You are on page 1of 3

REACTIONS OF INDIVIDUALS TO FINANCIAL REPORTING : AN

EXAMINATION OFBEHAVIOURAL RESEACRCH

Introduction

Menurut Birnberg dan Shields (1989, p.24) mengatakan bahwa riset keperilakuan
mengaplikasiteori dan metodologi dari ilmu perilaku untuk menguji interface antara
informasi akuntansi dan prosesnya dan perilaku makluk hidup (meliputi organisasi)Melalui
peningkatan pengetahuan tentang bagaimana membedakan kelompok para penggunalaporan
keuangan (sebagai contoh : investor, analisis riset, auditor, perbankan, pejabat kredit,
dll)merespon pengungkapan akuntansi penting, perusahaan dan profesi akuntansi akan lebih
baikditempatkan guna mengantisipasi bagaimana membedakan individu akan merespon
informasi penting.Bagaimana dari implikasi antisipasi diasosiasikan dengan riset perilaku.
Menurut Birnberg dan Shields (1989, p.24) membagi menjadi lima dalam riset
keperilakuan,diantaranya:

1. Pengendalian manajerial
2. Proses informasi akuntansi
3. Desain system informasi akuntansi4.
4. Riset proses audit
5. Sosiologi organisasi

An Overview of Behavioral Accounting

Riset keperilakuan merupakan riset yang mempertimbangkan bagaimana individu merespon
atau berperilaku saat disediakan item penting dari informasi. Menurut Libby (1975) Tujuan ri
setkeperilakuan untuk menggambarkan perilaku keputusan actual, mengevaluasi kualitas,
danmengembangkan dan menguji teori dasar proses psikologis yang menghasilkan
perilaku.Riset keperilakuan pertama kali oleh peneliti akuntansi pada tahun 1960 namun
menjadi popular pada tahun 1970-an saat dilakukan penelitian oleh Ashton dan Libby, yang
dipergunakan untukmenginvestigasi beragam proses pengambilan keputusan seperti penilaian
pasar saham olehanalisis individu, keputusan meminjam bagi petugas kredit, penugasan
proses bangkrut oleh perbankan atau auditor dan penugasan resiko oleh audit.

The Brunswik Lens Model

menyediakan gambaran sederhana Lens Model. Bila doperlihatkan bahwa para pengguna laporan keuangan tidak menggunakan item informasi penting. dilaporan keuangantambahan) berdampak dalam keputusan pengguna. respon pembuat keputusan mungkin digambarkan sebagai berikut : Persamaan 1 : Persamaan 2 : The Use of Particular Information Items and The Implementations of Different Forms ofPresentation Pada level input. Profesi akuntansi juga penting apakah bentuk pengungkapan (seba gaicontoh. Bila regresi statistic dikerjakan sebagai bagian dari analisis multivariate. Merekamenemukan bahwa item informasi dianggap penting (relative lebih terukur) dimana jumlahakuntan direlasi diantara mereka sendiri. Dalam aplikasi lens model. Hal ini dapat dikerjakan dengan pertimbangan bagaimanab setiap pecahan/potongan informasi individu berhubungan dengan keputusan maksimal (analisisunivariat). ukuran dan keadaan keuangan klien dan persentase tulisan dibuat saat mempertimbangkan bagaimana individu membuat keputusan. apakah sebuat item disediakan pada laporan posisi keuangan. disisi bagian kanan model tertarik dalam penyediaansebuah model (tipenya linier) tentang bagaimana individu menggunakan potongan informasiguna membuat keputusan maksimal tentang isu yang sedang diselidikai. Sebagai contoh. berarti mengan ggap bahwa informasi tidak material dan selanjutnya tidak perlu mengungkapkan atau regula si pengungkapan asosiasi. Sejumlah penelitian mempertimbangkan isu gabungan dengan bagimanavariasi item informasi diukur.Riset perilaku bagi sejumlah peneliti tersebut bermanfaat dihubungkan dengan pekerjaan merekahingga sebuah model yang dikembangkan oleh Brunswik berupa Brunswik Lens Model. Hal ini sering menjadi tujuan unum banyak riset perilaku. isu bagaimana dan apakah item informasi penting digunakan dalam pembuatankeputusan adalah relavan penting bagi profesi akuntansi. Decision-Making Processes And The Use of Heuristics Riset yang mempertimbangkan proses dilihatkan pada pembuatan pertimbangan (Bagian tengahdari Lens Model). hal yang umum bagi peneliti untuk model matematika baik sisi kiriatau sisi kanan lensa.ihat menggunakan . Para peneliti menemukan bahwasanya pembuat keputusan sering ter. Penelitian Schultz dan Gustavson (1928) digunakan aktuarissebagai subyek mengembangkan model guna mengukur resiko perusahaan akuntansi.

heuristics sederhana saat pembuatan keputusan. Tversky dan Kahneman (1924) mengidentifi kasi tiga heuristics utama. .