You are on page 1of 28

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Pesantren merupakan salah satu lembaga pendidikan islam tertua di
Indonesia. Ia memiliki hubungan fungsional simbiotik dengan ajaran
islam. yaitu, dari satu sisi keberadaan pesantren diwarnai oleh corak dan
dinamika ajaran islam yang dianut oleh para pendiri dan kiai pesantren
yang mengasuhnya. Tidak hanya itu pesantren juga memiliki kedekatan
hubungna dengan masyarakat disekitarnya. Yakni dari satu sisi,
keberadaan pesantren amat bergantung kepada masyarakat yang ikut
memberikan support bagi keberadaannya, sedangkan pada sisi lain
pesantren juga harus memberikan jawaban atas masalah atau memenuhi
kebutuhan intelektual, spiritual, social, cultural, politik, bahkan medis dan
lainnya yang dibutuhkan oleh masyarakat.1

Perkembangan pondok pesantren dewasa ini semakin pesat. Pesantren
merupakan penggabungan antara dua sistem pondok dan pesantren yang
memberikan pendidikan dan pengajaran agama Islam. Pengertian
pesantren sekarang ini tidak lagi bersifat tradisional, namun berkembang
secara modern serta menyesuaikan kebutuhan. Bahkan sekarang telah
berkembang berbagai macam istilah pesantren yang di dalamnya
terdapat berbagai macam pelajaran khusus seperti pesantren
perbengkelan, pesantren pertanian, pesantren buruh pabrik bahkan
pesantren sapi hingga pesantren bisnis dan perdagangan.2

1 Prof.Dr. H. Abuddin Nata, kapita selekta pendidikan islam, (Jakarta:PT. Raja
grafindo, 2012), hlm 311

2 Hasan Basri dan Beni Ahmad Saebani, Ilmu Pendidikan Islam (Bandung: Pustaka
Setia, 2010), 230.

1

Menurut M. Arifin Pesantren memiliki arti sebagai suatu lembaga
pendidikan agama Islam yang tumbuh serta diakui masyarakat sekitar,
dengan sistem asrama (komplek) di mana santri-santri menerima
pendidikan agama melalui sistem pengajian atau madrasah yang
sepenuhnya di bawah kedaulatan dari leadershipseorang atau beberapa
orang kiai dengan ciri-ciri khas yang bersifat kharismatik serta
independen dalam segala hal.3

Dari pengertian tersebut sudah jelas bahwa pesantren itu adalah suatu
lembaga pendidikan Islam, dimana lembaga tidak lepas dari yang kita
sebut struktur organisasi. Dalam struktur organisasi akan ada pembagian-
pembagian tugas dan suatu jabatan pada orang-orang yang terpilih untuk
terlibat dalam mengurus suatu pesantren. Struktur organisasi ini di buat
untuk mempermudah dan mengefektifkan suatu tugas dalam mengelola
suatu pesantren.

Struktur Organisasi pesantren sangat erat kaitannya dengan pemimpin
dan kepemimpinan di pesantren. Karena dalam struktur organisasi
memiliki pemimpin yang dijadikan pusat untuk memberikan intruksi
kepada bawahannya. Tentu semua itu tidak lepas dari pola-pola
kepemimpinan dan tipe kepemimpinan seorang pemimpin dalam
memimpin dan mengelola suatu pesantren. Pemimpin dalam pesantren
pun memiliki pola-pola yang berbeda dalam melakukan
kepemimpinannya. Berbicara tentang lembaga, organisasi, kepemimpinan
pasti ada sesuatu kebijakan yang diambil guna untuk mengembangkan
lembaga tersebut.

Istilah pemimpin dan kepemimpinan memiliki mata dasar yang sama,
tetapi mempunyai makna yang berbeda. Menurut Kamus Besar Bahasa
Indonesia , pemimpin adalah orang yang memberikan bimbingan,

3 Mujamil Qomar, Pesantren Dari Transpormasi Metodologi Menuju
DemokrarisasiInstitusi, (Jakarta: Erlangga, 2009), hlm. 2

2

2.4.2. Apa saja tugas-tugas pokok pesantren ? 1. Gibson sebagaimana dikutip Nawawi (2003) mengatakan kepemimpimnan adalah seni menggunakan berbagai jenis pengaruh yang bukan paksaan untuk memotivasi anggota organisasi 5 untuk mencapai tujuan. Manajemen dan Kepemimpinan Kepala Sekolah. 39 3 .Pd.6.1. Berdasarkan pandangan tersebut. menuntun. Bagaimana sejarah berdirinya pesantren? 1. 38 5 Andang M. memberikan definisi kepemimpinan sebagai kemampuan mempengaruhi dan member arah yang terkandung di dalam diri pribadi pemimpin.2. hal.Pd. mengarahkan dan berjalan di depan.3. Rumusan masalah 1. Untuk mengetahui pengertian pondok pesantren 4 Andang M. Bagaimana sistem kepemimpinan yang ada di pesantren? 1. 2014). dapat disimpulkan bahwa kepemimpinan adalah suatu proses yang dilakukan untuk mempengaruhi seseorang atau sekelompok orang untuk bekerja secara bersama tanpa paksaan dalam mencapai tujuan dari suatu organisasi.3. tugas pokok.4 Denim dan Suparno (2009).1.2.2.5. kepemimpinan serta kebijakan dalam pengembangan pesantren.2. hal. Bagaimana struktur organisasi yang ada di pesantren ? 1.3.2. (Yogyakarta:ARR- RUZZ MEDIA.2. 1. maka dalam makalah ini penulis akan menjabarkan lebih detail mengenai organisasi. Stephen P. Robbins (2006) mengatakan kepemimpinan adalah kemampuan untuk mempengaruhi sekelompok anggota agar bekerja mencapai tujuan dan sasaran. Apa saja kebijakan – kebijakan yang di terapkan dalam rangka pengembangan pesantren ? 1. Melihat uraian di atas . Apa pengertian pondok pesantren ? 1. Tujuan 1.

4.3. Untuk mengetahui sistem kepemimpinan yang ada di pesantren 1.6 Sedangkan “pesantren” berasal dari kata santri dengan awalan “pe” dan akhiran “an”.3.2. (Jakarta: Depag RI.6.1. 32 4 . Untuk mengetahui kebijakan – kebijakan yang di terapkan dalam rangka pengembangan pesantren BAB II PEMBAHASAN 1. Untuk mengetahui berdirinya pesantren 1.3.5. Pelembagaan Pesantren. Asal-Usul Dan Perkembangan Pesantren Di Jawa. atau kata “pondok” berasal dari bahasa Arab “funduq” yang artinya hotel atau asrama. Prof.3. Johns berpendapat bahwa istilah santri berasal dari bahasa Tamil yang berarti guru ngaji. mendalami. Untuk mengetahui struktur organisasi yang ada di pesantren 1. 6 Hanun Asrohah. Pengertian Pondok Pesantren Istilah pondok berasal dari pengertian asrama-asrama para santri yang disebut pondok atau tempat tinggal yang terbuat dari bambu. 2004). memahami.3.3.7 Sedangkan menurut istilah Pesantren adalah lembaga pendidikan tradisional Islam untuk mempelajari. Untuk mengetahui tugas-tugas pokok pesantren 1. yang berarti tempat tinggal para santri. hal.1.

hal. Arifin. Pemberdayaan Pesantren. dengan sistem asrama atau kampus. Remaja Grafindo Persada. 1985) hal. Hasbullah dalam bukunya “Kapita Selekta Pendidikan Islam”. h. Pondok Pesantren adalah “suatu lembaga pendidikan Islam yang tumbuh serta diakui oleh masyarakat sekitar. (Yogyakarta: Pustaka Pesantren. dan mengamalkan ajaran Islam dengan menekankan pentingnya moral keagamaan sebagai pedoman prilaku sehari-hari. sebagaimana dikutip oleh Drs. Pesantren memiliki misi untuk 7 Zamakhsyari Dhofier. menghayati dan mengamalkan ajaran Islam dengan menekankan pentingnya moral agama Islam sebagai pedoman hidup bermasyarakat sehari. Kapita Selekta Pendidikan Islam. Cet. serta independent dalam segala hal.hari. untuk lebih memberikan gambaran yanglebih sempurna di bawah ini akan dikemukakan definisi dari para ahli tentang pengertian pondok pesantren. Menuju Kemandirian Dan Profesionalisme Santri. yaitu pesantren merupakan lembaga pendidikan tradisional Islam untuk memahami.9 Sedangkan menurut Mastuhu. 2005). 18 8 Jamaluddin Malik. (Jakarta:LP3ES. menghayati. h. Menurut M.119 9 Mujamil Qomar. 39 5 . 8 Para ahli mempunyai pendapat yang berbeda-beda dalam memberikandefinisi tentang pondok pesantren. Ke-1. (Jakarta: PT.10 Dari beberapa definisi di atas. kiranya dapat memberikan gambaran kepada kita tentang pengertian pondok pesantren dan akhirnya dapat diambil kesimpulan bahwa yang dimaksud pondok pesantren adalah Lembaga pendidikan tradisional Islam untuk mempelajari ajaran Islam untuk diamalkan dengan menekankan pentingnya moral keagamaan sebagai pedoman perilaku sehari-hari. 2 10 Hasbullah. Tradisi Pesantren: Studi Tentang Pandangan Hidup Kyai. di mana santri-santri menerima pendidikan agama melalui sistem pengajian atau Madrasah yang sepenuhnya berada di bawah kedaulatan dari seorang atau beberapa kyai dengan ciri khas yang bersifat kharismatik.1996).

1.Cet1. hal. 23 12 Fatah Syukur. 2002). pondok pesanten memiliki ciri khas yang tidak dipraktekkan di lembaga-lembaga pendidikan pada umumnya. Kiprah pondok pesantren dalam segala zaman nampaknya tidak diragukan lagi. Pengenalan pesantren sebagai sebuah wadah untuk mengkaji ilmu agama 11 Alwi Shihab. dan Cirebon. hal. sekaligus tempat persinggahan para pedagang dan muballig Islam yang datang dari Jazirah Arab seperti Hadramaut. betapa tidak bahwa pesantren sebenarnya memiliki latar belakang histories yang sangat panjang unuk mengalami perkembangan hingga berwujud seperti yang ada kebanyakan saat ini.2. Dinamika Pesantren dan Madrasah ( Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Lasem. Bonang (Tuban). Usaha Syaikh menemukan momuntem seiring dengan mulai runtuhnya singgasana kekuasaan Majapahit (1293 – 1478 M).11 Hasil penelusuran sejarah ditemukan sejumlah bukti kuat yang menunjukkan bahwa cikal bakal pendirian pesantren pada awal ini terdapat di daerah-daerah sepanjang pantai utara Jawa.Cet1. Dalam pembelajaran. Ampel Denta (Surabaya). Kota-kota tersebut pada waktu itu merupakan kota kosmopolitan yang menjadi jalur penghubung perdagangan dunia. 2002). dan Irak12. seperti Giri (Gresik). Tujuannya adalah agar para santri menjadi juru dakwah yang mahir sebelum mereka diterjunkan langsung di masyarakat luas. Dalam catatan sejarah. Islam Inklusif (Bandung: Mizan. Kudus. Asal Mula Berdirinya Pondok Pesantren Syaikh Maulāna Mālik Ibrāhīm atau Sunan Gresik merupakan orang pertama yang membangun lembaga pengajian yang merupakan cikal bakal berdirinya pesantren sebagai tempat mendidik dan menggembleng para santri. Pondok Pesantren dikenal di Indonesia sejak zaman Walisongo. mengembangkan dakwah Islam. khususnya di daerah pesisir yang kebetulan menjadi pusat perdagangan antar daerah bahkan antar Negara. Persia. Islam pun berkembang demikian pesat. 248 6 .

wilayah Demak dan masih banyak lainnya. Sunan Drajat dan Sunan Giri. Islam. Peran Ulama dan Santri dalam perjuangan Politik Islam di Indonesia (Surabaya : PT Bina Ilmu. Ketika itu Sunan Ampel mendirikan sebuah padepokan disebuah wilayah. 1994 ). tanah perdikan yang diberikan oleh Raja Majapahit kepada Sunan Ampel karena jasanya dalam melakukan pendidikan moral kepada abdi dalem dan masyarakat majapahit pada saat itu. hal.14 Dengan demikian pesantren Ampel Denta dapat dikatakan sebagai cikal bakal berdirinya pesantren-pesantren di Tanah Air. Raden Fatah dari Demak yang kemudian menjadi sultan di kerajaan Islam Demak. hal ini di sebabkan ketika para santri telah menyelesaikan studinya. Para santri yang berasal dari daerah lainnya di pulau Jawa juga banyak yang datang untuk menuntut ilmu agama. serta kebudayaan Islam yang pada masa selanjutnya mengalami akulturasi dengan budaya lokal. diantaranya adalah Batara Kathong dari Ponorogo. 21-23 7 . bahkan di antara para santri ada yang berasal dari Gowa dan Talo serta Sulawesi. maka munculnya wilayah-wilayah seperti giri kedaton menjadi sesuatu hal 13 Abdul Qodir Djaelani.13 Para santri yang belajar kepada Sunan Ampel pun berasal dari berbagai daerah.12-13 14 Abdul Qodir Djaelani. Sunan Kalijaga dari Kadilangu. para santri- santri tersebut merasa berkewajiban mengamalkan ilmunya di daerahnya masing-masing. diantaranya adalah Sunan Bonang. wilayah tersebut kemudian di namakan Ampel Denta yang terletak di kota Surabaya saat ini dan menjadikannya sebagai pusat pendidikan di Jawa. Maka didirikanlah pondok-pondok pesantren dengan mengikuti pada apa yang mereka dapatkan di Pesantren Ampel Denta.hal. bahkan anak dan keponakan beliau menjadi tokoh terkemuka setelah menimba ilmu di Ampel Denta.

yang sangat penting bagi persebaran dan pengembangan pesantren yang telah di contoh kan oleh Sunan Ampel melalui pesantrennya di surabaya. Hubungan mereka tidak hanya sekedar sebagai murid dan guru. materi Nahwu dan Fiqih mendapat porsi Mayoritas. Hadist dan lain. metode. mereka bersama sama bertani atau berdagang dan hasilnya dipergunakan untuk kebutuhan hidup mereka dan pembiayaan fisik lembaga. tikar dan lain sebagainya. 8 . Bentuk ke-ikhlasan itu terlihat dengan tidak dipungutnya sejumlah bayaran tertentu dari para santri. Kesederhanaan pesantren dahulu sangat terlihat. Tauhid. Biasanya sang Kyai menganjurkan santri tersebut untuk nyantri di tempat lain atau mengamalkan ilmunya di daerah masing- masing. bangku belajar. bahan kajian dan perangkat belajar lainnya. Tidak heran bila sebagian pakar meneybut sistem pendidikan Islam pada pesantren dahulu bersifat “fiqih orientied” atau “nahwu orientied”. Biasanya mereka mempergunakan rujukan kitab Turost atau yang dikenal dengan kitab kuning. yaitu sesuai dengan keinginan santri atau keputusan sang Kyai bila dipandang santri telah cukup menempuh studi padanya. Yang menjadi ciri khas dari lembaga ini adalah rasa keikhlasan yang dimiliki para santri dan sang Kyai. Di antara kajian yang ada. seperti lampu. Hal itu dilatarbelakangi kondisi masyarakat dan ekonomi yang ada pada waktu itu. seperti fiqih. Sedangkan materi fiqih karena dipandang sebagai ilmu yang banyak berhubungan dengan kebutuhan masyarakat (sosiologi). Masa pendidikan tidak tertentu. Nahwu. tapi lebih seperti anak dan orang tua. Tafsir. tinta. Tidak heran bila santri merasa kerasan tinggal di pesantren walau dengan segala kesederhanaannya. Seseorang tidak dapat membaca kitab kuning bila belum menguasai Nahwu.lain. Hal itu karena mereka memandang bahwa ilmu Nahwu adalah ilmu kunci. Para santri yang tekun biasanya diberi “ijazah” dari sang Kyai. baik segi fisik bangunan. Materi yang dikaji adalah ilmu-ilmu agama.

32. Namun keadaan fisik bangunan dan masa studi telah terjadi pembenahan. organizing. 15 Irfan Hielmy.3. sebelum kita berbicara mengenai struktur organisasi yang ada di pondok pesantren. metode dan sistem masih dipertahankan. Ia lebih menyatu dengan masyarakat.15 1. management is the process of planning. hakikat manajemen adalah kemampuan dan keterampilan khusus untuk melakukan kegiatan bersama orang lain atau melalui orang dalam mencapai tujuan organisasi. 1999). tidak dibatasi pagar (komplek) dan para santri berbaur dengan masyarakat sekitar. alangkah lebih baiknya jika kita mengetahui terlebih dahulu hakikat manajemen. menggerakkan.(Bandung: Nuansa. Di sini Stoner menekankan bahwa manajemen merupakan sebuah proses merencanakan. meski beberapa materi. Lokasi pesantren model dahulu tidaklah seperti yang ada kini. Madura dan sebagian Jawa Tengah dan Jawa Timur. Contoh bentuk terakhir ini terdapat pada Pondok Pesantren Tebu Ireng dan Tegalrejo. mengorganisasikan. Pesan Moral dari Pesantren: Menigkatkan Kualitas Umat. Stoner. serta mengatur dan mendayagunakan semua potensi sumber daya manusia untuk mencapai tujuan organisasi secara efektif dan efisien. Menjaga Ukhuwah. 9 . Menurut James A. Sebagai suatu sistem. mengendalikan. Pesantren dengan metode dan keadaan di atas kini telah mengalami reformasi. Struktur Organisasi Pondok Pesantren Suatu organisasi pasti tidak lepas dengan yang namanya manajemen. leading and controlling the efforts of organizing member and of using all ather oragnizational resourcess to achieve stated organizational goals (1987:24). Bentuk ini masih banyak ditemukan pada pesantren-pesantren kecil di desa-desa seperti di daerah Banten.

The aim of all managers is the same. M. terdapat beberapa fungsi manajemen yang secara konseptual memiliki kesamaan yakni Planning (perencanaan). 2. this impulse effectiveness and efficiency. menggerakkan. Sementara itu. leading and controlling. 2. manajemen merupakan suatu disiplin ilmu pengetahuan mengenai kemampuan dan keterampilan melakukan kegiatan bersama untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.16 Dari beberapa definisi yang telah dijelaskan di atas pada prinsipnya manajemen merupakan serangkaian kegiatan merencanakan. Hal yang sama juga diungkapkan oleh Harold Koontz dan Heich Weinrich (1990:40) bahwa “management is the process designing and maintraining an environment in with individuals. sarana dan prasarana untuk mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan secara efektif dan efisien. Managing is concerned which productivity. Hendra Zainuddin.Ag. 4. Organisasi Dan Sistem Pondok Pesantren. staffing. organizing. 3. to scarred a surplus. and 5. Untuk itu. people carry act the managerial function of planning. Johnson (1973) secara umum mengatakan bahwa manajemen adalah proses mengintegrasikan sumber- sumber yang tidak berhubungan menjadi sistem total untuk menyelesaikan suatu tujuan. working together in group efficiently accomplish selected aims. 2 10 . It applies to managers at all organization. 1. proses mengorganisasi dan memakai sumber-sumber untuk menye-lesaikan tujuan yang sudah ditentukan. pengambilan keputusan. mengelola orang-orang. S. Ernest Dale (1973:4) dengan mengutip pendapat beberapa ahli menyimpulkan bahwa manajemen sebagai. This basic definition needs to be expanded: 1. Dengan kata lain. 3. Sedangkan Ricard A. mengendalikan dan mengembangkan segala upaya dalam mengatur dan mendayagunakan sumber daya manusia.Pd. mengorganisasikan.I. Management applies to any kind of organization. As managers. 16 H.hal.

Struktur organisasi menggambarkan jelas pemisahan kegiatan pekerjaan antara yang satu dengan yang lain dan bagaimana hubungan aktivitas dan fungsi dibatasi. (Bandung: CV Alfabeta. dan tujuan dicapai melalui pemanfaatan sumber daya yang ada.17 Dari pengertian manajemen tersebut. dapat diambil keismpulan bahwa manajmen meliputi adanya proses. 2013) cet. Struktur organisasi adalah suatu susunan dan hubungan antara tiap bagian serta posisi yang ada pada suatu organisasi dalam menjalankan kegiatan operasional untuk mencapai tujuan yang diharapkan dan diinginkan. Organizing (pengorganisasian). Dasar-Dasar Manajemen. hal. mengawasi usaha – usaha yang dilakukan individu untuk mencapai tujuan. Dalam struktur organisasi baik harus 17 Andang.Pd. Actuating (penggerakkan). I. (1982) mendefinisikan manajamen adalah cara pencapaian tujuan yang ditentukan terlebih dahulu dengan melalui kegiatan orang lain. M. 11 . Haiman (dalam Manulang) mengatakan manajemen adalah fungsi untuk mencapai suatu tujuan melalui kegiatan orang lain. Selanjutnya Sondang P. Organisasi merupakan alat atau wadah yang statis. adanya tujuan yang akan dicapai. 21 18 Badrudin. 18 Selain itu ada pula definisi lain bahwa organisasi yaitu sekelompok orang (dua atau lebih) yang secara formal dipersatukan dalam suatu kerjasama untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. dan Controlling (pengawasan) atau sering disingkat dengan POAC. proses melalui pelaksanaan pencapaian tujuan. 111. George R. Sebelum definisi struktur organisasi lebih baik untuk mengetahui dulu apa itu organisasi. hal. (1997) mendefinisikan manajmen sebagai kemampuan atau keterampilan untuk memperoleh sesuatu hasil dalam pencapaian tujuan melalui kegiatan – kegiatan orang lain.

menentukan arah kebijakan pondok pesantren ke dalam dan ke luar. dan pelaksanaan program-program yayasan. jadi ada satu pertanggungjawaban apa yang akan dikerjakan.com/2012/05/pengertian-struktur-organisasi. diakses dari http://rynaldi- dwitama.19 Struktur Organisasi dalam pesantren sudah pasti berbeda-beda bentuknya karena setiap pesantren memiliki perbedaan dalam kepemimpinan dan kepengurusan sesuai kebutuhan pesantren tersebut. pukul 5:550pm 12 . 2. Bendahara I dan Bendahara II. Ketua I dan Ketua II. Sekretaris Umum. memberikan legalisasi terhadap semua kebijakan-kebijakan yang diambil oleh pengurus harian. Skeretaris I dan Sekretaris II. 3.html pada tanggal 31 Maret 2016. karena itu disini kami akan memberikan serta menjelaskan pembagian/ struktur organisasi dari salah satu contoh pesantren. Dalam tatanan operasinya ketua umum dengan dibantu oleh Sekretaris Umum gai Top Leader. yang bertanggung jawab terhadap 19 Rynaldi Dwitama. Dewan Pengawas Dewan pengawas adalah sebuah badan yang berfungsi sebagai pendamping Majelis pengasuh dalam hal memberikan masukan dan melakukan pengawasan terhadap kebijakan. menjelaskan hubungan wewenang siapa melapor kepada siapa. Majelis Pengasuh/Dewan Pembina/Kyai Pengasuh adalah pimpinan tertinggi yang memegang wewenang penuh di Pondok pesantren. Pengurus Harian Pengurus adalah pelaksana harian seluruh program-program yayasna yang telah digariskan sekaligus penanggungjawab seluruh kebijakan-kebijakan yang diambil. Pembagian struktur organisasi tersebut antara lain sebagai berikut : 1. Kewenangan tersebut diantaranya adalah mengangkat dan memeberhentikan ketua umu Yayasan. “Pengertian Struktur Organsasi”. Bendahara Umum. kinerja.blogspot. Pada setiap periode pengurusnya terdiri dari 9 orang dengan struktur organisasi Ketua Umum.

dan pengurus departemen ada 9 yang telah disebutkan pada poin ke tiga. Departemen KAMTIB. Sedangkan sekretaris II dengan dibantu oleh Sekretaris II bertanggung jawab terhadap kebijakan dan program Depertemen Wirus. Menurut Winardi (1990:7) unsur-unsur dasar manajemen yang lazim dipakai sebagai berikut. Departemen HUMASY. pengurus Departemen juga dituntut berkreatifitas dengan daya inovasi yang tinggi guna menentukan berbagai program dan kebijakan yang diharapkan mampu melahirkan terobosan baru bagi pengembangan dan kemajuan masing-masing bidang. Dalam rangka mencapai tujuan organisasi itu tidak terlepas dari beberapa unsur atau elemen yang ada dalam manajemen.net/struktur/ pada tanggal 31 Maret 2016.20 Proses Pengorganisasian Pesantren Seperti disinggung pada penjelasan di atas bahwa pada prinsipnya manajemen merupakan serangkaian kegiatan merencanakan. sarana dan prasarana untuk mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan secara efektif dan efisien. Bahan-bahan (Materials). 2. Departemen Ekonomi dan Koperasi. menggerakkan. 4. 3. Departemen Sarana Prasarana dan Departemen Layanan Kesehatan dan Olahraga. pukul 5:52pm 13 . semua kebijakan dan program Departemen Pendidikan. dan Departemen Infokom. Pengurus Bidang/Departemen Pengurus departemen adalah ujung tombak bagi perkembangan yayasan. Departemen Penelola Aset. diakses dari http://sidogiri. mengorganisasikan. Mesin-mesin (Mechines). 20 “Struktur Organisasi dan Pengurus”. mengawasi segala upaya dalam mengatur dan mendayagunakan sumber daya manusia. Selain sebagai pelaksana program yang telah digariskan. Manusia (Man). 1.

36 14 . M. 1994). Dengan kata lain.22 Proses pengorganisasian ini sangat penting sebagai proses pembagian kerja ke dalam tugas-tugas yang lebih kecil dan sekaligus membebankan 21 H. Dalam hal ini. organisasi merupakan suatu sistem atau kegiatan sekelompok orang untuk mencapai tujuan tertentu.21 Dengan demikian. digerakkan dan diawasi. Dan dikatakan dinamis. (Jakarta: Rineka Cipta. sentralisasi. 4.Ag. 3). semua unsur manajemen ini harus berorientasi pada konsepsi fungsi manajemen yang lazim dinamakan POAC. Salah satu unsur atau elemen manajemen adalah pengorganisasian. Metode-metode (Methods). di antaranya.hal. Pokok-pokok Organisasi & Manajemen. diorganisasikan. Pasar (Marker). suatu organisasi harus mengacu pada prinsip-prinsip organisasi. Hendra Zainuddin. Ibnu Syamsi (1994:13) mengatakan bahwa organisasi dapat diartikan secara statis dan inamis. Pengorganisasian merupakan tindakan mengusahakan hubungan- hubungan kelakuan yang efektif antara orang-orang.Pd. untuk mencapai sasaran atau tujuan yang telah ditetapkan dalam manajemen. pembagian tugas pekerjaan. 2). sehingga mereka dapat bekerjasama secara efisien untuk memperoleh kepuasan pribadi dalam melaksanakan tugas-tugas tertentu dalam kondisi lingkungan tertentu guna mencapai tujuan atau sasaran tertentu.I. mata rantai tingkat jenjang organisasi. kesatuan pengarahan. 3 22 Ibnu Syamsi. maka keenam “M” ini harus direncanakan. Ada beberapa prinsip organisasi. Dalam melakukan aktivitas atau kegiatan. S. Uang (Money). 1). organisasi sebagai wadah kerjasama sekelompok orang untuk mencapai tujuan tertentu. hal. dan 4). Dikatakan statis. 5. 6.

f). pertanyaan. 7). desain organisasi. Amin Wijaya Tunggal (1993:214) mengemukakan delapan (8) aspek pengorganisasian dalam manajemen modern. struktur organisasi. c). dan 8). Pada umumnya pondok pesantren telah memiliki struktur organisasi yang menggambarkan arus interaksi personal serta hubungan satuan pekerjaannya. Bagan struktur umumnya berbentuk piramid. instruksi dan perintah untuk dikerjakan atau tidak dikerjakan dari seseorang kepada orang yang berada di bawah hirarkinya langsung dan 2).tugas-tugas tersebut kepada orang yang sesuai dengan keahlian dan kemampuannya. pendelegasian dan sentralisasi. d). laporan. a). Struktur Organisasi. 2). budaya dan organisasi. proses pengorganisasian juga akan membantu mengalokasikan sumber daya dan mengkoordinasikannya dalam rangka efektivitas pencapaian tujuan organisasi. 5). struktur organisasi dipandang sebagai suatu jaringan tempat mengalirnya informasi. 4). dan g). 6) pendelegasian. rentang pengawasan. wewenang dan kekuasaan. pembagian kerja. Selain itu. wewenang garis dan staf. 3). yaitu. b). permohonan. departementasi. Dalam hubungannya dengan komunikasi akan terjadi. Pendapat di atas dielaborasi menjadi enam (6) aspek pengorganisasian pondok pesantren yang meliputi. Secara tradisional. perubahan organisasi. Sedangkan Sukanto (2000:37-47) mengungkapkan tujuh (7) aspek pengorganisasian. 1. desentralisasi. inovasi. 1). yakni. tanggung jawab dan pelaporan. e). 1). Aspek-aspek Pengorganisasian Pesantren Untuk melihat proses pengorganisasian di pondok pesantren diperlukan parameter aspek-aspek pengorganisasian dalam manajemen modern. wewenang. koordinasi. selalu dikomunikasikan ke atas melalui rantai komando dari seseorang kepada atasannya langsung. yakni bagan organisasi yang saluran wewenangnya dari pucuk pimpinan sampai dengan satuan organisasi atau pejabat yang terendah disusun 15 .

kesamaan fungsi dan rentang manajemen. baik pimpinan maupun bawahan bertanggung jawab terhadap tugasnya masing-masing. Sementara itu. Tanggung jawab tercipta dengan diterimanya tugas tersebut. sistem pelaporan dari pelaksanaan tugas dilakukan secara formal melalui rapat berkala maupun infomral dan insidental. Pada umumnya. Namun demikian. Dengan demikian. bawahan juga berkewajiban memberikan laporan terhadap pelaksanaan tugasnya. Wewenang. Bagan piramid merupakan bagan yang lazim dipakai berbagai organisasi. Tanggung Jawab dan Pelaporan. Koordinasi. spesifikasi tugas dan 2). Delegasi bermakna pelimpahan wewenang formal dan tanggung jawab kepada seseorang atas pelaksanaan aktivitas tertentu. sebab sifatnya yang sederhana dan mudah dibuat. Di sinilah pentingnya komunikasi sebagai kunci dari koordinasi yang efektif. yaitu 1). tanggung jawab pada dasarnya tidak dapat didelegasikan. 4. Hak ini muncul kerana kedudukan formalnya dalam organisasi. 3. Pada umumnya di pondok pesantren 16 . Biasanya pendelegasian ditunjang oleh unsur motivasi dan komunikasi yang baik untuk membantu pimpinan melaksanakan tugas pokoknya. Koordinasi adalah proses mengintegrasikan sasaran- sasaran dan aktivitas dari unit kerja yang terpisah agar dapat merealisasikan sasaran organisasi secara efektif. Selain bertanggung jawab. Pendelegasian ini tentunya memerlukan persyaratan. 2. Sedangkan tanggung jawab merupakan kewajiban bawahan yang telah diberi tugas oleh atasannya melaksanakan kegiatan-kegiatan. Seorang pimpinan memiliki wewenang yang didelegasikan kepada bawahannya. Wewenang adalah hak memerintah atau berbuat. Pendelegasian dan Desentralisasi. atau sebaliknya. dari atas ke bawah. pondok pesantren telah memiliki struktur organisasi yang menggambarkan wewenang dan tanggung jawab bagi personalia organisasi pondok pesantren.

Misalnya. pendelegasian pada bidang pekerjaan formal relatif jarang dilakukan. orang cenderung ingin bebas mengambil keputusan. Pesantren telah berpengalaman menghadapi berbagai corak masyarakat dalam rentang waktu. keganjilan.hal. Yang sering terjadi adalah pendelegasian untuk urusan-urusan informal. S. d) perubahan yang tidak diharapkan dalam industri/struktur pasar. Organisasi Dan Sistem Pondok Pesantren. kejadian atau hasil yang tidak diharapkan. 1). c). Tugas Pokok Pondok Pesantren Sejak berdirinya pada abad yang sama dengan masuknya Islam hingga sekarang. Pada prinsipnya sumber inovasi terdiri atas faktor internal. b).I. Inovasi dan Perubahan. Apabila diperhatikan pada struktur organisasi pondok pesantren tergambar rentang atau tingkat pengawasan. dinamika usaha memerlukan putusan cepat.Pd. 6.Ag. Hendra Zainuddin. dan 4). M. masing-masing bidang pekerjaan di kepalai/dikoordinir oleh seseorang dan dibantu beberapa staf. Pesantren tumbuh atas dukungan masyarakat. makin bertambahnya orang yang berkemampuan mengelola organisasi. seperti menghadiri undangan dan hal-hal yang bersifat insidental. bahkan menurut Husni Rahim (2001 : 152). perubahan persepsi dan pengetahuan baru. 5. Sedangkan faktor eksternal.4. sehingga pesantren memiliki 23 H. kebutuhan prosen. Pengawasan. teknik pengawasan berkembang dengan cepat. Selain pendelegasian. dan ketidakpastian. 7-9 17 . 3). 1. 2). pesantren berdiri didorong permintaan dan kebutuhan masyarakat. yakni perubahan penduduk. terjadi pula desentralisasi wewenang disebabkan. Pada umumnya. inovasi yang terjadi 23 di pondok pesantren berkaitan dengan kurikulum. meliputi a). keanehan. Kepala atau koordinator senantiasa melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan pekerjaan stafnya. pesantren telah berkumpul dengan masyarakat luas.

pesantren juga sebagai lembaga pembinaan moral dan kultural. posisi dan persepsinya terhadap dunia luar telah berubah. Pesantren pada masa yang paling awal (masa Syaikh Maulana Malik Ibrahim) berfungsi sebagai pusat pendidikan dan penyiaran agama Islam (Qomar. Di samping sebagai pendidikan. Misi dakwah Islamiyah inilah yang mengakibatkan terbangnya sistem pendidikan. Pendidikan dapat dijadikan bekal dalam mengumandangkan dakwah. Jika ditelusuri akar sejarah berdirinya sebagai kelanjutan dari pengembangan dakwah. Pada masa Walisongo. baik di 24 Mujamil Qomar. Visi. fungsi yang jelas.fungsi sosial(ijtima`iyyah)dan fungsi edukasi (tarbawiyyah). unsur dakwah lebih dominan dibanding unsur pendidikan. 2002 : 22). sedang dakwah bisa dimanfaatkan sebagai sarana dalam membangun sistem pendidikan. sebenarnya fungsi edukatif pesantren adalah sekedar membonceng misi dakwah. hal. Fungsi pesantren pada awal berdirinya sampai sekarang telah mengalami perkembangan. Sebagai lembaga dakwah. Sejak semula pesantren terlibat aktif dalam mobilisasi pembangunan sosial masyarakat desa. pesantren berusaha mendekati masyarakat. pesantren juga sebagai lembaga pendidikan moral dan kultural. antara kyai dan kepala desa.24 Kedua fungsi ini bergerak saling menunjang.Ketiga fungsi ini masih berlangsung hingga sekarang. sehingga terjalin hubungan yang harmonis antara santri dan masyrakat. 22 18 . Pesantren bekerja sama dengan masyarakat dalam mewujudkan pembangunan. Warga pesantren telah terlatih melaksanakan pembangunan untuk kesejahteraan masyarakat khususnya. Fungsi pesantren pada kurun Walisongo adalah sebagai pencetak calon ulama dan mubaligh yang mulai dalam meyiarkan agama Islam. Oleh karena itu fungsi pesantren semula mencangkup tiga aspek yaitu fungsi religius (diniyyah). Fungsi lain adalah sebagai lembaga pendidikan.

Dimulai dari upaya mencerdaskan bangsa.25 Sedangkan peran paling menonjol di masa penjajahan adalah dalam menggerakkan. 23 26 Mujamil Qomar. hal. Pondok pesantren juga terlibat langsung menaggulangi bahaya narkoba. 1) sebagai pusat berlangsungnya transmisi ilmu – ilmu Islam tradisional. sering di identifikasikan memiliki tiga peran penting dalam masyarakat Indonesia .Dapat disimpulkan pesantren telah terlibat dalam menegakkan negara dan mengisi pembangunan sebagai pusat perhatian pemerintah. yang disebut Pondok Remaja Inabah. Kedudukan ini memberikan isyarat bahwa penyelenggaraan keadilan sosial melalui pesantren lebih banyak menggunakan pendekatan kultural (Qomar.26 1. kalangan para santri maupun santri dengan masyarakat. hal. Kemudian ikut memprakarsai berdirinya negara Republik Indonesia yang tercinta ini. 25-26 19 . memimpin dan melakukan perjuangan untuk mengusir penjajahan. bahkan pondok pesantren Suryalaya sejak tahun 1972 telah aktif membantu pemerintah dalam masalah narkotika dengan mendirikan lembaga khusus untuk penyembuhan. 2002 : 23). Kepemimpinan Dalam Pondok Pesantren 25 Mujamil Qomar. 2002 : 25 – 26). Di samping itu pesantren juga berperan dalam berbagai bidang lainnya secara multidimensional baik berkaitan langsung dengan aktivitas – aktivitas pendidikan maupun di luar wewenang. 2) sebagia penjaga dan pemeliharaan keberlangsungan Islam tradisional. hasil berbagai observasi menunjukkan bahwa pesantren tercatat peranan penting dalam sejarah pendidikan di tanah air dan telah banyak memberikan sumbangan dan mencerdaskan rakyat.5. 3) sebagai pusat reproduksi ulama (Qomar. Hanya saja dalam kaitan dengan peran tradisionalnya.

sifat pribadi dan seringkali keturunan. hal. Lebih dari itu kualitas kekarismaan seorang kyai pada gilirannya diyakini oleh masyarakat dapat memancarkan barokah bagi ummat yang dipimpinnya. Sekalipun secara umum keberadaan kyai hanya dipandang sebagai pemimpin informal (informal leader). 3. Pada dasarnya pondok pesantren merupakan lembaga pendidikan Islam yang dilaksanakan dengan sistem asrama (pondok) dengan kyai sebagai sentra utama serta masjid sebagai pusat lembaganya. 28 Imron Arifin. Kepemimpinan Kyai (Kasus Pondok Pesantren Tebuireng). 45 20 .27 Kyai disini adalah seorang pemimpin. dimana muncul konsep barokah ini berkaitan dengan kapasitas seorang pemimpin yang sudah dianggap memiliki karomah yaitu suatu kekuatan gaib yang diberikan oleh Tuhan kepada siapa yang dikehendakinya.28 27 Imron Arifin. ditinjau dari tugas dan fungsinya dapat dipandang sebagai fenomena kepemimpinan yang unik. kesaktian. sama seperti kepala sekolah tetapi masing-masing punya karakteristik dan pola tersendiri dalam menjalankan kepemimpinannya. Ini dikarenakan tempat (lembaganya) yang berbeda baik sistem dan tujuannya. ( Malang:Kalimasada Press. tetapi kyai dipercayai memiliki keunggulan baik secara moral maupun sebagai seorang alim. Keberadaan seorang kyai sebagai pemimpin pesanren. Pengaruh mereka (kyai) sepenuhnya ditentukan oleh kualitas kekarismaan mereka. Pengaruh kyai diperhitngkan baik oleh pejabat-pejabat Nasional maupun oleh masyarakat umum. Legitimasi kepemimpinan seorang kyai secara langsung diperoleh dari masyarakat yang menilai tidak saja dari segi keahlian ilmu-ilmu agama seorang kyai melainkan dinilai pula dari kewibawaan (kharisma) yang bersumber dari ilmu. Hal ini tentunya sangat berbeda dengan kepala sekolah yang legitimasi kepemimpinannya diperoleh dari pengangkatan dan bukan dari masyarakat. 1993) hal.

Mulyasa.2003). cara pemimpin bertindak dalam mempengaruhi anggota kelompok membentuk gaya kepemimpinannya. Dengan demikian dapat difahami mengapa pola kepemimpinan Kyai dapat menjadi sedemikian rupa sentralnya dalam kehidupan di pesantren. Keefektifan kepemimpinan seorang Kyai yang menjadi kepala sekolah bisa dilihat dari kenerjanya dalam pencapaian tujuannya sesuai dengan 29 Imron Arifin. Dalam lembaga pendidikan formal terdapat kepemimpinan kepala sekolah dan dalam lembaga pendidikan nonformal seperti pesantren terdapat kepemimpinan kyai. Gaya kepemimpinan merupakan suatu pola perilaku seorang pemimpin yang khas pada saat mempengaruhi anak buahnya. dimana kekuasaan mutlak berada di tangan Kyai. (Bandung : Rosda Karya .29 sehingga pola kepemimpinannya cenderung otoriter. bertindak untuk mempengaruhi anak buahnya dari seorang Kyai yang memimpin pondok pesantren dan seorang kepala sekolah yang memimpin suatu sekolah tentunya menjadi fenomena tersendiri jika dari kedua unsur tersebut menjadi satu yaitu kepala sekolah dari unsur Kyai pesantren. ini terjadi secara otomatis mengingat Kyai merupakan sosok atau figur guru besar pesantren yang membawa barokah.30 Dari perbedaan cara memimpin. Strategi dan Implementasi). hal. 21 . gaya maupun metode tersendiri dalam menjalankan lembaga yang dipimpinnya. Pola kepemimpinan seorang Kyai di pesantren di dukung oleh watak sosial komunitas di mana ia hidup. 108. Hal itu masih di tambah lagi dengan konsep-konsep kepemimpinan Islam di wilayatul imam dan pengaruh ajaran sufi. Masing-masing punya corak. Manajemen Berbasis Sekolah ( Konsep. 47 30 E. hal. Santri yang tidak taat maka ilmunya tidak akan manfaat merupakan suatu kepercayaan tersendiri di kalangan santri. apa yang dipilih pemimpin untuk dikerjakan.

namun hemat penulis seperti apa yang telah paparkan oleh tabloid bulanan al-ma’had terbitan pesantren gontor. Sesuai dengan perkembangan zaman dan kemajuan dunia pendidikan menuntut dunia pendidikan untuk berusaha memberikan yang terbaik sesuai dengan kebutuhan dan keinginan masyarakat. Menurut iqbal sebagaimana ditulis abdul hadi W. M. kini banyak ditemui lembaga pendidikan formal yang dipimpin oleh seorang kyai pesantren. mengalami transendensi dan sanggup mengatasi berbagai macam problematika kehidupan yang tampak rumit. Secara vertikal pesantren selayaknya berusaha untuk semakin mengembangkan fungsinya sebagai lembaga pendidikan keagamaan yang memberikan pembinaan secara lebih khusus terhadap moralitas dan spiritual santri. Penekanan di bidnang ini dilaksanakan melalui penciptaan kondisi penghayatan keagamaan yang kuat dan indah. Bidang ini merupakan muatan pragmatis. Kebijakan Pengembangan Pesantren Banyak gagasan yang menopang bagi perkembangan pesantren pada umumnya.6. juklak dan juknis yang sudah ada. dengan tujuan untuk mencapai baik kuantitas maupun kualitas input sampai output dari lembaga tersebut. yaitu perhatian terhadap hubungan dengan masalah- masalah kebutuhan moral dan spiritual masyarakat modern yang dihadapkan kepada masalah-masalah kontemporer. Kepala sekolah menjalankan kepemimpinan manajerial karena di sekolah ada sejumlah personel yang berinteraksi dengan kepala sekolah dalam menjalankan tugas-tugas sekolah. Demokratis dan musyawarah untuk mufakat tentunya menjadikan landasan utama bagi seorang manajerial bukan kharismatik dan otoriter yang di jalankan seorang pemimpin. 1. hubungan ini dapat membuat jiwa atau batin kita mekar. dengan pengembangan ini diharapkan nilai-nilai moral dan 22 . sehingga tercipta hubungan hakiki yang terus menerus. Ini terutama ditemukan di lembaga-lembaga pendidikan swasta. ada 2 pola yang bisa diupayakan yaitu pola vertikal dan horizontal.

jenjang. Bagi pesantren yang menyelenggarakan satuan atau program pendidikan dengan system yang sudah berjalan selama ini tentu tidak menghadapi masalah apa-apa. Sistem Pendidikan Pembaharuan ini meliputi jenis. Tilaar. Ketiga faktor ini dapat memberikan arah dan perpaduan dalam merumuskan.spiritual itu dapat “dibumikan” dalam kehidupan nyata dalam kebutuhan dunia modern. organisasi sebagai faktor sarana. mengendalikan pelaksanaan. Pembaharuan ini meliputi sistem pendidikan dan sistem manajemen pesantren. mengawasi serta manilai pelaksanaan kebijakan- kebijakan dalam upaya mencapai satu tujuan. peluangnya terdapat di dua model berikut ini: 1) Apa pun satuan dan program pendidikan yang diselenggarakannya akan di hitung oleh hukum Negara sebagai bukan pendidikan formal melalui proses standarisasi dan akreditasi. bagi pesantren yang tetap ingin nenyelenggarakan ilmu agama murni atau tetap tidak mau ikut sepenuhnya kurikulum Negara. Jika pesantren semacam ini 23 . B. Pembaharuan jenis pendidikan adalah dengan memasukan jenis pendidikan lain di samping pendidikan agama seperti pendidikan akademik dan pendidikan keterampilan baik bersifat formal atau non-formal. ada tiga faktor upaya dalam sistem manajemen yaitu manajemen sebagai faktor upaya. A. Sistem Manajemen Menurut Prof. Pola pembaharuan kedua yang bisa diupayakan dilakukan dipesantren adalah yang bersifat horizontal. H.A. dalam manajemen pendidikan nasional. Namun. dan sumber daya pendidikan.R. dan administrasi sebagai faktor karsa.

html. pukul 10:24pm 24 . baik agama maupun umum. Dengan mengecualikan santri diusia 7-15 tahun karena wajib bagi mereka mengikuti program wajar Diknas 9 tahun.31 Setelah kita mengetahui apa dan bagaimana kita harus menyikapi hal- hal yang menyangkut system pendidikan pesantren. kini kita harus berpikir kembali untuk terus mengembangkan dan memperbahuri system pendidikan pesantren kita agar tidak ketinggalan dan membukitikan bahwa kaum muslim juga mampu menjadi cendekia dalam bidang ilmu pendidikan. Pengakuan setara pendidika formal yang akan diperoleh pesantren ini masihjauh lebih memungkinkan dari pengakuan Negara atas penyetaraan yang diperuntukkan pada peserta didik pendidikan non formal dan in formal (UU Sisdiknas). mengeluarkan ijazah.masih bisa titempuh . Ini bisa dimaknai angin segar bagi model pendidikan yang merasa terpinggirkan seperti pesantren selama ini. maka ijazah nya tentu bukan ijazah yang berstatus terakreditasi. maka pesantren tetap seperti sedia kala. 2) Jika pendidikan yang dikembangkan pesantren tidak memenuhi criteria standar nasional pendidikan dan tidak melampau proses akreditasi. Maka peluang pengakuan pesantren . 3) Kaum santri pada umumnya kini sudah mendengar bahwa UU Sisdiknas baru. akan tetapi pesantrn tersebut mampu menciptakan keluaran pendidikan yang kualitas kompetensinya memadahi. telah mengadopsi model pesantren sebagai bagian integral dalam system pendidikan nasional.co. akan besar bersama penerimaan masyarakat.melalui proses pengakuan akreditasi yang dilakuakan oleh mentri pendidikan nasional dan mentri agama. Pesantren yang menyelenggarakan pendidikan formal tanpa akreditasi.id/2013/07. diakses pada tanggal 31 Maret. Karena bagaimanapun pesantren adalah satu-satunya lembaga pendidikan agama islam yang 31 Perkembangan Pesantren Dan Madrasah dalam seonuno.blogspot.

selain itu peran pesantren dalam sejarah Indonesia sangat berpengaruh. yang berarti tempat tinggal para santri.1. Johns 25 . Sedangkan “pesantren” berasal dari kata santri dengan awalan “pe” dan akhiran “an”. Prof. BAB III PENUTUP 1. atau kata “pondok” berasal dari bahasa Arab “funduq” yang artinya hotel atau asrama. memiliki kekhasan yang tidak dimiliki oleh lembaga pendidikan lain. sehingga eksistensi dan kiprahnya harus terus dijaga. KESIMPULAN Istilah pondok berasal dari pengertian asrama-asrama para santri yang disebut pondok atau tempat tinggal yang terbuat dari bambu.

Keberadaan seorang kyai sebagai pemimpin pesanren. Visi. SARAN Setelah kita mengetahui semua yang berhubungan dengan organisasi yang ada di dalam pesantren. Struktur Organisasi dalam pesantren sudah pasti berbeda-beda bentuknya karena setiap pesantren memiliki perbedaan dalam kepemimpinan dan kepengurusan sesuai kebutuhan pesantren tersebut. 1. sifat pribadi dan seringkali keturunan. posisi dan persepsinya terhadap dunia luar telah berubah. tugas- tugasnya. Kyai adalah seorang pemimpin. dll. semoga makalah ini dapat memberikan tambaan wawasan mengenai pesantren dan juga tambahan referensi serta sangat bermanfaat bagi pembaca maupun penulis sendiri. sama seperti kepala sekolah tetapi masing-masing punya karakteristik dan pola tersendiri dalam menjalankan kepemimpinannya. baik dari segi kepemimpinannya.maka penulis berharap kepada pembaca . Fungsi pesantren pada awal berdirinya sampai sekarang telah mengalami perkembangan. Pesantren pada masa yang paling awal (masa Syaikh Maulana Malik Ibrahim) berfungsi sebagai pusat pendidikan dan penyiaran agama Islam. karena itu disini kami akan memberikan serta menjelaskan pembagian/ struktur organisasi dari salah satu contoh pesantren. ditinjau dari tugas dan fungsinya dapat dipandang sebagai fenomena kepemimpinan yang unik. Legitimasi kepemimpinan seorang kyai secara langsung diperoleh dari masyarakat yang menilai tidak saja dari segi keahlian ilmu-ilmu agama seorang kyai melainkan dinilai pula dari kewibawaan (kharisma) yang bersumber dari ilmu.2. 26 . berpendapat bahwa istilah santri berasal dari bahasa Tamil yang berarti guru ngaji. Ini dikarenakan tempat (lembaganya) yang berbeda baik sistem dan tujuannya. kesaktian.

. Manajemen dan Kepemimpinan Kepala Sekolah. DAFTAR PUSTAKA Andang M.2014.Pd. Yogyakarta:ARR-RUZZ MEDIA 27 .

2002. 1993.Arifin. Raja grafindo Shihab. 2002. Bandung: Mizan Syamsi. Menuju Kemandirian Dan Profesionalisme Santri. 2004. Ilmu Pendidikan Islam Bandung: Pustaka Setia Dhofier. Jakarta: PT.1996Kapita Selekta Pendidikan Islam.2005. Jakarta:LP3ES.1994. Fatah.2003. Yogyakarta: Pustaka Pesantren Mulyasa. Asal-Usul Dan Perkembangan Pesantren Di Jawa. 1994. Tradisi Pesantren: Studi Tentang Pandangan Hidup Kyai. Pesan Moral dari Pesantren: Menigkatkan Kualitas Umat. Ibnu . Imron. Jakarta:PT. Hanun . Strategi dan Implementasi). Pelembagaan Pesantren. Jakarta: Depag RI Badrudin. Kapita Selekta Pendidikan Islam. Jakarta: Rineka Cipta Syukur. Dasar-Dasar Manajemen. Surabaya : PT Bina Ilmu Qomar. 2012. Manajemen Berbasis Sekolah ( Konsep. 1985. Pemberdayaan Pesantren. Abuddin.2010. 1985 Hasbullah. Islam Inklusif . Remaja Grafindo Persada Hielmy. 1999. Peran Ulama dan Santri dalam perjuangan Politik Islam di Indonesia. 2009. Alwi . Pesantren Dari Transpormasi Metodologi Menuju Demokrarisasi Institusi. Bandung: CV Alfabeta Basri. Jakarta: Erlangga 28 . Pokok-pokok Organisasi & Manajemen. Dinamika Pesantren dan Madrasah . Menjaga Ukhuwah. 2013. Zamakhsyari. Jamaluddin. Yogyakarta: Pustaka Pelajar Qodir Djaelani. Bandung : Rosda Karya Nata. Irfan . Mujamil. Hasan dan Beni Ahmad Saebani. Kepemimpinan Kyai (Kasus Pondok Pesantren Tebuireng). Bandung: Nuansa Malik. Abdul . Malang:Kalimasada Press Asrohah.