You are on page 1of 11

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Dalam kehidupaan sehari-hari kita sering menemui pelayanan kesehatan di tempat tertentu,
seperti di Pustu, Puskesmas, dan rumah sakit. Pelayanan kesehatan meliputi peningkatan,
pencegahan, pengobatan, dan pemulihan, baik pelayanan kesehatan konvensional maupun
pelayanan kesehatan yang terdiri dari pengobatan tradisional dan komplementer melalui
pendidikan dan pelatihan dengan selalu mengutamakan keamanan dan efektifitas yang tinggi.

Tercantumnya pelayanan kesehatan sebagai hak masyarakat dalam konstituisi, menempatkan
status sehat dan pelayanan kesehatan merupakan hak masyarakat. Fenomena demikian
merupakan keberhasilan pemerintah selama ini dalam kebijakan politik di bidang
kesehatan (heath politics),yang menuntut pemerintah maupun masyarakat untuk melakukan
upaya kesehatan secara tersusun, menyeluruh dan merata, Menurut Nototmodjo(2001) .

Untuk meningkatkan pelayanan kesehatan dibutuhkan tenaga kesehatan yang trampil dan
fasilitas rumah sakit yang baik, tetapi tidak semua rumah sakit dapat memenuhi kriteria tersebut
sehingga meningkatnya kerumitan system pelayanan kesehatan dewasa ini. Salah satu penilaian
dari pelayanan kesehatan dapat kita lihat dari pencatatan rekam medis atau rekam kesehatan.

1.2 Rumusan Masalah

1. Apa Pengertian Tenaga Kesehatan ?
2. Apa Peran Tenaga Kesehatan ?

3. Apa Pengertian Pelayanan Kesehatan ?

4. Apa saja peran perawat ?

5. Apa saja peran pasien ?

6. Apa saja peran dokter ?

1

dan Tenaga Kesehatan lain dalam Pelayanan Kesehatan. 2 . Apa saja peran tenaga kesehatan lain ? 1.7.3 Tujuan Mahasiswa/pembaca dapat mengetahui peran perawat. dokter. pasien.

umpan balik.2 PENGERTIAN TENAGA KESEHATAN Tenaga Kesehatan adalah setiap orang yang mengabdikan diri dalam bidang kesehatan serta memiliki pengetahuan dan atau ketermpilan melalui pendidikan di bidang kesehatan yang untuk jenis tertentu memerlukan kewenangan untuk melakukan upaya kesehatan.. Jadi pelayanan kesehatan adalah sub sistem pelayanan kesehatan yang tujuan utamanya adalah promotif (memelihara dan meningkatkan kesehatan). Menurut Depkes RI (2009) pelayanan kesehatan adalah setiap upaya yang diselenggarakan sendiri atau secara bersama-sama dalam suatu organisasi untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan. Malaria. 3 . dampak. mencegah dan menyembuhkan penyakit serta memulihkan kesehatan perorangan. dan keahlian. Yang dimaksud sub sistem disini adalah sub sistem dalam pelayanan kesehatan yaitu input . 2. Dr. pendidikan non gelar. output. kelompok dan ataupun masyarakat. BAB II PEMBAHASAN 2.1 PENGERTIAN PELAYANAN KESEHATAN Menurut Prof. lingkungan. S2 dan S3. dsb. S1. keluarga. Hanya mereka yang mempunyai pendidikan atau keahlian khusus-lah yang boleh melakukan pekerjaan tertentu yang berhubungan dengan jiwa dan fisik manusia.kuratif (penyembuhan). kelompok atau masyarakat. dan rehabilitasi (pemulihan) kesehatan perorangan. keluarga. proses. preventif (pencegahan). Soekidjo Notoatmojo(2001) pelayanan kesehatan adalah sub sistem pelayanan kesehatan yang tujuan utamanya adalah pelayanan preventif (pencegahan) dan promotif (peningkatan kesehatan) dengan sasaran masyarakat. Hal inilah yang membedakan jenis tenaga ini dengan tenaga lainnya. sampai dengan pelatihan khusus kejuruan khusus seperti Juru Imunisasi. serta lingkungannya. baik berupa pendidikan gelar-D3.

2. juga dapat berperan mempertahankan dan melindungi hak-hak pasien yang meliputi hak atas pelayanan sebaik- baiknya. 2. Pemberi Asuhan Keperawatan Peran sebagai pemberi asuhan keperawatan ini dapat dilakukan perawat dengan memperhatikan keadaan kebutuhan dasar manusia yang dibutuhkan melalui pemberian pelayanan keperawatan dengan menggunakan proses keperawatan sehingga dapat ditentukan diagnosis keperawatan agar bisa direncanakan dan dilaksanakan tindakan yang tepat sesuai dengan tingkat kebutuhan dasar manusia. 2. Advokat Klien Peran ini dilakukan perawat dalam membantu klien dan keluarga dalam menginterpretasikan berbagai informasi dari pemberi pelayanan atau informasi lain khusunya dalam pengambilan persetujuan atas tindakan keperawatan yang diberikan kepada pasien. kemudian dapat dievaluasi tingkat perkembangannya. sektor keuangan dan peraturan kepegawaian. Kebijakan tentang pendayagunaan tenaga kesehatan sangat dipengaruhi oleh kebijakan kebijakan sektor lain. kebijakan sektor ketenagakerjaan. 4 . hak atas privasi.3 PERAN TENAGA KESEHATAN Tenaga kesehatan berperan sebagai perencana.4 PERAN PERAWAT Peran perawat menurut konsorsium ilmu kesehatan tahun 1989 terdiri dari : 1. Pemberian asuhan keperawatan ini dilakukan dari yang sederhana sampai dengan kompleks. maka pembangunan kesehatan tidak akan dapat berjalan secara optimal. hak atas informasi tentang penyakitnya. seperti: kebijakan sektor pendidikan. hak untuk menntukan nasibnya sendiri dan hak untuk menerima ganti rugi akibat kelalaian. penggerak dan sekaligus pelaksana pembangunan kesehatan sehingga tanpa tersedianya tenaga dalam jumlah dan jenis yang sesuai.

Selain peran perawat berdasarkan konsirsium ilmu kesehatan. Masalah peranan perawat yang timbul : 1. Konsultan Peran disini adalah sebagai tempat konsultasi terhadap masalah atau tindakan keperawatan yang tepat untuk diberikan. 6. fisioterapis. gejala penyakit bhkan tindakan yang diberikankan. Peneliti / Pembaharu Peran sebagai pembaharu dapat dilakukan dengan mengadakan perencanaan. Koordinator Peran ini dilaksanakan dengan mengarahkan. kerjasama. sehingga terjadi perubahan perilaku dari klien setelah dilakukan pendidikan kesehatan.3. 7. merencanakan serta mengorganisasi pelayanan kesehatan dari tim kesehatan sehingga pemberian pelayanan kesehatan dapat terarah serta sesuai dengan kebutuan klien. ahli gizi dan lain-lain dengan berupaya mengidentifikasi pelayanan keperawatan yang diperlukan termasuk diskusi atau tukar pendapat dalam penentuan bentuk pelayanan selanjutnya. 4. Peran ini dilakukan atas permintaan klien terhadap informasi tentang tujuan pelayanan keperawatan yang diberikan. Terlambatnya pengakuan profesi keperawatan 5 . terdapat pembagian peran perawat menurut hasil lokakarya keperawatan tahun 1983. A. 5. Edukator Peran ini dilakukan dengan membantu klien dalam meningkatkan tingkat pengetahuan kesehatan. perubahan yang sistematis dan terarah sesuai dengan metode pemberian pelayanan keperawatan. Kolaborator Peran perawat disini dilakukan karena perawat bekerja melalui tim kesehatan yang terdiri dari dokter.

Pasien harus aktif bertanya 6 . Saran yang di anjurkan dalam meningkatkan peran perawat 1. Berkewajiban utk mengikuti instruksi dari penyembuh 4. Peranan pasien adalah universal peranan penyembuh sangat terbatas 2. Peran pasien lainnya juga adalah : 1.5 PERAN PASIEN 1. Universal Setiap orang wajar dapat jatuh sakit sehingga menjadi pasien. Segera lebih menyempurnakan organisasi profesi keperawatan 2. Peranan sebagian besar pasien bersifat temporer. Bawahan . Terlambatnya mengembangkan sistem pelayanan keperawatan profesional B. Terlambatnya mengembangkan pendidikan keperwatan profesional 3. 2. Temporer. Pasien harus berperan aktif 2. Segera lebih mengembangakan pendidikan keperwatan profesional 2. Segera lebih memantapkan sistem pelayanan keperawatan profesional 3. Non Sukarela Peranan pasien bersifat non sukarela. Penyakit dipandang sebagai hal yang non sukarela & tidak diinginkan Masyarakat non barat peranan penyembuh adalah juga non sukarela dimana sesuatu yang dipaksakan kepada individu yang semula menolak oleh roh-roh yang memberi kekuatan . 3.

6 PERAN DOKTER 1. beritahu riwayat alergi . Melakukan pemeriksaan pada pasien untuk mendiagnosa penyakit pasien secara cepat dan memberikan terapi secara tepat dan tepat. 5. pengobatan dan rehabilitasi. 10. Bertindak sebagai mitra. 2. Melakukan tindakan tetap awal kasus beart agar siap dikirim ke rumah sakit. Ceritakanlah sebanyak mungkin informasi tentang kesehatan yang di rasakan missal seprti memberi tahu yang sedang di konsumsi . Memberikan terapi untuk kesembuhan pasien. 7. 2. Memberikan Keluarga pasien untuk berpartisipasi dalam upaya peningkatan taraf kesehatan. Memberikan pelayanan kedokteran secara aktif kepada pasien pada saat sehat dan sakit. Terjadinya penolakan terhadap tidakan keperawatan atau pengobatan yang akan di lakukan. 7 . Masalah peran pasien yang sering timbul: 1. 8. 6. dan konsultan bagi pasiennya. penasehat. Menangani penyakit akut dan kronik. 4. pencegahan penyakit. Menyelenggarakan rekam medis yang memenuhi standar.3. 9. Tetap bertanggung jawab atas pasien yang dirujukkan ke dokter spesialis. 3. Perhatikan istruksi tenga medis dan patuhi 4. Memberikan nasehat untuk perawatan dan pemeliharaan sebagai pencegahan sakit.

b. dan berisi catatan dokter. Tugas dan hak eksklusif dokter untuk memberikan surat keterangan sakit dan surat keterangan berbadan sehat melakukan pemeriksaan pada pasien.  Menyediakan yang dapat digunakan untuk melindungi kepentingan hukum pasien dalam kasus. Bagi Institusi Pelayanan Kesehatan Rekam medis memiliki data yang dapat dipakai 8 . 2005:54): a. kecelakaan pribadi atau malpraktek. Peran Rekam Medis Dalam Pelayanan Kesehatan "Medical record are witnesses memories never die" (Guwandi.  Dengan rekam medis ini juga pasien menjadi mudah dalam klaim ke pihak asuransi karena semua bukti pelayanan yang diminat pihak asuransi ada di rekam medis. Bagi Pasien Bagi pasien mempunyai nilai tinggi karena di rekam medis berisi data mengenai kesehatan masa lalu dan masa kini. maka dengan adanya rekam medis dapat menjadi alat pengingat.7 PERAN TENAGA KESEHATAN LAIN 1. hasil prosedur dan diagnosa dan terapi serta respon pasien. 2.11. rujukan dan referensi baik untuk pasien maupun tenaga kesehatannya. kasus kompensasi pekerja. Dengan adanya data tersebut dapat :  Karena ada keterbatasan untuk mengingat mengenai tindakan pelayanan yang diberikan. perawat dan tenaga kesehatan mengenai keadaan pasien saat ini dalam bentuk penemuan pemeriksaan fisik.  Menyediakan data bagi tenaga kesehatan yang akan mengobatinya pada saat berobat lagi.

Rekam Medis juga menyediakan data untuk laporan kejadian vital seperti kelahiran dan kematian untuk digunakan oleh organisasi .badan penerbit lisensi sertifikasi dan akreditas dalam mengevaluasi asuhan yang disediakan RS dan dalam menentukan kepatuhan RS pada standar pelayanan yang ditentukan oleh badan akresitasi tersebut.  Untuk melaporkan diagnosa atau alasan pengobatan dan tindakan supaya tagihan dapat diajukan dengan benar  Dapat dipakai untuk melindungi intitusi pelayanan kesehatan dari tuntutan hukum. Serta untuk kepentingan perkembangan ilmu bagi tenaga kesehatan karena semua tenaga kesehatan dapat mereview rekam medis pasien yang telah mereka rawat. Untuk mengevaluasi kinerja tenaga kesehatan yang bekerja di fasilitas tersebut  Untuk mengevalusi penggunaan sumber daya seperti peralatan dan pelayanan diagnostik khusus yang disediakan  Rekam medis digunakan pada survey oleh badan . terutama membantu dokter dalam menyediakan perawatan berkesinambungan pada berbagai tingkat pelayanan kesehatan. Bagi Penyedia Layanan Kesehatan (Tenaga Kesehatan) Rekam menyediakan informasi untuk membantu seluruh tenaga kesehatan dalam merawat pasien selama dirawat dan pada kunjungan berikutnya ke tempat pelayanan kesehatan. Rekam medis berisi asuhan / pelayanan yang diberikan oleh masing .penyakit tertentu.masing tenaga kesehatan. d. Kewajiban untuk melap 9 . Bagi Pendidik.organisasi kesehatan masyarakat. sehingga melindungi kepentingan hukumnya. Peneliti dan Petugas Kesehatan Masyarakat Rekam medis berisi data yang membantu tenaga kesehatan dan mahasiswa di bidang kesehatan mempelajari perawatan pasien dan proses penyakit. Rekam medis memiliki nilai yang tinggi dalam memajukan riset kedokteran karena memberikan suatu database untuk evaluasi keefektifan pengobatan penyakit . karena semua bukti ada di rekam medis c.

penyakit tertentu seperti penyakit menular.program kesehatan bagi institusi pelayanan kesehatan ataupun untuk pemerintah. Contoh sederhananya obat anti alergi. sehingga pasien harus waspada saat menggunakan kendaraan bermotor. Selain efek yang diinginkan dari suatu obat. proses perbaikan. e.1 KESIMPULAN pelayanan kesehatan adalah pelayanan kesehatan yang dapat memuaskan setiap pemakai jasa pelayanan kesehatan yang sesuai dengan tingkat kepuasaan rata-rata serata penyelenggaraannya sesuai dengan standart dan kode etik profesi. Empat hal yang perlu diperhatikan dalam pendekatan untuk mencapai pelayanan prima melalui peningkatan mutu pelayanan. 10 . ada beberapa anti alergi yang menyebabkan kantuk. Untuk kesinambungan partisipasi dalam program asuransi kesehatan. 2. statistik yang dikembangkan dari data ini dapat mendukung untuk perencanaan program . atau biasa kita sebut efek terapi. suatu efek yang mungkin saja tidak diinginkan oleh pasien. Rekam Medis yang dipelihara oleh institusi pelayanan kesehatan direview untuk menentukan kepatuhan pada standar .standar yang mencakup isi rekam medis. yaitu Pelanggan dan harapannya. BAB III PENUTUP 3. Ada juga yang disebut efek samping. budaya yang mendukung perbaikan terus menerus. Peran Apoteker Apoteker sangat berperan penting dalam sampainya informasi mengenai obat yang digunakan seorang pasien dalam pengobatannya. perbaikan kinerja. Bagi organisasi Pembayar Klaim Pelayanan Kesehatan Perusahaan asuransi dan preview program di setiap negara meneliti rekam medis untuk memastikan adanya dokumentasi yang mendukung klaim institusi untuk pembayaran dari asuransi.

com/search/label/Komunitas http://dr-suparyanto.blogspot.com/2010/09/pelayanan-kesehatan-dan-mutu-pelayanan.com/2010/10/aturan-standar-mutu-pelayanan-kesehatan.blogspot. DAFTAR PUSTAKA http://dr-suparyanto.com/2011/02/pelayanan-kesehatan-health-service.gudangmateri.html http://www.com/search/label/Kuliah%20Manajemen%20dan%20Organisasi http://cafe-radiologi.html http://drsuparyanto.blogspot.blogspot.html 11 .