You are on page 1of 3

1.1.

1 Pasien 1
Identitas Pasien
Nama : Bapak H
Jenis kelamin : Laki-laki
Usia : 75 tahun
Bapak H datang ke IGD RS Bhayangkara pada hari Sabtu 10 Oktober
2015 datang pada pukul 10.00 WIB. Bapak H datang dengan keluhan sesak nafas
sejak satu jam yang lalu sebelum datang ke rumah sakit, tekanan darah 140/100
mmHg dan pada pemeriksaan fisik terdengar bunyi nafas wheezing. Selama ini
bapak H memiliki riwayat asma sejak lama. Selain keluhan sesak nafas bapak H
juga memiliki keluhan batuk sejak 1 minggu yang lalu. Ketika tiba di IGD RS
Bhayangkara bapak H di tatalaksana oleh dokter menggunakan nebulizer
sebanyak 2x. Indikasi pemberian obat melalui nebulizer oleh dokter di IGD RS
Bhayangkara, yaitu :
1. Pastikan terlebih dahulu apakah terdapat suara napas tambahan wheezing ada
atau tidak.
2. Lalu lihat apakah ada dahak yang menyumbat saluran napas sehingga
membuat pasien kesulitan bernapas
3. Kemudian setelah dilihat dari inidkasi tersebut baru dilakukan pemberian
obat melalui nebulizer, dapat diberikan sebanyak 3x secara langsung
tergantung dari derajat sesak napas dari pasien tersebut.
Pada Bpk. H, pemberian obat melalui nebulizer dilakukan sebanyak 2x,
bunyi suara napas tambahan wheezing sudah hilang. Dan pasien merasa sesak
napas yang dialaminya sudah berkurang. Kemudian dokter di IGD RS
Bhayangkara memberikan tatalaksana farmakologi berupa :
1) Untuk obat batuk diberikan : ambroxol 3x1 tablet dan sefradoxil 2x1.
2) Untuk obat asma diberikan : salbutamol 4mg 2x1 tablet dan dexametason 0,5
mg 1x1.
3) Apabila pasien demam maka dokter juga meresepkan : paracetamol 500 mg
3x1.

1.1.2 Pasien 2
Identitas Pasien
Nama : MA
Jenis kelamin : Laki-laki
Usia : 1 tahun
Datang ke IGD Rumah Sakit Bhayangkara pada pukul 09.30 WIB. Berdasarkan
hasil anamnesis dengan Ibu pasien, bahwa anak:
1. Mengalami diare sejak 1 hari lalu

sesak nafas berat hingga tidak dapat menyelesaikan satu kalimat.R Jenis kelamin : Laki-laki Usia : 45 tahun Hasil pemeriksaan fisik: Terdengar bunyi mengi. Tatalaksana yang diberikan adalah: 1. Temp: 38. Obat antipiretik suppositoria 2. 2. BAK biasa. RR 29x/menit. RR: 23x/menit. 1. Lemas 5.1.4 Pasien 4 Identitas pasien Nama :U Jenis kelamin : Perempuan Usia : 41 tahun Ibu U datang ke IGD Rumah Sakit Bhayangkara dengan keluhan sesak nafas. Oksigen melalui kanul hidung selama 10 menit.1. Dari hasil pemeriksaan tanda vital didapatkan hasil: TD : 170/90 mmHg. Antibiotik septadizin 2 x 250 ml 1. Mata cekung 4. turgor kulit Baik 6. dan dari hasil pemeriksaan fisik didapatkan bunyi nafas vesikuler. Mengalami muntah sebanyak 4x sejak malam hari 4. 2. Infus cairan KA-EN 3A 12 gtt 3. nebulizer dilakukan selama 10-15 menit. Frekuensi BAB lebih dari 3x sejak malam hari 3. HR 120X/menit.5/vial. dan frekuensi menyusu mulai berkurang Berdasarkan hasil pemeriksaan fisik didapatkan bahwa: 1. Pemasangan nebulizer diberikan bronkodilator combivent 2. TD 110/ 80 mmhg. Zinc 1 drop 1×1 cc 4. Nadi : 88x/menit. BB: 7 kg 2.6o C 3. Pembahasan: . Rewel Tatalaksana yang diberikan oleh dokter IGD adalah: 1.3 Pasien 3 Identitas Pasien Nama : A.

Pemberian oralit 2. Pemberian antibiotik 5. Cara pemberian obat melalui nebulizer adalah : 2.nasihat 1. 4. satu flash combiven diencerkan dengan NaCl 1cc. Pemberian obat melalui nebulizer yang ketiga masih dengan dosis yang sama yaitu. kemudian lihat dan cek lagi apakah bunyi napas tambahan wheezing bertambah atau berkurang. Kemudian cek kembali suara bunyi napas tambahan whezing pada pasien apabila sudah hilang hentikan pemberian obat melalui nebulizer. Kemudian apabila masih ada bunyi wheezing maka dilakukan pengulangan setelah 5 menit pemberian obat melalui nebulizer dengan dosis obat yang sama. Pemberian asi 4.Penatalaksanaan diare dapat menggunakan strategi lintas diare ( lima langkah tuntaskan diare): 1. Satu flash combiven diencerkan NaCl 1 cc. Kemudian cek kembali bunyi napas wheezing apabila sudah hilang maka hentikan pemberian obat melalui nebulizer. Namun apabila masih terdengar bunyi napas tambahan wheezing maka dilakukan nebulizer yang ke 3. namun apabila suara wheezing masih terdengar maka pasien diindikasikan untuk rawat inap. Pemberian zinc 3. 3. .