You are on page 1of 16

ASUHAN KEPERAWATAN KOMUNITAS AGREGAT

DENGAN LANSIA
UNTUK MEMENUHI TUGAS MATA AJAR KEPERAWATAN KOMUNITAS

DISUSUN OLEH : KELOMPOK 6

KELAS : II A

Ertiningsih NPM : 2016727017
Putri Wulandari NPM : 2016727032
Tusni Syarifati NPM : 2016727041
Zulkifli NPM : 2016727046

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAKARTA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
PROGRAM S1 TRANSFER
2017-2018
1

Semoga apa yang disajikan dalam makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Shalawat serta salam tetap tercurah pada junjungan kita Nabi Muhammad Saw. karena atas limpahan rahmat dan hidayah-Nya penulis dapat menyelesaikan tugas ini sesuai waktu yang telah ditentukan. Amin. beserta sahabat dan para pengikutnya. saran ataupun kritik yang membangun. Pepatah mengatakan. KATA PENGANTAR Assalamu’alaikum wr.wb Puji syukur Alhamdulillah penulis panjatkan kehadirat Allah SWT. Wassalamu’alaikum wr. sangat penulis harapkan demi kesempurnaan makalah ini. Penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna.wb Jakarta. Oleh karena itu. Maret 2017 Penulis 1 . baik moril maupun materil dalam proses pembuatan makalah ini. Dalam kesempatan ini. penulis mengucapkan terima kasih atas bantuan yang telah diberikan oleh berbagai pihak. Tak ada gading yang tak retak.

sedang DPR menerbitkan UU no. Pertumbuhan jumlah penduduk lanjut usia ( Lansia ) di Indonesia tercatat sebagai paling pesat di dunia dalam kurun waktu tahun 1990 – 2025. Dalam sensus badan pusat statistik ( BPS ) 1998 harapan hidup penduduk indonesia rata rata 63 tahun laki laki dan perempuan 67 tahun. Latar Belakang Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta keberhasilan pembangunan dibidang kesehatan memberikan dampak positif terhadap kesejahteraan yang terlihat dari Angka Harapan Hidup ( AHH ). Oleh karena itu asuhan keperawatan distabilitas yang tinggi pada segmen populasi ini selalu membutuhkan derajat keperawatan yang tinngi. baik oleh keluarga maupun lembaga sosial lainnya masih sangat kurang memadai. India dan Amerika Serikat. Kenaikan pesat itu terkait dengan usia harapan hidup penduduk Indonesia. Semakin bertambahnya penduduk usia lanjut betambah pula penderita golongan ini memerlukan pelayanan kesehatan berbeda dengan segmen populasi lain. masa dewasa dan masa tua.7 tahun menempati peringkat 103 dunia nomor I adalah jepang ( 74. Pemerintah juga menetapkan tanggal 29 Mei sebagai Hari Lansia Nasional.13 thun 1998 tentang kesejahteraan lansia.5 tahun ). Perhatian pemerintah terhadap keberadaan lansia sudah meningkat GBHN 1993 memerintahkan agar lansia yang masih produktif dan mandiri diberi kesempatan berperan aktif dalam pembangunan. 3 tahap ini berbeda baik secara biologis maupun psikologis. Populasi lanjut usia dimanapun selalu menunjukan morbiditas dan martalitas yang lebih tinggi dibandig populasi lain. Pada hakikatnya menjadi tua itu merupakan proses alamiah yang berarti seseorang telah melalui 3 tahap kehidupan yaitu : masa anak. Jumlah lansia sekitar 16 juta orang akan menjadi 22. Itu berarti jumlah lansia di Indonesia akan beranjak dari peringakat ke 10 pada tahun 1980 jadi peringkat ke 4 dunia dibawah China. Tetapi menurut WHO ( 1999 ) harapan hidup penduduk Indonesia rata rata 59. Memasuki masa tua berarti 2 .5 juta pada tahun 2020 atau sebesar 11. Menurut data demografi internasional dari Bureau of the census USA ( 1993 ) kenaikan jumlah lansia Indonesia antara 1990 – 2025 mencapai 414 % tertinggi dunia. DAFTAR ISI BAB I PENDAHULUAN A.37 % dari jumlah penduduk. Pengetahuan perawatan lansia.

Sehingga kami tertarik untuk membuat makalah dengan judul “Asuhan Keperawatan Komunitas pada Agregat Lansia”. Meskipun secara alamiah terjadi penurunan fungsi berbagai organ tetapi tidak harus menimbulkan penyakit. tanpa melihat apa pun penyebabnya dan dimanapun dia bertugas. Untuk mengetahui perubahan kondisi fisik pada lansia 6. mampu melakukan aktivitas untuk kebutuhan sehari hari. sehingga dibidang keperawatan pun saat ini ilmu keperawatan lanjut usia berkembang menjadi satu spesialisasi yang mulai berkembang. Menurut Anderson & Judith (2006). Oleh karena itu lansia harus senantiasa sehat yaitu bebas dari penyakit fisik. Keperawatan lanjut usia dalam bahasa inggris sering dibedakan atas gerontologic nursing dan geriatic nursing sesuai keterlibatannya dalam bidang berlainan. Untuk mengetahui pengelompokkan lansia 3. rambut memutih. Tujuan 1. penurunan pendengaran. Untuk mengetahui pengertian dari lansia 2. sehingga lansia komunitas tersebut merasa puas dalam menjalani hidupnya. B. mental dan sosial. Untuk mengetahui perubahan yang terjadi pada lansia 4. sensitivitas. Untuk mengetahui peran perawat dalam tiga pencegahan pada lansia 10. kelainan berbagai organ vital. Untuk mengetahui masalah kesehatan pada lansia 5. Gerontologic nurse / perawat gerontologi adalah perawat yang bertugas memberikan asuhan keperawatan pada semua penderita berusia diatas 65 tahun ( di Indonesia dan Asia dipakai batasanusia 60 tahun ). mengalami kemunduran secara fisik maupun psikis. Secara definisi berbeda dengan perawat geriatrik yaitu mereka perawat yang bertugas merawat yang berusia 65 tahun dan menderita lebih dari satu macam penyakit ( Multiple Patologi ) disertai dengan berbagai masalah psikologik maupun sosial. pemahaman menyeluruh terhadap isu yang dihadapi lansia di komunitas yang mencoba mempertahankan kemandirian di komunitasnya sendiri dan suatu landasan membangun komunitas. gerakan menjadi lambat. Keperawatan pada usia lanjut merupakan bagian dari tugas dan propesi keperawatn yang memerlukan berbagai keahlian dan keterampilan yang spesifik. mendapat dukungan secara sosial dari keluarga dan masyarakat. emosional meningkat dan kurangnya gairah. Untuk mengetahui fokus keperawatan komunitas pada lansia 9. Untuk mengetahui asuhan keperawatan komunitas pada lansia 2 . Untuk mengetahui pengertian keperawatan komunitas 7. Untuk mengetahui tujuan dari keperawatan pada lansia 8. pengelihatan. Kemunduran fisik ditandai dengan kulit yang mengendur.

Ketidakpastian ekonomi. C. 3. Pengelompokan Lansia Menurut Notoatmodjo (2007). Belajar memperlakukan anak-anak yang telah tumbuh dewasa. 4. Kelompok usia lanjut dengan resiko tinggi. Usia lanjut tua (old) adalah kelompok usia antara 75-90 tahun. dalam masa senium (65 tahun ke atas). yaitu : 1. seperti berikut : 1. berusia lebih dari 70 tahun atau kelompok usia lanjut yang hidup sendiri. Usia lanjut (erderly) adalah kelompok usia antara 60-70 tahun. Kelompok Usia Lanjut Dini. Mengembangkan aktivitas baru untuk mengisi waktu luang yang bertambah banyak. Menurut Notoatmodjo (2007). termasuk kesehatan. menderita penyakit berat atau cacat. terpencil. Masalah-masalah yang menyertai lansia dia antaranya. Ketidakberdayaan fisik yang menyebabkan ketergantungan pada orang lain. Usia pertengahan (middle age) adalah kelompok usua 45-59 tahun. Kelompok pertengahan umur. 3. Departemen Kesehatan membuat pengelompokkan lansia. 4. 2. sehingga memerlukan perubahan total dalam hidupnya 3. 4. perubahan ini akan memberikan pengaruh pada semua aspek kehidupan. Sedangkan menurut WHO lanjut usia dikelompokkan sebagai berikut: 1. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (1995) dalam buku Notoatmodjo (2007) . Perubahan-Perubahan yang Terjadi pada Lansia Menurut Mubarak. Pengertian Lansia Menurut Mubarak (2012). Kelompok usia lanjut. Mencari teman baru untuk mendapatkan ganti mereka yang telah meninggal atau pindah. BAB II TINJAUAN TEORI A. 2. lansia adalah tahap masa tua dalam perkembangan individu batas usia 60 tahun ke atas. dkk (2009). 3 . fisik. dalam masa virilitas yaitu masa persiapan usia lanjut yang menampakkan keperkasaan fisik dan kematang jiwa (45-54 tahun). kejiwaan dan sosial. Usia sangat tua (very old) adalah kelompok usia di atas 90 tahun. 5. B. manusia lansia adalah seseorang yang karena usianya mengalami perubahan biologis. usia lanjut adalah kelompok orang yang sedang bertahap mengalami suatu proses perubahan bertahap dalam jangka waktu beberapa dekade. 2. dalam masa prasenium yaitu kelompok yang memasuki usia lanjut (55-64 tahun).

E. Kontak sosial luas 4. yaitu : 1. Selalu mengingat kembali ke masa lalu 4. Perubahan-Perubahan Kondisi Fisik pada Lansia Menurut Mubarak. bertambahnya fat to lean body. 2. dan glaukoma. Ciri-ciri penyesuaian yang tidak baik dari lansia. Gangguan penglihatan biasanya disebabkan oleh dengenerasi makular senilis. Keseluruhan Berkurangnya tinggi dan berat badan. Perubahan komposisi tubuh. Tidak ada minat terhadap kejadian di lingkungannya. yaitu : 1. 4. dkk (2009). Penarikan diri ke dalam fantasinya. 3. 2. Sehingga dalam menghadapi perubahan-perubahan tersebut diperlukan penyusuaian.5% perdekade. 4 . yaitu : No Sistem Organ Morfologi dan Fungsi . terdapat perubahan-perubahan kondisi fisik pada lansia. aspek kesehatan pada lansia ditandai dengan adanya perubahan faali akibat proses menua. Gangguan pendengaran biasanya meliputi presbikusis (gangguan pendengaran pada lansia) dan gangguan komunikasi. Rasa kesendirian karena hubungan dengan keluarga kurang baik 7. Sistem integumen Kulit keriput akibat kehilangan jaringan lemak. dimana bertambahnya usia maka massa bebas lemak berkurang 6. Selalu khawatir karena pengangguran 5. meliputi : 1. Kurang ada motivasi 6. Menikmati kerja dan hasl kerja 5. 2. Saluran cerna. 3. dimana bertambahnya usia maka jumlah gigi berangsur-angsur berkurang karena tanggal atau ekstraksi atas indikasi tertentu sehingga mengurangi kenyamanan makan serta membatasi makanan yang dapat di makan. Ketidaktergantungan secara ekonomi 3. Masa air mengalami penurunan sebesar 2. mass ratio dan berkurangnya cairan tubuh. Tempat tinggal yang tidak diinginkan Ciri-ciri penyesuaian yang baik.3% berat badan perdekade seiring dengan penamban massa lemak 2% perdekade. 1. Minat yang kuat 2. D. Masalah Kesehatan pada Lansia Menurut Notoatmodjo (2007). Menikmati kegiatan yang dilakukan saat ini dan memiliki kekhawatiran minimal terhadap diri dan orang lain. katarak.

kulit kering. Sistem Gastrointestinal Kehilangan gigi. kandung kemih sulit dikosongkan pada pria akibatnya retensi urine meningkat. bertambah panjang dan kekuan. 8. Sistem kardiovaskuler Katup jantung menebal dan menjadi kaku. Fungsi kulit sebagai proteksi sudah menurun. kuku jari tangan dan kaki menjadi tebal dan rapuh. Sistem perkemihan Filtasi glomerulus menurun. arteri termasuk aorta intima bertambah tebal. 5. dan berkurangnya refleks batuk. serta fibrosis di media arteri. rasa lapar menurun. 4. 6. berkurangnya elastisitas paru. namun pada otot polos tidak begitu terpengaruh. kemampuan absopsi menurun. kemampuan memekatkan atau mengencerkan urine oleh ginjal menurun. kulit pucat. Menurunnya sel- sel yang memproduksi pigmen. dan berkurangnya curah jantung. Sistem pernafasan Otot pernafasan menjadi kaku. hilangnya jaringan adiposa. berkurangnya maximal oxygen uptake. Bekurangnya hart rate terhadap respon stres. keterbatasan refleks menggigil. dan terdapat bintik-bintik hitam akibat menurunya aliran darah ke kulit. kemampuan jantung memompa darah menurun 1% pertahun. dan tekanan darah meningkat akibat meningkatnya resistensi pembuluh darah perifer. Sistem Muskular Kecepatan dan kekuatan kontraksi otot skeletal berkurang. dan tida dapat memproduksi panas yang banyak diakibatkan oleh rendahnya aktivitas otot. dan kurang elastis karena menurunnya cairan. dan lain- 5 . Temperatur tubuh Temperatur tubuh menurun akibat kecepatan metabolisme yang menurun. 3. pengecilan otot akibat menurunnya serabut otot. indra pengecapan menurun. kehilangan elastisitas pembuluh darah. 7. waktu pengosongan lambung menurun.

kemunduran fungsi saraf otonom. F. 9. Sistem Pendengaran Penurunan pendengaran. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan proses keperawatan bio. Peran Perawat dalam Tiga Tingkat Pencegahan pada Lansia 6 . lain. pencegahan penyakit. I. dkk (2012). Keperawatan Komunitas Menurut Mubarak. dan pemeliharaan kesehatan. Fokus Asuhan Keperawatan Komunitas pada Lansia Peningkatan kesehatan. dan lain-lain. G. hilangnya zat pembentuk tulang 10. pencegahan penyakit. Daya pengecap dan Menurunnya kemampuan untuk melakukan pembauan pengecapan dan [embauan sensitivitas terhadap empat rasa menurun. sosial dan spiritual. Sedangkan keperawatan komunitas adalah adalah suatu perpaduan antara keperawatan dan kesehatan masyarakat dengan dukungan peran serta masyarakat dalam proses asuhan keperawatan. Tujuan Keperawatan Komunitas pada lansia Agar lansia dapat melakukan kegiatan sehari-hari secara mandiri dengan peningkatan kesehatan. menurunnya lapang pandang. komunitas adalah suatu kesatuan hidup manusia yang menempati wilayah nyata dan berinteraksi menurut suatu sistem adat istiadat serta terikat atau dibatasi wilayah geografi. 14. dan lain-lain 11. Rangka tubuh Osteaartritid. penumpukan srumen. Sistem endokrin Produksi hampir semua hormon menurun. Intervensi keperawatan untuk mengatasi gangguan kesehatan sebagai akibat mekanisme adaptasi yang tidak efektif. psiko. 12. pengoptimalan fungsi fisik dan mental. testis masih dapat memproduksi sperma meskipun adanya penurunan secara berangsur0angsur dan dorongan seks menetap 15. sehingga ia memiliki ketenangan hidup dan tetap produktif sampai akhir hayat. H. Sistem reproduksi Penghentian produksi ovum pada saat menopouse. dan lain-lain. Sistem persyarafan Hantaran neurin motorik melemah. serta bagaimana mengatasi gangguan kesehatan yang umum pada lansia. hilangnya respon terhadap sinar. Sistem Penglihatanlensa menjadi keruh. 13.

Pengkajian a. umur. baik di klinik maupun dirumah. serta mengidentifikasi adanya atau ancaman penyakit. mempertahankan komunikasi dengan jaringan kemasyarakatan. orang terdekat yang dapat dihubungi. meberikan dukungan legislasi dna kebijakan yang dapat memberikan dampak positif terhadap lansia. pendidikan terakhir. serta alamat dan jenis kelamin orang/ keluarga tersebut. membantu pelayanan tindak lanjut (follow up). alamat penyebab kematian jika sudah meninggal dan tahun meninggal. 2. memberikan informasi mengenai sumber-sumber yang dapat dimanfaatkan. mengkaji. tempat dan tanggal lahir. alamat pekerjan. pekerjan sebelumnya. Menurut Mubarak (2009). pekerjaan. melibatkan klien dalam perkumpulan dimasyarakat. jenis kelamin. dan alat transportasi yang digunakan. nomor telepon. b. hubungan dengan lansia. c. Riwayat pekerjan Status pekerjan saat ini. 3. penyebab kematian jika sudah meninggal dan tahun meninggal 2) Anak: nama. agama. Riwayat lingkungan hidup 7 . serta mengajarkan klien untuk bertanggung jawab atas dirinya dalam kesehatan. sumber-sumber pendapatan dan kecukupan terhadap kebutuhan. respon terhadap sakit dan kesesuaiannya denganterapi meberikan informasi tentang obat-obatan dan terapi. status perkawinan. masih hidup atau sudah meninggal. alamat. J. terdapat peran perawat dalam tiga pencegahan pada lansia. Riawayat keluarga 1) Pasangan: nama. Pencegahan sekunder Melaporkan penemuan kasus dan melakukan pendekatan untuk merujuk. golongan darah. Pencegahan primer Meningkatkan kesehatan dengan secara rutin berinteraksi dengan perawat. jarak tempat kerja dari rumah. Pencegahan tersier Dimulai denga strategi rehabilitasi selama fase sakit. satatus kesehatan. memberikan nasihat kepada klien dan anggota keluarga. Asuhan Keperawatan 1. alamat. Identitas/ data biografi klien Nama. memberikan program konsultasi dna pendidikan sebagai tanggung jawabnya terhadap perawatan lansia. membuat klien dan keluarga sadar akan pilihan terhadap sumber yang tersedia. d. yaitu : 1. masih hidup atau sudah meninggal.

penyantunan anak yatim. Sumber atau system pendukung yang digunakan Dokter/perawat/ bidan/fisioterapi rumah sakit klinik. 2) Apakah lansia teratur mengikuti atau terlibat aktif dalam kegiatan keagamaan ( misalnya pengajian. e. j. untuk mengetahui fungsi kognitif. alamat dan nomer telepon. jumlah orang yang tinggal dirumah/ panti. Berkaitan dengan keyakinan agama yang dimiliki dan sejauh mana keyakinan tersebut dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari lansia. dan kemampuan dalam menyelesaikan masalah. operasi dan riwayat obstertik. kepercayaan serta kebiasan makan. serta kondisi panti. jumlah kamar. termaksuk daya ingat. Tipe tempat tinggal atau panti. i. tetangga terdekat. jumlah tingkat. derajat privasi. orientasi terhadap raealitas. makanan yang diantarkan dan perawat sehari-hari oleh keluarga g. Serta perubahan perubahan yang umum terjadi antara lain : 1) Penurunan daya ingat 2) Proses piker lambat 3) Adanya perasan sedih 4) Merasa kurang perhatian Hal hal perlu dikaji dalam aspek pisikologis. yaitu : 1) Apakah mengenal masalh masalah utama 8 . pelayan kesehatn dari rumah panti jaraknya. 3) Bagaimana cara lansia menyelesaikan masalah. dan kegiatan di panti. Status kesehatan masa lalu Penyakit masa kanak-kanak. h. Kebiasan ritual Agama yang dianut klien. jarak dari rumah panti. apakah dengan berdoa atau banyak mengeluh. derajat keseluruh fungsi relative terhadap masalh kesehatan dan diagnosis medis. Status kesehatan saat ini Status kesehatan setahun terakhir keluhan kesehatn utama. tahlilan. kebiasan ibadah. penyakit serius tau kronis . alam perasaan. Hal-hal yang perlu dikaji antara lain: 1) Apakah lansia teratur melaksanakan ibadah sesuai dengan keyakinan agamanya. f. proses piker. terutama perawatan dirumah sakit. penegetahuan/ pemahaman. libur perjalanan. Psikologis Dilakukan saat berkomunikasi dengan klien. Riwayat rekreasi Hobby atau minat. keanggotan organisasi. atau fakir miskin. 4) Apakah lansia terlihat sabar dan tawakal. penatalaksanan masalh kesehatan. dan lain-lain).

emosi lansia labil/ stabil. keadaan rambut. adakah sesaknafas. memori dan tingkat orientasi lansia. 2) Apakah optimis memandang suatu kehidupan 3) Bagaimana sikapnya terhadap peroses penuaan 4) Aakah dirinya merasa dibutuhkan atau tidak 5) Bagaimana cara mengatasi masalah atau stres yang dialami 6) Apakah mudah untuk menyesasuaikan diri 7) Apakah lansia pernah mengalami kegagalan 8) Apakah harapan disaat ini dan dimasa akan datang. Pengkajian pada system tubuh diantaranya adalah sebagai berikut. wheezing. kuku. dll. 9 . masih mengingat hal-hal yang terjadi di masa lalu. kebersihan lansia secara umum. dan pola tidur lansia. (terhadap orang. adakah gangguan pada system pernafasan. dll. k. 1) System integument/ kulit: amati kulit lansia. tempat. apakah lansia mudah tersinggung. kebutuhan lansia. apa daya ingat lansia mengalami penurunan. dengan lingkungan dan bagaimana keterlibatan lansia dalam organisasi sosial 2) Penghasilan yang diperoleh 3) Perasaan sejahtera dalam kaitanya dengan social ekonomi 4) Hal-hal yang perlu dikaji antara lain 5) Kesibukan lansia mengisi waktu luang 6) Dari mana sumber keungan diperoleh 7) Dengang siapa ia tinggal 8) Kegiatan organisasi social apa yang diikuti lansia 9) Bagaimana pandangan lansia terhadap lingkungannya 10) Berapa sering lansia berhubunga dengan orang lain diluar rumah 11) Siapa saja yang biasa mengunjunginya 12) Seberapa besar ketergantungannya 13) Apakah dapat menyalurkan hobby atau keinginan dengan fasilitas yang ada l. Pemeriksaan Fisik Perawat memeriksa bagaimana tanda-tanda vital lansia. Status mental Mengkaji kondisi status mental lansia. apakah menggunakan alat bantu. dan gangguan-gangguan lain yang umum pada kulit. dan waktu). berat badan lansia. m. n. apakah terdengar ronkhi. 2) System respirasi : bagaimana dengan pernfasan lansia. Social ekonomi Dalam pengkajian social ekonomi. adakah jaringan parut. mudah lupa. Kognitif Mengkaji kondisi kognitif lansia. pertanyaan yang diajukan pada klien diantaranya adalah sebagai berikut 1) Bagaimana lansia membina keakraban dengan teman sebaya maupun.

pembengkakan pada vena jugularis. adakah bising usus. 3) System musculoskeletal: amati kondisi lansia apakah terdapat kontraktur pada sendi. adakah distensi kandung kemih. Format Pengkajian mental pada lansia 10 . tanda disuri. kondisi lansia saat makan dikunyah atau langsung ditelan. 5) System gastrointestinal: adakah keluhan mual. tanda distensi abdomen. warna serta kehangatannya. anuria. inkontinensia uri. Pengecapan: bagaimana kemampuan lansia mengunyah makanan. dan tanyakan berapa pemasukan dan pengeluaran cairan lansia. serta diare atau tanda inkontinensia alvi. atau menulis). muntah. berapa jarak pandang (untuk melihat. keadaan gigi. membaca. sakit kepala. 6) System perkemihan: bagaimana dengan warna dan bau urine. sirkulasi darah perifer. parese/ hemiplegi. 8) System sensorik. adakah gejala atau tanda kifosis. status gizi secara umum. bagaimana dengan tingkat mobilitasnya. bagaimana asupan dietnya. frekuensi urine. poliuri. dan lain-lain. tanda edema pada ekstremitas bawah dan ekstremitas atas. gangguan konstipasi atau obstipasi. dan adanya gerakan sendi yang terbatas. 4) System kardiovaskuler: adakah keluhan pusing. penglihatan: penglihatan tidak terlalu jelas atau kabur. Penciuman: adakah gangguan penciuman terhadap bau-bauan. 7) System persarafan: apakah ada paralisis. Pendengaran: bagaimana pendengaran lansia apakah ada menurun.

3) Kurangnya perawatan diri yang berhubungan dengan menurunnya minat dalam merawat diri. 4) Risiko cedera fisik (jatuh) berhubungan dengan penyesuaian terhadap penurunan fungsi tubuh tidak adekuat. 11 . 5) Perubahan pola eliminasi berhubungan dengan pola makan tidak efektif b. dkk (2009). 2) Gangguan persepsi sensorik: pendengaran/penglihatan yang berhubungan dengan gangguan hambatan penerima dan pengiriman ransangan. Fisik/biologis 1) Gangguan nutrisi: kurang dari kebutuhan tubuh yang berhubungan dengan intake yang tidak adekuat. Diagnosa Menurut Mubarak. terdapat beberapa kemungkinan diagnosa yang dapat muncul.2. Psikolois dan sosial 1) Menarik diri dari lingkungan berhubungan dnegan perasaan tidak mampu. 2) Isolasi sosial yang berhubungan dengan perasaan curiga 3) Depresi berhubungan dengan isolasi sosial. yaitu : a. 4) Harga diri rendah berhubungan dengan perasaan ditolak.

Perencanaan Dx. a. 12 . Berikan dorongan kepada klien untuk makan secara teratur dan seimbang e. Kolaborasi dengan ahli gizi untuk menentukan jumlah kalori dan nutrisi yang dibutuhkan klien. Spiritual terpenuhi f. Evaluasi Evaluasi yang diharapkan dari masalah yang ada pada klien yaitu . HDR tidak terjadi e. Kaji tanda-tanda gangguan nutrisi pada klien c. 6) Cemas berhubungan dengan sumber keuangan yang terbatas. Gangguan nutrisi: kurang dari kebutuhan tubuh yang berhubungan dengan intake yang tidak adekuat Intervensi : a. c. 5) Koping tidak adekuat berhubungan dengan ketidakmampuan mengungkapkan perasaan secara tepat. 3) Marah terhadap Tuhan berhubungan dengan kegagalan yang dialami 4) Perasaan tidak tenang berhubungan dengan ketidakmampuan melakukan ibadah secara tepat 3. Berikan penkes mengenai nutrisi yang baik itu lansia d. Kaji kebutuhan nutrisi klien b. Spiritual 1) Reaksi berkabung/berduka berhubungan dengan ditinggal pasangan 2) Penolakan terhadap proses menua berhubungan dengan ketidaksiapan mengahadapi kematian. Implementasi Setelah melakukan perencanaan. Koping individu adaptif. Perawatan diri terpenuhi d. selanjutnya perawat melakukan intervensi yang dilakukan sesuai dengan kondisi dan kebutuhan klien. 5. 4. Cedera tidak terjadi c. Kebutuhan nutrisi terpenuhi b.

fisik. Terdapat peranan perawat dalam tiga pencegahan terhadap lansia. Ada beberapa pengelompokkan lansia. BAB III L. Lansia adalah seseorang yang karena usianya mengalami perubahan biologis. diagnosa keperawatan. Sebagai perawat kita harus tetap melakukan asuhan keperawatan komunitas pada lansia secara holistik di mulai dari pengkajian. Kesimpulan O. Dimana pada kondisi lansia terjadi perubahan-perubahan sesuai dengan usianya. K. perencanaan. PENUTUP M. kejiwaan dan sosial. implementasi hingga evaluasi. perubahan ini akan memberikan pengaruh pada semua aspek kehidupan. 13 . N. A. termasuk kesehatan.

dkk. Wahit Iqbal.Buku Ajar Keperawatan Komunitas Teori dan Praktik Edisi 3. dkk. B.(2009).Kesehatan Masyarakat Ilmu dan Seni.(2015).Imu Keperawatan Komunitas 2.: Konsep dan Aplikasi.(2007). Elizabeth T & Judith McFarlane. DAFTAR PUSTAKA Mubarak. Jakarta:Salemba Anderson. Wahit Iqbal.Jakarta:EGC NANDA NIC-NOC.Ilmu Keperawatan Komunitas Buku 2.(2006).(2012).Jakarta:Rineka Cipta 14 .Aplikasi Auhan Keperawatan Berdasarkan Diagnosa Medis dan NANDA NIC-NOC.Yogyakarta:Percetakan Publishing Yogyakarta Notoatmodjo Soekidjo.Jakarta:Salemba Medika Mubarak.