You are on page 1of 2

Saat Mendel hidup, hereditas dipercaya sebagai hasil penambahan pengaruh

maternal dan paternal, suatu percampuran garis-garis keturunan yang mirip
dengan percampuran cat. Mendel menunjukkan kalau hereditas melibatkan
interaksi antara faktor-faktor diskret yang dapat dipisah-pisahkan. Teori
peewarisan partikulat dan bukannya suatu proses percampuran. Mendel
merupakan seorang ahli perkembangbiakan tanama, dan ia mampu
memnghasilkan varietas tanaman yang selalu menghasilkan keturunan dengan
sifat yang sama dengan indiknya (true breeder), dari generasi ke generasi.
Mendel memilih galur yang merupakan true breeder dari tipe yang berlawanan
dan menyilangkan galur itu sesuai masing-masing karakteristik dari tujuh
karakteristik yang ia pilih (Fried, 2003).
George. H, Fried. 2005. Schaum. S Outline Of Biologi Edisi Kedua. Erlangga:
Jakarta

Hokum segregasi sebelum melakukan persilangan setiap individu
mengahasilkan geamet yang mengandung setengah dari isi gen-gen
individu.Prinsip inikemudian dikenal sebagai hukum Mendel hukum segregasi
atau akuHukum segregasi: "Pada waktu terakhir pembentukan gamet, tiap
pasanggen akan disegregasi ke setiap gamet terbentuk" UU Pemilu
Independen,Persilangan yang hanya menyangkut satu jenis pola pewarisan sifat-
sifattersebut dengan yang disebutkan di atas disebut Mendel monohybrid
salib.Mendel melakukan monohybrid salib untuk ke enam jenis properti,
yaituwarna bunga (ungu-putih), warna kotiledon (hijau-kuning), warna biji(hijau-
kuning), bentuk polong (rata-berlekuk), permukaan biji (halus-keriput), dan
lokasi bunga (aksial-terminal) (Eisenmesser EZ. 2005).
Eisenmesser EZ. 2005. Gregor Mendel's experiment. Erlangga .Jakarta

Mekanisme penurunan sifat dari parental sifat dari parental individu anaknya
pertama kali dikemukakan oleh Gregor Mendel (1826-1884) dengan meneliti
penurunan ciri-ciri baka pada kacang kapri (Pisum sativum). Dengan
mengawinkan starain galur murni dari suatu fenotif yang berbeda, misalnya
kacang kapri yang bunganya berwarna merah disilangkan dengan bunga yang
berwarna putih. Hasil persilangan tersebut menunjukkan bahwa turunan pertama
(F1) semuanya mempunyai warna bungan salah satu dari parentalnya (merah
atau putih semua). Kalau generasi F1 tersebut dibiarkan menyerbuk sendiri
maka bunga dari generasi F2 akan memisah dengan perbandingan 3 bagian
bunganya berwarna seperti parentalnya (generasi F1) dan bagian 1 adalah
seperti warna bunga kakaek atau neneknya yang tidak muncul pada generasi F1.
Dengan demikian Mendel menjelaskan bahwa masing-masing sifat baka diatur
oleh sepasang “faktor” yang akan memisah pada waktu pembentukan gamet.
Sehingga masing-masing gamet hanya mengandiung satu “faktor” untuk sifat
baka tertentu (Tim penganjar, 2010).
Tim Pengajar. 2010. Penuntun Biologi Dasar. Makassar: Jurusan Biologi
FMIPA UNM.

2002 ) Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah. Pelayanan Medis Dasar. (2007). . Semarang: Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah.( Dinkes prov.jateng. Sedangkan efek yang bisa terlihat dari gen – gen yang diwariskan disebut fenotip.Gen – gen yang diturunkan dari masing – masing golongan darah orang tua yang ada pada kromosom disebut genotip.