pelindung Fravashes yang teguh. Termasuk adegan malam yang mendentum- dentum ketika Bahira meyakini kedatangan manusia yang dijanjikan Tuhan akan menjadi raja dunia. sang utusan Tuhan. Kalimat-kalimat Bahira itu tidak pernah benar-benar dibaca Waraqah karena Bahira meninggal tak lama setelah menye- lesaikan tulisannya. Wajahnya seolah tertimpa surga. merenung. “Siapakah Fravashes?” Otak dan hatinya bekerja pada saat bersamaan. Surat yang istimewa... El bercerita kepadanya mengenai Bahira. “Dia yang memiliki . Kashva pahami dari tulisan- tulisan pemuda biara itu. laksana gerombolan elang perkasa.blogspot. yang bertarung di sisi Tuhan. Mereka datang kepadanya. melindunginya dari belakang dan dari depan. Hidungnya kukuh. seolah pernah sengaja dia bentuk agar berkomposisi sempurna. Kashva membaca lagi surat pertama yang ia terima.. Kemudian. Caranya berkisah sungguh runut. Kata-kata Zardusht.” Terdiam lalu mengobrol dengan diri sendiri.

Jiwanya begitu murni dan terjaga. kuberi tahu dirimu kabar gembira ini agar engkau menjadi saksi kelak ketika Namus itu datang. Alangkah bahagianya jika aku bersamanya tatkala dia terusir dari kaumnya. apakah orang yang sama? Dia yang datang untuk semua manu- sia dan semua agama?” Lelaki muda itu mulai menyadari. Aku sudah terlalu tua dan kupikir saat sang Himada telah siap melakukan tugasnya. Kashva kemudian perlahan membacanya. ”Fravashes . Waraqah. se- perti para nabi Tuhan sebelumnya. aku sungguh-sungguh iri kepadamu. Rahasiakanlah ini. Segala pada dirinya sungguh-sungguh terpuji. Engkau akan menjadi saksi yang menguatkan dan aku sungguh iri kepadamu. Nabi ini. Namanya berarti Yang Terpuji dan dia lahir dari kalangan sauda- ramu. Alangkah berun- tungnya dirimu yang masih muda dan bercahaya. Penderitaan manusia telah sampai ke ujungnya. ada sebuah rencana besar yang sedang berjalan dan dia tidak ingin berada di luar lingkaran. Akan bertumbuh di kotamu yang terpandang.com PERISAI MANUSIA 13 para pelindung yang menjadi perisai manusia—melindunginya dari segala bahaya. aku sudah tiada.” Mengempas napas dia lalu kembali berbisik. Ketika ketetapan Tuhan berlaku kepada sang utusan yang mulia. Maka. Tapi setidaknya Tuhan berbaik hati karena aku pernah melihatnya. Waraqah saudaraku. Tuhan menyempurnakan kepribadiannya. Himada telah datang dan engkau sungguh terpilih karena akan menyaksikan bagaimana oleh Tuhan dia disempur- nakan. . Hima- da. Dia benar-benar telah datang. akan dimusuhi oleh orang-orang- nya sendiri. Hari ini aku membuktikan kebenaran nubuat yang kita bin- cangkan bertahun-tahun belakangan. seorang manusia pilihan Tuhan. http://ebook-keren. sebab Tuhan mengawal rencananya dengan rahasia-rahasia.blogspot... Rahasiakanlah ini sampai waktunya tiba. Memperhatikan lagi lembaran surat Bahira di tangannya.

si pembantai orang- orang Muslim. dia akan segera sampai di kotamu.blogspot.. Oleh ketakutan kehilangan engkau. Maka rahasiakan- lah ini.. tangisan sengsara para pasukan Muslim? Menyayat dalam keputusasaan yang kronis. juga oleh penyesalan karena tak menghiraukan perintahmu untuk tidak terlena terhadap kemenangan sementara. jangan coba ikut-ikutan. dan Sa’ib. Jika kalian melihat kami terbunuh. bertahanlah dan jangan tinggalkan tempat ini.” Engkau kemudian memilih para pemanah terbaik yang engkau miliki: Zaid. tetapi jagalah dia dalam kerahasiaan. Apakah engkau mendengar jeritan Ibn Qami’ah yang ditimpali teriakan nama ‘Uzza dan Hubal2? Bersahut-sahutan. http://ebook-keren. jangan berusaha un- tuk memberikan pertolongan. wahai Lelaki Al-Amin1. sepupunya dari Zuhrah. Dia membencimu karena engkau yang lahir dan tumbuh di antara debu Makkah bersikeras ingin mengubah cara penyembahan nenek moyang orang Arab. Jika kalian melihat di antara kita merampas harta musuh. ketika pasukan Quraisy ter- empas mundur. Bagaimanapun gencarnya serangan. yang yakin telah mengakhiri riwayatmu. bukankah telah jelas perin- tahmu sebelum pertempuran dimulai? “Hujanilah pasukan berkuda musuh yang hendak menyerang kami dengan panah-panah kalian! Jangan biarkan mereka menyerbu kami dari belakang. pada laju menit yang hampir bersamaan. Gempita teriakan kemenangan Ibn Qami’ah. Aku sungguh-sungguh menitipkan urusan ini kepadamu . Wahai yang Lembut Tutur Katanya. Lembah Uhud terbelah oleh dua gemuruh yang berimpit- an. putra ‘Utsman . Apa yang manusia rasakan jika matahari dicampakkan dari tempat ia kali pertama diciptakan? “Muhammad sudah mati! Muhammad sudah mati!” Hari itu. me- mantul-mantul di dinding-dinding Gunung Uhud.com 14 MUHAMMAD Saudaraku. menggema. Sa‘id.. Terdengarkah juga olehmu. e Lembah Uhud.

com PERISAI MANUSIA 15 bin Mazh‘un. ketika kemenangan tinggal sejenak meluncur ke dalam genggaman. Sekarang. Kilatan amarah men- jilati tatapannya menyaksikan dua orang yang dia kenal duduk lunglai di atas tanah. Kondisi yang dimanfaatkan dengan taktis oleh pasukan Quraisy. Mereka berpikir engkau telah terbunuh. Ambruk bersama semangat mereka yang melapuk. Ibn Qami’ah mengklaim pedangnya telah meng- akhiri riwayatmu. Bagaimana rasa batinmu ketika pedang-pedang para pejuang Muslim tak lagi berkelebatan? Berjatuhan ke tanah. Dia Anas putra Nadhr. Seolah kejantanan telah tercerai-berai dari nadi mereka. Tercerai-berainya keluarga. “Apa yang kalian lakukan? Mengapa kalian duduk di sini. petarung Quraisy yang cerdik dan berani. Mereka berebut barang rampasan perang. Gelap yang akan berumur selamanya. memimpin serangan balik. Rasanya semua kepedihan itu menjadi sia-sia belaka ke- tika engkau terbunuh begitu saja. Sorot matanya elang. kejerihan. Tidak tersisa jejak kemenangan di Perang Badar. Keberpihakan Tuhan sudah sampai pada batasnya. Puluhan nyawa ditebas oleh sen- jata lawan. seharusnya tidak ada seorang pun yang me- langgar perintahmu. dan se- buah rencana untuk melarikan diri. Oh. Visi besar untuk membumikan takdir Tuhan terpenggal di tengah jalan. Beginilah jadinya. Tidak ada lagi sang Pangli- ma. Hijrah dari Makkah yang menyakitkan. Bercak merah di beberapa bagian pinggirnya. . http://ebook-keren. sahabat. dunia! Tidak ada lagi Muhammad. Tidak ada masa depan cemerlang. Hancur pertahanan pasukan Muslim. Selesai semua.blogspot. pasukan panah meninggalkan posisinya. Tampak per- cuma semua yang dicapai hingga hari itu. Di tangannya masih tergenggam pedang panjang. Khalid bin Al-Walid. Sinar mata keduanya mencitrakan kepengecutan. semen- tara pertempuran belum selesai?” Siapakah dia? Sesosok laki-laki berdiri dengan wibawa seorang pahlawan. jenggot panjangnya bagai belukar. Kenyataannya. Sungguh. sanak kerabat ka- rena agama. wahai Lelaki Pilihan Tuhan. Seolah bumi kehilangan matahari.

. perisai besi terangkat sesekali. “Lalu apa yang akan kalian lakukan jika beliau wafat?” Tidak ada jawaban. Dia menghambur kepada kematian de- ngan senyum kehidupan. Kain jubah dan penutup ke- palanya telah koyak dan semakin terkoyak.com 16 MUHAMMAD “Rasulullah telah wafat.. Kali ini setengah berlari. mencolok di antara sebarisan lelaki yang menjadi perisai hidup mengelilingi engkau: sang Pangli- ma yang membawa kabar gembira. Jubahnya berkibaran. http://ebook-keren. Orang-orang Quraisy menyongsong kedatangan Anas dengan keyakinan akan kemenangan. Anas menderapkan lagi langkahnya. Tangan Ummu Sulaim bergantian mengayun pedang dan meluncurkan anak panah. tidak pula menunggu reaksi dari kedua orang yang didekap rasa takut alang-kepalang.blogspot.. Pedangnya berkelebat. Memburu orang-orang Quraisy yang sedang dibanjiri euforia kemenangan. serbannya melambai-lambai. e Beberapa menit sebelumnya . Bukankah dua perempuan itu seperti penghuni langit? Tubuh mereka seolah bersayap. Raga keduanya seperti disusupi kekuatan yang tidak bisa dinalar. dia tidak muda lagi. Dua anaknya bahkan telah sampai usia untuk mengangkat senjata di Perang Uhud. “Surga! Aku mencium sur- ga datang dari arah Uhud!” Teriakan Anas selantang langkah kakinya. Ummu Sulaim. perempuan lainnya. Nusaibah. Lelaki itu tersungkur tanpa merasa kehilangan nyawa. sebanyak-banyaknya mencari korban. Pancaran matanya . Dia meng- ayunkan pedang dengan kekuatan yang asalnya seolah tersembunyi dalam tubuh femininnya. meskipun beliau su- dah tiada!” Tidak menunggu jawaban.” jawab salah seorang dari kedua orang tadi. ketika pedang lawan menerjang. “Tetaplah berjuang sampai mati. Delapan puluh tusukan lawan dan teriakan-teriakan cercaan menghentikan kepahlawanan Anas. Memang Anas tidak sedang menunggu se- buah jawaban. Di tangan satunya. Keyakinannya akan surga membuat kematiannya tak berarti apa-apa.

Tetesan darah para pemuda itu justru menjadi percik api baru di ujung pedang Nusaibah. Perempuan itu sepertinya sudah ke- hilangan rasa sakit.blogspot. atau menyorongkan tombaknya ke arahmu. Nusaibah dan Ummu Sulaim seperti dua titik putih di antara ba- yangan hitam. dan sinar keperakan pedang Thalhah berkelindan. meluncurkan panahnya. Bulu-bulu putih jubah ‘Ali. mengusir setiap bahaya yang mengancam jiwamu.com PERISAI MANUSIA 17 tak tersentuh rasa jerih atau jenuh. kecuali satu di antaranya yang terluka parah. “Tidak akan kubiarkan kalian mengotori kesucian Rasulullah!” teriakan Nusaibah seperti bunyi terompet perang. Pemandangan itu meledakkan semangat Nu- saibah ke puncak perjuangan. Sabetan pedang berulang di punggung dan tangannya tidak membuatnya berhenti. Nusaibah mengetahui. Engkau tidaklah mematung dan menunggu tak- dir menentukan hidupmu. Para sahabat utama: ‘Ali. ser- ban merah Abu Dujanah. Merah mengubah warna kain yang ia kenakan. Meski kondisinya tidak lebih baik dibanding Nusaibah yang mulai berdarah-darah. dan Abu Dujanah mun- dur dari garis depan untuk bergerak mendekati posisimu. Lima pemuda Anshar3 tumbang satu per satu. Menggetarkan lawan yang datang bergantian. Bersama Ummu Sulaim dan beberapa orang lain termasuk anaknya. serban kuning Zubair. tak jauh dari garis terakhir pertahananmu. Keduanya mengelilingi engkau. Zubair. Seperti tidak ada celah supaya lawan bisa menusukkan pedangnya. Bayangan mereka berkelebat seperti kombinasi warna yang menciptakan gelom- bang kematian. Matahari bagi planet-planet yang mengelilinginya. saking mencoloknya mereka oleh keperempuanannya dalam perisai manusia itu. mereka seketika mati. Thalhah. Nusaibah terus bergerak seolah mendapat tenaga dari matahari. Seolah kulit arinya telah tiada. Engkau memberi perintah-perintah kepada . Tidak ada habisnya. berselang-seling dengan teriakan lawan ketika nyawa mereka tercekik di tenggorokan. Wajahnya licin oleh keringat. http://ebook-keren. Napasnya pun sepeng- gal-sepenggal. ia menamengimu seolah seribu orang menjaga seorang raja. Engkaulah pusat perisai manusia itu. menantu tercintamu.

ketika engkau menyebut namanya. Sekuat yang dia bisa. keseharian yang penuh gerak. Topi baja melindungi kepala. engkau mampu mengeluarkan sesuatu yang tidak bisa dijelaskan. tetapi juga bukan pendek. sang Ummu ‘Am- marah. Otot matang oleh latihan panjang. juga berbagai persiap- an perang yang mengencangkan. wahai Kekasih Tuhan? Seolah dia telah memperoleh segala kebaikan yang dia inginkan. “Mana Ummu ‘Ammarah?” teriakmu dengan suara yang jernih lagi lembut dan menenangkan. Nusaibah cepat memahami apa maksudmu. terban- tu bangun tubuhmu yang seolah dipersiapkan untuk keperluan itu. wahai Rasulullah. Bahkan dalam keadaan be- gini menjepit. Bahu lebar. Hidungmu kukuh. meski di tengah kecamuk perang. jejak perjalanan hidupmu yang lurus dan tepercaya.blogspot. mengatur metode tempur sahabat-sahabatmu. Nu- saibah melemparkan batu itu ke seorang Quraisy yang datang dengan menunggang kuda. tampak su- sunan gigimu yang sempurna—mutiara yang berjajar dengan propor- si yang benar. Wajahmu seolah memberi efek cahaya. tetapi sangat bisa dirasakan. teriakanmu lantang. Tangan kirinya mencengkeram sebongkah batu yang kerasnya menyaingi baja. Meleset. Matamu yang seputih tepung dan hitam mengilat pada bulat di tengahnya awas melihat perkembangan. Gerakanmu saat memberi komando menyebarkan wibawa. “Saya. Beberapa sahabat menyandingkan wajahmu dengan sinar purnama dan mengatakan wajahmu masih lebih cemer- lang dibanding cahaya bulan paling cemerlang. Tinggi tidak terlalu menjulang. dada terbentuk oleh latihan fisik sepanjang usia. Dia bersegera mendekatimu tanpa mengendurkan genggaman pedang- nya. Saat engkau mengeluarkan perintah. Tahukah engkau apa yang dirasakan Nusaibah. http://ebook-keren.” “Lemparkan! ” Hanya satu kata perintah dan tangan yang menunjuk ke satu arah.com 18 MUHAMMAD setiap orang yang ada di sekelilingmu dengan instruksi yang spesifik dan jitu. Batu itu mengenai mata kuda tunggang- .

dia mulai merasakan sekujur tubuhnya bereaksi terha- dap luka-luka oleh tebasan senjata lawan. “Ibumu. dan Abu Dujanah yang su- dah ada di sekelilingmu merapat untuk memeriksa kondisimu. wahai Utusan Allah! “ Menjadi sahabat Kekasih Tuhan di surga. ”Saya tidak hirau lagi apa yang menimpa saya di dunia. Kaupandangi sahabat-sahabatmu lalu meyakinkan mereka bahwa lukamu tak se- perti yang mereka khawatirkan. kekasih putrimu tercinta: Fathimah? Barangkali tergetar juga . Duhai yang lembut hatinya. Engkau terkesiap melihat pemandangan itu. Sa- tu gigi tanggal.“ Mendengar kata-katamu. jadikanlah mereka sahabatku di surga. Allah.blogspot. Nusaibah puas melihat hasil perkerjaannya meski dalam waktu bersamaan. ibumu . menan- tumu. sahabat tepercayamu. Si Quraisy terpental dari punggung kuda tanpa mampu me- nahan tunggangannya yang tak lagi terkendali. Ya. Koyak-koyak pada pakaian Nusaibah telah tertu- tup sepenuhnya oleh aliran darah.. Rembesan merah menelusup di sela jemarimu. Abu Bakar. lalu apa pentingnya semua kesakitan di dunia? Nusaibah meneruskan pertarungannya dengan senyum paling melegakan sepan- jang hidupnya. Zubair. http://ebook-keren.. Nusaibah menoleh sembari berteriak lebih kencang dibanding kapan pun. balutlah lukanya. wahai Rasul- ullah?” Engkau seorang pemimpin sejati maka engkau ingin pasukan- mu yakin bahwa engkau dalam kondisi baik-baik saja. apa yang engkau katakan kepada ‘Ali? Engkau meyakinkan keadaanmu baik-baik saja sedangkan darahmu yang suci telah menetesi bumi? “Engkau yakin tidak ada yang serius dengan lukamu. menutupi bibirmu. anak laki-laki Nusaibah yang juga tak berhenti meliukkan pedang. ayah ‘Aisyah—istri yang paling engkau cintai—menyusul kemudian. Tidakkah engkau menangkap kekhawatiran di wajah ‘Ali. Apa yang terjadi kepadamu? Apakah lemparan batu musuh mengenai wajahmu? ‘Ali sang menantu.com PERISAI MANUSIA 19 an lawan. Engkau lantas meneriaki ‘Abdullah. Perang terus berkembang ketika engkau menangkupkan tangan. Thalhah.

ketika ‘Ali dan para sahabat lain kembali membuat gelombang penghancur dengan senjata-senjata mereka? Memukul mundur orang- orang Quraisy yang bernafsu melenyapkan riwayatmu. termasuk Abu Bakar telah hilang dari pandangan. Perlahan. bertempur menerjang kaum Quraisy. sekadar agar mampu merangkak menghampiri dirimu. menopangkan berat tubuh pada kedua lengan semen- tara sekujur tubuh dipenuhi luka. bergabung dengan sahabat utama lainnya. Sepertinya. Engkau mem- . “Angkat dia! Angkat dia!” perintahmu. ‘Umar bin Khaththab. Abu Bakar. Dia kehilangan begitu banyak darah lalu perlahan kehilangan kesadaran- nya. lalu meng- angkatnya mendekatimu.” Apakah yang engkau rasakan. para penyerang pun terdesak mundur hingga tampak tubuh lima pemuda Muhajirin yang beberapa menit sebelumnya am- bruk ke tanah terbabat senjata-senjata orang Quraisy. Perintahmu terdengar juga oleh orang-orang di sekelilingmu. Sahabatmu yang lain. Engkau sapa Abu Bakar agar dia tak melupakan saudaranya itu. Sudah tidak bersisa kata-kata darinya. wahai Lelaki yang Tidak Pernah Marah. Dua orang sahabat segera mendatangi pemuda Muhajirin ini. Engkau mengetahui keadaan Thalhah begitu tak menguntungkan. Perih semacam apakah yang engkau rasakan di dadamu ketika me- nyaksikan keadaan kelima pemuda itu? Engkau lantas membisikkan sebuah doa kepada Tuhan khusus untuk kelimanya.blogspot. Berat nian rupanya. http://ebook-keren. men- dampingimu. prajurit itu berusaha menjadikanmu sebagai citra terakhir yang ia saksikan sebelum jiwanya meninggalkan tubuh. “Perhatikan sepupumu. Apakah itu geletar yang terdengar dari bibirmu? Tidak adakah orang yang membantumu? Thal- hah yang tadi pingsan siuman dengan cepat.com 20 MUHAMMAD hatimu menyaksikan keadaan sahabat-sahabatmu yang mulai terluka. Keajaiban apa ini? Ada satu di antara lima pemuda Muhajirin itu yang mampu mempertahankan napasnya. Meski nyeri di sekujur tubuh masih mendera. dia menguatkan diri: berusaha bangkit. Engkau menjulurkan kakimu sebagai pe- nyangga kepala sang prajurit. Engkau memandanginya ketika pemuda itu berusaha menegakkan tubuh. Kepalanya bergerak-gerak.

Betapa cadasnya pedang itu melukaimu. Pedang besarnya terayun se- kuat yang dia mampu. menyerempet candil topi itu. Pada urutan sebelumnya. “Mana Muhammad? Mana Muhammad?” Engkau mendengar teriakan itu? Lolongan lantang seseorang yang baru saja datang dibarengi derap kaki kuda. Namun. wahai Lelaki yang Dicintai Langit dan Bumi? Seringai Thalhah saat kehilangan beberapa jemarinya demi melin- dungimu tidak sepadan dengan kebahagiaannya karena berhasil me- ngurangi akibat hantaman pedang Ibn Qami’ah terhadapmu.” bisikmu hampir bersa- maan dengan tuntasnya napas sang prajurit. Posisimu sungguh tak menguntung- kan. Jumlah pasukan pun tinggal sisa-sisa. http://ebook-keren. “Aku tidak mau hidup selama ia masih hidup!” teriaknya lagi. Thalhah yang menyiapkan jiwanya untuk melin- dungimu seketika melompat. Sebab. Ibn Qami’ah memacu kudanya lagi. mata pedang Ibn Qami’ah nyaris menghantam topi bajamu. . Tebasan pedangnya melukai pelipismu lalu membentur keras dua bahumu. Ringkikan kuda yang ia tunggangi seperti memberi nada pada jantung majikannya. Rasanya semua sudah diperkirakan dengan tepat. ditinggal mati atau melarikan diri. Engkau kehilangan kesadaranmu dan itu membuat Ibn Qami’ah merasa telah mengakhiri hidupmu. hingga roboh tubuhmu. “Ketahuilah bahwa surga ada di bawah bayang-bayang kelebatan pedang-pedang itu. Anak panah hampir habis. Dia Ibn Qami’ah. serangan itu menghantam kepalamu demikian keras. orang Quraisy pinggiran yang telah membantai banyak Muslim.blogspot. Dia seorang lelaki Quraisy yang berhasil mendekati lokasimu sementara kekuatan Mus- lim semakin menipis. Ibn Qami’ah melihat ke semua arah dan meyakinkan diri bahwa orang yang dia cari sedang dalam kondisi pa- ling lemah untuk diserang. Memang hanya mengurangi. Terasakah olehmu. wahai Cucu ‘Abdul Muththalib.com PERISAI MANUSIA 21 berikan senyum terbaikmu. Ibn Qami’ah tidak memperhitungkan perisai hidup yang mengelilingimu. Dia menyambut pedang Ibn Qami’ah dengan tangannya. Topi baja buatan negara paling canggih pun tak akan mampu menahan hantaman pedangnya.

Sementara engkau berada dalam ketidaksadaranmu. Para sahabatmu menyambut kedatangan mereka dengan pedang terhunus.blogspot. Bagaimana jika memang demikian? Siapa lagi yang menyampaikan kata-kata Tuhan? Si- apa lagi yang akan menjadi matahari? Nusaibah nanar. para Quraisy lainnya berdatangan melimpahkan serangan. memancing kalimat sama yang diulang-ulang. http://ebook-keren. dia tahu benar saat ini bukan waktunya sedu-sedan. “Kalau begitu aku akan menemani Rasulullah!” Nusaibah menghamburi musuh dengan semangat penuh. perempuan perwira itu tidak ingin tertinggal.com 22 MUHAMMAD Ia segera meluncur kabur dengan kudanya. menolehkan lagi wajahnya ke musuh. Seolah terhampar surga di depannya. Pedang menerjang. teriakan Ibn Qami’ah melolong seperti serigala kelaparan. Beberapa detik kemu- dian. Dia mengeratkan pegangan tangannya ke gagang pedang. Rasulullah telah pergi? Tidak mungkin! Napas Nusaibah menderu. Angkat pedang. “Syahid! Syahid!” . Nusaibah. Dadanya serasa hen- dak meledak. Meski pikir- annya terpecah oleh kekhawatiran akan kondisimu. Pandangannya menajam. mati-hidup urus- an Tuhan. Jantungnya serasa tertekan begitu hebat. “Muhammad sudah mati! Muhammad su- dah mati!” Nusaibah nyaris menghentikan langkahnya.

Imajinasi- nya menyentuh langit. tangan satunya menempel di dada.blogspot. http://ebook-keren. Tangan kanannya lurus ke samping. Bukan hanya karena dipercaya oleh Raja Persia untuk mengelola Kuil Gunung Sistan. Kata-katanya membuai penuh keseriusan makna.com 4. melainkan juga karena dia seorang sastrawan yang dicintai. diamini oleh rakyat jelata. Persia. Sang Pe- mindai Surga. Kisah-kisah yang ia tulis seperti memindahkan surga ke lem- baran-lembaran kitab. membaca kabar dari surga. Hatinya lembut oleh kasih. Persepolis. Julukan indah dihadiahkan kepada sang pemuda oleh para cendekia. demikan ia dikenal dan dikenang. tetapi sikapnya kadang sekeras logam yang paling keras. M emamerkan penghayatan kepasrahan total. menjadi kisah yang mengembara sendirian. tetapi tidak hatinya. Kashva menundukkan kepalanya sekaligus badannya. Sang Pemindai Surga Bangsal Apadana. wujud dedikasinya sebagai ahli mengamati bintang. Laki-laki di ujung usia dua puluhan itu memiliki jiwa sebebas burung-burung. Nama Kashva masyhur ke pelosok Persia dan menembus negeri-negeri jauh. Apa yang dia tulis kemudian diulang lewat lisan. . meninggalkan penciptanya. sapuan tintanya sedalam palung samu- dra.

api unggun. “Hamba insan baru dari bayangan Ahuramazda. janggutnya licin mengilat. dan kini melirik Konstantinopel. penguasa Persia yang agung duduk di singgasana emas dengan dagu tertopang tangan kanan dengan sempurna. Tatapan matanya meringkus Kashva dengan kewibawaan yang penuh. dan api pelita memancarkan sukacita Mithra anak Ahuramazda. Ritual indah dengan latar belakang hamparan hutan membentang hingga ke kaki perbukitan tanah kemerahan di batas- batas horizon. Ketika kekuasaan Persia masih membentang jauh. Rambut ikalnya menyentuh bahu. Levania. menembus hati orang-orang pedesaan. apalagi bersi- tatap dengan sang raja.blogspot. Jubahnya mengger- lapkan kecemerlangan segala batu mulia. Bangsal yang dihubungkan oleh Gerbang Semua Bangsa menuju dua tangga pemujaan. perayaan musim bunga yang dira- yakan rata di pelosok Persia. Ritual tanya jawab yang lestari sejak zaman Darius mendirikan Persepolis. Gurita militernya pun mulai menganek- sasi Mesir. Sebagai ahli waris Dinasti Sassania. Di rumah-rumah penduduk. memeriahkan perbin- cangan manusia-manusia di pusat keramaian peradaban. nyala li- lin. Kumisnya melintang. sang raja me- natap asap dan cahaya-cahaya di rumah-rumah rakyatnya dari keting- gian. tongkat upacara. Naeruza adalah waktu bagi manu- sia untuk merayakan kemenangan Mithra atas kegelapan yang dirajai Agro Maynu. Tepat di Bangsal Apadana. Ini sekadar formalitas saja. dia menganggap dirinya sebagai penerus Dari- us dan Cyrus yang legendaris. bergerilya menelusup hutan paling pe- rawan.com 24 MUHAMMAD Berlayar menyeberangi lautan.” Kashva menjawab tanpa mendongakkan kepalanya. Di singgasananya yang berada di puncak Persepolis. Anatolia. Sekarang waktunya Naeruza. http://ebook-keren. Tangan kirinya menggenggam skaptara. raja semesta alam. “Siapakah Tuan di balik ini?” Suara Khosrou. Gerbang itu dijaga oleh dua arca kuda berkepala mamut dengan janggut berombak. musim semi menjadi waktu berkumpulnya perwakilan dan duta besar negeri-ne- . salah satu mahakarya arsitektur ter- luas di dunia. Diulang setiap musim semi tiba. iblis yang diciptakan Ahura untuk menggoda manusia.

Membawa kabar-kabar gembira dari Su- ngai Danube yang besar. Berdiri di Bangsal Apadana masih menghadirkan sebuah perasaan akbar. taman-taman yang dibangun untuk menyaingi surga. dan Sungai Indus nan eksotis. Mahkotanya berkilau. sur- ga. Eropa. Raja India mempersem- bahkan senjata dan bagal. Sebuah wahana yang menyejarah terletak di lipatan vertikal Kuh-e Rahmat: Gunung Pengampunan. Perwakilan Yunani mengusung emas dan berbagai hadiah. Utusan Mesir membawa kereta kuda penuh bahan persembahan. Dari Babilonia dikirim kerbau yang meng- angkut kain bordir kualitas terbaik di dunia. tanpa penghalang. menikmati se- tiap kata yang umurnya berlipat lebih tua dibanding usia sang raja.com SANG PEMINDAI SURGA 25 geri jauh. Dinding-dinding menjadi hidup oleh relief bunga teratai dan bu- nga matahari yang melambangkan kesuburan. tanpa rasa takut. Menopang Istana Seratus Pilar. Sungai Nil yang abadi. Dibangun persis di jantung Persia. duta Libia menghadiahkan antelop. Rahang kukuhnya terangkat. istana tempat tinggal para istri dan putri. Gading-gading indah datang dari Abyssinia. kebaikan bagi manusia. Dibangun oleh Darius yang Agung. http://ebook-keren. bertemu di Persepolis untuk meng- hormati Raja Diraja Darius. Kejayaan itu belum sepenuhnya sirna.” “Mengapakah Tuan turun?” Khosrou yang agung meneruskan pertanyaannya. Menjulang dengan pilar-pilar luar biasa megah. Dari Asia. Laut Aegea Biru yang damai.blogspot. Setidaknya Persepolis ma- sih tegak seperti sebuah teriakan lantang panglima perang. Penguasa Arab membawa unta-unta terbaik yang mengangkut rem- pah dan kayu wangi. Tanpa dinding yang mengepung. yang telah menciptakan bumi ini. pusat keramaian musim dingin. Mengenakan . Tatapan matanya kini menggerus para tamu yang siap berpesta. Afrika. Di antara Ecbatana—ibu kota musim panas—dan Susa. dan gudang penyimpanan kekayaan raja. pemimpin Afghan membawa hadiah domba dan gulungan kain indah dan berkualitas tinggi. Tertulis pada salah satu permukaan dinding putih itu sebuah prasasti yang dibuat 500 tahun sebelum Masehi: “Ahuramazda. Dua alisnya yang seperti tumpukan jerami berwarna hitam nyaris bertemu.

terbukalah hati dan terbitlah terang. persembahan dari seorang warga negara istimewa selayaknya juga tidak biasa. Kashva sendiri betul-betul istimewa. menegakkan dadanya. Kashva mengangkat wajahnya.com 26 MUHAMMAD jubah-jubah mahal aneka warna mencolok. tata usaha. Oleh karena itu. Kashva dibiarkan memiliki identitas ganda. Tentu apa pun yang dihadiahkan Kashva se- layaknya berupa hadiah yang istimewa. rakyat biasa. menembus hati pembacanya setajam ujung pedang. Dianggap pantas untuk mewakili semua orang yang terundang ke Persepolis. menunggu sampai ritual tanya jawab raja dengan ilmuwan kebanggaan istana sekaligus sastrawan kecintaan bangsa Persia: Kashva.” Kashva nyaris meneriakkan jawabannya yang terakhir. Sang Raja menerima persembahan Kashva. Seluruh persembahan para terundang akan mereka antar sendiri ke Istana Seratus Pilar dikawal remang penerangan obor-obor istana . Dia memulai hitungan mundurnya sampai momentum berakhirnya ri- tus tanya jawab yang baginya tak lebih dari sekadar basa-basi.blogspot. Dia tidak mengenakan pakaian yang sepadan dengan keagungan upacara petang itu. Ditegar- tegarkan. sang pemberi hadiah terpilih tahun ini. Mereka berdiri dengan ke- tundukan total di Bangsal Apadana. “Hamba datang karena merindukan cahaya Arymahra merasuk diri Baginda Mulia Raya. Jubah warna tanah yang juga ia kenakan saat mengamati bintang-bintang atau ketika menulis larik-larik kalimat dalam kitab- kitabnya yang bersastra. “Kabar Ahura penghapus kegelapan dan kekejian. Sama dengan setiap persembahan yang di- hadiahkan oleh para tamu di upacara musim semi bunga hari itu. Kemudian dengan takzim ia sorongkan kotak persegi berisi sesuatu yang seharusnya berharga. militer.” Sang pemuda menjawab lagi pertanyaan sang raja. “Apakah yang Tuan bawa?” pertanyaan terakhir sang Raja. mengusir jauh-jauh ragu dan rasa takut yang merayapi nyali. Ilmuwan sekaligus sastrawan. http://ebook-keren. Itu cara paling efektif untuk menetralisasi keguncangan da- danya. Kali ini. Sementara Raja mengelompokkan rakyatnya dalam berba- gai golongan pekerjaan seperti pendeta.

tetapi pe- solek ulung membantu sang raja untuk mengeluarkan lembaran papirus dari kotak kayu yang kemudian dia ambil dari tangan majikan agung- nya. Seakan ada ribuan orang melindungi satu manusia. Seorang yang terlihat renta. Semua bergantung pada reaksi sang Raja terhadap persembahannya. Namun. Di luar itu semua.com SANG PEMINDAI SURGA 27 dan aroma dupa wangi yang mengawini udara. dari semua penyebar kebatilan yang ingin mence- lakainya. tentu ekspektasi siapa pun tidak akan berlebihan. Jika yang memberikannya bukan sang Pemindai Surga. laksana gerom- bolan elang perkasa. Khosrou mengilat- kan pandangannya sekilas ke Kashva. persem- bahan yang terpilih akan dibuka oleh Raja di hadapan para hadirin.. Semakin berpendar laksa- na bintang paling cemerlang atau justru tersaruk dalam kenistaan pa- ling menyedihkan. Lelaki tua itu berpakaian sutra yang tampak berlebih-lebihan. lembar- an kaligrafi itu sepenuhnya ada di tangan Raja. setiap mata yang menyak- sikan detik-detik itu masih berharap ada sesuatu yang tidak biasa di dalamnya. dari iblis varenya betina. Apa yang meratai wajah keriputnya pun tak kalah berlebihan.. dan dari iblis yang menginginkannya musnah: Agra Mainyu. Kotak kayu itu dibuka. Selembar kaligrafi! “Tumpukan jerami hitam” di atas kedua mata Khosrou kembali nyaris bertaut. Sesuatu yang paling tidak bernilai seni tinggi sebagaimana Kashva dipahami sebagai seorang pekerja seni selama ini. Celak tebal. Tidak ada sesuatu yang menjanjikan dari kotak sederhana yang bahkan tidak dipelitur dengan baik itu. Sementara. gerakannya tulus dan sigap. melin- dunginya dari belakang dan dari depan. dan pemerah bibir aneh dan tidak sinkron dengan tulang wajah- nya yang mirip patung kayu. Dia seorang khatra4 istimewa. “Takzim kami kepada para pelindung Fravashes yang teguh. sehingga tidak . Mereka datang bak senjata dan perisai. Reaksi sang Raja akan menjadi ukuran apakah persembahan itu diteri- ma dengan suka cita atau kemarahan yang mahadaya. mereka datang kepadanya. dari yang tidak terlihat. Sekejap. yang bertarung di sisi Tuhan . sebelum mengeja kata per kata dalam lembaran kaligrafi itu keras-keras. http://ebook-keren. Persembahan Kashva akan menentukan masa depannya.blogspot. bedak.

Tapi selain engkau menulisnya dengan kaligrafi yang indah. Dia paham benar ada yang dipertaruhkan sebagai konsekuensi apa yang akan dia katakan: nyawanya. Kashva.com 28 MUHAMMAD ada pedang yang terhunus. Tampaknya engkau harus menerangkan sebuah teori baru mengenai nubuat Astvat-ereta. Pengikutnya akan menaklukkan Persia. Butuh beberapa detik untuk memastikan hatinya. Semua orang. melainkan isi dari bacaan tadi pun demikian mengusik keingintahuan. merun- tuhkan berhala. panah yang meluncur. Matanya menyipit waspada. kecuali Kashva dan sang Raja.” Dagu sang raja terangkat angkuh. Sebagai ganti ketundukan terhadap kuil-kuil api. dan membersihkan para pengikut Zardusht dari ke- salahan mereka. lembing yang terbang. aku pikir ada yang hendak engkau sampaikan. busur. Bukan hanya karena seorang penguasa agung yang membacakan kalimat suci itu.” “Dia telah datang. “Dasatir7 mengatakan akan datang seorang utusan Tuhan yang perkasa dari negeri yang jauh. maupun batu yang dilempar bisa mence- lakainya. Khosrou sudah yakin Kashva sedang menanti sebuah pertanya- an. berdirinya menegak. wahai Pemindai Surga. gada yang diayun. “siapa Fravashes? Setidaknya siapa Fravashes menu- rutmu?” Kashva mengangkat wajahnya secara penuh. Napas serasa berhenti di tenggorokan. tidak ada satu orang pun di antara puluhan tamu dan para petinggi kerajaan yang tak merasakan dada- nya seketika menjadi sempit.blogspot.” Semua orang terdiam.” ditahannya sesaat kata-katanya yang berdaya hantam. Baginda. “Aku sudah lama tidak membaca Zend Avesta5. Tidak ada jalan pulang. “Kita semua memahami dan percaya terhadap ramalan Zardusht.” Oleh kalimat terakhir Kashva. Dia membiarkan pemuda kebanggaan Persia itu bersitatap dengan- nya. rakyat Persia akan menghadapkan wajahnya ke rumah suci yang dibangun oleh Sahabat . ini bukan sebuah putusan yang akan dia sesali seumur hidup. menumpas iblis. http://ebook-keren. Astvat-ereta sudah hadir di dunia. “Nabi yang dijanjikan. Astvat-ereta yang akan melindungi iman umat Zardusht6.

” Sang Raja tercekat. Penyebutan ayat Dasatir yang seolah melemahkan kedigdayaan Persia mulai memantik sumbu kemurka- annya. Mencampakkan perjanjian api dengan Tuhan. Kashva mulai merasakan ada yang merosot pada kepercayaan dirinya. “Bangsa Persia sudah tidak lagi menghi- raukan ajaran suci Zardusht. tempat-tempat suci kaum Zardusht. Madyan. Bangsa ini menuju sebuah keadaan remah-remah se- buah kaum. Bukankah sudah waktunya kita kembali ke ajaran murni Zardusht agar Ahura benar-benar meng- hapus kegelapan dan kekejian. jauh di luar Persia menyempur- nakan nubuat itu. Tus. Kitab-kitab suci kita pun perlahan menjadi remah-remah sebuah agama. “Nabi baru itu dan para pengikutnya akan menaklukkan Persia. menunggu reaksi se- mentara jantungnya berdegup lebih kencang dibanding kapan pun. Konfirmasi yang tidak ingin ia percayai. Seolah ada irama cepat mengalir dari kepala. Tatapannya berkata-kata lebih banyak diban- ding lidahnya. sehingga terbukalah hati dan terbitlah terang?” Sang Raja masih enggan berbicara. Mati seketika.com SANG PEMINDAI SURGA 29 Tuhan. Kashva memahami ketercekatan Khosrou sebagai momentum- nya. “Saat ini seorang yang mulia. Tubuhnya yang mulia seolah berusaha menguapkan aura api dari dalam dirinya. empat belas berandanya runtuh. wahai Raja yang Mulia. Diam untuk ber- . Ti- dak ada sepenggal kata pun ke luar dari mulut sang Penguasa Persia. Bakh. Terjun bebas mengosongkan otaknya.” Kashva menjeda kalimat panjangnya. Ada yang tertahan begitu menggemuruhkan dada. dan wilayah sekelilingnya. bercerita kisah-kisah penuh mukjizat. wahai Pemuda Cemerlang?” Mu- lai menegas kata-kata sang Raja.” “Apa yang ingin engkau katakan. Api Persia yang tidak pernah padam selama seribu tahun seperti tertimpa badai.blogspot. keti- ka suatu malam istananya hancur. Peristiwa tak terjemahkan yang detik ini seperti mendapat konfirmasi. Baginda. Ber- kelindan kisah menggetarkan hampir setengah abad sebelumnya. Nabi perkasa ini adalah seorang manusia yang jernih bertutur. Tapi ada kekuatan lain yang menyuruhnya untuk tidak berhenti di situ. http://ebook-keren.

Kashva merasakan angin dingin meringkusnya dengan cara yang paling menyakitkan. Kata- kata seorang raja yang agung dan berkuasa. Lalu. Tangannya mengayun. Dia bekerja keras agar tetap tenang dan elegan. kecemerlang- an otakmu.” sang Raja berdiri setegak tiang Persepolis. Mencerna dengan baik.” Setiap jantung yang berdetak menjelang malam itu seolah ketakutan. sehingga merah darahmu mengotori lantai putihku. Mulai menghitung kemungkinan. aku masih mengasihi usia mudamu. Namun.” Ada yang mengkristal di benak Kashva seketika. “Kutitahkan engkau kembali ke Kuil Gunung Sistan untuk meng- hakimi dirimu sendiri.com 30 MUHAMMAD pikir. tak tentu. Tidak setitik tinta pun boleh kaugunakan se- belum jernih pikiranmu. Tidak ada yang ia sesali dari semua kata-katanya. tetapi ada yang dia rasa telah keluar dari perkiraan. Sebelum dia melaksanakan ren- cananya pun.” Kashva memasrahkan nyawanya.blogspot. dia sudah mengikhlaskan nasibnya. “Khosrou yang mulia raya berkenan meninggalkan tempat upacara. Aku harus me- ninggalkan Persia! . agar keluar kata-kata yang baik. Ketika Khosrou mengibaskan jubahnya lalu meninggalkan singgasananya dengan kemarahan yang tidak pernah semeluap itu selama dia bertakhta. Mendegup dengan ritme yang tak biasa. merendahkan kekuasaan penerus Darius?” Kashva beku di tempatnya berdiri.” terbit juga apa yang ditunggu orang-orang. sesuatu yang buruk akan terjadi. menunjuki Kashva dengan emosi. “Kashva. Tatapannya bergoyang-goyang. Tuan-Tuan harap berdiri. Sang Khosrou berkata-kata. “Seharusnya kuminta algojoku memenggal ke- palamu detik ini juga. http://ebook-keren. gejolak remajamu. dan keindahan sastramu. terdengar teriakan Khastra. Renungkan kelancanganmu sampai kuampuni nyawamu secara penuh. “Seharusnya kubiarkan kepalamu menggelinding ke lantai Apa- dana. “Kau pikir di kolong langit ini ada kekuatan yang mampu mengotori tanah Persia.

Tidak ada kompromi. tahukah engkau. di otak mereka.blogspot. menafikan dewi-dewi kuno. Sekarang. sebagian pasukan Quraisy yang datang dari Makkah merasa telah menyelesaikan masalah terhebat dalam hidup mereka? Masalah itu: dirimu. engkau harus mati. menarik orang-orang muda dan kaum miskin dalam barisanmu. Singa Padang Pasir Gunung Uhud. W ahai Penghulu Para Nabi. misi penyerbuan ke Madinah . engkau mengatur strategimu yang meng- gelisahkan orang-orang Makkah. http://ebook-keren. Termasuk meletupnya Perang Badar yang membuat orang-orang Makkah tersaruk dalam ke- rugian besar. Mengaku sebagai utusan Tuhan. Engkau melakukan sesuatu yang tidak pernah ada dalam sejarah orang-orang Quraisy.com 5. Bagi para pembencimu. Sejak engkau dengan kata-katamu yang tidak pernah dusta memproklamasikan kenabianmu dan menawarkan cara hidup yang baru. Dari Madinah. ketika perang tinggal sisa-sisa. engkau menjadi target uta- ma konspirasi orang-orang Quraisy. Keberhasilanmu bermigrasi bagi mereka adalah hinaan sekaligus serangan terhadap kekuasaan di Semenanjung Arab secara keseluruhan. menjadikan Yatsrib sebagai perkampungan mereka yang baru dan menamainya Madinah. Barisan yang menggurita yang kemudian meninggalkan Makkah.

kawan lamamu yang menjadi pembencimu itu berusaha keras memper- baiki formasi. dia tidak bisa membawa jasadmu. Sebab. Ibn Qami’ah. Tidak ada.com 32 MUHAMMAD yang meledakkan perang di Uhud kali ini benar-benar berhasil. selesailah banyak masalah yang beberapa tahun terakhir mengganjal kedamaian orang-orang Quraisy Makkah: menggoyang posisi politis mereka. Ah. bukan dirimu. tetapi diam saja. mengganggu kepentingan bisnis mereka. engkau memimpin sahabat-sahabatmu untuk ber- gerak ke celah bukit dan mendaki ke dataran yang lebih tinggi. bukankah Allah menyelamatkanmu. maka bagi mereka. Abu Sufyan . Jumlah me- reka terlalu kecil. Orang-orang Quraisy berpikir kekuatan itu tidak berarti apa-apa jika dilepaskan sekalipun. ”Siapa yang melihat jasad Muhammad?” Berkali-kali dia mene- riaki orang-orang Makkah yang dipimpinnya. Semua telinga diteriaki agar merapat di belakang. Islam mati. Celakalah mereka yang menganggapmu terbunuh. dia pun ragu. tidak ada lagi ganjalan. Abu Sufyan. http://ebook-keren. dangkalnya penglihatan manusia. orang-orang Quraisy melihatnya. Tidak ada yang menjawab pertanyaan Abu Sufyan. Selain mereka hanya kehilangan sedikit orang. Jika dikejar. ke- adaan pasukan Quraisy sebetulnya tak terlalu baik. wahai Lelaki yang Tajam Ingatannya? Dikelilingi para sahabat setia. Tidak ada yang berani mengklaim telah menemukan jasadmu. engkau siuman dari tak sadarmu. dan gangguan. Mush’ab Ibn ‘Umairlah yang darah- nya dia tumpahkan. Mereka pun tak ter- kendali. Ketika engkau tiada. mati pula agama baru yang engkau bawa. kelompok kecil itu tidak akan berarti apa-apa. Di luar perhitungan orang-orang Quraisy itu. Mereka berpikir. Meski merasa telah menggenggam sebagian besar kemenangan. Setelah memastikan orang-orang Quraisy menjauh dari punggung gunung. Barisan mereka tercerai-berai alih-alih terbaris rapi. pengikutmu itu tentu akan melawan sampai mati. telah berhasil disingkirkan. Dan memang. Menghabiskan energi saja. target utama mereka: dirimu. goyangan. Tanpa dirimu. seberapa pun dia yakin telah membunuhmu.blogspot. Itulah mengapa ketika kelompok kecil Muslim Madinah bergerak ke celah bukit. Bahkan orang Islam se-Madinah pun tidak ada apa-apanya. engkau mati.

izinkan saya membersihkan wajah muliamu. http://ebook-keren. “Wahai Utusan Allah. Barangkali di benaknya tak percaya. Abu ‘Ubaidah merundukkan badannya. Matanya memerah seketika. betapa manusia yang senantiasa dibincangi Allah begini dihinakan. Kini.blogspot. tak tertahankan. Apakah engkau lihat bagaimana Abu ‘Ubaidah merasakan kehancuran total dalam dadanya? Mungkin dia merasakan derita tak tertanggulangi sa- at menatap wajah yang di matanya senantiasa memancarkan cahaya kemuliaan begitu berdarah-darah. Tercabik rasanya. “Saya akan mengeluarkan logam-logam itu dengan gigi saya. Kemenangan telah menari ke depan mata lantas lenyap begitu saja. Isak tertahan di batang tenggorokannya. apakah luka pada tubuhmu membuat bebanmu menjadi berlipat-lipat? “Wahai. Rasulullah!” Abu ‘Ubaidah memanggil engkau dengan intonasi paling takzim yang bisa ia lakukan. Abu ‘Ubaidah berjalan menghuyung mendekatimu. ya Rasul. ter- lebih oleh luka pada jiwa. Oleh luka di tubuh. Celah-celah gunung sungguh butuh kesungguhan untuk bisa didaki. melelehlah air mata. Apa seka- rang? Apakah perang masih mungkin dilanjutkan? Beberapa orang berjalan sempoyongan.com SINGA PADANG PASIR 33 pun yakin lebih dari siapa pun bahwa engkau masih hidup. terbuka. Uhud adalah kawasan pegunungan gundul. Rambut sebahumu yang tidak terlalu ikal tidak pula terlalu lurus. Engkau kemudian duduk di atas cadas dan segera dikerumuni oleh sahabat-sahabat terbaikmu. Manusia yang bahkan dimuliakan para nabi pendahulu dan para malaikat begini kesakitan. dan cadas yang tidak mudah ditaklukkan. berpikir sejenak sebelum akhirnya meminta izin untuk mendekatkan wajahnya ke wajahmu. Bukankah engkau “jembatan” langit dan bumi? Engkau mengangguk tanpa kata.” . Mendakinya dalam kondisi sehat sempur- na pun sungguh menguras tenaga. Abu ‘Ubaidah memandang wajahmu. Pecahan-pecahan logam tenggelam dalam pipimu. Wajahmu.” Nada yang keluar dari bibir Abu ‘Ubaidah tak kon- sisten dan sedikit berbisik. Bongkahan-bongkahan batu raksasa berserakan di mana-mana. Dengan tubuh gemetaran.

Malik tidak berpikir ada tindakan lain yang lebih masuk akal dibanding menelan tetesan darahmu. Dengan nada yang sopan. Barangkali baginya. menggigit bagian pecahan logam yang mencuat. Tapi kesempatan mengurangi lukamu baginya tak sebanding dengan kehilangan kecil itu. . Biar ber- campur dengan darahnya sendiri. mengeluarkannya perlahan. Setelah mencabut pecahan logam terakhir di wajahmu. Zat yang menciptakan alam semesta—sungguh tindakan yang tidak pantas. Bebe- rapa kali dia melakukan hal yang sama. jika dia menarik pecahan topi baja itu dengan cara yang kasar atau buru-buru. Malik ke- mudian menyedot darah dari luka di wajahmu. menuju puncak gunung. Darah merembes dari tempat pecahan logam itu dicabut. Mulutnya memerah. Dua kali Abu ‘Ubaidah menjeda gerakannya ketika dia merasa- kan nyeri lukamu seolah menular ke gusinya. kata-katamu adalah janji yang menenteramkan. wahai Putra ‘Abdullah? Engkau tersenyum. Lebih berseri- seri dibanding kapan pun. Dia keluar dari bongkahan batu itu lalu menghampiri rombonganmu. Wajahnya tampak begitu syok. Majulah Malik dari Khazraj. meludahkan darah seorang nabi—manusia yang senantiasa bercakap- cakap dengan Tuhan. Berulang-ulang. Cerahlah wajah Abu ‘Ubaidah dan Malik seketika. Siapakah mereka yang menyembul- kan kepalanya dari balik bongkahan cadas yang terlindung itu? Satu di antara mereka tampak begitu antusias. dia mena- warkan diri untuk menghentikan perdarahan di wajahmu. Antara ketidakpercayaan dan kegembiraan yang bukan kepa- lang. Bukankah kelompok kecil yang engkau pimpin itu seolah men- dapatkan kembali semangat mereka yang sebelumnya sempat meng- uap? Engkau dan para sahabatmu kembali bergerak ke celah-celah tebing. menguatkan orang-orang di sekelilingmu. Rupanya.blogspot. Meski niat utama mereka menyelamatkan- mu. Dia tak ingin menimpakan kesakitan tambahan kepadamu. http://ebook-keren. Abu ‘Ubaidah mundur. Dia Ka’b bin Malik. dua giginya tanggal. hingga terhentilah perdarahan di wajahmu.com 34 MUHAMMAD Abu ‘Ubaidah lantas menyorongkan wajahnya. Apakah kondisimu kini lebih baik.

Tangannya memegangi leher yang segera bersimbah darah. tak bersuara. Mereka menghunus senjata masing-masing. wahai Pem- bawa Kabar Gembira? Engkau menjawab reaksi Ka’b itu dengan suara jelas. Namun. juga oleh kesadarannya akan kebenaran peringatan nabinya. Ka’b menyetop teriakannya seketika. Engkau meminta Ka’b. wahai ayah Fathimah. “Muham- mad!” teriaknya. meminjam tombak salah seorang sahabatmu itu. Belum lagi pedang Ubai terkibas. menghentikan teriakannya atau orang- orang Quraisy akan mendengar suaranya. Tombak di tanganmu menusuk jauh lebih cepat dibanding yang ia bayangkan. Tubuhnya limbung. “Jika engkau lari. Alangkah cepat tombakmu. Ubai menarik tali kekang kudanya. Inilah Rasulullah!” Dia terus meneriakkan kalimat itu penuh sema- ngat.com SINGA PADANG PASIR 35 Apakah yang membuatnya terlihat begitu yakin lalu membalikkan badannya dengan buru-buru? “Kaum Muslimin. Apakah engkau terganggu dengan teriakan Ka’b itu. nyaris terbanting dari punggung Awd. Engkau melangkah dengan wibawa yang menyihir semua sahabatmu untuk diam di tempat. Karena suaramu yang mem- bahana. aku tak akan lari!” Ubai segera mendatangi kerumunan Muslim yang otomatis membentuk perisai melindungimu. memaksa tunggangan yang ia namai Awd itu maju beberapa langkah. Apakah engkau tahu kesadaran Ka’b datang terlambat? Teriakan Ka’b segera berubah menjadi pesan berantai. segala puji bagi Allah. memberi tanda kepada Harits bin Al-Simmah. Pedangnya mengacung siap membabatmu. penunggang kuda dari Makkah yang pernah ber- sumpah akan membunuhmu tanpa turun dari kudanya. Pedang pembencimu itu terbanting. siap me- nyerang Ubai. Tak berapa lama terdengar derap kuda yang berisik dari arah lembah. dengan cepat dia berhasil menemukan . sambung-menyambung ke seluruh bagian gunung. Engkau mengangkat tanganmu. ia merasakan irisan cepat pada le- hernya. Perintahmu begitu efektif seperti kibasan tangan mengusir kumpulan lalat. Dialah Ubai.blogspot. http://ebook-keren. Tak bergerak.

Lukanya sebetul- nya tak terlalu parah. Segera Shafwan bin Mu‘aththal dan orang-orang menurunkan Ubai dari kuda. .” kata Ubai lagi. Mentalnya terjun bebas ketika melihat ketangkasanmu menghunjamkan mata tombak. maka ia sudah membunuhku. keponakannya. Perang belum selesai. melarikan diri. Wajahnya sepucat orang yang mati mendadak.” rintih Ubai dalam kalimat yang tidak jelas. menuju perkemahan orang-orang Quraisy. Kuda Ubai berlari kencang menuruni lembah. Orang-orang saling berpandangan. Kepercayaan dirinya rontok oleh me- mori Perang Badar ketika engkau berjanji akan membunuhnya. menjauhi engkau dan pasukanmu. terputus-putus. membawanya masuk ke kemah. Serak. Shafwan bin Mu‘aththal mencoba menghentikan perdarahan di leher Ubai. Kepalanya disangga bantal.” Engkau tahu. Darah dari luka le- her Ubai merembes sudah. kesaksian Ubai cukup memastikan.com 36 MUHAMMAD keseimbangan. Ubai terlalu melebih-lebihkan. Segera dia memacu kudanya. Shafwan. menyambut kedatangan Ubai bersama-sama orang Quraisy lainnya yang sedang berkumpul di depan perkemahan. http://ebook-keren. “demi Tuhan. Mereka mungkin tersentak oleh kenyataan bahwa engkau masih hidup! Seketika wajah mereka menegang. “Muhammad telah membunuhku. Masalah terbesarnya hanyalah mental yang pecundang. “Muhammad berkata. dia akan membunuh- ku.blogspot. jika dia meludahiku. Sama juga dengan sumpahnya untuk membunuhmu. engkau ma- sih tegak berdiri. Bagaimanapun.

pamanda tercinta.com 6. http://ebook-keren. Gerbang Shafa D uhai Lelaki yang Lembut Hatinya. apakah yang terasa oleh hatimu ketika tahu alasan mengapa Harits bin Al-Simmah yang engkau perintahkan untuk mencari jasad Hamzah. Singa Padang Pasir. engkau min- ta untuk menyusul Harits. Begitu beratkah beban yang tertanggung oleh hatimu? Apakah memerah wajah dan matamu? Akankah gemetaran tanganmu? Mungkinkah suaramu keluar bercampur isak yang tertahan? “Selama hidup- ku. suami anakmu. Engkau segera menemukan jawabannya. hari ini terbujur dengan jasad yang ter- . Barangkali karena mereka tak pernah melihat keadaanmu yang sekarang. Orang yang melihat mungkin menduga sesuatu yang berat tengah dirasakan olehmu. akan kurusak muka tiga puluh mayat kaum Quraisy!” Para sahabat. aku tidak pernah marah separah yang kurasakan kali ini. orang-orang yang berada di sekitarmu tak be- rani berinisiatif apa pun. pembelamu yang gagah tak tertandingi. Jasad Hamzah ter- bujur di hadapanmu.blogspot. barulah keduanya datang kepadamu dengan mendung di wajah mereka. tak jua melapor? Ketika ‘Ali bin Abi Thalib. Jika kelak Allah memberikan kemenangan kepada kita. Hamzah.

“Jika di antara kalian memukul. Apakah yang engkau alami kemudian ketika keluar dari bibirmu kata-kata bersajak dan terdengar agung di telinga para sahabatmu? Kata-katamu itu terdengar khusyuk. Dadanya terbelah. balaslah sesuai dengan yang mereka lakukan kepadamu. tetapi sesungguhnya memberikan maaf itu jauh lebih baik bagi orang-orang yang sabar.. sewaktu engkau mulai ditentang oleh para pemuja berhala. pemersatu janji.blogspot. hati-hati. . Namun. Bapak Kebodohan. lalu mengatakan sesuatu. Engkau membatalkan sumpahmu se- belumnya lalu melarang keras setiap tindakan merusak muka mayat pada setiap peperangan berakhir. http://ebook-keren. tempat yang selalu dilalui peziarah yang melakukan ritus berja- lan cepat tujuh kali antara Bukit Shafa dan Bukit Marwah? Ketika itu datang seorang lelaki dari klan Makhzum bernama ‘Amr bin Hisyam. saha- bat. wajah Hamzah masih membayangimu? Bagaimana mungkin menghapus Hamzah? Dia seorang paman. pemuka-pemuka Quraisy. dan jelas ada bagian dalam tubuhnya yang hilang. Ingatkah engkau ketika suatu hari engkau duduk di Gerbang Shafa. Orang-orang mengenalinya dengan sebutan Abu Al-Hakam. Wajahnya juga rusak dengan organ-organ yang tidak lagi berada di tempatnya. ja- ngan memukul di bagian wajah . dan pelindung terbaik bagi dirimu..com 38 MUHAMMAD koyak-koyak.” Alangkah indah kata-kata itu.” Apakah yang engkau rasakan kini. wahai Lelaki yang Kata dan Perbuatan Tak Pernah Bertentangan? Apakah engkau sedang berusa- ha menelan kemarahanmu. Kata-kata yang diyakini berasal bukan dari bumi. “Jika kalian ingin melakukan pembalasan. menawarkan luka hatimu? Bukankah meski dengan cara apa pun. karena Tuhan menciptakan Adam dalam citra-Nya. Engkau menatapi sahabat-sahabat- mu. dan penuh perasaan. para Muslim menyebut dia dengan julukan berseberangan: Abu Jahal. peme- gang teguh janji. Apakah engkau ingat kepahlawanan Hamzah waktu awal keteguhan hatimu diuji berkali-kali? Masa-masa sulit di Makkah.

Tetap seperti itu. sepeninggalmu. tidak pula terlalu membusung. Na- manya masyhur sebagai yang terkuat. petarung nomor satu di Makkah. hingga kata-kata Abu Jahal benar-benar terkuras. Dialah Hamzah. wahai cucu ‘Abdul Muththalib ? Apakah karena eng- kau berharap suatu saat Abu Jahal menjadi pembelamu seperti yang engkau sebutkan dalam doamu? Engkau hanya menatap laki-laki itu. dari arah jauh. menderap kuda gagah yang ditunggangi oleh penunggang yang juga gagah. Lelaki di awal empat puluhan yang mencapai kematangan hidupnya. Siang itu. Lelaki itu memiliki sorot mata sebagaimana seharusnya seorang pahlawan menukikkan pandangannya. seperti kebiasaannya sepulang berburu. Ketika melintasi gerbang Shafa. Apakah yang engkau rasakan saat itu? Bukankah kini terlihat muram wajahmu? Sedihkah engkau mendengar kata-kata Abu Jahal atau oleh sebab lainnya? Engkau kemudian bangkit dan melangkah pulang.blogspot. Tanpa suara. Mereka datang untuk melakukan aktivitas mengelilingi Ka‘bah tujuh kali. . bergabung dengan orang-orang Quraisy lain yang tengah berkumpul di sebuah bangunan di samping Ka‘bah. pamanmu. Ketika itu.com GERBANG SHAFA 39 Tanpa sebuah permulaan percakapan yang baik. http://ebook-keren. Tahukah engkau. Sikap tubuhnya di atas kuda sempurna: tidak membungkuk. Rupanya. Tubuhnya seperti raksasa baik hati. Sesuatu yang juga akan di- lakukan oleh Hamzah hari itu. Dia se- orang bekas budak keluarga ‘Abdullah bin Jud’an Al-Taim. Abu Jahal me- maki-makimu dengan cacian yang menghinakan. seorang perempuan yang rumah- nya berada di sekitar tempat itu menyambut kedatangannya. di sekitar Ka‘bah terdapat lingkaran tempat para peziarah berkumpul. Bukankah belum pernah engkau mendengarkan ejekan serendah itu? Lalu mengapa engkau terdiam. Sampai laki-laki itu meninggalkanmu. dia mendatangi Ka‘bah untuk melakukan penghor- matan kepada Tuhan. tanpa kata-kata. Jubah dan bagian belakang serbannya berkibaran saling tabrak dengan angin gurun. Di punggung- nya terpanggul busur panah besar dan anak panah yang mengumpul di tabungnya.

putra saudaramu. Seketika kemarah- an meringkusnya. “Abu Jahal melihat Muhammad duduk di sini. Dia merapatkan kain penutup wajahnya saat angin mem- buat gerakan yang sedikit menyingkap bagian wajahnya. “Abu Umarah. Engkau adalah penyayang kaum miskin.blogspot. orang-orang terpinggirkan semacam perempuan itu memiliki kepeka- an kuat untuk memahami kepedihanmu. Hamzah menyerbu Abu Jahal. Apa yang dikatakan perempuan itu tentang perlakuan Abu Jahal terhadapmu sama saja sebuah injakan di kepalanya. “kemudian dia mengejek Mu- hammad dengan kata-kata kotor. diperlakukan buruk oleh Abu Jahal. Segera dia temukan Abu Jahal yang tengah ikut menggerombol bersama para Quraisy lainnya. Perempuan tadi melanjutkan kalimatnya. Tanpa memulai sebuah percakapan apa pun. lalu pergi meninggalkannya begitu saja.” seru perempuan itu sembari menghadang laju ku- da Hamzah. “Seandainya saja engkau menyaksikan bagaimana Muhammad. mendorongnya lalu menghantam- kan gagang busur panahnya ke kepala lelaki bermulut caci maki itu. Ketika engkau menderita. Setelah perempuan itu melengkapi kisahnya dengan mengatakan ke mana Abu Jahal pergi.com 40 MUHAMMAD perempuan itu melihat bagaimana Abu Jahal melecehkanmu dengan kata-kata kasarnya. merasakan kesedihanmu. Hamzah turun dari kuda dan menderapkan langkahnya menuju bangunan tempat berkumpulnya orang-orang Quraisy. dia adalah laki-laki paling pemberani di antara kaum Quraisy. “Kini aku memeluk agama Muhammad dan mendakwahkan apa yang .” Hamzah menghentikan langkah kudanya. Ia merasa tidak terima ketika menyaksikanmu di- caci maki oleh Abu Jahal dengan kata-kata yang begitu tak pantas. Hamzah memiliki hati yang memberi sebuah kese- imbangan terhadap postur tubuhnya yang kukuh dan menjulang.” Engkau tahu. yang sebelumnya me- mang sudah berjalan pelan. http://ebook-keren. Perasaannya peka dan sangat mudah tersentuh. Namun. Jika merasa diper- lakukan tak adil atau dilecehkan maka singa dalam dirinya bangkit untuk membela diri.” menunjuk satu sudut tempat engkau duduk sebelumnya.

” e Setelah menyaksikan jasad Hamzah. Apa- kah yang tersembunyi di balik dua matamu itu? Apakah itu semacam kekhawatiran yang merambat menuju puncaknya? “Cepat kuburkan Hamzah sebelum ibumu datang. mari kita bertarung satu lawan satu!” Abu Jahal tak menjawab. “Biarkan dia karena demi Tuhan. aku telah menghina Muhammad. Namun. Ummu Aiman.com GERBANG SHAFA 41 ia dakwahkan! Akankah engkau tetap menghinanya? Jika engkau mau. Tapi ini sungguh kondisi yang ber- beda. Di kepalanya berputar berbagai pertim- bangan. Shafiyyah. melawannya bukan berarti tak ada peluang untuk menang. Abu Jahal buru-buru mengangkat tangannya. dengan hinaan yang menyakitkan. Apakah engkau ber- pikir sesuatu yang dramatis. Apakah engkau sedang membayangkan keremukan hati yang akan dialami Shafiyyah. bukan saat yang te- pat untuk membuat masalah menjadi lebih panjang. melihat situasi. Selain pihak Muslim banyak yang terbunuh. para perempuan Madinah segera berangkat ke Uhud untuk me- rawat luka pasukan Muslim sekaligus mengonfirmasi kabar tentang sanak saudaranya yang pergi ke Uhud. beberapa jasadnya . http://ebook-keren. Beberapa orang dari klan Makhzum berdiri dan bersiap menye- rang Hamzah. ibu Zubair sekaligus saudara perempuan Hamzah jika menyaksikan kondisi jasad saudara laki-lakinya itu? Ketika engkau dan para sahabatmu tengah memeriksa jasad- jasad Muslimin korban perang Uhud. Pergilah kepadanya dan ajak dia kem- bali ke Madinah.” ujarmu kepada pemuda itu. bahkan boleh jadi di luar kendali bisa saja terjadi? Setelah datang kepastian pasukan Makkah telah meninggalkan Uhud. Dia meninggalkanmu untuk mencari ibunya. Dia tidak menunggu detik berikutnya berganti. dan istrimu—‘Aisyah—sedang menuju ke tempat itu.blogspot. keponakan- nya. Zubair tampaknya segera mengerti apa yang dipikirkan olehmu dan apa yang harus dia lakukan. menghadang pasukan Makkah yang akan menyerang Madinah. engkau mencari-cari Zubair. Sekuat apa pun Hamzah.

saudara perempuannya. Ia kemudian mendekati jasad ‘Abdullah bin Jahsy.blogspot. Ibu berjanji akan tetap tenang dan tabah. Tidak beda dengan Hamzah. Rombongan para perem- puan dari Madinah semakin banyak berdatangan. pakaiannya juga kuyup oleh keringat. Sembari menahan derita batin yang bertalu-talu. Tangis pecah meski diusahakan tidak berlebihan. ‘Abdullah adalah anak Umaimah. Wajahnya mengilat oleh keringat. kon- disi jasad ‘Abdullah pun begitu parah. Bukankah bagimu saja.com 42 MUHAMMAD rusak luar biasa. Sang Az-Zahra memin- tamu bersiap ketika dia membalutkan kain di beberapa bagian tu- buhmu yang masih mengeluarkan darah. Mungkinkah engkau tak bisa lepas dari kepiluan itu? Apakah itu air mata yang menggerlapi sekitar matamu? Fathimah mendekatimu seperti tengah mengalihkan kepedihanmu. hari itu menjadi sen- . “Beliau telah mendengar kabar tentang kondisi Paman Hamzah. apa pun yang dilakukan demi Allah. Bahkan wajah Fathimah yang senantiasa terlihat seindah mawar merah. Beberapa detik dia tak sanggup berkata apa-apa. “Ibu tidak mau kembali ke Madinah sekarang.” kata Zubair. Shafiyyah datang tak lama kemudian. http://ebook-keren. “Semua berasal dari Allah dan akan kembali kepada-Nya. Ibu mengatakan. Rasulullah. Insya Allah!” Apakah engkau tertegun mendengar kalimat Shafiyyah melalui lisan anak laki-lakinya yang pemberani itu.” Zubair cepat kembali menemuimu. istri ‘Ali bin Abi Thalib sekaligus putri tercintamu. Selain oleh basah darah. kondisi jasad Hamzah telah meremukkan perasaanmu? Bagaimana dengan Shafiyyah? “Ya. keponakannya. Topi baja telah ia tanggalkan sejak tadi. beliau pasti merelakannya. Terlihat di antara mereka Fathimah Az-Zahra. air mata berhamburan.” bisik Shafiyyah di samping jasad Hamzah. Shafiyyah berlalu. Jejak kebiadaban nyata di seku- jur tubuhnya yang tercabik-cabik. wahai Lelaki yang Berhati Sekukuh Karang? Terbayangkankah olehmu keteguhan hati Shafiyyah dan ketegaran jiwanya? Engkau akhirnya tak bisa menolak kedatang- annya. Kedua telapak tangannya me- nutup mulut.

blogspot. maka kumpulkan mereka dalam satu liang. Bersama yang lain. sebagian dengan cara yang keji. http://ebook-keren. Apa yang hendak engkau katakan? “Carilah ‘Amr bin Jamuh dan ‘Abdullah bin ‘Amr.” . Engkau memimpin shalat jenazah untuk Hamzah. Apakah sampai pada tahap ini. setiap satu liang lahat digunakan untuk me- ngubur dua sampai tiga jasad Muslim. Seluruhnya 72 kali shalat jenazah.com GERBANG SHAFA 43 du. Hamzah dan keponakannya. engkau masih merasakan dentum- an yang dahsyat di dadamu.” lantang engkau berbicara. Penggalian liang la- hat engkau perintahkan dilakukan pada saat yang hampir bersamaan. “Mereka di dunia adalah sahabat yang tak terpisahkan. ‘Abdullah. wahai Lelaki yang Suka Menyendiri? Mungkinkah itu karena bayangan Hamzah yang tidak pernah lelah mendukungmu kemudian engkau sandingkan dengan perlakuan mu- suh terhadap jasadnya setelah mati yang sungguh tak manusiawi? Selesai dengan Hamzah. Seolah tubuh ringkihnya seperti terayun oleh derita melihat be- gitu banyak pengikut ayahnya mati. dikuburkan dalam satu li- ang. Hari ini begitu banyak kematian. engkau lantas mengedarkan pandang- anmu. Atas sepengetahuanmu. sebelum menyalatkan seluruh pejuang yang gugur satu per satu. engkau lantas membung- kus jasad Hamzah dengan jubah. Eng- kau memerintahkan semua jasad para pahlawan Madinah diletakkan di dekat jasad Hamzah. Banyak pengikutmu gugur.

Sorak-sorai kemenangan. tahukah engkau sementara duka menyebari dadamu. Kebebasan yang seharga dengan nyawa se- seorang. nasibnya legam. Pu- . Wahsyi Perjalanan ke Makkah. Meski tanpa kematianmu. bermil-mil dari Gunung Uhud. pamandamu. serombong- an musuhmu berjalan tegak menjauh dari Uhud? Termasuk lelaki itu.blogspot. kembali ke rumah. W ahai Muhammad Al-Musthafa. Juga hati yang tadi dia iris dari tempatnya. di antara rombong- an orang Makkah yang semakin jauh meninggalkan Gunung Uhud. maka selamanya dia menjadi manusia merdeka. Tidak lagi menjadi budak tanpa hak. Hati singa. tak perlu diulang.com 7. Lelaki legam itu tersenyum dingin. wahai Lelaki Utus- an Allah. peristiwa Uhud bolehlah menjadi alasan berpesta. Sekali saja. Ia duduk penuh percaya diri di atas kudanya. hatinya pun kini mulai melegam. Seperti bentang- an permadani terbaik yang mempersilakannya untuk berlari dalam kenyamanan. Singa Padang Pasir bernama Hamzah bin ‘Abdul Muththalib. Kebebasan. Dia menunggangi kudanya dengan perasaan yang tidak terjemahkan. senandung para perempuan yang berdendang riang. Pekerjaannya sungguh sempurna. http://ebook-keren. Kulitnya legam.

pamanmu. lalu mendapat- kan kemerdekaan dari majikannya Jubair bin Muth’im. membuatnya syok beberapa jam lalu ketika dia mengunyah hati Hamzah yang ia berikan. dan semua laki-laki yang menghunus senjata dan membutuhkan motivasi dari mereka. Adegan klimaks yang dimulai oleh aksinya yang penuh kejelian dan kejituan. Ketika dia mengendap- endap di balik batu cadas sementara pertempuran pasukan Makkah dengan orang-orang Muslim Madinah terus berkecamuk. Perempuan itu. Dia bukan hanya menancapkan tombaknya yang jitu itu. Unta- unta pilihan mengangkut ribuan pasukan yang merasa menang perang. Tapi karena kontribusinya yang begitu mencolok. Para wanita yang menaiki hawdaj itu hadir dalam perang untuk membakar semangat para laki-laki Quraisy. Sesekali dia menoleh ke arah hawdaj yang dinaiki Hindun. mengeluarkan hati- nya dan memberikannya kepada Hindun binti ‘Utbah. Seandainya engkau tahu. Terbayangkankah olehmu. http://ebook-keren. Ratusan pasukan bermantel baja.blogspot. Suami. istri Abu Suf- yan—lelaki yang sangat memusuhimu. Lahir sebagai budak belian dan akan mati dalam keadaan yang sama. Wahsyi. kecuali dia melakukan sebuah revolusi. Hamzah. Membunuh Hamzah. Wahsyi merasa dirinya menjadi pusat perhatian. Hati itu seharga kemerdekaannya yang selama ini terbelenggu. dan bera- tus-ratus unta pengangkut barang. lewat tetabuhan perkusi. Di lembah Uhud dia melakukan “lompatan besar” itu. lelaki legam itu. Wahsyi mustahil melupakan detik-detik itu. ditambah per- hiasan berlian bonus dari Hindun. wahai Lelaki yang Selalu Memaafkan. Para tokohnya kehilangan nyawa. Lelaki legam itu jelas berkontribusi.com WAHSYI 45 luhan Muslim tewas. lelaki tinggi besar yang mengena- . ada di tengah barisan panjang yang bergerak melata di atas pasir gurun yang didesau angin. kekasih. sisanya pasukan berkuda. tetapi juga membelah dada Hamzah. termasuk yang ber-hawdaj8. menembus padang pasir yang tampak tak berbatas? Terik ma- tahari mengendus kepala-kepala mereka yang dibalut serban. rombongan pasukan Makkah meng- ular. Lewat nyanyian gurun. Bermenit- menit dia mencari sosok sang Singa Padang Pasir yang mengayunkan pedangnya tanpa henti. bagaimanapun. anak.

Lelaki yang dia cari ber- tarung seperti singa. Wahsyi melem- . Di kejauhan Hindun dan para wanita Makkah pimpinannya ber- nyanyi sembari terus keras-keras menabuh perkusi: Majulah. Hamzah benar-benar bernilai beberapa lelaki. Merencanakan sebuah pembunuhan terhadapnya seperti menyiap- kan sebuah skenario pengenyahan beberapa lelaki perkasa sekaligus. Tebasan pedangnya tak tertahankan. Kami tinggalkan kamu dan tak mau mencintaimu Wahsyi segera menemukan sasarannya. Perempuan itu memiliki dendam kesumat terhadap Hamzah setelah ayahnya mati di tangan sang Singa pada Perang Badar lalu. Setiap dia bergerak dalam hitungan detik la- wan roboh dengan badan kehilangan roh. membuat gerakan ayun untuk menghabisi la- wan. Wahsyi kemudian membayang- kan kemerdekaan yang dijanjikan majikannya. Secepat suara.com 46 MUHAMMAD kan bulu burung unta. kapan detik paling tepat untuk melempar tombaknya yang terkenal tak pernah meleset dari sasaran. terbukalah pertahanan dadanya. Setiap keraguan itu menjadi sandungan bagi tekadnya. kami akan meninggalkanmu. Hamzah tengah menghadapi pembawa panji musuh ketika Wahsyi menghitung mundur. Hamzah memiliki wibawa yang menggetarkan. Wahsyi memperpendek jarak antara dia dan Hamzah tanpa peta- rung hebat itu menyadarinya. membunuh Hamzah akan memberinya ba- nyak kemuliaan.blogspot. Ketika Hamzah merentang- kan tangannya vertikal. kami akan mendekapmu. Belum lagi komitmen Hindun yang menjamin. dan menggelar permadani indah. tapi kalau engkau berbalik. Tiba juga saat yang ditunggu Wahsyi. Termasuk perhiasan mahal milik Hindun. http://ebook-keren. Tidak sukar untuk memastikan di mana dia berada. dorongan tangannya tak bisa dilawan. Wahsyi tak bisa membohongi dirinya sendiri bahwa membidik Hamzah bukan sekadar menemukan titik lempar tombak seperti yang biasa dia lakukan. Engkau tentu tahu.

Hindun menatap Wahsyi tanpa berkedip. Setelahnya. membangun kepercayaan diri di tengah ketidakjelasan kondisi psikologisnya setelah membunuh Hamzah. Rasa di kepalanya tak mampu lagi dia pahami. Dalam kondisi badan tertembus tombak pun. Sekali lagi meyakinkan diri bahwa pamanmu itu telah mati. Bayang- an akan kemerdekaan dan harta tak terhitung melegamkan otaknya. sementara degup jantungnya semakin tak terkendali. Hamzah masih mampu memberikan akhir yang dramatis saat dia berhasil merobohkan lawan. Perempuan itu. membungkusnya dengan kain lalu menentengnya dengan tangan kanan. Ketika perang berakhir. dan aku membunuhnya demi kebebasanku sendiri. mengiris hatinya. Bahkan matanya basah oleh rasa yang ber- campur itu. Seolah dalam kematian pun Hamzah masih punya kemampuan untuk membunuhnya. Ia mengeluarkan organ dalam milik Hamzah dan memperlakukannya bak sebuah cinderama- ta. Serta-merta ia mencabut tombaknya. Ia belah dada Hamzah yang telah kaku. Wahsyi kembali mencari jasad Hamzah. ”Seluruh ba- gian rampasan perangku. “Aku telah melakukan apa yang harus kulakukan. http://ebook-keren. keharuan. Antara ketidakpercayaan. dengan seluruh aura kepongahan yang ia punya.” . Wahsyi buru-buru mencari Hindun. kebanggaan. Dia berusaha menyelesaikan semuanya dengan cepat. Buru-buru dia menghampiri jasad Hamzah yang kini su- dah tidak bergerak. tampak semakin cerahlah wajah Hindun.com WAHSYI 47 parkan tombaknya tepat menembus ke tubuh Hamzah.” bisik Wahsyi membenarkan dirinya sen- diri. Hindun memainkan rambut kepangnya dan menatap puas mayat para pejuang Muslim yang bergelimpangan. “Apa yang akan kauberikan kepada orang yang berhasil mem- bunuh pembunuh ayahmu?” tanya Wahsyi tanpa mendahulukan basa- basi jenis apa pun. dan ketakutan. Wahsyi gemetaran di tempatnya bersembunyi. Dia mulai mengira- ngira apa yang coba disampaikan oleh budak hitam itu.blogspot. Ketika Wahsyi datang. sebelum tu- buhnya menyusul roboh ke tanah. tengah dibanjiri pe- rasaan gembira luar biasa.

Abu Sufyan. Wajahnya seketika mengeras. Tubuhnya yang berdaging membu- sung. masih sibuk dengan jasad Hamzah. telinga dan organ tubuh Hamzah lainnya. http://ebook-keren.com 48 MUHAMMAD Wahsyi menyorongkan buntalan kain di tangannya. Buru-buru dia membukanya.blogspot. mengunyah dan menelannya. kemudian Hindun mempreteli seluruh per- hiasannya yang berharga—kalung. mencari bongkahan batu paling besar dan menyanyi bagai seorang seniman kenamaan. Wahsyi lantas memandu Hindun yang diikuti Abu Sufyan dan pasukan perempuan yang tadi dipimpin Hindun. menyobek mulut Hamzah.” Mata Hindun membelalak. Memenuhi janjinya. Tanpa berkata lagi. Dia ber- henti sejenak sembari menyaksikan apa yang sedang Abu Sufyan laku- kan. Dia mengayunkan tombaknya. Seperti kesurupan. Belum puas rupanya Abu Sufyan melihat kondisi Hamzah yang nyaris tak lagi berbentuk. “Rasakan kau. suaminya. dia memotong hidung. hingga hiasan kaki—dan menyerahkannya kepada Wahsyi. Hati Hamzah yang tersisa ia lemparkan ke tanah lalu dia ludahi hingga puas. Kreasi yang membuat bulu kuduk berdiri. Hindun menari-nari sembari tertawa gila. Tiba di depan jasad Hamzah. Masih ada yang mengganggu hatinya ketika melihat perilaku Abu Sufyan yang menurutnya sudah keterlaluan. “Wahai keturunan Kinanah. yang sedang memeriksa mayat-mayat korban pertempuran. Celak di sekeliling matanya menegas- kan ekspresi keterkejutannya. dia merampas bung- kusan itu dari tangan Wahsyi. pemberontak!” Pada saat bersamaan melintaslah Hulais. tawanya beranak-pinak. dia lantas me- neriaki perempuan-perempuan Quraisy lainnya untuk melakukan hal sama dengannya. Apa yang terjadi kemudian membuat dada Wahsyi seperti didentumi ledakan. Matanya membelalak. gelang. “Tunjukkan kepadaku di mana mayat Hamzah!” Dalam syoknya. kepala suku Kinanah. “Ini hati Hamzah. Bermodal pisau tajam. benarkah kaum Quraisy itu hebat bila tenyata ia merusak daging sepupunya yang sudah mati?” . perempuan pemakan hati manusia itu segera melaksanakan hajatnya. Hindun menggigit sebagian hati itu.

Perbekalan minim. Maka Khalid dielu-elukan karenanya. ‘Amr menikmati semangat kemenangan yang saat ini sedang memeluk ribuan orang Makkah yang pulang dari Perang Uhud. insting panglimanya mampu membaca bahwa keterdesakan pasukan Quraisy akan berbalik menjadi kemenangan ketika pasukan pemanah kelom- pok Muslim meninggalkan posnya di atas gunung. Seorang orator ulung. Namanya ‘Amr bin Al-Ash.” ujarnya kemudian.blogspot. men- tal luluh lantak. Tanpa bicara pun dia telah menaklukkan lawan bicaranya. Dia juga seorang pemikir strategi perang yang hebat.com WAHSYI 49 Sadar apa yang sedang dia lakukan menjadi pusat perhatian. “Sialan kau!” meninggalkan jasad Hamzah seolah-olah tidak pernah ter- jadi apa-apa. wahai Panglima yang Pandai Berstrategi? Dia yang menonjol di antara pasukan yang melangkah pulang itu adalah Khalid bin Al-Walid. Abu Sufyan membalikkan badannya. Jubah dan serbannya menambah sebuah kesan kewibawaan. dia tak ingin banyak bicara kali ini. wahai Lelaki Pembawa Pesan. http://ebook-keren. dan tenaga yang terkuras. “Jangan ceritakan kepada siapa pun. orang-orang lebih mengenal dia sebagai seorang pembicara yang ulung. Abu Suf- yan mengomando pasukannya untuk pulang ke Makkah. menghadapkan dirinya kepada Hulais. Perpaduan yang bisa meng- undang kematian. Namun. Setelah meminta pendapat para panglima. Dia berasal dari Bani ‘Abd Syams. Dalam perang yang baru saja usai. Terutama setelah tahu engkau masih hidup. Berjalan di samping kuda Khalid. Tatapan matanya memancarkan sebuah kematangan emosi. e Tertebakkah olehmu siapa bintang dalam barisan orang-orang Makkah yang membuyarkan kemenanganmu di Uhud. Insting yang menjadi senjata mematikan bagi pasukan Muslim. Dia menghela ku- . seorang laki-laki yang meleng- kapi kekuasaan orang Quraisy. Pasuk- an Abu Sufyan pun tahu mereka tidak mungkin meneruskan perang. Sama dengan Khalid. Dia berkuda dengan kepercaya- an diri penuh. pemilik retorika tak tertandingi. Engkau tak perlu ragu bahwa Perang Uhud tak sepenuhnya ber- nilai kekalahan bagi pasukanmu.

Sudah sampaikah kisah ini kepadamu. “Tidak! Demi Tuhan. Seperti sebuah pelunasan utang yang besar. “Mereka tidak akan aku serahkan. mereka tidak boleh dikhianati. ketika engkau dan sahabat-sahabat Muslimmu masih berada di Makkah. setelah sebelumnya menyuap para jenderal di sekeliling Negus.com 50 MUHAMMAD danya dalam ritme yang biasa saja. e Abyssinia. sebelum aku . Kulit hitamnya. Garis wajah- nya tegas. serta telah memilihku. Bertahun lalu. http://ebook-keren. penguasa Kristen di Abyssinia yang terkenal bijaksana. Mereka telah meminta suaka perlindunganku dan menjadikan negeriku sebagai tempat tinggal. Misinya cuma satu: membuat para jenderal itu ikut membujuk Raja Negus untuk mencabut suakanya terhadap para pengungsi dari Makkah itu. bukan orang lain!” Dia mengenakan jubah kebesaran dengan tanda salib di dadanya. Dia dipercaya untuk mene- mui Negus. Para pemuka Quraisy menganggap kepergian kelompok kecil yang dipimpin lelaki bernama Ja‘far itu sebagai sebuah ancaman. Kemenangan di Uhud kali ini sungguh berarti bagi ‘Amr. seperti sebuah peneguhan terhadap kemampuan bicaranya yang tak tertandingi. mencari suaka politik kepada Raja Negus. Misi yang seharusnya gampang saja. wahai Lelaki Pembawa Lentera Ilmu? Cerita mengenai raja Negus yang bijaksana.blogspot. rambut keritingnya. Kulit wajahnya seputih tepung dengan tunas rambut bertumbuh di dua sisi wajahnya. seperti ikut mengekspresikan ketidaknyamanannya. Ketika dia bertitah tanpa turun dari singgasananya. Sekelompok kecil Muslim sahabatmu meninggalkan Makkah. ‘Amr ga- gal melaksanakan sebuah misi ke Abyssinia. Apa yang akan terjadi jika pemeluk agama baru ini mengembangkan keyakinan- nya di luar kontrol Makkah? ‘Amr menjadi bagian dalam sebuah konspirasi untuk menarik kembali kelompok kecil itu ke Makkah. 616 Masehi.

kejujuran kami yakini. juga apa yang dikata- kannya.” Negus terpesona dengan cara Ja‘far bicara. Bersiap jika Raja meminta pendapat mereka. integritasnya tidak kami ragukan. Dia mulai khawatir.blogspot. su- asana ini tetap saja menguji kepercayaan diri. Sementara ‘Amr gelisah di tempat duduknya. “Begitulah kami. Seorang penerjemah menyampaikan setiap kata Arab dari mu- . “Agama apa gerangan yang menye- babkan kalian berpisah dari kaum kalian. Namun. Ja‘far melanjutkan kalimatnya. Para pendeta itu lalu duduk di kanan-kiri Negus. kami adalah orang-orang ja- hiliah: menyembah berhala-berhala. melakukan maksiat. Masuk ke ruangan raja memunculkan geletar dalam dada Ja‘far. karena sadar bahwa dia menjadi tumpuan para pengungsi dari Makkah itu. Namun. yang kuat menerkam yang lemah. sedangkan kalian tidak memeluk agamaku. http://ebook-keren. Seberapa mantap dia akan keyakinan kebenaran yang dia punya. Semua perhatian kini berkumpul pada sosok Negus. sampai Allah mengutus seorang rasul dari kalangan kami sen- diri. Ja‘far kembali membisikkan kata-kata penguat keyakinan diri di dalam hati.com WAHSYI 51 menanyai mereka dan kuserahkan untuk dibawa oleh kaum mereka sendiri. Seseorang yang garis keturunannya kami ketahui.” Negus lantas memanggil Ja‘far dan pengungsi dari Makkah lain- nya. juga tidak memeluk agama suku-suku di sekitar kami?” Lugas Negus bertanya. Ja‘far pun menguatkan hatinya. jika tidak. Dia juga mengundang para pendeta istana. Dia bersitatap dengan ‘Amr yang menebas- nya dengan pandangan benci setengah mati. Raja memas- tikan semua orang yang ada di ruangan itu siap mendengarkan kali- matnya. Setelah memberi hormat. Ja‘far dengan kalimat-kalimat simpatiknya mam- pu mengambil hati Negus. “Wahai Raja! Dulu. dan penghargaannya kepada kebenaran yang kami saksikan sejak lama. Orang-orang saleh yang membawa serta kitab-kitab suci mereka. lelaki yang katamu memi- liki kemiripan penampilan dan karakter dengan dirimu itu kemudian hati-hati berbicara. memakan daging yang tidak suci.” Ja‘far menarik napas. Dia lalu menatap Ja‘far. aku akan menjadi pelindung yang baik se- lama mereka meminta perlindunganku.

memilih Anda. tapi tentu itu akan membuatnya terkesan lancang. kami hanya menyembah Allah semata.” ‘Amr melihat isyarat itu. “Dan ceritakanlah kisah Maryam di dalam Al-Quran. wahai Lelaki yang Moralnya Tanpa Cacat. lalu .” Ja‘far melanjut- kan kalimatnya. Karenanya. Ja‘far sudah selesai dengan keterangannya. kaum kami menentang dan menyiksa kami agar murtad dari agama kami dan tidak lagi menyembah Allah serta kembali menyembah ber- hala. ‘Amr menahan amarah. Lelaki itu kemudian diam seben- tar. meninggalkan berhala-berhala yang kami dan orangtua kami sembah. “Apakah ada wahyu Illahi yang dibawa nabi kalian?” Ja‘far mengangguk penuh perhitungan ketika penerjemah meng- ungkapkan apa yang Negus tanyakan. memilih surat hafalan yang pernah engkau ajarkan kepadanya. ‘Amr semakin tak sabar menunggu kalimat Ja‘far selesai diucapkan. wahai Raja. Negus menyimak terjemahan kalimat-kalimat Ja‘far oleh pengalih bahasa istana yang ada di sampingnya. Ingin menyela kalimat Ja‘far. Ia melarang kami melakukan kejahatan dan pertumpahan darah. menyembah-Nya. bersaksi atas keesaan-Nya. Ja‘far menangkap isyarat antusias Negus itu. maka ia mengadakan tabir yang melindunginya dari mereka. Karena itu pulalah. “Ia memerintahkan kami untuk berkata benar. Harapan kami. yaitu ketika ia menjauhkan diri dari keluarganya ke suatu tempat di sebelah timur. di sini. “Karena alasan ini. kami datang ke negeri Tuan. Dia semakin tak nyaman dengan perkem- bangan keadaan.com 52 MUHAMMAD lut Ja‘far tanpa dikurangi atau ditambah-tambahi. bersama Tuan. Wajahnya memasang ekspresi serius.” Diam sebentar. tidak menyekutukan-Nya. menghormati ikatan kekerabatan dan hak-hak tetangga kami. Dia semakin memantapkan kalimatnya. dan bukan yang lain. menjauhi apa yang diharamkan- Nya dan melakukan apa yang dibolehkan-Nya. sedangkan Ja‘far melanjutkan kalimatnya penuh perasaan. Dia berbicara tentangmu. “Ia meng- ajak kami kepada Allah. kami tidak akan diperlakukan sewenang-wenang.” Negus semakin tertegun. Ia menatap Ja‘far tanpa berkedip se- telah sekian detik.blogspot. http://ebook-keren. “memenuhi janji.

” Merah wajah ‘Amr kemudian. Setelah terbebas dari sedu sedannya. bereaksi serupa. rasanya seperti ditampar. untuk memberimu seorang anak laki-laki yang suci. Maryam berkata. ‘Demikianlah Tuhanmu ber- firman. Beberapa di antara mereka bahkan terisak-isak. dan agar dapat Kami menjadikannya suatu tanda bagi manusia dan sebagai rahmat dari Kami. aku tidak akan menyerahkan mereka kepadamu. dengan cara apa pun. Dia hendak mengatakan banyak hal. Para pendeta. “Apa yang dia katakan betul-betul berasal dari sumber yang sama seperti yang dibawa Yesus. Reputasinya sebagai pembicara ulung tercampakkan oleh kata-kata Ja‘far yang di telinganya terdengar biasa-biasa saja.’ Maryam berkata. Negus menatap hadirin. Ia menegak- kan wajahnya yang damai. dan hal itu adalah suatu perkara yang sudah diputuskan. Mengingat Yesus. ‘Bagaimana akan ada bagiku seorang anak laki-laki. “Engkau boleh pergi! Karena demi Tuhan. orang-orang saleh itu. membuat lembap janggut panjangnya. Mereka tidak boleh dikhianati. air matanya tak berhenti menetes.’ Ia. maka ia menjelma di hadapan- nya dalam bentuk manusia yang sempurna. Seolah dia baru saja melihat suatu fenomena yang tidak pernah ia saksikan seumur hidup. selalu mampu menumpahkan air mata kerinduan dan kecintaan. Hari itu akan dia ingat selamanya. tapi di ujung lidah semua tertahan. dalam suara yang masih se- rak oleh tangis yang menjejak.blogspot. . Jibril.’” Negus terkesima. Perih. berkata. http://ebook-keren.” Negus mengarah- kan pandangannya kepada ‘Amr. ‘Se- sungguhnya aku berlindung daripadamu kepada Tuhan Yang Maha Pemurah. sedang tidak pernah seorang manusia pun menyentuhku dan aku bu- kan pula seorang pezina!’ Jibril berkata. ‘Sesungguhnya aku ini hanyalah seorang utus- an Tuhanmu. Butuh sebuah kemenangan besar untuk mengurangi rasa terkalahkannya.com WAHSYI 53 Kami mengutus roh Kami kepadanya. ‘Hal itu mudah bagi-Ku. jika kamu seorang yang bertakwa. Selama kalimat Ja‘far diterjemahkan.

Perlakuannya terhadap gulungan-gulung- an itu sangat hati-hati. Kenyataan tidak persis seperti itu.blogspot. kini dia sedang berkemas. Memilah-milih barang apa yang akan dia bawa keluar dari Kuil Sistan: tempat tinggal sekaligus kan- tornya selama lebih dari sepuluh tahun. http://ebook-keren. Paling tidak sesuatu yang menemaninya be- berapa tahun terakhir. seharusnya tidak ada dokumen yang kesakralannya mele- bihi ayat-ayat Zend Avesta dan Dasatir. Selain beberapa keping uang. K ashva mulai berimajinasi bahwa waktu telah menjelma menjadi monster. dan kini mengejarnya dengan pedang teracung. Kashva seolah menganggap dokumen-dokumen itu sebagai makhluk. Dia harus buru-buru. dia memasukkan bergulung-gulung papirus ke dalam ko- tak kayu yang cukup untuk menutupi seluruh punggungnya jika benda itu ia panggul. Solilokui Kuil Gunung Sistan.com 8. . Sahabat terbaik yang dia miliki. Persia. Jelas. Bahkan gulungan-gulungan dokumen itu bukan kaligrafi ayat suci yang diwariskan Zardusht. Bagi seorang Persia seperti dia. seperti menjaga nyawanya sendiri. Apa pun rencana Khosrou di balik perintahnya. Kashva tak ingin ujung umurnya bernasib buruk. Perintah Khosrou agar dirinya mengurung diri di Kuil Sistan untuk merenungi kesalah- annya terlalu mengada-ada. dia tidak setuju.

http://ebook-keren. Surat-surat dari Biara Bashrah. salah satunya. seorang lama biara di lereng Gu- nung Anyameqen. Suriah. Selama ribuan tahun orang-orang Persia berusaha mengetahui berita dari langit melalui pengamatan bintang. cukup unik apa yang ditekuni Kash- va kemudian. Sebuah tempat yang memiliki semua referensi terkait kedatangan Na- bi yang Dijanjikan. filsafat. Kashva begitu bergairah berkorespondensi de- ngan beberapa koleganya di berbagai negeri yang jauh. seorang penjaga sinagog di Mesir. yang membawa Kashva ke Kuil Sistan. selama berabad-abad para ahli pengamatan bintang dari Persia melakukan analisis-analisis itu. meramalkan. jika seorang Juru Se- lamat dilahirkan. Rasanya seperti menghadiri sebuah perjamuan Nabi yang Dijan- jikan. Zardusht. Setidaknya ada empat orang yang paling sering saling berkirim surat dengannya. Memindai surga. “Tingkah laku” benda-benda bersinar di langit dianggap merefleksikan apa yang akan terjadi di bumi. Suriah. Bukan surat biasa. politik. Ketertarikan itu. di langit malam akan bersinar bintang dengan ke- cemerlangan yang tidak berbanding. Sebuah biara yang dipenuhi manuskrip-manuskrip tak ternilai. wacana teologis yang menarik hati Kashva sejak dia masih kanak-kanak. El adalah pemuda penunggu perpustakaan biara di Bashrah. Juga bukan ditulis oleh penganut Kristen biasa. Selain menenggelamkan diri ke dalam teks-teks Zend Avesta dan Dasatir. Su- riah. Surat-surat yang mulai berdatangan setelah kepergian terakhir Kashva ke tempat itu. sang nabi Persia. Surat-surat dari El.com SOLILOKUI 55 Isi gulungan-gulungan kertas itu adalah tulisan dari seseorang yang ia kenali dua tahun terakhir ini. Tibet. Pemikir di India. Duduk tenang dalam pembicaraan yang bermakna tanpa harus . diselingi humor yang berpikir. dan pemu- da penjaga perpustakaan biara di Bashrah. Maka.blogspot. Selama beberapa tahun terakhir. Kashva ter- libat korespondensi yang intens dengan El karena kepentingan ke- duanya untuk mendiskusikan agama-agama dunia. Sebagai pengamat bintang. be- gitu orang-orang mengatakan.

Mereka selalu ber- bondong-bondong ke mana pun setiap mendengar kabar perihal kela- hiran seorang juru selamat sembari membawa berbagai hadiah. nabi Per- sia. Kash- va mengomentari surat El: Aku tak tahu apakah engkau sudah begitu bersimpulan bahwa apa yang diyakini bangsa Persia terkait ramalan kedatangan nabi agung telah terkonfirmasi dengan kelahiran Yesus.” sebut El dalam satu suratnya. Pada lembaran papirus. El punya banyak kisah menarik yang mengikat keingintahuan Kashva secara erat. Bertukar pendapat dan kisah-kisah. memang Zardusht. “sejak awal ke- lahiran Yesus. El.com 56 MUHAMMAD saling membenci. di atas meja kerjanya di Kuil Sistan. Kashva. surat- suratnya terus mendatangi Kashva dari waktu ke waktu. Nama orang suci yang dijanjikan itu dikenal luas sebagai Soeshyant yang bermakna “rahmat bagi dunia”. dia akan menjadi Astvat-ereta atau “penyangga dan . Matius. Bintang itu menuntun mereka sampai ke Bethlehem. bangsamu sudah terlibat di dalamnya. Kashva? …. Ciri utama dari ma- nusia suci ini. El. yang berani kujamin. Mengenai kedatangan seorang mesias. salah seorang penulis Al-Kitab mengisahkan tentang be- berapa orang Magian dan orang bijak dari Timur yang menempuh perjalanan jauh mengikuti petunjuk bintang. “Kau tahu. Bukankah ini sebuah bukti betapa eratnya sejarah Persia dengan tradisi kekristenan. yang paling istimewa.blogspot. pemuda biara itu. Mereka berlu- tut sembari menghaturkan hadiah-hadiah. Meski begitu.” Jauh sebelum kelahiran Yesus. http://ebook-keren. bangsa Persia dan Magian begitu mendambakan kedatangan seorang Juru Selamat. bernubuat mengenai kedatangan nabi yang dijanjikan setelah dirinya. Lima agama membincangkan tema Juru Selamat yang akan dibangkitkan menurut versi mereka sendiri-sendiri. Setidaknya. tempat Yesus dilahirkan.

Kashva mengirim komentarnya ke Suriah dan tak berapa lama mendapatkan balasan yang mengasyikkan: . Dia bahkan meng- umumkan bahwa orang yang akan dikirim kemudian oleh Tuhan akan lebih berkuasa dibanding dirinya dan lebih berwibawa. . hidup selibat. tetapi jerami itu akan dibakarnya dengan api yang tidak terpadamkan.. Membantu umat un- tuk bangkit.. Dia akan bermanfaat bagi seluruh dunia. Kashva membalas surat El dengan tulisan yang banyak menyitir ayat-ayat yang ditulis Zardusht: .. dia akan berdiri menentang peng- hancuran yang dilancarkan mereka yang menyembah berhala dan kelompoknya.. Saking agung- nya nabi baru itu. Mere- ka yang bertobat kemudian dibaptisnya dengan air Sungai Yordan.. Dia akan mengumpulkan gandum ke dalam lumbung. Sebagai makhluk. mengenakan jubah dari bulu unta.. memakan belalang dan madu hutan. miskin dan saleh. Dia mengajar bertobat dan membaptis semua orang berdosa yang ingin membersihkan diri. Ia dibangkitkan untuk mem- bimbing dan mereformasi manusia. Yohanes Pembaptis mengumumkan akan ada seorang nabi lagi yang akan membaptis mereka dengan roh kudus dan api. Banyak orang yang mendatanginya di Padang Gurun Yehuda untuk mendengarkan khotbahnya yang berapi-api. Yohanes Pembaptis mengaku dia pun tak layak un- tuk membungkuk diri di hadapan orang itu hanya untuk membuka tali sepatunya. tetap perjaka.com SOLILOKUI 57 pengumpul semua bangsa manusia”. http://ebook-keren.. dan ikat pinggang dari kulit.. Kashva? Dia seorang lelaki suci dari Nazaret namun memilih hidup di gu- run. .. Dia menghindarkan diri dari kenikmatan dunia. Kau pernah mendengar nama Yohanes Pembaptis.blogspot.

Seperti kukatakan sebelumnya. http://ebook-keren. El... kitab suci agama Zarathustra terbagi menjadi dua: Zend Avesta dan Dasatir. Ketika/seperti itu/perbuatan-perbuatan/yang akan dilakukan bangsa Persia/dari tengah-tengah bangsa Arab/seorang pria/akan dilahirkan/dari tengah-tengah pengikut/di mana/takhta dan keku- asaan/dan daulat dan agama bangsa Persia/semua akan musnah dan hilang/Dan akan/bangsa yang sombong/bertekuk lutut/Mere- ka akan saksikan/bukannya/rumah penuh berhala/dan kuil-kuil api/ melainkan rumah ibadah/dari Ibrahim/tanpa satu pun berhala di dalamnya/Ka‘bah/ /Dan mereka akan menjadi/rahmat bagi dunia/dan kemudian/me- reka akan kuasai/tempat-tempat/dari kuil-kuil api/Madyan atau Cte- siphon/dan wilayah sekelilingnya/darinya/dan Tus/dan Balkan/dan tempat-tempat lain/yang penting dan suci/dan/pemimpin agama mereka/mereka/adalah seorang pria/jernih tutur sapa/dan pesan- nya atau apa yang akan dia katakan/akan terbukti benar/ Aku penganut Zarathustra yang yakin.com 58 MUHAMMAD . Aku masih mencari-cari makna dan konfirmasi dari ayat Dasatir ini. …. Sebab. Dalam Dasatir ter- dapat banyak nubuat perihal nabi yang akan dibangkitkan ketika para pengikut Zardusht melupakan agama mereka dan ingkar. El. sang pembaru itu hanya akan dibangkitkan jika para pengi- kut Zardusht mengingkari ajarannya. Begitu bertalu-talu. aku lebih tertarik untuk mengampanyekan pemurnian agama Zardusht dibanding mengetahui bahwa pembaru itu datang dari bangsa lain. Aku menyitir utuh ayat-ayat itu untukmu.blogspot. Bertahun-tahun dalam obrolan yang terus- menerus. Sayangnya. fenomena itu kini semakin menyata.. Kashva dan El terus berdiskusi seperti memantul-mantul- . Kupikir akan lebih menenangkan jika agama yang dibawa Zardusht kembali kepada kemurnian dibandingkan harus membayangkan adanya nabi baru yang berasal bukan dari kalangan Zarathustra. Oleh karena itu.

Begitu banyak persamaan dalam perbedaan kita. “Kita akan segera bertemu. Aku akan ke Suriah. Kashva menggulung surat El dengan hati-hati. Reaksimu terhadap sesuatu senada dengan reaksiku ter- hadap tema yang sama. http://ebook-keren. Mimpimu tentang perjamuan umat beragama sama dengan cita-citaku. Berteriak-teriak lewat lembaran surat.com SOLILOKUI 59 kan suara di dinding gunung..blogspot.. menemuimu adalah tujuan paling masuk akal untuk pelarian ini.” pengakuan El dalam salah satu suratnya. “Setiap berbincang denganmu rasanya seperti bersolilokui. Ya .” . Seper- ti becermin. kemudian menunggu “pantulannya” kembali ketika datang surat ba- lasan. Sahabatku.

Hujan turun sangat jarang. Makan Malam Terakhir S elesai dengan surat-surat El. Kashva lantas menggabung- kannya dengan gulungan lain yang telah lebih dulu ia masukkan ke dalam kotak kayu “bertuah” miliknya.com 9. diapit dua baris pegunungan: Elbrus dan Zagros yang kerontang. Mungkin memang tidak akan pernah kembali. dibingkai oleh zig-zag tebing-tebing bersalju. Memandang langit lepas dan jajaran pegunungan yang membingkai tanah Persia. Persia adalah mahakarya Tuhan lewat sentuhan seni yang minimalis. Dia lantas bangkit dari bangkunya. Kashva lantas mengelilingkan pandangannya. menyisir ru- ang kerja. . Kashva membuka daun jendela kayu itu lebar-lebar. Secara keseluruhan. Se- perti hendak mengucapkan selamat tinggal kepada setiap benda di dalam ruangan itu. Ada yang mengempas berat dari napasnya. Dia harus meninggalkan tempat ini dan tidak pernah tahu ka- pan kembali.blogspot. kecuali tumpukan salju yang menunggu mencair. http://ebook-keren. Kepiluan. Telapak tangannya mengelus permukaan meja yang sudah menemaninya selama bertahun-tahun. mendekati jendela be- sar yang menjadi perlintasan cahaya ketika pagi tiba. tanah yang dihuni peradaban tinggi sejak ribuan tahun lalu itu berbentuk seperti meja trape- zoid9. Tidak ada air.

dan pucuk-pucuk pamir di Hima- laya. Khosrou I. ayah Khosrou yang kini berkuasa menyerbu wilayah itu tahun 570.com MAKAN MALAM TERAKHIR 61 Pegunungan Elbrus adalah timbunan bebatuan raksasa di sepan- jang Laut Caspian. Wilayah Kera- jaan Selatan diguyuri hujan dalam jumlah yang cukup setiap tahun. Kerajaan Selatan . di belahan dunia itu. Ber- mimpi pun sungguh keterlaluan ketika timbul ide bahwa tanah liar itu akan melahirkan seorang nabi dan agama baru yang berpengaruh. Persia dan Romawi. Membuat lengkungan fantastis di sepanjang batas Babilonia dan garis pantai te- luk Persia. Dihuni ras manusia yang konon tak beradab. sebuah sejarah sedang disusun. menjadi pembatas dengan dunia yang penduduknya berba- hasa Arab. Raja Abyssinia. Pegunungan Zagros seperti pinggang rak- sasa yang sedang rebahan. Sekeping demi sekeping. Sebaliknya. Bang- sa Yunani menyebut mereka sarakenoi: orang-orang yang tinggal di tenda-tenda. suku-suku Arab Selatan justru memohon kepada Persia untuk menyelamatkan mereka dari ancaman Abyssinia. Dia paham. Hindukush di Asia Tengah. wilayah Hijaz adalah stepa-stepa keras. untuk menaklukkan kerajaan itu dan menaruhnya di bawah kendali Kon- stantinopel. Arab bagian selatan jauh lebih menarik dibandingkan Hijaz. Kashva mengempas napas perlahan. http://ebook-keren. jika benar kisah yang dikabarkan El. Berbicara geografis.blogspot. Romawi meminjam tangan Negus. Dia mengira-ngira. Wilayahnya subur dengan kebudayaan yang kuno dan canggih. Bereaksi terhadap perkembangan itu. Ada bintang di mata Kashva. Persia dan Romawi lebih tertarik untuk saling berebut Kerajaan Selatan. Tidak kurang dramatis. membujur dari utara ke selatan. Dua kekuatan besar dunia. Sungguh di benak banyak orang. Gayung bersambut. Arab adalah tanah tak ber-Tuhan. Klimaksnya ada di puncak Demavand yang berdiri jangkung belasan ribu kaki membariskan puncak-puncak Caucasus di Elrasia. sungguh kejutan luar biasa ketika tanah setan- dus Hijaz melahirkan sesosok nabi agung. wilayah liar dan menakutkan. tak pernah ter- tarik untuk menaklukkan wilayah itu sebagai daerah jajahan.

Sekarang. tempat-tempat suci kaum Zoroastrianisme dan wilayah sekelilingnya. Energi itu yang menguatkan Kashva untuk menyampaikan per- ingatan Zardusht kepada sang raja dalam upacara musim bunga bebera- pa hari lalu. Balkan. Misi yang gagal.com 62 MUHAMMAD menjadi koloni Persia. bisa salah. Awalnya. kebangkitan nabi baru itu hanya terjadi jika para penganut Zoroas- trian ingkar dan mengabaikan ajaran suci sang nabi. Khosrou lebih memikirkan wibawanya yang terganggu oleh peringatan itu dibanding benar-benar memperhitung- kan kebenaran fakta bahwa ajaran Zardusht semakin terbengkalai. Pengikutnya akan menak- lukkan Persia. Jika memang yang digambarkan El mendekati kenyataan. tiba-tiba menjanjikan sebuah nubuat kenabian. Tus. api adalah simbol penyembahan . Kristen Nestorianisme10 menjadi agama resmi di negeri itu. Madyan. Sang Nabi utusan Ahuramazda berkata. seseorang is- timewa akan dibangkitkan di tanah Arab. Bisa benar.blogspot. Agar Khosrou menjadi imam bagi seluruh penduduk Per- sia untuk kembali tunduk kepada ajaran Zend Avesta dan Dasatir yang murni. Para pengikut nabi dari tanah Arab itu akan menaklukkan Persia. Penyembah kuil-kuil api akan menghadapkan wajahnya ke arah rumah Tuhan yang dibangun oleh nabi yang dijuluki “Saha- bat Tuhan” di atas tanah Arab. Nabi mereka adalah seorang manusia yang jernih bertutur dan sanggup bercerita kisah- kisah penuh mukjizat. nabi dari tanah Arab itu menjadi salah satu kandi- dat pemenuhan nubuat Nabi Zardusht. Kashva menghi- tung kemungkinan. Kashva lebih seri- us berpikir bagaimana mengembalikan kemurnian ajaran Zardusht dibanding benar-benar membayangkan nubuat itu terlaksana. Praktik yang kemudian dilaku- kan oleh penganut-penganutnya bergeser dari filsafat api menjadi penyembahan materi api. padang pasir Arab yang ganas dan terbelakang. Sebab. Filsafat api yang diwariskan oleh Zardusht jelas telah meluntur semakin jauh dari ajaran asalnya. Kashva sebenarnya tidak terlalu ambil pu- sing benar tidaknya kenabian baru dari Arab itu. http://ebook-keren. ketika para penganut Zoroastrianisme melupakan agama mereka dan ingkar. kawasan yang terabaikan.

Seolah sedang menghitung uban yang mulai men- jajah kepala lelaki itu. tanpa senyum. terutama Kashva dan beberapa ahli pengamat bintang lainnya yang menjadi bawahannya. Ketika dia sadar. nama yang disebut Yim tadi adalah seorang kerabat Yim yang akan memandu Kashva ke luar Persia. “Tuan Kashva.” ujarnya sembari me- nutup daun jendela. Kashva jelas butuh pemandu untuk mengelabui mata-mata ke- rajaan. Dia memandangi Yim dengan cara yang spesial. Dia tahu tidak akan ada sebuah reaksi yang berlebihan dari wajah Yim. tanpa kecemberutan. Semacam itu. Mashya sedang dalam perjalanan menuju tempat yang sudah kami sepakati.” Tidak ada reaksi yang menandakan keterkejutan di wajah Yim. Berangkat. Seka- rang. Mengirim mata-mata untuk mencatat apa pun yang dia kerjakan. Datar. sampai. Yim. Yim. ketika pergi ke Suriah. Sedangkan dirinya justru dimata-matai karena ingin memurnikan kembali ajaran agama yang dibawa Zardusht itu. Meng- atur semua kebutuhan penghuni kuil. Dua tahun lalu. Terutama sekarang. Yim. “Terima kasih. lelaki tua yang menemani Kashva selama dia berada di kuil itu. “Tuan Kashva silakan bersantap malam.” Kashva menyirnakan lamunannya. ketika dia menjadi sorot- an. Kepala rumah tangga.blogspot. belajar banyak hal. Aku segera ke ruang makan. Angin lepas senja menampar wajahnya. kembali ke Persia. Khosrou tengah mengamatinya dengan serius. Menyalakan api berarti senantiasa mengikuti cahaya Tuhan dengan media kepatuhan terhadap aturan agama. http://ebook-keren. Hanya matanya yang se- dikit mengantarkan sebuah pesan: kasih sayang. Menoleh dia. “Saya yakin.” Kashva mengangguk. lelaki yang kadang ia perlakukan seperti . Kashva bu- tuh seorang pemandu. Dingin luar biasa. makan malam sudah terhidang. Orang lain akan diperlakukan semacam ini ketika dia memeluk agama di luar Zoroaster. satu rombongan suruhan Khosrou mengawal Kashva. ini makan malam terakhir.com MAKAN MALAM TERAKHIR 63 kepada Tuhan. Untuk mengulang rute yang sama. Dia bekerja di Kuil Sistan jauh sebelum Kashva datang dan tinggal di sana.” Kashva tidak seketika menjawab. Mashya. “Engkau sudah terlalu banyak berkorban buatku.

Macam-macam sayuran hijau dan rempah-rempah berjajar apik. dan adas. Lelaki itu miskin ekspresi. Ia menatap Yim dengan se- rius. irisan daging kambing panggang dibaluri saus manis. Kuil Sistan adalah hidup Yim seutuhnya. Anak-anak Yim telah membentuk keluarga-keluarga baru di Ga- thas. Yim?” Kashva memandangi menu di meja makan dengan takjub. Artinya. Susahnya. sama saja. “Mereka turun gunung. dan tomat. menuju ruang makan. Yim berasal dari sebuah desa bernama Gathas. ke mana orang-orang?” Yim menjawab datar. Melim- pah pilihan. dan pir. Kashva. lebih dari biasa. Dari kacung hingga diberi tanggung jawab besar. tak tertolong dalam demam luar biasa. “Ke mana yang lain. Yim. “Hidangan begini banyak. http://ebook-keren. Pergi ke desa. “Ini bisa sangat membahayakanmu. Sebuah alasan yang masuk akal mengapa Yim memiliki visi religiusitas yang lurus jika tidak ingin mengatakan lugu: tanpa kritik. mengelola Kuil Sistan.com 64 MUHAMMAD ayahnya atau paling tidak kerabat yang ia tuakan. Nama suci yang pe- nyebutannya sama dengan bagian-bagian tertua dari ajaran Zardusht. pe- muda brilian yang menjadi bos di kuil peneliti bintang itu menjadi ba- gian penting dari keseluruhan hidup Yim. Tidak ada orang lain. Istrinya. Pilihan terakhir.” menarik kursi lalu duduk dengan rapi. Meli- hat festival musim semi. lada merah. dua tahun lalu. tarragon. Kashva mengikuti langkah tertatih Yim. senangnya. tapi air mukanya segera berubah. bawang. Sepi. Konon. aprikot. Pencuci mulut yang menyegarkan bahkan hanya dengan melihatnya: lemon. Lengkuas. ayam kuning dengan bumbu safron. Sajian utama: daging bebek dengan curah- an saus kenari tumbuk dan sari delima. Ia meninggal di Kuil Sistan. dengan lemon dan bawang. dia mengabdi ke- pada Khosrou sejak masih belia. Mashyana. ketika Kashva berkelana ke Suriah. Keluar dari ruang ker- janya. Bumbu-bumbu pe- nyedap: mint.” “Kita akan sanggup menghabiskan ini semua?” Kashva terse- nyum. Pilihan lain. Lauk-pauk un- tuk menemani nasi basmati panas dengan mentega yang meresap. terung.blogspot. “Khosrou akan segera tahu engkau terlibat dalam .

Tapi dia tidak punya pilihan. Dia menarik bangku di depannya.com MAKAN MALAM TERAKHIR 65 pelarianku. “Apa menariknya festival musim semi untuk manusia setua saya. “Jika itu terjadi. “Sekarang. apa boleh buat?” Yim memberi tanda dengan telapak tangan terbuka. http://ebook-keren.” “Tapi kau akan dituduh berkomplot menyelundupkan aku ke luar kuil. Dia dan Kashva dipisahkan oleh meja makan dari kayu berkualitas tinggi dan seluruh hidangan yang ada di atasnya.blogspot. Tuan?” Kashva terpana. duduk se- telahnya. Tidak bergerak. . Tuan? Di- hitung dari umur 10 tahun. Semua orang turun gunung dan engkau masih di sini. Dia tahu. bisa kita mulai makan malam. Yim me- mang tidak sedang memberinya sebuah pilihan. mempersilakan. Bu- kan alibi yang bagus.” Yim tetap berdiri di samping meja makan.” Yim tetap dingin. saya sudah mengalaminya 70 kali.

sebelah barat laut Madinah.blogspot. 627 Masehi. biri-biri. Dia menyadari. Pesona nirmala memancar sempurna dari matanya. http://ebook-keren. apakah kebahagiaan tengah demikian berkumpul di hatimu? ‘Aisyah mengenakan jubahnya. sang istri yang ko- non menjadi kekasih tersayang di antara istri-istrimu tersenyum sebagai balasan. Ekspedisi gemilang. engkau tetap berusaha menjadi suami yang me- nenteramkan. dan kambing. Orang-orang Bani Al-Musthaliq ini mungkin tak menyang- ka mereka akan disergap di posisi itu. Keluarga Abu Bakar Pesisir Laut Merah. Wajahnya terlihat belia. Hari itu. Pasukanmu menggebrak mereka di Sumur Muraisi di pesisir Laut Merah. engkau menatap ‘Aisyah dengan caramu yang sarat cinta. Engkau memimpin pasukan untuk menghancurkan kekuatan Bani Al-Musthaliq yang tengah menghimpun pasukan untuk menyerang Madinah. dan ratusan perempuan ditinggalkan begitu saja.com 10. D uhai Lelaki yang Penuh Cinta. Ribuan unta. Hari itu engkau dan rombonganmu dalam per- jalanan menuju Madinah usai mematahkan serangan Bani Al-Musthaliq. dalam kondisi ba- gaimanapun. Ada . Kocar-kacirlah mere- ka jadinya.

setiap pernikahanmu selalu dibarengi alas- an yang masuk akal. Abu Bakar. Hari pada saat lomba lari itu. “Ini untuk perlombaan lainnya ketika engkau menang dariku. “Berikanlah itu kepadaku. http://ebook-keren. berusaha mendahului satu atas yang lain. Ketika itu.” ujarmu. Apakah engkau dan istrimu tengah menyiapkan sebuah permainan kecil? Sekelebatan terasa semacam déjà vu. Mengatur hati untuk tidak senantiasa disulut cemburu tentu bukan pekerjaan sederhana. Dulu sekali. Sebagian besar memiliki motivasi pengukuhan kekuatan umat yang sedang engkau bangun. Dia menatap hamparan pasir luas yang menyenangkan di lembah pemberhentian itu. engkau lantas bersiap. ‘Aisyah meresapi sebuah perasaan yang utuh dalam dirinya. tampaknya engkau dalam keadaan yang sangat baik. ‘Aisyah sedang memegangi sesuatu. di anta- ra para madunya. mengambil ancang-ancang.” bisikmu mesra. Engkau berupaya mengejarnya tapi tidak pernah berhasil. Apakah itu yang sayup terdengar adalah tawamu? Perlombaan ini akhirnya engkau yang memenangi. Setelah kesedihan pasca-Perang Uhud. ‘Aisyah kecil tak mengindahkan permintaanmu.com KELUARGA ABU BAKAR 67 keagungan dalam aura remajanya. lari kemudian. Menjadi istrimu bukan hal yang mudah meski kemuliaan yang ia dapat pun tidak ternilai. engkau menemui ‘Aisyah kecil di rumah ayahnya. meski ‘Aisyah paham. Keba- hagiaan yang timbangannya tidak sanggup diimbangi oleh emas sebe- sar gunung sekalipun. kini kedudukan antara dia dan engkau menjadi satu banding satu dalam hal lomba berlari. Dia melarikan diri dengan keceriaan khas gadis kecil. engkau juga mengenakan jubahmu. Saling berlomba. ‘Aisyah tahu dia memiliki kedudukan yang istimewa.blogspot. Bah- kan. perlahan eng- . Dia pura-pura tak peduli. Setelah memadu senyum. Setelah bertahun-tahun berlalu. ‘Aisyah tentu paham. ketika masih di Makkah. sebagai penghibur hati. Engkau menggodanya. Terkadang itu tetap tidak cukup untuk menahan api cemburu di dada ‘Aisyah. Setidaknya. apakah hari ini engkau ingin menjadikan posisi satu sama bagi pasangan ro- mantismu itu? Sama seperti ‘Aisyah.

Semuanya berujung ge- milang. bekas kawan yang kemudian menjadi penentangmu itu tidak pernah memunculkan diri.500 orang ke Badar untuk melunasi kepenasaran Abu Sufyan yang gagal mem- bunuhmu di Uhud. Tindakan biadab adalah ketika mereka mencuri dari anggota suku mereka sendiri atau suku sekutu suku mereka. penyerbuan semacam ini tidak masuk dalam kategori amoral. dan hewan ternak yang secara kasar dan seketika dibagi di antara kelompok-kelompok yang mem- perebutkannya. . Dalam norma orang-orang itu. Perang Uhud menjadi semacam pelampiasan dendamnya. http://ebook-keren.com 68 MUHAMMAD kau kembali menyusun kewibawaanmu dengan mantap. Pada masa-masa paceklik. pasukan suatu suku menyergap suku musuh untuk mem- peroleh unta. Sebab. barang-barang berharga. Namun. engkau dan sahabat-sahabatmu berkemah di Badar menunggu kedatangan Abu Sufyan dan pasukan- nya. Bulan keempat tahun 626 Masehi. Engkau dan para sahabatmu bahkan memenuhi tantangan Abu Sufyan. engkau memimpin 1. aksi ini hampir merupakan olahraga atau kesenangan umum. Sebisa mungkin pertumpahan darah dihindari oleh orang-orang sejazirah denganmu. Sebelum memukul mundur pasuk- an Makkah di Perang Badar I. ada makanan. apabila aksi itu terjadi bisa menyebabkan gelombang balas dendam. Perang Uhud rupanya memang menjadi momentum bagi Abu Suf- yan. Sepanjang pekan. pemimpin Makkah yang usai Perang Uhud berjumawa akan menaklukkanmu di Badar.blogspot. Setidaknya. Orang-orang sejazirah denganmu meletakkan Ghazwa sebagai sis- tem yang memastikan perputaran kekayaan antarsuku. atau barang-barang milik suku yang diserbu. ternak. bukankah engkau telah melakukan se- rangan-serangan yang oleh tradisi Arab mendapat pemakluman? Bukankah para pendukung maupun pembencimu memahami ghazwa atau penyerbuan mendadak ini dalam etika padang pasir un- tuk menjaga keseimbangan kekuatan? Di tanah kelahiranmu. Setelah kekalahan di Perang Badar I dan penyerangan-penyerang- an pasukanmu terhadap kafilah-kafilah Makkah. Serentetan pematahan serangan ke Madinah dilakukan.

tetapi tidak benar- benar datang ke Lembah Badar. Selain panas yang menyengat. kembali ke Makkah disambut oleh hinaan dan caci maki penduduk Makkah. Bukan hanya karena kepengecutannya mundur dari perang. Klan ini mewa- risi keningratan keturunan Kilab yang memiliki tugas-tugas utama pengelolaan Ka‘bah. dan kembali ke Makkah begitu mendapat kepastian bahwa engkau dan pasukanmu tidak meninggalkan Madinah pada waktu yang sudah disepakati. Kenyataannya. Jika itu terjadi. janda sepupumu: Abu Salamah. pasukan Muslim itu. Jumlah pasukanmu pun terhitung sedikit diban- ding orang-orang yang menyertai Abu Sufyan. engkau tetap membawa pasukanmu meninggal- kan Madinah. http://ebook-keren. Dia membawa sepasukan orang dari Makkah. keberpihakan Arabia terhadap kepemimpinanmu juga semakin meraksasa. Dalam skala lebih luas. Padahal. . Ia kemudian dikenal luas dengan sebutan Ummu Salamah. Dia adalah saudara perempuan pemimpin klan Makhzum yang paling berpengaruh di Makkah. Itulah yang membuat Abu Sufyan tidak pernah menduga bahwa engkau benar-benar akan menghadapinya di Perang Badar II.blogspot. Kepulangannya ke Makkah tanpa perang mem- buat suku-suku Baduwi semakin mengagumi kehebatanmu. nyaris tidak ada rumput segar untuk memberi makan unta-unta. Ini adalah kebangkrutan lainnya bagi para penentangmu di Makkah. Berangkat membawa pasukan. Usianya menjelang 40 tahun ketika engkau me- nikahinya. Abu Sufyan yang di Perang Uhud telah menghinakan jasad pamanmu: Hamzah bin ‘Ab- dul Muththalib dengan pedangnya. meskipun mereka cukup terkejut bahwa para sahabatmu. tahun sedang dilanda kekeringan hebat. Toh. engkau menikahi Hindun binti Al-Mughi- rah. me- lainkan juga karena imbas berkepanjangan dari putusan Abu Sufyan yang tidak populer. Awalnya. berani melakukan penyerangan terhadap orang- orang Makkah yang berkuasa. hal itu tentu menerbitkan kemenangan psikologis. dia hanya ingin membuat kagum penduduk Makkah. Ini sebuah kebangkrutan bagi Makkah. Pada tahun yang sama.com KELUARGA ABU BAKAR 69 Tidak seorang pun di Arab diturunkan derajatnya oleh serangan- serangan ini.

tetapi tak ternilai harganya bagi ‘Aisyah. Jika lomba lari tadi adalah sebuah kesenangan fisik. Kalung oniks itu boleh dinilai tidak berharga apa-apa bagi orang lain.blogspot. Lelaki yang Tidurnya Sedikit. Mendiami dua tenda yang ter- pisah dari pasukannya.com 70 MUHAMMAD Bersama ‘Aisyah. http://ebook-keren. Mereka harus memperpanjang masa istirahat di tempat itu gara-gara kalung ‘Aisyah. Kalung legendaris itu ternyata menggeletak di bawah perut si unta. pemberhentian itu tidak memiliki sumber air. Beberapa sahabat mendatangi Abu Bakar. Ummu Salamah menyertaimu dalam ekspedisi penaklukan Bani Al-Musthaliq kali ini. urusan kalung yang ia kenakan berkaitan dengan se- suatu yang bernilai kesenangan simbolis. Bahkan. Ibunya sendiri yang mengalung- kannya di leher ‘Aisyah. engkau dan kedua istrimu menikmati sedikit waktu santai. Mana sanggup orang lain memberikan penghargaan yang sama seperti ‘Aisyah menghargai kalung itu? Itulah mengapa pada pemberhentian sebelum jeda yang terakhir ini. ‘Aisyah tak mendapati kalung bersejarah itu di lehernya. botol-botol dan kan- tung-kantung air juga tidak menyisakan isi yang mencukupi. persediaan air pasukan sudah habis. Perma- salahannya. apa yang engkau bincangkan dengan istrimu lewat lisanmu yang lembut itu? Apakah pembicaraan itu membahas kalung istrimu yang beberapa hari terakhir menjadi ba- han perbincangan? ‘Aisyah mampu merasakan merona merah kedua pipinya oleh kalimatmu barusan. Padahal. . Wahai. dan meng- adukan hal itu. Malulah Abu Bakar jadinya. Siang. anggota pasukanmu banyak yang mengomel ketika rombongan harus memperpanjang pemberhentian perjalanan hingga semalaman. sedangkan engkau rasanya mustahil mengomando pasukan untuk bergerak jika ‘Aisyah tidak ikut serta. ayah ‘Aisyah. Sesuatu yang memiliki nilai sejarah. Ini kalung hadiah dari ibunya ketika ‘Aisyah engkau nikahi. meski tetap tak bisa ber- buat apa-apa. satu hari setelah kehebohan pencarian kalung itu. ‘Aisyah menolak meninggalkan tempat itu tanpa kalung- nya. unta ‘Aisyah bangkit dari posisi ber- lututnya semalaman.

Tanpa wudu mereka tak sah mendirikan shalat subuh.blogspot.” kata ‘Aisyah. “Ini bukanlah keberuntungan pertama yang eng- kau bawakan kepada kami. Peristiwa hilangnya kalung ‘Aisyah memang menjadi alasan turunnya hukum baru dalam hal bersuci bagi kaum Muslim. Pada saat yang tepat. Salah seorang di antara mereka lalu berkata. sapulah mukamu dan tanganmu. maka bertayamumlah kamu de- ngan tanah yang baik.” . mereka tidak bisa berwudu.com KELUARGA ABU BAKAR 71 “Setidaknya kejadian itu memicu keberuntungan untuk pasuk- anmu.” Sebuah ayat penyelamat yang memang sangat dibutuhkan pasuk- an. Nada suaranya sedikit merajuk. kemerajukan menjadi daya tarik seorang perempuan yang me- micu rasa sayang kekasihnya. Perintahmu yang dipandu oleh wahyu mem- beri keringanan bagi mereka. http://ebook-keren. Engkau tersenyum. wahai keluarga Abu Bakar. Reaksi pasukan pun muncul serta-merta. lisanmu mengucapkan kata-kata yang membuat lega hati para sahabatnya. “Jika kamu tidak mendapatkan air. Tanpa air. Ketika sebagian pasukan mulai menggerutu dan gelisah oleh keti- adaan air di tempat pemberhentian.

‘Aisyah dan madunya yang lain. Ummu Salamah memang dididik dengan cara bangsawan terhormat. wahai ‘Aisyah?” Ummu Salamah mengangguk kecil kepada ‘Aisyah.blogspot. bagai- manakah engkau memahami setiap istrimu? Bu- kankah mereka demikian unik antara satu dengan lainnya? “Engkau siap. Ummu Salamah.com 11. Se- baliknya. http://ebook-keren. Maka. dia berusaha bersikap dengan cara yang benar. Dari balik cadarnya. Hafshah. Sebagai anggota keluarga Makhzum. lebih merep- resentasikan golongan biasa dalam kekuasaan. Cara menyapa yang ningrat.” jawab ‘Aisyah pendek. semen- tara dia bersiap memasuki hawdaj yang masih menggeletak di tanah. Matanya berusaha tersenyum meski dengan cara yang paling sederhana. . Ummu Salamah tetap tidak bisa menganggapnya ren- dah dengan alasan apa pun. Termasuk karena usianya yang be- lia. “Tentu. Ummu Salamah mewakili kelompok yang paling aristokrat. Di antara kalangan Muhajirin yang datang ke Madinah. Kalung ‘Aisyah W ahai Lelaki yang Panjang Doa Malamnya. Dia tahu. Ummu Salamah mengirimkan pesan yang sangat kuat lewat sapaan matanya.

Ummu Ruman. . istrimu yang terkenal karena suka berderma dan meninggal beberapa bulan sebelum engkau menikahi Ummu Salamah. istri yang pernikahannya denganmu memicu kontroversi. Ummu Salamah memiliki kekuatan yang istimewa. Benar-benar ti- dak ada. Memastikan kalung oniks pemberian ibunya masih ada di sana. Kalung yang dihadiahkan ibunya. Kejadian lagi. kedua- nya bisa saling memahami. Jemarinya merabai lagi lehernya secara rata. Pernikahan sederhana yang hanya dihi- dangi semangkuk susu. Selain mengenai fisiknya yang masih menawan pada usia akhir tiga puluhan. Jatuh lagi. Abu Bakar. dan akhirnya diminum bergantian oleh seluruh hadi- rin yang menyaksikan pernikahanmu yang kedua setelah meninggal- nya sang perempuan suci: Khadijah. diteruskan Asma‘–saudari seayah ‘Aisyah. sebelum dia juga memasuki hawdaj yang sebentar lagi akan diangkat oleh para pengawal ke atas punggung unta. Duduk di dalam hawdaj. Saudah lugu dan sederhana. Dia mencari-cari di sekitar tempat dia duduk. Keduanya menjadi kostum pengantin yang dikenakan ‘Aisyah saat engkau menikahinya. dia menyadari ada sebuah perbedaan yang menciptakan jarak antara dia dengan perempuan ningrat itu. Seteguk untukmu. kini dia telah menjadi yang dituakan.com KALUNG AISYAH 73 ‘Aisyah membalas anggukan Ummu Salamah dengan tata cara yang baik. istrimu selain ‘Aisyah setelah meninggalnya Khadijah. Meski awalnya ‘Aisyah gemar mengerjai Saudah. ‘Aisyah memikirkan ke- mungkinan-kemungkinan itu sembari merabai lehernya. ‘Aisyah lalu melepas cadarnya sembari memikirkan banyak hal. Di antara istri-istrimu. seteguk malu-malu oleh ‘Aisyah. Paniklah ‘Aisyah seketika. Ummu Salamah tidak seperti Saudah. Ummu Salamah juga tidak sama dengan Za- inab Ummul Masakin. ‘Aisyah menyadari. satu paket de- ngan baju garis-garis indah dari Bahrain yang dibelikan ayahnya. Kalung oniks itu tidak ada di lehernya. Semangkuk untuk beramai-ramai. pada waktu-waktu setelahnya. barangkali ‘Aisyah menemukan sebuah potensi ketidaksamaan yang lebih serius antara dirinya dengan Ummu Salamah. Sesuatu yang bisa memunculkan banyak kemungkinan. Tentang Ummu Salamah. Seperti Zainab binti Jahzi. ‘Aisyah merasakan jantungnya mendetak lebih keras dibanding kapan pun. http://ebook-keren. Deg.blogspot.

Cara ini biasanya efektif untuk menemukan barang-barang yang terjatuh dari tempat asalnya. Menunggu sekian lama tidak kunjung berujung. Langkah-langkah kaki ‘Aisyah seperti berpacu dengan angin. para pengawal peng- usung hawdaj itu menyadari keteledoran mereka dan kembali untuk menjemput dirinya. rombongan pun sudah berangkat. lalu melangkah ke luar hawdaj.com 74 MUHAMMAD Tetap tidak ada. Dia ingin segera duduk kembali di balik tirai hawdaj-nya. Jemari ‘Aisyah menyibak tirai hawdaj. Setiap saat fitnah mengancam istri-istrimu. ‘Aisyah membuka cadarnya untuk mengurangi rasa panas yang me- ringkus wajahnya. Segera dipungutnya de- ngan hati-hati. Penetapan cadar sebagai penu- tup wajah istri-istrimu pun dilakukan untuk meminimalisasi rumor yang bermunculan. Masih ada waktu. Sekarang dia berharap. ‘Aisyah lalu menuju jalan setapak agak menjauh dari lokasi ke- mah. Tidak ada tenda. Jika nanti terdengar ringkik kuda atau derap kaki- kaki unta. Sambil tolah-toleh memastikan bahwa rombongan belum akan berangkat. http://ebook-keren. dia bisa segera mengenakan cadarnya kembali.blogspot. Sampai kemudian dua mata ‘Aisyah demikian berbinar saat meli- hat kalung oniksnya tergeletak di atas pasir. Seke- tika ‘Aisyah merasa ada yang melompat dalam dadanya. ‘Aisyah lalu diam sebentar di depan hawdaj-nya. Bagaimana caranya mengatasi fitnah kali ini? e ‘Aisyah duduk di atas batu sembari mendudukkan batinnya: tak ada pilihan selain menunggu. Semakin jauh mengikuti keyakinan ingatan istrimu paling belia itu. Area tempat tendamu dan tenda kedua istrimu didirikan telah senyap. Ter- tinggal rombongan begini bisa mendatangkan masalah serius. Belum terlihat pe- ngawal yang akan mengangkat hawdaj-nya ke atas punggung unta. ‘Aisyah meraih cadarnya. . Dia lantas buru-buru menuju tempat kemah agar tidak terting- gal rombongan. Meng- ulang setiap kejadian beberapa saat sebelum dia kembali ke lokasi ke- mah itu. “Apakah para pengawal itu tidak bisa membedakan hawdaj kosong dengan yang berisi?” ‘Aisyah tak mampu menolak rasa kesalnya.

Bukan hanya disebabkan oleh kegelisahan karena tertinggal rombongan namun juga rasa tidak nyaman pada tubuhnya. Sebuah kalimat yang akan selalu dikatakan oleh seorang Muslim ketika tertimpa cobaan atau kehilangan sesuatu. “Jika tidak keberatan. “Sungguh kami adalah milik Allah. ‘Aisyah buru-buru meraih cadar dan mengena- kannya. dia benar- benar tertidur berbantal lengan.” ‘Aisyah lega bukan main karena dia mengenal pemuda yang menghampirinya. “Ini adalah istri Rasulullah. Cuaca sedikit meredup.blogspot.” Suara yang sama. wahai Shafwan?” Shafwan menundukkan kepalanya dengan takzim.com KALUNG AISYAH 75 Tetap saja tidak datang tanda-tanda kembalinya rombongan atau setidaknya beberapa orang yang menjemputnya. Dia memang ingin segera sampai di Madinah. Tak berapa lama. pemuda yang telah dia kenal sejak lama.” ‘Aisyah berpikir sejenak sebelum menganggukkan kepala. wahai Ummul Mukminin. Shafwan putra Al-Mu‘aththal.” ‘Aisyah menegakkan badannya. rupanya engkau yang datang. Setidaknya dia sekarang punya ka- wan senasib. Matanya menjadi berat dan ingin terlelap. Ada angin sepoi yang membelai. se- mentara pemuda itu berjalan kaki di depannya sembari memegang tali kekang unta dan melakukan pengawalan terbaik. Perjalanan kali ini menguras tenaga dan dia mulai merasakan sakit pada beberapa bagian dirinya. Saya akan mengawal Anda sampai bertemu dengan rom- bongan Rasulullah. “Bukankah seharusnya engkau bergabung dengan rombongan Rasulullah. . Dia segera tersadar.” ‘Aisyah mendengar kalimat itu pada batas antara mimpi dan kenya- taan. http://ebook-keren. dan kepada-Nya kami akan kembali. Naiklah ‘Aisyah kemudian ke punggung unta milik Shafwan. Anda bisa naik di atas unta saya. ‘Aisyah didatangi kantuk. “Saya tidak tidur di dalam tenda dan tertinggal oleh rombongan. “Shafwan. wahai istri Rasulullah.

com 12. Tatapan yang tidak biasa. seharusnya engkau tidak akan meluluskan permintaannya? Pada kesempatan lain ketika ‘Aisyah sakit. Bukankah jika cinta. engkau memberi perhatian yang jauh lebih baik ketimbang hari ini. “Rasulullah.” Engkau menatap ‘Aisyah. ‘Aisyah merasakan sesuatu yang berjarak da- ri kalimatmu. ‘Aisyah menggeliat di tempat tidurnya. http://ebook-keren. Dengan kece- . Engkau tidak menatap istrimu itu tepat pada matanya. A pakah yang tengah terjadi sehingga wajahmu tampak sulit diselami. Desas-Desus Madinah. ‘Aisyah perempuan sensitif. sepulang perjalanan. aku meminta izin untuk pergi ke rumah orangtuaku selama sakit. mengapa pertanyaanmu tidak khusus diarahkan kepadanya? Tidak ada jawaban. Engkau bertanya kepada perempuan yang merawat diri ‘Aisyah sejak pu- lang ke Madinah dan jatuh sakit. “Baik- lah. Apakah ‘Aisyah merasakan ada hal yang berubah pada dirimu? Jika yang sakit adalah dirinya. Kupikir mereka akan merawatku dengan baik.” Barangkali.blogspot. wahai Lelaki yang Senantiasa Berpra- sangka Baik? “Bagaimana keadaan kalian?” ‘Aisyah menatapmu yang berdiri di depan pintu biliknya.

‘Aisyah lalu meninggalkan biliknya untuk mendatangi rumah ayah-ibunya. “jangan ang- gap rumor itu serius. Seolah tangisannya mampu me- mecahkan hatinya. ibu ‘Aisyah. kera- bat yang menemaninya berjalan-jalan keceplosan menyebut tentang gosip yang telah berhari-hari menyebar di seluruh Madinah.” ujarnya penuh hati-hati. Peristiwa sore sebelumnya. saat ini apa yang dipikirkan olehmu jadi urusan yang bisa nanti ia cari tahu. segera paham apa yang dimaksud putri kesayangannya. Sebuah berita tentang dirinya yang terlibat perselingkuhan dengan Shafwan. Bahkan. “Gadis kecilku. sensitivitas itu menjadi analisis yang menggang- gu. Tapi sekarang ‘Aisyah lebih memikirkan kesehatan tubuhnya. meski dirawat langsung oleh ibunya.blogspot. Tentu saja peristiwa kalung itu sumber ceritanya.com DESAS-DESUS 77 merlangan otaknya. Jarang ada seorang wanita cantik yang dinikahi seorang lelaki yang mencintainya. Dia ingin mengetes sejauh apa kesehatannya pulih sekali- gus melihat-lihat kondisi di luar rumah. melainkan istri-istri lelaki itu akan menggosipkan dirinya. ketika ‘Aisyah ter- tinggal rombongan dan Shafwan menemukan dirinya. kemudian orang lain mengulangi perkataan para istri itu. http://ebook-keren. Pada saat-saat tertentu seorang anak akan selalu merindukan tangan ibunya. butuh waktu belas- an hari bagi ‘Aisyah untuk benar-benar merasakan kebugarannya kembali seperti sediakala. ‘Aisyah me- mutuskan untuk berjalan-jalan ke luar rumah ditemani oleh seorang kerabatnya. dia sangat ingin dirawat oleh ibunya saat ini. Pada sore yang terlihat cerah. ‘Aisyah membutuhkan ibunya dari berbagai sudut. Tampaknya.” Ummu Ruman. “Tuhan memaafkanmu. Bisa jadi dia berpikir. maupun karena psikisnya yang gelisah. Ummu Misthah. Sebuah sore menyenangkan yang berpuncak pada tangis pilu ‘Aisyah sepulang dia ke rumah. Baik karena tubuh- nya yang melemah. Dibantu oleh beberapa orang. .” ‘Aisyah berkata dengan nada tegas ke- pada Ummu Ruman yang menyambut kedatangannya.” Menangislah ‘Aisyah kemudian. “Orang-orang membicarakanku dan engkau tidak sedikit pun mengatakan tentang hal itu. Perawat terbaik di dunia.

aku tidak mengetahui kecuali kebaikan dari rumah tanggaku. Bagaimana caranya menjawab rumor yang telah diulang oleh mulut-mulut hampir semua penduduk Madinah? e Ini orang kesekian yang engkau temui lalu engkau tanyai mengenai ‘Aisyah. niscaya Allah akan memberi tahu rasul-Nya. Sekarang engkau menghadapi Barirah dan mengharap sebuah jawaban yang me- nenangkan batinmu. aku hanya tahu yang baik saja tentangnya. Gosip itu membuatnya menghubung-hubungkan adegan ketika engkau berubah sikap terhadapnya.” Barirah menjeda kalimatnya.” . “Demi Tuhan yang mengutusmu dengan kebenaran. orang-orang telah berkumpul di masjid untuk men- dengarkan kata-katamu. Ketika itu. “Pernahkah engkau melihat sesuatu yang membuatmu curiga ke- pada ‘Aisyah. Aku me- marahinya karena hal itu. wahai Barirah?” Barirah menegapkan wajahnya penuh keyakinan. Ternyata dia tertidur sehingga domba peliharaannya memakan adonan roti.com 78 MUHAMMAD ‘Aisyah merasakan kepedihan yang terasa tak sanggup lagi tertam- pung oleh dadanya. aku membuat adonan roti dan aku memintanya untuk mengawasi adonan tersebut. Orang yang tidak pernah masuk ke dalam rumahku selain jika aku bersamanya. Engkau naik ke mimbar lalu memuji nama Tuhan sebelum memulai kalimatmu. apakah kalian mengatakan yang melukaiku tentang keluargaku.” Setidaknya apa yang dikatakan Barirah menebalkan keyakinanmu bahwa istrimu diyakini sebagai pribadi yang nirmala. http://ebook-keren. “Wahai umatku. pembantu ‘Aisyah mendapat gilirannya. melaporkan dari me- reka sesuatu yang tidak benar? Demi Tuhan. Barirah. “Ketika itu. Engkau pun mengucapkan terima kasih kepada Barirah sebelum memutuskan pergi ke masjid.blogspot. Dan tidak ada selain kebaikan dari lelaki yang mereka perbincangkan itu. Jika terdapat yang lain. Satu-satunya kesalahan yang kutemukan pada diri ‘Aisyah adalah ketika ia masih seorang gadis belia. suci tak bernoda di mata orang-orang yang mengenalnya.

Apakah engkau kini begitu menunggu turunnya petunjuk dari Tuhan.” “Demi Tuhan. . jika mereka berasal dari Aus. ‘Aisyah tidak bernoda dan Shaf- wan memiliki reputasi tak tercela. berdirilah Sa‘d bin Ubadah. http://ebook-keren. Namanya Usaid. Engkau juga tidak berhak berkata demikian karena mereka adalah kaummu. Semakin lama semakin keras dan memanas. engkaulah pembohong!” sahut Usaid. “Wahai Rasulullah. engkau pembohong!” katanya. engkau ingin meyakinkan sekali lagi apa yang ada di hatimu dengan cara bertanya langsung kepada istri beliamu. Engkau tengah memberikan argumentasi gamblang mengenai rumor yang berkembang. Engkau kemudian turun dari mimbar untuk mene- nangkan orang-orang. Engkau mengucapkan kata-kata yang mene- nangkan dan mampu mendamaikan mereka yang bersitegang. Engkau mengamati orang-orang. “Engkau tidak boleh dan tidak dapat membunuh mereka. Apakah engkau merasa su- dah waktunya mendatangi ‘Aisyah di rumah orangtuanya? Barangkali. maka berikan- lah perintahmu kepada kami. memeriksa akibat dari kalimat- mu barusan. Dan engkau seorang munafik berupaya keras de- mi kepentingan orang-orang munafik. Seorang laki-laki dari suku Khazraj berdiri. Karena mereka patut dipenggal kepa- lanya. fitnah para penyebar go- sip itu membutuhkan sebuah bukti untuk mematahkannya. “Kita wajib membunuh mereka. kami akan mengatasi mereka.” Adu mulut berlangsung sahut-menyahut. “Demi Tuhan.com DESAS-DESUS 79 Setiap telinga mendengarkan. Dan jika saudara kami dari Khazraj. setiap hati berusaha menyimak kata-katamu. Apakah keadaan memang menjadi tidak mudah bagi dirimu? Meski engkau memercayai kesucian ‘Aisyah. seperti halnya setiap pertanyaan dijawab oleh ayat-ayat dari langit selama periode turunnya wahyu? e Sudah sebulan sejak rumor itu membiak.” Belum lagi selesai kalimat Usaid.blogspot. Engkau sadar benar kondisi ini bisa berkembang semakin buruk.

Keterdesakan itu justru memunculkan sebuah kekuatan di lidah dan bahasa tubuh ‘Aisyah. ‘Aisyah sedang duduk bersama kedua orangtuanya dan seorang perempuan Anshar. “Wahai ‘Aisyah.com 80 MUHAMMAD Ketika engkau datang. sebagai seorang pemimpin. ‘Aisyah dan beberapa perempuan tampak sedang menangis. sembari berli- nangan air mata.” Abu Bakar yang sejak tadi tak bersuara berujar. ‘Aisyah. Sebaliknya. Dan jika engkau telah melakukan hal yang buruk. Jika engkau tidak bersalah. ‘Aisyah semakin merasa diragukan keju- jurannya. Karena sesungguhnya jika seorang hamba meng- akui kesalahannya dan bertobat. Kini.blogspot. pastilah Allah akan mengumumkan bahwa engkau tidak bersalah. Dia menoleh kepada Abu Bakar. “Aku tidak tahu apa yang harus kukatakan. padahal Allah Maha Tahu bahwa aku tidak bersalah.” . Dan jika kukatakan kepadamu bahwa aku tidak ber- salah. engkau tidak akan memercayaiku. “Jawablah pertanyaan Rasulullah untukku. Sang ibu memberi jawaban serupa dengan apa yang dikatakan ayahnya. http://ebook-keren. Dan hal itu telah tertanam ke dalam hatimu.” Dengan nelangsa ‘Aisyah lalu memohon kepada ibunya untuk melakukan hal sama. Dan engkau telah memercayainya. aku telah diberi tahu begini dan begitu me- ngenai Shafwan dan dirimu. Menyaksikan ‘Aisyah menangis oleh urus- an yang ditimpakan kepada istrimu itu tentu membuatmu bersedih hati. Dia menegakkan wajahnya menatapmu: suami yang ia cintai. ayahnya. jika aku mengaku bersalah. ‘Aisyah semakin merasa posisinya sungguh tertekan. “Aku benar-benar tahu bahwa engkau telah mendengarkan apa yang dikatakan orang- orang. lalu kedua orangtuanya. kemudian kembali kepadamu. bahkan kedua orangtuanya enggan memberi sebuah pembelaan. Allah akan mengampuninya. wahai Ayah. bukankah engkau harus me- minggirkan sementara perasaan-perasaan pribadimu? Engkau berucap tiada Tuhan selain Allah sebelum memulai ka- limatmu. Suasana ini saja barangkali su- dah membuatmu terbebani. Namun. engkau akan memercayaiku.” Menyimak kalimatmu. maka mintalah maaf dan pengam- punan kepada Allah.

dan bahkan sebaliknya. engkau siap mendengarkan apa yang mereka katakan. Mereka sewaktu-waktu akan berdiri di hadapanmu dan pada saat yang sama. engkau masih duduk di ruang tamu bersama Abu Bakar dan beberapa orang lainnya. Barangkali. mengklarifikasi fitnah yang menimpa dirinya. Apa yang terjadi terhadap dirimu.” Sebuah penutup yang sempurna. ‘kesabaran yang baik itulah kesabaranku. ‘Aisyah berharap. Tetap saja. tidak seorang pun istrimu yang takut. Setelah menuntaskan kalimatnya. Dengan kegeniusan yang masyhur. meski secara mandiri ‘Aisyah sanggup membela dirinya sendiri. Dan Allah sajalah yang dimohon pertolongan-Nya terhadap apa yang engkau ceritakan’.com DESAS-DESUS 81 Kalimat ‘Aisyah sungguh berharga diri tinggi. wahai Lelaki yang Senantiasa Mengkhawa- tirkan Umat? Engkau tampak mengalami sesuatu yang terlihat menyusahkan. dalam pema- haman positif. dia berharap agar Tuhan memberi bisikan kepadamu. ‘Aisyah menyelesaikan kalimat- nya dengan penuh kepercayaan diri. Sebuah gambaran yang membersihkan dirinya dari tuduhan itu. Kenyataannya. ‘Aisyah meninggalkan orang- orang untuk kemudian berbaring di tempat tidurnya. setidaknya Tuhan memberikan gambaran lewat sebuah mimpi dalam tidurmu. http://ebook-keren. . memperlihatkan kewibawaan dan kebang- gaan.blogspot. kalimat-kalimat Ilahi tengah meresapi jiwamu? Seperti halnya ketika situasi semacam ini terjadi. “Tetapi aku akan berkata sebagaimana ayah Nabi Yusuf berkata. jika urusannya ini dianggap ringan untuk menjadi penyebab turunnya ayat Tuhan. Ketika ‘Aisyah masuk ke tempat tidurnya. Keringat bercucuran padahal hari cenderung dingin. Sesuatu yang di tanah Arab baru diberikan kepada kaum Hawa setelah engkau menyebarkan ajaranmu. ‘Aisyah selalu bisa mengung- kapkan isi hatinya kepadamu tanpa menjadi sebuah kalimat yang ber- lebih-lebihan atau menyinggung perasaan. terhadap dirimu. beberapa saat setelahnya engkau akan melisankan kalimat-kalimat suci. Apa pula yang ada dalam pikiran orang-orang di ruangan itu? Apakah mereka mem- batin. Tanpa rasa takut.

Ummu Ruman pun segera menuju bilik putrinya. “Aku tak akan menemuinya atau berterima kasih kepadanya. Wajahnya ber- seri-seri. “‘Aisyah.” ujarnya penuh suka cita. Suasana pun segera berubah. Sesuatu yang akan datang langsung ke muka pintu rumahnya.” Apakah bergetaran suaramu oleh baha- gia? Wajahmu bersinar penuh harapan. Aku akan bangkit untuk ber- terima kasih kepada Allah semata. Satu masalah terlampaui.com 82 MUHAMMAD Kemudian.” ‘Aisyah berkata setengah menggerutu. ‘Aisyah tidak memperlihatkan reaksi yang berlebihan. tetapi ‘Aisyah sadar ada hal lain yang akan sangat mengganggunya. “Bangunlah dan temuilah Rasulullah. Aku juga tidak akan berterima kasih kepada kalian berdua yang telah mendengarkan fitnahan itu dan tidak membantahnya. tetapi juga mengecam para penuduh. Engkau juga mene- tapkan persyaratan sangat ketat mengenai bukti-bukti yang harus ada bagi seseorang untuk menjatuhkan putusan atas tindakan seseorang dalam situasi yang tidak jelas dan meragukan. Dia lalu bangkit untuk bersyukur secara khusus kepada Tuhan. tak bernoda.blogspot. karena Dia telah mengumumkan bahwa engkau tidak bersalah. segala puji bagi Allah. engkau bukan saja menegaskan betapa tidak bersalah- nya ‘Aisyah. Abu Bakar memberi tan- da kepada istrinya untuk membangunkan ‘Aisyah. . Di luar bilik. engkau meng- umumkan ayat-ayat baru yang membersihkan nama ‘Aisyah dan me- ngutuk pemfitnah yang menyebarkan berita bohong mengenai diri- nya. http://ebook-keren. ‘Aisyah kembali menjadi nirmala: suci. Orang-orang merasakan kelegaan luar biasa.

blogspot. jarang yang menghampi- rinya dan melemparkan sejumlah receh untuknya menyambung hidup. R enta. dan tukang sihir! Jika engkau mendekatinya. Pengemis itu mengenali langkah se- seorang yang ajek mendatanginya setiap pagi. Seseorang itu akan menyuapkan makanan lu- nak kepada pengemis renta dengan mulutnya sendiri. Lelaki tua itu mendudukkan badan ringkihnya seperti kain usang yang teronggok. dan dia seorang Yahudi. Dia bersiap un- tuk mengulangi mantra yang dia rapal setiap hari. Dia menunggu seseorang yang setiap pagi menjadi yang pertama mendatanginya. telinga menjadi matanya. Ini pengulangan setiap hari. “Janganlah engkau mendekati Muhammad karena dia orang gila.com 13. pagi ini pun tidak akan ada yang berubah. Kepala bergerak-gerak. Dia datang.” Dimulai. engkau akan dipengaruhinya. Dia datang. http://ebook-keren. Seperti kemarin. Seperti induk burung yang menyuapi . buta. pengemis. Rutinitas yang tidak pernah terganti. Perlahan dan penuh kelembutan. setiap kali ada orang yang menghampirinya dan memberi keping receh untuk menyambung napasnya. 627 Masehi. pembohong. Pengemis Salah Satu Sudut Kota Madinah. Pengemis tua itu yakin.

maupun pengadilan dalam pertikaian. yang mungil cantik.” .. Rumahmu sendiri menjadi tempat umum. Meski ‘Aisyah tidak pernah lupa bahwa dia meyakini lelaki yang menjadi suaminya itu seorang nabi. Makanan selembut apa pun akan sulit di- kunyah oleh pengemis renta itu. “Jangan . Lelaki itu . Dia bangkit perlahan setelah memastikan si tua selesai dengan makanannya... engkau sedang da- lam suasana bahagia setiap berada dalam jadwal di bilik ‘Aisyah. Orang-orang berdatangan untuk ber- konsultasi denganmu tentang masalah-masalah sosial atau agama. Lelaki itu bangkit lalu menderap meninggalkan si pengemis. makanan yang halus siap telan berpindah ke rongga mulutnya. Seolah. engkau akan dipengaruhinya. “aku bersama Ummu Salamah.” Orang itu tersenyum. Ritmis dan berpendar wibawa. dia mendapat layanan ekstra dari orang tak dikenal- nya itu karena kalimat-kalimat yang ia ucapkan. Apa yang dilakukan seseorang yang senantiasa mengunjunginya setiap pagi sama saja dengan surga. Tidak bersuara. dan tukang sihir! Jika engkau mendekatinya.com 84 MUHAMMAD anaknya melalui paruhnya.blogspot. Dia tidak perlu melakukan apa-apa. dalam hal-hal khusus. Orang itu mengunyahkan makanan untuk dia dengan mulutnya sen- diri. “Wahai. Orang-orang se-Madinah biasa berspekulasi. wahai Muhammad Al-Mustafa. Engkau tinggal di bilik-bilik istrimu secara bergiliran. “Ke mana saja engkau seharian hingga sekarang?” Tak ada beban. karena dia orang gila. dia tetap memperlakukan dirinya sebagai istri yang ingin disayangi.” si tua mengulang ka- limatnya. Hanya mengangakan mulut- nya. dirimu bahkan tidak memiliki kamar sendiri. sampai tandas seluruh makanan yang ia bawa. “Janganlah engkau mendekati Muhammad. e ‘Aisyah sedang melakukan hal-hal kecil ketika engkau datang ke bilik- nya. http://ebook-keren. dirimu..” katamu lembut. Perlahan-lahan. Langkahnya tegap dan terukur. pembohong. Se- bagai seorang sayyid yang berkuasa di Arabia.

Madinah sudah bukan Yatsrib yang dulu. Mereka semua pernah mempunyai suami sebelumnya.com PENGEMIS 85 “Apakah engkau tidak memenuhi kewajibanmu terhadap Ummu Salamah?” tanya ‘Aisyah menyentil sedikit keterlambatanmu menda- tangi biliknya. ‘Aisyah meneruskan kalimat- nya. Jauh sebelum kedatanganmu pun. cadas. http://ebook-keren. Ketika engkau dan orang- orang Makkah yang percaya akan kenabianmu datang ke Yatsrib. dan yang lebih kecil Bani Qainuqa’. Yatsrib hanya sebuah oase. ‘Aisyah rupa- nya juga tidak sedang menunggu jawaban apa pun. “Tentu turunan yang belum dimakan tanamannya. daerah ini tidak seramai Makkah. tetapi selebihnya nyaris sama dengan tetangga Arab mereka. dan tanah berbatu tandus.blogspot. Setelah peristiwa kalung. Daerah ini dikepung oleh bukit-bukit berapi. Atau mungkin mereka orang Arab asli yang beralih agama dari pagan menjadi Yahudi. ada tiga suku Yahudi utama di Yatsrib: Bani Quraizhah. . Bani Nadhir. Hanya sebuah hu- nian pertanian. ‘Aisyah semakin menyadari betapa rentan kehidupan istri-istrimu. yang lain sudah. Jika engkau berjalan di antara dua turunan pada sebuah bukit. ke- cuali aku.” Engkau tersenyum dan tidak mengatakan apa pun. daerah itu dihuni oleh orang-orang Yahudi yang konon merupakan pelarian dari Palestina setelah Romawi memadamkan pemberontakan di daerah sengketa itu pada tahun 135 Masehi. kota kelahiranmu yang menolak ajaranmu. Dia hanya ingin menegaskan seberapa istimewa dirinya.” mata ‘Aisyah berbinar. Awal- nya. katakan kepadaku pendapatmu. yang satu belum disentuh dan belum dimakan tanamannya. pada yang mana engkau akan gembalakan hewanmu?” Engkau pasti telah paham ke mana arah kalimat ‘Aisyah. Sama sekali bukan daerah yang menjanjikan.” “Begitulah. “Rasulullah. Engkau tersenyum tanpa kata-kata. sebaliknya. didiami oleh kelompok-kelompok suku yang hidup berdekatan tetapi saling bersaing dengan cara yang mematikan. “aku tidak seperti istri-istrimu yang lain. Orang-orang Yahudi ini mempertahankan identitas agama mereka. Bentangan hijau yang luasnya sekitar 20 mil.

Seorang kepala suku Khazraj bernama ‘Abdullah bin Ubai memperoleh cukup simpati karena cenderung tidak berpihak kepada salah satu suku. me- miliki tanah mereka sendiri dan membangun benteng-benteng tinggi. http://ebook-keren. Kelompok lain yang datang belakangan ke Yatsrib dari Arabia Se- latan adalah Bani Qailah. Meski awalnya hanyalah kelompok suku lemah. “Kami telah meninggalkan orang-orang kami karena tak ada suku yang terpecah- belah oleh kebencian dan dendam seperti mereka. orang-orang Khazraj dan Aus merasa rendah diri terhadap bangsa Yahudi yang memiliki kitab suci sendiri dan mengejek mereka sebagai “orang-orang yang tidak berpengetahuan. tak ada manusia yang lebih hebat daripada Anda. berpakaian seperti orang Arab. pertikaian di antara mereka tak terhindarkan. Tidak ada yang diakui sebagai pemimpin atau pemilik otoritas tertinggi.” . Kaum Yahudi Yatsrib selama berta- hun-tahun memamerkan penyembahan monoteisme mereka. dua suku ini terus bertumbuh dan akhirnya justru mendominasi Yatsrib. Ini sebuah ide yang brilian. Seki- an lama.blogspot. begitu pikir para peziarah itu. Mereka juga membenci dirimu. Perkenankan kami pergi ke mereka dan mengajak mereka untuk mengikuti agamamu.” Muhammad jauh lebih berpotensi menjadi pemimpin yang tidak ber- pihak dibanding Ibn Ubai. berkonvensi sistem kesukuan dan ke- rap lebih kasar dan jahat. Setidaknya dia menolak terlibat Perang Bu‘ats yang menjadi puncak pertikaian sipil di antara suku-suku itu. Mereka menemuimu dan begitu antusias mendengar pengakuanmu sebagai nabi bagi bangsa Arab dan telah membawa un- tuk mereka kitab suci berbahasa Arab. engkau datang dari Makkah lewat sebuah peris- tiwa legendaris bernama Hijrah. Sayangnya. Sebuah revolusi yang diawali keda- tangan sekelompok peziarah Khazraj ke Makkah bertahun-tahun sebelumnya.com 86 MUHAMMAD Mereka menamai anak-anak mereka dengan nama Arab. Mereka memecah diri menjadi dua suku: Aus dan Khazraj. Ketika mahkota kepala suku tertinggi tengah disiapkan untuk ‘Abdullah bin Ubai. dan jika Tuhan menyatukan mereka dalam agama ini. bukan Ibrani. Mungkin Tuhan akan menyatukan mereka melalui Anda.

seorang pemuda Yahudi menjadi saha- batmu dan mengikuti ke mana pun engkau pergi. Bukankah pernah bertanya-tanya para sahabatmu ketika seorang Yahudi Madinah dikuburkan dan engkau berdiri memberi penghormatan? “Bukankah dia juga manusia?” tanyamu ketika para sahabatmu bertanya. sedangkan di hatinya tersusun rencana-rencana untuk mengambil ke- . Ditukarnya nama Yatsrib menjadi Madinah lalu berbagai kemenanganmu dalam melindungi Madinah adalah tanda-tanda kemenangan yang sangat terang. Namun. http://ebook-keren. Belakangan. Dengan begitu. tetapi tak menganggap Yahudi layak dihinakan. agama yang engkau bawa akan semakin banyak orang percaya. tangga puncak pada keberhasilan itu sudah demiki- an dekat. Jika engkau mam- pu menyatukan suku-suku di Yatsrib dengan ajaran tauhid kakek mo- yangmu Ibrahim sebagai perekat. Konsekuensinya. Mengaku telah memeluk Islam. Engkau mewujudkan hubungan antarmanusia yang setaraf. engkau tetaplah engkau. Engkau tidak pernah me- minta pemuda itu mencampakkan keyakinan orangtuanya. Orang-orang semacam Ubai melihat kesempatan untuk memper- oleh posisi lewat klaim keislamannya. Nama Ibn Ubai berkelebat di benak ‘Aisyah.blogspot. tidak bertingkat- tingkat. mahkota kepemimpinan Yatsrib ada di tanganmu. Setelah Islam berkuasa di Madinah. pengakuan akan amanat ke- nabianmu akan sulit terbantahkan. dan dia begitu nyaman selalu mendampingimu. Engkau menyayanginya. Engkau pemimpin Islam. Lelaki itu jelas ikut berperan sentral dalam penyebaran fitnah “kalung” antara dirinya dan Shafwan bin Mu‘aththal selain berbagai fitnah lain yang disebar untuk meng- goyang kepemimpinanmu. ‘Aisyah memahami itu. Pengaruhmu semakin menguasai Madinah. seterang ma- tahari di siang yang tak berpenghalang. mengapa engkau menghormati yang telah mati itu sedang- kan jelas-jelas dia seorang Yahudi. Keberhasilan-keber- hasilan yang juga dibarengi oleh berbagai kudeta tak terlihat. Selama bertahun-tahun.com PENGEMIS 87 Parameter keberhasilan sudah selesai dihitung. engkau tidak pernah memaksa siapa pun untuk menjadi Muslim.

Apakah orang-orang yang hendak berkonsultasi kepadamu atau pemberi hadiah yang memang gemar memberikan berbagai bing- kisan kepadamu ketika engkau ada di bilik ‘Aisyah? ‘Aisyah mengangguk kepadamu. Datang hendak membicarakan hal berkenaan dengan tebusan diri saya. Orang-orang hipokrit ini menjadi penyakit mematikan bagi umat. Ketukan lembut di pintu. Namun.” ‘Aisyah terdiam di tempatnya. sementara engkau menyiapkan diri. “Saya hendak menemui Rasulullah. “Wahai. Siapa pun lelaki yang melihatnya pasti terpikat olehnya. siapa dia yang datang. Dia sa- ngat cantik. Bahkan ‘Aisyah yang juga seorang perempuan pun tak me- nampik daya tarik dan kerupawanan fisik perempuan di depannya. ‘Aisyah mempersilakan tamunya masuk. meminta izin untuk membuka pintu. perempuan itu adalah putri kepala suku Bani Al-Musthaliq yang engkau kalahkan . Anda benar-benar tahu musibah yang menimpaku. Derit daun pintu kayu ter- buka bersamaan dengan perasaan tak keruan dalam diri ‘Aisyah ketika menemukan wajah seseorang di muka pintunya. putri Harits. Meski diliputi kecemas- an.com 88 MUHAMMAD untungan dari pengakuan tersebut. Madinah benar-benar tak sama seperti dulu lagi. Tak salah duga. ‘Aisyah pun me- ngetahui fakta itu. Nabi akan melihat perempuan ini seperti yang kulihat. Apakah engkau telah maklum siapa yang bertandang ke rumahmu? Engkau duduk dengan penuh empatik dan siap mendengarkan. putri Harits. Orang yang berkata hendak me- nemuimu itu adalah seorang perempuan dengan pesona yang begitu bermagnet. ‘Aisyah bertanya-tanya. Barangkali sedikit banyak telah engkau dengar kisah Juwairiyah dari orang-orang. Saya Juwairiyah. http://ebook-keren.” ‘Aisyah tak terlalu memperhatikan kata-kata Juwairiyah. “Saya Juwairiyah. Engkau sangat tahu itu. dan aku datang untuk memohon bantuanmu mengenai pembebasanku.” ‘Aisyah terpana tanpa kata-kata. karena mereka menyerangmu dan komunitas Islam dari dalam.blogspot. kali ini engkau ingin mendengarkan langsung dari orang yang berkepentingan. Tuan Pemimpin Madinah.

Keluhannya akan engkau perhatikan. Banyak orang membicarakan kecantikan rupanya. Ini etika kesukuan. “Apa yang lebih baik itu?” Juwairiyah menunggu jawabanmu. ‘Aisyah pun tidak mau satu kalimat pun ter- lewat. http://ebook-keren. Setiap istrimu adalah Ummul Muk- . Sekarang. Siapa kalah perang menjadi tawanan.” Juwairiyah terdiam di tempatnya sementara ‘Aisyah merasakan kecemburuan merambati hatinya.blogspot. Dia tahu suaranya akan engkau dengarkan. Tentu bukan sebuah kecemburuan. Sesuatu yang lebih baik diban- ding besarnya tebusan seorang tawanan. “aku menginginkan kebebasanku dan berusaha membayar tebus- anku kepadanya dengan mencicil. Juwairiyah telah mendengar segala tentangmu. Seolah apa pun yang dikatakan Juwairiyah melibatkan dirinya. Mengapa dia be- rani menghadapimu pun dipicu oleh segala kabar mengenai kebijak- sanaanmu.com PENGEMIS 89 sewaktu suku itu menyiapkan serangan terhadap Madinah. “Aku datang untuk meminta bantuan Anda untuk membantu pembayaran cicilan kebebasanku. Apakah itu? Engkau berkata tenang. engkau hendak mengangkatnya ke posisi yang demikian terhormat. Apakah dia merasakan sebuah kebahagiaan? Dari seorang tawanan yang bahkan pembebasannya harus ditebus.” Apakah yang engkau pikirkan. Hari ini. “Aku tawanan Tsabit bin Qais. “Aku akan melunasi pencicilan pembe- basanmu kemudian menikahimu. Juwairiyah merasakan sesuatu juga merambati jiwanya. ‘Aisyah. wahai Pemimpin Madinah? Mung- kinkah sebuah pemikiran tengah engkau pertimbangkan? Sebuah solusi untuk semua? “Apakah engkau menginginkan yang lebih baik daripada itu?” Engkau menjawab Juwairiyah dengan cara yang sopan dan terhormat. Dia men- jadi bagian dari tawanan perang yang pembebasannya harus diperhi- tungkan. engkau menyebut sesuatu yang boleh jadi menjadi jalan keluar yang membebaskanmu.” Juwairiyah melanjutkan kalimat- nya.” Engkau menyimak. Siapa meng- inginkan kebebasan harus memberikan tebusan. istrimu. mengamini omongan orang-orang itu.

engkau tidak pernah memberikan bagian terbaik dari hewan-hewan korban itu kecuali kepada teman- teman mendiang istrimu itu. ‘Aisyah paham konsekuensi-konsekuensi positif itu. Bahkan. Apa lagi jawaban yang sanggup dia berikan? Rasanya seperti ter- timpa surga. “Sesungguhnya. “Khadijah . apakah itu akan memberi berlimpah manfaat bagi umat? ‘Aisyah menahan sesuatu di dadanya..” katamu se- kali waktu. Ini pernikahan yang akan mengeliminasi pertumpahan darah antarsuku. Kalimat yang terpenggal oleh kalimat ‘Aisyah yang bernada tak biasa. engkau menikahi istri-istri lain. artinya ratusan keluarga yang awalnya men- jadi tawanan akan dibebaskan.” . Istri yang senanti- asa engkau sebut-sebut dalam berbagai kesempatan. bisik ‘Aisyah kepada dirinya sendiri. Juwairiyah menjadi bagian dari keluargamu. Setiap mengorbankan domba.blogspot.” kata Juwairiyah sembari menundukkan wajah- nya. Dia adalah Khadijah binti Khuwailid. Apakah mampu hati Juwairiyah menam- pung perasaan tak tertahankan itu? “Saya bersedia. tetapi rasa cemburu mana bisa diberi tahu? Meski demikian.com 90 MUHAMMAD minîn: ibu kaum mukmin. Engkau mengangguk. http://ebook-keren. Khadijah telah berwasiat kepadaku. Istri yang sebenar- nya telah lama tak hidup bersamamu lagi. Aku tak tahu apakah ada wanita yang lebih terhormat dan lebih berkah di kalangan kaumnya dibanding Juwairi- yah binti Al-Harits. lagi-lagi Khadijah! Sepertinya di bumi ini tidak ada wanita lain kecuali Khadijah.. Istri yang katamu telah dibangunkan istana indah di surga oleh Allah. pernikahan ‘Aisyah sewaktu dirinya masih begitu belia salah satunya untuk melipur lara hatimu saat kehilangan istri istimewamu itu. dalam hati ‘Aisyah mampu mengukur kecemburuannya kali ini tidak lebih besar diban- ding kecemburuannya terhadap istrimu yang lain. Wahai Lelaki yang Selalu Menghormati Pe- rempuan.. adakah sesuatu yang engkau pikirkan? Menikahi Juwairi- yah. Istri yang tidak pernah tergantikan mes- ki setelah kepergiannya.. Khadijah .

com PENGEMIS 91 “Apa yang engkau sebut tentang wanita lemah yang engkau cela. http://ebook-keren. adakah kehidupan yang lebih menjanjikan kebahagiaan dibanding itu? Kehidupan semacam apakah yang mampu menancapkan kecinta- anmu terhadap seorang perempuan seperti cintamu kepada Khadijah? .blogspot. Dalam kesusahan maupun kebahagiaan berdua saja. Sekarang.” Berkelebat lagi adegan itu. “Demi Allah. yang merah pipinya. patahlah dia nanti.” katamu. tidak ada alasan untuk berpikir engkau menuruti ke- inginanmu sendiri seperti seorang raja menurutkan pacuan nafsunya. Dia pun mengerti. Rusuk yang bengkok. kata per kata terdengar jelas. Sebab. kisah harem Raja Daud dan Raja Sulaiman membuat apa yang engkau miliki terlihat tidak ada apa- apanya. dalam masyarakat suku. Jika dilurus- kan dengan kasar. Istri istimewa itu pernah hidup be- gitu lama denganmu tanpa kehadiran madu. Dia membantuku pada saat orang-orang enggan me- nerimaku. Meluruskan apa yang bengkok dengan kelembutan. Sebersit pikiran membuat ‘Aisyah mencemburui Khadijah dengan alasan yang lebih mendasar. kecemburuannya kepada Khadijah akan tetap ter- tanam. jika engkau tengah dilanda emosi yang tak terkendali. Dua puluh lima tahun me- lewati tahun-tahun perkawinan berdua saja. poligami bukan sesuatu yang abnormal. ‘Aisyah lahir dan bertumbuh dalam sebuah kesadaran. Dia seorang perempuan sedangkan engkau bagai 20 orang pria. ‘Aisyah menyadari pada waktu-waktu yang akan datang. tidak ada yang dapat menggantikannya untukku yang lebih baik daripada Khadijah. Hawa di- ciptakan dari tulang rusuk Adam. jika diperbandingkan. Engkau tidak akan memanggil ‘Aisyah dengan sebutan Humaira. Dilengkapi anak-anak yang lahir kemudian. Intonasimu lembut. wahai Humaira? Bahwa engkau telah menggantikannya dengan yang lebih baik dibanding Khadijah?” Engkau memilih nada paling bijak untuk menyatakan isi hatimu. Beririsan dengan kesadaran bahwa dia tidak mungkin memi- likimu seorang diri. “Dia beriman kepadaku ketika orang-orang mendustakanku. Baginya. hadir Juwairiyah yang akan menambah daftar nama is- tri-istrimu. dan dia memberiku keturunan yang tidak aku dapatkan dari istri-istriku lainnya.

menjadi pucat dan nyaris kehilangan cahaya? Apakah Khadijah berpikir.com 14. perem- puan yang dimuliakan itu. wajahmu yang empatik dan se- lalu membuat jatuh cinta. Khadijah bangkit dari duduknya. Meyakinkan diri tidak ada yang salah dengan penampilannya.blogspot. Khadijah. tetapi masih memancar- kan keagungan pada wajah dan seluruh sosoknya. K etukan keras di pintu. Perempuan Suci Makkah. Matanya masih jeli. Apakah Khadijah merasakan. bentuk dan gerak tubuhnya terjaga. 610 Masehi. Khadijah tak mengerti mengapa ketukan di pintu harus sekuat itu. Perasaan tak keruan yang berlipat ganda ketika dia melihat di- rimu berdiri dengan cara yang tak biasa persis di hadapannya. yakin siapa yang ada di se- baliknya. Dia menyiapkan ekspresi ter- baik untuk menyambut kedatanganmu. http://ebook-keren. tubuh gagahmu menjadi menggigil seperti baru saja diguyur hujan paling deras sepan- jang tahun? . Mendera-dera. Penampilan perempuan yang telah melewati usia setengah abad. kulit wajahnya berseri. Dirimu. Khadijah menghampiri pintu dengan perasaan waswas. Hanya saja. Ada apa dengan be- lahan jiwaku? Merapikan lembar kain yang menutupi sebagian rambut.

” . istri yang begitu meleng- kapi. engkau memang tidak terbiasa membaca.blogspot. http://ebook-keren.” jawabmu sejujur-jujurnya. apakah engkau berpikir. Khadijah?” Engkau menatap Khadijah.com PEREMPUAN SUCI 93 Apa yang terjadi kepadamu. Membaca apa? Makhluk itu lantas mendekapmu dengan pelukan yang keras. Apakah perempuan suci itu merasakan. “Apakah aku sudah menjadi seorang kahin11. Khadijah mengikuti langkahmu tanpa suara. kecuali dia terlihat seperti bersayap? “Bacalah!” kata makhluk yang terlihat juga menyerupai manusia itu. Apakah engkau mulai merasakan ketakutan di dadamu? “Aku tidak bisa membaca.” Berulang. “Selimuti aku! Selimuti aku!” katamu. Apakah engkau tengah me- rasakan kegalauan yang tak terperi? Khadijah sigap menarik selimut yang dia harapkan mampu sedikit mengurangi apa pun yang meng- ganggu perasaanmu. wahai Lelaki yang Terjaga dari Dosa? Engkau memburu dipan yang di sana dirimu biasa menikmati tidurmu yang sedikit. Engkau merebahkan kepalamu ke pangkuan Kha- dijah. “Aku tidak dapat membaca. sosok itu meraihmu ke dalam dekapannya hingga sem- pit napasmu sesak jadinya. “Bacalah!” katanya sekali lagi setelah me- lepaskan dekapan yang menyakitkan. Seperti ke- banyakan orang Makkah. Pandanganmu bertemu dalam posisi yang romantis. Lagi pula. Sekarang. tidak ada benda apa pun untuk dibaca. “Bacalah!” Engkau belum mengerti. Engkau menggeleng. nasibmu telah menyamakan dirimu dengan seorang kahin? Kejadian di Gua Hira’. engkau masih memiliki Khadijah. Se- suatu yang membuatmu begitu sulit bernapas. “Aku tidak bisa membaca. tempatmu me- nyepi. Tidak ada lembar papirus atau batu bertulis. engkau merasakan kehadiran suatu makhluk yang nyaris tak ter- definisikan. Pelukan itu mereda ke- mudian. sungguh beban luar bi- asa tengah menghantam jiwa suaminya? Khadijah mengerti itu. Setidaknya dalam ketidaktentuan yang begini meng- hunjam. meski dia belum tahu cerita apa yang ada di sebaliknya. apakah tidak memberikan kemungkinan lain? Bukankah ketika itu.

sosok itu memelukmu dengan cara yang sama. dan timur. http://ebook-keren.” Engkau kali ini tidak sanggup menolak kecuali melafalkan kata- kata itu mengikuti kehendak makhluk yang tidak engkau kenal. Memalingkan pandangan ke utara. kini telah membentangi ang- kasa? Sesuatu yang terlihat seperti sayap. Dia lalu berkata tanpa jeda. engkau melarikan kakimu lebih kencang dibanding kapan pun. “Wahai. Muhammad! Engkau Rasulullah dan aku Jibril!” Engkau terpaku sesaat. tapi tak berhasil kabur darinya. tetapi melafalkan kalimat yang dimulai dari kata perintah “bacalah!” Kata-kata itu seperti menghunjam ke dadamu. ke- mudian melepaskanmu dengan cara yang sama pula. menuruni tebing dengan tergesa-gesa. Sosok yang mengaku bernama Jibril. Setelah akhirnya makhluk itu lenyap. Muhammad! Engkau utusan Allah dan aku Jibril!” Engkau menengadah.blogspot. ba- rat. selatan. tetap saja bertemu dengan citra yang sama. dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah. Tidak engkau pedulikan perih permukaan kulitmu ketika bergesekan dengan tekstur bebatuan ter- . Apakah ini benar atau ilusi? Bukankah eng- kau merasa melihat sosok di gua tadi. Apakah itu terasa begitu menyakitkan dan menakutkan? Apakah itu yang membuatmu mulai berpikir engkau bernasib sama dengan para penyair yang teril- hami oleh jin? Setelah mengucapkan serangkaian kalimat itu. Bukan membaca. Berlari ke luar gua.com 94 MUHAMMAD Kali kesekian. engkau buru-buru berlari meninggalkan sosok yang membuatmu gemetaran itu. Apakah engkau ingin mendebat pandang- anmu sendiri? Melawan apa yang tertangkap oleh indra penglihatan- mu sendiri? Engkau memalingkan wajahmu dari sosok itu. “Wahai. Bacalah. yang mengajar manusia dengan pena. Dia meng- ajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya. “Bacalah dengan nama Tuhanmu yang menciptakan! Dia telah men- ciptakan manusia dari segumpal darah.

Biarkan itu menjadi dukanya. Tidak mungkin Tuhan menjadikanmu kahin. apakah pemikiran bahwa dirimu berada di bawah kekuasaan jin sungguh tera- sa begitu menyedihkan? Para penyair di tanah Arab konon sering kali mendapatkan kata-kata provokatif mereka dari bisikan jin. Engkau nyata-nyata tidak ingin kejadian itu menghampiri dirimu. Semen- . Kehidupan kota di Makkah memberi ke- sempatan luas bagi Khadijah untuk berkembang dalam bisnis. dan senantiasa mulia setelah kini per- nikahan engkau dengannya telah belasan tahun lamanya.” ujarnya dengan kelembutan yang tak tertandingi. Khadijah?” Wahai Manusia yang Tak Menerima Penyekutuan Tuhan. Dalam kebergantungan sesaatmu kepadanya. bukan milik suami tercinta. seperti saat ini. Apakah selalu seorang lelaki tampak begitu layak dicintai ketika ia berada dalam titik kebergantungannya. “Engkau baik hati dan penuh perhatian terhadap kelu- argamu. “Tuhan tidak akan bertindak kasar dan sewenang-wenang. Khadijah memelukmu. http://ebook-keren. Khadijah saudagar kaya yang suci dalam berdagang juga berpe- rilaku dan engkau pemuda cemerlang yang reputasinya diamini oleh seluruh penduduk Makkah. Belasan ta- hun lalu. Apakah engkau ingin buru-buru sampai di rumahmu? Ingin segera berada dalam pelukan Khadijah? “Apakah aku sudah menjadi seorang kahin. Sayangku. apakah Khadi- jah menyadari sebuah arus kasih ingin ia berikan untuk laki-laki yang di matanya senantiasa mulia? Mulia ketika engkau dahulu masih se- orang pemuda yang tepercaya.” Mungkinkah Khadijah merasakan ada sesuatu yang membahana di dalam dadanya? Perasaan ingin menyerap duka yang ada pada diri- mu.blogspot. titik kerapuhannya? Khadi- jah mendekapmu selagi ingatannya terseret ke masa lalu. Engkau menghormati tamu dan segera membantu mereka yang mengalami kesulitan. Beberapa kali nyaris terjatuh.com PEREMPUAN SUCI 95 jal. engkau tetap melanjutkan larimu. Dirimu bekerja keras untuk mengembalikan moralitas yang telah hilang dari orang-orangmu. ketika dia dan dirimu adalah dua orang yang baru saja saling mengenal. Sayangku. Engkau bantu orang miskin dan mengangkat beban mereka.

Tidak pernah berbuat curang atau berkata bohong. itu sudah menjadi buah pembicaraan. Menghar- gai lawan bicara dan menenangkan. Mungkin tertempa oleh beratnya perjalanan hidup yang engkau jalani. yakni dirimu. Berjarak sangat jauh dari kelaliman. Teratur dan penuh kesopanan.blogspot. menaklukkan. menikah adalah se- buah pilihan yang tidak berlebihan. Jadi. Eng- kau dengan keremajaan usiamu menampakkan sebuah kematangan perjalanan batin. Sementara suara jernihmu menjelaskan detail perniagaan yang engkau lakukan. Tentang kehe- batanmu dia telah lama mendengar dari orang-orang. Dengan segala kekagumannya kepadamu dan keutamaan statusnya yang tak tersentuh sembarang orang. Tatapanmu yang murni. Ketika itu. Tentang keju- juranmu. tempat bersandar yang benar. Khadijah tidak terlalu menyimaknya. dan semacam magnet bagi siapa saja. engkau baru saja kembali dari Suriah dalam ekspedisi dagang yang membawa pulang barang-barang milik Khadijah. Sesuatu dari wajahmu memberi aura yang dominan. alim. Ada hal lain yang jauh lebih membuat Khadijah tertarik. Aku lahir lebih dahulu sebelum dia. itu sekadar sebuah konfirmasi. Memang sudah seharusnya begitu. Bukankah selain pesona fisiknya yang nyaris tak tertandingi pemuda mana pun dari pelosok Makkah. Eng- kau mempresentasikan perjalanan dagangmu di hadapan Khadijah. tak berdosa.com 96 MUHAMMAD tara dirimu begitu masyhur dengan sebutan “yang dapat dipercaya”. Wajahmu memancarkan semacam daya tarik yang bercahaya. ketika engkau pulang ke Makkah dengan membawa segala kesuksesan. Menceritakan barang apa saja yang terjual dan berapa keuntungan yang engkau dapatkan. kelicikan. masihkah ada peluang agar dia bersedia menikahiku? Khadijah sampai pada simpulan yang tidak ber- tele-tele. Se- suatu yang tulus. dan kekerasan. . http://ebook-keren. ada sesuatu yang begitu istimewa dari aura wajahnya? Khadijah mulai menginterograsi dirinya sendiri. Tidak pernah me- nyakiti orang dan selalu berbuat baik. Sebuah perniagaan yang menghasilkan keuntungan berlipat ganda. Suaramu sung- guh jernih dan melenakan.

aku mencintaimu karena kebaikanmu kepadaku. ‘Abdul Muththalib. paman yang mengasuhmu sepeninggal kakekmu. juga karena engkau selalu terlibat dalam segala urusan di tengah ma- syarakat. perempuan mulia itu pun mengirim Nufaisah untuk menanyakan sebuah kemungkinan. engkau menerima ta- warannya. Melalui Nufaisah. Ia mengeluarkan semua peninggalan . Dia mencintaimu melebihi kecintaan- nya terhadap dirinya sendiri. Menyempurnakan harapan Khadijah. Namun. Kini dia sendiri. Perdagangan yang terjaga dari tindakan curang. Itulah meng- apa orang-orang menjulukinya sebagai Perempuan Suci. Pembimbing dan pelindungmu sedari kecil.com PEREMPUAN SUCI 97 Khadijah seorang janda mulia. Abi Thalib. Kekayaannya didapat dengan cara yang murni. bersediakah dirimu? Setelah keberhasilan perniagaan ke Suriah itu. rente. Ingatkah engkau ketika dia buru-buru membawamu pulang dari Bashrah setelah seorang pendeta bernama Bahira menerangkan sebuah nubuat mengenai masa depanmu? Dia begitu melindungimu sejak dulu. apakah engkau mau menikahinya jika dia bersedia menjadi istri bagimu? “Putra pamanku. Perilakunya sungguh teruji. Nufaisah. untuk mengurai persoalan pelik yang membelit hatinya: cinta. juga karena keluhuran dan kejujuran perkataanmu. Sekarang. tanpa menjadi partisan. begitu antusias dengan rencana pernikahan itu. Engkau memenuhi semua kriteria itu. Memiliki seorang pelindung yang teper- caya tentu sebuah harapan yang begitu ia damba. Mengung- kapkan perasaannya dan menyerahkan keputusan selanjutnya di ta- nganmu. Khadijah mengundangmu ke rumahnya.” Kalimat itulah yang kemudian disampaikan Khadijah kepadamu. dia berusaha mempersiapkan segala keperluan perni- kahanmu dengan sempurna. Aku menyukaimu karena engkau da- pat diandalkan. http://ebook-keren.blogspot. Karena engkau kemungkinan tidak cu- kup percaya diri melamar Khadijah atas pertimbangan status sosial dan ekonomi. Suaminya meninggal. atau mengurangi timbangan. Bukankah dia adalah pamanmu yang demikian istimewa? Laki-laki yang engkau hormati di masa perang maupun damai. Pernikahan suci akhirnya benar-benar terjadi. Khadijah melibat- kan seorang sahabatnya.

berhias untaian mutiara dan kristal. Dia juga menyematkan cincin akik hijau di jarimu. http://ebook-keren. Para laki- laki mengenakan serban yang berkerlap-kerlip oleh hiasan keemasan. dan rubi merah delima. Pa- ra tamu itu kemudian duduk nyaman di atas permadani-permadani berkualitas terbaik yang digelar memanjang. Mahkota bertatahkan emas dan berlian ia kenakan. Mereka berjalan melalui pintu gerbang tinggi menuju rumah gedung persegi panjang. Kain sutra dan brokat digantungkan di berbagai tempat. Wangi dupa menguarkan aroma yang membuat rileks. Para tamu mulai berdatang- an menjelang petang. Rantai-rantai berkilau yang dipasang kukuh pada langit-langit rumah. Ingatkah engkau betapa memesonanya Khadijah ketika itu? Ia duduk di atas pelaminan beralaskan kain bersulam indah. Kamar pengantin disiapkan dengan demikian teliti dan gemer- lap. meninggalkan kediaman Abi Thalib menuju rumah Khadijah. Gaun merah tua dan sedikit . Kucir ber- warna pelangi menempel pada serban-serban itu. Lingkaran bersinar kemilau meng- hiasai kepala mereka. Tujuh lilin menyala di dalam setiap lampion yang bertebaran di penjuru ruangan. Sedangkan perem- puannya mengenakan kostum warna-warni dengan kerlap-kerlip keemasan pada pakaian mereka. Cincin itu dahulu milik Hasyim bin Abdi Manaf bin Qusay.com 98 MUHAMMAD dan benda-benda bersejarah generasi pendahulu. dan ikat pinggang hitam. Rambut para perempuan itu menjuntai hingga ke pinggang. Pada pernikahanmu. safir biru. Salah satunya tong- kat ‘Abdul Muththalib yang terkenal. Dinding- dinding kamar dihiasi tirai-tirai. tunik berwarna kuning cemerlang. Dupa-dupa itu diletakkan pada guci-guci yang terbuat dari perak yang dihiasi dengan permata berlian. Kakekmu itu pemimpin Bani Ha- syim yang sangat disegani. Atapnya berwarna emas. Engkau menunggangi seekor kuda gagah diarak sejumlah pemuda yang menghunus pedang. Lantai tertutup oleh beledu putih.blogspot. Rumah Khadijah demikian gemerlap. Lampion-lampi- on itu digantung pada rantai-rantai emas. Para pembantu Khadijah tampil mengesankan hari itu. engkau mengenakan jubah dan menggenggam tongkat bersejarah miliknya. Abi Thalib meletakkan serban hitam lambang kaumnya di kepa- lamu.

Ummu Kultsum. Apakah kali ini. nyata-nyata dia mengambil peran dengan baik. engkau pun menemu- kan dirimu jatuh cinta lagi terhadap perempuan yang sama: Khadijah? Perempuan mulia yang bagimu tidak tergantikan oleh seluruh perem- puan di dunia. disusul Zainab. Suamiku?” Engkau mengangguk dalam pangkuan Khadijah tanpa mengucap- kan apa-apa. aku akan menemui Waraqah dan menanyakan apakah dia mengerti apa yang menimpamu saat ini. Fathimah.com PEREMPUAN SUCI 99 aksen hijau ditaburi kancing-kancing emas dan tempelan mutiara dan zamrud. bukan. Ruqayyah. emosional. Jika engkau meng- izinkan. . Qasim si su- lung yang meninggal sewaktu kecil. Bahkan setelah perjalanan waktu itu memungkinkan dia dan eng- kau memiliki dua anak laki-laki dan empat perempuan. Dua orang perempuan belia mendampinginya. Cahaya di wa- jahnya tak lantas pudar oleh usia dan segala perjalanan waktu yang melelahkan.” Engkau mengangguk lagi. ketakutan. “Sepupuku itu mempelajari kitab-kitab suci. Apakah Khadijah merasa dirimu terjebak dalam kondisi yang begitu berantakan. dan penuh prasangka ter- hadap nasibnya? Apakah Khadijah merasakan sebagian besar dirinya ikut luruh? Namun.blogspot. Masing-ma- sing mengenakan gaun sutra dan mahkota emas dan sepatu bertatah permata. Semakin dalam. “Engkau tak meragukan pengetahuan Waraqah mengenai hal-hal se- macam ini. Sudah belasan tahun dan Khadijah masih mampu merasakan geletar yang sama di nadinya setiap menatap wajahmu. http://ebook-keren. Khadijah menemukan dirinya jatuh cinta lagi terhadap lelaki yang sama: dirimu. menjadi penopang yang kukuh agar engkau tetap mampu bertahan. dan seorang lelaki kecil yang juga meninggal se- belum tumbuh menjadi remaja yang gembira. semakin tak terbilang.

yang mendatangi Muhammad ada- lah Namus terbesar yang dulu juga mendatangi Musa. Wajahnya bergerak-gerak. Kesaksian Waraqah W ahai Pribadi yang Terjaga dari Kata Sia-Sia. “Demi Tu- han yang menguasai jiwaku. yakinkanlah dia.blogspot. “Sungguh.” katanya kemudian. http://ebook-keren. Angin panas padang pasir yang menelusup dari rongga-rongga pintu di kulit keriputnya serasa menjadi lembut dan membelai sejuk. Seolah apa yang barusan diceritakan oleh Khadijah adalah sesuatu yang telah dia tunggu selama pu- luhan tahun dan membuatnya begitu emosional. seorang lelaki tua yang mempelajari kitab suci merasakan gigil menjalari setiap otot tubuhnya? Nyaris tidak sanggup berkata-kata. “Quddus! Quddus!” ujarnya separuh berteriak. Mu- hammad adalah nabi bagi kaumnya. Ruang tamu rumahnya yang remang-remang seketika terasa menjadi bersinar cemerlang. tahukah engkau selagi dirimu dalam tanda tanya.” Waraqah menumpukan berat dada dan kepalanya pada tongkat kayu yang sama-sama tua seperti pemiliknya. Dia du- . “Khadi- jah. seolah pandangannya yang buta tengah gelisah ingin melihat cahaya dunia. Dialah Waraqah.com 15.” Suara Waraqah serak mendadak.

“Aku pamit. Bedanya. Sejak lama. Mereka yakin garis kenabian baru akan ber- akhir pada Mesias. Dia bisa mem- baca dan telah lama memelajari injil serta teologi. bangsa Arab jauh lebih membutuhkan kedatangan seorang nabi dibanding orang-orang Yahudi yang setidaknya dekat dengan tra- disi agama Ibrahim.com KESAKSIAN WARAQAH 101 duk dengan kepala berserban yang tertunduk dan dua lengan meme- luk tongkatnya. segala hitung-hitungan dan keyakinan Waraqah seperti menemukan konfirmasi. meskipun segala kesucian yang dia ketahui tentangmu cukup untuk meyakinkan batinnya bah- wa engkau layak menjadi seorang nabi. dia meyakini suatu janji Kristus yang di masa mendatang akan terpenuhi. dia berbeda memaknai janji Kristus dibanding sebagian besar Kristiani yang menghubungkan kata-kata Yesus perihal ini de- ngan mukjizat Pantekosta.” Khadijah merapatkan kain yang menutup rambutnya. Sampai menua umurnya. tetapi itulah yang dia ya- kini. aku akan menyampaikan hal ini ke- pada suamiku. tetap saja ada yang membuat perasaannya tak keruan. Bahkan. http://ebook-keren. meski didukung beberapa aliran besar gereja timur dan juga para astrolog dan peramal. orang Kristen semacam Waraqah meragukan hal itu. Orang bisa mengatai Waraqah hilang akal. Baginya. “Kalau begitu keyakinanmu. Sebersit pemikiran yang melegakan merayapi dirinya. Sungguh telah begitu lama dia meneguhi apa yang dia yakini. Bahkan.blogspot. Sekarang. bahkan ketika dirimu masih kanak-kanak. Kepercayaan Waraqah memang terhitung eksklusif karena ini ti- dak tersebar secara luas. Orang-orang Yahudi mem- punyai keyakinan serupa. Sebaliknya. Sebagaimana mereka yakini bah- wa Yahudi adalah bangsa yang terpilih. para Yahudi tidak pernah ragu bahwa nabi baru itu harus seorang Yahudi.” Khadijah bangkit sembari merasakan deru yang luar biasa di dadanya. dia adalah satu di an- tara sedikit orang yang berpikir melampaui zamannya. Semacam apakah kehidupan seorang nabi? . hingga buta matanya. Waraqah adalah karunia bagi Makkah. dan janji Yesus Kristus berkaitan dengan kebutuhan itu. wahai Waraqah. Di antara sukunya yang didominasi penyembah berhala dan buta huruf. Bangsa Arab membutuhkan seorang nabi.

Kepalanya menunduk sementara langkah kakinya semakin memburu. Sekelompok suku Yahudi yang diragukan asal usulnya memang telah mendiami wilayah pertanian Yatsrib. mereka merasa tertinggal. seperti juga pendapat orang tentang wilayah seantero Arab yang di- anggap daerah tak bertuhan. Khaibar. Dia buru-buru ingin bertemu denganmu dan menyampaikan semua yang dikatakan Waraqah kepadamu. http://ebook-keren. Secara keagamaan maupun politis. kecuali angan-angan berdirinya negara Arab bersatu mampu diwujud- kan. Toh. Namun. Bahkan. Arab telah dikeliling ber- bagai praktik Kristenitas. Na- mun. tidak satu pun agama yang lebih maju dan modern dibanding budaya pagan yang berhasil bertahan di da- erah itu. apa yang akan ia jalani selama mendampingi tugas seorang nabi? Apakah ini semacam tugas seorang permaisuri mendampingi kewajiban kenegaraan sang raja? Khadijah menepis segala kemungkinan yang terpikirkan. mereka tidak sanggup memungkiri munculnya rasa ren- dah diri.blogspot.com 102 MUHAMMAD Khadijah kembali berpamitan sebelum akhirnya benar-benar me- ninggalkan rumah sepupunya itu. Di tanah yang lebih strategis. kecuali fakta bahwa kota ini mencapai sukses materi yang mencengangkan. mereka membangun gereja di Suriah. Tanpa seorang pemimpin besar yang dipilih Tuhan. mereka masih tidak ter- tarik terhadap sistem agama-agama ini dan memutuskan untuk tetap merdeka dengan tradisi berhala. wajah Makkah tak berbeda jauh dibanding puluhan tahun lalu. Secara spiritual. Bangsa Arab memiliki persa- tuan yang amat rapuh. Ketika Khadijah melangkah menuju rumah. memang banyak suku Arab beralih ke Kristen. Gereja Majestik di Najran mendatangkan kecemasan pada sebagian orang Arab. beberapa tahun terakhir. Selama berabad-abad. Dia mulai mereka-reka. Sebuah visi besar yang oleh Waraqah diyakini harus dimulai de- ngan kedatangan seorang nabi. bangsa Arab di Hijaz dan . dan Fadak. menyatukan seluruh Arab hanyalah mimpi beracun. cara mereka beragama hampir tidak dapat dibedakan dari te- tangga Arab mereka yang menyembah berhala. Sejak dua ratus tahun lalu.

Suku menjadi nilai keramat. Muru’ah meng- gantikan fungsi agama bagi bangsa Arab pada tataran praktik.com KESAKSIAN WARAQAH 103 Najd hidup sebagai bangsa nomaden dalam kelompok-kelompok suku yang terus berperang. Nyawa begitu murah. Pembu- . mereka yang lemah akan dienyahkan atau setidaknya dieksploitasi secara memilukan. selama rentang waktu itu. http://ebook-keren. Hal yang abadi adalah keberlangsungan spirit muru’ah mereka. Pengabdian pada tugas yang sopan untuk membalas kesalahan yang pernah dilakukan pada suku. Kata pendek yang memiliki makna demikian panjang dan dalam. Terpikirkah olehmu masing-masing suku bangga luar biasa terha- dap muru’ah mereka? Setiap anggota suku harus siap membela rekan sesukunya dan mematuhi pemimpinnya tanpa syarat. Setiap orang tidak memiliki nasib sendiri dan nasib abadi. Hanya yang kuat bertahan.blogspot. egoisme yang merusak moral dan bisa membawa masyarakat ke jurang kehancuran. mem- beri fondasi ideologi yang tidak bisa ditawar. Seperti pisau bermata dua. Pembalasan dendam menjadi satu-satunya cara menjaga keamanan masyarakat. Aspek-aspek ini yang be- lakangan tampil lebih dominan. Engkau tahu. pada tataran praktik muru’ah juga berarti sikap ceroboh. Keyakinan Arab tidak menawarkan gambaran tentang kehidupan sesudah mati. Artinya. Karena itu. Melindungi para anggota yang lemah dan menghadapi yang kuat. Seorang kepala suku harus siap membalas setiap serangan terha- dap anggota sukunya. Tidak ada yang salah dari sebuah pembunuhan jika itu dikaitkan dengan konsekuensi dosa dan hukuman setelah kematian. angkuh. Seorang menjadi salah jika dia membunuh anggota sesuku atau sekutu dari sukunya. se- tiap suku harus membalaskan kematian setiap anggota sukunya de- ngan membunuh seorang anggota suku lawan. mereka mengembangkan cara hidup yang tidak ada pembandingnya di dunia. Keberanian dalam berperang. Kesabaran dan keta- hanan dalam penderitaan. Sesuatu yang hi- dup dan dijaga secara bersama-sama oleh penduduk Arab yang dikenal dengan sebutan muru’ah. Setiap orang bertanggung jawab untuk mena- namkan muru’ah dan menjamin kelangsungan hidup suku mereka.

Sekarang.blogspot. Barangkali tidak ada waktu lagi. Sang pengiman Al-Kitab itu mengusap keningnya. adakah kehidup- an lebih buruk dibanding apa yang dijalani orang-orang Arab? Sehing- ga kedatangan seorang nabi benar-benar cukup mendapatkan alasan. http://ebook-keren. Waraqah me- lepas napas. Waraqah menunggumu di samping Ka‘bah untuk mengatakan beberapa hal. Telah sampai batas hari bagimu untuk turun gunung. Engkau pasti tahu secara resmi harta diwariskan dari garis perempuan. Pe- tang yang menyengat.. Bukankah jumlah bayi perempuan yang boleh lahir sudah ditentu- kan? Tidak ada suku yang sanggup menanggung hidup bayi-bayi perem- puan melebihi angka yang sudah disepakati. dia telah memperkirakan berbagai konsekuensi yang harus engkau jalani jika memang benar engkau seorang nabi.. alangkah tinggi derajat kalian oleh Muham- mad. Adalah masalah ketika bayi-bayi perempuan lebih kuat ber- tahan hidup daripada bayi laki-laki. Laki-laki kadang mengawini perempuan hanya untuk mendapatkan warisannya. “Quraisy .” bisiknya. Tidak ada kemungkinan lain bagi engkau kecuali mendatangi Ka‘bah usai mengasingkan diri. meski dia mengatakan kepada dirinya sendiri bahwa dia mesti kuat. Waraqah kembali mengingat-ingat hafalan isi kitab-kitab suci yang seumur hidup dia pelajari. Setelah Khadijah menemuinya dan mengulang cerita yang engkau alami. Seolah setiap pori pada permukaan kulitnya meng- gantikan fungsi mata. Meyakinkan dirinya sendiri bahwa apa yang dia yakini tidak meleset. Bayi perempuan yang dibiarkan hidup pun tumbuh tanpa hak-hak kemanusiaan atau perlindungan hukum.com 104 MUHAMMAD nuhan bayi menjadi cara yang menjadi beradab untuk mengendalikan populasi. e Waraqah mengeratkan genggaman tangan pada pangkal tongkatnya. Dia sangat yakin hari ini akan menemui engkau. . Orang-orang semacam Waraqah selalu bertanya. tetapi praktiknya ini tidak memberi kekuatan atau pengaruh bagi kaum hawa. seperti yang dirimu lakukan selama ini. Keringat. Bayi-bayi merah itu kemudian dikubur hidup-hidup. mengakhiri meditasi di Gua Hira’. Kepa- lanya menolah-noleh.

termasuk dalam ke- lompok lemah bersama Al-Muththalib. Salah satu keturunannya bernama Qushai menetap di sebelah Ka‘bah bersama saudara lelakinya Zuhrah dan paman mere- ka Taim.com KESAKSIAN WARAQAH 105 Pada hari yang sama sewaktu Waraqah duduk menungguimu. Konon. dan Abd Ad-Dar. engkau hanya akan didengar oleh kaum lemah. Naufal. Peran Qushai bagi Makkah memang sangat sentral.blogspot. asal Waraqah dan Khadijah meru- pakan bagian dari klan kuat. suku terkuat di Arab. dan Adi. Makhzum. Waraqah tengah membatin seputar persekutuan-persekutuan klan itu. Berhitung kemungkinan. Eksistensi Quraisy pun menjadi permanen dan terkemuka. Suku Quraisy. dia telah berkelana ke Suriah dan pulang membawa tiga dewi: Al-Lata. ketika suku mereka mulai menetap di Makkah sekitar 200 tahun sebelumnya. Sahm. . sederet dengan klan Abdi Syams. Kehidupan kota seolah membutuhkan konsep kehidupan baru semen- tara mereka masih mengadaptasi kebiasaan hidup lama. Sebagian kerabat Qushai menetap di luar Makkah. Akankah Quraisy semakin terkoyak ketika engkau memproklamasikan dirimu sebagai nabi. atau justru sebaliknya? Suku penguasa Arab itu tengah didera kebingungan. Ideologi lama ternyata tidak memberi bekal cukup untuk mereka untuk hidup di kota. Zuhrah. dia memperkirakan. asal keluargamu. Jumah. Kelompok terakhir mengumpulkan klan Makhzum. anak dari paman yang lain. Sementara klan Asad. ketika dirimu memulai misimu kelak. dan Amir. tentangan keras akan engkau hadapi dari ke- lompok klan kedua dan ketiga. Mereka kemu- dian dikenal sebagai Quraisy dari pinggiran kota. Al-‘Uzza dan Manat ke Hi- jaz dan menobatkan Hubal dewa kaum Nabatean di Ka‘bah. Berbekal kepintaran dan kelicikannya Qushai kemudian mengambil Makkah dan mengusir suku Khuza‘ah yang sebelumnya menjadi klan penjaga Ka‘bah. Engkau tentu mafhum. beserta sepupunya Jumah dan Sahm menetap di sana menemani Qushai. http://ebook-keren. Kerabat ini ke- mudian dikenal sebagai Quraisy dari Lembah. Klan Hasyim. telah mengelompok dalam persekutuan tiga klan utama. Taim. leluhur suku Quraisy bernama An-Nadhr bin Kinanah. Seperti para nabi pendahulu. Al Harits bin Fihr.

mereka menjadi golongan terpinggir- kan. Bahkan. setiap orang dihor- mati. mereka berpendapat. Sesuatu yang sudah disadari secara utuh oleh Kaum Quraisy dan membuat mereka menjaga betul ketenteraman di sekitar Ka‘bah.com 106 MUHAMMAD Nama Quraisy ini pun kemudian ditujukan kepada seluruh keturunan An-Nadhr bin kinanah. Bukan Muhammad. Waraqah menggerakkan kepalanya tiba-tiba. di antara penduduk Makkah yang sebagian besar kaum pagan itu. sang sesembahan. Misi dan jiwamu akan selalu dalam bahaya. Jika benar engkau menjadi nabi kaum ini. Tapi segera mengendur kembali otot kepalanya yang sempat menegang. Langkahmu seperti seseorang yang menuruni lembah. Engkau memiliki cara berjalan yang tidak dipunyai orang lain. Orang-orang ini menyebut diri mereka kaum hanif dan menganggap berhala-berhala itu sebagai polusi bagi Ka‘bah.blogspot. Karena menjadi minoritas. batinnya. masih ada yang berupaya menegakkan agama Ibra- him secara murni. tetapi lebih dominan oleh perlindungan suku ma- sing-masing. Waraqah tahu itu. Ini tidak menguntungkan. Tidak ada pemikiran untuk merusak hubungan baik dengan siapa pun agar mereka tetap nyaman berdatangan. menziarahi Ka‘bah dengan cara masing-masing. Instingnya seperti menangkap sebuah gerakan manusia. Sebab. tidak lebih baik dibanding sapi emas yang menyesatkan Bani Israil pada zaman Musa. Ka‘bah sejak berabad-abad sebelumnya telah menjadi magnet bagi para peziarah. Hubal. penyembahan berhala adalah improvisasi manusia yang harus ditentang. Keyakinan yang menyimpang dari tradisi pagan membuat mereka kehilangan pengaruh pribadi maupun perlindungan suku. Jelas bukan dirimu. . Jika penduduk Makkah melengkapi Ka‘bah dengan ratusan ber- hala dan menyembahnya. di Makkah. Engkau tahu. Dia tahu semacam apa perjalanan sebuah kenabian. ditoleransi atau malah diperlakukan buruk berdasarkan pada pengaruh pribadi. Waraqah lagi-lagi melepas napas berat. Ada peziarah Ka‘bah yang berdatangan. persekutuan ratusan tahun sejak Qushai merebut Makkah akan saling bertumbukan. http://ebook-keren. para peziarah belum tentu memiliki niatan yang sama.

perkembangan ini tidak memberikan pengaruh apa pun pada para penyembah berhala yang berpusat di Makkah. salah satu bagian dari bangunan Ka‘bah.” . Pengikut Kristus rupanya. Malah. Kaum Quraisy dan suku-suku pagan memang tidak memusuhi orang Kristen. oleh tuan rumah—kaum Quraisy—mereka difasilitasi un- tuk membuat lukisan Perawan Maria dan anaknya. pada salah satu bagian dinding Ka‘bah.com KESAKSIAN WARAQAH 107 Makkah menjadi kota berhala. selain juga menjadi wujud toleransi yang akan mem- buat posisi mereka semakin kukuh. Dia baru saja ingin bangkit dari duduk dan menghampiri peziarah Kristen di maqam Ibrahim ketika kedatangan seseorang menghentikan gerakannya. Yesus. batin Waraqah. pemikiran itu yang muncul di benak Waraqah. Sebuah visualisasi yang tentu tampak mencolok dibandingkan patung-patung dan gambar-gambar yang la- in. Seperti juga petang itu. kaum Quraisy tidak terganggu dengan perbedaan yang menonjol itu. Sangat sulit untuk mewartakan ke- benaran agama kepada orang-orang Arab. Bukankah ini sebuah kondisi yang tak terbantahkan? Alasan yang cukup bagi Tuhan untuk membangkitkan seorang nabi bagi bangsa Arab dari kaum mereka sendiri? Berulang kali. Setiap gerak-gerik mereka se- lalu disertai sebuah doa perlindungan “dari” berhala-berhala itu. Namun.blogspot. sedangkan di setiap rumah penduduk pun terdapat berhala-berhala yang menjadi sesembahan orang-orang. Waraqah menahan gerakannya. Bangsa Arab di Hijaz dan dataran Najd ke timur tampaknya tidak tersentuh oleh pesan-pesan Al-Kitab. telah muncul ma- syarakat Kristen Najran dan Yaman. Namun. Ka‘bah dikepung oleh 360 berhala. Kenyataan yang kadang membuat Waraqah frustrasi. Bahkan dirinya masih menjadi satu di antara kelompok kecil penganut Kris- ten dalam kota sebesar Makkah. Padahal. “Muhammad! Aku yakin engkaulah itu. para pengikut Yesus dari negeri-negeri jauh kadang kala datang untuk memberikan penghormatan kepada maqam Ibrahim. Dia meyakini ada be- berapa orang yang sedang berdoa dengan khusyuk di maqam Ibrahim. http://ebook-keren. Perbedaan gambar itu bagi mereka malah memperkaya wajah Ka‘bah.

” Engkau duduk di hadapan Waraqah dengan tatapan kasih yang sempurna. Engkau ke- mudian mengulang pengalamanmu di Gua Hira’ yang sempat mem- buatmu tertekan luar biasa. Pengalaman yang membuat engkau butuh beberapa waktu untuk melanjutkan kebiasaan menyepi di Gua Hira’ itu. engkau adalah nabi bagi kaummu. Ada keharuan yang ia lawan. Tahukah eng- kau. saking asingnya peristiwa datangnya makhluk yang di matamu terlihat seperti bersayap itu. Tongkatnya terpelanting tanpa kepedulian. Seperti kebiasaan sebelum-sebelumnya pula. Makhluk yang mengaku bernama Jibril. Ceritakanlah kepadaku. Sungguh hatimu itu lebih lembut dibanding sutra paling lembut sedunia. “Aku telah menunggumu karena ingin mengatakan sesuatu ke- padamu. “Quddus! Quddus! Demi Tuhan yang menguasai jiwaku. Yakinkan- lah dirimu. bahkan berperang melawanmu!” Kalimat Waraqah semakin bergetar. yang men- datangimu adalah Namus terbesar yang dulu juga mendatangi Musa. Muhammad. Sungguh. apa yang telah engkau lihat dan engkau dengar?” Engkau tentu paham apa yang dimaksud Waraqah. membuat hal ini terdengar sebagai informasi yang baru? Apakah ide tentang kenabian itu pun masih terasa asing bagimu? Kedua tangan Waraqah menjulur.blogspot. “Engkau akan didustakan orang dan diperlakukan buruk. “Seandainya aku masih . lewat suaranya yang bergetar oleh kerinduan. engkau turun menuju Ka‘bah untuk bertawaf sebelum pulang ke rumah. Muhammad. Sesuatu me- maksa Waraqah untuk tidak menjadi lemah. Engkau membalas salam Waraqah dan menghampirinya. http://ebook-keren.” Bukankah engkau pernah mendengar kalimat itu dari Khadijah? Apakah mendengarkannya langsung dari Waraqah lewat lisannya yang penuh keyakinan. wa- hai putra saudaraku.com 108 MUHAMMAD Engkau baru saja turun dari Gua Hira’ setelah mengakhiri masa mengasingkan diri yang biasa engkau lakukan pada rentang waktu tertentu. Mudah tersentuh dan penuh empati. Mereka akan mengusirmu. apa yang akan disampaikan Waraqah berkaitan dengan apa yang dikatakan Khadijah beberapa waktu sebelumnya? “Ceritakan kepadaku terlebih dahulu.

Apa yang engkau pikirkan. Dari bibirnya terbisik syair: Sesungguhnya Muhammad akan menjadi pemimpin kami Ia mengalahkan lawannya dengan hujjah Cahaya terlihat di seantero dunia Ia luruskan manusia yang bengkok Orang yang memeranginya mendapatkan kerugian Dan orang yang berdamai dengannya mendapatkan kemenangan Duhai. Allah tahu. “Kha- dijah. wahai Lelaki yang Membeli Hati de- ngan Hati? Terbayangkah di benakmu dukungan semacam apakah yang akan Khadijah berikan kelak jika selama ini pun engkau begitu mengandalkannya? .” Dalam sebuah gerakan yang menyentak. sesungguhnya semua pemuda akan menemui takdirnya. jika mereka turun dalam keadaan pincang Samakah antara persoalan orang-orang rendah dengan orang yang memilih orang yang naik ke menara? Jika mereka masih ada.com KESAKSIAN WARAQAH 109 hidup pada saat-saat itu. dia akan sangat mendukungmu. Dialah harapanmu. Waraqah mencium ubun-ubunmu dengan ke- takziman yang tidak berbanding. Setelah itu. seandainya aku hidup pada saat itu Aku menyaksikannya dan aku menjadi orang yang paling beruntung Kendati yang dibenci orang-orang Quraisy itu amat berat Dan mereka berteriak dengan keras di Makkah Aku berharap dengan sesuatu yang mereka benci Kepada pemilik Arsy.” ujarnya kemudian.blogspot. maka akan terjadi banyak persoalan Orang-orang kafir berteriak hiruk-pikuk terhadap persoalan-persoal- an tersebut. Waraqah kemudian me- rangkulmu erat. Seperti hendak meremukkan tulang-tulangmu. Jika aku mati. aku pasti akan membela kebenar- an agama-Nya. http://ebook-keren.

ketika kecemerlangan otaknya dan kefasihan bahasanya tidak mampu menamengi nyawanya.blogspot. Ti- dak selalu harus mengumpet. Tetap saja mati. Dia sudah cukup jauh meninggalkan Gunung Sistan. menjadi hantu yang tak terlihat. Seluruh mata pedang tentara Khosrou sedang terarah ke jantungnya. asal penampilannya tersamar. Barangkali ini jarak paling jauh yang sanggup dia tempuh jika harus mengandalkan dirinya sendiri. Lelaki muda itu menyumpahi dirinya sendiri. Jika pada sela jam laboratoriumnya Kashva menyelipkan jadwal berlatih pedang. http://ebook-keren. Setidaknya pada beberapa kesempatan terjadi perkelahian-perkelahian kecil melawan orang-orang Khosrou. Pelarian ini jelas berkonsekuensi kematian. ada beberapa bagian dari pelariannya kali ini yang ber- nuansa maskulin.com 16. Pelarian K ashva merapatkan penutup kepala. seolah dia ingin mengganti wajahnya dengan permukaan kulit binatang yang menjadi bahan dasar tudung itu. Dia tidak per- nah mempersiapkan dirinya untuk keadaan semacam ini. Tidak penting bagaimana Khosrou menentukan cara kasar atau lembut nyawa Kashva tercabut dari jasad kasarnya. atau paling tidak melatih otot-otot le- lakinya. . Apa pun.

Dinding putih murni berdiri tanpa ornamen paling sederhana sekalipun. Aku telah menantikanmu.blogspot. peziarah. sampai seseorang bernama Mashya menemuinya di lokasi kuno itu. Raja Asia.com PELARIAN 111 Tetapi menolak segala jenis kekerasan memang telah menjadi pi- lihan Kashva sejak lama. kekuasaan. http://ebook-keren. . Se- perti itukah kekuasaan dunia di hadapan keabadian? batin Kashva. bukan penakluk haus darah. Kecuali teks yang ditulis oleh Cyrus sendiri. Janganlah kau iri padaku. Kekerasan. Makam Cyrus. politik. pemimpin dunia. Kashva mengingat sebuah kampanye Cyrus yang usianya juga sudah lewat satu milenium. Di sebaliknya. Berkaitan dengan krisis yang ia jalani sekarang. Seperti orang-orang Kristen yang menolak segala hal berbau dunia. Yang tertinggal dari di- rinya hanyalah debu. Dia paham ada sebuah semangat yang tidak diwariskan Cyrus secara sempurna kepada para pemimpin Persia setelahnya. Kashva mendesahkan napasnya.000 tahun lalu. Sekarang. Dia merebut simpati rakyat Babylonia yang ke- hilangan cinta mereka terhadap Nabonodus. Melepas- kan diri dari politik praktis. Ke- gagalan dan hinaan menjadi plakat resmi ikon keagamaan. adalah fak- tor di luar sesuatu yang diyakini Kashva sebagai jalan hidup. di hadapanmu Cyrus berbaring. Selamat datang. Menahbiskan dirinya sendiri sebagai malaikat pembebas. Sebuah prasasti yang dibuat Cyrus ketika dia mendatangi Babylo- nia. putra Nebuchadnezzar. Ha- nya sedikit menyesal karena dia terjepit dalam keadaan yang secara tidak langsung menyerang dasar pemikirannya itu. Menderita dan kehilangan nyawa adalah sebuah pengalaman religius. yang sanggup dia lakukan adalah menyelinap ke semak mana pun yang mampu menyamarkan sosoknya. pendiri Persia. Cyrus yang ternama masih terlelap dalam tidur panjangnya sejak 1. Kerajaan yang hakiki bukan di dunia. Kashva menatapi enam buah duduk- an batu bertingkat bertutup lancip dan pintu yang rapat. Kashva tidak sedang ingin mengoreksi konsep hidupnya itu.

Riak air Sungai Murghab dibingkai dinding-dinding batu yang me- nyaksikan sejarah selama ribuan tahun seolah basah di telinga Kash- va. Dataran luas. oranye. Cyrus datang dengan sumpah untuk membebaskan setiap orang me- nyembah dewa yang mereka yakini. Angin terasa resah. Bulan menjadi lampu. Rumpun alfalfa membentang kehitaman oleh malam. “Mengapa peradaban seperti sedang berjalan mundur?” bisik Kashva mengkritisi apa yang ia alami. Tak berapa jauh dari tempat Khasva berkonsentrasi. Seolah- olah setiap yang tumbuh di bumi dan mengambang di langit memberi- tahukannya mengenai hal itu. Koyak. Kashva mencerapi suasana malam yang membungkus dirinya. Kashva meyakini bumi adalah bagian dari sebuah tatanan mahabesar. Berdiri lalu menoleh ke segala arah.blogspot. Kashva merasakan debur di dadanya. bunganya yang termasyhur. bercak putih menaburi pohon kenari. Langit ditebari bintang. Begitu pula sebaliknya. bergantian. meniadakan penghancuran tem- pat tinggal. Dia tidak termasuk orang-orang yang merasa bahwa bumi tidak punya urusan dengan setiap benda yang bergemerlapan di antara bentangan hitam yang disebut malam. Kashva menegakkan tubuhnya. http://ebook-keren. Seseorang datang. Mengelompok seperti perca yang berkelap- kelip. Su- lur-sulur batang anggur seperti bergerak melata. membentuk lingkaran-lingkaran yang menumpuk dan mele- bar. Kashva sangat memercayai instingnya. Jika ada cahaya yang cukup. Tebing-tebing curam yang biasanya bisu diyakininya mulai berbisik-bisik. dan merah. Tanpa pohon tampak kering dan gersang. bergoyangan. dan mengenyahkan perampasan tanah. Lalu apa reaksi langit ketika bumi digenggam penguasa penuh dendam? Lamunan Kashva seperti air tenang yang diusik ceburan kerikil.com 112 MUHAMMAD Sementara Nabonodus sepanjang bertakhta dirinya sebagai raja selalu menghina para dewa dan memancing amarah para pendeta. mereka akan berlomba dalam warna: cokelat. Apa yang terjadi di bumi akan berpenga- ruh terhadap situasi di luarnya. Bayangan gagak terbang . Tanah kering bergelombang di tempat yang agak jauh se- perti mengeluarkan suara.

Dahinya seperti selalu berkerut. Seseorang benar- benar datang. beringas. “Siapa yang mati? Aku belum akan mati. setiap inci tubuh lelaki yang akan mengawalnya itu dijejali berbagai senjata tajam. “Tempat ini tidak aman. Sesosok raksasa! Paling tidak seorang manusia yang menyerupai raksasa. Lengan yang menggembung seukuran paha lelaki kebanyakan. http://ebook-keren. orang itu mampu membuat tulangnya remuk hanya dengan menautkan kedua lengan yang juga berukuran raksasa itu. Pergi! Pergi!” Kashva lalu memejamkan matanya. matanya terlihat serius. Kenyataan itu membuat sang Pemindai Surga berpikir. melintangi dadanya yang menyembul. Badannya lebar. mengikuti penciumannya terhadap jasad mati. tidak menyeringai tidak pula memiliki se- nyum apa pun. Oleh remang pantulan bulan. hampir dua kali lipat diban- ding tubuh Kashva. Dia hanya syok karena melihat sosok seperti raksasa itu sekonyong-konyong berdiri di hadapannya.com PELARIAN 113 kemalaman. Ekspresi bibirnya datar. Mulai berpikir.” “Raksasa” itu mengabaikan pertanyaan Kashva. “Gathas? Semua tentara Khosrou akan segera tahu kita menuju ke sana begitu Yim tertangkap. Kalian tidak akan mendapatkan apa-apa di sini. Mengaok.blogspot.” . “Gathas. Pangkal anak-anak panah sedikit tampak di batas bahunya. Seolah itu pembelaan terbaik darinya untuk segala kemungkinan yang bisa sekonyong-konyong menerkamnya. Mashya?” Wajah itu mencitrakan kepribadian yang pendiam tapi disesaki kemarahan. Semen- tara desa itu aman untukmu. Tingginya sekepala di atas Kashva. Kashva membelalakkan matanya.” Tersentak. Kali ini Kashva terlalu berlebihan. Berdiri angker dengan kepala plontos. Seperti muncul dari permukaan bumi.” Kashva melirik pedang besar di pinggang Mashya. Kashva menggeleng. “Tuan Kashva. Dia menyaman- kan letak busur besar. “Engkau. menahan beban kegusar- an.

“Kita berjalan kaki.” Berjalan ke- mudian. Kashva tahu dia tidak memiliki pilihan.” Kashva memberikan penekanan paling mengotot pada kalimatnya. Dia berjalan terus. Berapa la- ma kita sampai di Gathas tanpa kuda?” “Jika engkau berjalan dengan cara itu.” Semua orang? Termasuk engkau. Paling tidak untuk sementara. se- mentara ini.blogspot. tidak ritmis: kadang setengah ber- lari. Orang Asing? “Itu masih untung- untungan. “Di mana engkau tambatkan kuda. Berjalan kaki? Lagi? Dia mengeratkan tali-temali yang bersilangan di dadanya. Mashya?” “Kuda?” Langkah Mashya yang lebar-lebar tak berkurang. Kotak yang berisi sahabat-sahabatnya. Rute jalan kuda terlalu ramai. lembaran-lembaran papirus. ngos-ngosan. lalu melambat. Mashya tentu bukan teman seperjalanan yang menyenangkan. e . Tentara Khosrou akan segera mengetahui jejak kita. Khosrou akan mengetatkan perbatasan dan sementara akan mengabaikan ke- mungkinan lain. napasnya akan segera terputus dan nyawanya tercerabut lewat sebuah adegan yang sama sekali tidak akan menyejarah. “Tempat paling berbahaya adalah persembunyian terbaik. Kashva merasa seperti sedang berjalan di belakang kuda pacu. Kita akan sangat mudah tertangkap di Gathas.” Kashva merasa ada yang mendentumi kepalanya. http://ebook-keren.” “Apa?” Mashya lagi-lagi tidak menggubris.“ Mashya menyindir gaya berjalan Kashva yang tidak teratur. Dia mulai ber- pikir. “mungkin minggu depan kita baru sampai Gathas. Mashya membalikkan badan. meng- ikat kotak kayu di punggungnya agar tak bergeser.com 114 MUHAMMAD “Semua orang tahu engkau terobsesi dengan Suriah. “Baiklah. Kashva segera tahu dengan siapa dia akan berurusan. Namun.

Kashva merapatkan tudung kepalanya. Kashva menerimanya dengan tangan sedikit gemetaran.” Diam. Gelap di tengah hutan yang mendekati titik paling pekat. Berisik hewan-hewan hutan yang misterius. orang-orang yang menjalankan bisnis ini sangat sedikit. Cara paling sederhana untuk menghindari keratan daging herbivora itu menyelipi sela giginya. kalimat yang baru saja dikatakan Mashya menjadi kumpulan kata . “Berapa?” Mashya memainkan dagunya. Oleh dingin. transport- er. Asyik lagi dengan potongan daging sisa yang dia panggang di atas api kebiruan. Langsung mengunyahnya dengan cara yang rakus. Bah- kan. Aroma daging bakar menguar. “Ini akan sedikit mengurangi dingin. Kashva segera tahu bahwa Mashya bukan hanya seorang pendiam yang membosankan tetapi pekerjaan dia sebagai pengawal. Kashva menelan gumpalan daging tanpa rasa yang baru beberapa kali dia kunyah. “Berapa kau minta bayaran kepada Yim untuk keperluan ini?” Mashya menoleh sebentar. Dini hari adalah titik paling perkasa bagi alam untuk memberangus apa saja dalam dingin yang menyakitkan. “Di Persia. Benar- benar kedinginan. Sedikit tampak seperti seseorang yang sedang mengunyah sesuatu. Gemeretak bunyinya oleh api.blogspot.” katanya dengan suara tanpa muatan emosi apa pun. Kashva akan semakin sering melihat ekspresi itu setiap Mashya merasa tidak nyaman terhadap sesuatu. menambah kerutan di dahinya lalu melengos.com PELARIAN 115 Setelah perjalanan berumur sehari semalam. oleh lapar. Tumpukan kayu yang sengaja dibakar.” Suara Mashya terdengar jelas seperti seseorang yang dipaksa bicara. atau apa pun istilahnya memiliki kode etik yang tidak umum. http://ebook-keren. Sudah sangat lama sejak kali terakhir dia mencoba menyamankan diri dengan suasana di luar Kuil Sistan yang hangat dan penuh kenyamanan. “Bisnis yang hanya butuh sedikit bicara dan penuh kerahasiaan. Mulut- nya nyaris tidak terbuka. Mashya mengangsurkan potongan daging domba yang setengah gosong dia bakar tadi.

iya. Dia mulai merasa- kan kedua kakinya seperti habis dipalu. Tidak dikatakan alasan. Mashya memintanya untuk melanjutkan perjalanan. matahari meng- intip di pojok langit bagian timur. Kashva mulai hafal dengan perilakunya.com 116 MUHAMMAD paling panjang yang dilisankan lelaki raksasa itu sepanjang perjalanan mereka yang sudah sehari semalam. Kashva mengira. Bisnis yang kaujalani ini hanya dijalankan orang-orang spesial. lelah. http://ebook-keren. Atau juga tempat untuk beristirahat yang agak nyaman. Dia memaksa dirinya untuk terus melangkah meski ujung kemampuannya mulai sejelas batas antara siang dan malam. buru-buru Kashva mesti mengusir bayangan menye- nangkan itu ketika Mashya memilih jalur membelok dari jalan setapak di batas hutan yang seharusnya membawa mereka ke peradaban ma- nusia. Awal- nya. ditambah kantuk. Tidak usah ditanya. Ketika keduanya keluar dari rerimbunan hutan. Mashya memiliki semacam punuk bagi unta untuk menyimpan cadangan energi yang dia pakai untuk keperluan semacam ini.blogspot. Akan segera terang benderang. Segera fajar. Kashva mulai mereka-reka. Segera setelah apa yang ia kunyah turun ke lambung. Hanya butuh sedikit bicara dan penuh kerahasiaan. Sakit. petu- alangannya kali ini benar-benar akan miskin inspirasi. Kashva ha- rus menyiapkan napasnya. Kashva mulai berpikir. Namun. “O. Tidak ada jawab- an. . Setelah berjam-jam bersama dengan raksasa sedikit bicara itu. juga ke mana tujuan. Setidaknya sekelompok penduduk yang di situ terse- dia makanan lebih enak dibanding daging bakar tanpa bumbu. Ikut saja. Mashya memaksa Kashva menaiki bukit terjal dengan pohon- pohon poplar di sana sini. Sungguh memusingkan bagi Kashva untuk membayangkan dari mana raksasa itu mendapatkan tenaganya. “Apakah kita tidak bisa singgah sebentar di perkampungan pen- duduk?” Keluar juga akhirnya protes dari mulut Kashva. Mashya akan memandunya memasuki sebuah perkampungan. Tentu saja kau diam saja.” Kashva menjawab pertanyaannya sendiri dengan keke- salan yang menumpuk. Mashya tetap melaju seolah dia baru saja memulai perjalanannya.

Kalau daun telinganya seketika bergerak- gerak dengan aneh dan menggelikan. membersihkan tubuh dan mengunyah makanan yang sama. dia mendengar bebunyian selain suara alam yang wajar. Kashva tadinya ingin sedikit berlama-lama di sungai itu. “Aku mulai ragu dengan hal ini. sekadar memberi tahu perjalanan harus dilanjutkan pun tampak menjadi pekerjaan berat baginya.. Istirahat sejenak. lalu cuping hidungnya kembang kempis. Jika mulutnya bergerak ritmis padahal tidak mengunyah sesuatu berarti dia sedang merasa terganggu. Jika tangannya terang- kat sementara Kahsva tengah berbicara panjang lebar demi mengulur waktu istirahat mereka. Kashva betul-betul mesti mengenali bahasa tubuh Mashya seba- gai gantinya. Gathas . Berupaya menjejeri Mashya yang langkahnya lebar-lebar. Bisa binatang atau manusia yang berada dalam jarak dekat. Sepertinya sampai kiamat tidak akan ada ja- waban. http://ebook-keren. ar- tinya Mashya mencium bau asing. Mashya.. Entah latihan semacam apa yang dilakukan Mashya untuk meng- aktifkan indra-indra tubuhnya agar berfungsi sebaik itu.” Kashva men- jeda kalimatnya. Tanpa kalimat apa pun. Pa- da saat kantuk benar-benar sudah menggelayuti katup mata Kashva. Sedikit berbicara. Jika tidak ada sedikit perbin- cangan sebelumnya.” . lalu beranjak meninggalkan sungai itu. Kashva bangkit juga akhirnya. Terbirit-birit kemudian.blogspot. Kashva menggeleng berkali-kali. “Kau yakin Gathas adalah pilihan terbaik?” Tidak ada jawaban. Kesegaran seusai mandi membuatnya semakin terkantuk-kantuk. “kau tidak akan paham.. Mashya mengemasi perlengkapannya. dia pasti berpikir Mashya memiliki lidah yang terpotong.com PELARIAN 117 Perjalanan sepanjang pagi itu berujung di sebuah sungai yang ba- rangkali masih terhubung dengan Sungai Murghab. Setidaknya itu harapan Kashva. Menceburkan dirinya ke air dingin rasanya seperti dipijati. Pastinya berkali-kali Kashva membuktikan apa yang diisyaratkan Mashya de- ngan bahasa tubuhnya memang merupakan respons yang benar ter- hadap perkembangan di sekeliling mereka.

oranye. ada juga yang merekah. Ini waktunya melunasi rasa berutang- nya kepada diri sendiri. Kashva merasa tak butuh surga lagi. Kashva benar-benar merasa mendapatkan momentumnya. matahari sore. Di kejauhan membentang hijau yang dibercaki warna-warna kaya.blogspot. Jika Aku Tuhan S isa musim semi. . Jika sudah begini. Teringat sesuatu. Kelopaknya merapat. Tulip terbaik yang pernah tumbuh di muka bumi. Kashva sangat menyukai ini. Kuning. merah.com 17. menikmati angin. dia kemudian meraba kotak kayu di sebelahnya. Dia memejamkan mata. Terpenggal lamunannya bebe- rapa hari sebelumnya mengenai kisah seorang lelaki yang meng- aku nabi berbahasa Arab. Ada satu kegiatan yang akan sangat terasa ke hati dilakukan saat ini. Kombinasi yang menggiurkan. Membaca lagi surat-surat El. Duduk malas di hamparan rumput berwarna-warni: bukit ber- bunga. termasuk tak peduli lagi di mana Mashya dan apa yang sedang dia kerjakan. atau campuran dari warna-warna itu. http://ebook-keren. dan kabar perihal kebangkitan nabi baru. Angin yang berbisik. rumpun tulip. Angin berbisik menghela permukaan danau berwarna tosca yang di- kerumuni kuda-kuda merdeka.

Fakta yang membuatku tertarik adalah kesetiaan Muhammad bermonogami selama menikahi Khadijah. Orang-orang Kristen yang kumaksudkan adalah Waraqah bin Naufal. adik Waraqah: Qatilah. Aku membaca tulisan-tulisan Bahira di perpustakaan gereja mengenai hal ini. Khadijah ikut memastikan oknum yang mendatangi .” katanya kemudian.com JIKA AKU TUHAN 119 “Khadijah . Selembar manuskrip yang dikirim El pada masa awal keduanya berkorespondensi. Aku mulai berpikir.” Jemari Kashva memilah-milah dokumen di dalam kotak kayunya. Membaca dia. Ketemu. monogami dan perceraian atas dasar kematian adalah tradisi Kristen. aku berpendapat orang-orang Kristen itu berperan semacam membuat lingkungan yang kondusif. Ini menarik. dan ‘Utsman bin Al-Huwairits yang menganut Kristen aliran Romawi. apakah Khadijah juga pemeluk Kristen sebelum masuk Islam. Dia meninggal pada masa awal Muhammad mengenalkan Islam di Makkah. Butuh waktu sekitar tiga puluh tahun sejak pertemuan Bahira dengan Muhammad kecil sampai pada datangnya pengalaman spiri- tual menggetarkan yang diakui Muhammad sebagai turunnya wahyu pertama di Gua Hira saat dia menyendiri. http://ebook-keren. Ide semacam itu bisa meng- ganggu karena seorang nabi biasanya lahir tanpa mentor.blogspot. “Aku ingin tahu. pendahuluku yang dulu menunggui gereja Basra pernah meyakinkan orang-orang Makkah bahwa Muhammad adalah nabi dari bangsa mereka. Konon. Dalam ka- sus Muhammad. istri lelaki yang mengaku nabi itu. Berbeda dari tradisi bangsa Arab yang cende- rung kepada praktik poligami. benar atau tidak Muhammad itu nabi utusan Tuhan. Setahuku. Aku belum mendapatkan informasi yang valid. budak kepercayaan Khadi- jah bernama Maisarah pun beragama Kristen. Pendeta Bahira. Muhammad didatangi oleh suara-suara yang mengaku sebagai utusan Tuhan... Khadijah dan orang-orang Kristen terpelajar sedikit banyak memiliki kontribusi dalam mengantarkan Muhammad ke posisi ke- matangan spiritualnya. Aku tidak mengatakan mereka atau salah satu dari mereka men- jadi semacam mentor bagi Muhammad.

sengaja. dan rentang waktu panjang penuh perjuangan untuk membuat segala se- suatu yang berhubungan dengan kesiapan Muhammad sebagai nabi matang pada waktunya. keduanya identik dengan Yudaisme. http://ebook-keren.com 120 MUHAMMAD suaminya itu. Di sana. atau turun begitu saja dari langit. runutan tahap hidup Muhammad membuatku lega.blogspot. Kashva melirikkan pandangannya. Aku akan mengunjungimu lewat suratku yang berikutnya. sahabatku Kashva. Secara objektif aku salut dengan apa yang dicapai Muhammad. Semoga engkau selesai membaca surat ini dengan senyum. Ringkik kuda. Kenabian dan pewahyuan. Kupikir memahami proses dan latar belakang kenabian Muham- mad sangat penting agar kita mendapat simpulan yang lebih objektif. mengingat keterasingan tanah Arab. Kashva sahabatku. Proses pertumbuhannya disaksikan bersama-sama oleh masyara- kat Makkah. istrinya memiliki lingkaran informasi mengenai tradisi kenabian dan pewahyuan. Leluhurnya menaati prosedur dan ajaran kenabian. Jika ber- untung. karena sosok nabi dari Arab ini tidak datang dari negeri asing. Aku masih akan bertahan di Yatsrib. Akan lebih menyenangkan jika engkau ada di sini. Sementara itu. Sepa- sang kuda yang bercengkerama di bawah pohon ceper dengan daun . pun ditopang oleh faktor-faktor membumi dan masuk akal. Bagiku pribadi. Orang-orang Kristen per- tama adalah kalangan Yahudi dan pendukungnya: mereka yang takut terhadap Tuhan dan khusyuk bersembahyang di sinagog. Yesus dan Santo Paulus. Kristenitas berakar di Roma. aku ingin sekali bertatap muka dengan Muhammad dan bertanya tentang banyak hal. Muhammad tidak didukung tra- disi yang sudah mapan dalam menuju monoteisme. Yahudi telah menyiapkan fondasi pemikir- an untuk para penyembah berhala. kalaulah itu memang murni dan benar. membuat perubahan radikal dari tradisi spiritual pagan menjadi monoteisme. Muhammad harus melakukan revolusi. Apakah berasal dari malaikat atau setan termasuk le- wat konsultasi dengan Waraqah yang mengerti mengenai hal-hal ter- kait kenabian dan pewahyuan.

pasti memiliki kualitas spiritual yang menembus langit. hampir dua tahun lalu. Selain Kashva acap kali seperti tengah membincangi diri sendiri se- tiap membaca surat-surat El. El rajin benar memberi tahu Kashva setiap ada perkembangan menarik seputar nabi dari tanah Arab itu. sang Pemindai Surga Agama baru dari Arab itu semakin banyak dikenal. surat demi surat mendatangi Kashva se- tiap beberapa bulan.blogspot. .. Sejak itu. Rapat. Kumpulan daunnya seperti lukisan kepala sese- orang yang rambutnya dijambak angin. “Aku tidak tahu apakah benar dia seorang nabi atau bukan.. Bedanya. Ten- tang laki-laki Makkah yang diimani sebagai seorang nabi dan terus- menerus mendapat pengikut baru. Aku berbin- cang dengan beberapa penganutnya yang melintasi Suriah. belakangan yang percaya akan kenabian lelaki dari Arab tadi ribuan orang jumlahnya. Berdiri di atas kemiringan tanah yang tertutup rumpun hijau pula. Memusat di Yatsrib tetapi pengikutnya begitu militan mengabarkan keyakinan baru itu ke segala penjuru. Tapi. orang yang mampu menyebarkan pengaruh begitu cepat dan luas. Sahabatku. pengikut Yesus itu memiliki cara begitu runut saat mengisahkan sebuah cerita fantastis dari tanah Arab. Nabi dari Arab itu menyebarkan sebuah konsep pengenalan akan Tuhan yang menarik. Pemikiran tentang El. bagiku. Bahkan beberapa ajaran Nabi itu terang-terangan menolak ketuhanan Yesus. seolah tanpa celah.. Katanya. Aku bah- kan bersahabat baik dengan salah seorang kepercayaan lelaki yang dikabarkan sebagai nabi itu.” kata El dalam salah satu suratnya. Kashva mengembalikan dirinya kepada El.com JIKA AKU TUHAN 121 bergumpal-gumpal. “rambut” yang di- jambaki angin itu berwana hijau. Terasa seperti sebuah kritikan terhadap trinitas Kristen. http://ebook-keren. Aku menghafal salah satu kumpulan ayat yang mereka perguna- kan untuk beradu argumentasi tentang identitas Tuhan: . Seperti Yesus dan sang Buddha.

Ini betul- betul soal kenyamanan. Ayat-ayat pengikut Nabi dari Arab itu seperti sebuah konfirmasi terhadap pandanganku tadi. Yang Maha Esa. Menurutku. Aku diajari bahwa Allah yang benar dan yang satu itu. Bukan Tu- han. Barangkali memang sebenarnya semua agama itu benar. Se- seorang boleh nyaman dengan suatu agama. menurutku tidak bisa dipertandingkan begitu saja dengan konsep Trinitas. Ia satu dalam tiga oknum yang berbeda-beda: Bapa. Semacam monoteisme yang sederha- na. Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakkan. Tidak melulu persoalan benar atau salah. Barangkali aku mulai meyakini bahwa memang Yesus itu Tuhan. Sebab. http://ebook-keren. aku mulai berpikir. Pendapat para pemikir Kristen mengenai agama baru dari tanah Arab itu menajam. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Anak. esa. dan Roh Kudus. meski dalam pemahaman khusus.com 122 MUHAMMAD Dialah Allah. kehendak-Nya. Meski pe- mikiranku barangkali juga tidak bisa diterima oleh sebagian orang Kristen. meski menurutku Yesus adalah manusia saleh yang mampu mencapai derajat tertinggi. dan diri- Nya. belakangan aku mulai meyakini semacam citra Tuhan dalam diri Yesus. trinitas merupakan rumusan simbolik yang sungguh- sungguh memahami bahwa Tuhan adalah suatu misteri yang tidak terjangkau. Konsep semacam ini tidak menyampaikan hakikat Tuhan dengan .blogspot. orang lain belum tentu. agama itu masalah kenyamanan. Mengenai konsep Tuhan tunggal yang dibawa nabi dari Arab ber- nama Muhammad itu. Tapi bagiku ini bukan sesuatu yang ke- mudian menggoyahkan imanku. Tritunggal dalam doktrin Kristen mengantar ke ambang penger- tian bahwa Tuhan adalah lain sekali. dalam segala hal: sifat-Nya. dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia. Tapi. Tampaknya aku masih nyaman dengan kekristenanku. Tetapi. jauh lebih rohani. Tritunggal sendiri merangkum pokok ajaran Kristen yaitu penyelamatan manusia oleh Tuhan melalui Yesus dan Roh Kudus. Sebagian menganggap konsep Tuhan yang satu semacam itu terlalu sederhana. Engkau tahu aku seorang Kristen. dan pri- badi daripada yang dapat dipikirkan maupun dibayangkan manusia.

bukan. Kudengar nabi baru itu sering bepergian. aku berencana pergi ke Yatsrib. http://ebook-keren. Lepas musim panas ini.. Aku berharap suatu saat bisa me- ngunjungi Kuil Sistan untuk lebih banyak berdiskusi denganmu. Aku menunggu diskusi denganmu. Sahabatku? Apakah masih kau sepuh lembaran-lembaran kitab dengan sas- tra Persiamu? Aku mendengar Khosrou semakin memanjakanmu. becermin dan melihat bayangan sendiri di belakang kaca.. Sahabat baikmu. Kashva?” singgung El dalam suratnya yang panjang. Aku senang mendengarnya. “Kau bertanya kepadaku mengenai sikap nabi dari Arab itu ter- hadap Kristenitas.com JIKA AKU TUHAN 123 benar. Membaca lagi surat El tidak pernah men- datangkan bosan bagi Kashva. kelak dalam surat balasanmu . Posisi trinitas merupakan puncak pemahaman tentang Tuhan sekaligus menyempurnakan konsep Tuhan yang tunggal. Aku berharap bisa bertemu siapa pun yang bisa kuajak berdiskusi. Bagaimana denganmu sendiri. terlalu dangkal. Elyas Rasanya seperti bersolilokui. dan sangat mungkin menimbulkan kesalah- pahaman. Tentang keyakinan Islam dan tentu saja menge- nai Yesus dalam Islam. Tapi tentu saja menjadi hal menarik bagiku untuk tahu lebih ba- nyak mengenai Muhammad dan ajaran yang ia bawa. Kawanku seorang Muslim Yatsrib mengisahkan kepadaku tentang sebuah delegasi yang terdiri dari 14 pemimpin agama Kristen dari Ya- man.. aku tidak terlalu berharap bisa bertemu langsung de- ngannya. Muhammad tegas-tegas meno- . Namun. Mereka mengunjungi Muhammad dan bertanya tentang agama baru yang dia bawa.... Kedudukanmu di antara para pejabat istana Persia pun semakin man- tap. Jadi. Muhammad mengatakan kepada delegasi itu bahwa Islam meru- pakan kelanjutan misi Yesus. .blogspot.

Menurut- mu. membenar- kan kitab yang telah diturunkan sebelumnya dan menurunkan Taurat dan Injil sebelum Al-Quran sebagai petunjuk bagi ma- nusia-manusia. dan dia menurunkan pembeda (Al-Quran). Setelah menyelesaikan urusannya.” Jika mereka berpaling maka katakanlah. Namun. Muhammad justru mengizinkannya.blogspot. “Hai Ahli Kitab. . Rombongan orang Kristen itu bersembahyang di masjid menghadap ke timur. Awalnya kupikir dia akan memaksa para pemuka agama itu untuk menjadi Muslim dan menjadi pendakwah Islam di Najran. lam. tiada Tuhan selain Dia. Muhammad menyodorkan sebuah redaksi yang menurutnya berasal dari Tuhan perihal ini. apa yang terjadi setelah itu? Delegasi dari Najran itu menolak ajakan Muhammad. Para sahabat Muhammad awalnya hendak menolak permintaan itu. mereka meminta izin untuk bersembahyang di masjid. delegasi itu bersiap kem- bali ke Najran. Muhammad lalu menyampaikan redaksi lain yang juga ia klaim sebagai kata-kata Tuhan. Alif. Muhammad tidak mengambil keuntungan untuk berbuat semaunya terhadap delegasi itu.” Tahukah engkau. bagaimanakah sikap Muhammad itu? Aku cukup terkejut dengan segala kuasanya. Kashva. http://ebook-keren. Dia menu- runkan Al-Quran kepadamu dengan sebenarnya. Muhammad menegaskan pengakuan keimanan terhadap kitab- kitab sebelumnya yang diturunkan kepada Moses dan Yesus dan me- mastikan bahwa Al-Quran adalah bagian dari tradisi monoteistik yang sama. marilah (berpegang) kepada suatu kalimat yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu. “Saksikanlah bahwa kami adalah orang-orang yang berserah diri. kepada mereka. Namun. sebelum pulang. bahwa kita tidak menyembah kecuali Allah dan tidak mempersekutukan Dia dengan sesuatu pun dan tidak pula sebagian kita menjadikan sebagian lain sebagai penguasa se- lain Allah. mim. Katakanlah. Allah.com 124 MUHAMMAD lak konsep Trinitas. Tidak ada reaksi keras apa pun. Yang hidup kekal dan terus-menerus mengurus makhluk-Nya.

blogspot. setelah puluhan kali dia membaca surat El yang sama.” Yang de- mikian itu disebabkan karena di antara mereka itu terdapat pendeta-pendeta dan rahib-rahib. Latar belakang keluarga yang berbeda. Terutama mengenai kemampuan orang-orang Kristen menerima paham trinitas. seperti itulah ajaran moral nabi dari Arab itu yang kutahu. . Aku belum tahu sejauh mana praktiknya. pekerjaan yang se- dikit saja beririsan. Lagi-lagi. Kashva dan El sadar sepenuhnya. Seperti mencelupkan wajahnya ke baskom pengetahuan. Kashva menemukan banyak per- samaan antara dirinya dan El dalam memahami sesuatu. Dan sesungguhnya kamu dapati yang paling dekat persa- habatannya dengan orang-orang beriman ialah orang yang berkata: “Sesungguhnya kami ini orang Nasrani. tetap bersikap tulus dan jujur selama bertemu dan berdebat. Rasanya masih saja seperti baru kali pertama. Hal yang tersebut terakhir bisa menumpahkan darah. Namun.. Kashva membalas surat El setelah lebih dahulu menuliskan ca- tatan-catatan menanggapi surat El yang terakhir.. dan satu beda yang paling mendasar: agama. . Dia mengatakan. Kawanku yang Muslim itu menerangkan ajaran Muhammad terkait dengan hal ini..com JIKA AKU TUHAN 125 Belakangan aku baru mengetahui sebuah pengakuan dari para Muslim mengenai orang-orang Kristen yang cukup membuatku te- nang. Sementara interaksi Muslim dengan berbagai tradisi spiritual lain terma- suk Kristiani didasarkan pada tiga syarat: berusaha mengenal satu sama lain. Seperti kali ini. bangsa tak sama. dan mereka tidak menyom- bongkan diri. Persamaan di antara banyak perbedaan yang nyata di antara keduanya. hubungan Islam dan Kristen seharus- nya didasarkan pada dua unsur penting: ketulusan dan kerendahan hati. dengan El. redaksi para Muslim itu konon didiktekan Tuhan ke- pada Muhammad. http://ebook-keren. dan ber- usaha rendah hati menyangkut klaim kebenaran masing-masing. Hanya. Kashva sanggup membahas per- bedaan itu sebagai topik obrolan yang memacu adrenalin keimanan.

meski aku mendebatmu. agama selalu memberi kesem- patan kepada para pemeluknya untuk memilah mana yang harus dia pastikan dengan akalnya. Jika aku ti- dak mengenal konsep trinitas. Menjadi tidak seimbang dan memusingkan jika engkau memer- cayai begitu saja elemen agama yang seharusnya engkau kritisi atau sebaliknya mengotot pantang mundur pada sesuatu yang sampai akalmu putus pun. Buat apa manusia di- anugerahi otak jika untuk mengenali Pencipta otak itu. Engkau tentu tahu mengenai perdebatan Arius dan Alexander? Arius merasa dianiaya karena menyebut Yesus mempunyai awal. namun mengenai trinitas itu masih mem- belengguku dalam kerumitan. bagaimana mengurai kerumitan trinitas? Bagimana caranya untuk tidak berpikir bahwa Tuhan ada tiga tetapi satu Tuhan jika engkau didoktrin bahwa Bapa adalah Tuhan. malaikat? Pendekatan yang sanggup engkau lakukan hanyalah percaya. Setahuku perdebatan trinitas dalam agamamu belum selesai. Sedangkan Alexander bersikukuh bahwa Yesus itu Tuhan bukan makhluk. Konsili itu me- mihak pendapat Alexander. konsep ketuhanan. rumusan pemuka agama. dia tidak boleh menggunakan otaknya? Menurutku. El. Di luar bahwa aku sangat bisa bertoleransi terhadap agamamu dan nyaman dengan dirimu. akan tetap tak bi- sa dibuktikan sekarang. dan Roh Kudus adalah Tuhan? Aku membaca Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Bagaimana engkau akan memastikan keber- adaan surga. kiamat.blogspot. dan bahwa dia diciptakan dari ketiadaan. Unsur-unsur yang tidak bisa ditarik kepastiannya. engkau tidak akan mampu menemukannya. lalu membaca dua kitab itu dari de- . omong kosong jika para petinggi agama mengatakan bahwa agama tidak punya urusan dengan akal. Sedangkan hal-hal terkait agama yang seharusnya akal manusia bisa melakukan pendekatan terhadapnya sebagai contoh hal yang terkait keabsahan kitab suci. hingga pecah pembuluh darahku. mana yang cukup dipercaya begitu saja. Aku tahu sedikit tentang Konsili Ni- cea sekitar 300 tahun lalu. neraka.com 126 MUHAMMAD Bagiku. dan engkau pasti tahu apa itu contoh-contoh lainnya. Hal yang belum sanggup aku pahami. Yesus adalah Tuhan. http://ebook-keren.

Na- mun. Aku justru bertanya kepadamu.. Tuhan yang seperti itu tidak bisa dikenali. bagaimana engkau memahami konsep satu Tuhan? Pernyataan bahwa Tuhan itu esa dan berbeda dari ciptaan-Nya bagiku justru memperlihatkan kecenderungan Tu- han yang kehilangan definisi dan tanda-tanda kepribadiannya. Itu urusanmu untuk tetap nyaman dengannya. http://ebook-keren. Satu bagaimana? Dengan menggambarkan Tuhan itu satu secara mur- ni dan berbeda dari apa pun.com JIKA AKU TUHAN 127 pan sampai belakang. Bagiku terlalu janggal jika Tuhan mengilhami ratusan halaman dalam Al-Kitab tetapi tidak membahas perihal trinitas. beda perkara jika ketritunggalan Tuhan engkau tempatkan pada area yang tidak bisa ditarik kepastiannya. seharusnya Tuhan berbicara dengan mendetail da- lam Al-Kitab mengenai ketritunggalan Dirinya. . aku tidak akan menemukan kalimat Tuhan yang menyatakan bahwa Dirinya itu tritunggal. dua. Bagiku. Hakikat Tuhan tidak bisa dipahami oleh manusia secara mandiri. apa susahnya Tuhan menjadi satu.. mengingat gagasan ini menjadi fondasi utama iman Kristen. Bagiku. tetapi satu-Nya itu berbeda total dengan “satu” yang dipahami manusia. kecuali lewat perantara . Aku mengatakan ini kepadamu. Seperti katamu sendiri yang mulai yakin dengan trinitas. Tuhan itu memang “satu”.. untuk mengasah otak dan menempatkan elemen agama yang seharusnya engkau kritisi. atau sepuluh? Apa hak manusia untuk membatasi kehendak Tuhan un- tuk mengidentifikasikan dirinya? Trinitas adalah rumusan simbolik yang membuat manusia sungguh-sungguh memahami bahwa Tuhan adalah suatu misteri yang tak terjangkau. El lantas membalas surat Kashva dengan ke- gundahan yang memuncak . manusia tidak bisa menjangkau suatu ketunggalan yang kosong... El. Kashva.blogspot. Menurutku. tiga. setelah selama ini engkau mengkritisinya. Sebab. Dari Suriah. kita tidak punya kemampuan untuk mem- bincangkan Tuhan sama sekali..

. . Bukan masalah. seperti kukatakan kepadamu. Kau akan menemukan banyak kata-kata Tuhan yang menyiratkan Trinitas.com 128 MUHAMMAD wahyu. ... Kita tidak harus sama untuk saling memahami dan mengerti. tetapi juga karena Ia mengatakan bahwa Allah adalah Bapa-Nya sendiri dan dengan demikian menyamakan diri-Nya dengan Allah. Seperti yang kutulis pada suratku yang lalu. bukan saja karena Ia meniadakan hari Sa- bat.blogspot... Maka. Tuhan adalah lain sekali.. Tapi. Aku agak terkejut. Aku mengusulkan kepadamu untuk mengulang bacaan Al-Kitab- mu. seperti itu juga aku memerdekakan dirimu. apakah seorang Kristen sepertiku akan masuk neraka. agama itu soal kenyamanan. menurut agamamu. El.. orang-orang Yahudi lebih berusaha lagi untuk membunuh-Nya. Aku nyaman dengan caraku memahami Tuhan. http://ebook-keren. Kashva? .. El menulis lagi sebuah surat panjang yang kemudian dia beri pe- nekanan pada satu pertanyaan: . .. sedangkan engkau mulai menikmati keimanan Kristenmu. Jadi.” Lebih jelilah maka engkau akan menemukan ayat-ayat lain perihal itu. esa. seperti juga engkau ungkapkan kepadaku. Engkau tetap sahabatku. jauh lebih rohani.. Kashva membalas surat El dengan sebuah konklusi yang men- dinginkan.. merasakan perkembangan keimananmu ter- hadap Trinitas yang demikian kentara. Aku meyakini ajaran Zardusht dan merasa cukup dengannya tanpa harus dikoreksi oleh agama lain. Yohanes 5:18: “Sebab itu. Dari keyakinanmu bahwa Yesus adalah manusia kemudian ikut arus meyakini kebenaran Trinitas.. dan pribadi daripada yang dapat dipikirkan maupun dibayangkan manusia.

. Semakin cepat. Semakin be- rat. terasa jahat dan indah pada waktu bersamaan. “sekali ini saja. Sesuatu yang membebani benaknya selama berta- hun-tahun setelahnya.. . Kashva pergi ke desa itu kali terakhir sekitar sepu- luh tahun lalu. Bebe- rapa kali seperti sedang mencari jalan lain. dia bersiap-siap: memasukkan lembaran surat El ke tempatnya. Sekarang. Mashya justru tak terhentikan. aku akan memasukkanmu ke dalam sur- gaku. El. Pada waktu bersamaan. Seperti orang mengunyah.com JIKA AKU TUHAN 129 Kashva membalasnya dengan sebuah surat yang panjangnya dua kali lipat tetapi memusat pada satu inti jawaban.. http://ebook-keren.” Kashva mendongak. jika aku ini Tuhan.” Kashva menghadang lang- kah Mashya. datang pada saat tidak tepat. Bagian bawah bibirnya mulai bergerak-gerak. ide datang ke Gathas begitu menggelisahkan. dia harus kembali ke tempat hatinya pernah diaduk-aduk oleh perasaan yang demikian asing. Kembali ke Kuil Sistan setelah meninggalkan separuh jiwanya di Gathas. Mashya. Berjalan lagi. Kashva mulai meyakini kedua kakinya memberat.. . “Kita pergi. Sedikit dingin tetapi tak sampai mencubit-cubit. Cerah..blogspot. lalu menghabisi waktu santainya.. Kashva merasakan sebuah kesadar- an yang datang terlambat. “Mashya … kumohon dengarkan aku. Atau barangkali memang dia tidak pernah memiliki waktu yang tepat. sekali lagi. namun Kashva mengeblok segala arah. seolah jika dia kurangi sedikit. berubahlah niat. Tiba-tiba. “Dengarkan! Aku yang seharusnya menjadi bos di sini!” Mashya mengangkat wajahnya. . Cuaca sedang sangat baik. ke kanan-kiri. Kashva tahu dia tidak punya alasan apa pun untuk menolak. Tanpa menjawab.” Mashya terlihat enggan betul menuruti keinginan Kashva.

Ia meluapkan semua kekesalannya kepada Mashya sejak perjalanan ini dimulai.” nada bi- cara Kashva tersengal-sengal. http://ebook-keren. Jadi.blogspot. “tapi orang yang paling berkepentingan dalam perjalanan ini adalah aku. tubuhnya rebah ke belakang. tinju Mashya meng- hantam rahangnya. “Siapa yang menyuruh ke Gathas? Aku tidak ingin ke Gathas!” Kedua tangan Kashva mulai bergerak ke segala arah untuk mem- beri penekanan terhadap setiap kalimat yang ke luar dari mulutnya.” sekarang Kashva menunjuk hidungnya sendiri. engkau. satu hantaman. . Mashya memperhatikan saja tanpa bicara. “harus meng- ikuti keinginanku. Mulutnya seperti tersum- pal. Sementara Kashva tidak merasa kalimatnya semakin dekat dengan titik. nyaris vertikal karena tinggi badannya. Sebelumnya.” Kashva menunjuk hi- dung Mashya. Bukan caci maki melainkan segala analisis ilmiah yang sebagian besar tidak di- mengerti oleh Mashya. Segala kalimat yang seketika terhenti ketika dua bola mata Kashva bergerak ke tengah.com 130 MUHAMMAD “Aku tidak tahu apa yang diperintahkan Yim kepadamu. secepat suara.

menjadi cermin yang tidak sempurna bagi api-api itu.blogspot. Warna temaram pada tembok-tembok yang disu- sun dari bata dan lempung di sepanjang gang. Beberapa perempuan dengan . Se- kerumun orang berbincang asyik.” Kashva perlahan membiarkan indra-indranya berkenalan dengan lingkungan yang ada di sekeliling. Kotak kayu tuanya menggeletak di samping. Punggung Kashva menyandar di po- kok pohon. Tidak sedramatis imajinasinya. Dia merabai tulang bagian ba- wah pipinya.. meski tetap saja terasa sakit. “Mashya . berdenyut-denyut.. Menggeretak gigi-gigi jadinya. Setidaknya itu keyakinan orang Persia. tetapi tidak sampai menggembung. Api-api unggun berjajar. Bilangan ganjil yang mendatangkan keberuntungan. Sekelebat dia mengingat apa yang dia alami sebe- lumnya. http://ebook-keren. lancang. Tujuh api ung- gun menjilati udara di sepanjang gang sempit.com 18. Matanya menangkap keramaian tak jauh dari tempat itu. Sedikit bengkak. Cahaya meliuk-liuk. Sudah malam. Rapat dahan dan berimpitan daun-daunnya. Kashva mengalihkan pandangannya ke ujung gang. Aku ada di perkampungan penduduk. Tuan Rumah Keriput K ashva siuman dengan rahang yang terasa menggem- bung. ternyata.

Berikanlah binar merah kese- hatanmu padaku dan ambillah rona pucat kesakitanku. sementara bongkahan kayu membara. Meski tak yakin pasti berapa lama dia pingsan.blogspot. Meraih pir itu kemudian. Mashya. dan asap menggumpal mengan- cam kaki-kaki mereka.” bisik Kashva. sementara Kashva me- malingkan wajah. Mashya duduk di sebelahnya. Mereka mulai bertepuk tangan gembira. Kashva yakin itu cukup lama. para lelaki itu menggumamkan doa yang sama. Peristiwa yang terikat kuat dengan Gathas dan otaknya.” Mashya belum bergerak dari awal posisinya. Pada ekspresi Mashya yang sedingin salju. Tidak ingin mengecewakan apalagi menyakiti. ujug-ujug berdiri di samping tempat dia duduk. Tatapan lelaki raksasa itu mengambangi udara. Dia yakin. Membasuh dosa-dosa. Sementara Kashva adalah seorang laki-laki yang selalu berhati-hati dengan hati orang lain. de- daunan yang sudah berubah warna. meski sedikit. “Kau!” Mencolot sesuatu dari dada Kashva: kemarahan.” Kashva meman- dangi lagi kerumunan orang dan api-api unggun itu.com 132 MUHAMMAD mantel-mantel semata kaki lalu mengelilingi api unggun seperti nge- ngat memburu cahaya. Tubuh-tubuh mereka akan segera melambungi api-api unggun itu. Meski gelap malam menyembunyikan detail wajahnya. Kashva menangkap sebuah ketu- lusan. Raksasa itu. http://ebook-keren. Kulit pir terasa kesat di lidahnya sebelum mencurahi mu- lutnya dengan kesegaran yang murni. “Sorkhi-ye to az man o zardiye man be to. “Kau pikir siapa dirimu!” Mashya mengangsurkan sesuatu. “Kau menggendongku sejauh ini?” Kashva mengunyah pir itu perlahan. Selama itu pula . “Kau beruntung aku tidak menyukai kekerasan. Mulutnya berkomat-kamit. Terutama setelah peristiwa 10 tahun lalu. Pir di tangannya ma- sih tak bertuan. Di belakang dia. Kashva yakin dia tidak akan keliru. Seorang laki-laki berdiri di depan api unggun pertama. Bersiap- siap. buah pir. Kashva menoleh lagi. Bibir Kashva ikut berkomat-kamit. beberapa pemuda melakukan persiapan yang sama. “Harusnya kubalas perbuatanmu.

berkuasa untuk melakukannya. “kau pasti memaksa mereka. “Kau bayar semua pengeluaran keluarga yang menyiapkan makan malam itu. “Kau tidak bisa selalu me- nang.com TUAN RUMAH KERIPUT 133 Mashya menimpakan berat tubuh Kashva di punggung atau pundak- nya. Semua tertelan kecuali biji hitamnya.” Kashva merogoh kantung mantel bertudungnya. http://ebook-keren. Telapak tangannya terbuka. menikmati alunan santur dan tar menelusup dari celah dinding lempung rumah penduduk. Kashva mulai menghitung kemungkinan. sampai mati pun aku tidak bisa kau paksa. Dua keping uang logam merdeka untuk diambil.” Kashva memaku dirinya. “itu tidak akan mengurangi keangkeranmu.“Kita ke sana sekarang. Kelopaknya ter- angkat. Tanpa bicara apa-apa. Ia masih menyimpan cadangan uang di kotak kayunya. Rahangnya mulai bergerak-gerak semacam orang mengunyah sesuatu. Pekerjaan yang harus dihargai.blogspot.” “Diundang?” Kashva menelan bagian terakhir buah pirnya.” Mashya bang- kit dari duduknya. Kashva menantang tatapan mata itu.” Kashva menggigit lagi daging buah pir di genggamannya. Meno- leh ke Mashya kemudian. Sampai kemudian dia menyambar uang di telapak tangan Kashva lewat gerakan mendadak. Mashya!” suaranya menegar. Kashva meninggikan suaranya. Apakah . “Kau memiliki kenalan di perkampung- an ini?” Mashya menggeleng. Kashva mendiamkan indranya. “Aku tidak ikut. “Tidak semua hal boleh kaulakukan hanya karena kau bisa melakukannya. dia lalu berderap meninggalkan Kashva. “Kalau kau menolak. Musik yang eksotik dan tua.” Mashya masih tak bergerak beberapa detik.” Mashya menatap Kashva dengan mata membulat.” kata Kashva.” Mashya tak bereaksi. baru kau kembali kemari. “Berbicaralah sedikit. Masih ada bebe- rapa keping dirham cukup untuk membayar biaya makan yang layak. Aku tidak akan memakan santapan dari hasil perampokan. Kashva kemu- dian mengangsurkan uangnya ke Mashya. “Kau tidak makan?” “Sebuah keluarga mengundang kita makan malam.

Obrolan para perempuan berbaur dengan ocehan para bocah. “Aku bisa me- nanyai pemilik rumah untuk memastikannya.. “Waktunya menikmati chai o sjirini. Dia mengangkat dirinya sendiri sebagai kepala rombongan kecil itu. Ada kesibukan di halaman. teh dan kue. Sebelum menjawab ucapan selamat datang tuan rumah. Lamunan Kashva membuyar ketika Mashya kembali. dia percaya semua baik-baik saja. ekspresi wajahnya. Kashva mengamati ekspresi lelaki tua itu. “Maaf merepotkan. meski itu kemungkinan kecil terjadi.” kata tuan rumah. Sungguh beruntung kami kedatangan tamu dari jauh. Dia berdiri di hadapan Khasva tanpa kata-kata. Kashva mengangguk-angguk lagi dan berharap Mashya me- lakukan hal sama. Keduanya masuk ke rumah dan langsung dipersilakan duduk di kursi yang mengitari meja makan. silakan. Chai o sjirini. Kashva meminta Mashya menunjukkan arah rumah yang dimaksud. Tuan berdua. Kalah jauh . Seperti seorang ayah yang hendak mengetes tingkat kejujuran anaknya. orang-orang menik- mati hidangan dalam kegembiraan. Tidak istimewa sebenarnya. bertahun- tahun sebelumnya. terhidang.” Kashva tersenyum sembari melirik Mashya. Mata cekungnya. Lentera-lentera menyala. Kashva bangkit dengan malas. Mereka memasuki sebuah rumah yang dinding-dindingnya tersu- sun oleh bata merah dengan halaman yang ramai oleh pohon ceri. bahasa tubuhnya. Kashva yakin dia bisa langsung menyadari jika ada pemaksaan di belakang ade- gan ini. Seperti biasa. Sementara waktu.. Langkahnya seperti hendak mengguncang bumi. “Sudah?” Tidak ada jawaban.com 134 MUHAMMAD perjalanan menuju Ghatas tidak bisa dicegah? Ide ini sungguh buruk mengingat apa yang ia alami saat meninggalkan Gathas. “Silakan masuk. http://ebook-keren.” Dua orang itu berjalan depan-belakang. silakan .blogspot.” Seorang lelaki keriput yang mengingatkan Kashva terhadap so- sok Yim menyambut dua tamu itu di muka rumah. Kashva segera merasa kem- bali ke peradaban setelah sekian hari memakan daging hambar kego- songan dan buah-buah hutan.

analogi bumi yang melayang di tengah medan kosmos. “Ku- pikir kau pun tidak sedang ingin mabuk. ka- cang-kacangan. Setidaknya pemi- lik rumah ini membumbuinya dengan benar.” Kashva mendatangi Mashya dan merebut gelas dari tangan lelaki raksasa yang baru saja menuangkan anggur sekali lagi dari botol tanah liat itu. Sayuran hijau diikat dengan pengikat berwarna merah melambangkan kehidupan anyar. Sebutir jeruk masam diapung- kan di permukaan air dalam mangkuk. Ada hiburan untuk lidah Kashva yang belakangan terasa bebal akibat makanan-makanan tanpa bumbu. sekarang justru Kashva yang kebingung- an. tapi memang membutuhkan konsentrasi. “Bu- kan urusan gawat. tuan rumah mengajak Khasva ke pekarangan bergabung dengan anggota keluarga yang menggelar pesta kebun. Semen- tara Mashya sudah mulai menenggak anggur dari gelas kecilnya. “Jika sudah minum anggur saya tidak bisa berhenti. Dia menyadari kekhawatiran . Mashya. Merebut gelas anggur dari orang lain bukan masalah sepele.com TUAN RUMAH KERIPUT 135 dengan macam-macam masakan Yim di Kuil Sistan. mening- galkan kehidupan yang tertinggal di tahun sebelumnya. Di meja lain di ruangan yang sama. Cukup menjanjikan. cuka. Dia menyimpan semacam kekhawatiran.blogspot. Kashva berusaha tidak terganggu dengan pertanyaan itu. tergelar makanan tujuh per- sembahan. Tuan?” si tuan rumah sedikit menyelidik. zaitun liar.” “Anda sedang dalam perjalanan penting. dan apel. sayuran hijau. Anggota keluarga lainnya pun tampak bereaksi dengan kejadian itu.” Tuan rumah keriput tampak gelisah. Kemungkinan besar itu datang dari kehadiran Mashya. Kashva menerimanya tapi enggan meminumnya. haft sin: masakan samanoo. Usai menyantap makan malam. bawang. “kalau Anda menjadi saya. Anda tidak ingin mabuk sampai beberapa hari ke depan. Anggur dihidangkan. Bawang disa- jikan untuk menghindari hal-hal buruk.” ujar Kashva menolak dengan cara halus sembari tersenyum. akan diapakan anggur di dalamnya. http://ebook-keren. Meng- genggam gelas bekas Mashya. Nasi hangat dengan baluran mentega dan ikan panggang ber- bumbu.

com 136 MUHAMMAD orang-orang. Mashya masih duduk manis di tempatnya semula sembari menikmati tegukan ang- gur terakhir dari gelasnya. “Makhluk pandir!” . seperti sedang menghitung sesu- atu.” ujar Kashva me- yakinkan orang-orang.” Kashva menoleh ke Mashya yang seharusnya sudah berdiri di de- pan kebun dan memercikkan anggurnya ke sana. “Ah.” Kashva mengangsurkan gelas di tangannya. tentu saja.” kata tuan rumah keriput. “Tidak. http://ebook-keren.blogspot. Tuan. Jemarinya bergerak-gerak. “Sebaiknya kau yang memercikkan anggur itu ke kebun. Dia berusaha membuyarkan suasana tegang. Anda akan disucikan dari kesalahan sebelumnya.” Kashva tahu tradisi itu. “Tenang saja. Dia tanggung jawab saya. Dia lalu menghampiri Mashya. Tidak. “Ini anggurmu. Tuan. Persembahan untuk para arwah. Jika perjalanan Anda tanpa halangan. Kashva mendatangi pemilik rumah tem- pat dia bertamu. “Tuan bisa memercikkan anggur tuan ke kebun. “Apakah Gathas masih jauh dari desa ini. lelaki keriput itu mengangkat dua ta- ngannya. Kashva mendengus. Supaya leluhur tahu Anda orang yang tidak mementingkan diri sendiri.” Setelah mengatakan itu. Tuan?” “Gathas?” berpikir sejenak. dalam dua tiga hari Anda akan mencapai Gathas. Lagi pula bukan aku yang mem- buat orang pingsan dengan kepalan tangan sehingga perlu disucikan dosa-dosanya.

kau menyalahkan aku?” Kashva tampak tak peduli. Keduanya memasuki celah setapak di antara dinding gu- nung-gunung yang menjulang sombong. Perjalanan mereka mulai menandaskan rute melandai. Kashva sudah menduga itu. Itu lebih menguras emosinya kini. Dia membangun harapan lagi supaya ada sebentuk aktivitas paling primitif di antara dua manusia itu.” “Jadi. Dia sekarang lebih berkonsentrasi pada kemungkinan yang akan dia hadapi di Gathas.” Diam kemudian. itu masuk akal tentu. Sudah dekat. “Jika aku bertanya kepada orang lain. Sepuluh Tahun Lalu “ A pakah engkau berpikir singgahnya kita di desa itu akan berdampak buruk. berbicara. “Aku menanyaimu sepanjang hari tentang Gathas dan engkau tidak menjawabnya. Jalur yang terhubung . http://ebook-keren. Kashva baru berminat untuk mengusahakan sebuah perbin- cangan dengan Mashya. Kash- va mulai mengenali apa-apa yang ada di sekelilingnya.com 19. Mashya?” Dua hari setelah persinggahan makan malam itu.” Kashva melompati bebatuan. “Bukan aku yang menyebut-nyebut tentang Gathas kepada orang tua itu.blogspot. Ini sudah dekat.

http://ebook-keren.blogspot.com
138 MUHAMMAD

dengan terusan utama penghubung kota-kota tua: Siraz dan Isfahan.
Sebuah jalur purba yang membuat simpul antara kota-kota besar di
Persia dengan episentrum keperkasaan politik kuno bangsa Arya di
Pasargadae.
Bunyi aliran sungai. Gemerecik, memberi efek seperti musik di
telinga Kashva. Sesuatu yang lembut dan telah memberi kemakmuran
sejak orang pertama menempati wilayah Gathas. Aliran air yang men-
jalankan fungsi arsitektur dengan baik. Mengikis dengan santun dan
sabar tumpukan bebatuan, berbukit-bukit, yang mengelilingi Gathas.
Menenteramkan penduduk di dalamnya dari berbagai ancaman, se-
perti fungsi selingkaran benteng yang kukuh.
“Aku mau istirahat dulu.”
Kashva tidak berencana meminta izin atau menunggu reaksi
Mashya. Dia duduk begitu saja di atas batu yang menjorok, tempat
strategis untuk melihat apa-apa di sekelilingnya, sembari mengintip
rumah-rumah batu dan lumpur di kejauhan. Penduduk Gathas yang
damai. Pohon-pohon poplar dengan daunnya yang keemasan di anta-
ra rumah-rumah itu seperti memberi ucapan selamat datang kepada
Kashva.
“Kita beristirahat di sana.” Mashya menunjuk ke perkampungan.
“Itu urusanmu. Aku mau istirahat di sini.”
Mashya mematung dengan dagu bergoyangan. Dia sedang me-
ngunyah kekesalan.
“Kau pergilah dulu.” Kashva seperti sedang mengambangkan se-
suatu di benaknya. “Aku butuh waktu sendiri. Nanti aku menyusul-
mu.”
Mashya berlalu dengan kegusaran yang tidak ditutup-tutupinya.
Dia tidak benar-benar pergi mendahului Kashva menuju dusun itu.
Hanya meyelinap di antara bebatuan, mencari-cari tempat yang nya-
man untuk menunggu. Dia rebah di bawah rimbunan pohon poplar
yang menyejukkan.
Kashva mengasyikkan diri dengan lamunannya, mulai berpikir
ulang, apa yang sedang terjadi dengan dirinya. Menatap kotak kayu
bertuah di sampingnya, dan kali ini kehilangan gairah untuk meng-

http://ebook-keren.blogspot.com
SEPULUH TAHUN LALU 139

aduk-aduk isinya. Memilih diam sembari mendengarkan berisik alam.
Berisik yang tenang.
Kashva hafal tempat ini. Sepuluh tahun lalu atau lebih di tem-
pat ini juga sebuah perbincangan yang menggunting sebagian besar
kepercayaannya akan kepentingan setiap perasaan untuk diperjuang-
kan. Rasanya baru kemarin ....

e
“Aku mulai kelelahan.”
Kashva menatap gadis itu dengan separuh pemahaman. Gadis be-
rambut seperti puisi. Matanya puitis, hidungnya puitis. Keseluruhan
wajahnya pun demikian puitis; kulit selicin pualam dengan ekspresi
yang kadang terkesan mewah. Padahal dia bukan bangsawan. Setiap
detail dirinya seperti sebuah masterpiece seorang maestro. Dagunya
berbelah, batas keningnya rapi oleh tunas-tunas rambut membentuk
piramid yang sudutnya tak tajam. Seperti siluet gunung landai.
Sewaktu tersenyum, kedua pipinya penuh, matanya menyampai-
kan kejujuran, meski padanya juga ada sebuah keteguhan senyaring
teriakan seorang pahlawan. Namanya Astu. Dia masih belasan tahun.
Begitu juga Kashva.
“Lelah untuk?”
Kashva mengunjungi Gathas kali ini untuk sebuah konfirmasi
yang membuat jantungnya terasa dikutuk. Ditemani seorang peman-
du jalan dan seorang lagi pengawal bayaran, Kashva meninggalkan
Gunung Sistan. Tanpa pengalaman, meninggalkan Kuil Sistan dia ti-
dak mungkin sendirian.
“Dekat denganmu.” Astu membulatkan suaranya.
Kashva berpikir cepat. “Seperti itu juga dugaanku,” tersenyum ke-
tika hatinya tidak sedang tersenyum, “aku sadar tidak bisa sepenuh-
nya memahamimu. Maafkan aku.”
“Terima kasih.” Betapa ingin Astu mengatakan, maaf untuk apa?
tapi dia memilih terima kasih. Dia sudah benar-benar kelelahan.
Bertahun-tahun mereka saling mengenal. Sejak Astu masih ting-
gal di Kuil Sistan dan Kashva datang sebagai remaja berbakat luar biasa

http://ebook-keren.blogspot.com
140 MUHAMMAD

dalam hal astronomi yang dititipkan Khosrou kepada Yim. Astu lahir
dan bertumbuh di Kuil Sistan. Dia putri yang lahir paling belakang
dibanding anak-anak Yim yang lain. Gadis berbakat di atas rata-rata.
Awalnya Kashva merasa cocok dengan Astu karena pola di otaknya, jeja-
ring kecerdasan yang mendekati genius. Lama kelamaan unsur lain dari
keduanya pun merapat. Sesuatu yang tidak ingin mereka definisikan.
“Belakangan kita lebih sering meributkan hal-hal tak penting.”
Kashva menyinggung perdebatan-perdebatan antara dirinya dan Astu
pada bulan-bulan terakhir Astu tinggal di Kuil Sistan, juga perteng-
karan-pertengkaran mereka yang tumpah di atas berlembar-lembar
surat.
Astu mengangguk tanpa kalimat.
“Aku tahu kau tidak membutuhkanku, Astu.”
Astu masih diam. Ingin tertawa, tapi dia memilih diam.
“Aku akan berdoa untuk kebaikanmu.” Kashva menatapi pucuk-
pucuk bukit yang menyemi oleh dedaunan musim semi.
Astu kali ini menoleh. “Berhentilah berusaha menjadi malaikat,
Kashva!”
Kashva sudah terbiasa betul dengan pilihan kata itu, titian nada
itu. “Aku tidak sedang berusaha menjadi malaikat.”
“Kalau begitu, untuk apa engkau kemari?”
“Aku hanya berusaha memahami keinginanmu.”
“Itu dia!” Astu memaksa Kashva bersitatap dengannya. “Itu dia!
Kau terus-terusan berusaha untuk memahamiku, sedangkan aku tidak
melakukan hal sebaliknya. Siapa yang membuat aturan semacam ini?”
“Apa pun nama hubungan di antara kita, Astu, bagiku itu bukan
sebuah perniagaan. Aku tidak sedang menghitung untung-rugi.”
“Kalau begitu, jangan mempermasalahkan sikapku kepadamu.”
Nada suara Astu sudah kembali ke sifatnya yang orisinal, semacam ...
semaunya sendiri. “Kalau engkau memang benar-benar tulus, seha-
rusnya kau tidak mempermasalahkan bagaimana reaksiku.”
Kashva meneliti ketulusannya sendiri. Apakah benar dia sudah
menjadi seorang pedagang dalam hal ini. Kedatangannya ke Gathas
hanya untuk mengetahui apa yang sebenarnya tengah terjadi antara

http://ebook-keren.blogspot.com
SEPULUH TAHUN LALU 141

dia dan Astu. Setelah menjalin kebersamaan yang begitu rapat selama
bertahun-tahun, Kashva belakangan merasakan kehadiran tembok
yang semakin menjulang antara dirinya dan Astu.
“Dulu ...,” kata Kashva dengan pilihan kata berhati-hati, “justru
engkau yang begitu ekspresif.”
“Kalau begitu, kembali saja ke masa dulu. Kau butuh alat pengem-
bali waktu. Sayangnya aku tidak punya.”
Kashva merasakan perbendaharaan katanya mulai menipis. Men-
tok.
“Sebaiknya aku kembali ke Kuil Sistan. Selamat untuk pernikah-
anmu nanti.”
Astu tidak memberi reaksi berlebihan. “Bagian mana dari acara
semacam itu yang kau pikir layak diucapi selamat?”
Kashva semakin menyadari kerumitan hubungannya dengan
Astu. Mungkin memang tidak ada referensinya sepanjang sejarah hi-
dup manusia. Dia yakin antara mereka berdua ada rasa saling membu-
tuhkan. Keinginan saling memberi. Tapi tidak pernah ada ujung yang
jelas. Tidak ada eksekusi yang mungkin dilakukan. Tidak pernah ada
penyatuan. Hambar. Tidak bisa lagi berkembang.
Astu adalah gadis berpribadi unik yang Kashva yakin tidak per-
nah ia temui karakter semacam itu di masa lalu ataupun di masa
mendatang, sampai umurnya habis. Pada masa awal mereka saling me-
ngenal, Astu adalah sebuah pertemuan dari karakter beberapa orang
sekaligus: cerdas, mandiri, penuh kasih sayang, haus perhatian, femi-
nin, manja, rapuh, malas, menjengkelkan, ketus, seenaknya.
Kashva menemukan dirinya sebagai seseorang yang dibutuhkan
dalam hidup Astu. Selalu seperti itu. Kecuali setelah waktu beralih,
dan Kashva merasakan ada yang terbalik dalam posisi hatinya. Ketika
dia menyadari ada luapan sayang, keinginan mengayomi, perjuangan
melindungi bertumbuh di benaknya, Astu justru menjungkir-balikkan
pola interaksi di antara keduanya.
Seperti segala hal yang muncul tiba-tiba, semacam itu juga cara
Astu memperkenalkan dirinya yang baru kepada Kashva. Semacam
pucuk gunung di musim dingin. Bersalju dan perlahan beku. Sesuatu

http://ebook-keren.blogspot.com
142 MUHAMMAD

yang membuat Kashva merasa selalu mentok. Tidak ada lagi yang bisa
berkembang di antara mereka berdua. Astu ujug-ujug menjadi sebuah
kepribadian utuh yang fokus pada sifat-sifat stabil: dingin, tenang, ra-
sional, tanpa emosi, penyendiri, menghindari romantisme dalam ben-
tuk apa pun.
Dia membawa dirinya yang baru meninggalkan Kuil Sistan, tepat
ketika jembatan antara dirinya dan Kashva roboh sudah. Seperti ada
jiwa baru yang menempati jasad Astu. Dia berangkat ke Gathas atas
izin ayahnya tapi tidak oleh keikhlasan Kashva. Pemuda itu merasa-
kan separuh jantungnya berhenti berdetak. Sesuatu yang membuat-
nya bersikeras menyusul Astu, beberapa bulan setelah kepergian gadis
itu. Tak berapa lama setelah dia mendengar kabar rencana pernikahan
Astu dengan anak kepala suku di Gathas.
Di sinilah keduanya lantas berbicara. Di atas batu yang menjorok
dan perkampungan Gathas dengan pohon-pohon poplar di kejauhan.
Sejenak sebelum sampai ke titik beku. Seolah tidak ada lagi pembica-
raan yang akan berkembang.
“Pernikahan itu tidak menarik bagimu, Astu?”
“Aku tidak mengatakan itu.”
Kashva benar-benar bangkit sekarang. “Sudahlah. Apa pun yang
kukatakan, kutanyakan, tidak pernah pas dengan apa yang kau jawab.
Aku mungkin tidak secerdas yang kubayangkan. Aku tidak mema-
hamimu. Apa yang kauinginkan. Apa yang kaubutuhkan. Bahkan se-
kadar lubang kecil untuk mengetahui ada apa dengan hidupmu se-
benarnya.”
Astu sadar ketika dia menoleh, dia akan bersitatap dengan mata
Kashva. Mata yang jarang berbicara dusta. Mata yang menyampaikan
apa yang ada di hati tanpa korupsi. Astu sedang tidak ingin bersitatap
dengan mata itu.
“Aku anggap saja, memang pernikahan itu sesuatu yang engkau
idamkan. Semoga kau mendapatkan apa yang kau cari.” Kashva ber-
pamitan lewat tatapan matanya yang tak bersambut, “Aku pamit.”
Melangkah kemudian, meninggalkan tempat itu dengan kaki gon-
tai dan hati yang melambai. Kashva tahu, akan butuh waktu sangat

http://ebook-keren.blogspot.com
SEPULUH TAHUN LALU 143

lama agar dirinya bisa melupakan senja itu. Hatinya hampir jebol oleh
kasih yang ingin diungkapkan, tetapi tidak ada muara untuk aliran
sungai perasaannya. Hulu tak bermuara. Hukum alam mengharuskan
setiap hulu bermuara. Kashva menyadari sesuatu telah berhenti. Pelu-
angnya untuk memberi. Harus pergi, sementara benaknya menyiap-
kan sebuah paragraf untuk ditulisnya nanti:

“... mencintai itu, kadang mengumpulkan segala tabiat menyebalkan
dari seseorang yang engkau cintai, memakinya, merasa tak sanggup
lagi menjadi yang terbaik untuk dirinya, dan berpikir tak ada lagi ja-
lan kembali, tapi tetap saja engkau tak sanggup benar-benar mening-
galkannya.”

http://ebook-keren.blogspot.com

20. Bocah
Pemilik Cengkih

S
udah sepuluh tahun atau lebih. Kashva merasakan ke-
datangan sesuatu yang sudah lama tidak mengunjungi-
nya. Dia tidak ingat pasti, kapan terakhir segenggam
kangen bisa membikin dia selumpuh ini. Di kepalanya, sebuah
senandung terputar dan dia merasakan dentuman pada sulbi-
nya. Tertahan sampai mengintip air mata. Sedetak lagi jatuh.
Sebuah penemuan besar: menggelar jarak begitu efektif meng-
hidupkan ketulusan. Terus melangkah dan menikmati kelum-
puhannya, tanpa kawan ... sendirian.
Sudah sepuluh tahun menahan jarak dan rupanya sesuatu
yang pernah bertumbuh bukannya mati justru kian menjalar
dan mematikan. Hidup secara laten dan menyergap Kashva
dalam ketiba-tibaan.
“Paman.”
Kashva menyentakkan lamunannya. Matanya mengerjap
dengan takjub. Seperti inikah jika malaikat tiba-tiba menjelma
di hadapan mata?
Sebentuk senyum yang menggemaskan. Pipi tembam, bibir
merah basah. Lensa matanya cokelat bulat sempurna dengan
bulu-bulu mata rapat dan panjang, melengkung. Bocah yang ba-

http://ebook-keren.blogspot.com
BOCAH PEMILIK CENGKIH 145

rangkali turun dari surga. Umurnya empat atau lima tahun. Berdiri
dengan tangan menyatu di belakang, menyembunyikan sesuatu, dan
tubuh mengayun ke kiri-kanan.
Rambutnya berponi lucu, lurus, dan berkilat kemerahan. Rupa-
wan, dan Kashva nyaris menyangkanya anak perempuan. Jika tidak
segera dia menemukan tanda-tanda kelaki-lakian pada makhluk mu-
ngil itu.
“Siapa namamu, Sayang?”
Bocah itu melebarkan senyumnya. Beberapa gigi susunya om-
pong. Dari bajunya yang rapi meskipun sederhana, Kashva yakin dia
bukan anak liar tanpa orangtua. Bukan pula anak hilang. Orangtuanya
tentu sedang berada di tempat itu ketika si bocah menyelinap untuk
membebaskan hasrat kanak-kanaknya. Berlarian ke sana kemari sem-
bari berkhayal mengenai banyak hal.
“Paman kunyah ini.”
Bukan jawaban, tetapi permintaan. Tangan mungil gemuk dengan
ruas-ruas jemari menggemaskan itu menyodor ke Kashva. Di atasnya
ada sebentuk bunga kering berwarna gelap.”
“Apa ini?”
“Paman kunyah ini.”
Ekspresi Kashva berusaha mengimbangi gaya si bocah. Dia ter-
senyum sembari mengangkat dua alisnya. Seolah-olah ingin menga-
takan, “Aku tahu kau merencanakan sesuatu yang kekanak-kanakan.
Sesuatu yang akan membuatku tampak konyol sementara engkau
terbahak-bahak.” Kashva sedang tidak memiliki kesibukan lain. Meng-
ikuti keinginan bocah itu bukan sesuatu yang membuang waktu. Dia
menjumput bunga kering itu.
Si bocah membuka mulutnya, mengangkat lidah pendeknya, lalu
menunjuk area di bawah lidah yang berair. “Paman letakkan bunga itu
di bawah lidah,” katanya kemudian.
Kashva mengikuti apa pun keinginan teman kecilnya. Dia meng-
gigit bunga itu sampai remuk, lalu meletakkannya di bawah lidah-
nya. Seketika matanya membelalak. Ada yang meledak di mulutnya.
Rasanya seperti mengunyah bara api. Kulit wajahnya memerah seke-

http://ebook-keren.blogspot.com
146 MUHAMMAD

tika. Lidahnya kehilangan kemampuan mencecap. Berasa tebal dan
tidak berguna.
Kashva mendengar bocah itu tergelak, tertawa dengan penuh
kemenangan sementara dia merasakan paru-parunya seperti dijejali
dorongan yang berat tetapi menjadikannya lapang; bersih. Seperti ter-
bebas dari segala kotoran.
Kashva refleks merengkuh bocah itu dengan kedua lengannya,
mengangkatnya kemudian. “Bunga apa yang engkau berikan kepada
Paman, Berandal Kecil?” Kashva mengatakan itu bukan dengan kema-
rahan. Dia tersenyum dan mulai menciumi pipi gembil bocah dalam
gendongannya.
Bocah itu masih terbahak-bahak sementara suara tawanya menjadi
penunjuk arah bagi seseorang yang sedari tadi memang mencarinya.
“Xerxes, kenakalan apa lagi yang engkau lakukan?”
Suara perempuan. Terdengar tenang dan penuh perhatian. Kash-
va asyik dengan teman barunya sehingga tidak menyadari kedatangan
perempuan yang mengenakan topi petani; lebar melindungi wajahnya
dari sinar matahari, di dekatnya. Dua keranjang berukuran seling-
karan lengan anak kecil berisi kurma dan plum di kedua tangannya.
Kashva menganggukkan kepalanya, sementara bocah dalam
gendongannya meletakkan kepala di bahunya. Kashva merasa ajaib
dengan hal itu. Teman kecilnya merasa nyaman berada dalam dekap-
annya. Tanpa sungkan, bahkan, bocah itu menutup mata. Tidur atau
pura-pura tertidur. “Namamu Xerxes? Engkau akan menjadi seperti
raja besar itu, Teman?”
“Maaf atas kelancangan anak saya.” Si ibu memperlihatkan rasa
bersalah dari bahasa tubuhnya yang gelisah. ”Dia merasa melakukan
penemuan besar dengan bunga cengkihnya. Mengerjai orang-orang
dengan rasa pedasnya.”
“Cengkih?” Kashva baru kali pertama mendengar sekaligus mera-
sakan efek bunga kering itu.
Perempuan itu mengangguk. Ada yang berubah pada gerak-
geriknya. Dia seperti sedang melakukan konfirmasi dengan pandang-
annya sementara lidahnya meneruskan bicara, “Cengkih, ratunya rem-

http://ebook-keren.blogspot.com
BOCAH PEMILIK CENGKIH 147

pah-rempah. Datang dari ujung dunia. Hanya tumbuh di sekumpulan
pulau yang mengambang di tengah samudra: Alifuru,” ada jeda, “saya
sungguh meminta maaf.”
Kashva menatap lagi sosok itu. “Dia sangat menyenangkan, Nyo-
nya. Tidak mengganggu sama sekali.”
Perempuan itu meletakkan dua keranjang yang dianyam dari
akar-akaran itu lantas membuka topinya. “Kau sudah datang rupanya,
Kashva.”
Kashva dihamburi oleh perasaan tak dikenal. Bibirnya beku, jan-
tungnya terasa seperti dirajam. Kakinya serasa mengambang. Dia me-
ngenali wajah perempuan itu meski dalam ragu, “Astu? Kaukah itu?”

e
“Ayah memberitahuku bahwa engkau akan datang.”
Kashva dan Astu sama-sama berdiri dalam kecanggungan. Kashva
lebih canggung, Astu nyaris biasa-biasa saja. Dia tersenyum sebelum
bicara. Sesuatu yang tumbuh dalam diri perempuan itu, kedewasaan.
Waktu sepuluh tahun telah mematangkannya.
Kashva berusaha menenangkan dirinya. Mengayun Xerxes dalam
gendongannya sebagai kompensasi. Xerxes, bocah itu, terlelap sung-
guh-sungguh.
“Dia kelelahan. Seharian menemaniku mengumpulkan kurma
dan plum.”
Kashva mengangguk, menatapi dua kerajang penuh di kanan-kiri
Astu. “Kau bekerja?”
“Persia dalam masa sulit. Kaisar sibuk berperang. Rakyat kela-
paran. Suamiku bukan orang kaya.”
Deg. Ada sesuatu yang menyentak di dada Kashva ketika kata
“suami” disebut oleh Astu.
“Dia kepala suku yang miskin.” Astu melanjutkan kalimatnya,
“Aku harus membantu agar kehidupan kami bisa berlanjut.”
“Memanen kurma?”
Astu menggeleng. “Aku menjadi buruh saja. Ada tuan tanah di
desa tetangga yang memiliki perkebunan kurma dan plum.” Senyum

http://ebook-keren.blogspot.com
148 MUHAMMAD

itu ... senyum bangsawan yang dulu Kashva kenal. “Dua keranjang
buah ini imbalan dua pekan aku bekerja di sana.”
Kashva tak berani meneruskan kalimatnya. Ada yang runtuh di
dadanya. Astu, bukankah dulu dia bunga merekah yang begitu ringkih
bak porselen kaisar Cina, indah ditatap, tak ternilai harganya, tetapi
begitu mudah pecah bila dijamah? Sekarang dia tampak begitu diben-
turkan dengan kerasnya hidup. Kulit wajahnya menggelap, meski tak
legam. Ada lipatan di dua sudut matanya setiap tersenyum, meski ti-
dak mengganggu aura mudanya. Pastinya bukan hanya waktu yang
mengikis keremajaannya. Kehidupan yang begini fisik, menjadi ibu,
dan barangkali ... hidup yang tidak membahagiakan.
“Ada sesuatu yang diamanatkan Ayah kepadaku.”
Kashva menoleh lemah. Astu tampak sedang menyiapkan kalimat
panjang. “Ayah menyimpan banyak peninggalan yang ia pikir akan sa-
ngat engkau minati. Aku menyimpannya untukmu.”
“Peninggalan?”
“Datanglah ke rumah. Aku akan memberi tahu lengkapnya.”
Kashva tampak meragu.
“Suamiku?” tanya Astu menangkap keraguan kawan lamanya.
“Pernikahanku tak diawali dengan baik. Aku terpaksa menikahinya.
Kehidupan kami pun tidak menyenangkan,” nada kalimat Astu di-
ngin, nyaris tanpa emosi, “tapi dia mencintaiku. Sulit bagi orang lain
untuk mengatakan dia lelaki yang menyenangkan. Tapi dia mencintai
keluarganya. Dia tidak akan menyulitkanmu.”
Lidah Kashva masih bergeming, diam tanpa suara. Tubuhnya saja
yang masih mengayun pelan.
“Aku sudah membicarakan kemungkinan kedatanganmu. Dia me-
mahaminya.”
Kashva penuh menatap Astu. Menghunjam ke inti mata perem-
puan itu. Mencari-cari sesuatu yang dulu pernah ada setiap mereka
yang masih remaja dan sesekali bersitatap. Menggantikan percakapan
dengan bahasa mata. Kashva mencari alamat rumahnya di dalam mata
Astu. Tidak ketemu. Astu memalingkan wajahnya secepat suara.

“Tentu saja. “Hampir lupa.” Area di antara dua alis Kashva mengerut. Dia tampaknya tidur di bawah pohon itu.” Kashva menggelengkan kepalanya. “Aku membawa seorang teman. Dia lelaki penuh rahasia. Tangannya hanya dua. Dia akan melindungimu dengan nyawanya.” “Mashya?” Astu bertanya sembari menyempurnakan letak kepala Xerxes di bahunya.com BOCAH PEMILIK CENGKIH 149 “Biar kugendong. Astu?” Astu mengangguk. “Kau mengenalnya.” katanya kemudian.” “Tentu saja.” sergah Kashva. meminta Xerxes dari ayun- an Kashva.” Astu tidak mungkin menolak. “Dia memang profesional.” “Tapi dia baik. http://ebook-keren. Siapa lelaki itu sebenarnya? Apakah dia menginginkan sesuatu dariku? . Bocah itu menggeliat sebentar dengan rintihan yang membuat jatuh cinta.” Sekarang Astu yang menggeleng. “Aku bantu membawa keranjangmu.blogspot. “Dia punya alasan lebih dari se- kadar profesionalisme untuk menjaga nyawamu. Dia menatap rimbun daun Poplar yang di bawahnya Mashya sedang menikmati tidurnya.

Anak kepala suku yang kini menggantikan ayahnya. Lelaki Penggenggam Hujan N amanya Parkhida. Keduanya berbincang di ruang tamu rumah Parkhida yang cu- kup lapang. Kashva tidak akan pernah melupa- kan nama lelaki itu sampai habis napasnya.com 21. Suara lelaki itu yang menggerakkan belasan orang menyer- bu Kashva. mempersilakan Kashva untuk menikmati tehnya. Tulang-belulangnya berasa remuk oleh rasa sakit dan kenyataan beberapa bagian tangan dan kakinya yang memang patah.blogspot. “Persia sedang di ujung kehancuran. Kashva adalah astronom muda yang belum memiliki kedudukan kuat di Kuil Sistan sedangkan Parkhida adalah pemilik warisan kekuasaan di Gathas. http://ebook-keren. Parkhida yang membuat Kashva ambruk pada hari terakhirnya di Gathas. Ini alamat buruk. sepuluh tahun lalu.” Alangkah cepatnya kabar tersiar. “Aku sangat menghargai keberanianmu saat mengingatkan Khosrou tentang kedatangan nabi baru itu. Ketika itu. Parkhida mengangsurkan tangannya. Khosrou semakin bernafsu menyebarkan perang dan mengalami kekalahan. Mukanya lembam keseluruhan. menjauhkannya dari Astu. mengikat tangannya. meski nyaris tidak ada isinya. Warisan Zardusht tak lagi dihiraukan.” .

sepuluh tahun ini waktu tidak terlalu berhasil melakukan fungsinya. Dua kemampuan yang dijawab oleh Parkhi- da dengan kepalan tangannya juga kekasaran belasan anak buahnya. Kashva tak terlalu tertarik mengikuti pembicaraan Parkhida. Dia tak sanggup melupakan adegan terakhir pertemuannya dengan suami Astu itu. pertanyaan apa pun tidak akan mengemba- likan keadaan menjadi seperti semula. melu- pakannya? Mana sanggup Kashva melakukannya? Memaafkan barang- kali mampu. Dia membiarkan anaknya dinikahi paksa oleh Parkhida tanpa penolakan sejumput pun. Kashva masih belum menemukan jawaban. Tetapi. setelah pernikahan itu. . Tangan kasarnya terangkat.blogspot. Bukan menolak kehadiran Kashva. Dia memahami. Dia berencana membatalkan pernikahan Parkhida dan Astu dengan kelincahan lidah- nya. kepala rumah tangga Kuil Sistan itu. Sebab. mengapa Yim. Kashva lebih tak sanggup lagi memahami bagaimana laki-laki itu sanggup bersikap seolah-olah tidak ada masalah dengan- nya. Besok paginya mereka menikah. Dia kini adalah lelaki di awal tiga puluhan dengan sosok yang kukuh. Hidungnya besar dan kukuh. Kumis melintangi daerah atas bibirnya. Astu hanyalah bingung dengan kondisinya. Dia yang berdarah-darah ter- kapar di pinggir dusun.com LELAKI PENGGENGGAM HUJAN 151 Parkhida meraih cangkir tehnya. melupakannya? Itu urusan waktu. Dibawa paksa pulang ke rumahnya. me- lainkan tidak tahu harus bersikap bagaimana menghadapi pernikahan bermotif misterius itu. Berjuanglah Kashva kemudian dengan tangannya. Dan. Setelah sepuluh tahun berlalu. keanggunan bahasanya. Le- ngan dengan rambut keriting dan rapat. peristiwa itu sudah sepuluh tahun berlalu. Tidak pernah terjadi hal-hal yang mengganggunya. http://ebook-keren. Kashva tidak pernah bertanya. sedangkan Astu berteriak selantang yang dia mampu ketika tubuhnya diseret Parkhida. Matanya jernih dengan alis rapat yang seperti ditempel. Namun. Itu adalah usaha terakhir Kashva setelah perbincangan dingin- nya dengan Astu sehari sebelumnya. Badannya setinggi Kashva tetapi memiliki otot yang jauh lebih terlatih. tidak membelanya. Benar. Namun. Adegan yang terlalu dramatis untuk dilupakan.

Kashva semakin yakin. Apalagi ke- tika Kashva meyakini. Suasana sedang tidak menentu.” Terhenti tawa Parkhida oleh kalimat Kashva. Sesuatu yang semakin membuat Kashva kian tidak paham. seperti ibunya. Dan. Aku harus meng- hadiri rapat mereka sekarang. Su- ara beratnya menajamkan kesan itu. Dia cerdas seperti ibunya. menghormatinya. berpamitan. dia anak yang sangat menyenangkan.” Parkhida memberi tanda kepada Astu. Dia kebanggaan kami.” . Namun. Di pinggir dusun. Lantang tanpa beban. Ketidakmengertian. Aku menjamin keselamatanmu di sini. Yim sangat menyayanginya. Seketika air muka Parkhida berubah. berbincanglah dengan bebas. Kudengar kau menjadi korban bunga cengkihnya?” Parkhida terbahak dengan cara yang sangat laki-laki. “Kukira aku harus mengerjakan sesuatu. http://ebook-keren. Astu masuk ke ruang tamu sembari membawa beberapa lembaran manuskrip.com 152 MUHAMMAD Pertanyaan yang semakin menua. Aku sudah menyiap- kan rumah untuk tempat tinggalmu selama di sini. “Orang-orang dusun sedang mengetat- kan pengamanan.” Kashva menyeruput tehnya. Bu- kankah akan sempurna jika dia menjadi anak menantu Yim? Kenyataan tidak seperti itu.” Kalimat Parkhida lagi. Parkhida yang dulu demikian membencinya bisa bersikap begini ramah dan mendukungnya. tapi cerdasnya bukan main. “Ya. Astu mengangguk. “Gathas akan menjadi tempat yang aman bagimu sementara ini. “Kau benar.blogspot.” kalimat Parkhida me- nyambut kedatangan istrinya. lelaki itu seolah tidak teringat sama sekali dengan peristiwa itu. Bagaimana cara Yim menjinakkan hati Parkhida? Kehadiran Kashva seharusnya menjadi ganjalan baginya jika meng- ingat apa yang terjadi sepuluh tahun lalu. Sekarang.” Berubah lagi tampak wajah Parkhida. “Terima kasih. Ketika itu. “Tuan Kashva. Yim me- ngirim paksa Kashva ke Gathas. Cerdas. “Xerxes.” ujarnya memindahkan tema obrolan. Mashya sudah lebih dulu ke sana. “Benar. Usianya belum enam tahun. setelah sepuluh tahun luka dalam itu. Tinggal sengalan ke- cil. melihat reaksi orang-orang. semua sudah dipersiapkan. Gembira tak terkira. Bahkan.

Bertahun-tahun lalu. setiap Kashva dan Astu bergantian menemukan hal-hal baru. Khosrou akan menjatuhkan hukuman mati jika mengetahuinya. bagian dari bab ke-20 Atharva Weda. “Brahma Weda. “Kau menguasai bahasa Sanskerta. Orang-orang beragama di India sangat menyucikannya. Mata Kashva melebar antusias.blogspot.” Kedua pandangan itu bertaut. Sepeninggal Parkhida. Tidak ada keraguan pada lang- kahnya. “Di tanganmu itu salinan Kuntap Sukt. “Tentu saja. Astu duduk di hadapan Kashva. Déjà vu. kitab penting di antara empat kitab Weda.” Kashva memeriksa sekilas teks manuskrip itu.” . http://ebook-keren. Astu menyodorkan beberapa gulungan manuskrip kepada Kashva yang menyambutnya dengan takjub. Termasuk ten- tang keyakinan ketuhanan. dan tertantang terhadap apa-apa yang oleh orang lain bersifat tabu. ade- gan ini terulang hampir saban hari.” Kashva hanya memiliki dua kata itu untuk Parkhida. seakan bersiap untuk sebuah pembicaraan yang panjang dan serius. “Tujuh belas pandit agung duduk bersama setiap tahun melantunkan ayat ini dengan khusyuk. Tidak terlalu dekat. “Bagaimana aku bisa tidak tahu?” “Ayah tidak pernah menyimpannya di Kuil Sistan.” Kashva menatap Astu.” “Kuntap Sukt setiap tahun dilantunkan dalam acara agung saat ibadah dilakukan dan kurban dipersembahkan. menyaksikan hal-hal baru. pengetahuan ketuhanan.” sahut Astu. “Dari mana engkau mendapatkan salinan yang tak ternilai ini. Mereka dua orang muda pembelajar yang senang membaca apa saja. bukan?” Astu merapikan du- duknya.com LELAKI PENGGENGGAM HUJAN 153 “Terima kasih.” Kashva menatap lembaran itu dengan perasaan yang membuncah. Sang kepala suku kemudian menderap keluar pintu. Astu?” “Ayah mengumpulkannya sejak puluhan tahun lalu dari para pan- dit kenalannya. Keduanya duduk di atas lantai beralas tikar ilalang.

Tentu saja. tentu saja. Seperti sebuah ke- sedihan. apakah dia benar-benar ada?” “Apa?” Khasva tampak sedikit terganggu dengan pertanyaan Astu. Sedangkan dari kunjungan itu aku justru mendapatkan seorang sahabat baru meski kami tidak bertemu secara langsung. Jika Khosrou tahu apa yang kami bicarakan. menemui El. ”El adalah seorang Kristen yang sangat baik.” sambar Astu.com 154 MUHAMMAD Astu mengangguk. “Sadarkah kau. Keprihatinan. ”Yim. Kashva? Namamu sudah disebarkan ke seluruh penjuru negeri .” Kashva menunjuk kotak kayu bertuahnya. “Maksudmu aku sedang mengarang cerita.” “Tidak disangka memang. “Bagaimana kau tahu?” berpikir bebe- rapa detik.” Dia kembali fokus ke lembaran di tangannya.” “Termasuk dari penjaga biara di Bashrah itu. Khosrou menyuruhku untuk mengun- jungi Suriah demi kepentingan politisnya. “Ayah mengatakan kepadaku. “Apa yang engkau khawatirkan?” “Temanmu itu. bukan?” Kashva mengangkat wajah. “Ayah menitipkannya kepada keluarga Par- khida.” Astu tak tampak terlalu antusias. Astu. http://ebook-keren. Dia memberi tahu kepadaku banyak hal tentang Kristen dan tentang seorang nabi baru dari tanah Arab. setelah kepulanganmu dari Suriah. kau tidak berhenti membicarakan temanmu itu.” menjeda dengan helaan napas. “Tidak persis sepulang dari Suriah sebenarnya. “Iya. El mulai mengirimiku surat beberapa bulan setelahnya. “Aku pun beberapa tahun ini me- nyembunyikan surat-surat dari sahabat-sahabatku.blogspot.” Pandangan Kashva menyalakan sema- ngat. Astu? Aku membawa semua surat El dalam kotak kayu itu. itu akan membuatnya murka.” Kashva memelankan reaksinya. Jika saja Mashya tidak membelokkanku ke Gathas. Kashva bisa menangkap pesan itu. mungkin aku sudah sampai di Suriah. Khosrou tidak pernah menyukai ide tentang kedatangan nabi baru.” “Atau justru ke lubang penjara Khosrou.” Astu menatap Khasva dengan cara yang unik. “Tujuanku meninggalkan Kuil Sistan pun untuk pergi ke Suriah.

” .” potong Astu. “Engkau memahami makna ayat ini. wahai engkau yang mengagungkan. “Harusnya aku sa- dar betapa cerdas dirimu.” “Belasan tahun aku hidup bersama lembaran-lembaran itu. dan dia duduk di dalam bersama is- tri-istrinya. Ayat terakhir. Berusaha mencerna isi ayat-ayat yang ia urut dari barisan paling awal itu. sepuluh rangkaian bunga.blogspot. Bu- kan luar biasa jika aku menghafalnya. http://ebook-keren. Ayah mengatakan kepadaku.” Kashva menggeleng.” Kashva mengecek setiap kata yang diucapkan Astu. “Aku menyimpannya saja. dan sepuluh ribu ekor sapi. “Dengarkan. Kaurama. Seluruh perbatasan dijaga ketat. ‘Kau terus berperang dengan berani menghancurkan berbagai benteng dengan keberanianmu.” Kashva menghentikan kalimatnya. “Kata apa?” “Coba engkau buka halaman ketiga.” Semakin menggeleng jadinya. Astu?” Astu menggeleng. Wa- hai. sebagian besar ayat Kuntap Sukt meramalkan akan keda- tangan nabi baru. “Sebarkan kebenaran.” Mengerut bagian di antara kedua alisnya. “Dua puluh ekor unta menarik kereta. telah meng- hancurkan dari jauh Namiuchi yang licik dan pengkhianat. “Dia memberikan kepada Mamah Rishi se- ratus koin emas.com LELAKI PENGGENGGAM HUJAN 155 sebagai buronan nomor satu.” “Ada satu kata yang aku sedikit tahu maknanya. Dia sibuk lagi dengan lembaran-lembaran manuskrip di tangannya. Dia tidak berminat untuk ma- suk ke dalam sebuah debat. Atap kereta mengangguk-angguk dibuai sentuhan langit. ter- utama yang berdekatan dengan arah ke Suriah. Bibir dan lidahmu bergerak laksana pedang yang tajam.” Garis wajah Kashva mendadak menjadi begitu serius. Nabi umat manusia di seluruh dunia. sebarkan kebenaran. “Engkau menghafalnya di luar kepala. tiga ratus ekor kuda tung- gangan. kita telah terima dari para Rushamas. enam puluh ribu sembilan puluh.” Kashva membaca lagi. seperti seekor burung yang bernyanyi di atas pohon ber- buah ranum. wahai manusia! Pujian agung akan dilantunkan. bersama sahabatmu yang memuja Tuhan.

“Siapa pun nabi yang dibangkitkan.” jawab Astu setegas karang. Namiuchi adalah bangsa yang ingin memonopoli wahyu Tu- han hanya untuk bangsa mereka. hujan. “Kata apa yang kau tahu maknanya?” “Namiuchi. Namiuchi.” “Kupikir.blogspot. berarti ada seseorang yang berhak menggeng- gam hujan.. Dia menangkap sebuah semangat di mata perempuan itu.com 156 MUHAMMAD Kashva mengangguk. Kata itu dalam bahasa Panini bermakna ‘orang yang berusaha menggenggam hujan’. Membuktikan bahwa hujan wahyu turun untuk semua bangsa dan tidak terbatas pada suatu kasta atau klan saja. dan melepas awan-awan yang membawa hujan. Namiuchi berarti roh jahat yang menahan awan pembawa hujan turun ke bumi. Memeriksa pengaruh kalimatnya ter- hadap Astu.” Astu mengangguk sembari tersenyum. Semangat berdiskusi yang dulu menyala di mata itu setiap hari. Mau tidak mau.. Menghentikan dominasinya. Memberikan kesegarannya kepada seluruh umat manusia. Sadar jika pujiannya pun bisa jadi sudah ti- dak pada tempatnya. dia akan menghancurkan Namiu- chi. Senyum Kashva melebar. “Maksudmu. Dalam Rig Weda. http://ebook-keren.” “Apa?” Kashva begitu tertarik dengan kalimat terakhir Astu..” Kashva diam sebentar.” Kashva tersenyum lagi. Dialah Lelaki Penggeng- gam Hujan sejati.” “Dialah Lelaki Penggenggam Hujan sejati.” “Dan . Nabi yang dijanjikan. “Engkau benar. diskusi mereka benar-benar menarik mundur waktu ke masa ketika keduanya hampir setiap hari melakukan hal ini. “kata kunci- nya adalah . Dulu. “Wahyu Tuhan..” Kashva mulai membuat analisis-analisis. Indra menghancurkan roh jahat itu. “Hampir semua bangsa meyakini bahwa hujan wahyu dari Tuhan hanya jatuh terbatas pada lingkup bangsa mereka. Astu?” “Jika Namiuchi adalah bangsa yang berusaha menggenggam hujan dan ditakdirkan gagal.” . makna hujan adalah?” Kashva mulai tidak sabar. ketika Kashva dan Astu adalah dua remaja yang menghuni Kuil Sistan. “Dalam Rig Weda dikisahkan.

com LELAKI PENGGENGGAM HUJAN 157 Kashva membatin. baru satu kata yang terdiskusikan. itu membantunya menemukan hal-hal menarik dan menantang kecerdasan. Itu pun sudah mampu membangkitkan ga- irah hidupnya.. wahai Lelaki Penggenggam Hujan? .blogspot.. siapakah gerangan engkau. Dari berlembar-lembar Kuntap Sukt. Kepenasaran yang mem- bisikkan sebuah kalimat di batin Kashva: amboi . juga oleh diskusinya dengan Astu yang demikian mengasyikkan. seabsurd apa pun alasan takdir menggiring- nya ke Gathas. oleh misteri nabi yang dijanjikan. http://ebook-keren.

kami melihat seolah-olah engkau menanggung pen- deritaan yang amat berat. salah seorang sahabat dekatmu. “Tidak. http://ebook-keren.com 22. “Mengapa setiap kali engkau menggerakkan tubuh. Kabar dari Makkah Madinah. ‘Umar yang begitu khawatir dengan kondisimu lalu mendatangi nabi sekaligus sahabat tercintanya: dirimu.” ‘Umar menahan kata-katanya. Dia pikir. wahai ‘Umar. aku sehat. “Kami yakin engkau sedang sakit. penuh sayang. Alhamdulillah. kami mendengar seolah-olah sendi di tubuhmu bergesekan?” Ekspresi ‘Umar memperlihatkan rasa prihatin.blogspot. Maret 627 Masehi. Sakitkah engkau. “Ya. tidak usah berbasa-basi. ya. Ada bebunyian yang demikian mencolok.” . W ahai. Shalat kali ini lebih lama daripada biasanya. Berhati-hati dia duduk di sebelahmu dan serta-merta engkau sambut dengan senyum. Usai shalat. Rasul?” Engkau tersenyum sembari menggeleng. shalat yang engkau imami barusan mengganggu pikiran ‘Umar. dan rasa khawatir. seolah persendianmu saling gesek satu sama lain. Setiap gerakanmu di depan sahabat-sahabatmu terke- san berat dan sukar. Rasulullah. Lelaki yang Waktunya Habis untuk Meng- ingat Tuhan. supaya tidak terburu-buru jadinya.

Ada yang berdenyar merambat ke bola mata mereka. Kerikil-kerikil yang menim- bulkan suara berisik ketika dia mengimami shalat. ‘Umar. Perut itu dililit oleh kain yang membuntal. sesuatu yang tidak engkau katakan tidak mampu membuatnya tidak kentara. Rasul. Seketika ‘Umar dan setiap orang yang ada di masjid itu terpana.blogspot. Siang malam memacu .com KABAR DARI MAKKAH 159 Engkau tersenyum lagi. Dia pun hanya terdiam membiarkan detik-detik berjalan satu per satu. Tidakkah wajahmu memang terlihat se- dikit pucat hari ini? Toh. Tampak begitu kempis perutmu. Engkau meng- ganjal laparmu dengan kerikil-kerikil itu. “apakah jika engkau mengatakan sedang lapar dan tidak punya ma- kanan. meski kepada ‘Umar. apa pun akan kalian korbankan demi aku. Engkau menatap ‘Umar dengan pancaran cinta yang utuh.” Siapa pun yang mendengar kalimatmu seketika terdiam. kami tidak akan menyediakannya untuk engkau?” Engkau menutup lagi perutmu dengan helai jubahmu yang men- juntai. “Biarlah kelaparan ini sebagai hadiah dari Allah untukku agar umatku kelak tidak ada yang kelaparan di dunia. hingga bagian perutmu terlihat nyata. “Ti- dak. Ketika engkau tengah berkumpul bersama sahabat-sahabatmu itulah beberapa laki-laki yang datang dari jauh meminta izin untuk menemuimu. mengangkat jubahmu. memaksa engkau untuk mengikuti kehendaknya. senyummu seperti menjadi pelipur lara ter- baik bagi sesuatu yang tidak engkau katakan. terlebih di akhirat. Karena merasa jawaban “tidak” atau “aku baik-baik saja” sudah tak mencukupi lagi. berisi kerikil-kerikil. Aku tahu. Akan tetapi. Beberapa terisak oleh haru.” suara ‘Umar bergetar oleh rasa iba dan penyesalan. Seorang pembawa berita yang memacu binatang tung- gangannya tanpa beristirahat kecuali sedikit. apa yang harus aku katakan di hadapan Allah nanti jika sebagai pemimpin aku menjadi beban bagi umatku?” Engkau mengedarkan pandanganmu ke sahabat-sahabatnya yang lain. “Ya. ‘Umar maklum bahwa dia tak akan sanggup melangkah lebih jauh. Kerikil-kerikil yang memancing keingintahuan ‘Umar dan menyangka dirimu sedang da- lam kondisi sakit yang serius. http://ebook-keren. engkau lantas berdiri.

‘Abdul Muththalib.com 160 MUHAMMAD langkah tanpa mengeluh. Ada hal serius yang ingin dikatakan oleh Abbas. canggih. dan akurat? Orang-orang mempersilakan lelaki itu menemuimu di dalam mas- jid. Apakah yang sekarang terpikir olehmu. Abu Sufyan tengah menyi- apkan koalisi besar-besaran untuk menyerang Madinah. http://ebook-keren. sinar mata lela- ki itu jelas memperlihatkan kepuasan. “Menurut data kami. Sementara para sahabatmu mulai saling berbisik satu sama lain. Engkau membaca keterburu-buruan lelaki itu sebagai se- buah pertanda. Seperti halnya berbagai permasalahan umat diselesaikan di tempat yang sama. pamanmu yang masih tinggal di Makkah. anak kakekmu. memang. Dia telah berhasil menemuimu sesuai target misinya. Namun. Dia seorang lelaki yang mendapat perintah dari Abbas. Lelaki utusan Abbas itu diberi waktu sesaat untuk menenteram- kan jantungnya. wahai Rasulullah. Apakah paman- damu itu menjadi bagian dari sistem intelijenmu yang terkenal raha- sia. wahai Pemimpin Umat? Apakah itu yang terkesan dari wajahmu? Tidakkah itu sebuah ekspresi seolah engkau tengah menahan seikat beban bagi orang lain akan demikian tak tertanggungkan? . Berhari-hari dalam perjalanan yang nyaris tanpa jeda membuat seluruh fisiknya tampak kelelahan.blogspot.” Apakah engkau merasakan degup yang lebih pada jantungmu ketika mendengar berita itu? Itu tak tampak mencolok dan terbaca oleh orang-orang. Kami datang untuk memperingatkan Anda akan bahaya itu dan memberikan gam- baran kekuatan musuh secara detail.

Pertempuran Makkah dan Madinah terakbar. Alangkah berperang. serangan raksasa dari Makkah mungkin menjadi titik tempur penghabisan. Ini serangan besar-besaran. Mereka berada pada jarak satu minggu perjalanan dari Madinah. Parit S ementara engkau berdiri di hadapan sahabat-sahabat- mu. sepuluh ribu orang Makkah dan sekutunya bergerak dengan keyakinan menang dalam genggaman. ini akan menjadi perang yang melibatkan jumlah manusia terbesar. menjadi klimaks kehidupan tatkala kekerasan sungguh tak terelakkan. betapa pun engkau lebih senang dengan rekonsiliasi? Kini. Quraisy dan sekutunya bergerak ke luar Makkah.com 23. Kenangan akan Perang Badar dan Perang Uhud berkelindan di benak orang-orang yang engkau kumpul- kan hari itu. kedamaian tampaknya hanya bisa dicapai melalui jalan pedang.blogspot. Setelah serentetan persing- gungan militer. Kejayaan di Badar dan kepiluan di Uhud. mengayun senjata. http://ebook-keren. dimulai dari Badar. Bagaima- na rasanya ketika engkau dan para sahabatmu berada dalam ti- tik waktu ketika tanah Arab dicengkeram kebingungan dan per- pecahan? Bukankah saat itu. bergelombang menyisir sepanjang pesisir barat menu- .

Dia begitu menghargaimu. habislah riwayat Islam. tak akan bersisa pula kekuatan Makkah yang selama ini menjadi pembencimu. “Adakah pandangan dan rencana terbaik kalian. jalan dari dataran Najd. Jika kalah. jumlah mereka tiga kali lipat pasukan musuhmu di Perang Uhud. engkau berpendapat. untuk menghadapi serangan musuh kali ini?” Engkau menatapi sa- habat-sahabatmu yang telah berkali-kali menyertaimu dalam berbagai pertempuran. penghalang semua gerakanmu. fisik dan mental. Garis wajahnya meng- gambarkan sebuah perjalanan panjang. “Wahai Rasulullah. matanya setajam kilatan pedang. Membawa serta tiga ratus pasu- kan berkuda. Sekutu lain para Quraisy berjum- lah satu unit. http://ebook-keren. Nasib Madinah di ujung sejarah. pamanmu. Kabar yang dibawa para penunggang kuda suruhan Abbas. . napak tilas rute sama ketika mereka bertempur dengan pasukan Madinah di Gunung Uhud. Ketegangan seolah menjadi penyakit menular. Jika menang. demikian juga caranya berdiri yang penuh keyakinan. tak ada yang bersuara. Pancaran auranya antara ketenangan dan kegelisahan. para sahabatku. Mungkin. ini perang habis-habisan. banyak kepala lebih berpeluang dibanding satu pemikiran. Badannya teguh.” Seorang laki-laki muda bangkit dan berkata-kata dengan cara yang tunduk. Sebuah bocoran informasi intelijen yang memberi sedikit peluang un- tuk persiapan.blogspot. Sekarang. Ada sedikit pembeda jika orang jeli. Engkau kumpulkan para sahabatmu untuk berem- buk. Semua orang pada perkumpulan hari itu sadar benar. memblokade jalur menuju Madinah dari arah Timur. Beberapa saat. Jika disatukan. Rambutnya ikal meng- ayun sampai ke bahu. Quraisy Makkah tengah menguras semua simpanan kekuatan mereka untuk bertempur. Kulitnya sedikit kecokelatan. dari Makkah me- mastikan serangan itu sanggup meluluhlantakkan kekuatan Madinah. Ini air bah kematian. bahwa dia bukan seorang Arab ataupun Yahudi. izinkan saya mengusulkan sebuah strategi.com 162 MUHAMMAD ju Madinah. engkau berusaha menyeleksi solusi untuk mematah- kan serangan itu.

Sesuatu telah diputuskan. Ke- tika terangkat wajahmu. Maka. Engkau pun meminta semua orang melaksanakan usulan Salman. di Persia. Dia mengurus tanah majikannya di pinggir Madinah hingga tak ada waktu untuk berkumpul dengan manusia lain. Metode perang yang tidak lazim. Siapa pun merasa sanggup dengan serius untuk me- nyimaknya.com PARIT 163 Tampaknya. pasukan gabungan yang hendak menggerus Madinah masih butuh waktu berhari-hari sampai ke titik itu.” Ini ide yang datang dari dunia antah-berantah. Engkau bersuara. Artinya. Padahal kedatangan pemimpin imigran . Mungkinkah itu dilakukan? Madinah cukup diuntungkan secara geografis. dipilih olehmu. Sebagian lagi terlongo dan berpikir. Bertahun-tahun. analisis-analisismu. Ketika tidak seorang pun mampu memikirkan sebuah rencana meyakinkan untuk menghadapi lawan beringas yang jumlahnya tiga kali lipat di- banding yang mereka punya. Gali parit besar di sekililing wilayah utara oase. Siapakah yang tak takjub? Usulan Salman yang begitu asing. budak per- kasa itu dibebani pekerjaan yang harusnya dipikul sepuluh laki-laki. “Wahai Rasulullah. engkau menyiapkan sebuah perhatian penuh yang lalu diikuti oleh seluruh orang yang berkumpul di tempat itu. terpancarlah sebuah harapan dan rencana. Sisa waktu yang membutuhkan sebuah ide revolusioner agar cu- kup untuk membangun sebuah pertahanan yang efektif. Tidak dikenal di tanah Arab. kami akan menggali parit mengelilingi rumah kami. Kota ini dikelilingi oleh jurang curam dan batu-batuan vulkanis dari tiga sisi. se- perti dirinya yang dulu pun merupakan orang asing. mari kita menggali parit semacam itu untuk melindungi Madinah. agar mu- suh tidak memiliki cadangan makanan untuk hewan-hewan mereka. terutama para Mus- lim yang datang dari Makkah. http://ebook-keren. Engkau meminta pen- duduk Madinah mengumpulkan hasil panen dari luar kota.blogspot. Hari itu belumlah lama terhitung dari saat terakhir Salman menjadi budak seorang Yahudi Bani Quraizhah. Sebagian sahabatmu ter- diam. Engkau tampak takzim dalam pikirmu. Salman bersuara dan tampaknya bukan untuk hal sia-sia. jika kami takut terhadap serangan kuda. Peluang menye- rang Madinah ada di utara.

” Seseorang yang disebut-sebut oleh majikan Salman itu adalah dirimu. Engkau kemudian meminta para sahabatnya untuk patungan. Salman menyelinap dari perke- bunan untuk menemuimu dan meminta solusi. Tidak ada sebuah pencarian yang dilakukan seseorang sehebat apa yang dilakukan Salman. melepas lelah sebelum memasuki Madinah. shalatlah saat orang ter- tidur lelap.” katamu.com 164 MUHAMMAD dari Makkah itu yang menjadi alasannya meninggalkan Persia. Tidak berpikir dua kali. Sampai napasnya habis sekalipun tak akan sanggup Salman melunasi tebusan itu. Sekali lagi sayang.blogspot. Sesuatu yang menumbuhkan keinginan untuk merdeka di dada Salman. Pada suatu hari yang terberkahi. maka engkau akan memasuki surga dengan kedamaian. http://ebook-keren. Lunas sudah. “Tebarkan kedamaian. Merdekalah Salman kemudian. harga kemerdekaannya demikian mahal: em- pat puluh ons emas dan tiga ratus batang pohon kurma. hormati hubungan kekeluargaan. kam- pung halamannya. apa yang ha- rus dia berikan untuk menebus kemerdekaannya. beri makan orang yang kelaparan. tiga ratus batang pohon kurma dan empat puluh ons emas murni. Gemetaran seketika tubuh Salman mendengar kabar kedatangan- mu. Salman mendengar keluhan kerabat majikannya yang menggerutu dengan wajah terlipat beku. Meninggalkan api sesembahan. “Celaka betul Bani Qa‘ilah12 itu. engkau menyuruh Salman untuk mengiyakan permintaan sang majikan. Sayang. Ditulislah surat perjanjian. Seorang penam- bang menyumbangkan sebongkah emas untuk menutupi sisa tuntut- an sang majikan. Mereka berkumpul di Quba me- nyambut seseorang dari Makkah yang mereka anggap sebagai nabi. kini dia terbelenggu oleh stempel budak pada dirinya yang berarti tak ia miliki kemerdekaan hidupnya. melunasi jumlah tunas pohon kurma yang mesti dibayarkan demi kemerdekaan Salman. . Engkau memasuki Quba. Suatu hari di atas batang pohon kurma. berkelana ke berbagai negara untuk mencari seseorang yang ia yakini sebagai seorang nabi. Itu jumlah tebus- an yang disebut majikan Salman ketika lelaki itu bertanya. dan mulai mengumumkan tanggung jawab paling menda- sar seorang Muslim.

blogspot. Menangkap keraguan di mata beberapa orang. Jika ada yang salah. Cangkul. sekop. maknanya orang-orang yang berpindah. ketika sepuluh ribu pasukan Quraisy dan sekutunya mengepung Madinah.com PARIT 165 Kemerdekaan itu barangkali memang dipersiapkan takdir untuk menjawab ancaman hari ini.” Salman menyinggung fase awal Hijrah ketika engkau datang dari Makkah. Maka dibuatlah perjanjian dengan kelompok ketiga penduduk Madinah yang bukan pengikutmu dan tidak mengimani kenabianmu: para Yahudi. “Mereka tak akan me- nolak meminjamkan alat-alat itu demi menghadapi serangan Makkah. pangkur. “Lagi pula. Dia menatap para sahabatmu. http://ebook-keren. Orang-orang mengangguk-angguk. mereka ti- dak akan mengabaikan perjanjian mereka dengan Rasulullah demi ke- pentingan politik. Engkau pun tampak ter- . Ketika Madinah terancam serang- an kaum penyembah berhala. seharusnya setiap kepala menyatukan pemikiran dan tenaga untuk mempertahankan kehidupan di kota oase itu. Mereka engkau rangkul sebagai bagian dari satu komunitas orang- orang yang mengimani satu Tuhan. untuk keamanan bersama. Jika terjadi peperangan melawan kaum penyembah selain Tuhan.” Salman tampak menjadi laki-laki paling bersemangat dalam per- kumpulan itu. kedua penganut agama Ibrahim ini sepakat untuk solid dalam satu barisan. Kali pertama saat engkau menamai Muslim Madinah seba- gai kaum Anshar yang berarti para penolong. bahkan ke- ranjang-keranjang serat batang kurma mereka punya.” Salman meyakinkan orang-orang dengan pilihan katanya yang tegap dan meyakinkan. Sedangkan para Mus- lim yang datang bersamamu dari Makkah diberi nama Muhajirin. Perjanjian itu yang disinggung oleh Salman kali ini. wajib bagi keduanya untuk saling meluruskan. Idenya dipilih olehmu dan dia menyiapkan rencana teknis untuk mengeksekusi ide itu. Engkau hidupkan toleransi di an- tara kedua agama ini. “Bani Quraizhah memiliki semua peralatan yang kita butuhkan untuk melakukan penggalian. Kita bisa me- minjam peralatan itu. Ini waktunya menguji efektivitas perjanjian itu. Muslim dan Yahudi memiliki kedudukan sama.

dadamu bersimbah tanah. Otaknya cemerlang. taktis. “Ya. beriringan dengan munculnya matahari. Ototnya berpilin-pilin oleh kerja fisik bertahun-tahun sebagai pekerja tanpa upah orang Yahudi Quraizhah. Seperti hari itu. pulang pada petang hari. Jubah berkibar merah. kerja pun dimulai. . tiada kehidupan sejati kecuali dari-Mu. Pemuda itu menjadi magnet kekaguman. sebelum wujudnya benar- benar terealisasi. pori-porimu ikut berpeluh. Di titik mana parit harus digali sudah ditentukan. “Ya. Gundukan bu- kit atau lekuk tebing mana yang secara alami akan menahan serangan musuh dipastikan. e Pada hari yang sama setelah strategi pertahanan parit disepakati. Lengan- mu menyingsing. Rambut hitammu terurai ke bahu. tak ada kebaikan selain dari-Mu. Bekas budak dari Persia itu bertubuh seperti patung dewa Yunani. Salman menjadi bintang. Senan- dung itu pun bertaut. Diulang beramai- ramai. semua warga ke luar rumah untuk melakukan penggalian. Sebagian lagi menyahut dengan lagu yang berbeda-beda nada. Setiap benak telah lebih dulu membangun parit itu dalam imajinasi. Engkau turun tangan menikmati debu. Ampuni kaum Anshar dan kaum Muhajirin!” dendangmu dengan suara yang menggelegar. ketika setiap kelompok orang mulai membangga-banggakan dirinya sebagai bagian dari kelompok mereka. Allah. Engkau membagi setiap warga Madinah yang mendu- kungmu ke dalam kelompok-kelompok kerja yang efektif. mereka berusaha meresapi energi yang menyebar ke segala penjuru berasal dari suaramu. Setiap orang melihatnya dengan decak kagum. Setiap hari. http://ebook-keren. Para pekerja menoleh.com 166 MUHAMMAD kesan dengan cara Salman berargumentasi. Lindungi kaum An- shar dan kaum Muhajirin!” Di antara para pengikutmu itu. Seolah-olah. dan tahu bagaimana mengek- sekusi ide-idenya. Allah.blogspot. Eng- kau membakar semangat kerja orang-orang Madinah dengan dirinya sendiri sebagai api. Beranak-pinak kemudian.

melihat se- jauh mana orang-orangnya telah bekerja.blogspot. Dua-duanya menang. Dia tengah mengacungkan cangkulnya mencongkel tanah di dasar parit.” “Tidak! Mana bisa begitu?” sahut orang Anshar yang tengah me- nyekop tanah galian ke dalam keranjang.com PARIT 167 “Salman itu orang kami. Hal-hal semacam ini bisa membuat proses itu terhenti dan menjelma menjadi bara api. Tidak mungkin mengulang perde- batan semacam itu di depan nabi mereka. “Dia orang Anshar seperti kami. wahai Pemilik Hati yang Peka? Tentu risau hatimu jika perselisihan itu berkembang menjadi lebih besar dibanding seharusnya. “Apa yang sedang kalian perdebatkan?” Tidak ada jawaban kecuali bahasa tubuh kedua orang itu yang memperlihatkan ketidaknyamanan.” Ini masalah sensitif. Pernyata- anmu bahwa Salman adalah bagian dari keluargamu membuat tidak ada yang menang di antara Anshar dan Muhajirin dalam hal klaim terhadap kedekatan Salman. Orang-orang Anshar dan Mu- hajirin masih terus belajar untuk saling menyayangi.” kata seorang Muhajirin. Salman milik semua. Dalam dan lebar parit disesuaikan dengan matematika Salman. Engkau tersenyum. Semua pas persis dengan ke- . http://ebook-keren. Engkau berpatroli. “Salman adalah anggota kami. Kedua orang dan kelompok yang bertukar perdebat- an itu terdiam. Bergantian. Engkau tahu apa sebab mereka berbeda pen- dapat. Dia adalah ahlul baitku. demi menjaga rasa diperlakukan adil dan sama di antara keduanya. Engkau berkeliling dan mem- bantu proses penggalian di wilayah kerja para Anshar juga Muhajirin. Engkau tersenyum lantas mendatangi para pengikutmu yang ber- beda pendapat itu. Lebih cepat dibanding bagaimana perdebatan itu bermula. Apakah engkau mendengar perdebatan tentang Salman itu. Kata-katamu memangkas persoalan dengan cepat luar bi- asa. Jubah merahmu diterpa angin ketika engkau berjalan melewati dua kelompok yang sedang berdebat. Kami lebih berhak terhadap dia dibanding kalian. “Bukan- kah kami sama-sama pendatang di Madinah? Kami dari Makkah se- dangkan Salman dari Persia.” Selesai sudah. Kerja pembuatan parit dilanjutkan lagi. Perihal kebanggaan dan harga diri yang oleh sebagian orang akan dibela sampai mati.

Semua ingin merasakan proses itu. karena belum memiliki rumah. Sedang- kan para remaja yang memiliki fisik kuat dibolehkan untuk membantu kerja ayah-ayah mereka. Batu-batu dan cadas hasil galian di- kumpulkan di sepanjang parit yang mengelilingi Madinah. Bahkan orangtuanya menamai laki-laki itu Ju’ail yang artinya kumbang kecil.com 168 MUHAMMAD inginan dan hitung-hitungannya. Bukan nama yang menjadi doa. Bertelanjang dada. Orang-orang yang tidak kebagian keranjang. http://ebook-keren. Di tengah keasyikan para pekerja menyiapkan parit mengelilingi Madinah. menanggalkan jubah dan menyulapnya sebagai alat angkut darurat. Engkau kembali berkeliling. pencerahan spiritual. ingatan orang-orang tentang pergantian nama Ju’ail menjadi guyonan yang jenaka. Tanah sisa galian diangkut dengan keranjang-keranjang serat pohon kurma yang ulet dan kuat. Sesuatu yang membuat kerja keras mereka tak melulu terasa penuh beban. Anak-anak itu kemudian dipilah. Perhatianmu berpindah kepada seorang laki-laki dari Bani Dham- rah. sekecil apa pun.blogspot. Namanya kini telah menjadi doa. karena pekerjaan itu tentu berisiko tinggi. diletakkan kemudian di pinggir-pinggir parit. Ju’ail belum lama mengungsi ke Madinah dan menjadi seorang ahli suffah. Tahapan penting untuk melindungi kota mereka dari serangan musuh. dan agama. keranjang-keranjang itu kemudian diisi dengan batu-batu. Dia laki-laki saleh meski sejak kecil orang lebih memperhitungkan fisiknya yang tidak terlalu menarik. Mereka yang terlalu muda diminta pulang. Tak terhitung berapa banyak bocah-bocah dan para remaja yang bergabung dengan ayah-ayah mereka. Engkau menaruh simpati kepada laki-laki itu dan mengubah na- manya menjadi ‘Amr yang bermakna kehidupan. Konsisten terhadap kebenaran dan tertib menghindari apa-apa yang bisa mendatangkan keburukan. mereka kemudian mengangkut tanah dengan jubah-jubah yang telah diikat sedemikian rupa. . Seperti apakah dentuman dalam da- damu menyaksikan semangat orang-orang yang mengimani dirimu sebagai nabi? Orang-orang itu hatinya telah lebih dulu menjejak surga. tinggal di masjid. Bergantian.

Engkau bergabung dalam keriangan itu tanpa larut di dalamnya.com PARIT 169 “Namanya telah berubah. Apa- kah yang engkau lakukan terhadap air itu? Semacam membisikkan doa. tapi kami menolaknya.” Dari gelak tawa. menjentikkan kemudahan lewat lagu itu. Berilah kami ke- tenteraman. Engkau ikut bernyanyi hanya pada dua kata dari keseluruhan syair lagu dadakan itu. Orang-orang buru-buru mendekat ke asal suara. Oleh lagu itu mereka tertawa-tawa lepas. yang menyesatkan kami. . Setiap alat di tangan mereka seolah menjadi lebih tajam oleh semangat yang bermekaran.blogspot. Seolah jemari Tuhan terpanggil. engkau lantas mengalihkan dendangan mereka dengan menyanyikan syair lain. si orang miskin. Orang-orang menirukan lagu baru dari engkau dengan penuh perasaan. Seseorang segera membawa wadah berisi air yang sebagian isinya tertumpah-tumpah akibat keterburu-buruannya. Orang-orang mencoba menolongnya tapi tak kunjung berhasil. Engkau meminta untuk diambilkan air dengan nada jelas meski bukan berteriak. Musuh- musuh yang menindas kami. http://ebook-keren. Ketika lagu itu telah diulang beberapa kali dan berpotensi mengge- ser niat awal untuk menceriakan suasana. Alat-alat besi di tangan mereka justru menambah penderitaan Jabir ketika batu itu tak sanggup digeser seinci pun. Seorang laki-laki bernama Jabir menjerit sekencangnya karena tu- buhnya tertimpa batu. Engkau tak terkecuali. berubahlah nyanyian mereka menjadi semacam doa. bergegas mendatangi pusat keributan. Kuatkan kaki kami menghadapi pertempuran. lalu menyiramkan air tadi ke sekujur batu yang menimpa Jabir. Selalu melimpahkan karu- nia-Nya kepada siapa pun yang berdoa kepadanya. dari Ju’ail menjadi ‘Amr.” Orang-orang berdendang dengan humor orang Arab yang khas dan spesifik. sementara laki-laki itu menahan jeritannya agar tak terlalu histeris. Engkau mengucapkan kata ‘Amr dan bantulah dengan penekanan yang tegas. “Hanya Allah yang melindungi kita. Kekhusyukan yang terjaga itu seketika pecah oleh teriakan dari bagian lain area penggalian. Bantulah dia. tak terkecuali ‘Amr sendiri.

orang-orang pun semakin paham. mereka mengulangi apa yang sebelumnya telah berkali-kali mereka coba. serangan macam apa yang harus mereka hadang. Kali ini.com 170 MUHAMMAD Para pekerja mengerti apa yang harus mereka lakukan. Batu terpindahkan. Sejak itu. sesederhana ketika mereka sedang menyekop timbunan pasir.blogspot. berusaha menggeser batu itu dengan sekop bersama-sama. http://ebook-keren. wajib lebih berhati-hati. pekerjaan itu berhasil. betapa persiapan menghadapi para penyerbu dari Makkah itu demikian me- nyerap tenaga dan memanggil risiko besar. Harus lebih teliti. . Bermodal sekop dan keyakinan. Jika strategi parit selesai disiapkan pun. Jabir pun segera diangkat untuk kemudian dirawat lukanya. masih tak bisa dihitung.

untuk menyucikan Ka‘bah dan menghormati segala hal yang berhubungan dengan berhala.com 24. Wajahnya memiliki ekspresi kukuh. Kekerasan sifatnya. Dia keponakan Abu Jahal. selayaknya seorang pria Arab yang teguh. dia mati-matian membela agama berhala. tahukah di- rimu siapa lelaki itu? Dia seolah memiliki energi yang mampu membelah batu. Khaththab. Seolah kerasnya batu tak sekeras pemikirannya. Dengan fi- siknya yang istimewa itu dia menjadi begitu berkuasa. Dulu. Setelah dia meninggalkan penyembahan berhala. pada masa awal dakwahmu dulu. Ketika engkau dan pengikutmu masih berupa kelompok kecil di Makkah. Badannya tegap dan terlatih. http://ebook-keren. ‘Umar W ahai engkau yang jitu perhitungannya. Setelah Hamzah. Dia dididik ayahnya. energinya tetap melimpah ruah meski dengan eksekusi yang berlainan. Bicara- nya lantang tanpa kompromi. . dia adalah laki-laki yang paling ditakuti di Makkah. keberingasan tingkah lakunya terkenal di seantero Makkah. kini dia sekuat tenaga membelamu dan agama yang engkau bawa. lelaki ini menjadi yang paling keras menentangmu. Lelaki itu: ‘Umar bin Khaththab.blogspot.

Dia begitu marah karena seumur hidupnya dia begitu taat terhadap ajaran para pendahulu.. bukankah dia saha- bat terdekatmu? Dia mengisi sisi-sisi dirimu. akar masalah harus dilenyapkan. dulu. ‘Umarlah yang begitu sampai hati melakukan tekanan terhadap Muslim yang ketika itu jumlahnya masih tak seberapa. http://ebook-keren. Sesuatu yang berkaitan dengan pengalaman- nya dan pengamalannya . seperti juga para penduduk Madinah lain. Para penentangmu di Makkah begitu jengkel dan marah. Tidak ada tradisi lain yang hidup dalam hatinya kecu- ali penyembahan berhala. Penggalian parit raksasa telah berlang- sung beberapa hari..com 172 MUHAMMAD Umurnya mematang. Waktu semakin sempit. ‘Umar berpikir praktis. Rasanya sudah berlalu berabad-abad kondisi yang tidak pernah berhenti menyebabkan air mata ‘Umar menetes itu. ‘Umar mengomando orang-orang untuk melakukan penyiksaan terhadap para penganut agama baru yang diperkenalkan olehmu. ‘Umar menonjol dengan ke- tegasan sikap dan keberanian. ‘Umar mengenang saat-saat dirinya bersentuhan dengan agama baru yang mencerai-beraikan tatanan kaum Quraisy itu. Sesuatu yang dulu tak terjangkau oleh kehendak ‘Umar. Jika dari kaum senior nama Abu Jahal tak punya tandingan dalam hal mem- bencimu maka di kalangan kaum muda. Alangkah berarti suatu sistem yang kini merajai banyak hati: Islam.blogspot. Hari itu. ‘Umar menyadari setiap detik demikian ber- harga. . dia melibat- kan diri secara total untuk menyiapkan Madinah menyambut serang- an Makkah dan sekutunya. Jika Abu bakar domi- nan dengan kasih sayang dan kesabaran. Sembari ikut sibuk dengan pekerjaan bersama orang-orang. Sebelum semua menjadi terlalu jauh dari jangkau- an tangan. Berada di antara ribuan laki-laki yang bahu-membahu untuk memperjuangkan keyakinan mereka mendatangkan perasaan khas di dada ‘Umar. Tidak boleh ada yang terlewat begitu saja. Setelah Abu Bakar. Sama halnya dengan para pengikutmu yang lain. Munculnya ajaran yang engkau bawa telah membuat kekacauan dan ia yakini akan semakin meletupkan kekacauan dalam level yang tak terbayangkan.

meninggalkan tu- han-tuhan berhala.blogspot. menyembur napasnya oleh rasa benci yang menggelegak. http://ebook-keren. ketika wajah ‘Umar membara semacam itu. Dia mendorong tubuh Nu‘aim yang coba menunda langkahnya. ekspresi wajah- nya. tentu dia sedang mengincar nyawa seseorang.” ‘Umar mendengus. ‘Umar?” Nu‘aim berusaha menggunakan kata-katanya.com ‘UMAR 173 Semua permasalahan yang begitu merepotkan itu akan selesai dalam satu gebrakan jika dia membunuhmu. menjadi seorang Muslim. Terpancarlah se- gala keinginan menumpahkan darah itu pada matanya. Dia telah bersyahadat. Dia tahu. Kata Muhammad se- akan tersambung pada urat amarah di otaknya. Maka pada hari yang terpilih. Dia tahu. dan sebilah pedang telah dia tenteng dengan cara se- perti itu. “Hendak ke mana engkau saudaraku. menuju sebuah rumah di kaki Bukit Shafa. Nu‘aim berusaha bermain cantik. Nu‘aim bin ‘Abdullah. Ketika ‘Umar belum jauh meninggalkan rumahnya. mencegatnya. Nu‘aim berkepentingan untuk menghentikan rencana ‘Umar karena dirinya pun termasuk dalam barisan orang Makkah yang mengimani engkau sebagai seorang nabi. siapa yang hendak diburu ‘Umar. Lebih cepat dari caranya mencari solusi dari setiap masalah yang pernah ia hadapi seumur hidup. ‘Umar menyambar pedangnya dan menderap. Namun. Tu- juannya hanya satu.” “‘Umar. eng- kau sedang berada di sana. “Mengapa . di hadapan ‘Umar. Dalam kondisi Makkah yang tengah dalam ketegangan akibat munculnya agama baru. Masih berharap ikatan darah antara dia dan ‘Umar mampu memainkan peran. bahasa tubuhnya. menunda langkah ‘Umar menujumu. Memerah wajahnya. Aku harus membalas dendam karena dia telah memecah-belah kaum Qu- raisy menjadi dua golongan. Nu‘aim begitu hafal dengan perangai ‘Umar. seorang sa- udara satu klan.” Nu‘aim berpikir cepat. Apa pun tampaknya tidak akan sanggup membuatnya berhenti. pengakuan semacam itu bisa membawanya lebih cepat ke pintu kematian. ‘Umar tidak sedang bercanda. “Dan aku akan membunuhnya. Nu‘aim mampu mengira-ngira. “Aku hendak mencari Muhammad. Rencananya sudah bulat.

Mungkin. Engkau menjadi no- mor dua. wahai ‘Umar?” “Apa yang kudengar tadi?” ‘Umar menyelidiki wajah Fathimah. “Mereka berdua adalah pengikut agama Muhammad. tujuan langkahnya berpindah. martabatmu akan jatuh.” kata Nu‘iam.com 174 MUHAMMAD engkau tidak pergi terlebih dahulu kepada keluargamu.blogspot. ingin rasanya ‘Umar mengendarai angin. Jika engkau membiarkan mereka demikian. Tanpa kata apa pun. meninggalkan Nu‘aim. dia memang tidak butuh waktu terlalu lama untuk sampai di rumah saudara perempuannya itu. Terutama Fathimah. Juga bunyi kalimat yang unik dilisankan dari balik pintu. Ada kegiatan di dalam rumah Fathimah. Fathimah.” Semakin menggelap wajah ‘Umar mendengar kalimat terakhir Nu‘aim. Kenyataannya. . dia membalikkan badannya. Dia tak sabar segera mendapat penjelasan dari Fathimah. Wajah Fathimah muncul kemudian dalam balutan kain yang menutupi rambutnya. “Ada apa dengan keluar- gaku?” “Saudara iparmu Sa‘id dan saudara perempuanmu. Kegaduhan yang terendus jelas oleh ‘Umar. ‘Umar yakin. Sekarang. Menunggu jawaban dari saudara perempuannya itu dan meneliti se- jauh mana sinar matanya memberi sebuah konfirmasi. Namun. Dia lebih bernafsu untuk segera menemui Sa‘id dan Fathimah. dia mendengar sesuatu yang asing. dan membe- reskan urusanmu?” Efektif. “Ada apa engkau kemari. ‘Umar. Berderit suara pintu lapuk dibuka dari dalam.” Fathimah mencoba menegarkan dirinya. “Engkau tidak mendengar apa-apa. Dia mengang- guk sembari mengulang kalimat Fathimah. ke- selamatanmu saat ini ada dalam prioritas di atas keduanya. http://ebook-keren. Sa‘id muncul di belakang istrinya. “Fathimah! Fathimah!” Menggelegar teriakan ‘Umar mengalahkan suara apa pun yang saat itu tengah memenuhi udara. ‘Umar menghentikan gerakan beringasnya. Dia menatap Nu‘aim dengan rasa penasaran yang akut. Masih ada terlintas keraguan ketika dia membayangkan apa yang akan menimpa pasangan suami dan istri itu. saudara perempuannya.

lakukanlah apa yang engkau inginkan!” ‘Umar terdiam sekian detik. ‘Umar ti- dak mendapatkan kesinkronan antara kata-kata dan bahasa mata sa- udarinya. “kami sekarang Muslim. sementara lembaran yang berisi ayat-ayat Tuhan jatuh dari balik bajunya. Fathimah yang lemah tetapi ditumbuhi tekad tak terpatahkan dalam dadanya. terkenang wajah kecil Fathimah ketika dia masih gadis mungil dan menggemaskan. siap me- nerjang. “Aku mendengarnya!” dua mata ‘Umar menajam. Tak berdaya- lah Sa‘id menghadapi ‘Umar yang dalam keadaan terlemah pun masih ditakuti oleh orang-orang Makkah. Sakit wajahnya tak apa.” teriak Fathimah setengah histeris.com ‘UMAR 175 Beberapa detik kemudian. Namun. teta- pi dia tidak ingin suaminya bertambah tersiksa. Dia menghentikan serangan kepada Sa‘id untuk melayangkan tamparan ke wajah Fathimah. meski buram. Dia baru saja menyakiti makhluk le- mah.blogspot. Perem- puan itu jatuh terjerembap. Fathimah merangkul suaminya. saudarinya sendiri. . Fathimah tak sanggup melihat keterdesakan suaminya. tangan kanannya memungut lembaran yang tadi jatuh. konfirmasi itu selesai diuji. lantas berusaha melindungi Sa‘id. Dia segera menghamburi Sa‘id dan mulai memukulinya. Membayang. Fathimah yang lolos dari tradisi dikubur hidup-hidup bagi bayi perem- puan. menahan serang- an ‘Umar tanpa suara mengiba. Dia hanya mampu bertahan dan berharap ada sesuatu yang bisa mengubah keadaan. ‘Umar tidak sedang ingin membuang waktu barang sekejap. “Sekarang. matanya pun mulai menge- luarkan cairan kepiluan. “dan aku mendengar kalian berdua telah menjadi pengikut Muhammad!” Terdiam sepasang suami-istri itu dalam ketakutan yang menceng- keram.” Serak suara Fathimah oleh isak tertahan. “Kami beriman kepada Allah dan rasul-Nya. Kemarahannya belumlah menguap.” Tangan kiri Fathimah mengusap cairan merah segar dari pojok bibirnya: darah. “Memang benar. ‘Umar. http://ebook-keren. Semakin marahlah ‘Umar jadinya. menyudahi kekalapan saudara laki-laki- nya. kondisi Fathimah yang berdarah-darah seketika membuat- nya malu terhadap diri sendiri.

Ajaran semacam apakah yang mampu membuat per- ubahan kepada begitu banyak orang.com 176 MUHAMMAD ‘Umar menyayangi Fathimah dalam takaran yang minimalis. Apa yang terjadi kemudian diputuskan belakangan. Lembaran ini hanya boleh disentuh oleh orang yang telah bersuci. sa- udarinya yang dididik dengan cara yang sama seperti dirinya. ada rasa penasaran yang mengganggu benak ‘Umar. ‘Umar pun mulai berpikir betapa dia akan menjadi bahan tertawaan kelak. aku akan mengembalikannya setelah selesai membacanya. “Kemarikan. Oleh karena rasa penasarannya. Apa arti nama dan wibawanya yang disegani selama ini? “Serahkan lembaran-lembaran yang kalian baca kepadaku.” Fathimah merasakan sesuatu berdesir dalam dadanya. Saudaraku. “engkau tidak suci. Namun.blogspot. “Jangan takut.” Ini lebih masuk akal. Bahkan. Naik lagi. Perlahan mengendur setelahnya. Memberi tanda kepada Fathimah. Turun perlahan. Setidaknya itu ber- fungsi melunturkan kemarahannya. Meluap kembali. dia benar-benar punya niatan yang objektif. Tidak seperti kebanyakan orang Arab yang buta huruf.” Tidak setiap hari ‘Umar mampu mengendalikan ego dan rasa do- minasinya. ‘Umar fasih membaca dan menulis. Sikap ‘Umar yang melunak menerbitkan sebuah harapan kepadanya. Sekerat demi sekerat. Toh.” komentar Fathimah dalam nada yang sudah lebih tenang. agar aku dapat membaca apa yang telah diajarkan Muhammad. Ke- nyataannya. Lelaki paling ditakuti di Makkah menganiaya adiknya sendiri. “Wa- hai. “Kami khawatir menyerahkan lembaran-lembaran ini kepadamu. terhadap Fathimah. menyaksikan Fathimah teraniaya membang- kitkan insting persaudaraan meski sekadarnya. dia pun mengikuti tradisi mengubur bayi perempuan. ‘Umar meletakkan pedangnya. Mem- baca apa yang diajarkan Muhammad akan menjadi langkah yang lebih masuk akal. http://ebook-keren.” Ada sebuah pemikiran yang melintasi benak ‘Umar. dia tidak memprotes apa . anaknya sendiri.” katanya kemudian. Dia yakin hanya butuh beberapa saat un- tuk mengkritik ajaranmu sampai tandas. Dia meminta lagi lembaran- lembaran itu dari tangan Fathimah yang kini memeluk lembaran-lem- baran itu seperti melindungi nyawanya sendiri.

‘Umar meraihnya dengan hati-hati. Melainkan sebagai peringatan bagi orang yang takut. Setidaknya ekspresi itu tidak lagi mencolok dan terbaca oleh Fathimah. Dia me- mutuskan untuk mengikuti apa yang dikehendaki Fathimah. Sesungguhnya. Thâhâ. Sejuk atau semacam penawar bagi setiap kebencian yang awalnya mengendap di dadanya. Sekali seumur hidup dia ingin berkompromi dengan keadaan. tetapi dia tekan begitu rupa. meluluhkan apa yang tadinya membatu. dia pun harus melakukan hal sama. Kami tidak menurunkan Al-Quran ini kepadamu agar engkau menjadi susah. “Sekarang aku boleh membacanya?” Fathimah menyempurnakan pengharapannya dengan seulas se- nyum. Dia kembali kepada Fathimah setelah merasa siap dan tidak bersisa rasa amarah di kepa- lanya.blogspot. ‘Umar merasakan sesuatu beridentitas asing mendatangi dirinya. tidak ada Tuhan selain Aku. Yang Maha pengasih. mencari air untuk bersuci. Dia kemudian ke luar rumah. Mem- basuh dirinya dengan air itu. Dia menyerahkan lembaran di tangannya kepada ‘Umar. Pelanggaran terhadap tradisi berhala jelas-jelas bukan hal suci. Mengalir sesu- atu yang melunakkan apa yang awalnya keras. Dia ingin melakukannya dengan sem- purna. Seperti ada yang merambat dari ujung ubun-ubun kemudian menye- bar ke seluruh otot dan sendinya. Tidak suci! Mengerut hati ‘Umar oleh tudingan itu. Para peng- ikutmu bersuci menggunakan air.com ‘UMAR 177 yang dikatakan Fathimah. setidaknya agar dia terbebas sepenuh- nya dari amarah dan rasa ingin menghancurkan. maka sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat-Ku. Namun. http://ebook-keren. Aku ini adalah Allah. “Harus” karena hanya dengan itu dia bisa menawar hati adiknya. Diturunkan dari Allah yang menciptakan bumi dan langit yang tinggi. . ketidak- terimaan. kali ini ‘Umar merasa tanggung untuk mundur. Yang bersemayam di atas Arsy. Ada yang membahana di dadanya.

Allah. Namun. Abu Al-Hakam bin Hisyam atau ‘Umar bin Khaththab.. Orang seperti ‘Umar pun telah terbiasa dengan syair para penyair yang paling indah dan ber- wibawa. seperti halnya para pendengar Al-Quran pada masa- masa awal. ‘Umar tidak berhasil menemukan padanan kualitas dan keindahan kata-kata Al-Quran di antara rekayasa kata para penyair terbaik yang dikenal di Jazirah Arab sekalipun. Seperti hari itu.. ‘Ya. Khabbab mendatangi Sa‘id dan Fathimah untuk mengajarkan su- rat terbaru itu.com 178 MUHAMMAD Engkau tahu di pendengaran seorang Arab. Dia lelaki bernama Khabbab. “katakan kepadaku.blogspot. Mereka bisa mengangkat atau justru menghancurkan reputasi sese- orang atau suatu kaum dengan sangat efisien. “Betapa indah dan agungnya kata-kata ini . Namun. Seorang miskin dari Zuhrah yang selama ini rutin mendatangi rumah keluarga Fathimah untuk membacakan Al-Quran kepada Sa‘id dan Fathimah.’” ‘Umar sejenak terkesima oleh kata-kata Khabbab. “Wahai ‘Umar.” Wajah Khabbab tampak dibaluri harapan yang me- limpah. “aku berharap Allah memilihmu sesuai doa Nabi Muhammad yang kudengar kemarin. Pada masamu para penyair selalu menempati posisi menentukan dalam memosisikan atau mempropagandakan identitas suatu suku. ketika satu surat yang berawalan Tha Ha belum lama diumumkan olehmu telah turun dari langit melalui diri- mu. di mana sekarang Muhammad?” .” kata Khabbab yang kali ini terlihat jauh lebih te- nang dibanding ketika ‘Umar datang sembari meneriaki Fathimah tadi. http://ebook-keren. Benarkah eng- kau telah menyebut namanya dalam doamu? “Wahai. Khabbab.” ka- tanya dengan suara yang bertekanan rendah. “Beliau berdoa. kali ini.” Kalimat yang diucapkan ‘Umar barusan menjadi semacam tan- da yang baik bagi seseorang yang sedari tadi ternyata bersembunyi di salah satu pojok rumah Fathimah. ‘Umar harus mengakui keku- atan syair yang paling kuat pun tak mampu mengimbangi kata-kata yang baru saja ia baca.. jayakan Islam dengan salah satu dari dua orang. larik-larik ayat itu me- miliki efek yang menembus segala halangan. Pilihan kata para penya- ir memiliki daya gempur yang selevel dengan potensi kehancuran yang dihasilkan alat tempur.

Tidak ada kata lain yang memenuhi otaknya kecuali itu bermakna satu manusia: dirimu. Khabbab berdoa dalam permohonan paling keras agar apa yang ia katakan tidak membawa sesuatu yang buruk bagimu. . Apakah telah berubah hati ‘Umar atau- kah dia sedang menyembunyikan sesuatu? Toh. Wahai Al-Musthafa.com ‘UMAR 179 Khabbab berpikir sejenak. ‘Umar menyusuri jalan-jalan Makkah tanpa satu kata atau perubah- an ekspresi sama sekali. Sementara orang-orang yang melihatnya menduga-duga segala kemungkinan.” Tidak ada pertanyaan lagi. Dia tidak tahu benar apa yang sedang berputar di benak ‘Umar. ‘Umar tidak mengendurkan langkahnya barang satu jengkal. Adakah ‘Umar memiliki tujuan lain dan kini sedang merencanakan sesuatu yang buruk? Sementara pemikiran-pemikiran semacam itu bersimpang siur. Fathimah dan Sa‘id pun diringkus kegalauan. http://ebook-keren. “Beliau sedang berada di rumah Arqam. di dekat gerbang Shafa bersama beberapa sahabatnya. laki-laki itu tetap men- jawab pertanyaan ‘Umar dengan benar. ‘Umar langsung menyambar pedang besarnya lalu ke luar rumah Fathimah dengan langkah menderap dan cenderung buru-buru. Tidak beda dengan Khabbab.blogspot.

Bersegera dia menderap ke asal rintihan yang menyayat itu. Dirinya adalah simbol kekuatan. Orang- orang mencoba menolongnya tetapi sia-sia. Tiga Cahaya T eriakan histeris. ‘Umar bergegas mengambil alih besi pangkur dari salah seorang Anshar dan memukuli batu itu. .blogspot. Gemetaran ba- dannya oleh rasa sakit dan kekhawatiran akan nasib yang boleh jadi menimpanya kemudian. Peristiwa yang terulang. rintihan orang Anshar yang tertindih batu itu semakin menjadi. Korban lagi! Pendengaran ‘Umar me- nangkap suara itu menghampirinya dari arah kelompok orang-orang Anshar. Semua pendatang dari Makkah mengetahui itu dengan pasti. Wajahnya pias bagai tak lagi dialiri darah. http://ebook-keren. Rasulullah satu-satunya orang yang bisa me- mecahkan batu ini. Seorang Anshar yang bergabung dengan kawan-kawannya berjibaku menggali parit tertimpa batu besar yang tak terelakkan. Bukan retak apalagi pecah. “Tunggu .com 25. Ketika ‘Umar menganggap dirinya pun tak sanggup lagi menyelesaikan persoalan di depannya. ti- dak ada nama lain yang sanggup ia bayangkan untuk memberi- kan solusi kecuali dirimu..” ‘Umar demikian yakin dengan kalimatnya. Keringat mengilatkan wajahnya.. Memucat semakin cepat.

mengarah ke selatan?” Engkau membenturkan pangkur itu untuk kali kedua. ‘Umar datang kemudian dengan langkah setegap ketika dia pergi. Engkau ditemani Salman datang dengan langkah yang sama. Mengayun pangkur dan memukulkannya ke permu- kaan batu. Cahaya itu meluncur ke Uhud. sementara para penggali parit melanjutkan lagi pekerjaan mereka. .com TIGA CAHAYA 181 Dia segera meninggalkan lokasi itu setelah menjanjikan kepada orang-orang bahwa dia akan segera kembali bersamamu. Lega hatilah orang-orang kemudian. Semua orang memberi ruang kepada nabi mereka. Wahai. Mengucurkan air ke mulut- nya. Hantaman pangkur- mu kali ketiga menghancurkan batu itu. melewatinya. Sementara menunggu ‘Umar kembali. atau memang percikan itu membentuk cahaya yang memendar dan meluncur ke atas Madinah. Engkau tampak serius dalam senyum empatik di bibirmu.blogspot. Bunyi batu pecah. Semua mata yang melihat adegan itu tidak punya sangkaan lain. sembari membisikkan kata-kata penyemangat. mengarah ke timur. menembus arah utara. Serius dalam keramahan yang terjaga. Cahaya memercik dari dentuman pung- kur dan batu. Sesuatu sedang dipertaruhkan. http://ebook-keren. Benturan logam dan batu yang memercikkan kerlipan ca- haya. Engkau belum beranjak dari tempatnya semula. Keras dan bergemeretak. Dia mulai bertanya ke- pada dirinya sendiri. diusung beramai-ramai keluar parit agar segera mendapatkan pertolongan. engkau tampak khusyuk dalam gerakmu. Memercik lagi. orang-orang sebisa-bisanya membuat nya- man orang Anshar yang tertimpa batu itu. engkau harus bisa memecahkan batu itu. Semua mata membelalak. Eng- kau meminta pangkur yang tadi digunakan ‘Umar untuk memukul batu itu. Lelaki Anshar yang terje- bak di bawah batu kemudian diangkat. “Ini imajinasiku saja. Salman kembali merasa pandangan matanya menangkap feno- mena yang tak lumrah. Salman tertegun di tempatnya menatap. Salman sungguh tak merasa ditipu oleh halusinasi. Lelaki yang Jauh dari Keburukan. Dia yakin telah me- nyaksikan pengulangan itu. mengelap keringat di dahinya.

Sedangkan melalui yang ketiga. Mashya. Saya melihat cahaya yang berpendar dari pukulan pangkurmu. Bibir Salman gemetaran kemudian. terbuka jalan ke Su- riah dan dunia Barat. waktunya tinggal sekejap. Cahaya kedua menuntunku pada gambaran kastil- kastil di Suriah.” Salman seketika merasa bisu. Rasul. “Allah membukakan pin- tu bagiku menuju Yaman. aku dapat menyaksikan kas- til-kastil di Yaman. apa yang engkau katakan seolah telah terjadi. Rasul. Rasul- ullah.” Engkau membalikkan seluruh tubuhmu. Cahaya kekaguman pada kecerdasan dan ketelitian bekas budak dari Persia itu. Tidakkah seka- rang engkau percaya kepadaku? . aku menyaksi- kan istana-istana Khosrou di Persia. Sebuah optimisme yang dikawal langit. “Ya. wahai Salman. Sedangkan dengan cahaya yang ketiga.” ujarmu kemudian. Ke timur? Istana Khosrou? Ke tem- pat langkahnya bermula.com 182 MUHAMMAD Salman mendekatimu dengan langkah penuh hormat. Baginya. http://ebook-keren. Melalui yang kedua. ya. Saya merasa tidak sedang berhalusinasi. Keyakinan yang lama nian dia genggam.” Salman tertegun pada takwil yang engkau ucapkan. Salman merasa saat-saat yang ia tunggu kian dekat. “Ya. “Perhatikanlah cahaya-cahaya itu. menyambut panggilan Salman.blogspot. Sekelebat wajah dan sepotong nama melintasi benaknya kemudian. Dia ingin te- rus menyimak. “Dengan cahaya yang pertama. dibentangkan jalanku ke arah timur. Apakah ada makna di sebaliknya?” Engkau memandangi Salman dengan cahaya cinta di matamu.” katamu. bukan sakadar menoleh- kan kepala. Ke tanah kelahirannya yang bersejarah rak- sasa. “Dengan cahaya yang pertama.

Perasaan tidak enak seperti penyakit menahun yang perla- han merayapi sendi tubuhnya. Puisi K ashva mengambangkan pandangan sementara gulungan manuskrip tua tergenggam di tangannya. dan melamun.com 26. mandi. dan rutinitas sehari-hari. Sebagian lagi untuk melamun karena kebersamaan- nya dengan Mashya tidak pernah terisi perbincangan yang berlama-lama. Diskusi. Tiga ak- tivitas di luar makan. Sudah bebe- rapa hari dia dan Mashya menginapi rumah berdinding lumpur di pinggir Gathas. Kashva bukan tak menyadari itu. Seolah sekadar menghabiskan waktu sampai mendapat intuisi untuk berpindah tempat. Bahkan kerja keras suami-istri itu masih terasa tak sepadan jika dimaksudkan un- . meninggalkan Gathas. dia bertahan di tempat itu tanpa tujuan pasti. menumpahkan keringat untuk menjamu dirinya. Padan- an kata dari berleha-leha. Beberapa hari berisi diskusi-diskusi dengan Astu di sela kemampatan waktu perempuan itu bekerja di perkebunan dusun tetangga. Sementara Parkhida dan Astu mengeraskan tulang.blogspot. Sisa waktu digunakan Kashva untuk menekuni manuskrip- manuskrip Sanskerta itu dan berupaya benar-benar mema- haminya. mempelajari manuskrip. http://ebook-keren.

dan tidak bisa per- caya kepada siapa pun.blogspot. Mengepakkan sayap. ingatannya senantiasa mengayun ke masa bertahun-tahun sebelumnya. Sebenarnya di mana posisi kede- wasaanmu? Sebentar-sebentar kau terlihat matang. Dan tidak ada dayamu untuk menghalanginya. Kashva?” Astu menyatukan kedua tangan di be- lakang tubuhnya. Dia mendengarkan saja. Di sebelahnya lagi. Kashva tak mampu me- nampik. tetapi diam saja. ingatan-ingatan itu menerkamnya dengan seke- tika. semerbak wewangian dalam botol-botol mungil yang berjajar. Tiba-tiba dan tanpa ampun. ketika Kashva me- nyertainya mengitari pasar di kaki Gunung Sistan. Mendengar Astu berkata-kata. “Sedikit aku berbicara tentang Parkhida. Di se- belah kios itu. Sesuatu yang ditahbiskan pada “dosa” Parkhida kepada Kashva. nampan-nampan tembaga ditumpuk rapi. “Sikapmu membuatku bingung. Orang-orang sibuk tawar- menawar.” Kashva tidak menjeda. “Aku?” Kashva remaja menuding hidungnya sendiri.” semprot Astu suatu kali. terbang bebas itu panggilan alamnya. lain waktu men- tah seperti buah yang mentah. http://ebook-keren. reaksimu sudah berlebih- an. “Apa kau lupa. gulungan- gulungan kain di kanan-kiri. Pada saat-saat seperti sekarang. Tidak konsisten.” Kashva berupaya menjejeri langkah Astu ketika keduanya melin- tasi jajaran kios porselen berkilauan: licin dan terkesan mahal. ketika dia sendirian dan tengge- lam dalam lamunan. Setidaknya untuk sementara. Itu tidak sama dengan apa yang pernah kaukatakan dulu. Di sela perbincangannya dengan Astu. Ketika kedamaian Kuil Sistan membuat bosan... Tidak terima.” . Riuh rendah suasana jadinya. “Aku mulai merasa engkau terlalu posesif . Astu senantiasa beride cemerlang untuk mengusir rasa kesal. menyaksikan bahasa tu- buh Astu yang meletup-letup itu secara otomatis memulangkannya ke masa-masa dulu. “Lidahmu berbusa-busa bicara konsep cinta itu semacam burung.com 184 MUHAMMAD tuk membayar utang masa lalu mereka dulu.

. Astu memanyunkan bibirnya. “Aku tidak mungkin menjadi manusia dengan kualitas prima selama 24 jam sehari. ya? lain waktu. “Kalau mau melakukan sesuatu. sematang apakah dirimu. ber- jalan dengan langkah kesal. Urusan nanti aku suka atau tidak. Di depannya. Tidak usah dibuat-buat. Seorang pedagang perhiasan meneriaki Astu untuk mampir. Astu?” “Lalu kenapa? Apa itu berarti kau harus meminta izin setiap hal yang mau kaulakukan? Genius sekali. Astu?” “Maksudmu?” Astu menoleh sedikit ke Kashva dengan kekesalan yang masih menumpuk pada isyarat matanya. pikir belakangan. http://ebook-keren. “Kau pikir memang aku begitu.” Astu membalikkan badan menatap persis ke mata Kashva.com PUISI 185 Tidak tahan lagi. Kashva memiringkan badannya agar tak menabrak karung-karung gembul berisi beras. “Membosankan!” “Apa?” “Lihat dirimu. gulungan karpet-karpet bermotif bunga mengayakan suasana.” Kashva diam lagi. la- kukan saja. aku salah.. Kashva! Menyedihkan. Sekarang aku tidak yakin lagi. “Setidaknya jangan berubah dengan begitu drastis. Alamiah saja.” protes Kashva. Sema- cam kerbau yang dicocok hidungnya atau kawan baik yang tak ingin menyakiti temannya. “Boleh aku membeli sesuatu untuk Yim?” Kashva tampak seperti sedang berusaha mengalihkan pembicara- an. Kau terlalu serius menjalani hidup.” Astu membalikkan badan.blogspot. dan manik-manik keemasan. apa yang harus kulakukan kalau begitu? Huh!” Kashva mengerutkan bagian di atas dua alisnya. Astu. Di tangannya teraup gelang.” Kashva sudah tidak bisa mengidentifikasi dirinya sendiri. “Kalau mau melakukan sesuatu . Astu menggeleng. Ke sana juga sebenarnya Kashva hendak menuju. ya. kalung. laku- kan saja. Diatur-atur. “Bukankah se- harian ini saja kau sudah berkali-kali melarangku berbuat ini dan itu. Dia merapat ke peda- gang buah-buahan.” Membulat mata Astu kemudian. “Bosan aku mendengar- mu mengatakan: boleh tidak begini? atau. melarang atau tidak. .

“Dan. Jika kau menu- dingku ingin mengikatmu. maka aku harus belajar untuk bersikap sebaliknya. Kalau aku mau me- ngerti.” “Lantas?” tangan lembut Astu memilih-milih pir Persia di antara tumpukan murbai. apa mau Astu sebenarnya. ya. Astu luar biasa tidak peduli dengan perhatian Kashva.” Kashva membisu sementara otaknya berusaha mengira-ngira. Bagiku lebih meyakinkan kesungguhan seseorang dalam per- buatan dibanding kata-kata yang sejuta. Gadis itu ingin diperhatikan ketika Kashva enggan berbasa-basi. tidak juga tak masalah. Dia menjelaskan perjalanan produk dagangannya dengan penuh perasaan. dan warna-warna yang mendekati corak bunga matahari. tak terhitung jenis rempah-rempah yang digelar dengan seni tinggi. Pada waktu lain gadis itu uring-uringan jika Kashva tak menu- liskan untuknya sebuah syair yang ia tulis melalui lorong hati yang . kuning ce- merlang. kau harus mengatakan itu?” “Maksudmu?” “Kalau memang kau begitu. Berkarung-karung dan berwarna-warni: merah menyala. hijau memudar. “Kalau sudah terdesak. syukur. Di seberang kios buah itu. cokelat kegosongan.com 186 MUHAMMAD Membeli sedikit buah untuk oleh-oleh Yim yang menunggu kedatang- an dia dan putri bungsunya di Kuil Sistan. “Sudah makan ke- nyangkah?” atau “Bagaimana perasaanmu hari ini?” Pada satu waktu. lakukan saja. Kelebihan kekuranganmu. http://ebook-keren.” Astu mengambil pir pertama dari beberapa yang hendak dia bawa pulang. biasanya kau mengatakan begitulah di- rimu. “Aku tidak bisa sepertimu. dan ilalang. Cenderung syahdu dan teatrikal. Tangan kasarnya membelai gunungan bebijian lalu mengelus dedaunan bumbu penyedap. Baik-burukmu. Tidak usah kau banyak bicara. Kepala-kepala mendongak oleh rasa ingin tahu. Jika kau menga- taiku posesif. berarti aku tidak boleh menjadi posesif. Tidak bisa secuek itu.blogspot. aprikot. kemudian meminta Kashva menjadi cuek ketika laki-laki muda itu mulai merasa perlu bertanya. Para calon pembeli mengelilingi pedagang rempah-rempah yang asyik berkisah. batu ambar. dan persimmon.

ikut menentukan pilihannya. “Aku tidak melihat konsep ‘menghindari cinta yang melemahkan’ padamu. ‘cinta itu harus menguatkan. sedangkan dirinya adalah seseorang yang berdiri lim- bung mencoba mempertahankan sampan reyotnya berlayar tenang di tengah samudra. Kashva mengatur napasnya. Astu menggunakan tangan kirinya untuk membelai kepang rambutnya. Khas- va? Bukankah itu yang selalu engkau agung-agungkan dulu?” “Aku tidak lemah. Kashva merasa semakin tersedot dalam perasaan yang tidak terdefinisi. bukan mele- . Kashva mulai memahami Astu sebagai dewi pe- nguasa ombak. mulai menyisir jalan ke luar pasar. “Me- mangnya aku harus bagaimana?” “Apakah kau tidak bisa mengatakan ‘tidak’ terhadap pinangan Parkhida?” “Kenapa aku harus mengatakan ‘tidak’?” Keduanya meninggalkan kios buah.blogspot. “Sejak kapan sesuatu yang tidak menarik oto- matis memberimu peluang untuk menolaknya?” Langkah Astu gontai dan tidak bertenaga. Hari ini. Membingungkan. ingin mengikat. “Kau jelas-jelas melemah! Mana kata-katamu dulu. Tangan satunya menjinjing bungkusan buah untuk Yim. “Bukankah ide menikahi Parkhida itu tidak menarik bagimu? Mengapa tidak menolaknya?” Astu menyerobot. http://ebook-keren. Astu?” Keduanya berdiri di luar kerumunan kesibukan di pasar itu. Oleh karena ketidakjelasan itu. Astu menudingnya posesif.” Tangan Astu menunjuk hidung Kashva. “Kau memantapkan hatimu kepada Parkhida. Bagi Kashva. Termasuk membiarkannya pergi. Astu?” “Apa menariknya dikawin paksa?” “Tapi kau terlihat begitu antusias?” Astu meminta pedagang buah membungkus pesanannya. sedangkan pada hari lain. Dia rela melakukan apa saja untuk Astu.” “Bagaimana denganku.com PUISI 187 paling inti. “Sayangnya hidup tidak semacam itu. Astu ingin Kashva mengatur hidupnya. me- nguasai hidup gadis itu. kerancuan itu. kelabilan itu. Astu adalah pribadi yang konsisten dalam inkonsistensi.

kebaha- giaanmu itu masih ada?” Kashva menyimak tanpa kata-kata. Kashva tetap diam. Astu. sekali waktu? Kehendakku tak mau meringkusmu. buatku? . Kashva menitipkan puisi. dan hidup anak itu dirundung bahaya selamanya. http://ebook-keren. Rasa ini tak diciptakan untuk menalimu.blogspot. Kashva? Katamu ‘cinta berarti membiarkan sese- orang yang engkau cintai terbang menemui kebahagiaannya. tentu Namun. lalu Astu meninggalkan Kashva dengan langkah lebar-lebar. “Kau tidak tahu apa-apa!” Membalikkan badan. bagaimanakah agar waktu masih membelah sepenggal dirinya untuk caci makimu. apakah itu. Menatapi mata Astu dan berharap ada dirinya di sana. “Jawab.” “Kau tidak akan berbahagia bersama Parkhida. Kashva!” Histeria Astu membentur tembok. penyembuh penderitaan telingaku mengharap rengekanmu. Kashva? Apa itu kebahagiaan? Kau yakin mengerti benar apa itu bahagia? Jika kau menikahiku apakah kau ba- hagia? Apakah jika kau menikahiku lantas kita hidup terusir. Kashva membiarkan langkah Astu menjauh. bukan mengikatnya dalam kepicikanmu memaknai cinta’. “Bagaimana kau tahu?” Kashva tak menjawab. “Bagaimana kau tahu. tentu Namun.com 188 MUHAMMAD mahkan’? Mana. Diam. apakah kau masih bahagia? Apakah jika kau memiliki anak dariku hidupmu bahagia? Apakah jika kita memiliki anak lantas tak mampu menghi- dupinya. “Kau!” Astu menunjuk lagi muka Kahsva tepat di matanya.” Dua mata Astu yang di mata Kashva begitu puitis membelalak. sementara pada se- tiap langkah gadis itu.

tanpa tanda-tanda. . Pada dua tangannya tergenggam semacam tongkat dengan bagian ujungnya membesar.” Mashya berupaya mengalahkan dirinya sendiri. http://ebook-keren. “Kecuali kau duduk dan coba bicara baik- baik. Aku bosan berbicara mengotot denganmu dari hari ke hari. Mashya seperti muncul dari bumi. “Itu tidak akan bisa membujukku. Dia berdiri tak berapa jauh dari tempat Kashva duduk mengayun- kan lamunan. Percuma. “Aku sedang malas.blogspot. Menatapi ilalang di depannya tanpa suara. suara mendadak itu nyaris memancing Kashva menumpahkan sumpah serapah. Me- lirik malas. Tuan Kashva. Seperti gada.” Kashva tak berminat beringsut dari tempat duduknya. Dia duduk di samping Kashva lalu meletakkan dua “gada”-nya.com 27. “Apa maumu.” Ada bunyi kunyahan di geraham Mashya. Duduk.” Menyentak lamunan. Mendadak. Mashya.” Kashva menggeleng. terangkan maksudmu. di belakang rumah lumpur yang menghadap peman- dangan gunung-gunung.” “Ini penting. Ruzabah “ T uan Kashva. Mashya?” “Ikut saya.

Dia sadar betul Mashya tidak akan pernah menang berdebat dengannya. dia ma- sih kebingungan. Mashya seolah diciptakan me- mang bukan untuk berbanyak kata. laki-laki rak- sasa itu adalah pelindung terbaik. pertanda apakah ini? Semacam intuisi akan datangnya bahaya bergelombangkah? Sesuatu yang bahkah Mashya pun tidak mampu menyelesaikannya? “Aku tidak suka kekerasan.” Itu yang mulut Kashva katakan ke- mudian. “Maksudmu.” Kashva mengalihkan pandangannya dari Mashya. Kashva meyakini. Jika kemudian Mashya memintanya berlatih untuk melawan orang-orang Khosrou. Mashya.” “Siapa musuh?” “Para kesatria Khosrou. Barangkali menangis pun tidak dia ketika lahir dari rahim ibunya. Dia memilih .com 190 MUHAMMAD “Katakan maumu. kau mau mengajakku ke mana?” Mashya meraih lagi dua “gada”-nya lalu menyodok-nyodokkan dua ujungnya ke permukaan ilalang. http://ebook-keren. Tidak bisa diubah. Di luar sega- la ketidaksukaannya terhadap Mashya. itu cukup memulangkan perhatian Kashva kembali ke Mashya.” Pandangan Kashva menyelidik ke dua tongkat seperti gada di tangan Mashya. Bibirnya beberapa kali seolah ingin memulai sebuah kalimat. “Berlatih. Sudah seserius itu rupanya. “Untuk apa?” “Menghadapi musuh. “Berlatih?” Mashya mengangguk. gagal kemudian. Mau memulai berbicara. Santai saja.” Satu kata. “Tidak harus sekarang. “Berlatih.blogspot.” Kashva berpikir sejenak. “Mungkin bisa dimulai dengan menjawab.” Itu tak cukup memancing Mashya berbanyak-banyak kata. kau mengajakku berlatih bela diri atau semacam itu?” Mashya mengangguk. Menjalani hidup seperti yang dia yakini seolah telah men- jadi ketuk palu hakim Persia tertinggi. Belajarlah berkata-kata. Kashva menangkap gelagat itu.

dan … dan penuh kasih sayang. memohon-mohon agar aku berhenti melatihnya. Mashya?” . Semua persoalan seharusnya bisa diselesaikan dengan kata-kata dan empati. Kashva tahu benar itu. menggunakan senjata-sen- jata.” Ini saat yang langka.” Diam. Penasar- an juga apa yang tersembunyi di benak raksasa itu. Dia majikanku.” lanjut Mashya. “Kau juga akan melaku- kannya kepadaku. Sepertinya Mashya telah menyiapkan sesuatu untuknya.blogspot. baik.” pancing Kashva. Ru- zabah membenci kekerasan. Aku sangat me- nyesal. Mashya ternyata bisa juga mengikutkan perasaannya dalam kata-kata. Aku tahu. Tapi aku memaksanya sampai dia mena- ngis. Lenyap seketika kelegaan di dada Kashva.” Terdengar emosional meski tidak mengiba-iba. Aku memaksanya terus-menerus. apa pun bentuknya. hidupnya tidak akan pernah menjadi mudah. Dia menolak. Menguatkan fisik. “Namanya Ruzabah. “Aku memaksa- nya berlatih bela diri. Kekerasan.” Kashva mengerahkan seluruh perhatiannya ke Mashya. Hening beberapa lama. http://ebook-keren.” Kali ini tak setepat itu perki- raan Kashva. Argumentasi paling panjang seumur hidupnya. “Aku mendampingi dia sejak bayi.com RUZABAH 191 jalan puisi. “Dia menolak karena …. “Aku bekerja di sebuah keluarga pejabat di Rama Hurmuz yang sangat taat terhadap ajaran Zardusht. Dia anak yang sangat cerdas. “Sama sepertimu. “Sejak kecil dia mempertanyakan segala hal yang ada di sekelilingnya.” Mashya tampak sedang mati- matian membuka diri. Maka dia menyimak baik-baik setiap kata yang dilisankan Mashya.” Kashva merasakan kelegaan mendengar kata “menyesal” ke luar dari bibir Mashya. sejak itu. “Ruzabah berada di bawah tanggung jawabku 24 jam sehari. Mashya memainkan dua “gada”-nya lagi. hanya layak di- adopsi bangsa barbar. “Aku menyesal karena tidak memaksanya lebih keras.

kepanjangan tangan Khosrou. Ruzabah bertekad ka- bur dari rumah. adalah orang penting. Mengatakan kepada mereka bahwa majikanku itu ingin memeluk agama mereka. karena dia terus-menerus membujukku.” Seperti agama El. Karena Ruzabah tak bisa lagi diluruskan. mendatangi gereja dan melihat peribadatan orang- orang pengikut Yesus Kristus di sebuah biara yang dibangun orang- orang dari Suriah.blogspot. Namun. Sedikit banyak. aku memutuskan rantai Ruzabah dan mengantarkan dia bergabung dengan rombongan itu. Kashva menemukan titik kemiripan antara dirinya dan Ruzabah. Suatu sore. dia memerintahku untuk merantai kaki Ru- zabah. “Pada hari ketika orang-orang gereja itu meninggalkan Rama Hur- muz menuju Suriah akibat tekanan Khosrou. Baginya Zoroaster bukan sekadar agama. batin Kashva. “Suatu masa Ruzabah secara berkala. Ruzabah pulang dan langsung mengungkapkan perasaan kepada ayahnya.” Kashva bisa menangkap getaran itu.” “Kau meluluskan permintaan Ruzabah?” “Awalnya tidak. Dia marah luar biasa. aku luluh. Nyeri yang terkirim samar lewat getaran suara Mashya.” “Apa yang dilakukan Ayah Ruzabah kepadamu?” “Hukuman yang lebih sadis dibanding kematian. ikut orang-orang Kristen itu ke Suriah. “Entah apa yang dikatakan oleh pendeta-pendeta itu.” Berat suara Mashya jadinya. Termasuk meminta mereka mengabariku jika ada rombongan gereja yang akan kembali ke Suriah. Kashva begitu tertarik dengan kisah Mashya. “Aku terpaksa melakukannya. majikanku. Merantai kakinya tetapi tidak tekadnya. Ruzabah bersikeras dengan pendirian- nya.” . Menghina penyembahan api dan mengatakan agama yang datang dari Suriah itu lebih benar dibanding Zoroaster. “Ayah Ruzabah.” Meski belum yakin apa hubungan antara Ruzabah dengan dirinya. Dia memprotes agama Zoroaster.com 192 MUHAMMAD Mashya mengangguk. Aku mendatangi orang-orang gereja itu dan menyampai- kan pesan Ruzabah. sem- bunyi-sembunyi. tetapi juga hidupnya secara keseluruhan. http://ebook-keren. Dia memohon kepadaku untuk mendatangi orang-orang Kristen itu.

kebencian. kerelaan berkorban pada tatapan Mashya. Kashva seperti menangkap tum- bukan rasa dendam.blogspot. seperti peti mati yang tidak mungkin dibuka lagi. Kashva benar-benar kehilangan kemampuan untuk memprediksi apa yang akan terjadi. Mashya? Di istana Khosrou?” Mashya tak membalas tatapan serius Khasva. Sadar tak mungkin maju lagi.” ada yang mendesak di dada Mashya. Mashya seolah telah menutup ceritanya. Dia hanya meng- angguk lemah. “Jawab dulu. Aku akan memaksamu.” Kashva mengangkat tangannya sebelum Mashya bangkit dari duduknya. “Bukan hanya engkau yang menjadi buronan Khosrou. Terakhir ibuku beberapa tahun lalu.” Kashva berupaya mengulur wak- tu. . Aku tidak punya waktu untuk berdebat. Semua saudaraku mati misterius sa- tu per satu. Pelanggaran terhadap agama dianggap sebagai hal sangat serius. bukan?” Mashya menyilet Kashva dengan tatapan paling tajam seumur hidupnya. Tuan Kash- va..com RUZABAH 193 Kashva menajamkan pendengaran dan perhatiannya. http://ebook-keren.” “Di mana ayahmu sekarang.. “dan aku mulai berpikir. Aku melarikan diri dari penjara untuk menyelamatkan sisa keluar- gaku. kasih sayang.” Mashya kali ini justru menantang Kashva agar menatap matanya. selantang apa pun kau menolaknya. dipenjara dalam sel terburuk di negeri ini. Aku ditangkap. Kali ini. Dalam waktu bersamaan.. Ayah dan ibuku ditangkap. Seolah dia telah mengumpulkan setiap motivasi untuk melakukan- nya. Waktu kita sedikit. “apa hubunganku dengan Ruzabah? Kau tidak sekadar ingin mem- buat alasan untuk memaksaku berlatih. Kashva tak kunjung menjawab. ayahku akan menyusul ibuku dalam waktu dekat. “Sekarang kita berlatih.” “Tunggu .” Kashva terhenti pada titik ini. “Keluarga Ruzabah sangat dekat dengan Khosrou. dipaksa menjadi budak Khosrou. “Kira-kira begitu.

com 28. Padang itu seharusnya hijau oleh rumput segar. dia dan pasukannya butuh rumput untuk mengenyangkan perut ribuan kuda mereka. Kenyataannya justru gundul bukan main. Tak perlu mengucek mata untuk memastikan bahwa pandangannya ti- dak tertipu. anak Abu Jahal. Dia lebih sibuk berpikir dan sedikit menimbrung pembicaraan. W ahai.” ujar Khalid bin Al-Walid . Bagaimana kuat bertempur jika perut tunggangan mereka kosong? ‘Ikrimah. Harus ada jalan keluar. Parit dan Panah Sebuah lokasi tak jauh dari Uhud. Ini pertanda buruk. Tidak ada makanan untuk kuda-kuda pasukannya. “Makanan kering yang kita bawa tidak akan bertahan lama. Madinah. si penghinamu. Unta-unta masih bisa mengunyah daun-daun akasia di Lem- bah ‘Aqiq atau dedaunan macam-macam pohon tamarisk di datar- an Lembah Uhud. panglima terting- gi pasukan penghancur dari Makkah terlongo di atas kudanya. Abu Sufyan.blogspot. mendampingi Abu Sufyan. Abu Sufyan sadar betul. tahukah engkau apa yang dirasakan para penyerangmu? Abu Sufyan. Lelaki Pemberi Peringatan. Mulutnya mulai mencerocoskan sumpah serapah. kawan lamamu. Tapi kedua jenis tumbuhan itu bukan makanan kuda. http://ebook-keren.

“Kita akan melumat mereka dalam waktu sekejap. Ini kesalahan fatal. “Lihat!” Abu Sufyan seolah mendapati kesenangan tak terkira de- tik itu.” katanya memberi usul.” sergap Abu Sufyan. tampak ribuan tenda pasukan Madinah bergerombol di luar benteng mereka yang terkenal itu. Para pemben- cimu benar-benar mengerahkan seluruh kemarahan dalam diri me- reka. teriakan-teriakan penuh kemarahan melangit.com PARIT DAN PANAH 195 yang memimpin pasukan kuda Makkah. Bergeraklah kemu- dian pasukan raksasa itu semakin merapat ke pusat Kota Madinah. seperti di Perang Uhud. Genderang perang dibu- nyikan. Penuh nafsu. para petinggi pasukan Makkah dan se- kutunya meneriakkan perintah menyerang. Dia mengangkat tangannya. menangi pertem- puran secepat mungkin. Kegagalannya di Abyssinia tampaknya terus-menerus memupuk keben- cian yang tidak akan lenyap dari kepalanya sebelum riwayatmu dan sa- habat-sahabatmu tamat. Histeria Abu Sufyan segera menular ke orang-orang di sekitarnya. . senyumnya menyeringai. ringkik kuda yang ribuan. “Muhammad dan orang-orangnya melakukan kesalahan yang akan mereka sesali seumur hidup!” Telunjuk Abu Sufyan menjadi pemandu orang-orang di sekitarnya. pejalan kaki. Agak jauh di depan mereka. http://ebook-keren. Matanya membeliak.” sambar ‘Amr. sang orator ulung mendekatkan kudanya ke Abu Sufyan. Dia menjadi bagian dari pasukan berkuda Khalid bin Al-Walid. maju menyerbu Kota Madinah. Lelaki itu menjadi semakin dihormati berkat reputasinya di Perang Uhud. “Kupikir Muhammad akan menempatkan pasukannya di dalam benteng.blogspot. yang memang mempunyai peran lain dalam setiap per- tempuran. saat memukul mundur pasukan Madinah yang nyaris mengalahkan orang-orang Makkah. Bergerak cepat di barisan depan dan melambat di bagian tengah ke belakang. Pasukan kuda berkecepatan jauh di atas pasukan gempur. Abu Sufyan. “Usulan bagus. disusul oleh para panglima masing-masing suku.” komentar Khalid. ‘Amr bin Al-Ash. gaduh sepatu orang-orang yang menderap. “Serang secepat mungkin.

Keterkejut- an baru menghamburi dia dan pasukannya bersamaan dengan hujan anak panah yang memburu. . Tidak sedikit dari pasukan Makkah dan sekutunya terlambat bergerak. Badan-badan bertumbukan. di Perang Badar membakar kemarahannya sampai ke ubun-ubun. Tubuh mereka jatuh berdebam ke bumi. Seolah dia baru saja meli- hat fenomena paling mencengangkan sepanjang umurnya.. Tidak ada pilihan. Khalid. panah! Keterkejutan Abu Sufyan hanya berumur sekian detik. dan ringkik kuda saling sahut demikian ribut. Abu Jahal.blogspot. Tiba-tiba dan jauh dari dugaan. Mereka adalah pasukan . Kekacauan memorak-porandakan pasukan Abu Sufyan. Barisan pertama pasukan Makkah dan sekutunya mengerem langkah mereka seketika. senjata-senjata ber- dentingan. Anak panah menan- cap. membuat nyawa mereka lenyap. sampai ke jarak yang aman dari lontaran anak panah. Gerakan mendadak itu sempat membuat kekisruhan di barisan tengah.com 196 MUHAMMAD ‘Ikrimah yang sedari tadi diam justru kini terlihat paling berse- mangat. Mereka meneriaki pasukan- nya untuk mundur. Kenyata- annya memang begitu. Pasukanmu menyerang mereka dengan jitu dan demikian terkomando. Gambaran untuk menyerbu pasukan Muslim dengan sekali gebrak seketika menguap. “Bersiaplah untuk berperang! Engkau akan mengetahui siapa kesatria sesungguhnya!” Kegaduhan itu sekonyong-konyong terhenti oleh sebuah perkem- bangan yang seolah jatuh dari langit. http://ebook-keren. Abu Sufyan membelalakkan matanya. Memori kematian bapaknya. Harus mundur. Abu Sufyan. Memisahkan dia dan pasukannya dari pa- sukanmu yang berjajar rapi di seberang parit. ‘Ikrimah.. Membentang parit lebar dan memanjang di hadapannya. dan ‘Amr segera membuat kesepakatan kilat.

” sergah ‘Ikrimah. Area penghambat berupa cekungan buatan yang rapi dan konsisten itu menjadi neraka bagi pasukan penyerbu. “Waktunya menagih janji Bani Nadhir. Otak briliannya membaca persoalan utama . Sekarang semua menjadi ber- jalan di tempat. Mati sia-sia dihamburi anak panah. Harus ada cara lebih efektif untuk merampungkan pertem- puran akbar ini dengan gemilang. Kejut- an parit itu masih menghantuinya begitu rupa. D uhai. “Huyay.blogspot. Lelaki yang Tak Pernah Mendendam. mempertimbangkan kebutuhan pangan tung- gangan mereka amat mendesak. Hanya itu satu-satu- nya cara. Pada saat sama. Dia ha- rus memenuhi janjinya. apakah engkau perhatikan perkembangan pertempuran be- nar-benar membuat Abu Sufyan dan kawan-kawan- nya kesal alang kepalang? Strategi parit jelas di luar imajinasi mereka.com 29. Benteng Quraizhah Perkemahan pasukan Makkah. Penyebutan Bani Nadhir sebagai solusi problem parit ini dimulai oleh Khalid. http://ebook-keren. wahai Abu Sufyan. di sebelah Lembah Uhud. mereka tak bisa berlama-lama di tempat itu. ‘Ikrimah dan ‘Amr bersila juga dengan kepala terus berpikir.” Khalid duduk rapi sementara Abu Sufyan mondar-mandir sembari memegangi kepalanya. Yahudi Bani Nadhir itu sebentar lagi tiba.

kecuali senjata dan baju perang. Satu-satunya peluang menyeberangi parit itu hanya terbuka jika penjagaannya melengang apalagi kosong. Dua klan lain. Bukankah karena merasa mendapat dukung- an dari suku-suku lain. Rencana pembunuhan itu engkau ketahui dan menjadi argumen- tasi bahwa kelompok Huyay telah melanggar perjanjian damai dengan Muslim. Klan Yahudi yang tersisa di Madinah ini memiliki benteng kuat di sebelah tenggara Madinah. Kunci semuanya benar-benar ada di tangan Huyay. Penjagaan itu sungguh efektif.blogspot. Maka tampillah karavan paling menakjubkan yang pernah dilihat orang-orang Madinah. Terusirnya Bani Nadhir dari Madinah bermula dari rencana Huyay dan orang-orangnya untuk membunuhmu.com 198 MUHAMMAD serangan mereka adalah parit raksasa yang dijaga oleh ribuan pasukan Madinah. Huyay tidak pernah berhenti membencimu. Satu-satunya cara adalah dengan membujuk orang-orang Yahudi Bani Quraizhah untuk mengkhianati engkau. Jika ada cara untuk membujuk Bani Quraizhah mencabut dukung- annya terhadap perjuanganmu maka pasukan Makkah dan sekutunya bisa menyerang Madinah lewat “pintu” ini. dan akan sulit ditembus oleh penyerbu dari Makkah. memindah konsentrasinya ke bagian kota yang lain. Mereka dibolehkan keluar Madinah membawa apa pun yang mereka miliki. Jelas pertanyaan yang mun- cul kemudian adalah bagaimana caranya memaksa ribuan pasukan Muhammad yang berjaga di utara Kota Madinah bergeser. Qainuqa’ dan Nadhir telah lebih dulu terusir dari Madi- nah karena mengkhianati kesepakatan denganmu. Engkau lantas meminta Bani Nadhir untuk ke luar dari Madi- nah dalam waktu 10 hari. tokoh Yahudi Bani Nadhir yang telah terusir dari Madinah. Puncaknya orang-orang Yahudi itu akhirnya mengaku kalah dan mau meninggalkan Madinah. Bani Nadhir justru menantang pertempuran? Engkau lantas memerintahkan pengepungan Bani Nadhir oleh pasukan Muslim sampai belasan hari. Mereka menunggangi unta-unta terbaik de- . Dia dan orang-orangnya berpindah ke Khaibar. http://ebook-keren. ketika engkau mendatangi Bani Nadhir.

Sahabatku. saat ini perannya begitu penting bagi keberhasilan misi penyerangan terhadap Madinah. Keinginan balas dendam terhadapmu mengalahkan ob- sesi apa pun yang ia miliki seumur hidup. Kepalanya pun berserban. Huyay adalah lelaki Yahudi yang hampir tidak bisa dibedakan dengan orang-orang Arab. Abu Sufyan. Seperti pasar berjalan. http://ebook-keren. Tentu dia sadar. Berjubah dengan ikat pinggang besar mem- bungkus perutnya yang besar. . dan batu mulia lainnya. Kulit- nya cerah terawat. gelang. rasa terusir itu membekas parah di nadi Huyay. mereka memiliki tanah-tanah yang dibeli lama sebelum mereka ter- usir dari Madinah. Hanya kebun kurma harta yang harus mereka tinggalkan. matanya sedikit bercelak. mengenakan semua perhiasan yang mereka miliki.com BENTENG QURAIZHAH 199 ngan kepongahan yang mencolok. hewan-hewan piaraan itu diberi pakaian yang indah dan mengangkut barang-barang indah. Maka harapan para penyerbu dari Makkah itu tak akan bertepuk sebelah tangan. “Aku datang. Unta-unta itu berjalan mengangkut pintu-pintu rumah sampai lampu-lampu yang indah dan elok. anting. Itu sungguh menyakitkan. “Aku memahami posisi terakhir kalian. Pakaian sutra dan kain brokat aneka warna.” Semua orang dalam tenda Abu Sufyan segera bereaksi terhadap suara dari luar tenda. Hidungnya saja yang lebih menjorok ke depan. Huyay masuk dengan langkah penuh percaya diri. Para wanita Yahudi duduk di atas punggung unta. iring-iringan itu mengangkut semua kekayaan Bani Nadhir yang memang terkenal berlimpah harta. Keba- nyakan dari mereka kemudian menetap di Khaibar. Penuh sukarela dia akan membantu Abu Sufyan dan kawan-kawannya untuk membujuk Bani Quraizhah mengikuti jejaknya: mengkhianati engkau. mencabut kesepakatan bersama untuk menjaga Madinah dari serangan luar. para tetangganya. tetapi tidak ada pilihan. bagaimanapun. Huyay datang. Segera mereka bersiap-siap. Tahukah engkau. Di daerah itu pun. Caranya berpakaian mi- rip dengan Abu Sufyan. Per- temuan ini menjadi semakin penting.blogspot.” kata Huyay membuka pembicaraan. bergemerencing kalung. Bahkan. dan cincin dari emas murni bertatah delima. zamrud.

aku akan menjadi duta kalian menemui Bani Quraizhah. http://ebook-keren.com 200 MUHAMMAD “Kita tidak punya banyak waktu. Pasukan Mu- hammad akan terpecah di utara dan tenggara. Kau akan mendapatkan kembali perkebunan kurma yang dulu terpaksa engkau tinggalkan.” kata Huyay yakin. Huyay. “Tidak ada alasan untuk menunda rencana brilian ini. Huyay buru-buru berpamitan kepada Abu Sufyan dan kawan-kawannya.” Abu Sufyan menatap tajam sekutu Yahudinya itu. Di kepalanya kini terhampar kebun kurma dan kematianmu.” Janji dibeli dengan janji. “Serahkan kepadaku. Itu kiamat bagi mere- ka. Pas hitung-hitungannya. pasukan kalian akan menyerbu Madinah dari tenggara. Huyay. . Sesuai janjiku. Per- janjian yang saling menguntungkan. Dia memberi janji sebuah pintu kemenangan bagi Abu Sufyan dan mendapatkan janji pengembalian sebagian kekayaannya yang tertinggal di Madinah. Huyay mengangguk.blogspot. Gerbang benteng Quraizhah akan terbuka. Berbinar mata Abu Sufyan kemudian.

” Huyay berdiri gelisah di depan pintu rumah Ka’b bin Asad. “aku tidak boleh membukakan pintu ini untukmu. Terpikir juga di otaknya. tidak diusir atau diperangi di gerbang Benteng Quraizhah. dia harus terlebih dahulu meyakinkan para penjaga bahwa dia tidak membawa misi apa pun dari para pe- nyerbu Madinah. Sesekali kepalanya menoleh ke kanan- kiri. tenggara Madinah. jika ada pendukungmu melihat- nya berdiri di tempat itu. Satu kebohongan. Gerbang yang sulit ditembus si- apa pun. http://ebook-keren. petinggi Bani Quraizhah. Huyay. Sebelumnya dia harus berbusa-busa untuk meyakinkan para penjaga gerbang Benteng Quraizhah agar dibolehkan ma- suk ke permukiman Yahudi itu. “Ka’b. Huyay.” suara dari balik pintu. hal ini bisa membawa nasib buruk. “Ka’b.blogspot. Ini aku Huyay. Orang-orang yang engkau percaya tengah menyi- apkan racun seribu bisa. buka pintumu. Maka dia tak sabar untuk segera memasuki rumah Ka’b.” “Aku tahu kau di luar.com 30. Toh. Termasuk pasukan Makkah yang dibawa Abu Sufyan. Pengkhianat Madinah Permukiman Bani Quraizhah. bukakan pintu untukku.” . karena ke-Yahudiannya dan karena hubungan baiknya dengan Ka’b. S ungguh engkau harus berhati-hati. wahai Pemimpin Umat.

Aku tidak akan melanggar kesepakatanku dengannya.” Seperti tradisi padang pasir. Dia buru-buru membuka pintu gerbang rumahnya. Disindir ketidakmauannya mem- buka pintu hanya karena pelit tak mau mengeluarkan hidangan mem- buat Ka’b gusar. “Ah. Dia berjalan dengan lang- kah kemenangan. “aku telah membawakan untukmu orang-orang Quraisy dan sekutunya yang berjumlah 10 ribu orang. bukan? Ini tidak ada urusan- nya dengan Muhammad. Menyuguhi tamu dengan hidangan terbaik adalah norma yang luhur. Kau ha- rus memberikan bantuanmu. “Celaka kau. Huyay. . Apa pun rencana buruk yang disiapkan untuk mencelakakanmu selalu gagal. tidak boleh dilanggar. Muhammad kali ini tidak akan lolos.” serang Huyay. Ka’b. Kini suaranya lebih keras. Keduanya lantas duduk ber- hadapan di ruang tamu. sindiran Huyay begitu mengusik te- linga Ka’b.” “Kau tahu aku sudah melakukan perjanjian dengan Muhammad.” “Dengarkan aku.” bujuk Huyay tanpa memedulikan kali- mat Ka’b barusan. “Keparat mulutmu.” Ka’b masih tak bersuara. Huyay. Engkau hanya tidak mau mem- bagi makananmu untuk menyuguhiku. Ka’b.blogspot. Ka’b. memasuki rumah Ka’b. “kita bicara di dalam. Huyay.com 202 MUHAMMAD “Keparat kau. lelaki di depannya itu menjadi pe- nyebab kaumnya terusir dari Madinah. Mereka tidak akan berhenti sampai berhasil membunuh Muhammad.” “Demi Tuhan. ”kau tidak bisa menghitung seperti apa keuntungan yang akan engkau dapatkan jika Muhammad dihentikan dan agama baru itu dimusnah- kan. Jelas apa yang dikatakan Huyay tak per- sis sama dengan pengalaman. bilang saja engkau pelit. “kau datang sebagai aib bagiku. Bagaimana jika kali ini pun demikian? Nyawa adalah taruhannya. membujuk. http://ebook-keren.” sergah Ka’b penuh gelisah. Tinggalkan aku seperti sedia kala. Huyay tak menanggapi kata-kata Ka’b. “biarkan aku masuk dulu.” teriak Huyay. Ka’b.” teriak Ka’b penuh emosi.” nada suara Huyay melembut.” “Biarkan aku masuk dulu.” “Aku tidak mau!” balas Ka’b dari balik pintu. Kau hanya pelit. Dulu.

Ka’b?” Kepala Hu- yay mendekati kepala Ka’b. Ka’b. Aku setuju. Muhammad dan agama barunya tidak akan mampu bertahan kali ini?” Huyay memperlihatkan ekspresi serius. Begitu dekat.” “Menurutmu. Sudah tidak ada lagi penanda ada- nya kesepakatan apa pun. Mereka harus memecah diri. Aku menarik kem- bali perjanjian kaumku dengan Muhammad.” Kepalan tangan Huyay mengepal. dan nasibku akan menjadi taruhanmu. Ka’b melepas napas berat. aku akan masuk ke bentengmu. “Baiklah. “Engkau baru saja membuat ke- putusan paling cerdas seumur hidupmu. Bahwa kedua pihak akan bahu-membahu menjaga Madinah dari serangan luar. Menggeleng kemudian. Selesai. meminta seseorang dari dalam rumah untuk mengambil lembaran dokumen yang dulu menjadi penanda ke- sepakatan antara kaumnya dengan engkau.com PENGKHIANAT MADINAH 203 “Apa yang sebenarnya begitu engkau takutkan. http://ebook-keren. Huyay buru-buru merebut dokumen tadi dari tangan Ka’b dan merobeknya menjadi dua. . “Jika Quraisy dan sekutu- nya kembali ke daerah mereka tanpa memusnahkan Muhammad. Pintu kota sebelah teng- gara segera terbuka. tanpa penolakan. Perjanjian itu tidak punya arti apa-apa lagi.” Ka’b. Sekarang perlihatkan kepadaku dokumen perjanjianmu dengan Muhammad.blogspot. Pasukanmu tak akan bisa lagi berkonsentrasi di utara. Ini bisa jadi awal dari malapetaka. Bani Quraizhah sudah berlepas diri dari ber- bagai kemungkinan yang terjadi di Madinah.

Namun. Beberapa kali Khalid menyuruh anak buahnya untuk menyerbu melalui celah itu dan membentur kegagalan. http://ebook-keren. Serbasalah. “Tampaknya kita hanya bisa mengandalkan peran Huyay. Pasti ada orang Persia bersama Muhammad. Hanya ada satu titik lemah berupa jurang lebih sempit di- banding lainnya. dia tengah memikirkan cara untuk mencari celah le- mah dari parit itu. .blogspot. “Apa engkau berpikir Huyay bisa dipercaya?” ‘Ikrimah tu- run dari kuda.com 31. “ I ni adalah perangkap. titik ini dijaga rapat oleh orang-orang Muslim. Perak Tak Berguna Di depan parit Kota Madinah. Belum lagi hujan panah yang segera menyambut mereka begitu berke- hendak menembus pertahanan parit itu dari celah kecil tadi.” Khalid mengendalikan tali kekang kudanya tetapi tak sanggup mengendalikan ringkik gelisah tunggangannya itu. Khalid mengamati detail parit raksasa itu dengan tatapan putus asa. Kuda mereka tidak terlatih untuk melompati parit selebar itu. Pengerjaan parit itu begitu rapi. “Tidak pernah ada orang Arab yang membuat pertahanan semacam ini. Bersama Kha- lid. mendekati sempur- na.” sa- hut Khalid.” komentar ‘Ikrimah.

http://ebook-keren. Sekarang. engkau kembali terlibat pembicaraan serius dengan Abu Bakar. berkeputusan tepat. e Tenda Muslimin.blogspot. rupanya. Mengkhianati isi perjanjian sama saja menan- .” Dua panglima itu mengangkat dagu. menghitung mundur menu- ju kemenangan akbar. Pintu gerbang milik Yahudi Quraizhah menjadi ancaman baru.com PERAK TAK BERGUNA 205 Khalid menyusul. tidak ada lagi keraguan yang akan mengikuti? Setelah perintahmu itu. Apakah engkau hendak meminta dia untuk menyelidiki kebenaran berita yang dibawa ‘Umar? Engkau lantas meminta agar perwakilan Aus dan Khazraj untuk turut serta. Perkembangan ini jelas mengubah perhitung- an. wahai sang Pembawa Pesan? Bersama Abu Bakar. “Dia akan melakukan apa saja untuk memper- oleh keuntungan besar. Engkau berdiam serius merespons laporan ‘Umar. Madinah terancam dari dua arah. engkau sedang ber- diskusi mengenai strategi pertahanan kali ini ketika ‘Umar meminta izin untuk menemuimu. Apa yang engkau renungkan ketika tatapanmu memandangi ‘Umar. pada saat begini genting. Engkau meminta Zubair untuk datang. begitu terang segala urusan dan konsekuensinya. Dari puluhan pasal yang disepakati. pada saat yang sama. Sangat serius. Ia tahan begitu rupa untuk mem- berikan waktu bagimu agar bisa berpikir jernih. sungguh ini pembelot- an yang serius. Engkau sungguh teliti dalam banyak hal.” Ada nada gusar pada kalimat ‘Umar. “Saya diberi tahu bahwa Bani Quraizhah telah mengkhianati per- janjian damai mereka dan berperang melawan kita. tentu mendatangkan kekecewaan yang hebat. Apakah itu yang terbaca di matamu? Kekecewaankah? Dikhianati begini rupa. Jika benar klan Yahudi terakhir di Madinah itu berkhianat. Bukankah jika per- wakilan Anshar dan Muhajirin terwakili. Penelikungan terhadap kesepakatan yang diabadikan dalam Piagam Madinah. Kaum Anshar harus terlibat dalam pengecekan berita itu.

Disepakati pula bahwa kaum Yahudi memikul biaya bersama Mukminin jika terjadi peperangan dengan pihak luar. kecuali bagi yang zalim dan jahat. Telah diketuk palu. pasal terakhir perjanjian menerangkan piagam ini tidak membela orang zalim dan berkhianat. Se- buah pertanda akan jatuhnya konsekuensi yang terprediksi. Kaum Yahudi dipersilakan untuk mempraktikkan agama mereka. Kemerdekaan yang diberikan juga kepada se- kutu-sekutu keduanya. Sekarang. engkau tak akan menang kali ini. kecuali yang bersikap zalim atau khianat.blogspot. Semua ke- lompok Yahudi diperlakukan sama. ke- cuali orang yang zalim dan khianat. Orang yang bepergian dijamin aman. tidak diterapkan dalam bentuk disiplin untuk mematuhinya. http://ebook-keren. kecuali bagi seseorang yang di benaknya terpikir rencana pengkhianatan yang terang benderang. Mereka mengkhianatimu dan diri mereka sendiri. Pembelaan diberikan kepada pihak yang teraniaya. Sebagian besar Muslim yang mengetahui kemungkinan pengkhianatan Yahudi Qurai- zhah tentu bertanya-tanya. Mereka wajib saling memberi saran dan nasihat. Muslimin begitu juga. Tidak satu orang pun meragukan kejelasan bunyi pasal-pasal ke- samaan hak para penduduk Madinah. Seseorang tidak menanggung hukuman akibat kesalahan sekutunya. Kecuali orang-orang Yahudi itu begitu yakin. kurang adil apakah perlakuanmu terha- dap mereka? Teks Piagam Madinah disimpan di dalam lemari mereka tetapi bukan di hati mereka. Pasal-pasal itu secara spesifik menjamin hak kaum Yahudi Madi- nah atas pertolongan dan santunan. Komitmen yang mereka bangun sendiri. Mereka yang berkhianat akan dihukum dengan hukuman yang ditimpakan kepada diri dan keluarganya. Yahudi Quraizhah telah merobek perjanjian itu dalam arti kiasan maupun makna sesungguhnya.com 206 MUHAMMAD tang datangnya konsekuensi yang telah disepakati. . orang yang berdiam di dalam Kota Madinah juga demikian. sepanjang tidak menzalimi dan menentang Muslimin. Pasal 47. bagi kaum Yahudi dan Muslimin sama-sama dibebani kewajiban biaya. Yahudi dan Muslimin harus saling mem- bantu dalam menghadapi musuh piagam ini.

” Semua mengerti. “Mengapa demikian?” “Mereka terlalu sombong. perak tak berguna!” Dua kuda meringkik. “Bukankah kita telah lama bertetangga dengan kaum itu dan tahu betapa pongahnya mereka dengan keyahudiannya?” “Mereka tidak akan pernah mengakui kenabian Rasulullah. berhati-hati. Lelaki kedua menyiapkan tali kekang kudanya. disusul perwakilan An- shar. jika itu benar. setiap orang tahu bagaimana harus membawa diri. katakan kepadaku secara pelan-pelan agar aku saja yang mengerti. Zubair berangkat terlebih dahulu.blogspot. gerakan menyentak sang majikan. Akan tetapi. Dalam dada mereka telah bersiap sebuah ketetapan hati terha- dap apa pun yang hendak terjadi. Jika ternyata bohong maka sebarkanlah secara luas. “Pergi dan selidikilah kebenarannya. Bagi mereka tidak akan pernah ada nabi dilahirkan kecuali dia seorang Yahudi. meski mereka meyakini adanya nabi terakhir. Engkau memandangi sahabat-sahabatmu. .com PERAK TAK BERGUNA 207 Sementara engkau masih serius mendiskusikan hal itu dengan Abu Bakar. ‘Umar kembali bersama orang-orang yang olehmu dipilih untuk melakukan pengecekan ulang kebenaran berita pengkhianatan Yahudi Quraizhah.” Lelaki Anshar pertama mengikuti kawannya. berlari- lah keduanya kemudian. mengalirkan konsistensi cinta pada matamu. “Dasar.” Lelaki Anshar yang kedua mengelus kepala kuda cokelat sebelum menaiki pelananya. Berkata. Para utusan terpilih itu meninggalkan tendamu tidak pada saat bersamaan. http://ebook-keren. “Bagaimana menurutmu orang-orang Yahudi itu?” orang Anshar yang pertama memancing sebuah percakapan sekeluar mereka dari tendamu menuju dua kuda mereka yang tertambat. melompat ke punggung kuda. Suasana menjadi sedikit tegang meski masih terkendali.

Membiarkan para utusanmu menyelesaikan setiap kalimatnya.” “Ka’b dan yang lain sangat yakin akan kemenangan Quraisy dan sekutunya. “Kami sudah berusaha mengingatkan Bani Quraizhah.com 32. wahai Panglima? “Allahu Akbar! Tegarlah. mereka tidak mau lagi mendengarkan. Para utusan yang sebelumnya engkau perintahkan untuk mengonfirmasi kebenaran berita yang diba- wa ‘Umar telah kembali. Jangan ada yang bersisa. Tapi. Kami mengatakan bahwa nasib buruk akan menimpa mereka seba- gaimana hal yang sama menimpa Bani Qainuqa’ dan Bani Na- dhir. Raut mukamu.” sahut lelaki Anshar menyusul Zubair. menunggu jika ada usulan dalam bentuk apa pun dalam kondisi genting itu. Strategi-Strategi A da apa denganmu? Apa yang engkau rasakan di dada- mu. Mereka sama sekali tidak mau mendengarkan apa yang kami katakan. Eng- kau lalu menatapi sahabat-sahabatmu.blogspot. sang utusan menegakkan wajahnya. . Kete- gangan menjalar seperti penyakit menular menunggangi angin. Engkau diam. ya. mendengarkan. Rasulullah. Zubair. bukankah itu gambaran ketabahan? Sebagaimana seorang jen- deral perang bersikap. Tidak ada. http://ebook-keren. wahai Kaum Muslimin!” Engkau berdiri dengan ekspresi yang teguh.

berpatroli di jalan-jalan Madinah sembari meneriak- kan takbir sepanjang malam. Cara ini cukup berhasil.000 tentara Makkah dan 1.000 tentara sekutunya ke Benteng Quraizhah. Hasil pengintaian setiap waktu. Reaksi ‘Ali sungguh tak terduga oleh ‘Ikrimah dan ‘Amr. Huyay melobi Abu Sufyan untuk mengirim 1.com STRATEGI-STRATEGI 209 Engkau lalu memerintahkan seratus orang mundur dari parit untuk ditempatkan di dalam kota. bertindak secepat pemikirannya yang kilat.blogspot. Berta- hap tetapi cepat. Perkembangan pengepungan Madinah berlangsung cepat. Lewat Benteng Quraizhah inilah akan dikirim gelombang serangan paling mematikan ke pusat Kota Madinah. Merespons rencana penyerangan lewat Benteng Quraizhah. e Terbayangkah olehmu. wahai Lelaki Mulia. masih lebih baik dibanding kekosongan pasukan di dalam kota. ‘Ikrimah menyerang pada saat penjagaan terhadap titik lemah itu mengendur. dia menyerbu parit sempit itu dan buru-buru menggalinya. http://ebook-keren. Telanjur . Kedua- nya segera sadar telah terjebak. Intel-intel terbaikmu lebih dulu mendengar rencana itu dan mem- beritahukannya kepadamu. Keributan segera meletup. menantumu. Malam setelah Huyay berhasil meyakinkan Ka’b dan Yahudi Quraizhah untuk menelikungmu. ‘Ali. Bersama ‘Amr dan beberapa yang lain dia memacu kuda menembus celah itu. Tidak ada pilihan. engkau memerintahkan ratusan pasukanmu untuk berkuda. Tidak ada empasan serangan dari Benteng Quraizhah malam itu. Mengomando beberapa anak buahnya. melom- pati sudut parit yang sedari tadi dia incar. Membuatnya lebih dalam. Sebuah taktik untuk memberi kesan berkumpulnya pasukan Muslim dalam jumlah tak terhitung dan se- mangat yang tak berbatas. betapa frustrasinya para penyerangmu waktu itu? ‘Ikrimah berteriak sekuat kudanya melepaskan tenaga. Bisa masuk tidak bisa keluar. Meski ini melemahkan penjagaan parit. Kekuatan pasukan yang menjaga parit harus dibelah untuk menjaga kemungkinan serangan lain dari gerbang Benteng Quraizhah.

Alamat buruk juga buat dirinya.blogspot. Tu- buh ‘Amr dan ‘Ali tak tampak lagi. Seketika ‘Ikrimah sadar apa yang terjadi. Usaha susah payah yang berhasil. Kaki-kaki kuda itu bersi- cepat dengan cadangan tenaganya yang tersisa. Bersegera kemudian dia me- narik tali kekang kuda. apa pun itu. Pergulatan hidup-mati yang entah siapa yang me- menangi. . Tak jelas tampak bagaimana duel itu terjadi. Ayahmu adalah sahabat setia ayahku. “Aku tidak suka membunuh orang seperti dirimu. Karena itu. akhirnya. Suara logam saling hantam. Orang Arab. apa yang kalian lakukan? Hadapi aku! Kita duel sampai terbukti siapa yang layak untuk hidup!” ‘Ali menyuruh anak buahnya terus menggali sementara dia meng- hampiri ‘Amr dengan ketetapan hati yang bulat. per- gilah! Engkau masih muda!” ‘Ali masih menderap. Nasib buruk pasti tengah menimpa ‘Amr. Pertempuran dimulai. Juga debu yang menghalangi pandangan. ‘Ikrimah duduk di punggung kudanya sambil tak berhenti meng- amati. kuda yang ia tunggangi melompati parit. Susah payah. ‘Ikrimah mengelebatkan pedangnya membuat jalan. mengabaikan kalimat ‘Amr. Ringkikan kuda ‘Ikrimah menghabiskan energi. Nyaris gagal. Itu lantang suara ‘Ali. “Aku akan mengha- dapimu. http://ebook-keren. Menerjang tentara Madinah yang menjagainya. Ia menyiapkan pedang dan menyambut ke- datangan ‘Ali. Orang-orang menebak apa ujung pertempuran itu. ‘Amr akhirnya turun dari kuda. “Allahu Akbar!” Jelas bukan teriakan ‘Amr. Ketiganya memacu tunggangannya menuju celah yang tadi me- reka lompati. Suara yang mengejutkan ‘Ikrimah. ‘Amr dengan emosi yang menggelegak mulai berteriak-teriak. Dua orang lagi di belakangnya ikut mendegupkan jantung. nyaris meleset. ‘Amr tidak menyembah Allah. wahai ‘Amr!” ‘Amr mengangkat dagunya. “Hei. diikuti dua orang anak buahnya.com 210 MUHAMMAD menyeberang dan kesulitan untuk kembali. Urat-urat leher hewan tunggangan menonjol menyedihkan. Melihat ke- sungguhan ‘Ali dan yakin tak ada yang bisa membuatnya terhenti.

Beberapa tentara Madinah turun ke parit memenuhi keinginan dua orang Makkah itu. Keributan di dalam parit semakin menjadi: antara teriakan kesakitan dengan ringkik kuda yang berusaha menyelamatkan diri. Berdebum. menerka rencana-rencana. http://ebook-keren. Kuda-kuda mereka gagal melompat sempurna. Kesakitan.blogspot. namun tidak dengan dua kaki yang lain. “Hai. menyerang lewat berbagai sudut. Kaki-kaki depan dua kuda itu berhasil menggapai pinggir parit. dia pun kemudian berunding dengan Abu Sufyan dan Khalid. berbarengan dengan debu yang menge- pul. Kaum Muslim berkemah di lereng Gunung Sal yang datarannya menurun. tetapi juga tak pernah berhasil menembus pertahanan parit mereka yang terbukti efektif. Maka. tidakkah peperangan ini melelahkan- mu? Musuh ingin melumatmu sedangkan engkau harus memperta- hankan kotamu dan memastikan sebuah kedamaian abadi tercipta kemudian. Pasukan Muslim mulai melempari dua tentara Makkah yang sial itu dengan batu. Galian tambahan yang dilakukan ‘Ali dan orang-orangnya begitu menyulitkan.com STRATEGI-STRATEGI 211 Dua orang di belakang ‘Ikrimah tak seberuntung itu. dua orang lainnya terbunuh di dasar parit. Senyap kemudian. . Ia meyakinkan keduanya untuk terus-menerus menyerang ti- tik lemah parit itu tanpa henti. menuntaskan tugas perang mereka. Nasib ‘Amr tak jelas. ‘Ikrimah begitu kesal dengan pengalamannya di parit sehari se- belumnya. orang Arab! Kematian lebih baik daripada ini!” Hujan batu berhenti seketika. Kedatang- an mereka bahkan mendahului matahari. Ribuan pasukan Makkah dipecah. Mereka baru tersadarkan bahwa menga- lahkanmu bukan perkara sembarangan. Kuda-kuda itu tergelincir masuk ke parit berserta dua penunggangnya. e Duhai yang Hatinya Bercahaya. Ringkikan kuda berlomba. Pasukan Makkah kemudian bergelombang menyerang. Para penyerangmu kini tengah menghitung kemungkinan. Serangan beruntun pasukan Makkah itu tak pernah habis. Satu di antara dua anak buah ‘Ikrimah berteriak lantang.

Engkau memanggil para sahabatmu. sesuatu yang menyesakkan naik ke tenggorokan. Stok makanan mendekati habis dan udara malam terasa semakin menyakitkan. Setelah berhari-hari dalam kondisi sama. Tak jelas kapan hari-hari penuh ketegangan itu akan berakhir. sehingga pergerakan pasukan penyerang mudah terdeteksi. Tidak henti-hentinya eng- kau berkeliling. dan serangan pasukan Makkah yang tidak ada habisnya menjadi kombi- nasi maut. Energi mereka terus merosot mendekati titik nol. pasokan makanan seadanya. Pada saat bersamaan. http://ebook-keren. Sedikitnya waktu istirahat. pasukan Makkah juga tak memiliki strategi lain kecuali terus-menerus melakukan serangan: menanti lengahnya pertahanan kaum Muslim Madinah lalu mengulang serangan de- ngan keyakinan penuh akan datangnya kemenangan. menemui pasukanmu. Sepan- jang hari.com 212 MUHAMMAD Posisi pasukan Muslim berjaga ada di dataran yang lebih tinggi. dia mendatangi parit dan berusaha menyeberangi- nya. Janji kemenangan terus dilisankan. engkau telah membuat sistem yang rapi sehingga pasuk- anmu bisa bergantian menjaga parit tanpa ada celah waktu yang bisa dimanfaatkan. disambut hujan panah pasukan Madinah. Khalid menjadi yang terdepan. Berkali-kali. Butuh seseorang seperti dirimu untuk tetap menjaga semangat mereka mengumpul di tempat yang sama. Serangan mendadak pasukan Makkah. Malam itu sama dinginnya dengan malam-malam sebelumnya. termasuk ‘Utsman bin ‘Affan dan . berhari-hari. ajakan untuk tetap bersabar didengung-dengungkan. Disiplin penjagaan parit yang dilakukan pasukan Muslim bukan ti- dak berkonsekuensi apa pun. serangan psikologis se- rupa menyerbu dua pasukan besar itu. Dingin yang meringkus hingga ke permukaan tulang. Sekian banyak pasukan mulai merasa penglihatannya tidak lagi tetap. Beberapa mulai mempertanyakan kapan tangan Tuhan turun memberikan ban- tuan. berupaya menembus parit. setiap melihat pasukan Muslim sedang bersembahyang.blogspot. Namun. memberi motivasi terbaik agar mereka tetap bertahan. adegan itu terus berulang.

“Ya. setidak- nya jumlah pasukan penyerang yang ribuan bisa berkurang. Mereka tidak menolak. Dahulu kami dan . Wajahnya mendongak ketika dia telah memas- tikan kalimatmu sampai pada ujungnya. seorang pedagang sukses. Rasul. Semen- tara Sa‘d adalah petarung tangguh. Jika mereka bisa dilobi untuk mematahkan persekutuannya dengan Quraisy. Namun.blogspot. “apakah perjanjian ini perin- tahmu untuk kami laksanakan. Malam itu dia datang dengan luka bekas terpanah yang me- nyayat. terpelajar dan lemah lembut senantiasa menjadi andalanmu terkait urusan administrasi. Setidaknya Ghathafan bukan Yahudi yang suka ingkar janji. atau titah Allah yang wajib kami ker- jakan? Atau engkau perintahkan ini demi nasib kami?” Apakah yang membuatmu seperti tengah memikirkan sesuatu yang dalam.” Sa‘d yang juga dipanggil olehmu untuk dimintai pendapat objektifnya angkat bicara. ‘Utsman. semen- tara kelaparan dan ketidaktentuan menggerogoti mereka. Engkau menyampaikan kepada Sa‘d. Jika tidak mau berun- ding. sekutu Quraisy. pantang menyerah. Demi Allah. mereka akan tetap bertahan dalam pasukan pengepung. Sekarang saatnya membuat kesepakatan tertulis. Rasulullah. Ghathafan mau menarik pasukan jika diberi setengah hasil panen kurma Madinah. dan bernyali pahlawan. Kekuatan Suku Ghathafan cukup menentukan.com STRATEGI-STRATEGI 213 Sa‘d.” Sa‘d mendengarkan dengan saksama apa yang engkau katakan. http://ebook-keren. “Ya. sebenarnya aku tidak ingin melakukan- nya. Engkau ma- nawarnya menjadi sepertiga. ‘Utsman bin ‘Affan menjadi spesial karena dia yang bertugas me- nuliskan sebuah kesepakatan damai antara pasukan Muslim dengan suku Ghathafan. agar dua belah pihak terikat dalam perjanjian yang harus sama-sama dipatuhi. Apakah karena itu engkau mau berkompromi dengan mereka? Orang-orang Ghathafan itu tidak punya pilihan lebih baik. wahai Lelaki Perwira? “Hal ini kulakukan demi kepen- tingan kalian. Tawaranmu sungguh menggiurkan. kulihat suku-suku Arab itu telah menembaki kepala dan badan kalian dan membantai kalian dari setiap penjuru. Malam itu dia datang ke kemahmu dengan badan terluka akibat pa- nah pasukan Quraisy.

Semangat yang memuncaki benak dan kalbunya. sampai Allah memutuskan siapa yang menang di antara kita.” Apakah yang terpikir olehmu.” Sa‘d menahan kalimatnya. tidak sungguh-sungguh menyembah Allah. sama-sama memuja berhala. “Demi Allah. Sa‘d masih begitu teguh pada keyakinannya. wahai Lelaki Permata Surga? Be- tapa dalam penderitaan semacam itu. Mereka tidak pernah berharap memakan sebutir kurma dari kami. kecuali pedang. Ada yang berarak di mata Sa‘d. mengam- bil pena dan kulit dari tangannya. kami tidak akan memberikan apa pun kepada me- reka. sungguh-sungguh pada komitmennya.blogspot. menghapus apa yang telah ditulis ‘Utsman bin ‘Affan sebelumnya. “Biarkan mereka memperoleh yang terburuk!” . Ada rasa nyeri yang menjalar berpu- sat dari titik luka di tubuhnya. Segera dia menghampiri ‘Utsman bin ‘Affan.com 214 MUHAMMAD mereka sama-sama menyekutukan Allah. “Sekarang.” katamu tanpa ragu. akankah kami berikan harta kami kepada mereka?” Bukan pertanyaan. Sa‘d hanya menegaskan sesuatu pada kalimat- nya. dan menukarnya. “Laksanakan te- kadmu. membimbing kami dan menguatkan kami de- nganmu dan dengan Islam. http://ebook-keren. dan tidak pula mengenal- Nya. ketika Allah telah menun- juki kami kepada Islam. menyimpannya.

Kashva benar-benar merasa Mashya menjadi makhluk yang le- bih asing.com 33. seolah Mashya menjadi makhluk asing. Tidak ada ampun. lalu melenturkan otot-ototnya dengan ber- bagai gerakan berat. menampar Kashva tanpa beban. Ayat-ayat Kuntap Sukt dan surat El mengenai nabi baru dari Arab. Cukup rasanya untuk menahan Astu sedikit lebih lama dari biasa. Memegang tongkat seperti gada. Sementara jawaban dari pertanyaan Kashva tentang hu- bungan dirinya dengan Ruzabah tak dijawab oleh Mashya. Lari naik turun lembah. latihan yang dipaksakan itu tak mampu dia tolak. seharian tadi. memukul. Dia menendang.blogspot. dia memaksa Kashva me- lakukan pemanasan yang sungguh tak biasa dia lakukan. Mashya seketika seperti orang kesurupan. menjelang petang. Meski setiap hari pun terasa seperti makhluk asing. Ada dua alasan yang ingin Kashva sampaikan agar bisa berlama-lama dengan Astu. petang itu. M enunggu Astu. Setiap Kashva menolak. se- baliknya. Malaikat Gathas. Sekalian mengobati sakit di sekujur tubuh Kashva akibat latihan yang dipaksakan Mashya hari ini. http://ebook-keren. . Seharian penuh. Seharian begitu.

datang semakin bertubi-tubi ingatan masa lalu Kash- va terhadap perempuan itu.com 216 MUHAMMAD dan Kashva mulai sadar. Seperti ketika suatu hari di dapur Kuil Sistan. dibuat sup dengan kuah melimpah. Kurang istirahat dan jarang memakan hidangan yang membangun kekuatan.” “Sup kambing bisa menguatkan?” “Nanti kaurasakan sendiri. Astu? Itu yang bertalu- talu dalam lamunan Kashva. Apakah dia akan melakukan hal sama kepada setiap orang sakit di dunia? . “Sepertinya kau sudah terlalu memaksakan tubuhmu. penggorengan diletakkan di atas bara. Api dinyalakan. Dia bertahan. Kenangan-kenangan kecil yang mengakar dan menguatkan sesuatu pada dadanya. perem- puan itu datang membawa makan malam. Sama sekali tidak menyenangkan.” Kekuatan apakah yang menggerakkanmu. sementara kepalanya berdenyut-denyut serasa sedang di- peras isinya dengan semena-mena. Sekarang. seperti dulu. ataukah keberatan dengan rasa pedas. Astu menumbuk berbagai bumbu sambil sesekali menanyai Kashva apakah dia menyukai rasa asin. Kashva. Semua disiapkan dengan telaten dan rapi. Kashva mengamati setiap gerakan Astu. menunggu Astu. sementara Astu menyiapkan makan malam un- tuknya. atau menginginkan bumbunya sedikit manis.. setelah mandi yang membuat tulang-belulang terasa lolos dari persendiannya. Kashva menyandarkan punggung di dinding rumah lumpur yang disiapkan Parkhida selama dia dan Mashya ting- gal di Gathas. Daging kambing muda men- jadi menu utama. Biasanya. juga hasil pe- kerjaannya. Astu memaksa Kashva yang sedang sakit untuk duduk diam di kursi. http://ebook-keren. Belakangan. sembari menggendong Xerxes. Merasakan ngilu di setiap bagian tulang dan berharap Astu segera datang. Tangan- tangan Astu bergerak lincah mengiris ini itu.blogspot. Mashya sedang melatihkan dasar-dasar gulat Persia yang terkenal itu.. Sementara kepalanya masih juga tera- sa seperti diperas dan menuju kehancuran. menabur bumbu dan me- masukkan bahan masakan satu per satu. dia merasakan sebentuk kehangatan dari setiap gerakan Astu. Menunggu Astu .

Kashva tak kemudian merasakan kedekatan yang permanen dengan Astu. harapan.blogspot. bahkan kadang kebencian. tanpa empati sama sekali. Meski hanya dalam kebersamaan itu saja. Kashva mulai hapal di luar kepala. Fungsi minimalis yang tidak pernah membuat Kashva menyesal. Dia harus ada setiap gadis itu membutuhkan keberadaannya. Kau boleh memulai makan malammu setelahnya. Kashva mulai merasa dirinya harus semakin tahu diri bagaima- na seharusnya memosisikan diri terhadap Astu. “Tentu. Hanya karena ingin memastikan tekad Astu meninggalkan Kuil Sistan. Kashva ingin menikmati saja. ketus.” Pada waktu-waktu setelah acara memasak makan malam itu. tak mudah bagi Kash- va untuk benar-benar menikmati masakan Astu. Kau pikir siapa dirimu?” Kau pikir siapa dirimu? Kashva mulai terbiasa dengan nada suara itu. dia yakin. Setiap bentuk senyum Astu mewakili suasana hati.” kata Astu. Dengan kepala yang bertalu-talu seperti itu. “Biar kukatakan sesuatu kepadamu. Mengisi sesuatu yang kosong dalam diri Astu.” Astu menoleh ke Kashva. Terutama pada saat-saat terakhir ketika Astu segera meninggalkan Kuil Sistan untuk pergi ke Gathas.com MALAIKAT 217 Ketika itu. “Kalau kau pikir kau bisa mengikatku. ini ti- dak akan selamanya. Astu miliknya. Sebab. bahkan lebih. http://ebook-keren. nikmati saja. pilihan kata itu. meski untuk saat itu saja. kau salah besar. Mengangguk. Namun. Gadis itu seperti memiliki wajah seribu. protes. Datar. Astu. Sejauh itu saja perannya. tetapi tak boleh lebih. “Tunggu sampai kuhangatkan susu untukmu. Angin . sementara ilalang di sekelilingnya meli- uk ke arah yang sama dengan ujung-ujung rambut panjangnya. tetapi tak pernah bisa seba- liknya. Senyum- nya saja sudah begitu rupa-rupa. kesungguh- an gadis remaja itu memberi alasan yang berlimpah bagi Kashva untuk tidak mengecewakannya. Jadi sewaktu ada. Kash- va dikatai seperti itu. “Enak?” Kashva menatap Astu sesaat.

pamit. “kau ha- nya bisa mencintai dirimu sendiri.” mata Astu seolah menyala. Kashva. Kau benar. Langit seperti perhiasan gemerlapan. “Aku tidak bisa menjamin apa pun. Sete- ngah malaikat setengah setan. Menukik pada setiap kata-kata yang dia ucapkan. Lebih tak bertendensi. Mungkin sisi setanku lebih dominan. Aku tidak mampu memperlakukanmu seperti engkau memperlaku- kanku. Aku sudah bilang. Kau tidak bisa mencintai apa pun. Silakan tertawa.” Kashva menunggu sampai kalimat Astu benar-benar habis. Jadi. “Mengapa kau tidak berpikir seba- . Kashva.” “Jadi itu salahku?” Kashva menggeleng. apa yang kau- harapkan dari aku? Kata-kata berbunga-bunga? Ucapan selamat ting- gal yang sentimental?” Astu meminta seluruh perhatian Kashva. Gunung-gunung Persia dipeluk salju pada pucuk-pucuknya. aku bukan manusia baik. bukan?” “Sekarang biarkan aku mengatakan sesuatu kepadamu.” Kashva berupaya tersenyum. “Kau pikir siapa dirimu?” Astu memburu Kashva. Dia lantas menatap Astu tanpa emosi. http://ebook-keren. meninggalkan Astu dengan kemarahannya. Kau se- lalu menang. Dia mengangguk. memang tidak perlu mengatakan apa pun. “Aku mulai mengenalmu. men- janjikan apa pun. mencegat di de- pannya. Kashva?” Kashva tersenyum lagi.” “Tapi aku tak akan pernah mampu bersikap sepertimu.” “Kau membuatku ingin tertawa. siapa pun. “Tak perlu kujawab. “kau selalu mengatakan aku konsisten da- lam inkonsistensi. Memang seperti itu. Jadi.com 218 MUHAMMAD petang yang romantis. Lebih pasrah.” “Sebenarnya apa yang kauinginkan dari aku. Astu. Kashva menggeleng. “Ang- gap saja kau benar.” Kashva memulai kalimatnya. Bahkan kau mencintai sesuatu atau seseorang demi dirimu sendiri!” Astu menatap Kashva dengan pandangan yang mematikan. Kali ini lebih tulus. kecuali dirimu sendiri. “Silakan. “Kau selalu menang pada akhirnya.blogspot.

com MALAIKAT 219 liknya? Memangnya apa yang pasti dalam kehidupan manusia? Me- mangnya kapan kau tahu kau akan mati? Tidak ada yang pasti. dua matanya. Ke mana kau. “Aku tidak menuntut apa pun darimu. “Aku tidak bisa melakukan hal sama. Orang yang sama. Men- ciumi pipinya. Isyarat mata yang mengingatkan Kashva kepada Astu remaja.” Kashva mengirimkan pesan kepasrahan lewat pandangan matanya. menuju pintu. Kashva lalu meneruskan langkahnya. Aku tak akan pernah mampu menolakmu.” Kashva menggeleng. Xerxes tertawa-tawa dalam pelukan Kashva sembari balas memeluk sang “paman” dengan dua le- ngan mungilnya. Sosok yang semakin menjauh. . Aku tidak bisa mencintai diriku sendiri. Kashva memeluk Xerxes dengan hatinya. “Pengalaman tak terlupakan. http://ebook-keren. Aturan yang berubah-ubah. Didapatinya kemudian sosok malaikat kecil yang pancaran matanya kadang mampu membuat Kashva berkaca-kaca. pergi. Bang- kit. e “Paman Kashva!” Suara Xerxes.blogspot. dan kau selalu berhasil memaksakan sudut pandang- mu. Kashva melawan ngilu di sekujur tubuhnya. Jika sewaktu-waktu engkau membutuhkanku. Astu.” Kashva tersenyum getir. “Bebaskan dirimu. memantapkan ka- limatnya.” Mengangguk lagi. Kau benar itu. keningnya. Entah karena dia mengiyakan kebe- naran kata-kata Kashva atau sekadar kehabisan kata-kata. kau tahu ke mana mencari- ku.” Kashva mengangguk. “Bukankah justru ketidakjelasan dalam hidup itu menjadi alasan agar kita melakukan segala sesuatu se- lagi ada waktu? Mengatakan apa yang perlu dikatakan? Mengekspre- sikan apa yang ingin kausampaikan?” Astu mendiamkan Kashva. Bebaskan dirimu. “Kudengar Mashya mengajakmu berlatih seharian tadi?” Kashva mempersilakan Astu masuk sementara dia bangkit meng- gendong Xerxes.” jawabnya menyem- purnakan senyum. Astu? batinnya.” Tersenyum lagi. “Kau membuat aturan-aturan dalam keterkaitan kita. “Begini saja.

Sesuatu yang ia bungkus rapi dengan dedaunan lebar.” Kashva duduk bersila. Tanpa menurunkan Xerxes. “Ini bukan untuk main-main.blogspot. Menggunakan tangan kanannya untuk meng- ambil lembaran Kuntap Sukt dan surat El.” kata Kashva kepada Xerxes. Astu membuka perbekalannya. Xerxes mulai ikut sibuk. malaikat.” Astu tersenyum. Astu yang ini terlalu . “Kupikir dia lebih lapar dariku.” Kashva tersenyum. .” “Berbincang?” Kashva duduk perlahan. Terlihat dia tak kesulitan memilih beberapa lembar di antara setumpuk dokumen dalam kotak kayu itu.com 220 MUHAMMAD perempuan sama. Ingin tahu juga isi lembaran itu. tetapi kini begitu ingin ia ulang kembali. semuanya.. “Ternyata dia bisa juga berbin- cang.. Astu yang dulu lebih banyak menjengkelkan dibanding menyenangkan. “lain kali Paman buatkan mainan untukmu.” “Kuntap Sukt?” Kashva mengangguk. tetapi Kashva benar-benar telah kehilangan seba- gian besar diri Astu yang dia kenal. Ada hal yang ingin kubicarakan denganmu. “Kau melihat Mashya?” sela Kashva sembari mendekati Astu. “Ma- kanlah. Kau harus bersyu- kur memiliki teman perjalanan seperti dia. Pasti dia sudah makan di rumah. Dia menggelar lembaran di tangannya ke tikar tempat dia dan Astu duduk. Kashva meng- hampiri kotak kayunya. tata bahasanya. se- suatu yang menjengkelkan itu justru yang menghunjam tegas dalam ingatan Kashva. Diletakkan ke atas meja pojok ruangan.” “Dia sedang berbincang dengan Parkhida. Baha- sa tubuhnya. Semacam umbi- umbian yang dibumbui. Membuatnya ingin pulang ke masa lalu. Tapi entah bagaimana. Bukan makanan istimewa. http://ebook-keren. Menikmati pertengkaran demi pertengkaran yang dulu membuat frustrasi. “Dia orang yang sangat setia. Tampaknya dia sudah mempersiapkannya sebelum itu. “Aku belum lapar sebenarnya. supaya Xerxes yang ber- ada dalam pelukannya tak terguncang. Semua terjaga dengan baik. Sayang.

Memperhatikan Kashva yang sedang bicara. daging dan susu unta haram bagi Rishi India.” Kashva menjeda kalimatnya. “Kau pernah mendengar na- manya?” Astu terdiam. http://ebook-keren.” “Ada yang menarik hatimu.” Kashva mencium pipi Xerxes. Kashva lantas menunjuk salah satu lembaran yang dia maksud. “Ayat kedua Kuntap Sukt. Atap kereta mengangguk-angguk dibuai sentuhan langit’.” . Begitu pula menungganginya. melihat wajah Kashva.” “Selain itu?” “Dia bercerita tentang Ruzabah. Tidak menampik atau mengiyakan. “Dia berkelana ke mana-mana. “Sejauh mana kalian mengenal Mashya sebenarnya?” Kashva mu- lai bisa menenangkan Xerxes yang kini nyaman dalam pangkuannya.” “Ruzabah?” “Iya. “Dalam berbagai syariat Dharma Shastra. Bocah itu menyender ke dada Kashva dengan pandangan mendongak. Astu ter- senyum lagi. “Ayat berapa yang ingin kaudiskusikan?” katanya kemudian.” “Tadi dia menceritakan kepadaku mengenai masa lalunya. ”Apa yang dia ceritakan?” “Bahwa dia juga buronan Khosrou.com MALAIKAT 221 Sekarang. Kashva menangkap pesan bahwa Astu sedang tidak ingin mem- bahas apa pun yang terkait dengan nama Ruzabah. Kashva mengangguk.” Xerxes melihat ke ibunya.” Astu tampak terkejut. “Dia orang kepercayaan Ayah. kau jadi penonton saja dulu. Dia pun tahu ti- dak akan sanggup memaksa Astu untuk membahasnya. berharap makhluk kecil itu mengerti. ‘dua puluh ekor unta menarik kere- tanya. dan dia duduk di dalamnya bersama istri-istrinya.blogspot.” Pandangan Kashva menyelidik. “Setahuku Rishi di India tidak tahu bagaimana caranya menunggangi unta. Kashva?” Kashva mengangguk mantap. “Bagaimana aku bisa tidak mengenal dia sebelumnya?” Sekarang Xerxes mendongak lagi. Jarang menetap di satu tempat.

Pen- cemaran yang hanya bisa disucikan jika mereka menahan napas se- lama-lamanya. Hanya kompensasi ketika otaknya se- dang berusaha menganalisis sesuatu. ke- mungkinan itu punya alasan kuat. “Sudah lama aku coba memikirkan tafsirnya. “Nama Mamah tidak ada referensinya di India maupun dalam tradisi kenabian dari belahan dunia mana pun. tetapi sebenarnya tidak sedang mencari objek tertentu. Matanya sedikit melirik. Disebutkan bahwa seorang brahmana akan tercemar jika sengaja menunggangi keledai atau unta dan mandi telanjang. tetapi belum menemukannya juga. http://ebook-keren.” Astu terdiam.” Astu meng- hela sebagian rambut panjangnya yang mengayun menutupi matanya.” “Perhatikan juga ini. seseorang dari tanah Arab mempunyai peluang untuk memenuhi ramalan ini.” Kashva memicingkan matanya. dan sepuluh ribu ekor sapi.” . dihormati. “tanah Arab terkenal karena unta dan para penunggangnya. kemudian membacanya. “Aku pernah membaca Manu Samriti.blogspot. “Aku belum yakin. sepuluh rangkaian bunga. “Ini mengenai nama nabi yang dijanji- kan itu.com 222 MUHAMMAD “Itu pernah kupikirkan juga.” sergah Astu. Astu?” “Jika memang ada kaitannya ramalan Kuntap Sukt dengan ke- datangan nabi baru. “Apa yang kaupikirkan. tiga ratus kuda tunggangan.” “Ini tidak mudah.” “Itu bermakna sesuatu?” Kashva menggeleng. “Dia mem- berikan kepada Mamah Rishi seratus koin emas. dihargai.” Kashva membuka lembaran lain dari Kuntap Sukt.” Astu menatap Xerxes yang mulai ter- kantuk-kantuk di pangkuan Kashva.” Kashva menatap Astu dengan antusias. atau disanjung. bukan?” “Menurutmu Kuntap Sukt meramalkan kedatangan nabi orang Arab. bukan India?” “Jika kita bertahan pada argumentasi ayat kedua Kuntap Sukt. “Aku mulai berpikir. kata Mamah berakar pada kata Mah yang berarti sangat terpuji.” Astu menggeleng lemah. berkonsentrasi.

Hampir ti- dak bisa dipercaya. “Kun- tap Sukt menggunakan kata Arvah untuk menyebut kuda. mengingat-ingat. kata asrijah digunakan dalam Sanskerta untuk menyebut karangan bunga. Berasal dari kata gaw yang artinya pergi ber- perang.” Dia memantapkan anggukannya.” Kashva tampak sangat hati-hati. Banyak hal yang harus di- periksa untuk menerjemahkan simbol itu. “Engkau punya pendapat juga tentang hadiah terakhir untuk Mamah Rishi ini?” “Kupikir masih tetap simbol.blogspot.” “Bagaimana dengan tiga ratus kuda tunggangan? Apakah ini sim- bol juga?” Kashva tampak berpikir lebih keras lagi. kumpulan bunga. “Kata yang dipilih Kuntap Sukt adalah go.” sebut Astu. “Mung- kin. “Aku belum tahu. “Kawanku. Dahinya mengerut.” “Sepuluh ribu sapi. “Begitu pula dengan sepuluh rangkaian bu- nga. atau yang terutama. orang-orang utama?” Kashva mengangguk.” Kashva menatap Astu.” Kashva seperti tengah berpikir keras.” Diam sebentar. Tidak terlalu yakin.. Kekuatan menembus semua kesukaran dan cobaan. “Boleh jadi begitu.” “Kau punya penjelasan makna angka 300 itu?” Kashva menggeleng. http://ebook-keren. Tunggangan Agni dan Indra juga bernama Arvah.” “Yang terutama . “Emas digunakan sebagai perumpamaan kekuatan spiritual seorang manusia.. pernah membin- cangkan perihal Shatpath Brahmanga yang dianggap sebagai komentar atas Yajur Weda.” katanya.com MALAIKAT 223 “Kau sudah menemukan makna seratus koin emas yang diberikan kepada Mamah Rishi?” Kashva mengangguk perlahan. “Aku memperkirakan simbol ini sebagai perlambang orang-orang berkepribadian istimewa.” “Koin emas perumpamaan manusia-manusia pilihan?” Kashva mengangguk. seorang pandit dari India. Arvah berarti kuda Arab yang lincah dan sering digunakan oleh Asura. Bocah itu . “Setahuku. “Weda pun menyebut mengenai hal ini dengan istilah Dash Asrijah. sepuluh rangkaian bunga dari surga. “Dalam bahasa Sanskerta. memeriksa kondisi Xerxes.” tegas Kashva.” Kashva diam sejenak.

Ketika orang-orang Makkah mulai terganggu de- ngan kampanye agama baru yang dibawa Muhammad.blogspot.” Sedikit tergeragap. dengan Kashva. meraih satu lembaran di depannya. Dia lelaki terhormat di Makkah. Namun. Membacanya kemudian. Bukankah sudah pernah kuceritakan kepadamu tentang paman Muhammad bernama Abi Thalib? Dia yang pernah membawa Mu- hammad kecil ke biara tempatku mengabdi saat ini dan bertemu Pen- deta Bahira. “Sapi dalam Weda melambangkan perang sekaligus persahabatan dan perdamaian.” Kashva mengangguk. “Aku ingin memperlihatkan kepadamu juga surat El.com 224 MUHAMMAD sudah terlelap sejak beberapa saat sebelumnya. Seperti kembar. Tidak bisa kita pe- cahkan dalam diskusi semacam ini. .” “Membingungkan.” Astu mendengarkan kalimat Kashva sementara dua matanya tak- jub melihat Xerxes yang bisa begitu lunak dalam pelukan Kashva.” “Sudah kukatakan kepadamu. bocah itu menjadi demikian jinak dan penurut. “Kupikir memang butuh pembuktian-pem- buktian. Sahabatku Kashva. “Dia bisa berbahasa Persia?” “El menguasai berbagai bahasa. Aku ber- bicara dengan beberapa orang yang datang ke Madinah dan menanyai mereka tentang Abi Thalib. Dia anak yang tak mau diam pada kesehariannya. Sebagai kepala klan. Sebuah surat berbahasa Persia.” Astu meraih lembaran itu.” Astu mengembalikan pandangannya ke lembaran-lembaran itu. kami memiliki banyak kemiripan. “Surat?” Tangan Kashva bergerak. Astu. perlindungan Abi Thalib memastikan keselamatan Muhammad. kecuali sekadar mengira-ngira. “Ba- calah.” Mata Astu terangkat sedikit. “Mirip sekali denganmu. perlindungan Abi Thalib terhadap Muham- mad sangat efektif. Astu mengangkat wajahnya. http://ebook-keren. Ditulis dengan rajin dan runut. pendahuluku. Konfirmasi terhadap peristiwa-peristiwa.

Bukannya ditolak. tercabutlah perlindungan tersebut dan membuat posisi Muhammad di Makkah menjadi begitu rawan. memperoleh keyakinan bahwa mungkin dirinya disiapkan bukan hanya sebagai Pengingat bagi suku Quraisy. Sekitar dua tahun setelah pertemuan dengan kelompok kecil peziarah Yatsrib itu. Ditambah sebelum Abi Thalib meninggal. “Maksudmu?” Menyamankan letak kepala Xerxes.com MALAIKAT 225 Namun. “Kau mau mengatakan aku berbohong. “Kau yakin ini benar-benar tulisan seseorang bernama El itu. Kashva?” Mengerut daerah di atas alis Kashva. setelah Abi Thalib meninggal. dia aktif melakukan kunjungan ke perkemahan para jemaah yang selama tiga hari mendirikan tenda mereka. Astu?” . Selama musim haji. Kelak Muhammad mengubah nama Yatsrib menjadi Madinah. martir Kristen yang meninggal di Kartago selama masa pembasmian Severus sekitar empat ratus tahun lalu. Menatap Kashva kemudian. istri tercintanya—Khadijah—juga lebih dulu meninggal dunia. tetapi me- miliki tanah yang lebih subur. Setelah peristiwa itu. Suatu hari Muhammad menemui para peziarah dari Yatsrib di salah satu lokasi perkemahan. Sebuah perjalanan malam menemui Tuhan.blogspot. http://ebook-keren. Astu menjeda bacaannya. hingga muncul simpulan di kepala mereka bahwa Muhammadlah nabi yang kebangkitannya sering diperbincangkan oleh orang-orang Yahudi di Yatsrib. Pada ujung segala kesulitan itu konon Muhammad kemudian mengalami sebuah pengalaman spiritual terbesar sepan- jang hidupnya. Suatu peristiwa yang mengingatkanku pada kisah Perpetua. Ia kemudian mencari jaminan keamanan baru dengan men- datangi Thaif. Muhammad justru disambut dengan perlakuan yang menyakitkan. Muhammad. sebuah kota perdagangan seperti Makkah. Kata-kata Mu- hammad mereka dengarkan dengan takzim. kurasa. Muhammad mendapat sambutan hangat dari para peziarah yang aslinya menyembah berhala itu. Ini tahun yang sangat berat bagi Muhammad. Bukan mendapatkan perlindungan. Muhammad dan orang-orang yang mengimani kenabiannya ber- pindah dari Makkah ke Yatsrib.

Kashva. . Kepalanya meng- geleng kemudian. Dia mencermati ekspresi Astu dan kian tak mengerti.” Kashva tampak tak paham sama sekali. Terlebih ketika ada danau di kelopak mata Astu. Juga bahasa tubuhnya yang semakin tak menentu.com 226 MUHAMMAD Astu tak berkata-kata. “Maafkan aku. http://ebook-keren. Tatapannya saja yang susah ditafsir apa maknanya mengguyuri Kashva dengan tanda tanya.blogspot.

Hampir habis harapan. Tidak ada pembagian hasil panen kurma. Masa pengepung- an Madinah oleh Quraisy dan sekutunya. Tidak ber- guna hitung-hitungan. sekutu. Provokator Perkemahan kaum Muslimin. Kedua ujung alisnya seketika terangkat. “Biarkan aku menemui nabi kalian. Terbacakah olehmu. http://ebook-keren. menipisnya cadangan makanan para pa- sukan. Ini berarti. juga lobi-lobi kawan. Negosiasi dengan sekutu pasukan Quraisy batal sudah.” . Tragedi kelaparan binatang tunggangan.com 34. ada- kah rencana di balik semua ini? Langit menggelap. A pakah ini yang tengah terjadi? Sepertinya alam begitu gusar. Semua akan menjadi semakin panjang dan tidak ada kepastian. Gagal ikatan kesepakatan antara engkau dengan dua kabilah suku Ghathafan—Fazarah dan Murrah—sekutu Quraisy itu. begitu juga hati orang-orang Mus- lim. dia tidak suka. atau paling sedikit curiga.blogspot. wahai Lelaki Langit. akan memanjang masa tak menentu. “Mau apa kau?” Pengawal di depan tendamu seperti sedang menatap mon- ster. dan lawan. Terhadap seorang laki-laki yang berdiri persis di depannya.

“Nu‘aim?” ‘Umar bersuara seakan tak percaya. jika dia mau menerimaku. Tantangan omong kosong. Ini memang tamu langka. pengawal di depan perkemahan pasukan Muslim itu akhirnya menghadapmu untuk menyampaikan permintaan tamunya. “tapi kali ini aku tidak akan mengacau. Seseorang yang ti- dak mengimani kenabianmu. Jika dia mengusirku. Dia adalah Nu‘aim bin Mas‘ud. bukan olehmu. lelaki berpengaruh di Kabilah Asyja’ yang terikat dalam status sekutu Quraisy.” Laki-laki itu mengangkat dagu. “Sudah habis kepercayaan kami terhadap orang-orang seperti dirimu.” Sang penjaga perkemahan menggeleng. aku pergi. “Sekarang sampaikan kepada junjunganmu tentang kedatanganku.” Jemu rupanya didesak melulu. Dia betul-betul ingin menemuimu. memenuhi tantangan Abu Sufyan.“ kata si le- laki yang bertamu itu agak meninggi. . Percayalah. sehing- ga mereka tetap meninggalkan Madinah menuju Badar. Dia adalah penduduk Madinah yang ke luar rumah justru untuk mendukung penyerbu dari Makkah. Pengawal itu mengangguk. http://ebook-keren.com 228 MUHAMMAD Pengawal itu tak beranjak. “Aku memaklumi sikapmu. “Tidak ada tempat untuk penghasut di sini. Dia menyelidiki lelaki di depannya le- wat tajam matanya.blogspot. Laki-laki itu bersikeras ingin menemuimu. “Ya. Rasulullah.” me- noleh ke kanan lalu ke kiri. engkau tak perlu menghalang- halangiku. Seorang lelaki penuh muslihat yang pernah disuap Abu Sufyan untuk mempro- vokasi pengikutmu agar mundur dari tantangan Perang Badar kedua. Dulu.” “Biarkan itu diputuskan oleh nabimu.” ‘Umar bersama Abu Bakar tengah terlibat pembicaraan serius denganmu ketika pecah keributan di luar tenda itu. malam ini. Penghasut yang gagal itu seperti dibelokkan hatinya hingga dia mendatangimu dengan niatan yang tak terbaca. Abu Sufyan tidak pernah benar-benar datang ke Badar karena hatinya sungguh penuh ketakutan. Nu‘aim meminta izin untuk menemuimu. dia gagal memprovokasi keseluruhan pasukanmu. Namun.

” . ‘Umar lebih-le- bih. Membuatnya menanggalkan topeng jika dia memang memakainya. Nu‘aim mengangkat wajahnya setinggi nyalinya. “Aku datang. Pasukanmu hanyalah sepertiga jumlahnya dibanding penyerbu dari Makkah.” Nu‘aim seperti menahan kalimat terakhirnya. Tampak ekspresi menyerah pada titik inti matanya. “Aku datang untuk menyatakan keyakin- anku pada kata-katamu dan bersaksi bahwa engkau telah membawa kebenaran.blogspot.” Nu‘aim meneruskan kalimatnya. Sebab. Seolah dia tak ingin seseorang yang mengenalnya mendengar apa yang akan dikatakan.” Terkesiaplah setiap orang yang ada di kemah itu. tidak sesegar dulu. Seolah ada kekuatan tak ter- hingga yang membenamkan keyakinan tak terperi ke dalam hati Nu‘aim. Boleh jadi tersedot rasa campur aduk dalam dirinya belakangan ini. memastikan apakah maksud kedatangannya. seperti hendak menguliti kejujuran Nu‘aim dari Asyja’ itu. engkau berhak memerintahku dan aku akan memenuhinya. terutama. Begitu saja.com PROVOKATOR 229 Engkau beradu pandangan dengan ‘Umar. Perubahan Nu‘aim begini drastis. Eng- kau menanyainya. Tampak tirus keseluruhan wajahnya. Tetap tenang dan terkendali. Apakah yang engkau perkirakan? Engkau bisa saja menolak Nu‘aim. http://ebook-keren. tetapi dirimu malah mempersilakannya masuk. Ketika otak gamangnya ti- dak mampu mencerna kenyataaan bahwa pengikutmu memiliki keulet- an yang begitu rupa: tak tertandingi. Seketika. “suruhlah aku melakukan apa yang engkau inginkan. Tidak ada mata siapa pun yang tidak menghunjam pada sosok pengha- sut itu. Engkau bersikap tak reaksioner. “Karena itu. ‘Umar. Kepala penjaga tenda itu segera menghilang dari balik “pintu” tenda. Kekuatan apa yang mem- buat mereka masih mampu mempertahankan Madinah menjadi de- nyar tak terdefinisi yang terus mengganggu pemikiran Nu‘aim. Tak berapa lama. Menghunjam tak tertahankan. Rasulullah. Nu‘aim muncul dengan bahasa tubuh kikuk. Setidaknya buat sementara. juga mimik mukanya. “Kaumku dan yang lainnya sama sekali tidak tahu tentang keislamanku ini.” Nu‘aim tampak berhati-hati mengungkapkan kali- matnya. ya.

‘Umar meninggalkan rumah adik perempuannya itu de- ngan pedang terhunus. singa padang pasir.” Pintu terbuka. Seseorang mengintip dari dalam rumah. kemudian ter- dorong begitu kuat. Seolah dirimu sedang menyelami kesungguhan hati lelaki di hadapanmu. engkau menginginkan dia menggunakan kemampuannya itu untuk menjauhkan Quraisy dan sekutunya dari Madinah. Toh. dia tetap menderap dengan pedang siap menebas mencarimu di Shafa. “Jika dia datang dengan maksud baik. ‘Umar menghambur ke dalam.” kata Hamzah. ‘Umar memandangi kepergian Nu‘aim dengan takzim. di luar kebiasaan yang dia miliki. Tatapanmu seperti mampu menembus kulit dada Nu‘aim sampai ke membran paling dekat dengan hatinya. http://ebook-keren. Dia hanya ingin dirimu. setelah insiden di rumah Fathimah. kita akan membalasnya baik-baik. Dia mengangguk karena perintahmu telah menjadi semacam perwujudan diterimanya dia dalam kelompok yang mengimanimu. Dia. Engkau menyambut kedatangan ‘Umar dengan . Tatkala sesuatu yang runcing menghun- jami dadanya. sesuai dengan keahlian Nu‘aim dalam berbicara. Bergeraklah cekatan lelaki itu berpamitan kepadamu dan orang- orang.blogspot. ‘Umar sampai di rumah Arqam di Shafa. entah siapa. Barang- kali melaporkan kedatangan ‘Umar. terdengar su- ara Hamzah. keimanan baru yang tajam dan seketika mengakar. Dari dalam rumah. Menatap kejernihan niat dan kesungguhan tekad Nu‘aim. gambaran dirinya dulu ketika mengalami hal yang sama dengan Nu‘aim. Nu‘aim tampak paham benar dengan apa yang dikatakan nabi ba- runya. kita akan membunuhnya dengan pedang- nya sendiri. yang perkataannya menggelegar dan menggetarkan hati lawan.com 230 MUHAMMAD Engkau menatap Nu‘aim tanpa buru-buru menanggapi. Seketika ‘Umar merasakan tubuhnya terpeluk. Jelas ter- pampang di benaknya. Bunyi ayat yang ia baca dari lembaran mi- lik Fathimah seperti mata anak panah yang menembus jantung ke- imanannya. di awal keimanannya kepadamu. “Biarkan dia masuk. Mengetuk pintunya de- ngan hati-hati. Engkau berkata. Jika ia bermaksud buruk. Dulu. kemudian menghilang.

” ‘Umar benar-benar terdesak oleh serangan- mu. Namun. Tanganmu memegang sabuk ‘Umar. Rupanya engkau menanti tamparan Allah!” “Wahai. Gemetar hatinya karena merasakan kehadiran Tuhan. bukan karena itu mengapa dia kemudian menyebutmu dengan panggilan Rasulullah. Tatap matamu seakan tak per- caya. membuat tubuhnya terkunci. “Aku datang kepadamu untuk menya- takan keimananku kepada Allah dan kepada rasul-Nya.com PROVOKATOR 231 serangan yang melumpuhkan. “Tampaknya engkau belum sadar juga. sedangkan badanmu mendorong badan ‘Umar ke tengah ruangan.blogspot. Rasulullah. http://ebook-keren. wahai putra Khaththab?” su- aramu terdengar menaklukkan di telinga ‘Umar. antara yakin dan tak percaya. Seketika engkau berteriak lantang sebagai tanda ketakjuban terhadap cara Langit membolak-balik hati orang-orang. “Allah Mahabesar!” . Sepersekian detik terpana. “Allahu Akbar!” Tetap saja ini perkembangan yang menyentakkan bahkan bagimu yang sebenar- nya telah lama berharap ‘Umar mengimani ajaran yang engkau bawa. serta segala yang datang dari-Nya!” Mengendur ringkusan tanganmu. “Apa maksud kedatanganmu kemari. bukan memati- kan. Hanya melumpuhkan. Engkau lalu memeluk ‘Umar dengan kehangatan yang tak tertandingi.

wahai.com 35. Dia menyadari ke- mampuannya memengaruhi orang. Sampai di gerbang rumah Ka’b. Namun. Nu‘aim disambut bak sa- habat lama oleh tuan rumah. Awalnya Nu‘aim mem- biarkan saja Ka’b merepotkan dirinya sendiri. hari itu akan berguna bagi kebaikan pen- duduk Madinah. Pecah Belah S adarkah engkau. Dia merasa seperti memperoleh limpahan energi yang luar biasa hari itu.blogspot. tempat Ka’b si pengkhianat Madinah. Senyum dan sikap ramah ditawarkan. tetapi berdampak pada kemenangan be- sar jika dengan kelihaian lidahnya Nu‘aim bisa menghancurkan koalisi Quraisy dengan para sekutunya. Di kepala Nu‘aim telah tertata rapi rencana-rencana yang dia pikir efektif untuk mencerai-beraikan persekutuan pasukan pengepung Madinah sekaligus pembencimu itu. Sedikit te- naga untuk berbicara. Berbagai hidangan dihamparkan. setelah basa-basi tuan rumah berumur beberapa saat. http://ebook-keren. Penghulu Manusia Utama? Ke- percayaanmu terhadap Nu‘aim dari Asyja’ seperti tum- pahan cahaya baginya. memprovokasinya hingga membuat kekacauan. “Aku datang bukan untuk ini. Skenario awalnya adalah mendatangi pemukiman Bani Qu- raizhah. Dia menjalankan misi yang pintar. dia mulai menan- capkan muslihatnya.” .

Ini jelas banyak berbeda jika dibandingkan dengan reaksinya ketika Hu- yay datang kepadanya dan berbicara dengan tujuan sebaliknya.” “Apa yang terbaik menurutmu bisa kami lakukan. “Aku datang untuk mengingatkan kalian. bukan? Itu sudah kalian sepakati sebelumnya. http://ebook-keren. Keti- ka dia menolak utusan Muhammad yang berusaha mengingatkannya agar tidak mengkhianati perjanjian dengan nabi mereka. “begini saja. Dia semakin percaya diri ketika tertangkap oleh keyakinan bahwa Ka’b benar-benar tersedot dalam pusaran kata-katanya.com PECAH BELAH 233 Nu‘aim sengaja menyandera perhatian Ka’b dengan memilih kali- mat yang sekilas terdengar sinis itu. “Baiklah. Aku mengkhawatirkan keselamatan kalian.blogspot. Terhipnotis tanpa kata-kata. Waktu su- dah berlalu dan kenyataannya Madinah masih berdiri tegak. Ini meng- goyahkan keyakinan Ka’b yang awalnya begitu tak tergoyahkan. “Tentu engkau memahami konsekuensi mengkhianati perjanjian dengan Muhammad. “Aku datang untuk menasihati kalian.” Ka’b seperti tengah dibenamkan dalam gentong sihir. engkau harus yakin pasukan Quraisy itu benar-benar memegang komitmen mereka untuk melindungi orang-orangmu.” Nu‘aim tampak berpikir. Setidaknya seperti itu yang ditangkap mata Ka’b.” Ka’b menyimak benar-benar kalimat Nu‘aim tanpa menyela.” Nu‘aim memeriksa akibat dari kalimatnya pada raut wajah Ka’b. “bagaimana menurutmu jika orang-orang Makkah dan sekutunya gagal menaklukkan Madinah? Orang-orang Quraisy itu akan pulang me- ninggalkan kalian.” Nu‘aim memilih nada yang paling serius yang ia miliki. lebih baik kalian menolak untuk mendukung pasukan Quraisy. Paling tidak. “Ka’b.” Nu‘aim memecah keheningan yang berumur beberapa detik.” “Caranya?” . “Sebelum terlambat. Nu‘aim?” Mulai ragu rupanya Ka’b dengan keyakinannya pada waktu-waktu lalu. orang-orang Yahudi dalam kekuasaan Muhammad.” “Tetapi aku telanjur setuju untuk mendukung mereka dan mem- batalkan perjanjian dengan Muhammad. temanku.

Nu‘aim melanjutkan rencana besarnya dengan mendatangi perkemahan para pengepung Madinah. Bagaimana- pun. “Aku hanya akan memberi tahu informasi penting jika engkau berjanji untuk tidak mengatakan kepada siapa pun bahwa aku yang memberitahumu. Jika sebelumnya memucat kulit mukanya oleh keciut- an hati. “Usulanmu sangat bagus. Abu Suf- . Mereka tidak mungkin main- main jika tokohnya kami tahan di balik benteng. tetapi wajahnya benar-benar tak ragu. Akan lebih baik jika engkau tidak mengumbar cerita bahwa akulah yang mengusulkan ide ini. Setelah memastikan bahwa apa yang dibawa Nu‘aim adalah kabar superpenting.” “Sandera maksudmu. apa yang dikatakan Nu‘aim rupanya menerbitkan harapan. Ka’b. Telah ia siapkan kepercayaan diri terbaik agar kepintaran Abu Sufyan tak mampu mengendus rencana di balik kata-katanya.” Ka’b menyusul anggukan Nu‘aim tanpa sebersit pun ragu. Usulan Nu‘aim mengalahkan semua rencana paling masuk akal untuk memanfaatkan kekuatan gabungan Quraisy dan sekutunya demi keamanan para Yahudi itu.” Nu‘aim disambut Abu Sufyan di kemahnya.” Nu‘aim mengangguk. e Sehabis mengunjungi kawan Yahudinya. berhati-hati. http://ebook-keren.” Ka’b terdiam. Sandera itu yang menjadi jaminan. Entah apa yang di hatinya. Perlahan ada sesuatu yang menyebar pada wajah- nya. Dia langsung menemui Abu Sufyan yang dulu begitu akrab dengannya. Nu‘aim. “Tapi eng- kau pasti tahu hubunganku dengan Abu Sufyan sangat baik.com 234 MUHAMMAD “Orang-orang Quraisy itu harus mengirimkan salah satu tokoh mereka untuk jaminan. seperti terbitnya matahari pada pagi hari. Nu‘aim?” Nu‘aim mengangguk perlahan. Kali ini mantap tanpa keraguan.blogspot. Harus segera. Harapan. “Kira-kira begitu. mereka tidak akan mundur dari Madinah sebelum Muhammad dikalahkan. keselamatan segala sesuatu di balik benteng Bani Quraizhah ha- rus dinomorsatukan.

wahai Nu‘aim.” “Mereka menyesal telah membatalkan perjanjian dengan Muham- mad. Kemudian mereka menawari Muhammad sesuatu yang kira-kira akan menyenangkan hati Muhammad. jika orang-orang Yahudi itu meminta san- dera darimu. dan menyerahkan kepala-kepala mereka kepada Mu- hammad.” Nu‘aim menatap persis di titik inti dua mata Abu Sufyan. Nu‘aim. jangan pernah memberikannya. Orang-orang dimintanya meninggalkan tenda untuk sementara. “Eng- kau bersungguh-sungguh?” Abu Sufyan mengangguk-angguk hingga jenggotnya menyentuh bagian bawah lehernya. Engkau bisa memegang kata-kataku. “Orang-orang Yahudi itu menyesali pengkhianatan mereka terha- dap Muhammad. Dia tahu. Abu Sufyan. memenggalnya.” . apa kau pikir dirimu masih pintar?” “Semua orang tahu engkau ini penghasut. “Cepat katakan.” Nu‘aim merasa dia yang memegang posisi untuk menawar.blogspot.com PECAH BELAH 235 yan pun mengosongkan tendanya supaya pembicaraannya dengan Nu‘aim lebih terjaga.” Dagu Abu Sufyan terangkat.” “Apa kau kira aku begitu bodoh?” “Jika mulai meragukan informasi dariku. Nu‘aim. Tidak ada keterkejutan yang terla- lu pada wajahnya.” “Yaitu?” “Mereka akan menyandera pemimpin Quraisy dan Ghathafan. ini tidak akan mudah. Jangan bertele-tele. Nu‘aim?” “Kirimlah siapa saja yang engkau mau untuk mengecek omong- anku. Tidak reaksioner dan selalu penuh perhitungan. http://ebook-keren. Isi pesan itu sungguh mencemaskan. “Sebe- rapa benar kabar yang kau bawa.” Tidak ada tampak keraguan meski satu titik pada kalimat Nu‘aim. Dia membuktikan dirinya pemimpin yang banyak pengalaman. Mereka juga berjanji untuk bergabung dengan pasukan Mu- hammad untuk melawan kalian. “Saranku.” “Tapi bukan pengkhianat kawan sendiri. “Mereka telah mengirim pe- san kepada Muhammad.” “Katakan.

kecuali . http://ebook-keren. Diterima dengan standar penerimaan tamu di Arab. Ketidakjelasan kondisi selama berhari-hari membuat ‘Ikrimah merasa perkembangan sikap Yahudi Bani Qurai- zhah akan sangat menentukan.” . Besok kita berperang. buru-buru ‘Ikrimah mendatangi rumah Ka’b. “kecuali kalian memberi kami sandera yang akan menjadi jaminan bagi kami sampai Muhammad lenyap. Ka’b?” Ka’b menajamkan tatapannya.” Ka’b yang sejak kedatangan ‘Ikrimah telah menduga akan terucap permintaan semacam itu mengerutkan dahi. “Apa pun alas- annya.” katanya. mendekatkan dua pang- kal alisnya.” “Itu lebih baik.. wahai Ka’b. kita akan me- nyingkirkan Muhammad. “Bersiaplah... Sebelum semua hidangan terhampar di meja. “Besok adalah hari Sabat. kami tidak akan berperang melawan Muhammad bersama ka- lian. Rasanya berpacu kuda tunggangannya masih tak cukup cepat seperti yang dia inginkan.” Nu‘aim bangkit dari duduknya dan segera pamit. kalian akan kembali ke negeri ka- lian. ‘Ikrimah ti- dak mau berbasa-basi. ‘Ikrimah hanya memikirkan satu wajah yang ingin segera dia temui: Ka’b.” “Apa maksudmu dengan sandera itu. dia buru-buru mengatakan sesuatu yang harus dijawab Ka’b saat itu. Tidak langsung menjawab. Memacu kudanya dengan kegeraman sisa insiden parit yang masih membuatnya kesal.com 236 MUHAMMAD Abu Sufyan terdiam. Sepeninggal Nu‘aim. tidak berlama-lama. Maka ketika dia mencapai wilayah Bani Quraizhah. Enyah dari perkemahan para pengepung Madinah yang kini sama bi- ngungnya dengan sekutu Yahudinya.blogspot. “Kami hanya khawatir. Sedikit menyelidik. Seperti tengah memecahkan persoalan negara. aku akan mengonfirmasi apa yang engkau katakan. meninggalkan kami. “Baiklah. Tak sabar memastikan sikap apa yang diambil oleh mereka sedangkan dirinya tidak tahu. Sedangkan Muhammad berada di wilayah kami dan kami tidak mampu melawannya sendirian. Abu Sufyan memilih ‘Ikrimah untuk melakukan pengecekan terhadap sikap Ka’b dan sa- udara-saudara Yahudinya. jika kalian kalah perang.” Ka’b menantang sorot mata ‘Ikrimah.

” ‘Ikrimah merasakan ada yang mendesiri aliran darahnya. Dia tidak punya jawaban terhadap per- tanyaan itu. Tapi.” “Bagaimana dengan permintaan Ka’b agar aku menyerahkan san- dera kepada Bani Quraizhah sebagai jaminan?” Melongo Huyay seketika. apa yang dikatakan Nu‘aim memang bukan kebohongan. tetapi pada praduga yang semakin bulat bahwa kata-kata Nu‘aim benar adanya. Dia tidak paham benar perkembangan apa yang terjadi. ini semua tidak lain adalah pengkhianatanmu. Pada saat yang hampir bersamaan. “Demi Taurat. di kemahnya. “Aku bersumpah. Abu Sufyan te- ngah menginterograsi Huyay. “Mereka telah meninggalkan kami dan berupaya mengkhianati kami!” Huyay menentang sorot kemarahan Abu Sufyan. Kami tidak akan me- nyerahkan siapa pun. Huyay!” Abu Suf- yan tampak benar dalam kondisi gusar. Bukan oleh pertimbangan siapa yang layak di- jadikan sandera mewakili Quraisy. Kepalanya menggeleng. “Kalau demikian. “Besok adalah hari Sabat dan kami tidak boleh melanggar hari Sabat. “Kupastikan kepadamu. memang benar-benar tidak tahu. baik dari mereka atau di- rimu karena kuanggap kau terlibat dalam pengkhianatan kaummu.” . bukan merundingkan soal sandera. “Mana bantuan kaummu yang engkau janjikan. kami berlepas tangan dengan urusan kalian. tidak!” dia mengimbangi nada suara Abu Sufyan. Ka’b.com PECAH BELAH 237 ‘Ikrimah terdiam. Abu Sufyan semakin kesetanan.blogspot. Cita- cita melumat kekuatan Muslimin kini justu semakin njelimet dengan perkembangan yang terus liar tak tertebak. http://ebook-keren. Orang-orang Yahudi ini tengah bermain api. tatapan matanya kebingungan. pada hari Minggu mereka akan menyerang Muhammad dan para pengikutnya dengan cepat laksana kilatan api.” Ka’b mengangkat dagu. Huyay yang belum lama sam- pai ke tenda Abu Sufyan merasa semacam diguyur air panas. Aku datang mewakili yang lain untuk mengajak kalian berperang. Yahudi Khaibar yang awalnya melobi Ka’b agar Bani Quraizhah mendukung Abu Sufyan dan para sekutunya. Demi Tuhan. demi Al-Lata.

dia buru-buru pamit kepada Abu Sufyan. http://ebook-keren. Sadar bahwa perkembang- an dirinya sendiri bisa berubah drastis dan itu terkait dengan nyawa.” “Omong kosong!” Huyay tak menyangka perkembangan perang parit ini akan be- gitu cepat berbalik.com 238 MUHAMMAD “Tidak!” Huyay masih berupaya membela diri. dia hendak me- ngonfirmasi kata-kata Ka’b dan orang-orang Bani Quraizhah terkait hal tersebut. Alasannya. Jika pada pertemuan awal dia meninggalkan tenda Abu Sufyan sembari membayangkan kebun-kebun kurmanya. kali ini Hu- yay tak memiliki imajinasi apa pun. . bergerak liar tak tentu.blogspot. “Demi Taurat yang diturunkan kepada Musa di Bukit Sinai. Misinya minimalis saja: selamat- kan nyawa. aku bukan pengkhianat.

tak terjangkau. Ditambah segala yang tidak menentu dalam pengepungan itu. setelah aksi taktis Nu‘aim. menciutlah tekad Abu Sufyan. Menundukkan engkau menjadi pe- kerjaan yang ujungnya semakin menjauh. Hi- tung-hitungannya berantakan. atau oleh sebab kedua-duanya. Sama sekali bukan karena mereka terganggu dan ingin menghabisi agama baru yang engkau bawa. Pertengkaran dalam persekutuan pun memuncak. Saling menyalahkan satu sama lain. persekutuannya dengan kabilah-kabilah di luar Makkah pun semakin rapuh. Persediaan makanan untuk pasukan nyaris habis.com 36. Mereka lebih termotivasi oleh rampasan perang jika mereka menakluk- kan Madinah. Bahkan unta yang terkenal tangguh kemampuan bertahan hidupnya pun ambruk karena luka. http://ebook-keren. Kuda-kuda banyak yang mati. Ghathafan dan kabilah yang mereka rekrut untuk menyer- bu Madinah tidak benar-benar ingin melawan dirimu. Abu Sufyan harus mengakui bah- wa ikatan persekutuannya memiliki motivasi yang teramat ring- kih.blogspot. Kaki-Kaki Angin D uhai yang Menyukai Warna Merah. apa yang sebenarnya terjadi? Madinah. Ini memiliki imbas mengerikan . dibekap cuaca dingin dan lembap. kelaparan. Abu Sufyan sudah melihat kebangkrutan di depan mata. Sekarang.

Seperti hendak menumpahkan beban yang tak tertahankan. Dua perkemahan penyerbu Madinah—pasukan Quraisy dan kumpulan sekutunya—seperti jejalan cendawan yang ditangkup gelap perlahan. Tenda-tenda mereka menjadi tak berguna.com 240 MUHAMMAD bagi Abu Sufyan.” Khalid menyela. bagaimana memulai rancangan serupa untuk menghenti- kanmu? Waktu tersendat. tetapi tetap bergerak. Berhari-hari keadaan tak berubah lebih baik. Gelap. Seolah lautan berpin- dah ke tempat itu dalam bentuk guyuran hujan yang ditimpali angin besar. He- wan-hewan tunggangan tak kalah ribut. gelombang hujan berkekuatan semesta menghantam dari Timur. Jika gagal. “Aku khawatir akan datang angin dan hujan. Tak terpikirkan lagi segala sesuatu kecuali nyawa mereka.” Abu Sufyan berdiri di luar tendanya dan menatap langit Timur. “Sebaiknya kita berlindung. Kombinasi lebih buruk apa lagi yang bisa menandingi kerugian Abu Sufyan saat itu? “Tidak masuk akal apa yang terjadi. itu bukan sekadar langit gelap biasa. Oleh rasa lapar dan krisis. Kepanikan melanda pasukan penyerbu Madinah itu tanpa am- pun. Disapu topan yang berlengan sejuta. “perhitunganku. Ini serbuan paling akbar. tetapi kenyataannya hari tetap bergan- ti. “Cari tempat aman! Tiarap!” Berbarengan dengan teriakan terakhir Khalid. rasanya semua berjalan lambat. habis sudah kesempatan untuk melawanmu. Sesuatu yang berarak. meli- batkan jumlah orang terbesar dan persekutuan kabilah terbanyak. Abu Sufyan. http://ebook-keren. . melengking nyaring. Cadangan makanan benar-benar telah habis dan cuaca yang memburuk.” “Badai?” ‘Ikrimah menatap serius langit sebelah timur.blogspot. “Persembahan apa yang kurang kita berikan kepada Hubal?” Abu Sufyan merasakan nyeri pada titik paling parah di dadanya. Jika penyerangan kali ini benar-benar gagal. beradu dengan berisik angin yang membawa bencana.” Khalid bin Al-Walid dan ‘Ikrimah di kanan kiri Abu Sufyan. “Tiarap!” meledak teriakan Khalid. Sungguh buruk keadaan berikutnya. Berbunyi-bunyi. Orang-orang yang ribuan melolong tak terkendali.

lebih panjang dari biasanya. Bedanya. Ketiga orang itu melawan angin. usai shalat yang panjang. Malam itu. Krisis berhari-hari ditambah hujan badai ini telah menyapu keyakinan mere- ka untuk menang.blogspot. Engkau seolah sendirian. Tangan-tangan mereka menggenggam apa saja yang bisa digenggam. Berdiri engkau di antara orang-orang. “Siapa yang akan berdiri dan pergi melihat bagaima- na kondisi musuh. tenda-tenda mereka masih berdiri meski tak sekukuh semula. lalu kembali ke mari? Aku akan memohon kepada Allah agar ia menjadi sahabatku di surga. Engkau mendatangi kerumunan pasukanmu dalam kondisi yang sama dengan orang-orang. Boleh jadi posisi geografis mereka lebih menguntungkan dan terlindung dari badai. Semua habis dimamah deru angin dan hujan. beranak pinak. Para pengikutmu pun merasakan kegetiran yang sama. badai itu meremukkan banyak hati. sebagian lainnya berdiri limbung. Banyak pasukan Muslim yang kehilangan harapan. Engkau menyaksikan hujan dan angin meme- rangkap pasukanmu dalam ketipisan motivasi. Orang-orang meringkuk atau berdiri dengan . kedinginan dan kelaparan. Pesimisme merebak. menggeser tubuhnya di atas tanah supaya lebih merapat. Suaramu melantang. Toh. sampai serak su- aranya. melunturkan keyakinan. Mental mereka terjun bebas. Akibat hujan badai itu tidak hanya menghantam pasukan penyerang.com KAKI-KAKI ANGIN 241 “Berdekatan! Berdekatan!” Khalid meneriaki Abu Sufyan dan ‘Ikrimah dengan kemampuan optimal yang dia bisa. Sesuatu yang mampu mempertahankan tubuh mereka merapat di bumi. Merobohkan keberanian. Sebagian bergerombol sambil memegang senjata dengan badan menggigil. pada saat yang sama. melawan dingin dan lapar yang menyakitkan.” Tidak ada suara. http://ebook-keren. membenamkan optimisme. engkau keluar tenda. mempertahankan Madinah dalam kondisi aman. e Perkemahan pasukan Madinah. Imbas angin dan basahnya hujan memaksa mereka diam di tempat. me- ngalahkan hujan.

Mata mereka menyipit meng- hindari debu atau benda apa pun yang terangkat oleh angin. Jika krisis ini selesai. . “Hudzaifah! Di mana Hudzaifah?” Lelaki dengan tubuh menggigil dan gigi-gigi beradu berusaha bangkit dari duduknya.com 242 MUHAMMAD setengah keyakinan akan masa depan. meski sama-sama dihajar hujan dan badai. Menyeberangi parit lalu melangkah lebih jauh. Sama sekali bukan ide ori- sinal. Hudzaifah mengendap-endap mendekati mereka. Tak menyangka sama sekali akibat hujan badai jauh lebih buruk di sini.blogspot. Bagaimana mungkin ini terjadi? Mereka dalam kondisi yang le- bih buruk. Hujan masih mengguyur. Tidak ada pilihan. Dengan keyakinan yang sempoyongan.” Hudzaifah mengangguk dalam gemetar. Tidak ada yang berani berge- rak. Orang-orang Quraisy masih ber- tiarap sembari sesekali berteriak-teriak. “Pergilah engkau. Seketika keadaan itu justru menerbitkan semangat di dada Hudza- ifah. bersicepat dengan hujan. wahai Hudzaifah. setidaknya tentara Muslim masih memegang senjata mereka masing-masing. Pasukanmu jelas dalam kondisi yang lebih menguntungkan.” Engkau tak menurunkan nada perwiramu. Hanya menunggu yang mampu mereka lakukan. batin Hudzaifah. Angin menderu seperti kemarahan paling buruk sedunia. Tidak ada satu tenda pun yang tegak berdiri. Seolah sisi gelap setiap manusia di atas bumi dikumpulkan lalu diem- paskan dari atas perkemahan para penyerbu Madinah ketika dia sam- pai di sana. dia menyeret tubuhnya untuk mendatangi engkau. ia meraih pedang dan berjalan meninggalkan perke- mahan. angin tidak berencana untuk pergi. Meski batinnya lebih nya- man untuk tetap diam. Le- bih berat menenangkan hati dibanding memaksa dirinya untuk terus bergerak menuju pusat perkemahan. “Menelusuplah di antara mereka ketika angin dan tentara-tentara Allah menyerang mereka. Se- mentara pasukan lawan telah begini lusuh keadaannya. http://ebook-keren. Suasana mencekam seolah tidak ada harapan.

blogspot. Gerutuannya terus merembes sepanjang subuh itu. tetapi kecele karena unta itu masih tertambat kuat pada sebatang kayu. Lenguhan unta menyadarkan Abu Sufyan. tapi dia tidak berhenti.com KAKI-KAKI ANGIN 243 Dutamu itu. Aku beri tahu bahwa mereka berusaha mengkhianati kita. “Pergilah dari tempat ini karena aku pun akan pergi!” Usai mengatakan itu. Hudzaifah. Dia turun dengan muka ber- sungut-sungut. Sebagian besar mengerumuni Abu Sufyan yang terus berbicara lantang.” Orang-orang menongolkan kepala-kepala mereka dalam kere- mangan lepas fajar. “Kuda dan unta kita telah mati. Buru-buru ingin menarik tali kekang- nya. “Wahai. Bani Quraizhah telah meninggalkan kita. Ikut merasakan deru kepanikan orang-orang. Dia berdiri di sisi unta tunggangannya yang tersisa. Orang-orang mulai bangkit dari tiarap mereka. “Abu Sufyan!” suara ‘Ikrimah. kembali ke Makkah. “Engkau pemimpin kaummu. Udara dingin dan me- nampar-nampar. Lembap dan matinya kesem- patan. nyawa seluruh pasukan adalah Abu Sufyan. Sebab. . Angin tinggal jejak- jejak saja. Sekarang kita menderita karena angin seperti yang kalian lihat. Tinggal sesekali ringkik kuda terdengar dan kecipak air terinjak kaki-kaki. mengenali sosok temaram itu. Abu Sufyan melompat ke punggung unta yang merunduk di sampingnya. Hudzaifah mengenal suara itu. terus bergerak. dia terus bertiarap lalu sesekali bergerak. Hujan sepenuhnya berhenti. Me- mantapkan hati. Lepas subuh. Dia harus mencari Abu Sufyan. ketika seluruh pasukan membereskan tenda-tenda mereka yang telah rusak dan menyiapkan diri untuk meninggalkan Madinah. Dia menyuruh untanya untuk berlutut lagi. http://ebook-keren. ketika cahaya langit timur bersiap un- tuk menetas. keadaan itu bertahan. meski genangan air membuat suasana menjadi kumuh dan mencekam. Akan- kah engkau pergi dari kami begitu saja dan meninggalkan orang-orang itu di belakang?” Terdiam Abu Sufyan kemudian. barulah kondisi berangsur berubah. orang-orang Quraisy!” itu suara Abu Sufyan. Malu merambati otaknya. Sepanjang malam.

Lengang. Khalid mendekati Abu Sufyan sementara semua barangnya yang tersisa sudah ada di atas punggung unta. “Setiap orang yang berakal sehat pasti tahu bahwa Muhammad tidaklah berdusta.com 244 MUHAMMAD Dalam kesempoyongan hati dan fisik yang akut. pasukan sekutu Abu Sufyan itu bergerak lebih kilat. melapor kepadamu. Setengah berlari dia ingin cepat kembali ke kemah Mus- limin. Beriringan dalam pasukan yang di kepalanya dipenuhi caci maki dan keluhan kekalahan. suami Hindun si pemakan hati Hamzah itu. . Mereka hanya ingin segera meninggalkan tempat itu. Dia menyusuri dataran menuju perkemahan Ghathafan. pasukan penyer- bu itu sudah tidak lagi memikirkan perang. sebagian besar pasukan Makkah telah beranjak pergi. Gambaran yang dia saksikan sudah cukup. Dia pun kemudian menyelinap pergi meninggalkan perkemahan itu sebelum ada yang mengenali. Tidak penting lagi kalah atau menang. Nyata benar pasukan Makkah ditarik mundur dari sekeliling Madinah. utusanmu. Tak terkira kelegaan dalam dada Hudzaifah hingga langkahnya menjadi lebih trengginas dibanding sebelumnya. sekutu Quraisy. “Mengapa?” “Karena Muhammad telah merendahkan kehormatan ayahmu dan membunuh kepala sukumu: Abu Al-Hakam. pulang ke Makkah. Membuncah kegembiraan dalam diri Hudzaifah.” Hudzaifah. Angin memorak-porandakan segalanya. Ini berita melegakan.blogspot.” Sengaja Khalid mengatakan itu di dekat telinga Abu Sufyan de- ngan nada sedikit berbisik. Madinah telah selamat dari an- caman serangan Abu Sufyan dan sekutu-sekutunya. menyimak pembicaran itu meski tak begitu jelas. Dia masih menjaga pendapatnya agar ti- dak menjadi bara. Lebih cepat dibanding perkiraan Hudzaifah. Tidak seorang pun masih terlihat ada di sana. http://ebook-keren. Khalid!” gusar benar nada suara Abu Sufyan. “Engkau sungguh tak pantas mengatakan itu. Kelaparan dan dingin yang menyakitkan lepas dari perasaannya. dan suara angin menggiriskan. menyedih- kan. Rasanya seperti me- ngendarai angin. Masih dalam keremangan subuh.

Bentangan lanskap di seberang parit memperlihatkan kekosongan. Engkau seolah telah mengerti apa yang akan disampaikan utus- anmu itu hanya dengan membaca ekspresi wajahnya. Engkau menyaksikan betapa wajah Hudzai- fah begitu cerah oleh harapan yang berbinar. engkau tetap menunggu. . membiarkan Hudzaifah berbicara. Tapi.blogspot. Pasukan penyerbu yang bersekutu dengan lemah itu telah lenyap. Sebuah alamat bahwa sebentar lagi gegap gempitalah Madinah oleh takbir kemenangan.com KAKI-KAKI ANGIN 245 Ketika Hudzaifah sampai di tendamu. Le- ngang.” kata Hudzaifah. “angin dan tentara- tentara Allah telah mengacau-balaukan mereka. Tak berapa lama setelah itu. Tak terbendung dan terus menyala. engkau tengah bersembah- yang dengan jubah basah dan selendang salah seorang istrimu engkau selimutkan ke badanmu. ya. Menetaskan semangat yang tak terhentikan.” Engkau tersenyum. Hudzaifah duduk di sampingmu sementara engkau rukuk dan bersujud hingga selesai shalatmu. Rasul. menyampaikan hasil investigasinya. terang pagi bulat membuat jelas seluruh dataran. “Engkau benar. http://ebook-keren.

Ke- punyaan-Kulah perak dan kepunyaan-Kulah emas. Adapun Rumah-Ku yang baru. damai sejahtera. http://ebook-keren. demikian firman Tuhan Semesta Alam. A stu mendapati bagian surat El yang paling membetot rasa ingin tahunya. baik orang Yahudi maupun Kristen sama-sama menilai ayat berkenaan dengan Himada adalah nubuat penting tentang datangnya seorang nabi besar. nabi terakhir yang menurut Nabi Hagai akan dibang- kitkan Tuhan untuk meng gemparkan semua bangsa. semakin mendekati malam. . kemegahannya akan melebihi kemegahannya yang semula. Aku telah memeriksa banyak tulisan yang ia susun dan surat-surat yang ia tulis mengenai nama ini.com 37. dan di tempat ini Aku akan memberikan Shalom. “Semua bangsa akan Kugemparkan dan Himada akan da- tang. Kashva sahabatku. Nama yang Terpuji Gathas. pendahulu Biara Bashrah pernah menulis begitu banyak teks mengenai kedatangan Hi- mada. Sedangkan sebagian ko- mentator meyakini nubuat indah yang dikonfirmasi dalam “fir- man Tuhan Sabaot” ini bermakna abstrak. sehingga rumah-Ku akan penuh dengan keagungan. Pendeta Bahira. demikian firman Tuhan semesta alam.” Setahuku.blogspot.

” Astu mengangkat dagu.” Kashva menjeda lagi kalimatnya. Akar katanya berasal dari ba- hasa Ibrani kuno atau mungkin Arami: hmd. “jika himada dan shalom diterjemahkan sebagai ide abstrak yang berarti damai sejahtera.com NAMA YANG TERPUJI 247 Sebagian lain mengotak-atik tafsirnya. “El belum menentukan apakah dia sepakat dengan tafsiran bahwa Himada adalah oknum nabi terakhir atau ide abstrak. “Ve yavu himdath kol haggoyim. seperti dalam bahasa Arab. dan memahami makna himada dan shalom pada ayat itu sebagai ide konkret. Ternyata biasa-biasa saja.” “Bagaimana denganmu?” “Pertimbangannya.’” Kashva tampak meng- ingat-ingat sesuatu. ‘dan akan datang Himda bagi semua bangsa.” Kashva berhati-hati dengan imbas dari kalimat yang akan dia katakan. “Akhiran hi dalam bahasa Ibrani. meski itu hal paling diharamkan oleh Khosrou.” Kashva mengeja sebuah kalimat berbahasa Ibrani.” Kashva mengecek akibat dari awalan kalimat panjangnya pada reaksi wajah Astu. “maka ide akan datangnya nabi akhir zaman dan agama besar yang ia bawa mendapatkan konfirmasi. nubuat itu bisa tergelincir ke dalam keinginan absurd. klausa itu bermakna. Himada meng- arah pada oknum manusia. Ide nabi yang dijanjikan telah begitu rupa menjadi daya tarik paling besar bagi sebagian penghuni maupun alumni Kuil Sistan. berubah menjadi th atau t. Astu menatap Kashva sementara bacaannya baru selesai sete- ngah. Tidak berkomentar apa pun.blogspot. Jika himada dipahami sebagai sosok konkret seorang manusia dan shalom ditafsirkan bukan sebagai kondisi. http://ebook-keren. “Engkau sepakat dengan apa yang diyakini El?” “Tentang Himada sebagai oknum manusia?” Astu mengangguk. “jika diterjemahkan bebas. Kashva menyimak antusiasme Astu dan paham bahwa kawan la- manya itu tengah tersedot oleh pusaran keingintahuan yang juga ia ra- sakan ketika membaca tulisan El.” . melainkan kekuatan aktif yang hidup. Menatap dengan cara yang mirip dengan gaya penyelidik kerajaan. sedangkan shalom adalah kekuatan aktif yang hidup alias agama besar di masa mendatang. “Sebalik- nya.

“Menarik. “Injil Yohanes ditulis dalam bahasa Yunani. salah satu kitab yang diimani orang-orang Kristen mencatat. juga berasal dari bunyi konsonan hmd. Astu. maka maknanya menjadi ‘masyhur. “Tidak persis seperti itu. Kashva?” “Jika engkau menyebut kata periclytos sebagai bentuk benar dari kata Parakletos. dan terpuji’.” datar. “Kawanmu itu menyebut-nyebut mengenai Kitab Daniel. “Injil Yohanes.” Daerah di antara dua sudut mata Astu mengerut.com 248 MUHAMMAD “Kau menyebut kemiripan kata itu dalam bahasa Arab?” Kashva mengangguk yakin. setengah malas.” “Ada yang lebih menarik. kata kerja hama- da. “Senang mengetahui engkau masih ingat perbincangan-perbincangan kita mengenai agama-agama. “Dalam bahasa Arab. “tidak ada injil asli yang ditulis dalam bahasa yang digunakan oleh Yesus.” Astu melepas napas. Sementara orang menganggap itu sebagai sebuah nubuat. agung. sebagian lain tidak menanggapinya sebagai ide serius. Artinya. “Malangnya.” “Terpuji?” Astu sedikit terhenyak.” Kashva menatap Astu dengan citra masa lalu. “Engkau ingin mengatakan bah- wa Nabi Hagai dan Yesus sedang membicarakan oknum manusia yang sama?” Kashva menggeleng. “Kupikir seharusnya ada terjemah- an Yunani dari kata Ibrani Himda atau mungkin Hemida dalam bahasa Arami. Aku hanya menik- mati keunikan ini. Se- dangkan kata Parakletos tidak dikenal dalam literatur klasik Yunani.blogspot.” Tersenyum lagi. Yesus menyebut-nyebut kata Parakletos. ramalan tentang ke- datangan seseorang. http://ebook-keren. “Setahuku. “Parakletos?” Kashva tersenyum. ‘memuji’.” Kashva memasang ekspresi seorang peneliti. Daniel adalah seorang .” “Kau mempunyai dugaan tertentu. ketika keduanya meng- habiskan waktu begitu banyak untuk membincangkan segala sesuatu.” Kashva melan- jutkan kalimatnya.” “Bahasa yang digunakan Yesus?” Kashva mengangguk.” Astu menghindari tatapan Kashva dengan menyimak lagi surat El di tangannya. Termasuk perihal agama-agama dunia.

bagaimana sebenarnya cinta itu tercipta? Apa syaratnya? Kashva merasakan rasa kasihnya kepada Xerxes semacam jatuh dari langit tanpa ada alasan apa pun. apa yang ditulis El di situ me- rupakan nubuat paling indah dan paling nyata tentang pembangkitan seorang manusia agung pilihan Tuhan.blogspot.” Kashva mengangguk lagi. tan- duk yang durhaka tadi dibiarkan hidup sampai datangnya Bar Nasha. Ia membinasakan binatang itu dalam api.” Astu masih menyimak teks lembaran di tangannya. Namun. “Yang Mahakekal menampakkan diri dalam lautan cahaya pada batas horizon. Pada tanduk kecil itu tampak mata manusia dan mulut yang mengumbar kata-kata durhaka terhadap Yang Mahatinggi. Dia membe- lai bocah itu dengan tatapan kasih. . “Singa bersayap rajawali. Jadi. Inginnya menumpahkan rasa kasih.” “Dia menyebut perihal empat binatang besar naik dari dalam laut. perlindungan.” Astu menatap lagi Kashva dengan pancaran pengetahuan. “Di antara tanduk-tanduk binatang keempat itu tumbuh tanduk lain dalam ukuran lebih kecil yang membuat tiga tanduk terdahulu tercabut.” “Redaksinya cukup panjang.” “Ingatanmu cukup bagus. Tersenyum sementara matanya memejam. Seolah sedang mengecek hafalan Kashva.com NAMA YANG TERPUJI 249 pangeran yang dibawa ke istana Raja Babilonia. “Daniel berada di istana Ne- bukadnezar sampai Persia menyerbu Babilonia. Lengan Kashva mengayun.” Astu menyimak lagi larik-larik tu- lisan El.” gumam Astu. http://ebook-keren. Cinta kepada bocah bermata cemerlang itu tanpa batas-batas ter- tentu. “Bagiku. “Aku sangat menyukainya hingga hafal di luar kepala. macan tutul berkepala em- pat dengan empat sayap di punggungnya. dan apa saja yang sanggup ia lakukan untuk bocah itu. beruang de- ngan tiga tulang rusuk dalam gigitannya.” Kashva merasakan geliat Xerxes dalam pelukannya. terakhir binatang bertan- duk sepuluh dan bergigi besi.” “Sedikit lagi. membuat Xerxes menikmati mimpi yang baru. Sejak kali pertama bertemu dalam demonstrasi “cengkih” dia merasakan ada sensasi cinta yang menggurita di dadanya. pemanjaan.

” “Aku paham itu.” “Tunggu. tidak selalu harus berakhir dengan pertukaran keimananmu. “Sama de- nganmu.” Astu tampak cemas dengan perkembangan perbin- cangannya dengan Kashva. Tapi aku tidak pernah berencana meninggalkan ajaran Zardusht. “Sudah petang. Astu?” Kash- va mencermati Astu dengan tatapan tidak mengerti. “Jika mak- sudmu aku melupakan ajaran Zardusht. Dia tampak sedikit salah tingkah. iklim Gunung Sistan yang penuh ilmu pengetahuan termasuk yang berhubungan dengan ramalan manusia membuat kita selalu tertarik untuk mempelajari terjemahan kata-kata Tuhan lewat berbagai agama dunia. Astu.” Kashva menguatkan pelukannya terhadap tubuh Xer- xes. http://ebook-keren. Astu.” “Sudahlah.” Astu menajamkan pandangannya.” “Apa pembelaanmu?” “Engkau tahu. aku pun terkondisikan demiki- an. Dia me- nangkap maksud itu bahkan sebelum Astu mengatakannya. selama berada di Kuil Sistan.” Kashva sedikit gusar.” Astu terdiam.” . selamanya. “Dan itu sangat menarik. “Aku hanya ingin meluruskan apa yang diajarkan Zardusht. Bar Nasha diberi kekuasaan dan kemuliaan kekal serta kekuasaan sebagai raja. “Mengetahui bagaimana agama-agama lain menerjemahkan ba- hasa Tuhan adalah sebuah proses yang mengasah otakmu. engkau salah.” “Apakah aku terkesan bosan dengan ajaran Zardusht.” “Engkau tampak sangat menikmati kajian agama-agama bangsa lain. Ada getar pada suaranya. Lalu oleh Yang Mahakekal.” “Aku yakin penjelasan mengenai siapa itu Bar Nasha akan mema- kan waktu lama. Astu! Kau telah membunuh dirimu sendiri. “Lihatlah dirimu.” Kashva mengangguk. Kashva?” Kashva menangkap ada sesuatu di balik kalimat Astu.com 250 MUHAMMAD Ia akan muncul dengan awan-awan dari langit dan dibawa ke hadap- an-Nya. “Engkau tahu bah- kan aku meninggalkan Kuil Sistan karena Khosrou murka oleh kritikku terhadap praktik ajaran Zardusht yang semakin jauh dari ajaran mur- ni.blogspot. Kemarikan Xerxes. Kami harus segera berada di rumah. bukan menggantinya.

kitab- kitab. Berhentilah menipu dirimu sendiri. Kashva?” Kashva menantang Astu untuk bersitatap. pertanyaan macam apa yang akan diarahkan kepadanya. bukan men- jadi buruh perkebunan. agama-agama.” Kashva berusaha membenturkan pandangannya dengan tatapan Astu. “Ada seseorang . “Tentu saja.” “Aku tidak paham apa maksudmu. kau tidak bisa memaksaku diam. Persis beradu pandang- an pada masing-masing pusat penglihatan mereka.blogspot. mengelola pekerjaan rumah yang tidak ada habisnya.” “Kau tidak jujur. Astu?” Astu menghampiri Kashva bersamaan dengan jawaban yang ke- luar dari bibirnya. Kashva.” Mengangguk mantap. “Kecuali setelah kau menjawab pertanyaanku. “Sekarang ke- marikan Xerxes. Kepalanya sedikit miring.” “Bagaimana kau tahu Parkhida tidak mencintaiku?” “Dia tidak akan membiarkan engkau menderita jika dia mencin- taimu.” “Apa yang ingin kaukatakan. perbincangan kita. perbintangan. Astu!” Astu menghentikan lagi gerakannya. Astu. Hari ini. Kemarikan Xerxes. “Duniamu adalah buku.” Astu mengira-ngira.com NAMA YANG TERPUJI 251 Astu menahan gerakannya. mengurusi suami yang tidak mencintaimu. “Terangkan maksudmu?” “Kau menjadi orang lain! Setengah dirimu menyukai kebersamaan kita. “Setengah dirimu yang lain menjadi Astu yang sama sekali tidak kukenal. “Berapa kali se- umur hidup aku menentangmu? Hampir tidak pernah.” “Tidak!” Kashva menguatkan pelukannya.” “Aku tidak menderita. perbincangan filsafat.” “Kau tidak jujur.” “Hentikan!” “Tidak akan!” suara Kashva semakin membulat.” Ada yang menyesaki dada Kashva. “Aku sangat mengenal dirimu. “Apa yang ingin kau tahu?” “Apakah engkau berbahagia dengan pernikahanmu. http://ebook-keren.

Dua matanya membulat dan tak mengerti.” Kashva akhirnya melepas dekapannya pada Xerxes yang sesaat lalu terbangun dari nyenyak tidurnya. “Ujung jarak itu membuat benda langit itu. Masing-masing takdir benda langit itu mengantar mereka kepada pengembaraan- pengembaraan jauh. Tidak bisa berjalan lagi.” Astu kali ini menyanggupi tantangan Kashva. Dia memancang pandangannya sampai tak berkutik dari mata Kashva. “Ibumu mengajakmu pulang. Tidak lantas terlelap Xer- xes kemudian. “Paman …. Kekuatan yang tersusun oleh hal-hal asing bagi Kashva. Dia meletakkan Xerxes dalam pelukannya. muara cinta. “Tentang cin- ta. ingin engkau tumpahi kasih sayang. akan ada ketidakseimbangan. Kashva.” Kashva menunggu kalimat lanjutan Astu. http://ebook-keren. “Ada hal yang lebih tinggi dibanding cinta menurut- mu?” Astu mengangguk. “Ada yang lebih tinggi dibanding cinta yang engkau pahami. Nak.” Menyorongkan tubuh Xerxes ke Astu. Kata-kata Astu tak terpatahkan. Benturan antarbintang. Astu menyorongkan kedua lengannya. pengabdian.blogspot.” “Jadi. Astu?” Mengangkat dagu. malapetaka. memin- ta Xerxes dari dekapan Kashva. berupaya membuat anak itu merasa nyaman. kehancuran. ada hal yang sudah kupahami sedangkan engkau tak pernah mau tahu. tetapi pasti sampai pada ujung jarak yang sanggup mereka tempuh. Besok Paman menemuimu lagi. berupaya mencerna adegan di hadapannya. harus berhenti. Dia mengamati dua orang dewasa yang bertukar kata- kata itu dengan mata berkedip-kedip dan bibir tanpa suara. Menembus ruang dan waktu.” Kashva menciumi pipi dan kening Xerxes. . kau anggap pernikahanmu sebagai titik untuk berhenti mencintai seseorang yang memang engkau dambakan.com 252 MUHAMMAD lain yang sejak bertahun-tahun lalu ingin kau sanding. meteor dengan planet. mau tidak mau. “Perjalanan cinta seperti jalur-jalur benda langit yang senantiasa kita amati di langit malam selama kita di Kuil Sistan. Jika ia memaksakan diri.” Ada kekuatan yang terbangun pada kata-kata Astu.

Itu- lah mengapa dia memilih untuk tak bersuara.” “Kau terpaksa mengabaikan cinta untuk tanggung jawabmu se- bagai seorang istri?” Astu menggeleng. Jika dipaksakan niscaya menimbulkan ketidakseimbangan. Namun. Jadi. membawa Xerxes pulang. engkau akan paham maksudku. “Jika eng- kau telah menjadi bagian dari sebuah keluarga. Mencintai ada titik komprominya. untuk memaksakan diri supaya apa yang kau sebut ‘cinta’ itu mewujud dalam sebuah penyatuan. Kashva melepas napas.” Kashva terdiam. maka kaki-kaki keseimbangan akan runtuh. menuju pintu.” Membalikkan badan. . atau bintang-pintang pijar yang bertumbukan. Seperti halnya benda langit yang terbakar saat mendekati bumi. Dia memahami analogi Astu sebagai se- buah simpulan bahwa usaha cinta ada batasnya. semacam apa eksekusi cinta yang benar? Melepas napas lagi. Tinggal sejengkal. Masih bisa tersimpan rapi di hati. Dia tidak menganggap analogi Astu sebagai se- suatu yang pas.blogspot. dia memahami apa yang dimaksud Astu. Tanggung jawab adalah perwujudan dari cinta yang se- utuhnya. tetapi tidak bisa maju lagi. Namun. http://ebook-keren.com NAMA YANG TERPUJI 253 “Tanggung jawab. Termasuk ketika Astu berpamitan.” Astu bersiap meninggalkan Kashva. “Aku masih mampu mencintaimu. Kashva mulai merasa alasannya tinggal di Ghatas semakin menipis. “Tidak akan mudah bagimu untuk memahami ini.

” Kalimat Kashva seperti hujan garam pada luka di hatinya. mengelola pe- kerjaan rumah yang tidak ada habisnya. Seburuk apa pun hal yang dikatakan Kashva. melainkan lebih karena dentuman di dadanya yang dihamburkan oleh kata-kata Kashva sebelum dia meninggalkan rumah itu. Air Mata Parkhida A stu tidak menikmati setiap langkah yang ia ayun. se- mentara Xerxes berada dalam gendongannya. perbintangan. bukan menjadi buruh perkebun- an. Astu tidak mampu menyebut nama lain jika dia . Astu mengakui itu. Pemaksaan yang dimulai sejak awal. Astu menggegaskan langkah sementara memanas dua matanya. kitab-kitab. “Duniamu adalah buku. agama-agama. http://ebook-keren. Dulu memang begitu. Sesengit apa pun pertikaiannya mela- wan Kashva. bagi Astu telah kedaluwarsa. sekarang sudah habis durasinya. ada kebenaran di sebaliknya.blogspot. perbincangan filsafat. Meski sesuatu yang diyakini Kashva sebagai sebuah kebenaran. Bukan karena berat tubuh bocah itu. Pernikahan dengan Parkhida bagi Astu pernah terasa se- perti rentang waktu terburuk sepanjang sejarah. mengurusi suami yang tidak mencintaimu.com 38.

Sedikit jambakan rambut. http://ebook-keren. Se- buah fragmen tentang sepotong sore tenang sementara langit barat mengemas kemerahan. Dia menemui Astu untuk kali terakhir. menghancurkannya hingga lebur tanpa keping-keping. Seolah tak berjeda dari peristiwa sebelumnya ketika Astu menyaksikan sendiri bagaimana Kashva ambruk berdebam dengan luka yang nyaris rata di sekujur badan. tendangan. Sekali gebrak pun. juga pukulan. sang putra kepala suku Gathas. Parkhida lalu menyuruh anak buahnya untuk menuntaskan amarahnya yang tak kunjung tuntas. tetapi karena matanya menyaksikan penderitaan begitu rupa yang dialami Kashva. membujuknya agar mau kembali ke Kuil Sistan. Parkhida! Kau bukan manusia!” . Kashva telah ambruk tanpa perlawanan yang mencukupi.blogspot. sepuluh tahun sebelumnya. “Hentikan. bereaksi keras atas nama harga dirinya. Mengingatnya hari ini pun ma- sih menyeret Astu pada kondisi yang nelangsa tak terperi. sementara kedua mata saling tatap dan berbicara tanpa aksara. Kashva memilih hari paling salah sepanjang hidupnya. Bukan karena dia kesakitan benar-benar. Bunuh diri dan masuk neraka pun rasanya masih lebih baik. Sayang?” Menikah dengan Parkhida merobohkan bangunan angan-angan itu. Ini hari penuh keberuntungan yang awalnya Kashva anggap juga akan memberikan keberuntungan terhadap diri- nya. Dia menantang Kashva berduel. e Gathas. Berpegangan tangan. Lelaki muda itu tergeletak di tengah jalan dengan tangan menggapai-gapai udara. mengabur penglihatannya. Dia ti- dak pernah kenal apa itu perkelahian. Astu merasakan nyeri tak terbilang pada setiap ruas kulit ari pada permukaan tubuhnya. Tak berimbang tentu. selain Kashva. Parkhida. “Bukankah tidak ada yang berubah selama puluhan tahun ini. memutih rambutnya. Kenyataannya tidak.com AIR MATA PARKHIDA 255 ditanya siapa lelaki yang ingin ia temani ketika kulitnya telah keriput. Seolah dengan usaha terakhirnya itu Astu mampu dia bawa kembali ke Kuil Sistan. Selain Astu menolak kembali ke Kuil Sistan. Pernikahan itu begi- tu seketika.

“Lelaki itu hanya akan memberimu bencana.blogspot. Itu pun dengan kebencian!” Parkhida mendengus. Dua orang pengawal yang memandunya dari Kuil Sistan tampak serius . sementara Parkhida menyeret dirinya. Astu!” “Bukan berarti kau berhak menyiksanya!” Dua tangan Parkhida mencengkeram bahu Astu. “Manusia rendah sepertimu mana tahu urusan be- sar yang tengah kuhadapi? Kau adalah ancaman nyata yang jauh lebih berbahaya dibanding Kashva.” “Kau!” “Apa?” Parkhida menahan lengan kanannya yang hendak mendaratkan sekelebat tamparan di wajah Astu. “Sejarah selalu mencatat nama-nama manusia berguna sepanjang waktu. Dia menoleh sekilas.com 256 MUHAMMAD Astu meronta sekuat yang dia bisa.” Astu menantang tatapan Parkhida dengan keberanian yang dia bawa sejak lahir. Mengapa sekarang apa yang menimpa Kashva seolah aku manusia yang harus menanggung dosanya?” “Aku datang sendiri ke Gathas. bukan?” Astu tak menjawab. Tangannya berhenti melambai. Sedikit yang akan mengingatmu. http://ebook-keren. “Itu cara paling efektif untuk menghentikan dia.” Astu tersenyum sinis. menyaksikan Kashva yang kini sudah tidak bergerak. tetapi tak punya alasan untuk menolakku menjadi suamimu. “Kau tidak memintaku menikahimu. Kau pun tahu kepalanya sekeras baja. Kashva memiliki semua alasan untuk itu. Sedang- kan namamu hanya akan berserak di kerak neraka. Dua atau tiga orang anak buah Parkhida menuntaskan kema- rahan tuannya dengan beberapa tendangan di perut dan punggung Kashva. Sekali lagi mendengus seperti kerbau marah. “Sudah cukup kesabaranku!” Parkhida cukup mengerahkan sete- ngah tenaganya untuk membuat Astu tersaruk-saruk mengikuti mau- nya. “Tapi memintamu menikahiku? Kau mimpi!” Tidak butuh apa-apa lagi. Parkhida menyentak tubuh Astu agar mengikuti langkahnya. Parkhida. “Kau sendiri yang datang ke Gathas me- minta kunikahi. itu benar.

dia memutar pekerjaan sehari-hari dalam ritme sama dan senada. membereskan rumah. Seperti hendak menghabiskan umur saja. Rumah tangga yang suram itu tetap berlangsung. Ba- ngun pagi-pagi benar. http://ebook-keren. sebuah upacara pernikahan yang dielu-elukan oleh penduduk Gathas digelar. Tidak pernah ada selintang senyum pada wajah Astu setelah hari itu. Sesuatu yang menyerap sari kehidupan dalam diri Astu dan membuat banyak perubahan dalam dirinya. Kedua kepala tertunduk. Separah apa pun. Tidak ada perlawanan. ke- mudian ada yang berubah pada bulan-bulan dekat setelah pernikahan agung itu. Toh. Seorang istri yang muram. Lilin dinyalakan kemudian dastur. memercikkan air suci lalu menepuk-nepuk pasangan mempelai. lunglai fisiknya. Ada makhluk yang bertumbuh dalam perut Astu. Begitu terus. Lagu-lagu puja dialirkan. menyiapkan makan sore. Begitu pula Parkhida mengenakan pakaian istimewa. Seperti mayat hidup. Hidup menjadi jauh lebih berat. ibu jari mereka memadu. Semacam mata rantai yang tidak tertolak. Kemuramannya dipertegas oleh lesu badan- nya. sang pendeta ber-aksamala. menung- gu Parkhida pulang. Menyiapkan semua kebutuhan Parkhida. hari itu berkait lang- sung dengan hari yang Astu kutuk seumur hidup: pernikahannya de- ngan Parkhida.com AIR MATA PARKHIDA 257 memeriksa keadaannya. tetapi moral- nya terjahit rapat dalam etika Zoroaster. Ia mengenakan gaun terbaik. Men- jadi syahdu oleh iringan harpa dan tabuh-tabuhan. mengesahkan pernikahan mereka. menyiapkan makan pagi. dan nasib pemuda itu tak pasti rimbanya. Orang-orang berkumpul di kuil. . Setidaknya. Dia tetap menjadi istri Par- khida dan mengikatkan diri pada rutinitas sebagai seorang pendam- ping calon kepala suku. Hatinya tidak terikat pada Parkhida. sesakit apa pun Astu menjalaninya. melepas Parkhida ke perkebunan. Astu yakin Parkhida tidak punya rencana untuk membuat Kashva kehilangan nyawa. Dua orang itu tidak punya kuasa apa-apa un- tuk menentang dominasi Parkhida di Gathas. Sehari setelah tragedi Kashva.blogspot. Astu bisa berharap ada orang yang merawat luka Kashva. Astu didudukkan persis di hadapan Parkhida.

Ini hanyalah satu di antara kesakitan yang Astu alami selama dua malam terakhir. kumpulkan tenaga. Tidak ada yang tidak bekerja. Mulas-mulas yang muncul setiap sekian jam. Astu harus menuntaskan penderitaannya. “Aku tidak kuat lagi!” Mata Astu terbuka sangat sedikit. Hari-hari selambat jalannya siput. Seperti itu juga harapan hidupnya. Telentang di atas bangku dengan keringat menghabisi seluruh lubang pori-porinya. semakin sering dan semakin menghantam.com 258 MUHAMMAD Astu semakin tak tahu-menahu mengenai hidupnya sendiri. Tidak ada yang bersisa. “Napas yang bagus. Semua tenaga sepertinya telah dia empas- kan. Astu memilih duduk tenang di belakang jendela. Hanya lelap beberapa saat sebelum terbangun lagi karena hantaman di perutnya.blogspot. Kepalanya berkali-kali menoleh ke kanan dan ke kiri. Mengeluarkan bayi dari dalam perutnya dengan kebutuhan tenaga dan ketabahan berkali lipat diban- ding yang dia keluarkan dua hari dua malam sebelumnya. dia tidak bersuara dan tetap menyelesaikan se- mua. Rutinitas yang dia kerjakan sungguh tak bernyawa. http://ebook-keren. . Sementara sebagian besar manusia menganggap perputaran wak- tu demikian cepat. Rasanya mau mati saja. baru dorong!” Astu menggeliat dalam keputusasaan yang kronis. Dua hari dua malam tanpa tidur yang benar. terlemparlah perempuan muda itu dalam situasi yang ia kutuk setelah pernikahannya. Belum genap sembilan bulan sejak dukun bayi keluarga Parkhida menengarai kehamilan Astu. Tapi. Sementara Parkhida begitu bersemangat mengumumkan kehamilan dirinya. Kedua kakinya mengangkang sementara seorang perempuan tua memberinya komando bak panglima perang di depan mulut rahimnya. Menahan sakit itu luar biasa menghabiskan tenaga. membosankan. sementara pandangannya melantur ke garis horizon. Makhluk itu tak kunjung menatap dunia. setelah dua hari dua malam yang menyiksa itu. Dia tidak tertarik dengan apa yang terjadi pada tubuhnya. Astu merasakan sebaliknya. Sekarang.

Sesuatu yang seketika membuat Astu merasa jijik luar biasa. Seolah basah seluruh gendang telinganya. Rasa mulas menghajar perutnya lagi.” kata perempuan dukun itu. Setahun perni- kahan mereka tidak pernah dicampuri pertengkaran apa pun... Astu mengunci mulutnya setelah pernikahan mereka disahkan. “Dorong . Tangis yang meledak. Astu tidak peduli lagi dengan instruksi-instruksi itu. Makhluk itu lahir sudah. bagus . Dia hanya ingin semua cepat selesai.. Nyonya. Perempuan itu menjerit lagi... Dua tangannya menggapai-gapai. Tapi hatinya telah ke- . Sekarang. Seberapa kuat dia mengejan. Jangan lepaskan napas di mulut.. Teriakannya meleng- king. Matanya membe- liak. tapi di perut. Si dukun bayi.. seharusnya setiap dia mengejan. berte- riak-teriak lagi. sementara wajahnya sudah begitu licin oleh keringat. Sebuah jeda sepersekian detik yang membuat Astu berpikir dunia berhenti ber- putar. Terjamah sudah lengan Parkhida yang sejak semula menemani Astu di samping kepalanya. perempuan tua di muka mulut rahim Astu. wajah itu .. “Terkutuklah kau. Pada titik klimaks segala kesakitan itu. Persis seperti itu. “Persis seperti Anda menge- jan waktu buang air. “Persetan!” Sekian detik Astu melupakan rasa sakitnya. http://ebook-keren. Telinga Astu me- nangkap jelas jeritan kecil yang melegakan itu. “Apa lagi yang hendak kau rampok dari diriku? Sekarang kau memintaku mati untuk kesenanganmu!” Parkhida tidak mengantisipasi kemungkinan ini. Astu. dua ta- ngannya harus mencengkeram pahanya.. Astu seperti menumpahkan tabungan kebenciannya begitu saja. Dorong terus!” Dua lengan Astu tidak disiplin lagi menempel di kedua pahanya sendiri. Parkhida!” Astu benar-benar merasa sudah akan mati. wajah Kashva .” Parkhida membisiki Astu per- sis di cuping telinganya. Atau jus- tru dia menggunakan puncak kesakitan tubuhnya. Astu menumpahkan tenaganya pada cengkeraman kuku-kukunya pa- da lengan Parkhida.blogspot. sudah terlihat kepalanya. melintas secercah wajah. menghunjamkan kebencian luar biasa terhadap suaminya. Tapi sekarang.com AIR MATA PARKHIDA 259 “Kau tidak boleh menyerah. Kata dukun bayi.

e “Anak kita sangat tampan. penerusku telah lahir!” Sesuatu yang membuat Astu semakin tersaruk dalam perasaan yang jijik dan kesepian. bibir kecil. Dia telah menguras ke- sakitan selama berhari-hari. Merapikan letak kedua kakinya yang kebas. Astu. dan murka mengombak di dadanya. sementara kepalanya menggeliat-geliat. Dia me- nyadari kehadiran Parkhida yang sedang menikmati perannya sebagai ayah tak jauh dari ranjang tempat dia terkapar. Bu- lat sempurna.blogspot. Parkhida yang menikmati hasil- nya. Kepala suku. frustrasi. Dua matanya masih memejam. Sekarang. sementara bayi laki-lakinya mencecap air susunya dengan penuh semangat. ayah Parkhida. Sesuatu yang mem- buat Astu mencaci maki suaminya dalam hati. Astu masih menangkap suara Parkhida yang histeris. Rasa takjubnya bahwa dia kini menjadi seorang ayah mengusir kepekaannya. Orang-orang berdatangan. Pandangannya kosong. Astu tidur miring dengan pandangan yang mengawang. hampir kehilangan nyawa. pipi tembam. Telinganya menyimak. Dia biarkan saja dukun bayi menyelesaikan pekerjaannya.. Astu meneruskan perannya sebagai mayat hidup. “Aku jadi ayah . Para perempuan tak berhenti memuji kesempurnaan bayi dalam gendong- . http://ebook-keren.” Parkhida belum juga menyadari ada sesuatu yang terjadi pada diri Astu. Ketika nenek dukun memandunya untuk memberikan air susu kepada si bayi. Sekarang Astu mulai sibuk dengan pikirannya sendiri. Hidung mungil. bukan ha- nya tubuhnya yang kebas.. terta- wa kencang ketika memberi selamat kepada anak tunggalnya. tapi matanya tidak. tubuhnya tak bergerak.com 260 MUHAMMAD habisan antusiasme. Rasa cemburu. menumpahkan darah. Tatap- annya mengambang. lalu meletakkan sesu- atu di samping kepalanya: makhluk itu! Terbungkus rapi dan kuat oleh kain bersih berwarna cerah. Sementara dia meng- gendong bayi mungil yang beberapa hari sebelumnya keluar dari ra- him istrinya. hatinya pun menjadi kebas. kedua lengannya tetap di tempat. Berbicara ini itu kepada Parkhida. Hanya kepalanya yang terlihat pasti. dan setelah semua berakhir. Hatinya juga tidak.

http://ebook-keren.blogspot.com
AIR MATA PARKHIDA 261

an Parkhida, dan memuji-muji Parkhida yang telah memiliki calon
penerusnya. Adegan itu kian memerosokkan Astu ke lubang nelangsa.
Semua rasa sakit yang pernah diciptakan Tuhan rasanya sudah dia
cecap selama beberapa hari ini demi melahirkan bayi itu. Sekarang,
setelah semuanya selesai, Parkhida yang memanen segalanya.
Kompak dengan perasaannya yang kesakitan, fisik Astu pun didera
kerunyaman rasa yang jauh dari ideal. Parkhida harus menyuruh du-
kun perempuan itu tinggal lebih lama di rumahnya untuk mengurus
semua keperluan Astu. Semuanya. Satu lagi kenyataan yang meleng-
kapi kutukan Astu terhadap dirinya sendiri. Aku benar-benar menjadi
makhluk tak berguna.
Rasa malu, kebas, menderita, syok, menyerbu Astu dalam waktu
bersamaan. Dia tidak menemukan rasa lega apalagi bahagia, sama
sekali, dalam dirinya. Kelahiran bayi yang dinamai Xerxes oleh Parkhi-
da itu tidak berdampak apa pun. Perasaan itu tidak kunjung beranjak
meski setiap hampir dua jam sekali, dukun tua menyorongkan mulut
Xerxes ke dadanya. Bayi itu mencecap air susu ibunya tetapi bukan air
cintanya. Astu merasa sangat jauh dari anak laki-lakinya.
Meski tidak menampik betapa rupawannya bayi itu, Astu tak mam-
pu mengundang sebuah kedekatan dengannya. Bayi itu tetap menjadi
makhluk asing. Selama masa kehamilan dulu, Astu sempat berpikir,
dia bisa sangat membenci Parkhida, tetapi tidak mungkin terhadap
bayinya. Dia yakin, setelah bayinya lahir, dia akan segera menemukan
ikatan purba yang telah terjalin secara alami selama dia mengandung
bayi itu, betapa pun dia tidak menyukai kehamilannya.
Kenyataannya, Astu sama sekali merasa jauh dari bayinya. Asing,
tak dikenal. Dia bahkan tidak sanggup menyentuhkan jemarinya.
Mempertemukan kulit dengan kulit, menciuminya dengan penuh
kasih. Tidak bisa. Tidak ada. Kondisi itu tidak berubah betapa pun
Astu menangkap sebuah usaha luar biasa dari bayinya untuk menge-
nali ibunya. Tatapan mata makhluk murni itu seperti mengirim pesan
kuat, betapa dia mengenali Astu.
Dengan caranya yang misterius, tatapan mata itu seolah mengu-
pas apa pun yang tersembunyi di balik benak Astu. Rahasia-rahasia

http://ebook-keren.blogspot.com
262 MUHAMMAD

perasaan. Bahkan segala kesulitan pemikiran yang menggulati benak
Astu. Seolah-olah bayi itu memiliki jawabannya. Bening matanya begitu
misterius: bijak, dewasa, tetapi polos, jujur, tak berdosa. Sesuatu yang
membuat Astu merasa tak nyaman dan lebih sering gugup karenanya.
Sepanjang masa awal menjadi ayah, Parkhida memang tampak be-
gitu berubah. Lelaki itu tampak begitu sabar dan telaten. Tidak sekali
pun dia memprotes Astu, sejak dikutuk saat detik-detik persalinan
ataupun waktu-waktu setelahnya ketika kondisi Astu tampak seperti
orang kehilangan kesadaran.
Setelah peran dukun tua itu dirasa cukup, Parkhida pun meng-
ambil alih pekerjaannya. Rutinitas yang paling ia gemari adalah me-
nyorongkan kepala Xerxes ke dada istrinya setiap bayi itu menangis
keras karena kelaparan. Parkhida mulai terbiasa dengan reaksi Astu
yang biasa-biasa saja.
Sang ibu sudah bisa menggerakkan lengannya untuk memeluk
Xerxes, tetapi belum hatinya. Dia memangku Xerxes, menyusuinya,
sementara tatap matanya kosong bukan main. Tak mampu menampik,
Astu merasakan sensasi alami setiap menyusui Xerxes. Jelas dia ti-
dak ingin kehilangan rutinitas itu mengingat dia tidak punya bentuk
hubungan ibu dan anak apa pun kecuali saat dia menyusui.
Maka, ketika bayinya merasa kenyang dan Parkhida mengangkat
tubuh ringkih Xerxes dari pangkuan Astu, perempuan itu mulai ter-
isak-isak. Wajahnya menengadah, sementara rambutnya menjuntai ke
tempat tidur. Kedua lengannya menonggaki tubuhnya di kanan-kiri.
Badannya bergoyang-goyang, ke depan dan ke belakang. Mulutnya be-
risik oleh tangisan sementara pandangannya meneropong khayalan.
Astu menjadi jauh lebih sering menangis dibanding bayinya.
Hari-hari setelah itu menjadi pengulangan yang begitu menyiksa.
Tidur sekenanya, menyusui, dan menangis. Astu yakin penderitaan-
nya akan berlangsung selamanya. Tidak ada yang dia mampu kerjakan
di antara jeda tangisan Xerxes. Satu tangisan ke tangisan lain setiap
bayi itu kelaparan, mengompol, buang kotoran, kedinginan, dan se-
tiap hal yang mengganggunya. Seperti kutukan, Astu harus menang-
gulanginya. Padahal tidak persis seperti itu. Di antara semua jenis

http://ebook-keren.blogspot.com
AIR MATA PARKHIDA 263

tangisan, hanya ketika Xerxes menuntut air susu ibunya Astu meng-
ambil peran. Selebihnya Parkhida yang membereskannya.
Pagi itu, Parkhida sedang mengurusi mandi Xerxes ketika Astu duduk
di belakang jendela rumahnya. Pemikiran-pemikiran lahir dan berjum-
palitan di kepalanya. Dia berusaha memakai kepintaran otaknya untuk
mencerna apa yang tengah ia jalani, tapi tetap tak terpecahkan. Penderi-
taan selama mengandung bayi sampai masa melahirkan yang demikian
menyakitkan membuat Astu bertanya-tanya, bagaimana mungkin sese-
orang mau mengalami penderitaan semacam ini lebih dari satu kali?
Senandung Parkhida dari luar rumah terdengar jernih. Meman-
dikan Xerxes di pagi hari menjadi salah satu kesukaannya. Sembari
mendendangkan lagu Persia kuno yang berlirik kepahlawanan, dia
berusaha menenangkan Xerxes yang mulai menjerit-jerit karena kedi-
nginan. Bayi menangis lantang pada pagi hari adalah bentuk olahraga
yang baik. Begitu kata dukun tua yang membantu persalinan Astu.
Parkhida sangat memercayainya. Bapak baru itu belajar dengan cepat.
Memandikan bayi butuh “ketegaan” selain keterampilan. Tubuh rapuh
bayi seolah tak akan sanggup memperoleh perlakuan selembut apa pun.
Sedangkan ketika mandi pagi, tubuh mungilnya harus digosok begitu
rupa, dibolak-balik dengan tumpuan punggung kemudian perut.
Sungguh butuh keberanian luar biasa untuk melakukannya. Par-
khida sanggup untuk itu. Seolah dia mengeksplorasi sisi femininnya
untuk melaksanakan tugas yang di Gathas, jamaknya dilakukan oleh
para ibu itu. Ia menyiapkan air dalam ember kayu, kemudian meletak-
kan tubuh Xerxes di atas meja khusus. Tangan kanannya memegangi
tubuh Xerxes, tangan satunya meraih gayung, lalu mulai menggu-
yurinya. Bibirnya berdendang.
Tangisan Xerxes seolah membelah kabut, pagi itu. Miris seharus-
nya hati yang telinganya menyimak jeritan itu. Namun, Astu tidak
mampu merasakannya. Dia masih menatap kabut di luar jendela se-
mentara telinganya memerangkap tangisan Xerxes dengan sempur-
na, tetapi tidak hatinya. Astu tidak berhasil menemukan kecemasan
dalam dirinya. Mati rasa sudah. Tangisan Xerxes seolah sayup di ha-
tinya. Jauh dan tidak berhubungan sama sekali dengan dirinya.

http://ebook-keren.blogspot.com
264 MUHAMMAD

Keadaan ini terjadi pada hatinya tetapi tidak pada otaknya. Astu
paham benar apa yang dialami hatinya, perasaannya, adalah sebuah
kesalahan. Ketidaktepatan. Otaknya menyalahkan hatinya; mencip-
takan perasaan-perasaan berdosa; membisikkan makian-makian yang
menyudutkan: Aku ibu yang payah. Hidupku sudah tamat. Aku tidak akan
pernah dapat mencintai anakku. Di seluruh dunia, hanya aku ibu yang ti-
dak tahu diri. Aku benci kehidupan, aku benci diriku sendiri. Xerxes tidak
akan pernah mencintaiku.
Terisak lagi. Astu mulai mencari-cari alasan mengapa dia layak
untuk melarikan diri. Meninggalkan semua kenyataan yang menje-
baknya kini. Tidak sanggup dia hentikan bayangan mengerikan ketika
dia merampas Xerxes dari tangan Parkhida lantas melemparkannya ke
jurang di pinggir utara Gathas. Dengan begitu, tuntas semua sumber
permasalahan hidupnya.
Astu sadar dia tidak memiliki kekejian itu. Otaknya tidak meng-
izinkan. Namun bayangan-bayangan itu seperti setan yang tidak mau
berhenti menjerumuskan manusia. Senantiasa muncul dalam kepa-
lanya. Kini, perempuan itu benar-benar ketakutan terhadap dirinya
sendiri. Menganggap dirinya monster mengerikan yang akan memba-
hayakan jiwanya sendiri dan anaknya. Astu menemukan dirinya ber-
ada pada perbatasan area gila dan ingin mati.
Segala pemikiran buruk itu ditambah rasa bersalahnya terhadap
bayinya sendiri menyeret Astu pada kondisi memprihatinkan. Dia tak
tahu lagi untuk apa dia hidup. Sama sekali tidak tahu.
“Astu.”
Parkhida, seingat Astu, seperti tiba-tiba ada di situ. Dia sudah
selesai dengan kesenangan paginya, memandikan Xerxes. Dia kini du-
duk di pinggir tempat tidur. Xerxes tenang dalam dekapannya. Seperti
kepompong. Diam tenang dengan selimut yang membungkusnya be-
gitu rupa. Matanya terbuka dua-dua. Mencari-cari. Sungguh berbeda
dengan beberapa waktu sebelumnya, ketika tangisnya melengking
begitu rupa. Protes karena tidur nyamannya dibuat berantakan oleh
air dingin yang mengguyuri seluruh badannya. Sekarang dia tenang.
Diam. Siap disusui.

http://ebook-keren.blogspot.com
AIR MATA PARKHIDA 265

Parkhida tidak segera menyodorkan tubuh Xerxes yang panjang-
nya hanya setengah lengannya. Dia menunggu Astu menoleh, bersita-
tap dengannya. “Astu,” katanya sekali lagi. Dia menunggu.
Astu pasti mendengar suara Parkhida, tetapi enggan menghenti-
kan keasyikannya melihat ke luar jendela.
“Astu, kumohon.”
Astu seperti tengah menghitung mundur dari angka seribu me-
nuju angka nol. Lama sekali sebelum dia benar-benar menoleh ke
Parkhida. Seketika dia melihat adegan yang belum pernah ia saksikan
seumur hidup.
Parkhida, bukankah lelaki itu sejak kali pertama Astu menge-
nalnya adalah lelaki barbar bertingkah rendahan? Apa yang ia andal-
kan adalah tangannya, tenaganya, bukan otaknya. Parkhida bukan
macam orang yang meletakkan perasaan sebagai salah satu prioritas
dalam hidupnya. Otaknya di dengkul. Perasaannya di dengkul.
Namun, kali ini, Astu benar-benar melihat sisi lain Parkhida yang
belum pernah ia saksikan sebelumnya. Lelaki itu menatapnya dengan
ekspresi memprihatinkan. Xerxes menggeliat dalam dekapannya, se-
mentara matanya seperti mata bocah yang ditinggal mati ibunya se-
malam. Parkhida menangis. Dua sudut matanya melelehkan cairan
bening. Sinar matanya membentangkan sebuah luka menganga. Me-
ngerut kening Astu karenanya. Dia masih tidak bersuara. Menatap
saja ke mata Parkhida yang belum juga mengering.
“Astu,” Parkhida menegarkan suaranya, “kau tahu beberapa hari
terakhir ada beberapa perempuan di Gathas dan desa-desa tetangga
yang melahirkan bayi?”
Parkhida masih belum jelas merencanakan apa di sebalik kalimat-
nya, “Aku datang memenuhi undangan orangtua bayi-bayi itu. Eng-
kau tahu, Astu? Mereka bahagia. Ibu-ibu bayi itu tersenyum sepan-
jang waktu. Kelahiran bayi-bayi mereka adalah hadiah dari langit yang
mereka syukuri. Mereka sungguh bahagia.”
Astu tak lagi menatap Parkhida. Dia membelokkan pandangan-
nya ke sudut kamar. Parkhida meneruskan kalimatnya, “Apa yang sa-
lah denganmu, Astu? Kau tidak terlihat bahagia dengan kelahiran Xer-

http://ebook-keren.blogspot.com
266 MUHAMMAD

xes. Engkau tidak penah menimangnya, tidak pernah bersenandung
untuknya. Ada apa denganmu?”
Astu mulai menggoyang-goyangkan tubuhnya. Ke depan, ke be-
lakang. Isaknya muncul, lalu semakin berisik.
“Aku bukan suami yang engkau inginkan, aku tahu itu.” Parkhida
tidak tampak ingin buru-buru menyelesaikan kalimatnya, “Aku bersi-
kap kasar sejak awal pernikahan kita, aku tahu itu,” Parkhida menge-
cup kening Xerxes, “tapi tidakkah kau lihat aku mencoba memperbaiki
diri? Aku selalu mencintaimu, Astu.”
Tangis Astu tertahan-tahan. Wajahnya tampak kacau, Parkhida
masih meneruskan kata-katanya. “Aku tidak memaksamu untuk me-
nerimaku, Astu. Tapi setidaknya ... setidaknya engkau masih bisa
mencintai Xerxes,” suara Parkhida semakin menegas, “engkau yang
mengandungnya dengan susah payah. Melahirkannya dengan susah
payah,” setengah ragu, Parkhida menyorongkan tubuh Xerxes kepada
Astu, “engkau mencintai anakmu, Astu. Kau tahu itu. Cintailah dia,
dan jangan terlalu keras terhadap dirimu sendiri.”
Astu masih tergugu dalam isak yang menggetarkan tubuhnya.
Ketika wajahnya kembali menghadap Parkhida, tampak kacaulah ke-
san hatinya. “Aku ibu yang buruk.”
Parkhida buru-buru menggeleng. “Tidak. Engkau hanya terlalu
lama menderita. Maafkan aku.”
Astu bergeming. Tatapannya menghunjami tubuh ringkih Xerxes.
“Dia tidak akan pernah bisa mencintai ibunya.”
Menggeleng Parkhida untuk kali kedua. “Kau salah. Xerxes sangat
mencintaimu. Dia sangat membutuhkanmu. Ini ....” Parkhida menyo-
rongkan tubuh Xerxes lebih dekat ke Astu. “... Xerxes datang kepada-
mu, Astu. Dia membutuhkanmu.”
Gemetaran tubuh Astu kian menjadi. Dua lengannya terangkat
pelan. Tidak terlalu yakin. Dia belum pernah melakukan ini. Tangan
kanan menuju kepala Xerxes, tangan kiri hendak menyangga pung-
gung rapuhnya. Astu melihat begitu cara Parkhida menimang Xerxes.
Hampir terjamah tubuh Xerxes oleh dua tangan Astu sebelum perem-
puan itu menarik kedua tangannya dengan gerakan menyentak. Kepa-

http://ebook-keren.blogspot.com
AIR MATA PARKHIDA 267

lanya menggeleng cepat. “Tidak.” Isaknya menjadi-jadi. “Aku tidak
pantas menjadi ibunya.”
Parkhida urung menyerahkan Xerxes kepada Astu, ditariknya
kembali tubuh anaknya, didekatkan ke dadanya. Ke dekat jantungnya.
“Tidak perlu buru-buru, Astu. Perlahan-lahan saja. Xerxes akan sabar
menunggumu.”

http://ebook-keren.blogspot.com

39. Baju Zirah Astu

A
stu memacu langkahnya lebih cepat. Dia ingin segera
sampai di rumah, melupakan apa pun yang dikatakan
Kashva barusan. Xerxes masih terjaga dalam gendong-
annya. Tidak tidur sama sekali. Seperti seorang pengamat yang
mumpuni. Berpikir cepat, melebihi umurnya, “Ibu memarahi Pa-
man Kashva?”
Astu memandangi anaknya tanpa menghentikan jalannya.
Kepalanya menggeleng. “Tentu saja tidak, Nak.”
Xerxes tersenyum. Matanya mengerjap. “Aku sayang Pa-
man Kashva.”
Astu mengangguk. Ada yang mengintip di dua sudut ke-
lopak matanya. “Iya. Ibu tahu.“
Entah apa, tapi Astu menemukan dorongan besar untuk
semakin cepat sampai di rumah. Seolah jika sedikit saja ragu
hatinya, dia tidak akan pernah menemui suaminya. Dia akan
sangat mudah membalikkan badan dan berlari kembali menuju
Kashva. Kata-kata Xerxes barusan semakin membuat Astu ter-
lunta-lunta.
Tidak boleh berpaling. Dia kembali menayangkan memori
masa lalunya untuk menguatkan diri. Bayangan apa pun yang

http://ebook-keren.blogspot.com
BAJU ZIRAH ASTU 269

membuat sosok Parkhida layak dihormati, layak mendapat kesetiaan.
Di atas semuanya, Astu paham, kesetiaannya lebih pada komitmen,
bukan sekadar oknum suami. Parkhida, setelah hari pernikahannya
dengan Astu banyak berubah sudah. Seolah-olah, pernikahan itu me-
mang menjadi kunci baginya untuk bertransformasi.
Ketika Xerxes lahir, dan Astu dalam kelimbungan, Parkhida
mengambil alih banyak hal. Sesuatu yang membuat hati Astu serasa
meleleh. Kesabarannya luar biasa. Perlahan-lahan, selama berbulan-
bulan, bahkan hampir satu tahun, dia tak berhenti mendekatkan
Astu dengan bayinya. Setahap demi setahap. Hingga Astu perlahan
merasakan getaran itu. Getaran seorang ibu. Parkhidalah yang paling
berperan mengubah cara pandang ekstrem Astu. Dari keinginannya
untuk mengakhiri hidupnya sendiri karena Xerxes, menjadi kebulatan
tekad untuk memberikan hidupnya bagi bayi laki-lakinya itu.
Tidak ada peluang sekecil apa pun bagi Astu untuk menelikung
cinta Parkhida. Tidak ada alasan. Lelaki itu telah memberikan hidup-
nya bagi Astu. Mungkin juga matinya. Maka petang itu, sembari terus
memacu langkahnya menuju rumah, Astu menguatkan hatinya, me-
matikan peluang berpaling dari Parkhida untuk alasan apa pun.
“Astu.”
Masih berlangkah-langkah untuk sampai ke pekarangan rumah,
tetapi ketergesa-gesaan Astu telah terhenti. Parkhida tegak berdiri
dengan perlengkapan ke luar rumah, termasuk pedang yang tersan-
dang di pinggang.
“Parkhida.” Sedikit terkaget-kaget, Astu tak menyiapkan diri un-
tuk menghadapi kemungkinan ini. Xerxes berpaling cepat mencari
sumber suara yang amat dia kenal. “Ayah!”
Parkhida mendekati anak dan istrinya. Senyum melintang ketika
tangan kasarnya membelai kepala Xerxes. Cahaya petang tak terlalu
membantu untuk memastikan apa-apa yang terlihat. Namun, Parkhi-
da menangkap ada yang tidak tampak biasa pada diri istrinya. “Eng-
kau baik-baik saja, Astu?”
Astu buru-buru mengangguk. Berusaha tersenyum, kemudian.
“Kami baik-baik saja.”

http://ebook-keren.blogspot.com
270 MUHAMMAD

Pandangan Parkhida menyelidik, meski tidak sinis. Dia lalu meng-
angguk. “Cepatlah masuk. Sebentar lagi gelap. Angin malam kadang
merugikan.”
Astu tadinya ingin segera beranjak, tetapi pikiran kritisnya cepat
memunculkan pertanyaan-pertanyaan. “Engkau mau ke mana?”
“Menemui Kashva.”
Gugup nyata menunggangi kata-kata Astu, “Untuk apa?”
Parkhida tetap tenang dan santai, “Mengatakan apa yang harus
dikatakan.”
“Tidak ada yang harus dikatakan.”
“Banyak.” Parkhida tersenyum. “Paling tidak aku harus meminta
maaf.” Tangan Parkhida terjulur, membelai pipi Astu. “Sudah waktu-
nya dia tahu mengapa kita menikah.”
“Tidak mungkin,” Astu tidak sedang berusaha menutupi kegelisah-
annya, “engkau bercanda, bukan?”
Pakhida menggeleng. “Sampai kapan dia harus memendam rasa
penasarannya, Astu? Dia berhak untuk tahu.”
Kini, Astu yang menggeleng-geleng tegas. Xerxes tampak kebi-
ngungan tapi tidak bersuara. Astu tampak putus asa, “Dia akan sangat
terpukul.”
“Itu jauh lebih baik dibanding dia menebak-nebak seumur hi-
dupnya.”
“Apa manfaatnya, Parkhida?”
“Waktunya sudah semakin mendekat, Astu.” Ada yang misterius
pada senyum Parkhida. Begitu juga reaksi Astu. Mereka sedang mem-
bincangkan sesuatu yang sudah sama-sama dimengerti tetapi tidak
terlisankan. “Sudah datang kabar dari Sistan,” Parkhida tampak sangat
berhati-hati. Itu tidak cukup untuk mengendalikan keadaan secara sem-
purna. Astu tetap tampak tersentak. Matanya segera berembun. Parkhi-
da meletakkan telapak tangannya di kepala Astu. “Mashya pun sudah
bersiap-siap.” Tersenyum lagi. Astu tidak pernah melihat Parkhida ter-
senyum seagung itu. “Engkau pun harus bersiap,” tandas Parkhida.
Tanpa menunggu respons Astu, Parkhida lantas berpamitan. Tu-
buh jangkungnya bergerak menjauh. Astu mengemas emosinya, mene-

http://ebook-keren.blogspot.com
BAJU ZIRAH ASTU 271

gakkan badan, juga hatinya. Dia lalu berjalan gontai ditegar-tegarkan,
memburu pintu rumah.

e
Satu jam lebih setelah berbasa-basi. Bicara tentang cuaca di Gathas
dan kebiasaan orang-orang yang begitu khas, suasana serius segera
memeluk pembicaraan Parkhida dengan Kashva. Mashya belum da-
tang. Parkhida dan Kashva duduk berhadapan. Seguci teh Persia ada
di tengah-tengah keduanya. Dua cangkir kecil di hadapan masing-
masing orang.
“Kashva,” sebuah awal yang serius. Sedikit jaga wibawa, berhati-
hati, “Maaf.”
Kashva mendongak. Dia tidak menyukai ini. Parkhida, di kepala-
nya, mestinya tetap menjadi tokoh antagonis yang layak dibenci sam-
pai mati. Meminta maaf itu tindakan baik. Parkhida tidak boleh men-
jadi orang baik.
Kashva meraih cangkirnya. Menyeruputnya seteguk. “Untuk
apa?”
“Untuk luka-lukamu, sepuluh tahun lalu.”
Kashva menggeleng. “Bukankah orang-orangmu pula yang kemu-
dian menolongku, mengobatiku sampai pulih?”
Parkhida tersenyum masam. “Engkau tahu itu tidak cukup.”
“Tentu saja sudah cukup.”
“Ada luka lain.”
Kashva seketika ingin menyimak apa pun yang ingin dikatakan
Parkhida. Ini menarik.
“Pernikahanku dengan Astu,” Parkhida memulai kalimatnya de-
ngan mantap, “tapi itu memang harus dilangsungkan.”
“Tentu saja. Astu sangat bersemangat untuk menikahimu.”
Parkhida menggeleng. “Pada awalnya Astu sangat membenciku.”
Dan sekarang tidak? batin Kashva. Dia mulai merasa terjebak pada
waktu dan tempat yang salah. Dari ketertarikan yang sangat, terjun
bebas menjadi rasa muak dan malas mendengarkan. Apa pun penjelas-
an Parkhida, dia sudah menebak simpulannya. Ini hanya sebuah cara

Kashva. sekarang engkau hendak meluluhlan- takkan pandanganku tentang Yim? Dia orang paling setia yang pernah kukenal! Kau tidak akan pernah bisa merusak reputasinya. mengambil simpulan semacam apa. “Ini me- mang rumit. “Setelah menghan- curkan harapanku tentang Astu. termasuk mem- buat skenario untuk menyingkirkan apa pun halangan yang meng- ganggu pernikahan itu. berusaha mendengarkan. “Apa yang engkau rencanakan. “Engkau punya jawabannya?” Parkhida mengangguk.blogspot.” Parkhida menunggu sampai nada suara Kashva mereda. Dia mengge- leng. mempersilakan Parkhida berbicara. Pertanyaan itu memang mendentumi benaknya sejak lama. Mau menilai bagaimana.” Mengambil napas dengan hati- hati. seolah lelaki itu berpenyakit menular dan tengah mengancam nyawanya. “Aku tidak akan memercayaimu. Parkhida. “Biarkan aku menye- lesaikan kalimatku dulu. Setelah itu terserah kepadamu. pe- nuh kebencian. “Tentu. Mengembalikan inte- lektualitas dan etika terdidiknya seperti semula.com 272 MUHAMMAD agar dia memaklumi pernikahan Parkhida dan Astu kemudian meng- ikhlaskannya jika kini Astu sudah bisa menikmati kehidupannya ber- sama Parkhida. meski tidak pernah membuatnya bertanya. Satu kata pun dari semua kata-katamu!” “Kashva!” Parkhida tampak tak terpancing. Parkhida?” Keterkejutan Kashva berubah menjadi tawa kecil. “Apa yang kau lihat tidak seperti yang kau lihat. “Engkau sudah menemukan alasan mengapa Yim tidak menen- tangku saat menikahi Astu.” “Bertele-tele!” Kashva sampai pada titik komprominya. Posisi duduknya menjauhi Parkhida.” Kashva berusaha menenangkan emosinya. http://ebook-keren. . dan layak ditentang. Sama seka- li di luar dugaannya. “Yimlah yang merencanakan pernikahan kami. Kashva?” Seketika tergeragap Kashva oleh pertanyaan Parkhida. Dia diam.” “Tidak mungkin!” Mencolot hati Kashva seketika. Seolah ada yang terbakar dalam dadanya. Sebuah kelegaan bahwa Parkhida menempati posisi yang pas sesuai dengan imajinasinya: antagonis.” katanya kemudian.

” tak tahan juga Kashva untuk tidak berkomen- tar. Kashva? Untuk apa diskusi-dis- kusi keagamaan yang sejak engkau remaja dihidupkan Yim di Kuil Sis- tan? Untuk apa manuskrip-manuskrip dari pelosok dunia dia simpan kemudian diwariskan kepadamu? Untuk apa? Ingat! Engkau seorang ilmuwan perbintangan. ke- cuali Yim memang merencanakan sesuatu?” Kalimat panjang dan mematikan.blogspot. juga kebaikan Astu. Jika sa- ja tidak ada insiden di Bangsal Apadana. tetapi dia sudah mengendus sebuah rahasia besar yang melibatkan dirinya . Tidak ada sastrawan kesayangan Khosrou. ketika engkau mengkritik Khosrou.” Parkhida mengangguk.” “Itu sudah berlalu. Untuk kebaikanmu sendiri. Tidak ada Pe- mindai Surga. “Sekarang aku buron Khosrou. Apa kaitannya dengan teks-teks kuno itu. Ini baru pembukaan. “Jika engkau menikahi Astu sepuluh tahun lalu. Calon terhukum mati. Parkhida?” “Kau pikir untuk apa Yim menyiapkan semua kebutuhanmu un- tuk melacak ajaran murni Zardusht. Mengapa semua kata-kata lelaki itu semakin bercabang dan melantur? pikir Kashva. http://ebook-keren. seandainya ti- dak ada insiden Bangsal Apadana. Seolah apa yang ingin dia sampai- kan sanggup menghancurkan dunia. “Itulah mengapa kukatakan. mungkin semua rencana Yim akan terwujud.” “Apa pula ini? Apakah engkau sedang membacakan buatku se- buah kisah fiksi. semen- tara punggungnya mencari-cari sandaran. engkau tidak akan pernah mendapatkan posisimu saat ini.” “Apa sebenarnya sesuatu yang kau sebut ‘rencana Yim’.” Omong kosong! Kashva menggerutukkan gigi-giginya.com BAJU ZIRAH ASTU 273 “Yim punya alasan-alasan yang sangat kuat untuk tidak merestui hubunganmu dengan Astu. Kashva menatap nanar. semua rencana Yim akan terlaksana. “Yim menyiapkan masa depanmu dengan baik. “Yim adalah satu di antara se- dikit anggota kelompok pemurnian ajaran Zardusht. Kashva. Parkhida?” Parkhida diam beberapa detik.” Sekuat tenaga Kashva menekan dirinya untuk tidak menyela ka- limat Parkhida. Kashva. tapi tetap tidak bersuara.

blogspot. tetapi membawa rancangan tersendiri yang rahasia: mendatangi Biara Bashrah dan meneliti banyak manuskrip kuno di sana.. Bukan begitu.com 274 MUHAMMAD tanpa dia sadar. “Atau memang tidak pernah ada rencana apa pun. Berarti ada se- bagian rencana Yim yang ia simpan sendiri atau belum tersampaikan.” “Termasuk agar engkau memukuli aku sampai patah tulang-tu- langku?” ..” Parkhida terkesiap. Kashva.” “Terserah engkau percaya atau tidak.” Parkhida menggeleng cepat. aku tidak sedang mengada-ada. Sesuatu yang berdampak pada hati muda- mudi itu. kejadian Bangsal Apadana bukan sebuah insiden. “Bukan. Termasuk “mengirim” Astu kepadanya. “Benarkah?” Kashva mengangguk mantap. “Jika merunut keyakinanmu bahwa Yim telah merencanakan semuanya. Atau . Meski tidak pernah mencolok. Membuka begitu banyak diskusi di antara keduanya. Kepergiannya ke Suriah pun atas prakarsa Yim.” Wajah Kashva terangkat.” Parkhida tampak mulai putus asa. Semua kalimat Parkhida terkonfirmasi oleh semua kenangan Kashva selama menjalani waktu di Kuil Sistan. Sebuah skenario yang bahkan sanggup menipu Khosrou. Se- mua yang terkait denganmu dan pernikahanku dengan Astu adalah rencana Yim. http://ebook-keren. memang benar Yimlah yang menyiapkan semua- nya. “Dan engkau bagian dari kelompok itu.” Senyum Kashva seperti sebuah seringai.” “Engkau mau mengatakan bahwa kau tahu semua rencana Yim?” Parkhida merasa telah salah bicara. “Kelompok tahu semua ren- cana Yim. “Tunggu!” Kashva seolah baru saja membuat sebuah penemuan luar biasa. Ini bagian dari rencana Yim. “tapi aku jamin. Datang untuk misi kerajaan. Ini kha- yalanmu saja. Dahinya mengerut tak mengerti.” “Kelompok apa?” “Kelompok yang menginginkan pemurnian ajaran Zardusht.. “Apa yang kau sebut insiden Bangsal Apadana itu tidak akan pernah terjadi tanpa anjuran dari Yim.

Sementara itu.” “Kau masih akan berteka-teki?” “Tidak. Sepertinya. Namun. Kashva butuh beberapa jenak untuk kemudian terkesima ketika menyadari siapa yang berjalan paling depan di an- tara orang-orang itu. seseorang yang berjalan paling depan dengan gagahnya. kekisruhan menetas di depan rumah yang ditinggali Kashva. Parkhida tahu itu. Aku akan menyimakmu. “Tidak sedetail itu. Dia kemudian berdiri tepat di depan pintu. Rambutnya . keluargamu. dia ingin lebih telaten men- dengarkan “bualan” ayah Xerxes itu. “Mengapa Yim berpikir hidupku dan hidup Astu dalam bahaya jika kami menjalin hubungan?” “Pengulangan sejarah yang akan memicu kemarahan Khosrou. apa yang ingin dia katakan menyangkut sebuah rahasia besar. Kau berhak untuk tahu semuanya. “Baiklah. Seolah se- dang memilih momentum yang paling tepat. Jelas dia tidak percaya sama sekali terhadap apa pun yang dikatakan Parkhida.blogspot.” Kashva mengangkat dagu.” Kashva mendengus. Dia mengenakan pakaian tentara yang membuatnya tampak maskulin. juga langkah kakinya yang demikian berbeda. Parkhida segera sadar. Tapi bahwa aku boleh melaku- kan apa saja untuk menjauhkanmu dari Astu. Belum lagi dia memulai kalimatnya. Perhatian Kashva dan Parkhida segera berpindah ke daun pintu yang terbuka.” “Pengulangan sejarah? Apa lagi maksudmu?” “Sesuatu yang menyangkut keluarga Yim. dan Khos- rou. Dia … Astu! Kashva pangling terhadap Astu karena pakaian yang ia kena- kan. Kashva mulai tak sabar menunggu. detik yang dia tunggu tidak akan pernah datang. “Malam ini tidak ada lagi rahasia.com BAJU ZIRAH ASTU 275 Pertanyaan jebakan. Detik-detik berlarian dan Parkhida belum juga memulai kalimatnya. Parkhida segera tahu siapa yang memimpin kelompok kecil itu. Waktu itu aku mungkin terlalu berimprovisasi. Obor-obor berdatang- an.” Tatapan Parkhida meyakinkan. http://ebook-keren.” Parkhida seolah sedang menyiapkan mental untuk menempuh sebuah ujian. Yimlah yang memberiku wewenang.

Sikapnya demikian perwira dan berwibawa. Seketika Kashva merasa semakin tidak tahu apa-apa tentang Astu. Seolah Astu adalah seorang panglima yang melapor kepada jenderal atasannya. Astu begitu asing dan misterius. “Upacara sudah disiapkan?” Parkhida menjawab dengan ketenang- an yang rata dengan kesenyapan malam. “Dia dikirim ke Gathas. Terbengong-be- ngong Kashva karenanya. Kemudian dia memberi tanda kepada orang-orang di belakangnya. Pemikiran itu me- nahan Kashva untuk berkomentar apa pun. “Yim telah tiba dari Kuil Sistan. Sesuatu yang membuat Kashva merasa berada di tempat yang jauh dan tidak terlibat apa-apa yang terkait dengan segala hal di depannya. Parkhida seperti hendak bersiap. Sepeninggal Astu dan orang-orang. Dia tidak tahu apa-apa. Nyaris tidak ada emosi. Astu mengangguk. tetapi instingnya menangkap sesuatu berbeda ada di sekelilingnya. Tuan Kashva?” “Yim mengunjungi Gathas?” Tatapan mata Parkhida penuh misteri. bukan di hadapan- nya. Aku menyusul bersama Tuan Kashva. Astu pun memakai celana panjang. me- ninggalkan Parkhida dan Kashva. bukan kain menjuntai yang setiap hari ia kenakan. Baju itu hanya dipakai oleh para tentara Khosrou dalam pertempuran-pertempuran akbar.com 276 MUHAMMAD dikucir di belakang. Dia hendak menyela. dadanya ditamengi lembaran khusus berkilatan oleh cahaya obor.blogspot. Ini terkait disiplin kemiliteran. Yim menyusulku ke mari. “Engkau siap. Astu tidak sedang memberitakan kedatangan ayah kan- dungnya. http://ebook-keren.” . “Semua sudah siap. Rombongan kecil itu berbalik kanan.” suara Astu tampak tenang dan tertata. kemudian meletakkannya di samping poci. Sisi ini tidak pernah ia saksikan sebelumnya. Dia meneguk habis sisa teh di cang- kirnya. Sebilah pedang panjang menggantung di pinggang kirinya.” Astu mengangguk lagi. Bahkan dalam imajinasi sekalipun. Matanya tak bergeser seinci pun dari sosok Astu yang remang-remang. baju zirah. Kashva menangkap sebuah kesiapan pada raut wajahnya.” “Berangkatlah lebih dahulu. Justru Kashva yang terkaget-kaget.

Setengah mati rasanya. di luar perhitungannya. Setelah merasa tidak tahu apa-apa tentang segala hal di depan mata.com BAJU ZIRAH ASTU 277 Dahi Kashva mengerut. “Bukan. Astu sedang me- nyiapkan upacara lain. .blogspot. Ia menggeleng. sang Pemindai Surga merasakan dirinya menciut dengan cara yang sangat aneh. Seolah dia sedang mengukur kesiapan Kashva menerima berita darinya. mengonfirmasi kekagetan Kashva.” “Apa?” Parkhida mengangguk. Semen- tara itu. “Upacara apa yang disiapkan Astu? Pe- nyambutan kepada Yimkah?” Parkhida meyakinkan Kashva lewat tatapan matanya. Bukan upacara penyambutan.” “Yaitu?” “Upacara pemakaman Yim. http://ebook-keren. sekarang dia kehilangan kepercayaan dirinya ketika menerima kabar di luar kontrolnya.

Perempuan muda berwajah menarik hati dan kata-kata seperti gelombang lautan. Ayah berharap kami menjadi keluarga terpandang.” Boleh jadi. Dia datang hendak meminta pendapatmu tentang urusannya dan ‘Aisyah menemui perempu- an itu sebagai perantara. 627 Masehi.com 40. “Sungguh. http://ebook-keren.” kata perempuan muda itu. apakah yang engkau rasakan setelah Madinah selamat dari serangan Makkah dan sekutunya? Apa yang engkau siapkan bagi masa depan umat? Engkau semakin disibukkan oleh urus- an penduduk Madinah. “Saudaranya itu memang memiliki status sosial yang baik. Engkau belum datang ke biliknya.blogspot. sebersit pemikiran membuat ‘Aisyah seperti se- dang melihat dirinya sendiri pada diri perempuan itu. ayahku tidak melibatkanku dalam hal ini. panasnya matahari Arabia seperti tidak berefek ke- tika ‘Aisyah menatap perempuan di hadapannya dengan empati yang menembus. W ahai Panglima Cemerlang.” Kepalanya menggeleng. Kerema- . Apakah keluargamu telah engkau siap- kan untuk kepentingan itu? Siang ini. sehingga dengan menikahkanku kepadanya. “Sementara aku sungguh tidak menaruh hati ke- pada laki-laki itu. Tentang Perempuan Madinah. usai Perang Parit.

Jika seorang laki-laki mati dan meninggalkan istri. tidaklah perempuan itu akan menumpahkan beban pikirannya. berbicara kepadanya. kritik. tanpa peduli apa pendapat orang. saudara laki- lakinya. bahkan dampak buruk yang dipicu oleh tradisi di sekitar- mu. Sedangkan engkau sungguh tak sama dengan kebanyakan laki-laki dalam kaummu.” Perempuan itu mengangguk takzim. .com TENTANG PEREMPUAN 279 jaannya. keberaniannya berbicara. Ketika di dalam rumah atau di hadapan khalayak. http://ebook-keren. perempuan tidak memiliki posisi tawar apa pun. “Tunggulah barang beberapa saat lagi. Rasul- ullah akan datang dan memutuskan perkaramu. Engkau bahkan menolak undangan makan seorang tetangga Per- siamu karena dia tidak membolehkan ‘Aisyah ikut serta denganmu. Orang- orang Arab tidak biasa memperlakukan perempuan semulia itu. maka mereka boleh menjual perem- puan malang itu dan merampas mas kawinnya. Jika ahli waris si lelaki yang mati tak ber- minat untuk menikahi jandanya. Engkau adalah pemimpin Madinah. Ahli waris laki-laki yang mati itu boleh menikahinya tanpa mas kawin. “Saudariku. Apa yang sedang ia jelang pun menjadi sebuah konfirmasi terhadap kebenaran kabar mengenai penghargaanmu terhadap kaum perempuan yang konon begitu mela- wan arus peradaban. Baik orang Makkah maupun Madinah sungguh terkejut karenanya. Boleh bapaknya. Di tanah Arab. Per- cuma saja. bahkan anaknya. engkau serta-merta berdiri menyambutnya. maka nasibnya akan lebih buruk dibanding apa pun. memercaya- inya. kini. Menyerahkan persoalan yang menggejolakkan dadanya kepada engkau adalah sebuah langkah ter- baik yang mampu menenangkan batinnya. dan putrimu menghampirimu. Apakah putusanmu pun akan memberi sedikit penghibur bagi nasib perempuan yang selama berabad-abad tidak dianggap manusia? Jika tidak kepada engkau. Engkau biasa mencium putrimu. Engkau wujudkan penghormatan dan kelembutan kepadanya. tenangkan hatimu. sungguh layak mengingatkan pu- tri Abu Bakar itu terhadap dirinya sendiri.” ‘Aisyah merengkuh perempuan itu dengan kata-kata lembut dan penuh pengharapan.blogspot. membiarkan dia duduk di sisimu.

dan tidak sia-sia. Ekspresinya seperti seseorang yang dilimpahi hadiah emas segunung. Diam dan menduga-duga. apakah suaranya akan didengar.blogspot. Nusaibah merasakan matahari baru saja terbit di dadanya. wahai Ummu Mani’?” Kedua perempuan itu bertemu di depan pintu rumah Ummu Mani’. penekanan . perempuan dari Khazraj yang juga akan disertakan da- lam perjalanan umrah kali ini. putusan yang tidak klasik darimu. Nusaibah sungguh tak sabar untuk menularkan matahari di dadanya. membeli beberapa keperluan di Pasar Madinah. Setelah kisah keperwiraannya di Perang Uhud begitu masyhur diceritakan orang ulang-berulang.” Nusaibah tampak demikian bersemangat. wahai Nusaibah?” Ummu Mani’ menu- tup rapat pintu rumahnya. Alangkah kebahagiaan ini tak terukur. http://ebook-keren. Mendatangi Ka‘bah dan ikut dalam arus besar berjalan me- mutar tujuh kali yang masyhur sejak ribuan tahun lalu. Kata-kata ‘Aisyah barusan cukup untuk menerbit- kan pengharapan di dadanya. Wahai yang tegar hatinya. “Rasulullah mendapatkan petunjuk lewat mimpi beliau. Dia tidak menyangka Nusaibah akan men- datanginya lepas siang itu. Dia baru saja berencana hendak ke luar rumah. apakah benar engkau akan memutuskan se- suatu yang berbeda? e Pinggiran Madinah. Dia ingin mencari tahu. perempuan yang mendatangi ‘Aisyah itu berharap ada sebuah pandangan yang orisinal. Perempuan bermata menyala itu tergopoh-gopoh mendatangi Ummu Mani’. dianggap bertenaga. Dia memutuskan untuk menunggumu. “Sudahkah sampai kepadamu kabar itu. tahukah dirimu apa yang engkau umumkan begitu mengombak di dada penduduk Madinah? Banyak keajaiban di Madinah. “Apa yang aku lewatkan.com 280 MUHAMMAD Kini. Engkau mengizinkannya untuk ikut serta berziarah ke Makkah. Ramadhan ini dia kembali mendapat hadiah dari “Langit”. Matanya berbinar-binar. pada saat yang hampir bersamaan.

Madinah menemukan titik idealnya. aku dan engkau akan ikut serta dalam perjalanan kali ini. sedangkan di antara suku Khazraj.blogspot. Tujuh puluh unta telah dibeli untuk nanti dikurbankan di tanah suci. Matanya mendanau tiba-tiba. Rasulullah mengajak para sahabat untuk berziarah ke Makkah. tunduk terhadap kepemimpinanmu. Bulan Mei pada tahun yang sama. melindungi sekutu termasuk prinsip dasar kehidupan kolo- ni mereka. Hari-hari terakhir.” Matahari itu benar-benar menular ke wajah Ummu Mani’. Kunci Ka‘bah ada dalam genggaman beliau. . Kedua perempuan itu terjepit dalam perasaan yang tak terbilang. dunia seperti baru kali pertama diciptakan: damai dan suci. reputasi kota oase itu semakin mengilap di seantero Arabia. Namamu pun kian masyhur.” Ini benar-benar kabar yang dinanti-nanti. hukuman tak terampunkan jatuh kepada Yahudi Quraizhah. Setelah berha- sil mengusir penyerang dari Makkah. Semakin banyak orang yang percaya akan kenabianmu. Hukuman itu diputuskan oleh Sa‘d bin Mu‘adz. http://ebook-keren. Sebuah hu- kuman yang menggetarkan banyak orang sekaligus mengukuhkan wibawamu di mata musuh-musuhmu.com TENTANG PEREMPUAN 281 kata-katanya optimal. “Beliau bermimpi memasuki Ka‘bah dengan ke- pala tercukur. Seolah tak tercukupi kata- kata yang mereka mampu katakan untuk mewakili perasaan yang menggebu. “Benar- kah? Lalu apa yang disabdakan Rasulullah setelahnya?” “Pagi tadi. “Rasulullah meminta kita untuk segera melakukan persiapan. pemimpin suku Aus yang sejak lama menjadi sekutu Yahudi Bani Quraizhah. agar bisa berangkat secepat mungkin. Seolah tidak pernah ada kabar gembira semacam ini sebelumnya. Ummu Mani’ buru-buru menghamburi Nusaibah dengan pelukan haru.” Ummu Mani’ menutup mulutnya dengan dua tangan. Maka apa yang diputuskan Sa‘d sungguh menantang tradisi. Populari- tasmu meninggi karena mampu mengempaskan kekuatan sekutu ter- besar yang pernah terbentuk di Jazirah Arab. Madinah terus-menerus memberikan kebahagiaan. Ummu Salamah terpilih mendampingi beliau di antara para istri. Engkau tahu di tanah Arab. pengkhianat Madinah.

Nama yang tepat. apa pun yang akan dia putuskan sungguh akan menentukan bagaimana sikap orang-orang sesuku terhadapnya. Jika dianggap apa yang ia putuskan itu menya- kiti orang-orang Quraizhah. “Apakah akan memuaskan kalian. orang yang tepat: Sa‘d. wahai Kaum Aus. Tidak ada yang meno- lak. tetapi memang kom- peten dalam hal ini. http://ebook-keren. Sa‘d bukan hanya pemimpin teladan.com 282 MUHAMMAD Sekeji apa pun pengkhianatan Quraizhah. Dia bergaul lama dengan orang-orang Yahudi dan memahami hukum-hukum Taurat sefasih pemahamannya terhadap hukum-hukum Islam. Para wakil Suku Aus itu mengangguk setuju. “Ra- sulullah menunjukmu untuk memberikan putusan tentang mereka.” kata orang-orang Aus ketika mereka menjemput Sa‘d ke Madinah.” Tidak satu persen pun keraguan di kepala Sa‘d. Suku Aus mengirim perwakilannya untuk melobi engkau. pasukanmu mengepung benteng Bani Quraizhah selama 25 malam. Bukankah engkau menunjuk Sa‘d agar memutuskan nasib orang- orang Quraizhah untuk menghormati pendapat suku Aus? Usai Perang Parit. su- paya hukuman berat tidak jatuh pada orang-orang Yahudi Quraizhah. mereka adalah sekutu Aus. Muncullah nama Sa‘d kemudian. Bagi seorang Arab dan hidup pada zaman . Perang yang selain dinyalakan oleh kebencian para Yahudi Bani Nadhir yang dulu diusir dari Madinah. Sa‘d harus memutuskan perkara itu dengan keteguhan hatinya untuk berkata tegas dan adil. “Lakukan yang terbaik untuk sekutumu. jika seorang dari kalian sendiri memberikan putusan mengenai orang-orang Ya- hudi Quraizhah?” tanyamu kala itu. Perkara ini harus diputuskan dengan hukum yang direkomendasikan oleh agama orang-orang Yahudi sebagai se- buah wujud keadilan. Orang-orang Aus kemu- dian menjemput Sa‘d yang terluka serius akibat Perang Parit. Sebisa mungkin harus dilindungi untuk menjaga wibawa suku Aus tak terhapus. su- paya engkau memperlakukan orang-orang Yahudi itu dengan baik. Kini. para lelaki dan perempuan suku Aus akan mengutuknya sampai mati. juga diperparah oleh pengkhianatan Yahudi Bani Quraizhah. Orang-orang merespons penuh antusias.blogspot.

” katamu diikuti segera oleh orang-orang di perkemahan. Sebuah putusan harus segera dijatuhkan. Rasulullah telah menunjukmu untuk memutuskan perkara sekutu sukumu itu. sedangkan yang lain terlebih dahulu saling toleh sebelum menyepakati apa yang di- katakan Sa‘d. kami berjanji. engkau mengagumi Sa‘d.” Orang-orang Aus menaikkan Sa‘d yang terluka ke atas kuda.” Kali ini jawabanmu yang paling mencolok. engkau menyambut laki-laki berpengaruh di suku Aus itu dengan penghormatan yang layak. Tidak ada waktu untuk berbasa-basi. usai perjalanan kuda yang berat untuk seseorang yang terluka semacam Sa‘d. Orang-orang betul- betul menunggu saat itu. sejelek apa pun perangai sekutunya itu. memperlakukan sekutu dengan buruk adalah per- buatan rendah. meski itu tidak menguntungkan umat sekali pun. Sa‘d mengangkat kukuh wajahnya. Sejak lama. Membayang adegan tangan Sa‘d yang melepuh demi menghidupi anak-istrinya. . Sa‘d menoleh.com TENTANG PEREMPUAN 283 ini dia akan paham. “Ya. Kini tangan-tangan itu gemetaran menahan luka sebadan dan beban putusan untuk para Yahudi Bani Quraizhah. menun- tunnya ke perkemahan pasukanmu yang mengepung Benteng Quraizhah.blogspot. menatap orang-orang tanpa keraguan. Itu bentuk penghormatan- nya terhadapmu: laki-laki yang ia yakini sebagai nabi.” kata salah seorang yang berdiri paling dekat dengan Sa‘d. “Apakah kalian berjanji demi Allah dan berbuat demi Dia bahwa keputusanku akan menjadi keputusan atas orang- orang Yahudi Bani Quraizhah?” Orang-orang sebagian mengangguk tanpa ragu.” Sa‘d mengangguk. “Berdirilah untuk menghor- mati tuan kalian semua. Tanda setuju ter- hadap apa pun putusan yang menggelontor dari bibir Sa‘d. “Apakah putusan ini mengikat siapa saja yang berada di sini?” tambahnya sembari seki- las menatapmu tanpa menyebut namamu. “Sa‘d. agar apa yang dia katakan memang dibenarkan oleh mereka. “Waktunya telah tiba bagi Sa‘d untuk tidak mengindahkan kutukan dari para pengutuk. http://ebook-keren. Sampai di perkemahan. “Ya. menatap sebanyak-banyaknya wajah.

aku akan memutuskan. meski sejengkal. Suku-suku Arab menandai peristiwa itu sebagai tonggak ketegasanmu menegakkan hukum yang disepakati. Melempar peluru kepada kawan pada saat seharusnya dia bahu-membahu menahan serbuan lawan. Jika engkau “hanya” menyetujui sanksi pengusiran se- perti dua kelompok Yahudi sebelumnya. kemungkinan besar mereka akan mengumpulkan kekuatan di Khaibar lalu menyerang Madinah dengan kekuatan lebih besar. para wanita dan anak-anak dari kaum mereka menjadi tawanan.” Sa‘d menarik napas untuk meyakinkan dirinya sendiri. terhadap kemungkinan balas dendam dari kelompok Yahu- . Apa yang engkau setujui dengan menghukum Bani Quraizhah dimaklumi oleh siapa pun yang terikat dalam perjanjian mereka sebe- lumnya. Meski sebagian dari orang-orang itu telah me- nyangka Sa‘d tidak akan mengindahkan reaksi Kaum Aus kepada diri- nya. kecuali seorang perempuan Yahudi yang dihukum mati karena melem- par peluru batu kepada pasukan Muslim selama masa pengepungan oleh pasukan Makkah dan sekutunya. Tidak ada satu orang pun yang terkejut dengan vonis mati itu. Ratusan laki-laki Yahudi yang menelikung per- janjian Madinah dihukum penggal. Hukuman mati untuk seluruh laki- laki Yahudi Bani Quraizhah adalah konsekuensi yang sudah tertebak. harta benda mereka dibagi kepada yang berhak. Maka terjadilah. sesuatu yang ia yakini sebagai kebenaran dan keadilan.com 284 MUHAMMAD “Baiklah. tetap saja ini mengejutkan. tetapi tetap saja membuat tenggorokan terasa tersedak. Madinah tak akan seberuntung ketika hujan badai menyelesaikan permasalahan umat pada Perang Parit. harus sesuai kata hati. Lain waktu. “Orang- orang itu harus dihukum mati.blogspot. Hukuman sete- gas baja itu mengirimkan pesan penuh kekuasaan bagi kaum Yahudi di Khaibar. Semua terhukum adalah laki-laki. Pengkhianatan Quraizhah nyaris membuat Madinah terhapus dari sejarah. Tidak takut. Orang-orang Yahudi Quraizhah pun menerima hukuman itu sebagai konsekuensi tanpa protes sedikit pun. Perempuan itu menggunting dalam lipatan.” Hening seketika. http://ebook-keren. Tidak boleh meleset.

Kepemimpinanmu mewujud bukan berdasarkan kesukuan kuno seperti yang dikenal masyarakat suku di Arab pada waktu itu. Ini sudah menjadi ke- giatan sehari-hari. beberapa kelom- pok kecil Yahudi hidup nyaman di Madinah tanpa gelombang balas dendam.” Engkau menatap ‘Aisyah sembari memberikan senyum terbaik- mu. Kompilasi antara pekerjaan dunia dan aktivitas yang diarahkan sebagai persiapan kehidupan setelah mati. Engkau tetap menerima penduduk Madinah untuk menjawab berba- gai pertanyaan atau memutuskan sebuah permasalahan. Tampaknya memang bukan kejutan bagimu. ya. ‘Aisyah memberitahumu ada seorang perempuan Madinah yang ingin bertanya mengenai urusannya kepadamu. “Dia telah menunggumu beberapa lama. Engkau segera mendapati tamu yang menyodor- .blogspot. selesai mengimami shalat. setelah Perang Parit. http://ebook-keren. Setelah penghukuman itu. tidak ada satu pun dari istri-istrimu yang sanggup mengambil alih posisinya. Hukuman itu menjadi capaian kekuasaan luar biasa dirimu untuk merengkuh posisi pemimpin kelompok paling berpengaruh di Arab. engkau hendak mengunjungi bilik ‘Aisyah. Tidak berhenti di situ. Dalam hal ini. ‘Aisyah adalah terminal penge- tahuan? Ia merekam langsung dari sumber ilmu lalu mengaplikasikan- nya dalam keseharian. Ini jelas sebuah temuan besar. Madinah benar-benar berada pada fase yang menenangkan. ‘Aisyah juga selalu siap berbagi dengan umat. Kenyataannya. Rasulullah.” ‘Aisyah mendampingimu menemui tamu itu. Engkau tetap menjadi imam setelah meletakkan pedang usai Perang Parit. Hari itu. engkau membuktikan objektivitasmu dengan tidak menghantam rata semua Yahudi dengan perlakuan sama. setelah peristiwa hukuman mati para Yahudi Bani Qurai- zhah. Bukankah di antara istri-istrimu.com TENTANG PEREMPUAN 285 di lainnya. segala aktivitas yang dipusatkan di masjid kaum Muslimin. ketika istri beliamu itu menyambut engkau di pintu. “Seorang Muslimah datang untuk meminta keadilan terhadapmu. Siang itu. Ke- hidupan berjalan begitu ideal. menyampaikan apa yang engkau sampaikan kepadanya.

kata per kata. http://ebook-keren. atau setidaknya membiarkan mereka hidup dengan segala caci maki. Se- orang laki-laki yang gaya berjalannya saja mendatangkan keseganan orang-orang. Engkau menyimak pengulangan kisah itu dengan saksama. Laki-laki di depannya. Alangkah yang ia dengar dari orang-orang memang benar. engkau menciumi bayi perempuanmu. sungguh berpandangan demikian berbeda dari orang Arab kebanyakan. “Tidaklah seorang janda dinikah- kan sampai dia dimintai persetujuannya dan tidak pula seorang gadis dinikahkan sampai dia dimintai persetujuannya. engkau kemudian meminta seorang utusan untuk menjemput ayah perempuan itu. ti- dak ada yang terlewatkan. putri pertamamu. me- nimang dengan tanganmu. dirimu. menemani sang pengantin. Tidak boleh perempuan dinikahkan tanpa dimintai persetujuan- nya. ‘Aisyah yang berada di sampingnya. Utusan yang baru saja meninggalkan- mu itu tentu menyertakan sebuah tugas dalam ketergesa-gesaannya. engkau kemudian berkata. Setelah sedikit berbicara kepada ‘Aisyah. Pada saat para ayah di Makkah memilih mengubur hidup-hidup bayi-bayi perempuannya.blogspot. puluhan tahun silam bukan kabar kosong. Tentu dia paham.” Terbit sebentuk keceriaan dalam dada perempuan itu seketika. tidak menjeda. dan menyembelih hewan sebagai tanda kesyukuran. seseorang tengah mencarimu. Pada saat nyaris bersamaan. Setelah mengatakan itu. tampak berlega hati. Pancaran matanya menukik. menggetarkan. Setelah curhat itu selesai dikatakan dan teresap oleh indra dan hatimu. Laki-laki itu membawa keseriusan di wajahnya. Dia ‘Umar bin Khaththab. . Tubuhnya menjulang dan menjanjikan sebuah kekuatan yang sulit dicarikan tandingan. Kisah masyhur tentang kegembiraan me- nyambut kelahiran Zainab.com 286 MUHAMMAD kan permasalahannya dan meminta sebuah putusan itu: perempuan yang dinikahkan oleh ayahnya tanpa persetujuan dirinya. engkau lalu duduk di tempatmu biasa duduk mendengarkan permasalahan umat. Alangkah melawan arus. rupanya. engkau tidak sedang memiliki jeda waktu yang lapang dari segala urusan.

‘Umar tak akan menentang. engkau membalikkan keadaan begitu rupa. Kesuksesanmu mempertahankan Madinah dari serbuan pasukan Makkah dan sekutunya merupakan kejayaan yang meledak di langit Arab. bukan berperang. Mereka tidak akan peduli meski ini bulan suci. Jika engkau telah memutuskan. Eng- kau lantas tersenyum sembari mengarahkan penuh pandanganmu kepada ‘Umar. engkau datang ke Madinah sebagai seorang imigran miskin yang dikejar-kejar orang Makkah demi ke- matianmu.blogspot. Rombongan haji kecil dari Madinah ini tidak akan bersiap dengan senjata lengkap. bawalah sebilah pedang peralatan lain cukup untuk berburu. bukan berperang. ‘Umar sudah bertahun-tahun mendampingimu dan paham. Tampak dari sikap dan kata-katanya yang penuh hati-hati. Lima tahun sebelumnya.” Tidak ada pembicaraan lagi. ‘Umar paham itu. Dia mendekat. Kejaya- an Makkah telah melempem di hadapanmu. sedangkan kita tidak dalam keadaan siap.com TENTANG PEREMPUAN 287 Tidak ada hal yang tidak penting di dalam umat. “Quraisy bukan tidak mungkin mengambil ke- sempatan untuk menyerang kita. Harga diri dan posisi politis para pembencimu telah ambruk dan tampak mustahil . sesuatu yang di mata orang lain tampak sepele.” ‘Umar ber- usaha menemukan irama kalimatnya. Setiap yang ikut berziarah tahun ini.” Engkau memastikan ‘Umar telah menyelesaikan kalimatnya. Konspirasi orang-orang Makkah nyata-nyata gagal total menyingkirkanmu. “Mengenai rencana keberangkatan kita ke Makkah. Engkau terbiasa membiarkan lawan bicaramu menyelesaikan kali- matnya sampai tandas. “tidakkah sebaiknya kita mem- bawa persenjataan lengkap?” ‘Umar menunggu reaksimu. engkau memperlakukannya dengan istime- wa. http://ebook-keren. Kini. “Aku tidak akan membawa senjata. Aku datang hanya untuk melaksanakan umrah. Ekspresinya membawa sebuah argumentasi. Mereka datang untuk berhaji. namun dia tidak bisa menahan keinginannya untuk menyela kesibukanmu. ‘Umar mengerti. Kadang sesuatu yang besar ditarik dari kejadian “kecil”. itu adalah ketuk palu seorang pemimpin tertinggi. Belum ada. Se- hebat apa pun keraguannya.

prestise itu yang menjadi dasar kekuatan dan alasan hidup mereka. Mengangguk-angguk lagi. melihat be- tapa ekspresifnya matamu saat berbicara. ayah perempuan yang sebelumnya mengadukan na- sibnya datang. Bertekuk lutut di hadapan kekuatan moral dan politik Islam. Tak berapa lama. Lelaki itu kemudian mengangkat wajahnya dengan tergagap. Engkau tetap menyimpan semangat rekonsiliasi yang menggebu. pertanyaannya. Dirimu ingin merangkul Quraisy ke pihakmu. wahai Rasulullah.com 288 MUHAMMAD untuk dibangun kembali. saya melakukannya .. Di sana. ‘Umar telah merasa cukup dengan urusannya.” dia melirik perempuan di samping ‘Aisyah. Engkau pun kemudian mempersilakan dirinya untuk masuk ke ruangan tempat anak lelaki itu menunggu. Mendengarkan saja. Sesekali mengangkat wajahnya. Sistem kesukuan kuno.” kata laki-laki itu setelah engkau memintanya untuk menanggapi apa yang diadukan anaknya. Fase jihad berpedang melawan Makkah su- dah rampung. bukan melumat mereka dengan kekuatan militer. “Benar apa yang dia katakan. Padahal. Tentu ada sebuah cara yang cantik untuk melumpuhkan kekuatan Makkah tanpa lagi melibatkan pedang dan darah.” Engkau tidak menyela. ‘Aisyah dan anak perempuan lelaki itu sudah menanti se- jak tadi. lelaki itu mengangguk- angguk tanpa mendebat. “. http://ebook-keren. Engkau sendiri membuktikan dirimu bukan manusia penghan- cur. “Tapi. kapitalisme agresif milik Qura- isy sudah kedaluwarsa. Kesatuan Arab sudah bukan sebuah kemustahilan lagi. Masing-masing memilih tempat duduk yang paling nyaman. “Saya memang tidak meminta pertimbangan anak perem- puan saya ini. ketika menikahkan dirinya dengan saudara saya.blogspot. Engkau lantas mengulang apa yang dia dengar dari perempuan yang mengadukan pernikahannya itu. Sepanjang mendengarkan kata-katamu.. Dia lalu pamit kepadamu untuk menyelesaikan hal-hal lain hari itu. Suku-suku itu mulai me- ninggalkan persekutuan mereka dengan Quraisy di Makkah dan berbon- dong-bondong mendatangimu untuk menyatakan persekutuan baru. Kemenang- an di Perang Parit dan ketegasanmu terhadap para Yahudi pengkhianat Madinah telah mengesankan suku-suku Baduwi.

Engkau menyatakan.com TENTANG PEREMPUAN 289 untuk kebahagiaan anak saya ini. “Semoga keberkatan terlimpah atas wani- ta-wanita Anshar. Tata kesopanannya tidak menghalangi mereka un- tuk mencari pengetahuan. tak bersuara. Perempuan yang memprotes pernikahannya itu merasa sekaranglah gilirannya bicara. Sementara engkau mengangguk.” suara bening itu.” Tidak ada suara. Laki-laki itu segera merasa dadanya tertimpa benda yang nyaris tak sanggup dia tanggung. “Sesungguh- nya. “Tidaklah seorang janda dinikahkan sampai dia dimintai persetujuan- nya dan tidak pula seorang gadis dinikahkan sampai dia dimintai per- setujuannya. memenangkan perempuan itu. Kata-kata yang kemudian engkau sampaikan. Senyumnya mengembang. Bagaimana nasib pernikahan anakku? Batalkah? Bagaimana pula hubunganku dengan saudaraku.” bisik ‘Aisyah. “akan tetapi. aku telah merelakan apa yang diputuskan ayahku kepada diriku.” ‘Aisyah memandang perempuan di sampingnya dengan kagum. Menikahi saudara saya akan mem- buatnya hidup aman dan tenteram. Tinggal engkau yang segera mengetahui putusanmu sedang dinanti. suami anakku ini? “Ya. Apakah yang engkau rasakan kini? Adakah terasa desiran mulia dalam dadamu setiap permasalahan umat dibawa ke hadapanmu dan berhasil engkau pecahkan? Bukankah apa yang engkau katakan membuat setiap orang pulang dengan dada lapang? Engkau menatap laki-laki di depanmu sementara tamumu itu belum juga mampu menegakkan wajahnya. Rasulullah.” Selesai satu permasalahan. perempuan itu berhak akan hi- dupnya sendiri. Laki-laki itu sudah menyelesaikan kalimatnya. http://ebook-keren. aku ingin memberitahukan kepada perempuan-perempuan lain tentang sesuatu yang penting dalam masalah ini. Berhak untuk ditanyai pendapat ketika ayahnya me- rencanakan sesuatu terhadap hidupnya.” menatap ayahnya dengan sinyal kasih sayang. ‘Aisyah begitu juga. Putusanmu ini berkonsekuensi demikian luas.blogspot. Apakah yang engkau . Perempuan muda yang menjadi inti pembahasan menundukkan ke- pala. wajahmu sempurna terangkat.

wahai Abu Sufyan. Kami akan melengkapimu dengan dua ratus pasukan berkuda untuk menghadang Muhammad di luar Makkah.blogspot. “Itu tidak boleh terjadi selama masih ada satu saja mata di antara kita yang bersinar hidup di Makkah. Abu Sufyan memimpin pertemuan itu dengan nyala api di matanya.” Abu Sufyan menatapi orang-orang.” “Khalid. “Muhammad telah memosisikan kita ke dalam dilema yang tidak pernah terjadi sepanjang hayat.” Abu Sufyan terdengar serius dengan kalimat yang hendak dia katakan.” “Lebih buruk lagi. berita ini akan segera menyebar ke seluruh Jazirah Arab. kita akan disebut sebagai pelanggar hukum terbesar yang tidak pernah ada sejak awal sejarah Ka‘bah.” kata Abu Sufyan. kabar rencana keberangkatan rombongan haji kecil dari Madinah sudah sampai ke Makkah? Setidaknya. Semua orang akan membincangkan kondisi itu sebagai simbol kemenangan Muhammad. “Jika kita mengha- langi orang-orang Madinah itu berziarah ke Ka‘bah. sebagai penjaga tanah suci. Setelah kekalah- . janggutnya ikut terangkat.com 290 MUHAMMAD pikirkan? Apakah engkau mulai mengembalikan energi berpikir un- tuk rencana besarmu memimpin ribuan jamaah untuk berziarah ke Makkah? Tahukah engkau. Kepercayaan baru yang dibawa Muhammad itu akan menyebar seperti wabah.” Khalid bin Al-Walid memo- tong.” “Demi Tuhan.” Semua orang dalam pertemuan itu tampak puas dengan putusan Abu Sufyan. http://ebook-keren. Para tokoh Quraisy Makkah segera berkumpul dalam se- buah majelis yang serius di sebuah rumah tak jauh dari kompleks Ka‘bah. Khalid sendiri mengangguk tanpa ragu. “tidak ada orang lain yang bisa mengemban kepercayaan ini selain engkau. itu tidak akan pernah tejadi!” ‘Ikrimah melonjak- kan suaranya. “umrahnya Muhammad dan orang-orang Madinah itu akan me- ngukuhkan klaim mereka sebagai agama penerus kepercayaan Ibra- him.” Kepalanya menegak. “Jika kita biarkan Muhammad dan orang-orang Madinah itu memasuki Makkah dengan aman. jaringan in- tel mereka masih cukup tajam menyuplai informasi-informasi penting semacam ini. ”Sebaiknya engkau segera menyiapkan diri.

com TENTANG PEREMPUAN 291 an di Perang Parit yang memalukan. Bahkan. Tugasnya menghadang rombonganmu terasa akan jauh lebih mudah. jika kemudian harus berlang- sung pertempuran berdarah sekalipun.blogspot. . http://ebook-keren. apa lagi yang sanggup ia laku- kan selain balas dendam? Sampainya kabar bahwa engkau dan ribuan rombonganmu meninggalkan Madinah tanpa perlengkapan perang menjadi hiburan bagi Khalid.

Bahasa tubuh mereka perwira. tubuh kakunya telah dimandikan. Sekujur usia Yim dihabiskan untuk mengabdi kepada Khosrou. Parkhida berdiri seolah tanpa gerakan sedikit pun. Yim yang menyembunyikan rencana-ren- cana. Yim yang berakhir nestapa. Astu mengimbangi- nya dengan baik. Keduanya memakai perlengkapan tem- pur lengkap.blogspot. Tak terlacak setiap jejak pengabdiannya yang total dan tak berpam- rih. Dia seo- lah menjadi seseorang yang baru sepenuhnya. dibaluri dengan harum- haruman. Sisi femininnya seperti ludes oleh ketabahan bahasa tubuhnya. Mengenakan baju zirah. Tidak tampak kesedihan yang terlalu. http://ebook-keren. Yim yang patuh. Yim yang setia. sementara akhir hidupnya demikian tak bernilai. Yim yang menyimpan banyak rahasia. semua berkumpul di kuil desa. Tidak ada Xerxes di gendongannya. Malam sebelumnya. Pagi itu. pedang tak terlepas sede- tik pun. Dikirim oleh utusan Khosrou tanpa pengawalan seorang pun tentara kerajaan. Pagi itu. jasad Yim tiba dari Kuil Sistan. kedukaan yang mengatmosfer. Meninggalkan Gathas Gathas.com 41. Parkhida berdiri takzim didampingi Astu. Y im yang baik. . Semua terjaga sebagaimana seharusnya.

“Mashya.” Kashva seperti baru saja melakukan sebuah penemuan besar. membawa serta sanak sauda- ranya. Kecuali ketika keduanya berlatih gulat. Yim meninggal tak lama setelah aku meninggalkan kuil?” Mashya tidak mengangguk tidak pula menoleh ke Kashva. dia tentu akan meneruskan sedu sedannya ketika menyaksikan jasad Yim mulai ditaburi dengan mantra-mantra para pendeta. dan sesaji di berbagai tem- pat untuk membekali kepergian Yim. “Katamu tadi. Seolah masih belum sanggup memercayai reali- tas bahwa Yim sudah mati. Bukan hanya karena tiba-tiba Mashya mengajaknya berbicara. tetapi juga tampak menghindari Kashva. Dari wajah-wajah yang hadir di upacara pemakaman itu. Pagi itu. Memori 10 tahun terakhir sudah mengha- jarnya sepanjang malam sebelumnya. Aroma dupa yang sedih. Sekali seumur hidup. Dirinya pun sudah pasti merasa kehilangan. Rasanya apa yang tercetak di wajah lelaki raksasa itu le- bih syahdu dibanding seharusnya. Semua berkumpul. tetapi juga oleh ekspresi Mashya yang tidak biasa. “Yim orang yang sangat setia. jika saja dia tidak melihat datarnya ekspresi wajah Astu. Kashva segera merasakan ada yang retak di . kepala suku di tempat itu.” Kashva tampak terperangkap lagi pada keterkejutannya. Kashva memahami. semua orang merasa kehilangan. Ini bukan sekadar persoalan Yim adalah bapak mertua Parkhida. dia seseng- gukan di pojok rumah dan merasa tidak ada lagi ekspresi yang pantas ia komunikasikan untuk menggambarkan sebuah rasa kehilangan.” Kashva menoleh lalu keheranan. Kashva merasakan kejutan kecil karena tak menyangka Yim begi- ni dihormati penduduk Gathas. lilin meliuk sepanjang malam. Kenyataan bahwa Mashya “hanya” seorang pengawal dan pemandu jalan yang dibayar Yim. Penduduk Gathas tidak seorang pun yang tidak hadir. Dia mendekatkan kepalanya ke telinga Mashya. Setidak- nya dia tidak menggeleng. “Yim meninggal tak berapa lama setelah engkau meninggalkan Kuil Sistan. http://ebook-keren. membuat ekspresi di wajahnya sungguh tampak istimewa.blogspot.com MENINGGALKAN GATHAS 293 Kashva memperhatikan Astu sementara dirinya berdiri di samping Mashya yang beberapa hari terakhir bukan hanya meneruskan kebiasa- annya untuk sedikit bicara.

Orang-orang di belakangnya tampak khusyuk menikmati setiap langkah mereka masing-masing. “Bukan- kah mereka tinggal di sekitar Gathas juga?” Mashya tak menjawab. Dia tahu Khosrou pastilah sedang marah besar. Terpam- pang lagi menit-menit ketika dia menunggu kedatangan Mashya di makam kuno Raja Cyrus. http://ebook-keren. sedang- kan ruhnya melakukan perjalanan sendiri menemui Tuhan. Dia me- mang tidak sedang menunggu jawaban. Jasad Yim akan dile- takkan di sana. Jelas jasad Yim tidak disentuh oleh fasilitas itu. Menggeretak gigi-gigi Kashva kemudian. Jasad mati itu akan dinaikkan ke atas dakhma. Dia ingin meredam kedukaan. Tidak ada yang kebetulan. mengantar jasad Yim sampai ke kaki gunung.” Mengambang lagi percik bening di kedua mata Kashva. “mereka mengendus kematian Yim. Khosrou sedang mengirim sebuah pesan ke- pada warga Gathas: kemurkaan. Sebuah tempat peristi- rahatan terakhir yang dibangun di atas gunung. menara kesunyian. Selain tak menyertakan pengawal resmi. jasad Yim dimasukkan ke dalamnya. Seumur itu pula jasad Yim kehilangan jiwanya. tidak menoleh. Tidak semua.com 294 MUHAMMAD dadanya. Dia mengusir gagak-gagak yang seolah ingin menjemput kematiannya. Kondisinya su- dah mulai rusak ketika sampai di Gathas. jasad Yim jelas disengaja tak dibalsem dengan baik. Kebanyakan laki-laki seperti me- . Padahal beberapa tahun terakhir. Parkhida dan Astu berada di barisan paling depan. Kashva menyadari itu. jasad Yim diusung perlahan. “Kenapa aku tidak melihat saudara-saudara Astu yang lain?” Kash- va mengalihkan pembicaraan.” katanya. Serpihan daging Yim akan menunggangi burung-burung itu. menunggu berdatangannya burung pemakan bangkai. Dia mengalihkan pandangan kepada para pendeta yang telah selesai melafalkan doa-doa. “Gagak-gagak itu …. istana Khosrou merekrut para ahli pembalsaman dan bahan-bahan pengawet mayat terbaik yang didatangkan dari Barus. tidak mengangguk atau menggeleng. Jasad Yim telah siap untuk dipertemukan dengan Tuhan.blogspot. Berpayung ronce bunga. Kepergian Kashva dari Kuil Sistan telah hampir sebulan lamanya. Keranda telah siap. Kashva maklum akan direspons semacam itu.

dan engkau mengajak- ku meninggalkan Gathas?” Kashva menggeleng.blogspot. rasanya. sejak ribuan tahun lalu. orang-orang masih berkabung sampai berhari-hari ke depan. “Kecu- ali kau mau melihat perkembangan kemampuan gulatku tidak untuk tujuan berlatih. Orang-orang tampak abai dengan adegan itu. Me- reka menyebar ke berbagai arah. Dia mengalihkan konsentrasi mata dan seluruh tubuhnya ke asal suara di belakangnya. “tetapi tidak dalam hal ini. “Astu. menahan langkah Kashva. “Maksudmu?” “Kita harus meninggalkan Gathas sekarang juga. Mashya bergerak lebih cepat.com MENINGGALKAN GATHAS 295 miliki kesibukan sendiri.” Menghitung kemungkinan. hatinya telah telanjur dongkol dan mendekati marah yang sesungguhnya. Mashya?” Menyalak mata Kashva. . Namun.” Astu berdiri di situ dengan sikap seorang perwira. Mashya. “Jasad Yim bahkan belum sampai ke tempat peristirahatan- nya. Semua bergerak dalam keterburu-buruan yang tertata. Pedang menggelantung di pinggang kirinya. dengan ketergesa-gesaan yang sigap. “Atau memang engkau yang sudah gila. aku belum mengucapkan belasungkawa kepada Astu. “Kashva. lalu kakinya mengayun.” Mashya mengangkat lengannya. Kalau perlu sampai mati. Dadanya masih terlindungi baju zirah. Rambutnya tergelung di belakang. Dia siap berkelahi.” Urat lehernya menegang.” Kashva terkesiap. terma- suk menyuruhku berlatih gulat.” Kashva mengangkat dagunya. Se- olah-olah mereka telah lama terlatih untuk bersikap seperti itu.” Kashva menantang tatapan Mashya. Dia memutar badan. “Kau pikir aku sudah gila?” Mashya tak menjawab. Mereka bubar tetapi tidak menuju pulang. Kashva tahu dia masih belum ada apa- apanya dibanding Mashya. http://ebook-keren. menghalangi Kashva dengan seluruh tubuhnya. “Kau bisa memaksaku dalam banyak hal tidak masuk akal. Suara yang sudah dia kenal. “Kita tidak ikut.

. “Apakah engkau ingin mencelakakan seluruh penduduk Gathas?” Astu membangun lagi kepercayaan dirinya. Ada yang memantul di matanya: kecewa. semua akan hancur. Kau hanya punya saat ini. “tapi aku tahu Mashya tidak akan mampu meyakinkanmu.. Senyumnya mengembang. “Kau tidak punya kesempatan lain.” “Tidak akan!” Astu menggeleng.” Kashva seperti tidak menyimak apa pun yang dikatakan perempuan itu.” Astu berusaha mengikat fokus mata Kashva dengan tatapannya. Kau harus melanjutkan perjalananmu.” “Astu.” “Kau mau mengusirku?” Astu menggeleng. “Kau akan menyuruh suamimu itu untuk memukuliku lagi?” Astu terlihat terganggu dengan kalimat Kashva barusan.” Astu memotong kalimat Kashva. “Sebenarnya tentang apa semua ini. http://ebook-keren. Jika mereka menemukanmu ada di sini.” Astu mengangkat dagu sedikit. Dia ter- diam beberapa detik.” “Tidak ada ‘kapan saja’. Astu? Kau mengusirku atas nama apa? Kuntap Sukt bisa menunggu kapan saja. Astu tersenyum satire.” “Kalau aku menolak bagaimana?” Kashva menentang sorot mata Astu.” Astu menoleh ke Mashya.com 296 MUHAMMAD “Mashya benar. “Pasukan Khosrou sedang menuju kemari. “bukankah seharusnya engkau mengantar jasad Yim?” “Tadinya seperti itu.” “Omong kosong!” meninggi suara Kashva jadinya.” Astu mencoba tersenyum. “Mashya akan memandumu menemui orang yang kumaksud tadi. Kau harus per- gi. “Kau bisa meneruskan per- jalanan ke India. Itulah mengapa se- karang aku di sini. Kash- va. “Maksudmu?” Kashva menurunkan nada suaranya. Kashva. “Kalian harus meninggalkan Gathas saat ini juga. Ada seorang kenalan Ayah yang akan membantumu menafsirkan Kuntap Sukt. Aku tidak peduli.. “Kau tidak punya pilihan.” Tatapan Astu menajam. Aku . Kashva bisa merasakan itu. meski itu jelas bu- kan sebuah kegembiraan. “Tidak ada kemungkinan lebih baik. Kashva.blogspot. “Engkau ingin semua orang Gathas mati?” .

“Kalau begitu. “Baiklah. “dia ikut denganmu. Aku tahu aku sudah terlalu banyak meminta kepadamu.. “paling tidak biarkan aku menemui Xerxes sebentar. Sekadar berpamitan.” Seperti tersihir. bukan?” Astu memainkan psikologi Kashva begitu rupa. sebaiknya engkau segera pergi. aku menitipkan Xerxes kepadamu dan Mashya.blogspot. “Perjalananku sungguh berbahaya. Astu?” Astu menggeleng. “Orang-orang itu tak perlu bertempur kalau engkau pergi.” “Tidak perlu.” Astu berucap datar.” Kashva menggeleng. “Semua sudah diputuskan.” Kashva diam lama lalu mengangguk lemah.” berat nian mengatakannya. “Kau ingin dia ditebas pedang tentara Khosrou?” “Tentu tidak.” Kashva terbengong. Apakah mereka sedang menyiapkan sebuah pertempuran? “Kau sudah lihat. “tetapi kali ini izinkan aku untuk terakhir kali memohon kepadamu. Tapi jika tentara kerajaan mene- mukanmu di sini. Kashva. . Bagaima- na mungkin kau berpikir itu akan lebih baik dibanding jika Xerxes tetap di Gathas. “Sampai keadaan membaik. Para perempuan masuk ke rumah. lalu orang-orang yang berlalu lalang. mereka akan dituding berkomplot menyembunyi- kanmu.” Astu menatap penuh pengharapan.. Kali ini wajahnya tampak setenang danau pada dini hari.” “Xerxes menyayangimu.com MENINGGALKAN GATHAS 297 Kashva menggeleng dalam keterpanaan. Mereka ti- dak punya urusan dengan Khosrou.” Astu tersenyum. Beberapa laki-laki sudah tampak me- nyandang pedang.. dan Mashya akan selalu melindungi kalian.” “Apa?” Kashva merasa jantungnya terlonjak dari tempatnya.” Astu memberi nada per- mohonan pada kalimatnya. Kashva tak berkata-kata. Pasukan Khosrou menuju Gathas? “Kau menyayangi Xerxes. Kashva?” Astu menoleh ke kanan lalu ke kiri. tetapi tak sedikit yang menyalin pakaian mereka seperti Astu. http://ebook-keren. Dia menatap Astu. “Aku . aku memercayaimu.

” Ada percikan di mata Astu: antusiasme yang sedih. Kedua tangannya menyangga di tanah.” Kashva merasakan kerusakan yang sama di dadanya.” “Terima kasih. Kashva terkesiap.” “Lalu mengapa engkau bertahan di sini?” .. mengangguk-anggukkan kepala. jangan menentang lagi. Tidak akan lama.” “Astu . Astu?” Ada yang menggeliat pada pancaran mata Kashva. Tidak ada isak sedikit pun. meski tertahan oleh ketabahan yang teruji. http://ebook-keren.blogspot. “Anak-anak yang lain pun kami ung- sikan.” Astu mengangkat dagu. bawa Xerxes kembali ke Gathas. terangkat wajahnya. “Kumohon. tertahan oleh kedua tumitnya. Dia mem- bantu Astu berdiri.” “Kenapa Xerxes harus ikut denganku. selama beberapa hari terakhir. Tak mampu berkata-kata. demi masa depan Xerxes. Tubuhnya luruh. “Kumohon. tetapi sanggup menahannya. memperlihatkan ke- hancuran total. Begitu kondisi membaik. Ada yang meleleh tak tertahankan dari dua sudut matanya. Dia tak berucap apa pun. “demi masa lalu kita. “Semua sudah kusiapkan. “Kau sudah berjanji untuk tidak bertanya lagi. Aku tidak akan bertanya lagi. tapi matanya mendanau. Perempuan itu merasakan keruntuhan di dadanya.” Astu mengelap kening berkeringatnya.” Meng- geleng kepalanya kemudian. “Kashva.” Astu masih bersimpuh.” Astu tampak bersemangat sekarang. terima kasih!” Nyaris Astu menyentuhkan kepa- lanya ke tanah jika Kashva tidak bersegera menahannya. “Berdirilah. Kenyataannya dia tidak tahu harus mengatakan apa. Astu menggetarkan bibirnya.” Mati-matian menahan isak. orang-orang Khosrou tidak akan membahayakan?” Astu menggeleng.. “Xerxes anak mandiri. lalu buru-buru mengangkat dua telapak tangannya dari bahu Astu.” Astu tersenyum.” “Tapi ini sungguh tidak masuk akal.com 298 MUHAMMAD Kashva bergeming. Sesuatu yang dia lakukan. kau tak perlu melakukannya.. “Dia tidak akan merepotkanmu. “Bukankah jika aku tidak ada di Gathas. Astu. “Ini hanya untuk sementara. “Dia hanya butuh teman bermain. dia tidak butuh pengasuh. jangan bertanya lagi. Kepalanya menatap bumi. “Astu.” mulai berbicara. pergilah.

“Khosrou ke Gathas untuk melakukan pengecekan. Helai rambut didansai angin di ji- dat sempitnya.” Astu me- nepuk bahu Mashya yang menjulang dengan akrab.” mengetus nada suara Astu. Terima kasih Parkhida un- tukmu. http://ebook-keren. “Astu. Nama “Parkhida” masih meng- ganggunya. para wanita. Seperti pelajar yang memikirkan ru- mus perbintangan. “Xer- xes tidak perlu ikut denganmu. “Aku tidak paham apa maksudmu. pergilah sendiri.” “Kau pikir aku sedang merencanakan sesuatu?” Kashva kini yang terdiam.” Astu menggeleng.com MENINGGALKAN GATHAS 299 Astu seperti tengah berpikir.” wajahnya terangkat penuh. “Baiklah. Xerxes menunggu kalian di rumah. “Semua akan baik- baik saja. menyipit dua sudut matanya kemudian. Mereka akan curiga jika aku atau Parkhida tidak ada. tersenyum lagi. Aku wajib ada di sini bersama Parkhida. “tapi aku percaya ke- padamu.” Kashva menggangguk tanpa bicara. Astu mengangguk lagi. Kashva. “Aku masih merasa ada sesuatu yang ganjil. “Kau meragukanku. Apa pun rencanamu. tersenyum. Mashya akan mendampingi kalian. Aku akan pergi membawa Xerxes. Kashva?” Kashva menggeleng. “Tidak ada hal buruk.” Memberi tanda kepada Mashya yang segera mendekatinya.” Astu menghentikan langkahnya. Dia menatap Kashva dengan tatapan temaram.” Berbalik badan kemudian. “Sekarang kalian harus berangkat. lalu berbalik badan . Dia akan menjawab se- mua pertanyaanmu setelah kalian meninggalkan Gathas.” “Mereka tidak akan curiga jika Xerxes. “Kalau begitu. dan anak- anak mereka tidak ada?” Terdiam Astu kemudian. Dua kuda terbaik akan membawa kalian pergi. ku- harap itu tidak mendatangkan suatu hal yang buruk.” Kashva mengatur kata-katanya. Menghadapkan utuh wajah dan tubuhnya ke Kashva. “Sekarang aku harus pergi.” Perempuan itu tersenyum lagi. siap me- langkah pergi.blogspot.

Sudah itu. “Kita harus segera pergi. Namun.blogspot. tidak menggeleng. Menjemput Xerxes lalu meninggalkan Gathas. Tampaknya. tak mengangguk. dia seperti terbangunkan dari tidur lelap ketika membayang wajah Xerxes di kepalanya.” Mashya tak menjawab. Dia mengikuti saja langkah Kashva menuju kediaman Astu. Sekali jemarinya mengusap sesuatu dari sudut mata. . Mashya. itu akan menjadi rentang waktu yang panjang. tak ada lagi jejak kesedihan pada langkah- langkah gagahnya. entah sampai kapan hingga Xerxes bisa pulang menemui ayah dan ibunya. http://ebook-keren. Kashva menatap kepergian Astu sembari merasakan kepergian sebagian besar semangat hidupnya.com 300 MUHAMMAD dengan langkah seorang perwira.

sampai ke punggung-punggung bukit di Celah Khyber. Usai latih- an paginya bersama Mashya. Kashva memaksa Mashya untuk beristirahat beberapa lama di desa itu sebelum melanjutkan petualangannya. “ A yo . Ini pagi yang sempurna. Kashva dan rombongan kecilnya sampai di desa itu tiga hari lalu.. sedikit lagi!” Kashva bersemangat sekali pagi itu. Di atas itu semua. ladang-ladang tebu dan kapas menghampar. Kashva berdiri di pinggir sungai sementara dua le- ngannya menopang dada Xerxes yang berusaha mengambang. berkokok ayam jantan dari kejauhan. http://ebook-keren. Basah kuyup seluruh pakaian Kashva.com 42. Rahasia Yim Sungai Swat. setelah melewati perjalanan melelahkan selama berpekan- pekan sejak mereka meninggalkan Gathas. bos dari rombongan kecil itu sangat menyukai sungai yang mengaliri lembah elok . Matahari bersinar anggun. ujung barat laut India.blogspot. Di ke- jauhan. tak ter- lalu mengusik hawa dingin yang memeluk seluruh lembah. Bercuit-cuit burung- burung di atas dahan. dia menemani Xerxes yang beberapa hari terakhir memiliki kesenangan baru: belajar berenang.. Alam begini indah dan penduduk yang hangat memberi alasan yang cukup untuk tidak buru-buru melanjutkan perjalanan.

Xerxes!” Kashva tergelak oleh rasa bangga ketika kaki-kaki Xerxes mengayun dengan baik. lalu membolak-baliknya beberapa waktu. “Cukup latihan hari ini. Dia tidak mau disepe- lekan.” Xerxes mendahului Kashva meraih pakaiannya. “Ah.” Xerxes mengangkat dagunya dengan lucu. Dia memasukkan tangan kanannya terlebih dahulu ke lengan baju.com 302 MUHAMMAD itu. ya.” Kashva tergelak lagi. Bos itu memiliki otoritas yang tidak terpatahkan.” Kashva menggendong Xerxes ke pinggir sungai. Nak. kasih lihat Paman. punggung telanjangnya ter- angkat ke permukaan air. kan!” katanya dengan nada yang disombong-sombongkan. “aku masih ingin berlatih. “Coba. http://ebook-keren. Segera setelah itu. Tak bisa ditolak Kashva maupun Mashya. Masih banyak waktu. Kashva menangkap tubuh Xerxes lan- tas mendekapnya di dada. Telaten mengaitkannya dari atas ke bawah.” Kedua le- ngan Kashva bersidekap.” Kashva bergerak penuh saksama meraih kancing baju Xerxes satu per satu. hingga mahir kemam- puan berenangnya. sementara Xerxes mengamati bagaimana pamannya menyelesaikan “pekerjaan besar” . “Jangan sampai terbalik lagi. lalu susah payah menyusulkan lengan kirinya. Paman. Gerakannya penuh riang dan jenaka. “Sekarang biar Paman bantu mengancingkan bajumu.blogspot. “Yakin?” Kashva menggoda. Nanti sore atau besok pagi kita berlatih lagi. Dipastikannya jahitan baju berada di bagian dalam. Engkau sudah terlalu lama di dalam air. Buru-buru dia raih celana panjangnya dan menyelesaikan tan- tangan pertama: memasukkan kedua kakinya ke pipa-pipa celananya tanpa tertukar kanan dan kiri. Kashva mengambil kain lebar di sampingnya lalu mulai mengelap seluruh tubuh mungil di de- pannya. “Bisa.” kata Kashva sembari mengucek rambut Xerxes yang kebasahan. Bos berkuasa itu berwujud bocah bernama Xerxes. Dia ingin berlama-lama berkecipak di sana.” Xer- xes protes. “Aku bisa memakai pakaian sendiri. Xerxes meraih bajunya. “Lihat kulitmu yang keriput.” Kashva menurunkan tubuh Xerxes di atas batu tempat pakaian Xerxes ditanggalkan tadi. mulutnya gelagapan: beberapa teguk air me- lewati kerongkongan kecilnya. “Engkau bisa. “Hebat.

” Dagu runcing Xerxes terangkat lagi.” katanya dengan gaya merajuk. itu terjadi beberapa hari lalu. Engkau tidak akan mendapat hadiah. “Apa aku tidak bo- leh kangen sama Ibu?” Tercekat hati Kashva.” Nada suara Kashva berubah seketika. “Aku tidak akan kalah. Dua telapak tangan gembungnya menempel di pipi Kashva lalu mencubit- nya lembut.com RAHASIA YIM 303 itu. “Kan. Bocah itu menangis karena menginginkan sesu- atu yang tidak bisa dipenuhi oleh Kashva: kembali ke Gathas. “Paman janji. http://ebook-keren. Setidak- nya untuk beberapa waktu ke depan. kita kalah. “Suatu saat Paman akan mengantarmu ke ibumu. Kashva benar-benar kesulitan untuk menenangkan Xerxes. Tidak persis kemarin seperti yang disebut Xerxes. Hatinya perih. Paman akan mengajakmu berla- tih berenang lagi petang nanti. ayah dan ibumu yang menang. Permainan itu! Kashva mengatakan kepada Xerxes bahwa kepergian mereka dari Gathas hanyalah bagian . waktu aku menangis kemarin karena kangen Ibu. “Tentu saja tidak sekarang. Aku tidak akan pulang ke Gathas sampai ayah dan ibu mengaku kalah. Paman janji. ya?” Xerxes membuat gerakan mengejutkan.blogspot. “Tentu saja boleh. “Ka- lau kau tidak menangis seharian ini. “Betul. lega.” Xerxes mengangkat wajahnya. Penuh kelembutan. “Kalau kita buru-buru ke Gathas. Xerxes pernah menangis semalaman karena ingin pulang ke Gathas. Tetapi tidak saat ini. Kedua tangan gembungnya berkacak pinggang. Sayang. Kedua matanya berbinar-binar. itu hanya akan menjadi angan- angan.” kata Kashva sembari mengedipkan matanya. “Nanti sore kita belajar berenang lagi. Sebenarnya.” Xerxes cemberut seketika. terkunci mulutnya seketika. Jemarinya menyisir rambut Xerxes agar tampak sedikit rapi. lebih tinggi. menemui ibu- nya. nanti aku tidak dapat hadiah!” Kashva melebarkan senyumnya. tapi tentu tak bo- leh ia perlihatkan kepada Xerxes.” Mengangguk-ang- guk. Punggung Kashva membungkuk untuk mengimbangi tinggi tu- buh Xerxes yang baru mencapai pinggangnya.” Kashva mengangguk-angguk.” “Bergantung.

Kendali perjalanan ini benar-benar di tangan Mashya. Ikan ba- kar kesukaanmu. membelai setiap inci ku- litnya. ia menuruni batu besar tempat dia me- ngenakan pakaian. mene- muinya. Tidak ada suara kecuali kecipak air. terpisah dari orangtuanya.” Kashva meletak- kan dua telapak tangannya di pipi gembil Xerxes. tenang. Dia tak yakin sampai kapan “permainan” itu mampu menahan Xerxes untuk hidup jauh dari Gathas. Dingin menyegarkan.” Kashva menunjuk area pinggir sungai yang tampak aman dan nyaman. Sudah masuk India. “Seka- rang engkau bermain dulu di sana. Sebuah hadiah istimewa menunggunya. yang diapit kebun plum. dan Mashya melawan ayah dan ibu Xerxes. Damai. Sudah hampir sebulan meninggalkan Gathas dan dia tidak tahu apa-apa tentang Astu. “Anak pintar. Seperti pada pemberhentian kali ini. segala yang tak terduga terjadi pada perjalanannya ini. Sebaliknya jika ayah dan ibunya menyusul. Kashva mandi dengan dada terbuka. ya. “Paman membersihkan tubuh dulu. Permainan berhadiah besar antara Xerxes. Kash- va hanya punya sedikit otoritas ketika merasa sudah sangat kelelahan atau mengkhawatirkan keadaan Xerxes. Kashva. dan kesemek. Entah perjalanan ini akan berlanjut ke mana. lalu mulai asyik sendiri dengan berbagai benda di pinggir sungai. Mencoba menik- mati dunianya sendiri. Penuh tanpa sisa. “Asyiiik!” Xerxes melonjak kegirangan. Keinginan itu pun jadi meng- . menelentang.blogspot. jeruk. Jika Xerxes kembali ke Gathas berarti dia kalah dan tidak akan mendapat hadiah. Rasanya seperti ter- pisah dari dunia luar. Namun. maka anak itu menjadi pemenang. Setelah ini kita makan bersama.” bisik Kashva sembari menciumi kening dan pipi Xerxes. persik. Setelah Kashva kembali menceburkan diri ke sungai. Apakah aku benar-benar akan sampai di Suriah? Kashva merasa keingin- annya untuk menemui El masih menggebu. http://ebook-keren.com 304 MUHAMMAD dari sebuah permainan. tak terusik. Paman Mashya sudah menyiapkan sarapan untuk kita. Dia yang menentukan kapan berangkat kapan berhenti. Mengambangkan kepalanya. Dua mata Kashva memejam. dia meminta jeda perjalanan.

” .” “Apa?” Mashya tampaknya akan banyak berbicara. ke ma- na arah Suriah pun dia tak tahu. khawatir Xerxes yang masih asyik bermain di pinggir su- ngai tak berapa jauh dari tempatnya berenang mendengarkan.” Mashya tak menjawab. seharusnya Xerxes segera kita pulangkan. “Aku tak tahu sampai kapan kita bisa mengarang cerita. menyelimuti badannya lantas duduk di samping Mashya. mengaduk-aduk air sungai.com RAHASIA YIM 305 alami penundaan-penundaan. Matanya terbuka dan dengan sedikit lirikan mata dia mengetahui ada seseorang berjongkok di ping- gir sungai: Mashya. me- macu ke pinggir. Tidak akan menyangkut yang lain-lain. Lamunan Kashva buyar saat terasa oleh pendengarannya gelom- bang yang tak wajar dari pinggir sungai.” suara Kashva sedikit merendah. Ada hal yang ingin ia katakan kepada Mashya. Ini soal sarapan. Tak berapa jauh dari mereka. “Mashya. Menatap sudut lembah. Mashya?” “Khosrou mengirim tentaranya untuk melumatkan Gathas. Dia ke luar dari air. Dia masih berjongkok dengan kaki kanan sedikit terlipat.” Mashya mengira perbincangannya akan disudahi dengan cepat. Dari tempatnya berada saat ini. Dia baru saja hendak membalikkan tubuhnya ketika Kashva memanggil namanya. Jika ke- adaan sudah aman.” “Xerxes tidak akan pernah pulang ke Gathas. “Xerxes tadi menyinggung lagi soal ibunya. Xerxes memegang galah.” Kashva segera merasakan ada ketidakberesan. Buru-buru dia mem- beri tanda kepada Mashya untuk menahan kalimatnya. ketika sekawanan belibis dan angsa liar yang se- dang mencari makanan di bagian sungai dangkal melakukan gerakan yang menurut otak kanak-kanaknya terlihat lucu. “Apa yang engkau sembunyikan dariku. Ter- tawa-tawa sendiri. “Sarapan sudah siap. Wajahnya seolah me- nyiapkan banyak kalimat. Meraih kain kering. “Pasukan Khosrou bukan datang ke Gathas untuk mencarimu. Kashva segera mengubah gaya berenangnya.blogspot. setidaknya kita harus tahu kabar dari Gathas. http://ebook-keren.

” datar suara Mashya di telinga Kashva. “Aku melihatmu lahir sampai engkau balita sebelum Khosrou memenjarakanku karena peristiwa Tuan Ruzabah. kau bicara apa?” Pekerjaan sulit bagi Mashya.. bukan sekadar itu. Ini terkait de- ngan hubungan orangtuamu dengan Khosrou. “Gathas adalah benteng terakhir ajaran mur- ni Zardusht. Mashya!” “Ketika kau berusia empat atau lima tahun.” Mashya mengayun pandangannya.” Kashva masih merasa apa yang telah dan akan dikatakan Mashya adalah cerita fiksi. “Tentu saja. http://ebook-keren.com 306 MUHAMMAD “Bukan mencariku?” Mashya menggeleng. apakah tidak teringat olehmu seseorang yang juga menghuni rumah orangtuamu?” Kashva terdiam. tetapi ber- efek mendentum..” . sama sekali bukan tentang Ruzabah. Tuan Kashva?” “Tentu saja.blogspot. Mereka meninggal sewaktu aku ma- sih kecil. “Lalu apa hubungannya dengan Gathas?” “Engkau ingat ceritaku tentang Ruzabah?” Kashva tidak kehilangan rasa kesalnya. Khosrou mengincarnya sejak lama.” “Menurutmu mengapa Khosrou mau repot-repot mengangkatmu menjadi anak negara?” Kashva mengedikkan bahunya. “Bukan .” Mashya menggetarkan suaranya. “Hentikan omong kosong ini.” “Dia kakakmu. “Mereka bukan petani biasa seperti yang engkau ketahui.” Mashya menggeleng. tunggu. “Tahu dari mana kau?” Kash- va tampak sedikit gusar. Dia yang tidak suka bicara harus ber- panjang lebar menjawab pertanyaan Kashva yang jawabannya tidak cukup “iya” atau “tidak”.” Kashva membelalakkan matanya.. Mereka petani. “Kau mengenal orangtuamu.. Menggeleng. “Kau gila. “Aku tidak ingat sama sekali. “Mungkin karena aku dianggap pintar. “Kau .” Kashva mengerutkan kulit dahinya. Sebenarnya apa yang ingin engkau katakan? Aku bertanya ten- tang alasan Khosrou menyerang Gathas.. Setelah itu aku diasramakan atas perintah Khosrou.” “Tunggu ..

.” Kashva berusaha menyimak. “Ruzabah mengenal anak Yim?” “Sangat. http://ebook-keren.” “Pola apa?” “Berinteraksi dengan anak Yim dan mengkritisi agamamu sendiri. dia mengirimkan orang-orangnya untuk menempatkanmu di Kuil Sistan. Ini terdengar terlalu fiktif. Karena Khosrou. Terdiam tanpa kalimat apa pun yang terencana. “Itu pun jika Astu selamat dari serbuan Khosrou. . “Maksudmu?” “Khosrou mengamati pertumbuhanmu. sedangkan diri- nya menjadi seorang bisu yang kehilangan lidah untuk mengatakan sesuatu. “Setelah peristiwa Ruzabah. dia memasukkanmu ke dalam asrama khu- sus. Sebab. mengancam stabilitas kerajaan. Sekarang tinggal aku dan Astu. tempatmu mengulang pola yang di- lakukan Ruzabah. adalah kerabat Khosrou. Ketika Ruzabah meninggalkan keyakinan yang menjadi agama negara.” jawab Mashya. Apa yang kalian lakukan dan pilih akan dilihat oleh rakyat. Berganti profesi menjadi petani. Ayahmu seorang pembesar Khosrou di Rama Hurmuz. orangtuamu juga.blogspot. keluargamu adalah bagian dari penguasa.. meski hatinya tidak. Begitu engkau remaja.” Geraham Mashya mulai mengunyah. Dia tidak pernah menyangka sejarah akan terulang. Mashya begitu lancar berkata-kata. itu masalah besar bagi Khosrou.” “Terulang?” kalimat tanya Kashva datar saja. Mashya mengangguk..” Kashva menyamankan letak kain yang membungkus tubuhnya. “Orangtua Tuan Ruzabah.” Kashva merasa kejatuhan sesuatu yang membuatnya berantakan.com RAHASIA YIM 307 “Ini berhubungan. ayahmu mengundurkan diri dari ja- batannya dan mengasingkan diri.” Kashva menahan sesuatu di ujung lidahnya. Tiba-tiba keadaan menjadi terbalik. kecerdasanmu. Setelah orangtuamu meninggal. Anak Yimlah yang berperan dalam pelarian Ruzabah dari rumah orangtuanya.” “Maksudmu . kami sekeluarga mati satu per satu karena dianggap merusak keya- kinan keluargamu. “Aku anak sulung Yim.

Apa yang disinggung Mashya barusan segera membuat kepala- nya semakin pusing. “Katakan!” . mengembara sampai akhirnya menjadi tukang pukul dan pengawal keluargamu.” “Tapi . me- ninggal saat engkau pergi ke Suriah?” Dua lengan Kashva menghambur ke bahu Mashya. Salah satu fung- sinya adalah mengajarimu. Itulah mengapa aku meninggalkan rumah sejak remaja. tetapi dia belum sampai pada analisis mengenai Astu. “Kau hendak menga- takan bahwa Yim hanya seorang kepala dapur?” Kashva tak berani mengangguk meski itu yang hendak ia katakan... Dia tidak dibunuh. ibuku.” “Apa?” Mashya memenggal kalimat Kashva.. tetapi kebebasannya dipeng- gal. “Khosrou membunuh karakternya.. Sayangnya untuk menyiapkanmu tidak ada pilihan lain kecuali mengirimmu ke Kuil Sistan. tunggu . mengguncang- kannya. “Jangan engkau lihat Yim dari diriku. Semua teori keilmuwan yang engkau praktikkan dan dipakai oleh para ilmuwan di Kuil Sistan ada- lah hasil penelitian Yim. Dia mulai paham betapa rumit jalur hidupnya. Seumur hidup dia harus tinggal di Kuil Sistan.. Aku tidak secerdas Astu. “Apakah Khosrou yang menekan Yim agar aku dan Astu terpisah?” Mashya mengangguk. seolah tak sanggup lagi tertahan beban di hatinya.” Kashva memegangi kepalanya. tempat semua harapan Khosrou justru hancur. mengapa Astu tidak mungkin menjalin hubungan denganmu?” Berdentuman lagi dada Kashva tiba-tiba. http://ebook-keren. “Khosrou punya harapan besar kepadamu. tunggu .. “Kau tahu mengapa Mashyana.. “Sekarang engkau sudah bisa mengira-ngira. Aku memang tidak berbakat. Aku hanya tahu bagaimana berkelahi.com 308 MUHAMMAD “Pengetahuan Yim tentang ilmu perbintangan menahan nyawa- nya beberapa tahun.blogspot.” Kashva menoleh cepat.” ada emosi di nada suara Mashya. Dia ingin menjadikan- mu orang kepercayaannya di istana setelah engkau sempurnakan pe- ngetahuanmu.

. Astu harus dijauhkan darimu. Terterangkan sudah semua ganjalan dalam otaknya selama ini. mengapa aku tidak tahu semua ini?” “Engkau berada di tengah-tengah pertarungan antara Yim dan Khosrou.” Kashva membelalakkan matanya tanpa objek yang jelas.” Mashya me- milih nada paling putus asa. Sama sekali..” “Lalu. dia akan berhenti berkontribusi terhadap Kuil Sistan. Dia tahu engkau mempelajari agama Kristen.blogspot.” Masya terkesan mulai terpengaruh oleh efek kata ayah. seperti Ru- zabah.” “Jika benar semua yang engkau katakan. Istana tahu agen- da rahasia yang engkau sisipkan dalam kunjungan ke Suriah. Mengapa Yim tidak menghalangi Parkhida menikahi Astu. “Jika Khosrou menyentuh Astu.” tertahan beberapa detik.. tetapi berusaha keras me- ninggalkannya. Terlalu berat. Dia mengatakan itu kepadaku. Khosrou setuju dengan syarat. Tampak membutuhkannya.” sela Kashva. jika tidak ada orang yang me- lakukannya. “Dia tidak pernah mampu mencintai orang lain. Kashva.” “Demi Ahuramazda.. mengapa . setelah belasan tahun dia baru mengetahuinya sekarang. ajaran Zardusht akan lenyap dari peradaban dunia. lalu dengan itu engkau siap untuk memurnikan ajaran Zardusht di tanah Persia. mengapa Khosrou membiarkan Astu hidup?” “Ayahku melindunginya. Dua tangan Kashva . mengapa . orangtuaku pun mati karena dibunuh oleh Khosrou.” “Ini gila!” Semua pikiran-pikiran itu berpusing di kepala Kashva dan nyaris membuatnya kehilangan kesadaran.. “tetapi permurnian ajaran Zardusht di atas segala-galanya.? “Astu tahu tentang ini?” lirih Kashva. http://ebook-keren. bahkan justru dia yang merencanakan pernikahan itu. Kau mengerjakan hal-hal lain di luar perintah Khosrou saat mengirimu ke Suriah. Mengapa Astu begitu berubah-ubah. Khosrou ingin menjadikan- mu orang kepercayaannya sedangkan Yim ingin engkau mempelajari sebanyak-banyaknya keyakinan lain di dunia. Mengapa . ”Yim yakin. Pertarungan yang tidak terlihat.com RAHASIA YIM 309 “Kami yakin dia diracun atas perintah Khosrou.. Mashya mengangguk. “bukan ti- dak mungkin.

Mereka memilih mati. .” “Kau sudah gila!” Mashya menyusul buru-buru. Yim. tanda tanya di kepalanya ketika mempertanyakan alasan aneh Astu ketika menitipkan Xerxes kepadanya. Bangkit dari duduk dan hendak meninggalkan Mashya. Harapannya musnah sudah. Mendadak dia melakukan gerakan tak terduga. Semua terja- wab sudah. Menyeruak kemudian. semua ha- rus hancur. buru-buru.” Mashya tampak mengenang sesuatu. http://ebook-keren. Konsekuensinya. Khosrou tahu.blogspot.com 310 MUHAMMAD terangkat dari bahu Mashya. mengepal kemudian. “Engkau pasti tak tahu betapa cepatnya pedang Astu.” komentar Kashva sinis sekaligus nelangsa yang tak tertolong lagi. dia sudah kalah. Firasatnya pernah mengatakan. “Lebih baik ikut mati daripada menjadi gila di sini!” Kashva melangkah tanpa ragu. “Mengapa aku di- perlakukan seolah tidak terlibat sama sekali dengan urusan ini?” “Ketika engkau mengkritisi praktik ajaran Zardusht di Bangsal Apadana di depan para utusan dari berbagai negara.” Kashva seketika tampak emosional. Dia harus kembali ke Gathas. sesuatu memang direncanakan oleh Astu. “Aku harus kembali ke Gathas. “Orang-orang dusun itu juga menolak untuk mengungsi.” Kashva terdiam panjang. “Mengapa engkau mening- galkan mereka? Mengapa kalian memaksa aku untuk pergi?” Mashya menatap Kashva. “Pasti pertempuran di Gathas ber- langsung sangat hebat.” “Kenyataannya aku tak tahu apa-apa tentang Astu. Berpikir atau kebingungan. Dia pemain pedang yang sangat trengginas. “Orang-orang Gathas?” Mashya mengangguk lemah. engkau. Tampaknya tak ada yang akan sanggup menghalangi tekadnya kini. “Siapa lagi yang akan menegakkan ke- murnian ajaran Zardusht selain engkau?” “Astu? Bagaimana dengan Astu?” “Dia tak akan membiarkan suaminya bertempur sendirian.” Kashva menoleh cepat. dan orang-orang yang sepaham dengan Yim.

menuju Hu- daibiyah. 628 Masehi. http://ebook-keren.com 43. Lelaki yang Memiliki Hati Terjaga Suci. ribuan orang yang engkau pimpin baru saja membelokkan arah menuju Makkah dengan menempuh jalur pe- sisir. Dua lembar kain tanpa jahitan. mengapa Qashwa’ berhenti dan enggan berpindah? . Perbatasan Tanah Suci. Satu melilit pinggang menutupi bagian bawah badan. Anak Panah dan Ceruk Air Lembah Makkah. Jalan pesisir itu pastilah mengecoh Khalid dan membuatnya tak menduga engkau telah mengambil jarak yang semakin dekat dengan Makkah. Melewati sebuah jalur sulit berliku-liku. Satu lagi dikalungkan melingkari pung- gung. engkau dan para pengikutmu tiba di jalan setapak yang menurun. W ahai. Ribuan lelaki dan perempuan yang dililit pakaian sama.blogspot. Engkau tahu Khalid tengah mengincarmu dan orang- orangmu ditemani ratusan lelaki Makkah yang siap membuat darah tertumpah. “Hal! Hal!” Mengapa seolah-olah bebatuan gemetaran oleh gemuruh suara orang-orang? Apakah itu Qashwa’. untamu yang berhenti dan berlutut sementara teriakan-teriakan para lelaki menyu- ruhnya untuk bangkit lagi? Ini belum lagi sampai ke Makkah.

Orang-orang mengikuti langkahmu. Engkau memerintahkan kepada semua orang untuk berkemah di tempat itu. Dia melom- pat ke dalam ceruk yang seharusnya di situ terdapat genangan air ke- mudian melakukan persis apa yang engkau katakan. Seketika air ber- sih dan melimpah muncrat dari dasar ceruk. Hanya ada satu atau dua ceruk yang menyimpan cadangan air.” katamu penuh kesungguhan. Unta itu bangkit.” Orang-orang terpaku. “Qashwa’ tidak keras kepala. Di tempat itu nyaris tidak ada air. Setelah berwudu lalu berkumur-kumur. Seorang lelaki dari suku Aslam bernama Najiyah engkau panggil terkait hal ini. http://ebook-keren. Mungkinkah engkau membaca keengganan untamu untuk bangkit lagi sebagai pertanda dari langit? “Keras kepala bukan tabiatnya. Qashwa’ dan Tuhan yang tahu. “Turunlah dengan air ini dan tumpahkan ke dalam air di ceruk itu lalu aduklah dengan anak panah ini. Allah telah menahannya.com 312 MUHAMMAD “Keras kepala!” teriak seorang lelaki di sekitarmu mengenai tung- gangan kesayanganmu itu. mereka dihadapkan pada fakta yang membuat gelisah. berusaha memahami apa yang engkau ka- takan. Najiyah melaksanakan perintahmu tanpa bertanya. tetapi aku akan memberikan jaminan kepada mereka. Najiyah adalah orang yang bertanggung jawab terhadap pengawalan dan perawatan unta-unta kurban. Sedangkan engkau membisikkan sesuatu yang barangkali ha- nya engkau. Alangkah ini hal yang tak mudah.” katamu menampik tudingan itu.blogspot. Namun. Pasak-pasak memancang bumi.” ujarmu kemudian. “Hari ini mereka tidak akan meminta jaminan apa pun kepadaku yang menghormati hak Allah. Peluh-peluh para jemaah terbayar sudah. Tenda-tenda berdiri kemudian. itu pun harus diambil ke dasar ceruk. Engkau menyuruhnya membawa sebotol air. Lautan putih segera memenuhi lembah. kemudi- an berjalan beberapa langkah ke perbatasan Hudaibiyah. Perjalanan panjang dari Madinah tampaknya akan segera berbuah. engkau semburkan air dari mulutmu ke dalam botol itu lalu mengambil anak panah dari tabungnya. Terus membanjir hingga .

Ketakjuban itu jelas menular ke semua orang. Ubai seolah sedang mempertontonkan ketidak- yakinannya terhadap kenabianmu.” ka- tanya kemudian. “Aku telah melihat yang seperti ini sebelumnya. http://ebook-keren. Suara Ubai terlalu kencang untuk disembunyikan.blogspot. Semua orang kecuali beberapa saja.” bisik seorang lelaki di samping Ibnu Ubai. Mereka kian yakin dengan keunggulanmu. Seketika orang-orang berteriak kegirangan. Mereka membawa tempat-tempat air lalu mengelilingi pinggir ceruk yang kini telah men- jadi semacam mata air. lelaki yang sering berlaku hipokrit tampak tak terlalu antusias di tengah histeria orang-orang. Dia baru saja berpendapat apa yang engkau lakukan bukan hal yang istimewa. Orang-orang di sekitarnya mendengar lalu mulai memprotesnya. “Bukankah sekarang tiba waktunya bagimu melihat di mana posisimu? Apa yang dapat melebihi ini?” Ubai menenggak air sembari bibirnya sedikit membuat gerakan seperti mencibir. Komentar dan protes yang tidak berkesudahan segera memucat- kan wajah Ubai. Anak panah dan air yang muncrat dari lu- bang itu hal yang biasa saja. “Di luar kemampuanmu. Komentar Ubai terdengar seperti penafian terhadap keyakinan orang-orang bahwa engkau memang melakukan mukjizat. Termasuk Ubai di dalamnya. Apa yang engkau lakukan di mata orang-orang terbaca sebagai ke- ajaiban. wahai ayah Hubab. Minum sepuas-puasnya.com ANAK PANAH DAN CERUK AIR 313 Najiyah mesti buru-buru ke luar dari genangan itu sebelum tenggelam oleh air yang melimpah. Dia ingin menggoda kekerasan kepala Ubai yang masih saja menyangkal kenabianmu meski tak pernah terang- terangan. Bukan sekadar oleh cercaan orang-orang. Mukjizat yang tak akan mampu dilakukan orang sembarang- an. Bukan mukjizat yang layak menjadi bahan debat. Apa yang akan engkau lakukan jika tahu bahwa Ubai meragukan kredibilitasmu? . Ibnu Ubai. Di antara mereka yang tengah mengenyahkan dahaga. Ini hal serius karena dalam level lebih mendasar. melainkan lebih pada konsekuensi yang harus dia hadapi jika celetukannya tadi sampai kepadamu.

“jika Muhammad tahu ucapanku. Hanya karena engkau penghi- tung strategi nomor satu maka engkau tak bertindak buru-buru.com 314 MUHAMMAD Ubai bangkit dari duduknya lalu buru-buru mencari anak laki- lakinya. curiga ada di sinar matanya. Kaubantulah agar dia memaafkanku. Apakah yang tidak engkau ketahui tentang umat? Sedangkan ber- cabangnya hati Ubai. “Apa yang akan ayah katakan?” Anak Ubai adalah lelaki muda yang mewarisi sebagian besar garis wajah ayahnya. Mereka tak paham mengapa tak berhenti serangan Ubai terhadapmu dalam perbuatan maupun perkataannya yang seperti pedang tajamnya.” “Sudahlah. Tak terpancar kebencian atau kemarahan. Bahkan Ubai maupun anaknya belum lagi membuka mulut mereka ketika eng- kau menanyakan sesuatu yang sulit untuk dijawab. Dia mulai mengutuk mulutnya yang tak terkontrol. Ubai adalah pemimpin suku. Engkau menyambut ayah-anak itu dengan sikap terbaikmu.” Tanpa menunggu jawaban anaknya. itu membahayakan kedudukanku. “Aku harus meluruskan apa yang disebarkan orang-orang. Ubai dan anaknya mendatangi kemahmu dengan ketegangan di kepala mereka. Ubai buru-buru menyuruh anaknya itu berjalan di depannya.” Ubai menyeret tangan anaknya. Karena senyummu pun sudah begitu membuat lawan bicaramu takluk dalam ketundukan. Berewok meme- nuhi wajahnya. Hanya karena engkau perencana ulung maka engkau tak gegabah menghu- kumnya oleh sebab kemunafikannya. Jantungnya seperti kayu tua berderak. http://ebook-keren. Dia segera menemui anaknya yang ikut bergerombol di sekitar ceruk. . “Temani aku menemui Nabi. sejak lama engkau telah mengetahuinya. Beberapa orang menyambut kedatangan kedua- nya dengan muka kecewa. mencarimu.” kata Ubai kepada anaknya. Darahnya serasa me- nyerang kepala. Memperlakukannya mesti dengan cara yang jitu.” “Tapi Ayah memang mengatakannya.blogspot. “Di mana engkau pernah melihat hal yang kau lihat hari ini?” Pertanyaan itu seperti anak panah yang menghunjam.

menyusun kata-kata terbaik. Bersama suku-suku Baduwi lain. “Mohonkan ampun bagi ayah saya. setengah bergumam. Apakah yang engkau pertimbangkan. Dia berkata dengan lidahnya bahwa dia pengikutmu sedangkan otaknya selalu mencari cara menghancurkan barisanmu. ketajaman naluri kepemim- pinanmu.” bukan Ubai yang bicara. Ia tak segera men- jawab. “Aku tidak pernah melihatnya.” katanya dengan na- da santun dan penuh harap. atau ada sesuatu yang te- ngah engkau pikirkan sehingga urusan Ubai tak terlalu penting lagi untuk didebatkan? Lagi pula. meski tak semua mengimani kenabianmu.com ANAK PANAH DAN CERUK AIR 315 Ubai yakin apa yang dia katakan di depan ceruk akan sampai ke- padamu tetapi tidak dalam waktu sesingkat ini. Seperti juga suku Aslam. Caranya menggerakkan bola mata seperti maling yang tertangkap tangan patroli keliling. Engkau tak buru-buru berkomentar. Tidakkah lelah hatimu oleh perilaku orang-orang semacam Ubai? Mereka tampak berada di dalam barisanmu sedangkan hatinya senantiasa ingin mengkhianatimu.” Engkau menatapnya dengan kesungguhan pada sinar matamu. salah seorang kepala suku Baduwi Khuza‘ah yang pernah menjadi penjaga Tanah Suci. belakangan mereka lebih memihakmu dibanding bersekutu dengan Quraisy Makkah. Mengangguk kemudian. Berpikir sejenak. “Lalu mengapa engkau mengaku pernah melihatnya?” Ubai tersipu. bukankah dia telah mengakui omong kosongnya? Pastinya kedatangan beberapa orang selepas hilangnya bayangan Ubai lebih membutuhkan perhitunganmu. wahai Tuan Cendikia? Eng- kau tersenyum setelah tak bersuara beberapa lama. “Aku memohon ampun ke- pada Allah. Menggeleng ke- mudian. “Wahai.blogspot. Dia yang memimpin rombongan kecil itu bernama Budail bin Warqa’. http://ebook-keren. menyatakan persetujuanmu terhadap permintaan anak orang tua yang sembunyi-sembunyi membencimu itu. Semudah itukah engkau memaafkan.” Nada suara Ubai merendah. Anak laki-lakinya angkat suara. mereka menghitung keuntungan politik jika . Rasulullah. Ka’b dan Mushthaliq. Caramu memandang yang senantiasa terjaga oleh wibawa dan penge- tahuan.

Budail memimpin orang-orangnya mendatangimu. suku-suku Badu- wi itu menghadiahimu dan para jemaah dari Madinah dengan domba dan unta. Dia tahu apa yang harus dia katakan kepada para Quraisy Makkah.” katamu dengan penuh penekanan intonasi.” Budail menyimak kata-katamu dengan teliti. mereka akan kuberi waktu jika mereka benar-benar meng- inginkannya. Mengangguk hormat kepadamu lalu berbicara dengan kehati-hatian yang tertata. Berusaha menger- ti sampai ke hati.” Engkau saksama mendengarkan kata-kata Budail dan memasti- kan dari bibirnya tak ada lagi kalimat yang tersisa. Bani Bakr. “Pihak yang memblokir jalan kami itulah yang akan kami perangi. “Kami datang ke- mari bukan untuk berperang.com 316 MUHAMMAD merapat ke barisanmu. Namun. maukah orang-orang Makkah mendengarkan apa yang hendak dia sampaikan? . yaitu untuk melakukan pencegahan dan membiarkan jalan terbuka bagi kami. http://ebook-keren. Hari itu. Setidaknya mereka bisa menyeimbangkan kekuatan musuh besar mereka. yang telah lama bersekutu dengan Quraisy Makkah.blogspot.” ujarnya. “bahwa mere- ka tidak akan membiarkan jalan terbuka antara engkau dan Rumah Suci sampai darah penghabisan. Hilang lapar dan dahaga jadinya. “Mereka bersumpah demi Tuhan. Sebelum kedatangan Budail. Kami datang hanya untuk berumrah di sekitar Rumah Suci. Permasalahannya.

di antara kumpulan orang-orang Quraisy. wahai Muhammad Al-Mustafa.” suara ‘Urwah. Maka ketika ‘Ikrimah anak Abu Jahal berteriak ganas. Shafwan. Ditambah kekalahan di Perang Parit membuat habis ruang hatinya untuk berusaha berdamai dengan apa pun yang terkait dengan dirimu.” ‘Ikrimah memelototkan matanya. menolak berita yang dibawa Budail. Dia seorang sekutu Quraisy dari Tsaqif. “Budail. Ibu kandungnya diakui sebagai penduduk Makkah. seorang Quraisy Makkah yang juga ada dalam kumpulan itu menyela. pemimpin Khuza‘ah itu tak terlalu kaget.” . http://ebook-keren. “ K ami sama sekali tidak ingin mendengarkan omong kosongmu!” Kurang lebih Budail sudah menduga akan se- perti ini orang-orang Quraisy bersikap saat dia datang untuk menyampaikan pesanmu. ceritakan kepada kami apa yang engkau dengar. “Tahan dirimu ‘Ikrimah. “Tindakanmu itu sangat tidak pantas. Ke- bencian penyembah berhala kepadamu. Dendam kematian bapaknya selalu melintas setiap orang menyebut namamu.blogspot.com 44. Budail sudah tahu. Utusan Makkah. Dia menunggu. tetapi tak bicara. Mena- han gemuruh marah di dada.

blogspot. “Muhammad dan orang-orang Madinah datang ke Makkah untuk umrah bukan berperang. “Tidak ada seorang pun dapat menolaknya ke- cuali mereka hendak menyakiti diri sendiri. ‘Ikrimah yang sejak awal berapriori dengan kedatangan Budail mau juga mendengarkan kalimat tamu Makkah itu meski enggan menatap wajahnya. pemimpin kolektif sekutu Quraisy dari kalangan Baduwi. Tentang para lelaki dan perempuan yang tak bersenjata selayaknya pasukan yang hendak berangkat perang. menyimak kata-kata Budail.” ‘Urwah tahu laki-laki itu.com 318 MUHAMMAD Budail mengangkat wajahnya.” tandas Budail. “Aku akan melihat siapa saja yang turut bersama Mu- hammad. Budail mengatakan apa yang dia lihat di perkemahan Hudaibi- yah.” Menonjol antusiasme dalam kata-kata ‘Urwah. Orang-orang mendengar satu per satu kata-katanya. Telah datang kesempatan kepada- nya untuk berbicara. utuslah aku untuk mengonfirmasi langsung dari Muham- mad. Tentang ribuan orang yang datang dengan pakaian ihram yang sama. Dia laki-laki yang berpikiran jernih dan tertata. Pada perang Uhud. untuk memberi kabar tentang Muhammad kepada kalian.” Setiap kepala di ruangan itu berusaha berkonsentrasi. wahai orang Quraisy. “Hulais dari Bani Harits. “Siapa dia?” ‘Urwah sedikit kecewa sekaligus penasaran. Tentang suasana yang terbangun dengan tenang dan jauh dari nafsu peperangan.” “Kami sudah mengirim mata-mata sekaligus utusan ke perkemah- an Muhammad. Namun. http://ebook-keren. Semua orang memperlakukan kata-kata Budail seperti makanan yang perlu dicerna sebelumnya. Bahkan. terimalah berita itu. Aku akan menjadi mata-mata kalian. “Muhammad memberi kalian waktu untuk memikirkan semuanya.” ‘Urwah menetaskan kebisuan orang-orang. dia men- . “Budail telah mem- bawakan kepadamu sebuah konsesi yang bagus. Maka. Dia seseorang yang taat dan hor- mat kepada sesuatu yang dia anggap suci. Dia seorang Ahabisy. Hening sebentar.” seorang Quraisy yang sebentar lagi terlihat lanjut usia turut berbicara. Setiap jengkal tanpa ia tambahi maupun kurangi.

Dia tidak berencana untuk buru-buru menemuimu. ‘Urwah telah mendekati loka- si perkemahanmu ketika Hulais duduk bersama orang-orang Quraisy. “Utuslah aku seperti Hulais. utusan pertama sudah sampai di perkemahan orang-orang Muslim yang engkau pimpin. Ketika orang-orang Quraisy itu terlibat diskusi tentang perlu ti- daknya ‘Urwah dikirim sebagai utusan sekaligus mata-mata Makkah. Dia hanya bergabung dengan orang-orang berihram dan melihat dari dekat apa yang mereka lakukan.” kata ‘Urwah kemudian. Dia buru-buru meninggalkan perkemahan orang-orang Islam dan kembali ke Makkah. Sebuah lambang persembahan. Dia menyaksikan perkemahan yang berdiri dengan rapi dan dike- lola dengan baik. Hulais adalah seseorang yang religius. http://ebook-keren. Hulais mulai bersimpulan bahwa engkau dan orang-orang Madinah benar-benar datang untuk beribadah.com UTUSAN 319 cerca Abu Sufyan yang merusak jasad Hamzah. Tak layak dicampuri dengan nafsu duniawi. Hulais tak merasa perlu mengonfirmasi apa yang dia saksikan kepadamu. Dia menyucikan apa yang disucikan oleh nenek moyang- nya. rombongan Madi- nah mendatangi Makkah untuk beribadah. . Pengurbanan hewan di Rumah Suci adalah sesuatu yang suci. pamandamu. Dia melihat semangat spiritual pada wajah orang- orang.” bisik Hulais. Dia tidak melihat sebuah persiapan perang dalam skala terkecil sekalipun. Unta- unta berjumlah puluhan dibawa dari Madinah untuk dikurbankan. Engkau hanya ingin beribadah. Serombongan unta yang di setiap paha kanannya ditandai khusus dan di leher masih-masing dikalungi dedaunan lewat di hadapan Hu- lais. Telah dia persiapkan kata-kata paling objektif untuk meyakinkan orang-orang Quraisy Makkah bahwa engkau dan pendukungmu tidak sedang mempersiapkan sebuah serangan mema- tikan. Ketika Hulais telah sampai ke Makkah. Dia yakin benar. “Ini sama sekali tidak berkaitan dengan perang. orang-orang Quraisy telah lebih dulu sepakat dengan usul ‘Urwah untuk mengangkatnya sebagai mata-mata sekaligus utusan setelahnya.blogspot. Cukuplah apa yang ia lihat. Lelaki dari kabilah suku Kinanah itu tahu benar makna tanda di paha dan kalung dedaunan itu. Hulais.

“Tetaplah bersama kami. Seolah semua lidah telah terpenggal.” “Omong kosong!” seorang Quraisy muda meneriaki Hulais. apakah kalian membolehkan Muhammad melaksanakan apa yang hendak ia lakukan atau aku akan menarik pulang semua orang Ahabisy?” Tidak ada yang bicara. http://ebook-keren. Meminta antar menuju ke- .” kata Hulais tanpa peduli ba- gaimana para lelaki Makkah di depannya memberi reaksi. Sam- pai kemudian seorang Quraisy yang telah beruban rambutnya memin- ta semua orang mendengarkan apa yang dia katakan kepada Hulais.” Hulais menenangkan napasnya yang telah dekat dengan kemur- kaan. “Demi Dia yang menguasai jiwa- ku. Hulais. Cukup sudah dia dikata-katai hingga wibawanya terendahkan. “sebagai mata-mata dan utus- an adalah kesalahan taktik yang berat.” katanya hati-hati. Muhammad benar- benar tidak datang untuk berperang. “Mengirim dia. Dia langsung mencarimu. “ini benar-benar tidak ada kaitannya dengan perang atau penyerangan. ini sudah terlambat. “Pantas- kah orang yang datang untuk menghormati Rumah Tuhan itu dilarang?” Kalimat Hulais sungguh menghunjam. Dia mengadu pandangannya dengan setiap orang di rumah dekat Ka‘bah yang dijadikan tempat perundingan itu. Lelaki muda itu meneruskan caci ma- kinya. Dia menyiapkan puluhan unta untuk dikurbankan. ‘Urwah telah sampai di perkemahan jemaah dari Madinah. Pada saat bersamaan.com 320 MUHAMMAD “Wahai Quraisy. Hulais menahan emosinya. “Kau hanya seorang dari padang pasir yang tidak tahu apa-apa tentang situasi ini.blogspot. Hulais menatap semua mata tanpa menganggap penting lelaki muda yang tadi merendahkannya.” “Wahai kaum Quraisy!” suara Hulais menggelegar. kuyakinkan kepada kalian.” semprotnya. “sampai kita men- capai kesepakatan yang dapat kita terima. Termasuk pemuda Quraisy yang tadi menyalakan api pada kata-katanya. “Demi Tuhan. tidak untuk ini kami setuju menjadi sekutumu dan tidak untuk perjanjian ini kesepakatan kami denganmu!” Orang-orang seketika diam.” menunjuk Hulais. Namun.” berdehem. “Dia mem- bawa ribuan jemaah tak bersenjata. tam- pak jengkel ekspresi wajahnya oleh keyakinan Hulais pada apa yang dia saksikan sebelumnya.

sahabatmu yang tak ingin ta- ngan ‘Urwah menyentuh janggut panjangmu. Sebelum ‘Urwah menemuimu. se- mentara para sahabat mengelilingi dirimu. Dia hendak mengelus janggutmu sebagai tanda keakraban. Misinya jelas. Barangkali dia ber- selisih jalan dengan ‘Urwah ketika lelaki ini meninggalkan Makkah. tetapi segera mengulanginya. Dia mulai kesal dengan ketidak- mengertian ‘Urwah terhadap penolakannya. mengingat detail apa saja yang dia lihat dan apa yang dia bicarakan denganmu. engkau menyambutnya dengan simpa- tik. Dia me- nuruti keinginan Mughirah lalu memulai pembicaraannya denganmu. hendak memegang janggutmu. Sebab. dia mengulurkan tangannya. Engkau mempersilakan ‘Urwah untuk duduk di hadapanmu. Derap langkahnya menunjukkan kepercayaan diri yang telah menua. ‘Urwah akhirnya menarik tangan untuk selama-lamanya. Dia tidak lama mengajakmu bicara. Engkau tentu cukup jeli betapa bahasa tubuh ‘Urwah masih mem- perlakukanmu sebagai orang biasa.” hardik Mughirah. Ketika membuka percakap- an. Dia seseorang dari Bani Ka’b bernama Khirasy. . Dia yakin dengan dirinya. Seseorang yang sama seperti hal- nya ketika engkau masih berada di Makkah. misinya. dan apa yang akan dia bawa pulang setelah menemuimu.blogspot. “Lepaskan tanganmu dari janggut Rasulullah. seperti layak- nya laki-laki Arab menyapa lelaki Arab lainnya. Seperti kepada semua tamu yang mendatangi kemahmu. ‘Urwah menarik tangannya. Bahwa engkau datang untuk beribadah. http://ebook-keren. Maka dia segera sampai di kemahmu. Engkau tidak pan- tas memegangnya. telah berangkat dari perkemahan Hudaibiyah. Pedang milik Mughirah. apa yang engkau katakan adalah pengulangan kabar yang disampai- kan Budail. bukan berperang. Apa itu yang tergambar di wajahmu. Dia tentu berhasil melakukannya jika tidak ada sebilah pedang tersorong ke depannya.com UTUSAN 321 mahmu. wahai Lelaki yang Berwajah Seterang Purnama? Apakah engkau terusik dengan ayunan pedang sa- habatmu itu? Engkau selalu meminta setiap sahabatmu berkata-kata baik dan berperilaku baik lagi lembut. seorang lelaki yang engkau utus berangkat ke Makkah.

Maka.blogspot. memburu ‘Ikrimah. utusan- mu bernama Khirasy telah sampai di depan rumah di dekat Ka‘bah yang digunakan sebagai tempat rapat para tokoh Quraisy. Me- lihat segala sesuatu. Dia menandai suatu data yang sebe- lumnya tak terkira akan dia temui di perkemahan itu. Hulais juga mencabut pedangnya. Dia adalah seorang utusan yang profesional. Melihat gelagat semacam itu. Hulais tengah berpikir tentang apa yang hendak dia lakukan dengan tawaran orang-orang Quraisy yang ingin agar dia bertahan dalam persekutuan sampai ada putusan mengenai kedatanganmu ke Makkah. Setelah menemuimu. Orang-orang yang awalnya berada di dalam rumah lantas keluar berhamburan. “‘Ikrimah!” Dia menghadang langkah anak Abu Jahal itu dan melindungi Khirasy yang bangkit sembari kesakitan me- . Kaki buntungnya menyemburkan darah. ‘Ikrimah menghunus pedang lalu menebas kaki unta yang ditunggangi Khirasy. Dia ingin menghabisi segala yang berhubungan denganmu dan datang ke depan matanya.com 322 MUHAMMAD Bahwa kehadiranmu membawa pesan perdamaian. kedatangan Khirasy memancing keributan di de- pan rumah perundingan. Telah berpengalaman di berbagai misi dan keadaan. Sementara berkecamuk rasa penasaran di dada ‘Urwah. mencatat apa yang dia anggap perlu. Kesakitan. “Mati saja kau!” ‘Ikrimah tambah beringas dan menghampiri Khi- rasy. Di dalam rumah. bukan api permu- suhan. Serta-merta Khirasy terpental ke tanah sementara untanya melenguh liar. Sementara itu. Sesuatu yang ingin dia katakan kepada orang-orang Quraisy Makkah sebelum dia mengatakan hal-hal lain mengenai dirimu dan orang-orang yang me- nyertaimu. http://ebook-keren. ‘Urwah lantas berkeliling perkemahan. ‘Ikrimah yang selalu sensitif meres- pons apa pun yang berhubungan denganmu tampak kalap seketika. Dia tahu Khirasy datang untuk membawa kabar darimu. kembali ke Makkah haruslah membawa se- gala informasi yang dibutuhkan. Tanpa memberi waktu agar Khirasy mengutarakan apa yang eng- kau titipkan kepadanya.

belum pernah kulihat seorang raja yang pengikut- . “tetapi. “Siapkan unta untuk Khirasy!” Hulais menyuruh anak buahnya melaksanakan apa yang dia perintahkan. Dia dan orang-orang masuk ke rumah perundingan itu. ‘Urwah menghentikan kudanya dengan cara yang penuh perhitungan lalu turun dari pelana dengan gerakan yang tertata. “Pastikan dia keluar Makkah dengan selamat!” Khirasy segera mendapatkan unta barunya tanpa berkata apa- apa. Debu dari ketipak kaki-kaki unta yang ditunggangi Khirasy sema- kin menjauh. setidaknya dia tidak akan kehilangan unta tunggangannya dengan cara itu. dia akan berhadapan dengan Hulais. “Biarkan dia kembali kepada Muhammad. tanpa bicara apa-apa. ‘Urwah berpengalaman membawa berbagai pesan kepada Kaisar. Khosrou. Dirinya dan hewan yang ia tunggangi tinggal titik yang bergerak ketika dari arah berlawanan. Dia merasa dadanya teraduk oleh kejadian yang tak dia sangka itu. “Wahai. ‘Urwah memasuki gerbang Makkah mengendarai kudanya yang gagah.blogspot. Maka. Hulais menatap- nya dengan pesan yang jelas. dan Negus. dan ke- hormatanmu tak tercampakkan. duduk dan mulai berbicara dengan serius. Meski dia tahu sambutan orang-orang Makkah tak akan manis. http://ebook-keren. Kumpulan orang di depan rumah perundingan itu segera me- nyadari kedatangan ‘Urwah dan tak sabar untuk menanyainya menge- nai segala hal terkait dengan dirimu dan perkemahan di Hudaibiyah. itu akan menjadi pertarungan yang sama sekali tidak akan menguntungkan.com UTUSAN 323 megangi kakinya. Seolah dia tengah benar-benar menikmati posisi pentingnya di antara orang-orang. Pedangnya masih meneteskan darah unta yang tertebas kakinya.” semua orang tahu. Dia ingin segera menemuimu.” ‘Ikrimah tampak menahan amarahnya mati-matian. Jika ‘Ikrimah tetap nekat melaksanakan niatnya. begitu mendapatkan pengganti untanya. Mengabarkan apa-apa yang ia alami di Makkah ketika hendak menyampaikan pesan damai darimu. ‘Ikrimah tahu. orang Quraisy! Aku per- nah menjadi utusan menemui raja-raja. dia memacu hewan itu buru-buru keluar Makkah.

Toh. “Ia telah me- nawarkan sebuah konsesi yang sangat bijaksana. http://ebook-keren. hari ini. semua ditentukan oleh orang-orang Quraisy yang ge- lisah itu. Tidak ditambah. “Bila Muhammad memberikan perintah. Apa pun yang dikatakan ‘Urwah adalah konfirmasi dari apa pun yang dia sampaikan sebelumnya. Hal- hal baik mengenai dirimu telah mereka ketahui semenjak engkau ma- sih kanak-kanak. ‘Urwah masih juga membicarakan sikap para sahabat terha- dapmu. Mereka juga menunduk- kan pandangan di hadapan Muhammad karena memuliakannya. saat Muhammad berwudu. Setiap mata para lelaki penyembah berhala itu menyorot dengan cara yang nyaris sama: curiga.” Seolah setiap napas ditahan ke luar dari dada orang-orang. tidak dikurangi. me- reka berebut untuk mendapatkan bekas airnya.” Mati semua suara. Sekarang.blogspot. mereka tidak berada dalam kondisi yang berminat mendengarkan hal-hal semacam itu. mereka memenuhi- nya nyaris melampaui kata-katanya. mereka merendahkan suara di hadapannya. terimalah tawaran itu. Namun. Hulais yang duduk tak jauh dari ‘Urwah mengangguk-angguk.” ‘Urwah memandangi semua orang di ruangan itu. Tidak ada komentar apa-apa. . Jika ia berbicara. ‘Urwah kemu- dian mengulang apa pun yang ia saksikan dan apa pun yang engkau katakan. Karena itu.com 324 MUHAMMAD nya begitu menghormatinya seperti cara para sahabat Muhammad menghormati anak ‘Abdullah bin ‘Abdul Muththalib itu.

Lepas pagi. Kashva harus membunuh Mashya. di atas kudanya masing-masing. http://ebook-keren. Xerxes duduk di pelana kuda Mashya. “ A ku akan menyesali keputusan ini sampai mati. lelaki raksasa itu siap menggadaikan nyawanya asalkan Xerxes tidak kembali ke Gathas. Kashva dan Mashya membuat perjalanan mereka segontai mungkin.” Kashva masih tak berhasil memaafkan diri- nya sendiri karena dia menurut saja apa maunya Mashya. Untuk memaksakan kehendaknya. Seketika. Orang-Orang Perbatasan Pegunungan Swat. dia telah bertekad untuk kembali ke Gathas. . Mashya menggilas keinginan Kashva. Mashya mempersilakan Kashva pergi. Kali ini. Sebelumnya. Tidak peduli apa pun itu. bagi Kashva. Setidaknya sampai kelak dia “mengembalikan” Xerxes kepada ibunya. membuatnya diam dengan mulut ternganga. melarikan Xerxes begitu saja. kata Mashya. Ingin tahu apa yang terjadi terhadap Astu. tetapi tanpa Xerxes.blogspot. Demi keamanan. lebih baik mati dari- pada berpisah dengan bocah itu. hati yang menggantung. Keduanya kini menjadi teman seperjalanan yang saling mencurigai.com 45. Sekarang. Tentu dia tidak ingin Kashva kesetanan. Sebab. Ini tidak mungkin. Tapi dalam sekejap.

blogspot. Berabad silam. Ratusan tahun lalu. Alexander Agung membawa pasuk- annya melewati celah ini lalu menaklukkan tanah Hindustan. Tegak kemudian Peradaban Vedic. Bocah itu sadar. Ladang gan- dum menghampar di kanan-kiri setapak. Pandangan Xerxes melayang ke sebelah barat. Hijau membentang di segala pen- juru. Terusan ini bersimpangan dengan jalur perdagangan bersejarah. Ini sudah setengah perjalanan mencapai perbatasan imperium . Jalur ini menjadi saksi ambruknya peradaban Lembah Indus pada pertengahan Abad Kedua.” respons Mashya. ke arah gunung- gunung Celah Khyber. Kashva tak melanjutkan omongannya. Ada seseorang yang hendak Mashya perte- mukan dengan Kashva. Langit seperti kanvas yang ditumpahi cat biru. Sisa pagi masih cemerlang. Jalur Sutra. “Astu akan baik-baik saja. Seorang lelaki yang dihormati penduduk Perbatasan. http://ebook-keren. Dia kehilangan keceriwisannya yang bi- asa. Pandangannya sayu. para penyebar agama Buddha juga memakai rute itu ke luar ma- suk India. yang tersebar di sebagian besar Dataran India-Gangetic. Dari kerajaan Persia sekitar abad ke-43 SM hingga Alexander Agung pada 326 M. Dia sadar sedang menjadi rebutan. ada sesuatu tidak menyenangkan terjadi antara Kashva dan Mashya. Rute itu begitu masyhur selama ratusan tahun sebagai jalan perdagangan sutra Cina ke berbagai negara. Bibirnya cemberut. Berestafet kekuasan satu kerajaan ke kerajaan penggantinya atas tanah ini. Seorang kawan lama Yim. Sepanjang sejarah. keindahan alam sungguh seperti lukisan di sepanjang perjalanan menuju perkampungan penduduk. diselingi arak-arakan awan semurni kapas. Kenyataannya tidak. Tugasmu sekarang menemui Guru Kore.com 326 MUHAMMAD Setelah berletih-letih melewati gurun pasir yang menjadi batas akhir wilayah Persia. jalur ini dipakai oleh siapa saja yang hendak menembus India. Pada- hal. Suara burung berharmoni dengan angin malu-malu. Mashya melirik sebentar lalu memeriksa keadaan Xerxes yang ia apit di punggung kuda. hamparan alam Perbatasan seharusnya sang- gup menghibur kemasygulan hati Kashva. lepas ke depan.

“Orang-orang itu lebih memilih mencuri atau merampok daripada mengemis.” Sedikit demi sedikit. “Lebih baik engkau berkonsentrasi untuk pengalamanmu yang baru.” berpaling kemudian. Jika suaminya mati. menelan ludah.” Hening sesaat.” lanjut Mashya.” Ringkik kuda.” Mashya mengoreksi.” Mashya terkesan sangat menikmati sensasi kata-katanya. ketipak tapal kaki-kakinya. “Orang India?” Kashva bersuara. “Mereka lebih suka menghadapi kemur- kaan Tuhan daripada dipermalukan. “Balas dendam adalah kata yang lezat di telinga orang-orang Perbatasan.com ORANG-ORANG PERBATASAN 327 Cina ke arah utara. Monster macam apa orang-orang itu? Mashya menoleh. “Kisah itu yang akan menciptakan pengulangan pertarungan-pertarungan balas dendam pada masa-masa selanjutnya. “Orang-orang itu hanya tahu cara membunuh dan cara untuk mati. Nomor satu se- dunia. “Orang Perbatasan. “Mereka akan membalas penghinaan seringan apa pun yang engkau lakukan terhadap orang-orang itu. “kau benar-benar mengenal orang-orang itu atau sekadar mendengar do- . “Para wanita Perbatasan adalah jenis perem- puan yang paling pandai menyembunyikan air mata. “Kau hendak mengatakan seorang bi- jak bestari yang mengetahui kandungan Kuntap Sukt lahir dan besar dalam masyarakat barbar?” Ujung kanan bibir Mashya terangkat. Mashya tiba-tiba menjelma menjadi se- seorang yang tidak pelit bicara dan berkata-kata dengan titian nada yang terkesan bijaksana.” Ada yang berdesir di urat kepala Kashva.” suara Kashva.” Lebih dari kapan pun. “Kaum yang akan engkau datangi ini belum pernah engkau ketahui sebelumnya. ketipak tapal kaki-kakinya. Mashya dan rombongannya datang dari arah sebaliknya. menatap ham- paran gunung-gunung. Kecuali ringkik kuda. dan alam yang berharmoni.” Kashva melirik curiga. “Kau. dia akan membakar anak-anaknya dengan kisah pertarungan ayah mereka. http://ebook-keren. Kashva menyimak juga apa yang keluar dari bibir Mashya.blogspot.

blogspot. kulit jidatnya sedikit bertumpuk. kedua. siapkan dirimu. Setidaknya dia berbincang dengan Kashva dengan kalimat panjang- panjang. “Mereka rela kehilangan nyawa un- tuk melindungi tamunya. Kashva berkata-kata lagi.” Mashya mendongak. “Terkadang kabar burung lebih mengerikan dibanding kenyataannya. . Sekarang dua keheranan itu mengge- buk benak Kashva. rasa penasaran terhadap penduduk Per- batasan.” Kashva semakin kebingungan. Kashva mulai menyiapkan mentalnya untuk menghadapi fenomena paling tak lazim sepanjang hidupnya.com 328 MUHAMMAD ngeng perangai mereka dari cerita orang lain?” Mashya tidak segera bereaksi. sikap Mashya yang seketika tampak lebih manusiawi. Pertama.” Dahi Kashva mengerut. “Mere- ka makhluk pendendam sedunia sekaligus tuan rumah paling ramah sedunia?” Mashya mengangguk mantap. “Pokoknya. http://ebook-keren. Karakter orang-orang yang akan dia datangi sungguh tidak stabil. “Apakah mereka kasar terhadap tamu?” Mashya menyeringai.” Kashva mendengus. “Omong kosong! Orang-orang Perbatasan adalah tuan rumah paling ramah sedunia.

com 46. Terlewati. Tapi itu sebuah pengharapan yang lebih ti- dak mungkin dibanding khayalan esok matahari tak akan terbit lagi. Sekian detik pandang- an keduanya menghunjami Kashva dan rombongan kecilnya. Kashva ti- dak berharap akan segera bertatap muka dengan siapa pun dari penduduk desa itu. . Mungkin ibu dan anak. Keduanya mengenakan pakaian mirip pakaian perempuan India. Beberapa di antaranya memiliki dua lantai.blogspot. Dua perempuan bermata besar dan biru bercakap serius sembari menekuni alat tenun besar yang terbuat dari kayu po- hon poplar. Dia tidak tahu mana hal yang membuat orang-orang itu merasa terhina mana yang tidak. Anak-anak berlarian tak jelas arah. Letakkanlah Kehormatanmu R umah-rumah berbentuk balok. http://ebook-keren. Tidak mau ambil risiko. Suasana pedesaan yang ramai segera menggeret Kashva pada perasaan asing. Kotak-kotak tanpa genteng. Kashva buru-buru melompatkan pandangannya. Ber- main dengan ceria yang tak dibuat-buat. berdiri dengan campuran kayu dan lempung. Orang-orang melaku- kan macam-macam hal di depan rumah mereka masing-masing.

Celana mereka berkibaran oleh angin. Sengaja dibuat gelap tampaknya. Tembikar sete- ngah jadi di depan mukanya. Baju mereka semuanya berlengan panjang dan menjuntai hingga lutut. Kebanyakan putih. Apa pun yang dilakukan Mashya. http://ebook-keren.” suara Mashya. Seolah-olah muncul begitu saja dari perut bumi. Kashva buru-buru melompat ke tanah. ketika Kashva dan rombongan kecilnya mendekat. badannya pun besar. Pak tua itu membalas dengan bentuk senyum ti- dak kalah anehnya. dengan keperluan yang macam-macam.blogspot. Ada gemetar di genggaman tangannya pada tali kekang kuda. “Tidak bisakah kita menyapa mereka?” Kahsva menginterupsi Mashya. Mata biru dengan kelopak gelap. Hampir sama dengan Mashya. Segera saja dia menjadi beo. serempak mereka menghentikan ke- giatannya. Mereka sama-sama melihat ke rombongan Kashva dan sama-sama menggenggam pedang panjang. Mereka bergerombol. “tetapi mereka tidak suka basa-basi. Barangkali hendak berburu.com 330 MUHAMMAD Beberapa langkah ke depan. Menggembung di atas dan sedikit mengerucut mendekati mata kaki. Hidungnya besar. Kebanyakan dari mereka tinggi besar. atau apa pun. atau putih yang telah lapuk dan dan tampak seperti krem. “Berbasa-basilah sedikit.” Mashya tidak menjawab. Pakaian mereka miskin warna.” Kashva habis kata-kata. Ketika Mashya turun dari kuda. Dia lakukan juga apa yang Mashya lakukan. Terlewati. ke sawah. “Apakah mereka tidak mengerti bahasa Persia atau Sanskerta?” “Di antara mereka ada yang paham bahasa Persia. Kedua tangan pak tua perkasa itu berlepotan lumpur. duduk seorang tua berambut putih. Mashya mengangguk sembari tersenyum. Seperti sebuah seringai. ada yang hanya beberapa orang. Hanya. dia ikut saja. Sebatang mawar terselip di telinga beberapa di antara para laki-laki itu. . meski tampak betul dipaksakan jadinya. Dia juga menatap rombongan yang le- wat. Bisu lagi. Para lelaki desa mulai menampakkan diri. lalu menuntun tunggangan itu sementara Xerxes masih tetap berada di punggungnya. krem.

Seorang pemilik rumah itu sudah mengetahui kedatangan Mashya dan Kashva. Suaranya se- olah berubah menjadi bunyi segenggam kerikil yang dimasukkan ke batang bambu lalu dikocok. Jidatnya lebar. Matanya lebar. Temuan baru. jadilah dia tampak seperti malaikat. Teriakan kecil menyambut kedatangan Mahsya dan Kashva. Ada pohon pop- lar rindang di depannya. Mashya mengarahkan rombongan kecilnya menuju salah satu rumah yang tampaknya menjadi pusat dari perkampungan penduduk itu. Lepas dari tatapan dan balasan sapaan orang-orang. tetapi segera terbuka. dan dipelintir-pelintir begitu rupa. Berita cepat menyebar di lingkungan pedesaan yang tak berapa luas itu. menjulang. Padahal sosok yang muncul di muka pintu itu pas- tilah sudah berumur lebih dari enam puluh tahun. ba- tin Kashva. bergulung-gulung eksotis. Senyumnya melintang.com LETAKKANLAH KEHORMATANMU 331 Sebagian dari mereka mengenakan tutup kepala berupa kain yang te- bal. . dan kukuh perkasa.blogspot. Dipadu dengan pakaiannya yang juga serbaputih. Pintu rumah tertutup. Rambutnya putih semua. Orang-orang membalas sapaan Mashya dengan bahasa yang sama. Hanya Mashya yang memahaminya. Sama- sama berbentuk kubus. pikir Kashva. Mashya tidak sepandir yang kukira. Rata-rata besar. Terlewati. Orang-orang yang dia temui seperti memiliki ukuran badan yang rata-rata. Setidaknya dia bisa berbicara dengan bahasa yang aneh ini. hanya ukurannya lebih besar. http://ebook-keren. Wajahnya berseri. Kashva mulai merasa dirinya tak di- lahirkan dengan kondisi optimal. Teriakan dengan bahasa bergulung-gulung. Ini dia kontradiksi itu. Wajah mereka tampak sumringah. Seorang lelaki raksasa lagi. Sungguh tegap badannya seperti tak akan roboh oleh serudukan banteng sekalipun. Kahsva menertawakan dirinya sendiri dalam hati. panjang. janggut dan jambangnya putih rata. Entahlah apa maknanya. Meski menjadi demikian jang- gal dengan tampilan fisik mereka yang angker dan seolah setiap saat siap berperang. dengan bulatan biru di dalamnya. Mashya mengucap sesuatu. Hidungnya besar dan mancung.

“Bawa kemari kehormatan Anda. Dia segera menghampiri kuda Mashya.com 332 MUHAMMAD Kashva mengerti pada jenak itu.” Kedua mata Xerxes mengerjap.” Kashva tak bergerak. Apa yang dia maksud dengan kehormat- anku? Di kepalanya berputar sebuah isu. tangannya mengelus kepala Xerxes. Awalnya dia sudah bersiap-siap untuk bekerja keras berbicara dalam dialog India jika Pak Tua nan tegap perkasa itu sama sekali tak mengerti bahasa Persia. mengangguk kemudian. “Bawa kemari kehormatan Anda. Seperti lukisan. http://ebook-keren. Kawan. Meng- ucapkan bahasa bergulung-gulung kepada Mashya lalu menatap lagi Kashva. Paman?” Tubuh mungil Xerxes melayang ke uda- ra. “Kita akan tinggal di sini. Menatap tuan rumah budiman yang mendatanginya. menerka-nerka. “Senang datang ke desa Anda. Dua rak- sasa mendatanginya. “Sangat baik. “Sementara. lalu merentangkan kedua tangannya. “Kamu akan punya banyak kawan di sini. Kashva segera menegakkan badan.” Kashva masih belum menentukan apa yang hendak dia lakukan.” suara Mashya. supaya pandangannya satu garis dengan ta- tapan Xerxes. Dia tahu pasti arti kalimat itu. Tuan rumah tersenyum lagi.” Tuan rumah tersenyum menerima pujian itu. orang-orang Perbatasan akan membalas semua bentuk penghinaan. Dia lalu menggerak- kan tangannya seperti sedang mempersilakan kedua tamunya. Desa Tuan sangat indah. Setidaknya itu masih lebih masuk akal dari- pada berbicara dengan bahasa “segenggam kerikil yang dikocok”. . bagi tuan rumah apakah diam adalah tindakan menghinakan atau justru sebaliknya.blogspot. Xerxes. Kashva berjongkok. “Apa kabar?” sang tuan rumah menyapa. Meraba-raba. Sekarang. tapi benar- benar tidak paham maksudnya. Kahsva bersyukur lelaki tua itu benar-benar mengerti bahasa Persia.” Tersenyum.” “Dia Tuan Kashva. Mashya tidak akan memikirkan Xerxes. “Kita sudah sampai. dia tengah berusaha tahu.” jawab Kahsva. sebelum kedua sepatunya mendarat di permukaaan tanah.

Di tengah tikar yang selembar. Malu-malu te- tapi masih menjaga kebanggaannya. “Pagi tadi di pinggir Sungai Swat kami baru saja sarapan. “Tuan berdua. Seperti seorang ayah yang gagal menemukan jawaban pertanyaan anaknya. Anda akan cepat belajar dan terlindungi. Tuan Kashva. Konfirmasi yang mencukupi. “Anda akan segera terbiasa.” sergah Mashya.blogspot. “Maaf- kan kebodohan saya. Guru Kore memper- silakan kita untuk duduk?” Mashya mengangguk malas sembari mendahului Kashva duduk di atas tikar menghadapi makanan. Kashva dan Mashya segera tahu di mana batas keberadaan mereka diperbolehkan oleh norma setempat. http://ebook-keren. Rumah itu terdiri dari dua ruangan utama. Hampir tidak ada apa-apa. Dia menatap Kashva sembari mempersilakan. letakkanlah kehormatan Anda. ma- tanya mencari-cari Mashya. Tangan- nya meraih pergelangan tangan Xerxes. Kashva duduk bersila lalu meraih Xerxes ke pangkuannya.com LETAKKANLAH KEHORMATANMU 333 “Guru Kore mempersilakanmu untuk masuk ke rumah. Dia lalu memindahkan pandangannya kepada tuan rumah yang oleh Mashya dipanggil “Guru Kore” itu. Ruang umum dan keluarga. Tiga tamu dari jauh itu segera memasuki rumah kubus Guru Kore.” .” Kalimat itu jelas menjauh dari kepalanya.” Kashva berupaya tersenyum sealami mungkin meminta pemakluman tuan rumah. Kashva tersenyum lalu mengangguk pula.” Kashva tersenyum dengan cara yang unik. Wajahnya terangkat sedikit. “Apakah itu berarti. Kashva mencari kesungguhan pada pancaran mata Mashya. Guru Kore menggeleng. beberapa cangkir teh panas dibubuhi garam terhidang. Anggukan tipis. Dinding batu yang bertum- puk rapi. Bulatan besar roti tipis lembek dan segar pun tersaji. Lantai tanah dilembari tikar ilalang. Tampaknya dia sudah siap untuk membuang jauh kalimat basa-basi. Anda tamu di desa kami. Tuan rumah masih mempertahankan bahasa tubuhnya yang pe- nuh keramahan. tetapi memang Kashva menemukan kesungguhan itu di sana. Ini jarang terjadi.

blogspot.com 334 MUHAMMAD Terlindungi? Sekelebatan pikiran aneh melintasi benak Kashva. akan datang sesuatu yang lebih aneh lagi? Kahsva mengangguk sembari meng- ucapkan terima kasih. Terlindungi dari apa? Apakah setelah segala basa-basi aneh ini. http://ebook-keren. Lebih aneh sekaligus membahayakan nyawaku? .

mereka manusia juga. Satu per satu di- ikat leher hewan-hewan itu dikalungi tali yang diikatkan pada pasak-pasak menghunjam ke tanah. Tidak ada alasan untuk khawatir.blogspot. hari itu dia putuskan ke luar rumah. Dia harus bersosialisa- si. Lepas siang itu. Kashva berusaha untuk memercayai teori itu. Setelah beberapa hari hanya asyik berleha-leha di rumah Guru Kore. Tongkat dan Pedang S ekeras apa pun hati manusia. sang Pemindai Surga melintasi jalan desa. Segarang apa pun penduduk Perbatasan. batin Kashva. setidaknya Kashva memiliki senyum yang simpatik. Banyak lelaki desa itu tengah sibuk dengan kerbau-kerbau dan kambing-kambing mereka.com 47. Bisa disentuh dengan empatik. orang-orang pun akan segan ter- hadap tamu Guru Kore. http://ebook-keren. Kalaupun tidak sanggup membincangi mereka. Kashva melintasi lapangan desa yang biasa menjadi pusat kegiatan penduduk. dia tidak tercipta dari batu. Karena Guru Kore tokoh yang disegani oleh penduduk desa. melihat kesibukan orang-orang. Bertemu orang-orang. Seharusnya begitu. Kerbau-kerbau mulai ge- . Guru Kore sendiri yang mengatakan bahwa dirinya bukan hanya tamu keluarga Guru Kore melainkan juga tamu seluruh penduduk desa. Hati mereka bisa dibeli dengan hati.

” . Mereka mengenakan kostum “seragam” laki-laki desa. sebuah lingkaran dibuat dari bunga-bungaan dan rumput segar. gaduh kaki-kaki mereka. Jika Mashya serius dengan ceritanya. Sebaliknya. Kashva betul-betul berupaya keras untuk mengucap- kan. bergerak liar. “semoga Anda tidak kelelahan. mengangguk tersenyum. menguatkan tali pada leher hewan- hewan. Ujung lilitannya pendek. “selamat malam”. para lelaki Perbatasan tidak terlalu peduli jika anggota tu- buhnya terpotong. Sebe- lum mengatakannya saja sudah membuat lidah Kashva tergulung rasanya. Belum lagi waswas karena curiga Mashya mengerjainya. Kepala mereka ditutup lilitan kain berwana putih pula. Warnanya putih. tampak kaku vertikal menunjuk ke langit. Menurut Mashya. Xerxes masih lelap dalam tidur siangnya. menyeruduk ke sana-sini. atau putih yang su- dah tua sehingga terlihat seperti berwarna krem. Dupa dibakar. Ta- ngannya menggenggam pedang dengan cara tak sempurna. Telunjuknya raib. Maka cukup dia menanyakan terjemahan beberapa kalimat dalam bahasa Perbatasan lalu meninggalkan Mashya di rumah Guru Kore. krem. kambing-kambing tetap santai memakan rumput segar yang disiapkan bagi mereka. “Selamat pagi!” Kashva mengulang latihan bahasa “segenggam kerikil kocok” ala Perbatasan yang ia pelajari dari Mashya sehari se- belumnya. “Selamat pagi. Sekarang. Pakaian serbabesar yang berkibar. menye- bar harum yang mistis. atau berantakan.com 336 MUHAMMAD lisah. Dia baru belajar be- berapa frasa: “selamat pagi”. luka permanen. mengajari bahasa yang salah atau mengada-ada. Jemarinya tidak lengkap. “apa kabar?”. Untuk misinya kali ini memang dia sama sekali tidak ingin melibatkan lelaki raksasa itu. Harga diri di atas segala-galanya. “selamat siang”. Kashva memperhatikan sekilas ke salah seorang lelaki di antara mereka. bisa jadi lelaki itu kehilangan jarinya akibat pertarungan. Di tengah lapangan. kemudian melanjutkan keasyikan mereka. ada juga yang menambahkan rumput makanan hewan-hewan itu. http://ebook-keren.blogspot. Beberapa lelaki menoleh ke arah Kashva hampir bersamaan. Ada yang mengasah pedang besar.” dalam bahasa Perbatasan sefasih mungkin.

Sementara ini. Melangkahkan kaki-kaki. beramah-tamah dengan penduduk tidak ada salahnya. Setapak yang menanjak itu diapit oleh ilalang dan pohon-pohon sishim berse- . Tawa kecil. Belum banyak perbincangan dengan Kashva. Tidak apa-apa. Kashva mendaki tanjakan menuju bukit yang sudutnya cukup ekstrem. semacam sengalan. Lelaki bernama Gali itu sedang berada di bukit itu. Gali. Kashva “menggulung” lidahnya untuk mengatakan terima kasih kemudian beranjak dari persinggahan petu- alangannya siang itu. asal dia penduduk perbatasan dan paham bahasa Persia. Asal tidak dianggap menghina. Guru Kore memberi tahu. Toh. http://ebook-keren.com TONGKAT DAN PEDANG 337 “Selamat pagi. Padahal itu alasan utama Mashya membawa Kashva ke desa ini. Boleh jadi tengah berbu- ru atau sekadar mencari angin. Lelaki dengan telunjuk putus segera bereaksi. Atau setidaknya menjadi narasumber baginya untuk tahu lebih banyak perihal seluk-beluk desa-desa di Perbatasan. Sebe- narnya tidak harus Gali. Belum ada obrolan mengenai keunikan daerah Perbatasan apalagi diskusi serius mengenai Kuntap Sukt. Masih banyak luang kesempatan sam- pai Guru Kore menyediakan waktu khusus untuk sebuah diskusi yang serius. Kashva berupaya tak peduli. Sambil menunggu kesempatan berlian itu.blogspot. Dia menyerocos tanpa peduli Kashva mengerti atau tidak. Menyeringai kemudian.” Ketiga laki-laki itu menjawab dengan kegelian yang nyata pada tawa kecil mereka. Kashva ingin menemuinya. di antara para penduduk desa. Tentu di telinga mere- ka bahasa Perbatasan yang ia lisankan sungguh terdengar di luar ke- biasaan. Siapa pun. Kashva segera menangkap maksud lelaki itu. “Gali?” Itu nama seseorang yang Kashva cari. Kashva memakluminya. dia tidak sedang terburu-buru. Ia menunjuk ke bukit terjal di belakang desa. Kashva ingin betul menemui lelaki pemilik nama itu. Guru Kore masih terlalu sibuk dengan urusannya. Kashva tidak memikirkannya dengan serius. dia berhati-hati sekali. setidaknya bisa menjadi pemandu yang efektif. dan hanya dua orang yang mengusai bahasa Persia: Guru Kore sendiri dan seorang lelaki bernama Gali. Gali. hanya sedikit orang yang bisa berbahasa India.

Jenis pohon dan kondisi alam di Perbatasan tak berapa beda dengan kampung halamannya.. Namun. Si kakek tua menujuk ke atas bukit dengan ujung pedangnya. Menu- rut gambaran Guru Kore. Bagaimana jika tanpa alasan jelas. http://ebook-keren. Enteng sekali langkahnya. Satu tangan me- nahan tumpukan kayu. tulang-belulangnya sudah lupa bagaimana cara bekerja dengan efektif. Kashva tidak mendapat kemungkinan lain kecuali menyebut nama. Kashva berhenti bergerak. “Gali. pedang yang menunjuk ke puncak bukit itu mengayun ke lehernya? Namun. Kashva merasa tak terlalu jauh meninggalkan Persia.” Kashva yakin kakek di depannya bukanlah Gali. meluncur kencang ke arah Kashva seorang pria sepuh dengan setumpuk kayu bertengger di atas kepalanya.com 338 MUHAMMAD lang-seling dengan jajaran willow. Pandangannya menyelidik. Dia segera tahu lawan bicaranya tidak memahami bahasanya sama sekali. Lelaki sepuh nan trengginas itu juga menghentikan jalannya begitu sadar orang yang hendak berpapasan dengannya bukan pen- duduk desa yang dia kenal.. Melihat alam begini. Napasnya menyusul ngos-ngosan kemudian. Gali tidak akan serenta ini. Lelaki pencari kayu mengulang gerakannya. Kashva menyingkir ke pinggir. Meluncur turun dengan santai tetapi trengginas. di Persia dia tidak harus melakukan ini semua. Berubah seketika wajah lelaki tua itu begitu mendengar nama Gali. Pemikiran buruk terlintas. Setelah latihan fisik terakhir dengan Mashya di Sungai Swat. memberi jalan kepada pembawa kayu itu agar lancar perjalanannya. Otot-otot tubuhnya menegang seketika. Dari bukit. meng- hadapi situasi semacam itu.. Melilit lam- bung kemudian. Lidahnya bersuara ribut.” katanya sembari mengayun pedang. Pendakian yang siang itu memaksa keringatnya meluber dari celah pori-pori. “Gali . itu tidak terjadi. Maka isyarat tubuh yang mengambil alih komunikasi.blogspot. “Gali!” Kashva menahan napas. Nadanya tinggi dan sedikit mengotot. bertubi-tubi hingga Kashva memberi tanda . Sedikit bedanya hanyalah. tangan satunya menenteng pedang. Matanya yang gelap seperti bercelak menukikkan tatapan investigasi.

Tapi itu sudah cukup. Anak yang gerak tubuhnya tampak kelewat aktif jika ti- dak ingin mengatainya liar. gerak-geriknya lincah penuh tenaga. sungai besar mengalir membelah India. tatapan matanya setajam serigala. Sebuah suitan membuyarkan keasyikan Kashva. Bagi Kashva. barangkali dia sedang ber- diri di bagian terindah dari permukaan bumi. Pak Tua pembawa kayu di kepala itu ber- pamitan dengan caranya sendiri. Kali ini lebih berhati-hati. Di utara. tapi memang dia kehilangan padanan ungkapan itu dalam bahasa Perbatasan yang dia hafal. di dalamnya terdapat banyak air terjun. Perkampungan penduduk Perbatasan. Kepalanya gundul. alam yang begini indah melahirkan se- buah tradisi kekerasan yang mendarah daging. Lelaki itu sepenuhnya bertampang mengancam. Mendaki lagi. Berderet-deret dengan hamparan hijau seperti karpet yang mengerukupi tekstur alam yang oleh siapa pun tak akan sanggup di- perbandingkan.com TONGKAT DAN PEDANG 339 bahwa dia telah mengerti. Seorang bocah laki-laki yang tampaknya berusia di awal belasan muncul dari gerum- bulan semak. Si bocah berjalan menjejeri seniornya. . Seperti lelaki yang bersuit tadi. Tak terhitung jum- lahnya. Mengangguk semantap mungkin. Dari titik itu pula Kashva menyadari. Bukan karena dia lupa. pegunung- an dirapati oleh rimbun hutan ribuan tahun. Pasir halus sepanjang tebing bukit setiap saat bisa menjadi mimpi buruk. Bukan kepada Kashva suitan itu bertujuan. Perkampung- an penduduk seperti kotak-kotak mainan bocah.blogspot. Kashva sudah sampai pada ketinggian yang cukup menggigilkan. Dia men- datangi si lelaki yang berjalan berbekal tongkat kayu berujung baja di tangan kanan dan pedang besar terpanggul di bahu. berjalan tegap dan ber- suat-suit. Titik-titik putih bertebaran di kaki-kaki bukit dan gunung-gu- nung itu. Di timur. masih tak mudah untuk mengerti. seperti kebanyakan penduduk Perbatasan. Seorang lelaki. tapi me- lewatkan kata terima kasih. Kaki bukit semakin menjauh. bocah itu memakai baju lengan panjang dengan celana yang sama-sama lebar dan lecek. Setapak menanjak itu semakin licin dan berliku. Gunung dan bukit ber- harmoni. http://ebook-keren. Berjajar pada keseimbangan yang eksotis.

tetapi memang demikian sinar matanya memancar. Serbaputih dan serbapudar. Tapi tidak ada senyum. sedangkan syal berbahan tak kurang tebal melin- dungi lehernya dari dingin dan barangkali dari serangan serangga. “itulah mengapa saya mencari Tuan Gali.“Kau tamu Guru Kore itukah?” Cerah seketika perasaan Kashva.” Gali menurunkan pedang.com 340 MUHAMMAD Dua mata menukik tajam. Tinggi besar. Dia menunggu. dia adalah seorang lelaki yang memancarkan wibawa. rambutnya oranye. Cara jalannya. Si Bocah berkacak pinggang. Seolah dengan cara itu dia me- nguatkan keangkeran bapaknya. Berjalan be- berapa langkah seperti tengah mencari tempat untuk duduk paling nyaman di dunia.” Tidak ada reaksi.” tertawa kecil. http://ebook-keren. Poplar besar yang daunnya keemasan. sedangkan saya ingin banyak tahu. Dia mengenakan pakaian yang senada dengan kebanyakan lelaki desa. bahasa tubuhnya tampak penuh perhitungan. Kashva tersenyum dan berharap Gali menyambut- nya juga dengan senyum. dan selalu didampingi seorang bocah lelaki berkepala plontos dengan ka- rung tercangklong di punggungnya. Tidak perlu repot lagi mem- perkenalkan diri. Tanpa mempertimbangkan itu semua. Itu anaknya. “saya tidak tahu harus menemui siapa. Kepalanya dililit kain tebal yang ujungnya menantang udara.” menjeda lagi. Tongkat di- letakkan. Ada sesu- atu pada komposisi kelopak matanya yang membuat kesan seram dan angker memancar dari tatapannya. Gali memberi tanda kepada bocahnya untuk duduk di bawah pohon itu. begitu juga pedang.” gugup jadinya Kashva. Bukan hanya karena celak yang melingkari mata. “Tuan Gali?” Kashva mendatangi lelaki yang berjalan membela- kanginya itu lalu memanggilnya dengan hati-hati. Gali menahan langkahnya lalu menoleh.blogspot. Bibir Gali mengeluarkan desisan. . “Sedang apa kau di bukit ini? Lokasi ini berbahaya untuk orang asing. “Saya. Profil lelaki itu pas dengan gambaran Guru Kore. Sebuah tanda bahwa dia menyiapkan sedikit waktu untuk se- buah perbincangan. Gali tampak berpikir sejenak. “Guru Kore masih sangat sibuk dengan banyak urusan. Keningnya mengerut ke- mudian.

embusan asap. “Kau cukup jeli. “Kami terus diburu selama berbulan-bulan. Setidaknya dia bisa melepas lelah akibat pendakian sebelumnya.” “Mengapa Anda meninggalkan Persia?” Kashva baru saja merasa telah bertanya lancang. Semacam pipa berisi tembakau yang di- bakar pada ujungnya dan dinikmati asap yang menggumpal darinya.” Kashva menangkap sebuah tanda. tentu saja tidak. Gali menatap Kashva sekejap.” cekikikan. “Cu- kup lama. segera letakkan kehormatanmu.” Tangan kirinya mengelus ke- pala plontos anaknya. Dia me- nyorongkan satu di antaranya.com TONGKAT DAN PEDANG 341 Si bocah sigap melakukan sesuatu yang membuat Gali menunggu: mengaduk isi karungnya dan mengeluarkan beberapa benda. “Benarkah?” Kashva tertarik seketika.” Kashva baru saja merasa mendapatkan hak untuk mendekat. “Berapa lama?” Gali mengisap pipa lalu menyemburkan asap dari mulutnya. Tuan Gali.” “Kalau begitu. Daun-daun berisik oleh angin.. suitan burung. aku kembali ke Perbatasan. Dia setuju. Anda tidak harus menjawabnya.” Kashva menunggu saja. “Apa yang kau tunggu? Kau ingin membawa pergi kehormatanmu?” Dia menyuruhku pergi? “Ah. Hingga aku putuskan untuk meninggalkan Persia. http://ebook-keren.” Tidak ada suara beberapa lama.” Gali mulai bicara. Dia lalu memperhatikan bocah plontos yang sedari tadi melakukan berbagai hal tanpa bicara itu.” . “Ibunya seorang Persia tulen. “Pernikahanku dengan ibu anak ini mendapat perhatian luar bi- asa..blogspot. “Setelah anak ini lahir. “Ah . “padahal kami ini siapa? Hanya karena istriku peng- ikut nabi Zardusht dan aku mengimani Weda.” Menoleh bocah di sampingnya. “Aku pernah tinggal di Persia beberapa lama. “Apakah dia mewarisi darah Persia?” Gali menyeringai. “Penguasa Persia sangat ketat soal aga- ma rakyatnya.” Kasha mengangguk. Duduk di bawah poplar dan menjelajahkan pandangan dan pikiran seliar-liarnya. Dia lalu bergabung dengan bapak anak itu.

pengorbanan istriku akan sia- sia dan desa ini akan jadi neraka.” ada yang menyedak tenggorokan Kashva. ibu anak ini. “Ketika itu hampir terjadi pembantaian besar-besaran. Khosrou benar- benar melakukan semua itu hanya untuk memastikan tidak ada seorang rakyatnya pun yang berpindah keyakinan dari agama Zoroaster?” Gali tergelak luar biasa. “Kau lebih tahu perihal itu. perempuan Persia itu.” . http://ebook-keren.” Kashva menahan napasnya. Jika aku melawan. Bu- kankah engkau orang dekat Khosrou?” Kashva merasa seperti dicekik. Itu berasal dari pemikirannya. “Tapi suatu hari aku akan datang lagi ke Persia. Terasa tawa itu tidak pada tempatnya. Aku akan mencari istriku. Akhirnya istri- ku.” Diam sejenak. aku tahu sang Pemindai Surga sejak masih tinggal di Persia.” “Pembantaian?” “Kau tahu prinsip orang-orang Perbatasan? Mereka gemar berta- rung dan kasar. Kashva sampai terhenyak karenanya. semua penduduk bersiap untuk angkat senjata. Itulah mengapa di sini tidak banyak yang pernah mendengar sesuatu tentangmu. “Anda tahu?” “Guru Kore mengatakannya kepadaku. Ketika tentara Khosrou datang. mengisap lagi dengan dua mata yang sedikit menyipit.” Berdehem.blogspot. Akhirnya kami terpaksa berpisah.” “Tunggu. “Beberapa lelaki tewas. Syair-syairmu kubaca beberapa. Istri- ku adalah tamu bagi desa ini. “Setengah mati aku menahan amarahku. Banyak lagi yang terluka. Matanya meliar.” “Apa?” “Mereka memaksa istriku untuk kembali ke Persia tapi menolak anak kami. sampai tentara- tentara Khosrou datang.com 342 MUHAMMAD “Istri Anda masih di Persia?” “Kami sempat tinggal di desa ini beberapa bulan. Sayang orang Perbatasan tidak menyukai sesuatu berbau sastra. “Maksud Anda. tetapi tidak akan pernah menyia-nyiakan tamu.” Gali tampak menahan sesuatu pada dadanya. Lagi pula. menghentikan pertempuran dengan keluar rumah dan menyerahkan diri kepada para tentara Khosrou.

“Kau membuat permasalahan yang lebih serius dibanding aku. Dua alasan itu sudah cukup bagi Khosrou untuk melumat Per- batasan. “Itu bisa jadi kiamat bagi desa ini. http://ebook-keren. “Kurasa kau harus segera meninggalkan tem- pat ini. Mungkin berkali li- pat dari jumlah tentara yang pernah dia kirim untuk mengurusi aku. dan ini kali kedua Desa Perbatasan menjadi tempat pelarian orang Persia. .com TONGKAT DAN PEDANG 343 Tertelanjangi rasanya Kashva. “Dan Anda tahu mengapa saya berada di tempat ini?” Gali mengangguk sembari merembeskan asap dari bibirnya yang tak terbuka sempurna. Berdenyar sesuatu yang kemudian rata di kepala.” Terkesiap Kashva jadinya. “Khosrou pasti akan mengirim pasukannya. Tapi ada sesuatu kekhawatiran yang lebih penting dibanding rasa tertelanjangi itu.” Tertawa aneh.blogspot.” Kashva mulai menemukan konfirmasi keingintahuannya.” Lemas Kashva seketika.

Kepalanya me- nunduk. seperti apakah rasa hatimu ketika Khirasy sampai di kemahmu dan menceritakan penghinaan yang dilakukan ‘Ikrimah terhadap utusanmu itu? Sakit di tubuhnya akibat terpental dari unta tentu tak se- berapa dibanding sakitnya rasa hati oleh penghinaan yang begi- ni nyata. Mengirim Khirasy ke Makkah sedangkan di sana tidak ada perlindungan dari suku Ka’b atau pun sekutunya membuat nyawa lelaki itu akan selalu berada di ujung pedang. Untuk . Mereka yang tidak dijamin oleh suku tertentu akan hidup dalam bahaya luar biasa. Namun. Memahami dan mengerti posisi Khi- rasy.com 48. W ahai Muhammad. “Utuslah orang yang lebih terlindungi dibandingkan aku. Engkau lantas meminta ‘Umar datang ke kemahmu. ‘Ikrimah begitu membencimu dan ingin melenyapkan segala hal yang terkait denganmu. 628 Masehi.blogspot. Lelaki yang Teliti Perhitungan- nya. memotong kaki unta utusan yang engkau kirim. Engkau mengangguk.” takzim Khirasy berkata. bukankah itu sebuah sikap yang be- gitu merendahkan? “Wahai Rasulullah. siang terik.” Engkau tentu maklum dengan sistem yang berlaku di an- tara orang-orang Arab. ‘Utsman Hudaibiyah. http://ebook-keren.

” ‘Utsman. pamandamu. “Tetapi akan aku tunjukkan kepadamu. kini disegani karena ketaatan- nya kepadamu. orang- orang Quraisy paham betul seberapa besar kebencianku kepada me- reka. Bani ‘Adi.” ‘Umar berkata tegas tetapi tak memudarkan sikap hormatnya yang penuh. Tidak ada satu kata pun dari apa yang diucapkan ‘Umar meleset dari kebenaran. menantumu itu. Tapi. ya. http://ebook-keren. yang cukup kuat melindungiku. “orang yang lebih berkuasa di Makkah dibandingkan diriku.com ‘UTSMAN 345 mengemban pesan darimu engkau butuh seseorang yang kuat dan ter- lindungi. Rasul. Dia dulu yang ditakuti karena kekejiannya. hingga haru dadamu? Kerasnya sikap orang-orang Makkah ini.” Engkau menyimak kata-kata ‘Umar dengan ketajaman analisismu. maafkan aku. pelindung- mu. apakah membuatmu ter- ingat masa-masa sulit dulu ketika engkau masih tinggal di kota berde- bu itu? Dulu mereka begitu keras menentangmu dan kini pun masih seperti itu. Engkau ingin mengirim utusan lain yang lebih efektif untuk melakukan pembicaraan dengan orang-orang Makkah. “Lagi pula. Mengutus ‘Umar pun rupanya hanya akan menimbulkan permasalahan baru. lebih kaya di ke- rabatnya. tidak ada seorang pun dari sukuku. setelah Kha- dijah istri tercintamu wafat. Rasulullah. Dia ‘Utsman bin ‘Affan. Dulu mereka menghinakanmu dan sekarang pun tak juga berubah. dan lebih terlindungi. Tidakkah engkau ingat tahun kesedihan di Makkah. siapa lagi? ‘Umar datang ke kemahmu dengan sikap yang penuh hormat.blogspot.” sergah ‘Umar. wahai Lelaki yang Gemar Bederma? Ataukah pikiranmu sedang dipenuhi oleh rencana-rencana? Atau justru sebuah memori yang menggelayut. Jika bukan ‘Umar. Pilihan- mu jatuh kepada ‘Umar. Tidakkah sejak semula terpikirkan olehmu betapa dia kompeten dalam hal ini. seperti engkau tahu. dan Abi Thalib. sahabat sekaligus mertuamu itu. terbaring sakit dan kian mendekati napas terakhirnya? Tidakkah semua adegan itu kini mengambang di hadapan mata? e . Engkau mempersilakan ‘Umar duduk lalu menyampai- kan rencanamu. “Ya.

” belum selesai rupanya. Ramalan Bahira tentang dirimu. “mereka menyuruhku mengatakan kepadamu agar engkau membuat sebuah kesepakatan antara engkau dan mereka. Untuk mengucapkan kalimat panjang itu pun dia seolah harus menguras seluruh tenaganya. “Kehormatan ini berasal dari kaummu yang telah datang bersama. Dan.” kata Abi Thalib kepadamu dalam kalimat yang lirih. Anakku. Usianya telah melampaui masa kegagahannya. Eng- kau dan pamandamu itu mampir di biara pendeta bernama Bahira. Terserah kepadamu. Abi Thalib memanggilmu untuk sebuah keperluan. penasi- hatmu. matanya menatap seperti se- buah rintihan. Engkau tak sendiri di ruangan itu. “Wahai. Rasanya. dan lainnya. engkau dihadapkan pada sebuah kondisi yang tampaknya akan memperparah rasa kehilangan itu. Sesuatu yang meremukkan. Syaibah. masa depanmu. ibu seluruh keluargamu: Khadijah. Kulitnya demikian berkerut. Setiap kata disela oleh helaan napas yang menyesakkan dada. sebuah kamar berbau kematian. Mereka memintaku untuk menyuruhmu meninggalkan mereka dan agar engkau membiarkan agama mereka dalam keda- maian. tetapi engkau juga harus menuruti apa yang me- reka minta.com 346 MUHAMMAD Makkah. Engkau baru saja datang ke kamar Abi Thalib dan menyaksikan ke- adaan pamandamu tercinta itu begitu lemah dan memprihatinkan. Engkau baru saja kehilangan istrimu. Rambutnya putih se- luruhnya. Itu berhubungan dengan kedatangan para petinggi Quraisy ke rumahnya dan dengan usianya yang semakin terlihat ujungnya. Umayyah al-Jummah. Abu Jahal. Mereka akan menuruti apa yang engkau minta.” . “Orang-orang itu. perjalanan ke Suriah baru kemarin kejadiannya. akan menerima atau menolaknya. seolah hanya engkau saja yang boleh mendengarnya. masa depan itu adalah hari ini. http://ebook-keren.blogspot. Sekarang. sahabat dekatmu. Para pemuka Quraisy ada di sana: ‘Utbah. Abu Sufyan.” Selesai. 619 Masehi. Abi Thalib terbatuk-batuk.

mereka mengobrol satu sama lain di pojok kamar dalam suara yang berbisik. anak saudaraku. http://ebook-keren. Engkau kemudian menghadapi para pe- mimpin Quraisy yang saat Abi Thalib membisikimu. kali ini engkau dapati sebuah keterkaparan.” Abi Thalib berkata kepadamu.” katamu.” Alangkah kata-kata Abi Thalib itu menyegarkan jiwamu.blogspot.” Semua mata sinis memandangmu. “Seperti yang engkau saksikan. Mereka kemudian menatap Abi Thalib dengan pandangan meremehkan. “Ucapkanlah kepadaku sepatah kata. “Wahai. Lirih dan penuh perjuangan. “Ya. dan tinggalkan apa yang engkau sembah selain Dia. Apakah engkau menangkap kesan bahwa pamandamu mendukungmu dalam hal ide monoteisme itu? Bukankah dia mengatakan bahwa engkau ti- .” katamu.com ‘UTSMAN 347 Tidakkah engkau merasakan kepiluan pada dadamu. “Tidak ada tuhan selain Allah. seperti yang diingini Abi Thalib. dan sepuluh kata lainnya. diikuti mereka yang datang bersamanya. engkau tidak me- minta mereka sesuatu yang di luar kewajaran. Lebih terasa basa-basi.” katamu. Apakah engkau ingin membuat tu- han-tuhan itu menjadi satu tuhan? Tawaranmu sungguh aneh!” Abu Jahal dan yang lain mulai berbisik-bisik lagi satu sama lain.” Abu Jahal seketika bertepuk tangan. Muhammad. Pada mata yang dulu engkau selalu menemukan perlindungan. lelaki yang membencimu itu membusungkan dada. demi ayahmu. lanjutkan cara kalian dan tetaplah pada agama leluhurmu sampai Tuhan memutus- kan antara kalian dan dia. Engkau telah menyiapkan sebuah kesepakatan. “Wahai.” suaranya keluar tanpa ragu. Semuanya berpamitan dengan cara yang tidak sopan. “Orang ini tidak akan memenuhi apa pun yang kalian minta. wahai Al-Amin. Pamandamu sungguh telah begini lemah dan tak bertenaga. Sebuah kata yang dengan itu engkau akan memimpin orang Arab dan Persia. “Untuk itu akan kami ucapkan kepadamu satu kata. Abu Jahal. Suara Abu Jahal yang paling sulit disembunyikan. Karena itu. Mereka mening- galkan ruangan itu tanpa sesuatu yang mereka ingin dapatkan saat datang ke sana.” “Ucapkan. Tidakkah engkau ingin menghiburnya? “Jadi demikian.

senantiasa melindungimu. Meski secara formal dia memberimu perlindungan klan. tetapi juga karena dia pemimpin Bani Hasyim. Di kala engkau menderita atau bahagia. pamanmu yang lain. “Anak saudaraku.” katamu kemudian. siapakah yang akan menjamin keselamat- anmu di antara beringas orang-orang Makkah yang ingin menghabisi ajaranmu? Abu Lahab. Engkau dan para sahabatmu diperlakukan begitu buruk. “ucapkanlah kalimat itu agar aku dapat memohonkan ampun pada hari kiamat. http://ebook-keren. Tak bisa meninggalkan berhala-berhala dan menyembah satu Tuhan saja. Perlindungannya sebagai kepala klan mengamankanmu selama ini. Dia lelaki yang senantiasa menjadikanmu sebagai muara kasih sayang dan pengorbanan.” Apakah itu harapan yang demikian berbinar di wajahmu. wahai cucu ‘Abdul Muththalib? Abi Thalib menatapmu.com 348 MUHAMMAD dak meminta kepada Abu Jahal dan kawan-kawannya sesuatu yang berada di luar kewajaran? Bukankah itu sebuah pertanda bahwa Abi Thalib mendukung tawaranmu itu? “Paman.blogspot. Namun. tetapi tak sanggup untuk menjadi pengikutmu. Dia meninggalkan kepedihan tidak hanya karena dia pamandamu. pamanmu be- nar-benar meninggalkanmu. Setelah dia meninggal. Cin- ta itu belum mati.” sungguh berat bagi pamanmu. bahkan untuk mengucapkan kata-kata. Abu Bakar sampai diikat tangan dan kakinya. Melindungimu sepanjang usia. Di saat engkau masih kanak-kanak hingga engkau dewasa. Tak lama setelah pembicaraan yang menyakitkan itu. membahayakan jiwamu. Kejadian-kejadian di Makkah kemudian sungguh menyakitkan.” Seperti apakah kepedihan yang engkau rasakan? Bahkan orang yang begitu mencintaimu. “Jika aku tidak takut orang-orang Quraisy akan berpikir bahwa aku mengucapkan kata-kata itu karena takut mati. Engkau tentu telah berhitung ke- mungkinan. praktiknya dia tidak pernah menghalangi siapa pun yang hendak me- nyakitimu. dibiarkan tergeletak di tengah ja- . menggantikan Abi Thalib sebagai pemimpin Bani Hasyim. maka aku akan mengucapkannya. aku tidak mengucap- kannya selain dengan tujuan untuk memuaskanmu. tidak pernah menentangmu. Tepat pada titik di pusat matamu.

Padahal dia adalah seorang lelaki penuh kasih.com ‘UTSMAN 349 lan. Perlahan. eng- kau pun diserang dengan barang-barang menjijikkan? Seseorang melemparkan kotoran ke dalam wadah yang engkau pergunakan untuk memasak. Dia hanyalah seorang lelaki yang lemah lembut dan penuh kasih. “Jangan menangis. Bahkan seorang Abu Bakar diperlaku- kan demikian. lemah lembut. “Wahai anak Abdul Manaf. Abu Bakar tidak demikian adanya. Engkau lalu membersihkan segala yang najis itu dari serambi rumahmu menggunakan tongkat. orang lain melemparkan tulang domba. menyaksikan dirimu begitu dihinakan. mendiang istrimu yang tidak pernah terganti. penyayang. Putriku. Putri yang senantiasa mengingatkanmu kepada Khadijah. engkau kembali dari Ka‘bah dengan seluruh kepala dan wajahmu berbalur sesuatu yang tidak layak berada di situ. dan kotorannya ke arahmu sementara engkau sedang mendirikan shalat di serambi rumahmu. Lain waktu. dan tidak pernah menyalakan api permusuhan. Berbeda dengan ‘Umar yang oleh orang-orang Quraisy dianggap berbahaya.” engkau berupaya menenangkan hati putri kesayanganmu. darah. Engkau baru saja mengagungkan nama Tuhan sembari menge- lilingi Ka‘bah ketika seorang pembencimu melemparkan kotorannya ke wajah dan seluruh kepalamu. Kedatang- anmu disambut Fathimah yang berusaha menahan air matanya. Terguncang oleh tangis yang mulai menyesaki dadanya. para pembencimu itu demikian suka mengekspresikan kekesalan mereka lewat hal-hal menjijikkan. Fathimah mengambil wadah berisi air dan berlembar kain untuk mengelap wajahmu. rambut sucimu. Tangan Fathimah mulai gemetaran. mem- bersihkan wajah muliamu.blogspot. Isak tertahan menunggu tumpah. Seorang lelaki semacam Abu Bakar pun menjadi objek serangan para pembencimu. Sung- guh remuk rasa hatinya.” Belakangan. Kotoran najis yang begitu meng- hinakan. bagaimana dengan dirimu? Hari itu. Bukankah belum lama berselang sebelum insiden yang membuat Fathimah menangis. tangan kurusnya terulur. per- . disaksikan banyak orang. http://ebook-keren. “Allah akan melindungi ayahmu.

dia yang menye- rangmu adalah ‘Uqbah. Sungguh sepeninggal Abi Thalib para pembencimu itu sesuka hati mereka memperlakukanmu. http://ebook-keren. Suami dari anakmu. ayah tiri ‘Utsman. mencari dukungan dan perlindungan dari orang-orang di luar Makkah? .com 350 MUHAMMAD lindungan semacam apa ini?” serumu. Tidakkah engkau berpikir untuk meninggalkan rumah. Engkau tahu. Ruqayyah.blogspot. Sesuatu yang menyesakkan hatimu. membuatmu berpikir untuk mencari perlindungan lain. menantumu.

Engkau hendak . Pemuda Kristen Pembawa Anggur Thaif.com 49. Menaiki untamu. Thaif dike- lilingi tembok di atas bukit. Tanahnya subur. 619 Masehi. Secuil kemungkinan apa saja. wahai Lelaki yang Di Hati dan Li- dahnya Tak Pernah Ada Dusta. engkau mendaki Thaif sendirian. Sekarang. Langkah menuju ke sana saja sudah demikian menyiksa tu- buhmu. hari yang meranggas. Di bawah terik matahari Hijaz. engkau justru mendatangi kota penentangmu itu. Menyeberangi gurun lalu mendaki perbukitan terjal dan berbahaya. Orang-orang Quraisy yang tinggal di sana adalah barisan pertama penentang agamamu. Engkau tahu.blogspot. Vila-vila musim panas bertebaran memberi sebuah pe- mandangan kontras antara bukit dan jurang. tebing curam atau jurang. E ngkau melakukannya. Thaif adalah sebuah kota perdagangan di atas bu- kit yang subur dan makmur. Makkah benar-benar telah demikian mendesakmu untuk melakukan apa saja. Orang-orang Quraisy yang kaya memiliki rumah-rumah musim panas di pusat keramaian yang dijuluki Kota Al-Lata itu. menjadi tempat bertumbuh berbagai buah-buahan dan jagung. Jalan dari Makkah melalui perbukit- an cadas yang memberi pilihan. http://ebook-keren. seolah Thaif mem- peroleh keberkahan yang demikian spesial.

Mengenai Tuhan dan ampunan-Nya yang begitu luas. Engkau pun tahu. Tidakkah itu menyedihkan hatimu? “Karena. Maka. Tiga ber- saudara Tsaqif memiliki pengaruh di Thaif dan engkau berharap me- reka mau mengikuti ajakanmu untuk masuk Islam dan memberimu perlindungan supaya dakwahmu masih bisa bertahan. “Kami tidak ingin berbicara denganmu!” kata lelaki terakhir pe- mimpin Tsaqif. Ba- rangkali di sanalah peruntunganmu. Mereka yang akan membisikkan kebaikan ke telinga pemimpin Tsaqif kedua. aku akan meruntuhkan Ka‘bah!” kata salah seorang dari tiga pemimpin Tsaqif itu setelah eng- kau menyelesaikan kalimatmu. alangkah keras hati mereka. engkau meninggalkannya dan mendatangi pemimpin Tsaqif yang kedua. http://ebook-keren. Entah kepada siapa lagi hendak engkau mencari bantuan jika pemimpin yang ketiga pun menolakmu.blogspot. Kata-katamu tak bersinar di hadapannya. Mengenai Islam dan kedalaman ajarannya yang membawa kedamaian. Di sanalah Tuhan menurunkan malaikat-malaikatnya.com 352 MUHAMMAD menemui para kepala suku Tsaqif yang berkuasa di Thaif. seandai- . “Jika Tuhan benar-benar mengutusmu. dengan langkah yang masih digelayuti keyakinan akan pertolongan Allah. Engkau berikan senyummu lalu berkata dengan hati-hati dan penuh kesopanan. tetapi dengan hati yang barangkali lebih siap untuk kemungkinan apa pun. Tentang dirimu yang diutus untuk menyampaikan kabar gembira itu. Seolah engkau mengatakan hal yang sia-sia. “Apakah Tuhan tidak mendapatkan orang selain dirimu untuk menjadi rasul-Nya?” ejek pemimpin Tsaqif yang kedua. Engkau mendatangi orang pertama dari tiga pemimpin itu dengan harapan yang penuh. Engkau bertamu lalu mengutarakan maksud kedatanganmu. Agar serangan orang-orang terhadapmu terhenti sekarang juga. sehingga mau menerima pesan-pesan keagamaan yang engkau bawa. Engkau ditolak untuk kali kedua. Engkau mendatanginya dengan cara yang sama. O. Itu sebuah penolakan. Engkau meninggalkan pemimpin Tsaqif kedua dan menaruh harapan kepada lelaki terakhir dari tiga pemimpin kaum penguasa Thaif itu. Engkau meyampaikan kabar gembira itu.

Engkau segera tahu apa yang sedang terjadi. wahai Lelaki Tegar Hati. dan seandainya engkau berbohong. mengusirmu dengan cara kasar dan tidak bermartabat. Tidak hanya para budak.blogspot. Budak-budak itu di- suruh oleh tuannya untuk menyerangmu. Keduanya bahkan menyaksikan hal yang bagi mereka sungguh memalukan. Mereka benar-benar hendak menyakitimu. Engkau segera menaiki untamu dan melarikannya dengan kencang. menghinakanmu. Alangkah yang engkau alami ini begitu memilukan hatimu. tidaklah pantas aku berbicara kepadamu. http://ebook-keren. Engkau baru saja hendak meninggalkan rumah pemimpin Tsaqif terakhir ketika teriakan-teriakan mengejarmu dari belakang. Apakah engkau tengah menikmati keperihan hatimu? Tidak- kah engkau merasa hidupmu menjadi begitu susah? Engkau yang menawarkan cara hidup yang rapi. Mereka yang memiliki perkebunan itu adalah ‘Utbah dan Syaibah dari suku ‘Abd Syams. orang-orang yang tak tahu urusan pun bergabung mengejarmu. Engkau duduk di bawah bayangan rindang pohon berbuah manis itu. engkau tetap berjalan. engkau terlalu mulia bagiku. Engkau tak menyerah dan yakin. pertolongan Tuhanmu akan turun secepat sam- baran kilat. Di kota berbukit itu ke mana lagi hendak engkau langkahkan kaki? Toh. Mereka duduk-duduk di pinggir kebun sementara engkau meng- ikat untamu di batang pohon kurma lalu berlindung di bawah pohon anggur yang merambat rindang. Engkau buru-buru memasuki perkebunan yang agak jauh dari rumah penguasa Tsaqif tadi. wahai Lelaki Lembut Hati.com PEMUDA KRISTEN PEMBAWA ANGGUR 353 nya engkau utusan Tuhan seperti yang engkau katakan. Kata-katamu yang senantiasa menembus hati pendengar- nya tak berhasil di sini. Tiga pemimpin Tsaqif itu menolakmu bahkan mengejek misimu. Tahukah engkau bahwa kebun yang engkau masuki dimiliki oleh keluarga Quraisy? Itulah mengapa para pengejarmu bubar begitu engkau memasuki kebun subur yang segar dipandang itu.” Gagal. dan lebih berarti dihinakan . taat. Seorang keturunan Quraisy sepertimu dikejar-kejar orang-orang Tsaqif.

Apakah engkau dalam diammu itu membayangkan masa-masa damai dulu? Ketika engkau hidup panjang bersama Khadijah dengan limpahan kebahagiaan. tetapi engkau tampak tetap tabah dan terjaga. Alangkah dulu tak seorang pun berani merendahkanmu.blogspot. Sesedih apa pun hatimu. Allah. Abi Thalib? Dia yang senantiasa bisa mengusir segala bentuk bahaya dari sekeli- lingmu. Dukungan Khadijah yang senantiasa berlimpah. dan kehinaanku di hadapan manusia. bertindak penuh kehormatan. pasrah tetapi penuh keyakinan. ketidak- berdayaanku. http://ebook-keren. Dua puluh lima tahun penuh cinta dan suara anak-anak. jika Engkau tidak murka kepa- daku. Engkau Tuhan orang-orang yang lemah dan Engkau adalah Tuhanku. dua orang Quraisy pemilik perkebunan itu berbincang mengenai di- rimu. Wahai yang Maha Pengasih di antara yang mengasihi. Aku berlindung dari murka-Mu. dan pengaruhnya menyatu dengan wibawamu. kepada-Mu aku mengeluhkan kelemahanku. Jiwanya. diteriaki seolah engkau le- laki paling hina di muka bumi. Dikejar-kejar seperti kriminal. Aku senantiasa mohon ridho-Mu karena tidak ada daya dan kekuatan kecuali atas perkenan-Mu. Menyantuni fakir miskin.” Sementara engkau sedang membisiki Tuhanmu dengan kata-kata yang lemah lembut tetapi bertenaga. hartanya. Mengenyahkan ancaman apa pun yang mengintip hidupmu. Apa pun yang engkau pikirkan. Kepada siapa Engkau hendak me- nyerahkan diriku? Kepada orang-orang asing yang bermuka masam terhadapku atau kepada musuh yang Engkau takdirkan akan menga- lahkanku?” “Hal itu tidak akan aku risaukan. Apakah engkau sedang mengajak-Nya berbicara sekarang? “Ya. tampaknya engkau tetap memi- lih sahabat terbaik dalam kelapangan ataupun keterdesakan. dan menjadi pasangan suami-istri yang terpandang. Aku menyerahkan diri kepada cahaya-Mu yang menerangi segala kegelapan dan menentukan kebaikan urusan dunia dan akhirat. . Namun.com 354 MUHAMMAD seburuk ini. Atau engkau sedang mengingat-ingat pamandamu. rahmat-Mu bagiku amat luas.

Entah apa yang ada dalam pikirannya. “Petiklah setangkai anggur. “Dari negeri manakah engkau berasal dan apa agamamu?” Addas tampak sumringah. ‘Utbah kemudian memanggil nama seseorang.” Addas menghampirimu dan tidak mengucapkan basa-basi apa pun.” Apakah engkau segera menemukan sebuah keistimewaan pada diri pemuda di depanmu. Dia seorang budak bernama Addas. kemudian menghampirimu yang masih termangu dalam kesendirian dan kesepian. wahai Lelaki yang Selalu Ingin Memberi? Tidak setiap hari ada orang memperhatikan caramu memulai sebuah santapan. “Persilakan dia memakannya. Tuan. berbadan liat.” ucapnya. memetik sebutir anggur.blogspot. tinggi. Engkau tersenyum. “Silakan makan.” ‘Utbah menunjuk ke arahmu. Sendirian tanpa perlindungan klan yang menjamin keamanan. Addas memang istimewa. Ada sesuatu darimu yang membuatnya demikian takjub dan nyaris ke- hilangan kata-kata. Memberikan ekspresi terbaik untuk berterima kasih sekaligus memberikan pesan persahabatan yang dalam. “Aku ber- asal dari Niniveh. dan tegap. “Kalimat itu tidak biasa diucapkan oleh penduduk negeri ini.” katamu sebelum mengu- nyah buah segar itu. “Dengan nama Allah. Addas tampak terpesona.com PEMUDA KRISTEN PEMBAWA ANGGUR 355 Mereka terakhir melihatmu saat pemakaman Abi Thalib. Bagai- manapun nyeri hati mereka melihat seorang keturunan Quraisy se- pertimu berada dalam kondisi itu. Apakah engkau merasa dia menjadi bagian dari rencana Tuhan untuk . “Agamaku Kristen. Tanganmu mengulur.” Tak perlu disuruh dua kali.” Engkau menatapnya semakin saksama. letakkan di nampan dan berikanlah kepada lelaki itu. Tugasnya adalah memberimu setangkai anggur. maka itu yang dia laku- kan. Dia segera mengambil nampan lalu memetik setangkai anggur paling baik. lalu mendekat- kannya ke mulutmu. Addas tahu apa yang harus dia laku- kan. http://ebook-keren. Orang yang dipanggil dengan satu teriakan itu adalah seorang anak muda berambut keriting.

Dia telah mengatakan kepadaku sesuatu yang hanya diketahui oleh seorang nabi. dan kaki lelaki itu?” Addas menundukkan kepalanya. Seperti seorang hamba sahaya yang ingin berterima ka- sih kepada majikannya yang baik budi. Dia tahu. Addas! Apa yang membuatmu menciumi kepala. “Begitu besar perlakuan budakmu.com 356 MUHAMMAD menghibur hatimu? “Niniveh. berkata jujur dan me- naati majikan bisa menjadi dua hal yang berbeda. Bukan karena kemarahan. Yunus putra Matta. dan terakhir kedua kakimu. dua majikan Addas berseru penuh kekagetan. Mereka menunggu beberapa lama sampai pemuda itu benar-benar ada di hadapan mereka.” kata Syaibah. “Tuan. dan aku pun seorang nabi. tetapi dengan cara berbeda. Dia buru-buru meletakkan nampan anggurnya kemudian memelukmu dengan kuat. ‘Utbah buru-buru menghar- diknya. tetapi oleh ketakjuban. http://ebook-keren. Addas melepaskan pelukannya lalu menciumi kepala. Seperti se- orang sahabat yang berpuluh tahun berpisah lalu bertemu dalam su- asana terbaik. Di pinggir kebun. ketidakterdugaan. Dia menggerakkan kepalanya sedikit. Seruan mereka seperti dua orang yang baru saja menyaksikan adegan paling tidak masuk akal sepanjang sejarah. suaramu lembut dan menyejukkan. Mereka mengamati adegan itu sejak awal.” Gemetaran tubuh Addas kemudian. Addas berharap masih bisa melihat bayanganmu meski hanya titik hi- . kota tempat asal seorang hamba yang saleh.” ‘Utbah berkacak pinggang.blogspot. Me- lihat ke jalan setapak yang mengantar siapa pun ke luar Thaif.” Addas tak menjawab. Dua majikannya memandang arah yang sama. tidak ada manusia yang lebih baik dibanding dirinya di muka bumi ini. Keduanya tak sabar menunggu kembalinya Addas dari tempat- mu berteduh. “Dia adalah saudaraku. “Keterlaluan engkau. Addas! Jangan sampai ia memengaruhi agamamu karena agamamu lebih baik dari- pada agamanya.” Membeliak mata Addas. “Keterlaluan engkau. tangan. “Dari mana engkau mengenal Yunus putra Matta?” Engkau tersenyum. tangan. Dia seorang nabi.

engkau masih mampu membuat perubahan pada seseorang. . apa yang engkau lakukan bisa mem- bahayakan posisi mereka di Thaif. suatu saat.blogspot. sementara kedua majikannya barangkali kebingungan karena di tengah ketidakberuntunganmu. dua majikan Addas itu seperti juga para Quraisy lain- nya.com PEMUDA KRISTEN PEMBAWA ANGGUR 357 tam yang bergerak meninggalkan Thaif. http://ebook-keren. mulai khawatir. Boleh jadi.

wilayah Perbatasan.blogspot. “Tibet?” Gali mengangguk lagi. India berbahaya.” lanjut Gali.” Diam agak lama. kurasa.” Kashva menatap Gali serius. Tapi kekuasaannya akan runtuh tak lama lagi. Kami Kasar tapi Bukan Orang Kejam Waktu yang sama di Bukit hijau. Tibet pilihan paling masuk akal. berkali-kali. rupanya?” “Guru Kore tahu banyak hal. “Ramalan Zardusht itu?” Gali mengangguk lagi. “Dia ingin menjadi raja dunia. Rokoknya tuntas. Dia sudah terlalu banyak berbuat semena-mena. “Ramalan Zardusht dan karma. http://ebook-keren. Lagi pula engkau bisa belajar banyak hal kepada para lama. Mereka memiliki ramalan yang mirip dengan yang dikatakan Zardusht.” . Di sana kehidupanmu terpisah dari dunia.” Butuh jeda beberapa lama sebelum Kashva mene- mukan lagi momentum untuk berbicara.com 50. “Mungkin Guru Kore akan menyarankanmu pergi ke Tibet. Kami sering berdiskusi sem- bari merokok dan menyeruput kopi hijau. Gali mengangguk lega. “ S aya tak menyangka tentara Khosrou akan memburu Anda sampai Perbatasan.” “Anda tahu sekali tentang ramalan Zardusht. “Tiongkok terlalu asing.

berpin- dah-pindah. “Aku mengimani Weda. “Dia seorang lama di biara kaki Gunung Anyemaqen. “Iya . kau yakin bisa sampai ke sana tanpa tersesat?” “Mashya akan mengantar saya.” Berbinar mata Kashva kemudian. mengecoh para mata-mata Khosrou yang memburunya selepas kabur dari penjara Kerajaan Persia. Tapi dia belum pernah menyebut-nyebut tentang hal itu..” Kashva tampak begitu antusias.” Tiba-tiba kepala Gali menyorong tajam.” “Aku pernah bertemu dengan orang-orang Tibet. “Kau pernah ke Tibet?” tanyanya kemudian.blogspot.com KAMI KASAR TAPI BUKAN ORANG KEJAM 359 “Saya punya kenalan di Tibet. “Gali mengangguk-angguk tak jelas. Gali tergelak lagi. “Bertahun-tahun dia tinggal di Perbatasan. http://ebook-keren.” “Pantas dia sangat memahami bahasa Perbatasan. “Kami memang ti- dak suka basa-basi dan suka berkelahi. bukan?” Kashva menunggu sampai Gali menyelesaikan tawanya lalu meng- arahkan mata ke wajahnya.. “Tidak persis seperti itu. “Apa yang Mashya cerita- kan tentang penduduk Perbatasan?” Kashva terkesiap. Gali tergelak de- ngan cara yang berlebihan. Kashva menggeleng. Tidak buru-buru menjawab.” “Anda mengenalnya?” Gali tergelak. Dia memang benar-benar licin. Ramalan itu sangat populer di sana.” “Jika kau ke sana. Tidak mengerti tentang ajaran Buddha. Kashva mengangguk. Tapi kurasa Guru Kore mengetahuinya. Tapi aku yakin Mashya sudah . “Anda tahu seperti apa bunyinya?” Gali menggeleng.. “Pasti Mashya sudah menakut-nakutimu. Dia hanya mengatakan bahwa orang-orang Perbatasan adalah pe- tarung hebat.” “Hanya tahu cara membunuh dan cara untuk mati?” Kashva mengangguk lemah.. “Saya dan lama itu saling berkirim surat be- berapa tahun terakhir. Badannya terguncang-guncang.” Gali memberi tanda kepada anaknya untuk menyiapkan rokok baru baginya.. dia akan menjadi pemandu yang baik.” “Mashya .

“Berkelahi itu tidak berdosa.” “Apakah menurutmu mengemis tindakan mulia?” Gali memotong kalimat Kashva dengan beringas. setidaknya jika dibandingkan mencuri .” “Mashya pernah mengatakan.” Tawa Gali sampai memerahkan matanya. Kau jangan heran tentang itu. pilih mencuri daripada mengemis .” Kashva bisu mendadak.” Pandangan Gali sekarang ber- pindah ke pucuk-pucuk gunung yang berwarna cokelat pucat. “Anggap saja itu latihan fisik yang menguatkan tubuh. Tidak bisa menerima penghinaan sekecil apa pun. bahkan para lelaki Perbatasan bisa bertarung dan saling bunuh hanya karena berebut makanan dalam se- buah pesta pernikahan?” Tawa Gali menjadi-jadi.. tetapi tidak sembarangan.” Tawa Gali mereda....” “Mencuri itu tidak masalah jika engkau mencuri dari orang kaya yang pelit.” “Apa?” “Pertarungan itu sudah menjadi bagian hidup para lelaki Perba- tasan. “Kalau . Tanpa pertarungan.” “Kami memang orang-orang kasar.blogspot. Men- curi dari orang pelit itu juga tidak dosa.. Gali meneruskan omongannya.com 360 MUHAMMAD melebih-lebihkan ceritanya.” Kashva menelan ludah. Hanya aku yang sang- gup menandinginya. “Itu hanya cara untuk mengambil hak orang miskin dari orang banyak harta yang tidak mau berbagi. hidup seperti makanan tanpa bumbu. bu- kan?” “Tetapi kudengar orang Perbatasan begitu pendendam.. “Dulu Mashya selalu menantang duel siapa saja... tangan kehilangan jarinya?” Dua bahu Gali terangkat. “Dan Mashya menjadi salah satu di antara lelaki yang bertarung itu. “Bukankah engkau di- perlakukan baik oleh Guru Kore dan penduduk desa?” “Tentu saja. http://ebook-keren. Ini pengetahuan baru tentang Mashya. “Ehm . “Dalam latihan pun ada yang celaka.” kalimat Gali meninggi.” “Tak peduli jika badan terluka.

istri Dewa Syiwa. Di hari-hari Dasain juga Dewi Durga berhasil menaklukkan Mahisasura. Yang berdosa itu yang memancing pertarungan. http://ebook-keren. ya?” “Pada hari-hari Dasain ini.” Kashva berdehem. Selain diskusi dengan Guru Kore. “Tadi saya lihat ada kesibukan di lapang- an desa. “Itu tidak apa-apa.” “Termasuk jika masalahnya hanya sepiring makanan dalam se- buah pesta pernikahan?” Gali mengangguk mantap. Sri Rama mengalahkan Rahwana yang menculik Dewi Shinta di Pulau Lanka.” Kashva mengalihkan tema pembicaraan. kepala hewan menggelin- ding. Mereka hendak menyembelih kerbau dan kambing jantan tengah malam nanti.” Tangan Gali meng- umpamakan gerakan pedang. . “Dasain. Orang yang per- tama kali memukul.” Kashva melongo. mengangguk-angguk penuh antusias. Tidak mendapat dosa. “Sekali tebas. “Kerbau-kerbau dan kambing-kambing diikat.blogspot. balaslah dengan memukul dada kiri orang yang memukulmu. berkumpul di lapangan. “Untuk apa?” “Untuk memuja Dewi Durga. siluman berkepala kerbau. Berupaya memaklumi kata-kata Gali meski tam- pak otaknya tak sanggup lagi.com KAMI KASAR TAPI BUKAN ORANG KEJAM 361 kau dipukul dada kananmu.” “O. Ada perayaan apakah?” Gali mengangkat alis.” Kashva keheranan. dia baru menemukan alasan lain untuk tinggal lebih lama di desa Perbatasan ini.

com 51. Ini sama sekali tidak mendesak. http://ebook-keren. kemarin baru Guru Kore menyinggung perihal lembaran-lembaran Kuntap Sukt.” kata Guru Kore blak-blakan. Kashva mengulang janji Guru Kore sehari sebelumnya. “Apa yang saya katakan pun bukan garis akhir untuk pen- carian Anda.” “Saya tidak memaksa jika Guru Kore keberatan. Setelah satu pekan berada di Desa Perbatasan. Guru Kore menolak membin- cangkan isi Kuntap Sukt di rumahnya atau di salah satu rumah . Dalam hati. “Sa- ya merasa waktu kita tak banyak lagi dan hal itu baiknya segera kita lakukan. “Kita sudah sama-sama maklum bahwa kedatangan Anda ke Perbatasan dan bertemu saya adalah untuk mencari tahu makna ayat-ayat Kuntap Sukt. Dia akan mengajak diskusi Kashva perihal ayat-ayat Kuntap Sukt.” Akhirnya perbincangan itu diakhiri dengan kesepakatan tempat dan waktu untuk bertemu. Ini pasti akan sangat menan- tang.” Senyum melintang penuh teka-teki.blogspot. Kashva mening- galkan rumah Guru Kore. “Perjalanan Anda masih panjang. Gemerlap Dinding Gunung S ambil memeluk kotak kayu bertuahnya. Tuan Kahsva. Belajar langsung dari ahlinya.” kelit Kashva karena ketidakenakannya.

dan sangat suka bertarung. Kashva senang-senang saja. Mereka cuma korban harga diri yang salah eksekusi. berarti memang dia belum merasa datang waktu untuk membincangkannya. Selain hal baru itu.blogspot. perpaduan . http://ebook-keren. Oleh karena kebiasaan itulah banyak dari para lelaki Perbatasan yang mati muda. Seperti kata Guru Kore ketika kali pertama Kashva datang. Guru Kore tahu benar apa tujuan kedatangan keduanya. apalagi Kashva. tidak berani memu- lai obrolan mengenai ajaran kuno itu karena mereka sadar. Dia ingin menemui Kahsva di luar pedesaan. Tidak menjadi masalah di mana me- reka akan berbicara. Mengenai sikap mental orang-orang perbatasan dan prinsip-prinsip hidup yang mere- ka anut dan praktikkan. butuh ketegaan untuk menyaksikannya tanpa menutup mata. fisik yang kukuh. Kesepakatan itu menjadi ujung kepenasarannya selama satu pekan. Kekasaran orang-orang itu di- sebabkan oleh harga diri yang selangit sekaligus kemiskinan yang me- nyesakkan. Termasuk mengikuti upacara Dasain yang menggetarkan. cukup satu pekan bagi Kashva untuk membuat simpulan. orang-orang Perbatasan ini bukanlah pembunuh kejam. Sifat yang keras. Mereka orang- orang berambisi besar. Kalau Guru Kore belum menyinggung mengenai hal itu. Ketika kepala-kepala hewan kurban menggelinding dalam sekali tebasan. tidak sabaran. Jadilah pekan pertama keberadaan Kashva di desa itu dia habis- kan untuk berkeliling desa. Ini perpaduan yang hanya terasa indah jika dilukiskan dalam pu- isi atau prosa para seniman. Isi ayat-ayat suci itu terlalu rahasia. lelaki Pemindai Surga itu segera berhasil beradaptasi dengan perilaku sosial dan tata krama penduduk setempat. Orang-orang Perbatasan sangat tidak mudah jatuh cinta.com GEMERLAP DINDING GUNUNG 363 di Desa Perbatasan. Dalam kehidupan nyata. ber- baur dengan hati yang sensitif. Namun. Baik Mashya. Mereka membutuhkan waktu yang panjang untuk mengenal seseorang de- ngan baik dan menganggap orang itu sebagai sekutu. Kashva pun segera mendapatkan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan yang mengelilingi kepalanya.

Tidak apa. Dia tidak kesulitan membauri mereka karena Mashya sempat bertahun-tahun tinggal di berbagai desa di wilayah Perbatasan. Toh. Guru Kore sudah memilih tempat pertemuan yang istimewa. sementara di dalamnya Mashya dan Xer- xes masih terlelap dikerukup selimut. Kashva tidak pernah lewat untuk mengingatkan Xerxes setiap hari agar bocah itu menjaga kelakuannya. dia mengaduk hari-harinya dengan berlatih fisik bersama para laki-laki desa. Dia pasti sudah menung- gu di luar desa. Bermain ke sana kemari dan sejenak lupa akan kepenatan hidupnya di negeri orang. dia menjadi sedikit penasaran.com 364 MUHAMMAD itu lebih banyak menumpahkan darah dibanding harmoni yang me- nyejukkan. Bagi Xerxes pun sungguh menye- nangkan. ikut berburu. Sembarang orang apalagi sembarang tempat. Kashva keluar rumah buru-buru. Sebuah gua di atas dinding-dinding gunung yang gemerlap. Mashya tidak kesulitan untuk menemukan dunianya di wilayah Perbatasan itu. http://ebook-keren. Dia segera mendapatkan kawan-kawan seusianya. Sebuah episode setelah dia kabur dari penjara Khosrou bertahun-tahun silam. En- tah mengadu senjata. Guru Kore bangun lebih dulu rupanya. Badannya berseli- mut. Pertama kali. . Sembari mengawasi perkembangan. Jangan sampai mem- buat anak-anak Perbatasan merasa tersinggung atau terhina. Seolah musim dingin datang lebih cepat dari waktu biasanya. Rupanya untuk itu Guru Kore membiarkan waktu satu pekan ba- gi Kashva untuk belajar banyak hal. Kashva mende- ngar tentang gunung yang dindingnya gemerlapan dari cerita Gali be- berapa hari lalu. Dia meninggalkan rumah ku- bus yang lembap oleh udara. Urusan- nya bisa sangat berbahaya. Pagi itu dingin betul. Membincangkan Kuntap Sukt tak boleh sembarangan. Anak-anak Perbatasan konon sudah bela- jar untuk membalas dendam sejak mereka lahir. atau apa saja. Menahan dingin sekaligus menutup kotak kayu yang ia peluk. Kashva yakin itu hanya dramatisasi belaka.blogspot. Bagaimana bisa dinding-dinding gunung gemerlap seperti istana raja? Kashva menggegaskan langkahnya. sebelah utara desa. Ketika Guru Kore mengulangnya. Kenikmatan tidur itu Kashva korbankan pagi ini untuk sesuatu yang lebih besar.

Mencari-cari. kehalusan lukisan pun tak akan mampu memindahkannya dengan sempurna ke permukaan kanvas. Dinding-dinding gunung yang gemerlapan dan alam subur yang membentang tanpa habis. Kashva menoleh ke setiap pen- juru. Adakah surga pun diciptakan seindah ini? Pandangan Kashva kembali mencari-cari. atau justru batu-batu besar yang menghalangi. http://ebook-keren. Semangat Kashva kian berlipat. . Batu-batu yang menyusun dinding gunung itu sungguh cemer- lang. Kashva mesti menggunakan intu- isi terbaiknya untuk menghindari area yang rawan erosi. Seharusnya sudah terlihat dari sini. Bukan- nya hangat. Sedikit saja sinar matahari yang mengintip memantulkan cahaya cemerlang pada permukaan dinding-dinding tatahan alam. Sebuah gunung menjulang dengan dinding-dinding gemerlapan. Ceruk gua itu sema- kin nyata. Seketika pandangannya diringkus takjub yang membekukan. Ini bagian gunung yang berlawanan arah de- ngan bukit tempat Kashva bertemu dengan Gali. Kashva bergegas lagi. Bentuk lubangnya tak beraturan. Dia segera sampai di depan gua yang ternyata cukup lega. menembus kain tebal yang dipin- jamkan oleh Guru Kore. Lubang hitamnya se- dikit mengintip di antara rimbun pepohonan. Tak salah.blogspot. Udara menusuk-nusuk. Tidak terlihat jelas. Sedikit oval. semakin ke dalam udara tambah lembap dan mencekat. pasti. Seperti di negeri dongeng.com GEMERLAP DINDING GUNUNG 365 Dia segera sampai ke lembah dan meniti jalur hijau yang biasa menjadi tempat penduduk Perbatasan menggembalakan ternak mere- ka atau berburu. Atau setidaknya. Segera dia menemukan sebuah ceruk di atas lembah. Licin jalur menuju gua itu. Stalagmit dan stalagtit di mana-mana. Dinginnya menembus tulang. Sesekali Kashva nyaris terpelanting menginjak ilalang yang tertimpa buliran embun. Jauh lebih gemerlapan dibanding istana Khosrou sekalipun. Dia mulai mendaki. Jalur jalannya lebih licin dan tak mudah ditaklukkan. Menyeberangi aliran sungai kecil pada waktu kabut bahkan masih bertengger di permukaan tanah sugguh menyakitkan. Per- paduan yang sulit dilukiskan. sedikit mengurangi dingin yang membungkus dirinya. Banyak gerakan. tetapi tidak rapi. semakin cepat.

Kashva masih mencari-cari. Banyak hal menarik. pegang teguhlah kebijak- sanaan yang memberimu sapi dan kebaikan. “Bawa ke- mari kehormatan Tuan. “Sudah siap untuk mendis- kusikan Kuntap Sukt?” Kashva menegakkan kepalanya. Kashva melangkah masuk gua lebih dalam. “Bagaimana pendakianmu. Tuan Kashva?” “Cukup baik.” Suara menggaung. Guru Kore menyambutnya dengan senyum melebar. Tak ada balasan. http://ebook-keren. Kashva masuk ke gua pelan-pelan. Kash- va mencari dari mana asal suara itu.” . Suara air menitik. “Mereka yang berdoa berlari bak sekawanan banteng perkasa. dan di rumah anak-anak itu menunggu induk sapi. Menoleh ke sana kemari dengan hati-hati.” Guru Kore menggunakan telapak tangan- nya untuk mempersilakan Kashva bergabung dengannya.” Guru Kore tersenyum. Terasa berwibawa dan menghangatkan. Kashva tahu kalimat yang menggema itu bagian dari Kuntap Sukt yang mulai dihafalnya di kepala.” “Semangat yang bagus. Dia lelaki yang Kashva cari. berjalan dari kegelapan menuju ke mulut gua. seperti biasa. Guru Kore.” Suara Kashva memantul-mantul.” Suara Guru Kore lagi. Sebarkanlah ini kepada mereka-mereka yang mendapat tuntunan. “Wahai engkau yang memuji Tuhan. “Sebarkanlah kebenaran. Hanya anak-anak mereka yang menunggu di rumah.” Menggema. “Sebarkan kebenaran. wahai engkau yang mengagungkan. Hanya saja terdengar lebih bertenaga dan sakral. Bibir dan lidahmu bergerak laksana pe- dang yang tajam. seperti seorang pemanah mengarahkan mata panahnya.com 366 MUHAMMAD “Guru Kore. Sosok remang yang semakin jelas menghampirinya.blogspot. “Lebih dari kapan pun. Memantul dari dinding ke dinding. Ke- palanya tolah-toleh. seperti seekor burung yang bernyanyi di atas pohon berbuah ranum.” Jelas suara Guru Kore. Lengang kemudian. Dia pun kemudian mengucapkan bunyi suci Kun- tap Sukt yang ia ingat.

“Ba- rangkali. Kashva mengikuti tetapi tanpa sikap meditasi. karena makna sejati ayat-ayat itu memang tersembu- .” Tuan rumah dan tamu pemburu ilmu itu duduk berhadapan kini. “Setidaknya Guru Kore telah menekuni ayat-ayat ini dalam waktu lama. Guru Kore bersila dengan sikap tangan yang sama. “Kata kun- tap artinya penghapus kesengsaraan dan masalah.com 52. Kita hanya bisa membuat tafsiran-tafsiran.” “Bukankah kata Kuntap juga bermakna ‘kelenjar yang ter- sembunyi di dalam perut’?” Kashva menyela.” senyum Guru Kore mengambang gamang. “Ayat-ayat itu terlalu suci dan sulit ditembus.” Guru Kore mengiyakan dengan anggukan kecil. http://ebook-keren. Guru Kore melepas sikap jemari di depan dadanya lalu me- letakkan dua kepalan tangannya di atas dua dengkulnya. Kuntap ter- bangun dari dua kata: kuh yang artinya dosa dan kesengsaraan. sedangkan tap maknanya pembasmi. Semua ayat di dalam Kuntap Sukt menyebutkan perihal penghapus kesengsaraan dunia. Kuntap bisa bermakna ‘pembasmi dosa dan kesengsaraan’. Serbuan “ Y im terlalu berlebihan jika mengira aku tahu sangat banyak tentang makna Kuntap Sukt.blogspot. Dia benar-benar tak sanggup menahan banjir keingintahuannya.

“Sampai waktunya tiba. kita telah terima dari para Rushamas enam puluh ribu sembilan puluh.” Kashva mengangguk. atau manusia terpuji pada terjemahan Anda sungguh menarik. Ma- nusia! Dengarkan ini dengan takzim! Manusia terpuji akan diagungkan. “Makna paling men- dekati.” katanya. “Dengarkan.” Kashva mengadu pandangannya dengan Guru Kore. “saya menangkap ada nubuat hebat di dalamnya. “ribuan tahun lalu. kami menemukan enam puluh ribu sembilan puluh pria gagah berani menghancurkan musuh-musuh mereka. “Maknanya kurang lebih sama.” Dijeda napas panjang. “Menurut Guru Kore. Shankhayana Shraut Sutar.” komentar Kashva. dia kelak terpuji. Tetapi tetap saja menjadi misteri. bunyi ayat itu masih menjadi teka-teki. wahai Manusia! Pujian agung akan dilan- tunkan.” “Agak berbeda.” sambung Guru Kore. Kashva mulai membacanya. “Sepanjang sejarah India. Kaushitki Brahmana. Aitreya Brahmana. Wahai. Semua kitab paling kuno tidak ada yang lewat menyebut Kuntap Sukt. Bukankah kata itu merujuk pada sesuatu yang belum terjadi?” “Belum terjadi pada saat ayat ini diturunkan.com 368 MUHAMMAD nyi dan baru akan terungkap pada masa yang akan datang.” komentar Guru Kore. “Ayat pertama. sampai Gopath Brahmana. “Wahai.” Kashva tampak sangat tertarik dengan kalimat terakhir Guru Kore.” Manuskrip digelar.” . Bahkan terjemahannya pun ada be- berapa. Membuka dan mengeluarkan manuskrip-manuskrip Kuntap Sukt yang diberikan Astu di Gathas. “Pemilihan kata astvishyate untuk menun- juk seseorang yang akan mendapatkan pujian agung pada terjemahan saya.blogspot. terjemahan saya tidak sepenuhnya benar?” Guru Kore tidak menjawab dengan kata ya atau tidak.” “Teka-teki yang tidak terpecahkan?” Guru Kore mengangguk.” Kashva meletakkan kotak kayu legendarisnya di depannya persis. Vaitran Sutar. Wahai Raja yang Pengasih. “Aku cen- derung lebih sepakat dengan terjemahan Anda. Sang Guru tampak serius dalam perenungannya. http://ebook-keren. Ashvlayana Shraut Sutar. Kaurama.

” “Narashansah Astvishyate .. Tuhan akan mengagungkannya. Tuan Kashva?” “Hampir di semua tradisi agama berbagai bangsa. “Maknanya.” “Apakah benar ayat-ayat ini membicarakan kedatangan seorang penyelamat? Pangeran Kedamaian?” “Menurut Anda. Benar-benar tidak berbeda jauh dengan apa yang ditafsirkan Guru Kore. pematang-pematang cahaya mulai terbentang. “Rishi penerima Weda memberikan nama kepada orang terpuji yang dijanjikan itu Narashansah Astvishyate..” nama itu seperti puisi di telinga Kashva ketika mengulangnya dengan takzim. Dengan cara yang aneh. Seolah kalimat yang hendak dia katakan menuntut konsentrasi sempurna. ke- imanan spiritual di balik dada Guru Kore yang menuntun kata-kata- nya menjadi terdengar begitu suci dan mulia. Di dalam dada Kashva merekah energi pengetahuan yang memang selama ini menjadi sumber kekuatannya menempuhi hari-hari..blogspot. Di luar gua. selain ayat pertama Kuntap Sukt.com SERBUAN 369 “Jelas ini sebuah nubuat.” Kashva takjub dengan cara Guru Kore melafalkan ayat-ayat itu. “Dia akan diagungkan. perbincangan ini seketika mengingatkan diskusi-diskusinya dengan . selalu ada nu- buat tentang seseorang yang dijanjikan. “Lantunkanlah pujian bagi raja dunia yang serupa cahaya.” sambung Guru Kore.” Guru Kore memejamkan matanya. Mem- bawa terang dan kehangatan. Kashva percaya. Dialah penuntun bagi semua manusia dan memberi perlindungan kepada semua. demikian juga dengan manusia. meski demikian sering dia membacanya sendiri.” Kashva merasa takjub dengan apa yang dia yakini selama ini. laksana dewata dan terbaik di an- tara manusia. Guru Kore mengangguk. yang terpuji dari kalangan bangsanya. http://ebook-keren.” “Tidak ada ayat di dalam empat Weda yang lain secara tegas mem- beri perintah kepada umat agar mendengarkan kata-kata dalam ayat ini dengan penuh hikmat dan khusyuk. Kuntap Sukt menambah daf- tar itu.

” “Apakah memang kedatangan seorang Pangeran Kedamaian be- gitu dibutuhkan?” “Lebih dari kapan pun. “Bunyi ayat itu tidak ada dalam teks yang saya miliki. Parkhida menjaganya. Sebagian lagi tersebar di seluruh India. diseret ke ranah kekuasaan. Tuan Kashva. Seba- gian ada padaku. agama diinjak-injak. Pelindung Semua Bangsa.” Guru Kore melanjutkan kalimatnya. “Jika dia memang ada.” Kashva bersikap sepi oleh karena rasa sepakatnya terhadap pen- dapat Guru Kore. tetapi tetap misteri siapa yang dimaksudkan di dalamnya. Di tanah kelahirannya. Cahaya. Tinggal remah-remahnya saja. semenjak dia ber- kuasa.” Kashva memeras sari pati kata-kata Guru Kore barusan. “Raja Dunia.” nada suara Guru Kore merendah sedikit.Terlalu menyedihkan. Penuntun Umat Manusia. Agama yang hanya ritual semata. Tak jelas lagi apa inti dan tujuannya. Lagi pula aku tidak punya hak apa-apa. Para pria di tanah Kuru membicarakan sang Pencipta Damai ini ketika membangun rumah mereka.” “Begitu jelas petunjuk pribadi Pangeran Kedamaian dalam Kuntap Sukt yang ada pada Anda. Rasa ingin bertemu Astu. “Memang tidak ada. Unsur-unsur yang diguna- kan Khosrou untuk mengendalikan kepala-kepala rakyatnya.” Mencari-cari. kapan. Ada yang menekan dada Kashva dengan semena- mena. agama pun telah menjadi alat kekuasaan. Astu baik-baik saja. http://ebook-keren.” Kashva merasa perlu untuk berkomentar. “Dan. “kita tidak per- nah tahu siapa itu Pangeran Kedamaian. “dunia sudah begini kacau.com 370 MUHAMMAD Astu di masa lalu. Memastikan dia baik-baik saja.” Kashva memeriksa dokumen suci miliknya.” Guru Kore menggeleng senyap. Para penguasa di Barat dan Timur saling menghancurkan tanpa memikirkan nasib rakyat.” “Yim memang hanya memiliki sebagian saja. “Dia memberi perlindungan kepada semua orang. “Dimengerti kata-katanya. alangkah sempurnanya sang Pangeran Kedamaian itu. membawa damai bagi dunia. Buru-buru Kahsva menepis lamunan itu.blogspot. dan di mana dia akan dibangkitkan?” .

“Sapi.” Kahsva hampir habis kata-kata.blogspot. Guru Kore.” “Kami nyanyikan pujaan bagi pahlawan agung dan dengan lagu yang menyenangkannya.com SERBUAN 371 “Tepatnya kapan.” Seperti sajak bertaut.” “Itu perumpamaan agama yang kukuh menghunjam di sanubari para penganutnya. Terimalah pujaan ini dengan gembira wahai Pahlawan. “Itu ayat Kuntap Sukt terakhir yang kumengerti. Guru Kore menatap Kashva sungguh-sungguh. “Di tanah Ra- ja.” “Maksud Anda?” “Kuntap Sukt secara gamblang menggambarkan suasana dunia ketika sang Pangeran Damai berkuasa. tanda-tanda kehadirannya akan terlalu nyata untuk ditampik. yang memberi damai dan melindungi semua. “Beruntungnya saya bertemu dengan Anda.” Kashva tak tahu harus berkomen- tar apa lagi. para wanita memperoleh kebebasan?” Guru Kore mengangguk lemah.” . apakah dia perlu menghidangkan kepala susu atau arak?” “Artinya. dan manusia berkembang biak di sini karena di sini berkuasa dia yang sangat dermawan yang mendermakan dan mengor- bankan ribuan. Penduduknya hidup makmur semasa kekuasaan sang Raja yang melindungi semua. sehingga kejahatan tidak akan menguasai kita. kepalanya mengge- leng-geleng. kuda. seorang istri bertanya ke- pada suaminya. “Gandum ranum muncul dari re- kahan tanah dan menjulang ke angkasa. “ayat itu menggambarkan pribadi Pangeran Kedamaian. “Ada sebuah penggambaran lain ten- tang Pangeran Kedamaian dalam Atharva Weda yang sampai hari ini membuatku demikian penasaran.” berpikir lagi.” Guru Kore sejenak terdiam sebelum memulai lagi kata-kata. “Saya rasa. http://ebook-keren.” “Indah sekali.” Kashva terdiam sekian detik.” “Pujian yang begitu rendah hati. Keduanya kemudian saling membahas ayat- ayat Kuntap Sukt dan penafsirannya. Pribadi yang suka be- derma. kita tidak punya pengetahuan tentang itu. Dia disebut juga sebagai Raja Parikshit. Na- mun.” Guru Kore tersenyum lagi.

” “Cerdas dan sangat kritis.blogspot. “Tuhan Yang Mahabenar! Minuman pembebas ini. tin- dakan penuh keberanian.” Diam sesaat. Secara langsung berarti.” “Astu? Bungsu Yim? Adik Mashya?” Dagu Guru Kore memantul- mantul.” “Pertempuran unik?” “Kata-kata terakhir dari ayat ini berbunyi aprati ni barhayah. Ketika engkau menampakkan diri. sepuluh ribu musuh bertekuk lutut bersama Yang Dipuja. ke- kalahan diberikan kepada musuh tanpa adanya darah yang tertumpah. “Aku rasa bu- kan bagian langsung dari Kuntap Sukt.” Kashva buru-buru membuka teks pemberian Astu.” “Namiuchi .” Kashva mengangguk. http://ebook-keren. telah menghancurkan dari jauh Namiuchi yang licik dan peng- khianat.” Mendongak.. bersama temanmu yang memuja Tu- han. “Saya pernah membahasnya dengan Astu.” “Menang tanpa pertempuran?” “Perang yang dibantu oleh langit.” Guru Kore menyiapkan energinya yang tampak terenggut sekerat demi sekerat setiap dia membaca ayat-ayat suci Weda.” Pandangan Guru Kore menegas.. ‘engkau kalahkan mereka tanpa berjuang se- dikit pun’. “Menarik. “Ayat itu ditulis berurutan dengan ayat tentang perang unik yang dicampuri oleh Indra.com 372 MUHAMMAD Kashva tahu dia tidak perlu bertanya. Pertolongan Indra: dewa pe- nguasa petir dan topan badai. kau telah buat sepuluh ribu musuh kabur dari medan perang tanpa bertarung sedikit pun. wahai Yang Tersayang.” kenang Kashva.” . tetapi memang masih tercan- tum dalam Atharva Weda. sementara hatinya ber- desir ketika mengingat nama dan wajah perempuan itu.” “Engkau terus berperang dengan berani menghancurkan berbagai benteng dengan keberanianmu. “Sebuah penggambaran perang yang unik. “Aku pernah bertemu dengannya ketika dia masih empat atau lima tahun.. Guru Kore tengah menyiap- kan kalimat penerusnya. “Wahai Indra. dan kidung penuh inspirasi membahagia- kanmu di medan laga. Dia memang terlihat cerdas sejak anak-anak. “Saya kira ini masih bagian Kuntap Sukt.

http://ebook-keren.. “Tuan Gali pernah menga- takan kepadaku tentang kepercayaan orang-orang Tibet terhadap ke- datangan seorang Buddha di masa depan yang akan menuntun manu- sia kepada cahaya. Makna- nya.” “Lelaki Penggenggam Hujan. ada yang lebih berhak. sama-sama merenungkan kembali makna ayat-ayat suci yang baru saja mereka bincangkan dalam dis- kusi.” Kashva teringat sesuatu.” Guru Kore bersidekap. “Namya yat Indra sakya. Dia yang memang dipilih untuk menggenggam hujan. sesuatu yang tampak indah tetapi tidak memiliki nilai sama seka- li.. dialah Peng- genggam Hujan sejati. Seperti perak tak berguna. Atau setidaknya.” Alis Kashva terangkat.” Guru Kore melebarkan senyumnya. kedua laki-laki berbeda generasi itu saling tatap dan tampak seperti sedang menyelami hati dan pengetahuan mereka masing-masing.” Terdiam beberapa lama. Sebab.” “Penggenggam Hujan?” “Lelaki Penggenggam Hujan.” .” Guru Kore tidak berusaha menyembunyikan kekagumannya terhadap pengetahuan Kashva.com SERBUAN 373 “Perang melawan Namiuchi merupakan lanjutan dari perang unik yang dicampuri Indra?” “Bisa jadi begitu. “Namiuchi berusaha menggenggam hujan padahal mereka tidak berhak akan itu dan tidak akan berhasil melakukan itu. wahai Indra.blogspot. bersama teman-temanmu yang bersujud kepada Tuhan.” “Kaum yang berusaha menggenggam hujan.” Tanpa disepakati. Namiuchi memang bermakna demikian. mengangguk kemudian. “Guru Kore.” “Saya meyakini siapa pun Pengeran Kedamaian itu. “Ya . sang penggeng- gam hujan sejati: Lelaki Penggenggam Hujan. “Bisa juga bermakna ‘patut dihukum’. Sahut-sahutan kalimat di antara keduanya tergantikan kemudian oleh bebunyian dalam gua yang terasa murni dan menenangkan. “Pangeran Kedamaian dan para sahabatnya digambarkan sebagai manusia yang bersujud. sedangkan Namiuchi disebut sebagai maynavt.” “Dalam bahasa Panini. berasal dari kata Sanskerta: maya. sang Penggenggam Hujan.

Guru Kore melanjutkan kalimatnya. “Di sana Anda akan menemukan konfirmasi mengenai hal ini. Buddha Gautama tak menganggap serius Weda. “Guru Kore! Tuan Kahsva!” Detik pertama.” Kashva masih diam sekian detik. Namanya ber- arti kebaikan.com 374 MUHAMMAD “Metteyya. keyakinan-keyakinan yang ada di muka bumi begitu menanti seorang Pangeran Kedamaian. sepenuhnya sempurna dan suci. Bud- dha yang suci. Tuan Kashva.” Kashva tampak takjub. http://ebook-keren. gemerlap puncaknya. Tidak mudah untuk menemukan titik temu kedua keyakinan ini. “Aku tahu sedikit tentang itu. akan datang ke atas dunia ini.” “Setidaknya Guru Kore pernah mendengar mengenai ramalan itu?” Guru Kore mengangguk lagi. “Sang Buddha pernah berkata bah- wa dia bukan Buddha pertama yang dikirim ke atas dunia. “Dia akan memberi kebenaran abadi. keberhasilan memahami jagat raya. Astvate- reta. dan penuh kemenangan tujuannya. aksen itu. Menggaung pada dinding-dinding gua. tidak ada lagi. pemim- pin para malaikat dan manusia. “Pergilah ke Tibet. pemimpin yang tiada tara.blogspot. hingga sebuah teriakan mem- buyarkan apa pun yang sebelumnya penuh kedamaian. dan bukan pula yang terakhir. mulia asalnya. Dia akan menyebarkan pesan-pesan- nya.” Guru Kore mengangguk. Buddha Metteya. baik Kashva maupun Guru Kore seperti hendak memeriksa kebenaran pendengaran keduanya. Sungguh rasanya seperti terkena sihir ketika menyadari be- tapa dalam bahasanya masing-masing.” Guru Kore membuyarkan ketakjuban Kashva. Guru Kore memberi isyarat kepada Kashva lewat gerakan . Pada saatnya. Dia mencanangkan kehidupan yang religius. sang Penggenggam Hujan. diberi kebijaksanaan tindakan. yang sangat diberkati. pasti Gali.” Kashva masih terbengong ketika Guru Kore menyelesaikan kali- matnya. penekanan itu. Suara itu. Tapi nama mereka lagi- lagi diteriakkan begitu rupa. “Gali?” Guru Kore segera meyakini oleh siapa namanya dan nama Kashva diteriakkan. Tapi Anda tahu. Dia akan dikenal sebagai Metteyya.

“Ini benar-benar malapetaka. “Lebih cepat dari yang kita perkirakan. Gali dengan tongkat kayu berujung bajanya mengham- piri mereka dengan dada yang terengah-engah. Kakinya seperti kehilangan tulang-belulang. Benar saja.” katanya tan- pa pengantar apa pun. Anak Persianya kali ini tidak ikut serta. http://ebook-keren.” Melirik Kashva. Jumlah mereka tak terhitung!” Kashva merasa bobot tubuhnya lenyap seketika. Keduanya lantas berdiri dan agak buru-buru menuruni be- batuan gua yang raksasa. Cepat sekali kegirangannya berdiskusi de- ngan Guru Kore tergantikan oleh kabar buruk yang mengalamatkan datangnya kematian.blogspot. “Pasukan Khosrou menyerang desa. Teriakan Gali tidak menandakan semuanya baik-baik saja. .com SERBUAN 375 kepalanya.

Konon. sementara seluruh jemaah Madinah bah- kan ditolak untuk sekadar menginjakkan kaki di tanah Makkah. “Aku tidak akan bertawaf sampai Rasulullah melakukannya. Keadaan mengun- tungkan itu tentu dikarenakan kedudukan ‘Utsman yang ter- hormat di kalangan keluarga ‘Abd Syam. Dia tidak akan mau melakukan periba- datan itu kecuali jika dia menyertaimu.” . ‘Utsman diperlaku- kan dengan baik oleh orang-orang Quraisy. Berita yang sampai kepadamu. Ibnu Ubai dengan reputasinya yang acap kali berubah pe- rangai dan keberpihakan rupanya hendak diuji coba oleh orang- orang Makkah. Duhai. http://ebook-keren. Baiat Hudaibiyah. ‘U tsman telah beberapa hari meninggalkan perkemah- an. orang-orang Quraisy itu bahkan mengirim utusan kepada Ibnu Ubai dan menawarinya sebuah fasilitas sama seperti yang mereka berikan kepada ‘Uts- man. Pemimpin yang Mengayomi.com 53. ‘Utsman menolaknya. Ubai berpikir cerdik dan menolak tawaran itu. adakah kege- lisahan pada hatimu. memikirkan apa yang dilakukan orang-orang Makkah terhadap sahabat sekaligus menantumu itu? Kabar dari para pembawa informasi. penantian yang menggelisahkan. ‘Utsman bahkan diperbolehkan melakukan tawaf mengelilingi Ka‘bah.blogspot. Sekali ini.

http://ebook-keren. menggenggam tanganmu yang satunya itu. Kaum Muslimin!” Sahabat yang engkau minta untuk meng- umumkan sesuatu itu telah berdiri di tempat yang paling terlihat oleh seluruh jemaah yang menyertaimu dari Madinah. majulah kalian atas nama Allah untuk berbaiat!” Orang-orang mulai bertanya-tanya satu sama lain. Lalu apa yang engkau alami baru saja. “Roh Kudus telah turun kepada Rasulullah dan memerintahkan agar kalian berbaiat ke- padanya. Bani Asad bin Khuzaimah. Rasulullah. Apakah yang sedang engkau khawatirkan? Apakah engkau ber- pikir ‘Utsman tak akan kembali lagi. Karena itu.” Orang-orang pun mengambil ucapan Sinan sebagai contoh. “Aku bersumpah setia kepadamu sesuai dengan isi lubuk jiwaku. memberi kesempatan kepada yang lain. Sinan telah berdiri di hadapanmu tanpa ragu. Di tengah antrean para sahabat.” laki-laki bernama Sinan maju ke hadapan- mu.com BAIAT 377 begitu kata Ubai kepada utusan Makkah. Tentu engkau tidak duduk di tempat itu hanya sekadar ingin mencari udara segar.wahai Lelaki yang Senantiasa Berbaik Sangka? Apakah yang engkau katakan kepada salah seorang sahabatmu dan engkau minta agar hal itu diumumkan kepada orang-orang? Engkau ke luar tenda lantas duduk di bawah pohon akasia hijau berdaun rindang tak jauh dari tenda tempatmu beristirahat. “Aku berbaiat untuk ‘Utsman. Selain perkembangan-perkembangan itu. Satu per satu mereka mengantre ke hadapanmu. Sementara yang lain masih berpikir bagaimana redaksi baiat yang harus mereka ucapkan.” Tangan kanan- mu menyambut. engkau tak lagi men- dengar hal-hal terkait perkembangan ‘Utsman. Mereka mengucapkan sumpah setia lalu mundur. engkau mengulurkan tangan ki- rimu sembari berkata. Dia seorang lelaki sesuku dengan keluarga Jahsh. dan omongannya itu sampai juga ke telinga para petinggi Quraisy. hingga engkau perlu mewakili . “Wahai. Mengapa ha- rus berbaiat? Sumpah semacam apakah yang engkau inginkan dari mereka? Mengapakah tidak engkau tentukan saja bagaimana mereka mesti mengatakan sumpahnya? “Wahai.blogspot.

Dia membuktikan kepadamu betapa dirinya ingin ber- buat yang terbaik untukmu dan keseluruhan jemaahmu. Kedatangan ‘Utsman tampaknya sungguh melegakanmu. menantumu. utusanmu yang oleh banyak orang disangka telah diper- lakukan buruk oleh orang-orang Quraisy. memperhitungkan sikap keras Makkah. adakah hubungannya dengan kemungkinan ter- buruk yang bisa terjadi melihat perkembangan yang kian tak jelas? Engkau membawa ribuan sahabatmu dari Madinah untuk berumrah.blogspot. Engkau merespons kabar ‘Utsman dengan antusias. suara gemuruh orang-orang menyambut kedatangan sesosok teguh yang memacu ku- danya mendekati lokasi pengambilan sumpah. ziarah ini bisa jadi berubah menjadi pertikaian darah. http://ebook-keren. lebih dari itu. Jika perkembangan selanjutnya menuntut engkau dan para sa- habatmu bertempur dengan persiapan seadanya. Namun. Sekarang.com 378 MUHAMMAD sumpah setianya? Adakah engkau berpikir orang-orang Makkah be- rani menyakitinya. Bisa jadi risiko itu lenyap sama sekali. orang-orang Quraisy Makkah mengirim Su- hail bin ‘Amr untuk menyepakati butir-butir perjanjian denganmu. Bagaimana- pun. perundingan jauh lebih produktif dalam situasi semacam ini. Menge- tahui dia masih hidup jelas membuatmu merasa senang. Namun. bahkan membunuhnya? Sumpah setia ini. apakah sumpah itu dimaksudkan untuk mengikat semua orang agar tetap patuh kepada- mu? Supaya mereka tidak lari dan siap mati apa pun yang terjadi? Atau. apakah engkau masih menyimpan rencana lain sebagai peng- uji kesetiaan sumpah para sahabatmu? Tepat ketika proses baiat itu hampir selesai. . semua orang mulai bertanya-ta- nya jika tidak akan ada perang terbuka. mengapa harus ada sumpah setia? “Wahai. kembalinya ‘Utsman dalam kondisi bugar menandakan orang- orang Makkah masih menghargai etika antikekerasan di bulan suci. Dia ‘Utsman bin ‘Affan.” ‘Utsman tak menampakkan kelelahan meski hari-harinya begitu me- meras tenaga. kemungkinan terjadi perang terbuka menciut sudah. ‘Utsman menghampirimu dan membaiatmu tanpa ragu. Rasulullah. Sekarang.

” “Aku telah menuliskan kata Rasulullah. Engkau meminta ‘Ali untuk memulai butir kesepakatan itu dengan menuliskan Bismillahirrahmanirrahim. Engkau kemudian meneruskan kalimatmu. tak lama setelah kedatangan ‘Utsman. menunggu reaksimu ru- panya. untuk berunding denganmu di dalam tenda. Suhail mengangkat dagu tanpa bicara. Meski hatinya mendebat. “Tuliskan Bismika Allahumma!” ‘Ali tak berani menolak. kami tidak mau menulis selain Bismillahirrahmanirrahim. Engkau kemudian terlibat pembicaraan yang alot sementara sebagian sahabat hanya mendengar nada naik dan turun dalam pe- rundingan itu. Sementara itu. Engkau kemudian meminta ‘Ali untuk menghapus kata “Rasul- . akhirnya engkau dan utusan Makkah itu me- nyepakati berbagai hal. Engkau mempersilakan Suhail yang ditemani dua warga sesuku- nya.blogspot. “Demi Allah. Suhail mengang- kat wajahnya. Tuhan—seperti yang biasa dituliskan orang-orang.com BAIAT 379 Hari itu juga. Intonasi suara yang memperlihatkan betapa sulitnya tawar-menawar selama perundingan berlangsung. tiga orang utusan Makkah sampai di lokasi perkemahan.” sergah ‘Ali. Mikraz dan Huwaithib. juga tidak akan memerangimu. Engkau lalu meminta ‘Ali bin Abi Thalib untuk menuliskan setiap butir kesepakatan yang telah disetujui bersama.” Para sahabat termasuk ‘Ali memprotes usulan Suhail.” serunya. dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Tuliskan saja Bismika Allahumma—dengan menyebut nama-Mu. “aku tidak tahu siapa Dia. “Ini adalah pernyata- an kesepakatan gencatan senjata antara Muhammad Rasulullah de- ngan Suhail putra ‘Amr. http://ebook-keren. “Jika kami tahu engkau Rasulullah. dia menuliskan apa yang engkau diktekan. ya. “Tulis saja Muhammad putra ‘Abdullah. Setelah sekian lama. “Tentang Ar-Rahmân.” ‘Ali menuliskannya dengan cepat.” Wa- jahnya mulai tampak menyebalkan bagi orang-orang di sekelilingmu. tak tampak terpancing oleh komentar si- apa pun.” Suhail menyela. kami tidak akan me- larangmu masuk ke Rumah Suci. Engkau berpikir cepat.

Setelahnya. tahun ini harus pergi dari kami dan dilarang masuk ke Makkah. engkau meminta ‘Ali untuk menuliskan kata “putra ‘Abdullah”. Engkau dengan tanganmu sendiri menghapus kata itu. jika ada orang Quraisy yang tak seizin walinya menyeberang ke pihakmu. Siapa saja yang ingin bersekutu dan bekerja sama denganmu diperbolehkan. ia tidak akan dikembalikan. Ketika perjanjian ini mulai dibacakan. beberapa pemimpin Khu- za‘ah hadir di perkemahan. Namun. Tak sanggup tangannya menghapus sesuatu yang diimaninya hingga ke sumsum tulang. “Engkau Muhammad. Engkau kemudian meminta ‘Ali menunjukkan mana di antara se- deret kalimat yang ia tulis itu berbunyi “Rasulullah”. Sakit hatinya.blogspot. ia harus dikembalikan kepada mereka. Se- dangkan jika ada seorang pengikutmu datang kepada pihak Quraisy. ‘Ali menunjuk dengan jarinya. “Kami dan Mu- hammad bersekutu. setiap orang akan aman dan tidak dibolehkan melakukan kekerasan satu sama lain. tahun depan kami harus keluar dari Makkah dan engkau bersama sahabat-saha- batmu dapat memasukinya. orang-orang Khuza‘ah bangkit lalu berkata mantap. tetapi menantumu itu menggeleng. di akhir perjanjian ditegaskan sebuah kali- mat yang ditujukan kepadamu.” Kesepakatan itu kemudian dianggap sah oleh pemimpin dari ke- dua suku itu. “Kami dan Quraisy bersekutu. Selama masa itu. Mereka mengunjungimu dan para jemaah umrah dari Madinah. Ketika pasal tentang persekutuan dibacakan.” Semangat orang-orang Khuza‘ah itu dibalas oleh dua orang wakil Bani Bakr yang menemani Suhail. tidak membawa senjata selain pedang dan sarungnya. Sementara dua perwakilan dari Bakr datang ka- rena menemani Suhail. Tak kurang. tinggal selama tiga hari. Dia kemudian menuliskan seluruh kali- mat kesepakatan kedua pihak.” . Tidak boleh ada tipuan dan pengkhianatan. http://ebook-keren. Akan tetapi. Salah satunya gencatan senjata antara Makkah dan Madinah selama sepuluh tahun. ‘Ali tak mampu menolak.com 380 MUHAMMAD ullah”. dan siapa saja yang ingin bersekutu dan bekerja sama dengan Quraisy diperbolehkan.

anak Suhail. matanya basah sedari tadi. kakaknya. Lamunan-lamunan mereka berdenting seiring gemerencing bunyi besi beradu. kini engkau seperti meruntuhkan semua cita-cita yang terbangun sepanjang perjalanan jauh Madinah ke Makkah. Sudah sedekat ini. Para pengikutmu yang ribuan itu kini terduduk diam. Meledakkan emosi. Dia Abu Jandal. http://ebook-keren. dengan tenaganya yang hampir habis.blogspot. kakaknya. Suhail merantai kakinya sekaligus kebe- basannya. “Abu Jandal. Dia ingin bergabung dengan kakaknya. Tidak ada harapan lagi di Makkah. Ber- hari-hari di dalam jarak yang seolah tak berujung. diterpa panas dan angin padang pasir yang ganas. Dia melihat ‘Abdullah. Hari itu. Abu Jandal ber- jalan dari Makkah menuju perkemahan Hudaibiyah. Kakinya dibelenggu oleh Suhail. Peluhnya membanjir. Dia ingin bersegera membebaskan adiknya tetapi langkahnya terhenti begitu tubuh Abu Jandal tersengal ke belakang. pergi ke Madinah.” Nyeri membaluri seluruh tubuh dan hati ‘Abdullah melihat keadaan adiknya. yang ada di antara jemaah dari Madinah. Seseorang yang kaki dan lehernya terbelenggu rantai besi susah payah mendekati perkemahan. Langkahnya terhuyung oleh ke- terbatasan. apakah engkau kemudian akan memupus im- pian setiap orang yang begitu merindukan Ka‘bah? Dapatkah engkau rasakan kebingungan di benak orang-orang? Mereka hampir-hampir tak sanggup menahan diri. adikku. Dia mencari ‘Abdullah. Dia tak mau Abu Jandal kabur ke Madinah.com BAIAT 381 Apa yang sedang engkau rencanakan sebenarnya. Tak sang- gup membayangkan perjalanan pulang setelah mimpi terpupus ketika nyaris telah ada di genggaman. setelah anaknya itu menyatakan keislamannya. dengan isi perjanjian itu. membentangkan kedua ta- ngannya. wahai Lelaki yang Bervisi Jauh Melampaui Zaman? Setelah engkau mengumumkan sebuah mimpi yang memastikan dirimu berziarah ke Ka‘bah. “‘Abdullah!” sesak dada Abu Jandal oleh kebahagiaan. berjalan ke arahnya. .

lantang-lantang Suhail menolak permohonanmu. Mikraz segera menghampirimu.” Sebagian orang di tempat itu berharap engkau mengatakan sesu- atu.” sambung Suhail. tampak ingin menyampaikan sesuatu. Abu Jandal ber- usaha memberontak. Tampaknya bukan itu yang ingin orang- orang dengarkan. Su- hail menyeret Abu Jandal lalu berdiri di depanmu. Ribuan umat melihat kejadian itu. Suhail lantas memukul wajah Abu Jandal hingga anak laki-lakinya itu ambruk ke tanah. Kami akan memegang janji ini. “Ya. Itu benar. menarik rantai yang melingkari leher anaknya itu.” katamu. wahai Lelaki yang Senantiasa Berkata Lembut. anaknya yang lain. Seperti menikmati apa yang dia lakukan. Mikraz dan Huwaithib. “kembalikan orang ini kepada kami. Kulitnya telah lama bergesekan dengan besi-besi itu dan semakin mengelupas. Hatimu telah cukup tercabik oleh adegan memilukan itu. kaum Muslim!” Dia hendak menghabiskan cadangan terakhir tenaga dan suaranya. Matanya telah habis memeras air mata. Ke- bencian bersarang pada pancar matanya. Abu Jandal akan kami bawa dan kami jauhkan dari ayahnya.” Apakah engkau merasakan sedikit kelegaan mendengar tawaran kedua orang itu? Engkau menghampiri Abu Jandal sementara suaramu . dua orang yang sejak awal menemani Su- hail tahu. Se- karang. “Wahai.blogspot. engkau mengharapkan Suhail memiliki kecenderungan hati yang sama. “Wahai saudara-saudaraku. Engkau hampiri Suhail dan berharap ada dispensasi dalam hal ini. ini akan menjadi awal yang buruk terhadap perjanjian an- tara Makkah dan Madinah. Engkau melihat adegan itu. Namun. “Akankah aku dikembalikan kepada kaum musyrik yang akan menyiksaku karena agamaku?” Batinmu begitu lembut.com 382 MUHAMMAD Suhail telah berdiri di belakang Abu Jandal. http://ebook-keren. Sekarang. Kami akan mem- berinya perlindungan atas namamu.” Dalam belenggu yang membuat tubuhnya kaku. “Karena itu. “Kesepakatan kita telah dibuat sebelum orang ini datang kepadamu. Engkau meminta Suhail mengistimewakan kasus ini dan membiarkan anaknya pergi. teriakannya terdengar serak dan terkesan tinggal sisa-sisa. Sekilas dia melirik ‘Abdullah. Muhammad.

Kerinduan yang telah matang untuk segera menyertaimu pupus sudah. “Allah pas- ti memberi ganjaran dan jalan keluar bagimu dan bagi orang-orang yang besertamu. http://ebook-keren.com BAIAT 383 keluar dengan tenang. dan telah menandatangani perjanjian kami dengan mereka. Dia hanya menatap tanpa bicara. barangkali juga hatinya.” Abu Jandal merasakan keremukan tidak hanya pada tubuhnya. Kami telah menyetujui pernyataan gencatan senjata dengan orang-orang ini. Kami tidak akan melanggar janji kami. “Bersabarlah Abu Jandal. .blogspot. Matanya telah lelah menangis.” katamu. tampak- nya.

Tak mengira se- orang ‘Umar. wahai sang Nabi.” “Tetapi bukankah engkau mengatakan kita harus pergi ke Rumah Suci dan bertawaf di sana?” .blogspot. “Aku Rasulullah dan aku tidak akan menentang-Nya. “Lantas mengapa kita begitu lemah mempertahankan ke- hormatan agama kita?” Engkau menatap ‘Umar dengan tajam. Toh. Kemenangan Nyata Beberapa saat setelahnya. http://ebook-keren.com 54. apa yang ditanyakan ‘Umar adalah retorika belaka. Di wajahnya terpancar kekecewaan dan amarah yang tertahan. ‘ U mar bin Khaththab. “Bukankah kita di pihak yang benar dan musuh kita di pi- hak yang salah?” Engkau mengiyakan sekali lagi apa yang ditanyakan ‘Umar. Ia akan memberiku kemenangan. mampu mempertanyakan kebi- jakanmu. sahabat dekatmu. “Bukankah engkau nabi Allah?” Engkau mengerti tentu. engkau mengiyakan pertanyaannya. Dia mendekatkan diri- nya sedekat mungkin dengan dirimu. sahabat yang selalu memperli- hatkan kepatuhannya terhadapmu itu mengham- pirimu.

” “Tetapi bukankah Rasulullah mengatakan kepada kita bahwa kita harus pergi ke Rumah Suci dan bertawaf di sana?” Abu Bakar menahan pandangannya kepada ‘Umar. “Lantas mengapa kita begitu lemah mempertahankan kehor- matan agama kita?” Abu Bakar kian mengerti apa yang berkecamuk di benak ‘Umar.” katamu.blogspot.” katamu tanpa nada yang berge- ser. “Begitulah. “tetapi bukankah Rasulullah tidak mengatakan kita akan pergi tahun ini?” . Kepada siapa lagi dia akan berbagi suasana hati jika bukan kepada ayah ‘Aisyah itu? Abu Bakar ada di tempat itu.” katanya. Ketika ‘Umar datang. Lidahnya seolah terlipat. Allah akan memberi beliau kemenangan. Dia mengangguk kemudian.com KEMENANGAN NYATA 385 Engkau mengangguk. “Bukankah kita di pihak yang benar dan musuh kita di pihak yang salah?” Abu Bakar kembali mengangguk.” ‘Umar dengan karakter aslinya yang meletup-letup lalu mening- galkanmu. Meng- iyakan. “Beliau adalah Rasulullah dan beliau tidak akan menentang-Nya. Seolah dia ingin sahabatnya menyimak setiap kata yang akan dia ungkapkan. Dia sungguh belum sanggup mengatasi kedongkolan hati- nya. Dia sama sekali tidak mendengar percakap- anmu dengan ‘Umar barusan. “Sesungguhnya kalian akan pergi ke Ka‘bah. http://ebook-keren. tetapi tidak sedang dalam posisi sangat dekat denganmu. “Bukankah Muhammad adalah nabi Allah?” Abu Bakar terlebih dahulu menatap ‘Umar dan mengira-ngira apa yang berputar di kepalanya. Apa yang engkau katakan tak mampu lagi dia debat. “Namun bukankah aku tidak mengatakan kita akan pergi tahun ini?” ‘Umar terdiam. “Kalian akan bertawaf di sana. “Be- gitulah. Ia menjauhimu lalu mencari Abu Bakar. Abu Bakar telah mengerti sahabatnya itu tengah dilanda hal yang membuat benaknya seolah buntu.

membenarkannya hanya dengan meyakinkan bahwa engkaulah yang mengatakan itu. “Lalu bercukurlah kalian. bahkan ketika banyak orang meragukan perjalanan ma- lammu yang spektakuler. sementara Abu Jandal yang masih dibelenggu rantai besi sesenggukan menangisi nasibnya yang terkatung-katung. dan ‘Abdullah bin Suhail. Dia senantiasa membenarkan apa yang engkau katakan. Perjanjian antara engkau dan Suhail tinggal ditandatangani. Apakah engkau tak ingin kesedihan itu jadi berlarut-larut? Engkau mendatangi kemah para jemaah lalu lantang berbicara. ‘Ali. ‘Umar menu- ruti perintahmu. Abu Bakar mengamininya. Bagaimana mungkin? Abu Bakar tersenyum.” Engkau menatap sekeliling dan menyaksikan betapa kata-katamu seolah tidak didengarkan oleh orang-orang. “Karena itu. Mahmud bin Maslamah.com 386 MUHAMMAD ‘Umar merasakan lidahnya terlipat untuk kali kedua. Apa yang dikatakan Abu Bakar seperti contekan terha- dap apa yang engkau ucapkan. Engkau melangkah meninggalkan kemah. “Bangkit dan sembelihlah hewan-hewan kurban kalian lalu bercukurlah. dan kini lebih lantang suaramu. Perjanjian telah benar-benar disepakati bersama.blogspot. ‘Abdurrahman bin ‘Auf. Engkau memanggil ‘Umar selain Abu Bakar. Diakhiri dengan adegan memilukan ketika Suhail dan rombongan kecilnya meninggal- kan perkemahan. beliau itu benar. Mereka mem- bubuhkan nama dan tanda tangan pada dokumen itu. http://ebook-keren.” Kali kedua.” ‘Umar seketika paham. Dulu. Perasaan berwana-warni berjumpalitan di dada ‘Umar. Dia membubuhkan nama dan tanda tangannya dalam diam. Setidak- nya ada sedikit kelegaan karena Abu Bakar memberi pandangan ber- beda sementara dia dan kebanyakan sahabat lain cenderung kecewa dengan putusanmu. orang-orang bergeming dalam kebingungan. berpeganglah pada pendapat Rasulullah karena demi Allah. Seperti de javu rasanya. mengapa lelaki di depannya ini mendapat julukan Ash-Shiddîq. Namun. tetapi tak mengatakan sesuatu. “Bangkit dan sembelihlah hewan- hewan kurban kalian!” serumu. Sekali lagi engkau mengulangi perin- tahmu itu dan sekali lagi orang-orang berdiam di tempatnya masing- .

Engkau sucikan unta itu lalu menyembelihnya sendiri.” Tidakkah engkau menemukan sesuatu yang brilian dari kata- kata istrimu itu? Engkau segera keluar dari tenda lalu mendatangi unta kurban milikmu. Tidakkah engkau tahu. . akan memberikan masukan berarti. Engkau memanggil Khirasy.blogspot. “dan jangan berbicara kepada siapa pun sampai engkau menyembelih kurbanmu. Engkau mendatanginya lantas menceritakan apa yang engkau sak- sikan dan alami. Ketidakmengertianmu mengapa para pengikutmu tak satu pun yang bergerak mengikuti perintahmu. Mereka marah tetapi tidak bisa berbuat apa-apa. orang-orang yang datang dari Madinah bersamamu tiba- tiba tak lagi mau mendengarkan perintahmu. jadilah kebingungan itu menumpuk menjadi ketidak- tahuan apa pun yang harus mereka lakukan.com KEMENANGAN NYATA 387 masing. Engkau sekali lagi melihat respons orang-orang sebelum membalikkan tubuhmu secara penuh. engkau berpikir Ummu Salamah. Ditambah lagi dengan pupusnya cita-cita mereka untuk mengunjungi Ka‘bah. Entah bagaimana. menyembelih hewan kurban dan bercukur hanya bo- leh dilakukan di Tanah Suci. orang-orang seperti terbebas dari sihir. Mere- ka bersicepat untuk menghunus pedang dan menyembelih hewan kurban masing-masing. “Bismillah! Allahu Akbar!” Mendengar teriakanmu.” kata Ummu Salamah. Apakah hal ini mulai terasa menyakitkan bagimu? Apa pun namanya itu. dan putusanmu yang tak bisa mereka cerna. kembali ke tenda pribadimu. Mereka seketika seolah terlibat dalam sebuah perlombaan akbar. Engkau mengajari mereka keberanian dan kehormatan dan kini engkau menerima kesepakatan berat sebelah yang memaksa mereka untuk mematung ketika Abu Jandal diperlakukan sehina itu. istri yang mendampingimu dalam per- jalanan umrah ini. mereka sama sekali tidak berniat mem- bangkang? Mereka hanya benar-benar kebingungan karena dalam tradisi Ibrahim. Engkau berteriak keras ketika memulai ritual itu. http://ebook-keren. “Keluarlah. lelaki Khuza‘ah yang untanya ditebas ‘Ikrimah ketika engkau mengutusnya pergi ke Makkah.

Namun. “Allah mengasihi orang yang mencukur rambutnya!” Dari semula hanya satu orang. http://ebook-keren. Tak lama setelah itu. beberapa yang lain hanya memangkas beberapa helai rambutnya. “Dan kepada orang yang me- mangkas rambutnya.com 388 MUHAMMAD Kepada Khirasy. engkau meminta agar dia mencukur kepalamu. Sebagian orang itu adalah mereka yang hanya me- mangkas beberapa helai rambutnya. “Allah mengasihi orang yang mencukur rambutnya!” Kali ketiga protes orang-orang kian menjadi. Semangat itu seolah menjadi gelombang akbar. Sedangkan bagi sebagian yang lain. “dan orang yang memangkas rambutnya.” seru satu di antara mereka. wahai Rasulullah?” Satu orang yang memangkas se- dikit rambutnya demikian penasaran oleh sikapmu. Apa yang engkau katakan barusan sekali lagi bicara tentang ke- taatan.” jawabmu. Orang-orang seperti histeris melakukan apa yang sebelumnya dikerjakan nabinya. Namun. wahai Rasulullah. tampaknya segera akan ada yang histeris oleh rasa kecewa dan ke- pedihan. Mereka ingin pula disebut sebagai orang yang dikasihi Allah. Engkau tetap dengan kalimatmu.” katamu. Jika engkau biar- kan.” “Mengapa pertama-tama engkau mendoakan orang yang mencu- kur rambutnya. Belum lama berselang engkau meminta baiat yang maknanya ketaatan total.blogspot. Para sa- habat saling cukur satu sama lain. apa yang engkau katakan sedikit menggelisahkan. ketidaktaatan dalam tingkat pertanyaan maupun sikap diam dan ragu-ragu telah tumbuh . mereka tidak ragu-ragu. “Sebab. Orang-orang mulai berpikir ulang apa yang terjadi secara maraton hari ini. “Allah mengasihi orang yang mencukur ram- butnya!” Kabar dari lisanmu menyejukkan hati orang-orang yang juga merasakan kesejukan di kulit kepala mereka yang kini telah plontos. Engkau berkata dengan lantang dan dide- ngar oleh orang-orang. engkau tak mengubah redaksi kata-katamu. protes terhadap redaksimu sema- kin menyebar. “Allah mengasihi orang yang mencukur rambutnya. Engkau berdiri di depan tenda setelah semua orang mengerjakan kurban dan ritual lainnya. Lalu engkau berseru.

kembali ke Madinah. Perjalanan masih panjang.com KEMENANGAN NYATA 389 menyebar. Jantung ‘Umar semakin tak terkendali ketika ia mendekatkan tunggangannya ke barisanmu. Semakin memburuk ketika dia yakin ada derap kuda yang menghampirinya. Engkau ingin menemui ‘Umar. sebelum mereka menyusulnya nanti. Mereka bergembira. Segera saja barisan mereka mengular. Banyak cerita yang akan mereka bawa ke rumah. ke arah Tanah Suci. Semakin mendekatimu. engkau terke- san enggan dan menghindar. umpatan apa pun tak kunjung membuat hatinya tenang. ‘Umar mulai ketakutan bahwa engkau ingin dia menghadapmu un- tuk mendengarkan sebuah ayat yang membahas pembangkangannya. jemaah dari Madinah berkemas pu- lang. http://ebook-keren. meninggalkan Hu- daibiyah. biarkan sekarang ibumu berduka atas anaknya. kegelisahan seperti memamah seluruh raga dan semangat hidupnya. Orang-orang mulai bersorak- sorai. Dia mencoba men- dekati untamu dan mengajakmu berbincang. Namun. Mereka tampaknya akan segera menyadari kenaifan ma- sing-masing. Setelah hari yang berat itu. “Wahai ‘Umar. Benar saja. Ribuan jum- lah sahabat. Tahukah engkau. menerbangkan helaian rambut para jemaah lalu berem- bus ke arah Makkah. ‘Umar merasakan dadanya berdetak tak enak. dia suruhanmu. Dia yakin siapa pun orang itu. hal itu membuat ‘Umar terasa terjepit oleh nasib buruk? Dia memacu tunggangannya ke baris- an depan dan mulai memaki dirinya sendiri.” Toh. Wajah lelaki itu awalnya pucat pasi meski kemudian memudar gelisah dari garis wajahnya sekejap setelah melihat senyum- . Se- baliknya. Angin yang entah dari mana asalnya berembus kencang menyapu perkemahan. Engkau kembali ke tenda sementara orang-orang kembali kepada pemikirannya sendiri-sendiri. Setidaknya rambut mereka telah melaku- kan ziarah ke Tanah Suci. tak terhitung pula helai rambut yang menyeraki bumi.blogspot. semakin je- ngah menggebu. Tanah perkemahan itu segera diseraki oleh rambut para sahabat. Engkau menjumput rambutmu yang telah habis dicukur lalu melemparnya ke dekat pohon Mimosa. Sahabatmu yang menjemput ‘Umar datang atas perintahmu.

“Surah ini lebih kusukai daripada segala sesuatu yang ada di bawah matahari. http://ebook-keren. “Terangkan maksudmu?” “Penilaian awal kita terhadap perjanjian dengan orang-orang Makkah itu sepenuhnya keliru.” ‘Umar meletakkan hatinya untuk mendengarkan engkau meng- ulang ayat-ayat yang senantiasa meluluhkan. “Tidakkah orang-orang ini menyadari betapa geniusnya Rasul- ullah? Beliau membaca tanda-tanda dan menilai setiap peristiwa.” kata lelaki pertama. dua orang je- maah yang cukup terpelajar tengah serius membahas apa yang baru saja mereka alami.” Sementara ‘Umar masih menyimak kata-kata Langit yang diper- dengarkan olehmu kepadanya.” katanya. Dia tahu.” ‘Umar tak sabar ingin mendengarkan sesuatu yang engkau se- but sebagai wahyu langit. Kami telah memberikan kepadamu kemenangan yang nyata. “Sesungguhnya.” . wahyu itu mengonfirmasi bahwa perjalanan yang baru saja engkau dan para sahabatmu tempuh sebagai sebuah kemenangan nyata. senyummu menjanjikan sesuatu yang jauh dari kenge- rian dan bayangan buruk yang ada di kepalanya.blogspot. “Kita tidak paham kedalam- an kayakinan akan keadilan Allah yang dimiliki Rasulullah. Allah mengetahui apa yang ada di dalam hati mereka lalu menurunkan ketenangan atas mereka dan memberi balasan kepada mereka dengan kemenangan yang dekat waktunya. “Telah turun kepadaku sebuat surah. “Sesungguhnya. pikirannya tersaruk dalam kebahagiaan yang tidak terbilang.” katamu. Hatinya telah jauh lebih tenang. Allah telah ridha terhadap orang-orang mukmin keti- ka mereka berjanji setia kepadamu di bawah pohon.com 390 MUHAMMAD mu. Kita juga tidak menghargai kejelian inteligensi dan kegeniusan strategi beliau. jauh di barisan belakang. Dia segera tahu.

blogspot. Apa yang buruk dari perjanjian itu? Seorang Muslim yang kabur dari Madinah. dia sudah tidak berguna bagi umat.” “Aku jadi berpikir.” “Termasuk mengenai pertukaran tawanan yang tidak adil itu?” “Ya. kita tidak per- nah surut dalam meyakini agama ini meski nyawa taruhannya. “Sebaliknya. Tiba-tiba dia merasakan ada keman- tapan yang menyusupi setiap relung benaknya. “baiat terhadap beliau pun menjadi berubah arah.” Mengangguk lelaki pertama. Tidak ada ruginya jika dia tidak kembali sekalipun. sementara lelaki pertama meneruskan kalimat. http://ebook-keren.” Lelaki kedua mengangguk. tidak ada satu butir pun perjanjian Hudaibiyah yang merugikan Muslim. unta Rasulullah. “Engkau tahu setiap Muslim memiliki kepasrahan total. jika seorang Muslim dari Makkah hendak ke Ma- dinah wajib dikembalikan ke Makkah. “Aku malah mulai percaya. seorang Muslim yang lari dari Madinah berhak mendapat perlindungan di Makkah. aku yakin beliau sudah membaca pertanda bahwa kita tidak bisa me- ngunjungi Ka‘bah tahun ini.com KEMENANGAN NYATA 391 “Apa yang engkau maksud tadi tentang membaca tanda-tanda?” Lelaki kedua menghela untanya supaya berjalan tak terlalu kencang. Kemenang- an yang nyata. tetapi tidak sebaliknya. Dia berjalan pulang.” kata lelaki pertama. . berhenti di Hudaibiyah sedang- kan beliau yakin bahwa untanya itu bukan tunggangan yang malas.” Lelaki kedua menyimak. “Coba engkau pikir. Itu pertan- da bahwa urusan kita dengan orang Makkah butuh kesabaran yang lebih. “Ketika Qaswa’. “dan engkau tahu. menjadi sumpah setia yang menuntut kita untuk menerima perjanjian damai dengan lapang dada. tetapi jiwanya yakin dia telah membawa serta kemenangan. “Begitu juga dengan negosiasi beruntun yang tak kunjung mendapatkan hasil.” matanya tajam menatap kawannya.” kata lelaki pertama penuh yakin. Dari sumpah setia untuk menyatukan keku- atan fisik jika orang-orang Quraisy menyerang dan kita terpaksa ber- perang.” kata lelaki kedua.” katanya. Sejak awal agama ini dibangun pun hidup kita telah penuh siksaan para penyembah berhala di Makkah.

“Tibet adalah tempat persembunyian paling aman sedu- nia.com 55. Gali menjejerinya. dan Gali berurutan menu- runi bukit dengan langkah secepat yang mereka mam- pu. Sedangkan Kashva di belakang- nya mati-matian menjaga keseimbangan agar tidak terpeleset lalu terpelanting di tengah jalan.” . Kashva.blogspot.” Guru Kore. Anggota Baru Gunung Gemerlap. “Tibet?” Napas Kashva ngos-ngosan. Guru Kore melompat dari batu ke batu yang miring menuju kaki bukit dengan ringan dan lincah. kotak kayu tak ternilainya mengayun ke sana sini. bukankah Anda penasaran dengan Buddha Metteyya?” Kashva menghentikan larinya. hari yang berdarah. Hampir putus napas rasanya.” Guru Kore harus berteriak karena jarak dia dan Kashva se- makin menjauh. Tampak segera bagaimana Kashva keteteran begitu rupa. Anda harus bergegas pergi ke Tibet. “Kita harus segera sampai di desa. “ S etiba di desa. http://ebook-keren. Di punggungnya. Memberi semangat. Tuan Kashva. Kejadian kemudian. Benar-benar sudah tak sang- gup. “Lagi pula. Gali yang mulai sewot karena langkahnya terhalang lambat gerakan Kashva.Wilayah Perbatasan.

” Kashva diam beberapa detik. Kengerian hampir membuat Kashva histeris. Bayangan wajah Xerxes dan Astu antre di kepalanya.com ANGGOTA BARU 393 Kashva menatap Gali.” Gali menatap sosok Guru Kore yang tinggal setitik kecil. Tidak mungkin aku tinggalkan. “Tapi kita harus segera sampai ke desa. “Anda bersegeralah ke desa. “Xerxes?” kekhawatiran utamanya sejak kali pertama Gali datang terlisankan juga akhirnya. Saya menyusul. ratusan lelaki bertarung gagah menghalang pasukan Khosrou yang jumlahnya berlipat ganda. berapa sering nyaris tergelincir. Se- suatu yang membangkitkan lagi tenaganya. bukan?” “Mashya dan para lelaki desa pasti melindunginya.” Kashva sudah sampai pada keputusan.” “Tapi keselamatan desa jauh lebih penting. Dia berlari menuruni bukit itu tanpa mesti menghitung berapa kuat harus melompat. perjalanan menuruni bukit itu berlang- sung lebih cepat dari ekspektasi Kashva terhadap dirinya sendiri. Pemandangan yang tidak per- nah ada bahkan dalam khayalan sekalipun. Ini tragedi. Dia ber- lari seperti menjangan. Dia hanya ingin buru-buru sampai desa. Se- mentara para lelaki desa hanya berpakaian keberanian dan harga diri.” “Kau adalah tamu di desa kami. “Kita berangkat. Kashva dan Gali sampai di kaki bukit dan berlari lebih cepat menuju desa segera. bunyi adu logam. . Meski tak terhitung cepat juga. Sadar dia tidak mungkin mengubah sikap Gali yang sudah menjadi bagian dari tradisi turun-menurun ber- abad-abad. Seperti bukan dirinya. Begitu memasuki desa. Pasuk- an Khosrou memakai seragam zirah perisai dan tutup kepala baja. Dia harus menyelamatkan Xerxes segera. Para penduduk desa. Teriakan.” Gali meng- angkat tongkatnya. “Tugasku melindungi Tuan. Wajahnya sudah rata berkeringat. Seorang tamu akan dijaga kese- lamatannya.” Sekali ini Kashva tak banyak perhitungan lagi. terbelalak mata Kashva jadinya. jeritan perempuan dan anak di mana-mana. meski kami harus menyerahkan nyawa.” “Jangan buat saya menjadi penghalang. setidaknya tidak ada pemberhentian kedua. http://ebook-keren. “Anak itu ada yang menyelamatkan.blogspot.

blogspot. “Paman . para lelaki desa Perbatasan mem- bentuk barisan rapat. Semen- tara pasukan Khosrou bersenjata lengkap dan canggih. diikuti Kashva. barisan lain bersenjata tongkat panjang dengan ujung pedang. masih begitu gagah dan mematikan.com 394 MUHAMMAD Mereka mengayun pedang. Bocah berkepala plontos dengan mata setajam serigala. . “Aku berdosa besar!” teriaknya dalam gemetar. apa saja. Keduanya meluncur di tengah pertempuran. http://ebook-keren. Di halaman rumah Guru Kore.” sahut Gali.” Xerxes sepertinya habis menangis hingga serak suaranya jadinya. Ada bocah lain yang tam- pak siaga di sampingnya. kapak. pada usianya yang tak muda lagi. Perisai-perisai tentara Khosrou seperti tidak ada apa-apanya. Sebarisan ber- pedang gerigi. Dia hanya ingin segera melihat Xerxes. Xerxes menyaksikan kengerian ketika tentara-tentara Khosrou ter- pelanting kehilangan nyawa dengan pandangan bisu. “Simpan itu sampai kau di Tibet. Tidak seakbar ini. Mereka segera ma- suk rumah dan menemukan tiga lelaki desa mengelilingi Xerxes yang berdiri dengan wajah pucat di pojok rumah. Perlindungan yang efektif untuk sementara. tombak. Ketermanguan Kashva dikoyak Gali yang buru-buru memandu- nya menuju rumah Guru Kore. Kashva membayangkan sebuah pertem- puran. Tongkat kayu tergenggam tangannya.. Bocah berkepala plontos itu mengangguk mantap lalu menyingkir sedikit. Tong- kat Gali bergerak ganas setiap ada tentara Khosrou yang coba mengha- langi langkah keduanya. Terpelanting percuma ketika tongkat Gali menerjang tanpa ampun. Sekarang waktunya menyelamat- kan diri.. tetapi tidak sesadis ini. Dia anak Gali. tongkat. sebagian lain meluncurkan panah baja dan panah api. Kehilangan ekspresi. memberi kesempatan Kashva merengkuh Xerxes dalam pelukannya. Tak sempat lagi Kashva mengagumi betapa Gali. aku takut. “Vakhshur. kau lakukan tugasmu?” Gali melangkah mantap di sam- ping Kashva yang justru semakin merasa langkahnya melayang. Tanpa sadar dia terpenjara dalam dunia sendiri. Rasa bersalah segera menerkam jantungnya dengan kejam. Nasib ratusan keluarga desa Per- batasan berubah drastis karenanya. Gali menyeruak di antara mereka.

“Kuda kalian sudah ada di belakang rumah. Pasti dia menyam- but kedatangan lawan. Kashva masih menunggu apa yang harus dia lakukan selain memeluk Xerxes dan berupaya menenangkannya.” Mati-matian menekan perasaan tegang. Kashva merengkuh Xerxes dalam gendongannya. Mashya belum terlihat. “Cepat!” Tanpa suara. Meluncurkan tongkatnya. Guru Kore pun demikian.” Kashva menggerakkan kepalanya. Sekilas Kashva melihat Mashya bertempur bak harimau luka. “Kau mau ikut bermain tidak?” Xerxes mengangguk dalam ketersengalannya. http://ebook-keren.blogspot. Xerxes?” Ia memeluk Xerxes lebih erat.com ANGGOTA BARU 395 Kashva tersenyum lebar. Dua gadanya mengayun cepat.” “Dengarkan.” Kashva setengah memaksa Xerxes untuk tepat me- natap matanya. Pedang di tangannya berkali-kali mengayun ganas setiap satu dua tentara Khosrou mendekat. menunjuk arah. keributan luar biasa pecah di luar rumah.” Xerxes masih tersengal-sengal. sangat lebar. “Kau pura-puranya seorang pangeran kecil yang hendak Paman selamatkan dari serangan kerajaan musuh. menghajar lawan dengan gebrakan- gebrakan mematikan. Guru Kore memimpin beberapa laki-laki yang mengawal Kashva. Di sampingnya Gali berbuat serupa. Nanti. Menyeruak di antara pertempuran. “Hei. “Aku ingin Ayah. menghantam segala penjuru. apa yang menakut- kanmu. kita keluar pintu itu. Pertempuran hebat ter- jadi di halaman rumah. Para penyerang roboh kemudian. Bersamaan dengan tangis Xerxes yang semakin kehilangan bunyi. tetapi mendengarkan. Segera berang- kat!” Guru Kore datang seperti tiba-tiba.” Xerxes mulai terisak lagi. “Kau sudah lupa kita sering melakukan hal ini sebelumnya?” “Aku ingin Ibu. Jalur pelarian sudah disiapkan. Suara orang-orang yang terlibat pertempuran. Kashva betul-betul tidak me- nyadari kapan datangnya dia. “Kita sedang bermain perang-perangan. Mengikuti langkah Guru Kore menuju pintu. Muncul sosok tinggi besar di muka Kashva. Sarung . “Dan akan semakin banyak orang yang ikut bermain. Sekarang Gali pun menghilang.

memastikan bocah itu masih terlibat dalam “permainan” yang ia cipta- kan. . “Kita pergi sekarang!” Mashya enggan membuang-buang waktu. Sekarang waktunya pangeran kecil untuk menjauh dari kejaran tentara kerajaan musuh. Para lelaki lainnya berbalik ke desa. “Apa kata Paman tadi. “Mereka lari ke perbukitan. Sampai juga mereka di pinggir desa. dan Xerxes. Mashya datang dalam keterburu-buruan. Jajaran poplar dan pohon hutan seperti kerangkeng yang aman. menuju tempat yang telah disiapkan untuk memulai pelarian. “Orang-orang sangat bersemangat bermain denganmu. Tanpa bi- cara. Kashva melebarkan senyumnya. “Di mana Mashya?” Baru saja Kashva menanyakan keberadaan pemandunya itu. me- neruskan pertempuran. Guru Kore lagi-lagi mendesak Kashva supaya buru-buru naik ke pelana kuda. Di depan mereka.” Xerxes menatap Kashva setengah percaya.com 396 MUHAMMAD pedang di tangan kiri pun jadi perisai yang sulit ditembus. Sebuah area yang tertutup pohon-pohon hutan.blogspot. Bunyi pertempuran sayup di kejauhan. Tinggal Gu- ru Kore. Kashva segera naik ke kuda setelah sebelumnya mengangkat Xerxes duduk nyaman di atas pelana tunggangannya. dua kuda perkasa dengan segenap perbekalan telah menunggu. Kelompok kecil itu membelok ke belakang permukiman desa. dia langsung melompat ke kuda satunya. Kahsva. Itu dua tunggangan yang membawa Kashva dan Mashya dari Gathas. Seolah-olah tempat ini memang telah lama dipersiapkan untuk sebuah pelarian. Sesekali berguna pula untuk menggebuk kepala lawan. http://ebook-keren. “Bagaimana dengan wanita dan anak-anak?” keluar juga perta- nyaan itu dari bibir Kashva dalam teriakan selantang dia mampu. meyakinkan bocah itu bahwa semua baik-baik saja. Menuruti anjuran Guru Kore. Xerxes?” Kashva mengucek kepala Xerxes. Lokasi kosong. Sekali lagi jiwa Kashva terasa tercabik melihat apa yang terpampang di hadapan mata. Ini se- mua karena aku. Guru Kore memberi tanda kepada para pemuda desa untuk meninggalkan mereka.” Guru Kore terus menyibak rapatnya pertempuran.

“Kotak kayuku!” pikirannya terbelah. Dari mana datangnya orang-orang? Mereka bermunculan seperti se- tan. Mashya!” Keluar gaya Perbatasan dari mulut Gali. Gali sepertinya punya ide lain. Bawa Vakhshur serta. anaknya.” Ada binar misterius di mata Gali. Dia sanggup melindungi dirinya sendiri. “Anakku jauh lebih berguna dari perkiraanmu. “Tertinggal di rumah Guru Kore.” “Tidak ada waktu!” Mashya sedikit kalap.” Gali mendekati kuda Kashva. Matanya saja yang seolah me- ngatakan sesuatu. Kotak kayu itu menggantung dari tengkuk sampai sendi di belakang lututnya. Entah apa. “Di desa ini.” Kashva berpikir beberapa detik.” Gali mengelus kepala plontos anaknya. Tuan. “Nyawamu lebih penting. http://ebook-keren.” “Aku tidak peduli ke mana kau pergi. Vakhshur benar-benar tidak akan merepot- kan. . Di sisinya. Dia juga bisa menjadi teman perjalanan Xerxes.com ANGGOTA BARU 397 Sementara telinganya menangkap teriakan Mashya. Tuan Kashva. Gali!” Mashya tampak sedikit emosi.” “Vakhshur membawanya!” suara Gali. Itu waktu yang tidak cukup un- tuk berpikir. “Mungkin saya tidak akan per- nah kembali ke Persia. bahkan dirimu. dan Kashva jelas tidak memperkirakan hal itu. “Kau menambah beban kami. Tuan Gali.” “Isi kotak itu lebih penting dibanding nyawaku. “Vakhshur akan menemani kalian!” Guru Kore.blogspot. “Baiklah. berjalan dengan kotak kayu menem- pel di punggungnya. suaranya merendah.” “Terima kasih. Itu berarti hampir seluruh tubuhnya. “Baik-baik kau jaga Tuan Kahsva. jantung Kash- va berdetak oleh hal lainnya.” Vakhshur tidak menjawab.” Kashva tercenung. “Kita berangkat sekarang!” Mashya lagi-lagi tak sabar menunggu. Pastinya tidak ada air mata. menggeleng. Kashva merasa menjadi orang paling bodoh sedunia. bocah plontos. Setidaknya bersamamu. Gali datang dan seketika tahu apa yang sedang diributkan Kashva dan Mashya. Aku mohon. dia tidak punya harap- an lagi. “Vakhshur seorang bocah petarung. “Sumpal mulut besarmu. dia punya harapan suatu saat bisa bertemu ibunya. Mashya.

Tuan Gali . “Kotak kayumu aman ber- sama Vakhshur. Guru Kore lalu menghampiri- nya. Ingin dia berterima kasih. Lalu menoleh ke Kashva.” Dalam situasi normal. apa pun alasannya. Namun. Kashva tak lagi punya kuasa. Kau tak akan menyesal. Kashvalah kini tuannya. menyuruh binatang tunggangan itu berpacu segera. http://ebook-keren. Kashva menyem- patkan diri melambaikan tangannya. Ini sudah takdir. Tuan Kashva. tak sanggup lagi Kashva meneruskan kalimatnya. ini keadaan yang berbeda. Tuan Kashva! Masa depan hebat menunggu Anda!” Ringkik kuda. “Guru Kore. Mashya. Berapa anak kehilangan bapak. Mashya menyusul kemudian. Tapi untuk berkata-kata. “Terima kasih.. Dia tak menolak ketika Guru Kore mengikat sarung pedang besarnya ke tali pelana kuda.” Dia menepuk bagian belakang kuda Kashva. kare- na memang Mashya lebih tahu ke mana mereka seharusnya menuju. Dia ma- sih tak sepakat dengan ide kekerasan.” Kashva mengangguk tanpa suara. Entah berapa orang yang habis sejarahnya. mendahului kuda Kashva. “Untuk berjaga-jaga. berapa istri tak lagi bersuami. Pada saat yang sama.” Gali menegak- kan kepalanya. perayaan Dasain tak hanya berlumur darah hewan kurban. Meski tak setuju. ..blogspot. Dia tak bisa me- nolak persetujuan majikannya. Matanya seperti kaca. Dia memberi tanda agar Vakhshur naik ke belakang tempatnya di atas kuda. Tahun ini.. Desa ini hancur oleh karenanya. tentu Kashva akan menolaknya. lalu memasukkan pedang- nya di sana. Menyorongkan pedang besar di tangannya. “Kami mengerti. Kuda yang membawa dirinya dan anggota rombongan baru: Vakhshur. Guru Kore mengangguk mantap. Jangan pikir- kan lagi. tanah-tanah Desa Perbatasan semakin merah. tapi juga meng- ungkapkan rasa penyesalan.” sampai di situ. Kuda Kashva segera meluncur tanpa menunggu perintah tuannya.com 398 MUHAMMAD “Cepatlah!” Mashya sudah tidak bisa dikekang lagi. bagaimanapun. lalu ketipak kaki-kaki bertapal baja. “Jaga diri baik- baik.

Matahari mulai menyengat ketika empat orang pelarian itu sampai di sebuah desa yang terletak di atas bukit permai. Dia tidak yakin masih akan mampu duduk tegak di atas kuda jika sesuatu membuat kudanya menye- top langkah tiba-tiba. http://ebook-keren. Dengan Xerxes di pe- lukannya. Su- asana lengang.blogspot. Rute yang mereka tempuh semakin tak biasa. mendekati mati. Binatang itu berlari lebih kencang dari biasanya. Jumlahnya pun tak banyak. Meluncur mengikuti arah laju Mashya yang berkuda di depannya. Hanya bu- nyi ringkikan dan tapal kaki kuda yang ribut dan mengepulkan debu. Seperti desa yang lama diting- gal pergi penghuninya. Hanya rumah-rumah yang tampaknya belum lama diabaikan pemiliknya. Rute yang dilewati berkelok-kelok seolah tanpa akhir.com 56. Ke- cepatan kedua kuda tunggangan mereka mulai berkurang saat memasuki setapak di atas bukit curam setinggi ratusan meter. . Kashva bahkan tidak menyiapkan antisipasi jika dia harus berhenti mendadak. Rupanya Ma- shya benar-benar memilih jalur yang jarang dilalui manusia. Ayunkan Pedangmu! K uda yang ditunggangi Kashva seperti tahu apa yang menjadi kekhawatiran majikannya.

tangannya menggenggam kepala manusia. Sesembahan yang digambarkan berwajah mengerikan. Mashya mengangkat tangan. Mashya mi- num sepuas-puasnya lalu mengisi penuh tempat air minum dari kulit yang selalu menggelantungi pinggangnya. Kashva menyusul dengan Xerxes di gandengannya. Xerxes menggelendot di samping Kashva. Mashya mengamati adegan di depannya dengan mata me- micing. Di atas altar kepala kerbau dengan seringai di moncongnya dije- jerkan dengan dupa dan bunga-bunga. http://ebook-keren. “Kau bukan pelayanku. “De- . Vakhshur. Lehernya berkalung untaian tengkorak manusia. Diikuti anak bertatapan mata serigala itu. tak jauh dari mata air. Itu terjadi ketika kepala ker- bau menggelinding sedangkan badannya terus menggelinjang. “Paman. Jejak darah kurban masih tam- pak dalam bentuk menyerupai lingkaran. Dia lebih dulu turun dari kuda setelah sebe- lumnya menyuruh Vakhshur melompat dari belakangnya. Matanya menatap Kashva setajam seri- gala muda.” Kali ini Kashva sedikit mengabaikan rengekan Xerxes. Dia men- cermati ekspresi Vakhshur. Lidahnya menjulur. Sepertinya tempat pengorbanan untuk Dewi Kali. Dewi Kali konon adalah perwujudan istri Dewa Syiwa: Parwati yang memi- liki wujud lain Dewi Durga. aku haus.com 400 MUHAMMAD Tidak sampai puluhan rumah kotak dari lumpur yang bertetangga satu sama lain.” Vakhshur tak bersuara. Merasa ada yang harus diluruskan. Kashva baru saja hendak menghampiri mata air itu ketika Vakhshur menyambutnya sembari menyorongkan tempat air minum yang mirip dengan kepunyaan Mashya. Mashya lalu menghampiri sebuah pohon raksasa yang di bawahnya menggenang mata air menyejukkan. Dia figur ditakuti sekaligus diagungkan. Memberi tanda supaya per jalanan sejenak dijeda.blogspot. Ada altar sesaji di pusat desa. Mereka telah jauh meninggalkan Perbatasan. “Engkau tidak perlu melakukan ini.” Vakhshur bergeming. Kantung air itu masih menggantung di udara. semakin masuk ke Anak Benua. Dasain baru saja dirayakan juga di tempat ini.

blogspot. Bocah itu segera meneguk isinya beberapa kali. Tapi kemudian dia memutuskan dengan cepat. Lelaki kecil itu akan lebih merasa tidak berguna jika Kashva menolak pelayanannya. Mimpi suatu saat nanti Vakhshur bisa bertemu ibu kandungnya disiapkan dengan baik.” Kashva masih tak yakin dengan apa yang mesti dia lakukan. Setelahnya Kashva menyerahkan kantung itu ke- pada pemiliknya.” Tangan Kashva menda- rat di pundak Vakhshur. Dia lalu menjauh dari Kashva.” Vakhshur mengangguk tanpa kata apa pun dari mulutnya. “Terima kasih. Ada tre- nyuh menghinggapi benak Kashva melihat tingkah laku anak itu. “Silakan Tuan minum.” “Vakhshur yang mengambilkannya buatmu. anak itu mampu ber- bahasa Persia dengan fasih. En- tah salah paham atau memang seperti itu pesan Gali kepadanya.” “Tugas saya melayani Tuan. Gali tampaknya begitu memperhatikan kebutuhan anak itu terhadap bahasa ibunya. Terutama karena dia jelas masih seorang bocah. Vakhshur. Apa pun itu. Paman.” nada suara Kashva mulai terdengar serius. Kashva sadar. Kashva pun tidak me- rasa sedang mempekerjakannya sebagai kuli atau pelayan. “Terima kasih. Kepalanya mendongak. Kashva mengelus kepala Xerxes per- . Kejutan lain. Mengambil air untuk dirinya sendiri.” Xerxes tersenyum kepada Vakhshur. Salah satunya dengan melatih Vakhshur agar fasih berbahasa Persia. Ini kali per- tama anak itu berbicara kepadanya. masuknya air ke tubuhnya tampak mencolok ketika melewati leher kecilnya. Terima kasih. Xerxes. Tak sampai berpindah semua isi kantung air itu ke perut Xerxes ketika bocah itu mengembalikannya kepada Kashva. “Kau sangat baik.” Kashva hampir terlonjak mendengar suara Vakhshur. Vakhshur. dia tidak mungkin menolak kehen- dak Vakhshur.com AYUNKAN PEDANGMU! 401 ngarkan. Dia orang yang baik. “Kau tak pantas melakukan ini.” Sang paman mengelus kepala Xerxes lantas menenggak habis sisa air dari kantung itu. Dia meraih kantung air dari tangan Vakhshur lalu memberikannya kepada Xerxes. “Aku sangat menghormati ayahmu. Kashva merasa tidak nyaman dengan perlakuan Vakhshur. http://ebook-keren. Pada sisi lain.

Siapa yang memaksaku untuk menyeberang ke Perbatasan? Bukankah itu kau? Sekarang siapa yang menentukan perjalanan kita berikutnya adalah Tibet? Jelas bukan aku. Kashva segera menyetop kalimatnya. ada sesuatu yang akan datang. “Jika me- nuruti saran Guru Kore.blogspot. beberapa orang. Di sana. kita harus pergi ke Tibet. Xerxes disambut oleh Vakhshur dengan kikuk.com 402 MUHAMMAD lahan. Atau .” Xerxes mengangguk lalu menghampiri Vakhshur dengan antu- sias. “Kau pernah ke Tibet?” Kashva duduk menjejeri Mashya. “Aku pun tidak menginginkan ini. Seperti biasa. Paman hendak berbicara dengan Paman Mashya. Mashya?” Sementara Kashva belum tampak hendak menyelesaikan kali- matnya. ..” Mashya masih tak terlihat peduli.. “Maksudmu. setiap telinga Mashya terlihat begitu menggelikan: bergerak-gerak aneh. Jelas dia merasa tak sepadan dengan Xerxes untuk alasan yang tidak mudah untuk di- mengerti. Menurutmu?” “Entah apa yang menunggu kita di sana. Dia sudah hafal betul.” Mashya tidak memper- lihatkan ketertarikan. Vakhshur hanya mendengarkan. Tidak berkomentar apa-apa. “Kau menyalahkan aku untuk semua yang menimpa Gathas dan penduduk Perbatasan Mashya?” Mashya tak menjawab. Sesuatu atau seseorang. “Kau mendengarku tidak.” Kashva seperti tengah membincangi dirinya sendiri. “Maksudmu?” Tak ada suara. dua cuping telinga Mashya bergerak-gerak. mungkin aku beruntung bisa berte- mu dengan seseorang yang mengaku nabi seperti cerita El kepadaku. “Kau bermainlah sebentar dengan Vakhshur. Sesekali dia melirik ke Xerxes yang sedang menyerocos tentang sesuatu. “Keinginanku hanya ingin pergi ke Suriah. kedatangan kita juga akan membawa masalah?” Mashya mengedik. http://ebook-keren. Bertemu El lalu bersama-sama ke Yatsrib. Seperti dirinya.” Kashva jelas merasa diper- salahkan. “Siapa yang meng- ajakku ke Gathas? Kau.

http://ebook-keren. Kali ini Xerxes tidak menangis. Tanpa peringatan apa-apa. Dia baru saja hendak menghampiri Xerxes untuk kemudian menaiki kudanya ketika dari segala penjuru. “Cepat naik kuda!” Mashya berteriak kalap meski tampak masih berusaha untuk tenang. Sebaliknya.com AYUNKAN PEDANGMU! 403 Dengan gerakan yang mengentak. Mashya menarik tali kekang kudanya dengan cara khusus. Menyerbu dari banyak arah. Vakhshur ce- pat beradaptasi terhadap gerakan kuda itu. Tubuh tunggangan Kashva berdebam ke tanah ketika tubuh kukuhnya dihunjami pedang dan . Kuda itu kemudian mengangkat tinggi dua kaki depannya. Dia harus melindungi dua anak itu. melompat dengan cekatan ke belakang punggung Mashya. Kashva memburu Xerxes. Ringkik kuda yang demikian ribut. Kashva justru semakin terdesak. berdatangan pasukan berbaju zirah. membuka jalan. “Vakhshur! Naik kuda. Dia menempel di pung- gung Mashya dengan baik. Mashya memacu tunggangan- nya ke arah kerumunan tentara dengan gila. Mashya meraih dua gadanya. Tak yakin apa yang harus dilakukan ketika dia pun diburu oleh sebagian lain pasukan Khosrou. Serangan Mashya bersambut belasan pedang dan perisai lawan. “Kita tinggalkan tempat ini. Tongkat gadanya meng- ayun.blogspot. sekarang!” Vakhshur menuruti kalimat Kashva tanpa penolakan sedikit pun. Mereka tentara Khosrou yang siap bertempur dalam jarak selemparan batu. Pasukan lawan yang belasan me- rapat. Tangan kanan menggeng- gam tali kekang satunya memainkan senjata. Sebaliknya. Mashya benar-benar mengamuk. Kashva hanya berpikir tentang Xerxes. Dia berlari. Sekarang ditambah lagi Vakhshur. betapa pun kilat pedang- pedang para penyerang tampak mengerikan. justru Kashva yang butuh waktu untuk menaikkan Xerxes ke pelana dan menyusul di belakangnya. Tak sempat lagi terpikir bagaimana orang-orang itu bisa menyu- sul sampai sejauh ini. Ringkikan kuda yang luar biasa ribut. Ikut bertempur.” Kashva sadar datangnya bahaya meski tak menyangka bakal se- cepat itu.

Se- saat kemudian. http://ebook-keren. Beberapa detik setelah berusaha menyesuaikan diri dengan ke- sakitan itu. Mereka orang- orang jahat!” “Tenang. Satu per satu. Xerxes. kadang dua seketika. memburu para tentara yang menawan Kashva. Seorang prajurit yang tampaknya menjadi pemimpin penyergapan itu berteriak memberi komando. Para tentara Khosrou tampaknya tidak berminat untuk melenyapkan nyawanya. bukan? “Kashva memutar akal. “Ayo kita pergi.com 404 MUHAMMAD tombak.blogspot. teriakan Mashya membuyarkan kepungan terhadap Kashva. ujung-ujung senjata lawan telah menawannya. selebar telapak tangan orang dewasa di atas kepalanya. Pertempuran meledak. Ting- gal tiga orang saja yang menawan Kashva dan Xerxes. kau yang kalah. Ini cuma permainan. Ini cuma permainan. Entah bagaimana Mashya sudah menukar senjatanya dengan dua pedang yang di dua ta- ngannya menjadi senjata luar biasa mematikan. Setidaknya untuk saat itu. Dua pedang di tangannya segera berlumur merah. “Percayalah apa kata Paman. Paman. Anak itu tidak boleh terlalu banyak melihat kekerasan dan darah yang tertumpah. Tenaga dan fisik Mashya yang terla- tih sekian lama memperlihatkan hasilnya. Perisai-perisai baja mereka menjadi lembek di hadapan Mashya. Di Gathas kita sering melakukannya. Pada detik yang tidak berjarak jauh. . Kashva memandangi wajah-wajah berhelm itu. Kita pergi. Terpelanting begitu rupa membuat Kashva harus menahan rasa sakit bukan main ketika tubuhnya beradu dengan permukaan ta- nah sembari menahan badan Kashva. serangan benar-benar memusat kepada Mashya. Telapak tangannya menutup dua mata Xerxes. berusaha menenangkan Xerxes yang mulai men- jerit-jerit ketakutan. tentara Khosrou bertumbangan kehilangan nyawa. Sementara peluk- annya semakin erat. Kashva memeluk Xerxes ketika tubuhnya sendiri terlempar ke tanah. Di mana Vakhshur? Mashya berlari kesetanan. Ini hanya perang-perang- an.” “Bohong!” Xerxes makin histeris. Kalau kau me- nangis. “Paman bohong! Mereka jahat! Mereka pembunuh!” Kashva memeluk Xerxes kian erat.

blogspot.” Dalam isaknya yang sisa-sisa. “Paman menantangmu untuk adu kuat menutup mata. Mashya mencabut paksa pedang di bahu kanannya dengan tangan kiri. “Kalau kau menutup mata sampai perang-perangan ini selesai. Memanfaatkan ke- fasihan kata-katanya untuk menghindari melayangnya nyawa. Paman akan memberimu hadiah. “Xerxes. berusaha untuk melanjutkan pertem- puran sementara di bahunya menancap pedang lawan. Lengkap lagi dua senjata di kedua ta- ngannya.” Xerxes masih sesenggukan meski tangisnya tak lagi selantang se- belumnya. Filosofi hidup Kashva tak lagi bisa menolongnya. Pertempuran berlanjut sementara dari bahu Mashya me- numpah darah. Kashva masih berpikir dia masih bisa berdiplomasi. Berkali-kali.” bibir Kashva nyaris menempel di telinga Xerxes.” Kashva merasa menjadi paman paling konyol sedunia. dia sudah ti- dak tahu lagi harus bermuslihat apa.” Kashva merasa berdebur jantungnya. Mashya menyerang balik. Pertempuran berlanjut dengan dramatis. Tenaga- nya pun tersedot oleh pertempuran yang tidak imbang itu. Di dadanya bersarang pedang Mashya. Sekali sentak. Badan besarnya mengeluarkan energi yang besar juga. membuat tentara Khosrou yang berhasil melukainya itu terpelanting tanpa nyawa.com AYUNKAN PEDANGMU! 405 Jadilah Mashya bak gajah yang dikeroyok banyak singa. kau kalah. “Paman punya permainan seru. Ketika Kashva melepaskan telapak tangan dari wajahnya. Xerxes mengangguk. Tapi jelas sudah terlambat. kedua mata Xerxes masih . Teriakan memekakkan keluar dari mulut Mashya ketika sebilah pedang menusuk bahunya. Satu dua lawan ambruk. “Mashya!” Kashva seperti baru tersadar ini pertempuran sungguhan ketika melihat Mashya sempoyongan. Ketika ini semua belum menjadi pertempuran yang begini buruk. “Jika kau membuka mata sebe- lum Paman suruh. Tetap saja lama- kelamaan kepungan lawan membatasi ruang gerak Mashya. Namun. menubruk sana sini. http://ebook-keren. Pedang di tangannya menjadi gading perkasa yang menembus per- tahanan lawan.

blogspot. Maka dua lawan yang tersisa segera mendesaknya. Kashva bertempur seperti orang mabuk. Sekilas waktu kemudian. “Kalian membangunkan macan tidur!” Kashva bersiap dengan pedangnya. Bertempur untuk kali pertama begitu menguras tenaga. Jelas dia waswas. Kashva berteriak-teriak tak jelas. Kashva terus mengayun pedang dan mulai tak peduli apa yang akan terjadi. Ingat hadiah yang Paman janjikan buatmu.com 406 MUHAMMAD memejam rapat. Pertempuran Kashva semakin tak imbang saja. Sambaran pedang lawan pun tidak berkompromi. Ketika Kashva tak yakin lagi sanggup untuk terus . Dari kerumunan pengeroyok Mahsya.” Kashva berimprovisasi saja. dia pun bisa saja menjadi pembunuh. mempraktikkan latihan yang ia peroleh dari Mashya. beberapa ten- tara pun berlarian menambah serangan terhadap Kashva. Kashva tidak punya kesempatan berdiskusi. Kashva hanya berpikir bagaimana menyingkirkan tiga tentara itu tanpa harus membuat me- reka mati. “Jangan buka matamu. Namun. Sebentar saja setelah berhasil merobohkan satu lawannya. http://ebook-keren. kepalanya pusing bukan main. Setelah memantapkan tekad. Xerxes. Kashva menerjang. setiap per- tempuran memiliki kemampuan untuk mengubah seseorang. Berusaha meredakan kegundahan hati Xerxes dengan mencerocos apa saja. Dia mendorong salah seorang prajurit yang lengah dan buru-buru memungut pedang yang tadi menawannya. Kashva belum siap menerima kenyataan bahwa dalam kondisi seperti ini. “Paman!” Xerxes berteriak tanpa membuka matanya. Tampak- nya. Kashva merasa ener- ginya menguap. menunggu satu hantaman yang membuatnya roboh. Ketika salah seorang lawannya ambruk dengan darah mengucur. Dia mulai mera- sakan pandangannya kabur. Pedangnya mengayun. Hampir habis. menyerang tiga tentara Khosrou yang menawan Xerxes. dia berupaya untuk tidak peduli meski pada saat yang sama diratapinya kondisi yang tak terhindarkan itu. Hantaman pedangnya hanya bertujuan melumpuhkan. dengan gerakan me- nyentak.

Aku mau Paman jangan mati. “Paman Kashva!” Kashva menoleh. Kashva tak sanggup lagi menahan berat badannya sendiri.” Secepat itu Vakhshur membuk- tikan kata-kata bapaknya. Tongkat di tangannya mengayun ke sana kemari dan selalu berhasil membuat roboh lawan. Vakhshur. tetapi dia telah merobohkan seorang tentara Khosrou dengan pedang- nya.” Kashva memeluk Xerxes sepenuh hati. http://ebook-keren. Tak lama setelah itu. Mereka roboh satu per satu. Terakhir dia melihat Vakhshur masih duduk di belakang kuda Mashya. Vakhshur tak ada lagi. Kashva pun tak bisa menduga-duga.. Ketika para tentara Khosrou mengeroyok Mashya. Setiap yang menyerangnya cuma mampu melawan dengan satu dua gerakan.” Isaknya menjadi-jadi.blogspot. Bahkan. lawan-lawannya seperti ambruk dengan sendi- rinya. “Aku tidak mau hadiah. Xerxes.com AYUNKAN PEDANGMU! 407 mengayunkan pedang. “Vakhshur le- bih berguna dari yang kalian duga. Paman jangan mati. Entah mati atau tidak. Bocah itu memeluk Kashva seolah tak mau lepas meski hanya sekilas. “Paman tidak akan mati. anak belasan tahun berkepala plontos dan bermata serigala itu.” Kashva sadar berat nian beban men- tal yang dialami Xerxes. bergerak luar biasa lincah dan mengagumkan. sulit untuk memercayainya. Anak itu benar-benar petarung yang luar biasa. Berde- bam ke tanah dan menyaksikan pemandangan yang jika tidak ia lihat sendiri. . Dia tidak lagi menutup mata “Paman jangan mati . Kashva sendiri masih syok dengan apa yang dia lakukan barusan.. Dia baru empat tahun dan telanjur melihat begitu banyak kekejian dan kematian. dada. Ini pengalaman pertama dan terasa sangat mengerikan. Paman tidak akan mati. Datang dari mana. Segera terngiang di telinga Kashva kata-kata Gali. atau kaki mereka menjadi sasar- an hantaman tongkat Vakhshur. leher. Tongkat di tangannya seperti baja yang menghantam begitu rupa. Tubuh kecilnya menyimpan tenaga berlipat ganda. kepala. dan pandangannya yang berangsur menjadi jeli kembali menangkap bayangan Xerxes yang menghambur kepadanya. Kashva mengira anak itu melarikan diri.

batin Kashva. Di punggungnya masih menggelantung kotak kayu milik Kashva yang ia jaga dengan nyawa. kau luar biasa. “Tuan baik-baik saja?” Kashva menggeleng.com 408 MUHAMMAD Tak berapa jauh dari pertarungan Vakhshur. Vakhshur. “Ku- pikir masih bisa. Sebuah pekikan menjadi ujung napas prajurit malang itu. menyerbu ten- tara penyerang berbekal pedang besar. Bukan pujian yang baginya tampak tak berpengaruh apa-apa. http://ebook-keren.” Bocah itu mengerutkan dahi. “Kau . Vakhshur menyelesaikan perlawanan prajurit Khosrou terakhir dengan menghantamkan ujung tongkatnya ke dada kiri lawan. Sekelompok lelaki..blogspot. Suaranya pun anak-anak. Komposisi pertempuran itu secara jumlah segera menjadi berimbang.” Dia masih anak-anak. . Vakhshur lalu meng- hampiri Kashva dengan langkah gagah dan tertata. jumlahnya belasan. “Tuan masih sanggup meneruskan perjalanan? Tentara Khosrou akan segera sampai ke sini dengan jum- lah lebih banyak lagi..” Kashva segera tahu Vakhshur hanya membutuhkan konfirmasi itu. Mashsya tak sendiri lagi berjuang.

Mashya mengenakan lagi baju yang tadi dia tanggalkan se- mentara. dupa menyala bersan- ding dengan bunga-bunga. Kepala kerbau bertengger di altar. para penduduk desa lainnya berdiskusi di luar rumah. Perdarahan di bahu kanannya telah terhenti. Bersih sama sekali.blogspot. Usai pertempuran tadi. dan Xerxes mengelilingi Mashya. Ramuan obat telah dibalurkan kemudian ditutup dengan lilitan kain. Mereka memakai salah satu rumah yang ditinggalkan pemiliknya untuk tempat pengobatan. Mayat-mayat dikubur jauh dari permukiman. Benar-benar rapi seperti sedia kala. Ti- dak ada darah tercecer atau patahan kayu yang mencurigakan. http://ebook-keren. Tidak ada kata-kata. orang-orang yang datang bersamaan dengan kemunculan Vakhshur itu se- gera membereskan jejak pertempuran. Kashva.com 57. jejak apa pun disa- markan.” Mashya memeriksa balutan kain yang menutupi luka tusuk oleh pedang tentara Khosrou. Sesekali ter- . Mendaki Gunung Salju “ T erima kasih. Seorang laki-laki berpenampilan mirip dengan pen- duduk Perbatasan mengangguk sembari tersenyum. meng- ikuti proses pengobatan yang dilakukan seorang lelaki berke- mampuan seorang tabib andal itu. Vakhshur. secara cepat luar biasa. Sementara Mashya diobati oleh salah seorang dari mereka.

http://ebook-keren.” “Tibet?” Mata Kashva berbinar.” “Ke mana penduduk desa lainnya?” Kashva yakin Vakhshur punya jawaban pertanyaannya.” “Ya. dia sungguh memiliki perawakan yang mengingatkan Kashva kepada Guru Kore. selain warna rambutnya yang hitam dan wajahnya yan sedikit lonjong.” Matanya mere- dup. “sedang berdiskusi bagaimana caranya kita sampai ke Tibet tanpa dibuntuti tentara Khosrou. “Beberapa bulan.” Vakhshur menatap Kahsva. Melewati gunung salju. Jawaban Vakhshur mengonfirmasi keingintahuannya seputar desa di atas bukit yang lengang itu. “Apa yang mereka diskusikan?” Kashva penasaran. Orang-orang yang dilatih oleh ayah- ku.” Vakhshur meng- gerakkan kepalanya ke arah pintu. menoleh ke Vakhshur. Beberapa menit kemudian. “Tetapi medannya sulit. “Orang-orang itu. “Tahun lalu kami ke Tiongkok dan Tibet. Atau kesannya saja demikian.com 410 MUHAMMAD dengar perdebatan yang sedikit memanas. “Kalian pernah tinggal di sini?” Vakhshur mengangguk.” Vakhshur menjawab pertanyaan yang menggantungi kepala Mashya dan Kashva sedari tadi. Mereka menggunakan bahasa yang sama dengan orang-orang Perbatasan. Siapa mereka sebenarnya?” “Mereka penduduk desa ini. “Mengungsi ke gunung. “Cara agar kita bisa lolos dari kejaran tentara Khosrou. . nada suara mereka terdengar tinggi meletup-letup. “Tentara Khosrou tidak akan tahu rute itu.” Kepala plontos Vakhshur mengangguk. menghampiri Kashva dan Mashya. Menghindari tentara Khosrou.” Kashva mengangguk-angguk.” Apa yang dikatakan Vakhshur tak jauh dari kenyataan.” Mengerut dahi Kashva.” katanya. Lelaki per- tama seumuran Guru Kore. “Kau tahu rute menuju Tibet?” “Ayah tahu rute paling aman menuju Tibet. “Ayahmu biasa berkeliling ke tempat-tempat jauh rupanya. Tanpa emosi pun. “Mereka begitu memikirkan nasib kita.blogspot. dua orang yang tampaknya mewakili orang-orang itu masuk ke rumah.

” Vakhshur mengangguk cepat. “Aku me- mang tertarik dengan ide pergi ke Tibet. pakaian te- bal. Lalu keluar rumah dengan cepat pula.” kata Mashya. Kashva menyemprot Mashya seketus-ketusnya. dan Xerxes.com MENDAKI GUNUNG SALJU 411 Dia mulai berbicara ini dan itu.” Vakhshur kembali dengan sigap.” “Bersiaplah. “selanjutnya. Tuan Kashva. Mashya yang paham bahasa Perba- tasan segera mengerti apa yang dimaksudkan lelaki penyelamat itu. menge- coh tentara Khosrou.” “Bagaimana dengan lukamu?” “Aku tidak apa-apa. Rute gunung salju adalah yang paling aman. Tapi pergi ke sana dengan jalan kaki?” Kashva mengangkat dua tangan.blogspot.” Mashya belum berhenti meme- rintah. Selain alasan keamanan. “Kita butuh makanan. “Maksudmu kita mendaki gu- nung sampai ke Tibet? Jalan kaki?” Wajah Kashva mengeras.” penggal Kashva. gunung salju bukan medan yang aman untuk anak seusianya.” “Lalu mengapa memaksakan diri?” “Kau sudah tahu bagaimana tentara Khosrou akan mengejar kita sampai ke ujung dunia. http://ebook-keren. “Bisa kau per- siapkan semua keperluan pendakian. . “Mereka akan mengantar kita sampai ke kaki gunung salju. “Aku pun masih mampu menggendongnya. Maksudku.” Mashya menoleh ke Vakhshur. “Aku bisa menggendongnya. “Ini gila. Mashya. dan obat-obatan. Dua mata Kashva setengah mendelik. “Waktu kita sangat mendesak.” katanya. Vakhshur?” Vakhshur mengangguk sigap.” “Lalu kita?” Kashva menduga-duga. Mashya menatap Kashva sekilas. rute ini tidak aman. “Sebaiknya kau siapkan segera.” “Bukan masalah itu. Di membagikan pakaian tebal yang entah dia dapat dari mana kepada Kahsva. kuda-kuda kita akan dilarikan ke India. Tibet kemungkinan punya jawaban tentang Penggenggam Hujan. “Kau tidak memikirkan Xerxes?” sepeninggal Vakhshur.” “Bahkan buatmu pun.

“Bagaimana orang-orang desa tadi tahu tentara Khosrou akan menyerang desa mereka?” .” Ber- diri kemudian. “Vakhshur. Untuk me- ngecoh para tentara Khosrou. Mashya meng- gerakkan lengan kanannya. Dia kemudian keluar ru- mah mencari Vakhshur. dan Vakhshur berjalan lincah bak menjangan muda. “Tentara Khosrou pasti sampai di sini sebentar lagi. “Anda akan membawa pedang pemberian Guru Kore. Dia hendak meminta tolong Vakhshur untuk membantu dia berpamitan kepada para lelaki desa mati itu. Selain kotak kayu milik Kashva. “sampaikan terima kasih kami kepada penduduk desa ini. dua kuda itu kemudian ditunggangi oleh dua lelaki desa yang diperintah memacunya ke India. e Setengah hari setelah itu. Tapi dia tidak punya pilihan. Tuan Kashva?” Kashva masih belum selesai dengan perdebatannya melawan Ma- shya.” “Kau yakin?” Mashya melirik Kashva. Tibet tujuan mereka. Kashva dan rombongannya menempuh perjalanan melewati pegunung- an terjal yang tidak mungkin ditempuh oleh kuda atau tunggangan apa pun. Sementara itu. di punggung laki-laki kecil itu kini menggelantung kantung kain be- sar. http://ebook-keren.” Kashva menahan langkah Vakhshur. Kami tidak akan melu- pakan kebaikan mereka. “Saya ambilkan. Seperti telah disepakati. tiga sosok berjalan dengan gaya masing-masing. Menahan nyeri. Dia mengangguk saja. “Ada pilihan lain?” Kashva tak berminat untuk mendebat. “Kita pergi sekarang. Mashya dengan gaya tegap seperti tak pernah terluka sebelumnya. Meski berat. merayapi sebuah rute mendaki pegunungan jauh dari desa yang diting- galkan penduduknya tadi. lenyap kemudian. mereka tak lagi menaiki kuda. Isinya bermacam-macam kebutuhan.com 412 MUHAMMAD Untuk Xerxes ukurannya kedodoran. risiko pertemuan dengan pasukan Khosrou bisa di- tekan dengan cara ini. Kashva yang sempoyongan sembari menggendong Xerxes.” Vakhshur hendak lenyap lagi ke balik pintu.” Vakhshur mengangguk takzim.blogspot. Negeri atap langit.

” “Kau bisa berbahasa Tiongkok?” Vakhshur lagi-lagi mengangguk.blogspot. Persia. Dibandingkan dengan Vakhshur yang masih begitu belia. Vakhshur. “Kau membuat orang-orang jahat itu kesakitan. “Sekitar lima tahun aku ber- latih kepadanya. Tibet. . “Dia melatihku sejak seusia Xerxes. Ber- pindah-pindah ke banyak tempat setelah itu. “Jadi jurus tongkatmu tadi kaupelajari dari para petarung Tiongkok?” Dagu Vakhshur memantul-mantul. Lututnya mulai gemetaran. Aku juga dilatih oleh seorang guru selama kami tinggal di Tiongkok. Ayah melatihku semua.” Xerxes menirukan gerakan-gerakan Vakhshur di pung- gung Kashva.” “Vakhshur hebat!” sela Xerxes. bukan?” Kashva tertawa kecil.” Vakhshur mengangguk lagi.” Kashva menatap Vakhshur tepat pada kepalanya. Keringat keluar dari setiap pori. Kashva mulai merasa malu dengan fisiknya yang tidak terlatih dengan baik. Setelah peristiwa penyerangan tentara Khosrou ke Perbatasan dan penculikan ibuku. Dia mengajak bicara Vakhshur yang menjejerinya untuk sedikit membuat perjalanan terasa santai dan tidak terburu-buru. “Tiongkok.com MENDAKI GUNUNG SALJU 413 Kashva merasa segera habis tenaga. Mereka-reka seberapa jujur dia dengan pengakuannya. “Bapak mempunyai murid-murid yang tersebar di banyak desa di perbatasan. “Mereka tidak berpura-pura kalah.” “Apakah belakangan wilayah perbatasan selalu rawan dengan pe- rang?” Vakhshur mengangguk. dia membawaku ke Tiongkok. Perbatasan. Mereka saling memberi tahu jika terjadi sesuatu. kata Ayah. Seolah hendak menghitung kemungkinan kapasitas otak di dalam kepala anak itu. sempurna sudah kesusahan yang dirasakan Kashva. dia merasa tidak ada apa-apanya. “Ayahmu melatihmu dengan sangat baik. “Dia teman ayahku. pinggangnya terasa kesemutan.” Ada yang berdenyar di benak Vakhshur. http://ebook-keren. Terik siang su- dah demikian menerjang. Ditambah dengan rute mendaki dan beban tubuh Xerxes di punggung.

langit biru tua. Dia paham benar. lembah subur. Akhirnya. ke kanan lagi. Dia memang jauh lebih berguna dibanding yang diperkirakan Kashva dan Mashya. Menyalakan api waktu ma- lam. . dia sudah menyiapkan pakaian tebal untuk anggota rombongan. Vakhshur cukup cekatan untuk memberi pera- watan supaya luka Mashya tak parah. semakin menan- jak perjalanan semakin beku rasanya. e Perjalanan keras itu memakan waktu yang terasa tak akan berujung. Dia anggap basa- basi saja. Berulang-ulang dan terus menan- jak. Namun. Xerxes sedikit cemberut meski tak protes.” Mashya yang tidak terlibat de- ngan pembicaraan itu yakin perjalanan mereka akan semakin lambat jika dia membiarkan Kashva menggendong Xerxes dan terus asyik dengan obrolannya. Mashya berjalan paling depan. Semakin lama semakin sering jeda perjalanan. kondisi Mashya agak menurun dengan lu- kanya yang tidak terurus. Selama hari-hari be- rat itu. Semakin hilang tanda- tanda kehidupan.blogspot. Benar saja. Vakhshur membuktikan apa yang menjadi janji ayahnya. Berbelok-belok. “Lukamu?” Mashya tak menanggapi kekhawatiran Kashva. perjalanan berat dan isti- rahat yang tidak cukup membuat luka itu cenderung tak cepat kering. kecuali tugas menggendong Xerxes bergantian dengan Kashva. Beberapa hari terakhir. dan segala keperluan perjalan- an lain diselesaikan oleh Vakhshur. Dia tahu bagaimana bertahan di alam yang begini kejam. http://ebook-keren. Mashya tidak melakukan apa-apa. Sejak dari desa yang ditinggal penduduknya. Di kejauhan mulai tampak tembok-tembok alam berwarna putih. Padang kering. Mereka terus menyusuri setapak menanjak.com 414 MUHAMMAD “Biar Xerxes aku yang gendong. ke kanan lalu ke kiri. Di ping- gangnya menggelantung pedang besar pemberian Guru Kore. Kashva ditemani Vakhshur beriringan di belakangnya. Per- jalanan itu lebih lancar dibanding sebelumnya. berburu binatang untuk dimakan.

Dia memberi tanda kepada Vakhshur untuk berhenti. Carik-carik kain warna-warni bertulis mantra suci diliukkan angin. Mashya menggendong Xerxes dan berjalan tegap beberapa langkah di depan Kashva dan Vakhshur. http://ebook-keren. sepekan ke depan kita sampai di Tibet. seharusnya memiliki nilai yang bisa mengganti semua pengorbanan itu. Jarak antara dia dan Astu pun semakin tak terhitung. terhampar batu mani dengan mantra suci. Segala hal berbau tradisi Hindu yang mencolok sejak di Perbatasan perlahan-lahan tergantikan oleh nuansa Buddhis. Sama seperti hari-hari sebelumnya. Keinginan untuk bertemu dengan El pun tak berani dia petakan lagi. Mengganggu.com MENDAKI GUNUNG SALJU 415 Pada hari ketujuh perjalanan itu. Kashva merasa- kan kesesakan di dada. dia mu- lai merasakan sakit kepala yang menjadi-jadi. mereka sedang menuju Tibet. dan mual. Impian pergi ke Suriah semakin jauh. Pada saat yang sama. Ber- usaha tegap meski luka bahu kanannya semakin mengganggu. Memang banyak hal harus dikorbankan. Negeri itu seolah telah begitu menunggu. Masih tidak ada manusia atau rumah penduduk. pemandangan batu berlumut mulai tampak. pusing. “Ka- lau beruntung. Dia sudah tak sang- gup lagi. Tuan.” Vakhshur menjawab dengan gaya santai. Jatuh terduduk dengan keringat meluberi pori-pori. Terbatuk-batuk Kashva kemudian.” “Maksudmu?” Belum lagi Vakhshur menjawab pertanyaannya.blogspot. Pohon-pohon tua dengan sisa-sisa dupa pemujaan di mana-mana.” “Selain cuaca. Jejak-jejak pe- mujaan itu memperlihatkan para pengelana Buddha sempat mampir di sana dalam perjalanan menuju Tibet atau sebaliknya. Dia memperhatikan sebuah kuil dan pagoda Buddha yang kosong. apa yang bisa menahan perjalanan kita?” “Kita sendiri. Di hadapan kuil itu. “Kita sudah dekat ke Tibet?” Kashva memijiti keningnya yang se- jak sehari sebelumnya terasa berdenyut-denyut. “Masih jauh. Oleh rasa lelah luar biasa. Apa yang menunggu di Tibet. . Dia hanya tahu. tetapi dia abaikan. juga oleh ketidak- pastian tujuan.

Merosot drastis apa pun yang ada di dirinya. “Masalahnya bukan ketinggian.” kenang Vakhshur. Dia segera mengambil kan- tung air lalu berusaha meminumkannya ke bibir Kashva. “Kita harus berhenti beberapa ha- ri. “Paman!” Xerxes melorot dari punggung Mashya dan mengham- buri Kashva.” Mashya serius menyimak kalimat Vakhshur. Sudah terbukti bocah itu lebih berpengalaman dibanding dia dan Kashva. “Waktu kali pertama menempuh rute ini. pembuluh darah Tuan Kashva bisa pecah.” “Ketinggian?” “Harusnya kita mendaki lebih pelan-pelan. “Paman kenapa?” Kashva kali ini tak sanggup membuat muslihat apa pun untuk me- nenangkan Xerxes. Tuan Mashya. menghampiri Kashva yang kondisinya tampak semakin parah. http://ebook-keren. menyangga punggung Kashva. “Perubahan ketinggian tanah yang tajam bisa merusak tubuh. tetapi per- ubahan ketinggian yang terlalu tajam. Dia bisa mati. “Perpindah- an ketinggian ini terlalu tajam. Baik tenaga maupun imajinasi.com 416 MUHAMMAD Vakhshur bertindak cepat.” “Apa yang akan terjadi jika kita memaksa untuk terus mendaki?” Vakhshur menatap Kashva yang tampaknya kian kehilangan ke- sadarannya. aku juga pernah hampir mati.” “Aku baru mendengar hal itu. . mence- gah tubuhnya terpelanting.” Vakhshur berbicara dengan cara yang terdengar jauh melampaui usianya. Vakhshur justru terlihat lebih tenang.” Vakhshur mendekat- kan moncong kantung air ke mulut Kashva.blogspot. “Jika sedang sial. “Tuan Mashya!” Mashya segera tahu apa maksud Vakhshur memanggilnya. Dia membalikkan langkah. Dia seorang ahli sekarang.” Mashya terdiam seketika. Memeluk kepalanya. “Kenapa dia?” Mashya tampaknya tak menduga ini terjadi pada Kashva setiba-tiba itu.

“Sampai kapan dia akan begitu?” . Ini sesuatu yang baru bagi orang sepengalaman Mashya sekali- pun. “Paling tidak di daerah lebih rendah kita masih bisa men- dapat banyak bahan makanan.” kata Mashya menghibur diri. keselamatan Kashva menjadi prioritas utama. justru sebaliknya. Bagaimanapun. mereka turun ke permukaan yang lebih rendah alias kembali ke titik yang sudah mereka tinggalkan. Menihilkan hasil perjalanan berhari-hari ke belakang. Dia menilai ketinggian permukaan di tem- pat itu sudah mencukupi untuk pemulihan kondisi Kashva. Mashya meng- gendong Kashva. Demikian cepat kepemimpinan rombongan itu berganti. Pemilihan tempat untuk beristirahat itu sepenuhnya ke- putusan Vakhshur.blogspot.com 58. http://ebook-keren. Halusinasi M ashya merasa ini hal paling konyol yang harus dipu- tuskan. Vakhshur menggendong Xerxes. Pada perjalanan mundur itu formasi berganti. Mereka me- milih sebuah kawasan hijau yang beberapa hari sebelumnya telah mereka lewati. Agar akibat dari perubahan ketinggian tidak sampai meng- ancam jiwa Kashva. Perjalanan menuju Tibet bukan semakin maju. mundur banyak langkah.

http://ebook-keren.blogspot.com
418 MUHAMMAD

Pagi yang murni di lekukan gunung nan hijau. Mashya, Vakhshur,
dan Xerxes baru saja menyelesaikan sarapannya, burung liar bakar.
“Asalkan banyak istirahat dan minum, Tuan Kashva akan segera
pulih.”
Xerxes melongokkan kepalanya dari balik bahu Mashya. Dia me-
mandangi Kashva yang sendirian di bawah pohon dengan tatapan
sedih, “Apakah Paman Kashva bisa jadi orang gila, Vakhshur?”
Mashya dan Vakhshur sama-sama menoleh ke Kashva yang tidak
sedang benar-benar diam. Dia sedang berbicara. Padahal dia sendirian
di sana. Mashya tampak sependapat dengan Xerxes. Dia menatap
Vakhshur. Minta penjelasan.
“Bukan.” Vakhshur menggeleng. “Dia hanya seperti orang meng-
igau, bukan gila.”
“Berhalusinasi?” buru Mashya.
Vakhshur mengangguk sekali saja. “Harusnya demikian. Tapi ini
agak berbeda.”
“Maksudmu?”
“Aku dulu pernah mengalaminya. Ayahku juga. Tapi tak separah
dan selama yang dialami Tuan Kashva.”
“Maksudmu dia bersandiwara?”
Vakhshur menggeleng. “Saya tidak tahu. Tetapi halusinasi karena
perubahan ketinggian seharusnya tidak sampai seperti itu.”
Mashya menoleh ke Kashva dengan tatapan menyelidik. Jelas ada
sesuatu yang dia pikirkan. Praduga. Sesuatu yang sudah dia simpan
sejak lama. Namun, dia tidak mungkin mengungkapkan sekarang.
Sementara itu, di bawah pohon yang dari sana pemandangan gu-
nung begitu hijau permai Kashva menyender di pokok pohon sembari
tersenyum. “Mengapa baru sekarang engkau tengok aku, El?”
Kashva merasa ada seseorang yang duduk tepat di hadapannya.
Seorang kawan yang dia harap menjadi ujung perjalanan panjang ini:
Elyas.
“Aku justru ingin bertanya apa yang sedang kau cari, Kashva?”
Tawa mengakhiri kalimat El. Tawa yang tidak muncul karena se-
suatu yang lucu. Rupanya itu ciri khas dirinya. Tertawa di setiap akhir

http://ebook-keren.blogspot.com
HALUSINASI 419

kalimat. Dia duduk dengan kedua tangannya menumpuk di atas deng-
kul. Rambutnya berkibaran.
“Aku mencari sang Penggenggam Hujan, dia akan menjadi Pa-
ngeran Kedamaian di muka bumi.”
“Katamu dia tidak boleh dibangkitkan?” sergah El, lagi-lagi di-
akhiri tawa. “Karena itu bisa menghanguskan hukum Zarathustra.”
“Entahlah.” Kashva menggeleng, mengangkat telapak tangannya,
lekat-lekat memandangi keduanya. “Dua tanganku ini tak bisa ber-
buat apa-apa. Keimanan Zarathustra ada di tangan penguasa, bukan
di tanganku.”
“Kau menyerah?” El tertawa lagi.
“Apanya yang lucu?” Kashva mulai terganggu dengan perilaku El
yang tertawa melulu. “Mungkin benar kata Guru Kore, kedatangan
Pangeran Kedamaian dibutuhkan manusia di muka bumi ini saat ini,
lebih dari kapan pun.”
“Kau sangat terpengaruh oleh ceritaku tentang nabi dari tanah
Arab itu rupanya?” El tertawa, tidak peduli Kashva berkomentar apa.
Mata Kashva meredup. Kalimat terakhir El seperti pedang yang
menusuk. “Aku harus ikut kau ke Suriah, El.” Menajam tatapannya,
jauh dari ragu. “Kau akan mengantarkan aku kepada nabi itu, bu-
kan?”
“Lihatlah sekelilingmu, Kashva!” El tergelak lagi. Dia memberi
tanda dengan anggukan kepala dan ayunan dua tangannya. Dia ingin
Kashva berdiri seperti dirinya. “Kau ada di mana?”
Kashva menggeleng. “Aku tak tahu.” Dia berdiri. “Aku akan ke Ti-
bet.”
“Intinya,” kata El, “kau ingin menafikan kedatangan nabi baru.
Apa pun sebutanmu.” Kali ini El tidak tertawa. “Perjalanan ini hanya-
lah pelarianmu semata. Kau tidak benar-benar ingin mengunjungiku
atau bertemu dengan nabi itu.”
“Omong kosong!”
“Kalau kau benar-benar ingin mengunjungiku dan menemui nabi
itu, kau datang ke Suriah, bukan ke Tibet.” El terbahak lepas.
“Aku tidak pernah menyengaja datang ke mari.”

http://ebook-keren.blogspot.com
420 MUHAMMAD

“Karena kau tak sungguh-sungguh ingin menemui nabi itu. Kau
takut ramalan Zardusht akan terpenuhi. Kau takut iman Zarathus-
tra akan dicabut dari permukaan bumi. Kau ingin hidup di masa lalu,
Kashva.”
“Diam!” Napas Kashva memburu. Dadanya naik turun. Keringat
mengembuni kening pada udara yang sebenarnya cukup dingin. Dia
menatap El dengan tatapan ganas dan kemarahan yang jauh dari tuntas.
Selemparan batu dari tempat Kashva berdebat, Mashya meman-
dangi tuannya itu dengan tatapan kesal, kasihan, sekaligus heran.
Xerxes menyusup di pangkuan Mashya. “Paman Kashva jadi gilakah?
Dia marah-marah sendiri,” suaranya membisik. Matanya mengerjap
ngeri.
“Tidak,” Vakhshur seketika ingat gaya Kashva setiap hendak me-
nenangkan kegundahan hati Xerxes. “Dia sedang bersandiwara. Dia
pura-pura gila. Sebaiknya kita berpura-pura tidak tahu kalau dia ber-
sandiwara.” Vakhshur berusaha tersenyum kepada Xerxes. Sesuatu yang
sangat jarang dia lakukan seumur hidupnya. “Kau setuju, Xerxes?’
Xerxes mengangguk meski masih tampak sedikit ketakutan. Dia
tidak terlalu percaya apa yang dikatakan Vakhshur.

e
“Maaf, aku mengasarimu tadi.”
Malam sudah sejak tadi datang. Bebunyian dalam udara yang pe-
kat menusuk-nusuk telinga. Dingin udara menggelitiki tubuh. Bulan
menggantung tanpa tali. Mashya, Xerxes, dan Vakhshur sudah terle-
lap sejak tadi. Beberapa hari menginap di tempat itu, ketiganya se-
lalu tidur awal malam. Kashva ditemani El yang sempat menghilang
selepas pertengkaran mereka pagi tadi.
“Tak apa,” El mengakhiri dua kata dari bibirnya dengan tawa.
“Justru bagus. Aku belum pernah melihatmu marah.”
“Ke mana saja kau seharian?”
“Berkeliling,” El menjawab santai. “Pemandangan di sini menye-
nangkan. Tapi tidak di atas sana.”
Kashva mendongak. “Ada apa di atas sana?”

http://ebook-keren.blogspot.com
HALUSINASI 421

“Salju,” El tertawa lagi. “Jika ingin ke Tibet kau harus berjalan di
atas salju tebal selama berhari-hari.”
Kashva mengernyit. “Tak masalah, ini bukan kali pertama bagiku.
Di Persia pun ada salju.”
El mengangguk-angguk. Diam sesaat. “Aku juga minta maaf su-
dah keterlaluan memojokkanmu.”
Kashva menggeleng. “Kurasa kau benar dalam satu hal.”
“Apa itu?”
“Aku menipu diri sendiri.” Kashva melepas napas berat. “Mungkin
benar aku tidak bersungguh-sungguh ingin menemuimu di Suriah.”
Pandangan Kashva melangit, mencari-cari objek di bentang langit. “Aku
mungkin tidak benar-benar ingin bertemu dengan nabi dari Arab itu.”
“Aku bisa mengerti.”
“Tidak ... tidak ... tidak,” Kashva mendebat dirinya sendiri. “Aku
memang pengecut dalam hal ini. Aku bisa saja memaksa Mashya un-
tuk tetap menyeberang ke Suriah, tetapi itu tidak kulakukan.”
Gemerisik angin menabuhi semak.
“Barangkali juga,” Kashva berkonsentrasi sejenak. “Bukan Yim
yang mengatur kedatanganku ke Gathas, melainkan diriku sendiri.”
Mata Kashva berkilat aneh. “Setidaknya aku membiarkan Yim mem-
buat skenario terhadap diriku.”
“Sebenarnya kau sendiri yang membuat skenario itu? Begitu mak-
sudmu?”
“Aku sedang memikirkan kemungkinan itu.” Kashva seperti te-
ngah mengingat-ingat sesuatu. “Ya ... ya ... ya, aku mulai berpikir ini
semua tentang aku. Bukan soal Khosrou, Yim, Astu, Mashya, atau si-
apa pun. Ini benar-benar tentang aku.”
“Sekarang giliran aku tak mengerti,” sela El sebelum melepas tawa.
“Tidak ada pertempuran antara Khosrou dan Yim. Yang ada adalah
Kashva dengan Khosrou. Atau Kashva dengan dirinya sendiri?”
“Hati-hati, Kawan.” El menepuk bahu Kashva. “Kau bisa gila.”
“Aku sedang melarikan diri dari apa?” Kashva menanyai dirinya
sendiri. “Menurutmu aku sedang melarikan diri dari apa, El?”
“Kau berusaha kabur dari kesadaranmu sendiri, kurasa.”

http://ebook-keren.blogspot.com
422 MUHAMMAD

“Kesadaranku?”
“Iya.” El mengangguk mantap. “Dalam sadarmu kau tahu meng-
kritik Khosrou di Bangsal Apadana tidak akan pernah mengubah apa
pun, tapi kau tetap melakukannya. Dalam sadarmu, kau tahu mening-
galkan Kuil Sistan hanya akan membahayakan Yim sekaligus komuni-
tas Gathas, tapi kau tetap melakukannya.”
Angin mengempas keras di dinding-dinding gunung.
“Dalam sadarmu, kau tahu menyeberang ke Suriah sesulit apa pun
lebih masuk akal dibanding pergi ke Gathas, tapi kau tak melakukan-
nya.” El menatap Kashva dengan kejam. “Dalam sadarmu kau tahu eng-
kaulah yang memaksa Astu menitipkan Xerxes kepadamu, tapi engkau
membuat seolah-olah keadaanlah yang mengharuskan begitu.”
“Cukup, El.”
“Dalam sadarmu kau tahu engkaulah yang membunuh Yim de-
ngan tangan Khosrou, menghancurkan Gathas dengan atas nama
Khosrou, melumat perbatasan dengan kekuasaan Khosrou.”
“Kau gila!” Kashva membentak El lebih keras dibanding pagi sebe-
lumnya. “Apa keuntunganku?”
“Tidak ada.” El menggeleng. “Memang kau tidak untung apa-apa.
Kau hanya ingin kabur dari kesadaranmu sendiri.”
“Kau sudah gila, El.”
“Menurutmu,” El cekikikan. “Orang yang bisa berbicara dengan
orang gila, apakah dia masih waras?”
“Diam! Diam! Diaaaam!”
Kashva terus berteriak-teriak berusaha mendiamkan El sampai
dia merasa pipinya seperti tersengat tamparan keras. Bukan seperti.
Memang begitu. Mashya berdiri di hadapannya dengan wajah dingin.
Pandangannya memaku pandangan Kashva. “Tuan Kashva, cukup!”
“Mashya!”
“Sebentar lagi kau benar-benar gila jika kauturutkan lamunanmu.”
Bukannya mendengar hardikan Mashya, Kashva justru melo-
ngokkan kepalanya ke berbagai arah.
“Siapa yang kau cari?’
“El ... Elyas ada di sini, tadi. Kami sedang berbincang.”

http://ebook-keren.blogspot.com
HALUSINASI 423

“Dengarkan aku.” Mashya menarik kain leher Kashva dengan en-
takan kasar. “Tidak ada Elyas, tidak ada perbincangan. Tidak ada apa-
apa.” Mashya mendekatkan wajahnya ke wajah Kashva. “Yang benar
adalah kau sedang tidak sehat karena perjalanan ini. Kau butuh istira-
hat untuk memulihkan keadaanmu.”
“Bicara apa kau, Mashya?” Kashva tidak terima. “Kau kira aku
mengada-ada. Baru saja El ada di tempat ini. Kau pasti mengusirnya.
Kau tidak pernah menyukai El sejak awal.”
“Halusinasi tidak akan sampai seperti ini!”
“Aku tidak berhalusinasi!”
“Kau tidak berhalusinasi dan tidak ada siapa-siapa di sini,” geram su-
ara Mashya kedengarannya. “Lalu kau pikir apa yang terjadi padamu?”
“Kau menudingku berbohong?”
Mashya mengangkat wajah. “Istirahatlah.”
“Aku mau mencari El.”
Mashya menggeleng. “Agar kau istirahat pun harus kupaksa, ru-
panya.” Tinju Kashva melayang persis di rahang Kashva dengan keku-
atan yang sudah dia ukur. Tubuh Kashva seketika ambruk. Nyaris terpe-
lanting ke tanah jika Mashya tidak menyangganya. Mashya menatap
sekilas wajah Kashva. Ada keprihatinan dalam tatap matanya yang bi-
asanya dingin tanpa ekspresi apa-apa. “Maafkan aku, Tuan Kashva.”

e
Pagi terbit lagi. Hari kelima rombongan kecil itu bertahan di lekukan
gunung demi pemulihan keadaan Kashva. Setelah insiden pemukul-
an itu, kondisi Kashva memang semakin membaik. Selain sudah tak
mual-mual lagi, batuk dan pening kepalanya sudah lenyap. Satu hal
yang lebih penting bagi semua anggota kelompok itu. Kashva sudah
berhenti didatangi El. Dia berhenti berhalusinasi.
“Kau yakin keadaanmu sudah membaik, Tuan?” Mashya berupaya
meyakinkan Kashva ketika sang Pemindai Surga itu menanyakan ka-
pan perjalanan itu dilanjutkan.
“Sama dengan luka di bahumu, Mashya. Itu sudah tidak terlalu
mengganggumu, bukan?’

http://ebook-keren.blogspot.com
424 MUHAMMAD

Mashya melepaskan pandangan menyelidik. “Temanmu sudah ti-
dak datang lagi?”
“Teman?”
Dari balik gerumbul pepohonan, datang Vakhshur dan Xerxes.
Keduanya baru kembali dari mencari sesuatu yang bisa dimakan pagi
itu. Vakhshur langsung menuju tumpukan kayu perapian sedangkan
Xerxes mendekati Mashya. Kashva sadar ada sesuatu yang berubah
pada bocah itu.
“Paman sudah sembuh?” Xerxes bertanya setengah ragu.
Kashva membentangkan dua lengannya, berharap Xerxes meng-
hambur ke pelukannya. Tapi tidak. Xerxes masih menggelendot di
samping Mashya. “Itu pamanmu kangen padamu, Xerxes.” Mashya
berusaha bersikap bijak.
Rasanya memang sudah sangat lama tak bertemu. Kashva bah-
kan tidak bisa menerangkan mengapa ada perasaan semacam itu di
dadanya. Xerxes maju perlahan. Ragu-ragu, tapi akhirnya mau juga dia
masuk ke pelukan Kashva. “Memangnya Paman sakit apa, Xerxes?”
Xerxes mendongak, matanya mengerjap. “Kata Vakhshur, Paman
sedang bermain-main.” Xerxes mendekatkan bibirnya ke telinga Kashva,
telapak tangan mungilnya ditangkupkan agar suaranya hanya dia dan Kash-
va yang mendengarnya. “Dia mengatakan kepadaku, paman berpura-pura
gila. Vakhshur mengajakku untuk berpura-pura tidak tahu kalau Paman
sedang bersandiwara.” Xerxes menarik kepalanya dari telinga Kashva.
“Kau percaya kalau Paman pura-pura gila?”
Xerxes menggeleng. “Aku tahu kapan Paman benar-benar meng-
ajakku bermain, kapan tidak.”
“Lalu apa yang terjadi kepada Paman menurutmu?”
Xerxes menggeleng sekali lagi. “Paman berbicara sendiri. Berte-
riak-teriak sendiri, marah-marah sendiri,” ujarnya tanpa beban. “Ta-
dinya aku pikir Paman benar-benar sudah gila.”
Kulit dahi Kashva bertumpuk-tumpuk, mengerut. Dia berusaha
mengingat apa yang terjadi beberapa hari terakhir, tetapi semuanya
samar. Entah bagaimana, pengakuan Xerxes barusan membuatnya
mulai takut terhadap diri-sendiri.

http://ebook-keren.blogspot.com

59. Akhir dan Awal

Gunung Es, suatu tempat, entah di mana.

E
ntah berapa lama waktu meninggalkan drama pertemu-
an Kashva dengan El di lembah itu. Perjalanan telah
dilanjutkan, nyaris tanpa gangguan. Rombongan kecil
itu sudah jauh meninggalkan lekukan gunung tempat mereka
menginap sebelumnya.
Pada siang yang luar biasa dingin, keempatnya tengah ber-
jalan di atas rute yang dihujani angin dan kabut. Rasanya me-
reka benar-benar sudah begitu dekat dengan langit. Jalan yang
mereka tapaki seolah sejajar dengan pucuk-pucuk gunung salju
jauh di seberang. Jauh yang terlihat dekat. Udara terasa kian
berat.
“Giliranku, Vakhshur.” Kashva tak tega melihat Vakhshur
terus-menerus menggendong Xerxes sejak pagi. Dia hen-
dak “menukar” Xerxes dengan kotak kayunya supaya beban
Vakhshur banyak berkurang.
“Saya masih kuat, Tuan.”
“Aku tahu,” Kashva tidak ingin Vakhshur merasa terhina.
“Aku hanya sedang ingin menggendongnya.”
Kalau urusannya sudah “ingin menggendong”, Vakhshur
tak bisa menolak lagi. Terjadilah pertukaran itu.

http://ebook-keren.blogspot.com
426 MUHAMMAD

“Aku jalan sendiri saja, Paman,” Xerxes menyela.
Kashva mencium ubun-ubun Xerxes dengan syahdu. “Kelak wak-
tunya datang untuk itu.”
Matahari entah mengumpet di mana. Sesiang itu, rasanya tidak
ada tanda-tanda kehadiran teriknya yang biasa menyengat. Benang-
benang cahaya masih tertahan awan.
“Sepertinya bernapas pun susah, ya.” Kashva tidak sedang benar-
benar mengeluh. Dia hanya berpikir, sedikit perbincangan akan me-
ringankan perjalanan itu. Tetapi memang langkahnya tinggal pendek-
pendek sejak tadi.
“Paman capek, ya?” Xerxes mulai berpikir dirinya terlalu membe-
bani.
Kashva menoleh, mendekati wajah Xerxes. “Tidak,” tersenyum,
“tenang saja. Nanti kalau kau dewasa, gantian kau yang menggendong
Paman, ya.”
Xerxes tergelak. “Memangnya kalau aku sudah dewasa, Paman jadi
anak kecil?” Tawa Xerxes lepas sekali. Dia yakin pamannya melakukan
kesalahan berpikir. Kepalanya mendongak melihat langit lalu menje-
rit, “Salju! Asyik turun salju.”
Jika Xerxes keasyikan melihat gerimis salju tipis itu, sebaliknya
Kashva, Mashya, dan Vakhshur merasa sebaliknya. Ini sebuah pertan-
da akan semakin sulitnya perjalanan ke depan. Salju turun kian deras.
Dingin udara hampir menihilkan fungsi pakaian tebal yang membung-
kus empat pengelana itu.
“Paman,” Xerxes mulai kehilangan keceriaannya, “dingin.”
Kashva segera memindahkan Xerxes dari punggung ke dadanya.
Dia terus berjalan naik sembari memeluk Xerxes. Di mana-mana salju
mulai rata. Bulir-bulir putih tipis terus berjatuhan. Dingin dan mu-
ram. Gunung-gunung menjulang angkuh. Kashva tahu tidak ada yang
bisa dilakukan lagi selain berkonsentrasi dan terus naik, terus naik.
Ada dunia menjanjikan di atas sana. Dunia yang damai dan tak tersen-
tuh banyak kepentingan. Untuk mencapai dunia itu, dia hanya perlu
naik, terus naik.

http://ebook-keren.blogspot.com
AKHIR DAN AWAL 427

“Vakhshur ....” Kashva seperti tak percaya terhadap pandangannya.
Vakhshur yang berjalan di belakangnya mendekat. “Halusinasiku saja,
atau di depan sana memang ada bendera-bendera?”
Vakhshur menerabaskan pandangannya ke depan. Warna-warna
yang mencolok. Kibaran carik-carik kain mantra doa. Kuning, hijau,
putih, biru berkibaran di tiang chorten. Doa suci yang dilangitkan ke
dunia dewa. Gambar sang Bodhisatva Avalokiteshvara yang bertangan
banyak di bawahnya. Para peziarah Tibet meninggalkan doa-doa mere-
ka di sana. “Benar, Tuan. Itu mantra bendera doa orang-orang Tibet.”
Ada yang melonjak di hati Kashva. Bendera itu jelas sebuah per-
tanda baik. Perjalanan ini barangkali telah mendekati ujungnya.
“Tetap hati-hati,” Mashya seperti menangkap euforia dalam dada
Kashva. “Masih banyak kemungkinan yang bisa terjadi.”
Setelah menemui carik-carik kain berisi mantra itu, perjalanan
memang terasa masih akan berumur selamanya. Hampir petang ke-
tika Kashva dan kawan-kawannya tengah melintasi sebuah lereng ber-
batu yang telah tertutup salju. Bukan medan mudah untuk dilewati.
Mereka bergerak perlahan, melawan keinginan untuk berhenti ketika
melintasi jalan dengan salju setinggi lutut. Di tempat ini, rupanya
salju belum lama turun dengan derasnya. Sekarang pun masih begitu.
Salju menghunjami bumi semakin deras dan cepat.
“Hati-hati!” Vakhshur mengambil alih komando. Dia menyalip
Mahsya dan menjadi orang yang paling depan berjalan. Angin mulai
kasar dan keras menghantam. Kulit berasa kebas dan tak bebas.
Kashva merasa harus benar-benar menghemat tenaga. Tidak bo-
leh keluar sia-sia meski itu sekadar untuk mengeluarkan suara. Dia
menuruti kata-kata Vakhshur tetapi tidak mengiyakannya. Tidak de-
ngan kata-kata maupun anggukan kepala. Itu bisa membuat tenaga-
nya keluar sia-sia. Badannya telah basah seluruhnya oleh salju. Dia
hanya berharap masih bisa memberi kehangatan untuk Xerxes yang
sejak tadi diam dengan mata memejam.
Di kepala tiga pendaki itu hanya ada satu kata: naik! Tidak usah
banyak berpikir. Kashva berusaha mendongak. Berharap bisa menghi-
tung ujung perjalanan yang kian rampung.

http://ebook-keren.blogspot.com
428 MUHAMMAD

Dia menyaksikan dinding-dinding putih di kejauhan seperti ro-
boh dengan dramatis. Perlahan dan indah. Indah tetapi menakutkan.
Menakutkan sekaligus mengerikan. Seperti ombak wujudnya. Melun-
cur dari dinding gunung ke bawah dengan kecepatan yang fantastis.
“Kau lihat itu, Vakhshur!” Kashva meneriaki Vakhshur yang ada
di depannya. “Indah sekali, ya.” Teori penghematan energi Kashva khi-
anati. Dia berteriak girang. Ini pengalaman tak terbilang.
Vakhshur tidak menjawab. Dia mendongak dan menghentikan
langkah. Mahsya ikut memaku kaki. Kashva menyusul. Dia masih ter-
kagum-kagum dengan pemandangan di kejauhan itu. Ketika alam me-
nampilkan keelokannya.
“Apa yang bisa kita lakukan, Vakhshur?” Mahsya menangkap hal
lain dari fenomena itu. Tidak sama dengan keindahan di kepala Kashva.
Vakhshur mengelilingkan pandangannya. Mencari-cari. Tapi ba-
hasa tubuhnya mengatakan dia tidak menemukan apa yang dia cari.
Vakhshur mencabut sebilah pisau baja dari pinggangnya. “Cabut pe-
dang, Tuan-Tuan.”
Mashya bergerak cepat, sedangkan Kashva justru kebingungan.
Tangannya hanya dua dan semuanya sudah dipakai untuk mendekap
Xerxes.
“Turunkan Xerxes, Tuan Kashva,” Vakhshur sedikit memerintah.
“Anda butuh pedang Anda untuk berjaga-jaga.”
Kashva tak mengerti, “Ada musuh di sekitar sini?”
Vakhshur menggeleng. “Longsoran salju itu. “Vakhshur mulai
tampak sangat khawatir. Gelombang salju mulai menerjang lembah
dan terus menuju ke tempat mereka. “Cepat. Merunduk, tancapkan
pedang untuk bertahan!”
Kashva buru-buru menurunkan Xerxes. Pada saat sama, Mashya
menghampirinya lalu meraih keponakannya itu. “Biar aku yang men-
jaga Xerxes.”
Semua orang merunduk. Mashya memeluk Xerxes sambil tiarap.
Xerxes benar-benar sudah kehilangan kecerewetannya. Diam dalam
dekapan. Kashva menghunjamkan pedang pemberian Guru Kore ke
celah batu. Celah yang mati-matian dia temukan setelah menusukkan

“Setiap lagu memanggil wa- jahmu. Sekilas dalam ketidakberdayaannya. Gelap kemudian.” suara Astu. Hatinya luar biasa gundah tapi dia memaksa diri untuk tidak menyerah.blogspot. Setidaknya dia bersama Mashya. “Tidak pernah berakhir. Semua permukaan tertutup salju. Empasan angin seperti ribuan mata pisau.” “Kenyataannya begitu. Dia tahu akan ada sesuatu yang mempertaruhkan nyawa. mengenyahkan kegerahan. Dia merasa saat-saat buruk begini seharusnya Xerxes ada bersama- nya. Kahsva masih melihat ge- lombang salju yang besarnya tak terkira datang siap menelannya. Selesai berpikir begitu. Kashva. Kash- va yakin. Tidak terlihat mana celah. “Dia memiliki separuh diriku. menyayat kulit wajah dan telapak tangan yang tak terlindungi. e “Kapan terakhir sebuah lagu mengingatkanmu kepadaku?” Kashva merasakan embusan angin yang ringan.” “Lalu kenapa kau meninggalkanku?” Astu menatap langit barat. Kashva yakin dia akan segera mati. Awalnya hanya “berdiri” ke- mudian terangkat dengan cepat. Kashva mulai menghitung mundur. “Aku tidak pernah meninggalkanmu. mana tanah.” . Wajah Astu berkelebat. Hantamannya sanggup membuat Kashva yang awalnya tengkurap dipaksa berdiri dengan cara menyakitkan. Gemuruh yang sanggup menulikan telinga.” “Bukankah sudah kuserahkan Xerxes kepadamu. mana batu.com AKHIR DAN AWAL 429 pedang berkali-kali. Mereka bertiga bertiarap di tempat masing-masing. Tangannya sudah tidak berpegangan lagi di gagang pedang.” suara Astu lem- but mengimbangi udara. Kashva memaki dirinya sendiri karena tidak bisa mendekap Xerxes. Keindahan tadi sudah berubah mejadi keresahan. sebuah empasan angin mengagetkan Kash- va. Matahari hendak pergi beristirahat. Di sebuah bukit kecil yang dihampari tulip-tulip terindah sedunia. Tubuh Kashva melambung dengan dramatis. http://ebook-keren. pikirnya kemudian. sebelumnya dia pernah ke sana.

blogspot.” “Hidup yang tidak diciptakan buatku?” Astu tersenyum.. kau tidak pernah rela?” “Aku sanggup hidup tanpa dirimu.” Kashva merasakan sesuatu di kerongkong- annya.” Lekat-lekat Kashva menatap El. “El. rambutnya berkibaran. “Kau pergi lagi?” Astu tak bersuara. seolah dia bisa . bukan tanpa kenangan ten- tangmu.” “Karena kupikir jika engkau bahagia. lalu perla- han hilang. “Aku mulai lelah. Wajahnya seperti puisi. Kashva memicingkan matanya. tentu saja. “Ujung perjalanan ini apa?” “Selama ini kau tidak pernah bertanya.” Kashva merasakan kebahagiaan yang mengombak. berkilauan. atau Penggenggam Hujan yang lebih penting?” Suara yang beda. Tangannya terulur. Batinnya terkoyak. Jauh berbeda.” Astu menoleh. “Kutunggu kau di Suriah. sinar petang menjadi oranye keemasan yang menyilaukan. “Dia yang lebih penting. http://ebook-keren. “Kau hendak mengajakku menemuinya?” “Kau yakin ingin menemuinya?” “Mengapa masih bertanya?” Kashva tersenyum penuh harap. terang. “Jadi. “Kau pikir buat apa perjalanan ini kujalani?” “Tanyalah dirimu sendiri... wajahnya cemerlang .” Astu tak bersuara. “Jadi. apa gunanya mencinta?” “Agar engkau lebih menghargai hidup. Kashva enggan bersitatap dengannya. Astu.. kaukah itu?” “Kau tidak punya orang lain sepertiku. haru. Kashva mena- tapnya takjub. Menyilaukan. Kashva menoleh ke arah berlawan- an dengan tempat Astu menghilang. kecuali aku. El tersenyum. Kashva termangu dengan denyut nadi tak menentu. Tubuhnya berpendaran . aku bisa rela.com 430 MUHAMMAD Entah bagaimana.” Sosoknya lalu ditangkup cahaya.

Entah apa maksudnya. Kashva merasakan tulang-belulangnya kembali satu per satu. kotoran kuda? Kashva merasa kepalanya hendak tercabut dari tempatnya. Telinganya ditindik. Kaki- kakinya. Ada ngilu yang rata. Setitik kecil sinar itu bahkan sanggup membuatnya merapatkan mata. Lunglai bukan main. Kedengaran sangat berat. Miring dulu.blogspot. Sebuah tungku dari susunan batu. dan gudang sekaligus. Meski begitu. Duduk perlahan lalu menyaksikan apa-apa yang bisa dia saksikan dalam posisi itu. Di atas bumi lain.com AKHIR DAN AWAL 431 buta karenanya. Kepalanya tertu- tup topi bulu. Setengah jantungnya terasa berhenti ketika sebuah wajah muncul dari sana. se- perti tembikar terbakar. seperti roda. Bisa. tapi penciuman Kashva segera menduga-duga. Aku berada di sebuah dapur. Entah memang begitu sebelumnya atau karena bau sesuatu yang dia yakini sebagai kotoran kuda. http://ebook-keren. Kulit pipinya tebal. juga bisa. Satu per satu wujud di depannya masuk ke penglihatannya. tangan kanan menjadi penyangga. Kashva menoleh ke arah lain. Karung-karung gembul. Suaranya seperti muncrat langsung dari tenggorokan. Isinya entah. Lelaki itu terta- . Rambutnya sedikit gimbal. Hitam. Altar kayu dengan gambar Buddha meng- gantung di atasnya. Jubah bulu domba membungkus gempal tubuhnya. dari matanya. Kashva masih harus perlahan melakukannya. Ini sebuah tenda yang berisi peralatan dapur. Susah payah Kashva membangkitkan dirinya. Ketika membuka lagi matanya. Celana panjang selutut ia lengkapi dengan sepatu bot dari kulit. Dia berada di tempat yang berbeda. Rapat. Perlahan-lahan. Seketika dia rasa tubuhnya kehilangan seluruh tulang- belulang. Tabung silinder. altar persembahyangan. Tempat apa ini? Baru saja Kashva hendak menyorongkan badannya sewaktu pin- tu tenda terkuak. peralatan dapur dari tanah liat. Tapi setidaknya bisa. Dia menggerak-gerakan tangannya. Kashva menemukan salam persahabatan. Bergerak perlahan kepala Kashva lalu menatap apa yang bisa dia tatap. Dia berbicara. Lelaki berwajah gelap. Aku berada di dapur seorang Buddhis yang religius. Berjajar kemudian berbagai be- jana. Pu- sing bukan main.

Bagus. Dua wa- jah muncul dari sana. Seperti ada bubuk di dalamnya. Dia ha- nya tahu namanya disebut. Dia menghilang di balik pintu tenda. “Dia pemilik tenda ini. Dia tampak gembira melihat siumannya Kashva. Kashva segera menyadari pakaian yang ia kenakan bukan milik- nya. Dari posisi menyangga tubuh.” “Lama sekali.” “Berhari-hari?” “Hampir seminggu. Sisa omongan Mashya dia tak paham sama sekali. Susu yang kental. Mengobati dan merawatmu juga menampung kita sementara waktu.” Mashya merundukkan tubuhnya. Jubah dan segala pernak-pernik di badannya mirip dengan yang dikenakan lelaki berwajah tembikar itu. Dia bermaksud memijiti keningnya ketika tangannya me- nyenggol sesuatu di samping tubuhnya. Sebuah cawan berisi cairan seperti susu. Mashya! “Engkau sudah siuman. Pintu tenda tersingkap lagi.” Kashva menggerakkan kepalanya. seseorang mengganti pakaianku ketika aku tak sadar. Ikut tumpah ke tanah. “Kau juga ada di sini. tapi tidak membahana. “Engkau pingsan ber- hari-hari setelah tertimpa longsoran salju di gunung itu. Rasanya seperti habis ber- gangsing. lengan kanan Kashva terayun ke kepala. Kashva kali ini tak peduli. Tuan Kashva?” Kashva begitu antusias. mengarah ke- pada lelaki bertopi bulu itu.” bibir Kashva gemetaran. Lelaki berwajah gelap tadi dan satu orang lagi. Dia menyelamat- kan kita. . Senyumnya menyingkap deretan gigi kekuningan di sebalik bibirnya. Dia memijiti daerah pinggir keningnya. Tawanya pendek dan bernada rendah. Pusing. “bagaimana mungkin aku masih bisa hidup?” “Tuan Norbu. Tumpah jadinya. memasuki tenda.blogspot.” Lelaki bernama Norbu mengangguk sembari tersenyum. sampai nyaris hilang kata-kata.com 432 MUHAMMAD wa. Dia duduk di samping Kashva. http://ebook-keren. membantunya duduk tegak.

“Kutunjukkan sesuatu. Seluruh badannya berwarna hitam. Seluncuran anak panah dari tempatnya berdiri. pandangan mata serasa di atas angkasa. Menikmati angin yang ditunggangi petikan dawai dan nyanyian eksotis. Bahasanya asing. Semacam dawai kecapi yang berpadu dengan sebuah lagu. tapi berbulu tebal seperti domba. beter- bangan. Semakin menanjak ke atas.” Kashva mengikuti arah telunjuk Mashya. melewati pintu tenda.com AKHIR DAN AWAL 433 “Xerxes. Paruh merahnya lincah mematuk ikan yang bermunculan di per- mukaan danau.” Mashya tak tertular oleh euforia di dada Kashva. Gunung-gunung menengadah. “Rasanya seperti mimpi.” Kashva membuka lagi matanya.blogspot. sekerumunan hewan berbulu tebal mengunyah rerumputan. Panjangnya tak terukur oleh mata. kecuali moncong- nya yang putih. Menoleh ke Mashya. Alam menyambutnya. notasinya juga tidak dia kenal. Seperti ada yang hendak terciprat dari matanya. Begitu badannya tegak. Di sini. Mashya membimbing Kashva untuk melakukan hal yang sama. Tanpa sadar. Norbu lebih dulu ke luar tenda dengan mem- bungkuk. “Lihat itu. seperti menawarinya sayap untuk melambung.” mencolot rasa di dada Kashva. Hewan-hewan itu bertanduk seperti banteng. http://ebook-keren. bergetar dada Kashva jadinya. Ketika kepalanya merunduk. Jumlahnya lima sampai sepuluh ekor. pendengaran Kashva menangkap bunyi musik yang dipetik. . Lepas tanpa batas. Burung-burung putih mungil sedikit hitam pada ujung sayapnya. semakin banyak bagian pu- tih cemerlangnya: puncak-puncak bersalju. berkepala seperti sapi. “di mana Xerxes?” Bayang- an longsoran salju mengerikan berkelebat. Setidaknya dia tidak menampakkannya. Kaki-kaki merah mereka seperti sanggup berlari di air. Tersengal napasnya.” katanya sembari memaksa Kashva untuk bangkit. “Selamat datang di Tibet. Dia menyilangkan lengannya ke punggung Kashva. “Dia selamat?” Mashya tak langsung menjawab. Membentang danau biru tua. Kashva meme- jamkan matanya.

Dia masih hidup. Perjalanannya sampai pada titik akhir. di hadapan danau yang membentang panjang. dia tahu. petualangan lain tampaknya justru baru saja dimulai. Aku sampai di Tibet! Di bawah langit biru. “Pamaaaan! Paman Kashvaaa!” Kashva merasakan guncangan pada dadanya. .” Kashva merasakan sesuatu yang melankolis menghantam dadanya. Kepalanya mendongak. Di punggung hewan lainnya. Namun. Seorang bocah belasan tahun yang menjaga bocah lain di depannya. perempuan belia bernyanyi lantang sembari memetik dawai. Tangannya terang- kat perlahan. “Xerxes.com 434 MUHAMMAD Hal yang lebih menarik dari gerombolan hewan itu adalah sosok yang menungganginya.blogspot. Batinnya dibuncahi rasa syukur tak terkira. melepas tawa. Xerxes pun baik-baik saja dan masih tertawa gembira. Si bocah yang berada di depan tampak begitu gembira. Dia mengenali Kashva. perjalanan panjangnya benar telah berakhir. Petu- alangan di negeri Atap Dunia untuk mencari jejak sang Penggenggam Hujan. Umurnya mung- kin tiga atau empat tahun. dia mengira akan segera mati. dikepung gunung-gunung salju menjulang. bocah yang tergelak di atas punggung hewan itu melambaikan tangan. Tahu bahwa lelaki yang berdiri sempoyongan di depan tenda itu memang benar Kashva. di atas punggung salah satu hewan itu. Menduga hidupnya telah berakhir. Ketika kejadian badai salju itu. Itu lagu yang sampai ke telinga Kashva. membalas lambaian Xerxes. http://ebook-keren. Ternyata tidak. Dari kejauhan.

Maka. Ini soal bagaimana menepati perjanjian yang telah ditan- datangani. engkau ba- ru saja menyelesaikan shalatmu ketika seseorang berbadan ringkih mendatangimu. Abu Basyir. Engkau mengenal lelaki itu. pemuda gagah yang masuk Islam lantas kabur dari penjara Makkah.com 60. Bukankah dari lisanmu sendiri dan lisan para sahabat. Merintih dan bersimpuh di kakimu. Engkau mengetahui.blogspot. Setiap orang Makkah yang melarikan diri ke Madinah dia harus dikembalikan ke Makkah. W ahai Lelaki Pemilik Kemenangan Nyata. Engkau dan para sahabat telah sepakat untuk me- matuhi perjanjian di Hudaibiyah. adalah pemuda Makkah yang masuk Islam lantas hendak me- nyeberang ke Madinah. seperti halnya Abu Jandal. tahun pertama perjanjian kesepakatan dengan Makkah berjalan. Surat-Surat Madinah. Seorang utusan ditemani Kautsar datang ke Madinah untuk menjemput Abu Basyir. berjalan kaki ke Madinah. Dia mengawal seorang lelaki lain yang oleh Quraisy Makkah diminta untuk menjemput Abu Basyir. http://ebook-keren. dia harus dikembalikan ke Makkah. engkau mengatakan kepada Abu Basyir agar bersabar dan kem- . Dia Kautsar. pembantu utusan Makkah yang belum lama meninggalkan Madinah.

Muhammad.” komen- tarmu. bukan? “Bersabarlah! Allah pasti akan memberimu jalan keluar.” dia bersuara keras meski tak menu- runkan kesopanannya kepadamu. Tinggi besar dan tampak kukuh perkasa. Dia Abu Basyir. Setelah meninggalkan Madinah. http://ebook-keren. wahai Pemimpin yang Gemar Men- dengarkan? Tidakkah kaget hatimu melihat pemuda yang belum lama diseret meninggalkan Madinah sebagai tawanan lalu kembali sebagai pemegang pedang kekuasaan? .” Ngeri jelas tergambar di wajah lelaki yang bercerita itu. kembali ke Ma- dinah untuk menemuimu. Maka. satu sosok gagah dan bugar. Pemuda itu segera memasuki kompleks masjid dan disambut oleh orang-orang. “kewajibanmu telah terpenuhi. Dia berbicara dalam susunan kata yang terbata-bata. Penasaran dengan apa yang telah dialami lelaki itu. “Wahai. “Dia merebut pedang utusan Makkah lalu membunuh- nya. Rasulullah. “Wahai. dalam perhentian pertama. Bukankah seharusnya sudah tidak ada persoalan? Lalu mengapa Kautsar kini ada di Madinah. meminta perlindunganmu. bekas budak yang tak bisa melepaskan jiwa budaknya.com 436 MUHAMMAD bali ke Makkah? Engkau tidak ingin mengkhianati perjanjian dengan orang-orang Quraisy. Di tangannya tergeng- gam pedang.” Sementara Kautsar masih diteror oleh ketakutannya sendiri. Engkau telah mengembalikanku kepada mereka dan Allah telah meng- antarkanku ke sini. masuk ke masjid. bahkan bersimpuh di hadapanmu? “Orang ini tampaknya melihat sesuatu yang mengerikan. Para sahabat berkumpul di sekelilingmu.blogspot. Abu Basyir memberontak. Pemuda yang cemer- lang. Aku pun nyaris dibunuhnya jika tidak segera lari.” kata para sahabat kepada Abu Basyir.” Apakah yang engkau pikirkan.” serak suara Kautsar. datang melenggang. “Aku mengalami kejadian yang me- ngerikan. engkau dan para sahabat kemudian melepas kepergian Abu Basyir yang dibawa seorang utusan ditemani Kautsar. mengukuhkan batin pemuda gagah itu.

dan barang milik utusan Makkah yang dibunuh Abu Basyir. dan perlengkapan utusan Makkah diperlakukan seperti harta rampasan perang.com SURAT -SURAT 437 “Celaka ibunya. “dan bawalah kembali lelaki ini kepada orang yang mengutusmu. Setelah hari itu.” Alangkah uniknya keadaan ini. “mereka akan menudingku tidak memenuhi pakta yang aku telah berjanji akan memegangnya. Seperti beberapa menit lagi dia tahu akan mati. Para sahabatmu berusaha untuk mencerna. Muhammad. “Jika aku melakukan itu. justru lelaki penjemput itu yang menolak. http://ebook-keren. “aku menghargai nyawaku. Abu Basyir meninggalkan Madi- . senjata. “Harta mi- lik temanmu itu menjadi urusanmu. “Wahai.” engkau menyinggung soal kuda.” katamu. “Dasar puntung berapi!” engkau mengo- mentari tindakan anak muda itu.” Seketika tambah pucat wajah Kautsar jadinya.” jawabmu. Quraisy mengirim utusan lain menjemputnya. Dia menakzimkan sikapnya kepadamu.” Alangkah kata-katamu kadang menjadi sangat bermakna jika di- pikir dalam-dalam. engkau mengata- kan kepadanya. Dibagi menjadi lima bagian dan dibagikan menurut hukum. “Pergilah ke mana pun engkau suka. “Dia pasti telah menyulut kebakaran seandainya ada banyak orang lain bersamanya!” Apakah arti kata-katamu? Itu bukan umpatan melainkan sebuah kalimat yang membutuhkan pemaknaan.blogspot. Engkau telah meminta utusan itu untuk membawa Abu Basyir kembali ke Makkah.” Engkau menghadapkan perhatianmu kepada Kautsar lalu berusaha membuat lelaki lemah itu mampu berbicara dengan benar. “Ekor matanya melirik Abu Ba- syir.” rintihnya. Engkau menatap Abu Basyir lalu mengatakan sebuah kalimat ke- padanya. Bukankah engkau pun tak mu- dah mencari jalan penengah? Kaum Muslim telah melaksanakan ke- wajiban mereka sesuai perjanjian. Meski tak memarahi Abu Basyir. Tahukah engkau kemenyerahan semacam itu jauh dari hitung- hitungan Abu Basyir? Dia malah mengusulkan kepadamu supaya unta. senjata. Kekuat- anku tidaklah sebanding dengannya. supaya anak muda itu tidak menolak jika pada waktu mendatang. “Aku juga tidak memiliki kekuatan dua orang. Masalahnya.

batin Abu Basyir ke- tika ketipak kaki-kaki kudanya meninggalkan Madinah. Maka tersebarlah kabar itu bersicepat dengan pergantian bulan. “Yah. kabur dari Makkah. saudara kandung Khalid bin Al-Walid. . Dia pun menyebarkan kata-katamu kepada orang-orang yang membawa kalimat itu melintasi gurun. Kata-katamu basah di telinganya.” Abu Basyir bersungguh-sungguh me- mikirkannya. Publikasi kata- katamu disertai juga dengan kabar kepergian Abu Basyir ke pesisir Laut Merah. dia adalah puntung berapi. Hingga orang-orang Muslim di sana meneri- ma pesan itu dan mulai menafsirkannya dengan jitu. Seandainya ada banyak orang lain bersamaku. me- nyeberang ke Makkah.com 438 MUHAMMAD nah dan melakukan perjalanan ke pesisir Laut Merah. Para pemuda dari Makkah bergabung dan menjadikannya sebagai pemimpin. Bergelombang kemudian arus para pemuda dari Makkah yang telah menjadi Muslim dan mencari tempat tinggal baru untuk melan- jutkan keyakinannya. Dia menempuh perjalanan jauh mencari Abu Basyir di pesisir Laut Merah. Mereka yang menjadi Muslim dan tertahan oleh pasal perjanjian se- hingga tak bisa pergi dari Madinah.blogspot. kini punya tujuan lain selain kota yang di sana ada dirimu itu. ‘Umar pun menganggap penting apa yang engkau ungkapkan. Abu Jandal. Tempat mereka membangun perkampungan perantau itu berada di rute yang biasa dilalui oleh ka- filah dari Makkah ke Suriah. Dia sanggup me- nyulut kebakaran seandainya ada banyak orang lain bersamanya. Mereka yang menempuh jalan harapan itu ter- masuk Walid. Tahukah engkau apa yang dilakukan Abu Basyir kemudian? Pemu- da cerdik itu membangun perkemahan di tempat strategis dan mu- lai mengumpulkan kekuatan di sana. sean- dainya ada banyak orang lain bersamaku. http://ebook-keren. anak bungsu Suhail yang dulu diseret oleh ayahnya dari Hu- daibiyah sementara leher dan kakinya dirantai. Dia berpikir sangat jauh dan bersifat taktis.” Bukan hanya Abu Basyir yang merenungkan perkataanmu. Terutama pada kumpulan kata “seandainya ada banyak orang lain bersamanya. Katamu. Mereka bergabung dengan Abu Basyir di pesisir Laut Merah.

orang-orang Makkah segera menyadari Abu Basyir akan semakin mengancam kemakmuran dan stabilitas hidup mereka jika dibiarkan terus membangun kekuatan di pesisir Laut Merah. pemuda gagah nan cendekia itu ada dalam keadaan sakit parah. Bergabung dengan saudara- saudara sevisi dan seagama. Mereka berembuk lantas mengirimimu sebuah su- rat yang memperlihatkan kemenyerahan mereka. Dalam waktu yang relatif pendek. Abu Basyir melanjutkan tradisi ghazwa yang telah menda- rah daging di kalangan orang Arab. Dia menyerbu kafilah-kafilah dari Makkah dan berusaha untuk tidak mencederai orang-orangnya. Di sekitar sana pula didirikan sebuah masjid. Para Quraisy Makkah itu memintamu menerima Abu Basyir dan kawanannya untuk bergabung dengan komunitas Muslim di Madinah. Dia menyerap ilmu yang engkau ajarkan dan segera menjadi imam bagi kawan-kawannya yang baru saja mengenal Islam.blogspot. Bersama tak kurang tujuh puluh pemuda yang mematuhinya. Apa yang mereka lakukan kemudian sungguh tak diduga oleh si- apa pun.com SURAT -SURAT 439 Abu Basyir seorang pembelajar cepat. Sahabat-sahabat yang mencintainya lalu menyalatkan Abu Basyir dan menguburkannya tak jauh dari tempat dia menghabiskan waktu semasa hidup. Takdir telah menancap bumi dan Abu Basyir telah menyelesaikan perannya. Abu Basyir menjadi lelaki yang dihormati dan dipatuhi pada usianya yang masih begitu muda. http://ebook-keren. Para sa- . Begitu bahagiakah dirimu mendengar pekembangan itu? Engkau mengirimi Abu Basyir sebuah surat yang berisi undangan kepadanya. Ketika suratmu sampai di tangannya. Mereka berjanji tidak akan meminta para pemuda cerdik perkasa itu dipulangkan ke Makkah. Abu Basyir segera menjadi kelompok yang amat ditakuti oleh para kafilah Makkah. supaya segera berangkat ke Madinah. Ia menerangkan berbagai permasalahan dari mulai cara peribadatan sampai hal-hal lain berkaitan dengan Islam. Dia masih menggenggam suratmu dalam rindu dan kepatuhan ketika jiwanya tercabut mening- galkan raga.

datang dari Makkah. Ummu Ruman jatuh sakit dan akhirnya meninggal. Ketika di Hudaibiyah engkau begitu jeli memperkirakan apa . Dia hanya ingin dekapan Tuhannya. Dia ibu mertuamu yang juga istri tercinta sahabat terdekatmu. menemui ayah dan saudarinya. Men- jadi Muslim dan memberikan seluruh hidupnya kepada Tuhan. takdir benar-benar telah meng- hunjam. tanpa luka lain di jalan Allah. Sebuah kehilangan yang mengundang putra Abu Bakar yang lain. Segala kenyerian sekaligus kebahagiaan seakan dirasakan oleh se- tiap orang. visi apa yang engkau lihat dulu. Namun. http://ebook-keren. Dia menyarankan saudaranya itu untuk bergabung denganmu dalam kepasrahan. Berbondong-bondonglah kemudian orang-orang yang meyakini Islam sebagai pilihan hidup mereka. Abu Bakar dan putrinya—‘Aisyah—pun tahun ini mesti menghadapi sebuah kehilangan yang menyesakkan. Khalid bin Al-Walid. Walid telah selesai dengan keinginan duniawinya. Sebuah kehilangan be- sar yang disambung oleh kebahagiaan besar pula. Luka dan nyeri tiada arti- nya. Bergabung denganmu. Jarinya patah dan menyebabkan sakit yang terus memburuk. Sema- kin terpahami oleh sahabat-sahabatmu. Petunjuk akhirat mereka. Dia hanya mengharapkan kedamaian di jalan Tuhan. dia terluka. Di tengah perjalanan di sekitar jalur lava. lalu menyatakan diri masuk Islam. Walid saudara Khalid yang perkasa menempuh perjalanan dari Laut Merah menuju Madinah dengan suka cita. yang perwira. Kehilangannya seperti kehilangan separuh nyawa.com 440 MUHAMMAD habat Abu Basyir meski berat hatinya lalu meninggalkan pesisir Laut Merah untuk melangkah ke Madinah. Walid sempat menuliskan sebuah surat un- tuk saudaranya. Abu Bakar. Tahukah engkau apa yang dia syairkan ketika ketidakberdayaan menggerogoti tubuhnya? Apalah arti sebuah jari yang berdarah. Dia begitu bersedih dan menangis selama berhari-hari me- ngenang hidup ibunya. Dia membayangkan kehidupan damai bersamamu. Dalam keadaan sakit yang segera merenggut jiwanya. Dia datang ke Madinah.blogspot.

Para utusan dipersiapkan. . Jika saja saat itu engkau bersikap keras. sesungguhnya aku bersyukur kepada Allah yang tidak ada Tuhan kecuali Dia. Yang Maha Mengaruniakan Keimanan. Maka kepada siapa engkau kirimkan su- rat sebagai takwil dari kastil Suriah yang tampak pada percik cahaya palumu yang kedua? Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Pe- nyayang. Yang Mahasuci. Salam bagimu. Kaisar Ro- mawi yang agung. http://ebook-keren. Dan salam bagi yang mengikuti petunjuk. Sungguh aku mengajakmu ke jalan Allah. Ini seperti menapak tilas cahaya yang memercik ketika engkau memalu batu di tengah pasukan Muslim bersiap menghadang serang- an lawan pada Perang Parit. Dari Muhammad utusan Islam untuk An-Najasyi. Dan aku telah sampai- kan dan menasihatimu maka terimalah nasihatku. Maka ia mengandung kemudian diciptakan Isa dengan tiupan roh-Nya sebagaimana dicip- takan Adam dari tanah dengan tangan-Nya. Alangkah dirimu semakin bersemangat menyampaikan kepada manusia dari berbagai bangsa mengenai kabar gembira yang engkau bawa. baik dan terpelihara. surat telah didiktekan. Sebuah konsep hidup yang mengubah total kehidupan penuh kebodohan menuju tata keseharian yang bermartabat. Membagi keimanan yang sebelumnya telah dirasakan begitu menguatkan. Dari Muhammad utusan Allah untuk Heraklius. dan aku bersaksi bahwa Isa putra Maryam adalah ruh dari Allah yang diciptakan dengan kalimat-Nya yang disampaikan-Nya kepada Maryam yang terpilih. Sesuatu yang telah dirasakan olehmu dan ribuan pengikutmu. barangkali tidak akan begini kecenderungan orang-orang. Sebuah surat telah diberangkatkan ke Abyssinia. penguasa Abyssinia. Menawarkan cara hidup baru yang sebelumnya tidak mereka tahu.blogspot. Yang Maha Se- jahtera. Raja.com SURAT -SURAT 441 yang akan terjadi. Yang Maha Memeli- hara.

alangkah namamu kini seolah bersayap. Ahli Kitab. maka katakanlah kepada mereka. bahwa tidak kita sembah kecuali Allah dan tidak kita perseku- tukan Dia dengan sesuatu pun dan tidak (pula) sebagian kita menjadi- kan sebagian yang lain sebagai Tuhan selain Allah. Marilah (berpegang) kepada su- atu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan engkau. Peluklah agama Islam maka engkau akan selamat dan Allah akan memberikan bagimu pa- hala dua kali. bu- kankah pada hantaman palumu yang ketiga di parit itu. Wahai. didengar oleh ma- nusia dari pelbagai penjuru dunia. ‘Saksikanlah.blogspot. sesungguhnya aku mengajak engkau untuk memeluk Islam. Tepat ke jantung kekuasaannya: Alexandria. untuk Al-Muqau- qis penguasa Mesir yang agung. Salam bagi siapa saja yang mengikuti petunjuk. “Katakankah. Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penya- yang. Selain Abyssinia dan Romawi. engkau meli- hat kilatan cahaya istana putih milik Khosrou di Persia? Tidakkah eng- kau ingin mengirim surat juga kepadanya? Adakah terpikir olehmu. Jika engkau berpaling maka engkau akan menanggung dosa penduduk Mesir. Masuklah engkau ke agama Islam maka engkau akan selamat dan peluklah agama Islam maka Allah memberikan pahala bagimu dua kali dan jika engkau berpaling. Selain daripada itu. Lelaki yang Senantiasa Menyebarkan Kedamaian. eng- kau juga mengirim utusan ke Mesir. Dari Muhammad bin ‘Abdullah utusan Allah. http://ebook-keren. maka engkau akan menanggung dosa orang-orang Romawi.com 442 MUHAMMAD Salam bagi siapa yang mengikuti petunjuk. bahwa kami adalah orang-orang yang berserah diri (kepada Allah). aku mengajakmu kepada panggilan Allah. Jika mereka berpa- ling. Selain daripada itu.’” Oh. Wahai. bagaimana seorang Khosrou yang berkuasa menyikapi suratmu kelak? Akankah dia menerima atau justru keras menolak? e .

di manakah gerangan tempat yang tepat jika me- reka ingin menemuimu. Sang guber- nur adalah penguasa lokal yang menjadi kepanjangan tangan Khosrou di Persia. Khosrou yang agung memerintahkan ini. Khosrou mengetahuinya lewat sebuah insiden perayaan Musim Semi di istananya. Mere- ka tak berjanggut. Seseorang berju- luk “Sang Pemindai Surga” menyinggung namamu dan mengingatkan Khosrou tentang akhir kekuasaan Persia. keberadaanmu dan misi yang engkau em- ban telah menjadi kabar yang menyebar. tetapi membiarkan kumisnya tumbuh memanjang. Entah bagaimana. Khosrou yang sibuk berperang dengan Romawi selama bertahun- tahun bahkan tampak mulai gelisah terhadap tatanan sosial politik yang berkembang di Madinah. Dua orang dari jauh itu memasuki Madinah dan mulai bertanya kepada orang-orang. http://ebook-keren. “Siapa orang yang menyuruh kalian melakukan ini?” Kedua utusan itu saling pandang.blogspot. “Tuanku telah menyuruhku memanjangkan janggut dan memotong pendek kumis. keheranan. Kabar tersiar mengenai dirimu. Perhatianmu jelas tertuju pada dagu yang mulus dan kumis pan- jang tak terurus. wahai Lelaki Ber- benak Jeli? Engkau memandangi keduanya dan seolah melihat sesu- atu yang membuatmu tak merasa nyaman dibuatnya. Apakah yang engkau pikirkan kemudian. dua orang dengan penampilan mencolok menemuimu. Engkau mengangkat wajahmu yang cemerlang. Dia meminta Badzan untuk menyeli- diki fenomena tumbuhnya kekuasaan raja Arab Yatsrib yang mengaku sebagai seorang nabi.” ujar salah satu di antara keduanya. Di antara penampilan orang Muslim yang terbiasa mencukur kumis dan memanjangkan janggut.com SURAT -SURAT 443 Hari itu. Kedua lelaki utusan Badzan itu segera sampai di masjid dan me- nemuimu. sungguh cara penampilan mereka memi- liki pembeda yang demikian kentara. Cara mereka meme- lihara penampilan tidak pernah menjadi masalah sebelum-sebelum- nya. Kedua lelaki itu pesuruh gubernur Badzan di Yaman.” . “Tuan kami.

“Katakan pula kepadanya. Engkau mengulang apa yang dikatakan malaikat kepadamu. Malam sebelum kedua utusan Badzan kembali. masuk Islamlah dan aku akan menunjukmu sebagai raja kaummu di Yaman. Terutama di bagian terkaan tentang nasib Khosrou yang terguling dari takhtanya sekaligus terdepak dari ke- hidupan dunia. Pemimpin adikuasa itu terbunuh dalam kekacauan di istananya. Engkau merasa didatangi suatu makhluk yang engkau yakini sebagai Jibril. Hari ketika kedua utusan Badzan datang ke Madinah bersa- maan dengan pecahnya pemberontakan yang mengisruhkan takhta Khosrou di Persia. Bagaimana mungkin engkau yang tinggal lebih jauh dari Persia dibanding mereka yang hidup di Yaman tahu apa yang terjadi di sana? Bahkan kematian Khosrou terjadi pada hari yang hampir bersamaan . Sekarang. Penerus- nya kini yang menggenggam kekuasaan sebagai raja di tanah Persia. agama dan kekuasaanku akan jauh melampaui kerajaan Khosrou. dua utusan Badzan kembali menghadapmu. Mahkotanya terenggut. Eng- kau meminta kedua orang itu memastikan bahwa apa yang engkau utarakan tadi bakal mereka sampaikan kepada Badzan.blogspot.com 444 MUHAMMAD Apakah urusan janggut dan kumis ini demikian mengganggumu? Mengapa kemudian engkau meminta dua utusan itu untuk meninggal- kan dirimu dan kembali lagi pada esok hari? Apa pun alasanmu melakukan itu. Dia memberitahumu tentang keadaan yang ter- jadi jauh di sebuah tempat di luar Madinah. tampaknya ada bimbingan spiritual yang membuatmu berputusan semacam itu. “Katakanlah kepadanya. http://ebook-keren.” Kedua utusan berkumis panjang itu tak sepenuhnya mengerti apa yang engkau katakan. Pagi hari setelahnya. Keduanya datang ke Madinah atas perintah Badzan yang juga diperintah oleh Khosrou. begitu sampai di Madinah. Dia meminta Badzan untuk menye- lidiki keadaan Madinah dan kekuasaan politik sekaligus agama yang tengah bertumbuh di sana. engkau mengabari mereka sebuah berita yang jika dicerna akal sempurna tak masuk akal rasa- nya.” tegasmu. begitu juga nyawanya. engkau mendapat sebuah visi yang mengagetkan.

pembunuhan terhadap Khosrou terjadi pada hari yang sama ketika kami menghadap dirinya di Madinah. Ingin tahukah engkau apa yang disampaikan Badzan ketika ke- dua utusannya menyampaikan semua pesanmu tanpa satu bagian pun yang ditambah atau dikurangi? “Kita lihat apa yang akan terjadi.” Jelas ada .” kata Badzan.” lelaki pertama terkesan takut-takut saat mengungkapkan hal itu. Mereka benar-benar ingin segera sampai di Ya- man untuk menemui Badzan dan menceritakan kepada pemimpinnya itu. Dia tam- pak serupa tapi tak sama dibanding kedua utusan yang pergi ke Madi- nah mewakili dirinya. “jika yang dikata- kannya benar. kejadian di Madinah yang membuat keduanya menjadi begitu gun- dah. Dengan cara apa di- rimu mengetahui apa yang terjadi di Persia sedangkan engkau tidak pergi ke mana-mana? Maka dengan kebingungan yang mendesak. keduanya tak sabar lagi untuk menemui Badzan dan menceritakan pengalaman yang mereka dapati. keduanya segera menghadap Badzan dan mengatakan apa yang selama perjalanan mereka tahan-tahan. “Hal yang mengherankan.” Badzan. “Lelaki Yatsrib yang mengaku sebagai seorang nabi itu mengatakan kepada kami bahwa yang mulia Khosrou telah terbunuh dalam sebuah pemberontakan yang memorak-porandakan istana. sang gubernur. berarti dia seorang nabi yang diutus Tuhan. mereka berpamitan kepadamu. Tanpa menganggap penting waktu jeda setelah melaksanakan tugas. Menempuh perjalanan meninggalkan Madinah. Mereka sampai di Yaman berhari-hari kemudian setelah memacu unta mereka nyaris tanpa henti.blogspot. Bagaimanapun ini hal penting. Medan gurun pasir yang diembusi angin kencang tak membuat se- mangat mereka lekang. “menurut pe- mimpin Yatsrib itu. mengelus kumis panjanganya. Sesuatu yang layak mendapat prioritas untuk dikatakan sebelum dia melaporkan hal lain yang dia catat selama berada di Madi- nah. http://ebook-keren.com SURAT -SURAT 445 dengan waktu dua orang utusan itu menemuimu.” lanjut utusan pertama.

“Ketika seperti itu perbuatan-perbuatan yang akan dilakukan bangsa Persia. Dan kemudian. jernih tutur sapa. Dan pesannya atau apa yang akan dia katakan akan terbukti benar. Mereka akan saksikan bukannya rumah penuh berha- la dan kuil-kuil api melainkan rumah ibadah dari Ibrahim tanpa satu pun berhala di dalamnya: Ka‘bah.” dia mulai membacanya. seorang pria akan dilahirkan dari tengah-tengah pengikut di mana takhta dan kekuasaan dan daulat dan agama bangsa Persia semua akan musnah dan hilang. “Dan mereka akan menjadi rahmat bagi dunia. Dan pemimpin agama mereka. Sesuatu yang lebih dekat pada keterke- jutan.com 446 MUHAMMAD keheranan di raut wajahnya. Badzan adalah seorang lelaki berpengalaman yang cerdik dan penuh perhitungan. Dia meneruskan bacaannya. Dan.” Ketiganya terdiam. Apa yang dia pikirkan kemudian memperli- hatkan kematangan berpikirnya dan jauh dari amarah semata. dia adalah seorang pria. mereka akan kuasai tempat-tempat dari kuil-kuil api: Madyan atau Ctesiphon dan wilayah sekelilingnya. “dari tengah-tengah bangsa Arab. Namun. Darinya. Meresapi kata-kata sang Nabi Zardusht yang mereka imani. memberi kabar mengerikan tentang majikan besarnya yang menguasai Persia. Badzan kembali duduk sembari membuka gulungan ilmu itu. “Aku telah lama membaca bagian dari Dasatir yang suci ini. dan Tus dan Balkan dan tempat-tempat lain yang penting dan suci. Dia bangkit dari kursi kemudian menghampiri jajaran lemari kayu di seberang ruangan yang menyimpan berbagai koleksi tak ternilai di dalamnya. Tapi tidak pernah benar- benar meyakininya bakal terbukti.” “Astvat-ereta?” komentar salah seorang utusan Badzan. Badzan mengangguk.” Badzan memandangi dua orang di hadapannya.blogspot. “Ini ramalan Nabi Zardusht yang agung. http://ebook-keren. Baginya sungguh tak terjelaskan ketika seseorang yang asing dari negeri gurun pasir.” Badzan geli- sah. membaca lagi bagian tertentu dari papirus di tangannya. Tangannya mencari-cari sampai mendapati segulung papi- rus yang kemudian ia bawa ke hadapan kedua utusannya. “dan . bangsa yang sombong akan bertekuk lutut.

http://ebook-keren.blogspot.com
SURAT -SURAT 447

pesannya atau apa yang akan dia katakan, akan terbukti benar.” Menatap
lagi dua utusan kepercayaannya. “Jika kata-kata Muhammad tentang
Khosrou benar, adakah alasan yang menampik bahwa dia adalah Ast-
vat-ereta yang dijanjikan?”
“Tuan Gubernur,” sergah sang utusan, “sebaiknya kita berhati-
hati membahas hal ini.”
Badzan menoleh sekeliling. Bahkan di dalam istana gubernur
yang di situ dia berkuasa pun, dinding-dinding bisa bertelinga. Apa
yang mereka bahas bisa berkonsekuensi leher tertebas. “Kalian per-
nah mendengar kisah sang Pemindai Surga?” Kali ini nada suara Ba-
dzan menurun dan terdengar lebih hati-hati.
“Insiden Bangsal Apadana, Tuan?”
Badzan mengangguk. “Telah tersebar ke penjuru dunia apa yang
dikatakan sang Pemindai Surga kepada Khosrou pada musim semi itu.
Para utusan dari berbagai negara membawa pulang kisah tentang sang
Pemindai Surga yang mengingatkan Khosrou tentang kedatangan Ast-
vat-ereta.”
“Sampai kini nasib lelaki mulia itu tak diketahui.”
Badzan menatap dua orang di depannya dengan serius. “Khosrou
tahu tujuan pelarian sang Pemindai Surga adalah Suriah.”
Hening lagi.
“Menurut kalian,” suara Badzan, “apakah lelaki dari Yatsrib itu
pantas menjadi Astvat-ereta?”
Kedua utusan saling berpandangan. Badzan lalu bertanya kepada
dua utusannya tentang detail Madinah dan agama sekaligus kekuatan
politik yang tengah berkembang di sana. Dia juga meminta dua orang
kepercayaannya itu menggambarkan profilmu. Detail fisikmu, tingkah
lakumu, sampai kepribadianmu.
Badzan semakin serius dalam perenungannya. “Tampaknya aku
harus segera mengutus seseorang pergi ke Persia untuk membuktikan
kata-kata Muhammad.”
Pendapat Badzan diiyakan oleh dua orang di depannya. Perbin-
cangan mereka kemudian mengalir mengasyikkan dan tampak akan

http://ebook-keren.blogspot.com
448 MUHAMMAD

berumur panjang jika tidak terpenggal oleh kedatangan seseorang
yang mengantar berita dari kerajaan Persia.
Pengawal di depan kantor gubernur mengantarkan seseorang
berpakaian kerajaan Persia yang tampak baru saja menyelesaikan per-
jalanan jauh. Dia bahkan belum sempat membersihkan diri. Wajahnya
menggelap oleh sinar matahari di sepanjang perjalanan. Peluhnya
telah berkali-kali mengering dan tampak mengilatkan berbagai bagian
pipi, jidat, dan lehernya.
Sama seperti Badzan dan orang Persia lain, dia membiarkan ku-
misnya memanjang dan memangkas tuntas janggutnya. “Saya utusan
Khosrou di Persia, membawa kabar dari Istana.”
Badzan dan semua orang di ruangan itu segera mengambil sikap
hormat dan takzim. Mereka turun dari kursi dan bersiap mendengar-
kan apa pun yang akan dibacakan oleh sang utusan.
Utusan Persia, lelaki berwajah mengilat itu, berdiri teguh, mem-
buka gulungan surat dan mulai membacanya.

Diberitahukan kepada Badzan, Gubernur Yaman.
Keadaan Istana Cyrus tengah dilanda kemelut. Raja Parviz,
Khosrou II, telah gugur dalam pemberontakan yang membahayakan
kerajaan. Gejolak di dalam istana telah berhasil dipadamkan oleh
Kavadh II yang kini berkuasa melanjutkan sejarah kejayaan Dinasti
Sassania.
Oleh karena itu, bersama surat ini, raja yang berkuasa meminta
baiatmu sebagai gubernur Yaman agar patuh tunduk kepada keku-
asaan yang baru dan mendukungnya dengan sepenuh jiwa raga.

Badzan merasa tubuhnya membeku. Khosrou terbunuh! Lelaki dari
Arab itu berkata benar! Apa yang dibacakan selanjutnya oleh sang utus-
an sudah tak sempurna lagi masuk ke telinga. Keimanan terhadap ajar-
an Zardusht seketika itu juga menuntunnya pada sebuah kesadaran
yang menyesakkan. Sekarang, tak tentu rasa batinnya, tak pasti juga
apa yang hendak dia lakukan.

http://ebook-keren.blogspot.com
SURAT -SURAT 449

Pada saat yang sama, jauh di Persia, di atas singgasananya, Ka-
vadh II—penguasa baru istana Sassania dan seluruh negeri yang ada
di genggamannya—tengah merasakan keguncangan dalam dadanya.
Dia seorang lelaki yang tak terlalu mewarisi keagungan pendahu-
lunya selain sikap pemarahnya. Mengenakan jubah kebesaran raja dan
kumis melintang seram, Kavadh menyadari serangkaian gigil menjalari
kedua tangannya saat membaca lembaran surat yang datang dari Madi-
nah. Surat darimu, wahai Lelaki yang Memiliki Kata-Kata Digdaya.
Kavadh seolah menularkan panas tubuhnya kepada setiap orang
yang ada di hadapan singgasananya. Tak terkecuali utusanmu yang
menatap Kavadh dan mulai menebak-nebak apa yang akan terjadi. Dia
membaca kemarahan yang tak tertahankan.
Surat itu sebetulnya bukan untuk diri Kavadh. Lembaran kata-
katamu itu engkau kirimkan kepada Khosrou, sang penguasa Persia
yang tergulingkan. Namun, kini Kavadh jelas menyikapi seolah surat-
mu itu ditulis untuk dirinya. Untuk setiap penguasa Persia.

Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Pe-
nyayang. Dari Muhammad utusan Allah untuk Khosrou, penguasa
Persia yang agung.
Salam bagi orang yang mengikuti petunjuk, beriman kepada
Allah dan Rasul-Nya, dan bagi orang yang bersaksi bahwa tidak ada
Tuhan kecuali Allah, Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya, dan bagi yang
bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba-Nya dan utusan-Nya.
Aku mengajakmu kepada panggilan Allah. Sesungguhnya aku
adalah utusan Allah bagi seluruh manusia supaya aku memberi per-
ingatan kepada orang-orang yang hidup (hatinya) dan supaya pasti-
lah (ketetapan azab) terhadap orang-orang kafir. Peluklah agama Is-
lam maka engkau akan selamat. Jika engkau menolak maka engkau
akan menanggung dosa orang-orang Majusi.

Menggelegak darah sang Raja Persia. Dia menyentakkan surat di
tangannya lalu menatap utusanmu dengan sengatan menyala. Orang-
orang di ruangan itu terdiam dan yakin sesuatu yang buruk tak akan
bisa dielakkan.

http://ebook-keren.blogspot.com
450 MUHAMMAD

Kavadh bangkit dari singgasana, menghadapkan dirinya persis
kepada utusanmu yang mulai merasakan kekhawatiran dalam dada-
nya. Kavadh tahu dalam dirinya tengah menggejolak rasa benci tak
tertandingi. Surat darimu seolah hendak menghancurkan kekuasaan
yang baru saja dia genggam.
“Pemimpin Persia sebelumnya sungguh lemah,” kalimatnya se-
perti geraman. Suaranya berat mengancam, “Dia membiarkan sang
Pemindai Surga membual di Bangsal Apadana, di hadapan para utusan
berbagai bangsa,” tatapan Kavadh meruncing, “kini omong kosong itu
telah menyebar ke seluruh dunia, dan lelaki Arab ini.” Kavadh meng-
acungkan surat darimu. “Dia berpikir dongengan Pemindai Surga
bisa ia gunakan untuk membodohiku, menginjak-injak keperkasaan
Dinasti Sassania.” Kavadh mengacungkan surat darimu tinggi-tinggi
lalu mulai menggunakan dua tangannya untuk mencabik lembaran itu
dengan kemurkaan yang kentara.
Bunyi robekan papirus mengiris telinga. Kavadh seperti mewakil-
kan dirinya pada tindakan itu agar kejadian ini terceritakan dan sampai
kepadamu. Lembaran-lembaran yang telah tercabik melayang, sesaat.
Lalu, serpihannya mengikuti gravitasi, turun ke bumi. Jika engkau di
sana, engkau akan tahu, semua manusia di ruangan itu sadar benar,
genderang perang baru saja ditabuh kencang.

http://ebook-keren.blogspot.com

61. Heraklius

Jerusalem, sekitar 629 Masehi.

T
idak ada kemegahan barisan ribuan unta yang memba-
wa sutra, kain berbordir, tenunan emas, krim pewangi,
anggur, atau gandum. Tidak ada kuda-kuda peranakan
berharga selangit yang tahun-tahun sebelumnya diborong para
saudagar Suriah dan negeri-negeri di sekitarnya.
Tidak ada dengus malas unta-unta Makkah ketika lonceng
dibunyikan, dan kafilah dagang raksasa yang membawa berba-
gai barang mesti melanjutkan perjalanan. Tidak ada timbunan
gandum, minyak zaitun, buah-buahan, kopi, tekstil yang bisa
dibawa pulang ke Makkah dalam jumlah besar.
Tidak ada. Tahun ini tidak ada perjalanan kafilah kebang-
gaan Makkah yang sejak puluhan tahun sebelumnya mengge-
tarkan jalur gurun pada musim panas dan musim dingin.
Para penduduk Makkah adalah pedagang yang berhasil.
Salah satunya oleh karena keberuntungan letak geografis tem-
pat tinggal mereka. Tanah yang keras hampir tak bisa ditanami
memberi keberkahan lain berupa lalu lintas perdagangan nege-
ri-negeri jauh.
Setiap tahun, barang-barang terbaik dari India—rempah-
rempah, buah-buahan, gandum, keramik, dan tekstil—merapat di

http://ebook-keren.blogspot.com
452 MUHAMMAD

pelabuhan Yaman lalu diangkut dengan unta-unta menuju Makkah. Ba-
rang-barang pilihan dari Arab Selatan menyertai perjalanan dagang ini.
Kopi, parfum, wewangian, dan berbagai tumbuhan obat dibawa dalam
jumlah besar. Dari Makkah, barang-barang itu melanjutkan perjalanan
ke Suriah untuk kemudian diperdagangkan di seluruh Jazirah Arab.
Namun, tahun ini Abu Sufyan meninggalkan Makkah tanpa ke-
megahan itu. Tokoh Quraisy itu melakukan perjalanan dagang musim
panasnya berteman beberapa orang saja. Menembus jalur padang pa-
sir yang terlihat sama di mana-mana. Kadang harus terus berjalan pa-
da malam gulita menyandarkan arah pada posisi bintang.
Tidak melimpah barang dagangan yang dia bawa. Tidak berharap
juga akan banyak barang yang bisa dia bawa pulang. Barangkali dia
sekadar ingin meninggalkan Makkah sementara waktu.
Tahun ini, akan ada pemandangan yang tidak mengenakkan hati.
Sesuatu yang tidak ingin dia saksikan. Sesuai dengan perjanjian de-
ngan kaum Muslim di Hudaibiyah, ini waktunya mereka berziarah ke
Makkah. Tidak boleh diganggu, tidak bisa ditolak.
Menyaksikan ribuan orang dari Madinah membanjiri tanah suci
rasanya memberi keperihan yang tak tertahankan. Melakukan per-
jalanan dagang yang bahkan tidak menjanjikan banyak keuntungan
masih lebih menghibur. Datang ke Gaza, bertemu dengan pedagang
dari berbagai negeri sedikit meringankan beban hatinya.
“Menurutmu,” Abu Sufyan menoleh ke kawannya, “apa penga-
ruhnya jika Muhammad dan pengikutnya datang ke Makkah untuk
berziarah?”
Abu Sufyan dan dua kawan pedagangnya tengah beristirahat sem-
bari menunggu dagangannya di pojok keramaian Gaza, pagi itu. Orang
lalu-lalang, tapi di wajah Abu Sufyan tidak bersisa kegembiraan.
“Aku ingat apa yang dikatakan Khalid,” kawan Abu Sufyan yang
berjubah garis-garis biru berkomentar tanpa langsung menjawab
pertanyaan suami Hindun itu. “Setelah Perang Parit dia mengaku
tidak pernah tenang. Menurutnya, memerangi Muhammad hanya
akan mendatangkan kesia-siaan. Akan datang saatnya, Muhammad
menang sempurna.”

http://ebook-keren.blogspot.com
HERAKLIUS 453

“Dia bahkan yakin, Muhammad adalah orang yang dilindungi,”
komentar kawan Abu Sufyan yang satunya. Lelaki muda berserban hi-
jau. Sedari tadi dia mendengarkan saja.
“Khalid.” Berat nian napas yang mendesak dari dada Abu Sufyan.
“Orang lain boleh-boleh saja. Tetapi Khalid!”
“Surat dari Walid, adiknya itu, aku rasa sangat memengaruhi pe-
mikiran Khalid.” Lelaki berjubah garis-garis biru tampak ingin menum-
pahkan semua isi pikirannya, “Sebelum mati, Walid mengirimi Khalid
surat, menganjurkannya untuk menyeberang ke pihak Muhammad.”
Lelaki berserban hijau menggeser duduknya, mendekati Abu Suf-
yan. “Wahai, Abu Sufyan, apakah engkau sudah mendengar, Muham-
mad begitu ingin Khalid ada dalam barisannya? Dia selalu menanyai
Walid mengenai Khalid. Muhammad bahkan akan memberi keistime-
waan jika Khalid mau menjadi pengikutnya.”
Abu Sufyan tidak berkomentar apa pun. Diam. Berpikir pun ti-
dak. Dia hanya merasakan superioritasnya semakin lama semakin
tergerus. Berada dalam kondisi seperti itu, Abu Sufyan tak sepenuh-
nya sadar ketika ada sekelompok orang yang mendatangi dia dan dua
kawannya.
“Apakah kalian ini pedagang dari Makkah?”
Kepala tua Abu Sufyan mendongak. Janggut lebatnya bergetar ke-
mudian. Seseorang yang menyebut namanya dengan aksen yang aneh
itu seorang lelaki berhelm baja dengan jambul merah marun. Dadanya
dilapisi besi perak yang menggambarkan bentuk dada seorang peta-
rung. Dua bidang menggelembung lalu membentuk pola enam kotak
di perut. Sepatunya juga baja, melindungi kaki sampai lutut. Ada rum-
bai seperti rok merah marun yang menutup celana putih di sebaliknya.
Pedang besar menggelantung di pinggang. Lelaki itu tentara Romawi.
Di belakangnya tiga orang berpakaian sama tegak berdiri.
“Kalian dari Makkah?” Sedikit lebih tinggi nada pertanyaan sang
tentara. Butuh jawaban tegas dan tak menunda waktu. Bahasa Arab-
nya jelas, meski tedengar janggal oleh aksennya.
“Be ... benar ....” Mengangguk Abu Sufyan.
“Ikut kami.”

http://ebook-keren.blogspot.com
454 MUHAMMAD

Abu Sufyan menarik badannya ke belakang. Refleks dia menolak.
Dibawa tentara Romawi. Untuk apa? “Kami berdagang dengan legal,
Tuan,” dia mencoba melobi. “Bertahun-tahun kami melakukan peker-
jaan ini.”
“Ini tidak ada hubungannya dengan dagangan kalian.”
Cepat berpikir Abu Sufyan kemudian. Jika tidak ada hubungannya
dengan usaha dagang, lalu apa urusannya?
“Raja Romawi, Heraklius, meminta kalian menghadap.”
Gemetaran isi dada Abu Sufyan. Heraklius yang Agung, penguasa
Romawi menginginkan dia datang ke istana di pusat Jerusalem. Ada
apakah ini?

e
Sementara di kepalanya masih berjumpalitan tanda tanya, Abu Sufyan
dan dua kawannya berjalan diapit para tentara Romawi. Tak berani
untuk bertanya lebih banyak kepada para lelaki berpakaian baja itu,
apa tujuan Heraklius sebenarnya.
Perjalanan menuju pusat Kota Suci menjadi sepi dari perbincangan
apa pun. Berjalan saja. Abu Sufyan tidak menikmati tatapan orang-
orang yang mulai berbisik-bisik di sepanjang jalan. Ada urusan apakah
sehingga sekelompok pedagang Arab digelandang tentara kerajaan
menuju istana Heraklius?
Langkah-langkah mereka memasuki lorong-lorong berlantai
limestone yang diapit tembok-tembok tinggi khas arsitektur Romawi.
Dinding-dinding menjulang luar biasa dengan menara-menara yang
tersebar di berbagai sudut dan pintu-pintu masuk. Dibangun untuk
menolak serangan musuh.
Bukit Zaitun seperti melambai dari kejauhan sementara Abu Suf-
yan tengah menebak nasib apakah yang menunggunya di hadapan sang
raja. Tentara penjaga mendorong pintu gerbang yang besarnya alang
kepalang ketika rombongan Abu Sufyan sampai di depan istana.
Semakin keras degup jantung Abu Sufyan. Bertambah pada setiap
langkah mendekati balairung tempat sang raja menunggu. Dia yang
tokoh suku kambing dan unta di tengah belantara padang pasir, diun-

http://ebook-keren.blogspot.com
HERAKLIUS 455

dang khusus untuk menghadap seorang raja yang demikian berkuasa.
Pastilah alasannya sungguh tak sederhana.
Sampailah Abu Sufyan dalam sebuah majelis yang megah meski
tak terlalu riuh. Pilar-pilar menjulang dan kursi sang raja yang ber-
wibawa. Di atasnya, sang penguasa Romawi duduk tak terlalu tenang
meski tetap penuh kehormatan. Dialah sang Heraklius yang wajahnya
memperlihatkan keresahan. Dia berjubah merah marun dan bertopi
raja. Bagian pipinya memperlihatkan tunas rambut yang kemarin di-
pangkas halus. Hari ini mulai kembali bertumbuh.
Dia belum lama sampai di Jerusalem setelah menempuh perjalan-
an telanjang kaki dari Homs sebagai tanda syukur atas kemenangan
Romawi terhadap Persia di Asia Kecil dan di Mesopotamia Utara.
Dinasti Sassania adalah gurita kekuasaan yang membahayakan
wibawa Romawi sejak lama. Mesir, Levania, Anatolia takluk, bahkan
Konstantinopel pun diserang. Di kota itulah baru serbuan Persia ter-
henti oleh keperkasaan pasukan bersenjata Romawi.
Seharusnya hanya ada gegap gempita kemenangan pada pancaran
matanya. Nyatanya, itu tidak tecermin dari raut wajah dan bahasa tu-
buhnya. Ada sesuatu yang mengganggu ketenangannya.
Sejak awal masuk ruangan, Abu Sufyan telah menundukkan pan-
dangannya. Khawatir tatapannya akan mengundang murka sang raja.
Dia tidak tahu semacam apa suasana hatinya.
Tentara yang tadi menjemput Abu Sufyan meminta lelaki itu
menunggu sementara dia mendekat ke kursi Heraklius. Memberi hor-
mat dengan khidmat lalu berbicara sebentar. Prajurit berhelm baja
kembali mendekati Abu Sufyan. “Siapa di antara kalian yang memiliki
kekerabatan paling dekat dengan laki-laki Makkah yang mengaku se-
bagai nabi?”
Ada yang melonjak rasanya. Abu Sufyan segera paham apa yang
tengah membawanya ke hadapan Heraklius. Ini sesuatu yang berhu-
bungan dengan ... “Muhammad!” lirih Abu Sufyan membisikkan nama
itu. “Aku yang paling dekat dengan lelaki itu.”
Sang tentara mengangguk. “Mendekatlah kepada Raja.” Menoleh ke-
pada teman-teman Abu Sufyan. “Kalian berdiri di belakang lelaki ini.”

http://ebook-keren.blogspot.com
456 MUHAMMAD

Keduanya mengangguk. Lalu, para pedagang yang menjadi tamu
raja itu berjalan dengan langkah tertata mendekati kursi Heraklius.
Abu Sufyan berdiri paling depan, kedua kawannya persis di belakang.
Heraklius menyamankan cara duduknya. Tatapannya menyerobot
perhatian semua orang di ruangan itu. Dia memperhatikan Abu Suf-
yan dengan saksama. Membaca setiap bahasa tubuhnya. “Aku akan
bertanya kepadanya,” dia menunjuk Abu Sufyan, “dan, jika ia berbo-
hong, bantahlah dia.”
Kata-kata sang raja ditujukan kepada dua kawan Abu Sufyan. Dia
ingin memastikan orang Arab ini berbicara tanpa kebohongan. Ten-
tara penjemput Abu Sufyan menerjemahkan setiap kalimat Heraklius
dengan jelas.
Abu Sufyan mulai menyadari betapa setiap jawabannya harus
dipikir baik-baik. Bahkan, jika dia berniat berbohong sekalipun, harus
dilakukan dengan baik-baik.
“Apakah benar,” sekarang tatapan Heraklius benar-benar hanya
tertuju kepada Abu Sufyan, “salah seorang kerabatmu mengaku seba-
gai seorang nabi?”
Abu Sufyan mendongak sedikit. Dia yakin, jika dia harus men-
jawab dengan taktis, “Namanya Muhammad.” Menimang-nimang ka-
limat apa yang bisa ia katakan, “Tuanku tidak perlu terlalu mengkha-
watirkannya. Kebesarannya tidak sebesar yang Tuanku dengar.”
Heraklius mengerutkan dahi. Dia hanya butuh jawaban “iya” atau
“tidak”. Tidak butuh saran apa pun. “Bagaimana nasab orang ini di
antara kalian?”
Abu Sufyan terdiam. Bagian ini, mana yang bisa aku tampik? Tidak
ada. “Muhammad lahir dengan nasab yang mulia dalam bangsa Arab.”
“Apakah ada orang sebelum dia yang telah menyatakan apa yang
telah ia ucapkan itu?”
Mengaku sebagai nabi? Abu Sufyan berpikir sesaat. Apa dampak
jawabannya? Apa komentar yang diinginkan Heraklius? Mengapa
kalau memang pernah ada pendahulu orang Arab yang mengaku se-
bagai nabi? Mengapa juga jika belum pernah ada? Abu Sufyan tak
menemukan jawaban. Dia menggeleng, “Tidak.” Heraklius menjeda

http://ebook-keren.blogspot.com
HERAKLIUS 457

pertanyaannya. Membayang lagi mimpinya beberapa waktu silam.
Mimpi yang entah bagaimana sanggup menghunjamkan keyakinan
pada dirinya bahwa kekuasaan Romawi atas Suriah dan Palestina akan
segera berakhir. Membayang juga adegan kedatangan utusan Guber-
nur Ghassan yang membawa seorang Arab Baduwi bersamanya.
Baduwi itu memberikan kesaksian mengenai seorang laki-laki yang
mengaku sebagai seorang nabi. Beberapa orang menjadi pengikutnya,
sebagian lain menentangnya. Di beberapa tempat terjadi peperangan
antara pengikut dan penentangnya. Lelaki Baduwi itu meninggalkan
Arab ketika kecamuk pro-kontra lelaki yang mengaku nabi kian me-
muncak.
Heraklius mengembalikan konsentrasinya kepada Abu Sufyan.
“Apakah lelaki itu keturunan seorang raja?”
Pertanyaan apa lagi ini? Abu Sufyan lagi-lagi berusaha mencerna
pertanyaan itu pelan-pelan. Memperkirakan apa maksud di sebalik-
nya. Dia tidak menemukan apa-apa. Menggeleng kemudian. “Tidak,
Tuanku.”
Heraklius mengangguk-angguk. “Apakah pengikutnya merupakan
orang-orang besar dan terpandang?”
Abu Sufyan merasa ada percik optimisme di benaknya. Ya, orang-
orang yang menyeberang ke Islam sejak awal adalah para budak dan
perempuan. Heraklius tidak akan tertarik pada fakta itu. Tidak perlu
berbohong. “Tidak, Tuanku. Sama sekali bukan. Pengikutnya adalah
orang-orang miskin dan orang-orang lemah.”
Mengelus janggut, dadanya semakin gemetar. Heraklius seperti
merasa tersedot pada sesuatu yang memang sudah dia perkirakan.
“Apakah pengikutnya itu bertambah terus-menerus atau semakin
berkurang?”
Ini sulit. Berkata jujur akan sangat menyakitkan bagi Abu Sufyan.
Tapi berbohong pun terlalu berisiko. Nyaris membual, tetapi dia batal-
kan. Berkata lirih kemudian, “Pengikutnya semakin hari semakin ber-
tambah terus.”
“Di antara para pengikut itu,” lanjut Heraklius, “adakah yang mur-
tad meninggalkan agamanya karena membenci agama baru itu?”

“Tidak. kadang mereka yang menang. kalian diperintahkan apa oleh Muhammad itu?” Ingin rasanya menyumpal mulutnya sendiri.com 458 MUHAMMAD Semakin tak bisa berpikir.’ Dia juga mengatakan. Dia bukan seorang pendusta. bersikap penuh kehormatan.” Napas perlahan terempas. “Apakah kalian memerangi mereka?” Kali ini.blogspot. Ada bintik-bintik ke- ringat di sana. dia yang dapat dipercaya. apakah dulunya dia adalah seorang pendusta?” Al-Amin. berlaku jujur. Namun. “Karena dia adalah seorang nabi. dia tidak pernah berkhi- anat dalam melakukan perjanjian dan sekarang ini kami sedang melakukan perjanjian dengannya. “Sebelum dia menyatakan bahwa dia adalah seorang nabi. kami meme- rangi mereka. Abu Sufyan merasa terperangkap dalam keagungan tatapan sang raja. Lelaki yang disebut-sebut Heraklius itu dipanggil Al- Amin sejak kanak-kanak. “Dia berkata kepada kami. Namun. “Apakah dia suka mengkhianati perjanjian?” Menggeleng Abu Sufyan. kami tidak tahu apa yang setelah ini dia lakukan. Abu Sufyan tak sanggup memanipulasi diri sendiri. ‘Sembahlah Allah semata dan janganlah kalian menyekutukannya dengan sesuatu pun. ‘Tinggalkan apa yang di- ucapkan oleh nenek moyang kalian. Tidak pernah berdusta bahkan untuk hal yang paling sederhana. “Benar. Yang Mulia. dan senantiasa menyambung silaturahmi.” Heraklius mengelus punggung tangannya.” Heraklius mengangguk lagi.” “Bagaimana hasil dari pertempuran yang kalian lakukan dengan mereka?” “Jika kami berperang. Bagaima- na hendak menyebutnya pendusta? “Tidak. Abu Sufyan menggeleng.” Pandangan keduanya bertemu. Yang Mulia. “Setahu kami. Abu Sufyan mengangkat wajahnya. Al-Amin. Heraklius jelas merasakan ada yang menyeruak di dadanya. Tak sabar untuk terus bertanya. http://ebook-keren. kadang kami yang menang.’ Dia pun menyuruh kami untuk menegakkan shalat.” .

” Ada getaran pada kalimat-kalimat Heraklius. “Tahukah eng- kau mengapa aku bertanya hal-hal yang kutanyakan kepadamu tadi?” Abu Sufyan menggeleng.” lanjut Heraklius. Apakah pengikutnya itu adalah pembesar-pembesar dan pejabat? Engkau menjawab bahwa pengikutnya adalah orang-orang lemah dan . Heraklius seolah tengah menikmati efek dari pesan yang dikatakan Abu Sufyan. Dia memang sangat ingin tahu. apakah sebelum ia mengaku sebagi seorang nabi.” Heraklius melayangkan tatapannya. suara- suara apa pun. Dia mulai mengutuki dirinya sendiri.blogspot. orang terpandang. Para nabi yang diutus di tengah-tengah kaumnya selalu berasal dari nasab-na- sab yang tinggi.’ Memang seharusnya begitu. “Kemudian aku bertanya kepadamu. “Aku kemudian ber- tanya kepada engkau. Alamat tidak baik. Apabila ada sebelumnya di antara keluarganya yang menyatakan perkataan tersebut. Sebab. “Aku bertanya kepadamu tentang nasab lelaki itu di antara kalian. “Apakah dia keturunan raja? Engkau menyatakan. “Kemudian aku tanyakan kepadamu apakah ada orang-orang sebe- lumnya yang telah mengklaim bahwa dirinya adalah seorang nabi? Eng- kau mengatakan tidak pernah ada. sekiranya ada bapak atau kakeknya adalah seorang raja. “Aku bertanya kepadamu tentang pengikut-pengikut- nya. Engkau mengatakan bahwa Muhammad memiliki nasab yang mulia. bisa saja Muhammad hanya ikut-ikutan mengklaim dirinya sebagai seorang na- bi.” Apa ini? Abu Sufyan segera sadar apa maksud pertanyaan-perta- nyaan Heraklius kepadanya. ‘tidak. Seolah hendak menyertakan kese- luruhan dirinya agar tidak satu serpihanmu tertinggal. “Memang demikian seharusnya seorang nabi.” Abu Sufyan merasakan kesesakan pada dadanya. Kian mencekat jadinya. “Aku sungguh tahu bahwa seorang nabi itu tidak akan pernah berdusta kepada manusia apalagi berdusta atas nama Tuhan.” Berlanjut dan tanpa tersaingi oleh kata-kata siapa pun.’” Heraklius menggeleng. “Memang demikian. kalian menuduhnya berdusta? Engkau menjawab ‘tidak. Ini sebuah konfirmasi. mungkin saja Muhammad mengucapkan perkataan tersebut hanya ingin mencari kerajaan ataupun kekuasaan nenek moyangnya.” Menghela napas.com HERAKLIUS 459 Tidak ada suara. http://ebook-keren.

Mereka tidak ada yang pernah berkhianat. bersikap penuh kehor- matan.com 460 MUHAMMAD miskin. . Dia benar-benar tak lagi punya keberanian untuk menilai sesuatu. dan menyambung silaturahmi.” Abu Sufyan tak sanggup berlama-lama menatap sang raja.’ Seperti itulah iman.” Berdehem. Heraklius mendekati Abu Sufyan dengan langkah yang tak bergegas.” Heraklius bangkit.” Sepi seperti tadi. Mereka akan semakin bertambah dan bertambah terus sampai menjadi sempurna.blogspot. niscaya dia akan memerintah sampai ke tempat kedua telapak kakiku ini ber- pijak. dan engkau memastikan pengikutnya se- makin bertambah. bersikap jujur. Sejak dahulu. Heraklius menukikkan pandangannya tepat di tengah titik pandang Abu Sufyan.” Abu Sufyan benar-benar merasa kehilangan bobot tubuhnya. “Aku tanyakan kepada engkau. http://ebook-keren. Kalau sudah bersatu dengan hati. “Aku menanyakan kepadamu apa yang dia perintah- kan kepada kalian? Engkau berkata bahwa dia memerintahkan untuk beribadah kepada Allah semata dan melarang kalian untuk melaku- kan perbuatan menyekutukan Tuhan.” “Kemudian aku bertanya apakah pengikut Muhammad semakin bertambah atau berkurang. tetapi juga merasa tengah dirampok. Namun. Pengikut mereka berasal dari kalangan orang-orang lemah dan miskin. Suara Heraklius menyu- supi telinganya. Demikianlah para Ra- sul-Rasul Allah. “Memang seperti itu pengikut para nabi. Kata-kata Heraklius terdengar berlebihan. menatap ujung kakinya sendiri. “Aku bertanya apa- kah ada di antara mereka yang keluar dari agama Muhammad karena membenci agamanya? Engkau katakan. dia tidak akan bisa keluar lagi. “Jika yang engkau terangkan itu betul semuanya.” Abu Sufyan bukan hanya kehilangan suara. Semua orang di ruangan itu sibuk dengan di- rinya sendiri. meninggalkan kursinya. apakah dia pernah berkhianat? Engkau menyatakan tidak. Dia menunduk. ketika yang me- ngatakan adalah raja seagung dia. hal ini sungguh merupakan gam- paran yang menggeret Abu Sufyan pada ketidakberdayaan. Dia pun mengajak kalian untuk melaksanakan ibadah shalat. memang begitu pengikut para nabi. ‘tidak.

apakah benar engkau akan menjadi raja dunia? .” Binar yang asing pada matanya. aku akan berusaha datang menemuinya. http://ebook-keren. aku akan membasuh kedua telapak kakinya.blogspot. “walaupun dengan susah payah . Muhammad.” getar pada kata- kata sang raja kian terasa.. Sekiranya aku yakin akan dapat bertemu dengannya.” lanjut Hera- klius. Apa yang keluar dari lisan Heraklius serasa mencabut semua alasan Abu Sufyan untuk hidup. Raja seagung Heraklius memuliakan orang yang begitu ia hina dan rendahkan.” Membasuh kedua kaki Muhammad! Abu Sufyan benar-benar mera- sa kehabisan napas..com HERAKLIUS 461 “Sesungguhnya aku telah tahu bahwa ia akan lahir. Heraklius seorang penguasa besar se- dangkan Abu Sufyan tahu diri di mana kedudukan dia saat ini. “Ka- lau aku telah berada di dekatnya. “Tetapi aku tidak mengira bahwa dia akan lahir di antara kalian.

http://ebook-keren.blogspot. kesaksian lelaki Baduwi.com 62. Sebuah kabar telah ia terima dari seorang bijak bestari di Konstantinopel. aku hendak membacakan sebuah surat yang sampai kepadaku ke- tika aku berada di Jerusalem. Suriah. Heraklius benar-benar yakin semua kejadian yang ia jalani merupakan jejaring yang memiliki sebuah makna. Para pembesar kerajaan telah berkumpul atas undangannya untuk sebuah perkara yang tidak ada referensi sebelumnya. surat dari seseorang yang meng- aku nabi. Bunyi pin- tu-pintu raksasa berderak menutup setengah terbanting. “Wahai. Homs. dia mengumpulkan para pembesar Romawi untuk mendengarkan teorinya. Kaum Roma. Heraklius duduk di singgasana sembari menimang apa yang hendak dia ka- takan dan apa akibat yang akan muncul kemudian. “Kunci semua pintu. Pulang Istana Heraklius. Dia membutuhkan pendapat seorang ahli untuk menerjemahkannya. Anak- anak kunci diputar menggerincing. Seseorang yang ilmunya menyundul langit itu menerjemahkan makna setiap catatan yang Heraklius kirimkan kepadanya. juga gambaran mimpinya.” Hari itu.” . Catatan mengenai dialog dirinya dengan Abu Su- fyan. I ni hari yang menggadaikan segalanya.

Belum ada suara-suara. ‘Saksikanlah. Jika mere- ka berpaling. Marilah (berpegang) kepada suatu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan engkau. Dia sudah memperkirakan hal itu akan ter- jadi.blogspot. maka katakanlah kepada mereka. se- sungguhnya aku mengajak engkau untuk memeluk Islam. Orang-orang mulai gelisah. Kaisar Ro- mawi yang agung.” Heraklius melirik. “Gubernur Bostra menerima surat ini beberapa waktu lalu dan menyampaikannya kepadaku. bahwa kami adalah orang-orang yang berserah diri (kepada Allah). “Catatan itu lalu . Masuklah engkau ke agama Islam maka engkau akan selamat dan peluklah agama Islam maka Allah memberikan pahala bagimu dua kali dan jika engkau berpaling. “Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Pe- nyayang. “Katakankah. Wahai.” Semua telinga menyimak.” Heraklius segera menangkap perkembangan tak menyenangkan itu. Seolah setiap napas pun berembus dengan penuh perhitungan. Semua kepala dipenuhi tanda tanya. Kalian dengarkanlah dengan saksama. Dari Muhammad utusan Allah untuk Heraklius. Romawi adalah kerajaan perkasa dan seketika ada seseorang yang mengaku nabi dan berani-berani menawarkan konsep yang demikian tak biasa.com PULANG 463 Seluruh perhatian di ruangan itu tertuju kepada sang raja. Selain daripada itu. Ahli Kitab. “Aku telah mencatat banyak hal terkait hal ini.’” Heraklius menggulung suratnya lalu menemukan orang-orang mu- lai berbisik satu sama lain. Mencari tahu akibat kalimat pertamanya ter- hadap reaksi orang-orang. bahwa tidak kita sembah kecuali Allah dan tidak kita persekutukan Dia dengan sesuatu pun dan tidak (pula) sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai Tuhan selain Allah. Salam bagi siapa yang mengikuti petunjuk. http://ebook-keren. maka engkau akan menanggung dosa orang-orang Romawi. Para undangan ma- sih menunggu.

orang-orang pun lalu memperlihatkan sikap melunak. Beberapa orang segera memburu pintu.” Orang-orang menjawab dengan nada suara berbeda-beda. “Kaum Roma! Jika tujuan kalian adalah keberhasilan dan kebenaran. “Yang Mulia. Ketika kepanik- an dan suara-suara semakin meninggi dan penuh pemberontakan. “Aku mengatakan hal yang kalian dengar tadi untuk menguji kekuatan keyakinan kalian! Sekarang aku sudah tahu. Heraklius cepat-cepat mengambil perhatian dengan meneriakkan setiap kata dari mulutnya. Bahkan. dan jika kalian menginginkan kedaulatan kalian tetap bertahan. “Dia . http://ebook-keren. Tapi dia bi- arkan reaksi orang-orang seperti itu beberapa lama.” Heraklius menahan kali- matnya. ketika mereka menyadari pintu-pintu itu telah dikunci. maka berbaiatlah kepada nabi ini!” Kisruh seketika. Yang Mulia!” “Tidak. Kalian tahu apa jawaban yang kuperoleh darinya?” “Tentu tidak. “Kaum Roma. mereka menampik keras kata-kata sang raja.” Seperti diguyur air murni dan tak tercemar. Mereka membeku di tempat masing-masing. Dari ketegangan luar biasa menjadi san- .” Riuhlah orang-orang kemudian. “Orang bijak itu mengatakan kepadaku. Reaksi orang-orang bermacam-macam tetapi satu pesan. pengirim surat ini. apakah engkau mengajak kami untuk meninggalkan agama kami. Bisik-bisik berubah menjadi su- ara-suara yang meninggi. supaya menjadi hamba kepada si Orang Baduwi yang datang dari negeri Hijaz itu?” Ini sudah diperkirakan oleh Heraklius sejak semula. Salah seorang di antaranya berbalik lalu menghampiri Heraklius. Karena itu.blogspot. Heraklius lantas berdiri dan berteriak. mereka tetap saja menyentak-nyentak gagang pintu dan memukul-mukulnya.. dengarkan ra- jamu!” Melengking dan ber wibawa. Orang-orang seperti diterkam si- hir yang paling menyihir. Tidak ada lagi keraguan. ikutilah dan berimanlah kepadanya.com 464 MUHAMMAD aku kirim kepada seorang bijak di Konstantinopel.. adalah nabi yang telah kita tunggu- tunggu. Seba- gian sekadar menggeleng saja.

Aku bersaksi bahwa Muhammad utusan Allah!” Suara Bilal. Perjanjian Hudaibiyah menahan para Muslim Madinah untuk menziarahi Ka‘bah setahun lalu. Ribuan manusia berbalut kain putih ber- jalan turun menuju lembah. memegang tali kendali. Kaum Roma. di atas unta yang namanya terkemuka: Qaswa. tidakkah kalian percaya. Dari barat daya. mengitari Ka‘bah tujuh kali. sebagian lagi menaiki unta yang berjalan pelan. berhari-hari perjalanan darat dari tempat Hera- klius berdiri. Dua tangan- nya terangkat. dan tahun ini ribuan manusia berpakaian putih menenggelamkan Makkah dalam kesyahduan mereka. “Allah Maha Besar! Aku bersaksi tiada tuhan melainkan Allah. Heraklius menatap orang-orang semen- tara hatinya berkata kepada dirinya sendiri. Seorang pemu- da berjalan kaki di depannya.blogspot. merapat di kepala lalu menggemalah suara oleh lidah- nya. Sayup membahana dan kian nyata. mereka menyaksikan barisan putih yang mengalir seperti air. lelaki muazin yang suaranya sebening embun. para pemuka Quraisy berkumpul di Bukit Abu Qubais. Seseorang yang dimuliakan berjalan paling depan. Ribuan orang tertancap pada perasaan yang terbilang: Mak- kah kami pulang. Mereka bergantian menyentuh Hajar Aswad. Ribuan orang. pawai jemaah Madinah itu segera memasuki area Ka‘bah. Labbaik Allâhumma labbaik. Pemandangan yang menyesakkan bagi para lelaki yang berdiri di atas bukit itu. satu seragam. . Di tempatnya berdiri. Seseorang yang legam kulitnya menaiki atap Ka‘bah. Makkah.com PULANG 465 tai bersahaja. alunan kalimat yang diseru- kan bersama-sama. berduyun-duyun. Tumpah lewat air mata dan teriakan kesyukuran. Perjanjian telah tunai. Tak berapa lama. Rindu yang ter- tahan-tahan. Unta-unta kurban disembelih dan mereka mulai mencukur rambut. Mereka kaum Muslim dari Madinah. Dia begitu merindukan Makkah dan hari itu dia merasakan bahagia yang merekah. Satu per satu membungkukkan badan tanda hormat yang khidmat. mereka leluasa melihat sekeliling negeri. Dari ketinggian itu. http://ebook-keren. berakhir di Marwah. para pengikut nabi itu kelak akan benar-benar menaklukkan Suriah? Sementara itu. Mereka berjalan kaki. Ya Tuhan. aku datang memenuhi panggilan-Mu.

apakah sebenarnya yang menggelisahkan batinmu? Bukankah telah takluk Benteng Khaibar. dan mendengarkan azan Bilal dari atap Ka‘bah. A pakah yang menggundahkan hatimu. Engkau dan ribuan pengikutmu mengitari Ka‘bah. Tidakkah telah terobati dahaga kerin- duan akan kampung halaman dan rumah Tuhan? Jadi. Janji yang Dilanggar Madinah. benteng gunung.blogspot. Dia Shafiyyah. pertahanan ter- akhir Yahudi yang paling membencimu? Engkau dan 1. Yahudi penghasut yang mem- bujuk Bani Quraizhah mengkhianati perjanjian denganmu pada . menyembelih hewan kurban.600 pa- sukanmu melumpuhkan 14 ribu tentara Yahudi dan sekutunya. http://ebook-keren. Membawa pulang kemenangan dan melipur lara seorang janda pemimpin Yahudi yang sebelum kedatanganmu bermimpi ke- jatuhan rembulan di pangkuannya. Seluruh musuhmu menyangsikan kemampuan pasukanmu menembus benteng Khaibar. wahai Pemilik Hati yang Tercuci? Bukankah telah lunas kerinduan ribuan Muslim Madinah untuk berziarah ke Makkah? Terbayar sudah kenelangsaan yang setahun sebelumnya terta- han di Hudaibiyah. 630 Masehi. Perempuan itu putri Huyay. Engkau menjungkir-balikkan keraguan mereka. kukuh perkasa tak tertembus.com 63.

Sese- orang yang menginginkan kehancuranmu. Khalid merasakan cahaya memendari hatinya. Lalu. Dia adalah permata dalam lumpur.” . tetap menjadi Yahudi dan kembali kepada kaumnya atau menjadi Muslim dan engkau nikahi. “Aku bersaksi tiada Tuhan selain Allah dan Engkau adalah utusan Allah. Dia janda 35 tahun.com JANJI YANG DILANGGAR 467 Perang Parit. Se- buah mimpi yang mengantarkannya ke Madinah. Dia mendengar kehadiranmu di Quba. penguasa Abyssinia saat memba- cakan ayat mengenai Maria? Bersamanya. Engkau ubah dendam men- jadi cinta. Engkau memberinya pilihan. Keimanannya kepada Allah dan kepada kenabianmu. Menikahi putri pembencimu. mem- balas salamnya dan menyatakan keislamannya. Berdiri persis di hadapanmu dan menyampaikan salamnya kepadamu. Ia bermimpi berdiri di suatu negeri yang semua sisinya tertutup dan teramat tandus.blogspot. Sekali lagi.” jawab Shafiyyah. ke- imanan Yahudi meyakinkan dia akan datangnya Seseorang yang Dijan- jikan. http://ebook-keren. apa sebenarnya yang membuat engkau tampak begini risau? Bukankah telah bergabung ke dalam barisanmu dua tokoh Mak- kah yang dulu menggagalkan kemenangan pasukanmu di Perang Uhud? Khalid bin Walid sepulang dari Perang Parit selalu merasa tak tenang dan mulai meyakini engkau berada di dalam lindungan. apa gerangan sesuatu yang seolah mengeruhkan ketenang- anmu? Bukankah telah datang sahabatmu Ja‘far dari Abyssinia? Dia yang penampilannya mirip denganmu. Lantas. Jauh sebelum kedatanganmu ke Khaibar. Menemuimu. Lelaki yang belasan tahun lalu memuntahkan air mata Negus. Dia mulai yakin engkaulah yang dijanjikan itu. datang pula istrimu Ummu Habibah yang engkau nikahi dengan perantara Negus. Engkau menjadikannya istri. dalam perjalanan Hijrah dari Makkah ke Madinah. “Aku memilih Allah dan Rasul-nya. juga putri Abu Sufyan—lelaki pembencimu. Ia keluar dari kawasan itu kemudian menemui se- buah lahan hijau subur dengan padang rumput luas dan panjang. Engkau menyambutnya dengan wajah seterang purnama. engkau ubah dengki menjadi cinta.

” Lalu siapakah lelaki yang berada di samping Khalid itu? Bukankah dia ‘Amr bin Al-Ash.” “Wahai. Maka. “engkau telah menyaksikan semua pertempuran yang di sana aku tu- rut melawanmu dalam mengingkari kebenaran. menemuimu.com 468 MUHAMMAD Seberapa lega rasa hatimu. Mohonkanlah kepada Allah agar Dia mengampuniku.” Khalid jelas ingin mengungkapkan sesuatu. “Ya Allah. ‘Amr menaiki kapal yang mengantarnya ke Pelabuhan Yamani. “Islam menghapuskan semua yang terjadi sebe- lumnya. ‘Amr berpikir Negus telah mencabut dukungannya kepada agamamu. wahai Lelaki Berhalus Rasa? Kha- lid yang dulu demikian ingin menghancurkanmu kini menyerahkan hidupnya kepadamu. orator ulung yang dulu geram hatinya tatkala Ja- far berhasil meyakinkan Raja Negus untuk memberikan suaka politik kepada pengungsi Makkah? Bukankah dalam Perang Uhud. Bertemu dan berdiskusi dengan Khalid lalu bersama-sama berangkat ke Madinah. “Aku pernah melihat dalam dirimu ada kecerdasan yang aku harap akan mengantarkanmu kepada kebaikan. Lalu apa yang ‘Amr alami sehingga dia berbalik hati? Bukankah dia pergi ke Abyssinia untuk membujuk Negus agar mau bekerja sama? Setelah para imigran Muslim di Abyssinia berangkat ke Madinah.” Apakah yang engkau rasakan. http://ebook-keren. Rasulullah.blogspot. . am- punilah Khalid atas semua yang menghalangi jalan menuju jalan-Mu.” katamu yang telah memberimu petun- juk.” “Meskipun sebanyak itu?” Engkau tahu Khalid tetap menginginkan doamu. wahai Lelaki yang Selalu Berlega Hati? Tidakkah mengganggu ingatanmu tentang Perang Uhud yang mereng- gut jiwa pamandamu Hamzah dan puluhan sahabat lain? Bukankah Khalid orang yang paling bertanggung jawab terhadap kekalahan pa- sukanmu? “Segala puji bagi Allah. Dari tempat itu dia naik unta sampai ke Haddah. dia pun demikian menikmati kehancuran pasukan Muslim? Apakah yang terjadi kepadanya hingga tak sanggup membuka kedua matanya? Dia bertemu dengan Khalid dan ‘Utsman putra Thal- hah dari Abd al Dar di Haddah sekembalinya dia dari Abyssinia.

berduyun-duyun masuk Islam orang-orang yang dulu menjadi penentang? Jika memang demikian. dan Makkah ka- lah. dia mendatangimu. . Jika terjadi pertempuran besar denganmu. seperti Musa menang atas Fir‘aun dan pengikutnya. ‘Amr meminta suaka politik kepada Negus. Dalam kelimbungan kepercayaan diri tetapi menggembungnya harapan masa depan. kesepakatan itu terkoyak oleh kepicikan orang-orang Quraisy Makkah jauh hari sebelum rentang waktu yang disepakati berakhir. ajar- annya benar dan dia akan memenangkan setiap upaya perlawanan ter- hadap dirinya. “Tahukah engkau ‘Amr?” Negus duduk di singgasananya dan me- minta ‘Amr menyimak apa yang dia katakan perlahan-lahan. Mereka mempersenjatai kabilah Bakr. dalam pertem- puran melawan kabilah Khuza‘ah. Demi Tuhan. Pertempuran berlanjut ke kawasan suci dan dicampuri oleh orang- orang Quraisy. rupanya itu yang mengganggu hatimu? Perjanjian damai Hudaibiyah seharusnya berumur 10 tahun.com JANJI YANG DILANGGAR 469 dia mendatangi Negus dengan berbagai hadiah dan menyampaikan isi hatinya. Bukankah selain kedua orang itu.blogspot. Dia menyatakan keimanannya kepadamu. sekutu Madinah.” Keterpanaan ‘Amr terhadap jawaban Negus memberangus segala kehitaman hatinya kepadamu. wahai Raja?” “Aku bersaksi di hadapan Tuhan. ‘Aisyah membawakan- mu air untuk bersuci dan mendengar gumamanmu itu tanpa berkata sesuatu. ‘Amr. dan ikutilah dia. Na- mun. Bakr terlebih dulu menyerang Khuza‘ah pada malam hari dan membunuh satu orang. http://ebook-keren. “lakukan apa yang kukatakan kepadamu. sekutu mereka.” Engkau mengatakan itu sebelum berwudu. “Cara terbaik untuk membangun masa depanmu adalah menjadi pengikut Muhammad. Ketakzimannya kepadamu membuatnya bahkan tak sanggup lagi membuka mata ketika bertatap muka denganmu.” “Apakah engkau percaya kepada kenabiannya.” lantang suara Negus. lalu apa yang engkau gelisahkan? “Aku tidak akan ditolong jika aku tidak menolong keturunan Ka’b. Ah.

melawan dingin dan panas. “Aku tidak ha- dir dalam perjanjian Hudaibiyah. Dia membawa misi yang kini bergantung pada kemampuannya berdiskusi. maka marilah kita sekarang mem- perkuat perjanjian tersebut dan memperpanjang masa berlakunya. Dipanggil raja berkuasa dan ditanyai banyak hal mengenai dirimu. Bani Ka’b dan Khuza‘ah mengirim utusan ke Madinah untuk mengabarkan pengkhi- anatan Quraisy kepadamu.blogspot. ketika engkau menatap wajahnya. Seseorang yang menaikinya berharap sampai ke Madinah dalam sekejap. seekor kuda terpacu cepat-cepat. Dia mendatangi rumahmu hari itu. Engkau meminta mereka menyerahkan urusan Quraisy kepadamu. Tidak terlalu sombong tidak pula merendahkan diri. wahai Le- laki yang Tajam Pikirannya? Dia pembencimu. dari arah berlawanan. mengharapkan pertolonganmu. Dia hanya ingin segera sampai ke Madinah. Laki- laki yang menunggangi kuda itu abai ketika debu gurun menghambur. dulu. Adakah engkau telah merencanakan sesuatu? Hari itu. Lelaki itu baru saja pulang ke Makkah dan segera harus pergi lagi karena para pemu- ka Quraisy mendesaknya untuk menemuimu. “Wahai. bersamaan dengan kepulangan utusan kabilah sekutu itu. pamandamu.” nada suara Abu Sufyan masih coba ia jaga. Menemuimu. Istrinya sungguh tak berhati. perusak jasad Hamzah.” .com 470 MUHAMMAD Ini jelas sebuah pengkhianatan terhadap perjanjian. Namun. dan di pung- gungnya teronggok beban yang tak terperi: tugas untuk meyakinkanmu. Lelaki itu: Abu Sufyan. http://ebook-keren. pengkhianatan Quraisy tak perlu dibalas dengan sebuah penghukuman. Muhammad. Lelaki Makkah itu belum lama sampai di rumahnya dari perjalan- an jauhnya ke Suriah. mengunyah hati Hamzah dan memotongi bagian tubuhnya yang telah mati. Berbicara apa saja un- tuk menahan marahmu. e Apa yang terpikir olehmu. dia juga ayah dari istrimu: Ummu Habibah. Menempuh perjalanan keras menerabas gurun. Perjalanan dagang tak biasa karena kali ini dia mendapat kejutan yang tak pernah terbayangkan. Dia juga pernah menjadi sahabat- mu ketika belum engkau umumkan misimu.

blogspot. Dia melihat sekeliling dan menyaksikan bagaimana Madinah telah menjadi kota yang demikian kuat dan taat. Ummu Habibah. Bukankah anaknya itu kini telah menjadi istrimu? Apakah engkau ti- dak akan mendengarkan permintaan istrimu jika ia memintamu un- tuk membuat ulang perjanjian damai dengan Makkah? Seberapa pun perbedaan dengan dirinya. “menjaga gencatan senjata sampai pada periode yang ditentukan di Hudaibiyah. “Bukankah pihakmu yang melanggar perjanjian tersebut?” “Tuhan melarangnya. Kata-katamu bernas dan tak bertele-tele. Kami tidak akan mengubahnya. Dia bertanya ke- pada orang-orang di mana tempat tinggal putrinya. Segalanya tertib dan tak berantakan. http://ebook-keren. apa yang sanggup dilakukan Makkah? Abu Sufyan berpamitan kepadamu lalu meninggalkanmu dengan kaki-kaki gontai. Bukankah ayah dan anak itu telah terpisah sekian lama? Sejak Ummu Habibah berhijrah dari Makkah ke Abbyssinia. orang Quraisy pun tahu. Hanya itukah kalimat yang sanggup ia sampaikan? Engkau seperti telah menutup kemungkinan berdiskusi. Abu Sufyan berpikir bagaimana pun juga Ummu Habibah adalah anaknya. Orang-orang berlalu-lalang dalam kejernih- . tetapi juga membuat Tuhan murka? “Demikian pula kami. mengkhianati perjanjian damai tidak hanya merendahkan manusia. Membujukmu tak mungkin lagi maka dia berpikir ba- gaimana agar tak bertangan kosong ketika kembali. tidak pula menerima perubahannya.” Abu Sufyan menahan kalimatnya. selesai dengan usaha lobinya yang pertama.” komentarmu. Jika engkau menganggap serangan ulah Bakr dan Quraisy membuat perjanjian damai batal. 15 tahun sudah keduanya berpisah. Lahir dengan perantara dirinya. Seakan merasa ditipu diri sen- diri. Seperti apakah wajah putriku? Abu Sufyan melangkah dengan hati yang mulai goyah.com JANJI YANG DILANGGAR 471 Engkau memastikan Abu Sufyan telah selesai dengan kalimatnya. maka perang tak akan terhindarkan. Dengan kekuatan yang kini dimiliki Madinah.” Apa yang coba Abu Sufyan katakan? Apakah yang dia maksud. Abu Sufyan segera paham Makkah dalam kesulitan besar.

Abu Sufyan semakin merasa kakinya berdiri dengan getar yang menghunjamkan nyeri. Segeralah Abu Sufyan tahu. Sembari membayangkan segala perlakuannya kepadamu lalu gam- bar adegan perbincangan Heraklius mengenai dirimu. “apakah engkau pikir. engkau pemimpin Quraisy. Dia berhitung dengan kemungkin- an. Dengan sikap hormat meski sedikit kaku. “Putri kecilku. Kian tak yakin dengan kekuatan diri sendiri dan mengira-ngira apa yang akan terjadi. Ummu Habibah menggulung selembar tikar yang tadinya tergelar di lantai. “Ayahku. http://ebook-keren. Tak perlu menebak-nebak. berkata tanpa mena- tap ayahnya. Rupanya dia menjaga supaya ayahnya tidak sampai menduduki tikar itu. Bagaimana bi- . Abu Sufyan mengetuk pintu. Dia pun telah memperkirakan. Setidaknya sebagian kecil pada hatinya.com 472 MUHAMMAD an batin dan bahasa tubuh mereka. Abu Sufyan me- rasakan getaran yang mengganggu. Tentulah ada perubahan pada keremajaan putrinya setelah waktu menggerus usia. Di ruangan tempat tinggal Ummu Habibah hampir tidak ada apa-apa.blogspot.” pandang matanya syahdu tetapi penuh keyakinan. Ummu Habibah telah mendengarnya. Di depan pintu salah satu ruangan di antara bangunan tempat tinggal istri-istrimu. Ketika pintu perlahan terbuka. Perempuan tidak memiliki kedudukan berarti pada tradisi yang ia jalani.” ada detak ragu.” Tentang kedatangan Abu Sufyan ke Madinah. Berkeliling pandangan Abu Sufyan dan dia masih tak me- nemukan apa-apa. ayahnya akan datang mengunjunginya. Ummu Habibah mempersilakan Abu Sufyan masuk. dia yang berdiri di hadapan adalah anaknya. tikar itu terlalu bagus untukku atau aku terlalu bagus untuknya?” Ummu Habibah memeluk gulungan tikarnya. “Putri kecilku. bagaimana keluargamu menjalani hari-hari. Abu Sufyan menatap anaknya dengan kesungguhan. Dia mereka-reka garis wajah seorang perempuan yang terakhir dia saksikan masih ber- usia 20 tahun. Bagaimanapun ada arti Ummu Habibah pada hatinya. Abu Sufyan yakin engkaulah pusat spirit dari ini semua. “Ini tikar Rasulullah. Seraut wajah yang ia kenal melongok di bagian pintu yang setengah terbuka. Namun.

melepaskan cangkulnya.” tegar nada Abu Sufyan berbi- cara. Sebuah suara melengking dari masjid lalu orang-orang serempak meninggal- kan apa pun yang tengah dia kerjakan sebelumnya. Belasan tahun tak bertemu dan ini yang Abu Sufyan temui. Serempak. meninggalkan dagangannya. Abu Sufyan segera mende- ngar dan menyaksikan apa yang tidak pernah dia lihat dan dia dengar di Makkah atau tempat mana pun yang pernah dia kunjungi. Bergelombang penduduk kota menuju masjid dalam kepatuhan yang jauh dari imaji- nasi Abu Sufyan. kali ini mencari rumah Abu Bakar. Meminjamkan tikarmu untuk tempat ayah- nya duduk pun. Tidak secara langsung tetapi hal itu jelas tersirat. Dia lantas menghentikan kaki-kakinya. tanpa seorang pun yang memberontak. Dia kembali ber- tanya kepada orang-orang. Kebanggaan diri menyeruak pada diri Abu Sufyan.com JANJI YANG DILANGGAR 473 sa engkau tidak masuk Islam dan tetap menyembah batu yang tidak bisa mendengar ataupun melihat?” Tak percaya rasanya. Abu Sufyan sekejap menyadari bah- wa jika dia berharap bisa menggoyahkan keteguhanmu lewat Ummu Habibah. melihat ritual itu dilakukan begini massal adalah pengalaman baru. itu sia-sia belaka. tapi belum berhenti ber- harap untuk menemukan jalan membujuk dirimu. berteduh di bawah palem . “Haruskah aku mengabaikan apa yang disembah nenek moyang untuk mengikuti agama Muhammad?” Tak perlu berpanjang lebar. Bagaimanapun. Abu Sufyan merasa tak ada gunanya berpanjang pembicaraan. Bagaimana mungkin istrimu itu mau membujukmu untuk kepentingan ayahnya? Tidak banyak perbincangan antara ayah dan anak itu setelahnya. Penolakan anaknya. Namun.blogspot. Dia segera meninggalkan anak perempuannya. Mereka yang sedang beristira- hat buru-buru meninggalkan rumahnya. “Mengherankan. Lelaki itu melongo tak mengerti bagaimana mungkin begini banyak orang diatur tanpa cemeti atau caci maki? Abu Sufyan tahu bagaimana orang-orang Islam bersembahyang. Mereka yang te- ngah berdagang. Harga diri yang mesti dilindungi. Ummu Habibah tak mau. Hari sampai pada titik tengah siang. dia memiliki wibawa yang harus dijaga. http://ebook-keren. Mereka yang sedang mencangkul.

wahai Lelaki yang Mencintai Persahabatan? . Maka. Abu Bakar. Padahal.blogspot. Jika Abu Bakar keluar masjid. Dia mengenali beberapa wajah. Abu Sufyan lantas melangkah sambil menyembunyikan wajah dalam ketertundukan. tetangga-tetang- ganya sewaktu masih di Makkah. pulang dari masjid. Dia pasti berada di antara kerumunan orang yang kini bayangannya pun amblas memasuki pintu-pintu masjid. Namun. Menunggu beberapa lama. selamat datang. dia hanya mencari Abu Bakar. Namun. Dia hendak menunggu Abu Bakar di se- kitar rumahnya saja. tentu dia ada di kanan atau kirimu. alan