You are on page 1of 13

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Kehidupan ditandai oleh adanya proses metabolisme yang terjadi di dalam
sel. Metabolisme merupakan proses perubahan kimiawi dari satu bentuk ke
bentuk yang lainya, misalnya dari bentuk sederhana menjadi bentuk yang
lebih rumit, atau sebaliknya. Proses metabolisme melibatkan transformasi
materi dan energi.
Penampilan morfologi yang merupakan fenotip dari suatu organisme
adalah hasil proses metabolisme yang terjadi di dalam setiap sel penyusun
organisme tersebut. Keragaman morfologi di antara individu anggota suatu
populasi sangat tergantung dari keragaman proses dan hasil metabolisme yang
terjadi pada masing-masing individu.
Proses metabolisme di dalam sel merupakan reaksi biokimia yang dikatalis
oleh enzim tertentu, sehingga keragaman proses dan hasil metabolisme
ditentukan oleh enzim yang terlibat dalam reaksi tersebut. Keragaman enzim
(baik struktur maupun susunan asam aminonya) itu sendiri sangat ditentukan
oleh susunan cetakannya yaitu asam deoksiribonukleat (DNA). Ruas DNA
yang menjadi cetakan untuk mensintesis enzim (protein) yang disebut dengan
gen, sehingga gen merupakan pengendali proses metabolisme atau pengendali
kehidupan. Keragaman morfologi suatu organisme merupakan penampakan
gen-gennya. Suatu gen memiliki penyusun serta dapat melakukan ekspresi
gen.
1.2 Rumusan Masalah
Rumusan masalah yang dapat disusun dalam materi struktur dan ekspresi gen
yaitu:
1. Apa sajakah bagian-bagian yang menyusun suatu gen ?
2. Bagaimana struktur gen pada mahluk hidup?
3. Bagaimana mekanisme ekpresi gen prokariotik dan eukariotik pada
mahluk hidup ?

1.3 Tujuan
Berdasarkan pada rumusan masalah, maka tujuan dari penyusunan majakah
yaitu:
1. Untuk mengetahui bagian-bagian yang menyusun suatu gen

1

Untuk mengetahui struktur gen pada mahluk hidup 3. 2.1 Letak Gen Pada Makhluk Hidup 2 .1 Struktur Gen 2.1. Untuk mengetahui mekanisme ekpresi gen prokariotik dan eukariotik BAB II PEMBAHASAN 2.

Jika ada represor yang melekat di operator maka RNA polimerase g bisa jalan trus ekspresi gen tidak bisa berlangsung. Total keseluruhan informasi genetik yang disimpan didalam kromosom disebut genom.Supresor digunakan untuk menghambat sedangkan enhancer digunakan untuk meningkatkan proses transkripsi dengan meningkatkan jumlah RNA polimerase. Promotor Promotor adalah adalah urutan DNA spesifik yang berperan dalammengendalaikan transkripsi gen struktural dan terletak di daerah upstream (hulu) dari bagian struktural gen. Bagian utama sebuah sel adalah nukleus. Operator Operator merupakan urutan nukelotida yang terletak di antara promotor dan bagian struktural dan merupakan tempat pelekatan protein represor (penekan atau penghambat ekspresi gen). 2.2008). 3 .Selain adanya supresor juga terdapatenhancer. Gen juga dianggap sebagai fragmen DNA didalam kromosom (Suryo. 3. Menurut Fred (2005) bahwa struktur gen tersusun dari: 1. Daerah pengkode yaitu ekson and intron yang mengkode RNA atau protein. Promotor berfungsi sebagai tempat awal pelekatan enzim RNA polimerase yang nantinya melakukan transkripsi pada bagian structural. Namun letaknya tidak pada lokasi yang spesifik seperti operator. Pada saat sel akan mulai membelah diri. memendek dan mudah menyerab warna membentuk kromosom. benang-benang halus tersebut menebal.1.Kromosom mengandung DNA.2 Strutur Gen Gen adalah bagian dari kromosom atau salah satu kesatuan kimia (DNA) dalam kromosom yaitu dalam lokus yang mengendalikan ciri-ciri genetis dari suatu makhluk hidup. Intron(intervening sequences) merupakan sekuens yg tidak mengkode asam amino sedangkan ekson merupakan merupakan bagian yang akan dikode menjadi asam amino. Genom DNA tersusun atas gen-gen. Satu gen mengandung satu unit informasi mengenai suatu sifat yang dapat diamati. 2. di dalam nukleus terdapat benang- benang halus yang disebut kromatin. ada yg jauh di upstream atau bahkan downstream dari titik awal transkripsi.

2. Suatu kode triplet basa nitrogen akan menghasilkan suatu jenis asam amino. Jumlah asam amino yang 4 . Perbedaannya terletak pada bagian pengkode. promotor. 2. Gen tersusun dari molekul DNA. Sedangkan bagian pengkode pada eukariotik terdiri dari ekson dan intron (Fred.2011). Karena jumlah basa nitrogen ada 4 jenis. Terminator Terminator dicirikan dengan struktur jepit rambut / hairpin dan lengkungan yang kaya akan urutan GC yang terbentuk pada molekul RNA hasil transkripsi 2. Urutan dan jenis asam amino di dalam sel akan menetukan jenis dan fungsi protein yang dihasilkan.2005). artinya kemungkinan asam amino yang terbentuk ada sebnayak 64 jenis. Proses metaboisme dapat berlangsung karena adanya enzim yang berfungsi sebagai katalisator proses-proses biokimia. Suatu sifat yang dimiliki oleh organisme merupakan hasil metabolisme yang terjadi di dalam sel. 4.1.3 Perbedaan Struktur Gen Pada Prokariotik Dan Eukariotik Pada umumnya struktur gen pada prokariotik dan eukariotik sama yaitu tersusun dari bagian pengkode.2 Ekpresi Gen Ekspresi gen adalah proses penentuan sifat suatu organisme oleh gen. terminor. maka kemungkinan jumlah kodon ada sebanyak 43 atau 64 macam. sehingga gen menentukan sifat suatu organisme (Fred. kecuali pada Archaebacteria dan bakteriofag ada yang memiliki intron. operator.1 Dogma Central Mekanisme ekspresi genetik mengikuti Dogma Sentral Biologi Molekular yaitu aliran (transfer) informasi genetik dari urutan nukleotida DNA manjadi urutan asam amino protein (Subowo. dan molekul mRNA itu sendiri disintesis berdasarkan utas cetakan DNA. Enzim dan protein lainnya diterjemahkan dari urutan nukleotida yang ada pada molekul mRNA.2 Kode Genetika Kode genetika merupakan suatu pengkodean urutan triplet basa nitrogen DNA dan RNA pada proses sintesis protein. 2. Kodon merupakan susunan kombinasi dari tiga basa nitrogen yang terdapat pada mRNA.2. 2. Bagian pengkode pada prokariotik terdapat bagian intron yang tidak dapat diekspresikan sehingga semuanya ekson.2005).

2. demikian menjadi belebih mengingat jumlah asam amino di dalam sel adalah 20 jenis. Ruas DNA uang ditranskripsikandibatasi oleh prometer dan terminator.3 Kode genetika 2.2. Hal demikian menunjukkan bahwa ada beberapa jenis asam amino yang mempunyai lebih dari satu macam kodon. Bagian tertentu tersebut disebut dengan gen. SUG.2.3 Mekanisme Ekspresi Gen A. tetapi hanya bagian tertentu saja. SUS . Trankripsi Transkripsi merupakan proses pembentukan molekul RNA dengan menggunakan DNA sebagai cetakannya. Artinya asam amino leusin dapat digunakan dengan menggunakan keempat kodon tersebut (Suryo. keseluruhan DNA baik gen maupun sekuensi DNA bukan penyandi (non-coding) yang dikandung oleh suatu organism disebut genom.2008). Gb. Hanya satu dari dua utas DNA yang digunakan sebagai cetakan 5 . SUA. Tidak semua bagian DNA akan ditranskripsikan. Contohnya asam amino jenis leusin mempunyai kodon SUU.

rRNA berfungsi sebagai salah satu penyusun ribosom (Yuwono. Hanya mRNA yang akan diterjemahakan ke dalam protein. yaitu inisiasi sintesis RNA. dan (3) RNA polymerase III yang bertugas mengkatalisis proses sintesis mRNA (Yuwono. Ketiga jenis RNA ini berperan dalam proses translasi.Transkripsi berlangsung dalam 3 tahap. hanya terdapat satu jenis RNA polymerase untuk mengkatalisis sintesis semua jenis RNA. pemanjangan (elongasi) RNA dan penyelesaian (terminasi ) sintesis RNA. tRNA berperan sebagai molekul pembawa asam amino yang akan dirangkaikan menjadi polipeptida yang sesuai dengan sandi yang terdapat pada mRNA. elongasi.sintesis RNA. Enzim RNA polymerase lengkap (disebut holoenzim) tersusun dari enzim inti dan faktor transkripsi. G-C). 2005). berlangsung secara anti parallel bila dibandingkan dengan utas cetakannya. Coli. dan 6 . yaitu inisiasi. sedangkan utas yang lain disebut utas pendamping. tetapi tidak selalu utas yang sama digunakan sebagai utas cetakan sepanjang molekul DNA di dalam genom suatu organism. Pada organism eukariot. 2005). (2) RNA polymerase II yang berperan dalam sintesis tRNA dan beberapa molekul rRNA. Pada organism prokariot seperti E. tetapi pada gen lainnya kemungkinan utas yang lain digunakan sebagai cetakan (Yuwono. yaitu: (1) RNA polymerase I yang berfungsi untuk mengkatalisis pembentukan RNA. Proses transkripsi dikatalis oleh enzim transcriptase atau RNA polymerase. Proses transkripsi dapat terbagi menjadi tiga tahap. RNA transfer (tRNA = transfer RNA) dan RNA ribosomal (rRNA =ribosomal RNA). Utas DNA yang digunakan sebagai cetakan bagi sintesis RNA disebut dengan utas cetakan (template). Proses transkripsi menghasilkan tiga jenis RNA yaitu: RNA duta (mRNA= messenger RNA). Enzim inti terdiri dari dua subunit. utas yang satu digunakan sebagai cetakan. terdapat tiga jenis RNA polymerase. Jadi pada gen. 2005). Walaupun hanya satu utas yang berfungsi sebagai cetakan. dan mengikuti aturan Chargaff atau basa-basanya berpasangan secara komplementer (A-T . Proses transkripsi mempunyai beberapa karakteristik yaitu bahwa: proses sintesis mempunyai arah dari 5’P ke 3’OH.

Selama sintesis RNA berlangsung kompleks transkripsi akan bergeser di sepanjang molekul DNA cetakan sehingga nukleotida demi nukleotida akan ditambahkan kepada untai RNA yang sedang diperpanjang pada ujung 3’ nya.teminasi. B. setelah mengalami pengikatan oleh promoter. elongasi atau polimerisasi RNA berlangsung dari arah 5’ ke 3’. Oleh karena urutan palindom ini biasanya diselingi oleh beberapa basa tertentu. Nukleosida trifosfat pertama akan diletakkan di tapak inisiasi dan sintesis RNA pun segera dimulai. Di antara keduanya terminasi diri lebih umum dijumpai. RNA polimerase akan terikat pada suatu tempat di dekat promoter. Tempat ini sering dinyatakan sebagai posisi +1 untuk gen yang akan ditranskripsi. sementara RNA polimerasenya sendiri bergerak dari arah 3’ ke 5’ di sepanjang untai DNA cetakan. Inisiasi. 2. Urutan palindrom adalah urutan yang sama jika dibaca dari dua arah yang berlawanan. Terminasi diri terjadi pada urutan basa palindrom yang diikuti oleh beberapa adenin (A). maka molekul RNA yang dihasilkan akan mempunyai ujung terminasi berbentuk batang dan kala (loop) (Yuwono. 3. Masing-masing tahap akan dijelaskan secara singkat sebagai berikut. yaitu terminasi yang hanya bergantung kepada urutan basa cetakan (disebut terminasi diri) dan terminasi yang memerlukan kehadiran suatu protein khusus (protein rho). Begitu pula halnya dengan molekul RNA hasil sintesis. Hal ini terjadi ketika RNA polimerase mencapai urutan basa tertentu yang disebut dengan terminator. 2005). Elongasi merupakan pengikatan enzim RNA polimerase beserta kofaktor-kofaktornya pada untai DNA cetakan membentuk kompleks transkripsi. Terminasi yaitu berakhirnya polimerisasi RNA ditandai oleh disosiasi kompleks transkripsi atau terlepasnya enzim RNA polimerase beserta kofaktor-kofaktornya dari untai DNA cetakan. Jadi. 1. Translasi 7 .Terminasi transkripsi dapat terjadi oleh dua macam sebab. yang dinamakan tempat awal polimerisasi atau tapak inisiasi (initiation site).

Kodon stop itu sendiri adalah triplet yang menandai berakhirnya proses penyusunan rantai polipeptida. 2. setelah itu baru fase pemanjangan dengan cara pembacaan yang sama. sehingga polipeptida akan terlepas. Ribosom terdiri atas 2 unit yaitu unit besar dan unit kecil. 1. 2005). Proses tersebut akan berlangsung terus sampai pada kodon stop yaitu UGA atau UAA atau UAG. 3.2. dalam tahap ini terjadi proses penerjemahan urutan kodon pada mRNA oleh tRNA menjadi urutan asam amino. kemudian mengenal dan berikatan dengan molekul tRNA pada antikodon untuk asam amino yang khusus. Proses ini terjadi di sitoplasma oleh ribosom. elongasi.4 Perbedaan mekanisme ekspresi gen pada prokariotik dan eukariotik 8 . dengan cara ini activating enzymes mengikatkan molecules tRNA ke asam amino tertentu. Penerjemahan satu kodon mengahsilkan satu asam amino. Inisiasi dimulai dengan pengenalan rangkaian AUG. seperti ACC untuk tryptophan. kemudian RNAt bergeser lagi ke posisi E untuk keluar dari ribosom. Reaksi ini akan memutuskan ( menghidrolisis ) ikatan antara polipeptida yang sudah selesai tRNA disitus P. Translasi adalah tahap penerus dari transkripsi. Terminasi merupakan tahap akhir dari proses translasi dan merupakan tahap pelepasan rantai polipeptida dari ribosom. Proses tersebut terjadi pada saat RNAt masuk kedalam ribosom pada posisi A kemudian bergeser ke posisi P untuk melepaskan asam amino yang dibawanya . Dalam pelepasan rantai polipeptida ada satu protein yang disebut sebagai faktor pelepasan yang akan mengikatkan diri pada kodon stop di site A dan menambahkan air pada rantai polipepida. Setelah satu RNAt keluar dari ribosom maka ribosom bergeser satu rantai kodon ke arah ujung 3’ pada mRNA sehingga RNAt lainnya akan menduduki posisi Apada ribosom yang telah kosong. terminasi (Yuwono. Elongasi yaitu proses penyusunan polipeptida yang dibawa oleh RNAt. 2. Dalam proses translasi terjadi 3 tahap yaitu inisiasi.

secara umum. elongasi dan terminasi. Transkripsi Transkripsi merupakan proses sintesis molekul RNA pada DNA template. pada metabolisme laktosa pada bakteri E. Misalnya operon lac. lac Y dan lac A. pada operon lac mempunya 3 gen struktural yaitu lac Z. Salah satu ciri dari prokariot adalah adanya struktur operon. A. Pada waktu ditranskripsi hasilnya 1 mRNA yang membawa kodon untuk 3 macam polipeptida yang beda (Yuwono. Pada waktu ditranskripsi operon lac akan menghasilkan satu mRNA yang membawa kode-kode genetik untuk polipeptida berbeda yang disebut dengan mRNA polisistronik. Secara umum mekanisme transkripsi dimulai dari inisiasi. hanya salah satu untaian DNA yang disalin menjadi urutan nukleotida RNA (transkrip RNA). Ekspresi gen pada organisme prokariotik dan eukariotik memiliki perbedaan yang sangat signifikan. dimana ketika sumber makanan berlimpah di lingkungam prokariotik tidak akan membuat sesuatu yang terlalu berlebihan. Namun. Urutan nukleotida pada transkrip RNA bersifat komplementer dengan urutan DNA cetakan/template. Tetapi pada eukariotik terdapat tiga gen kelas yang 9 . ekspresi gen pada prokariotik sangat bersifat efisien. begitu banyaknya polipeptida yang berkaitan dengan mesin transkripsi pada eukariotik menjadikan mekanisme tersebut jauh lebih kompleks daripada mekanisme pada prokariotik. Transkripsi Prokariotik pada dasarnya adalah proses penyalinan urutan nukleotida yang terdapat pada molekul DNA. Masing-masing dari gen itu punya start codon dan stop codon sendiri- sendiri namun ekspresinya tetep dikendalikan dengan operon yang sama. tetapi identik dengan urutan nukleotida DNA pada untaian pengkode/coding DNA strand/nontempate strand). Proses ini terjadi pada inti sel / nukleus (Pada organisme eukariotik. Operon adalah organisasi dari beberapa gen yang ekspresinya dikendalikan oleh satu promotor.coli. sedangkan pada organisme prokariotik berada di sitoplasma karena tidak memiliki inti sel) tepatnya pada kromosom. Dalam proses transkripsi. 2005) Mekanisme transkripsi pada eukariotik pada dasarnya menyerupai mekanisme pada prokariot.

Tabel 2. setelah RNA polimerase dibantu dengan faktor transkripsi (TF) menuju ke TATA box kemudian terjadi proses elongasi dan berhenti sampai bertemu terminator (Yuwono. Jika RNA polimerase I dibantu SL1 dan UBF. faktor TBP merupakan protein yg diperlukan jika gen-gen tidak mempunyai TATA box. Sebelum RNA polimerase menempel pada promotor. ada faktor-faktor transkripsi yang membantu RNA polimerase. berperan dalam proses transkripsi. TFIIE. II dan III sehingga penggunaannya dalam sintesis molekul berbeda. karena itu transkripsi harus dilakukan pada masing-masing gen kelas tersebut. RNA memiliki satu set mengenali promoter promotore yang utama dengan membentuk RNA merupakan kotak TATA polimerase holoenzim Lokasi Sitoplasma Nukleus Waktu terjadinya Bersamaan Tidak bersamaan transkripsi dan translasi Hasil RNA matang Pre-mRNA Modifikasi RNA Tidak ada Penambahan tudung 5’ splicing Penambahan poli A diujung 3’ Modifikasi mRNA pasca splicing Jumlah mRNA yang Pasti 1 Bisa lebih dari 1 dihasilkan Jumlah protein yang Bisa lebih dari 1 Hanya 1 dikode mRNA Tahapan terminasi Ketika ada terminator Beberapa nukleotida 10 . RNA polimerase III dipandu ama TFIIIA. RNA polimerase II dibantu dengan TFIIA. 2005). TFIIB. TFIIIC ama protein TBP.2. TFIIF.4 Perbedaan Proses Transkripsi Pada Prokariotik Dan Eukariotik Kriteria Prokariotik Eukariotik Faktor transkripsi Tidak ada. TFIIH dan TFIIJ. TFIIIB. Pada eukariotik RNA polimerasenya beda-beda ada RNA polimerase I. TFIID.

Waktunya pun tidak dapat terjadi secara bersamaan. Hal ini dimungkinkan karena pada prokariotik molekul mRNA di translasikan berdasarkan arah dari ujung 5` ke ujung 3`. Translasi Translasi pada prokariotik terjadi sebelum transkripsi sepenuhnya di selesaikan. maka langsung diakhiri setelah terminator sampai sekitar 100 nukleotida (ada protein yang melepaskan RNA polimerase dari DNA) RNA polimerasi yang Hanya 1 Hanya 3 berperan B. harus merampungkan terlebih dahulu proses transkripsi. pada prokariotik tidak terdapat membran inti. pada eukariot dapat dibedakan tempat terjadinya transkripsi dan translasi. sebab sebelum dapat melakukan translasi. 2005) Translasi pada eukariotik terjadi tidak bersamaan dengan translasi. 2005). Selain dari itu. transkripsi terjadi di dalam inti sedang translasi terjadi di sitoplasma. sehingga tidak ada yang memisahkan transkripsi dan translasi (sebagaimana yang terjadi pada eukariot) sehingga translasi dapat segera dilakukan (Yuwono. 11 . Dengan adanya membran inti. Proses transkripsi dan translasi pada eukariotpun lebih kompleks daripada prokariot (Yuwono.

Gen tersusun dari bagian pengkode (intron. promotor. Ekspresi gen melalui proses transkripsi dan translasi. 3. BAB III PENUTUP 3.1 Kesimpulan Gen adalah bagian dari kromosom atau salah satu kesatuan kimia (DNA) dalam kromosom yaitu dalam lokus yang mengendalikan ciri-ciri genetis dari suatu makhluk hidup. operator dan terminator. Ekspresi gen adalah proses penentuan sifat suatu organisme oleh gen.2 Saran 12 . ekson).

DAFTAR PUSTAKA Fried.2011.T.2005. apabila terdapat materi yang kurang sesuai diharapkan mencari referensi yang lain.Yogyakarta:Gadjah Mada University Press Yuwono.Jakarta:Erlangga Subowo.Biologi Molekuler.Biologi Sel. GH dan Hademenis. GJ.Jakarta:Sagung Seto Suryo.Genetika Manusia.Bioloi edisi dua. Dengan makalah ini diharapkan dapat menambah wawasan pembaca mengenai struktur dan ekspresi gen.2005.Jakarta:Erlangga 13 .2008.