You are on page 1of 27

MAKALAH

INTEGRAL TAK TENTU

Disusun Oleh : Kelompok 6
Nisma Iskandar 201620184
Nesa Fernanda
Mutiara
Musbal

SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI MUHAMMADIYA
PALOPO
2017

INTEGRAL TAK TENTU

A. Pengertian Integral

Dalam kehidupan sehari-hari sering mengalami proses-proses kebalikan. Proses
tersebut mengembalikan suatu kondisi ke kondisi semula setelah melalui serangkaian
proses-proses yang mengubahnya. Salah satu contohnya yaitu dari rumah pergi ke kantor,
Proses kebalikannya dari kantor kembali ke rumah. Pada pelajaran matematika tingkat
dasar terdapat operasi-operasi aritmatika.

Operasi Kebalikan Operasi
Penjumlahan Pengurangan
Pengurangan Penjumlahan
Perkalian Pembagian
Pembagian Perkalian

Proses kebalikan dari turunan dinamakan anti turunan atau integral.

Contoh :

Fungsi Turunannya Kebalikan Turunan


=2 =2 =2

2 ′ 2
= =2 =


= sin = cos = sin


= = =

Perhatikan table diatas data kolom 1 sama dengan kolom 2. Jadi proses kebalikan
mengubah fungsi turunan ke fungsi asal sebelum diturunkan.

Fungsi Asal Turunan Fungsi Turunan

() ′( )

Integral .

Perhatikan table berikut ini Fungsi Turunannya 2 ′ = +2 =2 2 ′ = +5 =2 2 ′ = + 10 =2 2 ′ = − 20 =2 Fungsi yang berbeda-beda pada kolom 1. Perhatikanlah: Fungsi = memiliki turunan ′ = −1 . Apabila proses diatas dibalik.B. Fungsi = +1 memiliki turunan ′ = ( + 1) +1 Maka ∫( + 1) = + . menghasilkan turunan yang sama pada kolom 2. Dengan demikian satu fungsi turunan. Integral tak tentu didefinisikan sebagai berikut: ( ) Disebut anti turunan dari ( ) pada interval bila ( ) = ( )∀ ∈ () = ()+ Dimana C = Konstanta Contoh : 2 ()= + 10 merupakan anti turunan dari ( ) = 2 karena ′( ) = ( ). fungsi integralnya bisa berbeda- beda tergantung konstantanya. Integral Tak Tentu Mari lanjutkan membahas integral sedikit lebih jauh. maka turunannya akan kembali ke fungsi semula yang berbeda-beda.

hasilnya +1 = +1 + .Bagi kedua ruas dengan ( + 1). ≠− Contoh: Integralkan terhadap a) ( ) = 10 b) 2 ()= c) ()=32−4 3 1 −5 d) ()= − 4+ 2 Penyelesaian : a) ∫ ( ) = ∫ 10 0 = 10 + 3 b) ∫ ( ) = ∫ 2 = + 3 c) ∫ ( )= ∫ 3 2 −4 = 3 −22+ 3 1 7 1 4 −5 d) ∫ ( ) = ∫ − 4 + −2 = − −4 − 4 + 2√ + 4 7 Latihan .

( ) = −3 −2 2. −4 ()= e.1. ∫2+4 −6 b. ∫ 10 9 + 5 2 − 6 e. ( ) = 2 d. Integralkan terhadap 1 a. 3 +43−62 d. ∫ −3 9 − 6 2 + 8 . ( ) = 6 2 −1 c. ∫ 2 − 7 + 10 c. Integralkan terhadap a. ( ) = 2 −5 3. ()=62 c. ( ) = 2 b. 2 ()= b. Selesaikanlah a. ()=35 d.

∫(6 + 1)7 e. ( ) = (2 − 3 )7 Misal = 2 − 3 maka= −3 ∫ ( ) = ∫(2 − 3 )7 = − ∫ 7 13 71 ∫ 3 = − 241 8 + = − 241 (2 − 3 )7 + Latihan 1.C. ( ) = (4 + 1)5 Misal = 4 + 1 maka =4 5 41 ∫ () = ∫(4 + 1) =∫ 4 4 1 5 ∫ = 20 + = 20 (4 + 1)5 + 1 b. Selesaikanlah a. ( ) = (4 + 1)5 b. ( ) = (2 − 3 )7 Penyelesaian : a. ∫ 3√(4 − 1) d. ∫ ( + 1)3 b. Metode Subtitusi Contoh Integral terhadap a. ∫ (2 2 + )5 ( + . ∫(3 + 7)8 c.

∫ =+ 2 4. ∫ =− + 2 3. Integral trigonometri merupakan naikan dari suatu turunan trigonometri atau sering pula dikatakan anti turunan . ∫ =− + 5. maka sebaiknya harus mengetahui turunan trigonometri. anti turunan dari rumus-rumus diatas adalah: 1. ∫ csc cot= − csc + . Adapun turunan trigonometri dapat ditulisakan sebagai berikut: Fungsi Trigonometri Turunannya ƒ( ) = ƒʹ( ) = cos ƒ( ) = ƒʹ( ) = − sin ƒ( ) = ƒʹ( ) = sec² ƒ( ) = ƒʹ( ) = −cose² ƒ( ) = ƒʹ( ) = sec tan ƒ( ) = ƒʹ( ) = −csc cot Dengan demikian. ∫=+ 2. tidak terlepas pula didalamnya mengenai integral trigonometri. f. Sebelum mencoba dalam mengingat rumus-rumus integral trigonometri. ∫ sec tan= sec + 6. D. Integral Fungsi Trigonometri Dalam pembahasan integral tak tentu.

∫ ²( + ) = ( + )+ 1 4. ʃ= −ln| cos | + 2. ʃ= ln| sin | + 3. ʃ= −ln| cos | + sin sin (cos ) cos = cos − sin 1 = − cos (cos ) Misal: cos = . ∫= ln |csc x – cot x| + C Adapun pembuktian 4 rumus dari aturan trigonometri diatas : 1. ∫ ( + ) = − ( + )+ 1 3.Rumus-rumus tersebut dapat dibuat lebih umum sebagai berikut : 1. ∫ ( + ) ( + ) =1 ( + )+ 6. ∫ ( + ) =1 ( + )+ 1 2. emudian substitusikan . ʃ= ln| sec x + tan | + 4. ∫ ²( + ) = − ( + )+ 5. ∫ ( + ) ( + ) =−1 ( + )+ Tambahan: 4 rumus penting integral trigonometri 1.

∫ sec = ln | sec + tan | + s e . 1 − Kembalikan = cos Sehingga 1 − = −ln | cos | + 2. ∫ cot = ln | sin | + c o s s i n cos (sin ) = sin cos 1 = sin (sin ) Misal: sin = . kemudian substitusikan 1 = ln| | + Kembalikan = sin Sehingga 1 ln| | + = ln | sin | + 3.

c + t a n s e c s e c + t a n Misal: = sec + tan 1 s i n = c o s + c .

∫= ln |csc x – cot x| + C − cot ∫ − cot misal: = − cot = 1 cos sin − sin = 0(sin ) − 1(cos ) − − sin (sin ) − cos (cos ) sin2 sin2 − cos − sin2 − cos2 = sin2 − sin2 1 cos −(cos2 + sin2 ) =− sin sin + sin2 1 cos −1 = sin sin + sin2 = ( cot −2 ) = ( 2 ++ cot ) = + cot . ln| | + = ln | sec + tan | + 4. o s 0(cos ) − (− sin ) + cos (cos ) − sin (− sin ) = cos2 cos2 sin cos2 + sin2 = cos2 + cos2 = (sec tan + sec2 ) sec2 + sec tan = sec + tan = Kembalikan ke bentuk trigonometri Maka.

2 2. ʃ5 2 2 = ʃ2 2 2 2 . ʃ (5 – 4) = ʃ (5 – 4) 5 1 =− 5 (5 + 4) + 5 4. (5 + 4) 4. = = ln| | + = ln | − cot | + Contoh soal: Integralkan terhadap 1. 5 2 2 Penyelesaian: (2 ) 1. ʃ cos 5 = ʃ cos 5 5 1 = 5 + 5 (5 +4) 3. 5 3. ʃ 2 =ʃ 2 2 1 =− 2 2 + (5 ) 2.

5 (4 ) = 2ʃ 4 4 5 =− 8 4 + Contoh soal bentuk lain Tentukan turunan integral dari soal dibawah ini 1. (2 + 1) ( ² + + 3) Penyelesaian: (2 + 1) cos( 2 + + 3) .

ʃ (9 – 2) 7. ʃ (−4 + 6) ( ² − 3 + 1) 5. ( ² + + 3) = ʃ (2 + 1) ( ² + + 3) 2 +1 =( ² + + 3) + 2. (8 + 12) ² ( ² + 3 + 5) Penyelesaian: 2 (8 + 12) ( 2 + 3 + 5) ( ² + 3 + 5) = (8 + 12) ² ( ² + 3 + 5) 2 +3 ( ² + 3 + 5) = 4(2 + 3) ² ( ² + 3 + 5) 2 +3 =4 ( ² + 3 + 5) + Latihan Selesaikanlah soal di bawah ini 1. ʃ 3 2. ʃ 89 ² ( ² − 9) . ʃ ² (8 + 3) 8. ʃ 8 5 7 6. ʃ 35 ² ( ² − 5) 4. ʃ 3.

ʃ ( + 5) ( ² + 8 + 15) 10. ʃ(2 − 10) sin(2 2 − 9 − 5) .9.

Dalam mengintegralkan fungsi eksponensial dan logaritma. ʃ (7 +9) ²(8 +3) 3. ʃ (8 +3) E. ada beberapa teorema yang harus dipahami. ∫ 2 (7 +9) 2. Teorema 1  ∫ = ||+  ∫= + Contoh 1 Tentukan solusi dari ∫ −1 . . −1 = ( − 1) + 1 − 1 ( − 1) 1 = −1 + −1 1 = 1 + − 1 = + ln| − 1| + Tantangan 2 1. dimana e adalah basis logaritma natural. Integral Fungsi Eksponen dan Logaritma Fungsi Eksponensial adalah Fungsi yang biasa dinotasikan dalam bentuk .

+ 1− 1− 2 = 1− + 1− = − 2 ln|1 − |+ Contoh 3 Tentukan solusi dari ∫ 2−4 Penyelesaian : 2 −4 = ( − 2)( + 2) 1 1 = ( − 2) ( + 2) =1 1 − 1 .Penyelesaian : −1 = −1+1 Contoh 2 1+ Tentukan solusi dari ∫ 1− . Penyelesaian : 1+ 1− 1− +2 = 1− 1− 2 = 1− + 1− 2 = 1.

> & ≠ Contoh 5 Tentukan solusi dari ∫ 510 5 . = +25 + Teorema 2  ∫ = + . Penyelesaian : 510 ln 5 = ( 10 ) 510 ln 5 10 = 1 10 510 + . 4 ( − 2) ( + 2) 1 =4 ( ( − 2) − ( + 2) ) 1 = 4 ( | − 2| − | + 2|) 1 −2 =4 +2 Contoh 4 +25 Tentukan solusi dari ∫ Penyelesaian : +25 = +25 +25 = 1.

2 ∫ 4. ∫5.92 9 . Penyelesaian : 2 2= + ln 2 Teorema 3  ∫ = + Contoh 7 1 Tentukan solusi dari ∫ +1 log . ∫ 2+13 2. 1 ∫ +5 6. ∫√2−4 +5 3.Contoh 4 Tentukan solusi dari ∫ 2 . Penyelesaian : 1 +1 log 1 = + 1 log ( + 1) = log( + 1) + Latihan soal 1. ∫ 3 +1 5.

dimana dan differensiabel terhadap . F. Integral Parsial Jika aturan substitusi digunakan untuk menyelesaikan integral yang berkaitan dengan aturan rantai. Misalkan = . maka turunan adalah = + ( ) = + ( ) =+ ∫ ( )=∫+∫=∫+∫ ∫ = −∫ Contoh 1 Tentukan solusi dari ∫ Penyelesaian: Misal: = berarti = = berarti ∫ = ∫ = Rumus integrasi parsial memberikan: ∫ =∫ ( )= ( )−∫ = ++ . maka untuk menyelesaikan integral yang berkaitan dengan aturan hasil kali turunan digunakan rumus integral parsial.

Contoh 2 Tentukan solusi dari ∫ Penyelesaian: Misal: = berarti = = berarti ∫ = ∫ = − ∫ =∫ ( ) = (− ) + ∫ = − ++ Contoh 3 ln 2015 Penyelesaian: Cara 1 : Misal = ln 2015 = ln 2015 = (ln 2015 ) − ∫ . 20152015 = (ln 2015 ) − + . (ln 2015 ) = (ln 2015 ) − ∫ .

Maka cos = sin + cos + Substitusikan hasil ini ke dalam hasil pertama. diperoleh 2 sin = − 2 cos + 2( sin + cos + ) = − 2 cos + 2 sin + cos + . Penyelesaian: 2 Misal: = berarti =2 = sin berarti = − cos 2 2 Maka sin = − cos +2 cos Dari bentuk ini harus dilakukan integrasi parsial seklai lagi pada integral di sebelah kanan. Contoh 4 2 Carilah ∫ sin .Cara 2 : ln 2015 = ln 2015 + ln ln 2015 = ∫ (ln 2015 ) − ∫ ln = (ln 2015) + (ln ) − + = (ln 2015 + ln ) − + = (ln 2015 ) − + Integral Parsial Berulang Adalah integrasi parsial yang dilakukan beberapa kali (beruang-ulang).

Jadi. 2 sin = (sin − cos ) + sin = 12 (sin − cos ) + .Contoh 5 Tentukan Penyelesaian: Misal = berarti = . Misalkan: = berarti = . = cos berarti = sin . Pada integral di kanan. sin = − cos + cos Dikarenakan masih terdapat bentuk integral. Maka cos = sin − sin Substitusikan ini ke dalam hasil pertama. diperoleh sin = − cos + sin − sin Dengan memindahkan suku yg terakhir ke ruas kiri dan menggabungkan suku-sukunya. maka dilakukan integrasi parsial sekali lagi. = sin berarti = − cos . diperoleh.

5 2 2. 2. 2 1. 1. cos 2 . ln 3 Gunakan integrasi parsial dua kali untuk menghitung integral-integral dibawah ini. cos 3. sin(ln ) 6 5. 2 3. sin 2 4. cos 4.Latihan Gunakan integrasi parsial untuk menghitung integral-integral dibawah ini. ( − 3) cos( − 3) 5.

2008. MATERI KE-3 INTEGRAL FUNGSI TRANSENDEN. 2011. Edwin. Erlangga . UNS [2] Setiawan.Daftar Pustaka: [1] Eko. dkk. Bahan Ajar Kalkulus 1. Stkip Surya [3] Purcell. 2012. Kalkulus Edisi Sembilan Jilid 2.