You are on page 1of 38

Referensi Artikel

PEMERIKSAAN ULTRASONOGRAFI PADA KEHAMILAN NORMAL

Disusun Oleh:
Dahniar Rizki Fahriani G99152032
Katherine Gowary Sugiarto G99152044
Rahmi Syuadzah G99152042

Pembimbing:
dr. Prasetyo Sarwono Putro Sp.Rad

KEPANITERAAN KLINIK BAGIAN RADIOLOGI
FAKULTAS KEDOKTERAN UNS/RSUD DR. MOEWARDI
SURAKARTA
2017

BAB I
PENDAHULUAN

Pemeriksaan ultrasonografi (USG) saat ini telah dipandang sebagai standard baku
yang tidak dapat dipisahkan dari pelayanan obstetrik ginekologi modern. Pada beberapa
negara, diperkirakan 90-100% wanita hamil yang memeriksakan diri, minimal satu kali
pernah menajalani pemeriksaan USG obstetri. Di Jerman, pemeriksaan obstetri dilakukan
sebanyak tiga kali yaitu kehamilan 9-12 minggu, 19-22 minggu, dan 29-32 minggu. Di
Indonesia, beberapa pusat pendidikan menganjurkan pemeriksaan USG rutin satu kali yaitu
kehamilan 18-20 minggu (Callen,2000)
Di RSPA Gatot Soebroto Jakarta, dilakukan penapisan kelainan bawaan (screening)
USG sebanyak dua kali, yaitu pada usia kehamilan 10-14 minggu (screening pertama) dan
18-22 minggu (screening kedua). Pemeriksaan tambahan dilakukan atas indikasi medias
misalnya pemantauan pertumbuhan janin pada kasus intra uterine growth restriction (IUGR),
pemantauan letak plasenta pada kasus plasenta previa, pemantauan indeks cairan amnion
pada kasus ketuban pecah atau mencari kausa perdarahan dalam kehamilan. Pada pasien yang
baru diketahui hamil atau baru memeriksakan diri ke RSPAD Gatot Soebroto, juga dilakukan
USG.
Salah satu tujuan utama dari USG di bidang obstetir adalah untuk menentukan usia
gestasi secara lebih tepat, memantau pertumbuhan janin dan melakukan deteksi dini adanya
kelainan janin pada massa antenatal. Oleh karena itu pada setiap pemeriksaan USG obstetri
kehamilan harus diperiksa dengan cermat dan sistematis.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

A. Anatomi Organ Reproduksi
Organ reproduksi perempuan terbagi atas organ genitalia eksterna dan organ genitalia
interna. Organ genitalia eksterna adalah bagian untuk sanggama, sedangkan organ genitalia
interna adalah bagian untuk ovulasi tempat pembuahan sel telur, transportasi blastokis,
implantasi, dan tumbuh kembang janin.

Organ genitalia eksterna, atau disebut juga vulva, meliputi seluruh struktur eksternal
yang dapat dilihat mulai dari pubis sampai perineum, yaitu mons veneris, labia mayora dan
labia minora, klitoris, selaput darah (hymen), vestibulum, muara uretra, berbagai kelenjar dan
struktur vaskular.

 Mons veneris (mons pubis)
Mons veneris (mons pubis) adalah bagian yang menonjol di atas simfisis dan pada
perempuan setelah pubertas ditutup oleh rambut kemaluan.

 Labia mayora
Labia mayora terdiri atas bagian kanan dan kiri, lonjong mengecil ke bawah, terisi oleh
jaringan lemak yang serupa dengan yang ada di mons veneris. Ke bawah dan ke
belakang kedua labia mayora bertemu dan membentuk kommisura posterior. Labia
mayora analog dengan skrotum pada pria.

 Labia minora (nymphae)
Labia minora (nymphae) adalah suatu lipatan tipis dari kulit sebelah dalam bibir besar.
Ke depan kedua bibir kecil bertemu yang di atas klitoris membentuk preputium
klitoridis dan yang di bawah klitoris membentuk frenulum klitoridis. Ke belakang
kedua bibir kecil juga bersatu dan membentuk fossa navikulare. Kulit yang meliputi
labia minora mengandung banyak glandula sebasea dan juga ujung-ujung saraf yang
menyebabkan bibir kecil sangat sensistif.

 Klitoris
Klitoris kira-kira sebesar biji kacang ijo, tertutup oleh preputium klitoridis dan terdiri
atas glans klitoridis, korpus klitoridis dan dua krura yang menggantungkan klitoris ke

otot konstriktor uretra dan fasia internal maupun eksternal yang menutupinya. panjangnya rata-rata 4 cm. Anatomi Genitalia Eksterna Wanita (Netter. Introitus vagina ditutupi oleh selaput darah. Diafragma urogenitalis meliputi muskulus transverses perinea profunda. Jaringan yang mendukung perineum terutama ialah diafragma pelvis dan diafragma urogenitalis. Glans klitoridis terdiri atas jaringan yang dapat mengembang. kanan dan kiri oleh kedua bibir kecil dan di belakang oleh perineum (fourchette).  Perineum Perineum terletak antara vulva dan anus. Gambar 1. Diafragma pelvis terdiri atas otot levator ani dan otot koksigis posterior serta fasia yang menutupi kedua otot ini. penuh dengan ujung saraf. yaitu di daerah segitiga antara tuber isiadika dan simfisis pubis. Diafragma urogenitalis terletak eksternal dari diafragma pelvis.  Introitus Vagina Introitus vagina mempunyai bentuk dan ukuran yang berbeda-beda. . 2010)  Vestibulum Vestibulum berbentuk lonjong dengan ukuran panjang dari depan ke belakang dan dibatasi di depan oleh klitoris. sehingga sangat sensitif. os pubis.

lebar di 5. masing-masing panjangnya berkisar antara 6-8 cm dan 7-10 cm. sedangkan korpus uteri ke depan dan membentuk sudut dengan serviks uteri). Letak uterus dalam keadaan fisiologis adalah anteversiofleksio (serviks ke depan dan membentuk sudut dengan vagina.25 cm. Ukuran panjang uterus adalah 7-7. . Di vagina tidak didapatkan kelenjar bersekresi. tebal dinding 1.  Uterus Berbentuk advokat atau buah pir yang sedikit gepeng ke arah depan belakang. Uterus terdiri atas (1) fundus uteri. Di tengah-tengahnya ada bagian yang lebih keras disebut kolumna rugarum. Dindingnya terdiri dari otot-otot polos. Lipatan ini memungkinkan vagina dalam persalinan melebar sesuai dengan fungsinya sebagai bagian lunak jalan-lahir. )  Vagina (Liang Sanggama) Vagina merupakan penghubung antara introitus vagina dan uterus.25 cm. Anatomi Genitalia Interna Wanita (Sobotta. Dinding depan dan belakang vagina berdekatan satu sama lain. Ukurannya sebesar telur ayam dan mempunyai rongga.5 cm. Bentuk vagina sebelah dalam yang berlipat-lipat dinamakan rugae. (2) korpus uteri dan (3) serviks uteri. Organ genitalia interna terdiri dari: Gambar 2.

dan anatomis yang menyertai kehamilan menimbulkan gejala dan tanda yang memberikan bukti adanya kehamilan. Bukti presumtif (tidak pasti) Gejalanya :  Mual dengan atau tanpa muntah.  Ovarium (indung telur) Perempuan pada umumnya mempunyai 2 indung telur kanan dan kiri. yaitu bagian ujung tuba yang terbuka ke arah abdomen dan mempunyai fimbria. kehamilan normal biasanya berlangsung dalam waktu 40 minggu. merupakan bagian medial tuba yang sempit seluruhnya. 2. dan trimester 3 selama 13 minggu (minggu ke-28 sampai minggu ke-40). kehamilan didefinisikan sebagai fertilisasi atau penyatuan dari spermatozoa dan ovum. yaitu bagian yang berbentuk sebagai saluran agak lebar. Diagnosis Banyak manifestasi dari adaptasi fisiologis ibu terhadap kehamilan yang mudah dikenali dan dapat menjadi petunjuk bagi diagnosis dan evaluasi kemajuan kehamilan. B. Fisiologi Kehamilan 1. Ovarium berukuran kurang lebih sebesar ibu jari tangan dengan ukuran panjang kira-kira 4 cm. tempat konsepsi terjadi. Gejala dan tanda tersebut dibagi menjadi tiga kelompok.5 cm (Prawirohardjo. . Perubahan endokrinologis. yaitu bagian yang terdapat di dinding uterus (2) pars ismikia. fisiologis. Usia kehamilan tersebut dibagi menjadi 3 trimester yang masing-masing berlangsung dalam beberapa minggu. (3) pars ampularis.  Tuba Fallopi Tuba Fallopi terdiri atas (1) pars interstisialis. Definisi Kehamilan Menurut Federasi Obstetri Ginekologi Internasional. dan (4) infundibulum. trimester 2 selama 15 minggu (minggu ke-13 sampai minggu ke-27). antara lain : a. Dihitung dari saat fertilisasi sampai kelahiran bayi. Mesovarium menggantung ovarium di bagian belakang ligamentum latum kiri dan kanan. Trimester 1 selama 12 minggu. 2010). lebar dan tebal kira-kira 1. dilanjutkan dengan nidasi atau implantasi.

perubahan yang ditimbulkan terjadi secara menyeluruh pada organ tubuh ibu yang berjalan seiring dengan usia kehamilan dalam trimester.  Fatigue atau rasa mudah lelah. Bukti kemungkinan kehamilan  Pembesaran abdomen. Tanda Positif Kehamilan  Identifikasi kerja jantung janin yang terpisah dan tersendiri dari kerja jantung ibu.  Pengenalan mudigah dan janin setiap saat selama kehamilan dengan USG atau pengenalan janin yang lebih tua secara radiografis pada paruh kedua kehamilan. Tanda :  Terhentinya menstruasi.  Kontur fisik janin. 3.  Gangguan berkemih.  Perubahan warna mukosa vagina. Sistem Reproduksi 1) Trimester 1 .  Perubahan anatomis pada serviks.  Ballotement. Perubahan tersebut difasilitasi oleh adanya perubahan kadar hormon estrogen dan progesteron selama kehamilan. ukuran.  Adanya gonadotropin korionik di urin atau serum. Baik dari segi anatomis maupun fisiologis. Perubahan-perubahan tersebut meliputi : a.  Meningkatnya pigmentasi kulit dan timbulnya striae pada abdomen.  Perubahan bentuk.  Persepsi gerakan janin aktif oleh pemeriksa.  Persepsi adanya gerakan janin. dan konsistensi uterus. c. b. tubuh sang ibu juga mengalami perubahan- perubahan yang dimaksudkan untuk keperluan tumbuh dan kembang sang bayi.  Kontraksi Braxton Hicks. Perubahan Fisik Selama Kehamilan Seiring berkembangnya janin.  Perubahan pada payudara.

Tetapi pada awal kehamilan. khususnya selama trimester dua kehamilan. Pada trimester kedua ini. Kontraksi yang tidak teratur dan biasanya tidak nyeri ini dikenal sebagai kontraksi Braxton Hicks.2 Pembesaran dan penebalan uterus disebabkan adanya peningkatan vaskularisasi dan dilatasi pembuluh darah. vagina dan serviks menjadi lebih merah agak kebiruan/keunguan. kemudian mengecil setelah plasenta terbentuk. Folikel ini akan berfungsi maksimal selama 6-7 minggu. terjadi hipertrofi pada istmus uteri membuat istmus menjadi panjang dan lebih lunak yang disebut tanda Hegar. 2) Trimester 2 Hormon estrogen dan progesteron terus meningkat dan terjadi hipervaskularisasi mengakibatkan pembuluh-pembuluh darah alat genetalia membesar. kontraksi uterus dapat dideteksi dengan pemeriksaan bimanual. Pada usia kehamilan 16 minggu. . fundus pada serviks mudah fleksi disebut tanda Mc Donald. Proses ovulasi pada ovarium akan terhenti selama kehamilan. dan perkembangan desidua. pH vulva dan vagina mengalami peningkatan dari 4 menjadi 6. uterus juga mengalami kontraksi yang tidak teratur dan umumnya tidak nyeri. Peningkatan kongesti yang berat ditambah relaksasi dinding pembuluh darah dan uterus dapat menyebabkan timbulnya edema dan varises vulva. hyperplasia dan hipertropi otot. Dinding-dinding otot menjadi kuat dan elastis. muncul tiba-tiba secara sporadik dengan intensitas antara 5-25 mmHg. Terdapat tanda Chadwick. Pada akhir minggu ke 12 uterus yang terus mengalami pembesaran tidak lagi cukup tertampung dalam rongga pelvis sehingga uterus akan naik ke rongga abdomen. Peningkatan sensivitas ini dapat meningkatkan keinginan dan bangkitan seksual. Edema dan varises ini biasanya membaik selama periode pasca partum. Pada minggu-minggu pertama. Sejak trimester satu kehamilan.5 yang membuat wanita hamil lebih rentan terhadap infeksi vagina. Pada kehamilan 8 minggu uterus membesar sebesar telur bebek dan pada kehamilan 12 minggu kira-kira sebesar telur angsa. Tanda Goodell yaitu perubahan konsistensi serviks menjadi lebih lunak dan kenyal. Pematangan folikel baru juga ditunda. plasenta mulai terbentuk dan menggantikan fungsi corpus luteum gravidarum. yaitu perubahan warna pada vulva. masih terdapat satu corpus luteum gravidarum yang menghasilkan hormon estrogen dan progesteron.

prostaglandin mempengaruhi penurunan konsentrasi serabut kolagen pada serviks. Juga terjadi peningkatan volume sekresi vagina yang berwarna keputihan dan lebih kental. Otot-otot uterus bagian atas akan berkontraksi sehingga segmen bawah uterus akan melebar dan menipis. estrogen dan progesteron. Ketebalan mukosa bertambah. dapat timbul stria-stria seperti pada abdomen. Batas antara segmen atas yang tebal dan segmen bawah yang tipis disebut lingkaran retraksi fisiologis. . hal itu terjadi pada masa-masa akhir kehamilan menjelang persalinan. Bila pertambahan ukuran tersebut sangat besar. 2) Trimester 2 Pada kehamilan 12 minggu ke atas dari puting susu dapat keluar cairan kental kekuning-kuningan yang disebut Kolustrum. yakni setelah janin dan plasenta lahir. jaringan ikat mengendor. Vena-vena di bawah kulit juga akan lebih terlihat. Kelenjar sebasea dari areola akan membesar dan cenderung menonjol keluar dinamakan tuberkel Montgomery. 3) Trimester 3 Pembentukan lobules dan alveoli memproduksi dan mensekresi cairan yang kental kekuningan yang disebut Kolostrum. Istsmus uteri akan berkembang menjadi segmen bawah uterus pada trimester akhir. akan tetapi belum mengeluarkan ASI. Walaupun perkembangan kelenjar mammae secara fungsional lengkap pada pertengahan masa hamil. pertumbuhan kelenjar mammae membuat ukuran payudara meningkat secara progresif. Selama trimester dua. Kolustrum ini berasal dari asinus yang mulai bersekresi. dan sel otot polos mengalami hipertrofi. b. Pada trimester 3 aliran darah di dalamnya lambat dan payudara menjadi semakin besar. Pada minggu-minggu akhir kehamilan. tetapi laktasi terlambat sampai kadar estrogen menurun. 3) Trimester 3 Dinding vagina mengalami banyak perubahan sebagai persiapan untuk persalinan yang seringnya melibatkan peregangan vagina. Areola mammae akan bertambah besar pula dan kehitaman. Serviks menjadi lunak dan lebih mudah berdilatasi pada waktu persalinan. Payudara / mammae 1) Trimester Mammae akan membesar dan tegang akibat hormon somatomamotropin.

Kulit 1) Trimester 1 Diketahui bahwa terjadi peningkatan suatu hormon perangsang melanosit sejak akhir bulan kedua kehamilan sampai aterm yang menyebabkan timbulnya pigmentasi pada kulit. dan lengan. selain striae kemerahan itu seringkali ditemukan garis garis mengkilat keperakan yang merupakan sikatrik dari striae kehamilan sebelumnya. 2) Trimester 2 Peningkatan melanocyte stimulating hormone (MSH) pada masa ini menyebabkan perubahan cadangan melanin pada daerah epidermal dan dermal. Kondisi ini sering disebut sebagai nevus angioma atau teleangiektasis. 3) Trimester 3 Pada bulan-bulan akhir kehamilan umumnya dapat muncul garis-garis kemerahan. Aksentuasi pigmen juga muncul pada areola dan kulit genital. Bercak kecoklatan kadang muncul di daerah wajah dan leher membentuk kloasma atau melasma gravidarum (topeng kehamilan). Perubahan warna tersebut sering disebut sebagai striae gavidarum. kusam pada kulit dinding abdomen dan kadang kadang juga muncul pada daerah payudara dan paha. Pada wanita multipara. Linea nigra adalah pigmentasi berwarna hitam kecoklatan yang muncul pada garis tengah kulit abdomen. Perubahan metabolik dan kenaikan berat badan 1) Trimester 1 Terjadi pertambahan berat badan selama kehamilan yang sebagian besar diakibatkan oleh uterus dan isinya payudara. dada atas. Sebagian kecil pertambahan berat badan terebut diakibatkan oleh perubahan metabolik yang menyebabkan pertambahan air selular dan penumpukan lemak serta protein baru. leher. Angioma atau spider naevi berupa bintik-bintik penonjolan kecil dan merah pada kulit wajah. yang disebut cadangan ibu. d.c. dan peningkatan volume darah serta cairan ekstraseluler. Pigmentasi ini biasanya akan menghilang atau berkurang setelah melahirkan. Pada awal kehamilan. Eritema palmaris terkadang juga dapat ditemukan. 2) Trimester 2 . Kedua kondisi ini kemungkinan disebabkan oleh hiperestrogenemia kehamilan. terjadi peningkatan berat badan ibu kurang lebih 1 kg.

Perlu diperhatikan kadar hemoglobin ibu terutama pada masa akhir kehamilan. Pada awal minggu kelima curah jantung mengalami peningkatan yang merupakan fungsi dari penurunan resistensi vaskuler sistemik serta . Hal ini disebabkan oleh meningkatnya kadar eritropoetin plasma ibu setelah usia gestasi 20 minggu. Akumulasi cairan ini juga disebabkan oleh peningkatan tekanan vena di bagian yang lebih rendah dari uterus akibat oklusi parsial vena kava. sesuai dengan saat produksi eritrosit paling tinggi. hal itu dianggap abnormal dan biasanya disebabkan oleh defisiensi besi. Perubahan Hematologis 1) Trimester 1 Volume darah ibu meningkat secara nyata selama kehamilan. e. 3) Trimester 3 Pertambahan berat badan ibu pada masa ini dapat mencapai 2 kali lipat bahkan lebih dari berat badan pada awal kehamilan.0 g/dl. f. bila konsentrasi Hb < 11. Penurunan tekanan osmotik koloid interstisial juga cenderung menimbulkan edema pada akhir kehamilan. Konsentrasi hemoglobin dan hematokrit sedikit menurun sejak trimester awal kehamilan. Kenaikan berat badan ibu terus bertambah terutama oleh karena perkembangan janin dalam uterus. Terjadi hiperplasia eritroid sedang dalam sumsum tulang dan peningkatan ringan pada hitung retikulosit. Sistem Kardiovaskuler 1) Trimester 1 Perubahan terpenting pada fungsi jantung terjadi pada 8 minggu pertama kehamilan. Pitting edema dapat timbul pada pergelangan kaki dan tungkai bawah akibat akumulasi cairan tubuh ibu. 3) Trimester 3 Konsentrasi hematokrit dan hemoglobin yang sedikit menurun selama kehamilan menyebabkan viskositas darah menurun pula. 2) Trimester 2 Peningkatan volume darah disebabkan oleh meningkatnya plasma dan eritrosit. Sedangkan konsentrasi dan kebutuhan zat besi selama kehamilan juga cenderung meningkat untuk mencukupi kebutuhan janin.

peningkatan volume tidal. volume tidal. dan pengambilan oksigen per menit akan bertambah secara signifikan. 3) Trimester 3 Pergerakan difragma semakin terbatas seiring pertambahan ukuran uterus dalam rongga abdomen. Peningkatan usaha nafas selama kehamilan kemungkinan diinduksi terutama oleh progesteron dan sisanya oleh estrogen. Usaha nafas yang meningkat tersebut mengakibatkan PCO2 atau tekanan karbokdioksida berkurang. Hal itu sering mengesankan adanya kelainan paru atau jantung padahal sebenarnya tidak ada apa-apa. Pada posisi terlentang ini akan membuat fungsi ginjal menurun jika dibandingkan dengan posisi miring. dan pengambilan oksigen per menit akan mencapai puncaknya pada minggu ke 37. Setelah minggu ke 30. g. Wanita hamil akan bernafas lebih dalam sehingga memungkinkan pencampuran gas meningkat dan konsumsi oksigen . 2) Trimester 2 Sejak pertengahan kehamilan. kelanjutan penekanan aorta pada pembesaran uterus juga akan mengurangi aliran darah uteroplasenta ke ginjal. volume ventilasi per menit. Hal itu akan berdampak pada pengurangan darah balik vena ke jantung hingga terjadi penurunan preload dan cardiac output yang kemudian dapat menyebabkan hipotensi arterial. Sistem pernafasan 1) Trimester 1 Kesadaran untuk mengambil nafas sering meningkat pada awal kehamilan yang mungkin diinterpretasikan sebagai dispneu. Pada kehamilan lanjut. sirkumferensia thorax akan bertambah kurang lebih 6 cm dan diafragma akan naik kurang lebih 4 cm karena penekanan uterus pada rongga abdomen. volume ventilasi per menit. Preload meningkat sebagai akibat bertambahnya volume plasma yang terjadi pada minggu ke 10-20. 3) Trimester 3 Selama trimester terakhir. peningkatan frekuensi denyut jantung. 2) Trimester 2 Selama kehamilan. pembesaran uterus akan menekan vena cava inferior dan aorta bawah saat ibu berada pada posisi terlentang.

Akibat peningkatan kadar hormone estrogen dan progesterone. Pada ekskresi akan dijumpai kadar asam amino dan vitamin yang larut air lebih banyak. Laju filtrasi glomerulus (GFR) dan aliran plasma ginjal (RPF) meningkat pada awal kehamilan. . 2) Trimester 2 Uterus yang membesar mulai keluar dari rongga pelvis sehingga penekanan pada vesica urinaria pun berkurang. Sistem Urinaria 1) Trimester 1 Pada bulan-bulan awal kehamilan. Hal itu menghilang seiring usia kehamilan karena uterus yang telah membesar keluar dari rongga pelvis dan naik ke abdomen. selama trimester 2 ini mobilitas persendian sedikit berkurang. terjadi relaksasi dari jaringan ikat. meningkat 20%. Diperkirakan efek ini disebabkan oleh meningkatnya sekresi progesteron. 3) Trimester 3 Pada akhir kehamilan. adanya peningkatan vaskularisasi dari vesica urinaria menyebabkan mukosanya hiperemia dan menjadi mudah berdarah bila terluka. kepala janin mulai turun ke pintu atas panggul menyebabkan penekanan uterus pada vesica urinaria. Bersamaan dua keadaan tersebut meningkatkan fleksibilitas dan mobilitas persendian. Ukuran ginjal sedikit bertambah besar selama kehamilan. Sistem Muskuloskeletal 1) Trimester 1 Pada trimester pertama tidak banyak perubahan pada musuloskeletal. Keseimbangan kadar kalsium selama kehamilan biasanya normal apabila asupan nutrisinya khususnya produk terpenuhi. Hal ini dipicu oleh peningkatan retensi cairan pada connective tissue. h. kartilago dan ligament juga meningkatkan jumlah cairan synovial. terutama di daerah siku dan pergelangan tangan. Selain itu. vesika urinaria tertekan oleh uterus sehingga sering timbul keinginan berkemih. Selain itu. 2) Trimester 2 Tidak seperti pada trimester 1. terjadi peningkatan sirkulasi darah di ginjal yang kemudian berpengaruh pada peningkatan laju filtrasi glomerulus dan renal plasma flow sehingga timbul gejala poliuria. Keluhan sering berkemih pun dapat muncul kembali. i.

jam tidur malam yang lebih sedikit serta efisiensi tidur yang berkurang. Namun. Sistem Persarafan 1) Trimester 1 Wanita hamil sering melaporkan adanya masalah pemusatan perhatian. 2) Trimester 2 Seiring dengan pembesaran uterus. tonus otot-otot traktus digestivus juga berkurang. Saliva atau pengeluaran air liur berlebihan dari biasa. k. 2) Trimester 2 Sejak awal usia gestasi 12 minggu. Penurunan memori yang diketahui hanyalah sementara dan cepat pulih setelah kelahiran. wanita mengalami kesulitan untuk mulai tidur. sering terbangun. kurang tidur atau perubahan fisik lain yang dikaitkan dengan kehamilan. Sering terjadi nausea dan muntah karena pengaruh human Chorionic Gonadotropin (HCG). Mobilitas tersebut dapat mengakibatkan perubahan sikap pada wanita hamil dan menimbulkan perasaan tidak nyaman pada bagian bawah punggung. Demikian juga dengan organ lain seperti appendiks yang akan bergeser ke arah . Sendi sacroiliaca. kecemasan. sacrococcigis. Produksi asam lambung menurun. 3) Trimester 3 Akibar pembesaran uterus ke posisi anterior. 3) Trimester 3 Penurunan memori disebabkan oleh depresi. j. Sistem Pencernaan 1) Trimester 1 Timbulnya rasa tidak enak di ulu hati disebabkan karena perubahan posisi lambung dan aliran asam lambung ke esophagus bagian bawah. dan terus berlanjut hingga 2 bulan pertama pascapartum. lambung dan usus akan tergeser. dan pubis akan meningkat mobilitasnya diperkirakan karena pengaruh hormonal. Pada beberapa wanita ditemukan adanya ngidam makanan yang mungkin berkaitan dengan persepsi individu wanita tersebut mengenai apa yang bisa mengurangi rasa mual. umumnya wanita hamil memiliki bentuk punggung cenderung lordosis. penelitian yang sistematis tentang memori pada kehamilan tidak terbatas dan seringkali bersifat anekdot. konsentrasi dan memori selama kehamilan dan masa nifas awal.

produksi estrogen dan progesteron terus megalami peningkatan hingga mencapai puncaknya pada akhir trimester tiga. periode embrionik dan organogenesis. Dudek (2011) menguraikan perkembangan manusia diawali dari tahap prefertilisasi. Sedangkan mual dapat terjadi akibat penurunan asam lambung. atas dan lateral. Penurunan motilitas usus juga memungkinkan penyerapan nutrisi lebih banyak. Kadar puncak progesteron dapat mencapai 400 µg/hari dan estrogen 20µg/hari. mesoderm dan endoderm akan membentuk suatu bumbung yang nantinya akan berkembang menjadi jaringan atau sistem organ tertentu yang berbeda namun berkaitan satu dengan yang lain. fungsi korpus luteum gravidarum untuk menghasilkan estrogen dan progesteron pun digantikan oleh plasenta.masing lapisan yaitu ektoderm. Akibatnya. tetapi dapat muncul juga keluhan seperti konstipasi. Juga terdapat perubahan dari korpus luteum menjadi korpus luteum gravidarum yang memproduksi estrogen dan progesteron. Tahap Organogenesis Pada Janin Proses organogenesis merupakan suatu proses pembentukan macam-macam organ yang berasal dari tiga lapisan germ layer yang telah terbentuk terlebih dahulu pada tahap gastrulasi. . Perubahan lainnya akan lebih bermakna pada kehamilan trimester 3. terjadi peningkatan hormon hCG dari sel-sel trofoblas. periode mingguan. Pada organogenesis juga terjadi tahap pertumbuhan akhir embrio yaitu penyelesaian secara halus bentuk definitif menjadi ciri suatu individu. Pada awal kehamilan. 5. Pada pertengahan trimester satu. Masing. Uraian lengkapnya sebagai berikut. Pada trimester dua dan tiga. 4. produksi hCG menurun. Perubahan hormonal selama kehamilan Perubahan hormonal yang terjadi selama kehamilan terutama meliputi perubahan konsentrasi hormon seks yaitu progesteron dan estrogen. tonus sphincter esofagus bagian bawah menurun dan dapat menyebabkan refluks dari lambung ke esofagus sehingga menimbulkan keluhan seperti heartburn. 3) Trimester 3 Perubahan yang paling nyata adalah adanya penurunan motilitas otot polos pada organ digestif dan penurunan sekresi asam lambung.

vasculogenesis dan plasentasi. trophoblast lanjutan dan mesoderm ekstraembrio. pembelahan. perkembangan kromosom. meliputi fertilisasi. 3. meiosis. spermatogenesis. Periode bulan 3 sampai lahir. 5. Periode embrionik. terjadi perkembangan organ dan sistem tubuh dan proses kelahiran. meliputi pembentukan embrioblast lanjutan. meliputi pembentukan embrioblast lanjutan. Perkembangan minggu ke-2 (hari ke 8-14). Prafertilisasi. 4. organogenesis. meliputi perkembangan organ reproduksi seksual. 1. 2012) . Perkembangan minggu 1 (hari ke 1-7). Gambar Tahapan perkembangan manusia hari 1-18 (Sadler. disebut juga organogenesis sampai parturisi. blastocyst dan implantasi. 2. perkembangan organ reproduksi seksual.

2012) .Gambar Tahapan perkembangan manusia hari 22-46 (Sadler.

Gambar Tahapan perkembangan manusia minggu 1-3 (Sadler. 2012) .

Gelombang yang . USG pada Kehamilan 1. seperti dinding perut atau dinding poros usus besar pada pemeriksaan prostat. Komponen Ultrasonografi a. 2002). 2. 2012) C. Transduser Transduser adalah komponen USG yang ditempelkan pada bagian tubuh yang akan diperiksa. Definisi Ultrasonografi Ultrasonografi adalah visualisasi struktur dalam tubuh yang bekerja merekam pantulan (gema) denyutan gelombang ultrasonik yang diarahkan ke jaringan tubuh (Dorland. Di dalam transduser terdapat kristal yang digunakan untuk menangkap pantulan gelombang yang disalurkan oleh transduser. Gambar Tahapan perkembangan manusiaminggu 4-7 (Sadler.

USG 3 Dimensi Dengan alat USG ini maka ada tambahan 1 bidang gambar lagi yang disebut koronal. Mesin USG kalau dimisalkan. gambar janinnya dapat “bergerak”. Begitupun keadaan janin dari posisi yang berbeda. diterima masih dalam bentuk gelombang akusitik (gelombang pantulan) sehingga fungsi kristal di sini adalah untuk mengubah gelombang tersebut menjadi gelombang elektronik yang dapat dibaca oleh komputer sehingga dapat diterjemahkan dalam bentuk gambar. Permukaan suatu benda (dalam hal ini tubuh janin) dapat dilihat dengan jelas. Kualitas gambar yang baik sebagian besar keadaan janin dapat ditampilkan. USG 4 Dimensi Sebetulnya USG 4 Dimensi ini hanya istilah untuk USG 3 dimensi yang dapat bergerak (live 3D). b. Mesin USG Mesin USG merupakan bagian dari USG di mana fungsinya untuk mengolah data yang diterima dalam bentuk gelombang. Alat ini digunakan untuk menilai keadaan/kesejahteraan janin. Jadi pasien dapat melihat lebih jelas dan membayangkan keadaan janin di dalam rahim. d. sementara pada USG 4 Dimensi. Monitor Berupa layar sebagai visualisasi gambar yang dihasilkan dari pengolahan data mesin USG. Gambar yang tampil mirip seperti aslinya. b. 4. Kalau gambar yang diambil dari USG 3 Dimensi statis. 3. Pervaginam . Ini dimungkinkan karena gambarnya dapat diputar (bukan janinnya yang diputar). Cara Pemeriksaan Pemeriksaan USG dapat dilakukan dengan dua cara yaitu: a. USG 2 Dimensi Menampilkan gambar dua bidang (memanjang dan melintang). USG Doppler Pemeriksaan USG yang mengutamakan pengukuran aliran darah terutama aliran tali pusat. c. seperti CPU dari USG sehingga di dalamnya terdapat komponen-komponen yang sama seperti pada CPU pada PC. Jenis-jenis Ultrasonografi Adapun jenis pemeriksaan USG ada 4 jenis yaitu sebagai berikut: a. c.

Fenomena ini disebut efek piezo- electric. Perabdominan . akan menimbulkan tegangan listrik. Karena dari atas perut maka daya tembusnya akan melewati otot perut. sehingga kita tidak bisa mendengarnya sama sekali. . Pantulan eko yang berasal dari jaringan-jaringan tersebut akan membentur transduser. Bentuk kristal juga akan berubah bila dipengaruhi oleh medan listrik. Suara yang dapat didengar manusia mempunyai frekuensi antara 20 – 20. . 2005). Prinsip USG Ultrasonik adalah gelombang suara dengan frekuensi lebih tinggi daripada kemampuan pendengaran telinga manusia. Sesuai dengan polaritas medan listrik yang melaluinya. . yang merupakan dasar perkembangan USG selanjutnya. lemak baru menembus rahim. dan kemudian diubah menjadi pulsa listrik lalu diperkuat dan selanjutnya diperlihatkan dalam bentuk cahaya pada layar osiloskop.000 Cpd (Cicles per detik = Hz). Probe USG di atas perut. Dilakukan pada kehamilan di bawah 8 minggu. . 5. Daya tembusnya 8-10 cm dengan resolusi tinggi. Cara Kerja Alat Ultrasonografi Transduser bekerja sebagai pemancar dan sekaligus penerima gelombang suara. Sebagian akan dipantulkan dan sebagian lagi akan merambat terus menembus jaringan yang akan menimbulkan bermacam-macam eko sesuai dengan jaringan yang dilaluinya (Rasad. . 2005). Pulsa listrik yang dihasilkan oleh generator diubah menjadi energi akustik oleh transduser. Lebih jelas karena bisa lebih dekat pada rahim. Lebih mudah dan ibu tidak perlu menahan kencing. yang dipancarkan dengan arah tertentu pada bagian tubuh yang akan dipelajari. . Dengan demikian bila . Gelombang suara frekuensi tinggi tersebut dihasilkan dari kristal-kristal yang terdapat dalam suatu alat yang disebut transduser. Tidak menyebabkan keguguran. Perubahan bentuk akibat gaya mekanis pada kristal. b. 2005). Pemeriksaan USG ini menggunakan gelombang suara yang frekuensinya 1 – 10 MHz ( 1 – 10 juta Hz )(Boer. 6. maka akan dihasilkan gelombang suara frekuensi tinggi (Boer. . kristal akan mengembang dan mengkerut. . Biasa dilakukan pada kehamilan lebih dari 12 minggu. Memasukkan probe USG transvaginal/seperti melakukan pemeriksaan dalam.

2005). Didapati janin besar k. Evaluasi letak dan keadaan plasenta n. Masing-masing jaringan tubuh mempunyai impedance acustic tertentu. Didapati kehamilan dengan IUD q. 7. Di Amerika Serikat pemeriksaan USG tidak dikerjakan secara rutin. Perdarahan dalam kehamilan d. Didapati oligohidramnion atau polihidramnion l. Dengan demikian kista dan suatu massa solid akan dapat dibedakan (Rasad. misalnya: kista. Di beberapa negara Eropa. pemeriksaan USG dikerjakan secara rutin sedikitnya 1-2 kali selama masa kehamilan. Usia kehamilan yang tidak jelas b. Didapati kematian janin e. 2005). Didapati kehamilan dengan kelainan bentuk uterus . yaitu bila dalam pemeriksaan klinis dijumpai keadaan yang meragukan atau mencurigakan adanya kelainan dalam kehamilan. Sedang pada jaringan yang homogen hanya sedikit atau sama sekali tidak ada eko. Presentase janin yang tidak jelas i.macam eko. Didapati kehamilan ektopik f. Didapati kehamilan mola g. Suatu rongga berisi cairan bersifat anechoic. asites. Indikasi tersebut antara lain : a. perikardial atau pleural effusion. Indikasi Pemeriksaan USG Obstetri Menurut Wiknjosastro (2007) sebenarnya belum ada keseragaman mengenai indikasi pemeriksaan USG dalam kehamilan. Adanya risiko atau tersangka cacat bawaan o. Didapati pertumbuhan janin terhambat j. dan gambaran irisan-irisan tersebut akan dapat dilihat di layar monitor (Rasad. pembuluh darah besar. jaringan tersebut dikatakan echogenic. Dalam jaringan yang heterogen akan ditimbulkan bermacam. Sebagai alat bantu dalam tindakan obstetrik p. transduser digerakkan seolah-olah kita melakukan irisan-irisan pada bagian tubuh yang diinginkan. Didapati kehamilan multipel c. Terdapat perbedaan tinggi fundus uteri dan lamanya amenorea h. disebut anechoic atau echofree atau bebas eko. melainkan atas indikasi klinis. Penentuan profil biofisik janin m.

Pengaruh perubahan ini terhadap jaringan tubuh sangat kecil dan praktis dapat diabaikan. akan menghindari terfokusnya intensitas gelombang ultrasonik pada suatu organ terlalu lama. Didapati kehamilan denagn tumor pelvik s. yaitu: a. sehingga aman untuk digunakan (Suririnah. diantaranya adalah: 1. c. 9. artinya bila sumber getar dihentikan maka semua perubahan itu juga akan menghilang. permeabilitas dinding sel. b. transfusi intrauterin. Dinding abdomen ibu (pada pemeriksaan transabdominal) akan mengabsorpsi sebagian intensitas gelombang ultrasonik. sehingga efek kumulatif di dalam jaringan sangat kecil. Persiapan Sebelum Pemeriksaan Sebelum melakukan pemeriksaan. Umumnya efek yang merusak dari gelombang ultrasonik baru terlihat bila intensitasnya melebihi 100 mWatt/cm2. perubahan tekanan. kromosom. pengaruh yang merugikan pada manusia akibat penggunaan alat diagnostik USG tidak terbukti. r. perubahan densitas. Alat diagnostik USG yang banyak dipakai saat ini mempunyai intensitas di bawah 10 mW/cm2. Semua perubahan ini bersifat sementara dan reversibel. Tetapi secara epidemiologi. biopsi villi koriales. Sebagai alat bantu dalam tindakan intervensi dalam kehamilan.seperti amniosentesis. Menurut Wiknjosastro (2007) ada beberapa faktor lain yang menambah segi keamanan penggunaan alat USG. Pemakaian USG jenis real-time (sering menggerakkan probe selama pemeriksaan) dan adanya gerakan janin. Efek biologik gelombang ultrasonik Pada peristiwa perambatan gelombang ultrasonik. Pencegahan Infeksi . baik terhadap ibu maupun janin. Pada intensitas yang tinggi. dan sebagainya 8. sel darah. Vaskularisasi pada dinding abdomen ibu dan tubuh janin akan menetralisir efek panas dari gelombang ultrasonik. d. fetoskopi. 2008). dan perubahan suhu. Gelombang ultrasonik yang digunakan adalah jenis pulsa. dan sebagainya. di dalam medium terjadi perubahan siklik berupa getaran partikel. tentu kita harus memiliki persiapan yang cukup. gelombang ultrasonik dapat merusak DNA.

Pada pemeriksaan USG invasive. Setiap kali selesai melakukan pemeriksaan USG. telah terbukti dapat mencegah penyebaran infeksi. untuk mencegah kerusakan alat akibat ketidaktahuan operator USG. Persiapan alat Mesin USG diletakkan di sebelah kanan tempat tidur pasien. b. Transduser harus diberi pelapis sebelum dipakai untuk pemeriksaan USG transvaginal. atau kondom. tutup mesin USG dengan plastik penutupnya. Cuci tangan sebelum dan sesudah kontak langsung dengan pasien. f. bila pemeriksa berangan kiri. bersihkan semua peralatan dengan hati-hati. Bersihkan transduser dengan menggunakan kain yang lebut dan cuci dengan larutan anti kuman yang tidak merusak transduser. Panduan pengoperasian alat sebaiknya diletakkan di dekat mesin USG. Setelah melakukan pemeriksaan. Transdusr kemudian dibersihakn dengan alkohol 70% atau direndam selama dua menit dalam larutan yang mengandung sodium hypochlorite ( kadar 500 ppm dan diganti setiap hari) kemudian di cuci dengan air mengalir dan selanjutnya dikeringkan. dan kemudian pemeriksa mencuci tangan. sarung tangan harus dimasukkan pada tempat khusus untuk mencegah penyebaran infeksi. Selanjutnya taruh transduser pada tempatnya. Bila perlu pasang stabilisator tegangan listrik dan UPS. akuransi ketepatan diagnostik. perlu tidak nya pemeriksaan USG 3D. karena tegangan yang terlalu naik turun aka membuat peralatan elektronik mudah rusak. dan setelah melepas sarung tangan. Perhatikan tegangan listrik pada kamar USG. g. dan biaya . 3. Persiapan pasien Memberi informasi pada pasien terkait harapan dari hasil pemeriksaan. rapikan dan bersihkan kabel-kabel. Semua jeli yang terdapat pada transduser harus selalu dibersihkan. maka mesin diletakan di sisi kiri pasien. c. persiapan yang dilakukan sama seperti tindak operasi. bisa memakai sarung tangan karet. d. Hidupkan peralatan USG sesuai dengan tatacara yang dianjurkan oleh pabrik pembuat peralatan tersebut. Panduan di bawah ini dapat membantu mencegah penyebaran infeksi : a. Semua peralatan yang terkontaminasi atau mengandung kotoran harus dibersihka dengan sabun dan air. setelah kontak dengan darah atau cairan tubuh lainnya. Pemeriksa harus memakai sarung tanga sekali pakai pada tangan yang akan membuka labia sebelum transduser vagina dimasukan. e. 2. terutama transduser yang mudah rusak.

Persiapan pemeriksaan Periksa surat pengajuan pemeriksaan USG. Evaluasi USG pada Trimester awal a. denyut jantung janin sudah dapat dideteksi pada janin dengan CRL 5 MM. lakukan pengukuran crown rump length (CRL). keluhan klinis. Pemeriksa juga harus berlatih dengan baik dan harus mengetahui program pencegahan infeksi universal. terutama USG transvaginal memerikan persetujuan tertulis. Menentukan jumlah janin Adanya kehamilan ganda harus ditentukan berdasarkan ditemukannya gambaran echo janin. Bila . Bila gambaran embrio tidak dapat ditemukan. c.Terangkan secara benar dan penuh bahwa USG bukanlah suatu alat yang dapat melihat seluruh tubuh janin atau organ kandungan. d. hal ini untuk menghilangkan kesalahan harapan dari pasien. Setiap pemeriksa juga harus menyesuaikan dengan peralatan yang dipakainya serta mengenal semua lokasi dan fungsi tombol-tombol yang tersedia. Pada akhir trimester pertama dapat juga dilakukan pemeriksaan diameter biparietal (DBP) atau parameter lainnya untuk menentukan usia gestai. Kavum Douglasi harus diperiksa untuk mencari ada tidaknya cairan bebas. Evaluasi uterus dan adneksa untuk menentukan adanya kehamilan Jika kantung gestasi (KG) telah tampak. Periksa identitas pasien. Evaluasi uterus. harus dilaporkan lokasi dan ukuran KG tersebut serta ada tidaknya embrio. Evaluasi USG 1. Hal ini dapat tampak sebelum terjadinya penyatuan selaput amnion dan khorion atau sebagai akibat terangkatnya membrane khorion akibat perdarahan intra uteri (perdarahan sub khorionik). lakukan pencarian yolk sac. struktur adneksa. Ditemukannya embrio atau yolk sac merupakan bukti pasti adanya kantung gestasi. 4. Bila embrio dengan CRL kurang dari 5 mm belum tampak DJJ. dan pemeriksaan fisik yang ada. D. apakah indikasi dan apakah didahulukan karena bersifat darurat atau tidak. Bila ditemukan embrio. Kadang-kadang pada kehamilan muda ditemukan lebih dari satu struktur yang menyerupai kantung gesatsi. Penentuan usia gestasi berdasarkan pada diameter rata-rata KG atau morfologi dan isi KG. bukan berdasarkan kantung gestasi. Evaluasi ada tidaknya denyut jantung mudigah/ janin Melalui pemeriksaan USG Transvaginal. beirkan penjelasan dan ajukan persetujuan terhadap tindakan yang akan dllakukan. misalnya panjang femur b. pemeriksaan. kavum Douglasi dan Retzii Buat dokumentasi lokasi dan ukuran mioma uteri serta massa di adneksa. pemeriksaan USG harus diulangi pada minggu berikutnya untuk memastikan ada tidaknya tanda-tanda kehidupan janin.

Bila terdapat abnormalitas DJJ dengn frekuensi < 85 dpm menunjukkan prognosis buruk karena angka kejadian abortus tinggi. Bila pada periode ini Yolk Sac belum dapat diidentifikasi. Denyut jantung janin akan bertambah cepat pada kehamilan 6-9 minggu. e. Bila diameter rata- rata kantong gestasi >2 mm dan Yolk Sac belum tampak. 2. Usia gestasi 7 minggu Embrio tampak terpisah dari Yolk Sac dan di hubungkan melalui duktus vitelinus. tepi regular. ditemukan cauiran di KAVUM Douglasi. kemudian sedikit menurun pada kehamilan 10 minggu. dikelilingi oleh endometrium yang menebal dan tepi yang ekhogenik (khorion frondosum) berisi embrio yang tampak sebagai garis lurus menempel pada Yolk Sac. Usia gestasi 4 minggu Tampak kantong gestasi berdiameter 2-5 mm. kemungkinan terdapat blighted ovum. maka penumpukan cairan di dalam kavum uteri dapat memberikan gambaran kantong gestasi palsu (pseudogestational sac) seperti pada kehamilan ektopik. harus dilakukan pemeriksaan USG pada daerah subdiafragma dan subhepar untuk mencari adanya cairan intra abdomen. berbentuk sferis. Panjang CRL 12 mm sudah dapat dibedakan struktur . maka pemeriksaan USG diulangi satu minggu. 4. Pada saat ini sudah dapat dilihat tonjolan bakal ekstremitas (limb buds) pada sisi lateral tubuh janin. maka pemeriksaan diulang satu minggu kemudian. Duktus vitellinus tampak menghubungkan embrio dengan Yolk Sac. Usia gestasi 6 minggu Bentuk embrio mulai berubah dari lurus menjadi sedikit fleksi. Bila tanda ini tidak dijumpai. Tertanam di dalam endometrium. Panjang embrio sekitar 4-10 mm. dan selanjutnya menetap dengan frekuensi DJJ normal antara 120-160 dpm. berbentuk huruf “C” dengan bagian kepala tampak dominan. Kantong gestasi tersebut berada di tepat di bawah permukaan endometrium dan dikelilingi oleh jaringan trofoblas yang memberikan gambaran sonografi hiperekhoik. Bila pada CRL ≥ 5 mm belum dapat dideteksi DJJ. dan terletak eksentris di daerah fundus uteri. Pemeriksaan Embrio Secara Sonografi 1. 3. Keadaan ini harus dijelaskan ke pasien dan pada pemeriksaan berikutnya harus dilakukan penapisan anomali kongenital pada kehamilan 10-14 minggu dan 18-22 minggu. Usia gestasi 5 minggu Kantong gestasi (rongga khorion) tampak di dalam kavum uteri. dan sebaiknya pemeriksaan diulangi satu minggu kemudian.

Rhombensefalon bertambah jelas dan terletak di daerah oksipitalis. hal ini sesuai dengan proses penyempurnaan manusia dimulai dari daerah kepala (rostral) baru kemudian ke daerah genital dan ekstremitas (kaudal). kadar hCG serum ibu berkisar antara 500-1500 IU/L. 5. Pada uterus bikornis. Vertebrae juga mulai dapat dikenali sebagai dua garis ekhogenik yang berjalan sejajar sepanjang daerah punggung janin. berbentu bulat anekhoik. Pada kehamilan 4-5 minggu ini. Penentuan usia gestasi pada trimester pertama sangat penting karena memiliki ketepatan yang paling tinggi dibandingkan trimester berikutnya.5 miggu hingga 5 minggu (rata-rata 4 minggu). lkasi kehamilan dapat terletak di salah satu kornu. USG transvaginal dapat mendeteksi kehamilan intrauterine paling cepat pada kehamilan 4 minggu 3 hari. Bila baru beberapa hari terlambat mungkin saja yang tampak adalah endometrium dengan reaksi desidua yang tampak menebal belum tampak kantong gestasi. umbilicus juga sudah dapat dikenali. kepala dari bagian tubuh janin. Gerakan tubuh juga mulai terlihat dan bagian ekstremitas bertambah jelas. Pada saat itu kehamilan terlihat sebagai kantung gestasi. f. Pada waktu yang sama . Usia gestasi 8 minggu Jaringan otak berkembang dengan sangat cepat dan menempati sekitar 50% dari seluruh panjang janin. Kehamilan ektopik merupakan kondisi yang harus segera didiagnosis dan ditatalaksana dengan cepat dan tepat karena dapat berakibat fatal. kesalahannya sekitar 5-7 hari. Pleksus khoroideus dapat dilihat sebagai struktur hiperekhoik yang terletak simetris di ventral lateral. Jantung tampak sebagai dua buah rongga yang berdenyut simetris yaitu rongga ventrikel yang dipisahkan oleh septum interventrikulare. Pemeriksaan Biometri pada Trimester Pertama Pemeriksaan biometri yang bisa dilakukan pada trimester pertama antara lain : . Selaput dan rongga amnion sudah tampak. epmeriksaan harus dilakukan secara cermat dan mencari dimana lokasi kantong gestasi. Di daerah oksipital tampak struktur kistik yang disebut rhombensefalon. USG dapat mendeteksi pertama kali adanya tanda kehamilan intra uterinem diperkirakan pada usia gestasi 3. berdiameter 2-3 mm di daerah endometrium yang dikelilingi oleh lapisan hiperekhoik agak tebal yang berasal dari vili korialis dikenal juga sebagai gambaran double decidual sac sign.

Mencari diameter rata-rata dari penjumlahan panjang longitudinal. Bentuk kantong gestasi menjadi semakin elips bila diameternya sudah lebih dari 10 mm. Kesalahan pengukuran kantong gestasi dalam penentuan usia gestasi sekitar 1-2 minggu Pada pemeriksaan transabdominal. Dari hasil pengukuran tersebut dibandingkan dengan tabel ada. jangan terlalu menekan uterus karena akan membuat letak akntong gestasi menjauhi fokus gelombang suara atau juga dapat menimbulkan distorsi bentuk kantong gestasi. Melalui pemeriksaan USG transvaginal. Panjang CRL sangat penting untuk diukur karena <50% wanita hamil tidak yakin kapan hari pertama haid terakhir Pengukuran CRL memiliki akurasi yang baik dengan kesalahan sekitar 5-7 hari. Ukuran CRL Periode embrio berlangsung dari kehamilan 0-8 minggu.7 x 5. sehingga parameter ini merupakan satu-satunya parameter tunggal dengan . belum tampak ekho janin. Pengukuran dilakukan dari tepi bagian dalam kantung gestasi ke tepi bagian dalam sisi lainnya. tetapi sudah tampak yolk sac. Kecepatan pertumbuhan embrio sekitar 1 mm per hari. Lakukan pengukuran dari kepala hingga bokong secara cermat. Kantong gestasi dapat dilihat sejak kehamilan 4 minggu melalui USG transvaginal dan sekita 5-6 minggu melalui USG transabdominal. Penentuan usia gestasi berdasarkan ukuran kantong gestasi hanya dilakukan bila ekho janin belum tampak. panjang sekitar 2 mm. kandung kencing tidak boleh terisi terlalu penuh karena akan mempengaruhi bentuk dan hasil pengukuran kantong gestasi Pada pemeriksaan transvaginal. Ukuran Kantung Gestasi Kantung gestasi seringkali berbentuk ovoid dan dapat diukur dengan dua cara yaitu : 1.0 mm)/3 = 7 mm b. Pada gambar volume kantong gestasi tersebut adalah 8. transversal dan antero-posterior kemudian dibagi tiga 2. hati-hati jangan sampai ekstremitas inferior atau yolk sac ikut terukur. dengan ekho terang (bright linier echo).7 + 5. Kecepatan tumbuh kantong gestasi sekitar 1 mm per hari. terletak dekat dengan yolk sac dan duktus vitellinus.3 x 7.5223 mm 3. Mengukur volume dengan cara menghitung panjang anteroposterior x longitudinal x trasversal x 0.0 mm x 0. Diameter rata-rata kantong gestasi adalah (8. berbentuk seperti gari lurus.3 + 7. embrio sudah dapat dideteksi pada kehamilan 37 hari. Panjang CRL diukur pada posisi netral (mendatar) karena pada posisi ini panjang bayi mendekati ukuran sebenarnya (tubuh bayi lebih lurus).a.52 mm3.

sehingga pengukuran usia gestasi setelah 12 minggu akan memeliki kesalahan lebih dari satu minggu. Setelah kehamilan 12 minggu. ada tidaknya sekat amnion-khorion. Melalui pemeriksaan USG transvaginal. jumlah. maka kemungkinan kehamilan yang ada saat ini adalah suatu blighted ovum 2. jumlah plasenta. mungkin terdapat tanda awal pertumbuhan janin terhambat. Pengamatan embrio dengan teknik potongan multislices memberikan gambaran embrio yang lebih jelas. Ukuran yolk sac Yolk sac normal berbentuk hampir bulat seperti cincin atau kue donat. paritas atau ras. Bila ditemukan kehamilan ganda. Semakin bertambah usia gestasi. Adanya abnormalitas DJJ harus dilanjutkan dengan mencari penyebabnya dan bila mungkin memberikan terapi pada janin melalui ibunya (misalnya pada aritmia kordis). Yolk sac mulai tampak secara sonografi pada usia 5-6 minggu. dan aktivitas janin Laporkan adanya gangguan irama atau frekuensi DJJ yang abnormal. Waktu terbaik pengukuran CRL adalah pada usia 7-10 minggu c. . berhubungan dengan embrio melalui duktus vetillinus dan merupakan organ ekstra amniotik yang terletak diantara amnion dan khorin. tepi hiperekoik dengan bagian tengahnya anekoik dengan diameter sekitar 4-6 mm. tinggi badan. Hasil pengukuran CRL tidak dipengaruhi oleh usia ibu. presentasi. kesalahan perhitungan usia gestasi kurang dari 1 minggu. Evaluasi tanda kehidupan. Adanya yolk sac merupakan salah satu tanda kehamilan intrauterin. Bila yolk sac atau embrio tidak ditemukan pada kantung gestasi dengan diameter lebih dari 25 mm (USG transabdominal) atau 15 mm (USG transvaginal). Evaluasi USG trimester kedua dan ketiga a. jenis kelamin (bila tampak). semakin jauh jarak antara embrio dengan yolk sac. letaknya berdekatan dengan embrio. Yolk sac tumbuhnya lambat. yolk sac pertama kali dapat diidentifikasi pada usia 35 hari dengan diameter 3-4 mm. Pengukuran CRL hanya bisa dipakai sampai usia gestasi 12 minggu karena pada usia gestasi selanjutnya bentuk tubuh janin akan melengkung. Bila dijumpai perbedaan yang bermakna antara usia gestasi berdasarkan HPHT dengan ukuran CRL. cantumkan keterangan jumlah KG. Hal ini terjadi karena semakin banyak cairan amnion yang terbentuk. mencapai diameter maksimum 6 mm pada usia gestasi 10 minggu. yolk sac sulit ditemukan karena amnion dan korion sudah mulai bersatu.

indeks cairan amnion menurut Phelan (normal. atau pengukuran diameter terbesar pada satu kantung amnion (Single pocket). lingakr perut dan taksiran berat janin. parameter yang dapat dipakai dalam pemeriksaan biometri janin yaitu diameter. Evaluasi prakiraan volume cairan amnion Penentuan volume aminon dapat memakai pernilaian subjektif. dan taksiran berat janin a. sedikit). banyak. dan perbandingan volume cairan ketuban pada masing- masing janin. dan hubungan plasenta dengan ostium uteri internum (OUI) serta pemeriksaan keadaan tali pusat Lokasi plasenta pada kehamilan dapat saja berbeda dari kehamilan trimester ketiga. Penentuan usia gestasi berdasarkan pemeriksaan awal biometri janin pada trimester pertama Setelah kehamilan 12 minggu. b. Merz melakukan pengukuran DBP dan DOF dari luar ke luar (dari outer ke outer). tetapi DBP sudah dapat diukur sejak kehamilan 12 minggu. Lingkar kepala (LK) . Evaluasi lokasi plasenta. gambaran plasenta (derajat maturasi). sedangkan peneliti lain memakai cara dari luar ke dalam (outer to inner). d. panjang humerus. Diameter biparietal (DBP) Pengukuran diameter biparietal dikenal dengan dua cara yaitu melalui bidan potong ventrikel lateral dan melalui bidang potong thalamus. terdapat variasi individu janin dalam hal ukuran biometr dan kecepatan tumbuh sehingga penentuan usia gestasi berdasarkan DBP menjadi tidak akurat b. Pemeriksaan biometri janin paad trimester kedua dan ketiga adalah untuk memantau pertumbuhan janin. lingkar kepala. perbandingan berat janin. Setelah usia 24 minggu. Fisiologis jumlah cairan ketuban bervairasi sesuai usia gestasi. deteksi cacat bawaan. panjang femur. hal ini berhubungan dengan adanya proses migrasi plasenta akibat pembesaran uterus dan pembentuka segmen bawah uterus atau adanya kontraksi segmen bawah uterus dapat membuat salah diagnosis adanya plasenta previa atau mioma uteri. c. diameter transserebral. diameter oksipito-frontalis. Waktu terbaik untuk menetuka usia gestasi berdasarkan diameter biparietal adalah 15-24 minggu. tidak ada kesepakatan cara mana yang harus dipilih. penentuan usia gestasi dalam kehamilan lanjut. Hingga saat ini.

Cara pengukurannya dapat memakai rumus LK= 3. akan tampak sebagian bonggol hiperekoik didaerah bahu. Pengukuran dalam milimeter hingga usia gestasi 24 minggu menunjukkan kesamaan dengan diameter serebellum. Hasil perhitungan akan ditampilkan pada layar secara otomatis c. Pengukuran lingkar kepala dilakukan melalui bidang potong yang sama dengan pengukuran DBP. Diameter oksipito-frontalis (DOF) Pengukuran DOF dilakukan melalui bidang potong yang sama dengan pengukuran DBP. kemudia tombol set atau enter dietkan sehingga terlihat gambaran elips berbentuk titik-titik. kapiler pertama diletakkan pada anterio tepat diujung posterior garis tengah kepala. Penentuan usia gestasi panjang humerus dapat dilihat pada tabel referensi g. Gambaran ini terjadi karena pusat osifikasi ulna terletak lebih proksimal dibanding radius h. transduser digerakkan kearah distal lengan sampai tampak dua buah tulang yang berjalan sejajar. Cara pengukurannya sebagai berikut : tempatkan kapiler pertama di kepala bagian anterior kemudia gerakkan kapiler kedua sehingga mencapai bagian posterior kepala. Diameter transserebellar Pengukuran diameter transserebellar dilakukan dari outer ke outer. sama dengan usia gestasi 20 minggu e. penting diperhatikan bahwa os ulna terletak lebih medialdan tampak sedikit lebih panjang. Lingkar perut Cara mencari lingkar perut adalah sebagai berikut : ambil potongan longitudinal tubuh janin sehingga tampak gambaran vertebrae. Pada pengukuran otomatis. simetris atas bawah. Setelah .14 (DBP+DOF)/2 atau memakai pengukuran otomatis yang ada didalam program komputer mesin USG. Panjang humerus Humerus dicari melalui potongan transversal rongga dada bagian atas. Garis DOF melalui falks serebri atau garis tengah kepala. tulang bagian lateral adalah os radius dan tulang bagian medial adalah os ulna. Panjang radius Setelah dapat gambaran humerus yang memanjang. Gerakkan trick-ball hingga gambaran elips tersebut mencapai tabula eksterna. jantung dan vesica urinaria. misalnya diameter transserebellar 20 mm. keduanya pada sisi luar kepala (outer to outer). Penentuan usia gestasi panjang humerus dapat dilihat pada tabel referensi f. kemudian transduser diputar perlahan- lahan sampai diperoleh keseluruhan panjang humerus. Panjang ulna Cara pengukuran panjang ulna sama seperti pengukuran panjang radius. Hasil perhitungan akan ditampilkan secara otomatis pada layar monitor dan report hasil pemeriksaan d.

g. tampak jantung. f. Penghitungan taksiran berat janin (TBJ) Pengukuran TBJ harus dilakuka pada akhir trimester kedua dan trimester ketiga berdasarkan perbandingan lingkap perut (LP) dengan DBP dan PF. gaster dan vena umbilikalis dalam satu bidang transversal. Panjang femur Agar lebih mudah mencari femur. yaitu ukuran longitudinal. Bila femur tampak sejajar dengna transduser dan kedua tepinya jelas terlihat. insersi umbilicus. sebaiknya dilakukan juga pemeriksan bagian-bagian janin lainnya. Lingkar perut berguna untuk menilai pertumbuhan janin. Pada potonga ini tidak boleh tampak jantung dan vesica urinaria dan bentuk perutharus sebundar mungkin. Pemeriksaan transvaginal atau transperineal dapat membantu meilai keadaan serviks. fossa posterior. Evaluasi keadaan uterus (termasuk serviks uteri) dan struktur adneksa Pemeriksaan ini berguna untuk memperoleh temuan tambahan yang mempunyai arti klinis penting sepeti mioma uteri dan massa di adneksa yang kemudian dicatat lokasi dan ukurannya. dan keutuhan dinding depan abdomen. vesika urinaria. kemudian susuri sepanjang vertebrae sampai ke daerah lumbal atau sakrum untuk lakukan rotasi 45 derajat ke kiri atau kanan untuk mencari gambaran femur yang baik. Evaluasi anatomi janin Pemeriksaan USG meliputi penilaian anatomi janin seperti ventrikel serebri. . Pengukuran serviks dilakukan melalui tiga bidang. gaster. ren. LP diukur pada potingan transversal abdomen setinggi daerah pertemuan vena porta kiri dan kanan. panjang femur sudah bisa dipakai untuk menentukan usia gestasi e. pertama-tama tentukan letak kepala janin. Ovarium sulit diidentifikasi pada kehamilan trimester kedua dan ketiga sehingga sering kali sulit ditemukan. Pengukuran LP penting dalam diagnosis pertumbuhan jain terhambat dan makrosomia. putarlah transduser ke 90 derajat sehingga tampak gambaran transversal jantung. Pada usia gestasi 12 minggu. vertebra. “Ifour chamber vein” jantung. dan evaluasi pertumbuhan janin setelah periode tertentu i. anteroposterior. maka gambaran femur yang baik telah diperoleh dan dapat dilakukan pengukuran. dan transversal. Kemudian gerakkan transduser ke arah inferior sehingga tampak gambaran vertebrae. Lakukan rotasi sampai tampak vertebra. Jika posisi janin memungkinkan. evaluasi disproporsional kepala dan perut.

hemisfer serebellum. 6. anopthalmos. beak-like nose. Pemeriksaan USG Obstetri Tingkat II Pemeriksaan USG tTingkat II dilakukan oleh sinologist yang berpengalaman. Konfigurasi tulang belakang atau kelainan korpus vertebrae. sebosefalus 2. dahi menonjol. 3. dan ukuran cranium. Telinga Low set ear. pleksus khoroideus serta bentuk ependima. low nasal bridge. dan asimetris kranium 3. meningokel. Dan dagu. dysplasia retina. 2. kolomba iris. vermis. Mata Katarak atau kekeruhan kornea. mikrognathia. misalnya thalamus. hipotelorisme. Susunana Saraf Pusat Hidrosefalus. siklopia. Ukuran lidah dan mulut serta integritas bibir atas dan palatum durum. tentorium. Jaringan yang melapisi tulang belakang. hipertelorisme. meliputi : 1. mikrophathalmia. labioskizis atau palatoskizis. Pemeriksaan vertebrae dan skeletal. dinilai untuk menentukan adanya spina bifida pada daerah vertebrae tertentu 2. dan malformasi berat. bentuk dan letak mata. makrosefalus. Pemeriksaan struktur oarenkhim otak. anirdia 4. Pemeriksaan daerah kranio-fasial 1. mikrosefalus. Pemeriksaan daerah leher dan identifikasi adanya massa di daerah leher Beberapa kelaianan bawaan yang dapat terjadi pada daerah kranio-fasial antara lain : 1. 3. Osifikasi. hidung. ensefalokel. pendunkulus serebri. kavum septum pellusidum. hemisfer serebri. broad nasal bridge. myopia. termasuk tiga pusat penulangan vertebrae pada setiap tingkat. 5. blue sclera. Mikrokornea. Kraniofasial Kraniostenosis. Ukuran dan bentuk ventrikel – ventrikel serebri. paling baik dilihat pada potongan longitudinal . E. agenesis ramus mandibula. Profil muka dan pemeriksaan ukuran. dan sisterna magna. anensefalus. bentuk. makroglossia. kesinambungan. prognatisme. 4. low set canal. telinga. Pusat penulangan. atresia khoanal.

AV-defect. asymmetrical septal hypertrophy. endocardial fibroelastosis Pemeriksaan Jantung Sebagai berikut : Pemeriksaan ekhokardiografi janin merupakan pemeriksaan yang khusus (spesialisasi). sulit. Ada tidaknya kompresi ekstratorakal dan gerak nafas janin Beberapa kelaian yang dapat terjadi pada daerah thoraks antara lain “ ASD. Ekogenitas paru-pari 4. Ukuran. VSD.hypoplastic right ventricle. dan ekogenitas massa intra thoraks atau adanya penimbunan cairan (hidrothoraks. fibula tiak terbentuk. demineralisasi tulang Pemeriksaan thoraks. skoliosis. femur pendek. anggota gerak pendek. Single ventricle. ectopic cordis. berwarna atau pemeriksaan canggih lainnya. four chamber view. pemeriksaan subkostal dan apeks empat rongga jantung serta sumbu panjang oblik untuk melihat arkus aorta dan duktus arkuatus. coartratio and tubular hypoplasia of the aortic arch. hipoplasia rongga thoraks. vertebrae malformation. kira-kira 60-90 menit. Malleable bones. pemeriksaan dilanjutkan dengan Doppler dupleks. supravalvular AS. Double outlet Right Ventricle. dan memerlukan waktu pemeriksaan cukup lama. defek tulang iga. correct TGA. Narrow pelvis. meliputi : . bentuk. meliputi : 1. seringkali dilakukan oleh subspesialis kardiologi anak.. sirenomella. total anomalous pulmonary venous return. Joint imitation and/or contractures. dislokasi panggul congenital. truncus arteriosus. hipoplasia klavikula. agenesis sacrum. aortic stenosis. ToF. Bila ditemukan abnormalitas pada ekhokardiografi. Elbow dysplasia. Ukuran dan konfigurasi rongga thoraks 2. tumors of the heart. Pemeriksaan abdomen. complete TGA. Pemeriksaan triplet vessels. phokomelia.Beberapa kelaiann bawaan yang dapat terjadi pada daerah vertebrae dan skeletal antara lain : Radius tidak terbentuk. efusi pericardial) 3. hemivertebrae. Pemeriksaan ekokardiografi janin terdiri dari M-mode untuk menilai ada tidaknya aritmia. ekokardiografi sumbu panjang dan sumbu pendek jantung. dan five chamber saat ini dianjurkan sebagai penapisan abnormalitas jantung. kifosis. pulmonal stenosis. Hypoplasia left heart syndrome. absence of pubic rami.

Pemeriksaan ekstremitas. 1. mageureter. ukuran. Ada tidaknya kontraktur atau deformitas postural 5. Lokasi. bentuk. clinodactily. dan ekhogenitas ginjal. serta ekhogenitas ginjal dan vesika urinaria. ukuran. Ukuran. splenomegaly. hepatomegaly. 3. biliary atresia. horseshoe kidney. 2. dan dilatasi atau penebalan vesika urinaria.. 2. dan isis defek dinding abdomen. Pemeriksaan Traktus Urinarius. omphalocele. meliputi : 1. priune-belly syndrome. Beberapa kelainan bawaan yang mungkin terjadi pada traktur digestivus antara lain : Interstinal atresia. multicystic kidney disease. Beberapa kelainan bawaan yang mungkin terjadi pada traktus urinarius antara lain : Polycystisc klidney. absence of thumbs. ukuran. angulus akut. termasuk beratnya dan distribusi kelainan berupa tulang pendek 2. ureterektasis. posterior urethral valves. duplicated ureters. Lokasi. Lokasi. megacystic-microcolon-intestinal-hypoperistalsis syndrome. hydronephrosis. Lokasi. lokasi. Ekhogenitas usus. ukuran serta ekhogenitas vesika felea dan hepar. absence of distal phalnx. juga periksa adanya kista ginjal atau perrenal. anal atresia with rectovestibular-fistula. 4. atau hilangnya bagian tulang pada daerah tertentu 3. short hands. pelveokaliektasis. dan ekhogenitas cairan abnormal intraperitoneal atau massa intra abdomen 5. massa atau ekhogenitas abnormal ekstremitas Beberapa kelainan bawaan yang mungkin terjadi ekstremitas antara lain : Polydactilly. absence of all metacarpals. Pembesaran. imperforate anus. complete cutaneous syndactily. bilateral renal agenesis. malrotation of colon. gastroschisis. broad fingersm steeter’s . Ukuran dan lokasi gaster. Ada tidaknya polidaktili 4. Pyloric stenosis. Ekstremitas melengkung. syndactily. meliputi : 1. Ukuran tulang panjang. ureteropelvic junction obstruction.

bifid scrotum. uterine cysts. Ukuran. Ukuran. Evaluasi adanya segmen tali pusat di daerah leher (kecurigaan lilitan tali pusat) atau simpul. Umbilikus normal terdiri dari dua arteri dan satu vena. duplication or anomalous insertion of fallopian tubes.bands and deformity. Penentuan jenis kelamin 2. dan abnormalitas plasenta 3. Pemeriksaan Genitalia. unicornuate uterus. oligodactyli. hypoplastic ovaries. ambiguous genitalia. ectrodactyly. Panduan ini umum dilakukan pada kehamilan risiko rendah. meliputi : 1. Oemeriksaan kelainan yang berkaitan dengan sex linked disease Beberapa kelaian bawaan yang mungkin terjadi pada organ genitalia antara lain : Severe hypospadias. meliputi : 1. Pemeriksaan testis setelah kehamilan 30 minggu 3. absence of nails. Dokter dan pasien harus memperhatikan dan menyadari adanya keterbatasan pada alat dan pengaruh posisi janin serta faktor obesitas ibu sehingga tidak semua anomaly dapat dideteksi . ketebalan dan anomaly plasenta 2. derajat maturasi. posisi. common cloaca. inguinal crptorchidism. ovarian cysts. abnormal crytochidism. clubfoot. double vagina. dan lokasi selaput ketuban serta ada tidaknya kelainan yang berhubungan dengan “fetal cord entrapment atau entanglement” Pemeriksaan USG pada kehamilan 18-20 minggu The Royal Australian College of Obstreticians and Gynecologists dan The Royal College of Radiologist membuat pandunag dalam pemeriksaan USG Obstetri pada kehamilan 18-20 minggu. absence of uterus. dan ekhogenitas massa abnormal dari umbilicus. Pemeriksaan plasenta/ selaput ketuban meliputi : 1. Lokasi. Ekhogenitas. ekhotekstur. terutama pada kehamilan ganda. Pemeriksaan Umbilikus. severe calcaneovalgus. vaginal atresia. 3. ketebalan. 2.

USG pada bidang obstetrik dapat digunakan sebagai screening untuk melihat adanya kecacatan pada janin . Pada keadaan khusus. misalnya pemeriksaan “Nuchal translusensi”. sedangkan kelainan mayor lainnya lebihjarang ditemukan sebelum 18 minggu. Setiap pemeriksaan USG harus mencantumkan keterangan tertulis dari hasil pemeriksaan yang dilakukann pemeriksaan serta penilaian akhir dari pemeriksaan tersebut) serta membuat foto dokumentasi yang dilengkapi dengan identitas pasien. tanggal pemeriksaan. Pemilihan waktu 18-20 minggu didasarkan pada hampir sebagian besar anomaly mayor dapat dideteksi pada periode ini. BAB III KESIMPULAN 1.dengan USG. dan tulang hidung untuk deteksi sindroma Down dapat dilakukan pada kehamilan 10-14 minggu. profil muka. dan tempat/dokter pemeriksaan. Peralatan yang dipergunakan untuk penapisan cacat bawaan harus memiliki resolusi yang baik (canggih) dan “real time”.

USG pada trimester kedua dan ketiga dilakukan untuk melihat tanda kehidupan. USG pada trimester pertama dilakukan untuk evaluasi uterus dan adnexa untuk diagnosis kehamilan. volume cairan amnion. usia gestasi. evaluasi uterus. taksiran berat janin. evaluasi denyut jantung janin. adnexa dan kavum douglasi 3. serviks dan tali pusat. presentasi dan aktivitas janin. jumlah janin.2. plasenta. uterus dan adneksa serta anatomi janin . jumlah.