You are on page 1of 17

Fajar Purwawidada -- Jaringan Teroris Solo Dan Implikasinya Terhadap Keamanan Wilayah

Serta Strategi Penanggulangannya (Studi Di Wilayah Solo, Jawa Tengah)

JURNAL KETAHANAN NASIONAL
NOMOR XX (1) April 2014 Halaman 1-11

JARINGAN TERORIS SOLO DAN IMPLIKASINYA TERHADAP
KEAMANAN WILAYAH SERTA STRATEGI PENANGGULANGANNYA
(Studi Di Wilayah Solo, Jawa Tengah)

Fajar Purwawidada
Puspenerbad TNI AD
Email: jurnal_tannas@ugm.ac.id

ABSTRACT

The Solo terrorism network was affected by the Darul Islam which had mutated into radical Islam groups
and then into new terrorist group. The main reason was new political motive with religious cover and supported
with other factors. The purpose of this research was to discovered the origin, extend, and cause of the terrorism
establishment and to discover the Indonesia’s terrorism. The object of this research was Solo terrorism network
as the biggest terrorist network in Indonesia with connection to various countries, and also all Indonesia
terrorism related to this network. This research was conducted with in depth interview on the terrorist victims,
agency, and former sect member who considered as terrorist. It showed that the Solo new group network was
more amateur than the older one even though the ideology was similar. The Solo terrorism actions had affected
the regional security especially the ideology, politics, economic, social and human security. Terrorism prevention
in Solo had caught and dismantle Solo new terrorism network although with various flaws that needed to be
fixed. The effective terrorism prevention strategies were law enforcement, prevention, deradicalization, and
disengagement which had to well organized and shared together.

Keywords: Solo Terrorist Network, Regional Security, Prevention Strategy

ABSTRAK

Pembentukan jaringan terorisme Solo tidak terlepas dari adanya pengaruh Darul Islam yang bermutasi
menjadi kelompok-kelompok Islam radikal dan berlanjut menjadi kelompok teroris baru. Penyebab utamanya
adalah motif politik yang dibungkus agama dan didukung faktor lain. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan
untuk memahami sejauh mana, asal mula dan penyebab terbentuknya terorisme dan mengetahui bagaimana
terorisme di Indonesia. Penelitian ini dilakukan dengan obyek jaringan terorisme Solo, karena merupakan
jaringan terbesar di Indonesia yang memiliki koneksitas di berbagai negara dan hampir semua aksi terorisme di
Indonesia terhubung dengan jaringan ini dengan melakukan wawancara secara mendalam kepada para korban
teroris, aparat dan mantan anggota aliran yang kerap dianggap sebagai teroris. Dari situ ditemukan bahwa
karakteristik dari jaringan kelompok baru di Solo masih bersifat amatir dibandingkan kelompok yang lama,
meskipun dengan ideology yang sama. Sedangkan aksi- aksi terorisme di Solo berimplikasi terhadap keamanan
wilayah terutama terhadap ideologi, politik, ekonomi, sosial dan keamanan manusia. Penanggulangan terorisme
di wilayah Solo telah berhasil menangkap dan membongkar jaringan baru terorisme Solo, tetapi masih banyak
kelemahan yang perlu diperbaiki. Strategi penanggulangan terorisme yang efektif dilakukan di wilayah Solo
adalah melalui penegakkan hukum, pencegahan, deradikalisasi dan disengagement yang harus terprogram
dengan baik dan merupakan tanggung jawab bersama.

Kata Kunci: Jaringan Teroris Solo, Keamanan Wilayah, Strategi Penanggulangan
1

Akar masalah terorisme penting untuk diungkap untuk dapat melakukan pencegahan dan penanggulangan terhadap terorisme. tetapi aksi . 2010). asal mula dan penyebab terbentuknya terorisme. perlu juga mengetahui karakteristik jaringan tersebut. Solo dijadikan wilayah penelitian karena kota ini banyak dihubung-hubungkan dengan aksi terorisme dan bahkan sering disebut sebagai sarang teroris. Untuk memahami bagaimana proses terbentuknya dan apa akar masalah pada jaringan teroris Solo. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan: (1) Untuk memahami sejauh mana. Penelitian ini dilakukan dengan obyek jaringan terorisme Solo. (2) Untuk mengetahui bagaimana terorisme di Indonesia. XX (1). April 2014: 1-10 PENGANTAR terorisme tidak dapat dibatasi secara geografis. Pemahaman terhadap terorisme memerlukan proses yang panjang. aksinya selalu dibahas dengan hebohnya di semua media massa.Jurnal Ketahanan Nasional. karena jaringan teroris Solo merupakan jaringan terbesar di Indonesia yang memiliki koneksitas di berbagai negara dan hampir semua aksi terorisme di Indonesia terhubung dengan jaringan ini. Latar Belakang Aksi-aksi yang dilakukan dapat saja Terorisme terdengar begitu direncanakan dan dilakukan di luar wilayah menggetarkan dan menakutkan karena pasca Solo. Meskipun berpusat di Solo. Akibat yang ditimbulkan selain rasa ketakutan itu sendiri adalah korban jiwa dan harta benda yang tidak ternilai harganya (Muhammad. Karakteristik kelompok terorisme akan berpengaruh terhadap aksi-aksi yang akan dilakukan dan penentuan sasarannya. seperti juga proses bagaimana terjadinya terorisme itu sendiri.

Jawa Tengah) metode wawancara secara mendalam yang Tekanan yang kuat dari pemerintahan Orde dilakukan kepada para korban teroris. Baru memaksa Darul Islam merubah strategi aparat dan mantan anggota aliran yang gerakan dengan usroh. penelitian ini dilakukan dengan metode termasuk Abdullah Sungkar dan Abu Bakar pengamatan langsung ke lokasi Ba’asyir melakukan pelarian ke Malaysia. Malaysia kedua tokoh ini berhasil menggalang dukungan untuk mengirimkan anggota- PEMBAHASAN anggota Darul Islam mengikuti pelatihan Pembentukan Jaringan Teroris Solo paramiliter di Afganistan. 2002) sebagai tempat persembunyian dan Perubahan politik di dalam negeri dengan tumbangnya Orde Baru dan berganti . Perselisihan di tubuh Darul Islam tersebut kemudian berinteraksi dengan mengakibatkan perpecahan. Selain itu Beberapa tokoh dan kadernya di Solo. Jamaah Islamiyah (JI) sebagai wadah para Ngruki. berawal dari adanya hubungan dengan Darul Keduanya juga berhasil mendirikan Ponpes Islam Jawa Barat yang sebagian anggotanya Lukmanul Hakim sebagai sarana penyebaran melarikan diri ke Solo. 2006). Abdullah tokoh Darul Islam Solo. Di (Arikunto. Abdullah Sungkar Sungkar dan Abu Bakar Ba’asyr kemudian dan Abu Bakar Ba’asyir dan sekaligus ke luar dari Darul Islam dan mendirikan pendiri dan pimpinan Ponpes Al Mukmin. Al Mukmin dijadikan cover lulusan pelatihan Afganistan (Austen. Fajar Purwawidada -.Jaringan Teroris Solo Dan Implikasinya Terhadap Keamanan Wilayah Penelitian ini dilakukanSertadengan konsolidasi gerakan Strategi Penanggulangannya anggota (Studi Di Wilayah Darul Solo. Sebagian besar Jaringan teroris Solo terbentuk berasal dari anggota kelompok usroh. 2005) kerap dianggap sebagai teroris. Para pelarian ideologinya. Islam.(Abas.

Di wilayah Solo jaringan teroris terus berkembang. di .Era Reformasi menjadi salah satu faktor antaranya adalah kelompok Farhan (Abu yang mendorong terbentuknya jaringan Musab Al Solo. meskipun jaringan kelompok-kelompok lama sudah banyak yang terbongkar dan digulung Densus 88. Di wilayah Solo adalah yang paling banyak tumbuh kelompok Islam radikal tersebut. Pada Era Reformasi kelompok- kelompok usroh yang sebelumnya tiarap menjadi berani muncul di permukaan. Kelompok baru muncul kembali. Anggota JI yang tidak puas dengan kepemimpinan Ba’asyir kemudian melakukan gerakan tersendiri di luar kontrol penuh JI. 2003). Apalagi kemudian Abu Bakar Ba’asyir terpecah konsentrasinya karena menjadi amir Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) dan Jama’ah Ansharut Tauhid (JAT). Gerakan Jama’ah Islamiyah yang dibentuknya juga sebagian besar ikut masuk ke Indonesia melebur dalam kelompok- kelompok Islam radikal. Terbentuklah kelompok-kelompok teroris yang merupakan sempalan dari JI. banyak anggota JI yang menilai kepemimpinan Ba’asyir terlalu lemah. dengan menjelma menjadi kelompok- kelompok Islam radikal di berbagai daerah. juga faktor yang mempengaruhi Abdullah Sungkar dan Abu Bakar Ba’asyir memutuskan untuk kembali ke Indonesia(Solo) (Awwas. Perubahan politik di Malaysia yang kemudian begitu keras menumpas gerakan Islam radikal termasuk menutup Ponpes Lukmanul Hakim. Tetapi setelah Abdullah Sungkar meninggal dan posisi amir JI dipegang oleh Abu Bakar Ba’asyir. Maluku Utara dan Poso. melakukan gerakan sendiri melahirkan aksi- aksi terorisme di tanah air dan juga terlibat dalam konflik di daerah Ambon.

sekunder dan tersier (Azra. Kelompok Thoriq hegemoni Barat dan tertindasnya negara- (Al Qaeda Indonesia) dan kelompok Abu negara Islam di Timur Tengah. Sedangkan Hanifah (Halaqah Sunni untuk Masyarakat masalah nasional terkait pertentangan Indonesia). dari anggota kelompok Islam radikal dan Penyebab sekunder.Zarqawi Al Indonesiy). menggunakan lingkup sekunder sebagai Penyebab primer merupakan penyebab pendukung kekuatan. Sebagaimana terorisme sebagai Penyebab Terorisme bentuk perang asimetris yaitu peperangan Penyebab terjadinya aksi terorisme kekuatan yang tidak seimbang. konflik agama dan kelompok ini juga masih terkait jaringan anggapan negara telah gagal dengan indikasi lama. Meskipun baru kelompok. maka teroris primer. Masalah keagamaan (Islam) yang diangkat. bagi kelompok alumni Ponpes Al Mukmin. perlawanan dan protes atas permasalahan tersebut. penegakkan hukum terus berupaya melakukan kaderisasi dan yang amburadul dan pengelolaan sumber pembinaan melalui perekrutan anggota. daya alam yang banyak dikuasai asing anggota baru. global yang paling utama adalah Kebetulan ruang lingkup agama teroris dan permasalahan yang dihadapi terkait . 2010. Ngruki di teroris aksinya merupakan bentuk Solo (Andalas. Lingkup sekunder utama yaitu masalah kesenjangan sosial merupakan hubungan emosional politik baik global dan nasional. 2008). Anggota-anggota jaringan lama telah banyaknya korupsi. 1996). penerapan syari’at Islam. yang sebagian besar berasal sehingga gagal mensejahterakan rakyat. Kekuatan jaringan Solo terbagi dalam penyebab kecil melawan kekuatan besar. Conboy.

Mereka hanya disatukan oleh . Terakhir. Berbeda dengan kelompok jaringan lama yang mendapatkan pelatihan langsung di Afganistan dan Filipina dengan fasilitas. 2012). Selain itu alat dancara yang digunakan juga relatif sama. instruktur dan waktu yang cukup lama (Setara.serta perlawanan terhadap kekuasaan dan otoritas. keinginan balas dendam. Karakteristik Jaringan Teroris Solo Karakteristik jaringan kelompok teroris Solo yang baru relatif sama dengan kelompok lama. pendidikan agama. pengaruh buku dan film. Kelompok baru hanya mendapatkan pelatihan paramiliter secara singkat dan terbatas di daerah latihan lokal dari senior- senior mereka. yaitu memiliki tujuan yang bermotif politik. dalam arti belum memiliki penguasaan teknik dan strategi yang matang seperti kelompok yang lama. menunjukkan eksistensi. pengaruh media. Bentuk organisasinya sendiri bersifat tidak baku (Organisasi Tanpa Bentuk / OTB) dan bahkan ada yang tidak memiliki pimpinan. memperjuangkan ideologi agama Islam. kemiskinan. Kelompok baru rata-rata merupakan kelompok kecil dengan anggotanya yang sedikit. penyebab tersier bukan merupakan penyebab langsung. Oleh karena itu teroris kesamaan tujuan dan keyakinan.dengan agama Islam. Pembenaran dan bahasa yang digunakan seolah-olah didasarkan pada ayat-ayat Al Qur’an dan hadist. tetapi lingkungan yang dapat memperkuat penyebab primer dan sekunder yang berupa budaya masyarakat. Anggota menggunakan agama untuk dapat kelompok memperoleh simpatik dan memobilisasi gerakannya. Perbedaannya adalah kelompok baru masih prematur.

organisasi sekolah. kelompok jaringan teroris Solo banyak Pengaruh Al Mukmin di daerah sekitarnya diarahkan pada anak-anak muda. khususnya mengenai pengamalan jihad. Penyebaran ideologi Islam radikal organisasi kepemudaan.aksinya. Anggota kelompok oleh ustadz Al Mukmin. kelompok Laskar yang kemudian menjadi Perekrutan anggota baru oleh kelompok teroris adalah alumni santrinya. dibuktikan dengan dikuasainya masjid. hubungan pertemanan dan pengajian-pengajian keras yang sering diisi hubungan persaudaraan. Untuk memperoleh diajarkantentang ajaran Islam keras sumber dana dalam melakukan aksinya. organisasi dilakukan dengan cara melakukan mahasiswa. 2009). kelompok jaringan teroris Solo telah Kelompok baru lebih menjadikan mengembangkan cara baru yaitu dengan polisi sebagai sasaran aksi.teroris di Solo bersumber dari kelompok. Selain itu yang sering melakukan kekerasan terhadap juga berbasis Ponpes Al Mukmin. bahkan pimpinan (Pribadi. kelompok pengajian. Perekrutan dilakukan melalui masjid kampung oleh kelompok laskar dan pendidikan pondok pesantren. lebih menempatkan obyek asing dikarenakan kelompok Islam radikal lokal atau sering adanya keinginan balas dendam terhadap polisi disebut kelompok Laskar Jihad. kemudian dijadikan markas aktivitasnya. Ngruki. Selain itu para jaringan teroris Solo ini banyak yang terdiri santri di Ponpes Al Mukmin juga dari anak-anak muda. Aksi Pergeseran sasaran dari sebelumnya yang kejahatan ini telah berhasil .aksinya banyaknya anggota. melakukan Hacking Cybercrime. Selain itu polisi juga K eterkaitan Al Mukmin adalah dianggap sebagai penghalang aksi. teman-temannya. ceramah.

30 Agustus Penembakan pos polisi Singosaren Pak Farhan 1 Polisi tewas 26. 2013 16 Januarii Penutupan paksa karaoke Zensho LUIS - 34. 2010 6 Juni Bentrok Massa FPI vs warga 2 luka-luka 6. 31 Agustus Pembunuhan Pak Farhan 1 Polisi Tewas 27. 2 Agustus Ancaman bom Pasar Klewer ? - 5. 25 September Bom Bunuh Diri GBIS Kepunton Hayat jaringan Hisbah & 1 tewas & 22 Cirebon luka-luka 15. 2 Februari Sweeping panti pijat Shiatzu Pak Laskar - 35. 15 Juli Perampokan ISI ? - 21 26-30 Juli Ancaman Bom Pasar Klewer ? - 22 1 Agustus Perampokan Senjata Api Kentingan ? 1 tewas 23 17 Agustus Penembakan Pospan Gemblengan Pak Farhan 2 polisi luka- luka 24 19 Agustus Pelemparan granat Pospam Lebaran Gladag Pak Farhan - 25. 6 Desember Bom Gereja Katolik Kristus Raja Pak Hisbah - 8. 30 Desember Bom Masjid Baitul Makmur. Pak Atok jaringan Hisbah - Santa Ancilla.LUIS 3 luka-luka 18. dengan Tabel 1. 3 Februari Sweeping minuman keras Kampung Boro Pak Laskar 2 luka-luka Sumber: Olahan data primer .mendapatkan dana miliaran rupiah dan infak dan zakat. 10 Juli Ancaman bom Mall SGM ? - 4. 4 Mei Bentrokan massa Kampung Sewu LUIS-Pak preman Iwan - Walet 19. Arafah vs 1 tewas preman 2. Aksi Terorisme Di Wilayah Solo Tahun 2008 . Gribig Pak Atok jaringan Hisbah - Klaten. 1 September Ancaman bom Terminal Tirtonadi ? - 14. 2011 22 Januari Ancaman bom makam kramat K. 12. 16 November Sweeping HIWASO Grogol -r - 31. 30 Desember Ancaman bom Masjid At Taqun Delanggu Pak Atok jaringan Hisbah - 11.A. 1 Desember Ancaman bom Gereja Kristen Jawa. 7 Desember Ancaman bom Polsek Pasar Kliwon Pak Hisbah - 9. 21 November Ancaman bom SMP/SMA Warga SR siswi SMA Warga - 33. Kapel. donatur asing. 31 Agustus Bom Boyolali Ibnu Azis Rifai - 13. 2 September Isu Ancaman bom Mall Paragon .Februari 2013 NO TAHUN TANGGAL AKSI TERORISME PELAKU KORBAN 1 2008 17 Maret Bentrok massa LUIS FKAM. telah mengembangkan persenjataan yang cara konvensional dengan fa’i atau digunakan untuk aksinya. Senjata yang digunakan digunakan untuk membiayai aksi diperoleh dari hasil selundupan. pos polisi ketandan. 2012 2 September Ketapel Jekstar ? - 16 24 April Perampokan senjata api Karanganyar . dan merakit sendiri. - 17 3 Mei Bentrokan massa Gendekan Pak Iwan Walet. Klaten 7. Kantor pos. 2009 27 Juli Ancaman bom kantor Turindo ? - 3. Kelompok baru juga Tetapi selain itu juga tetap melakukan cara. 20 November Ancaman bom Pasar Kliwon Pak Atok alias Roki - Aprisdianto jaringan Hisbah 32. 11 September Perampokan Senjata Api Sragen ? - 29. rampasan pengeboman dan pelatihan paramiliter. Gua Maria. 3 Juli Perampokan senjata api Boyolali ? - 20. 14 September Ancaman bom kantor kecamatan Galih Septiawan - Prambanan 30. di antaranya perampokan. - 28. Solo Baru Pak Atok jaringan Hisbah - 10.

aksi terorisme yang dilakukan pada 2012 Pada 2008 tidak terkait dengan pencalonan Joko terdapat 1 kasus. Kemampuan merakit bom diperoleh Grafik tersebut menunjukkan bahwa dengan pelatihan oleh teman atau seniornya intensitas aksi terorisme di wilayah Solo dan belajar dengan menggunakan manual dari tahun 2008. pembunuhan dan peledakan 2011 aksi terorisme menurun tetapi korban bom. 2004). Pada lima tahun terakhir intensitas aksi tersebut meningkat dan mencapai aksi terorisme meningkat. yang Qardhawi dan pengawalnya Hendra pada 15 sering terjadi berupa intimidasi. Mei 2011 oleh polisi. Data-data tersebut dapat logam dan mengembangkan bahan kimia digambarkan dalam grafik 1. bom tabung Februari sudah tercatat 3 kasus aksi gas 3 kg. masyarakat. kemungkinan ini (Conboy. Namun meskipun pada perampokan. 2011 terdapat 4 kasus.2012 meningkat. Dari segi keamanan politik. Februari 2013 terdapat sebanyak 35 kasus. Untuk memudahkan luka. terhadap keamanan di wilayah Solo. 2009 terdapat 3 kasus.menggunakan bom magic com. Dari dapat dibuatkan tabel dalam lima tahun segi keamanan ideologi dampaknya adalah terakhir. Widodo menjadi Gubernur DKI Jakarta. khususnya pada jumlah terbanyak yaitu 1 tewas dan 22 luka- tahun 2012. 2010 tetapi teroris mendapatkan keuntungan terdapat 6 kasus. Dari Tabel 1 dapat diketahui bahwa adanya benturan pengaruh ideologi syari’at aksi terkait terorisme di wilayah Solo selama Islam terhadap ideologi Pancasila di kurun waktu lima tahun antara 2008 . racun. mengetahui perkembangan intensitas Aksi-aksi terorisme tersebut berimplikasi kejadian aksi terorisme di wilayah Solo. dari pemberitaan dan sorotan 2012 terdapat 18 kasus dan pada 2013 sampai bulan Grafik 1. Hanya yang ditulis tangan secara turun-temurun pada tahun 2011 turun. Intensitas Aksi Terorisme Di Wilayah Solo Tahun 2008-2012 TAHUN . dipengaruhi faktor penangkapan anggota kelompok Hisbah Atok dan kawan- Implikasinya Terhadap Keamanan kawannya pada Januari 2011 dan ditembak Wilayah Solo matinya pimpinan kelompok Hisbah Sigit Aksi terorisme di wilayah Solo. bom dengan pecahan potongan terorisme.

Sumber : Olahan data primer .

materiil dan beban ditembak mati pada saat proses penangkapan trauma atau psikologis bagi korbannya. . dapat menggambarkan seriusnya polisi resistensi terhadap kejahatan serta adanya dalam melakukan upaya penanggulangan aksi pertentangan pro dan kontra. Meskipun tidak berdampak luas Wilayah Solo terhadap politik di Solo. Tidak ada perubahan kebijakan. Selain itu hasil tersebut juga tidak aman. aksi terorisme di Solo jaringan kelompok-kelompok teroris di pada 2012 tidak mempengaruhi ekonomi wilayah Solo. Top 4 orang 3org 3 2010 23 Juni Penyergapan Abdullah Sonata 1 Org 3org 4 2011 25 Januari Penangkapan Roki 1org 5. adalah 9 orang ditembak mati pada saat kondisi kemudian dapat pulih dan normal penyergapan dan 39 orang ditangkap. maka upaya penindakan polisi ini Tabel 2. Dari segi keamanan sosial tersebut menunjukkan tingginya jumlah berpengaruh terhadap tingkah laku pelaku terorisme di wilayah Solo pada lima masyarakat yaitu adanya rasa takut atau tahun terakhir. Banyak dari anggota teroris makro.Februari 2013 NO TAHUN TANGGAL KASUS TINDAKAN TEMBAK MATI TANGKAP 1 2008 . aksi terorisme Upaya penanggulangan aksi terorisme cukup mengganggu konsentrasi Joko di Solo oleh kepolisian. 16 Maret Penyergapan Sigit Qardhawi 2Org 6 14 September Penangkapan Ibnu Azis Rifai 1 org 7 18 Oktober Penangkapan Thoyib 1 org 8 2012 4 Mei Penangkapan Iwan Walet 2 org 9 11 Mei Penangkapan Dian 2 org 10 31 Agustus Penyergapan Farhan 2 org 1 org 11 22 September Penangkapan kelompok Thoriq 8 org 12 23 September Penangkapan Joko Parkit 1 org 13 11 Oktober Penangkapan Galih 1 org 14 26 Oktober Penagkapan Kelompok Hasmi 3 org 15 28 November Penangkapan terror sms 1 org 16 10 Desember Penangkapan Ihsan 2 org 17 2013 3 Februari Penangkapan kelompok Laskar 9 org TOTAL 9 org 39 org . Penindakan Terhadap Teroris Di Wilayah Solo Tahun 2008. dalam hal ini Widodo dalam pencalonannya. ekonomi mikro terjadi pengaruh adanya Dari tabel tersebut dapat diketahui penurunan angka penjualan di pasar dan bahwa dalam kurun waktu 2008-Februari mall yang mendapatkan ancaman bom serta 2013. Dari segi Densus 88 telah berhasil membongkar keamanan ekonomi.media terhadap Solo dan Joko Widodo Strategi Penanggulangan Jaringan Teroris saat itu. - 2 2009 16 September Penyergapan Noordin M. sebanyak 9 orang. ditangkap dalam penyergapan dan kebijakan ekonomi yang signifikan. . Angka kembali. Tetapi dari sisi lain apabila dari segi keamanan manusia (individu) dilihat jumlah pelaku terorisme yang adanya korban jiwa. dari hasil penindakan kepolisian penurunan dari sektor pariwisata. sikap saling mencurigai. Sedangkan terorisme. Pada penindakan polisi tersebut (Tabel 2). Tetapi terhadap pelaku terorisme di wilayah Solo pengaruh mikro ini tidak berlangsung lama.

Sumber: Olahan data Primer .

Ideologi instansi. yang kemudian menyesalkan. pembinaan Tindakan hukum yang dilakukan polisi dan penyaluran pekerjaan setelah mereka tidak mengakibatkan efek jera dan bebas. terjadi aksi terorisme. Parangjoro. Para anggota teroris jaringan melakukan eksekusi mati di luar peradilan. kembali lagi ke jaringannya dan ikut lagi penembakan mati dan salah tangkap terlibat aksi terorisme. Program menuntut pembubaran Densus 88. Abdul Rohman 24 Mei 2010 Warga Sekip. Solo yang telah menjalani hukuman dan ke Lebih lanjut. Muarifin 18 Juli 2012 Ditangkap karena ada kesalahan personel Densus 88 membaca isi surat perintah penangkapan Arfin alias Gogon 4. Grogol.menjadi kontra produktif. Banyak pihak sendiri dan tanpa terprogam dengan baik. merupakan tindakan reaksioner setelah 2000). mengecam Begitu juga lembaga pemasyarakatan (LP) dan menuding Densus 88 telah melanggar juga belum berhasil melakukan pembinaan Hak Asasi Manusia (HAM) dan sengaja dengan baik. Tindakan pencegahan yang terlaksana dengan baik apabila semua instansi dilakukan berupa peningkatan pengamanan pemerintah daerah terlibat. Tindakan pencegahan tersebut tidak dilakukan secara SIMPULAN konsisten atau terus menerus. TNI AD. 2 Teguh Wiyono 11 Mei 2013 Diduga terlibat bom GBIS Keputon. Setidaknya dalam Sedangkan program disengagement kurun waktu 2010-2012 di wilayah Solo yang bertujuan untuk mencegah para mantan telah terjadi salah tangkap sebanyak 7 orang teroris kembali lagi pada kelompoknya belum (Tabel 3). tetapi justru menyulut aksi mereka kembali. RT02. tersebut memerlukan pengawasan. Jaringan teroris Solo merupakan Deradikalisasi di wilayah Solo belum gerakan Islam politik yang terlahir dari sepenuhnya dilaksanakan. terhadap terduga teroris. Banyak pihak yang justru juga sepenuhnya dapat dilaksanakan. 6 Nopem Giarso 22 September 2012 Penghuni kos milik terduga Chumaidi. Kadipiro. Selain itu juga diperlukan pemahaman mencegah orang lain melakukan perbuatan terhadap masyarakat agar dapat menerima yang sama. Sukoharjo yang turut di tangkap Densus 88 saat melakukan penangkapan teroris di Laweyan. Wiji Siswosuwito 31 Agustus 2012 Ditangkap dan dianiaya Densus 88 di rumahnya saat penangkapan Bayu Setiono 5 Durahman 22 September 2012 Anggota JAT asal Sudimoro. RW 10. Program tersebut dapat balas dendam. Masing-masing pengaruh gerakan Darul Islam. yaitu kepolisian. Kelompok teroris inisiatif jaringan Solo Tabel 3. Densus 88 dianggap luar dari lembaga pemasyarakatan ternyata melakukan banyak tindakan kekerasan. pemerintah daerah yang dibawa merupakan keturunan dari dan masyarakat melakukannya dengan ideologi Kartosuwirjo. Solo. Salah Tangkap Densus 88 Tahun 2010-2012 NO NAMA TANGGAL URAIAN KASUS 1. jadi bukan hanya dan razia terkesan selalu terlambat atau tanggung jawab polisi saja (Mabes. Solo ditangkap Densus 88. Banjarsari. Setelah ditahan enam hari tidak terbukti dan kemudian dilepaskan 3. dijemput pulang oleh pihak keluarga dan perwakilan dari UMS. Ditangkap pada saat penyergapan kelompok Thoriq di Solo .

7. Indra Fitriyanto 22 September 2012 Warga Rt 02. Laweyan Ditangkap pada saat penyergapan kelompok Thoriq di Solo. RW 12 Pajang. .

Implikasi aksi terorisme di Solo berdampak pada keamanan ideologi. deradikalisasi dan disengagement. Faktor penyebabnya pembenahan SOP (Standard Operational adalah permasalahan global yaitu Procedure) Densus 88 dalam melakukan ketertindasan negara-negara Islam di penangkapan Timur Tengah dan umat Muslim di negara lain seperti Filipina dan Myanmar serta permasalahan dalam negeri yang menganggap Indonesia sebagai negara gagal. keamanan sosial dan keamanan manusia (individu). Target aksi mereka selain presentasi Amerika / Sekutu adalah aparat polisi. Upaya penegakkan hukum oleh Densus 88 telah berhasil banyak menangkap dan membongkar kelompok-kelomok teroris. keamanan ekonomi.terus bergenerasi. Sedangkan strategi deradikalisasi dan disengagement belum terprogram dan terlaksana secara komprehensif dan sistematis. Ngruki. pencegahan. Strategi penanggulangan jaringan teroris Solo dilakukan melalui penegakkan hukum. kekerasan. Kelompok teroris keanggotaannya bersumber dari organisasi Islam radikal. Tetapi banyaknya kasus teroris yang ditembak mati.Melakukan peningkatan profesionalisme dan . Kelompok jaringan teroris Solo terpecah menjadi kelompok- kelompok baru yang kecil jumlah keanggotaannya. penganiayaan dan salah tangkap menjadi upaya tersebut kontradiktif. Anggota teroris maupun kelompok Islam radikal di Solo banyak yang berasal dari pesantren yang beraliran Salafi yang salah satunya di Solo adalah Al Mukmin. Karakteristik jaringan teroris Solo adalah memiliki motif politik yaitu menuntut tegaknya syari’at Islam dalam arti Negara Islam Indonesia. keamanan politik.

terduga teroris untuk mencegah adanya masyarakat terhadap kelompok atau ormas kekerasan salah tangkap. Politik Para Teroris. Prosedur Penelitian : wilayah Solo secara konsisten dan terus- Suatu Pendekatan Politik. D. 2005. polisi. tembak mati. Diaktifkan narapidana terorisme sehingga tidak kembali kembali sistem keamanan lingkungan lagi ke kelompoknya. Membongkar Jaringan deradikalisasi secara sistematis dan terpadu Teroris Internasional Jakarta: oleh instansi. 2002. pemerintah daerah dan Taramedia . S. 2006. Hendaknya dilakukan program Aparat kepolisian dan pemerintah disengagement dengan memberikan pe- daerah diharapkan aktif melakukan ngawasan. Hendaknya dilakukan program Austen. wilayah Solo. pencegahan terhadap aksi terorisme di Arikunto. GrafindoKhazanah Ilmu. N. 2010. Dilakukan tindakan Yogyakarta: Kanisius. pengajian yang beraliran radikal di Andalas. pembinaan dan penyaluran tindakan tegas terhadap kegiatan-kegiatan pekerjaan yang layak kepada para mantan kemaksiatan di wilayah Solo. (Siskamling). Renika Cipta. Jakarta: menerus. penganiayaan dan yang dinilai radikal di wilayah Solo. pesantren dan kelompok-kelompok Jakarta:Grafindo Khasanah Ilmu. ronda dan wajib lapor terhadap warga masyarakat DAFTAR PUSTAKA Solo. M.Melakukan pembinaan. pengawasan Abas. Membongkar Jamaah dan deradikalisasi terhadap Pondok Islamiyah.

Jakarta: Equinox Terorisme. 2000. I . A. Yogyakarta: Wihda Jaringan Terori. 2008. Pergolakan Politik Islam: Mabes TNI AD.Jakarta. 2012.TerorismeIdeologi Paramadina. Setara .Modernisme Binter Terbatas. Jakarta: Muhammad. Jakarta: Pustaka Primata. Intel Inside Indonesia’s Setara. Abdika Press. Dakwah dan Jihad Abu Pribadi A. 2004. . dan Rayyan A. 2010.Azra. Dari Radikalisme Menuju Intelligence Service. Penebar Ketakutan. M. IS. BujuknikPembinaa Dari Fundamentalis . Jejak Langkah Islam Garis Keras di Indonesia. Surabaya: Liris Awwas. 2009Membongkar Bakar Ba’asyir. 2003. Jakarta Selatan: Press. Hingga Post Modernisme. 1996. Conboy Ken. Jakarta: Pustaka Masyarakat Publishing.