You are on page 1of 3

Manfaat kesehatan terbaru dari coklat di tahun 2016

Bukti sejarah menunjukkan penggunaan coklat sebagai obat alami telah tercatat
lebih dari 2000 tahun yang lalu. Dimulai dari peradaban suku maya dan Aztec kuno
sampai diperkenalkannya coklat di Eropa pada jaman pertengahan. Lebih dari 100
kegunaan coklat dalam pengobatan sudah dicatat, termasuk dalam mengobati
kelelahan, badan kurus, angina serta penyakit jantung, anemia, sesak nafas, ginjal,
dan keluhan di usus. Tapi sayangnya belum ada data ilmiah yang menunjukkan
kalau coklat benar-benar ampuh dalam mengobati berbagai keluhan dan penyakit
diatas. Walau begitu, beberapa orang masih menggunakan coklat sebagai obat
alami mereka.

Meskipun sekarang dianggap sebagai bahan makanan lezat yang dapat
memanjakan lidah. Akhir-akhir ini ada beberapa bukti yang menunjukkan bahwa
suatu zat yang terkandung didalam coklat memiliki manfaat yang memang terbukti
dapat memberikan efek kesehatan bagi tubuh. Salah satu zat yang ada didalam
coklat dan dapat memberikan efek kesehatan yang baik bagi tubuh ialah flavonoid.
Dan flavonoid sangat banyak terkandung didalam coklat.

Flavonoid merupakan senyawa alami yang dapat kita temukan didalam makanan
dan tumbuhan yang berasal dari alam. Misalnya seperti kacang-kacangan dan buah-
buahan (apel, anggur, coklat, dll). Flavonoid memiliki peran fungsional dalam
tumbuhan hidup dalam memperbaiki luka dan memberikan perlindungan dari hama
dan penyakit yang menyerang tumbuhan. Dalam beberapa tahun terakhir, para
ilmuwan telah menyatakan bahwa konsumsi secara teratur buah dan sayuran yang
kaya akan flavonoid dapat mengurangi resiko terkena penyakit kronis seperti
kanker, stroke dan penyakit jantung koroner.

Flavonoid sebagai antioksidan

Banyak manfaat kesehatan yang berhubungan dengan flavonoid tampaknya terkait
dengan kemampuan flavonoid sebagai antioksidan. Antioksidan adalah salah satu
mekanisme pertahanan tubuh terhadap radikal bebas, yang merupakan molekul
kecil yang dihasilkan selama proses metabolisme normal. Produksi radikal bebas
yang berlebihan dapat mengakibatkan kerusakan sel dan komponennya didalam
tubuh, seperti kerusakan DNA. Radikal bebas diduga memiliki peran penting dalam
proses penuaan dan dalam penyakit degeneratif yang berkaitan dengan usia.

tetapi juga meningkatkan tekanan darah dan dapat menyebabkan thrombosis atau penggumpalan darah. Hal ini apabila terjadi dipembuluh darah jantung dapat menyebabkan serangan jantung dan apabila terjadi dipembuluh darah otak dapat menyebabkan stroke otak. Mengatur derajat penyempitan pembuluh darah kecil. Gumpalan darah yang menghambat arteri. Flavonoid sebagai kardioprotektif Penyakit kardiovaskular adalah penyakit yang melibatkan sejumlah mekanisme berbeda yang mempengaruhi fungsi pembuluh darah. sehingga mencegah kerusakan yang lebih parah dari radikal bebas ini. Menekan kemungkinan sel darah kecil atau platelet. kandungan flavonoid yang ada didalam coklat bertindak melalui beberapa mekanisme.Flavonoid bertindak sebagai antioksidan dengan membersihkan radikal bebas dari dalam sel. Tahap awal dari penyaki ini ialah aterosklerosis. mengumpul dan membentuk bekuan darah. Dalam memberikan efek yang menguntungkan bagi tubuh ini. bisa mengakibatkan arteri pecah dan menganggu sistem aliran darah. Menghambat proses oksidasi kolestrol LDL (lemak jahat) oleh radikal bebas. . dimana terjadinya penumpukkan lemak yang menyebabkan penyempitan progresif dan pengerasan pembuluh darah. Manfaat lain dari coklat . Hal ini tidak hanya membatasi aliran darah melalui arteri. yang mungkin memberikan kontribusi dalam tekanan darah tinggi. Zat flavonoid yang terkandung didalam coklat dipercaya dapat membantu pembuluh darah dijantung untuk mengubah sejumlah proses patologis yang terjadi di kardivaskuler seperti : . Beberapanya diduga memiliki hubungan dengan sifak antioksidan yang dimiliki flavonoid. Hal ini sering disebut sebagai sama seperti efek obat aspirin . yang merupakan langkah awal terbentuknya aterosklerosis.

Salah satu manfaat lainnya flavonoid yang terkandung didalam coklat yang baru ditemukan ialah ternyata coklat dapat meredakan diare. Karena flavonoid didalam coklat menunjukkan kemampuan untuk menghambat sekresi cairan diusus halus. peneliti juga melihat apakah flavonoid yang terkandung didalam coklat mampu untuk memberikan efek positif lainnya pada penyakit lain.Meskipun sebagian besar penelitian telah difokuskan pada kesehatan kardiovaskular. . Seperti kanker atau penyakit yang berhubungan dengan inflamasi atau gangguan fungsi kekebalan tubuh.